Perubahan Penampakan Bulan

Bagian bulan yang terkena sinar matahari hampir sama seperti bumi. Bagian bulan hanya setengah yang mendapatkan cahaya matahari. Bulan memiliki sisi siang dan sisi malam, sama seperti bumi. Dari pandangan kita yang berada di bumi, kita melihat berbagai fase perubahan penampakan bulan setiap malamnya.

Pada setiap waktu, setengah dari Bulan diterangi oleh matahari. Sisi lain dari bulan yang membelakangi matahari dan berada dalam kegelapan. Selama bulan mengorbit di sekitar bumi, kita dapat melihat lebih banyak pada sisi terangnya. Perlahan-lahan penampakan bulan mengalami perubahan. Perubahan ini disebut dengan fase bulan.

Perubahan Penampakan Bulan
Perubahan bentuk bentuk penampakan bulan disebabkan oleh gerakan bulan ketika mengelilingi bumi. Penampakan bulan tersebut dapat membentuk bulan baru, bulan sabit, bulan separuh bulan tiga perempat, dan bulan purnama. Sebenarnya perubahan penampakan bulan karena luas permukaan bulan yang terlihat dari bumi berubah-ubah sesuai kedudukan bulan terhadap matahari dan bumi. Berikut ini kenampakan bulan jika dilihat dari  bumi.

1. Bulan Baru.
Kenampakan bulan diawali dengan bulan baru, kedudukan bulan berada diantara bumi dan matahari dalam satu garis lurus. Pada kedudukan bulan baru kita tidak dapat melihat bulan. Hal ini disebabkan karena seluruh permukaan bulan yang terkena sinar matahri berada di bagian belakang bulan. Bulan baru juga dikenal dengan sebutan bulan mati. Berikut ini adalah gambar bentuk bulan baru.
Bulan Baru
Ketika bulan bergerak, maka bagian bulan yang menerima sinar matahari terlihat dari bumi. Bagian bulan yang terlihat dari bumi sangat kecil dan membentuk bulan sabit. Itulah yang dikenal dengan hilal awal bulan.

2. Bulan Sabit
Setelah lima hari kenampakan bulan maka akan muncul bentuk bulan seperti sabit. Pada kedududkan ini kenampakan bulan atau bagian bulan kelihatan bercahaya hanya kurang dari seperempatnya.
Bulan Sabit
Bulan sabit ini terjadi satu minggu setelah terjadinya bulan baru. Bulan sabit bisa kita lihat ketika di langit sebelah barat setelah matahari terbenam. Jadi kalau kita ingin melihat bulan sabit muncul, bisa dimulai setelah matahari terbenam. Bulan sabit ini lama-kelamaan akan semakin melebar dan akan membentuk separuh bulan. Atau bulannya semakin terlihat separuh.

3. Bulan Setengah
Setelah satu minggu tampak setengah bagian bulan. Pada fase ini kedudukan bumi, bulan, dan matahari membentuk segitiga siku-siku. Fase bulan ini sering disebut dengan bulan setengah (half moon). Bulan setengah ini terjadi  jika bulan, bumi, dan matahari membentuk sudut 90 derajat sehingga kita bisa melihat persis separuh bagian bulan yang disinari matahri dan separuh bagian gelap.
Bulan Setengah
Bulan separuh ini terlihat setelah beberapa hari dari bulan sabit. Kita bisa melihat bulan separuh ini karena separuh dari permukaan bulan yang terkena sinar matahari. Jadi yang terlihat oleh kita hanya separuhnya saja.

4. Bulan Tiga per Empat (Bulan Bungkuk)
Setelah sebelas hari bulan mengelilingi Bumi, pengamat dari Bumi dapat melihat tiga perempat sisi Bulan yang terkena cahaya Matahari.
Bulan Bungkuk

5. Bulan Purnama
Bulan purnama terjadi pada hari ke 14 setelah bulan baru. Ketika bulan purnama kedudukan bumi berada diantara bulan dan matahari dalam keadan membentuk satu garis lurus. Seluruh sisi bulan yang terkena sinar matahari dapat dilihat dari bumi sehingga bulan tampak bersinar terang.
Bulan Purnama
Kalau kita lihat peristiwa bulan purnama ini sangatlah indah. Kita bisa menikmatinya ketika cuaca sedang cerah dan tentunya pada waktu malam hari. Setelah terjadi bulan purnama, maka bulan akan kembali menciut lagi menjadi bulan separuh. Dari bulan separuh muncul lagi menjadi bulan sabit dan seterusnya menjadi bulan baru yang tidak terlihat. Begitu indah sekali ciptaan-Nya kalau kita perhatikan dengan seksama. Kalau terjadi bulan purnama, bisa kita lihat keindahannya. Sinar bulan bisa menerangi bumi yang gelap.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:57 PM

Hubungan Sumber Daya Alam dan Teknologi

Sumber daya alam (SDA) adalah segala sesuatu yang dapat diperoleh dari lingkungan berupa kumpulan beraneka ragam makhluk hidup maupun benda-benda tak hidup yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan hidup manusia. Pemanfaatan sumber daya alam dapat di lakukan dengan cara langsung dan tidak langsung. Secara langsung, yaitu pemanfaatan sumber daya alam dilakukan tanpa pengolahan terlebih dahulu. Tidak langsung, yaitu pemanfaatan sumber daya alam yang dilakukan dengan pengolahan terlebih dahulu.

Dalam pengolahan sumber daya alam diperlukan teknologi. Teknologi adalah suatu benda atau objek yang diciptakkan oleh manusia yang bisa bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia. Teknologi yang diciptakkan oleh manusia pada mulanya hanya sebuah alat-alat sederhana namun besar akan manfaatnya. Dengan inovasinya manusia membuat teknologi sangat cepat berkembang.

 Teknologi yang digunakan dalam pengolahan sumber daya alam dapat berupa teknologi sederhana atau teknologi canggih. Berikut adalah beberapa pengolahan sumber daya alam yang memanfaatkan teknologi untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.

1. Pengolahan Kayu Menjadi Kertas
Kayu dapat menjadi bahan utama kertas yang sangat baik karena adanya selulosa . Dalam proses pembuatan kertas, benang-benang selulosa dipisahkan terlebih dahulu hingga menjadi bubur kertas. Berikut ini langkah-langkahnya;
Kertas
  • Bahan yang biasanya digunakan untuk membuat kertas adalah kayu pines. Kayu pinus diambil dari hutan produksi lalu didiamkan di tempat penampungan selama beberapa bulan untuk menjaga kelembaban kayu tersebut. Setelah itu kayu dibuang kulitnya menggunakan mesin khusus atau yang dikenal dengan proses De Barker.
  • Kemudian kayu dipotong-potong menjadi lebih kecil yang disebut dengan proses chipping. Potongan yang sesuai ukuran diambil sedangkan potongan yang tidak sesuai didaur ulang.
  • Chip dimasak dalam mesin digester untuk memisahkan serat kayu (selulosa). Proses pemasakan ini ada dua macam Chemical PulpingProcess dan Mechanical Pulping Process. Hasil dari proses digesting ini dinamakan pulp (bubur kertas) yang akan diolah lagi pada mesin pembuatan kertas.
  • Selanjutnya bubur kertas dimasukan dalam mesin press untuk meningkatkan kadar kepadatan dengan membuang air yang tersisa. Bahan kertas dimasukan diantara dua buah rol besar yang berputar sehingga air yang tersisa dapat dibuang ke luar.
  • Proses selanjutnya adalah pengeringan (dryer), proses ini berguna agar kadar air berkurang sampai 6%. Bahan yang dihasilkan dari proses pengeringan ini dinamakan kertas jadi yang kemudian digulung menggunakan alat paper roll.

2. Proses Pembuatan Roti
Roti adalah makanan berbahan dasar utama tepung terigu dan air, yang difermentasikan dengan ragi, tetapi ada juga yang tidak menggunakan ragi. Namun kemajuan teknologi manusia membuat roti diolah dengan berbagai bahan seperti garam, minyak, mentega, ataupun telur untuk menambahkan kadar protein di dalamnya sehingga didapat tekstur dan rasa tertentu. Proses pembuatan roti secara umum adalah sebagai berikut.
Roti
  • Seleksi bahan-bahan. Bahan-bahan yang akan digunakan dalam pembuatan roti perlu disiapkan dan diperiksa kualitasnya. Selain itu daya tahan dari bahan-bahan yang akan digunakan juga perlu diperhatikan agar roti yang dibuat dapat bertahan dalam waktu yang lama.
  • Pengadukan bahan atau mixing. Pengadukan berfungsi agar semua bahan pembuat roti dapat tercampur dengan sempurna. Pengadukan juga berguna untuk mendapatkan hidrasi yang sempurna dari kanji dan protein untuk pembentukan gluten, dan pelunakan yang baik.
  • Fermentasi atau Peragian. Fermentasi terbentuk akibat adanya aktivitas ragi yang yang mengolah karbohidrat menjadi gas CO2 yang menyebabkan adonan mengembang. Fermentasi juga juga menghasilkan alkohol yang menyebabkan adonan mengemabang dan memberikan aroma. Asam yang menyebabkan rasa dan memperlunak gluten.
  • Pencetakan adonan. Adonan yang telah mengalami fermentasi dimasukan dalam cetakan dan kemudian dibakar/dipanggang.
  • Pembakaran atau pemanggangan. Prosess pembakaran/pemangangan ini mengakibatkan adonan roti menjadi mengembang.

