Topik A Transformasi Energi di Sekitar Kita

Energi menggerakkan dunia. Kita mengisi perut dengan makanan, tangki mobil diisi dengan bensin, dan beberapa mainan berfungsi dengan baterai. Hal tersebut memperlihatkan bahwa segala sesuatu di dunia ini memerlukan energi. Energi dibutuhkan untuk melakukan gaya. Menarik, mendorong, mengangkat adalah aktivitas yang membutuhkan energi. 

Energi itu kekal, artinya tidak bisa diciptakan, tidak bisa juga dimusnahkan. Namun kita bisa mengubah bentuknya menjadi bentuk yang lain. Ketika habis dipakai, energi tidak musnah, namun akan berubah bentuk menjadi energi yang lain. Umumnya alat-alat buatan manusia adalah alat-alat untuk merubah bentuk energi. Pada lampu, terjadi perubahan dari energi listrik menjadi energi cahaya. Pada alat musik terjadi perubahan energi gerak menjadi energi bunyi. Energi listrik dibentuk dari energi gerak. Pada mobil, terjadi perubahan energi kimia menjadi energi gerak. Saat energi habis, artinya semua energi yang ada sudah berubah menjadi bentuk yang lain.

Energi hampir tidak bisa diubah 100% menjadi energi yang kita inginkan. Bensin pada kendaraan bermotor tidak semua diubah menjadi energi gerak. Ada energi lain yang terbentuk seperti energi panas dan asap kendaraan (energi kimia yang lain). Ketika berolahraga, semua energi kimia pada tubuh tidak berubah menjadi energi gerak, namun ada yang berubah menjadi energi panas. Energi ini bisa kita sebut sebagai energi sampingan atau energi yang terbuang (karena tidak dibutuhkan).

Mari Mencoba
Transformasi energi ada di mana-mana. Yuk kita selidiki transformasi energi yang ada di sekitar kalian!
  1. Carilah transformasi energi yang ada di sekolah.
  2. Petunjuk: carilah sesuatu yang bergerak, menghasilkan panas, cahaya, bunyi, dan listrik. Amati energi apa yang dibutuhkan benda-benda tersebut.
  3. Tuliskan benda serta transformasi energi yang kalian temukan pada buku tugas. Perhatikan contoh cara penulisannya pada tabel berikut.
  4. Presentasikanlah hasil temuan bersama masing-masing teman kelompok.
  5. Perhatikan teman yang lain saat berbicara. Tuliskan benda atau transformasi energi yang tidak kalian temukan.

Lakukan Bersama
Mari kita lakukan berbagai macam eksperimen untuk lebih memahami transformasi energi. Guru kalian akan menyiapkan pos-pos belajar mengenai transformasi energi. Baca dan ikuti instruksi yang ada pada masing-masing percobaan. Catatlah hasil pengamatan pada lembar kerja.

Percobaan 1: Kertas Spiral yang Bergerak
Alat dan bahan:
  1. Karton berukuran 15 x 15 cm;
  2. Gunting;
  3. Benang 15-20 cm;
  4. Jarum;
  5. Sumpit/tusuk sate;
  6. Lilin;
  7. Pensil; dan
  8. Korek api;

Langkah Percobaan:
  1. Buat pola spiral (melingkar) dengan pensil pada kertas karton.
  2. Gunting menjadi spiral mengikuti pola pensil.
  3. Lubangi bagian ujungnya dengan jarum dan masukkan benang.
  4. Ikat benang dan kaitkan ujung satunya pada sumpit/tusuk sate.
  5. Nyalakan lilin dan posisikan kertas sekitar 5 cm di atas api seperti pada gambar. Ingat, kertas tidak sampai menyentuh api.
  6. Pastikan tangan kalian berada dalam posisi diam. Amati apa yang terjadi pada kertas spiral yang kalian pegang.
  7. Setelah semua mencoba diskusikan dengan kelompok pertanyaan berikut. a. Energi apa saja yang ada pada percobaan ini? b. Transformasi energi apa yang kalian lihat?
  8. Tuliskan hasil diskusi pada buku tugas!

Percobaan 2: Kotak yang Bersuara
Alat dan bahan
  1. Kotak kardus bekas ukuran kecil, bisa bekas korek api, pasta gigi, atau sabun.
  2. Beras secukupnya.
  3. Selotip.
  4. Gunting.

Langkah Percobaan
  1. Masukkan sejumput beras ke dalam kotak.
  2. Tutup kotak dengan selotip untuk mencegah beras keluar.
  3. Cobalah buat kotak itu berbunyi.
  4. Setelah percobaan, diskusikanlah dengan kelompok pertanyaan berikut. a. Energi apa saja yang ada di percobaan ini? b. Apa transformasi energi yang kalian lihat?
  5. Tuliskan hasil diskusi pada lembar kerja.
Percobaan 3: Lari Estafet
Alat dan bahan
  1. Benda untuk tongkat estafet.
  2. Tanda untuk tempat berdiri sesuai jumlah pelari.
  3. Stopwatch (jika ada).

Langkah Percobaan
  1. Keluarlah ke halaman sekolah.
  2. Tentukan satu orang yang akan berperan sebagai penghitung waktu. Sisa anggota lainnya akan menjadi pelari.
  3. Berdirilah pada masing-masing tanda yang sudah dibuat oleh guru kalian.
  4. Pelari di tanda pertama akan berlari dan mengestafetkan benda pada pelari kedua. Jika memakai stopwatch, waktu dimulai saat pelari pertama berlari.
  5. Pelari kedua akan berlari dan mengestafetkan benda pada pelari ketiga.
  6. Begitu seterusnya sampai pelari terakhir mengestafetkan benda pada pelari pertama. Matikan stopwatch saat pelari pertama memegang benda.
  7. Setelah semua mencoba diskusikan dengan kelompok pertanyaan berikut. a. Energi apa saja yang ada di percobaan ini?b. Apa transformasi energi yang kalian lihat?
  8. Catat waktu dan hasil diskusi pada lembar kerja.

Percobaan 4: Kartu Transformasi Energi
Alat dan bahan
Kartu transformasi energi (akan disediakan oleh guru kalian).

Langkah Percobaan
  1. Tumpuk kartu transformasi energi di tengah dalam posisi tertutup.
  2. Atur kartu bentuk energi dalam posisi terbuka semua.
  3. Ambil satu kartu dan simpan pada posisi terbuka
  4. Susun transformasi energinya menggunakan kartu bentuk energi.
  5. Buatlah tabel seperti kegiatan Mari Mencoba pada buku tugas. Tulis jawaban pada tabel tersebut.
Perubahan Bentuk Energi di Sekitar Kita
Tujuan: Menamati transformasi energi di sekitar kita
Judul Percobaan Energi apa saja yang ada pada percobaan ini? Apa transformasi energi yang kamu lihat?
Kertas Spiral yang Bergerak
  1. Energi kimia di lilin dan korek,
  2. Energi panas dan cahaya dari api,
  3. Energi gerak saat menyalakan korek,
  4. Energi gerak pada kertas spiral dekat api.
  1. Energi kimia menjadi energi panas dan cahaya (lilin dan korek api).
  2. Energi gerak menjadi energi panas (menyalakan api).
  3. Energi panas menjadi energi gerak (kertas spiral).
Kotak yang Bersuara Energi bunyi dan energi gerak Energi gerak menjadi energi bunyi (suara gesekan beras pada kotak)
Lari estafet
  1. Energi kimia di tubuh,
  2. Energi gerak saat berlari,
  3. Energi panas akibat lari)
  1. Energi kimia menjadi energi gerak saat berlari.
  2. Energi kimia menjadi energi panas (rasa badan setelah berolahraga

Kartu Transformasi Energi
Benda/Kegiatan Transformasi Energi Benda/Kegiatan Transformasi Energi
Setrika Energi listrik menjadi energi panas Telepon Pintar Energi listrik menjadi energi cahaya dan bunyi
Kipas Angin Energi listrik menjadi energi gerak Radio Energi listrik menjadi energi bunyi
Motor Energi kimia menjadi energi gerak Blender Energi listrik menjadi energi gerak
Kompor Gas Energi kimia menjadi energi panas Kayu Bakar Energi kimia menjadi energi panas dan cahaya
Bermain Bola Energi kimia menjadi energi gerak dan panas Lampu Duduk Energi listrik menjadi energi cahaya

Transformasi Energi di Sekitar Kita
Manusia memanfaatkan energi dengan mengubah bentuknya menjadi bentuk yang lain. Umumnya alat-alat buatan manusia adalah alat untuk mengubah bentuk energi. Dalam aktivitas sehari-hari, banyak sekali perubahan energi yang terjadi di sekitar kita.
Transformasi Energi
Mari Refleksikan
1. Apa itu energi?
Tenaga atau kekuatan.
2. Bisakah kita menciptakan energi?
Tidak bisa. Energi tidak bisa diciptakan, tapi bisa diubah bentuknya. 
3. Bagaimana cara manusia menghasilkan bentuk energi yang diinginkannya?
Dengan mengubah bentuknya. Misalnya saja energi listrik diubah menjadi energi gerak pada blender.
4. Apa transformasi energi yang kalian temukan di sekitar sekolah?
Perubahan energi listrik menjadi energi bunyi saat menggunakan pengeras suara dan perubahan energi kimia menjadi energi gerak pada jam dinding.
5. Apa transformasi energi yang paling sering kalian gunakan dalam aktivitasmu sehari-hari?
Energi kimia menjadi energi gerak saat kita berjalan menuju ke sekolah

Belajar Lebih Lanjut
Pada suatu alat, bisa terjadi perubahan energi lebih dari satu kali. Contohnya adalah baterai. Baterai menyimpan energi kimia. Ketika digunakan, baterai akan menghasilkan energi listrik. Energi listrik ini kemudian diubah lagi menjadi bentuk lain sesuai fungsi alatnya.
Energi Listrik
Energi cahaya Matahari juga bisa diubah menjadi energi listrik dengan bantuan panel surya. Panel surya menyimpan energi kimia yang bisa mengubah cahaya Matahari menjadi energi listrik.
Panel Surya
Demikian pembahasan mengenai Topik A: Transformasi Energi di Sekitar Kita. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku IPAS Kleas IV Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:11 PM

Uji Pemahaman Tumbuhan, Sumber Kehidupan di Bumi

Umumnya semua tanaman memiliki akar, batang, dan daun. Sebagian tumbuhan memiliki bunga, spora, dan duri. Menurut Gembong dalam buku Morfologi Tumbuhan (2016), tumbuhan bisa dikelompokan berdasarkan bentuk akar, batang, dan daunnya.Pada umumnya, bagian tubuh tumbuhan bisa dibagi ke dalam 3 fungsi: 1. untuk pertumbuhan tanaman; 2. perlindungan diri atau adaptasi; dan 3. alat berkembang biak.

