Meneladani Para Nabi dan Ashabul Kahfi

Nabi Yunus a.s. adalah seorang rasul yang mengajak kaumnya untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa dan Mahasuci. Nabi Zakaria adalah rasul yang berdakwah tentang agama tauhid. Sudah berusia 90 tahun, tetapi belum dikaruniai seorang anak. Nabi Yahya a.s. adalah anak Nabi Zakaria a.s. yang taat dan hormat kepada orang tuanya. Nabi Isa a.s. adalah rasul yang termasuk Ulul Azmi. Nabi Isa a.s. diutus kepada Bani Israil, untuk mengajarkan tentang keesaan Tuhan dan menyelamatkan mereka dari kesesatan. Ashabul Kahfi merupakan kisah tujuh orang pemuda dan seekor anjing yang ditidurkan oleh Allah Swt.

A. Kisah Keteladan Nabi Yunus a.s.
Nabi Yunus a.s. adalah salah satu nabi yang mengalami kehidupan dalam tiga kegelapan, yaitu kegelapan di dalam perut ikan, kegelapan di lautan, dan kegelapan malam. Nabi Yunus a.s. adalah pembawa ajaran tauhid. Beliau menyesali tindakannya karena meninggalkan umat yang tidak mau bersujud kepada Allah Swt., Tuhan Yang Maha Esa. Beliau berdoa dengan nada penyesalan di dalam perut ikan, seperti telah dijelaskan di dalam Q.S. al-'Anbiya/21':87 yaitu:

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ ...
Artinya:
”Tidak ada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.” (Q.S. al-Anbiya' 21:87)

Nabi Yunus bin Matta diutus oleh Allah Swt. untuk berdakwah kepada penduduk ”Ninawa” di wilayah Maushil, Irak yang menyembah berhala. Mereka mendustakan Nabi Yunus a.s. mengolok-olok, dan menghinanya. Setelah lama menghadapi mereka, Nabi Yunus a.s. pun marah kepada kaumnya dan tidak berharap lagi keimanan mereka.

Allah Swt. memberi tahu bahwa akan mengazab umat Nabi Yunus setelah berlalu tiga hari. Maka, mereka segera bertaubat kepada Allah Swt., dan menyesali sikap mereka selama ini. Ketika itu, mereka berdoa memohon ampun kepada Allah Swt. agar azab itu diangkat dari mereka. Allah Swt. menjauhi azab itu dari mereka karena kesungguhan doanya. Allah Swt. berfirman di dalam Q.S. Yunus/10:98.

فَلَوْلَا كَانَتْ قَرْيَةٌ آمَنَتْ فَنَفَعَهَا إِيمَانُهَا إِلَّا قَوْمَ يُونُسَ لَمَّا آمَنُوا كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَىٰ حِينٍ

Artinya:
”Maka mengapa tidak ada (penduduk) suatu negeri pun yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Ketika mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai waktu tertentu.” (Q.S. Yunus/10:98)

Nabi Yunus a.s. tetap meninggalkan kampung kaumnya karena marah, padahal Allah Swt. belum mengizinkannya. Saat Nabi Yunus a.s. diatas kapal ombak laut menjadi dahsyat dan hampir tenggelam. Setelah dilakukan undian sebanyak tiga kali dan hasilnya tetap sama. ternyata Nabi Yunus a.s harus terjun ke laut untuk mengurangi beban kapal.

Pada saat Nabi Yunus a.s. melompat dari kapal, Allah Swt. telah mengirimkan ikan paus besar yang langsung menelan Nabi Yunus a.s. dengan tidak merobek dagingnya atau mematahkan tulangnya. Nabi Yunus a.s. pun tinggal di perut ikan itu dalam beberapa waktu dan dibawa mengarungi lautan oleh ikan itu.

Hikmah dari kisah Nabi Yunus a.s. yang diuji Allah Swt. kita bisa membayangkan, bagaimana susahnya bernapas di kegelapan perut ikan yang berenang di lautan dalam nan gelap. Namun, Nabi Yunus a.s. tetap ingat kepada Allah Swt. dan memanjatkan doa kepada-Nya. Singkat kisah, Nabi Yunus a.s. selamat sampai ke tepian berkat kasih sayang Allah Swt.

B. Kisah Keteladanan Nabi Zakaria a.s.
Pengharapan panjang Nabi Zakaria a.s. untuk mendapatkan keturunan tidak pernah surut. Nabi Zakaria a.s. yang taat beribadah terus berdoa tidak putus-putusnya kepada Allah Swt. Nabi Zakaria a.s. khawatir, bahwa bila ia wafat tanpa meninggalkan seorang pengganti, kaumnya akan kehilangan pemimpin dan akan kembali kepada cara-cara hidup mereka yang penuh dengan kemunkaran dan kemaksiatan.

Suatu peristiwa yang menakjubkan, Allah Swt. memberi tanda-tanda kehamilan isteri Nabi Zakaria
a.s., bahwa mulutnya tidak akan bisa berbicara selama tidak sakit. Isteri Nabi Zakaria a.s. hanya bisa
berbicara isyarat dengan tangan atau lainnya untuk memahamkan orang. Selama tiga hari itu, ia harus memperbanyak bertasbih, bertahmid di waktu pagi dan petang.

Allah Swt. memberi seorang anak kepada Nabi Zakaria a.s. Anak yang diberi nama Yahya itu kelak dapat meneruskan dakwah Nabi Zakaria a.s. Kisah Nabi Zakaria a.s. dapat dijadikan teladan. Untuk memperoleh keinginan, kita harus berusaha dan terus berdoa dengan ikhlas. Kita tidak boleh putus asa. Setiap cobaan yang Allah Swt. datangkan, tentu ada hikmah yang terkandung di dalamnya.

C. Kisah Keteladanan Nabi Yahya a.s.
Nabi Yahya a.s. adalah anak Nabi Zakaria a.s. Nabi Yahya a.s. adalah seorang yang bertakwa. Beliau adalah seseorang yang cerdik pandai, berpikiran tajam sejak ia berusia muda dan berbakti kepada kedua orang tuanya.

Nabi Yahya a.s. terkenal sebagai seorang nabi yang teguh pendirian dalam berdakwah. Nabi Yahya a.s. tetap menyampaikan larangan Allah Swt. kepada Raja Hirodus yang ingin menikahi anak tirinya, Herodia. Nabi Yahya a.s. tidak menghiraukan ancaman raja demi untuk menegakkan kebenaran dan melawan kebatilan. Bersama Nabi Zakaria (ayahnya), Nabi Yahya a.s. berdakwah menyebarkan agama tauhid kepada umatnya, sehingga mereka terpelihara. Allah Swt. berfirman di dalam Q.S. Maryam/19:12-13.

يَا يَحْيَىٰ خُذِ الْكِتَابَ بِقُوَّةٍ ۖ وَآتَيْنَاهُ الْحُكْمَ صَبِيًّا

وَحَنَانًا مِنْ لَدُنَّا وَزَكَاةً ۖ وَكَانَ تَقِيًّا
Artinya:
”Wahai Yahya! Ambillah (pelajarilah) Kitab (Taurat) itu dengan sungguhsungguh.” Dan Kami berikan hikmah kepadanya (Yahya) selagi dia masih kanak-kanak ; dan (Kami jadikan) rasa kasih sayang (kepada sesama) dari Kami dan bersih (dari dosa). Dan dia pun seorang yang bertakwa. (Q.S.
Maryam/19:12-13).

Berdasarkan kisah Nabi Yahya a.s. di atas, kita dapat mengambil suri teladan, yaitu kita harus memiliki sikap yang tegas untuk mengatakan yang benar itu adalah benar dan yang salah tetaplah salah. Selain itu, sikap hormat Yahya kepada orang tua dan taat beribadah kepada Allah Swt. menjadi teladan bagi siapa pun juga.

D. Kisah Keteladanan Nabi Isa a.s.
Nabi Isa a.s. diutus kepada Bani Israil, untuk mengajarkan tentang keesaan Tuhan dan menyelamatkan mereka dari kesesatan. Nabi Isa a.s. dilahirkan pada tahun 622 sebelum Hijriah
atau sebelum tahun Masehi.

Dalam al- Qur’an, Nabi Isa a.s. disebut Isa bin Maryam atau Isa al-Masih. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 29 M dan ditugaskan berdakwah kepada Bani Israil di Palestina. Namanya disebutkan sebanyak 25 kali di dalam al-Qur’an.

Nabi Isa a.s. adalah utusan Allah Swt. dan diberi Kitab Suci Injil. Dalam menyampaikan ajaran tauhid, beliau mendapat penolakan Bani Israil tetapi, tetap gigih menyampaikannya. Nabi Isa a.s. diberi mukjizat oleh Allah Swt. yang diceritakan dalam Q.S al-Ma'idah/5:110, intinya yaitu:
  1. Dapat berbicara dengan manusia ketika masih bayi atau masih dalam buaian.
  2. Dapat menyembuhkan orang yang buta sejak lahir.
  3. Dapat menyembuhkan orang yang berpenyakit lepra dengan seizin Allah Swt.

Sementara itu, sebelum diangkat ke langit, Nabi Isa a.s. menyampaikan kabar kepada para pengikutnya bahwa akan datang seorang Nabi dan Rasul bernama Ahmad. Nabi dan rasul yang dimaksud Nabi Isa a.s. ialah penutup dari seluruh Nabi dan Rasul, yakni Nabi Muhammad saw. Ahmad sesungguhnya nama lain dari Nabi Muhammad saw., yang ajarannya akan melengkapi seluruh ajaran Nabi dan Rasul sebelumnya. Allah berfirman dalam (Q.S. al-Saff/61:6):

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ
Artinya:
Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, ”Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” . . . (Q.S. al-Saff/61:6)

Berdasarkan kisah Nabi Isa a.s. di atas, marilah kita ambil hikmah dan suri teladan.
  1. Kita harus menjaga kehormatan diri, kehormatan orang tua dan keluarga. Seperti yang dicontohkan Maryam, ibunda Nabi Isa a.s.
  2. Kita harus berani berkata yang benar.
  3. Kita harus meyakini bahwa Nabi Isa a.s. adalah seorang Rasul.
  4. Kita meyakini bahwa Nabi Isa diberi wahyu berupa Kitab Suci Injil.
  5. Kita harus menyembah Allah Swt., Tuhan Yang Maha Esa dan Mahasuci.
  6. Kita yakin bahwa orang yang takwa pasti dilindungi oleh Allah Swt. seperti Nabi Isa a.s. yang dikejar-kejar pasukan Romawi untuk disalib, tapi Allah Swt. menyelamatkannya.

E. Kisah Keteladanan Ashabul Kahfi
Ashabul Kahfi menceritakan tujuh orang pemuda dan seekor anjing yang ditidurkan oleh Allah Swt. selama 309 tahun. Kisah Ashabul Kahfi dapat kita temui dalam Q.S. al- Kahf/18:13.

