Rangkuman Materi PPKn Kelas 3 Tema 8 Subtema 2

Selamat datang di blog ini, semoga apa yang anda butuhkan ada di sini. Pada tulisan kali ini saya mencoba merangkum tema VIII Praja Muda karana khususnya muatan pelajaran PPKn. Tema 8 terbagi menjadi empat subtema yaitu Subtema 1 Aku Anggota Pramuka, Subtema 2 Aku Anak Mandiri, Subtema 3 Aku Suka Bertualang, dan Subtema 4 Aku Suka Berkarya. Rangkuman atau resume ini ditulis dengan harapan semoga dapat membantu bapak ibu guru untuk lebih mudah memahami materi matematika tematik tema 7 kurikulum 2013.

Rangkuman Muatan PPKn Tema 8 Subtema 2 Aku Anak Mandiri
Kompetensi Dasar
3.1 Memahami arti gambar pada lambang negara “Garuda Pancasila”
4.1
Menceritakan arti gambar pada lambang negara

Pada pembelajaran tematik Tema 8 Subtema 2 dibahas mengenai Pengamalan Sila Pancasila. Simak penjelasannya berikut ini.

Pembelajaran 2
Bermusyawarah juga merupakan salah satu pengamalan sila Pancasila. Bermusyawarah merupakan pengamalan sila keempat. Sila keempat berbunyi kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Simbol sila keempat Pancasila berupa kepala banteng.

Berikut ini contoh-contoh pelaksanaan sila keempat Pancasila
Pengamalan Sila Keempat
Jawablah pertanyaan berikut sesuai dengan bacaan!
  1. Apa arti bermusyawarah? (Bermusyawarah artinya berdiskusi untuk membicarakan atau menyelesaikan masalah)
  2. Sebutkan 3 contoh kegiatan bermusyawarah! ( Contoh kegiatan bermusyawarah diantaranya berdiskusi menentukan ketua kelas, berdiskusi memilih ketua kelompok, dan berdiskusi saat menyelesaikan permasalahan antar teman)
  3. Termasuk pengamalan sila keberapa kegiatan bermusyawarah? ( Musyawarah termasuk pengamalan sila keempat. Sila keempat berbunyi Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan)
  4. Apa simbol dari sila Pancasila yang berbunyi kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan? (Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan adalah sila keempat. Lambang sila keempat adalah kepala banteng)

Tuliskan pendapatmu mengenai hal berikut ini! Bandingkan pendapatmu dengan pendapat temanmu!
  1. Bagaimana cara musyawarah agar berjalan dengan lancar? (Peserta musyawarah saling menghormati atau menghargai setiap pendapat orang lain, serta tidak boleh hanya mementingkan pendapat diri )
  2. Apa yang kamu lakukan jika ada teman yang berbeda pendapat? (Menghormati pendapat yang ia kemukakan)

Pembelajaran 4
Ketuhanan Yang Maha Esa
Berikut ini beberapa contoh sikap pengamalan sila pertama Pancasila.
Pengamalan Sila Pertama
  1. Edo taat menjalankan ibadah. Edo beribadah sesuai agama yang dianutnya. Edo mengamalkan sila pertama Pancasila.
  2. Sebelum dan sesudah makan Siti selalu berdoa. Berdoa sebagai tanda bersyukur. Berdoa sebagai tanda ucapan terima kasih kepada Tuhan. Siti mengamalkan sila pertama Pancasila.
  3. Dayu sangat rajin merawat tanaman. Dayu mencintai tanaman. Dayu mencintai makhluk ciptaan Tuhan. Dayu mengamalkan sila pertama Pancasila.

Tuliskan 5 contoh perilaku yang menunjukkan pengamalan sila pertama Pancasila!
  1. Meyakini adanya Tuhan yang Maha Esa
  2. Percaya dan taqwa Tuhan yang Maha Esa
  3. Menghormati agama orang lain
  4. Tidak mengganggu peribadatan orang lain yang berbeda agama
  5. Menjaga kerukunan antar umat beragama di lingkungan sosial masyarakat
  6. Menghormati kebebasan beragama terhadap orang lain
  7. Tidak mengganggu orang yang sedang beribadah
  8. Tidak menghina ajaran agama orang lain
  9. Menghargai perayaan hari-hari besar keagamaan
  10. Melaksanakan ibadah sesuai ajaran.
  11. Baik terhadap sesama makhluk ciptaan Tuhan.
  12. Membantu orang yang kesusahan, dan lain-lain.

Pembelajaran 5
Persatuan Indonesia
Sekelompok anggota pramuka sedang bermusyawarah. Mereka bermusyawarah, mendiskusikan penyelesaian suatu masalah. Mereka mencari cara untuk menghindari banjir di lingkungan sekolah. Mereka berdiskusi dengan baik. Semua anggota menyampaikan pendapat. Mereka setuju mengadakan kegiatan membersihkan selokan di lingkungan sekolah. Sikap mereka menunjukkan sikap pengamalan dari sila Pancasila.

Bermusyawarah merupakan pengamalan sila ke empat Pancasila. Bunyi sila keempat Pancasila adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan perwakilan. Saat bermusyawarah, semua anggota diberi kesempatan memberikan pendapat. Semua anggota saling menghargai pendapat yang dikemukakan. Mereka mengamalkan sila kedua Pancasila. Bunyi sila kedua Pancasila adalah kemanusiaan yang adil dan beradab.

Semua peserta musyawarah melaksanakan hasil kesepakatan. Mereka bekerja sama membersihkan selokan sekolah. Bekerja sama merupakan contoh pengamalan sila ketiga Pancasila. Bunyi sila ketiga Pancasila adalah persatuan Indonesia.

Isilah tabel berikut dengan benar!
Sikap/Perilaku Pengamalan dari Sila Pancasila
Lambang Bunyi
Beribadah Bintang Ketuhanan Yang Maha Esa
Memberi bantuan kepada orang yang kesulitan Rantai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Memberi kesempatan semua anggota tampil Padi dan Kapas Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Mendamaikan teman yang sedang berselisih Kepala Banteng Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan
Membersihkan kelas bersama-sama Pohon Beringin Persatuan Indonesia

Pembelajaran 6
Perhatikan perilaku sehari-hari berikut! Tarik garis untuk menghubungkan dengan lambang sila Pancasila yang sesuai!
Pengamalan Pancasila
  1. Bermain dengan semua teman tanpa pilih-pilih = Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
  2. Mengerjakan tugas kelompok = Persatuan Indonesia
  3. Mendiskusikan kegiatan yang akan dilaksanakan = Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  4. Membantu teman yang kesulitan dan mendengarkan pendapatnya = Kemanusiaan yang adil dan beradab
  5. Berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan = Ketuhanan Yang Maha Esa

Berikan contoh sikap yang menunjukkan kamu adil terhadap teman-temanmu!
Contoh sikap adil diantaranya adalah mengajak bermain dengan semua teman, memberikan kesempatan yang sama kepada semua teman, dan membagi tugas sesuai kemampuan teman.

Demikian pembahasan mengenai Rangkuman Materi PPKn Kelas 3 Tema 8 Subtema 2. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 9:51 AM

Rangkuman Materi PPKn Kelas 3 Tema 8 Subtema 1

Selamat datang di blog ini, semoga apa yang anda butuhkan ada di sini. Pada tulisan kali ini saya mencoba merangkum tema VIII Praja Muda karana khususnya muatan pelajaran  PPKn. Tema 8 terbagi menjadi empat subtema yaitu Subtema 1  Aku Anggota Pramuka, Subtema 2 Aku Anak Mandiri, Subtema 3 Aku Suka Bertualang, dan Subtema 4 Aku Suka Berkarya. Rangkuman atau resume ini ditulis dengan harapan semoga dapat membantu bapak ibu guru untuk lebih mudah memahami materi matematika tematik tema 7 kurikulum 2013.

Rangkuman Muatan PPKn Tema 8 Subtema 1
Kompetensi Dasar
3.1 Memahami arti gambar pada lambang negara “Garuda Pancasila”
4.1
Menceritakan arti gambar pada lambang negara

Pada pembelajaran tematik Tema 8 Subtema 1 dibahas mengenai Lambang Negara Garuda Pancasila. Simak penjelasannya berikut ini.

