Seni Musik Kelas IV Belajar Membaca Irama

Pada pembelajaran Seni Musik Kelas IV Sekolah Dasar Kurikulum Merdeka terdapat pembelajaran Membaca Irama. Tujuan kegiatan pembelajaran ini adalah peserta didik dapat mengasah kemampuan musikal dan multitaskingnya melalui primavista ritmis. Peserta didik dapat membaca irama dengan baik pada partitur not angka. Peserta didik dapat membedakan bunyi dari setiap jenis not berdasarkan ketukannya. Berikut penjelasan mengenai membaca irama.

Pada kegiatan pembelajaran 1, materi yang akan disampaikan adalah penjelasan teori musik dan cara mempraktikkan irama dengan membaca notasi angka. Guru tetap dapat mendorong peserta didik untuk terlibat aktif dengan memberi kuis perkelompok yang beranggotakan delapan orang sesuai barisan tempat duduknya. Metode pembelajaran yang digunakan adalah demontrasi dan drill (latihan)

A. Tempo
Tempo adalah cepat lambatnya suatu musik. Tanda tempo umumnya ditulis dalam notasi balok dan angka dalam hitungan beat per minute (BPM) yang terletak di atas sebelah kiri lagu. Biasanya tempo terbagi ke dalam tiga jenis, yakni lambat, sedang, dan cepat. Berikut istilah-istilah dalam bahasa latin yang sering digunakan dalam menunjukkan tempo:

a. Tempo Lambat
Tempo lambat atau slow tempos memiliki kecapatan sampai dengan 75 langkah/beat setip menit. Adapun yang termasuk tempo pelan yaitu largo, leto, adagio, dan grave.
  1. Grave. Berat dan lambat, biasanya dalam metronome berada pada kisaran tempo di bawah 40 BPM (beat per minute atau ketukan per menit).
  2. Largo. Lebar dan besar, biasanya dalam metronome berada di kisaran tempo 40-59 BPM
  3. Larghetto. Lebar dan agak lambat, biasanya dalam metronome berada di kisaran tempo 60-65 BPM
  4. Adagio. Lambat dan statis, biasanya dalam metronome berada di kisaran tempo 65-75 BPM

b. Tempo Sedang
Tempo sedang atau moderate tempos memiliki kecepatan sampai dengan 119 langkah/beat setiap menit. Yang termasuk dalam tempo sedang adalah adante, moderato, dan allegreto.
  1. Andante. Berjalan, biasanya dalam metronome berada di kisaran tempo 76 – 89 BPM
  2. Moderato. Sedang, biasanya dalam metronome berada di kisaran tempo 90-115 BPM
  3. Allegreto Agak cepat, biasanya dalam metronome berada di kisaran tempo 110 – 119 BPM

b. Tempo Cepat
Sedangkan, tempo cepat atau fast tempos memiliki kecapatan di atas 119 langkah/beat setiap menit.
  1. Allegro. Riang cenderung cepat, biasanya dalam metronome berada di kisaran tempo 120-129 BPM
  2. Vivace. Hidup, lincah, dan cepat, biasanya dalam metronome berada di kisaran tempo 130-169 BPM
  3. Presto. Cepat sekali, biasanya dalam metronome berada di kisaran tempo di bawah 169 ke atas BPM

B. Birama
Birama adalah bagian dari suatu baris melodi yang menunjukkan berapa ketukan dalam setiap bagian tersebut. Birama pada musik dibatasi garis-garis vertikal. Satu ruas birama ditunjukkan oleh batas-batas garis vertikal yang disebut garis birama. Hal itu terlihat dalam musik diatonis. Namun, dalam musik pentatonis, penggunaan garis birama jarang ditemui.

Dalam tangga nada diatonis, petak-petak yang dibatasi garis birama disebut ruas birama. Birama biasanya ditempatkan pada awal musik. Tanda birma berisi dua angka, atas dan bawah. Angka yang di atas menunjukkan jumlah ketukan pada tiap ruas birama.

Contoh : Birama 4/4 artinya ada pembagian garis di setiap nilai 4 kali not seperempat atau setara dengan 4 ketuk. Birama ¾ artinya ada pembagian garis di setiap nilai 3 kali not seperempat atau setaradengan 3 ketuk
Birama
C. Not dan Tanda Istirahat
Simbol yang digunakan untuk menulis musik di paranada (staff) disebut sebagai not (note). Not memiliki ragam not yang unik sesuai dengan harga atau lama durasinya. 

Tanda istirahat (rest) merupakan tanda/simbol yang menunjukan diam atau istirahat selama selang beberapa waktu. Jika not itu untuk dibunyikan, maka tanda istirahat untuk diam/tidak dibunyikan. Sama halnya dengan not, dia memiliki tanda tersendiri yang unik untuk menggambarkan harga atau lama durasi diam/istirahat. Jenis-jenis not dan tanda istirahat serta nilainya adalah sebagai berikut.
Nama Not Bentuk Not Tanda Istirahat Nilai
Not Penuh
Not Penuh
Istirahat 1
4 ketuk
Not 1/2
Not Setengah
Istirahat 2
2 ketuk
Not 1/4
Not Seperempat
Istirahat 3
1 ketuk
Not 1/8
Not Seperdelapan
Istirahat 4
1/2 ketuk
Not 1/16
Not Seperenambelas
Istirahat 5
1/4 ketuk
Not 1/32
Not Sepertigadua
Istirahat 6
1/8 ketuk

C. Pola Irama
Pola irama ialah sekelompok bunyi dengan susunan tertentu dalam satu atau beberapa birama yang muncul secara berulang-ulang dan teratur dalam sebuah lagu. Untuk melatih peserta didik tentang pola irama berikut ini contoh pola irama yang dapat dimainkan.
Pola Irama
Keterangan:
  1. Angka 1 dapat dimainkan dengan tepuk tangan satu kali.
  2. Tanda titik dapat dimainkan dengan cara menggenggam tangan.
  3. Angka 0 dapat dimainkan dengan cara menutup mulut dengan jari telunjuk sambil mendesis “ssst” agar peserta didik faham mengenai tanda istirahat.
  4. Not seperdelapan ketuk ( 1 1) dapat dimainkan dengan menghentakan kaki kanan dan kiri secara bergantian.
  5. Ketika mencontohkan pola irama di atas, guru harus sambil menghitung satu, dua, tiga, dan empat secara teratur dengan tempo yang mengacu pada jarum jam yang menunjukkan detik. 
  6. Guru dapat mencoba pola irama c dan d dengan metode menghitung seperti yang tertera di atas dengan tetap mengacu pada jarum jam penunjuk detik

Demikian pembahasan mengenai Belajar Membaca Irama. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Seni Musik Kelas IV Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 10:43 AM

Membuat Grup Musik Ansambel

Pada pembelajaran Seni Musik Kelas IV Sekolah Dasar Kurikulum Merdeka terdapat kegiatan membuat grup musik/ansambel. Tujuan kegiatan pembelajaran kali ini adalah peserta didik dapat bekerja sama dalam sebuah tim. Peserta didik dapat menggabungkan permainan alat musik ritmis dan melodis. Peserta didik dapat mengkreasikan sebuah lagu sederhana baik secara irama maupun melodi. Peserta didik dapat menyajikan sebuah pertunjukan yang terkonsep.

Musik Ansambel
Musik ansambel adalah sajian musik yang terdiri dari campuran beberapa alat musik yang dipilih serta mengandung unsur ritmis, melodis, dan harmonis. Ansambel juga dikenal sebagai suatu rombongan musik. Sementara menurut kamus musik, ansambel merupakan kelompok kegiatan musik dengan jenis kegiatan seperti yang tercantum dalam sebutannya. Beberapa bentuk musik ansambel antara lain :
  • Ansambel Sejenis. Musik ansambel sejenis dipahami sebagai bentuk penyajian musik ansambel dengan menggunakan alat–alat musik sejenis. Alat musik yang digunakan dapat berupa alat-alat musik ritmis atau melodis misalnya gitar, trumpet, rekorder, pianika, atau alat-alat musik ritmis seperti drum, tamborin dan sebagainya. Contoh ansambel sejenis, yaitu: Ansambel recorder, maka semua penyajian ansambel memainkan alat musik yang sama, yaitu recorder. Ansambel gitar, maka pemain semua bermain gitar.
  • Ansambel Campuran. Musik ansambel campuran adalah penyajian musik ansambel dengan menggunakan beberapa jenis alat musik atau bermacam-macam jenis alat musik. Contoh alat musik ansambel campuran adalah biola, cello, viola, contra bass, dan simbal. Pada ansambel campuran terdapat alat musik yang bermain sebagai harmonis atau alat musik yang berfungsi sebagai melodis dan juga ritmis.

Musik dapat memberikan dampak nyata pada manusia seperti menimbulkan rasa persatuan dan kesatuan, rasa kagum, rasa gembira, dan sebagainya. Musik dapat memberikan kepuasan jasmani dan rohani (Sardi:1995), bahkan secara tidak langsung musik dapat membentuk beberapa sikap seperti kreatif, sikap tertib (Steiner dalam Dewantoro : 1962), pengendalian diri (Plato dalam Prier:2002), konstruktif, dinamis, dan berani (Madaule :2002) (Merrit:2003).

Berdasarkan pemikiran tersebut, kegiatan pembelajaran kali ini tidak lagi menitikberatkan pada pengembangan aspek pengetahuan secara individu, tetapi lebih kepada aspek pengembangan sikap, kreativitas, dan keterampilan dalam bekerja secara tim dalam format musik ansambel.

Materi yang akan disajikan adalah materi lagu anak ataupun daerah yang memiliki rentang interval tidak lebih dari interval oktaf atau delapan. Irama yang terkandung juga tidak mengandung banyak ketukan not seperenambelasan dan sinkopasi yang tajam, bernada dasar dalam tangga nada mayor, bersukt2/4 atau 4/4, dan memiliki tempo yang berjalan (andante) atau sedang(moderato). Contoh: "Lagu Paman Datang", "Cicak di Dinding", "Tokecang", dan "Gundhul Pacul".

1. Lagu Cicak
Lagu Cicak
2. Lagu Paman Datang
Paman Datang
3. Tokecang
Tokecang
4. Gundul Pacul
Gundul Pacul
Pada contoh materi "Cicak di Dinding" dan "Paman Datang", irama yang digunakan adalah irama dasar satu ketuk sesuai pola biramanya, sedangkan pada lagu "Tokecang" dan "Gundhul Pacul" irama yang digunakan adalah variasi ritmis. Pada aplikasinya di lapangan, guru dapat mencontohkan irama seperti yang ada pada gambar di atas atau video pada bahan pengayaan di bawah. Namun tidak menutup kemungkinan untuk guru memberikan kebebasan berirama kepada para peserta didik. 
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:47 PM

Nada dan Alat Musik Melodis

Pada pembelajaran Seni Musik Kelas IV Sekolah Dasar Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan mengenai Nada dan Alat Musik Melodis. Tujuan pembelajaran pada muatan ini adalah peserta didik dapat memahami tinggi rendah nada. Peserta didik dapat memahami perbedaan bunyi dari tangga nada diatonis. Peserta didik dapat mengidentifikasikan macam-macam alat musik melodis. Peserta didik dapat terlibat aktif dalam memainkan satu buah lagu sederhana dengan alat musik melodis berdasarkan preferensinya.