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُمْ بِالْحَقِّ ۚ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى

Artinya:
”Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.” (Q.S. al-Kahf/18:13)

Ashabul Kahfi hidup di negeri Syam yang dikuasai bangsa Romawi yang dipimpin Daqianus. Daqianus ialah seorang penyembah berhala yang amat fanatik. Ia menyebar mata-mata ke seluruh negeri Syam untuk mengetahui orang-orang yang tidak menyembah berhala.
Ashabul Kahfi
Ashabul Kahfi adalah sekelompok pemuda yang beriman kepada Allah Swt., yang meyakini bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah Swt. semata. Mereka teguh di atas keyakinan yang
benar. Meskipun bertentangan dengan mayoritas masyarakat ketika itu. Ashabul Kahfi mengambil keputusan untuk menghindari kejaran Daqianus dengan cara bersembunyi di gua.

Demi menyelamatkan akidah dan keyakinan mereka. Sebelumnya mereka berdoa kepada Allah Swt.

إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

Artinya:
(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, ”Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.” (Q.S. al-Kahf/18:10)

Allah Swt. pun mengabulkan doa mereka dan memudahkan urusan mereka. Mereka berlindung di dalam sebuah gua yang cukup luas sehingga mereka bisa tinggal dengan nyaman di dalamnya. Allah
Swt. juga menidurkan mereka di dalam gua tersebut selama 309 tahun sehingga mereka tak dapat dibangunkan oleh suara apa pun.

Ketika Allah Swt. membangunkan Ashabul Kahfi, salah satu dari mereka pergi ke kota dengan membawa uang untuk membeli makanan. Ternyata ia mendapati negeri (yaitu negeri Daqianus) sudah berubah, penduduk dan pemerintah pun telah berganti. Penduduk tidak mengenali mereka, juga tidak seorang pun yang dia kenal dari penduduk negeri tersebut.

Ashabul Kahfi yang beriman kepada Allah Swt. dan jujur dengan keimanannya sehingga Allah Swt. balas keimanan dan kejujuran mereka dengan menyelamatkan dan memuliakan mereka dengan menjadikan mereka sebagai teladan bagi orang-orang yang beriman hingga akhir zaman. Kita harus yakin, bahwa orang yang beriman dapat perlindungan dari Allah Swt. Hal itu diperlihat Allah Swt. yang melindungan Ashabul Kahfi tersebut
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 7:18 AM

Ayo, Berinfak dan Bersedekah

Kata ‘infak’ berarti perihal menafkahkan atau membelanjakan. Makna berinfak adalah mengeluarkan sesuatu (harta) sesuai dengan kemampuannya. Sedekah berasal dari akar kata șadaqa berarti sesuatu yang benar atau jujur. Makna sedekah adalah suatu pemberian yang dilakukan seorang muslim
kepada orang lain secara spontan dan sukarela (hanya mengharap rida Allah Swt.) tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu.

A. Memahami Makna Berinfak
Berinfak dan bersedekah dapat dilakukan kapan saja dan dapat mempergunakan uang atau barang. Kata infak diambil dari akar kata: nafaqa yang berarti keluar. Sementara dalam kamus Arab ”Al-Azhar” kata ‘infak’ berarti perihal menafkahkan atau membelanjakan. Pengertian di atas didukung oleh firman Allah Swt. dalam Q.S. at-Talaq/65:7 berikut ini:

لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ ۖ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ ۚ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَا آتَاهَا ۚ سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا

(liyunfiq dzuu sa'atin min sa'atihi waman qudira 'alayhi rizquhu falyunfiq mimmaa aataahu allaahu laa yukallifu allaahu nafsan illaa maa aataahaa sayaj'alu allaahu ba'da 'usrin yusraan)

Artinya:
”Hendaklah orang yang mempunyai keluasan memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang terbatas rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak membebani kepada seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan.” (Q.S. at-Talaq/65:7)

Infak (infaq) diartikan mengeluarkan/menyerahkan sesuatu harta benda sesuai dengan kemampuannya. Allah Swt. tidak membebani seseorang untuk berinfak melainkan sesuai dengan rezeki yang diperolehnya dari Allah Swt. Yakinlah, bahwa Allah Swt. akan mengganti apa yang telah diinfakkan dengan berlipat ganda.

Barang yang kita infakkan atau sumbangkan jangan takut berkurang, bahkan Allah Swt. berjanji akan menggantinya. Seperti firman-Nya di dalam Q.S. as-Saba’34:39 berikut ini:

... ۖ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ..
Artinya:
”. . . dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya . . .” (Q.S. as-Saba’ 34:39)

B. Memahami Makna Bersedekah
Sedekah berasal dari akar kata șadaqa berarti sesuatu yang benar atau jujur. Definisi sedekah adalah suatu pemberian yang dilakukan seorang muslim kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Juga sedekah dapat diartikan sebagai suatu pemberian yang dilakukan seseorang sebagai kebajikan yang hanya mengharap pahala dan rida Allah Swt. semata.
Bersedekah
Bersedekah tidak hanya berupa harta benda, tetapi bisa berupa jasa dan tindakan. Misalnya, tersenyum kepada sahabat atau gurumu adalah sedekah. Atau, jika di dekat rumahmu ada masjid yang sedang dibangun. Ternyata kamu tidak bisa menyumbang uang dan barang, kamu bisa juga bersedekah tenaga.

Berinfak dan bersedekah adalah wujud dari rasa syukur kepada Allah Swt. Berinfak dan bersedekah adalah perbuatan sunah. Berinfak dan bersedekah harus dilaksanakan dengan tulus karena Allah Swt. Bagi orang yang diberi bantuan, hendaknya bantuan digunakan untuk keperluan yang baik dan tidak melanggar syariat Islam. Untuk lebih memahami makna infak dan sedekah cermatilah perbedaan
keduanya berikut ini.

Infak Sedekah
Kata infak mengandung pengertian pemberian yang bersifat materi, yaitu: harta atau benda yang diberikan kepada orang lain sesuai dengan kemampuan. Sedekah memiliki arti lebih luas dari infak, yaitu: pemberian barang atau jasa, yang bersifat materi dan nonmateri. Contoh nonmateri, yaitu memberikan jasa, mengajarkan ilmu pengetahuan, memberi nasihat, senyuman, dan mendoakan orang lain.

C. Hikmah Berinfak dan Bersedekah
Beberapa hikmah berinfak dan bersedekah antara lain sebagai berikut ini.
  1. Orang yang bersedekah akan dimudahkan Allah Swt. dalam usahanya mencari rezeki.
  2. Bersedekah adalah sebagai wujud syukur akan nikmat yang Allah Swt. berikan.
  3. Allah Swt. akan menambah rezeki orang yang berinfak dan bersedekah.
  4. Allah Swt. akan memperhatikan dan menjaga orang yang berinfak dan bersedekah, serta tidak menyia-nyiakan atau membiarkannya.
  5. Malaikat akan mendoakan kebaikan kepada orang yang gemar bersedekah.
  6. Hati orang yang berinfak dan bersedekah tenang dan tenteram, jauh dari kegelisahan, stres dan penyakit kejiwaan lainnya.
  7. Orang yang berinfak dan bersedekah mendapat pahala dari Allah Swt. bahkan, Nabi Muhammad saw. bersabda sebagai berikut. 
”Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat bagi manusia, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR Muslim).
  1. Orang yang berinfak dan bersedekah akan dihapus sebagian dari dosanya. Seperti firman Allah Swt. di dalam Q.S. al-Baqarah/2:271 berikut:

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

(in tubduu alshshadaqaati fani'immaa hiya wa-in tukhfuuhaa watu/tuuhaa alfuqaraa-a fahuwa khayrun lakum wayukaffiru 'ankum min sayyi-aatikum waallaahu bimaa ta'maluuna khabiirun)

Artinya:
”Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. al-Baqarah/2:271)

Jika kita memperlihatkan berinfak dan bersedekah dengan niat akan ditiru orang lain, tindakan itu baik. Di samping itu, orang yang berinfak dan bersedekah berarti menanami ladang kebaikan yang akan ia panen nanti di akhirat. Bahkan, sedekah jariah yang kita berikan kepada orang yang membutuhkan pahalanya tidak terputus sampai kapan pun

Materi diskusi:
Wajah Jamilah murung karena tidak bisa ikut berwisata ke Taman Bunga Nusantara bersama teman-temannya pada akhir tahun. Padahal, Jamilah sangat suka dengan bunga dan pemandangan indah. Jamilah tidak bisa ikut berwisata karena orang tuanya tidak bisa membayar biaya wisata. Apa yang harus dilakukan Jamilah? Jika kamu sahabat Jamilah, apa yang kamu lakukan terhadapnya?
Jika saya sahabat Jamilah maka saya akan berinfak dan bersedekah mempergunakan uang atau barang. Jamilah tidak bisa ikut berwisata karena orang tuanya tidak bisa membayar biaya wisata  maka sedekah sebaiknya dalam bentuk uang.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 8:25 AM

Berbaik Sangka Simpati dan Toleran

Husnuzzan atau berbaik sangka, baik kepada sesama manusia, terutama kepada Allah Swt. yang telah menciptakan kita. Misalnya jika kita mendapat ujian hidup, kita harus berprasangka baik terhadap Allah Swt.. Prasangka (negatif) itu dosa; misalnya mencari-cari kesalahan orang lain dan bergunjing karena bergunjing diibaratkan seperti kita memakan daging saudaranya yang sudah mati.

Simpati adalah ikut merasakan orang lain sehingga mampu merasakan apa yang dialami, dilakukan dan diderita orang lain.  Sedangkan toleransi adalah sikap saling menghormati dan saling bekerja sama di antara kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda baik secara etnis, bahasa,
budaya, maupun agama. Hidup rukun berarti hidup damai dan setuju terhadap keberadaan.

A. Berbaik Sangka
Berbaik sangka adalah menduga yang baik terhadap sesuatu. Seorang siswa harus selalu berbaik sangka atau berpikir positif terhadap orang tua, guru atau teman. Berpikir positif adalah perilaku terpuji. Lawan kata berbaik sangka adalah berburuk sangka atau prasangka. Allah Swt. di dalam Q.S. al-Hujurat/49:12 berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
(yaa ayyuhaa alladziina aamanuu ijtanibuu katsiiran mina alzhzhanni inna ba'dha alzhzhanni itsmun walaa tajassasuu walaa yaghtab ba'dhukum ba'dhan ayuhibbu ahadukum an ya/kula lahma akhiihi maytan fakarihtumuuhu waittaquu allaaha inna allaaha tawwaabun rahiimun)

Artinya:
”Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang."

Ayat tersebut di atas didukung pula oleh hadis Rasulullah saw. berikut ini.

إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ...
”. . . Hati-hati kalian dari prasangka buruk karena §an/prasangka buruk itu adalah sedusta-dusta
ucapan. Dan janganlah kalian memata-matai.” (H.R. al-Bukhari dan Muslim)

Kita seharusnya tidak menjelek-jelekkan teman kita yang ada di sekolah atau di lingkungan rumah. Pikiran kita hendaknya tidak dipenuhi oleh pikiran-pikiran yang negatif. Sebaliknya, kita berpikir positif, jernih dan mendoakan kebaikan untuk diri sendiri dan orang lain.

