Percobaan Pembentukan Air Tanah dan Air Permukaan

Air merupakan sumber kehidupan yang tidak dapat tergantikan oleh apa pun juga. Tanpa air manusia, hewan dan tanaman tidak akan dapat hidup. Air di bumi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu  air tanah dan air permukaan. Air tanah adalah air yang berada di bawah permukaan tanah yang berasal dari air hujan. Sedangkan air pemukaan adalah air yang berada di permukaan tanah dan dapat dengan mudah dilihat oleh mata kita. Contoh air permukaan seperti laut, sungai, danau, kali, rawa, empang, dan lain sebagainya.

Ketersediaan air tanah dan air permukaan dapat terganggu karena beberapa sebab. Kekeringan dapat terjadi karena beberapa sebab, yaitu faktor alam dan kegiatan manusia. Salah satu penyebabnya karena faktor alam yaitu kondisi tanah dan iklim. Kondisi tanah berbatu akan menyebabkan tanah tidak dapat menyimpan air. Lakukan kegiatan berikut untuk mengetahui lebih jelas.
Air Tanah
Lakukan kegiatan berikut bersama kelompokmu (4-5 orang).
  1. Siapkan air, batu bata, bongkahan-bongkahan batu, dan dua buah wadah, misalnya loyang.
  2. Pada satu loyang letakkan batu bata. Pada loyang lain letakkan bongkahan-bongkahan batu.
  3. Tuangkan air ke dalam loyang setinggi 5 cm. Diamkan selama kurang lebih 1 jam.
  4. Setelah 1 jam, amati tinggi air pada setiap loyang.
  5. Apa hasil pengamatanmu? Adakah perbedaan tinggi permukaan air pada kedua loyang? Ada perbedaan tinggi permukaan air pada kedua loyang.
  6. Apa yang terjadi pada air di loyang berisi batu bata? Pada loyang berisi batu bata, air berkurang.
  7. Apa yang terjadi pada air di loyang berisi bongkahan-bongkahan batu? Pada loyang berisi bongkahan-bongkahan batu, tinggi air tetap.
  8. Apa yang dimaksud air tanah? Air tanah adalah air hujan yang meresap dan mengalir di bawah permukaan tanah.
  9. Apa yang dimaksud air permukaan? Air permukaan adalah air yang ada di permukaan tanah dan tidak terserap ke dalam tanah.
  10. Dari percobaan di atas, loyang manakah yang menunjukkan terbentuknya air tanah dan loyang mana menunjukkan terbentuknya air permukaan? Dari percobaan tersebut, loyang berisi batu bata menunjukkan terbentuknya air tanah. Batu bata terbuat dari tanah liat yang dapat menyerap air. Sebaliknya, loyang berisi bongkahan-bongkahan batu menunjukkan terbentuknya air permukaan, karena batu tidak dapat menyerap air.

Ayo Bercerita
1. Tulislah hasil pengamatan dan analisis kalian. Kemudian, ceritakan hasil diskusi kelompokmu pada kelompok lain.

PERCOBAAN 
Mengamati terbentuknya air tanah

A. Alat dan Bahan
1. Bongkahan batu dan batu bata
2. 2 buah loyang
3. Air secukupnya

B. Cara Kerja
  1. Siapkan air, batu bata, bongkahan-bongkahan batu, dan dua buah wadah, misalnya loyang.
  2. Pada satu loyang letakkan batu bata. Pada loyang lain letakkan bongkahan-bongkahan batu.
  3. Tuangkan air ke dalam loyang setinggi 5 cm. 
  4. Diamkan selama kurang lebih 1 jam.
  5. Setelah 1 jam, amati tinggi air pada setiap loyang.

C. Pangamatan
Pada loyang yang berisi batu bata tinggi air berkurang sedangkan pada loyang tinggi air tetap. Pada loyang berisi batu bata tinggi air berkurang karena air terserap oleh batu bata yang terbuat dari tanah liat. Pada loyang yang berisi bongkahan batu air tidak terserap oleh batu.

D. Kesimpulan
Percobaan yang dilakukan membuktikan peristiwa terbentuknya air tanah. Air terserap oleh batu bata yang terbuat dari tanah liat. Sedangkan pada loyang yang berisi bongkahan batu menunjukan peristiwa terbentuknya air permukaan.

2. Dari hasil percobaan tersebut, jelaskan terjadinya air tanah dan air permukaan.
Terbentuknya air tanah berasal dari air hujan yang turun ke bumi. Air tersebut sebagian besar akan mengalir pada permukaan bumi yang akan mengarah pada sungai, danau, atau rawa. Air-air ini kemudian akan meresap ke dalam tanah hingga menjadi air tanah.

Sedangkan air permukaan adalah air hujan yang turun ke bumi. Air tersebut sebagian besar akan mengalir pada permukaan bumi yang akan mengarah pada sungai, danau, atau rawa.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 9:15 PM

Siklus Air Tanah

Proses siklus air menyebabkan air bergerak meninggalkan tanah ke udara. Selanjutnya, air turun lagi ke tanah dalam bentuk air hujan. Nah, air yang turun ke tanah ini ada yang masuk ke sungai. Aliran air di sungai ini akan terkumpul kembali di laut. Selain masuk ke sungai dan mengalir ke laut, ada juga air yang tergenang membentuk danau.

Air yang turun ke tanah ada yang masuk dan bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah serta batuan. Air yang masuk ke dalam tanah ini kemudian menjadi air cadangan (sumber air).

Air cadangan akan selalu ada apabila daerah peresapan air selalu tersedia. Daerah resapan air terdapat di hutan-hutan. Tumbuhan hutan mampu memperkukuh struktur tanah. Saat hujan turun, air tidak langsung hanyut, tetapi air akan terserap dan tersimpan di dalam tanah. Air yang tersimpan dalam tanah akan menjadi air tanah. Air akan lebih mudah meresap jika terdapat banyak tumbuhan. Air yang meresap akan diserap oleh akar tumbuhan tersebut. Adanya air dan akar di dalam tanah menyebabkan struktur tanah menjadi kukuh dan tidak mudah longsor.

Nah, menyimak uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa keberadaan hutan sangat penting. Hutan berperan dalam penyimpanan air. Oleh karena itu, kita harus senantiasa menjaga kelestarian hutan.

Saat ini hutan banyak yang gundul akibat penebangan liar. Selain penebangan, hutan dapat rusak akibat pembakaran. Pepohonan di hutan ditebang atau dibakar dengan alasan tertentu. Seperti untuk membuka lahan pertanian, perumahan, atau industri. Kegiatan-kegiatan ini dapat mengurangi kemampuan tanah dalam menyimpan air. Akibatnya, pada saat hujan terjadi banjir dan pada saat kemarau banyak daerah mengalami kekeringan.

Pembangunan jalan yang menggunakan aspal atau beton dapat menghalangi meresapnya air hujan ke dalam tanah. Akibatnya, pada saat hujan air tidak dapat meresap ke dalam tanah. Hal ini menyebabkan terjadinya banjir dan air menggenangi jalan-jalan.

Nah, apa akibatnya jika daerah resapan air semakin berkurang? Apabila daerah resapan air semakin berkurang, cadangan air di bumi ini semakin menipis. Hal ini dapat mengakibatkan sungai-sungai dan danau menjadi kering. Keringnya sungai dan danau menyebabkan proses penguapan semakin menurun. Menurunnya proses penguapan ini menyebabkan berkurangnya pengendapan titik-titik air di awan. Keadaan ini tentu mengurangi terjadinya hujan.

Kamu telah membaca teks ”Siklus Air Tanah”. Peristiwa apa yang terdapat pada teks? Bagaimana urutannya? Tuliskan dalam diagram alir berikut.
Siklus Air Tanah
  1. Air bergerak meninggalkan tanah ke udara dan air turun lagi ke tanah dalam bentuk air hujan. 
  2. Air cadangan akan selalu ada apabila daerah peresapan air selalu tersedia.
  3. Keberadaan hutan sangat penting karena hutan berperan dalam penyimpanan air.

Ayo Berdiskusi
Kerjakan tugas berikut bersama kelompokmu.

1. Tulislah proses terjadinya air tanah.
Proses terjadinya air tanah:
Air bergerak meninggalkan tanah ke udara melalui proses penguapan. Selanjutnya, air turun lagi ke tanah dalam bentuk air hujan. Air yang turun ke tanah ada yang masuk dan bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah serta batuan. Air yang masuk ke dalam tanah ini kemudian menjadi air cadangan (sumber air).

2. Tulislah faktor-faktor yang memengaruhi berkurangnya ketersediaan air tanah.
Faktor-faktor yang mempengaruhi ketersediaan air tanah:
  • Kegiatan membuka lahan pertanian, perumahan, atau industri dapat mengurangi kemampuan tanah dalam menyimpan air.
  • Pembangunan jalan yang menggunakan aspal atau beton dapat menghalangi meresapnya air hujan ke dalam tanah.
  • Berkurangnya daerah resapan air mengakibatkan cadangan air di bumi ini semakin menipis.

3. Tulislah kegiatan yang dapat kita lakukan untuk menjamin ketersediaan air tanah.
Kegiatan yang dapat kita lakukan untuk menjamin ketersediaan air bersih:
  1. Menghemat penggunaan air.
  2. Membuat lubang resapan. Lubang resapan berguna untuk menampung air hujan supaya terserap ke dalam tanah.
  3. Menanam pohon supaya akar-akar pohon dapat menahan air di dalam tanah.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 6:15 PM

Tangga Nada Diatonis Mayor dan Diatonis Minor

Musik diartikan sebagai ilmu atau seni menyusun nada atau suara dalam urutan, kombinasi dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan. Salah satu dasar utama dalam seni musik adalah kerangka yang mengkombinasikan beberapa hal sehingga bisa menjadi sebuah seni, atau kita bisa menyebutnya sebagai unsur-unsur seni musik. Salah satu unsur seni musik adalah tangga nada:

Tangga nada merupakan susunan berjenjang, misalnya do, re, mi, fa, sol, la, si, do. Dalam seni musik ada jenis tangga nada diatonis. Tangga nada diatonis terdiri atas delapan nada. Tangga nada diatonis dibagi lagi dalam dua jenis tangga nada, yaitu tangga nada mayor dan tangga nada minor.

Tangga Nada Diatonis Mayor 
Tangga nada diatonis mayor memiliki interval (jarak nada) 1 1 ½ 1 1 1 ½. Perhatikan contoh urutan tangga nada diatonis mayor berikut.
Diatonis Mayor
Ciri-ciri tangga nada diatonis mayor biasanya sebagai berikut.
  1. Bersifat riang gembira.
  2. Bersemangat.
  3. Biasanya diawali dan diakhiri nada do. Namun, tidak menutup kemungkinan diawali dengan nada 5 (sol) atau 3 (mi) dan diakhiri nada 1 (do).

Contoh Lagu yang bertangga nada Mayor : Maju Tak Gentar, Indinesia Raya, Hari merdeka, Halo-halo Bandung, Indonesia Jaya, Garuda Pancasila, dan Mars Pelajar.

Tangga Nada Diatonis Minor
Tangga nada diatonis minor memiliki interval (jarak nada) 1 ½ 1 1 1 ½ 1 1. Tangga nada diatonis minor ada bermacam-macam, salah satunya tangga nada diatonis minor harmonis. Tangga nada diatonis minor harmonis adalah tangga nada diatonis minor dengan nada ketujuh dinaikkan setengah.
Perhatikan contoh urutan tangga nada diatonis minor harmonis berikut.
Diatonis Minor
Ciri-ciri tangga nada diatonis minor sebagai berikut.
  1. Lagu bersifat sedih.
  2. Lagu kurang bersemangat.
  3. Melodi lagu diawali dan diakhiri nada 6 (la). Namun tidak menutup kemungkinan diawali nada 3 (mi) dan diakhiri nada 6 (la).

Contoh Lagu yang bertangga nada Minor : Syukur, Tuhan, Gugur Bunga, Ayat-ayat cinta dan Bubuy Bulan

Secara umum lagu bertangga nada diatonis minor bersifat sedih dan kurang bersemangat. Namun, ada pula lagu bertangga nada minor yang gembira dan bersemangat, misalnya lagu “Ayam Den Lapeh” dan “Bungong Jeumpa”. Kedua lagu tersebut akan kamu pelajari pada Tema 9.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 5:37 PM

Permainan Dhingklik Oglak Aglik dan Perepet Jengkol

Permainan dhingklik oglak aglik serupa dengan permainan perepet jengkol. Keduanya merupakan permainan tradisional anak. Permainan dhingklik oglak aglik dimainkan di Jawa Tengah dan permainan perepet jengkol dimainkan di Jawa Barat.

Arti dari permainan dingklik oglak-aglik ini terdiri dari dua arti, yaitu dingklik dalam bahasa Jawa yang berarti bangku yang pendek, sedangkan oglak-aglik artinya goyang-goyang. Dan arti keseluruhannya adalah bangku pendek yang bergoyang-goyang.

Maksud dari permainan ini adalah mengajarkan tentang kepemimpinan, kekompakan dan ketahanan dalam suatu kelompok. Semua berhak untuk menjadi pemimpin tanpa adanya syarat atau apapun itu. Ketika pemimpin yang adil dan bijak dalam menyikapi suatu hal, maka ketahanandan kekompakan dalam suatu kelompok akan terjaga. Oleh karenanya permainan ini bukan dikategorikan sebagai permainan pertandingan, namun permainan ketahanan dan keseimbangan.

Sedangkan permaian Prepet Jengkol banyak dimainkan di daerah Jawa Barat. Meski nama permainannya adalah perepet jengkol tapi sebenarnya dalam permainan tradisional tersebut sama sekali tidak melibatkan jengkol. Permainan tradisional ini berkembang dengan populer di kalangan suku sunda pada jaman dulu. Perepet jengkol ini dilakukan sedikitnya oleh tiga orang, namun akan semakin ramai kalau dimainkan oleh lebih dari tiga orang.

Kedua  permainan ini dilakukan dalam kelompok-kelompok. Setiap kelompok terdiri atas 3-5 anak. Semua anggota berdiri melingkar saling membelakangi dan berpegangan tangan. Kaki kanan atau kaki kiri setiap anggota kelompok lalu saling bertautan.

