Aturan Penggunaan Huruf Kapital

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar Kurikulum merdeka terdapat kegiatan tentang Aturan Penggunaan Huruf Kapital. Tujuan kegiatan pembelajaran kegiatan ini adalah melalui kegiatan latihan, peserta didik dapat menemukan dan memperbaiki kata yang terdapat kesalahan dalam penulisan huruf kapital.

Penggunaan huruf kapital dalam kehidupan sehari-hari merupakan aturan dasar yang wajib dipahami agar bisa menulis dengan benar sesuai dengan kaidah yang berlaku. Kegiatan menulis bukan hanya menuangkan ide dan pemikiran yang dimiliki, namun juga harus sesuai aturan agar mudah dipahami. Huruf besar digunakan untuk berbagai tujuan, salah satunya adalah untuk menegaskan penulisan pada sebuah kata.

Huruf kapital seringkali disebut juga dengan huruf besar yang umumnya digunakan sebagai awalan dalam penulisan sebuah kata. Selain itu, terdapat beberapa aturan yang menegaskan bagaimana aturan penulisan huruf besar yang sesuai dengan aturan.

Hampir sebagian besar aturan yang tertera dalam PUEBI tidak jauh berbeda dengan EYD, namun terdapat beberapa perubahan serta tambahan yang dilakukan. Dalam EYD, huruf besar harus digunakan pada huruf awal nama orang, gelar keagamaan, kehormatan, maupun keturunan. Tujuan penempatan huruf besar dengan baik adalah untuk mempermudah pembaca dalam memahami sebuah informasi yang ada pada sebuah kalimat.

Kesalahan penggunaan aturan penulisan dapat mempengaruhi intonasi pembaca dan bisa memunculkan persepsi yang berbeda dari yang dimaksudkan oleh penulis. Untuk menambah informasi/pemahaman kalian tentang penulisan dalam bahasa Indonesia, kali ini kalian akan belajar tentang penggunaan huruf kapital.
No. Kaidah Penulisan Contoh
1. Penulisan bilangan tingkat.
  1. Mari menuju ke ruang utama.
  2. Di mana letak toko itu?
2. Huruf pertama unsur nama orang
  1. Bapak Hussain
  2. Martha Kristina Tiahahu
3. huruf pertama di awal kalimat dalam petikan kalimat langsung
  1. Atika bertanya, “Kapan tugas itu dikumpulkan?”
  2. Bu Guru bertanya, “Di antara kalian, siapa yang bercita-cita ingin menjadi astronot?”
4. huruf pertama setiap kata nama agama, kitab suci, dan Tuhan
  1. Tuhan Yang Maha Esa
  2. Al-Qur’an
  3. Katolik
5. huruf pertama nama gelar yang diikuti nama orang
  1. Sultan Hasanuddin
  2. Haji Agus Salim
6. huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa
  1. suku Jawa
  2. bahasa Banjar
7. huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari besar atau hari raya
  1. Selasa, 17 September 2020
  2. hari Waisak
8. huruf pertama nama geografi
  1. Biak, Kalimantan Selatan, Jalan 
  2. Kebahagiaan, Danau Limboto
9. huruf pertama nama unsur peristiwa sejarah
  1. Sumpah Pemuda
  2. Perjanjian Linggarjati
10. huruf pertama nama negara, lembaga,  organisasi
  1. Peraturan Presiden
  2. Perserikatan Bangsa-Bangsa

Latihan
Bacalah tiga paragraf singkat tentang sejarah Museum Ambarawa berikut ini. Salinlah kembali paragraf ini dalam buku kalian dengan penggunaan huruf kapital yang tepat.

1. museum kereta api indonesia awalnya adalah sebuah stasiun yang bernama stasiun willem i. stasiun ini diresmikan pada tanggal 21 mei 1873 bersamaan dengan dibukanya perlintasan kereta api di jalur kedungjati-ambarawa. museum ini terletak di kota ambarawa, jawa tengah.
Museum Ambarawa
2. pada awal pengoperasiannya, stasiun willem i digunakan sebagai sarana pengangkutan komoditas ekspor dan transportasi militer di sekitar jawa tengah. setelah di nonaktifkan tahun 1976, stasiun ambarawa dicanangkan sebagai museum kereta api oleh gubernur jawa tengah pada saat itu, supardjo rustam. rencana ini bertujuan untuk menyelamatkan tinggalan lokomotif uap serta sebagai salah satu daya tarik wisata di jawa tengah. stasiun ambarawa dipilih karena Ambarawa memiliki latar belakang historis yang kuat dalam perjuangan kemerdekaan yakni pertempuran ambarawa. selain itu stasiun ambarawa pada saat itu masih menyimpan teknologi kuno yang masih bisa dioperasikan.

3. kini, museum ambarawa menampilkan koleksi perkeretaapian dari masa hindia belanda hingga pra-kemerdekaan republik indonesia yang meliputi sarana, prasarana, dan perlengkapan administrasi. beberapa koleksi sarana perkeretaapian warisan seperti lokomotif uap, lokomotif diesel, kereta dan gerbong dari berbagai daerah dapat dilihat di sana. para pengunjung juga dapat menikmati perjalanan wisata dengan menaiki kereta api wisata relasi ambarawa-tuntang

Jawaban Latihan Menulis Huruf Kapital
1. Museum Kereta Api Indonesia awalnya adalah sebuah stasiun yang bernama Stasiun Willem I. Stasiun ini diresmikan pada tanggal 21 Mei 1873 bersamaan dengan dibukanya perlintasan kereta api di jalur Kedungjati-Ambarawa. Museum ini terletak di Kota Ambarawa, Jawa Tengah.

2. Pada awal pengoperasiannya, Stasiun Willem I digunakan sebagai sarana pengangkutan komoditas ekspor dan transportasi militer di sekitar Jawa Tengah. Setelah dinonaktifkan tahun 1976, Stasiun Ambarawa dicanangkan sebagai Museum Kereta Api oleh Gubernur Jawa Tengah pada saat itu, Supardjo Rustam. Rencana ini bertujuan untuk menyelamatkan tinggalan lokomotif uap serta sebagai salah satu daya tarik wisata di Jawa Tengah. Stasiun Ambarawa dipilih karena Ambarawa memiliki latar belakang historis yang kuat dalam perjuangan kemerdekaan yakni Pertempuran Ambarawa. Selain itu, Stasiun Ambarawa pada saat itu masih menyimpan teknologi kuno yang masih bisa dioperasikan.

3. Kini, Museum Ambarawa menampilkan koleksi perkeretaapian dari masa Hindia Belanda hingga pra-kemerdekaan Republik Indonesia yang meliputi sarana, prasarana, dan perlengkapan administrasi. Beberapa koleksi sarana perkeretaapian warisan seperti lokomotif uap, lokomotif diesel, kereta dan gerbong dari berbagai daerah dapat dilihat di sana. Para pengunjung juga dapat menikmati perjalanan wisata dengan menaiki Kereta Api Wisata relasi Ambarawa-Tuntang.

Demikian pembahasan mengenai Aturan Penggunaan Huruf Kapital. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 1:31 PM

Menulis Angka dan Bilangan

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar Kurikulum Merdeka terdapat kegiatan Menulis Angka dan Bilangan .Tujuan kegiatan pembelajaran kali ini adalah melalui kegiatan latihan, peserta didik dapat menemukan dan memperbaiki kata yang terdapat kesalahan dalam penulisan angka dan bilangan

Angka merupakan lambang bilangan, sedangkan bilangan dapat dinyatakan dengan angka atau kata. Penulisan angka dan bilangan dalam bahasa Indonesia harus diperhatikan. Penggunaan dan penulisannya juga tergantung konteks kalimatnya. Dalam buku Standar Aturan Bahasa Penulisan yang Baik dan Benar (EYD) Ejaan Yang Disempurnakan (2015), angka Romawi atau Arab dalam tulisan bahasa Indonesia sebagai lambang bilangan atau nomor.

