Zona Laut Menurut Proses Terjadinya, Letak, dan Kedalamannya

Laut adalah sekumpulan air yang sangat luas di permukaan bumi yang memisahkan atau menghubungkan suatu benua atau pulau dengan benua atau pulau lainnya. Laut yang sangat luas disebut samudera. Jadi laut adalah merupakan air yang menutupi permukaan tanah yang sangat luas dan umumnya mengandung garam dan berasa asin. Biasanya air mengalir yang ada di darat akan bermuara ke laut.

Laut merupakan wilayah yang menghubungkan antara wilayah atau daerah yang satu dengan wilayah lainnya lainnya. Laut juga merupakan habitat bagi berbagai macam organisme seperti ikan, terumbu karang, ubur-ubur, dan masih banyak organisme lainnya. Laut dibagi menjadi beberapa zona menurut proses terjadinya, menurut letaknya dan menurut kedalamannya. Berikut ini sedikit penjelasan beberapa zona laut yang ada.

1. Zona Laut Menuru Proses Terjadinya
Menurut para ahli, awal mula laut terdiri dari berbagai versi; salah satu versi yang cukup terkenal adalah bahwa pada saat itu Bumi mulai mendingin akibat mulai berkurangnya aktivitas vulkanik, disamping itu atmosfer bumi pada saat itu tertutup oleh debu-debu vulkanik yang mengakibatkan terhalangnya sinar Matahari untuk masuk ke Bumi.

Akibatnya, uap air di atmosfer mulai terkondensasi dan terbentuklah hujan. Hujan inilah yang mengisi cekungan-cekungan di Bumi hingga terbentuklah lautan. Berdasarkan proses terjadinya perairan laut dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
  1. Laut Ingresi. Laut ingresi terjadi karena dasar laut mengalami penurunan. Kedalaman laut ingresi pada umumnya lebih dari 200 meter. Contoh laut ingresi di wilayah Indonesia antara lain Laut Banda, Laut Flores, Laut Maluku.
  2. Laut Transgresi. Laut Trangresi terjadi karena permukaan air laut bertambah tinggi. Laut transgresi umumnya terdiri dari laut dangkal yang kedalamannya kurang dari 200 meter. Contoh laut transgresi di wilayah Indonesia antara lain Laut Cina Selatan, Laut Jawa, Selat Karimata, Selat Malaka, dan Laut Arafura.
  3. Laut Regresi. Laut regresi terjadi karena laut mengalami penyempitan akibat adanya proses sedimentasi lumpur yang dibawa oleh sungai. Contohnya Laut Banda, Lubuk Laut Flores. dan Selat Makassar.
Laut Banda
2. Zona Laut Menurut Letaknya
Laut yang luas dapat dibagi-bagi ke dalam zona-zona atau wilayah-wilayah berdasarkan suatu kondisi tertentu. Berdasarkan letaknya, laut dapat dibagi menjadi tiga macam, yakni laut pedalaman, laut tepi, dan laut pertengahan :
  1. Laut Tepi adalah laut yang terletak di tepi benua (kontinen) dan seolah-olah terpisah dari samudera luas oleh daratan pulau-pulau atau jazirah. Contohnya Laut Jepang, Laut Cina Selatan dan Laut Arab.
  2. Laut Tengah. Laut tengah atau laut pertengahan yaitu laut yang terletak di antara dua benua. Contohnya Laut Tengah, laut-laut yang ada di wilayah Indonesia.
  3. Laut Pedalaman, yaitu laut terletak di tengah-tengah benua dan hampir seluruhnya dikelilingi oleh daratan. Contohnya Laut Hitam, Laut Kaspia, dan Laut Baltik
Laut Pertengahan

2. Zona Laut Menurut Kedalamannya
Laut mempunyai kondisi topografi yang mirip dengan daratan. Dasar laut memiliki topografi yang tidak rata, sehingga ada yang dalam, ada yang sangat dalam, ada yang dangkal ataupun sangat dangkal. Perbedaan mengenai kedalaman laut ini membuat laut dibedakan menjadi beberapa zona atau bagian yang berbeda- beda. Berdasarkan kedalamnnya, laut menjadi beberapa zona antara lain sebagai berikut:
ZONA LAUT
Berdasarkan kedalamannya, wilayah perairan laut terdiri dari empat zona, yaitu :
  1. Zona Litoral, yaitu wilayah antara garis pasang dan garis surut air laut. Wilayah ini kadang-kadang kering pada saat air laut surut dan tergenang pada saat air laut mengalami pasang. Zona litoral biasanya terdapat di daerah yang pantainya landai. Pada zona ini banyak terdapat banyak binatang, tapi bukan ikan melainkan undur-undur dan jingking atau kepiting darat.
  2. Zona Neritik, adalah daerah dasar laut yang mempunyai kedalaman rata-rata kurang dari 200 meter. Contohnya wilayah perairan laut dangkal di Paparan Sunda dan Paparan Sahul di wilayah perairan Indonesia. Seperti Laut Jawa, Selat Sunda dan Laut Arafuru. Sinar matahari masih banyak di zona ini. zona neritik merupakan bagian yang paling banyak terdapat ikan dan tumbuhan laut.
  3. Zona Batial, adalah wilayah perairan laut yang memiliki kedalaman antara 200 meter – 1.800meter. Secara geologis zona ini merupakan batas antara daratan dengan perairan.
  4. Zona Abisal, adalah wilayah perairan laut yang memiliki kedalaman antara 1800 m sampai 6000 m. Contohnya Palung Laut Banda (7.440meter) dan Palung Laut Mindanao (10.830 meter). Pada zona ini sinar matahari tidak mampu menembus sehingga suhu sangat rendah dan mencapai titik beku air. Selain itu tumbuhan tidak ada lagi dan jumlah binatang menjadi sedikit atau berkurang.

Berdasarkan proses terjadinya perairan laut dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: laut ingersi, regresi dan transgresi. Berdasarkan letaknya laut dibedakan menjadi 3 yaitu laut tepi, laut tengah dan laut pedalaman Berdasarkan kedalamannya laut dibedakan menjadi 4 zona yaitu zona litoral, zona neritik, zona bathial dan zona abyzal.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 11:35 AM

Klasifikasi Dikotom dan Kunci Determinasi

Klasifikasi makhluk hidup adalah suatu cara mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan kesamaan ciri yang dimiliki. Pada awalnya dalam klasifikasi, makhluk hidup dikelompokkan dalam kelompok-kelompok berdasarkan persamaan ciri yang dimiliki.

A. Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup
Sampai saat ini, jumlah makhluk hidup semakin banyak dan beraneka ragam, baik dalam hal ukuran, bentuk, struktur tubuh, maupun cara hidupnya. Karena begitu kompleksnya, tak mungkin klasifikasi mahluk hidup tersebut hanya menggunakan cara-cara sederhana seperti telah dijelaskan di depan. Sistem klasifikasi makhluk hidup terus berkembang seperti perkembangan ilmu-ilmu lain.

Tujuan umum klasifikasi makhluk hidup adalah mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Tujuan khusus/lain dari klasifikasi makhluk hidup adalah seperti berikut.
  1. Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-ciri yang dimiliki
  2. Mendeskripsikan ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup dari jenis yang lain
  3. Mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup
  4. Memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya

B. Dasar-Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup
Klasifikasi merupakan cara terbaik untuk mempermudah dan menyederhanakan objek studi tentang makhluk hidup. Mempelajari klasifikasi dalam biologi sangat penting dalam memahami keanekaragaman makhluk hidup yang sangat kompleks di dunia ini. Masing-masing makhluk hidup memiliki ciri-ciri yang membedakan dengan makhluk hidup lain, tetapi ada beberapa makhluk hidup yang memiliki satu atau lebih persamaan. Berikut ini adalah dasar-dasar klasifikasi makhluk hidup.
  1. Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan yang dimilikinya.
  2. Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan ciri bentuk tubuh (morfologi) dan alat dalam tubuh ( anatomi).
  3. Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan manfaat, ukuran, tempat hidup, dan cara hidupnya.

Kelompok- kelompok tersebut dapat didasarkan pada ukuran besar hingga kecil dari segi jumlah anggota kelompoknya. Namun, kelompok-kelompok tersebut disusun berdasarkan persamaan dan perbedaan.

Urutan kelompok ini disebut takson atau taksonomi. Kata taksonomi sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu taxis (susunan, penyusunan, penataan) atau taxon (setiap unit yang digunakan dalam klasifikasi objek biologi) dan nomos (hukum).Urutan takson atau taksonomi pada makhluk hidup antara lain sebagai berikut.
Bahasa Latin Bahasa Inggris Bahasa Indonesia
Regnum Kingdom Kerajaan
Diviso/Phylum Division/Phylum Divisi/Filum
Classis Class Kelas
Ordo Order Bangsa
Familia Family Suku
Genus Genus Marga
Species Species Jenis

C. Kriteria Klasifikasi Hewan dan Tumbuhan
1. Kriteria Klasifikasi Tumbuhan
Para ahli melakukan pengklasifikasian tumbuhan dengan memperhatikan beberapa kriteria yang menjadi penentu dan selalu diperhatikan. Berikut contohya.
  1. Organ perkembangbiakannya: apakah dengan spora atau dengan bunga.
  2. Habitus/perawakan tumbuhan waktu hidup: apakah tegak, menjalar atau merambat.
  3. Bentuk dan ukuran daun.
  4. Cara berkembang biak: seksual (generatif) atau aseksual (vegetatif)

2. Kriteria Klasifikasi Hewan
Sama halnya dengan pengklasifikasian tumbuhan, dalam mengklasifikasikan hewan,para ahli juga mengklasifikasi dengan melihat kriteria berikut in.
  1. Saluran pencernaan makanan. Hewan tingkat rendah belum punya saluran pencernaan makanan. Hewan tingkat tinggi mempunyai lubang mulut, saluran pencernaan, dan anus.
  2. Kerangka (skeleton): apakah kerangka di luar tubuh (eksoskeleton) atau di dalam tubuh (endoskeleton)
  3. Anggota gerak: apakah berkaki dua, empat, atau tidak berkaki

D. Kunci Determinasi
Dalam proses pengklasifikasian makhluk hidup perlu adanya proses identifikasi. Identifikasi merupakan suatu proses yang dapat kita lakukan untuk menentukan atau mengetahui identitas dari suatu jenis organisme.

