Home » » Tugas Keunikan Ragam Budaya Indonesia dan Daerahku

Tugas Keunikan Ragam Budaya Indonesia dan Daerahku

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat keaneragaman budaya ayang tinggi. Tidak saja keanekaragaman budaya kelompok suku bangsa namun juga keanekaragaman budaya dalam konteks peradaban, tradsional hingga ke modern, dan kewilayahan.

Dengan keanekaragaman kebudayaannya Indonesia dapat dikatakan mempunyai keunggulan dibandingkan dengan negara lainnya. Keberagaman budaya terbentuk bukan dengan sendirinya. Faktor utama pembentuk keberagaman adalah manusia yang memiliki kebudayaan tersebut. Selain itu masih ada faktor lain. Sebagai generasi muda memiliki kewajiban untuk melestarikan kebudayaan yang ada saat ini.
Ragam Budaya Indonesia
Sikap menghormati keragaman budaya bangsa dapat dilakukan dengan cara-cara berikut :
  1. Bangga dengan kebudayaan daerah ataupun kebudayaan nasional.
  2. Melestarikan nilai-nilai budaya yang telah ada.
  3. Menghormati kebudayaan daerah bangsa Indonesia.
  4. Tidak menjelek-jelekkan kebudayaan suku bangsa lain.
  5. Lebih senang dengan kebudayaan nasional daripada budaya luar negeri.
  6. Tidak menonjolkan kebudayaan daerah sendiri.
  7. Mempelajari dan menikmati kebudayaan daerah lain
  8. Selalu bersikap positif dan selektif terhadap budaya luar

Kerjakan tugas ini bersama kelompokmu. Setiap kelompok terdiri atas 4-5 siswa.
  1. Tuliskan daftar kosakata dari bahasa Indonesia dan bahasa daerahmu yang sesuai artinya. Tuliskan paling sedikit 25 kata.
  2. Identifikasi nama dan keunikan pakaian adat dari daerahmu.
  3. Tuliskan judul lagu-lagu daerah di Indonesia.

1. Kosa Kata Bahasa Jawa
Bahasa Indonesia Bahasa Jawa Bahasa Indonesia Bahasa Jawa
Saya aku, kula, dalem Dekat cedak, cerak
Kamu kowe, panjenengan Uang dhuwit, arta
Rumah omah, griya Air banyu, toya
Berjalan mlaku, mlampah Jalan dalan, margi
Duduk lungguh, lenggah Semua kabeh, sedanten/sedaya
Membaca maca, maos Lebih luwih, langkung
Menulis nulis, nyerat Sangat banget, sanget
Makan dhahar, nedha, mangan Dari seka, saking
Minum ngombe, ngunjuk Sekarang saiki, sakmenika
Mandi adus, siram Tua tuwo, sepuh
Pergi lunga, tindhak Baru anyar, enggal
Tidur turu, tilem, sare Mahal larang, awis
Berbicara omong, ngendika Dingin adhem, asrep
Datang teko, rawuh Kemarin wingi, kolowingi
Kecil cilik, alit Besok sesuk, benjang
Sedikit sithik, sakedhik Bawah ngisor, ngandhap
Betul bener, leres Lapar ngelih, luwe
Punya duwe, kagungan Bahagia seneng, rahayu
Ada ana, wontwn Sakit lara, gerah
Mau gelem, kersa Pagi esuk, enjing
Jangan ojo, ampun Malam bengi, dalu
Datang teko, rawuh Berapa pira, pinten
Dengar krungu, mireng Belum durung, dereng
Suka senen, remen Bagus apik, sae
Tahu ngreti, ngertos Betul bener, leres
Jauh adoh, tebih Besar gedhe, ageng

2. Pakaian Adat
Nam dari pakaian adat Jawa Tengah untuk pria adalah Jawi Jangkep, pakaian tradisional ini terdiri dari baju beskap, keris, stagen, blankon, alas kaki cemila dan kain jarik, biasanya pakaian adat ini digunakan pada saat acara tertentu seperti upacara adat. Pemakaian aksesoris di pakaian adat Jawa Tengah ini memiliki filosofi tersendiri seperti.
  1. Blankon Memiliki makna jika seorang pria harus mempunyai pikiran yang teguh. 
  2. Baju Beskap Memiliki makna bahwa seorang pria harus memperhitungkan segala perbuatan yang dilakukannya. 
  3. Kain Jarik Mengisyaratkan agar seorang pria jangan sampai melakukan sesuatu dengan keliru. Keris Memiliki makna jika seorang pria harus kuat terhadap godaan setan, dan juga melambangkan sebagai keperkasaan pria. 

Pakaian adat wanita disebut kebaya, selain dengan baju batik, pakaian adat Jawa Tengah untuk wanita juga dilengkapi dengan kemben sebagai penutup dada dan kain jarik batik sebagai bawahan. Pakaian adat wanita juga memiliki filosofi tersendiri, yaitu melambangkan kepribadian perempuan Jawa yang patuh, lemah lembut, dan halus.
  1. Kain jarik Selain sebagai penutup bagian bawah, juga memiliki arti bahwa wanita merupakan sosok yang bisa menjaga kesucian dirinya serta tidak mudah menyerahkan diri kepada siapapun. 
  2. Stagen berfungsi sebagai perlambang perempuan yang mampu menyesuaikan diri.