3. Proses Pengolahan Padi.
Pengolahan tanaman padi sejak dahulu kala sudah di lakukan oleh nenek moyang kita hingga saat ini terus berkembang dalam segi pengolahan maupun alat-alat yang di gunakan untuk mengolah. Dalam perjalanannya, proses pengolahan produktifitas lahan mapun produk dari tanaman banyak sekali mengalami perubahan, mengikuti alur perkembangan teknologi. Berikut ini proses pengolahan padi menjadi bahan makanan.
Padi
  • Padi ditanam oleh petani di sawah maupun di tegalan. Penenaman padi membutuhkan perawatan agar hasil padi bagus. Perawatan selama menanam padi antara lain penyiangan dan pemupukan.
  • Setelah padi dipanen, bulir padi atau gabah diproses melalui beberapa tahap sebelum menjadi beras. Proses pertama adaalah proses perontokan padi dengan menggunakan mesin perontok. Hasil perontokan ini adalah gabah.
  • Gabah hasil perontokkan dijemur untuk mengurangi kadar air.
  • Gabah yang sudah kering dimasukan ke dalam mesin penggilingan padi. Ada beberapa jenis mesin penggilingan padi sesuai dengan fungsinya antara lain sebagai berikut : Mesin pemecah gabah kering (huller atau husker), Mesin pemisah gabah dan beras pecah kulit (brown rice separator), Mesin penyosoh atau mesin pemutih (polisher), Mesin pengayak bertingkat (sifter), Mesin atau alat bantu pengemasan (timbangan dan penjahit karung).

4. Pengolahan Kapas Menjadi Kain
Serat kapas merupakan serat alam yang berasal dari serat tumbuh-tumbuhan yang tergolong kedalam serat selulosa alam yang diambil dari buahnya. Berikut ini adalah proses pengolahan kapan menjadi kain.
Kapas
  • Tanaman kapas ditanam oleh para pekebun di lahan pertanian. Buah kapas yang sudah matang dipetik dari pohonnya.
  • Setelah dipetik dari pohonnya, kapas tersebut harus dipisahkan dari bijinya (ginning). Pada proses ini kapas disedot ke dalam tabung untuk dimasukkan ke dalam mesin pengering dan kapas akan melalui alat pembersih yang membersihkan daun, tangkai dan biji yang masih menempel pada serat kapas. Kapas yang telah dibersihkan ini dipadatkan menjadi bal.
  • Selanjutnya kapas melalui proses weaving. Weaving adalah proses utama mengolah benang menjadi kain. Sebelum masuk dalam proses penenunan benang perlu dipersiapkan terlebih dahulu. Benang dianyam sehingga terbentuk anyaman kain. Kita bisa meanambahkan buatan ke dalam kain katun sehingga menghasilkan jenis kain yang berbeda kadar kapasnya.
  • Finishing. Pada poses finishing kualitas kain ditingkatkan dengan penambahan bahan kimia dan bahan lainnya. Misalnya saja katun dapat dicampurkan dengan bahan kimia yang dapat melindungi dari sinar UV matahari.

5. Pengolahan Kepompong menjadi Kain Sutera
Sutra atau sutera merupakan serat protein alami yang dapat ditenun menjadi tekstil. Jenis sutra yang paling umum adalah sutra dari kepompong yang dihasilkan larva ulat sutra murbei (Bombyx mori) yang diternak (peternakan ulat itu disebut serikultur). Berikut ini proses pengolahan kepompong menjadi kain sutra.
Sutra
  • Ulat sutera dipelihara oleh petani dengan cara meletakannya dalam kotak-kotak pemeliharaan. Ulat diberi makan dengan daun Murbei.
  • Setelah kenyang ulat akan berubah menjadi kepompong (kokon) yang merupakan bahan utama kain sutera.
  • Setelah ulat menjadi kepompong, kepompong akan direbus (reeling). Perebusan ini bertujuan untuk menghilangkan zar serizin sehingga benangnya mudah ditarik. Hasil proses ini disebut dengan benang sutera mentah.
  • Proses pengelosan atau pemaletan. Benang pakan akan mengalami proses pemaletan sedangkan benang lusi akan mengalami proses pengelosan.
  • Penghanian. Penghanian merupakan proses pembuatan benang lusi dalam beam (gulungan besar). Dalam proses ini benang sutera yang sudah dikelos akan ditarik dalam satu bum. Jumlah benang dalam bum tergantung lebar kain yang akan dibuat.
  • Proses pencucuan merupakan kelanjutan dari proses penghanian. Tujuan dari proses ini adalah memasukan benang dari bum ke dalam gun dan sisir tenun.
  • Proses penenunan merupakan proses utama dalam pembuatan kain sutera. Jeniss benang yang digunakan pada saat penenunan adalah benang lusi (hasil penghanian) dan benang pakan yang merupakan pemberi motif pada kain sutera.
  • Hasil akhir dari proses pembuatan kain sutera adalah selembar kain sutera .
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 12:51 PM

Bentuk dan Cara Menentukan Keputusan Bersama

Keputusan merupakan pilihan yang diambil seseorang atau kelompok untuk dilaksanakan. Keputusan bersama yang diambil harus bijaksana, bisa bermanfaat untuk semua dan tidak memihak pada kelompok tertentu. Artinya kepentingan umum harus lebih diutamakan daripada kepentingan pribadi.

Dalam kehidupan sehari-hari kita dihadapkan pada pilihan-pilhan. Pilihan yang diambil oleh seseorang itulah yang disebut dengan keputusan. Keputusan dibedakan menjadi dua yaitu keputusan pribadi dan keputusan bersama

A. Keputusan Pribadi
Keputusan pribadi adalah keputusan yang dilakukan perorangan. Keputusan dalam kegiatan setelah bangun tidur, keputusan memilih makanan, keputusan ketika belajar. Semua itu merupakan hak individu, dan setiap orang mempunyai keputusan yang berbeda-beda. Berikut ini beberpa contah keputusan yang bersifat pribadi.
  1. Menentukan ekstrakurikuler yang akan diikuti di sekolah
  2. Menentukan cita-cita yang diinginkan
  3. Menentukan siapa yang akan dipilih saat pemilihan ketua kelas
  4. Menentukan pendapat saat rapat atau diskusi.
  5. Menentukan pendidikan yang akan ditempuh (ingin masuk sekolah mana, kuliah dimana)
  6. Menentukan untuk mengutamakan belajar daripada bermain.
  7. Menentukan kelompok belajar mana yang akan diikuti.
  8. Menentukan akan memberikan bantuan atau tidak pada saat terjadi bencana alam.
  9. Menentukan pilihan pada saat ikut les atau belajar sendiri di rumah.
  10. Menentukan saat diajak teman bermain atau tetap belajar di rumah.

B. Keputusan Bersama
Selain keputusan yang sifatnya perorangan, ada pula keputusan yang sifatnya bersama. Keputusan bersama ini dilakukan atas kesepakatan bersama. Misalnya, ketika sekolahmu akan melaksanakan perkemahan, ketika akan rekreasi, ketika akan melakukan kunjungan belajar, semua diputuskan bersama.

Keputusan bersama adalah keputusan yang melibatkan semua orang yang berkepentingan. Misalnya saja dalam organisasi di lingkungan keluarga. Anggota organisasi keluarga anggotanya adalah seluruh anggota keuarga. Selain keluarga ada juga organisasi masyarakat yang anggotanya adalah seluruh anggota masyarakat yang terlibat di dalamnya. Keputusan sebuah organisasi disebut dengan keputusan bersama.

Keputusan bersama lebih rumit dibandingkan dengan keputusan pribadi. Keputusan bersama melibatkan banyak orang. Bahkan tidak jarang terjadi perbedaan pendapat. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar keputusan bersama itu membuahkan hasil tanpa meninggalkan masalah.
  1. Saling memahami dan menghargai pendapat orang lain.
  2. Saling memahami apa yang sedang dimusyawarahkan untuk diambil keputusan.
  3. Kepentingan umum lebih diutamakan daripada kepentingan pribadi.
  4. Menerima masukan dalam bentuk kritik, usul, maupun saran.
  5. Tidak memaksakan kehendak dalam mengambil keputusan.
  6. Menerima bahwa keputusan yang sudah diambil adalah keputusan yang terbaik.
  7. Keputusan yang sudah diambil dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Secara umum, keputusan bersama terbagi dalam dua bentuk yaitu bentuk tertulis dan tidak tertulis (lisan).:

1. Keputusan Secara Tertulis
Keputusan secara tertulis adalah keputusan yang diambil secara bersama-sama didasarkan atas kesepakatan bersama. Keputusan tertulis biasanya dituangkan dalam bentuk dokumen tertulis. Contoh keputusan bersama secara tertulis di antaranya:
  • Undang-Undang Dasar 1945
  • Undang-undang
  • Peraturan pemerintah
  • Peraturan daerah, dan sebagainya.