Banyak metode yang dapat kita gunakan untuk mengetahui identitas suatu jenis organisme, diantaranya dengan konfirmasi langsung kepada ahlinya, mencocokkan dengan spesimen, atau denganmenggunakan suatu instrumen yaitu kunci identifikasi atau kunci determinasi.

Kunci determinasi tersebut merupakan serangkaian pertanyaan yang dapat menggiring kita sehingga dapat mengetahui nama dari jenis organisme yang ingin kita ketahui identitasnya.

Kunci determinasi merupakan suatu kunci yang dipergunakan untuk menentukan filum atau divisi, kelas, ordo, famili, genus, atau spesies. Dasar yang dipergunakan kunci determinasi ini adalah identifikasi dari makhluk hidup dengan menggunakan kunci dikotom. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kunci determinasi adalah seperti berikut.
  1. Kunci harus dikotomi.
  2. Kata pertama dalam tiap pernyataan dalam 1 kuplet harus identik, contoh: 1) tumbuhan berumah satu … 2) tumbuhan berumah dua …
  3. Pilihan atau bagian dari kuplet harus kontradiktif sehingga satu bagian bisa diterima dan yang lain ditolak.
  4. Hindari pemakaian kisaran yang tumpang tindih atau hal-hal yang bersifat relatif dalam kuplet, contoh: panjang daun 4-8 cm, daun besar atau kecil.
  5. Gunakan sifat-sifat yang biasa diamati.
  6. Pernyataan dari dua kuplet yang berurutan jangan dimulai dengan kata yang sama.
  7. Setiap kuplet diberi nomor.
  8. Buat kalimat pertanyaan yang pendek

Berikut adalah contoh cara membuat kunci determinasi.
Kunci Determinasi
Bentuk diagram seperti di atas adalah merupakan contoh kunci dikotom. Kunci berisi keterangan yang disusun berpasangan dan menunjukkan ciri yang berlawanan. Data pada diagram kunci dikotom di atas, jika ditulis akan menjadi kunci determinasi sebagai berikut:
1. a. Tumbuhan yang berspora..................................... 2a

b. Tumbuhan yang tidak berspora............................ 3a
2. a. Tumbuhan yang berbatang jelas.......................... Suplir

b. Tumbuhan yang tidak berbatang jelas................. Lumut
3. a. Berbiji tertutup..................................................... 4a

b. Berbiji terbuka...................................................... Melinjo
4. a. Biji berkeping dua................................................. 5a

b. Biji berkeping ....................................................... Jagung
5. a. Berbunga kupu kupu............................................ Kedelai

b. Berbunga terompet.............................................. Terung
Kunci Determinasi Pada Hewan
1. a. Hewan tidak bertulang belakang 2 (bila ya lanjutkan ke nomor 2)

b. Hewan memiliki ruas bertulang belakang 3 (bila ya lanjutkan ke nomor 3)
2. a. Tubuh lunak, kaki tidak berbuku-buku. siput (bila ya jawabannya siput)

b. Tubuh tidak lunak dan berbuku-buku 4 (bila ya lanjutkan ke nomor 4)
3. a. Bergerak dengan sirip Ikan (bila ya jawabannya ikan)

b. Bergerak bukan dengan sirip 6 (bila ya lanjutkan ke nomor 6)
4. a. Bersayap 5 (bila ya lanjutkan ke nomor 5)

b. Tidak bersayap lipan (bila ya jawabannya lipan)
5. a. Menyusui anaknya mamalia (bila ya jawabannya kerbau)

b. Tidak menyusui anaknya. 7 (bila ya lanjutkan ke nomor 7)
6. a. Sayapnya sisik. kupu-kupu (bila ya kupu-kupu)

b. Sayapnya lurus belalang (bila ya maka belalang)
7. a. Mengalami metamorfosis. katak (bila ya jawabannya katak)

b. Tidak mengalami metamorfosis. 8 (bila ya lanjutkan ke nomor 8)
8. a. Tidak mengerami telurnya buaya (bila ya jawabannya buaya)

b. Mengerami telurnya. burung (bila ya jawabannya burung)
Nomor Kunci Nama Makhluh Hidup
1a - 2a Siput
1a - 2b - 4a - 6a Kupu-kupu
1a - 2b - 4b Lipan
1b - 3a Ikan
1b - 3b - 5a Kerbau
1b - 3b - 5b - 7a Katak
1b - 3b - 5b - 7 b - 8a Buaya
1b - 3 b - 5b - 7b - 8b Burung
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 10:01 AM

Sistem, Tahapan, dan Tujuan Klasifikasi

Klasifikasi Makhluk hidup adalah pengelompokan makhluk hidup yang mempunyai ciri dan sifat yang sama, dimasukkan ke dalam satu kelompok, dan bila dalam persamaan ditemukan perbedaan ciri dan sifat, maka dipisahkan lagi ke dalam kelompok lain yang lebih kecil, sehingga akan diperoleh kelompok-kelompok makhluk hidup dengan jenjang yang berbeda. Pengelompokkan hasil klasifikasi pada tingkat tingkat yang berbeda atau pada takson yang berbeda disebut taksonomi.

Pada konteks pembelajaran IPA, proses pengelompokan sangat perlu dilakukan terutama dalam pengelompokan makhluk hidup, sehingga mempermudah kita untuk mengenal dan mempelajari keanekaragaman makhluk hidup yang ada di permukaan bumi ini. Pengelompokan makhluk hidup tersebut dinamakan dinamakan klasifikasi.

1. Tujuan dan Manfaat Klasifikasi Makhluk Hidup
Sampai saat ini, jumlah makhluk hidup semakin banyak dan beranekaragam, baik dalam hal ukuran, bentuk, struktur tubuh, maupun cara hidupnya. Karena begitu kompleksnya, tak mungkin klasifikasi mahluk hidup tersebut hanya menggunakan cara-cara sederhana. Tujuan dari klasifikasi adalah sebagai berikut :
  • Menyederhanakan objek studi agar mudah dipelajari.
  • Mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup untuk membedakan tiap-tiap jenis.
  • Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-cirinya.
  • Mengetahui hubungan kekerabatan.
Manfaat dari klasifikasi adalah sebagai berikut :
  • Pengklasifikasian melalui pengelompokkan dapat memudahkan dalam mempelajari organisme yang beraneka ragam.
  • Klasifikasi dapat digunakan untuk melihat hubungan tingkat kekerabatan antara organisme satu dengan lainnya.

2. Tahapan Klasifikasi Makhluk Hidup
Untuk mengklasifikasikan makhluk hidup harus melalui serangkaian tahapan. Tahapan tersebut antara lain sebagai berikut.
  1. Pengamatan sifat makhluk hidup. Pengamatan merupakan proses awal klasifikasi, yang dilakukan dalam proses ini adalah melakukan identifikasi makhluk hidup satu dengan makhluk hidup yang lainnya. Mengamati dan mengelompokkan berdasarkan tingkah laku, bentuk morfologi, anatomi, dan fisiologi.
  2. Pengelompokkan makhluk hidup berdasarkan pada ciri yang diamati. Hasil pengamatan kemudian diteruskan ke tingkat pengelompokkan makhluk hidup. Dasar pengelompokkannya adalah ciri dan sifat atau persamaan dan perbedaan makhluk hidup yang diamati.
  3. Pemberian nama makhluk hidup. Pemberian nama makhluk hidup merupakan hal yang penting dalam klasifikasi. Ada berbagai sistem penamaan makhluk hidup, antara lain pemberian nama dengan sistem tata nama ganda (binomial nomenclature). Dengan adanya nama makhluk hidup maka ciri dan sifat makhluk hidup akan lebih mudah dipahami.

3. Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup
Berdasarkan kriteria yang digunakan, sistem klasifikasi makhluk hidup dibedakan menjadi tiga, yaitu sistem buatan (artifisial), sistem alami (natural), dan sistem filogenik.

a. Sistem Klasifikasi Buatan (Artifisial)
Sistem klasifikasi buatan mengutamakan tujuan praktis dalam ikhtisar dunia makhluk hidup. Dasar klasifikasi adalah ciri morfologi, alat reproduksi, habitat dan penampakan makhluk hidup (bentuk dan ukurannya). Misalnya, pada klasifikasi tumbuhan ada pohon, semak, perdu, dan gulma. Berdasarkan tempat hidup, dapat dikelompokkan hewan yang hidup di air dan hewan yang hidup di darat. Berdasarkan kegunaannya, misalnya makhluk hidup yang digunakan sebagai bahan pangan, sandang, papan dan obat-obatan.

b. Sistem Klasifikasi Alami (Natural)
Klasifikasi makhluk hidup yang menggunakan sistem alami menghendaki terbentuknya takson yang alami. Pengelompokkan pada sistem ini dilakukan berdasarkan pada karakter-karakter alamiah yang mudah untuk diamati, pada umumnya berdasarkan karakter morfologi, sehingga sehingga terbentuk takson-takson yang alami, misalnya hewan berkaki empat, hewan bersirip, hewan tidak berkaki, dan sebagainya. Pada tumbuhan misalnya tumbuhan berdaun menyirip, tumbuhan berdaun seperti pita, dan sebagainya.

c. Sistem Klasifikasi Filogeni
Sistem klasifikasi filogeni merupakan suatu cara pengelompokkan organisme berdasarkan garis evolusinya atau sifat perkembangan genetik organisme sejak sel pertama hingga menjadi bentuk organisme dewasa. Sistem klasifikasi ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan teori evolusi. Teori ini diperkenalkan diperkenalkan oleh Charles Darwin (1859).

Sistem klasifikasi filogeni ini merupakan sistem klasifikasi yang mendasari sistem klasifikasi modern, yang dipelopori oleh Hudchinson, Cronquist, dan lainnya. Makin dekat hubungan kekerabatan maka makin banyak persamaan morfologi dan anatomi antar takson.

Semakin sedikit persamaan maka makin besar perbedaannya, berarti makin jauh hubungan kekerabatannya. Misalnya, orang utan lebih dekat kekerabatannya dengan monyet dibandingkan dengan manusia. Hal itu didasarkan pada tes biokimia setelah ilmu pengetahuan berkembang pesat, terutama ilmu pengetahuan tentang kromosom, DNA, dan susunan protein organisme.