Kemudian, dengan satu kaki yang menapak, mereka bergerak melingkar sambil menyanyikan lagu daerah. Kelompok yang paling lama mempertahankan tautan kaki sambil bergerak akan menjadi pemenang. Berikut lagu yang dinyanyikan di Jawa Tengah.
Pasang dhingklik oglak aglik
Yen keceklik adang gogik,
Yu yu mbakyu mangga dhateng pasar blanja,
Leh olehe napa,
Jenang Jagung, enthok-enthok jenang jagung,
enthok-enthok jenang jagung,
enthok-enthok jenang jagung.

Berikut lirik lagu yang dinyanyikan di Jawa Barat.
Perepet jengkol jajahean
Kadempet kohkol jejeretean
Eh jaja eh jaja eh jaja eh jaja

Cara Memainkan Dingklik Oglak-Aglik
Untuk dapat memainkan permainan dingklik oglak-aglik dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
Dhingklik Oglak Aglik
  1. Semua pemain berdiri berhadap-hadapan dengan saling bergandengan. Misalkan nama pemain tersebut adalah A, B, C, dan D,
  2. Pemain B dan C menerobos dibawah lengan A dan B sehingga para pemain berdiri dengan saling bertolak belakang dan tangan tetap bergandengan. Setiap pemain mengangkat salah satu kakinya ke arah dalam lingkaran, kemudian masing-masing kaki saling dikaitkan untuk membentuk suatu posisi yang kokoh sehingga tidak mudah jatuh,
  3. Tangan saling bergandengan lalu dilepaskan, kemudian kedua tangan bertepuk tangan dan menyanyikan lagu:
Pasang dingklik oglak-aglik
Yen kecelik adang gogik
Yu yu mbakyu mangga dateng pasar blanja
Leh olehe napa
Jenang jangung enthok-enthok jenang jagung
Enthok enthok jenang jagung
Enthok enthok jenang jagung
  1. Jika kalah, anak yang pertama kali jatuh akan mendapatkan hukuman yang disepakati bersama. Permainan ini tidak memerlukan bantuan peralatan lain, anak-anak cukup berlompatan, bernyanyi dan bertepuk tangan.

Tugas
1. Mainkan permainan dhingklik oglak aglik atau perepet jengkol bersama teman-temanmu.
a. Apa yang kamu rasakan? Kedua permainan ini sangat menyenangkan saat dimainkan.
b. Nilai-nilai apakah yang terdapat pada permainan dhingklik oglak aglik dan perepet jengkol? Nilai nilai yang kita dapat adalah kebersamaan dan kekompakan antara sebuah tim

2. Adakah permainan serupa permainan dhingklik oglak aglik atau perepet jengkol di daerahmu? Jika ada, apa nama permainan itu?
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 2:06 PM

Belajar Toleransi dari Permainan Tradisional Anak

Pada hari Minggu, 11 Desember 2016 digelar acara Festival Permainan Tradisional Anak Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah. Acara ini biasa digelar setiap tahun. Tujuan digelarnya acara ini adalah supaya anak Indonesia mengenal keragaman lingkungan dan kebudayaannya.

Saat ini anak-anak dibanjiri dengan permainan digital melalui alat-alat elektronika. Dengan permainan digital itu anak merasa tidak perlu bermain dengan teman sebayanya. Oleh karena itu, permainan tradisional menjadi jurus ampuh agar anak-anak kembali kepada nilai-nilai kebersamaan. Hal tersebut setidaknya diutarakan Zaini Alif dari Komunitas Hong saat di acara Festival Permainan Tradisional Anak Indonesia.

Zaini Alif mengatakan, “Permainan tradisional itu aset budaya bangsa yang sekarang mulai ditinggalkan, karena munculnya gadget. Kita tidak antipati pada gadget, tapi bagaimana menyeimbangkan gadget dengan permainan tradisional, karena permainan tradisional mengajarkan nilai, etika, dan identitas budaya bangsa.”
Permainan Jamuran
“Banyak permainan tradisional di Indonesia yang tidak hanya menyajikan keseruan, tapi juga kaya nilai-nilai. Misalnya di Jawa ada permainan dingklik oglak aglik, di Sunda ada perepet jengkol, dan sebagainya. Keragaman itu mengajarkan bagaimana kita toleran atas perbedaan. Jadi perbedaan bukan menjadi sesuatu yang harus diperdebatkan, justru itu bisa menjadi suatu keunggulan,” kata Zaini.

Anak-anak zaman sekarang merupakan generasi emas para pemimpin bangsa di era 100 tahun Indonesia. Kita mengharapkan tiga puluh tahun lagi generasi ini adalah generasi yang dapat mengenali keragaman bangsa, bertoleransi, serta menjaga dan melestarikan kebudayaan.
Sumber: lifestyle.liputan6.com

Ayo Berdisiskusi
  1. Tulislah peristiwa pada teks “Belajar Toleransi dari Permainan Tradisional Anak”. Peristiwa pada teks: digelarnya acara Festival Permainan Tradisional Anak.
  2. Keragaman apa yang disebutkan pada teks? Keragaman yang ditunjukkan pada bacaan: keragaman budaya berupa permainan tradisional.
  3. Sikap apa yang dapat siswa tiru dari teks? Sikap yang dapat ditiru dari bacaan: melestarikan kebudayaan dan toleran atas keragaman budaya.
  4. Apa yang sebaiknya dilakukan siswa dalam upaya ikut melestarikan permainan tradisional? Untuk melestarikan permaian tradisional dapat dilakukan dengan memainkan permainan tersebut baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.

Permainan tradisional merupakan permainan sederhana dimainkan oleh anak-anak jaman dulu. Kebanyakan permainan ini  memang dilakukan dengan cara kelompok. Kehidupan masyarakat di masa lalu yang bisa dibilang tidak mengenal dunia luar menuntun mereka pada kegiatan sosial dan kebersamaan yang tinggi. Hal ini yang kemudian mendorong terciptanya beberapa jenis permainan tradisional.

Sayangnya perkembangan jaman khususnya perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat jenis permainan ini perlahan mulai menghilang. Beberapa macam permainan tradisional antara lain sebagai berikut : Gobag Sodor, Delikan, Ingkling, Benthik, Dakon, Jamuran, Eggrang, Bebentengan, Sunda Manda, Maqgalaceng, Allogo, Ceklen dan masih banyak yang lainnya.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 1:15 PM

Urutan Peristiwa Teks Bunga Paling Berharga

Teks cerita fiksi adalah cerita rekaan yang merupakan hasil olahan imajinasi pengarangnya. Dengan membaca cerita fiksi diharapkan bisa mengembangkan kemampuan imajinasi seseorang. Cerita fiksi bisa berbentuk cerpen (cerita pendek), novel, film, dan komik.

Salah satu unsur dalam cerita fiksi adalah urutan peristiwa. Urutan peristiwa adalah rangkaian peristiwa yang direka dan dijalin dengan saksama dan menggerakkan jalan cerita. Urutan peristiwa dapat juga diartikan jalinan peristiwa dalam karya sastra untuk mencapai efek tertentu.

Pada tulisan ini akan mempelajari sedikit tentang mengidentfikasi urutan peristiwa dalam teksfiksi. Seperti yang dapat anda baca pada teks di bawah ini.
Bunga Paling Berharga

Makale tinggal di sebuah desa yang selalu kekeringan. Hujan jarang turun di desa itu sehingga tidak banyak tetumbuhan. Jangankan bunga-bungaan, semak-semak pun jarang ditemui.

Suatu hari, sebelum berakhirnya pelajaran, Bu Mala memberi seluruh siswanya masing-masing sebuah buku tulis. Buku tulis itu halaman-halaman dalamnya berwarna putih dan bersampul merah. Indah sekali.

“Buku tulis itu untuk kalian. Kalian boleh menulis apa saja di dalamnya,” kata Bu Mala.

“Saya mau menuliskan catatan harian di buku ini,” kata Nola.

“Saya mau menggambar wajah setiap orang yang saya temui,” kata Wendi yang hobi menggambar.

“Saya mau membuat herbarium,” kata Makale.

Bu Mala memandang Makale dengan penuh keheranan mendengar ucapan Makale.

“Kamu mau membuat herbarium?” tanya Bu Mala kepada Makale.

“Ya. Seorang pelancong pernah menunjukkan buku herbariumnya kepada saya. Herbarium itu sangat indah,” jawab Makakale.

“Tetapi, untuk membuat herbarium kamu akan membutuhkan banyak daun. Tahukah kamu?” tanya Bu Mala.
Buku
Makale menganggukkan kepalanya sambil berkata, “Atau bunga...”

“Di mana kamu akan mencarinya?” tanya teman-teman Makale.

Makale memandang keluar jendela. Tidak tampak tanaman sama sekali.

“Saya akan mendapatkannya,” kata Makale sambil tersenyum.

Hari berganti hari. Waktu berlalu dengan cepat. Buku tulis merah milik para siswa Bu Mala telah berisi berbagai cerita, gambar, dan foto. Hanya buku tulis Makale yang masih kosong.

Pada suatu hari, sebuah awan hitam berhenti di atas desa tempat tinggal Makale. Tak lama kemudian awan hitam itu mencurahkan hujan yang sangat deras. Benih-benih tumbuhan yang terkubur di dalam tanah tandus desa itu pun tumbuh. Sepetak kebun terbentuk. Bunga-bunga merah kecil memenuhi petak kebun itu.

Makale senang. Dipetiknya sekuntum bunga merah. Hanya satu. Kemudian, ditempelkannya bunga itu di dalam buku tulis merahnya. Hari berikutnya, bunga-bunga lainnya telah layu karena terbakar matahari.

Di dalam kelas, Makale berseru dengan gembira.

“Saya sudah membuat herbarium saya, Bu Mala.”

Bu Mala membuka buku tulis merah Makale. Herbarium itu hanya satu halaman. Hanya ada satu bunga di dalamnya. Namun, bunga itu paling berharga di dunia karena hanya mekar sehari dalam setahun.

Disadur dari “52 Dongeng di hari Kamis”; Jakarta: BIP.
Ayo Menulis
Kamu telah membaca cerita “Bunga Paling Berharga”.
1. Tulislah peristiwa-peristiwa yang terjadi pada cerita.
  • Suatu hari Bu Mala memberi seluruh siswanya masing-masing sebuah buku tulis. 
  • Bu Mala heran mendengar makale ingin membuat herbarium.
  • Makale yakin akan mendapatkan bunga walaupun daerahnya jarang ada tumbuhan.
  • Buku tulis merah milik para siswa telah berisi berbagai cerita, gambar, dan foto, namun buku tulis Makale masih kosong.
  • Di daerah Makale turun hujan yang sangat deras sehingga benih-benih tumbuh dan bunga-bunga merah kecil memenuhi petak kebun.
  • Makale memetik sekuntum bunga merah kemudian menempelkanya di dalam buku. 
  • Bu Mala membuka buku tulis merah Makale yang hanya berisi satu halaman dan hanya satu bunga di dalamnya. 
  • Bunga terebut merupakan paling berharga di dunia karena hanya mekar sehari dalam setahun.

2. Tuliskan urutan-urutan peristiwa pada cerita.
  • Makale tinggal di sebuah desa yang selalu kekeringan.
  • Suatu hari Bu Mala memberi seluruh siswanya masing-masing sebuah buku tulis. 
  • Nola ingin menulis catatan harian, Wendi ingin menggambar wajah setiap orang yang ditemui, dan Makale ingin membuat herbarium,
  • Bu Mala heran mendengar makale ingin membuat herbarium.
  • Makale ingin membuat herbarium karena seorang pelancong menunjukkan buku herbariumnya yang sangat indah.
  • Bu Mala memberitahu Makale bahwa untuk membuat herbarium membutuhkan banyak daun. 
  • Makale tahu bahwa untuk membuat herbarium membutuhkan daun atau bunga.
  • Teman-teman Makale menanyakan di mana tempat makale mendapatkan bunga.
  • Makale yakin akan mendapatkan bunga walaupun daerahnya jarang ada tumbuhan.
  • Waktu berlalu dengan cepat dan buku tulis merah milik para siswa telah berisi berbagai cerita, gambar, dan foto, namun buku tulis Makale masih kosong.
  • Pada suatu hari di daerah Makale turun hujan yang sangat deras sehingga benih-benih tumbuh dan bunga-bunga merah kecil memenuhi petak kebun.
  • Makale memetik sekuntum bunga merah kemudian menempelkanya di dalam buku. 
  • Hari berikutnya bunga-bunga di kebun telah layu karena terbakar matahari.
  • Makale gembira karena sudah membuat berhasil herbarium dan menunjukannya kepada Bu Mala.
  • Bu Mala membuka buku tulis merah Makale yang hanya berisi satu halaman dan hanya satu bunga di dalamnya. 
  • Bunga terebut merupakan paling berharga di dunia karena hanya mekar sehari dalam setahun.
3. Tulislah kembali cerita tersebut dengan bahasamu sendiri. Tuliskan dengan ejaan yang benar.
Makale tinggal di sebuah desa yang selalu kekeringan sehingga tidak banyak tumbuhan. Suatu hari Bu Mala memberi seluruh siswanya masing-masing sebuah buku tulis.  Nola ingin menulis catatan harian, Wendi ingin menggambar wajah setiap orang yang ditemui, dan Makale ingin membuat herbarium.

Bu Mala heran mendengar makale ingin membuat herbarium. Ternyata makale ingin membuat herbarium karena seorang pelancong menunjukkan buku herbariumnya yang sangat indah.

Bu Mala memberitahu Makale bahwa untuk membuat herbarium membutuhkan banyak daun. Makale tahu bahwa untuk membuat herbarium membutuhkan daun atau bunga.

Teman-teman Makale menanyakan di mana tempat makale mendapatkan bunga. Makale yakin akan mendapatkan bunga walaupun daerahnya jarang ada tumbuhan.

Waktu berlalu dengan cepat dan buku tulis merah milik para siswa telah berisi berbagai cerita, gambar, dan foto, namun buku tulis Makale masih kosong.

Pada suatu hari di daerah Makale turun hujan yang sangat deras sehingga benih-benih tumbuh dan bunga-bunga merah kecil memenuhi petak kebun.

Makale memetik sekuntum bunga merah kemudian menempelkanya di dalam buku. Hari berikutnya bunga-bunga di kebun telah layu karena terbakar matahari.