Keputusan secara tertulis merupakan kesepakatan dari orang-orang yang embuatnya. Keputusan secara tertulis mempunyai kekuatan hukum yang kuat. Oleh karena itu, siapapun yang tidak melaksanakan peraturan tertulis tersebut akan dikenai sanksi atau hukuman. Keputusan tertulis disahkan dengan tanda tangan para pembuat keputusan. Keputusan secara tertulis di negara kita dibuat oleh lembaga legislatif yaitu MPR, DPR, dan DPD

2. Keputusan Lisan
Keputusan lisan merupakan keputusan yang diucapkan dengan lisan kita. Keputusan lisan berwujud kata-kata dan biasanya tidak dituangkan secara tertulis dalam bentuk dokumen. Keputusan lisan tidak mempunyai kekuatan hukum seperti halnya keputusan tertulis. Sanksi yang diberikan dalam pelanggaran keputusan lisan pun hanya bersifat ringan saja. Contoh keputusan lisan di antaranya:
  • Keputusan bapak kepala desa dalam hal pembagian pengairan sawah
  • Keputusan bapak RT tentang jadwal ronda malam.
  • Keputusan bapak RW tentang jadwal ronda malam.

Keputusan bersama dapat terbentuk baik di lingkungan keluarga masyarakat maupun negara, Berikut ini beberapa contoh keputusan bersama pada masing-masing lingkungan.

C. Cara Menetukan Keputusan Bersama
Indonesia adalah negara Bhinneka tunggal ika dengan Pancasila sebagai Ideologinya. Hal ini seseuai dengan kondisi bangsa Indonesia yang memiliki banyak suku, agam, budaya yang berbeda, Sehingga dalam prakteknya sehari-hari, ada banyak hal yang dapat memicu atau menjadi alasan terjadinya perbedaan. Untuk mengatasi perbedaan yang ada, maka beberapa jalan yang ditempuh untuk mengatasinya yaitu dengan :
  1. Musyawarah untuk Mufakat, yaitu urun rembug, atau berunding untuk membicarakan suatu perkara sehingga diperoleh sebuah keputusan yang diterima dengan baik oleh semua pihak. Keputusan dari hasil musyawarah disebut Mufakat.
  2. Voting atau pemungutan suara, voting adalah melakukan pemungutan suara, keputusan diambil berdasarkan suara yang paling banyak. Voting dilakukan jika jalan musyawarah tidak dapat menghasilkan keputusan yang dapat disetujui.
  3. Aklamasi, adalah persetujuan secara lisan oleh semua anggota kelompok, sehingga keputusannya harus dilaksanakan oleh semua anggota. Aklamasi dilakukan jika voting dan musyawarah tidak menghasilkan satu keputusan yang bulat.

a. Keputusan Bersama di Lingkungan Keluarga
Dalam praktek sehari-hari, masyarakat umumnya melakukan musyawarah dalam mengambil sebuah keputusan, contohnya di lingkungan keluarga. Berikut beberapa contoh keputusan bersma dalam lingkungan keluarga:
  • Pembagian tuga seluaruh anggota keluarga.
  • Keputusan mengenai kemana seluruh anggota keluarga akan berlibur.
  • Ketika prestasi adik disekolah menurun, maka seluruh keluarga akan membantu belajar adik
  • Keputusan bersama dalam mengikuti aturan yang berlaku di rumah, misal seluruh anggota keluarga harus makan bersama

b. Keputusan Bersma di Lingkungan Sekolah
Keputusan bersama tidak saja hanya ada  di lingkungan keluarga. Di lingkungan sekolah juga ada beberapa keputusan bersama yang dibentuk oleh warga sekolah. Berikut ini beberapa contoh keputusan bersama di lingkungan sekolah.
  1. Pemilihan ketua kelas,  jadwal piket dan anggota kelompok belajar.
  2. Tempat tujuan study tour.
  3. Tata tertib kelas
  4. Keputusan bersama mengenai besaran biaya study tour sekolah.
Pemilihan Ketua Kelas
c. Keputusan Bersama di Lingkungan Masyarakat
Lingkungan masyarakat terdiri dari banyak orang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Agar kehidupan masyarakat dapat berjalan dengan maka dibutuhkan keputusan bersama untuk mengatur kehidupan sehari-hari. Beberapa  contoh keputusan bersama di lingkungan masyarakat antara lain:
  • Keputusan bersama tentang kerja bakti lingkungan.
  • Keputusan bersama tentangbesaran iuran warga.
  • Keputusan bersama mengenai sumbangan untuk warga yang membutuhkan.
  • Keputusan bersama tentang pembagian jaga malam.
  • Keputusan bersama tentang siapa saja yang berhak menerima bantuan dari pemerintah.

d. Keputusan Bersama di Lingkungan Pemerintahan
Pemerintahan dilaksanakan agar kehidupan berbangsa dan bernegara dapat berjalan selaras dan seimbang. Agar kegidupan dapat berjalan harmonis maka dibutuhkan keputusan-keputusan yang berguna untuk mengatur tata kehidupan bernegara. Beberapa  contoh keputusan bersama di lingkungan pemerintahan  antara lain:
  • Keputusan bersama mengenai hari libur nasional.
  • Keputusan bersama besaran tarif angkutan.
  • Keputusan bersama harga dasar pupuk dan beras
  • Keputusan pemerintah daerah tentang Upah Minimum Kabupaten (UMK).
  • Keputusan mengenai besarnya pajak yang harus dibayar oleh warga masyarakat kepada negara.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 2:58 PM

Bangun Simetris dan Asimetris

Bangun simetris adalah bangun yang dapat dilipat (dibagi) menjadi dua bagian yang sama persis baik bentuk maupun besarnya. Sedangkan bangun tidak simetris disebut juga dengan bangun asimetris. Bangun asimetris adalah banun yang dapat dilipat (dibagi) menjadi dua bagian tetapi tidak saling berimpitan persis baik bentuk maupun besarnya.

A. Bangun Simetris
Bangun simetris adalah bangun datar yang apabila dilipatkan menjadi dua bagian yang sama besar, maka bangun tersebut akan berhimpitan dengan bangun yang dilipatkan. Pada contoh di bawah merupakan bangun datar simetris karena jika dilipat sesuai dengan garis tengah yang membagi menjadi dua bagian yang sama besar dan saling berimpit.
Benda Simetris
Jadi secara umum bangun simetris memiliki ciri sebagai berikut :
  • Apabila di lipatkan menjadi dua atau lebih akan menjadi bagian yang sama besar.
  • Garis putus-putus merupakan garis sumbu simetris yang membantu membuktikan benda tersebut simteris atau bukan.
  • Apabila dilipatkan menjadi dua bagian akan saling menutupi.

Bangun datar ada yang simetris dan ada juga yang asimetris. Beberapa bangun datar simetris diantaranya adalah lingkaran, persegi, persegi panjang, layang-layang, belah ketupat, segitiga sama kaki, segitiga sama sisi, segitiga siku-siku samakaki, dan trapesium sama kaki. Sedangkan bangun datar yang asimetris diantaranya adalah  trapesium sembarang, jajar genjang, segitiga siku-siku, dan segitiga sembarang. Perhatikan gambar di bawah ini.
Simetris
B. Menentukan Sumbu Simetri
Sumbu simetri adalah garis lipat yang menentukan benda simetris. Untuk menentukan sumbu simetri suatu bangun dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
  1. Ambil selembar kertas tulis yang berbentuk persegi panjang dan jajar genjang
  2. Lipat kertas sehingga sepasang titik segaris bertemu. Apakah kedua bagian sama besar? Jika kedua bagian sama besar maka bangun tersebut adalah bangun simetris. Jika kedua bagian tidak sama besar maka bangun tersebut adalah bangun asimetris.
  3. Dari kegiatan tersebut, kamu telah mennyelidiki benda simetris atau benda tidak simetris. Persegi panjang merupakan benda simetris karena mempunyai garis lipatan yang dapat mempertemukan sisi-sisi luarnya dengan tepat.
  4. Sedangkan jajargenjang bukan merupakan benda simetris karena tidak ada garis lipatan yang dapat mempertemukan sisi-sisi luarnya dengan tepat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:50 PM

Keseuaian Fungsi dan Kekuatan Kerajinan Makrame

Makrame adalah seni kerajinan simpul menyimpul dengan menggarap rangkaian benang dari awal hingga akhir suatu hasil tenunan dengan membuat berbagai simpul pada rantai benang sehingga membentuk rumbai dan jubah.