Angka yang kita pakai ada dua, yaitu angka Arab dan angka Romawi. Angka Arab adalah angka seperti 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, angka-angka yang setiap hari kita pakai. Angka 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9 adalah angka Arab, yang konon dalam buku Filsafat ilmu Jujun S. Sumantri, yang mengalami "metamorfosis" dari angka Arab yang sering kita lihat di halaman Alquran.

Angka Romawi atau bilangan Romawi merupakan sistem penomoran yang berasal dari Romawi kuno. Sistem penomoran ini menggunakan huruf Latin sebagai simbol untuk melambangkan angka numerik. Angka Romawi biasa digunakan untuk penomoran pada bab buku, penomoran pada seri olimpiade olahraga, serta digunakan untuk menandakan waktu pada jam dinding atau jam tangan.
Angka Arab 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 50 100 500 1000
Angka Romawi 0 I II III IV V VI VII VIII IX X L C D M


Sebagaimana telah diketahui secara umum, bahwa lazimnya ada dua macam angka yang digunakan dalam tulisan yaitu angka Arab dan angka Romawi. Di Indonesia sudah ada ketentuan dalam pemakaiannya, apakah dipakai angka Arab atau angka Romawi. Berikut ini beberapa ketentuan mengenai penulisan kedua angka tersebut.
No. Kaidah Penulisan Contoh
1. Bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf. Sudah dua kali kami berkunjung ke museum itu.
Jika bilangan ditulis secara berurutan seperti dalam perincian maka ditulis dengan angka/nomor PT Berkah Sejahtera memiliki 35 orang karyawan yang terdiri atas 15 karyawan laki-laki dan 20 karyawan perempuan
2. Bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Tiga pemenang sayembara itu diundang ke Jakarta.
Apabila bilangan pada awal kalimat tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata, susunan kalimatnya diubah. Panitia mengundang 250 orang peserta. Catatan: Angka tidak boleh berada di awal kalimat, seperti: 250 orang peserta diundang panitia.
3. Angka yang menunjukkan bilangan besar dapat ditulis sebagian dengan huruf supaya lebih mudah dibaca. Sekolah kami mendapatkan bantuan 250 juta rupiah untuk pengembangan perpustakaan sekolah.
4. Angka dipakai untuk menyatakan satuan ukuran.
  1. panjang -> 8 sentimeter
  2. berat -> 7 kilogram
  3. luas -> 10 hektare
  4. isi -> 10 liter
  5. waktu -> 5 tahun 7 bulan 3 hari 1 jam 20 menit
  6. nilai uang-> Rp5.000,00.
5. Angka dipakai untuk menomori alamat, seperti jalan, rumah, apartemen, atau kamar.
  1. Jalan Pulo Raya I No. 15
  2. Hotel Samudera, Kamar 542
  3. Gedung Wahana, Lantai II, Ruang 201
6. Penulisan bilangan dengan huruf utuh
  1. dua belas (12)
  2. tiga puluh (30)
  3. lima ribu (5.000)
Penulisan bilangan dengan huruf pecahan
  1. setengah atau seperdua (½)
  2. tiga perempat (¾)
7. Penulisan bilangan tingkat.
  1. abad XX
  2. abad ke-20
  3. abad kedua puluh

Latihan
Bacalah teks singkat di bawah ini. Kenali angka dan bilangan yang terdapat pada teks. Apakah penulisannya sudah benar? Kalau belum, tuliskan secara benar dengan menyalin kembali isi paragraf pada buku tulis kalian.
Kri Pasopati
Salah satu wisata sejarah yang dapat dilakukan di Surabaya adalah dengan mengunjungi Monkasel (Monumen Kapal Selam). Di tempat ini terdapat KRI Pasopati 410 yang dijadikan monumen peringatan sejarah perjuangan Indonesia dalam operasi pembebasan Irian Barat dari tangan penjajah di tahun seribu sembilan ratus enam puluh tiga. 

KRI Pasopati 410 memiliki panjang tujuh puluh enam koma enam meter, lebar 6,3 meter, dan berat seribu tiga ratus ton. Kecepatannya mencapai delapan belas koma tiga knot di atas permukaan laut, dan tiga belas koma enam knot di bawah permukaan laut. Hebatnya, KRI Pasopati 410 ini dilengkapi dengan dua belas torpedo uap gas dengan panjang tujuh meter. Kapal ini dapat memuat enam puluh tiga awak kapal termasuk kapten.

Monumen ini beralamat di Jalan Pemuda Tiga puluh Sembilan, Surabaya. Setiap pengunjung dikenakan biaya masuk sebesar lima belas ribu rupiah per orang. Waktu kunjung museum adalah setiap hari Selasa-Minggu.

Jawaban Latihan Menulis Bilangan
Salah satu wisata sejarah yang dapat dilakukan di Surabaya adalah dengan mengunjungi Monkasel (Monumen Kapal Selam). Di tempat ini terdapat KRI Pasopati 410 yang dijadikan monumen peringatan sejarah perjuangan Indonesia dalam operasi pembebasan Irian Barat dari tangan penjajah di tahun 1963.

KRI Pasopati 410 memiliki panjang 76,6 meter, lebar 6,3 meter, serta berat 1.300 ton. Kecepatannya mencapai 18,3 knot di atas permukaan laut, dan 13,6 knot di bawah permukaan laut. Hebatnya, KRI Pasopati 410 ini dilengkapi dengan 12 torpedo uap gas dengan panjang 7 meter. Kapal ini dapat memuat 63 awak kapal termasuk kapten.

Monumen ini beralamat di Jalan Pemuda 39, Surabaya. Setiap pengunjung dikenakan biaya masuk sebesar Rp15.000,00 per orang. Waktu kunjung museum adalah setiap hari Selasa-Minggu.

Angka Arab senantiasa digunakan untuk urutan tak bertingkat. Angka Romawi tidak selalu dipakai untuk urutan bertingkat, tetapi adakalanya juga untuk urutan tak bertingkat dan pengucapannya tanpa ke- di depannya seperti angka Arab biasa.

Demikian pembahasan mengenai Menulis Angka dan Bilangan. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kaelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:43 AM

Menyanyikan Lagu-Lagu Wajib Nasional

Pada pembelajaran seni musik kelas v sekolah dasar Kurikulum Merdeka terdapat kegiatan Menyanyikan Lagu-Lagu Wajib Nasional. Tujuan kegiatan ini adalah peserta didik mampu menyanyikan lagu wajib nasional dengan teknik bernyanyi yang benar dan dapat menyanyikan beberapa lagu mars yang dipadukan dengan hentakan kaki yang teratur

Lagu nasional adalah lagu yang bertemanakn tentang cinta pada tanah air Indonesia dan dikenal masyarakat secara nasional. Lagu nasional diciptakan untuk membangkitkan rasa nasionalisme, patriotik, cinta negara, dan semangat perjuangan Indonesia. Selain itu, diciptakannya lagu nasional juga untuk mengapresiasi perjuangan pahlawan yang sudah berjuang demi Indonesia. Serta menumbuhkan semangat perjuangan ke generasi muda. Contoh lagu nasional, di antaranya.
  1. Bagimu Negeri cipt. Kusbini
  2. Indonesia Pusaka cipt. Ismail Marzuki
  3. Garuda Pancasila cipt. Prohor Sudarnoto
  4. Ibu Kita Kartini cipt. WR Supratman
  5. Halo-Halo Bandung cipt. Ismail Marzuki
  6. Rayuan Pulau Kelapa cipt. Ismail Marzuki
  7. Berkibarlah Benderaku cipt. Ibu Sud
  8. Syukur cipt. H Mutahar
  9. Gugur Bunga cipt. Ismail Marzuki
  10. Desaku yang Kucinta cipt. L Manik

Sedangkan lagu wajib adalah lagu yang dinyanyikan seluruh rakyat Indonesia, untuk menanamkan persatuan, kesatuan, dan cinta Tanah Air. Lagu wajib nasional adalah lagu yang bertemakan perjuangan dan nasionalisme bangsa. Lagu wajib ini menjadi produk dan hasil karya masyarakat di bidang musik. Lagu wajib juga menjadi ikon dalam budaya masyarakat Indonesia.