Makale gembira karena sudah membuat berhasil herbarium dan menunjukannya kepada Bu Mala. Bu Mala membuka buku tulis merah Makale yang hanya berisi satu halaman dan hanya satu bunga di dalamnya. Bunga terebut merupakan paling berharga di dunia karena hanya mekar sehari dalam setahun.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 10:26 PM

Gambar Siklus Air Sungai

Sungai adalah aliran air yang besar dan memanjang yang mengalir secara terus menerus dari hulu (sumber) menuju hilir (muara) dan biasanya dibuat oleh alam. Sungai memiliki peranan penting bagi kehidupan manusia, misalnya sebagai pengendali banjir, sebagai pengairan lahan pertanian, sebagai mata pencaharian bagi nelayan, sebagai sarana transportasi, sebagai tempat untuk mendapatkan air, dan sebagainya.

Air sungai berasal dari air hujan dan air yang mengalir dari hulu sungai. Pada mulanya ada beberapa mata air yang memancar keluar dari tanah. Air yang keluar membentuk aliran-aliran kecil. Aliran-aliran kecil ini lama-kelamaan akan menyatu menjadi sungai.

Sungai terdiri dari beberapa bagian, bermula dari mata air yang mengalir ke anak sungai. Beberapa anak sungai akan bergabung untuk membentuk sungai utama. Aliran air biasanya berbatasan dengan saluran dengan dasar dan tebing di sebelah kiri dan kanan. Penghujung sungai di mana sungai bertemu laut dikenali sebagai muara sungai.

Sungai merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Air dalam sungai umumnya terkumpul dari presipitasi, seperti hujan,embun, mata air, limpasan bawah tanah, dan di beberapa negara tertentu air sungai juga berasal dari lelehan es / salju.

Air sungai memiliki peranan penting bagi kelangsungan makhluk hidup yang ada di bumi. Manusia memanfaatkan air sungai untuk mengairi tanaman pertanian, sebagai sumber air keperluan sehari-hari, dan sebagai sarana angkutan. Hewan darat memanfaatkan air sungai sebagai sumber air minum. Tumbuhan darat memanfaatkan air sebagai sumber air untuk proses fotosintesis. Hewan dan tumbuhan sungai memanfaatkan air sungai sebagai tempat hidup.

Persediaan air sungai tidak berkurang karena menguap. Siklus air akan mengembalikan air yang menguap. Namun, dalam kondisi kemarau yang sangat ekstrim, sungai dapat mengalami kekeringan.

Pada pembelajaran sebelumnya pernah menyanyikan Lagu “Kampungku” yang menceritakan sebuah kampung di tepi sungai tempat perahu-perahu melintas. Rumah-rumah di kampung itu terbuat dari bambu. Dapatkah kamu membayangkan suasana kampung tersebut?

Pada siang hari yang terik, panas matahari akan menguapkan air dari permukaan sungai. Apa akibatnya bagi persediaan air sungai?

Ayo Berdiskusi
  1. Dari mana air sungai berasal? Air sungai berasal dari air hujan dan air yang mengalir dari hulu sungai.
  2. Siapa saja yang memanfaatkan air sungai? Air sungai dimanfaatkan oleh manusia, hewan, dan tumbuhan di sekitar sungai, serta hewan, dan tumbuhan di dalam sungai.
  3. Untuk apa air sungai dimanfaatkan? Manusia memanfaatkan air sungai untuk mengairi tanaman pertanian, sebagai sumber air keperluan sehari-hari, dan sebagai sarana angkutan. Hewan darat memanfaatkan air sungai sebagai sumber air minum. Tumbuhan darat memanfaatkan air sebagai sumber air untuk proses fotosintesis. Hewan dan tumbuhan sungai memanfaatkan air sungai sebagai tempat hidup.
  4. Apakah persediaan air sungai dapat berkurang karena menguap saat terkena panas matahari? Jelaskan jawabanmu. Dalam kondisi normal, air sungai tidak berkurang karena menguap. Siklus air akan mengembalikan air yang menguap. Namun, dalam kondisi kemarau yang sangat ekstrim, sungai dapat mengalami kekeringan.
  5. Faktor-faktor apa yang dapat mempengaruhi persediaan air sungai? Curah hujan, cuaca, dan kondisi hulu sungai.
  6. Gambarlah siklus air pada air sungai!
Siklus Air Sungai
Manfaat sungai selain yang telah disebutkan di atas bagi kehidupan manusia memang sangat penting dan sangat vital, seluruh makhluk hidup yang ada di bumi juga membutuhkan sungai.
  1. Penampung air. Sungai dapat menampung debit air yang turun ke tanah melalui hujan.
  2. Mengalirkan air ke hilir. Air memiliki sifat bergerak dari tempat yang tinggi menuju tempat yang rendah. 
  3. Pembangkit listrik. Sungai dapat menjadi salah satu energi yang dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. 
  4. Mencari nafkah. Sungai juga sering dimanfaatkan sebagai sumber nafkah dari berbagai kalangan masyarakat. Beberapa jenis mata pencaharian yang memanfaatkan sungai : nelayan pencari ikan, tambak ikan dan penambang pasir
  5. Sumber bahan makanan. Beberapa keanekaragaman hayati yang ada di sungai dapat menjadi bahan konsumsi, baik bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Biasanya bahan konsumsi yang paling umum ditemukan pada sungai ialah jenis ikan – ikan air tawar.
  6. Sebagai sumber irigasi. Air sungai dapat dialirkan ke lahan dan para petani kebutuhan air tanamannya dapat terpenuhi.

Dengan manfaat tersebut, marilah kita jaga sungai kita agar tidak tercemar dan dapat memaksimalkan fungsinya bagi kehidupan makhluk hidup.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 3:15 PM

Kegiatan Literasi Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 1

Berbeda dengan subtema 1–3, kegiatan disini diarahkan untuk mengasah daya nalar dan berpikir tingkat tinggi. Rancangan kegiatan merupakan kegiatan-kegiatan besar yang membuka kesempatan bertanya dan menggali informasi yang dekat dengan keseharian siswa. Guru sebaiknya membaca seluruh pembelajaran terlebih dahulu serta Perhatikan kebutuhan alat dan bahan dimana kegiatan pada minggu ke-4 dari Subtema 4 ini adalah Kegiatan Berbasis Proyek dan Literasi.

Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) adalah sebuah model pembelajaran yang menggunakan proyek (kegiatan) sebagai inti pembelajaran. Dalam kegiatan ini, siswa melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, dan sintesis informasi untuk memperoleh berbagai hasil belajar (pengetahuan, keterampilan, dan sikap).

Sedangkan literasi adalah kemampuan individu di dalam mengolah serta memahami informasi pada saat menulis ataupun membaca. Istilah literasi dalam bahasa latin disebut sebagai Literatus yang artinya adalah orang yang belajar, namun National Institut for Literacy sendiri menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan literasi adalah kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat.

Pada tema 8 subtema 1 Manusia dan Lingkungan Pembelajaran 1, siswa diarahkan untuk melakukan wawancara kepada warga sekolah: kepala sekolah, guru, siswa, dan penjaga sekolah. Siswa mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai informasi-informasi berikut.
  1. Kegiatan ekononomi dalam keluarga (misalnya: dalam perdagangan, pertanian, industri, peternakan, atau jasa).
  2. Kegiatan sehari-hari yang menggunakan air, baik untuk keperluan rumahtangga maupun kegiatan ekonomi.
  3. Perkiraan banyak air yang digunakan untuk setiap kegiatan.
  4. Sumber air yang digunakan (sumur, PDAM, atau sumber lain).

Hasil wawancara dicatat dalam tabel berikut.
Nama : _____________________
Kegiatan ekonomi dalam keluarga:
Kegiatan yang Menggunakan Air Perkiraan Banyak Air yang
Digunakan (dalam liter)
Sumber Air
Pertanian 4.000 Sungai
Peternakan 1.000 Sumur
Perikanan 5.0000 Sungai
Perkebunan 2.500 Sumgai
Industri 3.000 PDAM

Dari data yang didapat, siswa menganalisis data tersebut dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut.
  1. Kegiatan apa saja yang membutuhkan banyak air? Perikanan
  2. Mengapa kegiatan itu memerlukan banyak air? Air merupakan tempat hidup ikan, tanpa air ikan tidak bisa hidup.
  3. Apa fungsi air dalam kegiatan itu? Air berfungsi sebagai tempat hidup ikan.
  4. Apa fungsi dari kegiatan itu? Dengan kegiatan perikanan maka kebutuhan gizi terutama protein akan dapat terpenuhi.

Mempertanyakan dan Menganalisis
Dari tabel hasil wawancara, siswa mengidentifikasi kegiatan yang terbanyak menggunakan air. Siswa dapat menuliskan dalam tabel berikut atau menyajikannya dalam bentuk diagram.
No. Kegiatan yang Membutuhkan Air Banyaknya Air (l)
1. Pertanian 4.000
2. Peternakan 1.000
3. Perikanan 5.0000
4. Perkebunan 2.500
5 Industri 3.000
Diagram :
Grafik Kegiatan Ekonomi
Dari analisis kegiatan ini, siswa memperoleh gagasan tentang apa yang perlu dikaji lebih jauh. Setelah mengidentifikasi hal-hal yang perlu dikaji lebih jauh, siswa menindaklanjuti dengan mengumpulkan informasi yang relevan sebanyak mungkin. Siswa boleh melakukan hal tersebut dengan berbagai macam cara, antara lain.
1. Membaca buku-buku referensi dari perpustakaan.
2. Berdiskusi.
3. Bertanya kepada guru.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 3:09 PM

Menyanyikan Lagu Kampungku Karya AT Mahmud

AT Mahmud terkenal sebagai pencipta lagu anak-anak. AT Mahmud yang memiliki nama lengkap Masagus Abdullah Mahmud lahir di Palembang pada tanggal 3 Februari 1930. Teman-teman sekolah atau tetangga beliau dipanggil dengan nama “Totong", Nama tersebutlah yang menjadi nama populer AT Mahmud (Abdullah Totong Mahmud).

AT Mahmud mulai merintis karir sebagai pencipta lagu anak secara profesional ketika bekerja di SGTK Jakarta Selatan. Di tempat tersebut beliau membantu siswa-siswi SGTK untuk mengarang lagu anak-anak. Nama AT Mahmud mulai diperbincangkan, kemudian beliau diminta oleh RRI untuk mengasuh siaran anak-anak pada sore hari.

Siaran tersebut membuat AT Mahmud semakin terkenal namanya sebagai pencipta lagu. Tahun 1968, TVRI meminta beliau untuk mengoordinasi acara “Ayo Menyanyi” acara anak-anak yang paling digemari pada masa itu. Acara “Ayo Menyanyi” membuat AT Mahmud dilirik berbagai perusahaan rekaman seperti Elshinta, Fornada dan Canary Records.

Lagu-lagu beliau kemudian direkam menjadi piringan hitam pada akhir tahun ‘60-an. Pada periode 1980-1990, penerbit-penerbit besar membantu menerbitkan buku kumpulan lagu anak-anak karangan beliau.  Dedikasi beliau memperoleh banyak penghargaan musik bergengsi. AT Mahmud wafat pada bulan Juli 2010.

Lagu Kampungku diciptakan oleh AT Mahmud. Nada dasar yang digunakan pada lagu tersebut adalah Do = C. Sedangkan tanda tempo yang digunakan adalah Agak Cepat. Artinya lagu tersebut dinyanyikan dengan tempo agak cepat. Lagu “Kampungku” menceritakan sebuah kampung di tepi sungai tempat perahu-perahu melintas. Rumah-rumah di kampung itu terbuat dari bambu.

Berikut ini not lagu Kampungku karya AT Mahmud.
Kampungku
Kampungku
Kam pungku tepi sungai dengan rumah bambu
Kam pungku tepi sungai tempat lintas prahu
Di sana mulai kembang rasa kasih sayang
Padamu kampung slalu kukenang

Ayo Bercerita
  1. Apa judul lagu itu? Kampungku
  2. Siapa penciptanya? AT Mahmud
  3. Apa nada dasar yang digunakan? Do = C
  4. Apa tanda tempo yang digunakan? Agak Cepat
  5. Apa arti tanda tempo itu? Artinya lagu tersebut dinyanyikan dengan tempo agak cepat.
  6. Bacalah syair lagu tersebut. Bercerita tentang apakah teks lagu itu? Lagu “Kampungku” menceritakan sebuah kampung di tepi sungai tempat perahu-perahu melintas. Rumah-rumah di kampung itu terbuat dari bambu.
Ayo Bernyanyi
Berlatihlah menyanyikan lagu “Kampungku” hingga dapat bernyanyi dengan baik. Perhatikan pula pengucapan syair lagu agar jelas dan dipahami oleh pendengar. Kemudian, nyanyikan bersama teman-temanmu. Gunakan alat musik yang ada di sekitarmu untuk mengiringi. Selanjutnya nyanyikan lagu “Kampungku” dengan nada dasar yang berbeda. Rasakan mana yang lebih nyaman bagimu untuk menyanyikannya.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 9:47 AM

Tugas Keunikan Ragam Budaya Indonesia dan Daerahku

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat keaneragaman budaya ayang tinggi. Tidak saja keanekaragaman budaya kelompok suku bangsa namun juga keanekaragaman budaya dalam konteks peradaban, tradsional hingga ke modern, dan kewilayahan.

Dengan keanekaragaman kebudayaannya Indonesia dapat dikatakan mempunyai keunggulan dibandingkan dengan negara lainnya. Keberagaman budaya terbentuk bukan dengan sendirinya. Faktor utama pembentuk keberagaman adalah manusia yang memiliki kebudayaan tersebut. Selain itu masih ada faktor lain. Sebagai generasi muda memiliki kewajiban untuk melestarikan kebudayaan yang ada saat ini.
Ragam Budaya Indonesia
Sikap menghormati keragaman budaya bangsa dapat dilakukan dengan cara-cara berikut :
  1. Bangga dengan kebudayaan daerah ataupun kebudayaan nasional.
  2. Melestarikan nilai-nilai budaya yang telah ada.
  3. Menghormati kebudayaan daerah bangsa Indonesia.
  4. Tidak menjelek-jelekkan kebudayaan suku bangsa lain.
  5. Lebih senang dengan kebudayaan nasional daripada budaya luar negeri.
  6. Tidak menonjolkan kebudayaan daerah sendiri.
  7. Mempelajari dan menikmati kebudayaan daerah lain
  8. Selalu bersikap positif dan selektif terhadap budaya luar

Kerjakan tugas ini bersama kelompokmu. Setiap kelompok terdiri atas 4-5 siswa.
  1. Tuliskan daftar kosakata dari bahasa Indonesia dan bahasa daerahmu yang sesuai artinya. Tuliskan paling sedikit 25 kata.
  2. Identifikasi nama dan keunikan pakaian adat dari daerahmu.
  3. Tuliskan judul lagu-lagu daerah di Indonesia.

