Pembelajaran 4 Tema 5 Subtema 2 Pengalamanku di Sekolah

Pada Pembelajaran 4 Tema 5 Subtema 2 Pengalamanku di Sekolah akan mempelajari tentang membuat dan mengidentifikasi langkah-langkah membuat karya imajinatif tiga dimensi dengan bahan alami. Menentukan konversi satuan panjang (cm, m) dan mengukur panjang benda dengan satuan baku yang sering digunakan (misalnya cm dan m). Menemukan dan mengartikankosakata baru yang terdapat dalam puisi anak tentang lingkungan yang diperdengarkan. Membaca dan mengoreksi kesalahan puisi anak tentang lingkungan. Menuliskan isi puisi anak tentang lingkungan dengan ejaan yang tepat. Sebagai catatan tulisan ini hanya sebagai panduan saja ketika mengikuti kegiatan pembelajaran bersama Bapak/Ibu guru.

Beni mendapat tugas dari sekolah.

Beni harus membawa daun kelapa.

Beni belum mengetahui kegunaannya.

Ibu guru merahasiakannya.

Tahukah, kamu? Apa kegunaan daun kelapa?

Ayo Mengamati
Amati gambar berikut!
Membuat Ketupat
Ayo Berlatih
Buatlah pertanyaan tentang gambar tersebut!

Mintalah temanmu menjawabnya!
Pertanyaan: Informasi apa yang terdapat dalam gambar tersebut?
Jawaban teman: Langka-langkah membuat kerajinan.

Pertanyaan: Kerajinan apa yang dibuat dalam gambar tersebut?
Jawaban teman: Ketupat.

Pertanyaan: Apa bahan untuk membuat kerajinan ketupat?
Jawaban teman: Dua helai daun kelapa.

Ayo Berkreasi
Perhatikan percakapan Beni!

Beni sedang bercakap-cakap dengan Bu Guru!

Buatlah ketupat menggunakan daun kelapa!

Sediakan dua helai daun kelapa!

Pernahkah kamu membuatkerajinan? Kerajinan dari dedaunan? Kali ini, kamu akan membuat anyaman. Anyaman cangkang ketupat daridaun kelapa.

Cara membuatnya adalah:
  1. Gulung satu sisi janur sampai tiga kali pada tangan. Ingat posisi pangkal janur menghadap ke atas. 
  2. Ambil sisi janur satu lagi. Seperti langkah sebelumnya. Gulung pada tangan sebanyak tiga kali. Posisi pangkal janur menghadap ke bawah.
  3. Buatlah kedua gulungan saling bersilangan. Janur masih dalam posisi tergulung.
  4. Ambil satu ujung. Kemudian, putar ke belakang susunan janur.
  5. Masukkan ujung janur yang sudah diputar ke belakang, Kemudian, janur yang berada pada posisi tengah.
  6. Teruskan anyaman sampai bawah. Lakukan langkah sama dengan janur yang satu lagi.

Daun kelapa berguna untuk cangkang ketupat.

Banyak jenis daun lainnya yang berguna bagimu.

Seperti, daun mangga, daun singkong, dan daun pepaya.

Ayo Berlatih
Amatilah lima jenis daun di sekitarmu!

Ukurlah panjang tangkai daunnya!

Catat hasilnya pada kolom berikut!

Ukuran dalam satuan cm.
No. Nama Daun Ukuran (cm)
1 Daun Pisang 130 cm
2 Daun Mangga 21 cm
3 Daun Jambu 15 cm
4 Daun Nangka 17 cm
5 Daun Mahoni 11 cm
Salin hasilmu pada titik-titik berikut! 

Ubahlah ke dalam satuan meter (m)!
  1. 130 cm = 1,3 m
  2. 21 cm = 0,21 m
  3. 15 cm = 0,15 m
  4. 17 cm = 0,17 cm
  5. 11 cm = 0, 11m

Ayo Berdiskusi
Ketupat Lebaran
Ketupat lebaran dengan sayap opor ayam
Disantap sepulang dari shalat Idul Fitri
Untuk kakek dan nenek, tetangga, sahabat
Senangnya, Subhanallah sungguh nikmat
Ketupat lebaran dengan sambal goreng hati
Tersedia di meja sepulang dari shalat
Memang sedap dan enak dan gurih
Cobalah ketupat, Alhamdulillah sungguh nikmat

Temukan kosakata baru dalam puisi!

Diskusikan makna kata berikut!
No. Kosa Kta Makna
1 Ketupat Makanan yang dibuat dari beras yang dimasukkan ke dalam anyaman daun kelapa
2 Opr Gulai ayam (itik dan sebagainya) berkuah santan kental
3 Santap Memakan, meminum
4 Nikmat Enak, lezat
5 Gurih Enak rasanya (seperti ikan goreng)

Kamu perlu menguji hasil diskusimu!

Caranya kerjakan latihan berikut!

Petunjuk: Temukan kata yang sesuai dengan maknanya!
1. Memakan, meminum
2. Dibuat dari beras yang dimasukkan ke dalam anyaman daun kelapa.
3. Enak rasanya (seperti ikan goreng).
4. Gulai ayam atau itik dan sebagainya, berkuah santan kental.
5. Enak, lezat

Dengarkan petunjuk gurumu!

Kerjakan latihan  berikut
TTS


Ayo Membaca
Bacalah puisi berikut!
Ketupat Lebaran
Ketupat lebaran dengan sayap opor ayam
Disantap sepulang dari shalat Idul Fitri
Untuk kakek dan nenek, tetangga, sahabat
Senangnya, Subhanallah sungguh nikmat
Ketupat lebaran dengan sambal goreng hati
Tersedia di meja sepulang dari shalat
Memang sedap dan enak dan gurih
Cobalah ketupat, Alhamdulillah sungguh nikmat

Gunakan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat!

Ayo Menulis
Perhatikan temanmu membaca puisi!

Gunakan ekspresi, intonasi, dan lafal!
Ekspresi : Cukup bagus
Intonasi : Bagus
Lafal : .Sangat bagus

Tulislah puisi tentang “Lingkungan!
Lingkunganku
Lingkunganku dahulu rindang
Anak anak sangat senang
Bermain di tanah lapang
Lingkunganku kini gersang

Pohoh pohon ditebang
Tidak ada lagi burung terbang
Tidak ada lagi tanah lapang
Tempat anak anak bermain riang

Kegiatan Bersama Orang Tua
Kamu telah belajar tentang puisi. Ayo, tulis puisi tentang lingkungan. Diskusikanlah bersama orang tuamu!
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 9:41 PM

Pembelajaran 3 Tema 5 Subtema 2 Pengalamanku di Sekolah

Pada Pembelajaran 3 Tema 5 Subtema 2 Pengalamanku di Sekolah akan mempelajari tentang menulis kalimat/ungkapan permintaan tolong. Mempraktikkan ungkapan santun dengan menggunakan kata “tolong” untuk hidup rukun dalam kemajemukan. Menentukan konversi satuan panjang (cm, m). Mengukur panjang benda dengan satuan baku yang sering digunakan (misalnya cm dan m). Mengidentifikasi cara menggunakan bahan alami untuk membuat karya imajinatif tiga dimensi. Membuat karya imajinatif tiga dimensi berdasarkan gagasan atau objek dengan bahan alami. Sebagai catatan tulisan ini hanya sebagai panduan saja ketika mengikuti kegiatan pembelajaran bersama Bapak/Ibu guru.

Jam istirahat telah usai.

Beni menemui petugas sekolah.

Beni meminta tolong membukakan pintu gudang.

Karena di gudang tempat menyimpan tanah liat.

Ayo Mengamati
Amatilah gambar berikut!
Minta Tolong
Ayo Berlatih
Buatlah pertanyaan sesuai gambar!

Mintalah temanmu menjawabnya!
Pertanyaan: Apa yang dilakukan Beni dan teman-temannya?
Jawaban teman: Meminta tolong kepada petugas sekolah.

Pertanyaan: Kepada siapa Beni minta tolong?
Jawaban teman: Petugas sekolah.

Pertanyaan: Apa permintaan Beni dan teman-teman kepada petugas sekolah?
Jawaban teman: Beni dan teman-teman minta tolong dibukakan pintu kelas.

Beni meminta tolong kepada petugas sekolah.

Kamu juga dapat meminta tolong ke teman, kakak kelas, guru, dan lainnya.

Ayo Menulis
Perhatikan gambar berikut!

Tulislah kalimat sederhana!