4. Sistem Tata Nama Ganda (binomial nomenclature)
Carolus Linnaeus (1707-1778) adalah seorang ilmuwan Swedia yang meneliti tentang tata cara penamaan dan identifikasi organisme (Systema Naturae) yang menjadi dasar taksonomi modern.Untuk menyebut nama makhluk hidup, C. Linneaus menggunakan system tata nama ganda, yang aturannya sebagai berikut:
  • Nama spesies terdiri atas dua kata. Kata pertama adalah nama genus dan kata kedua adalah penunjuk spesies.
  • Kata pertama diawali dengan huruf besar dan kata kedua dengan huruf kecil.
  • Menggunakan bahasa Latin atau ilmiah atau bahasa yang dilatinkan, yaitu dengan dicetak miring atau digarisbawahi secara terpisah untuk nama genus dan nama spesiesnya.
Tanaman Jagung
Contoh: Nama ilmiah jagung adalah Zea mays atau dapat pula ditulis Zea mays. Hal ini menunjukkan nama genus = Zea dan nama petunjuk spesies = mays.
Tanaman Jagung (Zea mays) Hewan Harimau (Panthera tigris)
Kingdom : Plantae (tumbuhan) Kingdom (kerajaan) : Animalia
Divisio : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Filum : Chordata
Kelas : Liliopsida (berkeping satu /monokotil) Kelas : Mammalia
Ordo : Poales Ordo : Carnivora
Famili : Poaceae (suku rumput-rumputan) Famili : Falidae
Genus : Zea Genus : Panthera
Spesies : Zea mays Spesies : Panthera tigris
Beberapa contoh klasifikasi makhluk hidup antara lain sebagai berikut:
Tingkatan Makhluk Hidup
Anjing Belalang Manusia Pisang
Kingdom Hewan Hewan Hewan Tumbuhan
Filum Chordata Arthropoda Chordata Spermatophyta
Subfilum Vertebrata Invertebrata Vertebrata Angiospermae
Kelas Mamalia Insecta Mamalia Dicotyledonae
Ordo Carnivora Orthoptera Primata Malvales
Famili Canidae Locutidae Hominidae Malvaceae
Genus Canis Schistocerca Homo Musa
Spesies Canis familiaris Schistocerca americana Homo sapiens Musa paradisiaca
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 9:07 AM

Alat Reproduksi Manusia

Reproduksi adalah proses biologis suatu individu untuk menghasilkan individu baru.  Reproduksi pada manusia terjadi secara seksual, artinya terbentuknya individu baru diawali dengan bersatunya sel kelamin laki-laki (sperma) dan sel kelamin wanita (sel telur). Sistem reproduksi manusia dibedakan menjadi alat reproduksi laki-laki dan perempuan.

Walaupun setiap hari selalu ada yang meninggal dunia, entah karena sakit, kecelakaan atau sebab lainnya namun jumlah penduduk selalu bertambah karena setiap hari terjadi kelahiran. Namun selain untuk mempertahankan jenisnya agar tidak punah, manusia juga ingin keturunan yang dihasilkan memiliki sifat- sifat baik yang diwariskan dari orangtuanya, bahkan jika mungkin kita ingin menghasilkan keturunan yang unggul.

A. Alat Reproduksi Laki-laki
Alat reproduksi laki-laki terdiri dari alat kelamin bagian luar dan alat kelamin bagian dalam. Alat kelamin bagian luar terdiri dari penis dan skrotum. Sedangkan alat kelamin bagian dalam terdiri dari testis, epididimis, vas deferens, prostat, vesika seminalis, dan kelenjar bulbouretral. Perhatikan gambar alat reproduksi laki-laki di bawah ini.
Alat reproduksi laki-laki terdiri atas alat kelamin luar dan alat kelamin dalam. Berikut penjelasan singkat mengenai alat reproduksi laki-laki.

1. Alat Kelamin Dalam
Alat kelamin bagian dalam laki-laki terdiri dari testis, saluran kelamin, dan kelenjar kelamin. Berikut penjelasan singkat mengenai alat kelamin dalam laki-laki.

a. Testis
Testis atau buah zakar berjumlah sepasang, berada diluar rongga tubuh dilindungi oleh skrotum( kantung zakar ). Fungsinya untuk menghasilkan sperma dan hormon testosteron. Di dalam testis terdapat pembuluh-pembuluh halus yang disebut tubulus seminiferus.

b. Saluran Kelamin
Sperma yang dihasilkan oleh testis akan keluar melalui saluran kelamin yang terdiri atas:
  • Epididimis. Setiap testis mempunyai satu epididimis, merupakan saluran yang keluar dari testis dan tempat menyimpan sperma sementara (3 minggu).
  • Vas deferens. Saluran lanjutan epididimis,merupakan saluran lurus yang ujungnya berakhir di dalam kelenjar prostat. Fungsi vas deferens adalah untuk mengangkut sperma dari epididimis menuju kantung sperma ( vesikula seminalis ).
  • Saluran Ejakulasi. Saluran pendek yang menghubungkan kantung semen dengan uretra. Saluran ejakulasi mampu menyemprotkan sperma hingga masuk ke uretra dan selanjutnya diejakulasikan keluar.
  • Uretra merupakan saluran yang terdapat didalam penis dan berfungsi mengeluarkan sperma dan urine.

c. Kelenjar Kelamin
Selain testis( gonad ) dan saluran kelamin, terdapat pula kelenjar kelamin yang terdiri atas:
  • Vesikula seminalis. Merupakan kantong semen (mani) yang dindingnya menghasilkan cairan lendir yang mengandung fruktosa, asam askorbat dan asam amino sebagai makanan dan pelindung sperma sebelum membuahi ovum.
  • Kelenjar prostat. Kelenjar prostat menghasilkan cairan basa berwarna putih susu. Cairan ini berfungsi untuk menetralkan sifat asam pada saluran vas deferens dan cairan pada vagina sehingga sperma dapat bergerak dengan aktif.
  • Kelenjar cowperi (bulbouretralis) merupakan organ penghasil cairan pelicin

2. Alat Kelamin Luar
Alat kelamin luar pada laki-laki terdiri atas penis dan skrotum.
  • Penis merupakan organ kopulasi, berada di luar rongga tubuh. Fungsinya untuk menyalurkan sperma ke dalam alat reproduksi perempuan. Di dalam penis terdapat uretra yang dikelilingi oleh jaringan erektil dengan banyak rongga dan banyak mengandung pembuluh darah. Bila rongga ini penuh terisi oleh darah maka penis akan tegang dan mengembang, disebut ereksi.
  • Skrortum merupakan kantung yang didalamnya terdapat testis. Saat masa pubertas, testis mulai menghasilkan sperma. Kemudian sperma akan ditampung dalam epididimis dan selanjutnya diangkut melalui vas deferens menuju vesikula seminalis. Vesikula seminalis menghasilkan cairan yang penting untuk makanan dan pergerakan sperma. Campuran sperma dengan cairan ini disebut semen. Kantung semen dihubungkan oleh saluran ejakulasi dengan uretra. Semen meninggalkan tubuh melalui uretra. Namun demikian antara semen dengan urin tidak akan bercampur, karena otot yang berada di belakang kandung kemih berkontraksi untuk mencegah urin keluar saat sperma dikeluarkan dari tubuh.

B. Alat Reproduksi Perempuan
Saat dilahirkan seorang anak wanita telah mempunyai alat reproduksi yang lengkap, tetapi belum berfungsi sepenuhnya. Alat reproduksi ini akan berfungsi sepenuhnya saat seorang wanita telah memasuki masa pubertas. Perhatikan gambar berikut!
Alat reproduksi wanita juga terdiri dari alat kelamin dalam dan alat kelamin luar. Alat kelamin bagian luar terdiri dari lubang vagina, labia mayora, labia minora, mons pubis dan klitoris. Sedangkan pada alat kelamin bagian dalam terdapat ovarium, tuba falopii (oviduk), dan uterus (rahim).

1. Ovarium
Merupakan alat kelamin yang memhasilkan ovum (sel telur) dan mensekresi hormon estrogen dan progesteron. Ovarium berjumlah sepasang terletak di dalam rongga badan di daerah pinggang sebelah kiri dan kanan. Mulai masa pubertas, setiap bulan ovarium akan melepaskan satu sel telur secara bergantian antara ovarium kanan dan kiri. Peristiwa ini disebut ovulasi. Sel tubuh penghasil sel telur disebut folikel.

2. Saluran Kelamin
a. Saluran Telur/ Tuba falopii/ Oviduk
Oviduk berjumlah sepasang, kanan dan kiri, merupakan saluran bagi ovum menuju uterus, sekaligus tempat terjadinya fertilisasi. Bagian pangkal dari saluran telur berbentuk corong, disebut Infundibulum tuba. Ovum yang telah dibuahi bergerak menuju uterus(rahim).

b. Rahim/ Uterus
Rahim manusia berbentuk simplek,merupakan tempat pertumbuhan dan perkembangan embrio hingga dilahirkan. Berukuran panjang kurang lebih 7 cm dan lebar 4 cm. Dindingnya terdiri dari tiga lapisan, yaitu perimetrium, miometrium dan endometrium. Bila ovum tidak dibuahi, akan terjadi menstruasi,karena ovum yang telah rusak akan meluruh bersama lapisan endometrium yang menebal dan banyak mengandung pembuluh darah. Bagian bawah rahim mengecil, dinamakan cerviks (leher rahim) dan berhubungan dengan bagian luar tubuh yang disebut vagina.

c. Vagina
Berfungsi sebagai saluran masuknya sperma dan tempat keluarnya bayi saat kelahiran.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 11:09 AM

Kalimat Deskripsi dan Kalimat Definisi Teks Laporan

Teks laporan adalah teks yang berisikan penjabaran umum mengenai sesuatu yang didasarkan pada hasil pengamatan (observasi). Teks laporan berisi penyajian fakta secara objektif tentang suatu keadaan atau kegiatan yang telah dilaksanakan. Teks laporan bertujuan untuk memberikan informasi kepada orang banyak. Dalam kepentingan tertentu, teks laporan ditujukan kepada orang yang meminta atau memerlukan laporan tersebut.

Secara umum sebenarnya teks laporan terdiri dari beberapa jenis, antara lain: teks laporan hasil observasi (penelitian), teks laporan perjalanan, teks laporan kegiatan, teks laporan peristiwa (kejadian).

Salah satu unsur kebahasaan teks laporan adalah adanya penggunaan kalimat definisi dan kalimat deskripsi. Berikutt ini sedikit penjelasan menganai kalimat deskripsi dan kalimat definisi.