A. Nada
Nada merupakan bunyi yang memiliki keteraturan frekuensi. Nada dapat diatur dalam tangga nada yang berbeda-beda. Nada sering diistilahkan dengan not, walaupun sebenarnya keduanya memiliki perbedaan arti.

Untuk menyusun nada menjadi sebuah musik, seorang musisi atau pencipta lagu membutuhkan sesuatu yang disebut sebagai tangga nada.Tangga nada adalah sekumpulan nada-nada yang harmonis yang kemudian mengatur nada-nada tersebut agar menciptakan musik yang harmonis.

Tangga nada diatonis adalah jenis tangga nada yang pada umumnya memiliki tujuh buah nada, yaitu “Do Re Mi Fa Sol La Si”. Selain itu, tangga nada diatonis ini juga memiliki 2 jarak (interval), yaitu satu dan setengah tangga nada. Tangga nada diatonis dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu tangga nada diatonis minor dan tangga nada diatonis mayor.
Mayor dan Minor
  1. Tangga nada diatonis mayor adalah jenis tangga nada yang memiliki aturan terkait interval dan jarak antar nada 1 – 1 – ½ - 1 – 1 – 1 – 1 – ½.
  2. Sementara itu, tangga nada diatonis minor adalah tangga nada yang memiliki jarak atau interval antar not atau nada pada tangga nada ini adalah 1-½-1-1-½-1-1.

Sebelum peserta didik dikenalkan dengan tangga nada diatonis, sebaiknya guru menjelaskan tentang pemahaman siswa mengenai tinggi rendah nada dengan memberi contoh seperti suara yang memiliki nada tinggi. Untuk dapat meningkatkan antusiasme anak, guru dapat memberi contoh suara yang menarik perhatian seperti suara tinggi dengan contoh suara seorang penyanyi seriosa, suara burung gagak, atau yang lebih ekstrim seperti hantu perempuan yang sedang tertawa. Suara bernada rendah dapat dicontohkan seperti suara seorang bapak-bapak yang sedang berbicara.

Pengenalan tangga nada diatonis, guru dapat menggunakan hand sign dalam metode Kodaly, agar peserta didik juga dapat memahami tinggi rendahnya suatu nada. Berikut contoh materinya :
Kodaly Hand Sign
B. Alat Musik Melodis
Alat musik melodis merupakan alat musik yang memiliki irama dan nada, tetapi cenderung tidak bisa atau memiliki keterbatasan untuk bermain dalam sebuah harmoni akor. Contoh-contoh alat musik melodis adalah biola, cello, flute, terompet, tuba, klarinet, pianika, rekorder dan lain-lain. Berikut ini penjelasannya.

1. Recorder
Recorder adalah jenis alat musik yang ditiup. Jenis recorder ada empat macam dari ukuran paling besar yakni sopran, recorder sopranino alto, dan tenor. Recorder yang sering digunakan di sekolah adalah recorder sopran.

2. Pianika
Pianika adalah alat musik tiup yang berlebihan seperti piano. Alat musik ini dimainkan dengan cara ditiup melalui selang peniup dan tuts ditekan seperti memainkan piano.

3. Harmonika
Harmonika adalah alat musik melodis tiup. Harmonika dimainkan dengan cara meniup sambil menggeser ke arah kiri dan kanan.

4. Saksofon
Saksofon adalah alat musik melodis dari jenis tiup yang terbuat dari logam. Bentuknya seperti pipa rokok dan berklep logam.

5. Gitar
Gitar adalah alat musik melodis berdawai yang terbentuk atas sebuah bagian tubuh pokok dengan bagian leher padat sebagai tempat senar. Gitar dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari maupun plektrum dan bisa menghasilkan nada-nada.

6. Biola
Mirip dengan gitar, Biola merupakan alat musik melodis berdawai yang memiliki empat senar dengan setelan berbeda satu sama lain dengan interval sempurna ke lima. Biola dimainkan dengan cara digesek.

Alat Musik Melodis Tradisional
Selain alat musik melodis modern, alat musik melodis juga ditemukan pada alat musik tradisional Indonesia di antaranya:

1. Bonang
Bonang merupakan alat musik melodis yang dipukul atau ditabuh bagian atasnya dengan alat pemukul khusus yang disebut bindhi. Bonang terbuat dari logam-logam seperti besi, perunggu, atau kuningan yang memiliki bentuk menonjol pada bagian atas dan bisa menghasilkan nada-nada dengan not yang khas.

2. Angklung
Angklung adalah salah satu alat musik melodis tradisional Indonesia yang terbuat dari bambu. Angklung terdiri dari dua, tiga atau empat bambu dengan susunan dua, tiga dan empat nada. Cara membunyikannya dengan digoyangkan atau digetarkan.

3. Sasando
Alat musik melodis Sasando berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sasando memiliki bentuk yang sangat unik dan berbeda dari alat musik petik lainnya yakni berbentuk tabung panjang. Sasando sendiri terbuat dari bambu, kayu, paku penyangga, senar string, dan daun lontar. Untuk menghasilkan nada, Sasando dimainkan dengan menggunakan kedua tangan untuk memetik dawainya.

Demikian pembahasan mengenai Nada dan Alat Musik Melodis. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Seni Musik Kelas IV Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 10:15 AM

Irama dan Alat Musik Ritmis

Pada pembelajaran Seni Musik Kelas IV Sekolah Dasar Kurikulum Merdeka terdapat muatan Irama dan Alat Musik Ritmis.Tujuan kegiatan pembelajaran kali ini adalah peserta didik dapat memahami pola irama sederhana not penuh, setengah, seperempat, dan seperdelapan. Peserta didik dapat mengasah kemampuan musikalitasnya dengan menirukan pola irama sederhana. Peserta didik dapat mengidentifikasikan macam-macam alat musik ritmis. Peserta didik dapat terlibat aktif dalam memainkan salah satu alat musik ritmis berdasarkan preferensinya. Berikut ini pembahasan mengenai Irama dan Alat Musik Ritmis.

A. Irama
Irama dapat disebut juga dengan gerakan yang teratur, atau ritme. Irama merupakan elemen musik yang paling penting dan menjadi dasar dalam mempelajarinya karena secara tidak sadar setiap tubuh manusia berirama lewat detak jantung. Anak-anak secara fisik lebih mudah mempelajari ritme musik sebelum mengenali nada.

Sebelum peserta didik diajarkan irama dalam bentuk sebuah tulisan, lebih baik diawali dengan metode imitasi materi Eurhythmic yang diperkenalkan oleh salah satu pendidik musik terkemuka dari Swiss, Emile Jaques-Dalcroze (1865-1950) yakni gerakan tubuh dalam merespon sebuah musik, seperti langkah kaki untuk memahami stabilitas tempo, lari-lari kecil untuk memahami ketukan seperdelapan, ayunan tangan untuk memahami birama, tepuk tangan untuk memahami ketukan berat, petikan jari untuk memahami ketukan ringan dan lain-lain. 

Di dalam mempelajari irama, dibutuhkan kemampuan abstrak yang cukup baik seperti mempelajari matematika. Materi yang diajarkan oleh guru harus dimulai dengan kombinasi not-not sederhana yakni seputar ketukan dalam not penuh, not setengah, not setengah bertitik, dan not seperempat. Materi lagu yang dapat dipakai untuk mengawali kegiatan pembelajaran ini adalah:
  1. Pengertian tempo sebagai waktu yang menunjukkan cepat atau lambatnya lagu.
  2. Pengertian birama sebagai pembagian ketukan dalam sebuah lagu berdasarkan ayunannya.
  3. Lagu-lagu anak dengan sukat 2/4 atau 4/4 tanpa birama gantung, seperti lagu Menanam Jagung, Pemandangan, Anak Kambing Saya, dan lain-lain.
Lagu ANak
Untuk menggali pemahaman peserta didik mengenai not seperdelapan, dibutuhkan pemahaman yang cukup baik dulu terhadap not-not yang disebutkan sebelumnya.

Materi pokok irama sederhana yang dapat dimainkan bersamaan dengan materi lagu. Untuk mengetahui lebih lanjut, guru dapat mencari melalui kanal video dengan kata kunci pencarian: BPGM kelas IV puskurbuk Unit 1 KB 2

Simak Videonya berikut ini
  • Lambang x untuk tanda memukul (tepuk tangan).
  • Lambang 0 untuk diam (kedua telapak tangan dibuka).
  • Tanda titik merupakan jumlah ketukan yang harus ditahan (kedua telapak tangan ditutup).
  • Tanda garis di atas seperti x x menandakan ketukan harus lebih cepat setengah kali (dalam satu ketuk ada dua kali pukul dengan kesamaan nilai ketuk bisa dicontohkan dengan langkah kaki satu persatu).

B. Contoh-contoh Alat Musik Ritmis
Alat musik ritmis merupakan alat musik yang tidak dapat membunyikan nada-nada tertentu, melainkan hanya dimainkan sebagai pengiring irama dan pengatur tempo lagu. Beberapa contoh alat musik rimis antara lain sebagai berikut.
Alat Musik Ritmis
1. Kendang 
Kendang merupakan alat musik tradisional yang termasuk ke dalam alat musik ritmis. Kendang dapat menghasilkan bunyi dengan cara dipukul menggunakan dua telapak tangan secara langsung maupun dengan dengan alat pemukul kendang. Biasanya kendang dapat ditemukan dalam permainan musik gamelan.

2. Drum
Drum merupakan alat musik ritmis yang paling dikenal oleh orang-orang. Hal ini dikarenakan drum dapat dimainkan dalam jenis musik apapun seperti pop, march, jazz, rock, RnB, dangdut, bahkan drum sering dipakai sebagai pelengkap dalam pertunjukan tradisi. Drum biasanya dimainkan dengan cara dipukul menggunakan sepasang stick (tongkat). Drum pada umumnya tidak hanya berdiri sendiri saat dimainkan, melainkan disajikan dalam satu set yang terdiri dari Snare, Bass, Tom-Tom, Cymbal, dan hardware seperti pedal, tom holder, kursi drum, dan stand hi hat.

3. Kastanyet
Kastanyet merupakan sebuah alat musik ritmis yang terbuat dari kayu berbentuk lingkaran dan menyerupai kerang. Cara memainkan alat musik ini hanya dengan menepukkan kedua sisinya hingga seperti sedang mencapit. Alat musik ini sering digunakan untuk mengiringi beberapa tarian, khusunya tarian Flamenco yang berasal dari Spanyol.