Pembelajaran 2 Subtema 1
Lambang negara Indonesia adalah Garuda Pancasila. Lambang negara adalah suatu bentuk yang digunakan sebagai lambang resmi negara.

Lambang burung Garuda melambangkan kebesaran dan kekuatan. Indonesia menjadi negara yang besar dan kuat. Sebagai warga negara kita juga harus kuat dan sehat. Sebagai warga negara kita harus menjadikan negara Indonesia menjadi negara yang besar dan kuat.

Lambang negara Garuda Pancasila terdiri atas beberapa bagian. Kepala burung Garuda menoleh ke sebelah kanan. Pada leher burung Garuda terdapat perisai yang menyerupai jantung. Leher, syap dan ekor memiliki sejumlah bulu. Garuda mencengkeram pita yang bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika.

Biasanya lambang negara di pasang di kelas, ruang kepala sekolah, kantor pemerintahan seperti kelurahan, dan kecamatan. Mengenal lambang negara sebagai identitas bangsa dapat memperkuat karakter nasionalis.

Bendera Merah Putih merupakan lambang Negara Republik Indonesia. Garuda pancasila juga merupakan lambang Negara Republik Indonesia.

Lambang tersebut harus dijaga sebagai tanda kehormatan negara. Penggunaan dan pemasangan lambang negara harus mengikuti peraturan. Mari kita mengamati tempat menemukan lambang negara dipasang.

Temukan lima tempat dipasang lambang negara !
  1. Ruang kelas
  2. Ruang kepala sekolah
  3. Ruang UKS/Perpustakaan
  4. Kantor kelurahan
  5. Kantor Kecamatan

Tuliskan hal yang kamu ketahui pada lambang negara Garuda Pancasila !
No. Bagian pada Garuda Pancasila
1. Kepala menoleh ke sebelah kanan dan memiliki bulu di leher
2. Sayap
3. Ekor
4. Tameng berupa jantung berisi sila-sila Pancasila
5. Pita dalam cengkeraman dengan tulisan Bhinneka Tunggal Ika

Pembelajaran 3 Subtema 1
Salah satu kegiatan mengenal negara adalah memahami arti lagu Garuda Pancasila. Syair lagu Garuda Pancasila memiliki arti bahwa kita sebagai warga negara akan selalu mendukung Pancasila. Warga negara Indonesia berjiwa patriot. Berjiwa patriot artinya siap berjuang dan rela berkorban untuk negara.

Rakyat Indonesia akan hidup makmur sentosa jika melaksanakan nilai-nilai Pancasila. Untuk itu bangsa Indonesia harus terus maju dan pantang mundur.

Setelah memahami lagu Garuda Pancasila diharapkan anggota pramuka memiliki sikap nasionalis. Anggota pramuka harus mencintai negara Indonesia dan selalu bersikapsesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Arti lagu Garuda Pancasila berisi tentang sikap yang diharapkan dari warga negara untuk mencintai negaranya. Rela berkorban untuk bangsanya. Semua bisa berkontribusi untuk mengharumkan nama bangsa. Salah satunya menghargai kebudayaan, menghargai perbedaan, dan berprestasi.
Temukan arti dari syair lagu Garuda Pancasila dan tuliskan
Syair Lagu Artinya
Garuda pancasila, akulah pendukungmu Warga negara Indonesia mencintai negara dan mengenal baik lambang negaranya
Patriot proklamasi, sedia berkorban untukmu Warga negara Indonesia siap membela/ menegakkan/ melindungi ideologi pancasila.
Pancasila dasar negara, Rakyat adil makmur sentosa Mengakui Pancasila sebagai dasar negara dan siap melaksanakan nilai-nilai Pancasila untuk menjadikan rakyat Indonesia hidup makmur sentosa.
Pribadi bangsaku, Ayo maju maju, Ayo maju maju, Ayo maju maju Sebagai warga negara Indonesia akan terus maju dan tidak mudah menyerah.
Garuda Pancasila

Pembelajaran 4 Subtema 1
Hitunglah banyaknya bulu pada sayap, ekor, dan leher burung Garuda !
Garuda Pancasila
Banyaknya bulu
pada sayap
Banyaknya bulu
pada ekor
Banyaknya bulu
pada leher
17 8 45

Sekarang perhatikan banyak bulu pada burung Garuda dengan hari kemerdekaan Indonesia ! Adakah yang tahu hari kemerdekaan Indonesia ?

Hari kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, banyak bulu pada lambang negara menunjukkan hari kemerdekaan Indonesia.

Ada beberapa warna pada lambang negara Garuda Pancasila, Masing-masing warna memiliki arti tertentu.
  1. Warna putih memiliki arti kesucian, kebenaran, dan kemurnian.
  2. Warna hitam memiliki arti keabadian.
  3. Warna merah memiliki arti keberanian.
  4. Warna hijau memiliki arti kesuburan dan kemakmuran.
  5. Warna kuning berarti kebesaran, kemegahan, dan keluhuran.

Pembelajaran 5 Subtema 1
Arti semboyan Bhinneka Tunggal Ika adalah "beraneka ragam" atau berbeda-beda. Kata "tunggal berarti "satu". Kata ika berarti juga. Arti Bhinneka Tunggal Ika adalah "Berbeda-beda tetapi tetap satu juga."

Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia terdiri atas beraneka ragam budaya. Bangsa Indonesia memiliki banyak bahasa daerah. Bangsa Indonesia juga terdiri atas berbagai agama dan kepercayaan. Keberagaman yang dimiliki Indonesia adalah kekayaan kebudayaan. Keberagaman harus disyukuri dan dipelihara.

Jawablah pertanyaan di bawah ini sesuai dengan bacaan sebelumnya !
  1. Semboyan negara Indonesia adalah (Bhinneka Tunggal Ika)
  2. Semboyang tersebut dapat kita lihat di ( pita yang dicengkeram burung garuda pada lambang negara Garuda Pancasila)
  3. Arti kata Bhinneka adalah (beraneka ragam)
  4. Arti kata Tunggal adalah (satu)
  5. Arti kata Ika adalah (juga)
  6. Arti semboyan Bhinneka Tunggal Ika adalah ( Berbeda-beda tetapi tetap satu juga)

Pembelajaran 6 Subtema 1
Perhatikan kembali lambang negara Garuda Pancasila ! Amati bagian yang memiliki warna merah, kuning, hijau, dan hitam
Garuda Pancasila

Tuliskan hasil diskusimu pada tabel di bawah ini !
No. Warna Bagian
1. Merah Bagian kanan atas dan kiri bawah perisai
2. Putih Bagian kiri atas dan kanan bawah perisai dan pada pita yang dicengkeram burung Garuda
3. Kuning Bagian kepala, lambang bintang, lambang rantai, sayap, kaki dan Ekor burung Garuda
4. Hijau Bagian lambang pohon beringin
4. Hitam Gambar kepala banteng dan dasar bagian tengah perisai.

Perisai pada Garuda Pancasila terdiri atas lima bagian. Setiap kelompok memilih salah satu bagian. Gambarlah bagian perisai tersebut, Diskusikan bersama kelompokmu ! Apa arti lambang dan warna yang ada pada bagian tersebut. Sampaikan hasil diskusimu di depan kelompok lain.
No. Gambar Bagian Arti
1.
Bintang
Bintang merupakan lambang dari sila pertama. Bintang emas dengan perisai hitam ini melambangkan sila pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.

Bintang emas ini diartikan sebagai cahaya kerohanian bagi setiap manusia. Sedangkan latar belakang berwarna hitam melambangkan warna alam atau warna asli yang menunjukkan bahwa Tuhan sebagai sumber dari segala sesuatu dan sudah ada sebelum segala sesuatu di dunia ini ada.

Warna hitam memiliki makna keabadian
2.
Rantai
Rantai merupakan makna dari sila kedua yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.  Gambar rantai yang disusun atas gelang-gelang kecil ini menandakan hubungan manusia satu sama lain yang saling membantu.

Rantai yang terdapat pada sila kedua ini terdiri atas mata rantai berbentuk segi empat dan lingkaran yang saling terkait membentuk lingkaran.

Mata rantai segi empat melambangkan laki-laki dan lingkaran melambangkan perempuan.Nah, maka dari itu kita sesama manusia harus saling membantu satu sama lain.