Contoh Berbaik Sangka
Cermati contoh-contoh perilaku berbaik sangka berikut ini.
  1. Tanpa curiga, Ahmad meminjamkan uang jajannya kepada Karim untuk membeli buku.
  2. Kamila menerima peraturan orang tuanya untuk bangun pagi agar bisa salat subuh berjamaah dan membersihkan tempat tidur sendiri.
  3. Husein menerima peraturan orang tuanya untuk mengaji pada sore hari, walaupun mengurangi waktu bermainnya.
  4. Karlina menerima aturan orang tuanya untuk mengikuti les privat mengaji di rumah, walaupun ia tidak keluar rumah setelah pulang sekolah.
  5. Herman memahami sahabatnya Zakaria yang tidak ikut piknik ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) karena ternyata Zakaria harus mengikuti ujian renang.

Buruk sangka merupakan kebalikan dari berbaik sangka. Buruk sangka/suudzon adalah sikap seseorang yang berprasangka buruk terhadap orang lain, suatu peristiwa, suatu masalah ataupun suatu keadaan. Berikut ini beberapa contoh sikap berburuk sangka.
  1. Mencurigai teman mencontek saat mereka memperoleh nilai lebih baik.
  2. Tidak percaya dengan kemampuan diri sendiri.
  3. Menuduh lawan melakukan kecurangan saat kalah dalam suatu pertandingan olah raga.
  4. Menganggap orang tua tidak adil saat adik dibelikan tas baru.
  5. Mengatakan Sok Alim ketika melihat teman rajin shalat di Masjid.

B. Simpati
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata simpati berarti: rasa kasih, rasa setuju (kepada), dan rasa suka. Secara umum, kata simpati dapat diartikan sebagai perasaan kebersamaan secara sosial hingga seseorang dapat merasakan perasaan orang lain, (biasanya suatu perasan sedih) dalam dirinya sendiri. Contohnya saat kita mengetahui orang lain mendapat musibah, seperti orang tuanya meninggal dunia, kita dapat merasakan kesedihan yang sama.

Contoh Simpati
Cermati contoh-contoh simpati berikut ini.
  1. Mendengarkan curahan hati teman hingga selesai.
  2. Memposisikan diri kita dalam posisi orang lain yang kesusahan atau gembira.
  3. Jangan menyuruh orang lain melakukan sesuatu yang kita sendiri malas atau tidak melakukannya.
  4. Beri aksi nyata dengan menanyakan apa yang bisa kita lakukan untuk membantu. Jika tidak bisa memberikan apa yang diminta, cari alternatif lain atau menanyakan apakah ada orang lain yang juga bisa ikut membantu.
  5. Membantu teman memecahkan masalah dalam pembelajaran. Misalkan teman sebangku kesulitan memahami pelajaran matematika.

C. Bersikap Toleran
Toleransi adalah sikap saling menghormati dan saling bekerja sama di antara kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda, baik secara etnis, bahasa, budaya, politik, maupun agama.
Toleransi
Contoh Toleransi
Cermati contoh-contoh sikap toleran berikut ini.
  1. Kita menghormati pendapat teman yang berbeda dengan pendapat kita.
  2. Kita tidak membuat kegaduhan di masjid saat orang-orang sedang melaksanakan ibadah salat.
  3. Kita tidak memasang petasan yang memekakkan telinga karena bisa saja di sekitar kita ada bayi atau orang sakit.
  4. Kita tidak membuat keributan di kelas saat guru sedang menjelaskan karena teman-teman lainnya butuh ketenangan untuk belajar.
  5. Kita tidak hidupkan radio, VCD atau televisi keras-keras sehingga mengganggu tetangga.
  6. Kita tidak main gitar atau bedug di saat para tetangga sedang istirahat.
  7. Kita tidak mengejek kawan yang berbeda suku dan agamanya.

D. Hidup Rukun
Kata rukun berarti baik dan damai; tidak bertengkar, hidup rukun artinya hidup damai dan tidak bertengkar. Hidup rukun sangat dianjurkan oleh agama karena manusia diciptakan oleh Allah Swt.
bersuku bangsa yang berbeda yang menyebabkan budayanya pun berbeda.

Kita diajarkan untuk saling rukun karena dalam pandangan Allah Swt., hanya orang bertaqwa
yang membedakan satu dengan yang lainnya. Seperti peringatan Allah Swt. di dalam Q.S. al-Hujurat/49:13 berikut ini:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

(yaa ayyuhaa alnnaasu innaa khalaqnaakum min dzakarin wauntsaa waja'alnaakum syu'uuban waqabaa-ila lita'aarafuu inna akramakum 'inda allaahi atqaakum inna allaaha 'aliimun khabiirun)

Artinya:
”Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah Swt. ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.”

Allah Swt. menciptakan manusia berpasang-pasangan dan bersuku bangsa. Orang yang paling mulia di sisi Allah Swt. adalah orang yang paling bertaqwa. Kita hidup di dunia ini tidak sendiri dan selalu membutuhkan bantuan dari orang lain.

Contoh Hidup Rukun
Cermati contoh-contoh perbuatan yang menyebabkan hidup rukun berikut ini.
  1. Setiap akan berbicara atau melakukan kegiatan, harus diperhitungkan baik dan buruknya.
  2. Menghargai orang lain; orang tua, orang yang lebih tua, kakak-adik, teman yang beragama lain, teman yang berasal dari daerah lain.
  3. Berbicara yang baik, tidak dengan kata-kata yang kasar, yang membuat orang lain marah atau sakit hati.
  4. Dalam bertindak, mengutamakan kepentingan orang banyak daripada kepentingan pribadi. Atau, dalam bertindak, tidak egois yang selalu mementingkan diri sendiri.
  5. Saling membantu satu sama lain dalam proses belajar dan bersaing secara sehat di kelas.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 9:48 AM

Menerima Qada dan Qadar

Rukun iman keenam atau terakhir adalah percaya kepada qada dan qadar. Iman kepada Qada dan Qadar berarti percaya dan yakin sepenuh hati bahwa Allah SWT mempunyai kehendak, ketetapan, keputusan atas semua makhluk-Nya termasuk segala sesuatu yang meliputi semua kejadian yang menimpa makhluk. Kejadian itu bisa berupa hal baik atau buruk, hidup atau mati, kemunculan atau kemusnahan. Semua menjadi bukti dari kebesaran Allah SWT. Segala sesuatu telah ditetapkan oleh Allah. Berikut sedikit penjelasan mengenai Qada dan Qadar.

A. Memahami Makna Qada
Qada adalah keputusan atau ketetapan terhadap suatu ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah Swt. bagi makhluk-Nya. Qada dan qadar tidak dapat diubah dan tidak dapat ditunda atau dimundurkan. Dalam Q.S. al-¦Hadid/57:22, Allah Swt. menjelaskan berikut ini.

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ
(maa ashaaba min mushiibatin fii al-ardhi walaa fii anfusikum illaa fii kitaabin min qabli an nabra-ahaa inna dzaalika 'alaa allaahi yasiirun)
Artinya:
”Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfμz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.” (Q.S. al-Hadid/57:22)

Contoh Qada
Sesuatu kejadian yang tidak dapat diubah atau tidak dapat ditunda merupakan contoh qada. Contoh-contoh qada antara lain sebagai berikut.
  1. Allah swt, Menetapkan  Bumi serta planet-planet lainnya berputar sesuai porosnya.
  2. Allah swt. Menetapkan matahari terbit pada siang hari serta bulan dan bintang tampak pada malam hari .
  3. Allah swt. Menetapkan kapan laut harus pasang dan surut .
  4. Allah swt. Menetapkan setiap mahluk pasti mati .
  5. Allah swt. Menetapkan mahluk-Nya untuk berjenis kelamin laki-laki atau perempuan.
  6. Allah swt. Menetapkan seseorang lahir .

Hikmah Beriman kepada Qada
Seseorang yang beriman kepada qada akan bersikap dan berperilaku, antara lain sebagai berikut.
  1. Datang ke sekolah atau kegiatan lainnya tepat waktu.
  2. Memanfaatkan waktu untuk belajar dan hal lain yang positif.
  3. Menerima berapa pun uang jajan yang diberikan orang tua.
  4. Tidak bersikap sombong di rumah, di sekolah atau di lingkungan masyarakat
  5. Berhati-hati jika berada di tempat keramaian atau di jalan raya yang padat kendaraan.
  6. Bertanggung jawab atas tugas yang diberikan kepadanya.
  7. Santun dan rendah hati dalam bersikap di mana pun ia berada.

B. Memahami Makna Qadar
Qadar atau takdir adalah segala ketentuan Allah Swt. yang telah berlaku terhadap semua makhluk-Nya. Namun, qadar dapat diubah dengan usaha manusia atau ikhtiar. Ikhtiar artinya usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan dalam hidupnya. Sesuatu itu terjadi atau tidak terjadi pasti ada sebabnya. Kita bekerja keras sehingga berhasil dan sukses. Keberhasilan usaha bergantung pada gigih atau tidaknya usaha kita.

Kesuksesan tidak datang sendiri, tetapi diusahakan dengan sungguh-sungguh. Artinya, kita ingin menjadi anak pintar harus ikhtiar atau belajar dengan giat. Seperti firman Allah Swt. di dalam Q.S. ar-Ra’d/13:11 berikut.

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ
(lahu mu'aqqibaatun min bayni yadayhi wamin khalfihi yahfazhuunahu min amri allaahi inna allaaha laa yughayyiru maa biqawmin hattaa yughayyiruu maa bi-anfusihim wa-idzaa araada allaahu biqawmin suu-an falaa maradda lahu wamaa lahum min duunihi min waalin)

Artinya:
”Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia."

Setiap manusia wajib berusaha agar dapat mengubah nasibnya. Kita tidak boleh menyerah
pada kesulitan-kesulitan sebelum berusaha. Kita diwajibkan berusaha. Segala sesuatu yang kita peroleh tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus diusahakan.

Contoh-Contoh Qadar
Berikut contoh-contoh qadar.
  1. Menjadi pintar dan menjadi juara kelas karena belajar dan berdoa.
  2. Menjadi juara lomba pidato atau juara lomba cerdas cermat karena gigih berlatih.
  3. Menjadi anak yang disenangi dalam pergaulan karena ramah dan suka menyapa kepada siapa saja.
  4. Menjadi juara lomba tahsinul khat karena berlatih dengan giat dan tekun.
  5. Menjadi anak yang pandai membaca al-Qur'an dan menjadi qari/qariah terbaik di sekolah atau sampai ke tingkat provinsi harus usaha yang gigih.
Belajar
Hikmah Beriman kepada Qadar
Seseorang yang beriman kepada qadar akan bersikap dan berperilaku, antara lain sebagai berikut.
  1. Menyadari bahwa semua cita-cita yang diinginkan harus diusahakan.
  2. Memiliki rasa percaya diri dalam menghadapi tugas. Misalnya mengerjakan PR sendiri.
  3. Giat dan disiplin dalam belajar. Misalnya, sebelum berangkat tidur, harus belajar terlebih dahulu
  4. Melatih diri untuk banyak bersyukur, bersabar, dan selalu berusaha.
  5. Menjauhkan diri dari sifat sombong karena menganggap semua itu adalah karunia Allah Swt.