Kerajinan menyimpul atau mengikat tali sudah lama dikenal di Negara kita. Sebagai contoh dapat kita lihat alat penangkap ikan, seperti jala, jaring, bahkan perlengkapan pakaian, seperti topi, sarung tangan, kaos kaki, keranjang atau tas, dan masih banyak lagi contoh yang lainnya, yang semuanya dikerjakan dengan teknik simpul, dengan mengandalkan ketrampilan tangan, tanpa menggunakan alat bantu mesin.

A. Simpul-simpul Dasar Makrame
Pembuatan makrame menggunakan simpul-simpul dasar yang mendasari bentuk-bentuk karya yang disebutkan di atas. Usahakan tali yang dipakai bersifatlentur dan tidak kaku. Di bawah ini ada beberapa simpul dasar yang bisa dipelajari agar bisa memahami bentuk-bentuk seni kerajinan ini. Beberapa jenis simpul dasar:

1. Simpul Kepala
Untuk jenis simpul ini diperlukan tali yang bisa direntangkan sebagai tempat menyimpulkan simpul kepala. Kamu dapat membuat simpul-simpul ini berulang sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan.
Simpul Kepala
2. Simpul Mati
Disebut simpul mati karena ikatannya sangat kuat sehingga susah dibuka, sedangkan disebut simpul hidup karena ikatannya sama lumayan kuat, namun sangat mudah untuk dibuka
Simpul Mati
3. Simpul Tunggal
Hasil dari simpul tunggal akan terlihat seperti tangga. Desain bentuk dapat diputar ke kanan atau ke kiri. Lakukan percobaan terus menerus agar dapat menghasilkan sesuai keinginanmu.
Simpul Tunggal
4. Simpul Rantai
Simpul Rantai
5. Simpul Ganda
Cara membuat simpul ganda ini cukup mudah, yaitu cukup menyediakan dua utas tali yang warnanya berbeda, supaya jalinan kedua utas tali itu terlihat jelas. Di bawah ini bisa dilihat variasi simpul ganda, sedangkan pada gambar yang paling bawah kamu bisa melihat gabungan antara dua macam simpul.
Simpul Ganda
6. Simpul Gordin
Simpul Gordina
B. Bahan Pembuat Kerajinan Makrame
Ada berbagai macam bahan yang dapat digunakan dalam kerajinan makrame. Bahan-bhan tersebut secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua yaitu bahan yang diperoleh dari alam dan dan bahan buatan pabrik.

1. Bahan Dari Alam
Ada beberapa macam bahan dari alam yang dapat digunakan sebagai bahan membuat kerajinan makrame. Bahan-bahan tersebut kebanyakan berasal dari serat tanaman yang mudah dipilin. Diantara serat-serat tersebut ada yang cukup kuat dan ulet, misalnya saja serat rosela, serat rami, serat pohon waru, serat kulit kelapa, dan ijuk.

Selain kuat dan ulet setiap bahan tersebut juga memiliki ciri khas dan kesesuaian sendiri. Bahan-bahan dari lam tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat benda pakai atau hiasan sesuai dengan sifatnya. Serat rosela dan serat pohon waru ulet, halus dan lentur. Serat ini cocok untuk membuat karya yang halus dengan pintalan yang kecil.

Sedangkan serat dari kulit kepala dan ijuk berupa serat-serat kecil yang kaku dan kasar serta kurang lentur. Serat tersebut cocok untuk membuat karya yang agak kasar dengan pintalan yang besar.

2. Bahan Buatan Pabrik
Bahan bauatan pabrik juga sering digunakan sebagai bahan membuat kerajinan makrame. Bahan pabrik yang dapat digunakan sebagai bahan membuat kerajinan makrame tidak banyak jenisnya. Bahan yang sering digunakan diantaranya adalah tambang plastik dan benang.

Tambang plastik dan benang buatan pabrik rata-rata cukup kuat namun agak licin dan kurang lentur terutama yang ukurannya agak besar. Tambang plastik cocok untuk membuat karya yang agak kasar dengan pintalan besar. Dengan sifatnya itu pintalan benang cocok untuk membuat karya yang halus dengan pintalan yang kecil.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:14 PM

Membuat Topeng Cetakan Balon

Topeng merupakan cerminan karakter atau sifat manusia, sebagaimana karakter, sifat, watak manusia yang bermacam-macam. Kita pun dapat membuat topeng dengan berbagai karakter, ada topeng yang berkarakter lucu atau jenaka, garang dan pemberani, menyeramkan dan jahat, atau yang sabar dan ramah.

Topeng Nusantara kebanyakan dibuat dari bahan kayu, beberapa jenis kayu yang digunakan antara laian kayu kenanga, pule, mentaos, cangkring, waru, dan cendana. Topeng kayu dibuat dengan teknik pahat dan cungkil. Kayu dibuat bentuk kasar terlebih dahulu baru kemudian bagian-bagian yang tidak dibutuhkan dibuang dengan cara dicungkil. Setelah bentuk yang diinginkan telah terwujud baru kemudian topeng dihaluskan.

Untuk mendapatkan keterampilan membuat topeng kayu diperlukan latihan dalam waktu yang cukup lama. Sebagai latihan membuat topeng dapat dilakukan dengan cara membuat topeng kreasi dengan teknik yang lain. Teknik yang digunakan pada saat membuat topeng kreasi bisa menggunakan teknik cetak menggunakan balon maupun tanah liat. Pada tulisan ini hanya akan membahas mengenai cara membuat topeng kreasi dengan menggunakan balon saja.

A. Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang dibutuhkan ketika membuat topeng kreasi dari bahan cetakan balon diantaranya adalah lem kertas, koran bekas, balon karet, cat air, spidol, gunting, tali, kuas dan karet. Alat dan bahan tersebut tentunya mudah ditemukan di sekitar kita.

B. Cara Membuat
Setelah alat dan bahan yang dibutuhkan disediakan selanjutnya adalah membuat topeng kreasi dengan cetakan balon. Untuk membuat topeng dengan bahan cetakan balon dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
Membuat Topeng
  1. Tiuplah balon sampai sebesar kepala kemudian ikat bagian ujung balon agar udara tidak keluar. 
  2. Buatlah sketsa wajah pada balon, bagian wajah yang dibuat antara lain hidung, mata, mulut. Sketsa bagian wajah dilukis menggunakan spidol.
  3. Campurkan lem kertas dengan sedikit air dalam wadah mangkuk, cairan lem diusahakan jangan terlalu encer.
  4. Robek-robeklah koran bekas dengan lebar selebar jari, kemudian masukan ke dalam adonan lem yang sudah dibuat.
  5. Tempelkan satu-persatu robekan kertas tersebut di dalam garis batas seketsa bagian wajah di luar pola mata dan hidung. Tempelkan beberapa kali sehingga topeng lebih tebal, sebaiknya lapisan kertas koran lebih dari tiga lapis sehingga topeng lebih tebal.
  6. Setelah selesai menempelkan kertas, biarkan sampai mengering. Usahakan tempelan kertas yang dibentuk rajin sehingga hasil topeng nantinya akan bagus. Sebaiknya jangan dikeringkan di bawah sinar matahari karena balon bisa meletus, dan jangan diletakkan di atas lantai karena balon bisa menyusut,cukup didiamkan saja ditempat yang sejuk seperti di atas meja.
  7. Setelah tempelan kertas kering kempiskan balon sehingga balon terlepas dari kertas tempelan yang sudah mengering.
  8. Rapikan bagian-bagian tepi topeng dan bagian mata dan hidung menggunakan gunting. Hati-hati saat menggunakan gunting agar tidak mengenai bagian-bagian topeng yang dibutuhkan.
  9. Selanjutnya warnailah topeng menggunakan kuas dan cat air.
  10. Butlah lobang untuk memasukkan tali pada tepi topeng.

Ketika membuat topeng kreasi dari cetakan balon harus memperhatikan aspek proporsi dan keseimbangan. Proporsi artinya bentuk dan ukuran bagian topeng yang dibuat harus sesuai dengan bentuk dan ukuran objek yang ditiru. Misalnya bentuk dan ukuran kedua mata harus sama dan seimbang, ukuran hidung, mata, telinga, mulut harus seimbang dengan besarnya ukuran kepala.

Karakter topeng topeng berfungsi sebagai alat untuk menggambarkan tokoh-tokoh yang dikehendaki. Topeng yang dikenakan oleh pemain dapat mengekspresikan karakter-karakter tertentu seperti kasar, lembut, gagah, halus, jahat, baik dan lain sebagainya. Secara garis besar, karakter topeng-topeng di wujudkan dalam bentuk hidung, mata, mulut dan juga warna topeng.