A. Bagian Tubuh Tumbuhan
Umumnya semua tanaman memiliki akar, batang, dan daun. Sebagian tumbuhan memiliki bunga, spora, dan duri. Tumbuhan bisa dikelompokan berdasarkan bentuk akar, batang, dan daunnya.

Pengelompokkan akar pada tumbuhan meliputi akar tunggang, yaitu akar yang tumbuh dari batang masuk ke dalam tanah. Biasanya dimiliki oleh tumbuhan dikotil. Contoh: mangga, jeruk, jambu, dan cabai; Akar serabut, yaitu akar samping yang keluar dari pangkal batang. Akar ini menggantikan akar tunggang yang tidak berkembang. Biasanya dimiliki oleh tumbuhan monokotil. Contoh: padi, jagung, dan rumput.

Batang juga bisa dikelompokkan ke dalam 3 jenis meliputi batang kayu. Batang yang keras dan kuat karena sebagian besar terdiri atas kayu. Batang basah. Batang yang lunak dan berair. Misalnya pada bayam, kangkung, dll. Batang rumput. Batang yang tidak keras. Mempunyai ruas-ruas nyata dan sering kali berongga. Misalnya pada padi, sereh, dan rumput-rumput pada  umumnya. Daun bisa juga dikelompokkan berdasarkan bentuk tulang daunnya.
  1. Tumbuhan mempunyai bagian tubuh yang berfungsi untuk membantu pertumbuhan, melindungi diri, dan berkembang biak.
  2. Umumnya, hampir semua tumbuhan memiliki: a. Akar: untuk menyerap air dari dalam tanah dan menahan tumbuhan tertanam kuat di tanah; b. Batang: untuk menyalurkan air dan makanan ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Batang juga membuat tumbuhan dapat berdiri kokoh; c. Daun: sebagai tempat menghasilkan makanan.
  3. Bunga berfungsi sebagai alat perkembangbiakan tumbuhan.
  4. Buah merupakan hasil perkembangbiakan tumbuhan. Pada buah terdapat biji yang diselimuti daging.

B. Fotosintesis, Proses Paling Penting di Bumi
Fotosintesis adalah proses yang sangat penting, tidak hanya bagi tumbuhan namun bagi makhluk hidup di Bumi. Baik itu untuk sumber oksigen juga sebagai sumber makanan. Hewan-hewan karnivora mungkin tidak menggunakan tumbuhan sebagai sumber makanan. Namun, mereka memangsa hewan herbivora yang kelangsungan hidupnya bergantung pada tumbuhan.
  1. Fotosintesis adalah proses menghasilkan makanan yang dilakukan oleh tumbuhan.
  2. Tumbuhan di darat dan laut berfotosintesis.
  3. Untuk berfotosintesis tumbuhan membutuhkan Matahari, air, karbon dioksida, dan klorofil.
  4. Hasil dari fotosintesis adalah karbohidrat dan oksigen.
  5. Sumber makanan di Bumi dan udara untuk bernapas dihasilkan dari proses fotosintesis

C. Perkembangbiakan Tumbuhan
Pada tumbuhan berbunga, perkawinan (generatif) terjadi saat proses penyerbukan. Pada perkembangbiakan vegetatif (tidak kawin), keturunan dihasilkan dari 1 induk. Hasilnya, keturunan memiliki sifat identik dengan induknya. Biasanya terjadi karena ada modifikasi akar, batang, atau daun. 
  1. Bagian bunga yang berperan sebagai alat berkembang biak adalah putik (betina) dan benang sari (jantan).
  2. Penyerbukan adalah proses bertemunya serbuk sari dan putik. Serbuk sari menempel di kepala putik, kemudian bakal biji di putik akan berkembang menjadi biji.
  3. Proses penyerbukan terjadi dengan bantuan hewan, angin, juga manusia.
  4. Saat biji sudah terbentuk, tumbuhan menyebarkan bijinya dengan bantuan hewan, angin, air dan manusia

Pada bagian akhir kegiatan peserta didik akan melakukan uji pemahaman untuk mengetahui seberapa penguasaan merekan terhadap materi yang telah dipelajari. Beberapa soal uji pemahaman tentang Tumbuhan, Sumber Kehidupan di Bumi antara lain sebagai berikut :

A. Bagian Tubuh Tumbuhan
Amati gambar bunga mawar di bawah ini.
Mawar
Lalu, sebutkan dan jelaskan bagian tubuh bunga tersebut yang berfungsi sebagai:
  1. Membantu pertumbuhan (Akar karena membuat tanaman tertanam kokoh di dalam tanah sehingga tidak mudah dicabut.)
  2. Melindungi diri;(Duri karena bisa melindungi tanaman dari hewan yang ingin memangsa atau memetiknya)
  3. Alat berkembang biak.(Bunga karena memiliki benang sari dan putik yang bisa menghasilkan biji.)

B. Proses Fotosintesis
Aga mempunyai 2 pot tanaman stroberi di rumahnya. Kemudian, ia melakukan percobaan menggunakan 2 tanaman tersebut. Pot A disimpan di halaman depan rumahnya. Pot B disimpan di dalam lemari. Ia rutin memberikan air untuk kedua tanaman tersebut. Setelah 2 minggu kemudian, Aga melihat Pot A masih dalam kondisi segar dan tumbuh. Namun, tanaman pada pot B layu dan mati. 
Pot Bunga
Jawablah pertanyaan berikut untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan kedua tanaman tersebut.
1. Apa yang membedakan pot A dan pot B dalam percobaan Aga?
Pot A mendapatkan sinar Matahari sedangkan pot B tidak;
2. Mengapa pot B layu walaupun sudah disiram air oleh Aga?
Tanaman membutuhkan sinar Matahari untuk melakukan fotosintesis. Pot B tidak mendapatkan sinar matahari sehingga tidak bisa melakukan fotosintesis. Akhirnya pot B tidak bisa menghasilkan makanan untuk tumbuh.

C. Penyebaran Biji pada Tumbuhan
Amati makhluk hidup berikut!
Penyebaran Biji
1. Berikan 2 cara yang bisa membantu proses penyerbukan pada gambar A!
  • Dengan bantuan hewan pemakan nektar. Hewan ini akan membawa serbuk sari dan membantunya menempel di kepala putik bunga.
  • Dengan bantuan angin. Angin bertiup membawa serbuk sari dan jatuh di kepala putik.
2. Bagaimana cara penyebaran biji yang dilakukan tupai pada  gambar B? Tanaman seperti apa yang bisa disebar dengan cara tersebut?
Biji-biji yang dikubur tupai dalam tanah bisa tumbuh jika ada hujan dan terkena sinar matahari. Tanaman yang cocok dengan cara ini adalah tanaman berbiji yang bisa dimakan.

Demikian pembahasan mengenai Uji Pemahaman Tumbuhan, Sumber Kehidupan di Bumi. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku IPAS kelas IV Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 3:50 PM

Uji Pemahaman Wujud Zat dan Perubahannya

Materi adalah segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Segala sesuatu yang dapat diukur massanya dan terbukti menempati ruang tertentu maka bisa dipastikan bahwa benda itu termasuk materi. Dalam bahasa yang lebih sederhana, jika suatu benda bisa diindera (dilihat, diraba, dirasa) maka benda itu termasuk materi. Meskipun bukan berarti hal yang tidak bisa diraba seperti udara tidak termasuk materi. Udara termasuk materi karena udara memiliki massa dan menempati ruang.

A. Ciri-Ciri Materi adalah Memiliki Volume
Selain memiliki massa, ciri-ciri dari materi adalah menempati ruang. Maksudnya setiap materi pasti memiliki ukuran tertentu. Misalnya air yang bisa disimpan di dalam gelas atau botol. Udara yg bisa memenuhi paru-paru kita atau ruangan. Dengan kata lain, materi juga memiliki volume tertentu
  1. Materi adalah suatu zat yang memiliki massa dan menempati ruang, sehingga bisa diukur massa dan volumenya.
  2. Setiap materi memiliki bentuk, wujud, dan berat yang berbeda-beda.
  3. Semakin banyak jumlah zat, maka semakin besar berat dan volumenya.

B. Memangnya Wujud Materi Seperti Apa?
Dalam bahasa yang lebih sederhana, jika suatu benda bisa diindera (dilihat, diraba, dirasa) maka benda itu termasuk materi. Meskipun bukan berarti hal yang tidak bisa diraba seperti udara tidak termasuk materi. Udara termasuk materi karena udara memiliki massa dan menempati ruang

1. Padat, cair, dan gas adalah tiga wujud materi yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

2. Tabel berikut ini memberikan gambaran perbedaan sifat zat yang berbentuk padat, cair, dan gas
Sifat-sifat Zat Padat Cair Gas
Memiliki bentuk yang relatif tetap (tidak berubah-ubah). ✔️ Tidak ✔️
Memiliki kemampuan mengalir. Tidak ✔️ ✔️
Volumenya relatif tetap. ✔️ ✔️ Tidak

Setiap wujud zat memiliki sifat dan karakteristik dan kegunaan yang berbeda-beda.

C. Bagaimana Wujud Benda Berubah?
Perubahan wujud zat ini dipengaruhi oleh adanya kalor atau panas. Ketika zat padat dipanaskan maka ia akan berubah menjadi cair. Ketika zat cair dipanaskan terus menerus maka ia akan berubah wujud dari cair menjadi gas. Untuk beberapa benda padat yang mudah menguap, ketika dipanaskan wujudnya bisa berubah dari padat menjadi gas. Sebaliknya, ketika gas didinginkan maka akan berubah dari gas menjadi padat, atau menjadi cair dan dari cair menjadi padat.
Perubahan Wujud Benda
  1. Mencair atau meleleh adalah perubahan wujud benda dari padat ke cair.
  2. Membeku adalah perubahan wujud benda dari cair ke padat.
  3. Menguap adalah perubahan wujud benda dari cair ke gas.
  4. Mengembun adalah perubahan wujud benda dari gas ke cair. 
  5. Sublimasi adalah perubahan wujud benda dari padat ke gas.
  6. Sebaliknya, perubahan wujud dari gas ke padat juga disebut deposisi.
  7. Agar dapat mencair, menguap, dan sublimasi, materi perlu dipanaskan (menyerap kalor).
  8. Agar dapat membeku, mengembun, dan deposisi, materi perlu didingankan (melepas kalor).

Pada akhir kegiatan pembelajaran peserta didik akan melakukan uji pemahaman terhadap materi yang telah dipelajari. Beberapa soal Uji Pemahaman Wujud Zat dan Perubahannya adalah sebagai berikut.