A. Kalimat Definisi
Kalimat definisi adalah kalimat yang mengungkapkan atau memberikan suatu keterangan, makna, ciri, dari sebuah objek seperti benda dan orang, maupun proses atau aktivitas. Kalimat definisi ini membantu pembacanya untuk mengetahui atau memahami istilah-istilah yang sering muncul dalam sebuah tulisan. Kalimat definisi dapat dirumuskan sebagai berikut :
X = Y
Keterangan:
X adalah benda yang didefinisikan
Y adalah definisinya.
= adalah kata kerja penghubung atau kata kerja seperti adalah, ialah, merupakan, dan
termasuk.

Contoh:
Burung merpati adalah salah satu hewan dalam kelas aves yang paling banyak tersebar di dunia.

B. Kalimat Deskripsi
Kalimat deskripsi adalah kalimat yang menggambarkan sifat-sifat atau ciri-ciri khusus dari suatu benda. Sifat-sifat tersebut biasanya merujuk pada hal khusus yang bisa ditangkap oleh panca indera, misalnya berupa ukuran, seperti besar kecil, tinggi rendah. Warna, seperti merah, kuning, biru. Rasa, seperti manis, pahit, getir, halus, kasar, dan sebagainya. Kalimat deskripsi membantu pembaca membayangkan apa yang sedang dibicarakan seolah-olah seperti melihat, merasakan, atau mengalaminya sendiri.

C. Perbedaan Kalimat Definisi dan Kalimat Deskripsi
Secara sepintas kalimat definisi hampir memiliki kesamaan dengan kalimat deskripsi. Kedua kalimat ini bahkan membuat orang sering salah dalam menentukannya. Perbedaan kalimat definisi dan deskripsi terletak dari objek yang dibahas. Pada kalimat definisi, objek yang dibahas bersifat umum atau luas. Sedangkan pada kalimat deskripsi, objek yang dibahas bersifat khusus atau sempit. Ada beberapa perbedaan yang dapat kita lihat dari kedua bentuk kalimat ini, yaitu:
  1. Kalimat definisi menjelaskan gambaran yang umum, sedangkan kalimat deskripsi menggambarkan sesuatu yang lebih spesifik dan ditangkap oleh panca indera. Contoh: Kucing adalah hewan mamalia berkaki empat. (definisi). Kucing memiliki bulu yang sangat lebat.  (deskripsi)
  2. Kalimat definisi jika dibalik tidak merubah atau merusak makna kalimat tersebut. Sedangkan kalimat deskripsi tidak bisa. Contoh: Mamalia adalah hewan yang menyusui. setelah dibalik menjadi Hewan yang menyusui adalah mamalia. Kambing dan kerbau adalah hewan pemakan rumput. Setelah dibalik menjadi Hewan pemakan rumput yang dibicarakan adalah kambing dan kerbau.

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi
Wayang
Wayang adalah seni pertunjukan yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya asli Indonesia. UNESCO, lembaga yang mengurusi kebudayaan dari PBB, pada 7 November 2003 menetapkan wayang sebagai pertunjukan bayangan boneka tersohor berasal dari Indonesia. Wayang merupakan warisan mahakarya dunia yang tidak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Para wali songo, penyebar agama Islam di Jawa sudah membagi wayang menjadi tiga. Wayang kulit di Timur, wayang wong atau wayang orang di Jawa Tengah, dan wayang golek atau wayang boneka di Jawa Barat. Penjenisan tersebut disesuaikan dengan penggunaan bahan wayang.

Wayang kulit dibuat dari kulit hewan ternak, misalnya kulit kerbau, sapi, atau kambing. Wayang wong berarti wayang yang ditampilkan atau diperankan oleh orang. Wayang golek adalah wayang yang menggunakan boneka kayu sebagai pemeran tokoh. Selanjutnya, untuk mempertahankan budaya wayang agar tetap dicintai, seniman mengembangkan wayang dengan bahan-bahan lain, antara lain wayang suket dan wayang motekar.

Wayang kulit dilihat dari umur, dan gaya pertunjukannya pun dibagi lagi menjadi bermacam jenis. Jenis yang paling terkenal, karena diperkirakan memiliki umur paling tua adalah wayang purwa. Purwa berasal dari bahasa Jawa, yang berarti awal. Wayang ini terbuat dari kulit kerbau yang ditatah, dan diberi warna sesuai kaidah pulasan wayang pendalangan, serta diberi tangkai dari bahan tanduk kerbau bule yang diolah sedemikian rupa dengan nama cempurit yang terdiri dari: tuding dan gapit.
Wayang Kulit

Wayang wong (bahasa Jawa yang berarti ‘orang’) adalah salah satu pertunjukan wayang yang diperankan langsung oleh orang. Wayang orang yang dikenal di suku Banjar adalah wayang gung, sedangkan yang dikenal di suku Jawa adalah wayang topeng. Wayang topeng dimainkan oleh orang yang menggunakan topeng. Wayang tersebut dimainkan dengan iringan gamelan dan tari-tarian. Perkembangan wayang orang pun saat ini beragam, tidak hanya digunakan dalam acara ritual, tetapi juga digunakan dalam acara yang bersifat menghibur.

Selanjutnya, jenis wayang yang lain adalah wayang golek yang mempertunjukkan boneka kayu. Wayang golek berasal dari Sunda. Selain wayang golek Sunda, wayang yang terbuat dari kayu adalah wayang menak atau sering juga disebut wayang golek menak karena cirinya mirip dengan wayang golek. Wayang tersebut pertama kali dikenalkan di Kudus.

Selain golek, wayang yang berbahan dasar kayu adalah wayang klithik. Wayang klithik berbeda dengan golek. Wayang tersebut berbentuk pipih seperti wayang kulit. Akan tetapi, cerita yang diangkat adalah cerita Panji dan Damarwulan. Wayang lain yang terbuat dari kayu adalah wayang papak atau cepak, wayang timplong, wayang potehi, wayang golek techno, dan wayang ajen.

Perkembangan terbaru dunia pewayangan menghasilkan kreasi berupa wayang suket. Jenis wayang ini disebut suket karena wayang yang digunakan terbuat dari rumput yang dibentuk menyerupai wayang kulit. Wayang suket merupakan tiruan dari berbagai figur wayang kulit yang terbuat dari rumput (bahasa Jawa: suket). Wayang suket biasanya dibuat sebagai alat permainan atau penyampaian cerita pewayangan kepada anak-anak di desa-desa Jawa.

Dalam versi lebih modern, terdapat wayang motekar atau wayang plastik berwarna. Wayang motekar adalah sejenis pertunjukan teater bayang-bayang atau serupa wayang kulit. Namun, jika wayang kulit memiliki bayangan yang berwarna hitam saja, wayang motekar menggunakan teknik terbaru hingga bayang-bayangnya bisa tampil dengan warna-warni penuh. Wayang tersebut menggunakan bahan plastik berwarna, sistem pencahayaan teater modern, dan layar khusus.

Semua jenis wayang di atas merupakan wujud ekspresi kebudayaan yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai kehidupan antara lain sebagai media pendidikan, media informasi, dan media hiburan. Wayang bermanfaat sebagai media pendidikan karena isinya banyak memberikan ajaran kehidupan kepada manusia.

Pada era modern ini, wayang juga banyak digunakan sebagai media informasi. Ini antara lain dapat kita lihat pada pagelaran wayang yang disisipi informasi tentang program pembangunan seperti keluarga berencana (KB), pemilihan umum, dan sebagainya.Yang terakhir, meski semakin jarang, wayang masih tetap menjadi media hiburan.

Contoh kalimat definisi yang terdapat dalam teks laporan hasil observasi yang berjudul Wayang adalah sebagai berikut.
  1. Wayang adalah seni pertunjukan yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya asli Indonesia.
  2. Wayang golek adalah wayang yang menggunakan boneka karya sebagai pemeran tokoh.
  3. Wayang wong (bahasa jawa yang berarti ‘orang’) adalah salah satu pertunjukan wayang yang diperankan langsung oleh orang.
  4. Wayang suket merupakan tiruan dari berbagai figur wayang kulit yang terbuat dari rumput (bahasa Jawa: suket).

Contoh kalimat deskripsi yang terdapat dalam teks tersebut adalah sebagai berikut.
  1. Wayang ini terbuat dari kulit berbau yag ditatah, dan diberi warna sesuai kaidah pulasan wayang pendalangan, diberi tangkai dari bahan tanduk kerbau bule yang diolah sedemikian rupa dengan nama cempurit yang terdiri dari: tuding dan gapit.
  2. Wayang purwa terdiri atas beberapa gaya atau gagrak seperti, gagrak Kesunanan, Mangkunegaraan; Ngayogyakarta, Banyumasan, Jawatimuran, Kedu, Cirebon, dan sebagainya.
  3. Wayang topeng dimainkan oleh orang yang menggunakan topeng.
  4. Selain wayang golek Sunda yang terbuat dari kayu ada juga wayang menak atau sering juga disebut wayang golek menak karena cirinya mirip dengan wayang golek.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 4:08 PM

Pengertian dan Struktur Ion

Suatu zat dapat dibagi-bagi menjadi bagian-bagian (partikel) yang ukuran partikelnya lebih kecil. Partikel terkecil dari suatu zat yang masih mempunyai sifat sama dengan sifat asal partikel itu disebut molekul.

Senyawa dari molekul ini dapat berupa ikatan antara unsur yang sama (molekul unsure), tetapi dapat juga berupa ikatan antara unsure-unsur yang berbeda (molekul senyawa). Jika suatu senyawa dielektrolisis dengan arus listrik searah maka akan terionisasi. Partikel dari senyawa yang terionisasi ini disebut ion.

A. Pengertian Ion
Atom selain bergabung membentuk molekul dapat juga membentuk ion.  Ion adalah atom atau kelompok atom yang bermuatan listrik. Ion dibedakan menjadi dua, yaitu ion yang bermuatan listrik positif disebut kation dan ion yang bermuatan listrik negatif disebut anion.

B. Struktur Ion
Pada keadaan normal, suatu atom tidak bermuatan atau netral. Ion suatu atom akan terbentuk ketika atom melepas atau menerima elektron.