Lagu wajib nasional, berisi perjuangan dan nasionalisme yang sifatnya wajib dihafalkan peserta didik. Lagu perjuangan biasanya dimainkan untuk membangkitkan semangat perjuangan kemerdekaan.

Lagu mars adalah sebuah jenis musik dengan memiliki komposisi irama yang teratur dan menghentak atau dimainkan dengan lebih bertenaga/keras (dinamik marcato) serta memiliki tempo cepat seperti orang berbaris (tempo mars). Birama (ketukan) yang digunakan lagu mars umumnya adalah genap seperti 2/4, 4/4, 6/8.

Lagu mars atau disebut juga lagu marcia identik dengan semangat, riang gembira, kekompakan, jiwa persatuan dan kesatuan, dengan memiliki lirik yang cenderung provokatif.

1. Lagu Halo-Halo Bandung Cipt. Ismail Marzuki
Halo Halo Bandung
Makna lagu Halo-Halo Bandung menceritakan tentang perjuangan rakyat kota Bandung dalam masa pasca-kemerdekaan pada tahun 1946. Tepatnya saat peristiwa Bandung Lautan Api yang terjadi pada tanggal 23-24 Maret 1946. Lirik lagu Halo-Halo Bandung mencerminkan nilai-nilai cinta tanah air karena bercerita mengenai perjuangan penca kemerdekaan.

2. “Garuda Pancasila” cipt. Sudharnoto;
Garuda Pancasila
Syair lagu Garuda Pancasila memiliki arti bahwa kita sebagai warga negara akan selalu mendukung Pancasila. Warga negara Indonesia berjiwa patriot. Berjiwa patriot berarti siap berjuang dan rela berkorban untuk negara. Rakyat Indonesia akan hidup makmur sentosa jika melaksanakan nilai-nilai Pancasila.

3. “Tanah Airku” cipt. Ibu Sud;
Tanah Airku
Lagu Tanah Airku bermakna tentang kecintaan bangsa Indonesia terhadap Tanah Air. Meski telah pergi atau bahkan tinggal di negeri lain, Indonesia tetap terkenang di hati dan pikiran. Indonesia adalah tempat di mana bangsanya merasa senang dan tenang.

4. “Satu Nusa Satu Bangsa” cipt. Liberty Manik;
Satu Nusa Satu Bangsa
Lagu Satu Nusa Satu Bangsa bercerita tentang para pejuang yang membela tanah air hingga menuju kemerdekaan. Indonesia terdiri dari beragam suku, agama, budaya dan ras, namun tetap menjadi satu bangsa. Makna dari lagu Satu Nusa Satu Bangsa mewakili semboyan Indonesia yaitu 'Bhineka Tunggal Ika'.

5. “Hymne Guru” cipt. Sartono
Hymne Guru
Lagu “Hymne Guru” menggambarkan pentingnya peran guru dalam mendidik dan mencerdaskan anak bangsa. Dalam lagu ini terdapat lirik seperti “Engkau sebagai pelita dalam kegelapan, engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan, engkau patriot pahlawan bangsa, pembangun insan cendekia”.

Demikian pembahasan mengenai Menyanyikan Lagu-Lagu Wajib Nasional. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Seni Musik Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud

Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:31 PM

Menyanyikan Lagu Populer yang Bertema Anak-Anak

Pada pembelajaran seni musik kelas v sekolah dasar Kurikulum Merdeka terdapat kegiatan Menyanyikan Lagu Populer yang Bertema Anak-Anak. Tujuan kegiatan pembelajaran ini adalah Peserta didik mampu menyanyikan lagu populer dengan teknik bernyanyi yang benar.

Lagu adalah salah satu bentuk dari musik. Lagu tidak dapatdipisahkan dengan musik, lagu dan musik merupakan suatu kesatuan yang apabila digabungkan akan tercipta sebuah karya seni yang indah. Dengan menyuarakan lagu atau bernyanyi anak akan merasa senang, bahagia gembira, dan anak dapat terdorong untuk lebih giat belajar.

Lagu atau nyanyian dapat digunakan sebagai media penyampaian pesan yang menyenangkan bagi anak. Lagu tidak dapat dipisahkan dari kegiatan pembelajaran pada anak. Anak-anak bermain dengan lagu, bahkan mereka belajar dengan lagu.

Endraswara mengatakan, yang disebut lagu anak-anak ialah lagu yang bersifat riang dan mencerminkan etika luhur. Lagu anak merupakan lagu yang biasa dinyanyikan anak-anak, sedangkan syair lagu anak-anak berisi hal-hal sederhana yang biasanya dilakukan olehanak-anak. Lagu anak-anak adalah bagian dari budaya populer, dan lagu anak-anak merupakan lagu pop yang bernuansakan anak-anak.

Lagu anak juga mengajarkan suatu budipekerti yang memberikan pengaruh baik dalam pertumbuhan mereka. Dengan kata lain, dampak positif dalam lagu anak yang mengajarka ntentang suatu tindakan sopan santun yang dapat mempengaruhi pikiran, jiwa, dan raga mereka. Sebab lagu anak yang tepat dapat mencakup semua aspek tujuan pembelajaran pada anak. Beberapa aspek tujuan pembelajaran yang terdapat pada lagu anak yang mengajarkan budi pekerti adalah :
  1. Aspek kognitif atau pemahaman dan pemikiran mereka terhadap pengetahuan tentang tingkah laku terpuji.
  2. Aspek afektif yang menekankan pada pengaruh lagu anak terhadap emosi atau perasaan serta perilaku mereka.
  3. Aspek psikomotorik yakni kemampuan mereka dalam berperilaku sopan santun, yang tercermin dalam keterampilan berkomunikasi verbal atau non verbal sesuai dengan keadaan dan situasi.

1. Lagu Bintang Kecil
Bintang Kecil
Lagu  berjudul “Bintang Kecil”. Liriknya asyik, nadanya sederhana, dan pesannya kuat. “Lagu yang menceritakan tentang keindahan alam semesta dan keagungan Tuhan dan sebagai fantasi anak terhadap dunia dan cita-cita masa depan.

Beberapa lagu populer bertema anak-anak yang lain adalah sebagai berikut :

2. “Cinta untuk Mama” cipt. Seli Pontoh; 
Cinta Untuk Mama
Maksud lagu Cinta untuk Mama adalah ungkapan seorang anak yang yang ingin mengucapkan terima kasih kepada ibunya meski hanya melalui sebuah lagu sederhana.

3. “Laskar Pelangi” cipt. Nidji;
Laskar Pelangi
Maksud atau tujuan dalam lirik lagu “Laskar Pelangi” adalah ajakan kepada kita untuk tetap bersyukur dalam menjalani hidup. Kisah tentang semangat menempuh atau meraih impian di tengah kemiskinan serta kehidupan yang tidak adil yang akan membuat kita paham untuk lebih bersyukur dalam kehidupan ini.

4. “Pemandangan” cipt. A.T. Mahmud;
Pemandangan
Maksud lagu berjudul Memandang Alam adalah rasa bahagia dan kagum atas keindahan alam sekitar yang disaksikan dari atas bukit, di mana sungai berliku-liku, sawah hijau bagai permadani di kaki langit serta gunung yang yang menjulang berpayung awan.

