Home » » Pembelajaran 2 Tema 7 Subtema 2 Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan

Pembelajaran 2 Tema 7 Subtema 2 Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan

Beni dan ayahnya di kebun cengkih milik Pak Rudi. Beni melihat daun-daun cengkih dan rerumputan, terdapat titik-titik air, namun sekarang sudah tidak ada lagi. Ke mana perginya titik-titik air itu? Mengapa sekarang tidak ada lagi? Saat hari sudah siang, embun-embun itu menguap terkena panas sinar matahari. Peristiwa ini disebut penguapan. Proses penguapan embun terjadi dengan bantuan energi sinar matahari dan angin. Akibat panas dari sinar matahari, air menguap menjadi uap air. Energi panas atau kalor memiliki peran utama dalam proses penguapan tersebut. Energi panas dapat mengubah suhu benda dan dapat mengubah wujud benda.

Ayo Mencoba
Untuk menyelidiki bahwa kalor dapat menyebabkan perubahan wujud benda, lakukan percobaan berikut!

Percobaan Perubahan Wujud Zat
Tujuan : Mengamati pengaruh kalor terhadap perubahan wujud benda

Alat dan Bahan
Es Batu
Mangkuk
Palu/martil

Cara Kerja
Perubahan Wujud Benda,
  1. Siapkan alat dan bahan.
  2. Pecahkan es hingga berukuran kecil-kecil.
  3. Letakkan beberapa potong es di mangkuk.
  4. Letakkan es tersebut di bawah panas terik matahari.
  5. Biarkan es selama lima menit.
  6. Amatilah perubahan pada es.

Simpulkan hasil percobaanmu. Tuliskan pada kolom berikut.
Kesimpulan hasil percobaan
Dengan adanya perubahan kalor/pemanasan dapat menyebabkan berubahnya wujud suatu benda. Pada saat suatu zat melepaskan kalor, maka suatu zat tersebut akan mengalami perubahan wujud.

Peristiwa perubahan wujud benda padat menjadi benda cair karena adanya pemanasan disebut mencair. Contoh lain peristiwa mencair sebagai bentuk perubahan wujud benda karena kalor atau panas adalah sebagai berikut.
1. Mentega dipanaskan.
2. Logam dipanaskan pada suhu tinggi.
3. Lilin dipanaskan.

Ayo Berlatih
Untuk menyelidiki terjadinya peristiwa mencairnya suatu benda yang disebabkan oleh kalor atau panas, lakukan percobaan memanaskan mentega di atas kompor. Berhati-hatilah saat melakukan percobaan menggunakan kompor. Tuliskan prosedur percobaan seperti berikut.
Percobaan Memanaskan Mentega
Judul Percobaan:Percobaan Pengaruh Kalor Terhadap Wujud Benda
TujuanMengamati pengaruh kalor terhadap perubahan wujud benda
Alat dan bahanAlat dan bahan yang dibutuhkan dalam percobaan ini antara lain : Kompor, Panci/Penggorengan, Mentega
Langkah kerja
  1. Hidupkan kompor
  2. Letakkan mentega dalam panci/penggorengan
  3. Letakkan panci/penggorengan di atas kompor menyala
  4. Amati perubahan yang terjadi pada mentega
KesimpulanMentega mengalami perubahan wujud karena terkena kalor/panas dari panci/penggorengan. Mentega yang merupakan zat padat berubah menjadi zat cair. Peristiwa perubahan wujud benda padat menjadi benda cair karena adanya pemanasan disebut mencair

Banyak peristiwa di sekitar kita yang menunjukkan perubahan wujud benda karena kalor. Bahkan, di sekitar rumah, kamu akan menjumpai peristiwa itu. Nah, bagaimanakah dengan peristiwa sebelum, saat, dan setelah pembacaan teks Proklamasi? Peristiwa apa sajakah yang terjadi? Mari, kita pelajari bersama.