Ion positif atau kation terbentuk ketika sebuah atom kehilangan atau melepaskan elektron, contoh:
  1. Na → Na⁺ + e⁻ (atom natrium Na, melepaskan satu elektron menjadi ion natrium bermuatan positip satu = Na+)
  2. Mg → Mg²⁺ + 2e⁻ (atom magnesium Mg, melepaskan dua elektron menjadi ion magnesium bermuatan dua positip = Mg²⁺)

Ion negatif atau anion terbentuk ketika sebuah atom menerima atau mendapat tambahan elektron, contoh:
  1. Cl + e⁻ → Cl⁻ (atom klorin menerima satu elektron menjadi ion klorin bermuatan negatip satu = Cl⁻)
  2. O + 2e⁻ → O2⁻ (atom oksigen menerima dua elektron menjadi ion oksigen bermuatan dua negatif = O²⁻).
Kation
Elektron yang mengelilingi inti atom terus bergerak sambil berputar pada sumbunya. Akan tetapi, elektron dapat meninggalkan atom karena suatu hal, seperti pemanasan, medan listrik, dan medan magnet. Elektron yang keluar dari suatu atom dapat masuk ke atom lainnya.

Akibatnya, atom yang kehilangan elektron akan menjadi atom yang bermuatan listrik positif (ion positif/kation) karena jumlah proton menjadi lebih besar daripada jumlah elektronnya, sedangkan atom yang kedatangan elektron menjadi atom bermuatan listrik negatif (ion negatif/ anoda) karena jumlah elektronnya melebihi jumlah protonnya.

Peristiwa terurainya suatu zat menjadi ion-ion disebut ionisasi. Hasil ionisasi disebut ion. Elektron yang dapat keluar atau masuk ke suatu atom adalah elektron yang berada di kulit terluar. Ionisasi atom hanya terjadi pada atom-atom yang jumlah elektronnya sama dengan 8, 18, atau 32. Atom-atom yang jumlah elektronnya sama dengan bilangan-bilangan tersebut sangat sukar terionisasi sehingga disebut unsur gas mulia.

Jumlah electron yang terlepas atau masuk tergantung pada jumlah elektron pada kulit terluar dengan ketentuan sebagai berikut:
  1. Jika jumlah electron terluar kurang dari 4 elektron maka atom ini cenderung melepaskan elektron.
  2. Jika jumlah elektron terluar antara 4 dan 8 maka atom ini cenderung menerima elektron, jumlah electron yang diterima atau dilepaskan membuat jumlah electron di kulit itu menjadi 8.
  3. Jika jumlah elektron pada kulit terluar sama dengan 4 maka atom ini dapat melepas atau menerima elektron, tergantung dengan unsur apa atom itu berinteraksi.
  4. Jika jumlah elektron pada kulit terluar sama dengan 8 maka atom itu sangat sukar melepas maupun menerima elektron. Dengan kata lain atom tersebut stabil.

Beberapa contoh kation dan anion dapat kamu lihat pada tabel berikut ini.
Kation Nama Anion Nama
Na+ Ion natrium Cl- Ion klorida
Mg2+ Ion magnesium O2- Ion oksida
Al3+ Ion aluminium S2- Ion sulfide
H+ Ion hidrogen I- Ion iodide
K+ Ion kalium CO32⁻ Ion karbonat
C. Senyawa Ion
Suatu senyawa yang terusun dari ion-ion dinamakan senyawa ion. Contoh senyawa ion adalah soda api (natrium hidroksida = NaOH) yang tersusun dari ion positif natrium (Na+) dan ion negatif hidroksida (OH-).
Senyawa Ion
Contoh lain senyawa ion adalah garam dapur (natrium klorida = NaCl). Jika garam dapur dilarutkan dalam air, maka akan terionisasi menjadi ion positif natrium (Na⁺)dan ion negatif klorida (Cl⁻).

Contoh penggabungan antara ion-ion positif dan ion-ion negatif beberapa senyawa ion lainnya diperlihatkan oleh tabel berikut:
Ion Positif→ SO₄²⁻ NO₃⁻
Ion Negatif ↓
Na⁺ (Natrium) Na₂SO₄ NaNO₃
Ca²⁺(Kalsium) CaSO₄ Ca(NO₃)₂
Al³⁺(Aluminium) Al₂(SO₄)₃ Al(NO₃)₃
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 4:29 PM

Ciri Ciri Asam, Basa, Garam

Senyawa asam dan basa terdiri dari 2 jenis, yaitu asam kuat dan asam lemah serta basa kuat dan basa lemah, sedangkan senyawa garam terdiri dari 3 jenis, yaitu garam yang bersifat asam,garam yang bersifat basa dan garam yang bersifat netral. Berikut ini penjelasan mengenai ciri-ciri asam, basa, dan garam.

A. Ciri-ciri Asam, Basa, Garam
Sifat larutan dapat dikelompokan menjadi tiga, yaitu larutan asam, basa dan garam. Berikut ini adalah ciri-ciri dari ketiga sifat larutan tersebut

1. Ciri-ciri Asam
Kata asam (acid) berasal dari bahasa Latin acidus yang berarti mempunyai rasa asam. Salah satu definisi asam adalah zat yang jika dilarutkan di dalam air akan menghasilkan ion hidrogen (H⁺). Secara umum asam memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • Rasa masam jika dicicipi (jangan menguji asam kuat dengan mencicipinya)
  • Derajat keasaman lebih kecil dari 7 (pH < 7)
  • Terasa menyengat jika disentuh, terutama asam kuat
  • Reaksi dengan logam bersifat korosif (menyebabkan karat, dapat pula merusak jaringan kulit/iritasi dan melubangi benda yang terbuat dari kayu atau kertas jika konsentrasinya tinggi)
  • Merupakan larutan elektrolit sehingga dapat menghantarkan arus listrik.

2. Ciri-ciri Basa
Basa (alkali) berasal dari bahasa Arab yang berarti abu. Salah satu definisi basa adalah zat yang jika dilarutkan di dalam air akan menghasilkan ion hidroksida (OH⁻). Secara umum basa memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • Rasa pahit jika dicicipi
  • Dalam keadaan murni umumnya berupa kristal padat
  • Tingkat keasaman lebih besar dari 7 (pH > 7)
  • Terasa licin di kulit (jangan menguji basa kuat dengan menyentuhnya)
  • Memiliki sifat kaustik yaitu merusak kulit jika kadar basanya tinggi
  • Dapat mengemulsi minyak
  • Merupakan elektrolit, larutannya dapat menghantarkan arus listrik

3. Ciri-ciri Garam
Apabila larutan asam dengan larutan basa direaksikan, maka ion H+ (dari asam) akan bereaksi dengan ion OH- (dari basa) membentuk air. Reaksi antara asam dan basa ini disebut reaksi penetralan (netralisasi) jika jumlah zat asam sama dengan jumlah zat basa. Disebut demikian karena selain air, dihasilkan pula suatu zat yang bersifat netral yaitu garam, jika jumlah asam dan jumlah basanya mempunyai perbandingan yang sama. Reaksi ini juga di kenal dengan reaksi penggaraman karena menghasilkan garam.

Garam terdapat dalam bentuk garam netral, garam basa dan garam asam. Umumnya garam mudah larut dalam air, merupakan padatan pada suhu kamar (25⁰C), merupakan elektrolit sehingga dapat menghantarkan arus listrik, memiliki titik didih dan titik leleh yang tinggi.

B. Contoh Asam, Basa, Garam
1. Contoh Asam
Asam dapat dengan mudah kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Dalam makanan, minuman, buah-buahan, air hujan bahkan di dalam tubuh kita. Berdasarkan asalnya, asam dikelompokkan menjadi 2 kelompok, yaitu asam organik dan asam mineral.
Contoh Asam
Asam organik berasal dari sumber alami (tumbuhan dan hewan), umumnya bersifat asam lemah. Contoh asam organik adalah asam sitrat terdapat dalam buah jeruk, asam format terdapat dalam gigitan/sengatan semut dan sengatan lebah dan asam asetat yang terdapat dalam cuka makan.

Asam mineral adalah senyawa asam seperti asam klorida (asam lambung) terdapat dalam sistem pencernaan manusia dan hewan. Asam mineral banyak juga dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan umumnya bersifat asam kuat. Contoh asam mineral adalah asam klorida yang digunakan secara luas dalam industri, asam sulfat untuk aki mobil dan asam fluorida yang biasanya digunakan pada pabrik kaca.

1. Contoh-contoh Asam
Berdasarkan kekuatannya asam dibagi menjadi dua jenis, yaitu asam kuat dan asam lemah. Kekuatan suatu asam dapat ditentukan dari kemampuannya melepaskan ion hidrogen yang bermuatan positif (ion H⁺) ketika dilarutkan dalam air. Semakin banyak ion H⁺ yang dilepaskan, semakin kuat sifat asamnya. Berikut ini adalah tabel beberapa contoh asam kuat dan asam lemah.
No. Nama Asam Rumus Kimia Kekuatan Terkandung Dalam
1. Asam Klorida HCL Kuat Dalam sistem pencernaan hewan dan manusia
2. Asam Sulfat H₂SO₄ Kuat Dalam aki mobil
3. Asam Nitrat HNO₃ Kuat Sebagai salah satu bahan pembuat pupuk
4. Asam Bromida HBr Kuat Sebagai indikator terjadinya reaksi kimia
5. Asam Asetat CH₃COOH Lemah Dalam cuka makanan
6. Asam Sitrat C₆H₆O₇ Lrmah Dalam buah jeruk
7. Asam Format HCOOH Lemah Dalam gigitan semut dan sengatan lebah
8. Asam Karbonat H₂BO₂ Lemah Dalam air hujan dan air soda
9. Asam Sianida HCN Lemah Dalam umbi-umbian misalnya gadung

2. Contoh-contoh Basa
Sama halnya dengan zat asam, zat basa juga dapat dengan mudah kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Sifat licin dan rasanya yang pahit merupakan cara mudah untuk mengenali zat basa. Beberapa contoh zat basa yang sering digunakan adalah:
Contoh-contoh Basa
  • Natrium hidroksida / soda api / soda ash dan kalium hidroksida, sebagai bahan baku pembersih dalam rumah tangga, misalnya sabun mandi, sabun cuci, detergen, pemutih dan pembersih lantai
  • Magnesium hidroksida dan aluminium hidroksida, terkandung dalam obat nyeri lambung (antasid)
  • Amoniak, untuk pelarut desinfektan (pencegah terjadinya infeksi) dan bahan baku pupuk urea
Sama seperti asam, basa juga dibedakan menjadi basa kuat dan basa lemah. Kekuatan suatu basa dapat ditentukan dari kemampuannya melepaskan ion hidroksida yang bermuatan negatif (ion OH⁻) ketika dilarutkan dalam air. Semakin banyak ion OH⁻ yang dilepaskan, semakin kuat sifat basanya. Semua rumus kimia basa umumnya mengandung gugus OH⁻.