1. Kalian dan Shinta ingin membuat es dari jus mangga yang baru saja ia buat. Tetapi sayangnya Shinta kebingungan bagaimana caranya. Berdasarkan ilmu yang sudah kalian dapatkan setelah mempelajari bab ini, berikan saran pada Shinta, apa yang harus ia lakukan!
a. memasukkan jus mangga ke dalam wadah cetakan;
b. menyimpan jus mangga di dalam freezer.
2. Kalian dan Shinta berhasil membuat es mangga! Kalian mengambil sepotong es mangga dan mulai menikmatinya. Tidak lama kemudian ibu Shinta memanggil dan meminta tolong Shinta untuk mengambil pakaian yang sedang dijemur. Shinta meletakkan es di dalam gelas yang ada di hadapan kalian.

Beberapa menit kemudian kalian melihat es mangga yang ada di gelas Shinta berubah menjadi cair. Shinta datang dan menangis karena esnya tidak padat lagi. Menurut kalian mengapa hal itu bisa terjadi? Coba jelaskan kepada Shinta mengapa bisa terjadi hal itu.
Es jus mangga shinta jadi mencair lagi karena suhu di luar freezer jauh lebih tinggi dibandigkan suhu di dalam freezer. Akibatnya karena suhunya naik, maka es akan mencair dan berubah wujud menjadi cair
3. Ah, tidak! Kapur barus yang baru saja kalian beli terinjak dan hancur menjadi berbentuk serpihan dan serbuk.
Kamper
Padahal kalian baru saja berjanji pada ibu kalian untuk membawakan kapur barus yang utuh. Sekarang serbuk kapur barus itu bercampur dengan pasir yang ada di tanah.Menurut kalian, apa yang harus dilakukan agar bisa memisahkan campuran kapur barus dari campuran pasir?
Ketika kapur barus dipanaskan, kapur barus akan berubah menjadi uap sedangkan tanah tidak akan berubah menjadi uap. Uap kapur barus akan mengenai tutup panci/kaca arloji yang dingin (akibat adanya es) dan akan berubah menjadi kapur barus padat.

Demikian pembahasan mengenai Uji Pemahaman Wujud Zat dan Perubahannya. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku IPAS Kelas IV Kurikulum Merdeka, Kemendikbud

Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:20 AM

Uji Pemahaman Gaya di Sekitar Kita

Gaya adalah dorongan atau tarikan. Hasil interaksi antarbenda dapat menghasilkan gaya yang dapat menyebabkan benda bergerak, berhenti bergerak atau berubah bentuk. Gaya membantu kita memindahkan benda. Gaya bisa membuat benda diam menjadi bergerak. Saat kalian mendorong, menarik, atau mengangkat benda, kalian menggunakan gaya otot.

Gaya otot adalah gaya yang dikeluarkan dari otot manusia atau hewan. Melangkahkan kaki ke depan membuat tubuh berpindah tempat. Saat makan, kita menggunakan gaya otot di rahang untuk mengunyah makanan agar menjadi lebih halus dan dapat kita telan. Pemanfaatan gaya otot yang dilakukan oleh hewan bisa kita temukan salah satunya pada kendaraan delman, di mana otot kuda digunakan untuk menarik kereta roda agar dapat bergerak maju.

A. Gaya Gesek
Gaya gesek adalah gaya yang berarah melawan gerak benda atau arah kecenderungan benda bergerak. Gaya gesek muncul apabila dua buah benda bersentuhan.
  1. Jika kedua benda bergesekan maka akan terjadi gaya gesek. Gaya gesek adalah gaya yang berlawanan arah dengan arah gerak benda.
  2. Gaya gesek dipengaruhi oleh: a. kasar atau licinnya permukaan; b. besar atau kecilnya luas permukaan; c. berat atau ringan suatu benda. Benda yang lebih berat akan memperbesar gaya gesek walaupun bentuk atau ukurannya luas.

Gaya gesek dapat diperbesar atau diperkecil sesuai kebutuhan manusia. Beberapa cara memperkecil gaya gesek adalah:
  1. Pemberian pelumas atau oli pada roda atau rantai sepeda.
  2. Penggunaan roda untuk mendorong benda agar lebih mudah dipindahkan.
  3. Penggunaan pisau sebagai alas sepatu ski es atau kereta luncur.

Beberapa cara memperbesar gaya gesek adalah:
  1. Penggunaan pul pada sepatu pemain bola. Hal ini bertujuan agar pemain bola tidak tergelincir saat berlari dan menendang bola di lapangan.
  2. Membuat alur-alur pada ban mobil atau motor. Untuk menghindari slip/tergelincir di permukaan jalan yang licin.
  3. Memberi rantai pada roda mobil saat musim salju.

Berikut manfaat gaya gesekan dalam kehidupan sehari-hari.
  1. Membantu benda bergerak tanpa tergelincir. Permukaan aspal jalan raya dibuat agak kasar. Hal ini bertujuan agar mobil tidak slip ketika bergerak di atasnya. Adanya gesekan antara ban dan aspal menyebabkan mobil dapat bergerak tanpa tergelincir.
  2. Menghentikan benda yang sedang bergerak. Rem motor digunakan agar motor dapat berhenti saat sedang bergerak. Gesekan membuat laju motor akan semakin lambat ketika direm.

Berikut kerugian gaya gesek dalam kehidupan sehari-hari.
  1. Menghambat gerakan: gaya gesekan menyebabkan benda yang bergerak  akan terhambat gerakannya.
  2. Menyebabkan aus/terkikis: penghapus karet yang sering terpakai akan lebih mudah habis, ban sepeda menjadi gundul, dan sol sepatu menjadi tipis.

2. Gaya Magnet
Gaya magnet adalah gaya yang terjadi pada benda-benda yang mempunyai sifat magnet.
  1. Magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan.
  2. Sifat magnet memiliki sifat sebagai berikut : a. Jika kedua kutub yang sama didekatkan, maka akan terjadi gaya tolak-menolak. Kedua kutub ini akan saling mendorong menjauh. b. Jika kedua kutub yang berbeda didekatkan, maka akan terjadi gaya tarik-menarik. Kedua kutub akan saling menarik mendekat. c. Magnet akan menarik benda yang terbuat dari besi. 
  3. Magnet dipakai untuk kompas, penyusun benda-benda elektronik, dan pembuatan kereta super cepat.

3. Gaya Pegas
Gaya pegas adalah gaya yang dihasilkan oleh benda yang bersifat elastis seperti pada karet. Sifat elastis ini membuat benda akan selalu kembali ke bentuk semula setelah diberikan gaya.
  1. Benda elastis adalah benda yang lentur. Benda ini dapat mempertahankan bentuknya dan kembali menjadi bentuk semula.
  2. Gaya pegas ada pada benda elastis. 

4. Gaya Gravitasi
Gaya gravitasi Bumi adalah gaya yang disebabkan oleh gaya tarik yang dihasilkan oleh Bumi. Pusat gaya gravitasi Bumi ada di inti Bumi, yaitu lapisan Bumi yang paling dalam. Oleh karena itu semua benda yang ada di Bumi akan selalu tertarik ke bawah.
  1. Gaya gravitasi Bumi adalah gaya yang menarik benda-benda di Bumi ke inti Bumi.
  2. Benda jatuh karena adanya gaya gravitasi. Massa benda tidak memengaruhi cepat atau lambatnya benda jatuh. 
  3. Faktor yang memengaruhi gerak benda saat jatuh adalah: a. hambatan udara yang menghambat gerakan benda; b. luas permukaan benda. Semakin luas bentuk permukaan, akan lebih besar hambatan udara saat jatuh. 
  4. Gaya gravitasi banyak dimanfaatkan untuk mengalirkan air, baik di rumah, sawah, atau kebun

Selanjutnya pada bagian akhir peserta didik akan mencoba melakukan uji pemahaman terhadap materi yang telah dipelajari di Bab III. Beberapa soal uji pemahaman materi gaya antara lain sebagai berikut :

1. Ke manakah Arah Gayanya?
Deskripsikan gaya yang terjadi serta arahnya pada gambar-gambar berikut.
Arah Gaya

Kemanakah Arah Gayanya
  • A. Saat menimba sumur terjadi gaya tarik. Arah gaya akan ke bawah atau mendekati anak yang menimba.
  • B. Saat mendorong meja terjadi gaya dorong. Arah gaya akan mengikuti arah dorongan.
  • C. Saat mencabut rumput terjadi gaya tarik. Arah gaya pada gambar yaitu ke atas.
  • D. Saat memaku terjadi gaya dorong. Arah gaya pada gambar ke bawah

2. Mendeskripsikan Gambar
Gaya ada di sekitar kita. Perhatikan gambar-gambar berikut dan jelaskan bagaimana cara orang yang ada di dalam gambar menggunakan gaya. Sertakan tujuannya juga ya. Perhatikan contoh cara menjawabnya.
Deskripsi Gambar
Mendeskripsikan Gambar
  • A. Mendorong troli untuk memindahkan benda.
  • B. Mendorong dan menarik cangkul untuk menggali tanah.
  • C. Menarik tali bendera untuk mengibarkan bendera di atas tiang.
  • D. Mendorong kayuh sepeda dengan kaki untuk membuat sepeda bergerak

Sekarang giliran kalian menggambar aktivitas yang sering kalian lakukan dengan menggunakan gaya.

3. Studi kasus
a. Aga hendak membeli sepeda untuk dipakai pergi ke sekolah setiap harinya. Jalan yang harus ditempuh untuk menuju ke sekolahnya terbuat dari tanah. Terkadang jika telah hujan, jalanan ini menjadi lebih licin. Saat di toko sepeda, Aga mendapati 2 jenis sepeda yang berbeda bentuk bannya. Dilihat dari kondisi jalanan yang akan dilewati Aga, menurut kalian sepeda mana yang harus Aga pilih? Mengapa? (petunjuk: gunakan pemahaman kalian mengenai sifat gaya gesek untuk membantu Aga.)
Sepeda
Sebaiknya Aga memilih sepeda B karena jalan yang dilalui Aga adalah jalan berbatu dan dari tanah. Untuk mencegah Aga tergelincir lebih baik Aga memilih sepeda yang permukaan rodanya lebih kasar. 
b. Pernahkah kalian melihat parasut? 
Alat ini dipakai sebagai alat penyelamat dalam pesawat jika terjadi kondisi darurat saat terbang. Orang akan terjun bebas dari pesawat dengan menggunakan parasut. Menurut kalian mengapa desain parasut harus dibuat lebar dan terbuat dari bahan yang ringan? (petunjuk: gunakan pemahaman kalian pada topik gaya gravitasi untuk menjawab pertanyaan).
Desain parasut dibuat lebar agar saat dipakai tidak langsung jatuh, namun akan seperti melayang-layang di udara terlebih dahulu. Bentuk parasut yang lebar membuat saat jatuh lebih banyak dihambat udara

Demikian pembahasan mengenai Uji Pemahaman Gaya di Sekitar Kita. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku IPAS Kelas IV Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:48 AM

Unduh Capaian Pembelajaran Kelas I Sampai dengan VI

Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang harusdicapai peserta didik pada setiap fase. CP menjadi acuan untuk pembelajaran intrakurikuler. Sementara itu, kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila tidak perlu merujuk pada CP, karena lebih diutamakan untuk projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang utamanya untuk mengembangkan dimensi-dimensi profil pelajar Pancasila yang diaturdalam Keputusan Kepala BSKAP tentang Dimensi, Elemen, dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, CP digunakan untuk intrakurikuler, sementara dimensi profil pelajar Pancasila untuk projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Sebagai acuan untuk pembelajaran intrakurikuler, CP dirancang dan ditetapkan dengan berpijak pada Standar Nasional Pendidikan terutama Standar Isi. Oleh karena itu, pendidik yang merancang pembelajaran dan asesmen Mata Pelajaran Matematika tidak perlu lagi merujuk pada dokumen Standar Isi, cukup mengacu pada CP. Untuk Pendidikan dasar dan menengah, CP disusun untuk setiap mata pelajaran. Bagi peserta didik berkebutuhan khusus dengan hambatan intelektual dapat menggunakan CP pendidikan khusus. Peserta didik berkebutuhan khusus tanpa hambatan intelektual menggunakan CP reguler ini dengan menerapkan prinsip modifikasi kurikulum dan pembelajaran.