Warna kuning berarti kebesaran, kemegahan, dan keluhuran dan warna merah memiliki artian keberanian.
3.
Beringin
Pohon beringin ini melambangkan sila ketiga, yaitu Persatuan Indonesia. Pohon beringin ini memiliki akar tunggal panjang yang menunjang pohon besar ini tumbuh.

Akar ini rumbuh sampai ke dalam tanah dan menggambarkan kesatuan dan persatuan Indonesia. Pohon beringin juga memiliki akar yang menjalar di mana-mana yang melambangkan sebagai negara kesatuan yang memiliki latar belakang budaya yang bermacam-macam.

Warna putih memiliki arti kesucian, kebenaran, dan kemurnian dan Warna hijau artinya adalah kesuburan dan kemakmuran.
4.
Banteng
Banteng merupakan lambang dari sila keempat. Banteng digunakan karena banteng merupakan hewan sosial yang suka berkumpul, seperti halnya musyawarah di mana orang-orang berdiskusi dan berkumpul.

Warna merah memiliki artian keberanian dan warna hitam memiliki makna keabadian.
4.
Padi
Padi kapas ini melambangkan sila kelima, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Kapas dan padi melambangkan pangan dan sandang yang merupakan kebutuhan pokok semua rakyat Indonesia tanpa melihat status atau kedudukan.

Warna merah memiliki artian keberanian dan warna kuning berarti kebesaran, kemegahan, dan keluhuran

Demikian pembahasan mengenai Rangkuman Materi PPKn Kelas 3 Tema 8 Subtema 1. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:09 AM

Rangkuman Materi SbdP Kelas 3 Tema 7 Subtema 3

Selamat datang di blog ini, semoga apa yang anda butuhkan ada di sini. Pada tulisan kali ini saya mencoba merangkum tema VII Perkembangan teknologi khususnya muatan pelajaran  SBdP. Tema 7 terbagi menjadi tiga subtema yaitu Subtema 1 Perkembangan Teknologi Pangan, Subtema 2 Perkembangan Teknologi Sandang, Subtema 3 Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Subtema 4 Perkembangan Teknologi Transportasi. Rangkuman atau resume ini ditulis dengan harapan semoga dapat membantu bapak ibu guru untuk lebih mudah memahami materi matematika tematik tema 7 kurikulum 2013.

Rangkuman Muatan SBdP Tema 7 Subtema 3
Kompetensi Dasar
3.1 Mengetahui unsur-unsur rupa dalam karya dekoratif
4.1
Membuat karya dekoratif

Pada pembelajaran tematik Tema 7 Subtema 1 dibahas mengenai karya dekoratif. Simak penjelasannya berikut ini.

Pembelajaran 1
Seni dekoratif sering disebut juga dengan seni ornamen biasanya diaplikasikan dalam beragam hal termasuk media dua dimensi. Sehingga gambar dekoratif adalah gambar yang digunakan untuk menghias. Biasanya gambar dekoratif berasal dari objek yang ada di alam, seperti hewan dan tumbuhan atau objek alam lain. Ada beberapa fungsi dari gambar dekoratif antara lain sebagai berikut ;
  1. Fungsi Estetis. Pada fungsi ini, gambar atau seni dekoratif digunakan hanya untuk memperindah penampilan suatu benda. Seni dekoratif biasanya ditambahkan pada benda dalam bentuk gambar atau ukiran seni dekoratif.
  2. Fungsi Simbolis. Selain memberikan unsur keindahan, gambar dekoratif juga bisa menjadi bentuk simbol. Simbol yang digunakan bisa dalam bentuk gambar hewan atau tumbuhan, namun memiliki makna yang berbeda sesuai dengan keyakinan setiap daerah. Bisanya ini digunakan pada benda-benda sakral dan upacara-upacara adat atau keagamaan.
  3. Fungsi Teknis Konstruktif. Fungsi ketiga ini berkaitan dengan konstruksi suatu benda. Ornamen akan diberikan pada bagian-bagian bangunan yang memiliki fungsi menyangga, menopang, menghubungkan atau memperkokoh konstruksi.

beberapa unsur dalam gambar dekoratif antara lain sebagai berikut
  1. Warna. Warna adalah salah satu unsur yang tidak akan lepas dari sebuah seni, termasuk seni dekoratif. Dengan menggunakan warna dan gambar yang tepat, sebuah seni dekoratif akan terlihat lebih nyata dan indah.
  2. Bidang. Unsur kedua adalah bidang yang memiliki peranan dalam karya dua dimensi. Bidang pada gambar dekoratif ini bisa berupa benda pipih yang berbentuk persegi, lingkaran, dan bentuk apapun yang mengarah pada sebuah dimensi.
  3. Garis. Unsur selanjutnya adalah garis yang cukup penting dalam gambar dekoratif. Garis ini yang akan mengarahkan sebuah bentuk untuk gambar dekoratif.
  4. Titik. Titik juga menjadi unsur penting dalam sebuah gambar dekoratif. Unsur titik ini akan menjadi menarik bila digabungkan dengan banyak titik lainya hingga membentuk sebuah gambar.

Indonesia amat kaya dengan keragaman produk kerajinan dengan berbagai macam ragam hias yang tersebar di seluruh penjuru tanah air. Ragam hias Nusantara pada umumnya mempunyai muatan nilai tradisi dengan kekhasan dan keragamannya masing-masing. Di samping perbedaan-perbedaan, terdapat pula persamaan-persamaannya, misalnya jenis, bentuk, motif hias, pola susunan, pewarnaan, bahkan nilai simbolisnya.Berbagai motif ragam hias yang bisa digunakan untuk menghias karya kerajinan antara lain sebagai berikut 

1. Motif Realis
Motif realis merupakan motif yang dibuat berdasarkan bentuk-bentuk nyata yang ada di alam sekitar ,seperti bentuk tumbuh-tumbuhan, bentuk hewan atau binatang, bentuk batu-batuan, bentuk-bentuk awan, bintang, matahari, dan bentuk pemandangan alam.

2. Motif Geometris
Motif geometris merupakan motif yang mempunyai bentuk teratur dan dapat diukur menggunakan alat ukur. Contohnya, bentuk segi empat, segitiga, lingkaran, dan silinder. Motif geometris merupakan motif tertua dalam ragam hias karena sudah dikenal sejak zaman prasejarah. Motif geometris berkembang dari bentuk titik, garis, atau bahkan bidang yang berulang dari yang sederhana sampai dengan pola yang rumit. Hampir di seluruh wilayah nusantara ditemukan motif ini. Motif hias geometris antara lain meander, pilin, lereng, banji, kawung , dan tumpal.

3. Motif Dekoratif
Pengertian dekoratif adalah menggambar dengan tujuan mengolah suatu permukaan benda menjadi lebih indah. Gambar dekoratif berupa gambar hiasan yang perwujudannya tampak rata, kesan ruang, jarak jauh dekat atau gelap terang tidak terlalu ditonjolkan. Untuk memperoleh objek gambar dekoratif perlu dilakukan deformasi atau penstiliran alami. Bentuk-bentuk objek di alam disedehanakan dan digayakan tanpa meninggalkan bentuk aslinya. Misalnya, bunga yang digayakan. Kesan m tenatang bunga harus masih ada pada motif itu.

4. Motif Abstrak
Motif abstrak merupakan motif yang tidak dikenali kembali objek asal yang digambarkan atau memang benar-benar abstrak karena tidak menggambarkan objek- objek yang terdapat di alam sekitar maupun objek khayalan gubahan objek alam serta tidak menggunakan unsur tulisan yang terbaca.

Siti mendapat kiriman kartu ucapan terima kasih dari toko majalah yang pernah Siti pesan. Kartu tersebut cantik sekali. Kartu itu disebut kartu pos. Unsur garis, bidang, dan warna pada kartu pos menarik untuk dilihat. Amati hiasan pada kartu pos berikut!
Kartu Pos
Siti mengajak Dayu dan Lani membuat kartu pos. Siti menyediakan karton seukuran kartu pos. Selanjutnya, Siti, Dayu, dan Lani menghias sekeliling kartu pos dengan karya hiasan. Buatlah hiasan yang sama seperti Siti dan teman-teman pada kartu pos di bawah ini!
Kartu 2
Pembelajaran 3
Penampilan telepon kaleng akan semakin menarik jika diberi hiasan. Salah satu motif hiasan adalah pola hiasan dari Toraja. Amati pola hiasan Toraja berikut!
Motif Bugis
Hiasan akan menambah keindahan suatu benda. Ayo, kita buat pola hiasan untuk menghias telepon kaleng! Siapkan selembar kertas seukuran kaleng. Kemudian, salin hasil karya hiasan yang telah dibuat! Warnai gambarmu. Tempelkan gambarmu pada kaleng. Kini, penampilan telepon kalengmu semakin menarik, bukan?