Gunakan kata minta tolong.
Meminta Maaf

Maaf 2
Contoh Kalimat :
  1. Pak, bolehkah saya meminta tolong? Saya meminta tolong dibukakan pintu,
  2. Pak. Meli, tolong ambilkan tanah liat itu!
  3. Kakak, aku tidak dapat memindahkan meja sendiri. Bolehkah meminta tolong, Kak?
  4. Bu, Beni disuruh membuat surat oleh Bu Guru. Bolehkah Beni meminta tolong, Ibu! Beni belum dapat membuat surat sendiri.
  5. Nak, tolong bersihkan halaman kelas ini setiap pagi, ya!
  6. Beni, aku meminta tolong mengangkat ember ini?
  7. Maukah Ibu membantuku membuat vas bunga dari tanah liat?
  8. Bolehkah saya meminta tolong untuk mengambilkan kantong plastik itu ?

Ayo Mencoba
Praktikkan ungkapan kata tolong yang kamu buat!

Gunakan bahasa yang santun!

Beni dan temannya baru selesai belajar bahasa

Selanjutnya akan belajar mengukur.

Ayo Berlatih
Perhatikan benda di sekitarmu!

Apakah benda berikut ada di sekitarmu?

Coba ukurlah benda tersebut!

Tuliskan hasilnya di bawah gambar!

Tuliskan dengan satuan cm.

Gunakan penggaris untuk mengukur.
Mengukur Benda
Salin hasil di atas!

Ubahlah ke dalam satuan meter (m)!
  1. 80 cm = 0,8 m
  2. 200 cm = 2 m
  3. 100 cm = 1 m
  4. 70 cm = 0,7 m
  5. 130 cm = 1,3 m
  6. 40 cm = 0,4 m

Ayo Mencoba
Beni dan temannya dapat menghias vas bunga.

Sekarang, Beni akan membuat vas bunga.

Beni membuatnya bersama teman.

Vas bunga dibuat dari tanah liat.

Coba lakukan seperti Beni.

Caranya sangat mudah.

Adapun langkahnya sebagai berikut!
  1. Sediakan tanah liat dan air.
  2. Gunakan sarung tangan elastis.
  3. Tentukan pola yang akan dibuat.
  4. Ambil tanah liat secukupnya. 
  5. Basahi tanah liat dengan air secukupnya. 
  6. Tanah liat dibuat jangan encer.

Perhatikan langkah tersebut.

Kemudian, lakukan langkah berikut.
Vas Bunga
Ayo Bercerita
Bagaimana hasil karyamu?

Samakah dengan di gambar?

Coba ceritakan kembali!

Cerita cara membuatnya!

Gunakan dengan kalimat sendiri!
Pertama kali membuat vas bunga saya gagal karena terlalu banyak air. Saya baca kembali langkah-langkah membuatnya dengan benar. Pertama-tama saya ambil tanah liat sebanyak 3 genggam. Sebelum mulai mengaduk, saya pasang sarung tangan. Basahilah tanah liat dengan air.  Tuangkan air sedikit demi sedikit. Bentuklah adonan tanah liat sesuai pola yang saya inginkan. Setelah itu, vas bunga yang saya buat baru terbentuk dengan baik.

Kegiatan Bersama Orang Tua
Kamu telah belajar ungkapan permintaan tolong. Coba tulis kalimat/ungkapan tersebut. Berdiskusilah dengan orang tuamu
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:15 PM

Pembelajaran 2 Tema 5 Subtema 2 Pengalamanku di Sekolah

Pada Pembelajaran 2 Tema 5 Subtema 2 Pengalamanku di Sekolah akan mempelajari tentang menemukan contoh ungkapan minta tolong sebagai cermin hidup rukun dalam kemajemukan masyarakat Indonesia yng terdapat pada teks percakapan. Menjelaskan makna ungkapan minta tolong yang ditemukan dari teks percakapan dengan bahasa sendiri. Mempraktikkan ungkapan santun dengan menggunakan kata “tolong” untuk hidup rukun dalam kemajemukan. Menjelaskan variasi gerak keseimbangan dan putaran dalam aktivitas senam lantai. Mempraktikkan variasi gerak keseimbangan dan putaran dalam aktivitas senam lantai. Menunjukkan contoh di sekolah yang sesuai dengan sila pertama Pancasila. Menceritakan tentang pengalaman menerapkan nilai-nilai Pancasila sila pertama di sekolah. Sebagai catatan tulisan ini hanya sebagai panduan saja ketika mengikuti kegiatan pembelajaran bersama Bapak Ibu guru.

Beni dan teman-temannya melakukan gotong-royong.

Gotong royong ini dilakukan di sekolah.

Siti menyapu halaman.

Dayu menyiram bunga.

Edo mengelap kaca.

Beni membantu guru memajang kaligrafi.

Ayo Mengamati!
Amatilah teks percakapan berikut!
Percakapan

Percakapan 2
Ayo Menulis!
Perhatikan percakapan di atas!

Kemudian, jawablah pertanyaan berikut!
1. Apa yang akan dilakukan Beni?
Membantu Bu Guru memajang kaligrafi di kelas.
2. Siapa yang ingin menolong Bu Guru?
Beni, Siti, Meli, dan Edo.
3. Sebutkan alat yang digunakan untuk kerja gotong royong!
Sapu, ember dan kemoceng
4. Tuliskan contoh ungkapan minta tolong!
Oleh karena itu, ibu minta tolong memajang kaligrafi di dinding kelas, ya!
5. Jelaskan makna ungkapan minta tolong dari teks di atas!
Minta tolong karena tidak dapat dilakukan sendiri
Ayo Mencoba!
Praktikkan teks percakapan di atas!

Bacalah di hadapan teman-temanmu!

Ayo Mengamati!
Amatilah gambar berikut!
Beni
Buatlah pertanyaan sesuai gambar di atas!

Mintalah temanmu menjawabnya!
Pertanyaan: Apa yang sedang dilakukan Beni?
Jawaban Teman: Beni sedang memanjat untuk memajang kaligrafi di dinding ruangan kelas.

Gotong royong telah selesai dilaksanakan.

Kemudian, Beni dan teman-temannya berolahraga.

Ayo Mencoba!
Beni berjinjit dengan satu kaki.

Cobalah gerakan tersebut.

Coba lakukan di halaman sekolahmu.

Tuliskan cara melakukan gerakannya.

Lakukan juga gerakan seperti berikut!
Berjinjit
Cara Melakukan Gerakan Berjinjit
  1. Berjinjit dengan satu kaki tangan direntang.
  2. Berjinjit dengan dua kaki tangan direntang.
  3. Berdiri dengan satu kaki sambil mengepakkan sayap.
  4. Berdiri dengan satu kaki badan dibungkukkan ke depan dan tangan direntangkan

Ayo Berlatih
Pernahkah kamu melihat kaligrafi?

Kaligrafi dapat mengingatkanmu kepada Tuhan.

Mengingat Tuhan dapat juga dilakukan dengan berdoa.

Berdoa merupakan perilaku yang sesuai sila pertama Pancasila.

Perhatikan gambar berikut!

Berikan centang yang menunjukkan sila pertama Pancasila!
Pengamalan SIla Pertama
Ayo Bercerita!
Kamu pasti pernah melakukan sikap yang baik.

Sikap yang sesuai sila pertama Pancasila.

Coba ceritakan pengalamanmu!
Cerita pengalamanku :
Pengalaman saya menerapkan sila pertama pancasila adalah dengan selalu berdoa sebelum dan sedudah melakukan kegiatan. Misalnya saja saat akan belajar saya selalu berdoa kepada Tuhan YME, Selesai belajar juga saya selalu berdoa.

Kegiatan Bersama Orang Tua :
Kamu telah belajar sila pertama Pancasila. Coba temukan contohnya di sekolah. Diskusikan bersama orang tuamu.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 5:17 PM

Model Pembelajaran Matematika Kurikulum 2013

Strategi pembelajaran matematika adalah usaha yang dilakukan pendidik dalam mengorganisasikan materi pembelajaran melalui perencanaan dalam penggunaan pendekatan, metode, dan sumber daya pembelajaran. Hal ini berdasarkan karakteristik siswa maupun dalam mengembangkan, menilai, dan merevisi material pembelajaran matematika yang sengaja dirancang untuk mencapai tujuan pelajaran matematika secara efektif.

Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Dalam hal ini model pembelajaran merupakan cara yang digunakan guru dalam mengorganisasikan kelas pada umumnya atau dalam menyajikan bahan pelajaran pada khususnya. Di mana hal ini merupakan alat untuk mencapai suatu tujuan.

Model pembelajaran tidak hanya berfungsi sebagai cara untuk menyampaikan materi saja. Akan tetapi berfungsi juga untuk pemberian dorongan, pengungkap tumbuhnya minat belajar, penyampaian bahan belajar, pencipta iklim belajar yang kondusif, tenaga untuk melahirkan kreativitas, pendorong untuk penilaian diri dalam proses, hasil belajar, dan pendorong dalam melengkapi kelemahan hasil belajar.