1. Kosa Kata Bahasa Jawa
Bahasa Indonesia Bahasa Jawa Bahasa Indonesia Bahasa Jawa
Saya aku, kula, dalem Dekat cedak, cerak
Kamu kowe, panjenengan Uang dhuwit, arta
Rumah omah, griya Air banyu, toya
Berjalan mlaku, mlampah Jalan dalan, margi
Duduk lungguh, lenggah Semua kabeh, sedanten/sedaya
Membaca maca, maos Lebih luwih, langkung
Menulis nulis, nyerat Sangat banget, sanget
Makan dhahar, nedha, mangan Dari seka, saking
Minum ngombe, ngunjuk Sekarang saiki, sakmenika
Mandi adus, siram Tua tuwo, sepuh
Pergi lunga, tindhak Baru anyar, enggal
Tidur turu, tilem, sare Mahal larang, awis
Berbicara omong, ngendika Dingin adhem, asrep
Datang teko, rawuh Kemarin wingi, kolowingi
Kecil cilik, alit Besok sesuk, benjang
Sedikit sithik, sakedhik Bawah ngisor, ngandhap
Betul bener, leres Lapar ngelih, luwe
Punya duwe, kagungan Bahagia seneng, rahayu
Ada ana, wontwn Sakit lara, gerah
Mau gelem, kersa Pagi esuk, enjing
Jangan ojo, ampun Malam bengi, dalu
Datang teko, rawuh Berapa pira, pinten
Dengar krungu, mireng Belum durung, dereng
Suka senen, remen Bagus apik, sae
Tahu ngreti, ngertos Betul bener, leres
Jauh adoh, tebih Besar gedhe, ageng

2. Pakaian Adat
Nam dari pakaian adat Jawa Tengah untuk pria adalah Jawi Jangkep, pakaian tradisional ini terdiri dari baju beskap, keris, stagen, blankon, alas kaki cemila dan kain jarik, biasanya pakaian adat ini digunakan pada saat acara tertentu seperti upacara adat. Pemakaian aksesoris di pakaian adat Jawa Tengah ini memiliki filosofi tersendiri seperti.
  1. Blankon Memiliki makna jika seorang pria harus mempunyai pikiran yang teguh. 
  2. Baju Beskap Memiliki makna bahwa seorang pria harus memperhitungkan segala perbuatan yang dilakukannya. 
  3. Kain Jarik Mengisyaratkan agar seorang pria jangan sampai melakukan sesuatu dengan keliru. Keris Memiliki makna jika seorang pria harus kuat terhadap godaan setan, dan juga melambangkan sebagai keperkasaan pria. 

Pakaian adat wanita disebut kebaya, selain dengan baju batik, pakaian adat Jawa Tengah untuk wanita juga dilengkapi dengan kemben sebagai penutup dada dan kain jarik batik sebagai bawahan. Pakaian adat wanita juga memiliki filosofi tersendiri, yaitu melambangkan kepribadian perempuan Jawa yang patuh, lemah lembut, dan halus.
  1. Kain jarik Selain sebagai penutup bagian bawah, juga memiliki arti bahwa wanita merupakan sosok yang bisa menjaga kesucian dirinya serta tidak mudah menyerahkan diri kepada siapapun. 
  2. Stagen berfungsi sebagai perlambang perempuan yang mampu menyesuaikan diri.

Lagu Daerah Di Indonesia
Provinsi Lagu Daerah Provinsi Lagu Daerah
NAD Bungong Jeumpa, Lembah Alas, Piso Surit, Seulanga, Sepakat Segenap NTB Helele U Ala De Teang, Moree, Orlen-Orlen, Pai Mura Rame, Tebe Onana, Tutu Koda
Sumut Anju Ahu, Bungo Bangso, Cikala Le Pongpong, Bungo Bangso, Butet, Dago Inang Sarge, Lisoi, Madekdek Magambiri, Mariam Tomong, Nasonang Dohita Nadua, Rambadia, Sengko-Sengko, Siboga Tacinto, Sinanggar Tulo, Sing Sing So, Tapian Nauli NTT Anak Kambing Saya, Oras Loro Malirin, Sonbilo, Tebe Onana, Ofalangga, Do Hawu, Bolelebo, Desaku, Lewo Ro Piring Sina, Bengu Re Le Kaju, Aku Retang, Gaila Ruma Radha, Desaku, Flobamora, Potong Bebek Angsa, Orere, O Nina NoiLereng Wutun
Sumbar Ayam Den Lapeh, Barek Solok, Dayung Palinggam, Kambanglah Bungo, Kampuang Nan Jauh Di Mato, Ka Parak Tingga, Malam Baiko, Kampuang nan Jauh di Mato, Indang Sungai Garinggiang, Rang Talu Kalbar Cik-Cik Periuk, Cak Uncang, Batu Ballah, Alok Galing, Tandak Sambas, Sungai Sambas Kebanjiran, Alon-Alon.
Riau Soleram, Kebangkitan Melayu, Tanjung Katung, Bungo Cempako, Lancang kuning, Langgam Melayu, Ayam Putih Pungguk, Makan Sirih, Uyang Bagan Tak Ondak Belaya, Mak Long, Tuanku Tambusai, Pak Ngah Balek, Puteri Tujuh, Dedap Durhaka, Kutang Barendo Kalteng Kalayar, Naluya, Palu Lempong Popi dan Tumpi Wayu
Kepri Pak Ngah Balek Kalsel Ampar-Ampar Pisang, Paris Barantai, Saputangan Bapuncu Ampat.
Jambi Batanghari, Soleram, Injit-Injit Semut, Pinang Muda, Selendang Mayang Kaltim Indung-Indung.
Sumsel Cuk Mak Ilang, Dek Sangke, Gending Sriwijaya, Kabile-bile, Tari Tanggai Sulut Esa Mokan, Gadis Taruna, Si Patokaan, O Ina Ni Keke, Sitara Tillo, Tahanusangkara dan Tan Mahurang
Babel Yak Miak, Icak-icak Dek Tau Sulbar Bulu Londong, Malluya, Io-Io, Ma'pararuk
Bengkulu Lalan Belek, Sungai Suci dan Umang-umang Sulteng Tondok Kadadingku, Tope Gugu
Lampung Ad-adi Laun Lambar, Lipang Lipandang, Sang Bumi Ghuwa Jughai, Putra Saburai, Bumi Lampung, Adat Lampung, Lampung Sai Agung Sultra Peia Tawa-Tawa dan Tana Wolio
Jakarta Kicir-kicir, Jali-jali, Lenggang Kangkung, Keroncong Kemayoran, Surilang, Terang Bulan, Keroncong Kemayoran, Ondel Ondel, Ronggeng, dan Sirih Kuning, Wak-wak Gung, Sayur Asem G'talo Hulondalo li Pu'u , Bulalo Lo Limutu , Wanu Mamo Leleyangi, Binde Biluhuta dan Dabu-Dabu
Banten Dayung Sampan, Ibu, dan Jereh Bu Guru. Sulsel Angin Mamiri, Pakarena, Sulawesi Parasanganta, Ma Rencong, Ammac Ciang, Anak Kukang, Ati Raja, Batti’batti, Ganrang
Jabar Bubuy Bulan, Cing Cangkeling, Es Lilin, Karatagan Pahlawan, Manuk Dadali, Panon Hideung, Peuyeum Bandung, Pileuleuyan, Tokecang, Sintren Maluku Ambon Manise, Ayo Mama, Buka Pintu, Burung Kakatua, Burung Tantina, Goro-Goro Ne, Gunung Salahatu, Hela Rotan, Huhatee, Lembe-lembe, Mande-mande, Naik-Naik Ke Puncak Gunung, Nona Manis Siapa Yang Punya, O Ulate, Ole Sioh, Rasa Sayange, Sarinande, Saule, Sayang Kene, Tanase dan Waktu Hujan Sore-sore.
Jateng Gambang Suling, Gek Kepriye, Gundul Pacul, Ilir-ilir, Jaranan, Jamuran, Bapak Pucung, Yen Ing Tawang Ono Lintang, Malut Yon Batane, Leng Kali Leng, Togal
DIY Pitik Tukung, Sinom, Suwe Ora Jamu, Te Kate Dipanah. Papua Apuse, Yamko Rambe Yamko, Sajojo
Jatim Keraban Sape, Jamuran, Kidang Talun, Lindri, Tanduk Majeng. Cublak-Cublak Suweng, Gai Bintang, Kembang Malathe, Padhang Wulan P. Barat Mambo Simbo, Wesupe, Rasine Ma Rasine, Diru Diru Nina
Bali Mejangeran, Ratu Anom, Dewa ayu, Janger, Macepet Cepetan, Meyong-Meyong, Ngusak Asik, dan Puteri Ayu Kalut Bebalen, Pinang Sedawar, dan Tuyang
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 6:41 PM

Jenis Usaha Masyarakat Indonesia

Sebagian besar masyarakat Indonesia memiliki usaha yang bergerak di bidang pertanian. Selain pertanian, ada bermacam-macam jenis usaha masyarakat Indonesia. Jenis usaha itu ada yang menghasilkan barang dan ada jenis usaha menghasilkan jasa. Berikut beberapa jenis usaha selain pertanian.

1. Perindustrian
Industri adalah kegiatan memproses atau mengolah barang dengan menggunakan sarana dan peralatan, misalnya mesin. Ada industri yang mengolah bahan baku atau mentah menjadi produk olahan. Ada industri yang hanya mengolah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi. Ada pula industri yang mengolah bahan setengah jadi menjadi bahan jadi.

Ada industri besar dan industri kecil. Industri besar menggunakan peralatan, modal, dan tenaga kerja dalam jumlah besar. Industri kecil menggunakan peralatan, modal, dan tenaga kerja dalam jumlah lebih kecil. Contoh industri kecil, antara lain perajin mebel, pembuatan tahu atau tempe, dan perajin keramik. Contoh industri besar antara lain industri baja, industri mobil, dan industri tekstil.
Jenis Usaha Masyarakat Indonesia
2. Perdagangan
Perdagangan adalah semua hal yang berhubungan dengan kegiatan jual beli. Dalam perdagangan ada perpindahan hak milik. Pedagang membeli barang atau jasa dari suatu tempat pada waktu tertentu, kemudian menjualnya ke tempat lain dengan tujuan memperoleh keuntungan.

Tanpa adanya perdagangan, setiap orang harus memproduksi sendiri segala kebutuhan hidupnya. Dengan adanya perdagangan, produsen menjual hasil produksinya pada konsumen. Barang-barang yang diperdagangkan antara lain bahan makanan, pakaian, hewan, barang elektronika, kendaraan bermotor, dan sebagainya

3. Jasa
Jasa adalah segala aktivitas atau manfaat yang ditawarkan kepada orang lain (konsumen). Meskipun tidak menghasilkan barang seperti misalnya industri konfeksi menghasilkan pakaian. Usaha jasa memberikan pelayanan kepada konsumen. Contoh pekerjaan yang menjual jasa adalah guru, pengacara, dokter, montir mobil, jasa keuangan, pemandu wisata, dan sebagainya.

Ayo Mencoba
Kamu telah membaca teks “Jenis Usaha Masyarakat Indonesia”. Temukan pengertian dan ciri-ciri dari setiap jenis usaha. Tulislah pada peta pikiran berikut.
Perindustrian Perdagangan Jasa
Pengertian
Industri adalah kegiatan memproses atau mengolah barang dengan menggunakan sarana dan peralatan, misalnya mesin.
Pengertian
Perdagangan adalah semua hal yang berhubungan dengan kegiatan jual beli.
Pengertian
Jasa adalah segala aktivitas atau manfaat yang ditawarkan kepada orang lain (konsumen).
Ciri-ciri :
  1. Memiliki modal besar, memiliki tenaga kerja andal, mengolah bahan baku menjadi barang jadi atau setengah jadi.
  2. Berusaha menghasilkan produk yang berkualitas, menyediakan layanan purnajual.
Ciri-ciri :
  1. Mempunyai tempat penyimpan barang yang dibeli dari produsen sebelum dijual lagi kepada pengguna, 
  2. Mengemas barang dagangan dengan baik dan menarik bagi konsumen.
  3. Menyediakan kemudahan layanan bagi konsumen dalam memperoleh dan membayar barang dagangan.
Ciri-ciri :
  1. Mengutamakan layanan yang baik kepada
  2. konsumen
  3. Membutuhkan keahlian khusus sesuai jasa yang ditawarkan
  4. Menjaga loyalitas (kesetiaan) pelanggan.

Ayo Berdiskusi
Buatlah kelompok besar terdiri atas 10-11 siswa.
1. Jenis usaha apa yang dilakukan keluargamu atau tetanggamu? Apa manfaatnya? Tulislah hasilnya dalam bentuk tabel berikut.
No. Nama Siswa Usaha Keluarga Manfaat
1. Edo Jasa (Dokter( Pelayanan kesehatan masyarakat
2. Beni Pertanian Menghasilkan sayur dan buah-buahan
3. Meli Peternakan Menghasilkan daging dan telur
4. Udin Industri Menghasilkan meubelair
5. Lani Jasa (Guru) Pelayanan pendidikan
6. Dayu Industri Menghasilkan tempe dan tahu
7. Siti Perdagangan Menyediakan kebutuhan bahan pangan
8. Wawan Jasa (sopir) Mengantarkan penumpang sampai tujuan
9. Santi Perdagangan Menyediakan bahan sandang masyarakat
10. Ahmad Pertanian Menghasilkan beras

2. Selanjutnya, bersama seluruh temanmu di kelas, hitunglah jumlah jenis usaha yang sudah diidentifikasi. Tulislah hasilnya dalam tabel berikut
No. Jenis Usaha Banyaknya
1. Pertanian 2
2. Peternakan 1
3. Perikanan -
4. Perkebunan -
5. Perdagangan 2
6. Industri 2
7. Jasa 3

3. Berdasarkan tabel yang telah kamu isi di atas, jawablah pertanyaanpertanyaan ini.
a. Jenis usaha apa yang paling sedikit? Peternakan
b. Jenis usaha apa yang paling banyak? Jasa (3 orang)
c. Apa kesimpulan kalian? Keragaman sosial mengakibatkan keragaman jenis usaha yang dilakukan oleh warga/masyarakat

Ayo Menulis
Dari kegiatan di atas, kamu mengetahui keragaman sosial di tempat tinggalmu, yaitu keragaman jenis usaha yang dilakukan oleh warga/masyarakat. Bagaimana sikapmu atas keragaman tersebut? Tulislah dalam tabel berikut.