5. “Desaku” cipt. L. Manik; dan
Lagu Desaku
Lagu daerah Nusa Tenggara Timur yang berjudul desaku ini mempunyai makna, akan kerinduan seseorang terhadap tanah airnya yang permai atau indah. Bisa juga bermakna kerinduan akan seseorang pada keluarganya yang ada di desa.

6. “Naik Delman” cipt. IPak kasur.
Delman
Lagu ini menceritakan tentang keceriaan seorang anak ketika liburan pergi ke kota bersama dengan ayahnya dan keceriaan anak tersebut saat ia menaiki kendaraan tradisional, yaitu delman.

Demikian pembahasan mengenai Menyanyikan Lagu Populer yang Bertema Anak-Anak. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Seni Musik Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud

Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 1:03 PM

Mengenal Teknik Bernyanyi yang Benar

Teknik bernyanyi merupakan metode atau cara yang dilakukan dengan langkah- langkah teratur sehingga mencapai tujuan yang baik.  Teknik vokal dalam bernyanyi digunakan dengan tujuan untuk menghasilkan produksi suara yang baik dan sehat. Pada saat mempelajari teknik vokal, peserta didik harus mempersiapkan fisik, mental, maupun pikiran, serta tujuan yang ingin dicapai dalam mempelajari teknik vokal tersebut.

Salah satu teknik vokal yang berkembang adalah teknik vokal barat. Beberapa unsur dari teknik vokal barat, antara lain posisi tubuh dalam bernyanyi (body position), pernapasan (breathing), produksi nada (tone production), register dan kelenturan suara, intonasi, artikulasi, interpretasi, serta ekspresi. Unsur-unsur tersebut harus dapat terkoordinasi dengan baik pada saat bernyanyi. Dalam Kegiatan Belajar ini, akan dibahas beberapa bagian teknik vokal saja.

A. Posisi Tubuh dalam Bernyanyi
Sikap tubuh yang baik saat bernyanyi sebaiknya dalam posisi tegak, seimbang, dan santai. Kondisi ini dapat membantu peserta didik untuk tampil lebih percaya diri dan dapat memaksimalkan fungsi seluruh organ tubuh yang digunakan pada saat bernyanyi. Posisi tubuh yang baik saat bernyanyi diwujudkan dengan koordinasi yang baik dari beberapa organ tubuh sebagai berikut
  1. Telapak kaki. Sebaiknya berat tubuh seimbang ditopang oleh kedua telapak kaki. Posisi salah satu telapak kaki berada lebih maju daripada yang lain. Jarak kedua telapak kaki sebaiknya berdekatan.
  2. Kaki. Pada saat bernyanyi, sebaiknya peserta didik merasakan bahwa kedua kakinya lentur dan dapat bergerak kapan saja. Kelenturan pada kedua kaki dapat mengurangi rasa tegang, menimbulkan rasa nyaman yang bisa menambah rasa percaya diri peserta didik.
  3. Lutut . Kedua lutut harus dalam keadaan rileks dan siap untuk digerakkan kapan saja. Hindari menarik lutut terlalu ke belakang dan menguncinya dalam posisi itu.
  4. Pinggul dan pantat. Bagian pinggul dan pantat sebaiknya nyaman dan berada dalam satu garis lurus yang ditarik dari tumit ke kepala.
  5. Perut. Perut bagian bawah merupakan bagian penting untuk mendukung sikap tubuh yang baik. Oleh karena itu, bagian ini harus berada dalam posisi yang rileks dan tidak dibuat mengembang secara kasar. Perut bagian atas juga berperan penting pada saat bernyanyi, khususnya dalam teknik pernapasan yang baik.
  6. 6. Punggung
  7. Punggung dikembangkan selebar mungkin sesuai dengan kemampuan peserta didik. Meluruskan lekukan pada bagian punggung membantu peserta didik untuk dapat menarik wilayah tulang belakang dan memperoleh posisi dada yang tepat.
  8. Dada. Rongga dada harus terkembang dengan nyaman di setiap waktu. Sikap tubuh akan berada pada posisi ini sebelum peserta didik menarik napas atau bernyanyi.
  9. Bahu. Kedua bahu tidak boleh dinaikkan atau digerakkan ke arah depan saat peserta didik bernyanyi atau bernapas. Apabila kedua bahu berada dalam posisi yang tertarik ke belakang dan rileks maka peserta didik jauh lebih mudah untuk mempertahankan kenyamanan posisi dada saat bernyanyi.
  10. Lengan dan pergelangan tangan. Kedua lengan peserta didik menggantung secara bebas dan alami pada kedua sisi tubuh. Pergelangan tangan merupakan perluasan dari lengan serta bergantung bebas dan alami pada kedua sisi tubuh. Hindari kekakuan pada kedua tangan.
  11. Kepala. Kepala harus berada dalam satu garis lurus dengan tubuh dan berada di tengah kedua bahu. Untuk menyanyikan nada-nada tinggi, dianjurkan untuk menarik dagu sedikit ke bawah.
  12. Rongga mulut. Besarnya ruang dalam rongga mulut adalah salah satu faktor yang dapat memengaruhi bunyi suara. Semakin besar ruang dalam rongga mulut maka suara yang dihasilkan akan semakin baik.
  13. Lidah. Posisi lidah yang tertarik ke belakang engakibatkan ruang bagi suara yang akan keluar, telah tertutup. Sebagai akibatnya, volume suara yang terdengar oleh orang lain akan kecil walaupun peserta didik yang sedang bernyanyi itu merasa bahwa volumenya besar.

Telapak kaki, kaki, lutut, pinggul dan pantat, perut, punggung, dada, bahu, lengan dan pergelangan tangan, kepala, sebaiknya diatur senyaman mungkin dan berada dalam satu garis lurus yang dapat ditarik dari mulai tumit sampai ke kepala. Seperti terlihat pada gambar berikut:
Posisi
B. Pernapasan
Saat bernyanyi, sebaiknya menarik napas melalui hidung dan mulut secara bersamaan. Hal ini dilakukan karena beberapa alasan berikut ini:
  1. Kita tidak dapat menarik napas secara cepat dan dalam, hanya melalui hidung saja, tetapi juga melalui mulut. Hal ini disebabkan oleh saluran nasal hidung terlalu sempit.
  2. Menarik napas melalui hidung dengan cepat dapat menyebabkan ekspresi muka kurang atraktif, menimbulkan suara yang tidak diinginkan dan mengganggu penampilan.
  3. Menarik napas melalui mulut dan hidung secara bersamaan, dapat membuka saluran resonansi dalam mempersiapkan kondisi membran vokal untuk lebih bebas bergetar (Budidharma, 2001).