1. Model Discovery Learning
Kemendikbud (2014) menjelaskan bahwa prinsip belajar yang nampak jelas dalam Discovery Learning adalah materi atau bahan pelajaran yang akan disampaikan tidak disampaikan dalam bentuk final akan tetapi siswa sebagai siswa didorong untuk mengidentifikasi apa yang ingin diketahui dilanjutkan dengan mencari informasi sendiri kemudian mengorganisasi atau membentuk (konstruktif) apa yang mereka ketahui dan mereka pahami dalam suatu bentuk akhir. Syah (2004) menjelaskan fase (syntax) model discovery learning adalah sebagai berikut.
Model Discovery Learning
  1. Stimulation (stimulasi/pemberian rangsangan)
  2. Problem statement (pernyataan/identifikasi masalah)
  3. Data collection (pengumpulan data)
  4. Data processing (pengolahan data)
  5. Verification (pembuktian)
  6. Generalization (menarik kesimpulan/generalisasi

2. Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning/PBL)
Arends (2008) menyatakan bahwa Problem Based Learning (PBL), berusaha untuk memandirikan siswa. Tuntutannya adalah guru mendorong dan mengarahkan siswa untuk bertanya dan mencari solusi sendiri masalah nyata, dan siswa menyelesaikan tugas-tugas dengan kebebasan berpikir dan dengan dorongan inkuiri terbuka. Problem Based Learning (PBL) juga sering disebut Problem Based Instruction. Menurut Nur (2011) ciri khas sebagai berikut.
Problem Based Learning/PBL
  1. Mengajukan pertanyaan atau masalah. PBL menekankan pada mengorganisasikan pembelajaran di sekitar pertanyaan-pertanyaan atau masalah-masalah yang penting secara sosial dan bermakna secara pribadi bagi siswa. Pelajaran diarahkan pada situasi kehidupan nyata, menghindari jawaban sederhana, dan memperbolehkan adanya keragaman solusi beserta argumentasinya.
  2. Berfokus pada interdisiplin. Meskipun PBL dapat berpusat pada mata pelajaran tertentu (sains, matematika, IPS) namun solusinya menghendaki siswa melibatkan banyak mata pelajaran.
  3. Penyelidikan otentik. PBL menghendaki siswa menggeluti penyelidikan otentik dan berusaha memperoleh pemecahan nyata terhadap masalah nyata, seperti mendefinisikan masalah, mengembangkan hipotesis dan membuat prediksi, mengupulkan dan menganalisis informasi, melaksanakan eksperimen (jika diperlukan), dan membuat kesimpulan.
  4. Menghasilkan karya nyata dan memamerkan. PBL menghendaki siswa menghasilkan produk dalam bentuk karya nyata dan memamerkannya. Produk ini mewakili solusi-solusi mereka, misalnya skrip sinetron, sebuah laporan, modul fisik, rekaman video, atau program komputer
  5. Kolaborasi. Seperti pembelajaran kooperatif, PBL juga ditandai oleh siswa yang bekerja sama dengan siswa lain.

3. Model Pembelajaran Berbasis Proyek
Kemendikbud (2014) menjelaskan bahwa Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning/PjBL) adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai inti pembelajaran. Siswa melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar.

Pembelajaran Berbasis Proyek merupakan model belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktifitas secara nyata. Pembelajaran Berbasis Proyek dirancang untuk digunakan pada permasalahan komplek yang diperlukan siswa dalam melakukan insvestigasi dan memahaminya. Melalui PjBL, proses inquiry dimulai dengan memunculkan pertanyaan penuntun (a guiding question) dan membimbing siswa dalam sebuah proyek kolaboratif yang mengintegrasikan berbagai subjek (materi) dalam kurikulum.
Model Pembelajaran Berbasis Proyek
Pembelajaran Berbasis Proyek memiliki karakteristik seperti
  • Siswa membuat keputusan tentang sebuah kerangka kerja,
  • Adanya permasalahan atau tantangan yang diajukan kepada siswa,
  • Siswa mendesain proses untuk menentukan solusi atas permasalahan atau tantangan yang diajukan,
  • Siswa secara kolaboratif bertanggungjawab untuk mengakses dan mengelola informasi untuk memecahkan permasalahan,
  • Proses evaluasi dijalankan secara kontinyu,
  • Siswa secara berkala melakukan refleksi atas aktivitas yang sudah dijalankan,
  • Produk akhir aktivitas belajar akan dievaluasi secara kualitatif,
  • Situasi pembelajaran sangat toleran terhadap kesalahan dan perubahan.

4. Model Pembelajaran Kooperatif
Menurut Solihin, E dan Rahardjo (2007:4): Pembelajaran kooperatif dapat diartikan sebagai suatu struktur tugas bersama dalam suasana kebersamaan diantara anggota kelompok. Lie (2008:17) mengemukakan: Pembelajaran kooperatif adalah suatu sikap atau prilaku bersama dalam bekerja atau membantu diantara sesama dalam struktur dalam kerjasama yang teratur dalam kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih. Keberhasilan kerja dipengaruhi oleh keterlibatan oleh setiap kelompok itu sendiri.

Model-model pembelajaran kooperatif, antara lain sebagai berikut.
  1. Student Team-Achievement Division (STAD)/Divisi Pencapaian-Kelompok Siswa.
  2. Pembelajaran kooperatif Tipe Team Games Turnament (TGT).
  3. Model pembelajaran investigasi kelompok/Group Investigastion (GI).

Dari ketiga model kooperatif di atas yang paling tepat untuk pembelajaran matematika adalah tipe STAD. Langkah-langkah untuk menggunakan STAD adalah sebagai berikut.
Team-Achievement Division
  1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara hetrogen (campuran menuru presatasi, jenis kelamin, suku, dan lain-lain).
  2. Guru menyajikan pelajaran.
  3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Anggotanya yang sudah mengerti dapat menjelaskan pada anggota lainya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
  4. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu.
  5. Memberi evaluasi.
  6. Kesimpulan.

5. Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia
PMRI adalah singkatan dari Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia. PMRI digagas oleh sekolompok pendidik matematika di Indonesia. PMRI merujuk RME (Realistic Mathematics Education) yang diterapkan dengan sukses di Belanda sejak 1970-an dan juga di beberapa negara lain, seperti di Amerika Serikat yang dinamakan Mathematics in Context. Salah satu permasalahan terbesar dengan matematika modern ialah menyajikan matematika sebagai produk jadi, siap pakai, abstrak dan diajarkan secara mekanistik: guru mendiktekan rumus dan prosedur ke siswa.

Tim PMRI Universitas Sanata Darma Yogyakarta mengembangkannya dalam kondisi sosial dan budaya Indonesia, menjabarkannya dan mencoba mempraktikkannya di kelas adalah sebagai berikut.
  1. Murid aktif, guru aktif (Matematika sbg aktivitas manusia).
  2. Pembelajaran sedapat mungkin dimulai dengan menyajikan masalah kontekstual/ realistik.
  3. Guru memberi kesempatan pada siswa menyelesaikan masalah dengan cara sendiri.
  4. Guru menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan.
  5. Siswa dapat menyelesaikan masalah dalam kelompok (kecil atau besar).
  6. Pembelajaran tidak selalu di kelas (bisa di luar kelas, duduk di lantai, pergi ke luar sekolah untuk mengamati atau mengumpulkan data).
  7. Guru mendorong terjadinya interaksi dan negosiasi, baik antara siswa dan siswa, juga antara siswa dan guru.
  8. Siswa bebas memilih modus representasi yang sesuai dengan struktur kognitifnya sewaktu menyelesaikan suatu masalah (Menggunakan model).
  9. Guru bertindak sebagai fasilitator (Tutwuri Handayani).
  10. Kalau siswa membuat kesalahan dalam menyelesaikan masalah jangan dimarahi tetapi dibantu melalui pertanyaan-pertanyaan dan usaha mereka hendaknya dihargai. (Gunakan pendekatan Sani, praktekkan tepa selira dan ngewongké wong) (Y. Marpaung)

Sumber : Buku Matematika Kelas V Kurikulum 2013, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 5:53 PM

Pembeljaran 1 Tema 5 Subtema 2 Pengalamanku di Sekolah

Pada Pembeljaran 1 Tema 5 Subtema 2 Pengalamanku di Sekolah akan mempelajari tentang mengidentifikasi bahanalami dan membuat karya imajinatif tiga dimensi dengan bahan alami. Mengidentifikasi ciri-cirikarya imajinatif tiga dimensi dengan bahan alami. Mendengarkan teks percakapan yang berhubungan dengan budaya minta tolong sebagaicermin hidup rukun dalam kemajemukan masyaraka tIndonesia. Mempraktikkan ungkapan santun dengan menggunakan kata “tolong” untuk hidup rukun dalam kemajemukan. Menentukan konversi satua npanjang (cm, m). Mengukur panjang benda dengan satuan baku yang sering digunakan (misalnya dan cm, m). Sebagai catatan tulisan ini hanya sebagai panduan saja ketika mengikuti kegiatan pembelajaran bersama Bapak/Ibu Guru.