4. Tamborin 
Tamborin merupakan sebuah alat musik ritmis yang dimainkan denga cara ditabuhkan dengan tangan dan digoyang-goyangkan. Tamborin umumnya berbentuk lingkaran yang terbuat dari kayu ataupun plastik. Pada setiap bagian sisi bingkainya terdapat sepasang logam bulat tipis seperti simbal yang menghasilkan bunyi gemerincing ketika digoyangkan.

Terdapat dua jenis tamborin,  yakni tamborin yang terdapat membran yang menyelimuti salah satu sisi permukaannya (umumnya membran terbuat dari kulit sapi atau lembu) dan tamborin cik-cik yang tidak memiliki membran. Tamborin yang memiliki membran berasal dari kelompok musik tentara dari Turki yang dikenal dengan nama Janissaries. Tamborin kemudian mulai terkenal di Eropa pada tahun 1700an dan salah satu komposer dunia seperti W.A. Mozart mulai menggunakan tamborin untuk tergabung dalam sebuah karya orkestra. Tamborin juga banyak digunakan untuk mengiringi musik-musik ritual maupun keagamaan.

6. Rebana
Rebana merupakan alat musik ritmis yang identik dengan musik-musik berbau islami karena umumnya digunakan untuk mengiringi sholawat, kosidah, maupun tari Zapin, dan Hadroh. Pada zaman dahulu rebana juga digunakan oleh Wali Songo sebagai media dalam menyebarkan Islam di pulau Jawa. Rebana umumnya terbuat dari kayu berbentuk lingkaran pipih yang diselimuti membran yang terbuat dari kulit kambing. Di beberapa daerah, alat musik rebana terkadang dimodifikasi dengan penambahan dua atau tiga pasang simbal kecil pada bingkai kayunya. Cara memainkan alat musik rebana adalah dengan dipukul menggunakan telapak tangan. Di Indonesia terdapat beberapa jenis rebana yang dikenal, antara lain rebana banjar, jidor, kombang, biang, marawis, hadroh, dan samroh.

7. Simbal Tangan
Simbal merupakan salah satu alat musik ritmis yang terbuat dari lempengan logam pipih berbentuk lingkaran dengan bagian tengah yang menonjol dan berlubang. Berdasarkan fungsinya, simbal merupakan alat musik perkusif yang dimainkan untuk memberi ketukan pada iraama tertentu dalam sebuah lagu. Simbal dapat dimainkan dengan cara dipukul menggunakan stick (ketika menjadi satu kesatuan dengan drum set) ataupun dengan membenturkan dan menggesekkan satu sama lain (simbal tangan). Simbal tangan umumnya digunakan dalam format Marching Band, Drum Band, atau ansambel Tanjidor.

8. Triangel
Alat musik triangle merupakan alat musik ritmis yang terbuat dari sepotong bahan logam seperti baja yang berbentuk segitiga dengan salah satu ujung yang terbuka. Pada salah sudutnya terdapat lubang kecil yang berfungsi untuk mengaitkan tali berbahan kawat atau nilon sebagai pegangan. Cara memainkan triangle adalah dengan memukul bagian dalamnya menggunakan alat pemukul berbentuk tongkat kecil yang juga terbuat dari bahan logam. Saat memainkan triangle, tangan yang lain memegang tali pengait, dan tidak boleh memegang badan triangle karena getaran yang dihasilkan akan mengubah bunyi dan terkadang bunyi menjadi berhenti

9. Ketipung
Ketipung merupakan alat musik ritmis yang bunyinya menyerupai kendang. Ketipung memiliki ukurang yang kecil dengan membran berdiameter sekitar 20-40cm. Dalam memainkan ketipung diperlukan teknik khusus karena pemain tidak menggunakan seluruh telapak tangannya seperti kendang, melainkan ada beberapa ketukan yang hanya dibunyikan dengan memakai jari saja.  Ketipung dapat menghasilkan bunyi seperti “pung” dan “tak” yang memiliki peran penting dalam permainan musik dangdut.

10. Marakas 
Marakas merupakan alat musik ritmis yang dimainkan dengan cara digoyangkan oleh tangan. Marakas biasanya terbuat dari kayu, atau labu kering, atau plastik dengan bagian dalam yang diisi material berpartikel kecil seperti biji-bijian atau bahan lain yang dapat beresonansi dengan lapisan utamanya. Zaman dahulu alat musik marakas digunakan sebagai alat untuk ritual penyembuhan oleh beberapa masyarakat di benua Afrika dan Amerika Selatan. Marakas memiliki peran penting dalam beberapa format musik di Amerika Latin, seperti dalam Cuba, Salsa, Rumba, Trova, dan Charanga.

Format musik lain seperti band dan orkestra juga seringkali menggunakan marakas dalam permainannya. Marakas merupakan alat musik ritmis yang dimainkan dengan cara digoyangkan oleh tangan. Marakas biasanya terbuat dari kayu, atau labu kering, atau plastik dengan bagian dalam yang diisi material berpartikel kecil seperti biji-bijian atau bahan lain yang dapat beresonansi dengan lapisan utamanya. Zaman dahulu alat musik marakas digunakan sebagai alat untuk ritual penyembuhan oleh beberapa masyarakat di benua Afrika dan Amerika Selatan. 

Demikian pembahasan mengenai Irama dan Alat Musik Ritmis. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Seni Musik Kelas IV Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 1:58 PM

Bunyi dan Jenis Jenis Alat Musik

Tujuan pembelajaran muatan ini adalah peserta didik dapat mengasah kemampuannya mendengar dan mengenali berbagai bunyi yang ada di lingkungan sekitar. Peserta didik dapat mengenali berbagai jenis alat musik berdasarkan cara memainkannya. Peserta didik dapat mengenali jenis alat musik berdasarkan bunyi yang dihasilkan. Peserta didik dapat mengimajinasikan dan mengkorelasikan bunyi-bunyi yang ada di lingkungan sekitar dengan jenis alat musiknya

Pembelajaran 1, aktivitas mendengarkan dan mengidentifikasi menjadi materi utama sebagai dasar aktivitas pendidikan musik. Mengajar semua peserta didik untuk dapat mengenali berbagai jenis bunyi-bunyian dan alat musik telah menjadi dasar memperkenalkan pengajaran musik secara umum. Pada pertemuan 1 ini guru dapat mendorong peserta didik untuk terlibat pasif dalam mengeksplorasi berbagai sumber bunyi yang berasal dari berbagai jenis alat musik sebagai dasar untuk berkreativitas. Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran PAKEM dengan anjuran metode eksperimen dan permainan untuk penerapannya.

A. Bunyi
Bunyi bisa diartikan sebagai unsur suara yang dapat diberdayakan menjadi kesatuan harmoni dalam suatu kegiatan musikal. Unsur musik yang satu ini berkaitan dengan tinggi rendahnya bunyi dalam musik. Bunyi merupakan bagian terpenting dari musik. Bunyi yang dipelajari dapat melatih kepekaan telinga peserta didik untuk mendengarkan (listening) bukan hanya mendengar (hearing). Untuk mengembalikan sensifitasnya kembali, seseorang harus mau untuk belajar mendengarkan salah satunya dengan memahami berbagai bunyi yang ada di sekitar kita. Menurut R. Murray Schafer (dalam A Sound Education : 1992) di era teknologi yang serba cepat banyak orang yang mengalami penurunan efektifitas pendengaran.

Berdasarkan hal tersebut, guru dapat menjadikan bunyi-bunyian yang ada di lingkungan sekitar seperti suara langkah kaki, pintu terbuka, lalat terbang, tetesan air, ketukan pulpen dengan meja, gesekan penghapus papan tulis, dentingan suara penjual bakso keliling, dan sebagainya. Suara-suara tersebut sebagai materi bunyi yang akan mengantarkan antusiasme murid untuk penjelasan mengenai materi jenis-jenis alat musik yang dapat diidentifikasi dari bunyi yang dihasilkan dari cara memainkannya.

Bunyi-bunyian yang dihasilkan oleh suara-suara di sekitar dapat dijadikan materi untuk merangsang imajinasi peserta didik dalam menjelaskan sesuatu yang abstrak. Contohnya suara langkah kaki atau ketukan meja yang identik dengan alat musik pukul, suara pintu yang terbuka atau gesekan penghapus papan tulis yang identik dengan alat musik gesek, suara angin, burung atau siulan seseorang yang identik dengan alat musik tiup, gemericik air hujan yang identik dengan alat musik petik dan sebagainya. 

Materi bunyi yang ada di sekitar dapat dijadikan pembuka dalam menjelaskan berbagai jenis alat-alat musik moderen. Jenis alat musik yang akan dipresentasikan contohnya seperti biola yang dapat menghasilkan bunyi dengan cara digesek, seruling atau terompet yang dihasilkan dengan cara ditiup, drum atau tamborin yang dihasilkan dengan cara dipukul, dan sebagainya.

B. Jenis Jenis Alat Musik
Berdasarkan cara memainkannya, alat musik terbagi menjadi 5 (lima) jenis, diantaranya yaitu alat musik sentuh atau tekan, alat musik pukul, alat musik tiup, alat musik gesek, dan alat musik petik. Berikut adalah penjelasan selengkapnya.
Alat Musik
a. Alat Musik Sentuh atau Tekan
Alat musik sentuh atau tekan adalah salah satu jenis alat musik yang dimainkan dengan cara disentuh atau ditekan. Setelah kamu menyentuh atau menekan alat musik ini maka akan keluarlah sebuah irama suara yang timbul akibat sentuhan atau tekanan yang kamu lakukannya tersebut.

Pada biasanya, jenis alat musik tersebut mempunyai 2 (dua) jenis yakni alat musik sentuh atau tekan manusia, dan juga elektronik. Keduanya memiliki perbedaan, diantaranya yaitu terletak pada alat yang disentuh atau ditekan, dan efek suara yang muncul beraneka macam. Contoh dari jenis alat musik sentuh atau tekan ini yaitu Organ, Keyboard, Piano, dan lain sebagainya.

b. Alat Musik Pukul
Alat musik pukul adalah salah satu jenis alat musik yang cara memainkannya dengan cara dipukul. Pada umumnya alat musik jenis tersebut dipukul dengan menggunakan tangan maupun benda lainnya sebagai penggantinya, misalnya tongkat atau stik.

Alat musik jenis ini biasanya cenderung tidak memiliki tangga nada, dan juga kunci yang spesifik. Nada yang dipakainya tersebut bersifat sebagai pelengkap. Pada umumnya, ketika pertunjukan dimulai alat musik ini dimainkan setelah iringan alat musik lainnya memperoleh nada yang sesuai. Hal itu supaya semua iringan dapat terdengar secara selaras.