Materi Diskusi:
”Maryam menjadi juara pertama lomba pidato. Maryam membawa nama baik sekolahnya. Banyak kawan Maryam yang ingin sekali menjadi juara lomba pidato, kaligrafi, membaca puisi Islami dan keterampilan agama lainnya. Nah, anak-anak, bagaimana caranya agar menjadi menjadi juara pidato, menulis kaligrafi, baca puisi Islami dan baca al-Qur’an? Silakan diskusikan!"
Untuk bisa menjadi juara pidato, menulis kaligrafi, baca puisi Islami dan baca al-Qur’an dibutuhkan usaha yang keras dengan cara berlatih dengan tekun. Seperti yang dilakukan oleh Maryam yaitu melatih diri berpidato di muka kaca di kamarnya dan merekam para ustad atau ustadzah yang berceramah di televisi. 
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 9:34 AM

Indahnya Saling Membantu dan Hidup Rukun

Melalui QS Al-Maidah ayat 2, Allah Swt. mengajarkan kita untuk saling menolong kepada sesama. Tentu saja menolong disertai dengan hati yang ikhlas. Juga Allah Swt. memperingati kita untuk tidak tolong-menolong dalam perbuatan dosa. Pada Q.S. al-Ma'idah/5:3, diharapkan kita harus takut hanya kepada Allah Swt. Segala perintah Allah Swt. harus kita laksanakan, dan segala larangan Allah Swt. harus kita hindari.

Pada Q.S. al-Hujurat ayat 12, ini Allah Swt. mengingatkan kita untuk menjauhi sifat prasangka atau mencari-cari kesalahan orang lain atau bergunjing karena semua perbuatan itu dosa. Pada Q.S. al-Hujurat/49:13, Allah Swt. menciptakan manusia terdiri atas laki-laki dan perempuan. Manusia itu suka berkumpul dan berkelompok, sehingga mereka membentuk suatu suku atau bangsa.
Hidup Rukun
A. Membaca Q.S. al-Ma'idah/5:2

ۚ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ...

Lafal Arti Lafal Arti
وَتَعَاوَنُوْا dan tolong-menolonglah kamu وَلَا تَعَاوَنُوْا dan jangan tolong-menolong
عَلَى الْبِرِّ dalam mengerjakan kebajikan عَلَى الْاِثْمِ dalam berbuat dosa
وَالتَّقْوٰىۖ dan taqwa وَالْعُدْوَانِۖ dan permusuhan

Artinya:
”…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan…” (Q.S. al-Ma'idah/5:2)
Kandungan Q.S. al-Ma'idah/5:2
Melalui ayat di atas, Allah Swt. mengajarkan kita untuk saling menolong kepada sesama. Tentu saja menolong disertai dengan hati yang ikhlas. Juga Allah Swt. memperingati kita untuk tidak tolong-menolong dalam perbuatan dosa.

Penggalan Q.S. al-Ma'idah/5:2 ini berisi tentang ajakan tolong-menolong dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Kita diharuskan saling menolong kepada sesama kita dalam perbuatan baik dan ketaqwaan, sebaliknya hindari saling menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan.

Misalnya, ada teman kita yang mengajak membolos, hendaknya dihindari atau ditolak karena membolos perbuatan tidak baik. Tetapi, jika ada teman kita yang mengajak ke masjid
untuk mendengarkan ceramah agama atau şalat berjamaah, kita harus mendukungnya.

Begitu pula jika ada teman mengajak nonton televisi atau main video game terus-menerus sehingga lupa makan dan belajar, kita harus menolaknya. Tetapi, jika ada teman yang mengajak kita belajar bersama, kita harus mau bergabung. Karena belajar bersama sangat baik dan menguntungkan, insya Allah kita akan mendapat karunia dan pahala dari Allah Swt.

B. Membaca Q.S. al-Ma'idah/5: 3

الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ ۚ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

Lafal Arti Lafal Arti
اَلْيَوْمَ pada hari ini اَكْمَلْتُ telah Kusempurnakan
يَئِسَ telah putus asa لَكُمْ دِينَكُمْ agamamu untukmu
اَّلذِيْنَ كَفـَرُوْا orang-orang kafir وَاَتْمَمْتُ telah Kucukupkan
مِنْ دِينِكُمْ untuk (mengalahkan) agamamu عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي nikmat-Ku bagimu
فَلَا تَخْشَوْهُمْ sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka وَرَضِيْتُ dan telah Aku ridai
وَاخْشَوْنِ tetapi takutlah kepada-Ku لَكُمُ اْلاِ سْلاَمَ bagimu Islam
اَلْيَوْمَ pada hari ini دِيْنًا agamamu

Artinya:
”…Pada hari ini, orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini, telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridaa Islam sebagai agamamu. …”

Kandungan Q.S. al-Ma'idah/5:3
Kita harus takut hanya kepada Allah Swt. Segala perintah Allah Swt harus kita laksanakan, dan segala larangan Allah Swt. harus kita hindari. Jadi, ajaran Islam yang disampaikan Nabi Muhammad saw. harus kita yakini dan amalkan. Karena Allah Swt. telah menyempurnakan sekaligus rida, bahwa agama Islam menjadi agama Nabi Muhammad saw. dan pengikutnya. Di samping itu, kita harus mensyukuri nikmat yang Allah Swt. berikan kepada kita.

Allah Swt. mengingatkan umat-Nya agar tidak takut kepada orang-orang kafir, tetapi takutlah hanya kepada Allah Swt. Pada saat Nabi Muhammad saw. melaksanakan haji Wada’ (haji terakhir yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw.), Allah Swt. menurunkan wahyu yang menyatakan, bahwa ”Pada hari ini (haji wada') telah kusempurnakan ajaran agama untukmu. Aku rida agama Islam sebagai agamamu.”

Pada Q.S. al-Ma'idah/5:3, diharapkan kita harus takut hanya kepada Allah Swt. Segala perintah Allah Swt. harus kita laksanakan, dan segala larangan Allah Swt. harus kita hindari. Jadi, ajaran Islam yang disampaikan Nabi Muhammad saw. harus kita yakini dan amalkan. Karena Allah Swt. telah menyempurnakan sekaligus rida, bahwa agama Islam menjadi agama Nabi Muhammad saw dan pengikutnya. Di samping itu, kita harus mensyukuri nikmat yang Allah Swt. berikan kepada kita.

C. Membaca Q.S. al-Hujurat/49:12

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Lafal Arti Lafal Arti
يَٰٓأَيُّهَا wahai أَيُحِبُّ apakah ada
ٱلَّذِينَ orang-orang yang أَحَدُكُمۡ diantara kamu
ءَامَنُواْ beriman أَن yang suka
ٱجۡتَنِبُواْ jauhilah يَأۡكُلَ memakan
كَثِيرٗا banyak لَحۡمَ daging
مِّنَ dari أَخِيهِ saudaramu
ٱلظَّنِّ prasangka مَيۡتٗا yang sudah mati
إِنَّ sesungguhnya فَكَرِهۡتُمُوهُۚ tentu kamu merasa jijik
بَعۡضَ sebagian وَٱتَّقُواْ Dan bertaqwalah
ٱلظَّنِّ prasangka itu ٱللَّهَۚ kepada Allah
إِثۡمٞۖ dosa إِنَّ sesungguhnya
وَلَ dan janganlah ٱللَّهَ Allah
تَجَسَّسُواْ mencari kesalahan تَوَّابٞ Maha Penerima Taubat
وَلَا dan jangan رَّحِيمٞ Maha Penyayang
يَغۡتَب diantara kamu menggunjing - -
بَعْضُكُمْ بَعْضًا sebagian yang lain - -

Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang

Kandungan Q.S. al-Hujurat/49:12
Pada Q.S. al-Hujurat ayat 12, ini Allah Swt. mengingatkan kita untuk menjauhi sifat prasangka atau mencari-cari kesalahan orang lain atau bergunjing karena semua perbuatan itu dosa. Allah Swt. menyamakan orang yang suka bergunjing seperti orang yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati. Tentu kamu merasa jijik.

Oleh sebab itu, taatilah perintah Allah Swt. dan jauhi larangan-Nya, termasuk bergunjing atau menceritakan kejelekan orang lain. Jika kita telah berbuat salah dan dosa karena telah melanggar larangan Allah Swt, segeralah bertobat dan bertakwa kepada Allah Swt, sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat, lagi Maha Penyayang.\

Allah Swt. menyamakan orang yang suka bergunjing seperti orang yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati. Tentu kamu merasa jijik. Oleh sebab itu, taatilah perintah Allah Swt. dan jauhi larangan-Nya, termasuk bergunjing atau menceritakan kejelekan orang lain. Jika kita telah berbuat salah dan dosa karena telah melanggar larangan Allah Swt., segeralah bertobat dan bertakwa kepada Allah Swt, sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat, lagi Maha Penyayang.

D. Membaca Q.S. al-Hujurat/49:13

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Lafal Arti Lafal Arti
يَٰٓأَيُّهَا wahai لِتَعَارَفُوٓاْۚ agar kamu saling mengenal
ٱلنَّاسُ manusia إِنَّ sesungguhnya
إِنَّا sesungguhnya أَكۡرَمَكُمۡ yang paling mulia diantara kamu
خَلَقۡنَٰكُم Kami menciptakan kamu عِندَ di sisi
مِّن dari ٱللَّهِ Allah
ذَكَرٖ laki-laki أَتۡقَىٰكُمۡۚ adalah orang yang paling bertaqwa
وَأُنثَىٰ dan perempuan إِنَّ sesungguhnya
وَجَعَلۡنَٰكُمۡ dan Kami jadikan kamu ٱللَّهَ Allah
شُعُوبٗا berbangsa-bangsa عَلِيمٌ Maha Mengetahui
وَقَبَآئِلَ dan bersuku-suku خَبِيرٞ Maha Melihat

Artinya:
Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.

Kandungan Q.S. al-Hujurat/49:13
Allah Swt. menciptakan manusia terdiri dari laki-laki dan perempuan. Manusia itu suka berkumpul dan berkelompok sehingga mereka membentuk suatu suku atau bangsa. Kita harus saling mengenal satu sama lainnya. Dengan demikian, tidak ada di antara kita saling menganggap diri paling benar atau paling baik. Allah Swt. sudah mengingatkan, bahwa sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah Swt. ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti.

Allah Swt. menyatakan bahwa orang yang paling mulia di sisi Allah Swt. adalah orang yang taqwa. Oleh sebab itu, tidak ada artinya kita menyombongkan diri tanpa beribadah kepada Allah Swt. Pada Q.S. al-Hujurat/49:13, Allah Swt. menciptakan manusia terdiri atas laki-laki dan perempuan. Manusia itu suka berkumpul dan berkelompok, sehingga mereka membentuk suatu suku atau bangsa.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 4:31 PM

Rasul Allah Idolaku

Para rasul adalah laki-laki pilihan Allah Swt. Mereka wajib kita ketahui dan imani. Salah satu rukun iman adalah beriman kepada rasul. Seorang muslim wajib membenarkan semua rasul dengan sifat-sifat, kelebihan dan keistimewaan masing-masing.

Tugas para rasul adalah menyampaikan ajaran Allah Swt., kabar gembira dan peringatan. Manusia wajib beriman atau percaya kepada para rasul. Nabi Daud a.s. sering bertasbih kepada Allah Swt. Nabi Sulaiman a.s. orang kaya yang rendah hati. Nabi Ilyas a.s. selalu sabar menghadapi umatnya. Nabi Ilyasa a.s. melanjutkan misi pamannya (Nabi Ilyas a.s.) dalam berdakwah kepada Bani Israil.