Selain itu warna juga dimaksudkan untuk menggambarkan tokoh-tokoh, warna merah menunjukkan tokoh berwatak angkara, jahat, berani. Merah jambu menggambarkan tokoh yang keras hati. Warna biru tua menggambarkan tokoh dengan kekuatan magis, warna biru telur menunjukkan tokoh baik hati, warna putih menunjukkan kesucian dan hitam menggambarkan tokoh yang bijak dan teguh.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 9:17 PM

Kalimat Kompleks Paratatik dan Hipotatik

Berdasarkan struktur penyusunnya, kalimat dibedakan menjadi dua yaitu kalimat kompleks dan kalimat simpleks. Struktur kalimat terdiri atas unsur-unsur atau pembentuk kalimat yaitu Subjek (S), Predikat (P), Objek (O), dan biasanya juga ditambah dengan Keterangan (K), ataupun Pelengkap (P). Dalam tulisan ini hanya akan membahas mengenai kalimat kompleks saja.

Kalimat kompleks memiliki lebih dari satu verba utama atau predikat karena memiliki dua aksi, kejadian, atau peristiwa. Kedua struktur tersebut biasanya dipisahkan oleh tanda koma (,), kata penghubung atau konjungsi, atau bahkan tidak memiliki tanda atau konjungsi sama sekali.

Kalimat kompleks adalah kalimat yang terdiri atas lebih dari satu aksi, peristiwa, atau keadaan sehingga mempunyai lebih dari satu verba utama dalam lebih dari satu struktur. Struktur yang satu dengan struktur yang lain dihubungkan dengan konjungsi atau tanda baca titik koma. Kalimat kompleks terbagi dua, yaitu sebagai berikut.

A. Kalimat Kompleks Parataktik
Kalimat kompleks parataktik adalah kalimat kompleks yang terdiri atas dua struktur atau lebih yang dinyatakan dengan hubungan konjungtif sejajar dengan makna. Kalimat kompleks parataktik juga sering disebut kalimat majemuk setara. Kalimat kompleks ini ditandai dengan konjungsi yang menyatakan hubungan berikut.
  1. Penggabungan: serta, dan, lalu, lagi, lagipula.
  2. Pemilihan: atau.
  3. Pertentangan: sedangkan, tetapi, melainkan.
  4. Penguatan: bahkan, juga, apalagi.

Contoh :
  1. Panjang burung ini berukuran antara 20 – 30 cm dan berat antara 700 –900 gram.
  2. Awalnya dia membohongiku, lalu ia berani membohongi orang tuanya sendiri.
  3. Saras memberi makan hamsternya, kemudian ia juga membawanya ke salon hewan.
  4. Awaludin selalu semangat membantu ayahnya sedangkan adiknya selalu bermain.
  5. Burung merpati memiliki warna bermacam-macam, seperti coklat, putih, hitam, atau perpaduan dari beberapa warna tersebut.
  6. Populasi burung merpati di Indonesia sangatlah besar, tetapi kebanyakan burung merpati di Indonesia adalah peliharaan.
  7. Kami tidak berhasil merampas kuda itu, bahkan nyaris tewas kalau kami tidak melarikan diri
  8. Kamu saja yang lulusan SMA tidak tahu, apalagi saya yang cuma tamatan SD.

B. Kalimat Kompleks Hipotaktik
Kalimat kompleks hipotaktik adalah kalimat kompleks yang dapat dinyatakan dengan hubungan konjungtif dan tidak sejajar dengan makna. Kalimat kompleks hipoktatik sering juga disebut kalimat majemuk bertingkat. Kalimat kompleks ini ditandai dengan konjungsi yang menyatakan hubungan berikut.
  1. Waktu (temporal): tatkala, ketika, waktu, sesudah, setelah, sebelum, sementara, sewaktu, sejak, semenjak, seketika.
  2. Tujuan (fi nal): biar,untuk, supaya, agar.
  3. Syarat (kondisional): apabila, asal, asalkan, jika, jikalau, bilamana
  4. Perlawanan (konsesif ): maupun, meskipun, bagaimanapun, walaupun, kalaupun, kendatipun, andaipun, adapun, ataupun, biarpun, sungguhpun, sekalipun.
  5. Sebab-akibat: karena, sehingga, sebab.
Ia membeli sepeda motor karena dia memiliki uang
S P (verba) O Konj. S P (Verba) O
Beli Motor
Contoh :
  1. Burung merpati adalah salah satu hewan tersukses di dunia karena burung jenis ini ditemui di seluruh belahan dunia kecuali Antartika.
  2. Merpati memiliki semacam sensor dalam hidungnya yang digunakan untuk mengenali bau rumahnya.
  3. Wawan membuat kerajinan tangan dari kertas koran sejak ia suka membuka youtube.
  4. Bagas akan pergi ke Belanda jika uang yang ia miliki mencukupi liburan nanti.
  5. Ayah selalu bekerja keras agar dia dapat membahagiakan istri dan anaknya.
  6. Kamu akan menjadi anak yang cerdas, apabila kamu selalu belajar dengan giat.
Selain kalimat kompleks kita juga mengenal kalimat simpleks. Kalimat simpleks adalah kalimat yang hanya terdiri atas satu struktur dengan satu verba utama (satu klausa verba) yang menggambarkan aksi, peristiwa, atau keadaan. Kalimat simpleks disebut juga kalimat tunggal. Pola kalimat simpleks, yaitu SP, PS, SPK, SPO, SPOK, SPPel, SPPelK, SPOPel, SPOPelK.

C. Perbedaan Kalimat Simpleks dan Kalimat Kompleks
Kalimat simpleks dan kalimat kompleks tentunya berbeda antara satu dengan yang lainnya. Secara umum perbedaan kalimat simpleks dan kalimat kompleks itu terletak pada struktur kalimat, verba, dan konjungsi yang terdapat dalam sebuah kalimat seperti pada tabel di bawah ini.
Kalimat Simpleks Kalimat Kompleks
Kalimat Simpleks mempunyai 1 verba utama dalam 1 kalimat Kalimat kompleks mempunyai minimal 2 verba utama dalam 1 kalimat
Kalimat simpleks mempunyai 1 unsur inti (S-P) Kalimat kompleks mempunyai minimal 2 unsur inti.
Kalimat simpleks mempunyai 1 klausa Kalimat kompleks mempunyai minimal 2 klausa
Kalimat simpleks polanya sederhana Kalimat kompleks polanya lebih beragam
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:05 PM

Motif Hias Seni Rupa Daerah

Indonesia adalah Negara yang kaya akan budaya, budaya tersebut selalu mencerminkan kehidupan masyarakatnya. Kebudayaan tersebut juga selalu menghasilkan yang menakjubkan dalam berbagai hal, seperti Tarian, Upacara adat bahkan karya seni rupa.

Indonesia sungguh kaya dengan motif hias. Setiap daerah memiliki motif hias yang khas. Motif hias tersebut jenisnya bermacam-macam. Ada motif hewan, tumbuhan, tubuh manusia, alam, geometris hingga motif campuran.

Pada karya seni rupa nusantara terdapat motif hias yang beragam. Motif hias disini adalah suatu motif yang membentuk keindahaan. Biasanya kerajinan motif hias ini pengerjaannya memerlukan kesabaran, ketelitian dan kreatifitas yang tinggi. Berikut ini beberapa contoh motif hias yang terdapat dalam karya seni rupa dua dimensi maupun seni rupa tiga dimensi.

A. Kain Tenun
Tenun merupakan suatu teknik pembuatan kain yang dilakukan dengan cara menggabungkan benang secara memanjang dan melintang. Kain ini biasanya terbuat dari benang serat kayu, kapas, sutra dan benang lainnya. Sama halnya seperti batik, kain tenun juga tersebar diseluruh Indonesia seperti Tenun Sumbawa, Tenun Toraja, Tenun Jepara, dan masih banyak lagi.

Masyarakat Indonesia sudah mengenal kerajinan tenun beberapa abad sebelum Masehi. Kain tenun memiliki beberapa fungsi, selain sebagai bahan pakaian tenun juga memiliki fungsi seni, adat, dan agama. Hampir di setiap daerah Indonesia memiliki corak tenun.

Di Sulawesi kaya akan kerajinan tenun. Salah satunya adalah kain tenun Toraja. Tenun Toraja memiliki sejarah ragam tekstil sebagai salah satu perlengkapan upacara adat kematian Toraja.