Amatilah gambar berikut!
Beni
Liburan semester 1 telah berakhir.

Beni dan teman-temannya kembali ke sekolah

Apa yang dilakukan Beni?
Beni sedang memasang kaligrafi
Apa yang dilakukanteman-temannya?
Beni dan teman-temanya sedang menata ruang kelas
Pernahkah kamu melakukannya?
Saya pernah melakukanya.
Beni dan teman-temannya mendapat tugas.

Tugasini dilakukan saat liburan.

Apa tugasnya?

Tugasnya menghias vas bunga.

Ayo Mengamati
Amatilah gambar berikut!
Vas Bunga
Sebutkan bahan untuk membuat hiasan vas bunga.

Biji-bijian untuk menghias vas bunga.

Sebutkan biji-bijian yang digunakan.

Ayo Menulis!
Tuliskan bahan untuk menghias vas bunga!
Bahan yang dibutuhkan : Kertas berwarna, gunting, lem, biji-bijian, cat air, dan kuas.

Ayo Mencoba!
Kamu sudah mengetahui bahan untuk menghias vas bunga.

Sediakan bahan tersebut.

Juga sediakan lem dan sarung tangan.

Pilihlah pola hiasan seperti gambar berikut!
Contoh Vas
Ayo Menulis!
Kamu sudah menghias vas bunga.

Hasilnya merupakan karya hiasan vas bunga.

Tuliskan ciri-ciri karyamu!
Ciri ciri vas bunga
Ciri-ciri karya vas bungaku :
  1. Terbuat dari gerabah / plastik
  2. Berbentuk lonjong / kotak
  3. Biasanya dihias dengan ukiran
  4. Memiliki warna gelap / cerah
  5. Bentuknya menyerupai guci
Ayo Berlatih!
Beni bekerja secara kelompok.

Kelompoknya Beni sedang membuat hiasan vas bunga.

Beni dan kelompoknya berdiskusi.

Diskusi untuk menyelesaikan tugasnya.

Dengarkan gurumu membacakan percakapan Beni!
Beni : “Dayu, adakah lem untuk melekatkan biji-bijiannya?”
Dayu : “Itu ada Beni! Ada di depan Udin” (sambil menunjuk biji-bijian).
Beni : “Udin, tolong ambilkan biji-bijian yang berwarna merah, ya!”
Udin : “Baiklah, Beni!”
Beni : “Terima kasih, Udin!”
Buatlah pertanyaan sesuai teks percakapan! 

Mintalah temanmu menjawabnya!
Pertanyaan : Siapa yang meminta tolong diambilkan biji-bijian?
Jawaban Teman : Beni.

Ayo Menulis!
Jawablah pertanyaan berikut!

Jawaban berdasarkan percakapan Beni.
1. Apa yang dilakukan Beni bersama teman-temannya?
Beni dan teman-temannya sedang melekatkan biji-bijan pada vas bunga.
2. Siapa yang berniat membantu Beni?
Beni.
3. Apa yang ditanyakan Beni kepada Dayu?
“Dayu, adakah lem untuk melekatkan biji-bijiannya?”
4. Beni telah meminta tolong kepada Udin. Apa yang dikatakan Beni?
“Terima kasih, Udin!”
5. Apa arti perkataan Dayu terhadap Beni?
Lem yang digunakan untuk melekatkan biji-bijian ada di hadapan Udin

Kelompok Beni saling tolong-menolong. 

Tolong-menolong ketika membuat hiasan vas bunga.

Kelompok Beni selesai mengerjakan tugas.

Kegiatan dilanjutkan mengukur panjang benda.

Ayo Mengamati!
Amatilah gambar berikut!

Adakah benda-benda seperti gambar?

Ukurlah panjang benda tersebut!

Tuliskan hasilnya di bawah gambar!
Mengukur
Ubahlah ke dalam satuan meter (m)!
1. 90 cm = 0,9 m
2. 25 cm = 0,25 m
3. 100 cm = 1 m

Kegiatan Bersama Orang Tua 
Kamu telah belajar mengukur benda. Coba ukur panjang benda di rumahmu. Diskusikan bersama orang tuamu. Ubahlah hasilnya ke dalam satuan meter (m)
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:54 PM

Pembelajaran 6 Tema 5 Subtema 1 Pengalamanku di Rumah

Pada Pembelajaran 6 Tema 5 Subtema 1 Pengalamanku di Rumah akan membahas tentang menemukan dan mengartikan kosakata baru yang terdapat dalam puisi anak tentang alam. Membaca indah dan mengoreksi kesalahan puisi anak tentang alam (dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat). Menuliskan isi puisi anak tentang alam dengan ejaan yang tepat. Menunjukkan contoh perilaku di rumah yang sesuai dengan sila ketiga Pancasila. Menceritakan tentang pengalaman menerapkan nilai-nilai Pancasila sila ketiga di rumah.. Mengenal satuan baku untuk mengukur panjang. Memilih alat ukur yang sesuai untuk mengukur panjang benda yang diukur. Sebagai catatan tulisan ini hanya sebagai panduan saja ketika mengikuti kegiatan pembelajaran bersama Bapak/Ibu guru.

Sepupu Beni datang dari kampung.

Beni senang dikunjungi saudaranya.

Beni dan sepupunya saling berkunjung.

Beni selalu menjaga kerukunan antarkeluarga.

Sikap ini contoh perilaku sesuai sila ketiga Pancasila.

Ayo Mengamati!
Amati gambar berikut!
Beni dan Saudara
Ayo Berlatih!
Amati gambar tersebut?

Buatlah pertanyaan sesuai gambar!

Mintalah temanmu menjawabnya!
Pertanyaan: Bagaimana Beni menjaga kerukunan antarkeluarga?
Jawaban teman: Beni menjaga kerukunan antarkeluarga dengan saling berkunjung.

Ayo Membaca!
Kamu harus hidup rukun. Rukun dengan teman.

Rukun dengan anggota keluarga.

Rukun dengan tetangga.

Hidup rukun merupakan contoh perilaku yang baik.

Hidup rukun sesuai sila ketiga Pancasila.

Bacalah percakapan berikut!

Perhatikan percakapan Beni dan sepupunya!
Beni dan Sepupu
Ayo Mencoba!
Perhatikan gambar berikut!

Contoh perilaku di rumah yang sesuai sila ketiga Pancasila!

Pilihlah dengan memberi centang (✓)!
Pengamalan Sila ketiga
Ayo Berdiskusi!

Baca kata-kata berikut!

Diskusikan dengan temanmu.

Apa maknanya?
No. Kata Maknanya
1 Basah Mengandung air atau pun benda-benda yang sifatnya cair.
2 Lebat Deras dan banyak sekali.
3 Berhenti Tidak bergerak, tidak bekerja, mandek, tidak diteruskan lagi, selesai, tamat, berakhir.
4 Kepalang Tidak cukup, tanggung, sudah terlanjur (kondisi tanggung).
5 Tergenang Air yang kondisinya terhenti mengalir.

Ujilah pemahamanmu! Kerjakan latihan berikut!
Uji Kemampuan
Perhatikan temanmu membaca puisi!

Berikan tanggapanmu!

Perhatikan lafal, intonasi, dan ekspresinya!

Ayo Menulis !
Buatlah sebuah puisi! Puisi yang berkaitan dengan alam.

Perhatikan pilihan katanya!
Indahnya Sawah Yang Hijau
Terlihat luas membentang,
Sawah indah yang menghijau
Tempat para petani bekerja
Menanam benih padi.

Indahmu tak terkira
Anugerah dari Yang Kuasa
Bersyukurlah kita semua
Untuk alam nan indah.

Kamu telah belajar tentang puisi.

Sekarang, perhatikan benda di rumahmu.

Apakah di rumahmu ada penggaris?

Adakah meteran?

Adakah jangka sorong?