Demikian pembahasan mengenai Rangkuman Materi SbdP Kelas 3 Tema 7 Subtema 3. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:14 AM

Wayang Banyumasan Bima Bungkus

Cerita Bima Bungkus sendiri merupakan cerita wayang kulit yang cukup familiar dalam masyarakat. Cerita ini menceritakan Prabu Pandu dan Dewi Kunti yang sangat berduka karena kelahiran anak jabang bayinya yang berwujud terbungkus. Kisah bima bungkus adalah kisah pewayangan yang menceritakan tentang keluarnya sang Bima dari bungkus berkat bantuan Gajah Sena yang diutus para dewa. Gajah Sena yang bersatu dengan Bima dalam bungkus kemudian mampu mengeluarkan si Bima dari bungkus tersebut, Sehingga bima alias si Pandawa itu dikenal sebagai Bratasena.

A. Bima Bungkus
Kawiwitan negara Ngastina sing ngasta Prabu Pandhu Sewanata (Dimulai dari negara Astina yang dipimpin oleh Prabu Pandu Dewanata).  Prabu Pandhu kagungan garwa loro yakuwe Dewi Kunthi lan Dewi Madrim (Prabu Pandhu memiliki dua orang istri yaitu Dewi Kunthi dan Dewi Madrim). Wus sawetara kagungan putra lanang kang diarani Puntadewa (Prabu Pandu sudah memiliki seorang putra yang bernama Puntadewa). Bocahe bagus, tingkahe alus, watake sabar (Anaknya gagah, perangainya sopan, dan wataknya sabar). Durung duwe sedulur sing ngancani ing Ngastina (Belum memiliki saudara yang menemani di Astina).

Wektu iku negara Ngastina nampa kanugrahaning Gusti laire jabang bayi saka garwa prameswari (Saat itu negara Ngastina sedang berbahagia dengan lahirnya bayi dari permaisuri). Bungahing ati kur sagebyaran amarga bayi kang dilairake esih ketutup ing wungkus (Kebahagian hanya sebentar karena bayi yang dilahirkan masih terbungkus). Bayi esih kebungkus dening ari-ari (Bayi masih terbungkus ari-ari). Wujude kaya dene bal nanging gede (Wujudnya seperti bola namun besar). Keprungu suara gereng-gereng saka jerone bungkus (Terdangar suara mengerang dari dalam bungkusan).
Bima Bungkus
Kanggo ngusadani panandhang wis ora kurang-kurang carane (Untuk menyembuhkan sudah banyak cara dilakukan). Wis diusadani dening juru nujum, begawan, lan pandhita durung kasil (Sudah disembuhkan oleh juru nujum, begawan, dan pandhita namun belum berhasil). Para sesepuh negara nganakake parepatan (Para pejabat mengadakan musyawarah). Resi Mahatma Bisma, Adipati Destarata, Yamawidura lan punggawaning praja menehi dhawuh marang Raden Harya Suman lan Jaka Pitana supaya ngreksa si bungkus (Resi Mahatma Bisma, Adipati Destarata, Yamawidura, dan pejabat kerajaan memerintahkan Raden Harya Suman dan Jaka Pitana untuk menjaga si bungkus). Si bungkus dening para punggawaning praja dipapanake neng alas Mandhalasara (Si bungkus oleh para penjabat kerajaan ditempatkan di hutan Mandhalasara). Ing kono wis nganti 4 warsa durung pecah dadi bayi (Di hutan sudah 4 tahun belum pecah menjadi bayi).

Raden Harya Suman lan Jaka Pitana tumandhang arep ngreksa bungkus ing alas (Raden Harya Suman dan Jaka Pitana melaksanakan tugas menjaga bungkus di hutan). Aja nganti ana kang ngaru biru saka pokaling manungsa apadene sato kewan (Jangan sampai ada yang mengganggu baik manusia ataupun hewan). Ing tengah dalan Jaka Pitana dibujuk dening Raden Harya Suman supaya ora nindhakake dhawuhe sesepuh Ngastina (Di tengah jalan Jaka Pitana dibujuk oleh Raden Harya Suman supaya tidak melaksanakan perintah pejabat Ngastina).

Ing sajroning alas si Bungkus glundhang-glundhung ijen ora ana sapa-sapa (Di dalam hutan si Bungkus sendirian tidak ada siapa-siapa). Maneka patrape kewan-kewan, ana sing nyrudugi, nyakar-nyakar, nyakoti, ngidak-idak, numpak, lan patrap liyane (Bermacam-macam perilaku hewan, ada yang menyeruduk, mencakar-cakar, mengigit, menginjak-injak, menaiki, dan perilaku lainnya).  Tumindak mau ora babar pisan njalani pecahe bungkus, nanging malah nambah gedhe (Tindakan tersebut tidak memecahkan si bungkus, malah menjadi semakin besar).

Tekaning Raden Harya Suman dan Jaka Pitana ning kono si Bungkus isih wutuh (Setibanya Raden Harya Suman dan Jaka Pitana di sana si Bungkus masih utuh). Jaka Pitana sabalane siyaga dhiri (Jaka Pitana dan teman-teman bersiap siaga). Kabeh sing melu padha nggawa gaman dhewe-dhewe (Semua yang ikut membawa senjata sendiri-sendiri). Ora watara suwe wong-wong mau banjur namakake gegaman dhewe-dhewe menyang si Bungkus (Tidak begitu lama mereka mula menggunakan senjata ke si Bungkus). Tan kocapa si Bungkus malah nandhingi tandange wong-wong mau (Tidak dikira si bungkus malah melawan orang-orang tadi). Suwe-suwe saya gedhe wujude Bungkus (Semakin lama semakin besar wujud si Bungkus). Wong-wong nganti keweden (Orang-orang sampai ketakutan).

Pepuntone rembug Bathara Guru ngutus marang Gajah Sena supaya ngrampungi gawe (Akhirnya Bathara Guru mengutus Gajah Sena untuk menyelesaikan masalah). Gajah Sena tumuju ing alas Mandhalasara methuki si Bungkus (Gajah Sena menuju hutan Mandhalasara menemui si Bungkus). Gajah Sena kaget nganti mencelat gedhebug rubuh (Gajah Sena kaget sampai terlempar jatuh). Tangi cengkelak mbales tlale nyandhak si Bungkus diontang-antingake, dikeplek-keplekake banjur diuntalake adoh (Bangun dan membalas belalainya mengambil si bungkus, diputar-putar, dipukul-pukul kemudian dilemparkan jauh). Ditututi pranyata isih wutuh ora babag babar pisan (Disusul ternyata masih utuh tidak berubah sama sekali).  Gajah Sena tambah gregetan kepeksa nggunakake gamane yakuwe gadhinge (Gajah Sena semakin geregetan dan terpaksa menggunakan senjatanya yaitu gadingnya).

Si Bungkus ketuncep gadhing (Si bungkus tertusuk gading). Jumlegur swarane kaya bledheg dhuer...dhuer nyamber-nyamber (Menggelegar suaranya seperti petir menyambar). Ilang wujude bungkus jumedul bocah jembagar, sentosa awake kuwat otot bebayune, dedeg pideksa dhuwure, jumleger swarane yen caturan (Hilang wujud bungkus keluar seorang anak tubuhnya tinggi tegap, otonya kuat, suaranya mengelegar saat berbicara).