Motif-motif yang digunakan dalam kain tenun tradisional selain berupa motif garis-garis geometris, bunga-bunga juga kebanyakan berupa motif ukiran Toraja. Beberapa motif tenun Toraja antara lain sebagai berikut.
Kain Toraja
  1. Motif Pa’sekong Kandauremerupakan lambang kebesaran perempuan Toraja sehingga jika ada seseorang perempuan yang meninggal maka pada peti mayatnya akan di pasang kain dengan motif tersebut.
  2. Motif Kain Sarita Sarita merupakan kain sakral yang dimiliki masyarakat Toraja. Kain Sarita digunakan sebagai hiasan dalam upacara adat. Motif-motif pada kain saritaberagam dan masing-masing memilki makna simbolis yang berbeda pula.
  3. Motif Pa‟bua tina adalah ukiran yang menyerupai buah pohon waru.Makna simbol yang terdapat pada motif Pa‟bua Tina dan Bombo uai yaitu masyarakat Toraja pintar-pintarlah menitih dalam kehidupan ini, dalam hal ini adalah masyarakat Toraja harus lincah, cekatan, cepat dan tepat.
  4. Motif Pa’bannangmemiliki pesan bagi dalam nilai sopan santun, saling menghargai satu dengan yang lain, saling berjalan sepadan supaya kehidupan masyarakat Toraja hidup dalam kedamaian.
B. Songket
Songket adalah jenis kain tenunan tradisional melayu yang digolongkan dalam keluarga tenunan brokat. Berbeda dengan kain tenun biasa, kain songket biasanya di tenun dengan benang yang berwarna emas dan perak. Songket yang terkenal di Indonesia adalah Songket dari Palembang, Sumatera Barat dan dari Lombok. Namun songket juga dapat ditemukan di seluruh wilayah Indonesia. Beberapa jenis motif songket Palembang antara lain sebagai berikut :
Jenis Songket
  1. Songket Lepus. Lepus berarti menutupi, jadi pengertian kain songket lepus adalah songket yang mempunyai benang emasnya hampir menututpi seluruh bagian kain. Kain songket lepus inipun bermacam-macam namanya, antara lain songket lepus lintang (bergambar bintang), songket lepus buah anggur, songket lepus berantai, songket lepus ulir, dan lain-lain.
  2. Songket Tawur merupakan desain songket yang motifnya tidak menutupi seluruh permukaan kain tetapi berkelompok-kelompok dan letaknya menyebar (bertabur/tawur). Songket tawur pun bermacam-macam namanya antara lain songket tawur lintang, songket tawur tampak manggis, songket tawur nampan perak, dan lain-lain.
  3. Songket Tretes Mender. Pada kain songket jenis ini tidak dijumpai suatu gambar motif pada bagian tengah kain (polosan). Motif-motif yang terdapat dalam songket tretes mender hanya ada pada kedua ujung pangkal dan pada pinggir-pinggir kain.
  4. Songket Bungo Pacik. Pada kain songket jenis ini, sebagian besar motifnya terbuat dari benang emas yang digantikan dengan benang kapas putih, sehingga tenunan benang emasnya tidak banyak lagi dan hanya dipakai sebagai selingan saja.
  5. Songket Kombinasi. Pada songket jenis ini merupakan kombinasi dari jenis-jenis songket diatas, misalnya songket bungo Cina adalah gabungan songket tawur dengan songket bungo pacik sedangkan songket bungo intan adalah gabungan antara songket tretes mender dengan songket bungo pacik.
  6. Songket Limar. Kain songket ini tidak dibentuk oleh benang-benang tambahan seperti halnya pada songket-songket lainnya. Motif kembang-kembangnya berasal dari benang-benang pakan atau benang lungsi yang dicelup pada bagian-­bagian tetentu sebelum ditenun. Biasanya songket limar dikombinasikan dengan songket berkembang dengan benang emas tawur hingga disebut songket limar tawur. Macam dari songket limar diantaranya adalah jando berhias, jando pengantin serta kembang pacar.

Pada dasarnya, baik tenun songket maupun tenun ikat tidak berbeda jauh. Keduanya sama-sama dibuat dengan menganyam dua jenis bening yang lajurnya dibuat vertikal dan horizontal melalui bantuan alat dan bilah-bilah kayu. Hanya saja, pada songket, ada teknik tambahan berupa penyukitan atau teknik cukit, yakni ada bagian benang yang sebelum dianyamankan ke jalur yang lain diangkat dan setengah dipelintir terlebih dahulu menggunakan sebuah alat.

Namun, teknik ini tidak berpengaruh besar pada tekstur songket. Hal yang membedakan songket dengan jenis kain tenun biasa tak lain pada jenis benang yang dipakai. Pada songket, selalu ada benang emas atau benang perak yang terhias pada permukaan kain.

C. Ulos
Ulos adalah kain tenun Batak. Mangulosi adalah suatu kegiatan adat yang sangat penting bagi orang batak. Dalam setiap kegiatan seperti upacara pernikahan, kelahiran, dan dukacita ulos selalu menjadi bagian adat yang selalu di ikut sertakan.

Sebagai sebuah simbol, maka fungsi dan kedudukan seseorang dalam pelaksanaan acara adat Batak Toba akan di ketahui melalui “Ulos” yang di pakai, di terima, dan yang di berikan sesuai dengan ragam dan jenisnya. Jenis dan Fungsi Ulos Batak berdasarkan makna yang terkandung di dalamnya adalah sebagai berikut :
Jenis Ulos
  1. Ulos Antak-Antak dipakai sebagai selendang orang tua untuk melayat orang yang meninggal, selain itu ulos tersebut juga dipakai sebagai kain yang dililit pada waktu acara manortor (menari).
  2. Ulos Bintang Maratur merupakan Ulos yang paling banyak kegunaannya di dalam acara-acara adat Batak Toba. Misalnya anak yang memasuki rumah baru.
  3. Ulos Bolean biasanya di pakai sebagai selendang pada acara-acara kedukaan.
  4. Ulos Mangiring dipakai sebagai selendang, tali-tali, juga Ulos ini diberikan kepada anak cucu yang baru lahir terutama anak pertama
  5. Ulos Padang Ursa dan Ulos Pinan Lobu-lobu dipakai sebagai Tali-tali dan Selendang.
  6. Ulos Pinuncaan terdiri dari lima bagian yang ditenun secara terpisah yang kemudian disatukan dengan rapi hingga menjadi bentuk satu ulos. Kegunaannya antara lain: dipakai dalam berbagai keperluan acara-acara duka cita.
  7. Ulos Ragi Hotang diberikan kepada sepasang pengantin yang sedang melaksanakan pesta adat yang di sebut dengan nama Ulos Hela.
  8. Ulos Ragi Huting pada jaman dulu sebelum Indonesia merdeka, anak perempuan (gadis-gadis) memakai Ulos Ragi Huting ini sebagai pakaian sehari-hari yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan adalah seorang putri (gadis perawan) batak Toba yang ber-adat.
  9. Ulos Sibolang Rasta Pamontari dipakai untuk keperluan duka dan suka cita.  Jika Ulos ini dipergunakan maka hal itu menunjukkan bahwa yang bersangkutan adalah sebagai keluarga dekat dari orang yang meninggal.
  10. Ulos Si bunga Umbasang dan Ulos Simpar hanya berfungsi dan dipakai sebagai Selendang bagi para ibu-ibu sewaktu mengikuti pelaksanaan segala jenis acara adat-istiadat yang kehadirannya sebatas undangan biasa yang di sebut sebagai Panoropi (yang meramaikan) .
  11. Ulos Sitolu Tuho dipakai sebagai ikat kepala atau selendang.
  12. Ulos Suri-suri Ganjang dipakai sebagai Hande-hande (selendang) pada waktu margondang dan juga di pergunakan oleh pihak Hula-hula (orang tua dari pihak istri) untuk manggabei (memberikan berkat) kepada pihak borunya (keturunannya) karena itu disebut juga Ulos gabe-gabe (berkat).
  13. Ulos Simarinjam sisi dipakai dan difungsikan sebagai kain dan juga dilengkapi dengan Ulos Pinunca yang disandang dengan perlengkapan adat Batak sebagai Panjoloani (mendahului di depan).
  14. Ulos Ragi Pakko dan Ulos Harangan. Pada zaman dahulu di pakai sebagai selimut bagi keluarga yang berasal dari golongan keluarga kaya, dan itu jugalah apabila nanti setelah tua dan meninggal akan disaput (di selimutkan, dibentangkan kepada jasad) dengan ulos yang pakai Ragi di tambah Ulos lainnya yang di sebut Ragi Pakko karena memang warnanya hitam seperti Pakko.
  15. Ulos Tumtuman dipakai sebagai tali-tali yang bermotif dan di pakai oleh anak yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan adalah anak pertama dari hasuhutan (tuan rumah).
  16. Ulos Tutur-Tutur dipakai sebagai tali-tali (ikat kepala) dan sebagai Hande-hande (selendang) yang diberikan oleh orang tua kepada anak-anaknya (keturunannya).

D. Motif Hias Pada Bubungan Bangunan
Masyarakat indonesia mengalami banyak pengaruh dari kebudayaan lain dan beberapa agama. Hal tersebut memengaruhi keyakinan serta karya seni masyarakat Indonesia. Beberapa benda seni yang mendapat pengaruh dari luar adalah :
Bubungan Rumah
  1. Atap kuil tempat ibadah pedagang Cina. Motif naga bagi masyarakat Cina memiliki simbol kekuatan alam. Naga dianggap sebagai makhluk suci yang belum bisa masuk surga.
  2. Selain itu hiasan swastika pada atap bangunan dan bagian depan pura Mangkunegara yang dipengaruhi budaya barat.
  3. Ragam hias swastika melambangkan daya dan keselarasan jagat raya atau simbol dari kebijakan dan belas kasih.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 9:16 AM

Operasi Perkalian dan Pembagian Bilangan Bulat

Bilangan bulat adalah semua bilangan asli yang tidak memiliki komponen pecahan atau desimal. Bilangan bulat bisa bersifat positif, negatif, atau nol. Operasi hitung pada bilangan bulat antara lain penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Pada tulisan ini hanya membahas mengenai perkalian dan pembagian bilangan bulat saja.