Sikapku terhadap keragaman jenis usaha warga masyarakat di sekitarku:
Kita harus mensyukuri keragaman sosial masyarakat sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu kita harus bersikap toleran dalam keragaman sosial budaya
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 12:56 PM

Lima Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat

STBM adalah pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Program nasional STBM dikhususkan untuk skala rumah tangga, sehingga program ini adalah program yang berbasis masyarakat.

STBM terdiri dari 5 pilar yaitu Stop buang air besar sembarangan; Cuci tangan pakai sabun; Pengelolaan air minum/makanan rumah tangga; Pengelolaan sampah rumah tangga; Pengelolaan limbah cair rumah tangga.

1. Stop BABs
Buang air besar sudah selayaknya di jamban, baik itu jamban umum maupun jamban mandiri. Buang air besar sembarangan akan mengakibatkan pencemaran air, darat maupun udara dari tinja. Pencemaran tersebut diantaranya bau tidak sedap, dapat menjadi tempat bersarangnya vektor (pembawa penyakit) dan menimbulkan penyakit berbasis air seperti diare dan hepatitis A.

Jika masyarakat tidak mampu untuk membuat jamban mandiri maka bisa dibuat jamban umum misalkan tingkat RT dengan dana iuran antar warga. Jamban yang baik harus disertai dengan septik tank sebagai tempat penampungan tinja, agar tinja tidak mencemari lingkungan.

Seseorang bisa Stop BABS tanpa memiliki jamban, tetapi yang menjadi fokus adalah perubahan perilaku, bukan pembangunan sarana fisik. Prinsip-prinsip BABs antara lain adalah sebagai berikut
  1. Tanpa subsidi kepada masyarakat.
  2. Masyarakat sebagai pemimpin.
  3. Tidak menggurui dan tidak memaksa.
  4. Totalitas; seluruh komponen masyarakat terlibat dalam: Identifikasi masalah; Analisa masalah; Pemilihan teknologi sanitasi; Perencanaan; Pelaksanaan; dPemanfaatan dan pemeliharaan.

Kata kunci jamban sehat adalah AMAN.
  1. Aman ketika tinja tidak mencemari sumber air;
  2. Aman ketika tinja tidak terjamah lalat (tertutup);
  3. Aman ketika orang yang menggunakan jamban itu tidak kejeblok/jatuh/terpeleset (konstruksi kuat);
  4. Aman ketika orang yang menggunakan tidak merasa khawatir diintip orang lain
Jenis jamban
Ada beberapa opsi jamban yang dapat digunakan, antara lain sebagai berikut :
Opsi Jamban Kelebihan Kekurangan
Cemplung dan Plengsengan
  1. Pembuatan mudah;
  2. Murah, terutama jika lubang hanya berupa galian, tanpa batu-bata, semen dan pasir.
  1. Mencemari tanah dan air tanah, terutama di wilayah pemukiman padat;
  2. Dapat mencemari air minum yang bersumber dari air tanah;
  3. Sarang dan tempat lalu lintas binatang (tikus, kecoa, lalat), terutama jika tidak memakai jamban leher angsa;
  4. Bau, terutama jika tidak menggunakan jamban leher angsa.
Jamban leher angsa dengan septik buis beton
  1. Sehat;
  2. Limbah telah diolah, tidak mencemari tanah dan air tanah;
  3. Lebih murah dibandingkan dengan tangki septik lainnya.
  1. Lebih mahal dibandingkan cemplung;
  2. Memerlukan lebih banyak air untuk menyiram jamban, dibandingkan cemplung;
  3. Pembuatan memerlukan keahlian;
  4. Harus dikuras kurang lebih setiap 2 tahun
Jamban leher angsa dengan septik batu bata dua ruang
  1. Sehat;
  2. Limbah telah diolah, tidak mencemari tanah dan air tanah;
  3. Volume lebih besar dibandingan tangki septik buis beton:
  4. Bisa digunakan untuk keluarga besar;
  5. Pengurasan tangki septik lebih lama, biasanya sekitar 5 tahun.
  1. Lebih mahal dibandingkan tangki septik buis beton
  2. Pembuatan memerlukan keahlian
  3. Memerlukan lebih banyak air untuk menyiram jamban, dibandingkan cemplung.
Jamban Dian Desa
  1. Pembelian dapat dilakukan dengan mencicil;
  2. Pengadaan jamban mudah dan cepat:
  3. Tidak perlu mengurusi pembelian material bangunan dan penyewaan tukang;
  4. Perakitan hanya memerlukan beberapa jam;
  5. Sehat;
  6. Limbah telah diolah, tidak mencemari tanah dan air tanah.
  1. Lebih mahal dibandingkan cemplung;
  2. Memerlukan lebih banyak air untuk menyiram kloset, dibandingkan cemplung;
  3. Pembuatan memerlukan keahlian;
  4. Harus dikuras kurang lebih setiap 2 tahun

2. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir
Cuci tangan dapat untuk menyingkirkan kuman yang tidak terlihat oleh mata, seseorang harus mecuci tangan mereka selama 15 detik. Cuci tangan harus disertai dengan sabun, hal ini dikarenakan sabun berfungsi sebagai antiseptik yang dapat membunuh kuman yang menempel di tangan.

Cuci tangan pakai sabun sangat dianjurkan pada 5 waktu berikut yaitu sebelum makan, setelah buang air besar dan buang air kecil, sebelum menyiapkan makan, sebelum mengurusi bayi dan setelah menceboki anak. Cuci tangan dapat mencegah beberapa penyakit seperti Diare, Infeksi Saluran
Pernafasan Akut (ISPA). Flu burung. Cacingan. Mata. Hepatitis-A. dan Polio.

Apa saja keuntungan perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)?
  1. Diare dan ISPA dilaporkan telah membunuh 4 juta anak setiap tahun di Negara-Negara berkembang.
  2. Anak-anak yang tumbuh di daerah miskin berisiko meninggal 10 kali lebih besar dari pada mereka yang tinggal di daerah kaya.
  3. Tangan merupakan pembawa utama kuman penyakit, dan praktik CTPS dapat mencegah 1 juta kematian tersebut di atas.
  4. Praktik CTPS setelah ke jamban atau menceboki anak, dan sebelum menjamah makanan dapat menurunkan hampir separuh kasus diare, dan sekitar seperempat kasus ISPA. Paraktik CTPS juga dapat mencegah infeksi kulit, mata, dan orang dengan HIV/AIDS.

Mengapa tidak cukup hanya dengan mencuci tangan saja?
  1. Mencuci tangan dengan air saja tidak cukup. Penggunaan sabun selain membantu singkatnya waktu cuci tangan, dengan menggosok jemari dengan sabun menghilangkan kuman yang tidak tampak minyak/ lemak/ kotoran di permukaan kulit, serta meninggalkan bau wangi.
  2. Perpaduan kebersihan, bau wangi dan perasaan segar merupakan hal positif yang di peroleh setelah menggunakan sabun.

Bagaimana cara CTPS yang benar?
  1. Praktik CTPS yang benar memerlukan sabun dan sedikit air mengalir.
  2. Air mengalir dari kran bukan keharusan yang penting air mengalir dari sebuah wadah bisa berupa botol, kaleng, ember tinggi, gentong, jerigen atau gayung.
  3. Tangan yang basah disabuni, digosok-gosok bagian telapak maupun punggungnya, terutama di bawah kuku minimal 20 detik. Bilas dengan air mengalir dan keringkan dengan air bersih atau kain, kibas-kibaskan di udara.
  4. Cara termudah untuk waktu 20 detik adalah mencari lagu favorit anak yang dapat dinyanyikan dalam 20 detik. Misalnya lagu (Happy Birthday) dinyanyikan 2 kali.

Beberapa pilihan sarana CTPS antara lain sebagi berikut
Pilihan CTPS
3. Pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga
Air minum dan makanan merupakan sumber berlangsungnya kehidupan manusia, sehingga harus diolah terlebih dahulu sebelum dikonsumsi agar manusia sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit.

Cara sederhana pengolahan air minum adalah dengan mendidihkan air. Cara mengolah air yang lain bisa dengan solar dissel (dijemur dibawah sinar matahari selama minimal 1 jam) dan penyaringan. Selain pengelolaan air minum, pengelolaan makanan tidak kalah penting. Makanan harus dijamin kebersihan dan kemanannya mulai dari pembelian bahan makanan, pengolahan, pemasakan hingga makanan dihidangkan.
Pengolahan AirMerebus
Merebus adalah proses mematikan mikroorganisme penyebab penyakit dengan pemanasan. Air dapat diminum setelah dibiarkan mendidih selama 3-5 menit. Kelebihan merebus adalah ffektif membunuh semua mikroorganisme penyebab penyakit serta sederhana dan telah banyak dikenal.

Cara ini memiliki kelemahan seperti : Memerlukan bahan bakar, yang kadang-kadang sulit didapatkan; Pencemaran udara di rumah, jika memakai kayu bakar dan tungku yang tidak tepat; Mahal dibandingkan dengan opsi lain; Air bisa tercemar lagi, jika penyimpanan air yang sudah direbus tidak benar.

Diinfeksi Dengan Sinar Matahari (SODIS)
SODIS adalah pengolahan air minum dengan penjemuran. Sinar ultraviolet matahari dan panas melumpuhkan mikroorganisme. Mengolah air dengan cara SODIS antara lain sebagai berikut :
  1. Siapkan botol plastik PET transparan ukuran 1,5 liter atau yang lebih kecil, cuci bersih dengan sabun dan gunakan kain yang halus.
  2. Isi botol dengan air baku (mentah), sampai benarbenar penuh, dan tutup rapat. Pastikan air betul-betul jernih.
  3. Jemur di tempat terbuka, pastikan tempat tersebut tidak akan terkena bayang-bayang pohon ataupun lainnya.
  4. Lama penjemuran: Bila hari cerah jemur dari pagi hingga sore atau minimal 6 jam; Apabila hari cerah kadang berawan atau hujan, jemur 2 hari atau lebih (botol tidak perlu diambil bila hari hujan).
  5. Sinergi dari radiasi UV-A dan panas air akan membunuh mikroorganisme dalam air – air aman untuk diminum.

Filter Keramik
Penyaringan dengan keramik khusus yang dilapisi perak nitrat untuk pengolahan air minum – menyaring bakteri dan melumpuhkan bakteri secara kimiawi (dengan lapisan perak nitrat); Kapasitas produksi 2 liter per jam.

Kelbihan : Mudah digunakan dan sangat praktis; Harga air minum yang diolah murah, dibandingkan dengan pengolahan dengan cara lain. Sedangkan kelemahannya adalah teknologi mahal (pembelian
awal), dibandingkan teknologi pengolahan air minum lainnya

Saringan keramik ini memiliki pori-pori dengan ukuran antara 0.6 – 3 mikron. Air yang ditampung saringan ini mengalir lewat pori-pori dengan bantuan gravitasi sehingga partikel padat dalam air dan juga bakteri dan kuman yang ukurannya besar dapat tertahan dalam pori-pori saringan ini.

Keramik ini juga dilapisi perak nitrat. Lapisan ini membunuh mikro-organisme yang tertahan
dalam pori-pori keramik. Lapisan ini tidak larut dalam air, sehingga tidak terbawa beserta air yang diolah. (sudah teruji di laboratorium).

Cara menggunakan Keramik Filter
  1. Jika air yang akan dipakai sangat keruh, saring terlebih dahulu dengan kain halus untuk melakukan pra penyaringan. Tindakan ini akan membuat saringan keramik ini bertahan sampai habis masa pakainya (1,5 tahun);
  2. Tuangkan air ke dalam saringan sesuai dengan kapasitasnya (kira-kira 7.5 L);
  3. Biarkan air menetes melalui pori-pori saringan keramik. Kecepatan air menetes ini antara 1,5 – 2,5 liter per jam;
  4. Untuk saringan keramik yang baru, lakukan proses pengisian saringan hingga penuh dan buang air hasil saringan ini selama 3 (tiga) kali berturut-turut untuk menghilangkan rasa tanah liat;
  5. Setelah itu air sudah dapat langsung diminum tanpa perlu dimasak terlebih dahulu.

Klorinasi
Khlorinasi adalah proses pembubuhan zat khlor dalam air untuk membunuh bakteri dan virus. Khlor adalah bahan kimia yang dapat menembus sel-sel tubuh mikroorganisme dan mematikannya

Klorinasi memiliki beberapa kelebihan diantaranya adalah : Efektif menghilangkan semua
bakteri dan sebagian besar virus; Air masih terlindungi ketika disimpan di wadah penyimpanan; Mudah digunakan dan proses pengolahan lebih cepat dibandingkan dengan proses lain.

Namun klorinasi kurang efektif menghilangkan protozoa.

Wadah Penyimpanan Air Minum
  1. Wadah yang aman adalah yang bertutup, berleher sempit, bermulut sempit dan lebih baik jika dilengkapi dengan keran;
  2. Air minum sebaiknya disimpan di wadah pengolahannya (air yang sudah diolah tidak perlu dipindahkan lagi untuk disimpan, seperti pada filter keramik dan SODIS);
  3. Air yang sudah diolah disimpan dalam wadah yang bersih dan selalu tertutup;
  4. Jangan minum air langsung dari wadah/ keran, gunakan gelas yang bersih dan kering;
  5. Letakkan wadah penyimpanan air minum di tempat yang bersih dan sulit terjangkau oleh binatang;
  6. Wadah air minum sebaiknya dicuci setiap 3 hari atau saat air habis. Gunakan air yang sudah diolah untuk bilasan terakhir.

4. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
Sampah adalah sisa kegiatan manusia yang sudah tidak berguna. Tujuan pengelolaan sampah adalah agar sampah yang dihasilkan tidak menambah masalah atau bahkan memberi hasil guna pada masyarakat. Sampah terdiri dari 2 jenis yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik bisa diolah kembali menjadi kompos sedangkan sampah anorganik bisa didaur ulang atau diolah menjadi kerajinan.