Mbarengi bedhare si Bungkus ditekani para Dewa lan wong tuwane (Bersamaan keluarnya si Bungkus didatangi para dewa dan orang tuanya). Bungkus diajak caturan (Bungkus diajak berbicara). Si Bungkus dening Bathara Guru diwenwhi jeneng Werkudara, dene wong tuwane nengeri Bima (Si Bungkus oleh Bathara Guru diberi nama Werkudara, sedangkan orang tuanya memberi nama Bima). Bathara Bayu menehi sebutan Bratasena amarga nunggak semi karo jenenge Gajah Sena (Bathara Bayu memberi nama Bratasena karena mirip dengan nama Gajah Sena). Si Bungkus duwe gaman gawan bayi yakuwe Kuku Pancanaka (Si Bungkus memiliki senjata bawaan yaitu Kuku Pancanaka). Landhepe kuku ngungkuli lading cukur (Tajamnya kuku melebihi pisau cukur). Saiba bungahe Prabu Pandhu karo Dewi Kunthi sumurup putrane wis lulus saka sesuker (Begitu bahagianya Prabu Pandhu dan Dewi Kunthi karena anaknya sudah lulus dari cobaan). Nuli diajak bali menyang keraton Ngastina disubya-subya sanagara (Kemudian diajak pulang ke kerajaan Astina, disanjung-sanjung senegara).

B. Ayo Negesi Tembung Kang Tinemu Ing Wacan
No. Tembung Banyumasan Bahasa Indonesia
1. Kagungan Duwe Memiliki
2. Garwa Bojo Isteri
3. Tumama Mempan Ampuh
4. Bungahe Senenge Bahagianya
5. Pepalang Alangan Halangan
6. Pancanaka Driji lima Lima jari
7. Gaman Senjata Senjata
8. Ngungkuli Nglewihi Melebihi
9. Badhare Wudhar Keluar
10. Sungkawa Susah Sedih
 Demikian pembahasan mengenai Wayang Banyumasan Bima Bungkus. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:23 PM

Rangkuman Materi SbdP Kelas 3 Tema 7 Subtema 1

Selamat datang di blog ini, semoga apa yang anda butuhkan ada di sini. Pada tulisan kali ini saya mencoba merangkum tema VII Perkembangan teknologi khususnya muatan pelajaran  SBdP. Tema 7 terbagi menjadi tiga subtema yaitu Subtema 1 Perkembangan Teknologi Pangan, Subtema 2 Perkembangan Teknologi Sandang, Subtema 3 Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Subtema 4 Perkembangan Teknologi Transportasi. Rangkuman atau resume ini ditulis dengan harapan semoga dapat membantu bapak ibu guru untuk lebih mudah memahami materi matematika tematik tema 7 kurikulum 2013.

Rangkuman Muatan SBdP Tema 7
Kompetensi Dasar
3.2 Mengetahui bentuk dan variasi pola irama dalam lagu
4.2
Menampilkan bentuk dan variasi irama melalui lagu

Pada pembelajaran tematik Tema 7 Subtema 1 dibahas mengenai bentuk dan pola irama. Simak penjelasannya berikut ini

Pembelajaran 1
Pola irama ialah sekelompok bunyi dengan susunan tertentu dalam satu atau beberapa birama yang muncul secara berulang-ulang dan teratur dalam sebuah lagu. Panjang pendeknya bunyi dalam sebuah lagu dikenal juga sebagai pola irama. Pola ini berjalan menurut birama atau kuat dan lemahnya bunyi dalam suatu lagu. Bunyi panjang pada nada ditandai dengan pemberian kotak panjang, sedangkan bunyi pendek ditandai dengan kotak pendek.

Pola irama dapat dimainkan dengan cara tepuk tangan dan petikan jari. Apabila dalam hitungan ada pengulangan irama sebanyak dua kali, maka pola iramanya adalah dua. Sedangkan jika pengulangan irama dalam hitungan ada tiga kali, maka pola iramanya adalah tiga. Untuk pengulangan irama sebanyak empat kali dalam hitungan, maka pola iramanya adalah empat.

Lagu Rotiku bertopik salah satu jenis makanan yaitu roti. Dengan mengangkat topik tentang roti AT Mahmud ingin menjelaskan bentuk dari roti yang persegi empat, memiliki kulit berwana cokelat. Bila sudah dibuka harus ditutup rapat-rapat supaya tidak dihinggapi lalat.
Lagu Rotiku

Pola Irama Suatu Lagu
Lagu “Rotiku” memiliki pola irama yang berbeda. Pola irama adalah sekelompok bunyi dengan susunan tertentu. Pola irama muncul secara berulang-ulang dan teratur dalam sebuah lagu.

Pembelajaran 3
Pada saat menyanyikan sebuah lagu kita dapat merasakan irama yang ditandai dengan ketukan yang teratur. Ketukan yang teratur tersebut membentuk pola irama. Kita juga dapat mendengarkan panjang pendek bunyi pada setiap syair lagu yang kita nyanyikan. Panjang pendek bunyi tersebut juga membentuk pola irama. 

Setelah membaca dan bercerita tentang teknologi pangan, Lani mengajak teman-teman bernyanyi bersama. Bibi Lani memperkenalkan sebuah lagu baru.
Tukang Sayur
Ayo Berlatih
Dengarkan dengan baik lagu “Tukang Sayur” yang dinyanyikan oleh gurumu. Masih ingatkah kamu arti dari pola irama? Pola irama adalah susunan sekelompok bunyi yang muncul berulang-ulang secara teratur dalam sebuah lagu.

Demikian pembahasan mengenai Rangkuman Materi SbdP Kelas 3 Tema 7 Subtema 1. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:18 PM

Rangkuman Materi Pjok Kelas 3 Tema 7

Selamat datang di blog ini, semoga apa yang anda butuhkan ada di sini. Pada tulisan kali ini saya mencoba merangkum tema VII Perkembangan teknologi khususnya muatan pelajaran Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan. Tema 7 terbagi menjadi tiga subtema yaitu Subtema 1 Perkembangan Teknologi Pangan, Subtema 2 Perkembangan Teknologi Sandang, Subtema 3 Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Subtema 4 Perkembangan Teknologi Transportasi. Rangkuman atau resume ini ditulis dengan harapan semoga dapat membantu bapak ibu guru untuk lebih mudah memahami materi matematika tematik tema 7 kurikulum 2013.

Rangkuman Muatan PJOK Tema 7
Kompetensi Dasar
3.7 Memahami prosedur gerak dasar mengambang (water trappen) dan meluncur di air serta menjaga keselamatan diri/orang lain dalam aktivitas air
4.7
Mempraktikkan gerak dasar mengambang (water trappen) dan meluncur di air serta menjaga keselamatan diri/orang lain dalam aktivitas air

Pada pembelajaran tematik Tema 7 Subtema 2 dibahas mengenai prosedur gerak dasar mengambang. Simak penjelasannya berikut ini

Pembelajaran 2 Subtema 1 Teknologi Produksi Pangan
Gerak Dasar Mengambang
Saat berenang, perhatikan keselamatan diri dan orang lain. Gunakan alat bantu, seperti pelampung, untuk menjaga keselamatan diri saat belajar mengambang dalam air. Pelampung adalah alat bantu untuk menjaga tubuh tetap mengambang saat berenang.

Cobalah untuk mengambang di kolam dengan kedalaman sebatas dada. Tangan memegang papan luncur atau ban. Posisi tubuh berada di atas permukaan air. Kaki bergerak sambil mengayuh. Lakukan berulang-ulang.
Mengambang
Pembelajaran 4 Subtema 1 Teknologi Produksi Pangan
Beni mencoba berlatih mengambang sendiri di kolam dangkal.
Gerakan Mengambang
Gerak dasar mengambang dapat dilakukan dengan mengikuti tahap-tahap berikut:
  1. Berdiri tegak di pinggir kolam.
  2. Peganglah tepi kolam dengan dua jari dari setiap tangan.
  3. Rapatkan perut pada dinding kolam.
  4. Tarik napas dalam-dalam. Lepaskan pegangan.
  5. Masukkan kepala ke dalam air.
  6. Kepala muncul perlahan di permukaan air sambil hembuskan napas.
  7. Posisi tangan sejajar bahu.
  8. Lakukan gerakan berenang di tempat dengan posisi tubuh sejajar dengan air. Kedua kaki digerakkan bergantian.
  9. Lakukan berulang-ulang.

Pembelajaran 2 Subtema 2 Teknologi Produksi Sandang
Edo sedang belajar meluncur di dalam air. Apa yang kamu ketahui tentang gerakan meluncur Meluncur adalah posisi dengan tubuh berada di atas permukaan air. Saat meluncur, tubuh bergerak lurus ke depan. Gerak dasar meluncur berguna untuk melatih keseimbangan tubuh di air. Selain itu, meluncur adalah syarat untuk dapat berenang dengan baik.