Konsep dasar perkalian adalah penjumlahan berulang, inilah yang menyebabkan A x B berbeda dengan B x A, sebab A x B = B+B+B+B (sebanyak Ax), sedangkan B x A = A+A+A+A (sebanyak Bx). Misalnya saja pada aturan pemakaian suatu obat, biasanya ditulis 3 x 1 tablet sehari. Ini menunjukkan bahwa obat itu tidak diminum 3 tablet sekaligus, melainkan 1 tablet setiap kali minum sebanyak 3 kali (pag/siang/sore). Contoh lainnya adalah 6 x 4 = 4+4+4+4+4+4 sedangkan 4 x 6 = 6+6+6+6.

Melakukan operasi hitung perkalian dan pembagian dua atau lebih bilangan bulat tidak jauh berbeda dengan melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan asli. Perbedaannya adalah pada tanda negatif., hal ini karena bilangan negatif termasuk ke dalam bilangan bulat. Dengan memperhatikan tanda pada bilangan bulat, perkalian bilangan bulat dapat dilakukan dengan mudah, sama seperti perkalian bilangan asli.

A. Perkalian dan Pembagian Bilangan Bulat
Perkalian dan pembagian bilangan bulat memiliki sifat-sifat masing-masing sehingga dipahami terlebih dahulu. Berikut ini sedikit penjelasan mengenai perkalian pada bilangan bulat.

1. Perkalian Bilangan Bulat Positif dan Bilangan Bulat Negatif
Untuk lebih memahami tentang operasi perkalian bilangan bulat positif dan negatif, silahkan perhatikanlah contoh-contoh berikut.
3 x (-6) = -6 + (-6) + (-6) = -18
4 x (-12) = -12 + (-12) + (-12) + (-12) = -48
5 x (-7) = (-7) +  (-7) +  (-7) +  (-7) +  (-7) = -35
Berdasarkan contoh-contoh di atas dapat disimpulkan bahwa hasil kali bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif adalah bilangan bulat negatif. Di mana Untuk setiap bilangan bulat a dan b selalu berlaku :
a x (-b) = - (a x b)

2. Perkalian Bilangan Bulat Negatif dan Bilangan Bulat Positif
Perkalian Bilangan
Berdasarkan gambar di atas dapat disimpulkan bahwa hasil kali bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif adalah bilangan bulat negatif. Di mana Untuk setiap bilangan bulat a dan b selalu berlaku :
a × (– b) = – (a × b)

3. Perkalian Bilangan Bulat Negatif dan Bilangan Bulat Negatif
Perkalian
Berdasarkan gambar di atas, maka dapat disimpulkan bahwa hasil kali dua bilangan bulat negatif adalah bilangan bulat positif. Di mana untuk setiap bilangan bulat a dan b selalu berlaku :
– a × (– b) = a × b
Contoh :
Tentukan hasil perkalian bilangan-bilangan :
  1. 12 x (- 3) = 12 x (- 3) = - ( 12 x 3 ) = - 36
  2. 16 x (- 4) = 16 x (- 4) = - ( 16 x 4 ) = - 64
  3. - 5 x 13 = – 5 x 13 = - ( 5 x 13 ) = - 65
  4. - 16 x (- 7) = – 16 x (- 7) = 16 x 7 = 112
Contoh :
Jika p = - 8 dan q = 12, tentukanlah nilai dari :
1. 2 x p x q
2 x p x q = 2 x (- 8) x 12
= - 16 x 12
= - 192

2. 3p – 4q
3p – 4q = 3 x (- 8) – 4 x 12
= - 24 – 48
= - 72

3. -4q + (- 2p)
-4q + (-2p) = -4 x 12 +(-2x(-8))
= - 48 + 16
= - 32

B. Operasi Pembagian pada Bilangan Bulat
Untuk memahami operasi hitung pembagian pada bilangan bulat,  Anda harus paham dengan konsep operasi perkalian pada bilangan bulat karena pembagian merupakan operasi kebalikan dari perkalian.
18 : 3 = 6 ↔ 6 x 3 = 18
36 : 4 = 9 ↔ 9 x 4 = 36
Operasi pembagian merupakan kebalikan dari operasi perkalian sehingga berlaku : a x b = cc x b = a
1. Pembagian Bilangan Bulat Negatif dan Bilangan Bulat Positif
- 18 : 6 = - 3 ↔- 3 x 6 = - 18
- 32 : 4 = - 8 ↔- 8 x 4 = - 32
- 45 : 9 = - 5 ↔ - 5 x 9 = - 45
Berdasarkan contoh-contoh di atas dapat disimpulkan bahwa hasil bagi bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif adalah bilangan bulat negatif. Pada setiap bilangan bulat a dan b selalu berlaku
-a : b = - ( a : b )
2. Pembagian Bilangan Bulat Negatif dan Bilangan Bulat Begatif 
- 18 : (- 3) = 6 ↔ 6 x (- 3) = -18
- 42 : (- 6) = 7 ↔7 x (- 6) = - 42
- 72 : (- 8) = 9 ↔ 9 x (- 8) = - 72
Berdasarkan contoh-contoh di atas dapat disimpulkan bahwa hasil bagi bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif adalah bilangan bulat negatif. Pada setiap bilangan bulat a dan b selalu berlaku
a : (– b) = – (a : b)
3. Pembagian Bilangan Bulat Negatif dan Bilangan Bulat Negatif 
- 18 : (- 3) = 6 ↔ 6 x (- 3) = -18
- 42 : (- 6) = 7 ↔ 7 x (- 6) = - 42
- 72 : (- 8) = 9 ↔ 9 x (- 8) = - 72
Berdasarkan contoh-contoh soal di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil bagi dua bilangan bulat negatif adalah bilangan bulat positif. Di mana untuk setiap bilangan bulat a dan b selalu berlaku :
–a : (–b) = a : b
Contoh :
Hitunglah :

  1. 12 : (- 3) = 12 : (- 3) = - ( 12 : 3 ) = - 4
  2. 16 : (- 4) = 16 : (- 4) = - ( 16 : 4 ) = - 4
  3. – 45 : 3 = – 45 : 3 = - ( 45 : 3 ) = - 15
  4. – 63 : (- 7) = – 63 : (- 7) = 63 : 7 = 9

Contoh :
Jika p = - 48 dan q = 2, tentukanlah nilai dari :
1. 2p : 3q
2p : q = (2 x (- 28)) : 2
= - 56 : 2
= - 28

2. (p : 3) : q
(p : 3 ) : q = (- 48 : 3) : 2
= - 16 : 2
= - 8
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 9:11 AM

Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat

Operasi hitung bilangan yang telah kita kenal adalah penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Operasi hitung tersebut dapat kita lakukan pada himpunan bilangan Asli dan himpunan bilangan Cacah. Sesuai dengan perkembangan kebutuhan manusia tidak hanya dibutuhkan hanya bilangan asli dan bilangan cacah saja. Bilangan negatif muncul karena suatu kebutuhan umat manusia di dalam kehidupannya, yang kemudian dikenal sebagai himpunan bilangan Bulat.

Kita sudah mengenal himpunan bilangan seperti : Himpunan bilangan asli ={1, 2, 3, 4, 5, 6, ... } dan Himpunan bilangan cacah = { 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, .. } Kedua jenis bilangan tersebut belum dapat digunakan untuk menyatakan hal-hal berikut, misalkan :
  1. Suhu suatu tempat yang berada di bawah nol derajat Celcius. Bagaimana untuk menyatakan
  2. Letak suatu tempat yang berada di bawah permukaan air laut pada waktu pasang. Untuk suatu tempat yang terletak di bawah permukaan air laut pada waktu pasang dinyatakan dengan tanda negatif ( -).
  3. Menyatakan hasil pengurangan pada bilangan cacah. Bagaimana untuk menyatakan hasil dari :4 – 6 = ..?, 3 – 8 = ..?, 8 – 12 = ..?
  4. Untuk menyatakan hal-hal seperti tersebut di atas, maka diperlukan bilangan-bilangan bertanda negatif. Bilangan-bilangan – 1, – 2, – 3, – 4, – 5, – 6 , . . . disebut bilangan bulat negatif.
Bilangan-bilangan 1, 2, 3, 4, 5, 6, . . . disebut bilangan bulat positif. Himpunan bilangan bulat negatif, nol, bilangan bulat positif membentuk himpunan bilangan bulat.
Jadi himpunan bilangan bulat adalah himpunan bilangan yang terdiri dari bilangan bulat negatif, nol dan bilangan bulat positif. Himpunan bilangan Bulat (B) adalah B = { ..., - 6, -5, -4, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, ... }
Untuk mempermudah dalam memahami operasi hitung pada bilangan bulat dapat dibantu dengan beberapa alat bantu. Operasi hitung penjumlahan pada bilangan bulat dapat menggunakan alat bantu berupa :

1. Mistar hitung
Mistar hitung adalah alat bantu untuk menghitung penjumlahan pada bilangan bulat yang dapat dibuat sendiri dari kertas karton. Mistar hitung yang akan digunakan terdiri dari dua buah mistar dengan skala yang sama dan terdiri dari bilangan bulat, yaitu bilangan bulat negatif, nol dan bilangan bulat positif.