Adakah mikrometer sekrup?
Penggaris dan meteran adalah alat ukur panjang. Alat ukur lainnya jangka sorong dan mikrometer sekrup. Lihat panjang jendela rumahmu. Kamu dapat mengukurnya dengan penggaris atau meteran. Coba sebutkan alat ukur panjang lainnya.
Perhatikan gambar berikut!

sebutkan alat untuk mengukurnya.
Alat ukur
Kegiatan Bersama Orang Tua
Kamu telah belajar tentang puisi. Puisi tentang alam. Diskusikan bersama orang tuamu. Bagaimana cara menulis puisi?
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:51 PM

Pembelajaran 5 Tema 5 Subtema 1 Pengalamanku di Rumah

Pada Pembelajaran 5 Tema 5 Subtema 1 Pengalamanku di Rumah akan mempelajaritentang menemukan dan mengartikan kosakata baru yang terdapat dalam puisi anak tentang alam.. Membaca dan mengoreksi kesalahan pembacaan puisi anak tentang alam (dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat). Menunjukkan contoh perilaku di rumah yang sesuai dengan sila kedua Pancasila. Menceritakan tentang pengalaman menerapkan nilai-nilai Pancasila sila kedua di rumah. Menjelaskan dan memprektekkan variasi gerak bertumpu dan bergantung dengan tangan dalam aktivitas senam lantai. Sebagai catatan tulisan ini hanya sebagai panduan saja ketika mengikuti kegiatan pembelajaran bersama Bapak/Ibu guru.

Pada sore hari Beni mempunyai tugas.

Tugas Beni membersihkan sangkar burung.

Kemudian, Beni mengambil sangkar burung.

Beni membersihkan sambil bernyanyi.

Beni menyanyikan lagu “Burung Kutilang.

Ayo Mengamati
Perhatikan gurumu membacakan puisi.

Puisi tentang “Burung Kutilang”.

Dengarkan dengan penuh konsentrasi!
Burung Kutilang
Di pucuk pohon cemara
Burung kutilang berbunyi
Bersiul-siul sepanjang hari
Dengan tak jemu-jemu
Mengangguk-angguk sambil berseru
Tri-li-li li-li li-li li-li

Sambil berloncat-loncatan
Paruhnya selalu terbuka
Digeleng-gelengkan kepalanya
Menentang langit biru
Tandanya suka ia berseru
Tri-li-li li-li li-li li-li

Ayo Berlatih
Kamu telah mendengarkan puisi yang dibacakan gurumu.

Buatlah pertanyaan tentang puisi tersebut!

Mintalah temanmu menjawabnya!
Pertanyaan: Apa yang dilakukan burung kutilang?
Jawaban teman: Berbunyi bersiul-siul sepanjang hari

Pertanyaan: Dim mana burung kutilang berbunyi?
Jawaban teman: Di pucuk pohon cemara

Pertanyaan: Bagaimana bunyi burung kutilang?
Jawaban teman: Tri-li-li li-li li-li li-li

Ayo Berkreasi
Diskusikan dengan temanmu!

Makna kata-kata berikut!
No. Kata Maknanya
1. Cemara Pohon yang berbatang tinggi ldan daunnya kecil-kecil seperti lidi
2. Bersiul Menirukan bunyi suling dengan mulut.
3. Jemu Bosan
4. Berseru Menarik perhatian dengan suara nyaring.
5. Paruh Mulut burung, ayam, dan itik.

Kamu perlu menguji hasil diskusimu.

Caranya dengan mengerjakan latihan berikut.

Petunjuk:Temukan kata yang sesuai dengan maknanya!
  1. Mulut burung, ayam, dan itik.
  2. Menirukan bunyi suling dengan mulut.
  3. Menarik perhatian dengan suara nyaring.
  4. Kata yang sama dengan bosan.
  5. Pohon yang berbatang tinggi lurus. Pohonnya menyerupai tiang, daunnya kecil-kecil seperti lidi.
Dengarkan petunjuk gurumu!

Kerjakan latihan berikut!
Kosa kata
Ayo Membaca
Pahami puisi berikut!

Bacalah dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat!
Burung Berkicau
Di pagi hari
Kulihat engkau berayun-ayun
Sambil berkicau
Kadang kuingin memiliki
Sayap dan suara sepertimu
Suara yang sangat merdu
Kicauan di langit biru
Karya: Erika Artha Dini, SD Negri Kebumen 1
Berikan tanggapan tampilan temanmu!

Seperti kelebihan dan kelemahan dalam membaca puisi!
Kelebihan: Suara jelas, intonasi tepat.
Kelemahan: Gerakan kurang.

Beni telah selesai membersihkan sangkar burung.

Beni menggantungkan sangkar burung di tempatnya semula.

Kemudian Beni bermain di taman.

Mainan di taman banyak macamnya.

Ada mainan bergelantungan.

Ada mainan perosotan.

Ada mainan ayunan.

Beni memilih mainan untuk bergelantungan.

Ayo Mencoba
Bergelantungan
Apa yang sedang dilakukan Beni?
Bergelantung.
Pernahkah kamu melakukan seperti Beni?
Pernah.

Lakukan gerakan seperti Beni! Ikuti arahan gurumu!

Ayo Bercerita
Ceritakan gerakan yang dilakukan Beni!

Tuliskan pada kotak berikut.
Gerakan yang dilakukan beni adalah menggantung tangan pada tiang gantungan dengan berpegang di tiang dan kaki lurus ke bawah. Saat badan sudah tergantung, angkat paha ke depan. Kemudian, tekuk kaki ke belakang. Lalu panjangkan kaki ke depan. Setlah itu panjangkan kaki ke belakang, dan angkat paha ke samping.

Beni mempunyai banyak teman. Beni juga anak yang baik. Beni pandai bergaul. Teman Beni ada yang menjadi pengurus masjid. Pengurus masjid tiba-tiba ke rumah Beni. Pengurus masjid perlu bantuan. Bantuan untuk korban banjir.Beni memberi sumbangan korban banjir. Beni memberi contoh yang baik. Contoh ini sesuai sila kedua Pancasila.

Ayo Mencoba
Perhatikan gambar berikut!

Berikan centang (✔) untuk gambar yang sesuai dengan sila kedua Pancasila
Sila kedua
Ayo Mengamati
Beni bermain di taman.

Beni bermain gantungan di taman.

Tangannya kurang kuat memegang gantungan.

Tangan kanannya tidak berpegangan lagi.

Beni hampir terjatuh

 Ayah melihat Beni hampir terjatuh.

Ayah langsung menolong Beni.

Beni bersyukur karena ditolong ayahnya.

Ayo Bercerita
Ceritakan pengalamanmu!
Pengalaman yang menunjukkan sila kedua Pancasila.
Saat pulang sekolah saya melihat teman jatuh dari sepeda. Temanku kesakitan karena kakinya terkena aspal. Saya menolongnya dengan mengangkat sepeda. Saya juga membantu mengobati lukanya.

Beni sangat mencintai orang tua.

Beni juga menghormati dan menaati nasihat orang tua.

Beni patuh terhadap orang tua.

Perbuatan ini merupakan sikap yang sesuai sila kedua Pancasila.

Kegiatan Bersama orang Tua
Kamu telah belajar sila kedua Pancasila. Diskusikan dengan orang tuamu. Contoh perilaku di rumah. Perilaku yang sesuai sila kedua Pancasila.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:34 PM

Pembelajaran 4 Tema 5 Subtema 1 Pengalamanku di Rumah

Pada Pembelajaran 4 Tema 5 Subtema 1 Pengalamanku di Rumah akan mempelajari tentang membedakan bentuk puisi dengan yang bukan puisi tentang alam. Menemukan kosakata baru yang terdapat dalam puisi anak tentang alam. Mengartikan kosakata baru yang terdapat dalam puisi anak . Membaca indah puisi anak tentang alam (dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat). Mengoreksi kesalahan pembacaan puisi anak tentang alam (ditinjau dari lafal, intonasi, dan ekspresi yang diungkapkan). Mengenal satuan baku untuk mengukur panjang. Memilih alat ukur yang sesuai untuk mengukur panjang benda yang diukur. Menunjukkan tekanan kuat dan lemah pada pola irama sederhana berbirama tiga. Menunjukkan panjang dan pendek bunyi pada pola irama sederhana berbirama tiga. Memainkan pola irama sederhana untuk mengiringi lagu berbirama tiga. Sebagai catatan tulisan ini hanya sebagai panduan saja ketika mengikuti kegiatan pembelajaran bersama Bapak/Ibu guru.

Hari ini adalah hari Minggu.

Keluarga Beni duduk di teras rumah.

Tiba-tiba Beni membaca puisi.

Ayo mengamati
Dengarkan gurumu membaca puisi!