Apa yang dilakukan saat meluncur?
Gerakan Meluncur
  1. Berdiri tegak dekat dinding kolam dengan sikap membelakangi dinding kolam. Salah satu kaki menempel pada dinding untuk melakukan tolakan.
  2. Kedua lengan lurus ke atas, di samping telinga dengan ibu jari saling berkaitan.  
  3. Ambil napas dalam-dalam, condongkan tubuh ke depan, usahakan agar ujung jari tangan yang lebih dahulu masuk ke dalam air.
  4. Tolakkan kaki yang menempel pada dinding kolam sampai tubuh terdorong ke depan.
  5. Kepala berada di antara lengan saat di dalam air, posisi tubuh di atas permukaan air.
  6. Saat meluncur, tubuh bergerak lurus ke depan. Biarkan sampai ia berhenti melaju.

Berenang adalah kegiatan yang menyenangkan. Berenang membuat badan sehat. Kenakanlah pakaian renangmu! Ayo, kita belajar berenang. Ikuti petunjuk berikut!

1. Penyesuaian dengan air
  1. Rendam tubuh sampai leher. Kemudian, pelan-pelan basuh dan basahi wajah dengan kedua tangan berulang kali.
  2. Duduk di bagian dasar kolam, dengan kepala di atas permukaan air. Kedua telapak tangan berada di samping kiri dan kanan paha.
  3. Lakukan lompatan kecil menggunakan kedua kaki yang rapat. Lakukan berulan-gulang.

2. Berjalan di dalam air
  1. Kaki dengan lutut ditekuk dan lengan diayun di dalam air. Lakukan ke arah depan secara berulang-ulang.
  2. Berjalan biasa ke depan dan ke belakang. Lakukan berulang-ulang dengan berpasangan.
  3. Berjalan dengan langkah panjang dan pendek ke depan dan ke belakang. Lakukan sendiri secara berulang-ulang.
  4. Berjalan ke depan dengan gerakan kaki menendang. Lakukan berulang-ulang.

3. Latihan bernapas
Pernapasan
  1. Masukkan badan ke dalam air. Dagu berada di bawah permukaan air. Tiup udara dengan mulut sehingga ada seperti riakan di air hasil dari tiupan.
  2. Berdirilah dan hirup udara sedalam-dalamnya. Lalu, masukkan wajah ke bawah permukaan air. Tiupkan udara di dalam air dengan membuka mulut setengah. Lakukan berulang kali.
  3. Lakukan gerakan bernapas naik turun ke atas dan ke bawah permukaan air sebanyak 5-10 kali dengan mata setengah dibuka.
  4. Tarik napas dalam-dalam. Kemudian, embuskan melalui mulut dan hidung sedikit demi sedikit sambil menyelam selama 5 detik.

4. Lakukan gerakan meluncur
  1. Badan berdiri tegak di tepi kolam. Kedua tangan lurus dirapatkan ke atas.
  2. Bungkukkan badan ke depan sampai dada mengenai permukaan air.
  3. Tolakkan satu kaki ke dinding tembok kolam renang, jaga sikap meluncur sampai berhenti.
  4. Ulangi latihan ini delapan kali. Lakukan terus-menerus sampai lancar dan mahir.
  5. Pada saat tubuh meluncur, tubuh akan seimbang saat berada pada satu garis lurus.
  6. Berlatihlah dengan tekun dan penuh semangat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 5:45 PM

Rangkuman Matematika Kelas 3 Tema 7 Subtema 4

Selamat datang di blog ini, semoga apa yang anda butuhkan ada di sini. Pada tulisan kali ini saya mencoba merangkum tema VII Perkembangan teknologi khususnya muatan pelajaran matematika. Tema 7 terbagi menjadi tiga subtema yaitu Subtema 1 Perkembangan Teknologi Pangan, Subtema 2 Perkembangan Teknologi Sandang, Subtema 3 Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Subtema 4 Perkembangan Teknologi Transportasi. Rangkuman atau resume ini ditulis dengan harapan semoga dapat membantu bapak ibu guru untuk lebih mudah memahami materi matematika tematik tema 7 kurikulum 2013.

Rangkuman Muatan Matematika Tema 7 Subtema 4
Kompetensi Dasar
3.10 Menjelaskan dan menentukan keliling bangun datar
4.10
Menyajikan dan menyelesaikan masalahyang berkaitan dengan keliling bangun datar

Pada pembelajaran tematik Tema 7 Subtema 4 dibahas mengenai keliling bangun datar. Simak penjelasannya berikut ini

Pembelajaran 1
Setiap bangun datar memiliki keliling. Keliling bangun dataradalah jumlah sisi-sisi bangun datar tersebut.Keliling bangun datar dapat ditentukan dengan menjumlahkan sisi-sisi bangun datar tersebut. Simak penjelasannya berikut ini.

Perhatikan gambar kaca depan mobil! Berapa ukurannya? Jika kamu akan menghias kaca mobil dengan pita, berapa panjang pita yang kamu butuhkan untuk menghias seluruh tepi kaca?

Mari kita hitung:
20 cm + 10 cm +  20 cm +  10  cm = 60 cm

Panjang pita yang mengelilingi tepi kaca mobil adalah keliling kaca mobil.

Amati bangun datar berikut! Berapa kelilingnya?
Keliling
Pembelajaran 3

Udin dan keluarganya menunggu kereta di dekat peron. Peron adalah pelataran tempat penumpang naik dan turun dari kereta. Di sekitar peron ada kursi-kursi untuk menunggu. Kursi peron berbentuk persegi panjang. Jika panjang kursi 250 cm dan lebarnya 50 cm, berapakah keliling kursi peron?

Keliling kursi peron: 250 + 50 + 250 + 50 = 600 cm

Ayo Berlatih
Kamu sudah mengetahui cara menghitung konsep keliling. Berlatihlah mengerjakan soal-soal berikut!
Keliling Bangun
Berapakah keliling masing-masing bangun datar di atas?
  1. A = 10 + 10 + 10 +10 = 40 cm
  2. B = 25 + 15 + 25 + 15 = 80 cm
  3. C = 52 + 25 + 52 +25 = 154 cm
  4. D = 27 + 16 + 27 + 16 = 86 cm
  5. E = 15 + 15 + 15 + 15 = 60 cm
  6. F = 12 + 36 + 12 + 36 = 96 cm

Pembelajaran 5

Selesaikanlah masalah-masalah yang Beni pikirkan berikut ini!
1. Layar televisi di pesawat berbentuk persegi panjang. Panjangnya 25 cm dan lebarnya 20 cm. Jika tepi televisi ingin diberi bingkai pelindung, berapa panjang bingkai yang dibutuhkan? Panjang bingkai = keliling televisi.
Jawab: 25 + 20 +25 +20 = 90 cm

2. Pesawat dilengkapi banyak jendela. Jendela pesawat berbentuk persegi panjang. Lebar 15 cm dan panjang 30 cm. Jika sekeliling jendela ingin diberi karet pelindung, berapa panjang karet yang dibutuhkan? Panjang karet = keliling jendela
Jawab: 15 + 30 + 15 + 30 = 90 cm

3. Pintu pesawat berbentuk persegi panjang. Lebarnya 90 cm dan tingginya 230 cm. Berapakah keliling pintu pesawat?
Jawab: 90 + 230 + 90 + 230 = 640 cm

4. Pramugari memberi tisu sebelum kami makan. Tisu berbentuk persegi. Setiap sisi panjangnya 45 cm. Berapakah keliling tisu?
Jawab:45 + 45 + 45 + 45 = 180 cm

Ayo Berlatih
Tentukanlah keliling bangun datar berikut!
Keliling
  1. Setiap sisi panjangnya 10 cm. Berapa keliling bangun tersebut? 10 + 10 + 10 + 10 + 10 = 50 vm
  2. Setiap sisi panjangnya 8 cm. Berapa keliling bangun tersebut? 8 + 8 + 8 + 8 + 8 + 8 = 48 cm
  3. Setiap sisi panjangnya 6 cm. Berapa keliling bangun tersebut? 6 + 6 + 6 + 6 + 6 + 6 + 6 = 42 cm
  4. Setiap sisi panjangnya 4 cm. Berapa kelilingnya? 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 32 cm
  5. Setiap sisi panjangnya 4 cm. Berapa kelilingnya? 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 48 cm
Pembelajaran 6

Di dalam mobil ambulans ada tempat tidur untuk orang sakit. Jika panjang mobil ambulans 250 cm dan lebarnya 150 cm, berapa ukuran tempat tidur yang bisa masuk ke ambulans? Buatlah dua kemungkinan ukuran tempat tidur!