Jenis alat musik pukul ini memiliki 2 (dua) macam yaitu alat musik pukul dengan menggunakan nada, dan juga tanpa menggunakan nada. Contoh alat musik pukul yang memakai nada seperti perangkat gamelan, arumba, kulintang, calung, bellira, vibraphone, xylophone, glockenspiel, dan masih banyak lagi lainnya. Sedangkan contoh alat musik pukul tanpa menggunakan nada yaitu rebana, gendang, tamborin, ketipung, triangle, symbal, kastanyet, tympani, gong, drum set, pauken, dan lain sebagainya.

c. Alat Musik Tiup
Alat musik tiup adalah salah satu jenis alat musik yang cara memainkannya dengan cara meniup. Jenis alat musik ini mempunyai lubang-lubang di setiap nada-nadanya menjadi suara. Sehingga alat musik tersebut bisa menghasilkan sebuah bunyi yang berbeda-beda.

Cara meniup alat musik ini tidak boleh sembarangan, sebab terdapat aturan, dan berbagai teknik supaya bisa mengeluarkan suara yang merdu. Adapun caranya yaitu dengan cara meniup tipis, sedang, dan juga sekuat tenaga. Contoh dari jenis alat musik tiup, diantaranya yakni tuba, harmonica, bason, seruling, recorder, flute, horn, pianika, clarinet, terompet, saksofon, dan masih banyak lagi lainnya.

d. Alat Musik Gesek
Alat musik gesek adalah salah satu jenis alat musik yang dimainkan dengan cara menggesekkan senar pada alat musik tersebut. Pada biasanya, jenis alat musik gesek ini dipakai ketika ada sebuah pertunjukan teater, opera, Broadway, dan lain sebagainya.

Demikian pembahasan  Bunyi dan Jenis Jenis Alat Musik. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Seni Musik Kelas IV Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 12:45 PM

Mengimitasi Gerak dan Suara Lingkungan Sekitar

Pada kegiatan kali ini bertujuan untuk mengaktifkan dan menggunakan energi motorik siswa, terutama dalam gerak tubuh dan suara. Kegiatan ini ditujukan untuk merangsang daya imajinasi pemeranan siswa melalui gerak tubuh dan suara. Adapun karakter yang diimajinasikan siswa adalah binatang, tumbuhan, dan alam.

Pada kegiatan ini siswa akan mengimitasi atau meniru gerak dan suara binatang dan peristiwa alam. Peniruan ini disesuaikan dengan kemampuan psikis siswa kelas IV sekolah dasar yang pada dasarnya sudah cermat melakukan pencerminan terhadap apa pun yang dilihat, didengar, dan diamatinya. Peniruan tersebut kemudian akan dikembangkan dengan cara menerapkannya pada unsur dasar pembentuk teater, yaitu tubuh dan suara.

Guru akan mengajak siswa bermain dengan memanfaatkan gerak tubuh dan suaranya secara maksimal melalui permainan mengimitasi gerak binatang dan tumbuhan, suara binatang dan tumbuhan, serta suara-suara peristiwa yang ada di alam. Hal ini selaras dengan daya motorik siswa kelas IV sekolah dasar yang relatif kuat dan aktif untuk digunakan dalam kegiatan olah tubuh yang membutuhkan energi yang cukup banyak.
Gerakan Hewan
Setelah melakukan kegiatan pembukaan, Guru bisa melakukan kegiatan inti sebagai berikut.
  1. Pastikanlah siswa masih ada dalam formasi melingkar.
  2. Berikanlah gambar binatang kepada setiap siswa, lalu mintalah mereka menebak dan memperagakan gerak tubuh dan suara binatang tersebut. Lakukan sampai semua siswa mendapat giliran.
  3. Ajaklah siswa untuk memperagakan semua gerak tubuh dan suara binatang yang sudah tertebak secara rampak dalam waktu bersamaan.
  4. Selanjutnya, mintalah siswa meniru gerak tumbuhan, misalnya pohon kelapa yang tertiup angin, bunga mawar yang mekar, dan putri malu yang menutup daunnya saat disentuh. Sahabat Guru juga boleh sekaligus memperkenalkan nama-nama Latin tumbuhan tersebut kepada siswa setelah berkonsultasi dengan guru IPA.
  5. Dengan teknik tablo yang diiringi musik, ajaklah siswa untuk memperagakan gerak tumbuhan yang sudah tertebak. Putarlah musik, lalu hentikan secara acak sambil meminta siswa melakukan pose gerak tumbuhan tertentu.
  6. Setelah itu, pandulah siswa mengamati contoh peristiwa alam dengan menunjukkan gambar atau memutar video yang berisi peristiwa alam seperti hujan, angin, badai, ombak, dan halilintar. Berilah semangat kepada siswa untuk mengolah dan memaksimalkan suaranya sebagai media ekspresi peniruan, misalnya dengan pertanyaan: “Siapa yang bisa meniru suara petir yang menggelegar?” dan “Siapa yang bisa meniru suara badai?”.
  7. Bentuklah barisan orkestra suara dari peristiwa alam. Pada tahap ini, Sahabat Guru bertindak sebagai komposer beragam suara-suara tersebut. Sebagai contoh, barisan orkestra suara tersebut terdiri atas barisan suara hujan, angin, badai, ombak, dan halilintar. Kemudian, tunjuklah barisan tertentu untuk mengeluarkan suara alam sesuai barisannya

Daya imajinasi siswa tidak akan keluar secara maksimal apabila siswa tidak merasa rileks dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Siapkanlah ruangan yang relatif luas sehingga siswa leluasa bergerak dan merenggangkan anggota tubuhnya.

Jika siswa kesulitan mengingat gerak tubuh dan suara binatang, gerak tanaman, serta suara peristiwa alam, Sahabat Guru dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk keliling sekolah terlebih dahulu untuk mengenali jenis-jenis tanaman. Sahabat Guru juga boleh mengajak siswa mengeksplorasi lingkungan di luar sekolah, misalnya ke taman kota, kebun binatang, atau pantai.

Berilah waktu yang cukup kepada siswa untuk mengamati gerak tubuh dan suara binatang, gerak tumbuhan, serta suara dari peristiwa alam. Siswa boleh mendokumentasikannya dalam bentuk video atau rekaman suara. Kemudian, Sahabat Guru dapat mengarahkan siswa kembali ke kegiatan inti
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 10:33 AM

Daerahku dan Kekayaan Alamnya

Pada topik ini peserta didik akan menemukan hubungan potensi kekayaan alam dengan kenampakan alam daerahnya, serta upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kekayaan alam daerahnya tersebut dengan belajar mengenai potensi kekayaan alam khas daerahnya.

Perbedaan karakteristik ruang di setiap wilayah sangat memengaruhi kegiatan ekonomi, sosial, budaya, dan pola hidup masyarakat. Misal, karakteristik ruang daerah pegunungan yang permukaan berbukit-bukit, tidak rata tetapi tanahnya subur sangat cocok dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Berikut adalah beberapa pengaruh kenampakan alam terhadap potensi kekayaan alam suatu daerah:

1. Pegunungan
Daerah pegunungan dimanfaatkan sebagai lahan pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Selain itu, daerah pegunungan dimanfaatkan untuk sektor pariwisata, rekreasi, dan olahraga. Pemanfaatan daerah pegunungan untuk perekonomian dan usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Misalnya:&
  • Pegunungan Dieng (Jawa Tengah) digunakan oleh masyarakat sebagai lahan pertanian kentang.
  • Puncak Bogor (Jawa Barat) untuk lahan perkebunan teh.
  • Pegunungan Bromo (Jawa Timur) untuk rekreasi
  • Pegunungan Jayawijaya (Papua) untuk jalur pendakian dan tambang emas.

2. Dataran rendah
Dataran rendah dimanfaatkan masyarakat untuk lahan pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, perkantoran, industri, perdagangan dll. Pemanfaatan dataran rendah untuk aktivitas perekonomian misalnya:
  • Karawang (Jawa Barat) sebagai pusat industri,
  • Jakarta untuk pusat perkantoran dan perdagangan,
  • Semarang (Jawa Tengah) untuk perikanan/tambak,
  • Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan (Pulau Sumatera) untuk perkebunan kelapa sawit.

3. Pantai dan laut
Pantai dan laut dimanfaatkan sebagai tempat pariwisata, perikanan, perdagangan, transportasi, olahraga, industri dll. Contoh pemanfaatan pantai untuk kegiatan perekonomian adalah:
  • Pantai di Pulau Bali untuk pariwisata, perdagangan dan perhotelan
  • Pantai di Selatan Pulau Jawa (Kebumen) menghasilkan sarang burung walet
  • Pantai di wilayah Pantura Jawa (Indramayu, Cirebon, Brebes, Tegal) untuk perikanan tambak dan air payau.
  • Contoh pemanfaatan wilayah laut misalnya: Selat Bali sebagai jalur transportasi masyarakat dari Pulau Jawa ke Pulau Bali,
  • Laut di Kepulauan Natuna (Kepulauan Riau) untuk pertambangan minyak bumi dll.

4. Sungai
Sungai digunakan masyarakat sebagai jalur transportasi, perdagangan, perikanan, olahraga, irigasi, dan PLTA. Pemanfaatan sungai di Indonesia, misalnya:
  • Sungai Kapuas (Kalimantan Barat) sebagai jalur transportasi
  • Sungai Musi (Sumatera Selatan) untuk perdagangan
  • Sungai Opak (DIY) untuk wahana olahraga
  • Sungai Bengawan Solo untuk irigasi dll.

5. Danau dan Waduk
Danau dan waduk dimanfaatkan untuk perikanan, pariwisata, olahraga, irigasi, PLTA. Pemanfaatan danau dan waduk di Indonesia antara lain:
  • Danau Toba (Sumatera Utara) untuk pariwisata dan irigasi
  • Waduk Jatiluhur (Jawa Barat) untuk PLTA
  • Waduk Gajah Mungkur (Jawa Tengah) untuk sarana irigasi.

Mari Mencari Tahu
Apakah kalian sudah tahu apa yang menjadi potensi daerah kalian? Mari temukan keunikan daerah tempat tinggal kalian bersama Dara dan Mia, dengan bermain. Guru kalian akan memandu untuk permainan Detektif Alam. Perhatikan instruksi guru kalian baik-baik, ya!