Puisi yang dibacakan berjudul “Tamanku”.
Taman Bungaku
(Karya: Ni Komang Juniati, SDN 5 Jungatan)

Taman bungaku
Bila kupandang
Hatipun senang
Tamanku cantik
Sangatlah menarik
Taman bungaku
Berserilah selalu
Jangan pernah kau layu
Karena aku kan bersedih sedu
Oh angin dari segala rindu
Mampirlah ke tamanku
Sebarlah harum bungaku
Ke segala penjuru

Apakah kamu mendengarkan gurumu berpuisi?

Pahami kata-kata dalam puisi.

Sebutkan kata-kata yang belum diketahui artinya.
Berserilah, bersedih, rindu, harum, dan penjuru
Puisi Anak

Ayo Berdiskusi
Diskusikan kata-kata berikut bersama temanmu!

Tuliskan maknanya
Kata Maknanya
Cangkul Alat untuk menggali dan mengaduk tanah
Siramilah Perintah atau permintaan untuk menyiram, mencurahkan, mengguyur air
Tumbuh Timbul (hidup) bertambah besar atau sempurna
Bermekaran Mulai berkembang menjadi terbuka, bermekaran artinya banyak yang mulai berkembang.
Berkicau Mengeluarkan bunyi contohnya burung, atau mengelurakan celoteh.

Ujilah pemahamanmu dengan mengerjakan latihan berikut!
Acak Kata
Ayo Mengamati!
Amatilah gambar berikut!
Gotong Royong
Ayah mengajak ibu, kakak, dan Beni gotong royong.

Gulma banyak tumbuh di taman bunga.

Apa yang sedang dilakukan Beni dan keluarganya?
Beni dan keluarganya sedang bergotong royong membersihkan halaman.
Pernahkah kamu melakukannya?
Saya pernah bergotong royong membersihkan halaman.
Ayo Berlatih!
Buatlah pertanyaan sesuai gambar di atas! Mintalah temanmu menjawabnya!
Pertanyaan: Apa yang sedang dilakukan Beni dan keluarganya?
Jawaban teman: Beni dan keluarganya sedang bergotong-royong membersihkan taman bunga.

Beni memupuk tanaman.

Beni bersama kakaknya bekerja sambil bernyanyi.

Beni dan kakaknya menyanyikan lagu “Lihat Kebunku”.
Lihat Kebunku
Simak Videonya berikut ini !

Ayo Bernyanyi
Tahukah kamu lagu “Lihat Kebunku”?

Nyanyikanlah lagu “Lihat Kebunku” bersama temanmu!

Perhatikan tekanan kuat dan lemahnya!
Lihat Kebunku (panjang) (kuat)
Penuh dengan bunga (panjang) (lemah)
Ada yang putih (pendek) (kuat)
Dan ada yang merah (panjang) (lemah)
Setiap hari (pendek) (kuat)
Kusiram semua (panjang) (lemah)
Mawar melati (pendek) (kuat)
Semuanya indah (panjang) (kuat)
Lemah dan kuat suatu lirik lagu dapat dilihat pada akhir lirik. Apabila nada pada akhir lirik naik, maka lirik dinyanyikan dengan kuat. Apabila nada pada akhir lirik turun, maka lirik dinyanyikan dengan lemah. Sedangkan panjang dan pendek suatu lirik dapat dilihat berdasarka ketukan pada lirik lagu.

Ayo Menulis!
Tentukan kuat lemah tekanan lagu “Lihat Kebunku”!

Tentukan juga panjang pendek bunyi lagunya! Berikan tanda centang (✓)!
Lemah
Potongan Lirik Lagu Panjang/Pendek Kuat/Lemah
Lihat Kebunku Panjang Kuat
Penuh dengan bunga Panjang Lemah
Ada yang putih Pendek Kuat
Dan ada yang merah Panjang Lemah
Setiap hari Pendek Kuat
Kusiram semua Panjang Lemah
Mawar melati Pendek Kuat
Semuanya indah Panjang Kuat

Beni bersama keluarga beristirahat.

Beni dan keluarga melihat kebun bunganya.

Sekarang kebun bunganya sudah bersih.

Selain bersih juga asri.

Kemudian, Kakak Beni membacakan puisi.

Ayo Mencoba!

Bacalah puisi berikut!

Perhatikan lafal, intonasi, dan ekspresinya!
Taman Bungaku
(Karya: Ni Komang Juniati, SDN 5 Jungatan)
Taman bungaku
Bila kupandang
Hatipun senang
Tamanku cantik
Sangatlah menarik
Taman bungaku
Berserilah selalu
Jangan pernah kau layu
Karena aku kan bersedih sedu
Oh angin dari segala rindu
Mampirlah ke tamanku
Sebarlah harum bungaku
Ke segala penjuru

Ayo Menulis!
Baca lagi puisi di atas! Jawablah pertanyaan berikut!

1. Apa isi taman bungaku dalam puisi?
Isi puisi taman bungaku adalah ungkapan perasaan penulis puisi terhadap taman bunganya.

2. Sebutkan kata yang baik pada puisi tersebut!
Kata yang baik pada puisi tersebut adalah senang, cantik, menarik, berserilah, rindu, harum.

3. Bagaimana bila taman tidak dirawat?
Jika taman tidak dirawat maka bunga-bunga akan layu, rumput akan tumbuh liar, dan taman jadi tidak menarik.

4. Bagaimana cara merawat taman?
Cara merawat taman yaitu dengan menyirami tanaman dengan teratur, menyiangi rumput yang tumbuh, memangkas ranting tanaman yang sudah tua dan mati, dan memberi pupuk secara teratur.

5. Cobalah buat puisi sesuai kemampuanmu!
Jawaban contoh puisi:
Kucing Putih di Rumahku
Ada seekor kucing jantan
Bulunya berwarna putih
Kucing itu datang ke rumahku
Beberapa hari yang lalu

Ketika aku sedang makan
Kucing itu tiba-tiba mendekatiku
Perlahan dia berjalan ke arahku
Ia mulai menggosok-gosokkan badannya di kakiku

Setiap selesai makan
Aku selalu ingat dia
Kusisakan sedikit  laukku
Untuk memberi makan kucing itu

Hari sudah malam
Di luar hujan deras
Kucing itu belum juga datang
Ke mana gerangan kucing putih itu?

Setelah istirahat, Beni membantu ayahnya.

Ayah Beni ingin memperbaiki motor.

Perhatkan gambar berikut!
Jangka Sorong
Berikan centang (✓) untuk benda yang dapat diukur dengan jangka sorong!
Jangka Sorong
Kegiatan Bersama Orang Tua:
Kamu telah belajar tentang puisi. Diskusilah bersama orang tuamu. Diskusi tentang cara menulis puisi. Carilah contoh puisi tentang anak.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 5:59 PM

Pembelajaran 3 Tema 5 Subtema 1 Pengalamanku di Rumah

Pada Pembelajaran 3 Tema 5 Subtema 1 Pengalamanku di Rumah akan mempelajari tentang menulis kalimat/ungkapan permintaan maaf. Mempraktikkan ungkapan santun dengan menggunakan kata “maaf” untuk hidup rukun dalam kemajemukan. Mengenal satuan baku untuk mengukur panjang. Memilih alat ukur yang sesuai untuk mengukur panjang benda yang diukur. Menunjukkan tekanan kuat dan lemah pada pola irama sederhana berbirama tiga. Menunjukkan panjang dan pendek bunyi pada pola irama sederhana berbirama tiga.. Memainkan pola irama sederhana untuk mengiringi lagu berbirama tiga. Sebagai catatan tulisan ini hanya sebagai panduan saja ketika mengikuti kegiatan pembelajaran bersama Bapak/Ibu guru.

Hari sudah malam.

Beni sedang bermain piano.

Beni bermain di dekat kakaknya.

Beni memainkan lagu “Burung Tantina”

Ayo Bernyanyi
Apakah kamu mengenal lagu “ Burung Tantina?”

Apakah kamu pernah menyanyikannya?

Jika belum, perhatikan lagu berikut!

Ayo, nyanyikan “Burung Tantina” bersama.

Perhatikan tekanan kuat dan lemah.

Juga panjang dan pendek bunyi lagunya.
Burung Tantina
Simak videonya berikut ini !

Ayo Mengamati
Amati teks lagu “Burung Tantina”!

Tentukan tekanan kuat dan lemahnya!

Tuliskan kosakata untuk tekanan kuat dan lemahnya!
Tekanan kuat : Tantina, panah, bukan, datang,
Tekanan lemah : Sio, Mati, sakitnya, khabarnya
Tuliskan kosakata untuk bunyi panjang dan pendeknya!
Bunyi Panjang : Tantina, nirwana, bukan, penyakit, Rama.
Bunyi pendek : Sio, burung, mati, dipanah, raja, sakitnya, sakit, khabarnya, datang, dari, sri
Beni bermain pianonya hebat.