Prinsip utama pengelolaan sampah rumah tangga adalah meminimalkan resiko kesehatan dan sampah tidak dapat dijangkau oleh binatang seperti lalat, babi, anjing, dll. Sampah yang dibiarkan menjadi tempat mencari makan, dan berkembang biak binatang penyebab penyakit:
  1. Lalat berkembang biak di tempat sampah dan pembawa utama kuman bakteri penyebab diare karena mudah hinggap di makanan atau peralatan makan;
  2. Tikus dapat menyebabkan penyakit disentri dan diare;
  3. Kecoa, lipas, kutu, dan lain-lain;
  4. Nyamuk berkembang biak dalam genangan air di sekitar sampah yang tercecer, dan dapat menyebabkan malaria bahkan demam berdarah;
  5. Binatang yang besar akan senang membuang kotoran di tempat sampah, menyumbang pada jalur transmisi kuman penyebab penyakit;

Sampah yang dibuang sembarangan menghambat saluran air senjadi genangan tempat berkembang biak bagi nyamuk penyebab malaria. Selain itu juga menyebabkan banjir. Air kotor yang mengandung kuman, kotoran dan bibit penyakit akan masuk ke dalam rumah ketika terjadi banjir;

Tumpukan sampah sering menjadi tempat bermain anak sehingga anak mudah terkena penyakit yang dibawa oleh sampah. Anak juga dapat terkena tetanus yang dapat mematikan hanya karena tergores oleh logam bekas di tempat sampah.

Beberapa opsi pengolahan sampah antara lain : dibuat kompos, menggunakan layanan jasa pengangkutan sampah, dikubur dalam lubang, dibakar, dan dijual.

5. Pengelolaan limbah cair rumah tangga
Pengolahan limbah cair diperlukan agar limbah rumah tangga tidak mencemari badan air di lingkungan. Setiap rumah setidaknya memiliki saluran tersendiri yang disalurkan ke dalam tanah dan memiliki penutup. Salah satu contoh tempat pembuangan limbah rumah tangga adalah dengan septik tank.

Beberpa prinsip pengolahan limbah cair rumah tangga antara lain sebagai berikut :
  1. Tidak mencemari sumber air minum (air permukaan maupun air tanah);
  2. Tidak menjadi media berkembang biaknya binatang pembawa penyakit;
  3. Tidak mengotori permukaan tanah, menimbulkan bau;
  4. Konstruksi sederhana dengan bahan yang murah dan mudah didapat;
  5. Pelestarian sumber saya air (misalnya, pemanfaatan kembali air limbah rumah tangga).

Beberapa sarana pengolahan limbah cair rumah tangga antara lain sebagai berikut
  1. Sumur resapan: Sumur resapan dapat berupa lubang galian yang bisa diberi dinding dari batu/batu-bata/buis beton yang tidak diplester, untuk menguatkan struktur. Sumur diisi dengan pengisi sumur berupa batu kali, pasir atau ijuk. Sumur resapan juga mengembalikan air ke dalam tanah, setelah air limbah disaring pori-pori tanah.
  2. Parit/pasangan pipa PVC. Parit adalah galian dangkal, bisa diplester dengan semen supaya lebih awet. Parit ini digunakan untuk mengalirkan air limbah dari sumber ke sumur resapan. Diantara parit dan sumur resapan dibuat bak kontrol untuk menghindari penyumbatan pada aliran air limbah dari sumber ke sumur resapan akibat benda padat yang terkandung dalam air limbah.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 8:16 PM

Jenis Usaha dengan Mengolah Sumber Daya Alam

Untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat melakukan berbagai usaha. Berbagai kegiatan dan jenis usaha yang dilakukan menghasilkan barang dan jasa. Salah satu jenis usaha di masyarakat yaitu mengolah sumber daya alam dari lingkungan.

Kita mengenal berbagai bentuk kegiatan manusia dalam mengolah sumber daya alam untuk mencukupi kebutuhan hidup. Jenis usaha bidang produksi yang bergerak dalam pengolahan sumber daya alam (hewan dan tumbuhan) disebut usaha agraris. Jenis usaha yang termasuk bidang agraris (pertanian dalam arti luas) antara lain persawahan, perkebunan, perhutanan, peternakan, dan perikanan.

Umumnya, usaha persawahan dan perkebunan dilakukan di daerah perdesaan karena tanahnya masih luas. Namun, sekarang kita dapat melakukan usaha penanaman pada lahan sempit, misalnya dengan cara hidroponik (penanaman dengan media air) atau vertikultur (cara bercocok tanam dengan menempatkan media tanam dalam wadah yang disusun secara vertikal). Tanah pertanian ditanami sayur-mayur, buah-buahan, dan palawija. Lahan pertanian juga dimanfaatkan untuk perkebunan. Tanaman perkebunan di antaranya cengkih, teh, karet, cokelat, tembakau, kopi, dan kelapa sawit.
Jenis Usaha
Usaha di bidang peternakan membutuhkan lahan yang luas. Hewan-hewan yang diternakkan antara lain sapi, kambing, domba, itik, dan ayam. Selain itu, ada juga peternakan ulat sutra. Kepompong ulat sutra dapat menghasilkan serat bahan baku kain sutra.

Kegiatan pertanian lainnya adalah perikanan. Usaha di bidang perikanan dapat dilakukan di daerah pantai atau bendungan/waduk. Akan tetapi, ada juga usaha perikanan yang memanfaatkan kolam-kolam di lahan persawahan

Ada pula jenis usaha lain yang memanfaatkan secara langsung sumber daya alam. Jenis usaha ini disebut bidang usaha ekstraktif. Dalam bidang usaha ekstraktif, kita hanya mengambil sumber daya alam tanpa harus mengolahnya terlebih dahulu. Bidang usaha ekstraktif yaitu berburu, pertambangan, dan penebangan hutan.

Ayo Mengamati
Amatilah aktivitas penduduk sekitarmu yang memanfaatkan sumber daya alam. Lakukan bersama kelompokmu. Buatlah laporan dengan contoh berikut. hutan.
No. Jenis Usaha SDA yang digunakan Hasil Usaha Manfaat
1. Kebun sayur Tanah pekarangan Bayam, tomat, kacang panjang Bahan pangan keluarga dan
untuk dijual
2. Berternak Hewan Daging dan Susu Bahan pangan dan untuk dijual
3. Tambak udang Hewan Udang Bahan pangan dan untuk dijual
4. Petani sawah Lahan sawah Gabah dan beras Bahan makanan pokok dan untuk dijual
5. Menebang hutan Hutan Berbagai jenis kayu Sebagai bahan bangunan dan meubelair

Ayo Bercerita
Ceritakan pengamatan kalian di depan kelompok-kelompok lain dan Bapak/Ibu Guru. Bandingkan dengan hasil pengamatan kelompok lain.
Ternyata banyak sekali keragaman sosial di lingkunganku dari jenis-jenis usaha masyarakatnya. Ada yang mennam sayur di tanah pekarangan yang hasilnya untuk dimakan dan juga bisa di jual. Di sekitar lingkunganku juga ada yang memelihara hewan ternak untuk diambil daging dan susunya. Ada juga warga yang membuat tambak udang yang hasilnya bisa dikonsumsi atau juga bisa dijual. Ada juga yang menanam padi di sawah. Mereka menghasilkan beras yang jadi makanan pokok masyarakat sekitar. Selain itu ada juga yang menebang hutan untuk diambil kayunya sebagai bahan bangunan. Keragaman sosial di lingkunganku semakin membuat masyarakt semakin menghargai perbedaan yang ada.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 3:20 PM

Keragaman Budaya Bangsa di Wilayah Indonesia

Kekayaan budaya Indonesia karena berbagai suku bangsa yang ada. Kekayaan itu beragam bentuknya. Beberapa di antaranya berbentuk bahasa daerah, rumah tradisional, pakaian adat, dan kesenian daerah berupa taritarian, alat musik, lagu-lagu, dan upacara adat. Semua budaya tersebut menjadi ciri khas tiap-tiap daerah. Berikut contoh budaya daerah di Indonesia.

1. Bahasa Daerah
Setiap suku bangsa dalam berkomunikasi menggunakan bahasa daerah setempat. Dengan demikian, keragaman suku menghasilkan bahasa yang beragam. Perhatikan contoh keragaman kata akibat keragaman bahasa daerah berikut.
Bahasa Indonesia Bahasa Jawa Bahasa Sunda Bahasa Batak Bahasa Papua
saya aku, kula abdi ahu sa
rumah omah imah bagas ruma

Keragaman bahasa daerah tidak menimbulkan masalah antarsuku bangsa. Hal ini karena dalam komunikasi antarsuku bangsa digunakan bahasa Indonesia yang telah mampu mempersatukan perbedaan bahasa daerah. Berikut ini beberapa keragaman budaya bangsa Indonesia.

Nangroe Aceh Darusalam
  1. Ibukota: Banda Aceh
  2. Suku Bangsa dan Bahasanya: Suku Aceh dengan bahasa Aceh,Suku Aneuk Jamee dengan bahasa Aneuk Jamee yang terdengar seperti bahasa Minang, Suku Kluet, Suku Tamiang dengan bahasa Aceh Tamiang yang hampir seperti bahasa Melayu.,Suku Gayo, dengan bahasa Gayo, Suku Alas, yaitu bahasa Alas, Suku Haloban, Suku Julu termasuk kelompok suku pak pak boang, Suku Devayan, Suku Sigulai..
  3. Tarian: Tari Seudati, Tari Rateb Meusekat, Tari Likok Pulo, Tari Laweut, Tari Pho, Tari Ratok Duek, Tari Tarek Pukat, Tari Rabbani Wahed, Tari Ranup Lam Puan, Tari Rapai Geleng
  4. Lagu daerah: Bungong Jeumpa, Lembah Alas
  5. Alat musik daerah: Serune kalee, tambo
  6. Senjata Tradisional: Rencong
  7. Makanan Khas: Timpan, Masak udang cumi, Gulai Aceh,Daging masak pedas, Korma kambing, Sie Reubeouh cuka, Gulai kepala ikan,Kanji Rumbi,dll

SUMATERA UTARA
  1. Ibukota: Medan
  2. Suku: Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Fakfak, Batak Angkola, Batak Toba, Melayu, Nias, Batak Mandailing, dan Maya-maya
  3. Bahasa daerah: Batak, Karo, Pak pak, Simalungun, Angkola, Mandailing, nias, melayu
  4. Tarian Tradisional: Tari Tor tor, tari terang bulan (karo), Tari Karo Lima Serangkai, Tari kuala deli tanjung katung medan, Tari Dembas Simenguda Tapanuli, Tari Kemuliaan Man Dibata Karo, Tari bolo bolo karo, Tari Begu Daleng, Tari Ngari ngari.
  5. Adat Istiadat: Mangalahat Horbo
  6. Lagu daerah: Anju Ahu, Bungo Bangso, Cikala Le Pongpong, Bungo Bangso, Butet, Dago Inang Sarge, Lisoi, Madekdek Magambiri, Mariam Tomong, Nasonang Dohita Nadua, Rambadia, Sengko-Sengko, Siboga Tacinto, Sinanggar Tulo, Sing Sing So, Tapian Nauli
  7. Alat musik daerah: Aramba
  8. Senjata Tradisional: Piso Surit
  9. Makanan Khas: Lalamak, Sangsang, Bika Ambon, Tasak Telu, Anyang, Gulai Tumbuk, Mie Keling, Palai Bada Sibolga,dll
Keragaman Budaya
SUMATERA BARAT
  1. Ibukota: Padang
  2. Suku: Minangkabau, Melayu, dan Mentawai, Tanjuang Kato, Panyali, Caniago, Sikumbang, Piliang, Simabur, Jambak dan Gusci
  3. Bahasa Daerah: Bahasa Minangkabau (dialek: bukit tinggi, pariaman, pesisir selatan, payakumbuh), Bahasa mentawai, bahasa melayu.
  4. Tarian Tradisional: Tari piring, Tari Payung, Tari Baralek Gadang, Tari Indang Minangkabau, Tari Rantak Minangkabau, Tari Pasambahan Minang, Tari Indang Badinding, Tari Selendang Minangkabau, Tari Panen
  5. Adat Istiadat: Upacara Adat minang Tabuik
  6. Lagu daerah: Ayam Den Lapeh, Barek Solok, Dayung Palinggam, Kambanglah Bungo, Kampuang Nan Jauh Di Mato, Ka Parak Tingga, Malam Baiko, Kampuang nan Jauh di Mato, Kambanglah Bungo, Indang Sungai Garinggiang, Rang Talu
  7. Alat musik daerah: Saluang, talempon
  8. Senjata Tradisional: Karih, Kerambit (di Minang disebut kurambiak/karambiak)
  9. Makanan Khas: Rendang Padang, Lepat ketan, Gulai Pangek, Paniaram, Daging Asam Padeh, Ayam bakar Padang, dll

RIAU
  1. Ibukota: Pekan Baru
  2. Suku: Melayu, Akit, Talang Mamak, Orang utan Bonai, Sakai, dan Laut, dan Bunoi
  3. Bahasa daerah: melayu riau
  4. Tarian Tradisional: Tari Tandak, Tari Zapin, Tari Sinar, Tari Riuh Tamborine, Tari Joged Lambak, Pedang Jenawi.
  5. Adat Istiadat: Ritual Petang Megang, Upacara Adat Potang Maogang di Pelalawan, Ritual mandi syafar
  6. Lagu daerah: Soleram, Kebangkitan Melayu, Tanjung Katung, Bungo Cempako, Lancang kuning, Ayam Putih Pungguk, Makan Sirih, Uyang Bagan Tak Ondak Belaya, Mak Long, Tuanku Tambusai, Pak Ngah Balek, Puteri Tujuh, Dedap Durhaka, Kutang Barendo
  7. Alat musik daerah: Gambus
  8. Senjata Tradisional: Badik
  9. Makanan Khas: Gulai asam pedas ikan patin, Sambal terung asam, Gulai sayur lemak, belacan udang.