Hasil Penemuan
  • Bratawali dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional penurun darah tinggi dan mengatasi alergi.
  • Jeruk nipis dimanfaatkan untuk makanan membuatnya mudah diolah jadi menu bercita rasa lokal dan internasional serta sebagai obat batuk.
  • Blimbing wuluh dapat dijadikan obat meningkatkan daya tahan tubuh dan dapat dibuat manisan.
  • Temulawak dimanfaatkan untuk memperkuat imun tubuh, mencegah infeksi, dan dapat dibuat minuman segar.
  • Pare dapat dimanfaatkan untuk obat batuk, flu, atau pilek, dan sebagai bahan sayuran.
  • Padi dimanfaatkan sebagai penghasil bahan makanan pokok yaitu nasi.
  • Kelapa sawit dimanfaatkan untuk bahan pembuat minyak goreng.
  • Bawang putih dimanfaatkan untuk bumbu masakan dan obat penurun kolesterol.
  • Bawang merah dimanfaatkan untuk bumbu masakan dan sebagai anti bakteri.
  • Tebu dimanfaatkan sebagai bahan pembuat gula.
  • Sapi dipelihara untuk dimanfaatkan daging, susu, dan tenaganya.
  • Kambing dipelihara untuk dimanfaatkan daging dan susunya
  • Kuda dipelihara untuk dimanfaatkan tenaganya menarik kereta.
  • Ikan bandeng dimanfaatkan sebagai bahan makanan
  • Rumput laut dapat digunakan sebagai bahan agar-agar dan obat penyebuhan luka.
  • Emas dimanfaatkan sebagai bahan perhiasan
  • Batu bara dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik
  • Gas alam dimanfaatkan sebagai bahan bakar kendaraan dan bahan bakar kompor gas
  • Minyak bumi dimanfaatkan untuk bahan bakar dan bahan pembuat plastik
  • Bijih besi dimanfaatkan untuk bahan produk Industri seperti baja, kawat baja, baja ringan, rangka kendaraan.
  • Kopi dimanfaatkan untuk bahan minuman
  • Cengkeh dimanfaatkan untuk antioksidan dan bahan pembuat rokok
  • Jagung dimanfaatkan sebagai bahan makanan pokok
  • Bambu dimanfaatkan untuk bahan kerajinan dan membuat atap rumah
  • Kayu cendana dimanfaatkan untuk digunakan untuk untuk rempah-rempah, bahan dupa, campuran parfum, aromaterapi, dan warangka keris.
  • Garam dimanfaatkan untuk bumbu masak.
  • Cokelat dimanfaatkan untuk bahan pembuat makanan.
  • Teh digunakan sebagai bahan minuman dan bahan obat-obatan
  • Pala digunakan sebagai bumbu masakan dan bahan obat-obatan
  • Karet dimanfaatkan getahnya sebagai bahan pembuat ban.
  • Sagu dimanfaatkan sebagai bahan makanan pokok
  • Cabai dimanfaatkan sebagai bumbu penambah rasa pedas
  • Kedelai dimanfaatkan sebagai bahan pembuat susu, tahu, dan tempe.
  • Tembakau dimanfaatkan untuk bahan rokok dan bahan obat
  • Kerbau dipelihara untuk dimanfaatkan tenaga dan dagingnya.
  • Ikan mas dimanfaatkan untuk bahan makanan penghasil protein
  • Burung walet diambil sarangnya sebagai bahan obat-obatan.
  • Tanah dimanfaatkan sebagai laham pertanian untuk menghasilkan sayur, buah, dan makanan pokok.
  • Air dimanfaatkan untuk air minum dan mengairi pertanian.
  • Udara dimanfaatkan makhluk hidup untuk bernapas
  • Cahaya matahari dimanfaatkan sebagai sumber panas di bumi dan sumber energi listrik
  • Danau dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik, perikanan, dan pariwisata.
  • Hutan diambil kayunya untuk bahan bangunan dan sebagai penahan air hujan.
  • Lebah diambil madunya sebagai bahan obat-obatan dan bahan makanan.
  • Ikan lele dimanfaatkan sebagai bahan makanan sumber protein.

Lakukan Bersama
Berkumpullah dengan kelompok yang sudah disepakati bersama guru kalian. Kali ini, kalian ditantang untuk menyelesaikan permainan papan yang berjudul “Maju Terus, Pantang Mundur”.
  • “Kalian akan dibagi ke dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 4-5 orang”
  • “Setiap kelompok akan mendapatkan set permainan yang berisi: Papan permainan, dadu, pion, dan kartu permainan”
  • “Tentukan urutan bermain sebelum memulai.”
  • “Sesaat sebelum pemain yang mendapat giliran pertama melempar dadu, pemain yang mendapat giliran kedua akan mengambil tumpukan kartu yang paling atas, lalu membacakan tantangan pada kartu untuk dijawab oleh pemain yang akan melempar dadu.”
  • “Jika pemain memberikan jawaban yang tepat, dia boleh melanjutkan melempar dadu dan melangkahkan pionnya untuk maju sesuai angka yang ditunjukkan pada dadu. Jika jawaban salah, kesempatan melempar dadu pada putaran tersebut hangus, dan kesempatan diberikan pada pemain berikutnya.”
  • “Kartu yang sudah dibacakan, dikembalikan lagi pada tumpukan paling bawah. Begitu pun seterusnya.”
  • “Teman-temanmu yang akan menjadi penilai dari jawabanmu. Beberapa kartu merupakan kartu bonus, sehingga kamu dapat maju dengan melewatkan tantangan.”
  • “Ramaikan permainan ini dengan kejujuran dan sportivitas. Selamat berjuang! Maju terus, pantang mundur!”
Kartu Permainan
Mari Refleksikan
1. Menurut kalian, apa kekayaan daerah kalian yang paling penting? Mengapa?
Menurut saya adalah danau dan waduk karena dapat karena menjadi sumber perekonomian untuk masyarakat sebagai sarana pariwisata atau dapat memenuhi kebutuhan masyarakat daerah akan kebutuhan air bersih.
2. Menurut kalian, adakah keterkaitan antara kenampakan alam/bentang alam daerah tempat tinggalmu dengan potensi kekayaan alam yang dimiliki daerah kalian? Coba ceritakan dengan singkat.
Ada. Misalnya bentang alam sangat berkaitan erat dengan ketersediaan kekayaan alam yang ada di sana.
3. Apa saja yang sudah dilakukan masyarakat daerah kalian untuk memanfaatkan kekayaan alam di daerah tempat tinggal kalian?
Memanfaatkan sumber daya alam yang ada dengan maksimal, menggunakan sumber daya alam dengan bijak, tidak melakukan eksploitasi sumber daya alam, menggunakan sumber daya alam seperlunya, melakukan pembaharuan sumber daya alam, misalnya menanam pohon di wilayah hutan yang sudah diambil kayunya, mengelola lahan pertanian atau perkebunan atau peternakan yang ada, mengolah sumber daya alam yang ada supaya bisa memiliki nilai untuk diekspor contohnya teh, kopi, dan tembakau, dan turut menjaga kelestarian sumber daya alam yang menjadi sumber kehidupan daerah

4. Menurut kalian, seberapa penting mengelola kekayaan alam dengan bijak? Mengapa?
Sangat penting, supaya kekayaan alam dapat termanfaatkan dengan baik,  tetap terjaga ketersediaannya dan juga kualitasnya.
5. Apakah menurut kalian masyarakat di daerah tempat tinggalmu sudah bijak dalam mengelola kekayaan alamnya dengan baik?
Sudah karena mereka melakukan kan penghijaun dan reboisasi untuk menjaga kelestarian aneka jenis flora, serta untuk mencegah terjadinya erosi dan banjir.
6. Menurut kalian, apa hal yang dapat diupayakan untuk menjaga kelestarian kekayaan alam yang dimiliki daerahmu, hingga dapat terus dinikmati oleh generasi berikutnya?
Caranya dengan memanfaatkan dengan bijak, tidak serakah dalam penggunaannya serta melakukan proses daur ulang serta pengolahan limbah agar pencemaran lingkungan bisa ditekan.

Demikian pembahasan mengenai Daerahku dan Kekayaan Alamnya. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku IPAS Kelas IV Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 1:02 PM

Persoalan Materi Jenis-jenis Segiempat

Pada pembelajaran matematika kelas IV sekolah dasar Kurikulum Merdeka Bab 6 Segi Empat terdapat kegiatan memecahkan persoalan mengenai bangun segi empat. Tujuan kegiatan pembelajaran kali ini adalah memastikan kembali pelajaran yang sudah dipelajari sebelumnya dan menyelesaikan soal yang berhubungan dengan materi yang telah dipelajari sebelumnya. Materi yang telah dipelajari pada pembelajaran sebelumnya adalah garis tegak lurus, garis sejajar, dan jenis-jenis segi empat. Berikut ini pembahasan mengenai Persoalan Materi Jenis-jenis Segiempat.

Garis Tegak Lurus
Dua garis dikatakan saling tegak lurus jika dua garis tersebut berpotongan membentuk sudut siku-siku

Garis Sejajar
Dua garis dikatakan sejajar jika ada satu garis ketiga yang memotong dua garis tadi dengan sudut siku-siku. Jarak di antara dua garis yang sejajar adalah sama pada setiap titiknya dan mereka tidak akan pernah bertemu walaupun diperpanjang. Dua garis yang berpotongan dengan sebuah garis dan membentuk sudut perpotongan yang sama besar, maka dua garis tersebut sejajar.

Jenis Jenis Segi Empat
Ada beberapa jenis bangun yang masuk ke dalam bangun datar segi empat, ada persegi, persegi panjang, jajargenjang, trapesium, belah ketupat, dan juga layang-layang. Berikut ini beberapa jenis segi empat berdasarkan sifat-sifatnya.
  1. Trapesium adalah suatu segiempat yang memiliki sepasang sisi yang sejajar.
  2. Jajaran genjang adalah suatu segiempat dengan dua pasang sisi sejajar. Pada jajaran genjang, sisi-sisi yang berhadapan sama panjangnya dan sudut-sudut yang berhadapan sama besarnya.
  3. Belah ketupat adalah segiempat dengan empat sisi yang sama panjang.

Persoalan 1
1. Ayo, cari garis-garis yang tegak lurus dan sejajar. Jelaskan alasannya. (Mencari garis yang tegak lurus dan sejajar)
Soal 1
Jarak di antara dua garis yang sejajar adalah sama pada setiap titiknya dan mereka tidak akan pernah bertemu walaupun diperpanjang. Pada gambar garis b sejajar dengan d dan garis e sejajar dengan f. Sedangkan dua garis dikatakan saling tegak lurus jika dua garis tersebut berpotongan membentuk sudut siku-siku. Pada gambar garis c tegak lurus dengan garis e dan f.