Ayo Membaca
Peristiwa Menjelang dan Sesudah Pembacaan Teks Proklamasi
Setelah mendengar berita Jepang menyerah kepada Sekutu, bangsa Indonesia mempersiapkan dirinya untuk merdeka. Perundingan-perundingan diadakan di antara para pemuda dengan tokoh-tokoh tua, maupun di antara para pemuda sendiri. Walaupun demikian, antara tokoh pemuda dan golongan tua sering terjadi perbedaan pendapat. Akibatnya, terjadilah “Peristiwa Rengasdengklok”. Pada tanggal 16 Agustus pukul 04.00 WIB, Bung Hatta dan Bung Karno beserta Ibu Fatmawati dan Guntur Soekarno Poetra dibawa pemuda ke Rengasdengklok agar tidak terpengaruh oleh Jepang. Tujuannya mendesak golongan tua untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Setelah melalui perdebatan dan ditengahi Ahmad Soebardjo, menjelang malam hari, kedua tokoh, Bung Hatta dan Bung Karno, akhirnya kembali ke Jakarta. Rombongan Soekarno-Hatta sampai di Jakarta pada pukul 23.00 WIB. Soekarno dan Hatta setelah singgah di rumah masing masing, lalu bersama rombongan lainnya menuju rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol No. 1 Jakarta (tempat Ahmad Soebardjo bekerja). Di tempat itu, mereka akan merumuskan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Perumusan sampai dengan penandatanganan teks Proklamasi Kemerdekaan baru selesai pada pukul 04.00 WIB dini hari pada tanggal 17 Agustus 1945. Pada saat itu juga, disepakati bahwa teks Proklamasi akan dibacakan di halaman rumah Ir. Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta pada pukul 10.00 WIB.
Peristiwa Menjelang dan Sesudah Pembacaan Teks Proklamasi
Adapun peristiwa setelah dibacakannya teks Proklamasi Kemerdekaan sebagai berikut.

1. Penyebaran Berita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945
  1. Para pemuda menyebarkan berita Proklamasi melalui berbagai cara, antara lain menyebar pamflet, mengadakan pertemuan, dan menulis pada tembok-tembok.
  2. Wartawan Kantor Berita Domei (sekarang Kantor Berita Antara), Syahruddin berhasil menyelundupkan teks Proklamasi dan diterima oleh Kepala Bagian Radio, Waidan B. Palenewen. Teks Proklamasi tersebut kemudian diberikan kepada F. Wuz untuk segera disiarkan melalui radio.
  3. Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia juga disebarkan melalui beberapa surat kabar. Harian Soeara Asia di Surabaya adalah koran pertama yang menyiarkan berita Proklamasi.
  4. Pihak pemerintah Republik Indonesia juga menugaskan para gubernur yang telah dilantik pada tanggal 2 September 1945 untuk menyebarluaskan berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di wilayahnya.

2. Sambutan Rakyat di Berbagai Daerah terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Peristiwa penting yang menunjukkan dukungan rakyat secara spontan terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, antara lain sebagai berikut.
  1. Rapat Raksasa di Lapangan lkada (Ikatan Atletik Djakarta) Jakarta pada tanggal 19 September 1945 menyambut kemerdekaan.
  2. Usaha menegakkan kedaulatan juga terjadi di berbagai daerah dengan adanya tindakan heroik di berbagai kota yang mendukung Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, antara lain di Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Aceh, Bali, Palembang, Kalimantan, Bandung, Makassar, Lampung, Solo, Sumatra Selatan, dan Sumbawa

Ayo Berlatih
Ayo, temukan kosakata baku dan tidak baku pada bacaan yang berjudul “Peristiwa Menjelang dan Sesudah Pembacaan Teks Proklamasi”. Kemudian, carilah arti katanya di Kamus Besar Bahasa Indonesia, bertanya kepada guru atau berdiskusi.
Kata Baku dan Tidak Baku
Kosakata BakuArtiKosakata Tidak BakuArti
ProklamasiPemberitahuan resmi kepada seluruh rakyat; permakluman; pengumumanProklamir-
SekutuGabungan dari beberapa negara yang bekerja sama --
PerundinganProses, cara, perbuatan berunding atau merundingkan; pembicaraan perembukan; permusyawaratan;--
PamfletSurat selebaran--
HeroikBersifat pahlawan--