Pemerintah menetapkan Capaian Pembelajaran (CP) sebagai kompetensi yangditargetkan. Namun demikian, sebagai kebijakan tentang target pembelajaran yang perlu dicapai setiap peserta didik, CP tidak cukup konkret untuk memandu kegiatan pembelajaran sehari-hari. Oleh karena itu pengembang kurikulum operasional ataupun pendidik perlu menyusun dokumen yang lebih operasional yang dapat memandu proses pembelajaran intrakurikuler, yang dikenal dengan istilah alur tujuan pembelajaran. Pengembangan alur tujuan pembelajaran dijelaskan lebih terperinci dalam Panduan Pembelajaran dan Asesmen
CP
Memahami CP adalah langkah pertama dalam perencanaan pembelajaran dan asesmen (lihat Gambar 1 yang diambil dari Panduan Pembelajaran dan Asesmen). Untuk dapat merancang pembelajaran dan asesmen dengan baik, CP perlu dipahami secara utuh, termasuk rasional mata pelajaran, tujuan, serta karakteristik dari Mata Pelajaran. Dokumen ini dirancang untuk membantu pendidik pengampu Mata Pelajaran memahami CP mata pelajaran ini. Untuk itu, dokumen ini dilengkapi dengan beberapa penjelasan dan panduan untuk berpikir reflektif setelah membaca setiap bagian dari CP Mata Pelajaran.

Dalam dokumen CP terdapat empat komponen, diantaranya
1. Rasional Mata Pelajaran
Rasional Mata Pelajaran: Memuat alasan pentingnya mempelajari mata pelajaran tersebut dan keterkaitan antara mata pelajaran dengan salah satu (atau lebih) Profil Pelajar Pancasila. Untuk SLB rasional mata pelajaran juga dikaitkan dengan keterkaitan mata pelajaran untuk menunjang keterampilan fungsional anak dalam kehidupan sehari-hari.

2. Tujuan Mata Pelajaran:
Kemampuan atau kompetensi yang perlu dicapai peserta didik setelah mempelajari mata pelajaran tersebut.

3. Karakteristik Mata Pelajaran:
Deskripsi umum tentang apa yang dipelajari dalam mata pelajaran serta elemen-elemen (strands) atau domain mata pelajaran dan deskripsinya.

4. Capaian Pembelajaran Setiap Fase
Deskripsi yang mencakup pengetahuan, keterampilan, serta kompetensi umum. Selanjutnya diturunkan menjadi capaian pembelajaran menurut elemen yang dipetakan menurut perkembangan siswa. Pembagian fase dalam CP dapat digambarkan sebagai berikut:
Fase A  : Pada umumnya SD Kelas 1-2
Fase B  : Pada umumnya SD Kelas 3-4
Fase C  : Pada umumnya SD Kelas 5-6
Fase D  : Pada umumnya SMP Kelas 7-9
Fase E  : Pada umumnya SMA Kelas 10
Fase F  : Pada umumnya SMA Kelas 11-12

Untuk SLB CP didasarkan pada usía mental yang ditetapkan berdasarkan hasil asesmen. Pembagian fase dapat digambarkan sebagai berikut:
Fase A  : Pada umumnya usía mental (≤7 tahun)
Fase B  : Pada umumnya usía mental (±8 tahun)
Fase C  : Pada umumnya usia mental (±8 tahun)
Fase D  : Pada umumnya usía mental (±9 tahun)
Fase E  : Pada umumnya usía mental (±10 tahun)
Fase F  : Pada umumnya usía mental (±10 tahun)

Bagi Bapak/Ibu/Saudara/Saudari yang membutuhkan dokumen Capaian Pembelajaran silahkan unduh. File ini berbentuk .rar sebesar 12 mb saja. Di dalamnya terdapat CP 11 mata pelajaran dalam bentuk ms word yaitu
  1. Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
  2. Capaian Pembelajaran Pendidikan Pancasila
  3. Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia
  4. Capaian Pembelajaran Matematika
  5. Capaian Pembelajaran IPAS
  6. Capaian Pembelajaran PJOK
  7. Capaian Pembelajaran Seni Musik
  8. Capaian Pembelajaran Seni Tari
  9. Capaian Pembelajaran Seni Rupa
  10. Capaian Pembelajaran Seni Teater.
  11. Capaian Pembelajaran Bahasa Inggris

Bagi yang membutuhkan Dokumen Capaian Pembelajaran silahkan unduh DI SINI.

Demikian pembahasan mengenai Unduh Capaian Pembelajaran Kelas I Sampai dengan VI. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 2:05 PM

Topik D Mengapa Kita Tidak Melayang di Udara?

Pada pembelajaran IPAS kelas IV sekolah dasar Kurikulum Merdeka Bab 3 Gaya di Sekitar Kita terdapat pembahasan mengenai Topik D Mengapa Kita Tidak Melayang di Udara? Tujuan kegiatan pembelajarn ini adalah peserta didik dapat mengidentifikasi gaya gravitasi yang ada di Bumi serta pengaruhnya terhadap benda-benda di Bumi.Peserta didik dapat mengetahui manfaat dan penerapan gaya gravitasi dalam aktivitas sehari-hari.

Gaya gravitasi Bumi adalah gaya yang disebabkan oleh gaya tarik yang dihasilkan oleh Bumi. Pusat gaya gravitasi Bumi ada di inti Bumi, yaitu lapisan Bumi yang paling dalam. Oleh karena itu semua benda yang ada di Bumi akan selalu tertarik ke bawah. Gravitasi Bumi juga yang membuat benda memiliki berat. Berat adalah ukuran gaya yang diakibatkan oleh pengaruh gravitasi dan massa benda. Saat kita berdiri di atas timbangan, gaya gravitasi Bumi menarik kita ke timbangan. Ini yang menyebabkan berat sebuah benda bisa berubah-ubah karena bergantung dengan percepatan gravitasi di tempat tersebut.

Walaupun benda dalam keadaan diam, tetap ada gaya yang bekerja pada benda tersebut, yaitu gaya gravitasi. Arah gaya gravitasi Bumi selalu ke bawah (mengarah ke inti Bumi pusat gravitasi). Benda tidak akan bergerak kecuali ada gaya lain yang diberikan pada benda sehingga benda bergerak. Contohnya buku yang disimpan di atas meja akan tetap diam di atas meja, kecuali kita berikan gaya tambahan dengan cara mengangkatnya

Kecepatan benda jatuh ke bawah akibat gaya gravitasi dipengaruhi oleh hambatan udara. Semakin lebar atau luas permukaan suatu benda, semakin besar hambatan udara (air resistance) yang diterima benda itu saat jatuh ke bawah. Prinsip ini kemudian dipakai untuk mendesain parasut.

Mari Mencoba
Alat dan bahan:
  1. 2 lembar kertas yang berukuran sama (usahakan kertas bekas ya);
  2. Batu;
  3. Lembar kerja.
Langkah Percobaan:
  1. Remas 1 kertas menjadi berbentuk seperti bola.
  2. Jatuhkan bola kertas dan batu secara bersamaan dari ketinggian yang sama.
  3. Amati mana yang jatuh lebih dahulu.
  4. Gantilah batu dengan kertas utuh yang belum diremas.
  5. Sekarang jatuhkan secara bersamaan bola kertas dan selembar kertas dari ketinggian yang sama. 
  6. Amati mana yang jatuh lebih dahulu.
  7. Diskusikan dengan teman kelompokmu mengenai kegiatan ini dengan menjawab pertanyaan berikut.a. Apa yang diamati saat menjatuhkan selembar kertas dan bola kertas secara bersamaan? b. Apakah ada perbedaan berat antara selembar kertas dan kertas yang sudah dijadikan bola?c. Apakah ada perbedaan antara selembar kertas dan kertas yang sudah dijadikan bola? d. Menurut kalian mengapa selembar kertas terlihat seperti melayang-layang dulu ketika jatuh?
  8. Tulis hasil diskusi ini pada lembar kerja!

Lakukan Bersama
Setelah melakukan percobaan bersiaplah untuk membagi hasil diskusi serta solusi dengan kelompok lainnya. Gunakan sikap yang baik saat mendengar pendapat dari teman kalian. Tulislah kesimpulannya pada lembar kerja dengan menjawab pertanyaan berikut: “Apa yang memengaruhi benda yang jatuh karena tarikan gaya gravitasi Bumi?”

Gaya Gravitasi
Tujuan: Mencari tahu sifat-sifat gaya gravitasi
Mari Melakukan Percobaan

Alat dan bahan :
  1. 2 lembar kertas yang berukuran sama (usahakan kertas bekas ya);
  2. Batu;
  3. Lembar kerja.