 2. Ayo, gambar garis-garis yang saling tegak lurus dan sejajar dengan acuan garis a dan melewati titik B.
Soal 2
3. Perhatikan jajargenjang disebelah kanan. ( Memahami sifat-sifat utama jajargenjang dan soal membuatnya)
① Isilah kotak dengan bilangan yang sesuai
② Buatlah sebuah jajargenjang yang memiliki panjang sisi dan besar sudut yang sama.
Soal 3
Jajaran genjang memiliki dua pasang sisi sejajar. Sisi-sisi yang berhadapan sama panjangnya dan sudut-sudut yang berhadapan sama besarnya.
4. Segiempat manakah yang memiliki sifat-sifat berikut ini?(Mengidentifikasi sifat segiempat berdasarkan sifatnya)
Soal 4
① Dua pasang sisinya sejajar.(b, c, e, dan f)
② Keempat sudutnya sama besar.(c dan f)
③ Diagonalnya sama panjang.(b, c, dan f)
④ Sisi yang berhadapan sama panjang. (b, c, e, dan f)
⑤ Besarnya sudut yang berhadapan sama besar. (b, c, e, dan f)
⑥ Tidak ada sisi yang sejajar. (a)

Persoalan 2
1. Dari lima segiempat di bawah ini pilihlah dua segiempat yang memiliki sifat berbeda dengan yang lainnya. (Mengelompokkan segiempat)
Soal1
Yosef :  d dan e tidak dalam satu grup.
Faridan : a dan c tampak berbeda satu sama lain
Kadek : Yosef dan Farida, kalian salah. Aku menggambar diagonal pada setiap segiempat tersebut

① Jelaskan mengapa Yosef berpikir bahwa d dan e tidak dalam satu grup?
Bangun d memiliki sepasang sisi sejajar, sedangkan bangun e tidak memiliki sisi sejajar.
② Jelaskan mengapa Farida berpikir bahwa a dan c tidak dalam satu grup?
Bangun a memiliki memiliki 4 sisi yang tidak sama panjang, sedangkan c memiliki 4 sisi yang sama panjang.
③ Berdasarkan ide Kadek, segiempat mana yang tidak dalam satu grup.
Bangun d dan e karena memiliki diagonal tidak sama panjang.
2.  Gambar di bawah ini hanya menunjukkan diagonal-diagonal dari berbagai segiempat. Berikan nama dari berbagai segiempat tersebut dengan  mengukur panjang dan besar sudut diagonal-diagonalnya.(Mengidentifikasi segiempat berdasarkan diagonal-diagonalnya)
Soal 2
Demikian pembahasan mengenai Persoalan Materi Jenis-jenis Segiempat. Semoga tulisan ini bermanfaat.


SUmber : Buku Matematika Kelas IV Kurikulum Merdeka, Kemendikbud.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 1:55 PM

Diagonal dan Hubungan Pada Bangun Segiempat

Pada pembelajaran matematika Kelas IV Kurikulum Merdeka Bab 6 Segi Empat terdapat muatan Hubungan Pada Bangun Segiempat. Tujuan kegiatan pembelajaran muatan ini adalah menyelidiki hubungan antara bermacam-macambentuk segiempat.

A. Hubungan pada Segiempat
Segiempat terdiri dari persegi, persegi panjang, jajar genjang, trapesium, dan belah ketupat. Pada kegiatan ini peserta didik memikirkan jenis segiempat apa jika besar sudut segiempat adalah 90°, berdasarkan definisi dari segiempat tersebut. Membuat siswa berpikir pada nomor ②, apa segiempat yang memenuhi syarat "sisi berlawanan sejajar dan memiliki panjang yang sama" dan "keempat sudut adalah 90°", sambil mengingat kembali definisi dan sifat dari setiap segi empat.

Belah ketupat adalah jajaran genjang dengan sisi-sisi yang berdekatan sama panjang, dan persegi panjang adalah jajaran genjang dengan satu sudut di sudut siku-siku. Selain itu, persegi adalah belah ketupat dengan satu sudut pada sudut siku-siku, dan dapat dikatakan bahwa sisi-sisi persegi panjang yang berdekatan adalah sama. Oleh karena itu, belah ketupat, persegi panjang, dan persegi memiliki sifat jajaran genjang, serta persegi memiliki sifat belah ketupat dan persegi panjang

1. Ayo, gambar suatu jajargenjang dengan panjang sisinya 4 cm dan 6 cm dengan ketentuan berikut. 
Bangun 1
① Besar sudut b adalah 80°, atau 120°.
② Besar sudut b adalah 90°. Segiempat apakah ini?
Bangun persegi panjang
2. Ayo, gambar suatu belah  ketupat dengan panjang sisinya 5 cm
Bangun 2
① Besar sudut a adalah 60°.
② Besar sudut a adalah 120°.
③ Besar sudut a adalah 90°.
Segiempat apakah ini
Bujur sangkar/persegi

Hubungan pada Segiempat
Bangun3
Kesimpulan/ringkasan
  • Ketika ukuran sudut diubah ke 90°, jajar genjang menjadi persegi panjang dan belah ketupat menjadi bujur sangkar.
  • Arah segiempat akan berubah dengan sudut yang lebih kecil dari 90° dan sudut yang lebih besar dari 90°.

B. Diagonal pada Segiempat
Tujuan pembelajaran kegiatan ini adalah mengetahui definisi diagonal dan memahami karakteristik diagonal dari berbagai segi empat. Setiap garis yang menghubungkan titik-titik sudut yang berhadapan disebut diagonal. Ada 2 diagonal di setiap segiempat.

1. Ayo, hubungkan titik sudut yang berhadapan pada segiempat
Diagonal
2. Perhatikan jajargenjang, belah ketupat, persegi panjang, dan persegi pada halaman sebelumnya dan cocokkanlah dengan sifat-sifat berikut.
① Segiempat dengan 2 diagonal yang saling tegak lurus.
Belah ketupat dan Persegi
② Segiempat dengan 2 diagonalnya memiliki panjang yang sama.
Persegi panjang dan Persegi
③ Segiempat dengan 2 diagonal yang panjangnya sama dan saling berpotongan tegak lurus.
Persegi
④ Segiempat dengan 2 diagonalnya terbagi dua sama panjang di perpotongannya.
Persegi panjang, Jajaran genjang dan persegi

3. Gambarlah segiempat berikut dengan menggunakan sifat-sifat pada nomor 2.
Segi4
① Suatu belah ketupat dengan panjang diagonal 4 cm dan 3 cm.
② Suatu persegi dengan panjang diagonal 4 cm

Bangun Apa yang Dapat Kamu Buat?
4. Perhatikan gambar di sebelah kanan. Segiempat apa yang bisa kamu buat dengan menghubungkan empat titik.
Bangunan
① B, C, E, dan F.
② G, I, J, dan L.
③ G, C, J, dan F.
④ A, H, D, dan K.

Segi empat (1) adalah persegi panjang karena panjang dari titik di mana panjang dua garis diagonal berpotongan ke setiap titik adalah sama, dan kedua garis diagonal tidak berpotongan secara tegak lurus.

Segi empat (2) berbentuk bujur sangkar/persegi karena panjang dari titik di mana dua garis diagonal berpotongan ke setiap titik adalah sama, dan dua garis diagonal berpotongan secara tegak lurus.

Segi empat (3) berbentuk belah ketupat karena kedua diagonal berpotongan secara tegak lurus pada titik tengahnya dan panjang kedua diagonal tidak sama.

Segi empat (4) adalah jajaran genjang karena setiap diagonal dibagi dua di tengah dan panjang kedua diagonal tidak sama.

Latihan
1. Tulislah kata yang tepat pada kotak dengan melihat gambar di sebelah kanan.
Bangun
① Suatu segiempat yang memiliki sepasang sisi berhadapan disebut dengan.
Trapesium
② Suatu segiempat yang kedua pasang sisi berhadapan disebut.
Jajaran genjang
③ Suatu segiempat yang kedua pasang sisi sama panjang disebut
Belah ketupat
Mampu menjelaskan pengertian trapesium, jajaran genjang, dan belah ketupat sesuai dengan gambar dalam kotak. dengan mengisi jawaban dalam kotak, pemahaman tentang pengertian akan lebih mendalam.

2. Gambarlah jajargenjang seperti pada gambar di bawah ini
Jajaran genjang
Jajaran genjang dan belah ketupat dapat digambar dengan menggunakan sifat dan pengertian dari gambar. Siswa dapat menggambar dengan baik menggunakan busur derajat, jangka, dan penggaris segitiga. Siswa dapat menggambar bangun lewat berbagai cara dengan menggunakan pengertian dan sifat jajaran genjang dan belah ketupat. Selain itu, dapat menjelaskan bagaimana pengertian dan sifat jajaran genjang dan belah ketupat yang digunakan pada saat menggambar

3. Gambarlah sebuah belah ketupat yang panjang diagonalnya 5 cm dan 3 cm
Belah Ketupat
Dapat menggambar belah ketupat dengan mengunakan sifat dari diagonal.
Siswa bisa menggambar dengan baik menggunakan busur derajat, jangka, dan penggaris segitiga. Siswa dapat menggambar segi empat lewat berbagai cara dengan menggunakan pengertian dan sifat jajaran genjang dan belah ketupat. Selain itu, dapat menjelaskan bagaimana pengertian dan sifat jajaran genjang dan belah ketupat yang digunakan pada saat menggambar

Demikian pembahasan mengenai Diagonal dan Hubungan Pada Bangun Segiempat. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Matematika Kelas IV Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:04 PM

Bermain Peran dari Kehidupan Sehari-Hari

Drama adalah potret kehidupan manusia. Banyak pementasan drama yang menyajikan konflik kehidupan sehari-hari. Penonton seolah-olah melihat kejadian asli dalam masyarakat yang direka ulang. Sebelum aktor dan aktris bermain peran di atas panggung, mereka telah melalui banyak persiapan. Aktor dan aktris yang baik adalah seniman yang dapat memanfaatkan potensi dirinya. Potensi tersebut adalah potensi akal, vokal, dan jiwa. Kemampuan memanfaatkan diri itu tentu tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus ditempa dengan giat berlatih.

Guru dapat membantu siswa memilih peran yang tepat dengan membuat daftar yang berisi inventaris watak pelaku yang harus dibawakan, baik secara psikologis maupun sosiologis. Watak pelaku harus dirumuskan secara jelas. Seorang aktor dan aktris harus mampu mengekspresikan tokoh lain yang akan dibawakan. Dalam berperan, hendaknya aktor dan aktris membawakan peran secara alamiah dan wajar serta sesuai dengan tipe, gaya, jiwa, dan tujuan pementasan.
Drama
A. Latihan Kepekaan Suara
Untuk melatih kepekaan suara, Sahabat Guru dapat melakukan permainan berikut ini.

1. Ritme dan Ketukan
Kegiatan pertama dalam permainan ritme dan ketukan berupa permainan irama dan tepuk tangan. Mintalah siswa untuk membentuk kelompok sebanyak lima orang. Masing-masing kelompok duduk melingkar dengan kaki yang diluruskan. Awalnya, persilakan siswa untuk bertepuk tangan dan menciptakan irama atau ketukan yang khas. Kemudian, ajaklah siswa menepuk bagian tubuhnya yang lain, misalnya lengan, atau menghentakkan kaki. Siswa diharapkan dapat membentuk irama ketukannyamasing-masing hingga mendapatkan irama yang beragam.