Jika diketahui rumus kimia suatu basa, maka untuk memberi nama basa, cukup dengan menyebut nama logam dan diikuti kata hidroksida. Berikut ini tabel beberapa contoh basa kuat dan basa lemah:
No. Nama Basa Rumus Kimia Kekuatan
1. Natrium Hidroksida NaOH Kuat
2. Kalium Hidroksida KOH Kuat
3. Magnesium Hidroksida Mg(OH)₂ Kuat
4. Kalium Hidroksida Ca(OH)₂ Kuat
5. Barium Hidroksida Ba(OH)₂ Kuat
6. Gas Amoniak NH₃ Lrmah
7. Amonium Hidroksida NH₄OH Lemah
8. Aluminium Hidroksida Al(OH)₂ Lemah
9. Besi (II) Hidroksida Fe(OH)₂ Lemah
Secara lengkap, perbedaan asam dan basa disajikan pada tabel berikut!
Perbedaan Asam Basa
Rasa Masam Pahit
Kertas lakmus biru Memerahkan kertas lakmus biru Tidak merubah warna
Kertas lakmus merah Tidak merubah warna Membirukan kertas lakmus merah
Sifat Korosif Kaustik
Reaksi dengan air Menghasilkan ion H+ Menghasilkan ion OH-
Contoh Asam cuka, asam askorbat, asam klorida, dan asam semut Soda kue, pasta gigi, dan Natrium hidroksida

3. Contoh-contoh Garam
Salah satu cara memperoleh senyawa garam adalah dengan cara mereaksikan zat asam dengan zat basa. Reaksi ini dikenal dengan reaksi penggaraman atau disebut juga reaksi netralisasi. Dalam kehidupan sehari-hari garam yang sering digunakan antara lain: garam dapur (NaCl), garam inggris (MgSO₄) sebagai obat pencahar, soda kue (NaHCO₃) sebagai pengembang roti, monosodium glutamat (MSG) sebagai penyedap rasa.
Contoh-contoh Garam
Sifat garam tergantung pada asam dan basa pembentuknya. Garam yang berasal dari reaksi antara asam dan basa dapat bersifat asam, basa atau netral.
  • Garam yang bersifat asam, memiliki pH < 7, berasal dari reaksi antara asam kuat dan basa lemah. Contoh: NH₄Cl (amonium klorida / salmoniak), dan NH₄NO₃ (amonium nitrat).
  • Garam yang bersifat basa, memiliki pH > 7, berasal dari reaksi antara asam lemah dan basa kuat. Contoh: KNO₂ (kalium nitrit), NaHCO₃ (natrium bikarbonat / soda kue), NaCH₃COO (natrium asetat), KCN (kalium sianida / potas), dan KF (kalium fosfat).
  • Garam yang bersifat netral, memiliki pH = 7, berasal dari asam kuat dan basa kuat.
  • Contoh: NaCl (natrium klorida), KI (kalium iodida), dan KNO₃ (kalium nitrat).

Reaksi penggaraman (netralisasi) sangat berguna bagi kehidupan manusia. Dalam kehidupan sehari-hari banyak dijumpai pemanfaatan reaksi netralisasi, misalnya:
  • Untuk mengurangi rasa sakit dan iritasi akibat sengatan lebah yang mengandung asam digunakan soda kue (natrium bikarbonat)
  • Nyeri lambung akibat kadar asam klorida dalam lambung yang berlebihan dinetralisir dengan obat yang mengandung basa magnesium hidroksida atau aluminium hidroksida
  • Limbah cair hasil industri yang dibuang ke sungai mengandung zat asam yang dapat menyebabkan kematian ikan oleh karenanya ditambahkan aluminium hidroksida untuk menetralkannya
  • Mulut kita mengandung zat asam sisa makanan dan minuman yang dapat merusak gigi dan menimbulkan bau mulut, untuk menetralisirnya kita menggunakan pasta gigi yang mengandung zat basa
  • Tanah yang terlalu asam akibat hujan asam dan tanah gambut, dapat menyebabkan tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik. Untuk mengatasinya tanah diberi senyawa yang bersifat basa, misalnya kalsium oksida, kalsium hidroksida atau kalsium karbonat sebelum ditanami.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 12:50 PM

Molekul Unsur dan Molekul Senyawa

Molekul adalah gabungan dari minimal dua atom atau lebih, baik atom-atom yang sejenis maupun atom-atom yang tidak sejenis. Berdasarkan jenis atom pembentuknya, molekul dibedakan menjadi: molekul unsur, yaitu molekul yang tersusun oleh atom-atom sejenis dan molekul senyawa, yaitu molekul yang tersusun oleh atom-atom yang tidak sejenis.

Pada umumnya, bentuk molekul sangat kecil hingga tidak bisa dilihat dengan kasat mata, namun molekul tetap dapat dilihat dengan cara hibridasi dan mikroskop gaya atom. Ilmu yang mempelajari tentang molekul dinamakan fisika molekuler atau kimia molekuler.

Kima molekuler membahas hukum yang berisi aturan interaksi antar molekul, sedangkan fisika molekuler membahas tentang hukum yang isinya aturan terkait struktur dan sifat molekul. Molekul diklasifikasikan menjadi dua golongan yakni molekul unsur dan senyawa.

1. Molekul Unsur
Molekul unsur merupakan molekul yang terbentuk atau tercipta dari hasil gabungan atom atau unsur yang sejenis. Apabila berbicara tentang molekul unsur, unsur dinamakan berdasarkan dengan jumlah unsur gabungannya. Misalnya dwiatom merupakan gabungan dari 2 atom, triatom yakni molekul yang dibentuk dari 3 atom, tetraatom yaitu terbentuk dari 4 atom, dan yang terdiri dari 3 ataul lebih disebut dengan molekul poliatomik. Contoh molekul unsur yaitu O₂ (oksigen), O₃ (ozon), P₄ (fosfor), H₂ (hydrogen), dll.

2. Molekul Senyawa
Merupakan molekul yang tercipta atau terbentuk dari gabungan atom atau unsur yang jenisnya berbeda. Jika semua senyawa dapat dikatakan molekul, semua molekul tidak dapat dikatakan senyawa. Misalnya CO₂ (karbon dioksida yang terbentuk dari gabungan 1 atom karbon dan 2 atom oksigen), Co (Karbon monksida, 1 atom karbon dengan 1 atom oksigen), H₂O (Air yang terbentuk dari 2 atom hydrogen dengan 1 atom oksigen), dll.

Contoh Molekul
Molekul Rumus Kimia Atom Penyusun Struktur Kegunaan

U
N
S
U
R
Gas Oksigen O2 Dua atom oksigen
Oksigen
Pernapasan Pembentukan ozon
Gas Hidrogen H2 Dua atom hidrogen
Hidrogen
Pembuatan lampu
Gas Nitrogen N2 Dua atom nitrogen
Nitrogen
Pupuk urea
Gas Klorin Cl2 Dua atom klorin
Klorin
Pembuatan kertas
Iodin I2 Dua aton iodin
Iodin
Obat luka
Fosfor F4 Empat atom fosfor
Fosfor
Korek api
Belerang (Sulfur) S8 Delapan atom belerang
Belerang
Obat gatal

S
E
N
Y
A
W
A
Air H2O Dua atom hidrogen, satu atom oksigen
Air
Sumber kehidupan
Karbon-dioksida CO2 Satu atom karbon, dua atom oksigen
Karbondioksida
Penyegar minuman ringan
Amoniak NH3 Satu atom nitrogen, tiga atom hidrogen
Amoniak
Pupuk
Glukosa C6H12O6 Enam atom carbon, dua belas atom hidrogen, enam atom oksigen
Glukosa
Sumber energi bagi tubuh
Alkohol C2H5OH Dua atom karbon, enam atom hidrogen, satu atom oksigen
Aolkohol
Antiseptik
Asam Asetat CH3COOH Dua atom karbon, empat atom hidrogen, dua atom oksigen
Asam Asetat
Cuka makan
Perbedaan Unsur dan Senyawa
  1. Zat penyusun. Zat penyusun antara unsur dan senyawa berbeda, dimana unsur hanya menggunakan satu zat saja atau zat tunggal yang bersifat murni. Sedangkan senyawa disusun atas unsur-unsur yang berbeda dengan jumlah yang berbeda pula. 
  2. Sifatnya. Sifat unsur dan senyawa bisa dikenali dari zat penyusunnya. Unsur mempunyai sifat yang lebih sederhana dibandingkan dengan senyawa dan unsur tidak bisa dipisah-pisahkan lagi karena unsur merupakan zat tunggal yang murni. Sedangkan senyawa mempunyai sifat bisa dipisahkan berdasarkan zat penyusunnya. 
  3. Proses terbentuknya. Unsur terbentuk karena proses alami yang terjadi pada alam. Sedangkan senyawa terbentuk karena adanya proses kimia yang membuat unsur saling menyatu.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:56 AM

Bahan Kimia Dalam Makanan

Banyak cara yang dilakukan untuk memperbaiki karakteristik berbagai jenis makanan, salah sayunya adalah dengan cara menambahkan zat adiktif dalam makanan tersebut.Permasalahannya sekarang adalah bahwa tidak sedikit masyarakat yang mengunakan zat adiktif untuk makanan dengan takaran yang berlebihan atau bahkan menggunakan zat adiktif yang bukan diperuntukkan untuk makanan,

Zat aditif adalah zat-zat kimia yang ditambahan pada makanan yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari yang dapat berupa zat pewarna, pemanis, pengawet dan penyedap dengan tujuan dalam rangka meningkatkan kualitas yang meliputi warna, penampilan, rasa dan juga supaya awet. Para produsen biasanya memiliki dua tujuan utama dalam mengolah bahan makanan, yaitu:
  1. Menambah ragam makanan, misalnya susu diolah kembali menjadi beberapa bahan makanan seperti keju, yoghurt, mentega dan lain sebagainya
  2. Memenuhi keperluan khusus, misalnya membuat bahan makanan dengan warna yang lebih menarik, lebih manis, tahan lama dan lain sebagainya

Untuk memenuhi keperluan khusus, para produsen memerlukan penambahan zat yang memiliki sifat yang memungkinkan terpenuhinya keperluan khusus yang diinginkan.

