Home » » Pembelajaran 5 Tema 9 Subtema 3 Manusia dan Benda di Lingkungannya

Pembelajaran 5 Tema 9 Subtema 3 Manusia dan Benda di Lingkungannya

Pada Pembelajaran 5 Tema 9 Subtema 3 Manusia dan Benda di Lingkungannya akan mempelajari tentang menyebutkan dan menyampaikan unsur-unsur dan ciri-ciri bahasa iklan elektronik, mengidentifikasi alat dan bahan, serta langkah-langkah membuat kain batik jumputan, membuat kreasi batik jumputan, membuat laporan sederhana berdasarkan pengamatan mengenai cara membuat larutan untuk mencelup kain batik jumputan, serta penggolongan zat tunggal dan mempresentasikan laporan hasil percobaannya.

Siang itu Edo pulang sekolah. Edo memasuki rumahn dengan tak lupa mengucapkan salam. Terdengar dari dalam Ibu menjawab salam Edo. Ternyata Ibu sedang duduk santai membaca majalah sambil mendengarkan radio. Acara favorit ibu adalah menanyakan lagu-lagu nostalgia (kenangan). Sesekali terdengar jeda iklan setelah pemutaran sebuah lagu.

Ayo Membaca
Iklan di radio merupakan salah satu iklan dalam media elektronik. Media elektronik merupakan media dengan teknologi elektronik dan hanya bisa digunakan jika ada jasa transmisi siaran. Untuk lebih mengenal unsur-unsur dan ciri-ciri bahasa iklan pada media elektronik, ayo kita simak penjelasan berikut.

Setiap media elektronik memiliki karakteristik yang berbeda. Iklan di televisi sangat berbeda dengan iklan di radio maupun iklan di internet. Berikut unsur-unsur yang ada dalam iklan televisi, iklan radio, dan iklan internet.

1. Unsur-unsur iklan televisi, yaitu
  • Suara Suara dalam iklan televisi dapat berupa suara manusia, suara hewan/ tumbuhan, musik, atau sekadar efek suara.
  • Gambar Gambar dapat berupa produk yang ditawarkan atau dapat berupa orang yang menggunakan produk tersebut.
  • Gerak Gambar bergerak untuk lebih menarik perhatian masyarakat.
  • Tulisan Tulisan yang singkat dan mudah terlihat, sebagai penjelasan dari produk.

2. Unsur-unsur iklan radio, yaitu
Iklan radio hanya terdiri dari satu unsur saja yaitu suara. Suara tersebut dapat berupa suara/kata-kata manusia yang teratur, musik, dan efek suara (suara-suara yang tidak beraturan maupun efek suara alam).

3. Unsur-unsur iklan internet, yaitu
  • Suara Iklan di internet dapat berupa video yang memiliki unsur suara.
  • Gambar Gambar dapat berupa produk yang ditawarkan, atau dapat berupa orang yang menggunakan produk tersebut.
  • Tulisan Tulisan yang singkat dan mudah terlihat, sebagai penjelasan dari produk.
  • Gerak Baik gambar maupun tulisan dalam iklan di internet, semuanya bergerak. Gambar gerak dalam iklan di internet dapat berupa video atau animasi.

Ciri-ciri bahasa iklan elektronik sebenarnya tidak jauh berbeda dengan iklan di media cetak, yaitu
  1. komunikatif,
  2. informatif,
  3. mudah dimengerti dan diingat masyarakat,
  4. menarik perhatian, dan
  5. mengajak penonton untuk membeli atau menggunakan barang atau jasa yang ditawarkan.

Ayo Berlatih
Amatilah salah satu iklan di internet berikut ini.
Batik Jumputan
Setelah kamu mengamati iklan tersebut, jawablah pertanyaan di bawah ini.

1. Barang apa yang ditawarkan dalam iklan tersebut?
Barang yang ditawarkan pada iklan tersebut adalah yaitu kain batik jumputan.
2. Informasi apa saja yang dapat kamu peroleh dari iklan tersebut?
Informasi yang diperoleh :antara lain banyak pilihannya, indah warnanya , ayo kita cintai batik Indonesia. dan batik jumputan hasil budaya bangsa.
3. Sebutkan unsur-unsur yang ada dalam iklan tersebut.
Unsur yang ada dalam iklan tersebut adalah gambar dan tulisan.
4. Jelaskan ciri-ciri bahasa dalam iklan tersebut. Jawaban:
Ciri bahasa pada iklan tersebut adalah singkat, padat, menarik, komunikatif, informatif, sederhana, dan mudah dipahami.
Iklan tersebut berisi penawaran kain batik jumputan. Apakah yang dimaksud batik jumputan? Ayo simak penjelasan berikut.