Masing-masing siswa memiliki keunikan ketukan atau ritme yang berbeda-beda.Saat seorang siswa merasa ketukannya sudah menjadi bagian dari ekspresi yang diciptakannya, mintalah siswa itu menyebut kata A. Artinya, itu adalah ketukan  tepuk tangan A, begitu juga dengan yang lainnya. Apabila sudah mendapatkan ketukan ekspresinya, siswa menyebutkan huruf selanjutnya: B, C, D, E, dan seterusnya.

Siswa tercepatlah yang akan menembak ketukannya kepada siswa lain. Misalnya, apabila siswa A melemparkan tepuk tangannya kepada siswa B, berikutnya B harus mengucapkan A dengan keras. Siswa B harus menambahkan ketukannya menjadi AB. Kemudian, jika siswa B ingin melemparkan tepuk tangannya kepada siswa C, siswa B harus mengucapkan A dan B dengan keras, sedangkan siswa C harus menjadikan tepuk tangannya ABC. Para siswa diharapkan bisa secara konsisten menjaga ketukannya masing-masing, boleh dikurangi atau dilebihkan, misalnya menjadi hanya A dan B, bahkan bisa juga menjadi C dan D. Permainan ini berjalan tergantung pada kepekaan dan timbal balik antarsiswa.

Kegiatan kedua adalah konduktor dan orkestra. Bagilah siswa yang ada di kelas menjadi tiga kelompok atau lebih, tergantung dari jumlah siswa yang ada didalam kelas. Tiap kelompok minimal terdiri atas sepuluh siswa. Selanjutnya, Guru menetapkan satu orang sebagai konduktor yang pertama. Konduktor tersebut mempersilakan sepuluh siswa menciptakan enam karakter suara. Ada dua orang yang memiliki karakter suara yang berbeda-beda. Sebagai contoh, dua orang bersuara seperti lebah, dua orang bersuara seperti harimau, dan dua orang lainnya bersuara seperti petir.

Tugas konduktor adalah membuat suara-suara tersebut terdengar harmonis. Konduktor dapat memberi instruksi kepada anggotanya untuk mengeluarkan suara panjang atau pendek. Konduktor juga dapat membuat suara bersahut-sahutan. Konduktor menggunakan enam karakter suara yang berbeda itu seperti sedang mengatur paduan suara di dalam orkestra. Berilah waktu tampil konduktor selama tujuh menit, kemudian siswa yang lain akan bergantian mengambil peran sebagai konduktor.

Permainan ini dapat dijadikan sebagai awalan untuk memulai latihan teater, saat berada di tengah-tengah latihan, sebagai intermeso, atau mengakhiri latihan. Permainan ini melatih kekompakan dan kreativitas dalam mengatur irama musik. Selain itu, permainan ini juga melatih kemampuan musikal siswa.

Kegiatan ketiga adalah pemimpin dan pengikut. Sahabat Guru, bagilah siswa ke dalam kelompok-kelompok beranggota lima orang. Tiap kelompok kemudian menentukan pemimpin yang berada di tengah lingkaran, sedangkan empat pengikutnya berada di kanan, kiri, belakang, dan depan pemimpin. Pengikut yang berada di depan pemimpin berhadap-hadapan dengannya.

Pemimpin kemudian mengeluarkan suara dan bunyi serta melakukan gerakan yang diciptakannya sendiri. Suara dan bunyi serta gerakan sepenuhnya adalah kebebasan dari pemimpin. Pengikut yang berada di samping kanan, kiri, belakang, dan  depan pemimpin mengikuti apa pun yang dilakukannya, baik suara dan bunyi maupun gerakan. Pemimpin tidak hanya diam di tempat, tetapi juga mengubah suara sekaligus mengubah arah hadap dan arah berjalan, boleh juga melakukan putaran 90–180 derajat. Selama lima menit sekelompok pengikut mengikuti arah gerak pemimpin selama lima menit, lalu pemimpin diganti sehingga semua anggota kelompok pernah menjadi pemimpin.

2. Melodi
Permainan melodi mempunyai dua kegiatan. Kegiatan pertama adalah penyanyi dan penari. Sahabat Guru, bagilah siswa ke dalam kelompok-kelompok beranggota lima orang. Di dalam tiap kelompok, ada satu orang yang berperan menjadi penyanyi. Penyanyi tersebut bertugas menyanyi dengan nada-nada yang dengan bebas diciptakan olehnya. Sementara itu, empat anggota lainnya menari dalam formasi lingkaran. Selanjutnya, penyanyi memilih satu orang di dalam kelompoknya untuk menggantikan posisinya.

Permainan ini dilakukan secara bergantian. Artinya, saat satu orang menjadi penyanyi, maka empat orang lainnya menjadi penari. Para penari bergerak sesuai dengan ketukan ataupun irama yang dinyanyikan oleh penyanyi.Kegiatan kedua dalam permainan melodi ini adalah musik dan gerak melingkar. Sahabat Guru boleh memutar lagu apa pun, tetapi dianjurkan untuk memutar musik yang sifatnya ritmis dan tanpa lirik, hanya ketukan saja. Dalam permainan ini, tiap siswa bebas bergerak, tetapi harus diperhatikan bahwa tiap gerak yang dilakukannya hanya boleh dilakukan dengan gerak melingkar. Hal itu dapat dicoba pada leher, lengan, pinggul, dan bagian tubuh lainnya yang memiliki sendi.

3. Bunyi dan Gerak
Permainan bunyi dan gerak mempunyai tiga kegiatan. Kegiatan pertama adalah improvisasi suara. Sahabat Guru, bagilah siswa ke dalam kelompok-kelompok beranggota lima orang. Dua anggota menjadi sumber suara, sedangkan tiga lainnya menjadi peraga suara. Apabila sumber suara mengeluarkan suara atau bunyi, misalnya suara binatang, suara angin, suara alam, atau bunyi sirene, para peraga suara harus meresponsnya. Peraga suara melakukan gerakan dari suara atau bunyi apa pun yang dikeluarkan oleh sumber suara.

Kegiatan kedua adalah ingatan emosi terhadap suara. Sahabat Guru, bagilah siswa ke dalam kelompok-kelompok seperti latihan sebelumnya, tetapi kegiatan kali ini difokuskan pada kemampuan siswa mengingat suara-suara yang dikeluarkan oleh dirinya sendiri atau suara-suara yang didengarnya di lingkungan sekitar, misalnya rumah, sekolah, sawah, atau jalan raya. Asal suara dapat dibatasi dari kegiatan sehari-hari, misalnya bangun dari tempat tidur, bertamu di ruang tamu, memasak di dapur, cuci muka di kamar mandi, belajar di sekolah, perjalanan pulang dari sekolah ke rumah, dan sebagainya.

Kegiatan ketiga adalah suara dan irama tubuh. Sahabat Guru, mintalah tiap-tiap siswa untuk mendengarkan suara dari tubuh mereka. Pada kegiatan kali ini, siswa dilatih untuk fokus pada irama yang dihasilkan tubuh mereka masing-masing, misalnya suara detak jantung atau langkah kaki yang sedang berjalan cepat. Siswa memilih satu irama, lalu perlahan-lahan memperbesar suaranya sambil ditirukan suara mulut. Suara tiruan itu kemudian diubah jadi bentuk gerakan sesuai ketukan irama.

4. Bunyi dan Napas
Permainan bunyi dan napas mempunyai tiga kegiatan. Kegiatan pertama adalah bernapas pelan dan dalam, lalu pelan-pelan berteriak. Sahabat Guru, latihan kali ini dilakukan secara perseorangan. Mintalah tiap-tiap siswa mengambil napas perlahan-lahan melalui lubang hidung kanan, lalu diembuskan dari lubang hidung kiri, begitu juga sebaliknya. Saat mengambil napas,siswa pelan-pelan menyuarakan bunyi  /u/ dan saat mengembuskan napas, siswa menyuarakan bunyi /o/ dan /a/, dari 
pelan hingga lantang.

Kegiatan kedua adalah bernapas cepat dan berteriak. Sahabat Guru, mintalah siswa untuk menghirup udara ruangan sebanyak-banyaknya dalam hitungan cepat, lalu diembuskan melalui mulut dengan mengeluarkan bunyi /o/ dan /a/ dengan sangat keras. Pada tahap kedua, mintalah siswa menekan lantai saat menghirup udara, lalu meloncat saat mengembuskan udara sambil meneriakkan bunyi /o/ dan /a/.

Kegiatan ketiga adalah bernapas dan mengeluarkan suara pengganti angka. Sahabat Guru, kini siswa diharapkan sudah terlatih mengatur napas. Pada kegiatan kali ini, mintalah siswa membentuk formasi melingkar dalam satu kelompok kecil. Siswa kemudian mulai berhitung dengan bernapas cepat, mulai dari huruf A, B, C, dan seterusnya sampai formasi habis. Pada lingkaran kedua, bunyi huruf diganti menjadi ekspresi suara, misalnya suara binatang, suara alam, bunyi pabrik, bunyi  kendaraan, dan lain-lain. Selanjutnya, lakukanlah uji coba dengan mengeluarkan bunyi huruf, misalnya F, G, H, I, dan J, untuk menciptakan harmoni. Lakukanlah kegiatan ini sampai membentuk kalimat seperti “aku makan nasi” yang diubah jadi suara.

Sumber : Buku Seni Teater Kelas IV Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 1:39 PM

Bermain Peran Menjadi Binatang dan Peristiwa Alam

Pantomim berasal dari bahasa Latin, pantomimus, yang berarti ‘meniru segala sesuatu’. Pantomim adalah salah satu cabang ekspresi dalam seni teater, yaitu teater tanpa kata-kata yang mengutamakan teknik gerak dan ekspresi wajah.

Riasan cat putih yang khas di wajah pemain pantomim dimaksudkan untuk menyoroti ekspresi dan mimik wajahnya sehingga terlihat jelas oleh penonton. Pantomim sama sekali tidak menggunakan dialog dan suara sehingga ekspresi wajah dan tubuh harus tegas untuk memunculkan imajinasi penonton. Salah satu teknik dasar pantomim adalah dengan melakukan imitasi objek.

A. Permainan Drama Suara (Theatre of the Mind)
Pada permainan drama suara (theatre of the mind) ini, siswa diajak untuk menciptakan dunia dongeng berdasarkan karakter binatang pilihannya. Dunia dongeng itu meliputi tempat kelahiran, tempat tinggal, kebiasaan sehari-hari, dan cerita khas karakter binatang tersebut. Pada tahap ini, siswa diharapkan hanya duduk dan tidak banyak bergerak, cukup dengan menggerakkan dua tangan sambil mendongeng secara lisan. Tujuannya agar dongeng yang disampaikan secara lisan dapat membentuk imajinasi melalui kegiatan menyimak. Tahapan permainan ini dipaparkan sebagai berikut.
Teater
1. Penggambaran Biografi Binatang
Penggambaran biografi binatang meliputi tempat kelahiran, masa kecil, orang tua, tumbuh kembang, hobi, dan sifat/karakter binatang.