Ayo Berlatih
Jawablah pertanyaan-pertanyaan terkait Peristiwa Rengasdengklok berikut.
Pembacaan Teks Proklamasi
  1. Kapan peristiwa Rengasdengklok terjadi: Pada tanggal 16 Agustus 1945.
  2. Siapakah yang diamankan dalam peristiwa Rengasdengklok: Bung Hatta dan Bung Karno beserta Ibu Fatmawati dan Guntur Soekarno Poetra.
  3. Siapakah yang memelopori peristiwa Rengasdengklok: tokoh pemuda.
  4. Apa tujuan peristiwa Rengasdengklok: mendesak golongan tua untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.
  5. Apa yang terjadi di Rengasdengklok: terjadi perdebatan antara golongan tua dengan golongan muda berkaitan dengan waktu pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan.
  6. Apa hasil kesepakatan pada peristiwa Rengasdengklok: Setelah melalui perdebatan dan ditengahi Ahmad Soebardjo, menjelang malam hari, kedua tokoh itu akhirnya kembali ke Jakarta. Rombongan Soekarno-Hatta sampai di Jakarta pada pukul 23.30 waktu Jawa zaman Jepang (pukul 23.00 WIB). Soekarno Hatta setelah singgah di rumah masing-masing, kemudian bersama rombongan lainnya menuju rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol No. 1 Jakarta (tempat Ahmad Soebardjo bekerja) untuk merumuskan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

2. Ceritakan kembali secara tertulis peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada kolom berikut.

A. Penyebarluasan Berita Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan
Penyebaran berita proklamasi dilakukan dengan menyebar pamflet, mengadakan pertemuan, dan menulis pada tembok-tembok, disiarkan melalui radio dan surat kabar, dan  para gubernur di wilayahnya.

B. Reaksi Masyarakat Indonesia
Reakasi masyarakat ditunjukan dengan Rapat Raksasa di Lapangan lkada (Ikatan Atletik Djakarta) Jakarta pada tanggal 19 September 1945, tindakan heroik di berbagai kota yang mendukung Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, antara lain di Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Aceh, Bali, Palembang, Kalimantan, Bandung, Makassar, Lampung, Solo, Sumatra Selatan, dan Sumbawa.

Peristiwa pembacaan teks Proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945 merupakan tonggak sejarah yang menjadikan bangsa Indonesia merdeka dan berdaulat. Seluruh rakyat Indonesia pun menyambut dengan penuh kegembiraan. Ayo, tularkan semangat kemerdekaan dengan menyanyikan lagu berikut.

Ayo Bernyanyi
Hari Merdeka
Hari Merdeka
Tujuh belas agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka...

Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tetap setia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap setia
Membela negara kita

17 Agustus tahun 45 hari diproklamirkannya kemerdekaan indonesia ke seluruh dunia, sebuah jawaban tentang hari kemerdekaan kita warga negara indonesia telah menjadi nyata. Hari merdeka bagi nusa yakni kepulauan-kepulauan yang merupakan bagian dari indonesia. Hari merdeka bagi bangsa kita yakni semua warga negara indonesia yang terdiri dari bermacam-macam suku dan agama. Hari berdirinya bangsa indonesia. Sekali merdeka tetap merdeka, hari kemerdekaan ini bukanlah kemerdekaan yang sementara, sebuah simbol kebebasan dari penjajahan asing. Kita tetap setia mempertahankan Indonesia, dibutuhkan jiwa nasionalisme untuk mempertahankan kemerdekaan ini, tidak cukup jiwa nasionalisme saja tapi kita butuh juga sikap patriotisme untuk membela negara ini.