Beni bermain di dekat kakaknya.

Kakak Beni sedang belajar.

Kakak Beni merasa terganggu.

Apa kata Beni kepada kakaknya?
Maafkan Beni, Kak!Beni sudah mengganggu.Kakak belajar terganggu oleh Beni

Ayo Menulis!
Percakapan
Pernahkah kamu melakukan kesalahan?

Kepada siapa kamu melakukan kesalahan?

Bagaimana cara meminta maaf?

Coba tuliskan permintaan maafmu!
Contoh permintaan maaf :
  1. Maaf Pak, saya terlambat datang ke sekolah karena harus merawat ibu saya yang sakit.
  2. Maaf ya, tadi aku sudah bicara terlalu keras dan tidak sopan kepadamu.
  3. Maaf semalam aku lupa mengingatkanmu bahwa hari ini kita ada PR.
  4. Maafkan aku ya, dulu aku pernah berbuat jahat kepadamu, aku harap kamu mau memaafkan aku.
  5. Maaf besok aku tidak bisa datang, karena aku harus pergi bersama keluargaku.
Ayo Mengamati
Kemudian, Beni membuat PR.

eni ditugaskan mengukur benda.

Benda tersebut tidak dapat diukur dengan satu penggaris.

Beni mengukur benda lebih panjang dari penggaris.
Mengukur

Ayo Mencoba!
Buatlah pertanyaan sesuai gambar di atas! Mintalah temanmu untuk menjawabnya!
Pertanyaan: Apa saja alat yang digunakan untuk mengukur panjang benda?
Jawaban teman: Ada tiga, yaitu penggaris, meteran, hingga jangka sorong.

Sebutkan benda yang diukur panjangnya!

Penggaris dapat untuk mengukur panjang benda.

Sebutkan alat ukur panjang lainnya!
meteran dan jangka sorong
Beni mengukur panjang piano.

Beni menggunakan penggaris lebih dari satu kali.

Beni juga dapat menggunakan meteran.

Meteran untuk mengukur benda yang panjangnya melebihi penggaris.

Ayo Mencoba
Perhatikan gambar berikut!Berikan centang (✔) untuk benda yang diukur dengan meteran!
Meteran
Ayo Mencoba
Amatilah percakapan berikut!
Amatilah percakapan berikut!
Ayo Berlatih
Perhatikan percakapan di atas!

Percakapan antara Beni dengan kakaknya.
1 m = 100 cm atau 100 cm = 1 m

Ayo Mencoba
Coba isi titik-titik berikut
1. Penggaris dan meteran merupakan alat ukur untuk mengukur panjang.
2. 3 m = 300 cm
3. 4 m = 400 cm
4. 5 m = 500 cm
5. 6 m = 600 cm

Kegiatan Bersama Orang Tua
Berdiskusilahcara menulis kalimat/ungkapan permintaan maaf. Permintaan maaf kepada ibu, ayah, kakak, dan adik. Juga kepada nenek, kakek, paman, bibi, sepupu, dan tetangga. Kamu dapat menyertakan juga pengakuan kesalahan yang dilakukan. Kemudian, berlatih mengukur panjang benda menggunakan penggaris dan meteran
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:34 PM

Pembelajaran 2 Tema 5 Subtema 1 Pengalamanku di Rumah

Pada Pembelajaran 2 Tema 5 Subtema 1 Pengalamanku di Rumah akan mempelajari tentang menemukan contoh ungkapan permintaan maaf sebagai cermin hidup rukun. Menjelaskan makna ungkapan permintaan maaf yang ditemukan dari teks percakapan. Mempraktikkan ungkapan santun dengan menggunakan kata “maaf” untuk hidup rukun dalam kemajemukan. Menjelaskan dan mempraktekkan variasi gerak bertumpu dan bergantung dengan tangan dalam aktivitas senam lantai. Menunjukkan contoh perilaku di rumah yang sesuai dengan sila pertama Pancasila. Menceritakan tentang pengalaman menerapkan nilai-nilai Pancasila sila pertama di rumah. Sebagai catatan tulisan ini hanya sebagai panduan saja ketika mengikuti kegiatan pembelajaran bersama Bapak/Ibu guru.

Beni dan ayahnya bermain kuda-kudaan.

Beni menirukan posisi kuda.

Posisi kuda yang diperagakan ayahnya.

Ayo Mengamati
Perhatikan gambar di bawah!

Pengalaman Beni dan ayahnya bermain di rumah.

Perhatikan posisi tangan Beni.

Juga posisi tangan ayahnya.
Beni dan Ayahnya
Perhatikan gambar berikut!

Ada beberapa gerakan bertumpu dengan tangan.

Gerakan ini dilakukan oleh Beni.
Gerakan Beni
Ayo Berdiskusi
Buatlah sebuah pertanyaan.

Pertanyaan ini berkaitan dengan gambar gerakan bertumpu.

Gerakan bertumpu dengan tangan.

Mintalah temanmu menjawabnya!
Pertanyaan :
Bagaimana cara melakukan gerakan bertumpu dengan tangan?

Jawaban Teman:
Bertumpu dengan tangan dilakukan dengan cara badan menghadap ke lantai, kemudian ambil jarak antara dua tangan selebar bahu, lalu angkat tubuh menggunakan lengan dengan kuat.

Perhatikan Gambar 1, 2, dan 3!

Lakukan bersama temanmu.

Diskusikan cara melakukan gerakannya.

Lihat halaman 14.
Gambar 1 :
Berbaringlah dengan menelungkup. Tekan lantai dengan kedua telapak tanga. Angkat badan dengan menjauhkan dada dari lantai.

Gambar 2 :
Tengkurap di atas lantai. Letakkan kedua telapak tangan di lantai selebar badan. Angkat tubuh menggunakan kedua lengan.

Gambar 3 :
Berdirilah menghadap dinding dengan jarak sekitar 40 cm. Letakan kedua telapak tanga di dinding dengan jarak selebar bahu dan siku lurus. Condongkan tubuh ke depan dengan menekuk kedua siku perlahan.

Ayo Mencoba
Kamu dapat mencoba gerakan bertumpu.

Gerakan bertumpu seperti dilakukan Beni.

Beni melanjutkan permainan kuda-kudaan.

Beni menjadi anak kuda.

Kaki Beni menyenggol guci saat merangkak.

Guci rebah dan hampir menyentuh lantai.

Ayah Beni menyambut guci tersebut.

Guci disambut sebelum rebah di lantai.

Beni dan ayahnya bersyukur.

Karena guci disambut dengan cepat.

Rasa bersyukur merupakan perilaku yang baik.

Perilaku ini sesuai sila pertama Pancasila.

Ayo berlatih
Perhatikan gambar berikut!

Gambar-gambar tersebut mencerminkan sila Pancasila.

Berikan centang (✔) pada gambar yang menunjukkan sila pertama.
Sila Pertama
Tuliskan sikap yang sesuai sila pertama Pancasila!
Sikap yang sesuai sila pertama Pancasila adalah :
  1. Rajin berdoa dan bersyukur.
  2. Rajin beribadah.
  3. Menghormati teman yang beragama lain.
  4. Tidak memaksakan agama kepada orang lain.
  5. Tidak menghina teman yang berbeda agama.

Ayo mencoba
Kamu pasti mempunyai pengalaman.

Ceritakan pengalamanmu menerapkan sila pertama Pancasila!

Ceritakan di hadapan temanmu!
Pada hari Minggu saya ingin mengajak Rian untuk bermain sepeda. Ternyata Rian, tidak bisa pergi bermain. Rian akan pergi beribadah di gereja. Saya  mengajak Rian bermain sepeda di lain waktu.

Beni bersyukur karena guci tidak pecah.

Beni minta maaf kepada ayahnya.

Pernahkah kamu melakukan kesalahan?
Pernah.
Apa yang dilakukan setelah itu?
Meminta maaf.
Apakah kamu pernah meminta maaf? 
Pernah.
Coba lakukan dengan sopan.

Ayo Mencoba
Perhatikan teks percakapan berikut!

Bacalah dengan lancar!
Beni : "Ayah, Beni meminta maaf.“
Ayah : “Meminta maaf tentang apa?”
Beni : : “Karena Beni kurang hati-hati.”
Ayah :  “Ya, Nak! Ayah maafkan. Beni lain kali harus hati-hati, ya”.
Beni : “Ya, Ayah”
Ayah : “Ayo main kuda-kudaan lagi!”
Beni : “Ayo main kuda-kudaan lagi!”
Ayah : ““Baiklah jagoanku!”