Menurut McKinney, ada empat tahap yang harus dipelajari dalam teknik pernapasan, yaitu sebagai
berikut:
  1. Menghirup napas (inhalation). Seorang penyanyi yang sedang menyanyikan lagu harus dapat menghirup udara dengan lebih cepat, lebih banyak, dan memasukan ke bagian yang lebih dalam dari paru-paru.
  2. Menahan napas (suspension). Berbeda dengan pernapasan secara alami, seorang penyanyi sebaiknya menahan napas sejenak ketika udara yang dihirup telah maksimal. Tahap ini bertujuan untuk mempersiapkan mekanisme pendukung napas untuk mengeluarkan napas pada saat bernyanyi.
  3. Mengatur udara yang keluar (controlled exhalation). Napas sebaiknya dikeluarkan secara perlahan dan sehemat mungkin bersamaan dengan gerakan diafragma yang semakin rileks dan kembali ke posisi semula.
  4. Recovery. Pada setiap akhir napas, peserta didik memerlukan waktu singkat untuk relaksasi otot pernapasan. Dalam bernyanyi, tahap ini membutuhkan waktu yang singkat karena peserta didik harus menghirup udara kembali untuk melanjutkan frasa-frasa selanjutnya dari lagu yang sedang dinyanyikan

Jenis pernapasan yang digunakan saat bernyanyi terbagi dalam tiga bagian, yaitu sebagai berikut:
  1. Napas Dada. Bernapas dengan dada menyebabkan terangkatnya kedua bahu dan dada pada saat menghirup udara. Sebaliknya, bahu dan dada kembali ke posisi semula saat mengeluarkan udara. Sewaktu menghirup dan mengeluarkan udara dengan cepat saat bernyanyi, peserta didik sebaiknya tidak menggunakan teknik ini. Jenis pernapasan ini dapat menghasilkan produksi suara dengan napas yang boros, ketegangan, nada yang lemah, dan suara yang pales (out of tune).
  2. Napas Perut. Peserta didik bisa menarik napas sedalam-dalamnya dan menahannya hingga beberapa detik supaya perutnya bisa menggembung. Kemudian, embuskan secara perlahan-lahan melalui mulut selama beberapa detik. Dengan pernapasan perut dapat menghasilkan suara yang sangat nyaring saat bernyanyi. Namun, kelemahan menggunakan pernapasan perut adalah udara yang sudah tersimpan di dalam perut akan cepat habis.
  3. Napas Diafragma. Diafragma adalah otot yang memisahkan antara rongga perut dan dada. Pernapasan diafragma atau pernapasan rongga perut ini sangat cocok digunakan untuk bernyanyi. Selain diafragma, sistem pernapasan juga melibatkan beberapa kontraksi dari otot dada, tulang rusuk, dan otot perut (Brinkman dan Hage, 2015).

Metode pernapasan yang paling baik untuk penyanyi adalah bernapas dengan kombinasi antara tulang rusuk dengan otot-otot perut yang rileks pada saat menghirup udara. keadaan rileks pada otot perut, memungkinkan peserta didik lebih maksimal dalam menghirup udara dan dapat mengurangi ketegangan pada tenggorokan dan leher saat mengeluarkan udara. Pada waktu menarik napas, diafragma akan bergerak ke arah bawah (down support) dan ke arah luar (outward support). Sebaliknya, pada saat mengeluarkan napas diafragma secara perlahan-lahan kembali ke posisi semula.
Pernapasan
C. Intonasi
Intonasi adalah perihal tepat atau tidak tepatnya bidikan nada yang berkenaan dengan pitch atau ketinggiannya (Syafiq, 2003: 152). Penyebab tidak tepatnya intonasi peserta didik saat bernyanyi, antara lain ketegangan, kondisi fisik yang sedang lelah, kurang tidur, posisi tubuh yang salah, dan juga kurang terlatihnya kemampuan dalam mengimitasi nada.

Salah satu bentuk latihan yang dapat digunakan guru untuk melatih ketepatan nada peserta didik saat bernyanyi, yaitu melalui latihan solfeggio. Guru membunyikan satu nada dengan menggunakan alat musik keyboardatau gitar, kemudian peserta didik mengikuti suara nada tersebut dengan menggunakan kata “ma” atau “la”. Lakukan latihan ini berulang kali sehingga peserta didik semakin terlatih dalam menyelaraskan nada dan memiliki intonasi yang baik saat bernyanyi.

D. Artikulasi
Artikulasi adalah kejelasan pengucapan kata. Artikulasi yang baik tidak saja sanggup memberikan kejelasan kata kepada pendengarnya, tetapi juga membantu terciptanya kemerduan dan kejernihan suara. Artikulasi dibagi dalam dua bagian besar, yaitu: huruf vokal; dan huruf konsonan.

Selain itu, terdapat juga diftong, yaitu dua huruf vokal yang berdekatan dalam satu suku kata, misalnya au (danau), ai (pantai), ia (bahagia).Lidah, rahang bawah, gigi, bibir, danlangit-langit merupakan organ tubuh yang sangat berperan dalam pembentukan artikulasi yang baik pada saat bernyanyi.

Demikian pembahasan mengenai Mengenal Teknik Bernyanyi yang Benar. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Seni Musik Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:44 PM

Fungsi Paru-paru, Pita Suara, dan Rongga Resonansi

Pada pembelajaran seni musik kelas v Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Mengenal Fungsi Paru-paru, Pita Suara, dan Rongga Resonansi. Tujuan kegiatan pembelajaran kali ini adalah

Apabila seseorang ingin bernyanyi dengan benar dan baik, hal yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan latihan vokal. Dalam melakukan latihan vokal atau belajar bernyanyi, salah satu aspek terpenting yang perlu dikuasai seorang calon penyanyi adalah menghasilkan suara.

Suara yang dihasilkan manusia berasal dari sumber bunyi yang ada dalam tubuhnya. Beberapa organ penghasil suara, yaknia. udara dari paru-paru; pita suara; rongga resonansi di tenggorokan, mulut, dan hidung.
Paru Paru
Suara adalah instrumen yang sangat lengkap dan terdapat berbagai macam cara dalam mengekspresikannya. Banyak peserta didik memiliki warna suara alami yang indah. Apabila hal ini terus dilatih, akan menghasilkan suara yang merdu.

Sebagaimana halnya dengan suara manusia, semua instrumen musik pada umumnya memiliki tiga elemen penting, yaitu generator, vibrator (alat penggetar), dan resonator. Pada suara manusia, kekuatan napas dari paru-paru merupakan generator yang menyebabkan pita suara (vibrator) bergetar. Produksi suara dari pita suara tersebut memberikan bunyi dan warna suara yang bergema di dalam tenggorokan, mulut, dan rongga resonator (Peckham, 2000: 18).
Larynx
Salah satu organ tubuh yang merupakan bagian penting dalam proses terjadinya suara manusia adalah laring (larynx). Laring terletak di dalam tenggorokan. Di sini terdapat sepasang pita suara yang bergetar apabila tersentuh embusan napas dari paru-paru. Dengan bergetarnya pita suara maka terciptalah suara. 

Laring sering juga disebut voice box karena di bagian inilah terjadinya suara. Suara vokal yang terfokus dapat digambarkan seperti kulit drum yang kencang. Adapun jika pita suara tidak terfokus dan terlalu terbuka maka dapat mengakibatkan suara yang agak pecah. Berikut ini gambar dari bagian-bagian tubuh manusia yang berperan penting dalam produksi suara.

Kualitas suara yang khas dapat diperoleh dari memodifikasi suara, hidung, faring, dan mulut yang menggerakkan saluran vokal resonator dan artikulator. Paru-paru mengembang dan mengempis untuk menyedot dan mengeluarkan udara. Udara yang dihembuskan oleh paru-paru keluar melewati suatu daerah yang dinamakan daerah glotal. Pita suara (vocal cord) pada keadaan ini bervibrasi menghasilkan berbagai jenis gelombang suara.

Udara kemudian melewati lorong yang dinamakan faring. Dari faring, udara melewati dua lintasan, yaitu melalui hidung dan melalui rongga mulut. Lidah,gigi, bibir, dan hidung bertindak sebagai modulator untuk menghasilkan berbagai bunyi yang berbeda. Tinggi rendah dan keras lemahnya suara dalam ilmu gelombang suara dipengaruhi oleh 2 variabel, yaitu: frekuensidan amplitudo. Frekuensi menentukan tinggi rendahnya suara, sedangkanamplitudo menentukan keras lemahnya suara.

Demikian pembahasan mengenai Mengenal Fungsi Paru-paru, Pita Suara, dan Rongga Resonansi. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Seni Musik Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:38 AM

Mengenal, Mempelajari, Menyanyikan, dan Memainkan Tangga Nada Mayor

Pada pembelajaran seni musik kelas v sekolah dasar Kurikulum Merdeka terdapat pembelajaran mengenai Mengenal, Mempelajari, Menyanyikan, dan Memainkan Tangga Nada Mayor. Tujuan kegiatan pembelajaran ini adalah peserta didik mampu menyanyikan dan memainkan tangga nada.