Nabi Muhammad saw. adalah rasul terakhir yang sangat jujur sehingga digelari al- Amin. Menerima wahyu al-Qur’an sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya. Para rasul memiliki sifat siddiq, amanah, tablig, dan fatanah. Semua rasul mengajak untuk menyembah Allah Swt. dan menjauhi semua yang dilarang-Nya.

Para rasul berkewajiban menyampaikan risalah dan wahyu yang diterimanya itu kepada manusia. Salah satu dari rasul Allah Swt. adalah Muhammad saw. Ia adalah teladan utama uswatun hasanah bagi manusia. Renungkanlah firman Allah Swt. berikut ini.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

(laqad kaana lakum fii rasuuli allaahi uswatun hasanatun liman kaana yarjuu allaaha waalyawma al-aakhira wadzakara allaaha katsiiraan)
Artinya:
Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi-mu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah. (Q.S.al-Ahzab/33: 21)

A. Kisah Teladan Nabi Daud a.s.
Nabi Daud a.s. adalah salah seorang nabi dari Bani Israil, yaitu dari Sibith Yahuda. Ia merupakan keturunan ke-13 dari Nabi Ibrahim a.s.. Nabi Daud a.s. hidup pada masa Raja Talut yang beriman dan Raja Jalut yang kafir. Ketika itu terjadi peperangan antara tentara Talut dan tentara Jalut . Tentara Talutt dapat mengalahkan Jalut serta bala tentaranya dengan izin Allah Swt., dan Nabi Daud a.s. adalah salah seorang bala tentara Talut yang dapat mengalahkan raja Jalut.

Suatu ketika, sesudah Talut wafat, Nabi Daud a.s. diangkat menjadi raja, Allah Swt. memberikan kerajaan dan ilmu pengetahuan kepada Nabi Daud a.s. Kemudian Allah Swt. mengangkatnya menjadi rasul dan memberikan karunia yang agung, yaitu kitab Zabur. Lihat dan bacalah firman Allah Swt. berikut ini.

وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِمَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ النَّبِيِّينَ عَلَىٰ بَعْضٍ ۖ وَآتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا

(warabbuka a'lamu biman fii alssamaawaati waal-ardhi walaqad fadhdhalnaa ba'dha alnnabiyyiina 'alaa ba'dhin waaataynaa daawuuda zabuuraan)

Artinya:
Dan Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. dan Sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud. (Q.S. al-Isra'/17: 55)

Pelajaran yang perlu dipetik:
  1. Nabi Daud a.s. menerima kitab Zabur
  2. Nabi Daud a.s. gemar bertasbih kepada Allah Swt.
  3. Nabi Daud a.s. pencipta baju besi
  4. Nabi Daud a.s. bersuara bagus
  5. Nabi Daud a.s. gemar berpuasa

B. Kisah Teladan Nabi Sulaiman a.s
Nabi Sulaiman a.s. adalah putra Nabi Daud a.s. Mu’jizat-nya yang paling terkenal adalah diberinya keistimewaan oleh Allah Swt., yaitu dapat memerintah bukan hanya kepada manusia, melainkan juga kepada hewan, angin, dan jin.

Meskipun kaya raya dan berkuasa, Nabi Sulaiman a.s. tetap rendah hati, patuh dan tunduk pada perintah Allah Swt. Kisah Nabi Sulaiman a.s. terdapat dalam al-Qur’an Q.S. an-Naml/27: 15-44. Doa Nabi Sulaiman a.s. selalu dikabulkan Allah Swt., yaitu tidak ada seorang pun yang memiliki kerajaan besar dan kaya raya seperti kerajaannya.

Pelajaran yang perlu dipetik:
  1. Nabi Sulaiman a.s. dapat memerintah bukan hanya kepada manusia, melainkan juga kepada hewan, angin, dan jin.
  2. Nabi Sulaiman a.s. mampu mengikat jin-jin kafir untuk mencegah kejahatan mereka.
  3. Nabi Sulaiman a.s. meskipun kaya raya dan berkuasa tetapi tetap rendah hati, patuh dan tunduk pada perintah Allah Swt.

C. Kisah Teladan Nabi Ilyas a.s.
Perhatikan dengan cermat dan bacalah dengan baik Q.S. as-Shaffat/37: 123 berikut ini.

وَإِنَّ إِلْيَاسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ
(wa-inna ilyaasa lamina almursaliina)
Artinya:
Dan sesungguhnya Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul dari rasul-rasul. (Q.S. as-Shaffat/37: 123)

Nabi Ilyas a.s. adalah keturunan keempat dari Nabi Harun a.s. Ia diutus oleh Allah Swt. kepada kaumnya, Bani Israil, yang menyembah patung berhala bernama Ba’al. Karena kedurhakaan orang-orang kafir itulah Allah Swt. menurunkan musibah kekeringan. Di sana tidak pernah turun hujan selama tiga tahun. Setelah musibah terjadi mereka baru tersadar bahwa seruan Nabi Ilyas a.s. itu benar.

Namun setelah musibah itu berhenti, mereka kembali durhaka kepada Allah Swt. Akhirnya kaum Nabi Ilyas a.s. kembali ditimpa musibah gempa bumi yang dahsyat sehingga mereka mati bergelimpangan. Nabi Ilyas a.s. dan orang-orang beriman lainnya selamat, sebab mereka telah pergi lebih dahulu meninggalkan negeri itu.

Pelajaran yang perlu dipetik:
  1. Nabi Ilyas. a.s. senantiasa sabar menghadapi umatnya yang durhaka, dan tidak pernah berhenti mengajak kepada kebaikan.
  2. Nabi Ilyas a.s. selalu berdoa untuk keselamatan umatnya.
  3. Bagi umat manusia yang durhaka, Allah Swt. turunkan malapetaka atau siksaan.

D. Kisah Teladan Nabi Ilyasa’ a.s.
Perhatikan dengan cermat dan bacalah dengan baik Q.S. al-An’am/6: 86 berikut ini.

وَإِسْمَاعِيلَ وَالْيَسَعَ وَيُونُسَ وَلُوطًا ۚ وَكُلًّا فَضَّلْنَا عَلَى الْعَالَمِينَ

(wa-ismaa'iila wailyasa'a wayuunusa waluuthan wakullan fadhdhalnaa 'alaa al'aalamiina)
Artinya:
dan Ismail, Ilyasa’, Yunus dan Luth. masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya). (Q.S. al-An'am/6: 68)

Nabi Ilyasa’ a.s adalah keponakan Nabi Ilyas a.s. Ia pernah bersembunyi bersama Nabi Ilyas a.s. di gunung untuk menghindari bala tentara raja Ba’labak. Setelah Nabi Ilyas a.s. meninggal dunia, Ilyasa’ menggantikannya dalam mengurusi kaumnya. Allah Swt. menjadikannya sebagai Nabi setelah Nabi Ilyas a.s. Nabi Ilyasa’ a.s. melanjutkan misi pamannya sampai akhirnya kaum Nabi Ilyasa’ kembali taat kepadanya.

Setelah beliau wafat, kaumnya (Bani Israil) kembali durhaka kepada ajaran Allah Swt. yang dibawa Nabi Ilyasa’ a.s. Pada akhirnya Allah Swt. melenyapkan kenikmatan dan kesenangan hidup kaumnya
sehingga jadilah mereka dilanda kesengsaraan. Pada saat-saat seperti itu lahirlah Nabi Yunus a.s.

Pelajaran yang perlu dipetik:
  1. Nabi Ilyasa’ a.s. adalah pelanjut kekuasaan Nabi Ilyas a.s.
  2. Nabi Ilyasa’ a.s. mampu menciptakan kaumnya hidup rukun, tenteram, dan makmur, karena berbakti dan bertakwa kepada Allah Swt.
  3. Ketaatan kepada Allah Swt. dan rasul-Nya pasti membawa kebahagiaan hidup di dunia maupun hidup di akhirat kelak.
  4. Kedurhakaan kepada Allah Swt. dan rasul-Nya adalah penyebab kesengsaraan di dunia maupun di akhirat kelak.
Sabar
E. Kisah Teladan Nabi Muhammad saw.
Nabi Muhammad saw. adalah nabi terakhir dari 25 nabi dan rasul, dan tidak ada nabi dan rasul sesudahnya. Nabi Muhammad saw. lahir di kota Mekah al-Mukarramah pada hari Senin, tanggal 12
Rabiul Awwal bertepatan dengan tahun gajah atau 20 April 571 Masehi.

Pada usia 40 tahun beliau diangkat menjadi rasul, berdakwah mengajak umat manusia menyembah Allah Swt. dan meninggalkan kemusyrikan yaitu penyembahan terhadap berhala. Pada hari ketujuh belas. dari bulan Rama«an saat itu, malaikat  jibril menyampaikan wahyu 5 awal surah al alaq. Yang didalamnya da perintah untuk membaca tanda-tanda kebesaran ALLAH, dan mengajak manusia untuk berpikir mengenai penciptaan.

Ayo Berlatih
Menterjemahkan Q.S al-‘Alaq/96: 1–5 Lihat al-Qur’an dan terjemahannya
Surat at-Alaq 1-5
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
١ iqra/ bi-ismi rabbika alladzii khalaqa
(Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan)
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
٢ khalaqa al-insaana min 'alaqin
(Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah)
خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ
٣ iqra/ warabbuka al-akramu
(Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,)
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ
٤ alladzii 'allama bialqalami
(Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam)
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
٥ allama al-insaana maa lam ya'lam
(Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.)
عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Dalam menyiarkan agama Allah Swt., Nabi Muhammad saw. tidak pernah takut sekali
pun berhadapan dengan berbagai rintangan.  Nabi Muhammad saw. selain terkenal jujur dan pemaaf, juga peduli dan mencintai anak yatim.  Begitulah cinta nabi Muhammad saw. kepada umatnya, terutama kepada anak yatim. Rasul terakhir adalah nabi Muhammad saw., dialah nabi dan rasul penutup, tidak ada lagi nabi dan rasul setelahnya. Karena Nabi Muhammad saw. sebagai penutup para nabi, maka sering disebut dengan khatamul anbiya', artinya penutup atau penghabisan para nabi dan rasul.

Pelajaran yang perlu dipetik:
  1. Muhammad saw. lahir bertepatan pada tahun gajah atau tahun 571 Masehi.
  2. Muhammad saw. lahir dalam keadaan yatim.
  3. Di waktu kecil sering membantu menggembala kambing.
  4. Pada usia muda rajin bekerja dan tangguh.
  5. Muhammad saw. terkenal sebagai orang jujur dengan gelar al-Amin.
  6. Muhammad pada usia 40 tahun diangkat menjadi rasul.
  7. Muhammad menerima wahyu al-Qur’an di Gua Hira.
  8. Cinta dan sayang kepada anak yatim.
  9. Muhammad saw. adalah khatamul anbiya' yaitu rasul terakhir.