Langkah Percobaan:
  1. Remas 1 kertas menjadi berbentuk seperti bola.
  2. Jatuhkan bola kertas dan batu secara bersamaan dari ketinggian yang sama.
  3. Amati mana yang jatuh lebih dahulu.
  4. Gantilah batu dengan kertas utuh yang belum diremas.
  5. Sekarang jatuhkan secara bersamaan bola kertas dan selembar kertas dari ketinggian yang sama. 
  6. Amati mana yang jatuh lebih dahulu.
  7. Diskusikan dengan teman kelompokmu mengenai kegiatan ini dengan menjawab pertanyaan berikut.a. Apa yang diamati saat menjatuhkan selembar kertas dan bola kertas secara bersamaan? b. Apakah ada perbedaan berat antara selembar kertas dan kertas yang sudah dijadikan bola?c. Apakah ada perbedaan antara selembar kertas dan kertas yang sudah dijadikan bola? d. Menurut kalian mengapa selembar kertas terlihat seperti melayang-layang dulu ketika jatuh?
  8. Tulis hasil diskusi ini pada lembar kerja!
Kegiatan Hasil Pengamatan
Batu dan bola kertas Batu jatuh duluan dibanding bola kertas.
Bola kertas dan selembar kertas Bola kertas jatuh duluan dibanding selembar kertas.
Batu dan selembar kertas Batu jatuh duluan dibanding selembar kertas.
Mari Berdiskusi
  1. Apa yang diamati saat menjatuhkan selembar kertas dan bola kertas secara bersamaan? Bola kertas jatuh duluan dibanding selembar kertas.
  2. Apakah ada perbedaan berat antara selembar kertas dan kertas yang sudah dijadikan bola?  Tidak ada perbedaan berat antara bola kertas dan selembar kertas.
  3. Apakah ada perbedaan antara selembar kertas dan kertas yang sudah dijadikan bola? Tidak ada perbedaan berat,
  4. Menurut kalian mengapa selembar kertas terlihat seperti melayang-layang dulu ketika jatuh? Karena diakibatkan oleh luas permukaan kertas. Semakin luas bentuk permukaan kertas, akan lebih besar hambatan udara saat jatuh. Serta hambatan udara yang menghambat gerakan kertas.

Mari Refleksikan
1. Apa akibat gaya gravitasi Bumi pada benda yang ada di Bumi?
Benda tertarik ke pusat Bumi sehingga tidak ada benda yang melayang atau benda akan jatuh ke bawah.
2. Menurut kalian apa yang akan terjadi jika tidak ada gaya gravitasi di planet kita?
Benda akan melayang tanpa arah karena tidak ada gaya yang menarik.
3. Apa yang menyebabkan udara menghambat benda saat jatuh?
Hambatan udara dan luas permukaan
4. Bumi kita berbentuk bulat. Namun mengapa kita tetap bisa berdiri tegak, ya?
Karena gravitasi Bumi menarik benda ke inti Bumi

Belajar Lebih Lanjut
Pesawat terbang menggunakan gaya angkat untuk melawan gaya gravitasi. Untuk bisa terbang pesawat harus menghasilkan gaya angkat yang lebih besar dibanding gaya gravitasi. Gaya angkat ini diciptakan oleh sayap pesawat. Namun, untuk menciptakan gaya angkat, sayap pesawat memerlukan kecepatan. Kecepatan ini diciptakan dari tenaga pendorong mesin jet yang dimiliki pesawat terbang. Untuk helikopter, gaya angkat dihasilkan dari baling-balingnya.
Pesawat
Apa yang Sudah Aku Pelajari?
  1. Gaya gravitasi Bumi adalah gaya yang menarik benda-benda di Bumi ke inti Bumi.
  2. Benda jatuh karena adanya gaya gravitasi. Massa benda tidak memengaruhi cepat atau lambatnya benda jatuh.
  3. Faktor yang memengaruhi gerak benda saat jatuh adalah:a. hambatan udara yang menghambat gerakan benda; b. luas permukaan benda. Semakin luas bentuk permukaan, akan lebih besar hambatan udara saat jatuh.
  4. Gaya gravitasi banyak dimanfaatkan untuk mengalirkan air, baik di rumah, sawah, atau kebun 

Demikian pembahasan mengenai Topik D Mengapa Kita Tidak Melayang di Udara? Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku IPAS Kelas IV Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:48 AM

Topik C Benda yang Elastis

Pada pembelajaran IPAS kelas IV sekolah dasar Kurikulum Merdekan Bab 3 Gaya di Sekitar Kita terdapat Topik C Benda yang Elastis. Tujuan pembelajaran topik ini adalah peserta didik dapat mengidentifikasi gaya pegas di sekitarnya. Peserta didik dapat mengetahui manfaat dan penerapan gaya pegas dalam aktivitas sehari-hari.

Gaya pegas adalah gaya yang dihasilkan oleh benda yang bersifat elastis seperti pada karet. Sifat elastis ini membuat benda akan selalu kembali ke bentuk semula setelah diberikan gaya. Karet yang berbentuk elastis akan memanjang ketika kita tarik. Lalu ketika kita lepaskan, karet akan berusaha kembali ke bentuk semulanya sehingga menghasilkan gaya dorong. Contoh lain gaya pegas adalah pada per, busur panah, ketapel, dsb.

Elastisitas adalah kemampuan yang dimiliki benda untuk kembali ke bentuk dan ukuran semulanya saat gaya yang diterapkan padanya dihilangkan. Banu dan Aga sedang belajar memanah. Saat Banu menarik busur anak panah, ia sedang menggunakan gaya pegas. Busur panah terbuat dari benda yang elastis. Benda yang elastis artinya benda ini dapat mempertahankan bentuknya dan kembali menjadi bentuk semula setelah diberi gaya. Biasa disebut juga benda yang lentur. Benda yang elastis akan menghasilkan gaya pegas.

Mari Mencoba
Alat dan bahan:
  1. Karet gelang;
  2. Selembar kertas (usahakan gunakan kertas bekas);
  3. Buku tugas

Percobaan 1: Karet yang Lentur
Langkah Percobaan:
Benda Elastis
  1. Ambil karet gelang.
  2. Tarik karet dan cobalah sepanjang apa kalian bisa menarik karet tersebut tanpa membuatnya putus.
  3. Setelah itu, coba lepaskan karet tersebut. Amati apa yang terjadi pada karet serta bentuknya.
  4. Cobalah berbagai cara untuk mengubah bentuk karet tersebut.
  5. Diskusikan bersama teman sebangku untuk menjawab pertanyaan berikut.a. Apa yang terjadi saat karet ditarik? b. Apa yang terjadi saat karet dilepaskan? Bagaimana bentuk karet? c. Cara apa saja yang kalian dan teman kalian lakukan untuk mengubah bentuk karet?
  6. Tulis hasil diskusi ini pada lembar kerja. kalian juga boleh melengkapi dengan gambar.

Percobaan 2: Alat Pelontar
Langkah Percobaan:
  1. Buatlah bola-bola kecil dari kertas bekas.
  2. Cobalah untuk melontarkan bola kertas dengan bantuan karet gelang. Arahkan bola kertas ke tempat yang kosong ya. Jangan sampai mengenai teman kalian. Guru kalian akan memberi instruksi ke mana kalian akan melontarkan bolanya.
  3. Carilah cara agar kalian bisa melontarkan bola kertas itu sejauh mungkin.
  4. Diskusikan dengan kelompok mengenai kegiatan ini dengan menjawab pertanyaan berikut.a. Bagaimana cara kalian melontarkan bola kertas? b. Mengapa cara ini bisa membuat bola kertas terlempar? c. Cara apa saja yang kalian dan teman kalian lakukan untuk melemparkan bola kertas sejauh mungkin? d. Gaya apa yang kalian amati dan rasakan saat melakukan percobaan 1 dan 2?
  5. Tulis hasil diskusi ini pada buku tugas

Benda yang Elastis
Tujuan: Mencari tahu sifat-sifat benda elastis
Mari Melakukan Percobaan
Percobaan 1: Karet yang Lentur

Alat dan bahan:
  1. Karet gelang;
  2. Selembar kertas (usahakan gunakan kertas bekas);
  3. Buku tugas

Langkah Percobaan:
  1. Ambil karet gelang.
  2. Tarik karet dan cobalah sepanjang apa kalian bisa menarik karet tersebut tanpa membuatnya putus.
  3. Setelah itu, coba lepaskan karet tersebut. Amati apa yang terjadi pada karet serta bentuknya.
  4. Cobalah berbagai cara untuk mengubah bentuk karet tersebut.
  5. Diskusikan bersama teman sebangku untuk menjawab pertanyaan berikut.a. Apa yang terjadi saat karet ditarik? b. Apa yang terjadi saat karet dilepaskan? Bagaimana bentuk karet? c. Cara apa saja yang kalian dan teman kalian lakukan untuk mengubah bentuk karet?
  6. Tulis hasil diskusi ini pada lembar kerja. kalian juga boleh melengkapi dengan gambar
Kegiatan Hasil Pengamatan
Menarik karet Karet memanjang
Melepaskan karet yang ditarik Karet akan bergerak/loncat/terdorong dan bentuknya kembali ke bentuk semula
Percobaan 2: Alat Pelontar

Langkah Percobaan:
  1. Ambil karet gelang.
  2. Tarik karet dan cobalah sepanjang apa kalian bisa menarik karet tersebut tanpa membuatnya putus.
  3. Setelah itu, coba lepaskan karet tersebut. Amati apa yang terjadi pada karet serta bentuknya.
  4. Cobalah berbagai cara untuk mengubah bentuk karet tersebut.
  5. Diskusikan bersama teman sebangku untuk menjawab pertanyaan berikut.a. Apa yang terjadi saat karet ditarik? b. Apa yang terjadi saat karet dilepaskan? Bagaimana bentuk karet? c. Cara apa saja yang kalian dan teman kalian lakukan untuk mengubah bentuk karet?
  6. Tulis hasil diskusi ini pada lembar kerja. kalian juga boleh melengkapi dengan gambar
Kegiatan Hasil Pengamatan
Menarik karet Karet memanjang
Melepaskan karet yang ditarik Karet akan bergerak/loncat/terdorong dan bentuknya kembali ke bentuk semula
Cara mengubah bentuk karet : Ditarik dan direntangkan
Mari Berdiskusi
Karet gelang merupakan salah satu contoh benda elastis. Benda elastis memiliki kemampuan untuk kembali ke bentuk atau ukuran semula saat gaya yang diterapkan dihilangkan. 

Lakukan Bersama
Setelah melakukan percobaan 1 dan 2 bersiaplah untuk membagi hasil diskusi serta solusi dengan kelompok lainnya. Gunakan sikap yang baik saat menyimak pendapat dari teman kalian.

Mari Refleksikan
1. Bagaimana benda elastis bisa menghasilkan gaya?
Saat kembali ke bentuk semula benda elastis akan memberikan gaya dorong.
2. Apa pengaruh gaya pegas terhadap gerak benda?
Bisa membuat benda diam menjadi bergerak.
3. Apakah kalian tahu contoh benda elastis selain karet? Apa kegunaan benda tersebut?
Per adalah benda elastis yang banyak digunakan dalam benda pegas. Misalnya pada pulpen makanik. Per dalam pulpen mekanik bisa membuat ujung pulpen masuk dan keluar katika tombolnya ditekan. Selain itu, per juga digunakan di dalam kasur. Model kasur yang menggunakan per disebut dengan spring bed.

Kendaraan bermotor juga menggunakan per yang berfungsi meredam getaran ketika motor melewati jalan yang tidak rata. Contoh lainnya, alat olahraga bernama trampolin juga menggunakan per di sekelilingnya. Saat melompat di trampolin, orang akan terdorong dan memantul tinggi karena ada per.