Tangga nada yang dalam bahasa Inggris disebut scale ialah urutan nada yang disusun secara berjenjang (Banoe, 2003: 406). Tangga nada disusun dari nada yang terendah hingga nada tertinggi dalam 1 oktaf.  Mulai dari nada dasar sampai dengan nada oktaf, yaitu do, re, mi, fa, so, la, si, do. Namun, ada pula yang menyebut bahwa tangga nada merupakan susunan dari sebuah nada yang dirangkai dengan menggunakan rumus interval dari nada tertentu.

Interval nada adalah jarak antara nada yang satu dengan nada yang lain. Jarak tersebut beragam, ada yang memiliki jarak ½, ada yang 1, dan juga ada yang 2. Dari jarak tersebut nantinya akan menentukan sebuah variasi nada dan juga jenis tangga nada yang dihasilkan.

Tangga nada ada tiga jenis yaitu, tangga nada diatonis, pentatonis, dan juga kromatis. Tangga nada diatonis dibagi lagi menjadi dua jenis. Pertama adalah tangga nada mayor. Kedua adalah tangga nada minor. Tangga nada yang akan dipelajari dalam unit ini adalah tangga nada mayor diatonis, yakni tangga nada yang mempunyai jarak 1 dan 1/2.

Tangga nada diatonis mayor merupakan salah satu tangga nada yang umum digunakan pada sebuah musik. Jarak antara nada atau not pada diatonis mayor adalah 1-1-½-1-1-1-½. Nah, contoh dari tangga nada diatonis mayor yaitu C mayor. Jika dimulai dari nada C, urutannya adalah sebagai berikut:C – D – E – F – G – A – B – C.
Tangga nada Mayor
Adapun pada tuts piano digambarkan sebagai berikut: 
Piano
Jika nada ini dimainkan, umumnya diatonis mayor akan memiliki nuansa musik yang ceria dan juga menyenangkan. Dari penjelasan mengenai pengertian tangga nada diatonis mayor tentu sudah mengetahui beberapa ciri-ciri yang ada di dalam tangga nada ini, yakni sifat yang dimilikinya dan juga interval yang diterapkannya. Beberapa ciri-ciri yang dimiliki oleh tangga nada diatonis mayor di bawah ini.
  1. Bersifat Ceria dan Menyenangkan. Tangga nada mayor sendiri akan lebih menunjukkan sifat yang ceria dan menyenangkan. Sehingga saat kamu mendengarkan sebuah lagu ataupun musik yang menggunakan tangga nada ini, maka kemungkinan besar lagu tersebut akan mempunyai kesan yang ceria dan juga menyenangkan.
  2. Memberikan Kesan yang Berharga. Lagu ataupun musik yang menggunakan jenis tangga nada diatonis mayor biasanya juga bisa memberikan kesan yang berharga. Tangga nada diatonis mayor kerap digunakan pada lagu yang bertema perjuangan. 
  3. Awalan dan Akhiran Tangga Nada Diatonis Mayor. Pada dasarnya, tangga nada diatonis mayor ini akan diawali dengan nada dasar “do” pada not pertamanya. Kemudian, tangga nada jenis ini akan diakhiri dengan nada dasar do yang mempunyai oktaf lebih tinggi daripada nada dasar do yang sebelumnya. 
  4. Pola Interval pada Tangga Nada Diatonis Mayor. Pola interval yang ada pada tangga nada diatonis mayor yaitu 1-1-½-1-1-1-½. Pola interval ini juga akan menjadi pembeda antara jenis tangga nada diatonis mayor dengan jenis tangga nada lainnya. 

Beberapa contoh lagu nasional dengan tangga nada mayor adalah sebagai berikut :
  1. Indonesia Raya- Ciptaan WR Supratman
  2. Maju Tak Gentar-Ciptaan C. Simanjuntak
  3. Bangun Pemuda Pemudi-Ciptaan Alfred Simanjuntak
  4. Berkibarlah Benderaku-Ciptaan Ibu Sud
  5. Dari Sabang Sampai Merauke-Ciptaan R.Soeharjo
  6. Halo-Halo Bandung-Ciptaan Izmail Marzuki
  7. Satu Nusa Satu Bangsa-Ciptaan Liberty Manik
  8. Hari MerdekaCiptaan HS Mutahar
  9. Merah Putih - Ciptaan Gombloh
  10. Rayuan Pulau Kelapa-Ciptaan Izmail Marzuki

Sedangkan beberapa lagu daerah yang menggunakan tangga nada diatonis mayor adalah sebagai berikut :
  1. Potong Bebek Angsa dari Nusa Tenggara Timur.
  2. Yamko Rambe Yamko dari Papua.
  3. Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara Timur.
  4. Ampar-Ampar Pisang dari Kalimantan Selatan.
  5. Burung Kakak Tua dari Maluku.
  6. Kampuang Nan Jauh di Mato dari Minangkabau.
  7. Burung Kakak Tua berasal dari daerah Maluku
  8. Manuk Dadali berasal dari daerah Jawa Barat
  9. Anak Kambing saya berasal dari Nusa Tenggara Timur
  10. Sajojo berasal dari Papua

Sedangkan lagu anak yang menggunakan tangga nada diatonis mayor adalah sebagai berikut :
  1. Naik Delman-Ciptaan : Ibu Sud
  2. Aku Anak Gembala-Ciptaan : A T Mahmud
  3. Dua Mata Saya-Ciptaan : Pak Kasur
  4. Abang Tukang Bakso-Ciptaan : Mamo Agil
  5. Nenek Moyangku-Ciptaan : Ibu Sud
  6. Di Sini Senang di Sana Senang-Ciptaan : Mutahar
  7. Pelangi-pelangi-Ciptaan : A T Mahmud
  8. Balonku Ada Lima-Ciptaan : A T Mahmud
  9. Cicak di Dinding-Ciptaan : A T Mahmud
  10. Naik Kereta Api-Ciptaan : Ibu Sud

Demikian pembahasan mengenai Memainkan Tangga Nada Diatonis Mayor. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Seni Musik Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:11 PM

Mengenal dan Memainkan Notasi balok

Pada pembelajaran seni musik kelas v sekolah dasar Kurikulum Merdeka terdapat kegiatan Mengenal dan Memainkan Notasi balok. Tujuan kegiatan pembelajaran kali ini adalah peserta didik mampu membaca dan memainkan not balok secara ritmis, mulai dari not penuh (4 ketuk), not 1/2 (2 ketuk), dan not 1/4 (1 ketuk). Apabila ketiga bentuk not tersebut sudah dikuasai, boleh dilanjutkan dengan not 1/8 (setengah ketuk).

Notasi balok adalah tulisan musik dengan mempergunakan 5 garis sejajar yang sama panjang dan jaraknya. Notasi ini merupakan notasi yang paling populer dan paling sering digunakan dalam menuliskan notasi instrumen musik. Notasi balok juga dapat dikatakan sebagai media pengantar untuk mempelajari seluruh alat musik Barat (nontradisi). Seseorang yang menguasai notasi balok secara baik dapat memainkan lagu apa saja walaupun belum pernah mempelajari atau mendengar lagu tersebut.Beberapa keunggulan notasi balok, antara lain sebagai berikut:
  1. Posisinya pada alat musik pasti dan mutlak (tidak berubah-ubah). Misalnya, not C tengah pada piano, pada notasi balok posisinya sudah pasti. Adapun pada not angka, posisi 1 atau do bisa berubah-rubah sesuai nada dasarnya.
  2. Berlaku umum untuk semua alat musik (nontradisi) dan diakui secara internasional.
  3. Secara visual dapat dilihat pergerakan naik turunnya nada.