Tugasku
Insya Allah aku bisa menjelaskan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.
  1. Apakah maksud, “Rasul uswatun hasanah”? (Rosul uswatun hasanah adalah Rosul yang dapat menjadi suri tauladan yang baik bagi kita semua)
  2. Apa yang diberikan Allah Swt. kepada Nabi Daud a.s. sesudah diangkat menjadi rasul? (Setelah diangkat menjadi rasul, yang diberikan Allah kepada Daud as kitab Zabur dan sejumlah mukjizat)
  3. Apakah keistimewaan Nabi Sulaiman a.s.? (Nabi Sulaiman mampu memmerintahkan  hewan, angin, dan jin)
  4. Apakah keistimewaan Nabi Ilyas a.s.? (Nabi Ilyās. a.s. senantiasa sabar menghadapi umatnya yang durhaka, dan tidak pernah berhenti mengajak kepada kebaikan)
  5. Apakah keistimewaan Nabi Ilyasa’ a.s.? (Nabi Ilyasa’ a.s. mampu menciptakan kaumnya hidup rukun, tenteram, dan makmur, karena berbakti dan bertakwa kepada Allah Swt)
  6. Mengapa disebut tahun gajah ketika Muhammad saw. lahir? (kelahiran Nabi Muhammad pada hari senin tanggal 20 april tahun 571 M, bertepatan dengan penyerangan raja Abrahah ke kota makkah dengan mengendarai gajah sehingga disebut tahun gajah)
  7. Bagaimanakah sikap Nabi Muhammad saw. terhadap orang-orang yang hendak membun*hnya? (Nabi muhammad saw bersikap sabar dan tabah, justru malah mendoakan supaya mereka diberi hidayah oleh Allah swt)
  8. Jelaskan sikap terpuji Muhammad saw. pada masa anak-anak dan pemuda.(Pada masa kanak-kanak, Muhammad kecil sayang pada hewan. Pada usia muda, Nabi Muhammad saw. terkenal tabah, sabar, betanggung jawab, pekerja keras. dan sangat jujur, sehingga ia diberi julukan “al Amin” artinya terpercaya
  9. Uraikan sifat-sifat utama para rasul? (Amanah :dapat dipercaya, fatonah : pintar, shidiq :dapat dipercaya, tablig :menyampaikan)
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 5:52 PM

Puasa di Bulan Ramadan yang Indah

Berpuasa pada bulan Ramadan untuk meraih derajat tertinggi, yaitu “takwa”. Puasa memiliki ketentuan-ketentuan, seperti syarat wajib puasa, syarat sah puasa, rukun puasa, dan yang membatalkan puasa. Pada bulan puasa dianjurkan memperbanyak amal ibadah, seperti salat tarawih
berjamaah, tadarus al-Qur’an, dan memperbanyak sedekah.

Di dalam Q.S. al-Baqarah/2: 183, Allah Swt. telah menjanjikan bagi orang yang berpuasa dengan baik akan mendapatkan predikat “takwa”. Takwa ialah melakukan semua perintah Allah Swt. dan menghindari semua larangan-Nya. Orang yang sungguh-sungguh bertakwa hidupnya tenteram dan bahagia, kemudian di akhirat kelak akan memperoleh taman surga yang sangat indah dan bahagia selama-lamanya.

Perintah wajib melaksanakan ibadah puasa Ramadan itu difirmankan oleh Allah dalam Alquran Surat Al-Baqarah ayat 183,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

(yaa ayyuhaa alladziina aamanuu kutiba ‘alaykumu alshshiyaamu kamaa kutiba ‘alaa alladziina min qablikum la’allakum tattaquuna)

Artinya :
"Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa ".

Kutiba berarti diwajibkan. Wajib bagi orang-orang yang beriman berpuasa. Wajib artinya jika dikerjakan mendapat pahala, dan jika ditinggalkan berdosa.

A. Puasa di Bulan Ramadan
Puasa Ramadhan adalah puasa yang dilaksanakan di bulan Ramadan. Puasa wajib ini mulai diperintahkan mulai tahun kedua hijrah, setelah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah. Hukumnya adalah fardu‘ain.

Berpuasa yang baik, harus memahami dan mengikuti ketentuan-ketentuannya. Puasa dalam bahasa Arab disebut saum atau siyam, artinya menahan diri dari segala sesuatu, seperti menahan makan, minum, nafsu, dan menahan berbicara yang tidak bermanfaat.

Sedangkan puasa menurut ajaran agama Islam artinya menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya sejak terbit fajar sampai terbenam matahari, dengan niat dan beberapa syarat. Apabila ketentuan-ketentuan tersebut dapat dipenuhi, puasa seseorang dapat memberi manfaat dan pasti memperoleh predikat takwa.

1. Syarat Wajib Puasa
Syarat wajib puasa, artinya apabila syarat-syarat ini terdapat pada diri seseorang, maka orang tersebut wajib berpuasa, yaitu:
  • Berakal sehat. Orang gila/hilang akal tidak wajib berpuasa.
  • Balig atau dewasa. Anak-anak yang belum balig tidak wajib berpuasa.
  • Kuat berpuasa. Orang yang lemah fisik tidak wajib berpuasa. Misalnya lemah karena tua boleh tidak puasa tetapi menggantinya dengan fidyah. Demikian juga orang yang sedang sakit boleh tidak puasa tetapi wajib mengganti puasa dihari lain setelah sembuh.

Fidyah adalah denda sebagai ganti bagi orang yang tidak mampu melakukan puasa. Caranya adalah memberi makan setiap hari (sejumlah hari di mana orang yang bersangkutan tidak berpuasa) kepada orang yang fakir atau miskin. Banyaknya satu mud. Satu mud adalah ukuran berat 626 gram. Fidyah bisa berupa beras atau makanan pokok yang mengenyangkan.

2. Syarat Sah Puasa
Syarat sah puasa, artinya apabila syarat ini terdapat pada seseorang maka puasanya sah, yaitu sebagai berikut.
  • Islam, orang yang tidak beragama Islam tidak sah berpuasa.
  • Berakal, orang yang tidak berakal (gila) atau orang yang dalam keadaan mabuk tidak sah berpuasa.
  • Mumayyiz/Tamyiz, yaitu cerdas dan dapat membedakan antara yang baik dan buruk.
  • Suci dari haid bagi wanita. Orang yang haid tidak sah berpuasa. Adapun nifas adalah kondisi setelah seorang ibu melahirkan. Mereka juga tidak sah berpuasa.
  • Dalam waktu yang diperbolehkan berpuasa (bulan Ramadan). Kita dilarang berpuasa pada dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), dan hari Tasyriq, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 bulan Haji.

3. Rukun Puasa
Rukun puasa ada dua. Pertama, berniat, yaitu menyengaja puasa Ramadan. Waktunya setelah matahari terbenam sampai sebelum terbit fajar saddiq.. Kedua, menahan dari segala yang dapat membatalkan puasa mulai dari terbit fajar saddiq hingga terbenam matahari.

3. Hal yang Membatalkan Puasa
Hal yang membatalkan puasa adalah perkara yang membuat nilai pahala puasa tidak sempurna atau bahkan puasa tersebut tidak sah dan tidak akan mendapatkan pahala sedikitpun.Adapun hal hal yang membatalkan puasa di antaranya:
  • Makan atau minum dengan sengaja.
  • Muntah dengan sengaja
  • Datang bulan/haid atau melahirkan
  • Hilang akal/gila walaupun sebentar
  • Murtad (keluar dari agama Islam).

4. Hal-hal yang Merusak Pahala Puasa
Apabila seseorang sedang berpuasa, lalu melakukan perbuatan tercela maka rusak atau berkurang pahala ibadah puasanya. Contoh perbuatan tercela: adalah berdusta, menghina, menghasut, memfitnah, berkata kotor, berkelahi atau bertengkar, dan sebagainya. Apabila seseorang sedang berpuasa tetapi melakukan perkelahian, maka puasanya tetap sah namun tidak mendapatkan pahala.

B. Memperbanyak Kebaikan di bulan Ramadan.
Mari memperbanyak kebaikan di bulan Ramadan. Karena Rasulullah saw. suka berbuat kebaikan. Berikut ini adalah contoh-contoh perbuatan baik yang selalu dilakukan beliau.
Salat Tarawih dan Tadarus
  1. Salat Tarawih dan Witir Berjamaah Di Malam Hari Setelah Salat Isya.
  2. Tadarus al-Qur’an. Tadarus al-Qur’an artinya membaca al-Qur’an secara tartil dengan tajwid dan makhraj yang benar atau dengan bacaan yang fasih. Selain membaca, ada lagi yang mempelajari isi kandungan al-Qur’an.
  3. Memperbanyak Sedekah. Bersedekah maksudnya memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada orang lain dengan niat ikhlas karena mengharap rida Allah Swt.

C. Manfaat Puasa Ramadan
Manfaat orang yang berpuasa terutama puasa Ramadan sangat banyak, di antaranya hal-hal berikut.
  1. Ungkapan Rasa Syukur kepada Allah Swt.
  2. Melatih Kejujuran
  3. Menanamkan Rasa Kasih Sayang
  4. Sehat Jasmani dan Rohani
  5. Melatih Kesabaran (Pengendalian Diri)

Ayo Berlatih
  1. Sebutkan arti (كُتِبَ) yang terdapat dalam Q.S. al-Baqarah/2: 183.(Kutiba berarti diwajibkan. Wajib bagi orang-orang yang beriman berpuasa.)
  2. Orang yang berpuasa akan meraih takwa. Apa arti takwa? Jelaskan.(Takwa ialah melakukan semua perintah Allah Swt. dan menghindari semua larangan-Nya.)
  3. Sebutkan arti puasa menurut bahasa Arab.(Puasa dalam bahasa Arab disebut saum atau siyam, artinya menahan diri dari segala sesuatu, seperti menahan makan, minum, nafsu, dan menahan berbicara yang tidak bermanfaat.)
  4. Sebutkan arti puasa menurut ajaran Islam.( Puasa menurut ajaran agama Islam artinya menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya sejak terbit fajar sampai terbenam matahari, dengan niat dan beberapa syarat)
  5. Apakah boleh orang hilang akal berpuasa? Jelaskan.(Orang gila tidak terkena kewajiban melaksanakan ibadah puasa karena tidak bisa membedakan antara yang baik dan yang buruk)
  6. Apakah sah puasa orang yang sudah mumayyiz? Jelaskan.(Puasa orang yang sudah mumayyiz hukumnya adalah Sah.)
  7. Apa arti mumayyiz? Jelaskan.(Mummayiz adalah orang yang sudah dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk)
  8. Rukun puasa ada dua. Jelaskan keduanya.(Rukun puasa ada dua yaitu berniat dan menahan dari segala yang dapat membatalkan puasa mulai dari terbit fajar saddiq hingga terbenam matahari.
  9. Jelaskan sesuai pengetahuanmu dua manfaat orang yang berpuasa.(Manfaat orang berpuasa diantaranya adalah : Sebagi ungkapan syukur kepada Allah, melatih kejujuran, menanamkan rasa kasih sayang, sehat jasmani dan rohani, dan melatih kesabaran )
  10. Apakah terdapat hubungan antara puasa dengan sabar? Jelaskan. (Ibadah puasa dapat juga membentuk sikap sabar. Puasa melatih kesabaran dari melawan hawa nafsu, baik makan, minum, atau lainnya.)
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 2:19 PM

Cita-citaku Menjadi Anak Salih

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, cita-cita adalah (“keinginan (kehendak) yang selalu ada di dalam pikiran, berkeinginan sungguh-sungguh”. Salih artinya baik. Anak salih berarti anak yang baik. Di antara ciri-ciri anak salih adalah taat kepada Allah Swt., jujur, hormat dan patuh kepada orang tua, hormat dan patuh kepada guru, setia kepada kawan, serta menghargai sesama.