JAMBI
  1. Ibukota: Jambi
  2. Suku: Batin, Kerinci, Penghulu, Pedah, Melayu, Jambi, Kubu (anak dalam), dan Bajau
  3. Bahasa: Jambi
  4. Tarian Tradisional: Tari Sekapur Sirih, Tari Selampit Delapan, Tari Rentak Besapih, Tari Kipas Keprak, Tari Selaras Pinang Masak, Tari Selendang mak Inang, Tari Sumbe (Tarian persembahan untuk para dewa), Tari Rangguk (Tarian anak pesta rakyat), Tari Musik Mumkin (Tari untuk permainan musik orang buta), Tari Lesung Gilo (Tari untuk permainan lesung diiringi mantra-mantra), Tari Bakisa (Tarian menumbuk padi), Tari Asik (Tarian untuk mengusir bala penyakit).
  5. Adat Istiadat: kesenian randai, Rarak Godang, Kayat, Zikir, dan Kaba, Tradisi Berdah (dilaksanakan saat terjadi bencana dengan tujuan menolak bencana), Kenduri Seko (bertujuan untuk membersihkan pusaka dalam bentuk keris, tombak, Al Kitab dalam bentuk Ranji–ranji Kuno), Mandi Safar (dilaksanakan pada hari Rabu di akhir bulan Safar bertujuan untuk menolak bala), Mandi Belimau Gedang (dilaksanakan menjelang Ramadhan dengan tujuan menyucikan dan mengharumkan diri)
  6. Kesenian dan Lagu Daerah Lagu daerah: Batanghari, Soleram, Injit-Injit Semut, Pinang Muda, Selendang Mayang
  7. Alat musik daerah: calempong, ogung gong, dan gendang
  8. Senjata Tradisional: Keris
  9. Makanan Khas: Tempoyak, Gulai Rebung Jambi, Putri Kandis Pelangi, gulai tepei ikan, padamaran, dendeng batokok, nasi minyak dll.

SUMATERA SELATAN
  1. Ibukota: Palembang
  2. Suku : Melayu, Kikim, Semenda, Komering, Pasemah, Lintang, Pegagah, Rawas, Sekak Rambang, Lembak, Kubu, Ogan, Penesek Gumay, Panukal, Bilida, Musi, Rejang, dan Ranau
  3. Bahasa daerah: Bahasa Melayu, Bebaso, Baso palembang sari sari
  4. Tarian Tradisional: Tari Tanggai, Tari Putri Bekhusek, Tari Kelindan Sumbay, Tari Kipas Linggau, Tarian Pagar Pengantin, Tari Gending Sriwijaya
  5. Adat Istiadat: Festifal perahu hias dan lomba bidar di sungai musi, Tradisi Telok Abang
  6. Lagu daerah: Cuk Mak Ilang, Dek Sangke, Gending Sriwijaya, Kabile-bile, Tari Tanggai, Melati Karangan, Dek Sangke, Cuk Mak Ilang, Dirut dan Ribang Kemambang
  7. Alat musik daerah: Accordion
  8. Senjata Tradisional: Keris
  9. Makanan Khas: Pempek Palembang, Tekwan, Burgo, Sate Pentul, Mie Celor

BENGKULU
  1. Ibukota: Bengkulu
  2. Suku bangsa: Muko-muko, Pekal, Serawai, Pasemah, Enggano, Kaur, Rejang, dan Lembak
  3. Bahasa daerah: bahasa Melayu Bengkulu, Bahasa Rejang, Bahasa Serawai, Bahasa Pekal dan Bahasa Lembak.
  4. Tarian Tradisional: Tari Andun, Tari Bidadari, Tari Ganau
  5. Adat Istiadat: Upacara Ritual Tabot, Kesenian Berzikir, Kesenian Gamat, Kesenian Gambus dan Kesenian Dendang, , Upacara suku serawai
  6. Lagu daerah: Lalan Belek
  7. Alat musik daerah: Rebana, Doll
  8. Senjata Tradisional: Keris
  9. Makanan Khas: Oncong-oncong pisang

LAMPUNG
  1. Ibukota: Bandar Lampung
  2. Suku: Pesisir, Pubian, Sungkai, Semenda, Seputih, Tulang Bawang, Krui Abung, dan Pasemah
  3. Bahasa: Bahasa Lampung Logat Belalau, Bahasa Lampung Logat Krui, Bahasa Lampung Logat Melinting, Bahasa Lampung Logat Way Kanan, Bahasa Lampung Logat Pubian, Bahasa Lampung Logat Sungkay, Bahasa Lampung Logat Jelema Daya atau Logat Komring, Bahasa Lampung Logat Abung, Bahasa Lampung Logat Menggala
  4. Tarian Tradisional: Tari Jangget, Tari Melinting, Tari ngelajau, Tari Sembah, Tari Bedana.
  5. Adat Istiadat: Upacara cakak papadun
  6. Lagu daerah: Cangget Agung, Lipang Lipandang,
  7. Alat musik daerah: Bende, kulintang, gamolan lampung, serdam, ghujih, gung/ talo balak
  8. Senjata Tradisional: Keris, Badik
  9. Makanan Khas: Srawit Lampung, Punyeu Baung, Malbi Hati, Gulai Balak, Gulai Taboh, Maksuba,dll

DKI JAKARTA
  1. Ibukota: Jakarta
  2. Suku dan bahasa: Betawi
  3. Tarian Tradisional: Tari Topeng, Tari Ronggeng, Tari Yapong
  4. Adat Istiadat: Upacara Adat Palang Pintu, Pelengkap Pernikahan khas Betawi
  5. Lagu daerah: :Kicir-kicir, Jali-jali, Lenggang Kangkung, Keroncong Kemayoran, Surilang, Terang Bulan,dll.
  6. Kesenian Daerah: Ondel ondel Musik gambus, Orkes Tanjidor, Gambang kromong, Samrah
  7. Senjata Tradisional: Badik, Golok
  8. Makanan Khas: Kerak Telor, Ketoprak Betawi,Daging Asam, Talam Ebi,NasiUlam, Geplak Bakar Betawi, Dodol Betawi, Tauge Goreng, Soto Betawi

BANTEN
  1. Ibukota: Serang
  2. Suku: Baduy, Sunda, dan Banten
  3. Tarian Tradisional: Tari Topeng
  4. Adat Istiadat: Debus banten, Sunda wiwitan (Pemujaan terhadap arwah nenek moyang suku Badui)
  5. Lagu daerah: Dayung Sampan
  6. Alat musik daerah: Gendang
  7. Senjata Tradisional: Kujang, Golok
  8. Makanan Khas: Bubur Ayam Banten, Angeun Lada, Nasi sumsum, kue balok menes, gemblong, emping

JAWA BARAT
  1. Ibukota: Bandung
  2. Suku bangsa dan bahasa: Sunda, Jawa cirebon, indramayu
  3. Tarian Tradisional: Tari Topeng Kuncaran, Tari Merak, Tari Jaipong
  4. Adat Istiadat dan kesenian: Rampak Gendang, Calung, Wayang Golek, Upacara Memitu (Jawa Barat, Indramayu), Lakon pantun Lutung Kasarung, sisingaan, kuda renggong, kuda lumping, degung, rengkong, bangreng, bajidoran, cianjuran
  5. Lagu daerah: Bubuy Bulan, Cing Cangkeling, Es Lilin, Karatagan Pahlawan, Manuk Dadali, Panon Hideung, Peuyeum Bandung, Pileuleuyan, Tokecang
  6. Alat musik daerah: Kacapi, Angklung calung, Gendang, Goong, Saron,Bonang, Kacapi, Rebab, Jenglongserta Terompet
  7. Senjata Tradisional: Kujang
  8. Makanan Khas: Oncom, pepes, Sirpan, siomay Bandung, sate Bandeng, Daging lapis, Pepes Ikan Majalaya, Sayur Asem,Empal Gentong, Nasi Jamblang, Nasi Lengko,dll

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
  1. Ibukota: Yogyakarta
  2. Suku bangsa dan Bahasanya: Jawa
  3. Tarian Tradisional: Tari Serimpi Sangupati, Tari Bedaya
  4. Adat Istiadat: Upacara adat Mbah Bregas dari Ngino, Margoagung, Sayegan, Upacara adat Bathok Bolu dari Sambiroto, Purwomartani, Kalasan, Upacara adat Jumedhulinng Maeso Suro dari Srigading, Sanden, Upacara adat Dhekahan Gedhe dari Payak, Srimulyo, Piyungan, Upacara adat Daruno Daruni dari Bugel, Panjatan, Upacara adat Bersih Desa Rajaban dari Jatimulyo, Girimulyo, Upacara adat Rasulan dari desa Bobung, Putat, Patuk, Upacara adat Rasulan dari Kepek, Wonosari, Upacara adat Merti Golong Gilig dari Dipowinatan,Keparakan, Mergangsa, Upacara adat Ba’da Kupat dari Pandeyan, Umbulharjo
  5. Lagu daerah: Pitik Tukung, Sinom, Suwe Ora Jamu, Te Kate Dipanah
  6. Alat musik daerah: Gendang
  7. Senjata Tradisional: Keris
  8. Makanan Khas: Bapia, Gudeg Jogja, Geplak Bantul, Ayam Bakar Kalasan,dl

JAWA TENGAH
  1. Ibukota: Semarang
  2. Suku: Jawa, Karimun, dan Samin
  3. Bahasa: Jawa
  4. Tarian Tradisional: Tari Bambangan Cakil, Tari Gandrung, Tari Sintren
  5. Adat Istiadat: Upacara Adat Dugderan
  6. Lagu daerah: Gambang Suling, Gek Kepriye, Gundul Pacul, Ilir-ilir, Jamuran, Bapak Pucung, Yen Ing Tawang Ono Lintang, Stasiun Balapan
  7. Alat musik daerah: Gamelan
  8. Senjata Tradisional: Keris
  9. Makanan Khas: Lumpia, Ampyang, Nasi Kuning Banjar, Nasi Gandul,dll

JAWA TIMUR
  1. Ibukota: Surabaya
  2. Suku: Jawa, Madura, Tengger, dan Osing
  3. Bahasa: Jawa, Madura
  4. Tarian Tradisional: Tari Remong, Tari Reog Ponorogo
  5. Adat Istiadat: upacara adat kasodo di Bromo
  6. Lagu daerah: Keraban Sape, terompet reog Tanduk Majeng
  7. Alat musik daerah: Bonang,
  8. Senjata Tradisional: Clurit
  9. Makanan Khas: Semanggi, Rujak Cingur, Bakso Malang, Tahu Campur Lamongan, Pecel Tumpang Kediri, Japit Udang Madura, Kue Lapis Surabaya ,Soto Madura, Sate Ayam Madura,dll

BALI
  1. Ibukota: Denpasar
  2. Suku bangsa dan Bahasanya: Bali Aga dan Bali Majapahit
  3. Tarian Tradisional: Tari Legong, Tari Kecak, Tari Pendet
  4. Adat Istiadat: Upacara Ngaben
  5. Lagu daerah: Mejangeran, Ratu Anom
  6. Alat musik daerah: Pareret pangasih asih, cengceng
  7. Pakaian Adat: Pakaian tradisional Payas Agung
  8. Senjata Tradisional: Keris
  9. Makanan Khas: Be’siap Base Palaleh, Sate Be’Sampe, Zukut Undis, Ayam Bakar Betutu, Jukut Urap, Serapah Daging, Kenus Mebase,dl

NUSA TENGGARA BARAT (NTB)
  1. Ibukota: Mataram
  2. Suku: Bali, Sasak, Samawa, Mata, Dongo, Kore, Mbojo, Dompu, Tarlawi, dan Sumba
  3. Bahasa: sasak
  4. Tarian Tradisional: Tari Mpaa Lenggogo, Tari Batunganga
  5. Adat Istiadat: meracik atau selarian
  6. Lagu daerah: Helele U Ala De Teang, Moree, Orlen-Orlen, Pai Mura Rame, Tebe Onana, Tutu Koda
  7. Alat musik daerah: Serunai
  8. Senjata Tradisional: Keris
  9. Makanan Khas: Gecak Sape, Ayam Taliwang, dll

NUSA TENGGARA TIMUR (NTT)
  1. Ibukota: Kupang
  2. Suku: Sabu, Sumba, Rote, Kedang, Helong, Dawan, Tatum, Melus, Bima, Alor, Lie, Kemak, Lamaholot, Sikka, Manggarai, Krowe, Ende, Bajawa, Nage, Riung, dan Flores
  3. Tarian Tradisional: Tari Perang, Tari Gareng Lameng
  4. Lagu daerah: Anak Kambing Saya, Oras Loro Malirin, Sonbilo, Tebe Onana, Ofalangga, Do Hawu, Bolelebo, Lewo Ro Piring Sina, Bengu Re Le Kaju, Aku Retang, Gaila Ruma Radha, Desaku, Flobamora, Potong Bebek Angsa
  5. Alat musik daerah: Sasando
  6. Senjata Tradisional: Sundu
  7. Makanan Khas: Gecak Sape,Petepah Manuk, dll

KALIMANTAN BARAT
  1. Ibukota: Pontianak
  2. Suku: Kayau, Ulu Aer, Mbaluh, Manyuke, Skadau, Melayu-Pontianak, Punau, Ngaju, dan Mbaluh
  3. Tarian Tradisional: Tari Monong, Tari Zapin Tembung
  4. Lagu daerah: Cik-Cik Periuk, Cak Uncang, Batu Ballah, Alok Galing, Tandak Sambas, Sungai Sambas Kebanjiran, Alon-Alon
  5. Alat musik daerah: Tuma
  6. Senjata Tradisional: Mandau
  7. Makanan Khas: Kue Limpin, Mesbah Ubi Singkong, Lapis Susu, dll

KALIMANTAN TENGAH
  1. Ibukota: Palangkaraya
  2. Suku: Kapuas, Ot Danum, Ngaju, Lawangan, Dusun, Maanyan, dan Katingan
  3. Tarian Tradisional: Tari Balean Dadas, Tari Tambun & Bungai
  4. Adat Istiadat: Upacara adat Ritual Tiwah dari suku dayak
  5. Lagu daerah: Kalayar
  6. Alat musik daerah: Japen
  7. Senjata Tradisional: Mandau
  8. Makanan Khas: Kalo-kalo

KALIMANTAN SELATAN
  1. Ibukota: Banjarmasin
  2. Suku: Ngaju, Laut, Maamyan, Bukit, Dusun, Deyah, Balangan, Aba, Melayu, Banjar, dan Dayak.
  3. Tarian Tradisional: Tari Baksa Kembang, Tari Radap Rahayu
  4. Adat Istiadat: Upacara pembakaran mayat, upacara penyambutan kelahiran anak, upacara penguburan mayat
  5. Lagu daerah: Ampar-Ampar Pisang, Paris Barantai, Saputangan Bapuncu Ampat
  6. Alat musik daerah: Panting, saung gauk
  7. Senjata Tradisional: keris
  8. Makanan Khas: Ayam masak hijau, Buah Jinggah, Masak Habang, Amaparan Tatak pisang, Sambal Goreng Bawak Serentak,dll