Ayo Membaca
Mengenal Batik Jumputan
Salah satu karya seni rupa daerah adalah batik jumputan. Batik jumputan atau sering disebut juga dengan batik ikat celup adalah kain batik yang menggunakan motif hias jumputan. Motif hias jumputan banyak dijumpai pada motif hias kain pelangi. Motif hias kain pelangi adalah kain yang dihiasi dengan motif hias jumputan. Motif hias jumputan banyak digunakan pada benda pakai seperti selendang atau sampur, kain, taplak meja, dan lain-lain. Kain dengan motif hias jumputan tidak hanya terdapat di Yogyakarta saja, tetapi juga banyak terdapat di daerah Palembang, Bali, dan Gresik.

Pernahkah kamu melihat batik jumputan selain pada gambar di atas? Bagaimana cara membuat batik jumputan? Coba bertanyalah kepada orang yang kamu anggap tahu cara membuat batik jumputan. Kamu juga bisa mencari referensi dari buku, majalah, atau sumber lainnya.

Tuliskan pada kolom berikut cara membuat batik jumputan.
Cara Membuat Batik Jumputan
  1. Siapkan alat dan bahan
  2. Pastikan kain yang akan digunakan dalam keadaan bersih.
  3. Tentukan dan buatlah motif batik yang diinginkan.
  4. Ikatlah kain yang telah dibuat motifnya menggunakan koin atau kelereng dan batu, kemudian diikat dengan tali atau karet.
  5. Rebuslah air, pewarna dan sedikit garam dalam panci sampai mendidih.
  6. Basahi terlebih dahulu kain yang telah diikat.
  7. Celupkanlah ikatan kain berpola kedalam air berwarna yang telah mendidih, tunggu hingga 20-30 menit agar warnanya meresap.
  8. Lakukan pencelupan kain lagi, jika memiliki moif dan warna yang berbeda.
  9. angkat lain yang telah dicelupkan, buka ikatan kain dan bilas sampai bersih.
  10. Jemurlah hingga kering kemudian dapat disetrika.
  11. Batik jumputan siap digunakan.

Ayo Berlatih
Ayo berlatih membuat batik jumputan dengan memperhatikan langkahlangkahnya.

Alat dan bahan yang digunakan untuk membuat kain batik jumputan adalah sebagai berikut.
  • Kain mori,
  • Tali rafia,
  • Gunting,
  • Kelereng/batu kecil/bola pingpong/dadu,
  • Pewarna kain,
  • Panci,
  • Kompor,
  • Air.

Langkah-langkah pembuatan
  1. Masak air sesuai aturan pada pewarna kain. Setelah panas, masukkan zat pewarna dan aduk sampai rata.
  2. Tutup kelereng dengan kain yang akan diberi motif, kemudian ikat dengan tali rafia. Susun kelereng sesuai dengan keinginan kamu sehingga membentuk pola bagian motif hias jumputan yang akan dibuat
  3. Basahi kain yang telah diberi hiasan ke dalam air dingin. Setelah itu masukkan kain ke dalam air yang telah diberi zat pewarna.
  4. Aduk-aduk kain agar zat pewarna meresap lebih kurang 40 menit
  5. Matikan kompor, diamkan kain sampai dingin. Setelah dingin, angkat dan cuci kain sampai air pencuci bening.
  6. Lepas ikatan kelereng dan jemur kain di tempat yang tidak terkena sinar matahari.

Ayo Berkreasi
Buatlah rancangan kain batik jumputan sesuai keinginanmu. Buatlah kreasi rancangan sebagus mungkin. Rancangan yang kamu buat untuk selanjutnya dapat dibuat menjadi karya batik jumputan. Perhatikan langkah-langkah seperti di atas. Kamu dapat juga mengkreasikan sendiri. Kumpulkan hasil karyamu kepada Bapak atau Ibu Guru.
Rancangan Batik
Saat Edo pulang sekolah, cuaca sangat panas. Ia ingin segera meminum segelas es teh. Setelah berganti pakaian, ia bergegas ke dapur. Ibu masih asyik membaca majalah sambil mendengarkan lagu-lagu kenangan favoritnya. Edo segera mengambil gelas. Dimasukkannya sesendok gula pasir, lalu sekantung teh celup, dan terakhir ditambahkan air panas. Edo mengaduknya hingga gula terlarut, dan terbentuklah teh manis yang hangat. Agar tehnya menjadi dingin, Edo menambahkan enam butir es batu berbentuk dadu yang diambilnya dari lemari es.

Tiba-tiba Ibu mendekati Edo dan berkata, ”Jangan terlalu banyak minum es Edo, apalagi suasana panas seperti ini, nanti kamu sakit.” Edo hanya tersenyum dan kemudian mengambil butiran es dari gelas dan membuangnya. Jadilah teh dingin yang manis tanpa es.

Seperti yang kamu ketahui bahwa segelas teh manis yang dibuat oleh Edo merupakan campuran homogen atau disebut larutan. Ketika ditambahkan butiran es, campuran tersebut menjadi campuran heterogen karena dapat dipisahkan dengan tangan. Butiran es dapat dipisahkan dari air teh hanya dengan diambil menggunakan tangan oleh Edo.