A. Orang Jujur Disayang Allah
Berikut ini 3 (tiga) jenis kejujuran, yaitu: Pertama jujur kepada Allah, contohnya adalah mentaati perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya.

Kedua jujur kepada diri sendiri, contohnya adalah berperilaku sesuai dengan bisikan hati. Sikap jujur harus dibiasakan, karena kejujuran dapat meningkatkan prestasi dan percaya diri. Perilaku tidak jujur dapat mendatangkan petaka. Contoh, bagi siswa yang menyontek ketika ujian, mereka akan dinyatakan tidak lulus.

Ketiga jujur kepada orang lain, Contohnya adalah menepati janji. Misalnya, seorang siswa berjanji kepada bapak/ibu gurunya akan menyerahkan tugas PR pada hari dan tanggal tertentu. Bila siswa tersebut memenuhi janjinya, maka gurunya akan senang dan memberikan pujian

B. Hormat dan Patuh kepada Orang Tua dan Guru
Orang tua terdiri atas ayah dan ibu yang mengasuh, membimbing, memberi makan-minum
dan pakaian, mendidik, serta mengajari mengaji dan menyekolahkan. Mereka pun berdoa “ya Allah
jadikanlah anakku ini orang salih yang taat kepada-MU dan patuh kepada orang tuanya, serta berguna bagi bangsa dan negara”.
Hormat Pada Orang Tua
Begitulah harapan ayah-ibu kita. Mereka tak pernah berhenti berdoa agar anaknya berperilaku salih. Jasa mereka tidak akan pernah dapat dibalas. Oleh karena itu sudah sepantasnyalah kita sebagai anak menaruh hormat, setia, dan patuh kepada mereka.

Guru adalah pengganti orang tua di sekolah. Banyak hal yang dapat kita peroleh dari guru, terutama mendapat ilmu pengetahuan dan keteladanan. Guru telah megajari dan membimbing kita beribadah dan membaca al-Qur’an, berbahasa yang baik, berhitung, bergaul, mengenal lingkungan alam, serta mengenal seni dan sebagainya.

Contoh-contoh sikap hormat kepada guru: berbicara dengan sikap santun, berbahasa yang baik dan benar, rendah hati, tidak sombong dan tidak merasa lebih pintar.

C. Indahnya Saling Menghargai
Bangsa Indonesia terdiri dari beragam suku, agama dan adat istiadat. Lalu, bagaimana kita hidup ditengah-tengah keberagaman itu? Tentu saja kita harus saling menghargai. Sikap saling menghargai antara lain sebagai berikut.
  1. Menghargai Pendirian Orang Lain Di dalam agama Islam terdapat sedikit perbedaan dalam beribadah. Misalnya dalam ibadah salat subuh, ada yang melakukan doa qunut dan ada yang tidak melakukannya. Semua itu tergantung pada pendirian masing-masing. Pendirian inilah yang harus kita hargai, karena semua ada tuntunannya. Yang terpenting adalah dilaksanakannya salat subuh sesuai dengan tutunan Islam yang diyakininya. 
  2. Menghargai Keyakinan Orang Lain. Ahmad bertempat tinggal satu lingkungan dengan Stevanus. Namun pada suatu pagi Stevanus menghampiri Ahmad dan minta maaf karena tidak dapat bermain bersamanya. Ayah Stevanus mengajaknya pergi ke Gereja. Ahmad tidak mempersoalkannya, dan menghargai sikap Stevanus untuk pergi ke Gereja bersama ayahnya.
  3. Menghargai Pendapat Orang Lain.  Dalam belajar kelompok, masing- masing siswa mengemukakan pendapatnya  Semua pendapat dihargai dan dihimpunnya secara tertulis. Kemudian ia mengajak teman-teman sekelompoknya merangkum berbagai pendapat tersebut.

Ayo Berlatih
A. Rangkumlah pendapat yang terdapat dalam diskusi berikut.
Berikut ini adalah beberapa pendapat yang muncul dalam diskusi kelompok tentang
“Bagaimana seharusnya bersikap terhadap orang tua”. Nisa mengatakan: “Harus ikut membantu pekerjaan rumah”. Habibi mengatakan: “Tidak boleh keluar rumah tanpa seijin orang tua”. Dan Ilham mengatakan: “Di rumah tugasku hanya belajar saja’. Kemudian Iwan mengatakan: “Yang penting aku tidak boleh meninggalkan salat dan mengaji”.
Sikap kita yang seharusnya terhadap orang tua adalah membantu pekerjaannya, jangan pergi tanpa seizin nya, belajar yang tekun, dan tidak boleh meninggalkan salat dan mengaji.
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar dan jelas.
Setelah membaca materi Pelajaran 3 di atas, jelaskan hal-hal di bawah ini.
  1. Apakah arti “cita-cita” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia? (Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, cita-cita adalah “keinginan (kehendak) yang selalu ada di dalam pikiran, berkeinginan sungguh-sungguh”)
  2. Apakah ciri-ciri anak salih? (Ciri-ciri anak salih adalah taat kepada Allah Swt., jujur, hormat dan patuh kepada orangtua dan guru, setia kepada kawan, serta saling menghargai antarsesama).
  3. Apa manfaat menjadi anak salih? (Manfaat menjadi anak salih adalah mendapat pahala, disayang Allah Swt, dibanggakan dan disayang orang tua).
  4. Mengapa harus hormat dan patuh kepada orang tua. (Kita harus menghormati kedua orang tua karena jasa mereka tidak akan pernah dapat dibalas, sehingga sudah sepantasnya kita sebagai anak menaruh hormat, setia, dan patuh kepada mereka)
  5. Mengapa harus hormat dan patuh kepada guru?(Kita harus hormat kepada guru karena Guru adalah pengganti orang tua di sekolah. Banyak hal yang dapat kita peroleh dari guru, terutama mendapat ilmu pengetahuan dan keteladanan.)
  6. Bagaimanakah sikap kita terhadap pendirian dan keyakinan orang lain yang berbeda dengan kita? (Sikap kita terhadap pendirian dan keyakinan orang lain adalah menghormati pendirian dan keyakinan orang lain karena Allah Swt. menciptakan manusia itu berbagai macam bentuk dan warna)
  7. Bagaimanakah sikap kita dalam diskusi kelompok, apabila muncul berbagai pendapat? (Apabila muncul berbagai pendapat sebaiknya semua pendapat dihargai dan dihimpun secara tertulis dan kemudian merangkum berbagai pendapat tersebut
  8. Bagaimanakah caramu agar sikap terpuji tersebut dapat dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari? (Sikap terpuji dapat dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari melalui pembiasaan baik di lingkungan sekolah, lingkungan rumah, maupun lingkungan masyarakat)
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 6:15 PM

Mengenal Nama Allah dan Kitab-Kitab-Nya

Semua umat Islam wajib mengenal nama Allah Swt. Mengenal Allah Swt. dapat dilakukan melalui al-Asma’u al-¦usna. Al Mumit mengandung arti Yang Maha Mematikan. Al-Hayyu mengandung arti Yang Maha Hidup, Allah Swt. hidup kekal selamanya, dan Yang Memberi Hidup makhluk-Nya.

Al-Qayyum mengandung arti Yang Maha Berdiri/Mandiri, Allah Swt. berdiri sendiri untuk selama-lamanya. Al-Ahad mengandung arti Yang Maha Esa. Allah Swt. Maha Esa atau Tunggal dan tidak ada sekutu bagi-Nya.

Semua umat Islam wajib mengenal kitab-kitab Allah Swt. yaitu Taurat, Zabur, Injil, dan al-Qur’an. Kitab-kitab Allah Swt. membawa ajaran terpuji. Kita harus bersikap dan berperilaku seperti tuntunan Allah dalam al-Asma’u al-Husna.

A. Mari Mengenal Allah Swt.
1. Mengenal Allah Swt. melalui al-Asma’u al-Husna
Allah Swt. mewahyukan nama-Nya kepada manusia melalui kitab suci al-Qur’an. Di sana disebutkan nama-nama Allah Swt. sebanyak 99 nama atau disebut dengan al-Asma’u al-Husna yaitu nama-nama yang baik dan indah. Pada tulisan ini Asma’u al-¦usna hanya membahas 4 al-Asma’u al-Husna, yaitu al-Mum³t, al- Hayyu, al-Qayyum, dan al-Ahad. Uraiannya sebagai berikut.
  1. Al-Mumit mengandung arti Yang Maha Mematikan. Allah Swt. telah berfirman: “Setiap yang bernyawa pasti mati”. Kematian bukanlah sesuatu yang ditakuti, akan tetapi kematian adalah tangga menuju kebahagiaan abadi. dan Yang Memberi Hidup makhluk-Nya. Hidup atau mati ada di dalam kekuasaan Allah Swt.
  2. Al -Hayyu (Yang Mahahidup), mengandung arti bahwa Allah Swt. hidup kekal selamanya, dan Yang Memberi Hidup makhluk-Nya. Hidup atau mati ada di dalam kekuasaan Allah Swt.
  3. Al-Qayyum (Yang Maha Berdiri/Mandiri), mengandung arti Allah Swt. itu berdiri sendiri untuk selama-lamanya. Allah Swt. memberikan pendidikan kepada manusia supaya hidup tidak selalu bergantung kepada orang lain.
  4. Al-Ahad (Yang Maha Esa), mengandung arti Allah Swt. itu Esa. Perhatikan al-Qur’an surat al-Ikhlas berikut ini: artinya: “katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa”. Disebut pula dengan “al-Wahid” artinya Yang Maha Tunggal atau Maha Esa, tak ada sekutu bagi-Nya.

2. Aku Ingin Terpuji di Hadapan Allah Swt.
Anak yang salih tentu akan bersikap dan berperilaku dengan cara mengamalkan al-Asma’u al-¦usna sebagai berikut.
  1. Al-Mumit mengandung arti Yang Maha Mematikan. Allah Swt. Bila kita ingin bahagia maka kita ikuti perintah Allah Swt. dan Rasul-Nya. Misalnya, rajin salat, rajin membaca al-Qur’an, rajin belajar, serta patuh dan hormat kepada orangtua dan guru. Kemudian jauhi yang dilarang oleh Allah Swt. dan Rasul-Nya.
  2. Al-Hayyu (Yang Maha Hidup), mengandung arti bahwa yang memberi hidup (nyawa) dan rezeki adalah Allah Swt. Kita sebaiknya memelihara diri sendiri, yaitu dengan cara makan dan minum secara teratur agar tetap sehat. Sedangkan perilaku membantu kelangsungan hidup orang lain, misalnya bersedekah dengan cara memberi makan, minum, dan membantu kesehatan orang lain yang membutuhkannya.
  3. Al-Qayyum (Yang Maha Berdiri/Mandiri), mengandung arti Allah Swt. itu berdiri sendiri untuk selama-lamanya. Kita sebaiknya  merapikan tempat tidur, menyiapkan peralatan sekolah, mencari sendiri pakaian sekolah, mengambil sendiri sarapan/ makanan untuk berangkat sekolah, dan sebagainya.
  4. Al-Ahad (Yang Maha Esa), mengandung arti Allah Swt. itu Esa. Yang Maha Tunggal atau Esa, yang tetap menyendiri dan tak ada sekutu bagi-Nya. Sifat ini memberi pelajaran kepada kita agar selalu mandiri tidak selalu bergantung kepada orang lain. Misalnya mandi, makan, berpakaian, mengerjakan PR, menyusun dan merapikan buku pelajaran di rumah dan sekolah.