Belajar Lebih Lanjut
Benda pegas banyak ditemukan pada benda-benda sekitar kita. Pernahkah kalian menggunakan pulpen mekanik? Pada pulpen ini kita bisa mengeluarkan dan memasukkan ujung tintanya dengan menekan tombol yang disediakan. Pulpen tipe seperti ini menggunakan per didalamnya. Per adalah benda elastis selain karet dan banyak digunakan dalam benda pegas. 

Pegas juga banyak dipakai di alat timbangan. Umumnya dipakai oleh petani atau nelayan untuk menimbang. Bentuknya kecil sehingga praktis dan mudah di bawa. Apakah kalian pernah melihatnya? Per ini juga digunakan di dalam kasur loh. Model kasur seperti ini dinamakan kasur per atau spring bed.

Kendaraan bermotor juga ada yang menambahkan per dengan fungsi yang sama. Umumnya per ini dinamakan suspensi atau akrab disebut dengan shockbreaker.

Ada pula alat olahraga yang bernama trampolin. Alat ini menggunakan kain yang tebal dan kuat serta per di sekelilingnya. Saat orang melompat di trampolin, per dalam alat ini akan mendorong orang tersebut. Akibatnya orang ini akan memantul tinggi. Semakin keras lompatan kita, maka semakin tinggi pantulannya.

Apa yang Sudah Aku Pelajari?
  1. Benda elastis adalah benda yang lentur. Benda ini dapat mempertahankan bentuknya dan kembali menjadi bentuk semula.
  2. Gaya pegas ada pada benda elastis.
  3. Benda elastis akan memanjang jika diberi gaya tarik. Jika dilepaskan, maka benda ini akan memberikan dorongan.
  4. Gaya pegas bisa membuat benda diam menjadi bergerak.
  5. Gaya pegas dipakai pada benda seperti timbangan, busur panah, alat pelontar, jok sepeda, dan lain sebagainya.

Demikian pembahasan mengenai Topik C Benda yang Elastis. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku IPAS Kelas IV Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 2:56 PM

Persoalan Pembagian Bilangan Tiga Angka dengan Satu angka

Pada pembelajaran matematika kelas IV sekolah dasar Kurikulum Merdeka Bab 5 Pembagian dengan Bilangan Satu-Angka terdapat kegiatan memecahkan persoalan Pembagian Bilangan Tiga Angka dengan Satu angka. Tujuan pembelajaran pada kegiatan ini adalah peserta didik memeriksa item yang sudah dipelajari dan menggunakan apa yang telah dipelajari untuk memecahkan masalah.

Masalah atau persoalan matematika adalah soal matematika yang dalam penyelesaiannya dibutuhkan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman yang mendukung karena strategi penyelesaiannya tidak langsung terlihat. Sehingga, tanpa ketiga hal pendukung tersebut, seseorang mungkin akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan sebuah masalah matematika. Berikut ini beberapa persoalan matematika tentang Pembagian Bilangan Tiga Angka dengan Satu angka yang dipelajari di kelas IV sekolah dasar.

Persoalan 1
1) Siswa dapat memahami bagaimana menghitung pembagian dengan metode bersusun. Memikirkan tentang kata dan angka yang sesuai untuk tanda kotak, dan dapat memastikan cara menghitung pembagian bersusun.

Ayo pikirkan cara menghitung 293 : 3 dengan cara bersusun. (Memahami cara menghitung dengan cara bersusun)
Persoalan 1
2) Dapat menghitung pembagian dengan bersusun. Bagi anak-anak yang belum begitu paham mengenai cara menghitung pembagian bersusun, berikan bimbingan individu mengenai bagaimana mendapatkan hasil bagi dan prosedur perhitungannya.

Ayo bagi dengan cara bersusun. (Memahami cara menghitung (2-angka) ÷ (1-angka) dan (3-angka) ÷ (1-angka) dengan cara bersusun)
Persoalan 2

① 34 : 4 = 8 sisa 2
② 50 : 6 = 8 sisa 2
③ 72 : 5 = 14 sisa 2
④ 86 : 2 = 43
⑤ 59 : 4 = 14 sisa 3
⑥ 70 : 5 = 14
⑦ 97 : 6 = 16 sisa 1
⑧ 67 : 3 = 22 sisa 1
⑨ 174 : 6 = 29
⑩ 759 : 4 = 189 sisa 3
⑪ 589 : 7  = 84 sisa 1
⑫ 177 : 3 = 59
⑬ 828 : 3 = 276
⑭ 240 : 5 = 48
⑮ 914 : 7 = 130 sisa 4
⑯ 528 : 5 = 105 sisa 3

3Memecahkan soal penerapan pembagian. Sarankan siswa untuk memikirkan dengan cermat mengenai maksud dar. i soal, kemudian menilai apakah jawaban pembagian bersusun dapat digunakan sebagai jawaban atas soal.

Ada 125 anak yang akan berlomba dalam kelompok yang terdiri dari 6 anak. (Memahami cara membuat kalimat matematika dan memaknai bilangan sisa)
① Ada berapa banyak kelompok yang bisa dibentuk?
125 : 6 = 20
② Jika akan dibuat kelompok dengan sisa anak, ada berapa anak di kelompok tersebut
125 : 6 = 20 sisa 5
4. Memahami hubungan antara bilangan yang dibagi, pembagi, hasil bagi, dan sisanya. Beritahu siswa bahwa yang menjadi target jawaban bukan hanya bilangan yang dapat dibagi 6, tetapi juga bilangan bulat yang memiliki sisa saat dibagi 6.

Temukan sebuah bilangan bulat yang hasil baginya adalah 8 jika dibagi dengan 6. (Memahami hubungan antara pembagi, bilangan yang dibagi, dan sisa pembagian). 
8 x 6 = 48
48 : 6 = 8

Persoalan 2

1. Bacalah soal berikut dan jawab pertanyaan① and ②.(Menyatakan kalimat matematika dari masalah sehari-hari)
  • (A) Kamu memakai 8 pita sepanjang 160 cm. Berapa cm pita yang diperlukan?
  • (B) Kamu membagikan kertas pada teman-temanmu. Kamu membagikan 160 kertas, dan masih ada sisa 8 lembar. Berapa lembar kertas yang kamu miliki sebelumnya?
  • (C) Kamu memiliki 160 permen. Jika kamu memberikan 8 permen pada masing-masing anak, berapa orang yang bisa menerima permen?
  • (D) Seorang kakak memiliki 160 kartu. Dia memberi 8 kartu pada adiknya. Berapa kartu yang tersisa? 
  • (E) Ada 8 anak. Mereka memetik 160 buah jeruk. Jika mereka akan membagi jeruk tersebut sama rata kepada 8 anak, berapa banyak yang akan diterima setiap anak?
  • (F) Ibu tingginya 160 cm. Kakak perempuan tertua tingginya 8 cm lebih pendek dari ibu. Berapakah tinggi kakak?
  • (G) Ada 160 butir telur di dalam 8 kotak. Ada berapa butir telur dalam 1 kotak?
  • (H) Ada 160 anak. Jika kamu membagikan 8 permen kepada setiap anak, berapa banyak permen yang kamu perlukan?

① Pertanyaan manakah yang kalimat matematikanya 160 : 8?
C, E, dan G
② Pertanyaan manakah yang kalimat matematikanya 160 × 8?
A dan H

2.  Ayo buat pertanyaan yang kalimat matematikanya sebagai berikut. (Mengajukan masalah matematika dari kalimat matematika)
① 450 : 9
Di sebuah sekolah terdapat siswa sebanyak 450 siswa. Jika di sekolah tersebut terdapat 9 kelas, berapa banyak siswa setiap kelas?
② 450 × 9
Ada ada 9 gerobak yang sedang mengangkut batu bata. Jika setiap gerobak dapat mengangkut 450 buah batu bata, berapa jumlah batu bata yang diangkut oleh seluruh gerobak?

Demikian pembahasan mengenai Persoalan Pembagian Bilangan Tiga Angka dengan Satu angka. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Matematika Kela IV Sekolah Dasar, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:57 PM

Soal Latihan Pembagian Bilangan Satu Angka

Pada pembelajaran matematika kelas IV Sekolah Dasar Kurikulum Merdeka Bab 5 Pembagian dengan Bilangan Satu-Angka terdapat  kegiatan latihan. Tujuan kegiatan kali ini adalah memperdalam pemahaman tentang apa yang telah dipelajari yaitu Pembagian Bilangan Satu Angka.

Pembahasan kali ini adalah tentang cara Membagi Bilangan Tiga Angka dengan Bilangan Satu Angka. Diharapkan siswa mampu memikirkan cara menghitung pembagian, menjelaskan prosedur perhitungan bersusun dengan menghubungkan cara menghitung operasi pembagian dan pembagian bersusun. Perlu diingat jika hasil baginya kurang dari 100, kita mulai dengan menuliskan angka di nilai tempat puluhan. Berikut ini beberapa soal latihan Pembagian Bilangan Satu Angka dan pembahasannya.

1. Dapat melakukan perhitungan pembagian secara bersusun pada operasi pembagian: (bilangan nilai tempat kedua) : (bilangan nilai tempat pertama)
Soal 1
Ayo berhitung
① 78 : 3 = 26
② 96 : 8 = 12
③ 38 : 2 = 19
④ 55 : 5 = 11
⑤ 48 : 4 = 12
⑥ 77 : 6 = 12 sisa 5
⑦ 56 : 3 = 18 sisa 2
⑧ 90 : 7 = 12 sisa 6
⑨ 83 : 2 = 41 sisa 1
⑩ 65 : 3 = 21 sisa 2
⑪ 98 : 9 = 10 sisa 8
⑫ 81 : 4 = 20 sisa 1

Diharapkan guru mengetahui anak-anak yang tidak sepenuhnya memahami penghitungan bersusun dari operasi (bilangan nilai tempat kedua) : (bilangan nilai tempat pertama), dan mengambil tindakan seperti mengubah nilai numerik pada soal.

2. Dapat melakukan perhitungan pembagian secara bersusun pada operasi pembagian: (bilangan nilai tempat ketiga) : (bilangan nilai tempat pertama)
Soal 2


 Ayo berhitung.
① 548 : 4 = 137
② 259 : 7 = 37
③ 624 : 3 = 208
④ 367 : 9 = 40 sisa 7
⑤ 457 : 6 = 76 sisa 1
⑥ 543 : 5 = 108 sisa 3
⑦ 963 : 8 = 120 sisa 3
⑧ 728 : 6 = 121 sisa 2
Pada perhitungan bersusun yang terdapat nilai tempat kosong pada hasil bagi, sarankan siswa untuk tidak mengabaikan kekosongan tersebut, dan dukung agar mereka dapat melakukan proses perhitungan dengan efisien.

3. Siswa dapat memahami konteks penerapan pembagian dan memecahkan soal. Memahami bahwa konteks yang digunakan dalam pembagian, sehingga siswa dapat menentukan aturannya.