KALIMANTAN TIMUR
  1. Ibukota: Samarinda
  2. Suku bangsa dan Bahasanya Suku: Ngaju, Otdanum, Apokayan,Punan, Murut, Dayak, Kutai, Kayan, Punan, dan Bugis
  3. Tarian Tradisional: Tari Perang, Tari Gong
  4. Lagu daerah: Indung-Indung
  5. Alat musik daerah: Sampek
  6. Senjata Tradisional: Mandau
  7. Makanan Khas: Sanga Cobek Salat, Petah, Ayam Cincane,dll

KALIMANTAN UTARA
  1. Ibukota: Tanjung Selor
  2. Suku: Suku Tidung, Suku Bulungan, Suku Banjar, dan Suku Dayak
  3. Bahasa: bahasa tidung, bahasa bulungan, bahasa kalabakan, bahasa murut sembakung, bahasa murut serudung.
  4. Tarian Tradisional: Tari Jepen
  5. Adat Istiadat: doa tolak bala upacara adat tidung
  6. Senjata Tradisional: Mandau

SULAWESI SELATAN
  1. Ibukota: Makasar
  2. Suku: Mandar, Bugis, Toraja, Sa’dan, Bugis, dan Makassar
  3. Tarian Tradisional: Tari Bosara, Tari Kipas
  4. Adat Istiadat: Upacara Adat Rambu Solo dari Toraja, Upacara adat Adu Kerbau (Mapasilaga Tedong) dari Tana Toraja
  5. Lagu daerah: Angin Mamiri, Pakarena, Sulawesi Parasanganta, Ma Rencong
  6. Alat musik daerah: Keso keso
  7. Senjata Tradisional: Badik
  8. Makanan Khas: Coto Makassar, Palu Konro, Palu Basa, Nasu Likku, sop Konro, Baronang Bakar, Kapurung, Pallu Mara Cakalang, Barobbo, Barongko, dll

SULAWESI BARAT
  1. Ibukota: Mamuju
  2. Suku: Mandar, Mamuju, Bugis, dan Mamasa
  3. Tarian Tradisional: Tari Patuddu, Tari Kondo Sapata, Tari Kipas.
  4. Lagu daerah: Bulu Londong, Malluya, Io-Io, Ma'pararuk
  5. Alat musik daerah: Kecapi
  6. Senjata Tradisional: Tombak

SULAWESI TENGAH
  1. Ibukota: Palu
  2. Suku: Buol, Toli-toli, Tomini, Dompelas, Kaili, Kulawi, Lore, Pamona, Suluan, Mori, Bungku, Balantak, Banggai, dan Balatar
  3. Bahasa: Buol, toli toli
  4. Tarian Tradisional: Tari Lumense, Tari Moduai, Tari Pule Cinde, Tari Torompio,Tari Dero Poso
  5. Lagu daerah: Tondok Kadadingku, Tope Gugu
  6. Alat musik daerah: Ganda
  7. Senjata Tradisional: Pasatimpo
  8. Makanan Khas: Kaledo

SULAWESI UTARA
  1. Ibukota: Menado
  2. Suku bangsa dan Bahasanya Suku: Minahasa, Bolaang Mangondow, Sangiher Talaud, Gorontalo, Sangir, Ternate, Togite, Morotai, Loda, Halmahera, Tidore, dan Obi
  3. Tarian Tradisional: Tari Maengket, Tari Polo-Palo
  4. Adat Istiadat: Upacara Mane’e (sulawesi utara, kakorotan)
  5. Lagu daerah: Esa Mokan, O Ina Ni Keke, Si Patokaan, Sitara Tillo
  6. Alat musik daerah: kulintang
  7. Senjata Tradisional: Keris
  8. Makanan Khas: Ayam Rica-Rica, Bubur Manado/Bubur Tinutuan, Ayam Garo rica, Tuturuga, Cakalang Pampis, Daging Rica-Rica, woku Belanga, Lalampa, Binte Bilihuta, dll

SULAWESI TENGGARA
  1. Ibukota: Kendari
  2. Suku: Mapute, Mekongga, Landawe, Tolaiwiw, Tolaki, Kabaina, Butung, Muna, Bungku, Buton, Muna, Wolio, dan Bugis
  3. Tarian Tradisional: Tari Dinggu, Tari Balumpa, Tari Lumense, Tari Manguru
  4. Adat Istiadat: upacara adat mataa, pekande kandea, posuo, kabungea, karia, tururangiana andala, aduan kuda, Upacara Adat Religi Goraana Oputa, upacara Adat Religi Qunua
  5. Lagu daerah: Peia Tawa-Tawa
  6. Alat musik daerah: Lado lado, gambus, dole-dole
  7. Senjata Tradisional: keris
  8. Makanan Khas: Sasate Nangka,dll

GORONTALO
  1. Ibukota: Gorontalo
  2. Suku bangsa: Gorontalo, atinggola, suwaw
  3. Tarian Tradisional: Tari Paule Cinde, Tari Polo Palo, tidi lopolopalo, saronde
  4. Adat Istiadat: Upacara malonthalo
  5. Lagu daerah: Hulondalo li Pu'u , Bulalo Lo Limutu , Wanu Mamo Leleyangi
  6. Alat musik daerah: Ganda
  7. Senjata Tradisional: Wamilo, badik
  8. Makanan Khas: Ayam Panggang llolabu, binte biluhuta, ilabulo, ayam bakar iloni, dll

MALUKU
  1. Ibukota: Ambon
  2. Suku: Buru, Banda, Seram, Kei, dan Ambon
  3. Tarian Tradisional: Tari Cakalele, Tari lenso
  4. Lagu daerah: Rasa Sayang-sayange, Ayo Mama, Buka Pintu, Burung Tantina, Goro-Gorone, Huhatee, Kole-Kole, Mande-Mande, Ole Sioh, O Ulate, Sarinande, Tanase
  5. Alat musik daerah: Nafiri
  6. Senjata Tradisional: Parang Salawaku
  7. Makanan Khas: Palai Badar, Dabu-Dabu Sesi, Tumis Bunga Pepaya, Saba’au Sopek Odheng, dll

MALUKU UTARA
  1. Ibukota: Sofifi (dulu disebut ternate)
  2. Suku: Halmahera, Obi, Morotai, Ternate, dan Bacan
  3. Tarian Tradisional: Tari Perang Maluku, Tari nahar ilaa, Tari Lenso
  4. Adat Istiadat: bambu gila

PAPUA BARAT
  1. Ibukota: Manokwari
  2. Suku: Mey Brat, Arfak, Asmat, Dani, dan Sentan
  3. Tarian Tradisional: Tari Selamat Datang, Tari Musyoh
  4. Adat Istiadat: Upacara Tanam Sasi
  5. Lagu daerah: Apuse, Yamko Rambe Yamko
  6. Alat musik daerah: Guoto, triton
  7. Senjata Tradisional: Panah
  8. Makanan Khas: Papeda, Sop Hapire, Aunu Kerang, dll

PAPUA
  1. Ibukota: Jayapura
  2. Suku: Sentani, Dani, Amungme, Nimboran, Jagai, Asmat, dan Tobati.
  3. Tarian Tradisional: Tari Selamat Datang,,Tari Musyoh
  4. Alat musik daerah: Tifa
  5. Senjata Tradisional: Pisau Belati.
  6. Makanan Khas: Papeda, Sop Hapire, Aunu Kerang, dll
2. Rumah Adat
Hampir setiap suku bangsa mempunyai bentuk rumah sebagai tempat tinggalnya yang berbeda-beda. Bangunan rumah setiap suku bangsa disesuaikan dengan kondisi alam. Nama rumah adat setiap daerah pun berbeda. Berikut nama beberapa rumah adat dari berbagai daerah di Indonesia.
No. Rumah Adat Daerah No. Rumah Adat Daerah
1. Rumoh Aceh, Rumah Krong Bade Aceh 18. Rumah Betang Kalteng
2. Rumah Balai Batak Toba, Rumah Bolon Sumut 19. Rumah Baloy Kalut
3. Rumah Gadang Sumbar 20. Rumah Lamin Kaltim
4. Balai Salaso Jatuh atau Rumah Adat Selaso
Jatuh Kembar, Rumah Melayu Atap Belah
Bubung, Rumah Melayu Atap Lipat Kajang,
dan Rumah Melayu Atap Lontik
Riau 21. Rumah Banjar Kalsel
5. Rumah Melayu Atap Limas Potong Kepri 22. Gapura Candi Bentar Bali
6. Rumah Panggung Jambi 23. Laikas Sulut
7. Rumah Bubungan Lima Bengkulu 24. Rumah Adat Doloupa Gorontalo
8. Rumah Limas Sumsel 25. Souraja atau Rumah Raja atau Rumah Besar, Rumah Tambi Sulteng
9. Rumah Rakit dan rumah Limas Babel 26. Rumah Adat Mandar Sulbar
10. Rumah Nuwou Sesat Lampung 27. Rumah Adat Tongkonan Sulsel
11. Rumah Kasepuhan Jabar 28. Rumah Adat Buton atau Rumah Adat Banua
Tada
Sultra
12. Rumah Adat Badui Banten 29. Dalam Loka Samawa NTB
13. Rumah Kebaya dan Rumah Gudang DKI Jakarta 30. Sao Ata Mosa Lakitana NTT
14. Rumah Joglo Jateng 31. Rumah Baileo Maluku
15. Rumah Joglo DIY 32. Rumah Baileo Malut
16. Rumah Joglo Jatim 33. Honai Papua
17. Rumah Panjang Kalbar 34. Honai Papua Barat

3. Pakaian Adat
Pakaian adat tradisional Indonesia merupakan salah satu kekayaan budaya yang dimiliki negara Indonesia. Banyaknya suku-suku dan provinsi yang ada di wilayah negara Indonesia maka banyak pula baju adat yang dimiliki oleh setiap suku di seluruh provinsi Indonesia. Pakaian adat di Indonesia memiliki ciri-ciri khusus dalam pembuatan atau dalam mengenakan pakaian adat tersebut. Berikut beberapa nama pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.
No. Pakaian Adat Daerah No. Pakaian Adat Daerah
1. Elee Balang Aceh 11. Kebaya Ksatrian DIY
2. Ulos Sumut 12. Pesa’an Jatim
3. Bundo Kanduang Sumbar 13. Perang Kalbar
4. Pakaian Tradisional Melayu Riau 14. Pengantian Bagajah Gamuling Baular Lulut Kalsel
5. Teluk Belanga Kepri 15. Kulavi (Donggala) Sulut
6. Aesan Gede Sumsel 16. Baju Nggembe Sulteng
7. Paksian Babel 17. Baju Bodo Sulsel
8. Kebaya Jabar 18. Baju Cele Maluku
9. Baju Pangsi Banten 19. Pakaian Manteren Lamo Malut
10. Kebaya Jateng 20. Lambung dan Pegon (sasak) NTB

4. Kesenian Daerah
Kesenian daerah di wilayah Indonesia sangat beragam. Setiap suku bangsa memiliki kesenian khas terdiri atas tari-tarian dan lagu daerah. Berikut beberapa nama tari dari berbagai daerah di Indonesia.
No. Kesenian Daerah No. Kesenian Daerah
1. Tari Seudati, Tari Saman Meusekat Aceh 18. Tari Tambun dan Bungai, Tari Balean Dadas Kalteng
2. Tari Serampang Dua Belas, Tari Tor-tor Sumut 19. Tarian Kancet Ledo Kalut
3. Tari Piring, Tari Payung Sumbar 20. Tari Gong, Tari Perang Kaltim
4. Tari Tandak, Tari Makan Sirih Riau 21. Tari Baksa Kembang, Tari Radab Rahayu Kalsel
5. Tari Joget Lambak Kepri 22. Tari Legong, Tari Kecak, Tari Pendet Bali
6. Tari Sekapur Sirih, Tari Selampir Del Jambi 23. Tari Maengket, Tari Polo Sulut
7. Tari Andun, Tari Bidadari Teminang Anak Bengkulu 24. Tari Saronde Gorontalo
8. Tari Tanggai, Tari Putri Bekhusek Sumsel 25. Tari Lumense, Tari Moduai, Tari Peule Cinde Sulteng
9. Tari Campak Babel 26. Tari Toerang Batu Sulbar
10. Tari Jangget, Tari Melinting, Tari Badana Lampung 27. Tari Kipas, Tari Bosara Sulsel
11. Tari Jaipong, Tari Topeng Kuncaran, Tari Merak Jabar 28. Tari Balumpa, Tari Dinggu Sultra
12. Tari Merak, Tari Cokek Banten 29. Tari Mpa Lenggogo, Tari Gandrung NTB
13. Tari Topeng, Tari Yopong DKI Jakarta 30. Tari Perang, Tari Caci, Tari Gawi NTT
14. Tari Serimpi, Tari Blambang Cakil, Tari Gambyong Jateng 31. Tari Lenso, Tari Cakelele Maluku
15. Tari Golek Menak, Tari Bedhaya DIY 32. Tari Perang, Tari Nahar Ilaa Malut
16. Tari Remong, Tari Reog Ponorogo, Tari Padang Wulan Jatim 33. Tari Suanggi, Tari Perang Papua Papua
17. Tari Monong, Tari Zapin Tembung Kalbar 34. Tari Selamat Datang, Tari Musyoh Papua Barat

Itulah contoh keragaman budaya yang ada dalam masyarakat Indonesia. Semua itu merupakan kekayaan negara Indonesia yang sangat dikagumi negara lain. Indonesia memang memiliki masyarakat majemuk. Namun demikian, masyarakat Indonesia tetap hidup rukun, saling menghormati, dan bertoleransi antarwarga masyarakat. Masih banyak keragaman masyarakat Indonesia lainnya.
  1. Apa saja jenis-jenis budaya di Indonesia? Jenis-jenis budaya di Indonesia di antaranya adalah kesenian, cara hidup, rumah adat, pakaian adat, upacara adat, dan bahasa.
  2. Bahasa daerah apa yang kamu ketahui? Dapatkah kamu mengucapkan beberapa kata dalam bahasa daerah itu? Bahasa Sunda. Contoh Saya = Abdi, Kamu =Anjeun, dll.
  3. Apa ragam kesenian daerah di Indonesia? Ragam kesenian daerah di Indonesia di antaranya adalah: tari, alat musik, lagu, lukisan, dan patung.
  4. Bagaimana sikapmu atas perbedaan budaya di Indonesia?Kita harus  saling menghargai atas adanya perbedaan budaya dan melestarikan aneka budaya di Indonesia.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 7:20 PM