Beberapa kekeliruan dalam mempelajari not balok, antara lain sebagai berikut:
  1. Menganggap notasi balok susah dipelajari.
  2. Tidak mempraktikkan secara langsung ketika mempelajari notasi balok.
  3. Tidak menggunakan alat musik sebagai sarana utama untuk mempelajari ataupun memberi pelajaran notasi balok

A. Mengenal Bentuk dan Nilai Not Balok
Salah satu hal utama terbentuknya suatu musik ialah ritmis. Di dalamnya mengandung nilai notasi penyusunnya. Untuk itu, nilai notasi inilah yang harus dikuasai terlebih dulu agar dapat menghasilkan ritmis musik yang baik. Nilai not balok menentukan jumlah ketukan dari setiap not yang dimainkan. Notasi balok memiliki bentuk yang berbeda-beda sesuai nilainya.
Not
B.  Memainkan Ritme/Ketukan Not Balok Berdasarkan Nilai Not
Ketukan/ritme maupun nilai not sangatlah penting. Kesalahan pada ketukan dapat berakibat berubahnya irama suatu lagu. Siapkan stik kayu untuk memainkan not-not yang tertulis dan mulailah memainkan not dengan memukulkan kedua stik kayu. Memukul stik kayu bisa digantikan dengan bertepuk tangan.
Latihan
  1. Pertama, guru memainkan not 1/4 sebanyak 4 bar dengan tempo sedang (80–90), kemudian diikuti oleh peserta didik dengan memainkan not yang sama.
  2. Guru memainkan not 1/2 sebanyak 4 bar dengan tempo sedang, kemudian diikuti oleh peserta didik dengan memainkan not yang sama.
  3. Guru memainkan not penuh sebanyak 4 bar dengan tempo sedang, kemudian diikuti oleh peserta didik dengan memainkan not yang sama.
  4. Guru memainkan variasi dari not-not di atas sebanyak 8 bar, kemudian diikuti oleh peserta didik dengan memainkan not yang sama

Apabila ketiga bentuk not balok tersebut sudah dikuasai, guru bisa melan jutkan mengenalkan not 1/8 dengan nilai ½ ketuk yangketukannya lebih rapat dari not ¼
not 1/8
Selain harus dapat membaca, peserta didik juga harus bisa menuliskan notasi balok agar apa yang telah dipelajari selalu diingat.
Menulis Not
  1. Siapkan buku bergaris, pensil, dan penggaris.
  2. Buatlah 5 garis datar yang sejajar dan sama panjang, serta jaraknya sesuai dengan garis sepanjang halaman buku.
  3. Kemudian, bubuhkanlah kunci G di sebelah kiri garis paranada.
  4. Mulailah dengan menulis not C (not penuh) dengan pensil pada paranada yang telah kita buat tadi. Gambarlah hingga ke akhir baris dengan jarak ± 2 cm

Demikian pembahasan mengenai Mengenal dan Memainkan Notasi balok, semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Seni Musik Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud

Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:29 AM

Mengenal Paranada, Not pada Garis dan Spasi, serta Tanda kunci G

Pada pembelajaran seni musik kelas v sekolah dasar Kurikulum Merdeka terdapat pembelajaran tentang Mengenal Paranada, Not pada Garis dan Spasi, serta Tanda kunci. Tujuan pembelajaran kegiatan ini adalah peserta didik mampu mengetahui garis paranada, letak not, serta tanda kunci.

Notasi balok adalah notasi yang paling populer dan paling sering digunakan dalam menuliskan notasi instrumen musik. Notasi balok juga dapat dikatakan sebagai media pengantar untuk mempelajari seluruh alat musik Barat (nontradisi). Seseorang yang menguasai notasi balok secara baik dapat memainkan lagu apa saja walaupun belum pernah mempelajari atau mendengar lagu tersebut. Beberapa keunggulan notasi balok, antara lain sebagai berikut:
  1. Posisinya pada alat musik bersifat pasti dan mutlak (tidak berubah-ubah). Misalnya, not C tengah pada piano, pada notasi balok posisinya sudah pasti.
  2. Berlaku umum untuk semua alat musik (nontradisi) dan diakui secara internasional.
  3. Secara visual dapat dilihat pergerakan naik turunnya nada.

A. Mengenal Paranada
Paranada adalah susunan 5 garis datar yang sama panjang dan jaraknya, tempat meletakkan notasi balok. Paranada terdiri atas 5 garis dan 4 ruang (spasi). Paranada biasa disebut sangkar nada. Dalam istilah Inggris, paranada disebut ‘staff’. Berikut ini gambar paranada.
Para nada
Umumnya, paranada terdiri dari 5 garis horizontal yang tersusun dari bawah ke atas (vertikal). Setiap garis tersebut dipisahkan oleh jeda kosong (space).

Satu paranada digunakan untuk mewakili satu jenis instrumen tunggal, misal: instrumen senar (violin, viola, violoncello/cello, kontrabass, gitar), instrumen tiup (seruling, oboe, klarinet, dll), dan suara/vokal.  Namun, untuk satu jenis instrumen yang bisa dimainkan 2 tangan sekaligus misal: piano, keyboard, harpa, harpsichord; maka dituliskan 2 paranada yang dihubungkan dengan satu garis lurus vertikal disertai satu tanda kurung kurawal buka ukuran besar (brace).  Ini juga berlaku untuk instrumen yang memiliki tuts pedal, seperti: organ pipa.

B. Kunci G
Tanda kunci adalah tanda untuk meletakkan nama nada pada garis paranada. Kunci G menentukan not yang ada pada garis kedua yaitu nada G. Oleh karena itu, disebut Kunci G. Kunci paranada sendiri digunakan untuk menjelaskan letak not, panjang atau pendek, dan tinggi atau rendahnya suatu nada. Tanda kunci ini akan menentukan kekuatan nada-nada dalam sebuah lagu.
Kunci G
Kunci G sendiri sering disebut dengan kunci biola atau treble. Jika diperhatikan, tanda kunci G berbentuk melingkar dan tepat berhenti pada garis kedua. Hal tersebut karena pada garis kedua itu terletak nada G, tepatnya g’ = g bergaris satu. Kunci G biasanya digunakan untuk menuliskan suara tinggi dalam sebuah lagu, seperti Sopran, Mezzo Sopran, dan Alto.

C. Mengenal birama, garis birama, dan tanda birama
Birama disebut juga bar yang berarti kelompok ketukan yang dibatasi oleh garis birama. Adapun tanda birama adalah tanda yang menentukan jumlah ketukan untuk tiap birama. Tanda birama berada di awal musik, berisi dua angka di mana angka yang satu diletakkan sebelum angka lainnya, sebagaimana pecahan dalam matematika. Angka yang di atas menunjukkan jumlah ketukan pada setiap ruas birama.
Birama
Birama dituliskan dalam angka pecahan seperti 2/4, 3/4, dan seterusnya. Angka pembilang (di atas tanda "/" ) berfungsi untuk menunjukkan jumlah ketukan. Sedangkan angka penyebut (di atas tanda "/") menunjukan nilai nada dalam satu ketukan. Pada setiap partitur lagu dengan notasi angka, maka akan selalu tertera tanda birama di sudut kiri atas lagunya.

Demikian pembahasan mengenai Mengenal Paranada, Not pada Garis dan Spasi, serta Tanda kunci G. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Seni Musik Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 10:39 PM

Mengenal, Mempelajari, Menyanyikan, dan Memainkan Not Angka

Pada pembelajaran seni musik kelas v sekolah dasar Kurikulum Merdeka terdapat kegiatan Mengenal, Mempelajari, Menyanyikan, dan Memainkan Not Angka. Tujuan kegiatan pembelajaran ini adalah peserta didik mampu membaca dan menyanyikan notasi angka.