Marini dan 5 temannya akan membuat 360 bangau kertas. Jika setiap anak membuat bangau dalam jumlah yang sama, berapa bangau yang harus dibuat setiap anak?

① Apa yang diketahui?
Banyak anak 6 orang
Banyak bangau 360 buah
② Apa yang ditanyakan?
Berapa bangau yang harus dibuat setiap anak?
③ Tulis apa yang diketahui dan temukan jawabannya.
360 :  6 = 60
4. Memahami soal, menerapkan empat operasi aritmatika untuk memecahkan soal. Sarankan bahwa penting untuk mengetahui jumlah total pensil untuk menentukan jumlah pensil yang dibutuhkan.

Ada 436 pensil sebagai hadiah perlombaan di suatu sekolah. Pensil tersebut dibagi menjadi kelompok-kelompok dimana setiap kelompok berisi 3 pensil. Berapa kelompok pensil yang didapat? Berapa pensil yang diperlukan untuk membuat 150 kelompok?
Pembagian
  • (1) 436 : 3
  • (2) Membagi 4 bundel berisi100 kepada 3 kelompok. 4 : 3 = 1 sisa 1(Memikirkan tentang arti dari "sisa 1" yaitu 1 x 100 = 100)
  • (3) Memecahkan 1 bundel berisi 100 yang tersisa, menjadi 13 bundel berisi 10, kemudian membaginya kepada 3 kelompok. 13 : 3 = 4 sisa 1
  • (4) Memecah 1 bundel berisi 10 yang tersisa menjadi 16 satuan, kemudian bagi kepada 3 orang. 16:3=5 sisa 1
  • (5) Konfirmasikan jawabannya. 436 : 3 = 145 sisa 1. Jika ingin membuat 150 kelompok dibutuhkan 3 x 150 = 450 pensil.

5. Berdasarkan keliling persegi, soal dapat dipecahkan dengan menerapkan pembagian. Berdasarkan sifat persegi, minta mereka untuk menemukan panjang sisi dari panjang kelilingnya.

Kamu sedang membuat sebuah persegi menggunakan kawat sepanjang 64 cm. Berapakah panjang sisinya?
64 : 4 = 16 cm
Demikian pembahasan mengenai Soal Latihan Pembagian Bilangan Satu Angka. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Matematika Kelas IV Sekolah Dasar, Kemendikbud.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 10:16 AM

Kalimat Matematika Seperti Apa?

Pada pembelajaran matematika kelas iv sekolah dasar Bab 5 Pembagian dengan Bilangan Satu-Angka terdapat kegiatan Kalimat matematika seperti apa? Tujuan pembelajaran kegiatan ini adalah memahami hubungan antara besaran darisoal cerita dan gambar, menentukan apakah masuk ke perhitungan pembagian atau perkalian, kemudian menggambarkannya dan membuat kalimat matematika.

Kalimat matematika adalah kalimat yang mendukung pernyataan matematis dan menggunakan lambang matematika. Terdiri atas kalimat yang memiliki arti dan yang tidak memiliki arti. Kalimat yang memiliki arti sifatnya masuk akal. Sementara yang tidak memiliki arti, sifat kalimatnya tidak masuk akal.

Seorang siswa yang diperhadapkan dengan soal cerita harus memahami langkah-langkah sistematik untuk menyelesaikan suatu masalah atau soal cerita matematika. Siswa dikatakan memahami masalah apabila siswa mampu mengemukakan data yang diketahui dan ditanyakan dalam soal. Setelah siswa memahami masalah dengan benar, selanjutnya mereka harus mampu menyusun rencana penyelesaian masalah. Siswa menerjemahkan soal cerita ke dalam kalimat matematika.

Kalimat matematika terdiri dari kalimat pernyataan, kalimat tertutup, kalimat terbuka, kesamaan, ketidaksamaan, persamaan dan pertidaksamaan.
  1. Kalimat Pernyataan, contoh: 2 + 3 = 4 adalah kalimat pernyataan yang memiliki nilai salah.
  2. Kalimat Tertutup, contoh: 2 x 3 = 12
  3. Kalimat Terbuka, contoh: 3 x ... = 12
  4. Kalimat Kesamaan, contoh: 2 + 7 = 9
  5. Kalimat Ketidaksamaan, contoh: 5 < 3, 4 > 8, 3 =/ 3
  6. Kalimat Persamaan, contoh: x + y = 5
  7. Kalimat Pertidaksamaan, contoh: x + 5 > 12

Berikut ini pembahasan tentang kalimat matematika dan penyelesaiannya pada kelas IV sekolah dasar.

1. Siswa kelas 4 berdarmawisata menggunakan 3 bus. Ada 38 anak di setiap bus. Ada berapa banyak anak seluruhnya?
Soal Cerita 1
Untuk menyelesaikan soal di atas dapat dilakukan dengan membaca soal, rumuskan dengan menggunakan gambar sebagai petunjuk, dan menyelesaikan soal
  • (1) 38 x 3
  • (2) Memikirkan mengapa termasuk pada perhitungan perkalian. Karena jika melihat gambarnya dapat menentukan jumlah keseluruhan. Karena jumlah satu bagiannya sama, sehingga perhitungan perkalian dimungkinkan.
  • (3) Mengecek jawaban. 114 orang

① Apa yang diketahui?
Banyak anak 38 orang
Banyak bus 3 buah
② Apa yang ditanyakan?
Berapa banyak anak seluruhnya??
③ Tulis apa yang diketahui pada diagram dan temukan jawabannya.
38 x 3 = 114
2. Ada 56 dl jus jeruk. Jus tersebut dibagikan kepada 7 kelompok. Berapa banyak yang akan diterima setiap kelompok?
Soal cerita 2
Untuk menyelesaikan soal di atas dapat dilakukan dengan membaca soal, merumuskan dengan menggunakan gambar sebagai petunjuk, dan menyelesaikan soal.

(1) 56 : 7. Memikirkan mengapa masuk pada perhitungan pembagian. Karena ketika melihat gambar, ukuran satu bagian dapat ditentukan dengan membagi sama banyak 56 ke dalam 7 kelompok.  Mengonfirmasi jawaban. 8dL(desiliter).

① Apa yang diketahui?
Banyak jus 56 dl
Banyak kelompok 7
② Apa yang ditanyakan?
Banyak jus yang akan diterima setiap kelompok?
③ Tulis apa yang diketahui pada diagram dan temukan jawabannya.
56 : 7 = 8
3. Sebanyak 48 anak laki-laki berpartisipasi dalam sebuah perlombaan. Jika tiap kelompok terdiri dari 4 anak laki-laki, ada berapa banyak kelompok seluruhnya?

Untuk menyelesaikan soal di atas dapat dilakukan dengan  membaca soal, merumuskan, dan selesaikan soal.

Membaca soal , kemudian membuat gambarnya/ diagramnya.
  • (1) 48 : 4
  • (2) Memikirkan mengapa termasuk ke dalam perhitungan pembagian. Karena untuk menentukan ada berapa banyak kelompok, dicari dengan membagi kelompok dengan jumlah anggota kelompok yang sama banyak.
  • (3) Mengonfirmasi jawaban. 12 kelompok.

① Apa yang diketahui? Apa yang ditanyakan?
Jumlah anak laki-laki 48
Tiap kelompok terdiri dari 4 anak laki-laki
Ditanyakan berapa banyak kelompok seluruhnya?
② Tulislah apa yang diketahui pada diagram dan temukan jawabannya.
48 : 4 = 12

Demikian pembahasan mengenai Kalimat matematika seperti apa? Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Matematika Kelas IV Kurikulum Merdeka, Kemendikabud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 5:55 PM

Menghitung Bilangan 3 Angka Dibagi Bilangan Satu Angka

Pada pembelajaran matematika kelas IV sekolah dasar Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan mengenai Menghitung Bilangan 3 Angka Dibagi Bilangan Satu Angka. Tujuan kegiatan pembelajaran ini adalah memikirkan cara menghitung (bilangan nilai tempat ketiga) : (bilangan nilai tempat pertama) dengan memisahkan setiap nilai tempatnya.(2) Memikirkan cara menghitung ketika hasil bagi adalah bilangan nilai tempat ketiga pada perhitungan: (bilangan nilai tempat ketiga) : (bilangan nilai tempat pertama).

Sebagai bagian dari aritmetika dasar, pembagian bersusun panjang adalah suatu cara untuk memecahkan dan menemukan jawaban soal pembagian panjang dari bilangan yang paling tidak terdiri dari dua angka. Mempelajari langkah-langkah dasar pembagian bersusun panjang akan membantumu untuk membagi bilangan apa saja, baik bilangan bulat atau desimal. Proses ini mudah dipelajari dan kemampuan melakukan pembagian bersusun panjang akan membantumu mengasah pemahaman matematika yang akan bermanfaat baik di sekolah maupun di bagian kehidupanmu yang lain.

1. Ada 639 lembar kertas berwarna. Jika kertas tersebut dibagi sama rata menjadi 3 bagian, berapa lembar kertas yang akan ada di tiap bagian?
Membagi Kertas
① Membaca soal, dan memahami bahwa itu adalah perhitungan pembagian, dan tuliskan kalimat matematika: (bilangan nilai tempat ketiga) : (bilangan nilai tempat pertama).

② Dari sekitar 600 lembar, memprediksi ada berapa banyak lembar dalam satu set-nya.

③ Menghitung sambil memanfaatkan gagasan:(bilangan nilai tempat kedua) : (bilangan nilai tempat pertama)
  • (1) Membagi bundel berisi 100. 6 : 3 = 2. Karena 2 jumlahnya bundel berisi 100, maka totalnya adalah 200.
  • (2) Membagi bundel berisi 10. 3 : 3 = 1. Karena 1 jumlahnya bundel berisi 10, maka totalnya 10.
  • (3) Membagi lembaran. 9 : 3 = 3

2. Ada 536 lembar kertas. Kertas tersebut dibagi sama rata kepada 4 anak. Berapa lembar kertas yang akan diterima setiap anak?  Ayo pikirkan cara memperoleh jawabannya.

Membaca isi soal, merumuskan, dan memikirkan metode perhitungannya dibandingkan dengan soal sebelumnya.
bersusun
  • (1) 536 : 4
  • (2) Membagi 5 bundel berisi100 kepada 4 orang. 5 : 4 = 1 sisa 1(Memikirkan tentang arti dari "sisa 1" yaitu 1 x 100 = 100)
  • (3) Memecahkan 1 bundel berisi 100 yang tersisa, menjadi 13 bundel berisi 10, kemudian membaginya kepada 4 orang. 13 : 4 = 3 sisa 1
  • (4) Memecah 1 bundel berisi 10 yang tersisa menjadi 16 satuan, kemudian bagi kepada 4 orang. 16:4=4
  • (5) Konfirmasikan jawabannya. 536 : 4 = 134.