Lagu Daerah Di Indonesia
Provinsi Lagu Daerah Provinsi Lagu Daerah
NAD Bungong Jeumpa, Lembah Alas, Piso Surit, Seulanga, Sepakat Segenap NTB Helele U Ala De Teang, Moree, Orlen-Orlen, Pai Mura Rame, Tebe Onana, Tutu Koda
Sumut Anju Ahu, Bungo Bangso, Cikala Le Pongpong, Bungo Bangso, Butet, Dago Inang Sarge, Lisoi, Madekdek Magambiri, Mariam Tomong, Nasonang Dohita Nadua, Rambadia, Sengko-Sengko, Siboga Tacinto, Sinanggar Tulo, Sing Sing So, Tapian Nauli NTT Anak Kambing Saya, Oras Loro Malirin, Sonbilo, Tebe Onana, Ofalangga, Do Hawu, Bolelebo, Desaku, Lewo Ro Piring Sina, Bengu Re Le Kaju, Aku Retang, Gaila Ruma Radha, Desaku, Flobamora, Potong Bebek Angsa, Orere, O Nina NoiLereng Wutun
Sumbar Ayam Den Lapeh, Barek Solok, Dayung Palinggam, Kambanglah Bungo, Kampuang Nan Jauh Di Mato, Ka Parak Tingga, Malam Baiko, Kampuang nan Jauh di Mato, Indang Sungai Garinggiang, Rang Talu Kalbar Cik-Cik Periuk, Cak Uncang, Batu Ballah, Alok Galing, Tandak Sambas, Sungai Sambas Kebanjiran, Alon-Alon.
Riau Soleram, Kebangkitan Melayu, Tanjung Katung, Bungo Cempako, Lancang kuning, Langgam Melayu, Ayam Putih Pungguk, Makan Sirih, Uyang Bagan Tak Ondak Belaya, Mak Long, Tuanku Tambusai, Pak Ngah Balek, Puteri Tujuh, Dedap Durhaka, Kutang Barendo Kalteng Kalayar, Naluya, Palu Lempong Popi dan Tumpi Wayu
Kepri Pak Ngah Balek Kalsel Ampar-Ampar Pisang, Paris Barantai, Saputangan Bapuncu Ampat.
Jambi Batanghari, Soleram, Injit-Injit Semut, Pinang Muda, Selendang Mayang Kaltim Indung-Indung.
Sumsel Cuk Mak Ilang, Dek Sangke, Gending Sriwijaya, Kabile-bile, Tari Tanggai Sulut Esa Mokan, Gadis Taruna, Si Patokaan, O Ina Ni Keke, Sitara Tillo, Tahanusangkara dan Tan Mahurang
Babel Yak Miak, Icak-icak Dek Tau Sulbar Bulu Londong, Malluya, Io-Io, Ma'pararuk
Bengkulu Lalan Belek, Sungai Suci dan Umang-umang Sulteng Tondok Kadadingku, Tope Gugu
Lampung Ad-adi Laun Lambar, Lipang Lipandang, Sang Bumi Ghuwa Jughai, Putra Saburai, Bumi Lampung, Adat Lampung, Lampung Sai Agung Sultra Peia Tawa-Tawa dan Tana Wolio
Jakarta Kicir-kicir, Jali-jali, Lenggang Kangkung, Keroncong Kemayoran, Surilang, Terang Bulan, Keroncong Kemayoran, Ondel Ondel, Ronggeng, dan Sirih Kuning, Wak-wak Gung, Sayur Asem G'talo Hulondalo li Pu'u , Bulalo Lo Limutu , Wanu Mamo Leleyangi, Binde Biluhuta dan Dabu-Dabu
Banten Dayung Sampan, Ibu, dan Jereh Bu Guru. Sulsel Angin Mamiri, Pakarena, Sulawesi Parasanganta, Ma Rencong, Ammac Ciang, Anak Kukang, Ati Raja, Batti’batti, Ganrang
Jabar Bubuy Bulan, Cing Cangkeling, Es Lilin, Karatagan Pahlawan, Manuk Dadali, Panon Hideung, Peuyeum Bandung, Pileuleuyan, Tokecang, Sintren Maluku Ambon Manise, Ayo Mama, Buka Pintu, Burung Kakatua, Burung Tantina, Goro-Goro Ne, Gunung Salahatu, Hela Rotan, Huhatee, Lembe-lembe, Mande-mande, Naik-Naik Ke Puncak Gunung, Nona Manis Siapa Yang Punya, O Ulate, Ole Sioh, Rasa Sayange, Sarinande, Saule, Sayang Kene, Tanase dan Waktu Hujan Sore-sore.
Jateng Gambang Suling, Gek Kepriye, Gundul Pacul, Ilir-ilir, Jaranan, Jamuran, Bapak Pucung, Yen Ing Tawang Ono Lintang, Malut Yon Batane, Leng Kali Leng, Togal
DIY Pitik Tukung, Sinom, Suwe Ora Jamu, Te Kate Dipanah. Papua Apuse, Yamko Rambe Yamko, Sajojo
Jatim Keraban Sape, Jamuran, Kidang Talun, Lindri, Tanduk Majeng. Cublak-Cublak Suweng, Gai Bintang, Kembang Malathe, Padhang Wulan P. Barat Mambo Simbo, Wesupe, Rasine Ma Rasine, Diru Diru Nina
Bali Mejangeran, Ratu Anom, Dewa ayu, Janger, Macepet Cepetan, Meyong-Meyong, Ngusak Asik, dan Puteri Ayu Kaltara Bebalen, Pinang Sedawar, dan Tuyang
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:41 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.