Keliling ruangan ambulans: 250 + 150 + 250 + 150 = 800 cm

Ukuran tempat tidur yang bisa masuk:
Tempat Tidur
Keliling tempat tidur yang bisa masuk:
  1. 240 + 140 + 240 + 140 = 760 cm.
  2. 250 + 130 + 250 + 130 = 760 cm

Ayo Mencoba
Buatlah sebuah bangun datar! Tentukan ukuran sisi-sisinya! Hitunglah kelilingnya.
Layang
Keliling = 20 + 10 + 20 + 10 = 60 cm

Keliling pada suatu bangun datar adalah jumlah panjang dari garis tepi luar yang membentuk bangun datar tersebut. Jadi satuan dari keliling ini adalah hanya dalam satuan panjang saja (contoh : meter, kilo meter, centi meter, mili meter dan satuan panjang lainnya)

Demikian pembahasan mengenai Rangkuman Matematika Kelas 3 Tema 7 Subtema 4. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:54 AM

Rangkuman Matematika Kelas 3 Tema 7 Subtema 3

Selamat datang di blog ini, semoga apa yang anda butuhkan ada di sini. Pada tulisan kali ini saya mencoba merangkum tema VII Perkembangan teknologi khususnya muatan pelajaran matematika. Tema 7 terbagi menjadi tiga subtema yaitu Subtema 1 Perkembangan Teknologi Pangan, Subtema 2 Perkembangan Teknologi Sandang, Subtema 3 Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Subtema 4 Perkembangan Teknologi Transportasi. Rangkuman atau resume ini ditulis dengan harapan semoga dapat membantu bapak ibu guru untuk lebih mudah memahami materi matematika tematik tema 7 kurikulum 2013.

Rangkuman Muatan Matematika Tema 7 Subtema 3
Kompetensi Dasar
3.10 Menjelaskan dan menentukan keliling bangun datar
4.10
Menyajikan dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan keliling bangun datar

Pada pembelajaran tematik Tema 7 Subtema 3 dibahas mengenai keliling bangun datar. Simak penjelasannya berikut ini

Pembelajaran 1
Setiap bangun datar memiliki keliling. Keliling bangun dataradalah jumlah sisi-sisi bangun datar tersebut.Keliling bangun datar dapat ditentukan dengan menjumlahkan sisi-sisi bangun datar tersebut. Simak penjelasannya berikut ini.

Siti mendapat kiriman kartu ucapan terima kasih dari toko majalah yang pernah Siti pesan. Kartu tersebut cantik sekali. Kartu itu disebut kartu pos. Unsur garis, bidang, dan warna pada kartu pos menarik untuk dilihat. Amati hiasan pada kartu pos berikut!
Kartu Pos
Siti mengajak Dayu dan Lani membuat kartu pos. Siti menyediakan karton seukuran kartu pos. Selanjutnya, Siti, Dayu, dan Lani menghias sekeliling kartu pos dengan karya hiasan. Buatlah hiasan yang sama seperti Siti dan teman-teman pada kartu pos di bawah ini!
Kartu 2
Amati gambar kartu pos yang telah dihias!
Kartu pos mempunyai empat tepi. Jumlah panjang keempat tepinya disebut keliling kartu pos.Persegipanjang mempunyai empat sisi. Jumlah panjang keempat sisinya disebut keliling persegipanjang .

Setiap bangun datar memiliki keliling. Kita dapat menemukan keliling dari setiap bangun datar dengan mudah.
Keliling bangun datar adalah jumlah panjang sisi

Amati berbagai bangun datar yang ada di kelasmu. Temukan kelilingnya bersama temanmu!

Amati gambar-gambar di bawah ini! Tebalkan sisi-sisi yang membentuk keliling dari bangun tersebut!
Keliling
Keliling bangun datar adalah jumlah keseluruhan sisi yang dimiliki oleh suatu bangun datar. Luas bangun datar adalah banyaknya persegi dengan sisi satu satuan panjang yang menutupi seluruh bangun datar tersebut.

Pembelajaran 3

Buatlah gambar sebuah bangun datar! Tunjukkan keliling dari bangun tersebut kepada guru atau temanmu!

Keliling Bangun Datar
Keliling bangun datar adalah jumlah ukuran dari sisi-sisi yang membentuk bangun tersebut.

Pembelajaran 5

Panggung pameran terletak di atas lantai keramik berbentuk persegi. Kotak-kotak persegi, dapat membantu menghitung keliling suatu bangun. Amati peta lokasi pameran berikut!
Denah Pameran

Hitunglah keliling dari berbagai bangun di bawah ini!
Keliling

Pembelajaran 6

Kita dapat mengukur keliling suatu bangun datar. Salah satu alat ukur yang dapat digunakan adalah salah satu alat ukur yang digunakan adalah menggunakan satuan panjang.
Satuan
Ayo Berlatih
Hitunglah keliling bangun datar di bawah ini
Keliling
Demikian pembahasan mengenai Rangkuman Matematika Kelas 3 Tema 7 Subtema 3. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 12:21 PM

Rangkuman Materi Matematika Kelas 3 Tema 7 Subtema 2

Selamat datang di blog ini, semoga apa yang anda butuhkan ada di sini. Pada tulisan kali ini saya mencoba merangkum tema VII Perkembangan teknologi khususnya muatan pelajaran matematika. Tema 7 terbagi menjadi tiga subtema yaitu Subtema 1 Perkembangan Teknologi Pangan, Subtema 2 Perkembangan Teknologi Sandang, Subtema 3 Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Subtema 4 Perkembangan Teknologi Transportasi. Rangkuman atau resume ini ditulis dengan harapan semoga dapat membantu bapak ibu guru untuk lebih mudah memahami materi matematika tematik tema 7 kurikulum 2013.

Rangkuman Muatan Matematika Tema 7 Subtema 2
Kompetensi Dasar
3.9 Menjelaskan simetri lipat dan simetri putar pada bangun datar menggunakanbenda konkret
4.9
Mengidentifikasi simetri lipat dan simetri putar pada bangun datar menggunakanbenda konkret

Pada pembelajaran tematik Tema 7 Subtema 2 dibahas mengenai simetri lipat dan simetri putar. Simak penjelasannya berikut ini

Pembelajaran 1
Simetri Lipat adalah jumlah lipatan yang dapat dibentuk oleh suatu bidang datar menjadi dua bagian yang sama besar. Agar memiliki simetri lipat, bangun datar harus memiliki sumbu simetri. Sumbu Simetri adalah garis yang membagi suatu bangun datar memjadi dua bagian yang sama besar. 

Cara Menentukan Simetri Lipat
Simetri lipat dapat ditemukan melalui percobaan. Simetri lipat juga dapat ditemukan dengan membuat sumbu simetri. Yaitu, garis yang membagi dua bangun datar dan saling menutupi. Mari kita membuat sumbu simetri bangun persegi panjang!
  1. Sediakan kertas berbentuk persegi panjang.
  2. Lipatlah menjadi dua bagian yang sama.
  3. Lalu, buka lipatan kertas.
  4. Buatlah garis pada bekas lipatan. Apa nama garis yang membagi persegi panjang menjadi dua bagian yang sama?