Ayo Mencoba
Buatlah larutan untuk mencelup kain dalam proses membuat batik jumputan. Untuk bahan membuat larutan, kamu dapat menggunakan seperti uraian sebelumnya. Namun, kamu juga dapat membuat larutan sendiri berdasarkan referensi yang kalian ketahui atau hasil dari bertanya kepada orang yang lebih tahu.

Buatlah laporan hasil percobaan kalian. Laporan berisi hal-hal berikut.
  1. Bahan untuk membuat larutan.
  2. Uraikan termasuk zat tunggal atau zat campuran bahan yang kamu gunakan untuk membuat larutan.
  3. Uraikan juga termasuk unsur atau senyawa bahan yang kamu gunakan untuk membuat larutan.
  4. Cara membuat larutan untuk membuat batik jumputan.

Tuliskan laporanmu, lalu kumpulkan kepada Bapak atau Ibu Guru
Laporan Kegiatan Percobaan Membuat Larutan Penceup Batik Jumputan
Tujuan Percobaan :Mengetahui cara membuat larutan pencelup batik jumputan
Alat dan bahan :
  1. Kompor
  2. Panci
  3. Sendok kayu yang digunakan untuk mengaduk
  4. Ember
  5. Pewarna dan penguatnya dalam satu kemasan, bisa memakai Wenter atau Wantex. Bahan pewarna termasuk senyawa karena terdiri dari beberapa unsur.
  6. 2 liter air untuk satu kemasan pewarna. Air termasuk zat tunggal. Air, merupakan senyawa karena terbentuk dari gabungan hidrogen dan oksigen.
  7. 2 sendok makan garam. Garam termauk zat tunggal. Garam termasuk senyawa karena terdiri dari 2 unsur yang bebeda yakni natrium dan klorida
  8. Cuka secukupnya. Cuka termasuk zat tunggal. Asam cuka, merupakan senyawa. Asam cuka merupakan gabungan unsur karbon, hidrogen dan oksigen
Langkah-langkah :Langkah-langkah Percobaan:
  1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat bahan pencelup batik jumputan.
  2. Masak air sesuai aturan pada pewarna kain.
  3. Setelah panas, masukkan zat pewarna satu per satu dan aduk sampai rata.
  4. Jika pencelupan lebih dari satu warna maka proses pembuatan larutan harus dipisah.
  5. Gunakan satu wadah panci untuk satu warna saja
  6. Wantek biru dimasak pada air mendidih hingga larut selanjutnya dibiarkan dingin dan masukkan ke dalam botol air mineral 600 ml, tutup botolnya yang kuat sampai waktu digunakan.
  7. Demikian juga untuk warna merah dan kuning lakukan hal yang sama hingga kita punya 3 botol pewarna siap pakai..
  8. Larutan pencelup ini sudah siap digunakan.
Hasil Percobaan:
Hasil percobaan yang dilakukan menggunakan beberapa senyawa. Hasil larutan pencelup batik jumputan termasuk campuran homogen.
Kesimpulan:
    Dari pengamatan percobaan yang telah dilakukuan dapat disimpulkan larutan pencelup batik jumputan merupakan campuran homogen.

    Ayo Renungkan
    Batik di Indonesia sangat beragam. Setiap daerah di Indonesia rata-rata memiliki kain yang khas, baik itu dengan teknik batik atau tenun. Beragamnya kain dengan berbagai motif hias, merupakan kekayaan budaya bangsa Indonesia. Namun, tidak dapat dimungkiri bahwa masuknya kain dan pakaian dari luar negeri, cukup menyita perhatian masyarakat Indonesia. Apa yang sebaiknya kamu lakukan dengan kondisi tersebut? Tuliskan hasil renunganmu pada kolom berikut.

    Hasil Renungan
    Sebagai bangsa yang cinta akan kebudayaan sendiri untuk menyikapi fenomena tersebut dilakukan dengan cara memilih menggunakan batik produk dalam negeri. Dengan menggunakan produk dalam negeri semakin menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus meningkatkat pendapatan para pengrajin batik yang ada di Indonesia.
    Kerja Sama dengan Orang Tua
    Perhatikan pakaian yang dimiliki orang tuamu. Adakah mereka mempunyai baju batik bermotif hias jumputan/pelangi/ikat celup? Jika iya, coba amati motif hiasnya. Diskusikan dengan orang tuamu tentang asal batik tersebut. Tuliskan dalam kolom berikut.

    Laporan Hasil Diskusi Bersama Orang Tua
    Ayah memiliki baju batik jumputan. Baju tersebut memiliki motif garis ganda yang motifnya abstrak dan tidak beraturan.
    Posted by Nanang_Ajim
    Mikirbae.com Updated at: 1:30 PM

    0 komentar:

    Post a Comment

    Mohon tidak memasukan link aktif.