Zat yang disengaja atau tidak disengaja ditambahkan ke dalam makanan untuk memperbaiki nilai gizi dan cita rasa, mengawetkan atau memantapkan serta memperbaiki tampilan dinamakan zat aditif makanan. Zat aditif makanan sering pula disebut dengan bahan kimia makanan.

A. Fungsi Bahan Kimia Pada Makanan
Penggunaan bahan kimia dalam makanan sudah sejak dulu dilakukan, misalnya asam cuka untuk membuat acar, garam yang mengandung nitrit dan nitrat untuk mengawetkan makanan dan lain sebagainya. Saat ini penambahan bahan kimia dalam makanan berfungsi lebih luas, diantaranya untuk:
  1. Meningkatkan nilai gizi dengan cara menambahkan vitamin dan mineral dalam bahan makanan
  2. Mengawetkan makanan untuk mencegah kerusakan makanan akibat bakteri, jamur atau kelembaban udara sehingga makanan dapat tahan lama
  3. Menyedapkan dan mewarnai makanan untuk menambah cita rasa dan membuat penampilan makanan menjadi lebih menarik
  4. Mengentalkan makanan, seperti yang terdapat pada sup dan puding instan
  5. Mencampur air dan lemak agar dapat bercampur membentuk emulsi dan kemudian agar tidak berpisah lagi ditambahkan bahan penstabil, misalnya pada es krim dan mayones

B. Macam-macam Bahan Kimia Makanan
Bahan kimia dalam makanan diantaranyan adalah pewarna makanan, pemanis buatan, pengawet makanan dan penyedad rasa. Berdasarkan asalnya, bahan kimia yang digunakan pada makanan terdiri dari dua macam, yaitu: Bahan kimia alami dan Bahan kimia buatan

1. Bahan Kimia Alam
Bahan kimia alami berasal dari ekstrak bagian tubuh tumbuhan atau hewan. Beberapa bahan kimia alami banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sejak dulu karena zat kimia alami lebih aman digunakan.

Penggunaan bahan kimia alami oleh masyarakat dewasa ini relatif terbatas karena terdapat beberapa kekurangan dalam penggunaannya, diantaranya:
  1. Terkadang ikut memberi rasa khas yang tidak diinginkan, misalnya penggunaan kunyit sebagai bahan pewarna kuning
  2. Dalam penggunaannya memerlukan bahan baku yang cukup banyak karena kandungan bahan kimia yang diinginkan rendah
  3. Cenderung stabil hanya pada kondisi tertentu, misalnya tergantung pada pH/tingkat keasaman bahan makanan
  4. Sulit diperoleh terutama di kota besar, kalaupun ada jumlahnya terbatas
Bahan Kimia Alam dan Buatan
2. Bahan Kimia Buatan
Bahan kimia buatan merupakan hasil produksi bahan kimia yang sengaja dibuat oleh manusia dengan mengikuti struktur kimia bahan alaminya. Dengan semakin berkembangnya industri jumlah bahan kimia alami untuk memenuhi kebutuhan industri makanan sangat kurang, untuk itu perlu membuat bahan kimia buatan. Pada umumnya masyarakat saat ini cenderung untuk menggunakan bahan kimia buatan karena:
  1. Lebih praktis dan mudah diperoleh
  2. Produknya tidak mudah berubah dari waktu ke waktu
  3. Lebih ekonomis karena dibuat dalam jumlah banyak (secara massal)
  4. Tingkat kemurniannya tinggi karena dibuat dengan standar pengolahan yang telah ditetapkan

C. Penggolongan Bahan Kimia Makanan
Beberapa bahan kimia makanan, digolongkan menjadi: Zat Pengawet &, Antioksidan, Zat Pewarna, Zat Pemanis, Zat Penyedap, Zat Pengasam / Asidulan, Zat Pemberi Aroma, Zat Pengembang Adonan, dan Zat Pemucat.

1. Zat Pengawet dan Anti Oksidan
Zat pengawet merupakan zat antimikroba yang sengaja ditambahkan pada bahan makanan agar makanan tidak cepat rusak atau menjadi busuk sawaktu didistribusikan dan disimpan dalam waktu yang cukup lama. Bahan pengawet alami yang telah lama digunakan oleh masyarakat adalah gula, garam dapur, asam jawa dan larutan asam cuka.

Berbagai minuman sari buah, minuman berkarbonat dan makanan dalam kemasan kaleng atau plastik menggunakan asam benzoat atau natrium benzoat sebagai bahan pengawet. Asam benzoat secara alami terkandung di dalam cengkeh dan kayu manis.

Senyawa nitrit dan nitrat digunakan untuk mencegah tumbuhnya bakteri pada produk daging olahan, sedangkan sulfur dioksida digunakan untuk mengawetkan buah-buahan kering.

Antioksidan termasuk bahan pengawet yang digunakan untuk mencegah oksidasi bahan makanan baik oleh udara maupun mikroorganisme. Antioksidan juga dapat mencegah bau tengik pada makanan yang mengandung lemak dan minyak, misalnya kornet, mentega dan minyak goreng. Beberapa zat antioksidan yang digunakan dalam makanan kemasan diantaranya adalah: butil hidroksianisol (BHA), butil hidroksitoluen (BHT), propilgalat (PG), asam sitrat, asam etanoat, asam askorbat (vitamin C) dan tokoferol (vitamin E).

2. Zat Pewarna
Zat pewarna ditambahkan pada bahan makanan pada umumnya bertujuan untuk memperoleh warna makanan yang lebih menarik dan menjadi lebih bervariasi Zat pewarna alami yang biasa digunakan adalah:
  1. Kunyit, menghasilkan warna kurkumin (kuning)
  2. Daun suji, menghasilkan warna hijau
  3. Cabe merah atau ekstrak paprika, menghasilkan warna kapxantin (merah)
  4. Bubuk bit, menghasilkan warna antosianin yang berwarna ungu atau merah
  5. Gula yang dipanaskan (karamel), menghasilkan warna coklat
  6. Wortel, menghasilkan warna beta-karoten (kuning)

Zat pewarna buatan saat ini telah tersedia, namun harus hati-hati dalam penggunaannya. Contoh zat pewarna diantaranya adalah:
  1. Tartrazine
  2. Sunset Yellow FCF
  3. Ponceau 4R
  4. Merah Allura
  5. Carmoisine
  6. Brilliant Black BN
  7. Patent Blue V
  8. FD & C Red No. 2 dan No. 3

3. Zat Pemanis
Zat pemanis ditambahkan ke dalam bahan makanan untuk memberikan rasa manis. Selain itu, pemanis juga berfungsi sebagai sumber energi atau penghasil kalori bagi tubuh kita. Dulu orang menambahkan gula (sukrosa) yang terbuat dari tebu atau bit, aren, kelapa, madu dan buah-buahan pada bahan makanannya agar terasa manis.

Namun, sekarang banyak orang menggunakan pemanis buatan untuk menggantikan gula, karena mengkonsumsi gula dalam jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah baru seperti kegemukan, kelebihan kalori, kerusakan pada gigi dan berbahaya bagi penderita diabetes/kencing manis.

Beberapa contoh pemanis buatan, misalnya sakarin, siklamat, aspartam, asesulfam, dihidrokalkon, flavonoid neohesperidin dan sorbitol. Aspartam dan sorbitol banyak digunakan pada produk makanan untuk penderita diabetes. Penggunaan sakarin dan siklamat saat ini telah dilarang karena diketahui sebagai penyebab kanker.

4. Zat Penyedap
Zat penyedap ditambahkan pada makanan bertujuan untuk meningkatkan cita rasa makanan dan menekan rasa yang tidak diinginkan dalam makanan, misalnya rasa bawang yang tajam, rasa sayuran mentah dan rasa pahit dalam sayuran kaleng.

Bahan penyedap alami yang umum digunakan masyarakat Indonesia adalah bawang putih, bawang bombay, biji pala, merica, ketumbar, sereh, daun pandan, daun salam, terasi, garam dapur dan gula yang dicampur dengan komposisi tertentu, cuka dan asam jawa yang dapat menyebabkan rasa makanan menjadi asam segar.

Penyedap sintetik yang digunakan secara luas di rumah tangga adalah Monosodium Glutamat (MSG) atau yang lebih dikenal dengan vetsin atau micin. MSG merupakan garam natrium dari asam glutamat yang secara alami terdapat dalam protein nabati atau hewani, seperti daging, susu, ikan, gandum, jagung dan kacang-kacangan. MSG dapat meningkatkan cita rasa komponen-komponen lain yang terkandung dalam bahan makanan. Sifat yang demikian disebut dengan taste enhancer ( penegas rasa).

5. Zat Pengasam/Asidulan
Zat pengasam atau asidulan berfungsi sebagai pemberi rasa asam pada makanan. Selain itu, zat pengasam juga berfungsi antara lain sebagai pengawet, penegas rasa dan warna serta mempermudah pengolahan bahan makanan atau sebagai pengemulsi / pencampur bahan makanan.

Zat pengasam yang umum digunakan diantaranya adalah asam asetat/asam cuka, asam laktat, asam malat, asam sitrat dan asam fumarat. Zat pengasam yang sering digunakan dalam pembuatan permen dan coklat adalah asam kalium tartrat yang berfungsi mengurangi hidrolisis sukrosa. Asam fosfat kerap kali digunakan sebagai zat pengasam, pengemulsi, pengental dan penstabil produk susu.

6. Zat Pemberi Aroma
Zat pemberi aroma ditambahkan ke dalam makanan bertujuan untuk memberikan aroma yang khas, misalnya aroma buah-buahan. Beberapa zat pemberi aroma diantaranya, yaitu:
No. Zat pemberi aroma Aroma yang dihasilkan
1 Amil kaproat Apel
2 Etil butirat Nanas
3 Benzaldehid Cherry
4 Vanilin Vanili
5 Diasetil Mentega
6 Mentol Mint
7 Metil antranilat Anggur
8 Eugenol Rempah-rempah
9 Sitronelal Bunga-bungaan
10 Amil asetat Pisang ambon
11 Benzil asetat Strawberry

7. Bahan Pengembang
Bahan pengembang alami yang banyak digunakan adalah jamur roti/ragi roti/yeast. Bahan pengembang alami bekerja sesaat setelah dicampur dengan bahan makanan. Bila dalam kondisi yang sesuai yaitu tanpa oksigen, zat pengembang akan bekerja dengan baik menghasilkan gas CO2. Oleh karenanya setelah bahan tercampur dengan baik, adonan akan ditutup beberapa saat agar zat pengembang dapat bekerja.