3. Ayo bagi dengan cara bersusun.
cara bersusun
3. Ada 254 lembar kertas berwarna. Jika kertas-kertas tersebut dibagi sama rata kepada 3 anak, berapa lembar kertas yang akan diterima setiap anak dan berapakah sisanya?
lembar kertas
① Bisakah kita membagi kertas tersebut tanpa membuka tumpukan 100?(tidak)

② Pikirkan masalah ini dengan menukar dua tumpukan 100 lembar kertas menjadi tumpukan 10-an. Jadi, 254 lembar kertas menjadi tumpukan 10-an plus 4 lembar.
  • (1) Memecah 2 bundel berisi 100, menjadi 20 bundel berisi 10.
  • (2) Menggabungkannya dengan 5 bundel berisi 10, sehingga total bundel berisi 10 menjadi 25 bundel, disarankan untuk dikaitkan dengan benda semi konkret, gambar atau grafik.
  • (3) Membagi 25 bundel berisi 10 lembar. 25:3=8 sisa 1 Karena membagi bundel berisi 10, maka ditekankan bahwa hasil bagi berada di tempat puluhan.
  • (4) 1 bundel yang tersisa dipecah, dan dihitung sebagai 14 lembaran (satuan).14:3=4 sisa 2
  • (5) Memastikan hasil bagi dan sisa.254 : 3 = 84 sisa 2

Jika hasil baginya kurang dari 100, kita mulai dengan menuliskan angka di nilai tempat puluhan.

Latihan
Soal Latihan
5. Jawaban untuk 2 soal pembagian di bawah ini dihitung sebagai berikut.
Soal 5
① Cara menemukan jawaban dengan cara bersusun. 
Nilai tempat satuan pada soal a adalah 0 : 3, dan hasil baginya adalah 0. 3 × 0 = 0, 0 – 0 = 0
Nilai tempat satuan pada soal b adalah 0 : 3 dan hasil bagi adalah 0. Perhitungan lanjutannya tidak dicantumkan. Pada soal b 3 × 0 = 0 dan 0 – 0 = 0 dihilangkan.

② Periksa jawabannya sebagai berikut. (pembagi) × (hasil bagi) + (sisa) = (bilangan yang dibagi)
3 x 140 + 0 = 420
8 x 107 + 3 = 859
Latihan
Soal latihan

Berhitung Mencongak
Ayo selesaikan 72 : 4 secara mencongak.
Mencongak
Demikian pembahasan mengenai Menghitung Bilangan 3 Angka Dibagi Bilangan Satu Angka. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Matematika Kelas IV, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 12:31 PM

Pembagian dengan Hasil Bagi 2 Angka

Pada pembelajaran matematika kelas IV sekolah dasar Kurikulum Merdeka pada Unit 5 Pembagian terdapat kegiatan pembelajaran tentang Pembagian dengan Hasil Bagi 2 Angka. Tujuan kegiatan pelajaran pada bagian ini adalah emikirkan cara menghitung pembagian: (bilangan nilai tempat kedua) : (bilangan nilai tempat pertama) yang tidak ada bagian yang diturunkan.(2) Mempertimbangkan cara menghitung pembagian:(bilangan nilai tempat kedua) : (bilangan nilai tempat pertama) yang terdapat bagian yang diturunkan.

Pembagian merupakan salah satu materi yang ada dalam pelajaran matematika. Materi pembagian ini merupakan kebalikan dari perkalian. Prasyarat untuk mempelajari materi ini adalah harus sudah menguasai materi perkalian. Minimal pelajaran pengurangan bilangan.

1. Kita ingin membagi 69 kertas berwarna sama rata kepada 3 anak. Berapa banyak kertas yang akan diterima setiap anak?

Tulislah kalimat matematikanya :
69 (jumlah kertas berwarna) : 3 (jumlah anak)

Ayo pikirkan bagaimana cara menemukan hasil bagi 69 : 3 dengan memperhatikan ilustrasi di samping.
Pembagian
Bagilah 69 kertas berwarna kepada 3 orang dengan jumlah yang sama. Berapa lembarkah untuk satu orangnya?

Kalimat matematika:69 : 3
Dengan bundel seperti apa, dan bagaimana sebaiknya membaginya?
Bundelan
69 : 3
= 60:3 = 20
= 9:3 = 3
Total 23

2.  Kita ingin membagi 72 lembar kertas berwarna sama rata kepada 3 anak. Berapa lembar yang akan diterima setiap anak?
Membagi 72
① Kita ingin membagi 7 bagian yang masing-masing berisi 10 lembar kepada 3 anak. Berapa bagian yang akan diterima setiap anak dan berapakah sisanya?

②Kita membagi 1 bagian sisanya menjadi 10 lembar kertas dan menambahkannya ke 2 lembar kertas sisanya.

③ Kita membagi 12 lembar kertas kepada 3 anak.
12 : 3 

④ Berapa lembar kertas yang akan diterima setiap anak?
Bagian yang isinya 10 lembar → 7 : 3 = 2 sisa 1.
72 : 3
= 60 : 3 = 20
= 12 : 3 = 4
Total = 24

Cara menghitung 72 : 3 dengan Bersusun 
Bersusun
(1) [Bagikan]
① "Di mana" letak hasil bagi? Pertama, karena membagi ke dalam bundel berisi 10, ada berapa "10"? Dengan menekankan hal ini, biarkan anak-anak memutuskan di mana hasil bagi diletakkan.

② "Berapa" hasil baginya?Membagi 7 bundel berisi 10 lembar. Karena 7:3=2 sisa 1, maka hasil baginya 2, dan berada di nilai tempat puluhan.

(2) "Kalikan"
Karena 3×2=6, dan 6 adalah jumlah bundel berisi 10 lembar, maka tulis 6 di bawah 7.

(3) "Kurangkan, cek" 
7–6=1
Memastikan "1 yang merupakan sisa" nilainya lebih kecil dari "3 yang merupakan pembagi".
Buat Anak menyadari bahwa sisa 1 tersebut tidak dapat dibagi sebagai satu bundel berisi 10 begitu saja, dan pahamkan anak mengenai pentingnya memecah sisa 1 bundel tersebut menjadi 10 lembaran (bukan sebagai bundelan).

(4) "Turunkan"
Turunkan 2 yang terdapat di nilai tempat pertama, untuk menjadi 12 buah satuan.

5) "bagi" yang kedua
① "Di mana" letak hasil bagi? Karena itu membagi 12 lembaran, maka ia berdiri di nilai tempat pertama.

② "Berapa" hasil baginya? Karena 12:3=4, maka hasil baginya 4 dan berada di nilai tempat satuan.

(6) "Kalikan" yang kedua 3x4=12. Tulis 12 di bawah 12.

(7) "Kurangkan" yang kedua 12-12=0. Tulis 0, dan konfirmasi bahwa jawabannya adalah 24.

Catatan : Saat melakukan pembagian dengan bersusun, mulailah dengan nilai tempat tertinggi.

3. Nilai tempat satuan 92 : 4 dengan bersusun. Apakah kesalahannya? Perbaiki kesalahannya dan selesaikan soalnya.
Pembagian Bersusun
(1) [Bagikan]
9 : 4 = 2 sisa 1 Tulislah 2 di nilai tempat puluhan.

(2) "Kalikan"
Karena 4 × 2 = 8 dan 8 adalah jumlah bundel berisi 10 lembar, maka tulis 8 di bawah 9.

(3) "Kurangkan, cek" 
9 –8 =1

(4) "Turunkan"
Turunkan 2 yang terdapat di nilai tempat pertama, untuk menjadi 12 buah satuan.

5) "bagi" yang kedua
① "Di mana" letak hasil bagi? Karena itu membagi 12 lembaran, maka ia berdiri di nilai tempat pertama.

② "Berapa" hasil baginya? Karena 12:4=3, maka hasil baginya 3 dan berada di nilai tempat satuan.

(6) "Kalikan" yang kedua 4 x 3 =12. Tulis 12 di bawah 12.

(7) "Kurangkan" yang kedua 12-12=0. Tulis 0, dan konfirmasi bahwa jawabannya adalah 23.

4. Ayo jelaskan cara membagi dengan bersusun!
Cara Bersusun
1. 74 : 3
  • Bagikan : 7 : 3 = 2 sisa 1. Tulislah 2 di nilai tempat puluhan
  • Kalikan : 3 x 2 = 6. 6 artinya 6 bagian berisi 10 digunakan untuk membagi 7.
  • Kurangkan : 7 - 6 = 1. Sisanya harus kurang dari pembagi (3).
  • Turunkan nilai 4 di nilai satuan
  • Bagi : 14 : 3 = 4 sisa  2. Tulis 4 di nilai tempat satuan.
  • Kalikan : 3 x 4 = 12
  • Kurangkan : 14 - 12 = 2. Kita tidak perlu menghitung ini lagi.
  • Tulis 2, dan konfirmasi bahwa jawabannya adalah 24 sisa 2.

2. 69 : 2
  • Bagikan : 6 : 2 = 3. Tulislah 3 di nilai tempat puluhan
  • Kalikan : 3 x 2 = 6. 6 artinya 6 bagian berisi 10 digunakan untuk membagi 6.
  • Kurangkan : 6 - 6 = 0. Sisanya harus kurang dari pembagi (2).
  • Turunkan nilai 9 di nilai satuan
  • Bagi : 9 : 2 = 4 sisa  1. Tulis 4 di nilai tempat satuan.
  • Kalikan : 4 x 2 = 8
  • Kurangkan : 9 - 8 = 1. Kita tidak perlu menghitung ini lagi.
  • Tulis 1, dan konfirmasi bahwa jawabannya adalah 34 sisa 1.

5. Ayo tulis dan jelaskan cara membagi 92 : 3 dengan bersusun di buku catatanmu.
Sembilan Puluh Dua
  • Bagikan : 9 : 3 = 3. Tulislah 3 di nilai tempat puluhan
  • Kalikan : 3 x 3 = 9. 9 artinya 9 bagian berisi 10 digunakan untuk membagi 9.
  • Kurangkan : 9 - 9 = 0. Sisanya harus kurang dari pembagi (3).
  • Turunkan nilai 2 di nilai satuan
  • Tulis 0 pada nilai satuan. 
  • Kalikan : 3 x 0 = 0
  • Kurangkan : 2 - 0 = 2.  Kita tidak perlu menghitung ini lagi.
  • Tulis 2, dan konfirmasi bahwa jawabannya adalah 30 sisa 2.

Latihan
1. Ayo bagi dengan bersusun.
Pembagian Bersusun
2. Dua anak mengumpulkan kerang. Mereka menemukan 90 kerang.Jika dibagi sama rata, berapa kerang yang akan diterima setiap anak?
90 : 2 = 45.
Demikian pembahasan mengenai Pembagian dengan Hasil Bagi 2 Angka. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Matematika Kelas IV, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:56 PM