Amati bagan berikut ini!
Ayo Berlatih
Buatlah satu bentuk bangun datar yang kamu inginkan! Berlatihlah mencari banyaknya simetri lipat! Gambarkan hasil temuanmu!
Simetri

Pembelajaran 3
Amatilah motif kain adat berikut!
Simetri

Bangun datar memiliki simetri lipat jika:
  1. Dapat dilipat menjadi dua bagian yang sama besar
  2. Lipatan saling menutupi dengan tepat
  3. Memiliki sumbu simetri

Ayo Mencoba
Gambarlah beberapa bentuk bangun datar yang kamu ketahui! Lalu guntinglah gambarmu mengikuti bentuk! Berlatihlah mencari banyaknya simetri lipat! Tuliskan hasil temuanmu pada tabel berikut!
No. Bentuk Bangun Datar Banyak Simetri Lipat
1
Bangun 1
2
2
Layang-layang
1
3
Elips
2
4
Segitiga
3
5
Belah Ketupat
2

Pembelajaran 5
Simetri Putar
Simetri Putar adalah jumlah putaran yang dapat dilakukan terhadap suatu bangun datar dimana hasil putarannya akan membentuk pola yang sama seperti pada saat sebelum diputar, namun bukan kembali ke posisi awal. Sebuah bangun memiliki simetri putar apabila terdapat satu titik pusat dan bangun itu bisa diputar kurang dari satu putaran penuh, sehingga bayangannya berada tepat pada bangun semula. 

Masih ingatkah kamu dengan motif kain kesayangan ibu Udin? Salah satu motifnya adalah persegi. Ikutilah langkah-langkah berikut!
  1. Gambarlah persegi di atas karton dengan panjang sisi 5 cm.
  2. Guntinglah gambarmu dengan rapi.
  3. Jiplaklah bangun persegi yang kamu buat di buku latihanmu.
  4. Tentukan titik pusatnya.
  5. Letakkan karton persegimu tepat di atas gambar persegi yang kamu buat.
  6. Cobalah memutar karton persegimu searah jarum jam.
  7. Apakah bangun datar tersebut dapat memenuhi garis yang kamu buat dengan tepat?
  8. Cobalah putar lagi sampai menempati posisi semula.
  9. Berapa kali putaran persegi dapat menempati bingkainya, apabila diputar satu kali putaran penuh?
Simetri Putar
Beberapa bangun datar memiliki simetri putar. Simetri putar adalah banyak putaran yang dapat dilakukan pada suatu bidang datar dengan ketentuan:
Segitiga
  1. Hasil putaran menutupi pola yang sama dengan ketika sebelum diputar
  2. Putaran kurang dari satu putaran
  3. Memiliki titik pusat

Ayo Berlatih
Buatlah percobaan dengan bentuk bangun datar yang lain! Cobalah juga dengan sembarang bangun
datar! Lakukan langkah-langkahnya seperti pada halaman sebelumnya! Catatlah hasil percobaanmu pada tabel berikut! Beri tanda (✔) jika memiliki dan ( X ) jika tidak memiliki.
No. Bangun Datar Memiliki Simetri Putar Banyaknya
1
Persegi Panjang
2
2
Sembarang
X -
3
Layang Layang
X -
4
Jajar Genjang
2
5
trapesium
X -
Simetri putar adalah banyak putaran yang dapat dilakukan pada suatu bidang datar.
Demikian pembahasan mengenai Rangkuman Materi Matematika Kelas 3 Tema 7 Subtema 2. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:48 AM

Rangkuman Materi Matematika Kelas 3 Tema 7 Subtema 1

Selamat datang di blog ini, semoga apa yang anda butuhkan ada di sini. Pada tulisan kali ini saya mencoba merangkum tema VII Perkembangan teknologi khususnya muatan pelajaran matematika. Tema 7 terbagi menjadi tiga subtema yaitu Subtema 1 Perkembangan Teknologi Pangan, Subtema 2 Perkembangan Teknologi Sandang, Subtema 3 Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Subtema 4 Perkembangan Teknologi Transportasi. Rangkuman atau resume ini ditulis dengan harapan semoga dapat membantu bapak ibu guru untuk lebih mudah memahami materi matematika tematik tema 7 kurikulum 2013.

Rangkuman Muatan Matematika Tema 7 Subtema 1
Kompetensi Dasar
3.8 Menjelaskan dan menentukan luas dan volume dalam satuan tidak baku dengan menggunakan benda konkret
4.8
Menyelesaikan masalah luas dan volume dalam satuan tidak baku dengan menggunakan benda konkret

Pada pembelajaran tematik Tema 7 Subtema 1 dibahas mengenai luas dan volume bangun. Simak penjelasannya berikut ini

Pembelajaran 1
Luas Permukaan Suatu Bidang
Benda yang permukaanya berbentuk bangun datar dapat dihitung luasnya. Luas bangun datar adalah bidang yang dibatasi oleh sisi-sisi bangun datar. Luas suatu bangun datar dapat dihitung dengan menggunakan satuan tidak baku misalnya saja persegi satuan. Perhatikan contoh berikut ini.

Ibu Edo mengukur luas kain untuk menyaring tahu dengan menggunakan satuan tidak baku
Satuan Luas

Kain menutup seluruh permukaan tahu. Setelah tertutup, kemudian diukur dengan menggunakan satuan luas maka akan terlihat seperti gambar di bawah ini:
Kain

Banyak satuan persegi yang menutup tanpa celah pada suatu tempat menyatakan luas tempat tersebut. Luas suatu tempat dinyatakan dengan banyak satuan persegi yang menutup tempat tersebut tanpa celah

Amati gambar-gambar di bawah ini. Hitunglah luas dari setiap gambar berikut.
Luas
Luas bidang A adalah 7 satuan
Luas bidang B adalah 10 satuan
Luas bidang C adalah 6 satuan
Luas bidang D adalah 7 satuan
Luas yang paling kecil adalah bidang C
Luas yang paling besar adalah bidang B
Bidang dan pada gambar A dan D memiliki luas yang sama.

Pembelajaran 3

Satuan Persegi

Pembelajaran 5
Volume Benda
Volume benda merupakan seberapa besar ruang yang dapat ditempati oleh benda tersebut. Pada pengukuran botol kecap, botol kecil merupakan satuan tidak bakuyang digunakan untuk mengukur volume botol yang lebih besar. Perhatikan contoh berikut ini.

Setelah bermain peran, Beni merasa haus. Dia ingin membeli susu. Beni melihat susu disimpan dalam berbagai kemasan.
Kemasan 1

Kemasan A diisi dengan susu yang terdapat dalam kemasan B

volume kemasan A adalah sama dengan 2 kemasan B. Kemudian, kemasan A diisi dengan air yang terdapat dalam kemasan C.

Volume kemasan A sama dengan 4 kemasan C. Maka volume kemasan A, B, dan C berbeda. Kemasan susu merupakan satuan volume tidak baku

Ayo Mencoba
Buatlah kelompok bersama teman-temanmu! Lakukan percobaan mengukur volume. Ikuti langkah berikut:
  1. Kumpulkan botol minum dari setiap anggota kelompok.
  2. Siapkan alat ukur berupa gelas plastik berukuran sama.
  3. Ukur volume dari air minum di setiap botol minum.
  4. Tunjukkan volume air dari setiap botol dengan mewarnai batas air seperti pada gambar di bawah ini. contoh :
Aneka Botol

  1. Botol minum milik Dayu memiliki volume paling banyak.
  2. Botol minum milik  Edo memiliki volume paling sedikit.

Membandingkan Volume Benda
Amati gambar berikut! Lingkari gambar yang memiliki volume lebih banyak!
Volume
Mengurutkan Volume Benda Cair
Amati gambar berikut!

Urutkan kotak susu di atas mulai dari kotak yang bervolume paling sedikit hingga kotak yang bervolume paling banyak!
Mengurutkan
Urutan volume : 3, 2 , dan 1

Urutkan mulai dari gelas yang memiliki volume paling banyak hingga volume yang paling sedikit!
Urutan Volume

Urutan gelas dari volume paling banyak hingga paling sedikit adalah : 3, 5, 2, 4, dan 1

Pembelajaran 6
Siti harus mengisi panci dengan air. Panci yang tersedia berukuran besar. Gelas untuk menuang air berukuran kecil. Siti menghitung banyaknya gelas berisi air agar panci terisi sampai penuh.
Panci

Satu panci terisi penuh air setelah dituang 9 gelas satuan. Artinya, volume 1 buah panci setara dengan 9 gelas satuan.

Jika air di gelas dituangkan ke dalam panci, lingkari volume air yang lebih banyak!
Volume Panci
Demikian pembahasan mengenai Rangkuman Materi Matematika Kelas 3 Tema 7 Subtema 1. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 9:51 PM