2. Penggambaran Ruang Tinggal Binatang
Penggambaran ruang tinggal binatang meliputi habitat binatang, misalnya di sungai, gunung, sabana, atau padang pasir. Siswa juga dapat membayangkan kondisi habitat pada waktu atau musim yang berbeda, misalnya pagi hari, malam hari, musim semi, dan lain-lain.

3. Penggambaran Kejadian Alam di Habitat Binatang
Siswa didorong agar dapat menceritakan berbagai peristiwa alam yang sesuai dengan habitatnya, misalnya banjir yang memaksa binatang tersebut lari ke daerah dataran tinggi atau tsunami yang menyebabkan ikan-ikan besar terdampar di pesisir pantai.

4. Penggambaran Lingkungan Pertemanan Binatang
Siswa diharapkan dapat mengimajinasikan binatang-binatang lain yang sehabitat dengan binatang pilihannya. Dari situ, siswa dapat menceritakan keakraban dan kesetiakawanan antarspesies dalam satu habitat.

B. Permainan Pantomim Dongeng
Pada permainan pantomim dongeng ini, siswa diajak untuk menceritakan kembali karakter binatang pilihannya yang meliputi tempat kelahiran, tempat tinggal, kebiasaan sehari-hari, dan cerita khas karakter binatang tersebut dalam gerak pantomim. Padatahap ini, siswa diminta berdiri di depan kelas untuk melakukan pantomim sesuai dongeng yang telah diciptakannya pada permainan drama suara (theatre of the mind). Tahapan permainan ini dipaparkan sebagai berikut.

1.Pantomim Biografi Binatang
Siswa diarahkan untuk memperkenalkan biografi binatang yang diperankannya dalam gerak pantomim. Biografi itu meliputi tempat kelahiran, masa kecil, orang tua, tumbuh kembang, hobi, dan sifat karakter binatang.

2. Pantomim Ruang Tinggal Binatang
Siswa diarahkan menunjukkan habitat binatang hanya dengan menggunakan gerak dan simbol tubuhnya untuk menggambarkan cuaca, musim, dan kondisi alam di habitat binatang.

3. Pantomim Kejadian Alam di Habitat Binatang
Siswa diarahkan agar dapat mengekspresikan peristiwa alam melalui gerak pantomim, misalnya: ledakan gunung berapi, sambaran petir, atau kebakaran hutan yang memaksa binatang pergi berlindung ke tempat yang aman.

4. Pantomim Lingkungan Pertemanan Binatang
Siswa diarahkan untuk menunjukkan cerita keakraban dan pertemanan antarspesies dalam satu habitat melalui gerak pantomim.

C. Persiapan Fisik Prapentas Perseorangan
Kegiatan ini ditujukan untuk mempersiapkan fisik tiap siswa sebelum melakukan pementasan. Siswa diajak melatih dan mempersiapkan dengan baik kebutuhan alat pentasnya yang paling mendasar, yaitu tubuhnya. Rangkaian persiapan fisik ini dipaparkan sebagai berikut

1. Persiapan Otot
Mintalah siswa untuk mengambil jarak satu sama lain agar dapat bergerak dengan leluasa. Kemudian, pandulah siswa untuk mengangkat benda apa pun secara perlahan-lahan agar dapat merasakan bahwa otot dan persendiannya bekerja dengan baik. Setelah itu, mintalah siswa melakukan gerakan mengangkat benda imajiner. Tujuannya agar siswa dapat mengingat tiap otot dan sendi yang bekerja saat melakukan gerakan mengangkat.

2. Jalan Lambat
Pada kegiatan ini, ajaklah siswa berjalan dengan sangat perlahan sambil membayangkan perjalanan mereka dari gerbang sekolah ke kelas. Selanjutnya, mintalah siswa melakukan gerakan melangkah satu kaki secara perlahan, jadi saat kaki kanan diangkat, kaki kiri tetap menjejak lantai.

3. Jalan Kepiting
Pada kegiatan ini, ajaklah siswa berjalan perlahan dengan satu kaki di atas dan satu kaki di bawah, lalu pelan-pelan diubah menjadi berjalan menyamping seperti kepiting. Saat berjalan menyamping, pastikan ruang yang dipakai relatif luas sehingga siswa tidak menabrak temannya yang lain.

4. Jalan Monyet
Pada kegiatan ini, arahkan siswa untuk menurunkan tangannya sampai menyentuh lantai. Mintalah siswa membayangkan dirinya seolah-olah menjadi monyet yang berjalan secara perlahan.

5. Jalan Unta
Pada kegiatan ini, mintalah siswa untuk menggerakkan kaki kanan bersamaan dengan tangan kanan dan kaki kiri bersamaan dengan tangan kiri. Saat kaki kanan dan tangan kanan bergerak maju, kaki kiri dan tangan kiri siap-siap bergerak maju.

6. Jalan Gajah
Pada kegiatan ini, ajaklah siswa bergerak secara menyilang, yaitu kaki kanan bergerak bersamaan dengan tangan kiri dan kaki kiri bergerak bersamaan dengan tangan kanan.

7. Jalan Kanguru
Pada kegiatan ini, ajaklah siswa untuk berdiri dengan sedikit jongkok sambil menarik tangan ke bagian belakang. Setelah itu, mintalah siswa meloncat ke depan seperti kanguru.

D. Persiapan Fisik Prapentas Berpasangan dan Berkelompok
Kegiatan ini ditujukan untuk melatih kemampuan bekerja sama siswa dengan temannya untuk melakukan gerakan tertentu.

1. Ombak Laut
Pada kegiatan ini, siswa diarahkan untuk memilih pasangan. Setelah itu, mintalah keduanya untuk duduk saling memunggungi, lalu berusaha berdiri tanpa bantuan tangan, hanya dengan memanfaatkan tenaga pinggang dan punggung dua orang yang saling berimpitan.

2. Karpet Bergulung
Pada kegiatan ini, mintalah sedikitnya sepuluh siswa untuk berbaring telentang di lantai. Perintahkan kesepuluh siswa tersebut untuk mengangkat tangannya ke atas sementara siswa lainnya bergerak di atas mereka menggunakan punggung badannya yang dipindahkan dari satu tangan ke tangan lainnya. Gerakan itu seolah-olah seperti orang yang sedang bergulung di atas karpet.

E. Persiapan Imajinasi dan Ingatan Prapentas
Selain kekuatan fisik, siswa juga dituntut memiliki daya imajinasi dan daya ingat terhadap banyak hal. Pada kegiatan ini, siswa diarahkan untuk melatih kepekaan dan ketajaman rasa, ingatan, dan daya fantasinya.

1. Ingatan Rasa
Pada kegiatan ini, siswa diminta untuk membawa bumbu makanan dasar seperti gula, garam, dan merica. Arahkanlah siswa untuk mengingat setiap rasa yang dicecapnya dengan satu gerakan khas. Oleh karena itu, setiap rasa memiliki gerakan yang berbeda-beda.

2. Imajinasi Hari Ini dan Esok
Pada kegiatan ini, mintalah siswa duduk di kursinya masing-masing tanpa meja di depannya. Perintahkan siswa untukmemejamkan mata dan menyimak baikbaik kata yang diucapkan Sahabat Guru. Selanjutnya, katakan secara perlahan apa saja kegiatan yang telah mereka lalui hari ini, mulai dari bangun tidur, mandi, sarapan, berangkat ke sekolah, hingga sampai di sekolah. Sebagai contoh, saat Sahabat Guru mengatakan bangun tidur, mintalah siswa untuk menggerakkan badannya seperti orang yang sedang bangun tidur tanpa bangkit dari kursinya. Sahabat Guru juga bisa mengatakan rangkaian kegiatan yang lain, misalnya membantu ibu memasak atau menyiapkan buku yang akan dibawa esok hari.

3. Ingatan terhadap Hari yang Mengesankan
Pada kegiatan ini, siswa diajak untuk mengingat hal-hal mengesankan yang terjadi dalam jangka waktu yang lebih lama, misalnya kejadian mengesankan dua tahun yang lalu. Tahap ini masih dilakukan sambil memejamkan mata dan menggerakkan tubuh tanpa bangkit dari kursi.

F. Permainan Prapentas
Permainan prapentas hendaknya Sahabat Guru lakukan agar siswa dapat mengembangkan kreativitasnya secara santai sambil melatih kemampuannya bekerja sama dengan teman. Beberapa permainan prapentas yang bisa Sahabat  Guru lakukan dipaparkan sebagai berikut. 

1. Tangan Hipnotis (untuk 2–3 Orang)
Tangan hipnotis adalah permainan yang dapat dilakukan oleh 2–3 orang siswa. Permainan ini dilakukan dengan cara satu siswa menjadikan telapak tangannya seperti cermin yang menghipnotis sehingga siswa yang lain mengikuti ke mana pun arah tangan itu bergerak.

2. Tangan Hipnotis (Berantai)
Dalam permainan tangan hipnotis ini, telapak tangan siswa yang terkena hipnotis dipakai untuk menghipnotis temannya yang lain. Demikian dilakukan berulangulang hingga membentuk rantai hipnotis seperti ular balon yang membesar.

3. Balon Tubuh (Bersamaan)
Permainan ini dapat dilakukan untuk melatih kemampuan bekerja sama siswa. Pada mulanya, siapkanlah balon yang telah ditiup, lalu lemparkan ke udara. Semua siswa bertanggung jawab agar balon itu tidak sampai menyentuh tanah.

4. Tarian Apel (Berpasangan)
Dua siswa yang berpasangan berhadap-hadapan mengimpit sebuah apel di kening mereka sambil diiringi musik bertempo sedang. Kedua siswa tersebut bertanggung jawab mempertahankan apel itu tidak jatuh sambil terus bergerak menari sesuai ritme musik yang diputar. Kedua siswa tersebut kemudian ditantang untuk memindahkan apel dari bagian belakang kepala mereka ke punggung hingga berakhir di antara kedua betis sambil bergerak menari.

5. Tarian Buku (Berpasangan)
Permainan ini dilakukan dengan menaruh buku di atas kepala siswa. Siswa bertanggung jawab menjaga buku itu tidak jatuh ke lantai sambil bergerak menari mengikuti ritme musik yang diputar bersama pasangannya.

6. Tarian Buku (Berkelompok)
Permainan ini dapat dilakukan secara bersama-sama dalam kelompok yang tidak terlalu besar. Dalam permainan ini, siswadiminta bekerja sama mengimpit buku dengan bahu dan berusaha agar buku itu tidak jatuh ke lantai. Dalam waktu bersamaan, siswa bergerak menari dengan tempo perlahan sesuai ritme musik yang diputar.

Sumber : Buku Seni Teater Kelas IV Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:57 AM