Hal utama yang harus dipahami ketika mempelajari musik adalah notasi atau not. Secara umum, not terbagi menjadi dua jenis, yakni not angka dan balok. Namun, not angka adalah jenis yang paling sering dijumpai. Not angka merupakan penulisan sebuah lagu yang menggunakan angka-angka sebagai simbolnya. Not angka ini digunakan untuk menulis nada do (1), re (2), mi (3), fa (4), sol (5), la (6) si (7) do (i).

Notasi angka dapat dikatakan cukup mudah untuk dipelajari. Hal ini karena not angka terdiri atas deretan angka-angka yang sudah sangat familiar dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kita harus berhati-hati dalam memainkannya. Peserta didik harus memperhatikan titik-titik di atas dan di samping not yang dapat mengubah posisi oktaf dan nilai not.

Notasi angka adalah tulisan musik dengan mempergunakan simbol angka yang terdiri dari angka-angka. Simbol angka-angka tersebut mempunyai sebutan khusus untuk tiap angkanya. Dalam diagram keyboard atau piano (pada nada dasar C=do), notasi angka dapat dilihat sebagai berikut:
Not Angka
Adapun jika digambarkan dalam bentuk tangga nada, dari nada pertama (terendah) hingga ke nada tertinggi, notasi angka adalah sebagai berikut:
Not Angka

Not angka menggunakan beberapa tanda untuk memperjelas penulisan notasi. Salah satunya adalah tanda titik yang digunakan sebagai tanda jumlah atau panjang ketukan: Tanda titik digunakan untuk penambahan jumlah atau panjang ketukan suatu nada. Rinciannya sebagai berikut:
  1. untuk not yang bernilai 1 ketuk, setelah not angka tidak ada simbol atau tanda;
  2. untuk not yang bernilai 2 ketuk, setelah not angka ada 1 tanda titik;
  3. untuk not yang bernilai 3 ketuk, setelah not angka ada 2 tanda titik; dan
  4. untuk not yang bernilai 4 ketuk, setelah not angka ada 3 tanda titik.
Ketukan
Catatan: 
Ukuran kecepatan pada musik adalah tempo atau jumlah ketukan per menit dengan satuan MM (Metronom Maelzel). Misalnya, jika sebuah lagu menggunakan tempo 60, berarti ada ketukan per menit yang sama dengan pergerakan jarum detik pada jam. Metronom adalah alat untuk menentukan atau mengetahui tempo dalam musik. 

Untuk berlatih membaca not angka kalian bisa memainkan lagu sederhana seperti contoh di bawah ini.
Latihan
Bagi peserta didik yang sedang belajar tentang musik, harus bisa membaca not balok ataupun not angka. Karena itu termasuk salah satu kemampuan dasar untuk kamu belajar ke level yang lebih rumit. Mulai dari menyanyikan lagu atau memainkan alat musik. Kemampuan ini sangat berguna dan sangat bisa dirasakan manfaatnya apalagi ketika sudah lancar membaca dan menulis not, maka akan sangat mempermudah kamu untuk menciptakan sebuah komposisi aransemen atau saat ingin menciptakan sebuah lagu.

Demikian pembahasan mengenai Mengenal, Mempelajari, Menyanyikan, dan Memainkan Not Angka. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Seni Musik Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 5:53 PM

Mengenal Bentuk-Bentuk Alat Musik

Pada pembelajaran seni musik kelas v sekolah dasar Kurikulum Merdeka terdapat materi tentang Mengenal Bentuk-Bentuk Alat Musik. Tujuan kegiatan pembelajaran kali ini adalah peserta didik mampu mengenal bentuk, mengindrai, mengenal, dan membedakan bunyi alat-alat musik. Peserta didik pun mampu mendeskripsikan alat musik apa aaja yang digunakan dalam suatu komposisi/lagu yang diperdengarkan.

Bunyi ialah segala macam suara yang dapat diterima telinga manusia, ditimbulkan karena adanya sesuatu yang bergerak berupa getaran yang merambat dari berbagai zat, baik padat, gas, maupun cair (Banoe, 2003). Untuk penyebutan suara dari alat musik ini, penulis menggunakan istilah ‘Bunyi’.  Dalam tulisan ini alat musik diklasifikasikan sesuai dengan cara memainkannya, yakni
  1. Alat musik yang dipukul;
  2. Alat musik yang dipetik;
  3. Alat musik yang digesek; dan
  4. Alat musik yang ditiup.

Alat musik menjadi perangkat yang menghasilkan suara musik. Setiap alat musik memiliki fungsi, karakter, serta bunyi yang menjadi ciri khas tersendiri.  Berdasarkan fungsinya, alat musik terbagi menjadi tiga, yaitu alat musik melodis, harmonis, dan alat musik ritmis.  Sedangkan berdasarkan cara memainkannya, alat musik dibedakan menjadi dimainkan dengan digesek, dipukul ditekan, dipetik, dan ditiup. 

Setiap alat musik menghasilkan suara yang khas. Alat musik tersebut ada yang dapat dimainkan secara tunggal dan ada pula yang dimainkan bersamaan dalam satu komposisi (ensambel) musik, Seperti pada pertunjukan gamelan dari Jawa dan Bali. Indonesia sangat kaya dengan alat musik tradisional. Hal ini menandakan tingginya jiwa seni orang Indonesia. Alat musik tradisional Itu ditemukan pada masa lampau nan umumnya tidak iiketahui siapa pencipta atau yang memainkannya untuk kali pertama. Berikut ini contoh alat musik tradisional Indonesia dan asal daerahnya

A. Alat Musik Tradisional Nusantara
INDONESIA memiliki seni yang beragam. Salah satunya adalah alat musik tradisional dengan berbagai karakteristik. Alat musik tradisional memiliki berbagai karakteristik yang sangat unik. Hal ini dapat dilihat dari bahan, warna suara, tangga nada yang digunakan, dan fungsinya dalam masyarakat. Beberapa contoh alat musik tradisional Indonesia dapat dipahami melalui penjelasan berikut.
Nama Alat Musik Gambar Asal Daerah dan Cara Memainkan
Kendang 
Kendang
Jawa Barat/Dipukul
Gondang
Gondang
Sumut/Dipukul
Kolintang
Kolintang
Sulut/Dipukul
Sapek
Sapek
Kaltim/Dipetik
Sasando
Sasando
NTT/Dipetik
Kecapi
Kecapi
Jawa Barat/Dipetik
Suling
Suling
Beberapa Daerah Di Indonesia/Ditiup
Rebab
Rebab
Jawa Barat/Digesek
Arbab
Arbab
NAD/Digesek

B. Mengenal Bentuk Dan Bunyi Alat Musik Barat
Alat musik barat adalah alat musik yang berasal dari negara-negara barat, seperti negara-negara di Eropa. Alat-alat musik barat diklasifikasikan juga berdasarkan cara memainkannya. Di antara alat musik tersebut adalah drum, gitar, organ, keyboard elektronik, piano, flute, saksofon, dan biola.
Nama Alat Musik Gambar Cara Memainkan
Drum
Drum
Dipukul
Perkusi (Conga, Bongo, Timbales)
Perkusi
Dipukul
Cajon
Cajon
Dipukul
Gitar
Gitar
Dipetik
Mandolin
Mandolin
Dipetik
Piano
Piano
Ditekan
Keyboard elektronik
Keyboard
Ditekan
Flute
Flute
Ditiup
Trompet
Trompet
Ditiup
Saksofon
Saksofon
Ditiup
Biola
Biola
Digesek
Celo
Celo
Digesek

Demikian pembahasan mengenai Mengenal Bentuk-Bentuk Alat Musik. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Seni Musik Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 3:36 PM