Ayo Menulis
Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

Jawabanmu berdasarkan percakapan di atas.
Contoh ungkapan permintaan maaf.
“Ayah, Beni meminta maaf.

Makna ungkapan permintaan maaf.
Beni meminta maaf kepada ayah karena sudah berbuat salah menyenggol guci dan hampir pecah.

Ayo Mencoba
Kamu telah mempelajari kata maaf.

Coba praktikkan ungkapan santun dengan kata “maaf”

Kerja Sama dengan Orang Tua
Kamu telah belajar sila pertama Pancasila. Diskusikan bersama orang tuamu. Diskusi tentang contoh-contoh perilaku yang sesuai di rumahmu.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:02 PM

Pembelajaran 1 Tema 5 Subtema 1 Pengalamanku di Rumah

Pada Pembelajaran 1 Tema 5 Subtema 1 Pengalamanku di Rumah akan mempelajari tentang mendengarkan teks percakapan yang berhubungan dengan budaya minta maaf sebagai cermin hidup rukun dalam kemajemukan masyarakat Indonesia. Mempraktikkan ungkapan santun dengan menggunakan kata “maaf” untuk hidup rukun dalam kemajemukan. Mengenal satuan baku untuk mengukur panjang. Memilih alat ukur yang sesuai untuk mengukur panjang benda yang diukur. Menunjukkan tekanan kuat dan lemah pada pola irama sederhana berbirama dua. Menunjukkan panjang dan pendek bunyi pada pola irama sederhana berbirama dua. Memainkan pola irama sederhana untuk mengiringi lagu berbirama dua. Sebagai catatan tulisan ini hanya sebagai panduan saja ketika mengikuti kegiatan pembelajaran bersama Bapak/Ibu guru.

Pengalamanku
Setiap orang memiliki pengalaman.Pengalaman dapat diperoleh di mana saja. Seperti di rumah, sekolah, dan tempat bermain.Pengalaman juga dapat diperoleh di tempat wisata.Pengalaman Beni di rumah bekerja bersama keluarga. Beni dan keluarga bekerja membersihkan kebun bunga. Lihat Gambar 1.Beni di sekolah pernah menang lomba. Beni menang lomba baca puisi. Lihat Gambar 2.Beni juga berpengalaman di tempat bermain. Pengalaman bermain Galah Asin. Galah Asin dilakukan di lapangan. Lihat Gambar 3.Beni berpengalaman juga di tempat wisata. Beni pernah pergi ke raja Ampat. Lihat Gambar 4.
Pengalamanku
Liburan semester 1 telah usai.Saat liburan Beni asyik membantu di rumah. Beni membantu ibu, ayah, dan kakak.Beni membantu ibu memajang jam dinding.Beni membantu ayah memperbaiki motor.Beni membantu kakak membersihkan kamar.Perhatikan kegiatan Beni berikut!
Jam Dinding
Ayo mengamati
Apa yang dilakukan Beni?
Beni mengganti jam dinding namun jam dinding terjatuh.
Pernahkah kamu melakukan kegiatan tersebut?
Saya pernah melakukan hal seperti Beni.
Jam dinding di rumah Beni mati.

Ibu minta tolong Beni mengganti baterainya.

Jam dinding terjatuh, saat dijangkau.

Beni minta maaf kepada ibunya.

Ayo Mengamati
Dengarkan teks percakapan yang dibacakan gurumu!

Dengarkan dengan saksama!
Ibu : “Beni, coba lihat jam dinding di rumah, Nak!” 
Beni : “Ya, Bu!” (Beni melihat jam dinding) “Waahh! Jarumnya berhenti bergerak, Bu!”
Ibu : “Kalau begitu, apa yang harus dilakukan?”
Beni :  “Beni harus mengganti baterai dengan yang baru, Bu!”
Ibu : “Maukah Beni mengganti baterainya?”
Beni : “Mau, Bu!” (Beni naik di atas tangga).
Ibu : “Hati-hati ya, Nak!”
Beni : “Ya, bu!” (Saat menjangkau jam dinding, Beni kurang hati-hati).
Ibu : “Wahh, jamnya retak.”
Beni : “Maafkan Beni, Bu! Beni kurang hati-hati dalam mengambil jam dinding, sehingga jam dinding terjatuh.”
Ibu : “Ya, Nak! Kedepannya, Beni harus lebih hati-hati dan tidak perlu tergesa-gesa.

Ayo Mengamati
Sudahkah kamu mendengarkan teks percakapan?

Buatlah pertanyaannya.

Mintalah temanmu menjawabnya!
  1. Siapa yang mengganti batu jam? (Beni)
  2. Mengapa jam dinding terjatuh? (Karena Beni kurang berhati-hati)
  3. Di mana Beni melihat jam dinding (Di rumah)
  4. Bagaimana cara Beni meminta maaf kepada ibunya? (Beni mengaku kurang berhati-hati)
  5. Kapan Beni bertindak kurang berhati-hati? (Saat menjangkau jam dinding)

Ayo Menulis
Dengarkan percakapan di atas!

Jawablah pertanyaan berikut!
1. Apa yang terjadi dengan jam dinding?
Baterai jam mati sehingga jarumnya tidak bergerak.
2. Siapa yang mengambil jam dinding?
Beni
3. Mengapa jam dinding jatuh?
Jam dinding jatuh karena Beni mengambilnya tidak hati-hati dan tergesa-gesa.
4. Bagaimana cara mengambil jam dinding?
Beni naik di atas tangga dan menjangkau jam dinding.
5. Beni telah menjatuhkan jam dinding. Apa yang dilakukan Beni kepada ibunya?
Beni meminta maaf kepada Ibu.

Ayo Berlatih
Gambar berikut menunjukkan sikap santun.

Sikap Beni santun kepada ibunya.

Latihlah dirimu seperti Beni kepada ibunya.

Beni menggunakan bahasa yang santun dalam meminta maaf.

Coba lakukan bersama teman sebangkumu!
Percakapan
Ayo Mengamati
Amatilah gambar berikut!

Beni teringat tugas dari gurunya.

Tugasnya mengukur panjang benda.

Benda yang ada di rumah.

Beni ingin mengukur panjang jam dinding.

Berapakah panjang jam dinding ini?

Sebutkan alat yang digunakan untuk mengukurnya.
Jam Dinding
Alat yang digunakan adalah penggaris.

Penggaris disebut juga mistar.

Pernahkah kamu menggunakan penggaris?
Saya pernah menggunakan penggaris.
Sebutkan benda yang pernah diukur dengan penggaris.
Buku, kertas, meja dan kotak pensil.
Sebutkan satuan ukuran yang ada di penggaris.
Satuan yang ada di penggaris adalah sentimeter.
Perhatikan percakapan berikut!
Percakapan 2
Ayo Mencoba
Kamu sudah mengetahui cara mengukur benda.

Ukurlah benda-benda yang ada di sekitarmu!

Gunakan penggaris untuk mengukurnya. (Hanya contoh)
No. Nama Benda Panjang
1. Buku 21 cm
2. Pensil 15 cm
3. Karet penghapus 3 cm
4. Kotak pensil 25 cm
5. Rautan pensil 7 cm

Ayo Berlatih
Kamu sudah dapat mengukur panjang benda di sekitarmu.

Perhatikan gambar berikut!

Pilihlah benda yang dapat diukur dengan penggaris.

Berikan tanda centang (✔) pada gambar berikut
Mengukur
Ayo Bernyanyi
Pelangi-Pelangi
Ciptaan : A.T. Mahmud

Birama 2/4
Tempo Sedang
Do=C
Noat Angka lagu Pelangi
Tahukah kamu tekanan nada?

Tekanan nada pada lagu ada dua. 

Nada kuat dan nada lemah.T

anda “<” artinya nada kuat. Tanda “>”artinya nada lemah.

Ayo berdiskusi
Kamu sudah mengetahui tekanan nada.

Baik nada kuat maupun lemah.

Perhatikan kosakata pada teks lagu “Pelangi-Pelangi”.

Coba tentukan panjang dan pendek bunyinya.

Diskusikan bersama temanmu! 

Simak Videonya berikut ini !

Tuliskan hasilnya pada kotak berikut!
Pelangi-pelangi alangkah indahmu Merah, kuning, hijau di langit yang biru Pelukismu Agung siapa gerangan Pelangi, pelangiciptaan Tuhan!
Garis bawahi teks lagu tersebut. 

Bunyi panjang dengan garis merah.

Bunyi pendek dengan garis biru.
Pelangi
Kerja Sama dengan Orang Tua
Diskusikan bersama orang tuamu. Kamu sudah mengetahui panjang dan pendek. Coba praktikkan di rumah. Praktik mengukur panjang benda. 
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:17 PM