Dapatkah kamu melakukan gerak tari diiringi lagu “Hari Merdeka” di atas? Gerak tari adalah serangkaian gerakan indah dari dalam tubuh manusia. Penampilan gerak tari akan terasa lebih indah jika ada iringan musiknya. Musik dan tari merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Musik dapat mengatur tempo gerak, sebagai pengiring, memberikan suasana, dan sebagai ilustrasi untuk mempertegas ekspresi gerak. Selain musik atau iringan tarinya, keindahan gerak tari juga dapat dilihat dari pola lantai saat penari memperagakan gerak tari.
Tari Tunggal Berpasangan dan kelompok
Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan pola lantai? Pola lantai adalah garis-garis di lantai yang dilalui oleh penari dari perpindahan tempat satu ke tempat lain pada saat melakukan gerak tari. Menurut jenisnya, ada tiga bentuk karya tari yang perlu kamu ketahui sebelum kita lebih lanjut membahas tentang pola lantai. Ada bentuk karya tari tunggal, karya tari berpasangan, dan bentuk tari kelompok.

Ayo Berdiskusi
Diskusikan bersama teman sebangkumu.
1. Apa perbedaan bentuk karya tari tunggal, berpasangan, dan kelompok? bentuk
Tari tunggal: tari dilakukan oleh satu orang penari, tetapi tidak menutup kemungkinan dilakukan oleh banyak orang secara bersama. Tari berpasangan: tarian yang dilakukan secara berpasangan oleh dua orang penari. Tarian berpasangan dapat dilakukan oleh banyak orang secara berpasang-pasangan. Ada tarian berpasangan yang dilakukan oleh penari putri dan penari putri. Ada tarian berpasangan yang dilakukan oleh penari putra dan penari putra. Ada juga tarian berpasangan yang dilakukan oleh penari putra dan penari putri.

2. Bagaimana pola lantai pada karya tari tunggal, berpasangan, dan kelompok?
Pola lantai tarian yang dilakukan oleh satu orang penari dapat dilihat dari garis-garis di lantai yang dilalui oleh penari pada saat melakukan gerak tari. Pola lantai tari berpasangan ataupun kelompok dapat dilihat berupa garis di lantai yang dilalui oleh penari saat melakukan gerak tari dan juga dapat dilihat berupa formasi yang dibuat oleh penari kelompok.

Tuliskan hasil diskusi kalian pada kolom berikut.
Pola lantai tarian yang dapat dilakukan oleh satu orang penari dapat dilihat dari garis-garis di lantai yang dilalui oleh penari pada saat melakukan gerak tari. Pola lantai tari berpasangan ataupun kelompok dapat dilihat berupa garis di lantai yang dilalui oleh penari saat melakukan gerak tari juga dapat dilihat berupa formasi yang dibuat oleh penari kelompok.

Ayo Renungkan
Dengan mengetahui peristiwa Proklamasi, kita menjadi makin mengetahui bahwa diperlukan usaha keras dan pengorbanan yang besar untuk meraih kemerdekaan dan membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pelajaran yang dapat kita petik adalah kepentingan bangsa dan negara adalah yang utama di atas kepentingan pribadi dan golongan. Dalam lingkup yang lebih kecil (dalam kehidupan bermasyarakat), kepentingan umum harus diutamakan daripada kepentingan pribadi.

Kamu adalah generasi penerus bangsa. Apa yang dapat kamu lakukan untuk mengisi kemerdekaan ini? Tuliskan pada kolom berikut.

Beberapa kegiatan untuk ikut mengisi kemerdekaan antara lain adalah sebagai berikut
  1. Menghormati dan menghargai jasa tokoh-tokoh kemerdekaan dengan meneladani semangat kepahlawan.
  2. Menjaga dan memelihara semangat persatuan kesatuan.
  3. Belajar yang giat dan tidak bolos sekolah.
  4. Menolong orang yang membutuhkan.
  5. Menghormati kedua orang tua.
  6. Saling menghormati antarsesama dengan tidak membedakaan perbedaan baik suku, ras, budaya atau agama.
  7. Menjaga keutuhan kedaulatan bangsa dengan rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara.
  8. Mengikuti lomba-lomba dan kegiatan-kegiatan dalam rangka memperingati kemerdekaan.
  9. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang ada di masyarakat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 12:22 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.