Bahan pengembang kimia yang umum digunakan adalah tepung soda kue yang terdiri dari campuran natrium bikarbonat (NaHCO₃), natrium alumunium sulfat (Na₂A₁₂(SO₄)₄) dan kalsium hidrofosfat (CaH₄(PO₄)₂).

Zat pengembang kimia bekerja pada saat kue dipanaskan atau pada saat pemanggangan. Prinsip kerja bahan pengembang adalah menghasilkan gas CO₂ yang dapat menyebabkan adonan mengembang.

8. Zat Pemucat
Zat pemucat secara umum digunakan dalam produk terigu. Cara kerja zat pemucat adalah mengoksidasi pigmen pemberi warna pada bahan makanan, menghasilkan senyawa yang tidak berwarna. Zat pemucat juga membantu dalam proses mengembangkan adonan roti. Dengan menambahkan zat pemucat, adonan roti dapat menahan gas atau gelembung udara, sehingga roti dapat mengembang. Beberapa zat pemucat yang digunakan adalah:
  1. Benzoil peroksida
  2. Kalium bromat
  3. Kalsium iodat
  4. Nitrosil klorida

D. Penggunaan Bahan Kimia
Penggunaan bahan kimia dalam makanan harus digunakan secara bijak. Berbagai dampak negatif kerapkali muncul karena penggunaan yang tidak sesuai dengan aturan. Namun demikian, tentu ada kiat-kiat yang dapat kita lakukan untuk mengatasinya.

Dampak Negatif Penggunaan Bahan Kimia Dalam Makanan
Penggunaan bahan kimia dalam makanan secara berlebihan dapat menimbulkan penyakit, keracunan dan hal-hal lain yang tidak sesuai dengan keinginan kita
  1. Bahan penyedap monosodium glutamat (MSG) atau vetsin dapat menyebabkan Chinese Restaurant Syndrome (CRS), yaitu kelainan yang disebabkan oleh alergi atau penggunaan yang berlebihan terhadap zat MSG, gejalanya: wajah berkeringat, kesemutan pada leher dan punggung, sesak nafas dan pusing setelah mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung MSG
  2. Terjadi penyalahgunaan bahan kimia, misalnya ditemukan bahan-bahan berbahaya dalam bahan makanan, seperti: Rhodamin B, Metanil Yellow, Asam borak dan Formalin
  3. Beberapa bahan kimia bisa menjadi racun bagi organ tubuh manusia, misalnya asam fosfat yang terlalu tinggi dapat menyerap kalsium dalam cairan tubuh dan menyebabkan pengendapan pada ginjal

Kiat-kiat Menggunakan Bahan Kimia Dalam Makanan Secara Aman
  1. Gunakan bahan kimia baik bahan kimia alami maupun bahan kimia buatan sesuai dengan aturan, takaran atau dosis pemakaian
  2. Pastikan bahwa komposisi bahan yang digunakan telah memenuhi aspek kesehatan dan mengikuti peraturan yang berlaku, misalnya telah terdaftar di departemen kesehatan atau pihak lain yang berwenang
  3. Periksa kemasan makanan untuk melihat ada tidaknya kebocoran, karat atau cacat lainnya
  4. Lihat tanggal kadaluarsa, untuk mengetahui bahwa makanan masih aman dikonsumsi sebelum tanggal tersebut
  5. Periksa komposisi bahan kimia yang terkandung dalam makanan untuk mencegah alergi
  6. Pilih bahan makanan yang mencantumkan dengan jelas komposisi bahannya
  7. Jaga selalu kebersihan bahan makanan dan ikuti petunjuk cara pengolahannya
  8. Usahakan untuk menggunakan bahan kimia alami daripada bahan kimia buatan karena lebih aman
  9. Kita dapat melakukan sendiri identifikasi bahan kimia berbahaya dalam makanan secara sederhana, misalnya identifikasi bahan pewarna pada tahu kuning dengan menggunakan air kapur
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 3:45 PM

Perubahan Sosial Budaya

Betapa pesatnya perkembangan teknologi saat ini. Perkembangan teknologi tersebut diakibatkan adanya perubahan pada setiap individu yang kemudian mempengaruhi kelompok sosial yang lebih besar seperti masyarakat, bangsa, dan negara. Masyarakat yang ada di sekitar kita berubah dari masyarakat yang sederhana menjadi masyarakat yang komplek. Selain itu perubahan juga dari masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern. Setiap masyarakat tidak akan berhenti berkembang karena mereka mengalami perubahan baik secara lambat maupun cepat.

A. Faktor-faktor Penyebab Perubahan
Perubahan sosial budaya adalah perubahan pola perilaku, hubungan sosial, lembaga, dan struktur sosial pada waktu tertentu. Difinisi lainnya perubahan sosial adalah segala perubahan-perubahan pada lembaga kemasyarakatan yang kemudian mempengaruhi nilai-nilai, sikap-sikap, pola-pola perilaku antara kelompok-kelompok yang terdapat dalam masyarakat.

 Adakalanya perubahan yang terjadi dalam masyarakat dilakukan secara sadar oleh masyarakat, tetapi juga ada perubahan yang tidak sadari. Perubahan terjadi dengan berbagai alasan. Misalnya suatu hasil budaya itu sudah tidak berfungsi lagi (rusak), perlu pembaharuan (ketinggalan jaman), untuk meningkapkan produktivitas, dan sebagainya. Karena itu harus menyesuaikan dengan faktor-faktor lain yang sudah mengalami perubahan terlebih dahulu. Dari beberapa faktor penyebab terjadinya perubahan itu, berikut beberapa faktor yang menjadi penyebab perubahan.

1. Faktor Geografis. 
Faktor geografis meliputi lingkungan fisik, lingkungan alam. Faktor fisik seperti letak geografisnya akan mempengaruhi perubahan. Misalnya saja pada daerah yang sulit untuk dijangkau tentu perubahan akan sangat lamban terjadi karena kontak budaya akan terbatas. Hal tersebut menunjukan bahwa perubahan budaya berkaitan dengan lingkungan alam. Banyak bangunan kuno menjadi perubah secara fisik karena faktor temperatur termasuk keadaan cuaca. Bangunan candi misalnya akan cepat ditumbuhi lumut kalau temperaturnya lembab.

2. Faktor-faktor Teknologis 
Faktor teknologis berkaitan dengana adanya penemuan baru dari masyarakat. Penemuan-penemuan baru yang terjadi dalam masyarakat dapat dalam bentuk 2 macam yaitu discovery (penemuan) dan invention (diterima/diterapkan).
  • Discovery adalah penemuan baru baik berupa alat (fisik) maupun ide (non fisik). Misalnya mesin penggilingan gabah yang menghasilkan beras. 
  • Invention adalah kalau masyarakat sudah mengakui, menerima dan menerapkan penemuan baru itu. Masyarakat menerima proses penggilingan gabah itu sehingga meninggalkan cara lama dengan menumbuk padi. Dulu masyarakat membajak sawah dengan bantuan sapi, tetapi sekarang memakai traktor tangan. 
  • Dengan demikian discovary menjadi invention, walaupun memerlukan waktu yang lama untuk proses adaptasi.

3. Penduduk 
Pertambahan penduduk terlalu cepat mengakibatkan terjadinya beberapa perubahan. Misalnya struktur masyarakat dan lembaga kemasyarakatan. Muncul perkampungan baru dengan penduduk yang hiterogin. Di kompleks perumahan yang baru, tinggal masyarakat majemuk karena mereka berasal dari berbagai daerah, suku bangsa, agama.

Disamping faktor-faktor yang menjadi penyebab perubahan sosial dan budaya, terdapat juga faktor penghambat atau faktor-faktor yang menghalangi terjadinya perubahan. Faktor-faktor itu antara lain:
  • Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain 
  • Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang lamban 
  • Sikap masyarakat yang masih sangat tradisional 
  • Prasangka negatif terhadap hal-hal baru atau asing atau sikap tertutup (eksklusif).

Dampak Perubahan Sosial dan Budaya
Dampak perubahan sosial akan berdampak luas pada masyarakat. Beberrapa dampak dari perubahan sosia dalam masyarakat antara lain sebagai berikut :

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dirasakan masyarakat dapat mendorong makin maju dan meningkatnya tingkat kehidupan.
Perubahan Sosial
Jika diperhatikan kehidupan manusia dari waktu ke waktu mengalami peningkatan. Peningkatan yang dapat dilihat dan dirasakan langsung adalag sistem teknologi. Banyaknya penemuan baru mempermudah masyarakat dalam melaksanakan pekerjaannya.

Teknologi tradisional yang banyak digunakan oleh masyarakat diganti dengan teknologi yang lebih modern karena dapat memperingan usaha manusia. Meningkatnya produksi yang dihasilkan akan membawa peningkatan kehidupan yang lebih baik. Berikut ini beberapa perubahan sosial yang membawa keuntungan bagi masyarakat :

1. Setrika
Setrika digunakan untuk merapikan pakaian. Pada jaman dahulu ketika akan menyetrika pakaian harus membakar arang terlebih dahulu. Dengan kemajuan teknologi ketika akan menyetrika hanya tinggal menghubungkan dengan listrik saja.
Setrika
2. Telepon
Telepon digunakan sebagai alat komunikasi. Telepon mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Dulu telepon hanya bisa untuk menerima telepon saja, namun sekarang dengan adanya telepon seluler kita dapat menerima dan mengirim pesan.
Telepon
3. Mesin Ketik
Mesin ketik digunakan untuk menuis. Pada jaman dahulu mesin ketik masih menggunakan mesin ketik manual yang tentunya memiliki banyak kekurangan jika dibandingkan dengan mesin ketik yang ada saat ini.
Mesin Tik
Perilaku masyarakat dalam menyikapi peribahan akan menerima jika perubhan itu memberikan keuntungan (masyarakat merasa membutuhkan, perubahan itu dapat difahami dan dikuasai, menguntungkan masyarakat, tidak merusak prestise, mendorong untuk meningkatkan taraf hidup, tidak bertentangan dengan tata nilai yang ada dalam masyarakat) dan menolak jika merugikan (menggunakan hal yang baru akan mendapat hukuman dari masyarakat, penemuan baik material maupun non material sulit diintegrasikan dalam pola kebudayaan dimana perubahan itu timbul, menghambat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bertentangan dengan tata nilai yang dianut oleh masyarakat)
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:24 PM