B. Mengenal Kitab-kitab Allah Swt.
1. Perintah Beriman kepada Kitab-Kitab Allah Swt.
Bacalah al-Qur’an surat an-Nisa’/4: 136 berikut dengan cermat:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

(yaa ayyuhaa alladziina aamanuu aaminuu biallaahi warasuulihi waalkitaabi alladzii nazzala 'alaa rasuulihi waalkitaabi alladzii anzala min qablu waman yakfur biallaahi wamalaa-ikatihi wakutubihi warusulihi waalyawmi al-aakhiri faqad dhalla dhalaalan ba'iidaan)

Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah Swt., malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh”.

Allah Swt. menyuruh manusia beriman kepada kitab al-Qur’an dan kepada kitab-kitab yang diturunkan kepada para rasul sebelumnya. Cara beriman kepada kita-kitab Allah adalah dengan meyakini bahwa Allah Swt. telah menurunkan kitab-kitab-Nya kepada para Rasul-Nya melalui Malaikat Jibril. Kitab-kitab tersebut harus dijadikan pedoman hidup untuk menuntun dan mengatur cara kita bersikap dan berperilaku, guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

2. Nama-Nama Kitab Allah Swt.
Allah telah menurunkan empat kitab suci serta beberapa suhuf yang diberikan kepada nabi dan rasul yang berbeda jaman dan umatnya. Kitab suci tersebut adalah sebagaimana dijelaskan berikut ini.
  1. Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa a.s. kurang lebih pada abad 12 SM (sebelum masehi) di daerah Israil dan Mesir. Kitab Taurat menggunakan bahasa Ibrani.
  2. Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Daud a.s. Ketika beliau menduduki tahta sebagai raja Bani Israil pada abad 10 SM di tanah Kanaan.
  3. Kitab Injil diturunkan kepada Nabi ³sa a.s. pada sekitar abad 1 Masehi di daerah Yerussalem. Dalam bahasa Yunani Injil berarti kabar selamat, pelajaran yang baru atau kabar gembira.
  4. Kitab al-Qur’an mulai diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. pada abad 6 Masehi di Mekah. Peristiwa turunnya ayat al-Qur’an atau dikenal dengan Nuzulul Quran, terjadi pertama kali ketika Nabi Muhammad menyendiri di Gua Hira, Mekah. Turunnya al- Qur’an menandai awal diangkatnya Muhammad saw. sebagai Rasulullah (utusan Allah Swt.). Usia beliau saat itu genap 40 tahun.

Al-Qur’an terdiri dari 114 surat, terbagi dalam 30 juz dan 6236 ayat. Al-Qur’an diwahyukan selama 22 tahun 2 bulan dan 22 hari. Al-Qur’an menyempurnakan seluruh hukum-hukum Allah Swt. yang terdapat dalam kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya. Ia diturunkan untuk seluruh umat manusia sebagai rahmat bagi semesta alam atau disebut juga Rahmatan lil‘Ālamin.

C. Kitab Allah Swt. Membawa Ajaran Terpuji
Kitab Allah Swt. adalah petunjuk dalam kehidupan. Petunjuk kepada manusia untuk berperilaku. Misalnya berperilaku kepada Allah Swt., berperilaku kepada sesama manusia, berperilaku kepada hewan, tumbuhan, dan alam semesta. Bahkan berperilaku untuk diri sendiri, misalnya selalu bersih, makan-minum dengan teratur, dan tidak boleh menyiksa diri.
Ajaran Kebaikan
  1. Ajaran terpuji kepada Sang Pencipta Allah Swt misalnya salat dan berdo'a.
  2. Ajaran terpuji kepada sesama manusia misalnya berjabat tangan saat bertemu dan menolong teman yang mengalami musibah.
  3. Ajaran terpuji kepada hewan, dan tumbuhan misalnya memberi makan hewan dan memelihara tumbuhan.
  4. Ajaran terpuji kepada diri sendiri misalnya merawat bagian tubuh dan mengonsumsi makanan sehat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 9:29 AM

Mari Belajar al-Qur’an Surat at-Tin

Surat at-Tin terdapat dalam urutan ke-95 dalam al-Qur’an. Surat ini terdiri atas 8 ayat, diturunkan di Mekah maka dinamakan juga surat Makkiyyah. Allah Swt. melalui surat ini bersumpah dengan menyebut ciptaan-Nya, yaitu “Demi at-Tin dan Zaitun”. Hanya Allah Swt. yang boleh bersumpah dengan ciptaan-Nya.

Negeri yang aman adalah Makkah al-Mukarramah. Allah Swt. menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, yaitu terdiri atas jasmani dan rohani yang seimbang. Allah Swt. memperingatkan, bahwa manusia itu bisa menjadi hina bila tidak beriman dan beramal salih.

Manusia menjadi mulia di sisi Allah Swt bila beriman kepada Allah Swt. dan beramal salih. Walaupun Allah Swt. telah menunjukkan bukti-bukti kebenaran hari pembalasan,
namun di antara manusia masih ada yang mendustakan-Nya. Allah Swt. Mahaadil dan Bijaksana terhadap manusia dan makhluk lainnya.

A. Membaca Surat at-Tin
Bacalah al-Qur’an surat at-Tin dan artinya seperti berikut ini!
Surat at_tin
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
١ waalttiini waalzzaytuuni
(Demi buah tin dan buah zaitun)
وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ
٢ wathuuri siiniina
(Dan demi gunung Sinai)
وَطُورِ سِينِينَ
٣ wahaadzaa albaladi al-amiini
(Dan demi negeri yang aman ini.)
وَهَٰذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ
٤ laqad khalaqnaa al-insaana fii ahsani taqwiimin
(Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya)
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
٥ tsumma radadnaahu asfala saafiliina
(Kemudian Kami mengembalikannya ke tingkat yang serendah-rendahnya)
ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ
٦ illaa alladziina aamanuu wa'amiluu alshshaalihaati falahum ajrun ghayru mamnuunin
(Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka baginya pahala yang tiada putusputusnya)
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ
٧ famaa yukadzdzibuka ba'du bialddiini
(Maka apakah yang membuatmu mendustakan hari Pembalasan sesudah itu?)
فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِالدِّينِ
٨ alaysa allaahu bi-ahkami alhaakimiina
(Bukankah Allah Swt. adalah hakim yang paling adil?)
أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ

B. Kandungan Surat at-Tin
Ayat Pertama
Tin adalah buah yang enak dan lembut serta cepat dicerna. Ia menjadi obat yang banyak manfaatnya. Zaitun adalah buah yang memiliki keistimewaan karena kandungan minyaknya yang berlimpah sehingga dapat dipergunakan di daerah yang kurang memiliki minyak.

Ayat Kedua
Gunung Sinai terletak di Semenanjung Sinai, lintasan antara Tanah Mesir ke Israil, Arab, dan Mesopotamia. Gunung setinggi 2,285 meter ini juga dikenal dengan nama Jabal Musa (Gunung Nabi Musa), karena di tempat ini, Nabi Musa menerima wahyu pertama dan diangkat menjadi Rasul. Pada malam mi’raj, Rasulullah saw. berhenti sebentar di tempat ini dan melaksanakan salat sebagai penghormatan beliau pada kesucian tempat tersebut.

Ayat Ketiga
Kota yang aman adalah kota Mekah. Kota ini disebut dengan kota yang aman karena siapa pun yang memasukinya terjaga keamanan dan keselamatannya. Kota Mekah juga disebut sebagai Ummul Qura’ dan Tanah yang Aman. Kota ini banyak menyimpan sejarah sejak zaman Nabi Ibrahim a.s.

Ayat Keempat
Allah Swt. menjadikan manusia dalam sebaik-baik bentuk. Proses kejadian manusia tidak sama dengan kejadian makhluk-makhluk lain. Manusia harus mampu menjaga keseimbangan yang dimilikinya agar supaya menjadi mulia. Selain rohani, manusia dibekali dengan akal pikiran agar supaya dapat membedakan yang baik dan yang buruk.

Ayat Kelima
Allah Swt. mengingatkan manusia, sekali pun mereka sempurna, tetapi dapat turun derajatnya menjadi hina karena pengetahuan, sikap, dan perilakunya apabila telah keluar dari aturan yang telah ditetapkan oleh Allah Swt. melalui rasul-Nya.
Contoh Kelebihan Manusia dari Makhluk lain
Sikap dan Perilaku Penjelasan
Bertutur kata Bertutur kata lembut dan santun kepada orang tua, guru, teman, tetangga.
Berpakaian Menutupi aurat, dan memilih model dan warna yang serasi dan disenangi.
Makan dan minum Mengonsumsi makanan dan minuman halal dan bergizi sesuai dengan selera.
Bergaul sesama teman Berkumpul dan bersilaturahim sesama teman dengan baik dan tidak menyakiti.
Menggunakan anggota tubuh Menggunakan anggota tubuh sesuai fungsinya terhadap hal-hal yang dibolehkan agama.

Ayat Keenam
Orang-orang yang tidak pernah hina adalah mereka yang beriman dan melaksanakan amal salih. Orang yang demikian itu akan selamat dari kehinaan dunia dan akhirat.
Amal Salih
Ayat Ketujuh
Pada hari kiamat nanti ada hari pembalasan terhadap perbuatan manusia yang baik dan buruk. Manusia seharusnya tidak meragukan adanya hari pembalasan, karena Allah Swt. sudah menunjukkan bukti-buktinya. Allah Swt. memberikan akal kepada manusia untuk berpikir tentang ciptaan-Nya, dan hati untuk merasakan iman. Pertanyaan Allah Swt. itu untuk mengingatkan adanya hari kiamat agar manusia tidak lupa dan lalai sehingga terjerumus dalam dosa dan kehinaan.

Ayat Kedelapan
Allah Swt. adalah Yang Maha Mengetahui, sebagus-bagus pencipta dan pengatur segala urusan. Allah Swt. yang memberi keputusan atas segala persoalan. Tiada perbuatan walau sekecil atom pun yang dapat terlepas dari pengadilan-Nya. Pengadilan Allah Swt. adalah sebaik-baik pembuat keputusan.

Allah Swt. Maha Pengasih kepada hamba-Nya. Ia senantiasa mengingatkan agar manusia tidak lupa diri. Jika ternyata manusia masih melakukan dosa, maka karena keadilan-Nya, manusia akan menanggung akibat dan pembalasan atas dosanya itu. Allah Swt. juga telah menyiapkan kenikmatan bagi orang yang menjalankan syari’atnya.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 4:44 PM