Contoh :
Dengan menggunakan mistar hitung, tentukanlah hasil penjumlahan berikut :
Mistarku
a. 8 + (-3) = ..
Pasangkan bilangan 8 pada mistar bawah dengan bilangan 0 pada mistar atas, lalu lihat bilangan -3 pada mistar atas ternyata berpasangan dengan bilangan 5 pada mistar bawah,sehingga 8 + (-3) = 5

b. 5 + (-8) = ..
Mistar
Pasangkan bilangan 5 pada mistar bawah dengan bilangan 0 pada mistar atas, lalu lihat bilangan -8 pada mistar atas ternyata berpasangan dengan bilangan -3 pada mistar bawah, sehingga 5 + (-8) = -3

2. Garis Bilangan
Sebuah garis bilangan dapat digunakan untuk membantu penjumlahan pada bilangan bulat.

Jika suatu bilangan dijumlah dengan bilangan bulat positif, maka arah panah ke kanan dan jika dijumlah dengan bilangan bulat negatif, maka arah panah ke kiri.
Contoh :
Dengan menggunakan garis bilangan, tentukanlah hasil penjumlahan berikut :

a. –3 + 5 = ..
Garis Bilangan
Pada sebuah garis bilangan bulat, dimulai dari bilangan 0 buat panah ke arah bilangan –3, lalu buat lagi tanda panah ke arah kanan (positif) sejauh 5 satuan sehingga jatuh di bilangan 2, maka
-3 + 5 = 2

b. 6 + (-5) = ..
Garis
Pada sebuah garis bilangan bulat, dimulai dari bilangan 0 buat panah ke arah bilangan 6, lalu buat lagi tanda panah ke arah kiri (negatif) sejauh 5 satuan sehingga jatuh di bilangan 1, maka 6 + (-5) = 1

Operasi Penjumlahan Pada Bilangan Bulat
Pada himpunan bilangan Bulat terdapat pasangan-pasangan bilangan bulat positif dan bulat negatif.
5 berpasangan dengan –5, maka 5 lawan dari –5
- 3 berpasangan dengan 3, maka –3 lawan dari 3
Garis Bilangan
Sehingga :
Lawan (invers jumlah) dari a adalah –a
Lawan (invers jumlah) dari –a adalah a
Pengurangan suatu bilangan merupakan penjumlahan bilangan itu dengan lawan pengurangnya.
a - b = a +(- b)
Contoh :
Dengan menggunakan invers jumlah, tentukan hasil pengurangan bilangan-bilangan berikut :
4 – 6 = .........
8 – (- 2) = .........
- 5 – (- 5) = ...........
– 3 – 5 = ................

Jawab :
4 – 6 = 4 + (-6) = -2
8 – (-2) = 8 + 2 = 10
-5 – (-5) = -5 + 5 =0
–3 – 5 = -3 + (-5) = - 8

Tanpa menggunakan invers jumlah, tentukan hasil pengurangan bilangan-bilangan berikut :
–6 – (-5) = .............
–9 – 4 = .............
12 – (-20) = ..........
–34 – (–22) = ......

Jawab :
–6 – (-5) = -1
–9 – 4 = -13
12 – (–20) = 32
–34 – (–22) = -10
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 4:26 PM

Menemukan Ide Pokok Wacana

Ketika membaca sebuah buku cerita, majalah, surat kabar, atau laporan maka kita akan menemukan wacana atau teks. Wacana adalah rentetan kalimat yang saling berkaitan dan menghubungkan proposisi yang satu dengan proposisi lainnya di dalam kesatuan makna (semantis) antarbagian di dalam suatu bangun bahasa. Wacana merupakan satuan bahasa terlengkap dan utuh karena setiap bagian di dalam wacana itu berhubungan secara padu.

Dalam sebuah wacana terdiri dari satu atau lebih alinea atau paragraf. Paragraf atau alinea merupakan sekumpulan kalimat yang saling berkaitan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. Paragraf juga disebut sebagai karangan singkat, karena dalam bentuk inilah penulis menuangkan ide atau pikirannya sehingga membentuk suatu topik atau tema pembicaraan.

Paragraf dalam wacana memiliki satu kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas. Ide pokok merupakan inti dari suatu bacaan baik dalam bentuk paragraf atau wacana. Ide pokok merupakan dasar pengembangan paragraf atau pun wacana. Hal yang paling dominan dan sering diulang pada paragraf menunjukan tema wacana.

Sebelum memahami tentang ide pokok dalam sebuah wacana terlebih dahulu mempelajari apa itu ide pokok, kalimat utama, dan kalimat penjelas. Berikut ini sedikit gambaran mengenai ide pokok, kalimat utama dan kalimat penjelas.

1. Ide Pokok
Ide pokok adalah inti suatu bacaan baik dalam bentuk paragraf atau wacana. Istilah lain dari ide pokok antara lain gagasan utama, gagasan pokok, pokok pikiran, pokok masalah, pikiran utama, inti paragraf, inti masalah, masalah utama dan lain-lain. Beberapa ciri dari ide pokok antara lain sebagai berikut :
  1. Berupa pikiran utama atau gagasan utama dari sebuah paragraf.
  2. Mengandung inti persoalan yang sedang dibahas dalam paragraf tersebut.
  3. Letak ide pokok di awal paragraf (deduktif), akhir paragraf (induktif), awal dan akhir paragraf (deduktif-induktif/campuran).
  4. Dinyatakan secara eksplisit dalam kalimat utama atau kalimat topik
  5. Ide pokok dituangkan dalam satu kalimat dan kalimat tersebut disebut juga kalimat utama.
  6. Biasanya kalimat utama dapat diidentifikasi dengan mudah melalui kata kunci kalimat utama tersebut.. Kata kunci yang menunjukkan kalimat utama antara lain: sebagai kesimpulan…, dengan demikian…, yang penting…, intinya…, jadi…, pokoknya….dan lain-lain.

2. Kalimat Utama
Kalimat utama atau disebut juga dengan kalimat topik adalah kalimat yang mengandung gagasan utama mengenai suatu topik yang sedang dibahas di dalam sebuah paragraf. Kalimat utama menjadi acuan untuk mengembangkan suatu paragraf.  Kalimat utama dalam sebuah paragraf memiliki beberapa ciri yang dapat membedakanya dengan kalimat lainnya. Beberapa ciri kalimat utama antara lain sebagai berikut :
  1. Kalimat utama biasanya  mengandung suatu permasalahan yang bisa dikembangkan secara terperinci.
  2. Kalimat utama merupakan suatu kalimat yang utuh atau bisa berdiri sendiri tanpa adanya penghubung baik penghubung antar kalimat maupun penghubung intra kalimat.
  3. Kalimat utama biasanya terletak di awal paragraf. Namun pada kalimat induktif kalimat utama terletak di akhir suatu paragraf.
  4. Mempunyai arti yang jelas walaupun tanpa dihubungkan dengan kalimat lain.

3. Kalimat Penjelas
Kalimat penjelas adalah kalimat-kalimat yang isinya merupakan penjelasan, uraian, atau berupa rincian-rincian detail tentang kalimat utama suatu paragraf. Kalimat penjelas dapat dibedakan dari kalimat utama dengan mengetahui ciri-ciri kalimat penjelas. Ciri-ciri kalimat penjelas antara lain sebagai berikut :
  1. Berupa pendukung suatu kalimat utama yang menyajikan deskripsi, contoh, perbandingan, alasan dan penjelasan mengenai topic yang dibahas dalam kalimat utama.
  2. Merupakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri.
  3. Kalimat penjelas memerlukan kata-kata penghubung seperti “Bahkan, contohnya, terlebih lagi, misalnya,  dan lain-lain”. 

4. Jenis Paragraf Berdasarkan Kalimat Utama
Paragraf atau alinea merupakan sekumpulan kalimat yang saling berkaitan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. Paragraf juga disebut sebagai karangan singkat, karena dalam bentuk inilah penulis menuangkan ide atau pikirannya sehingga membentuk suatu topik atau tema pembicaraan. Secara umum jenis paragraf berdasarkan kalimat utama dibedakan menjadi tiga, antara lain sebagai berikut.
Kalimat Utama
  1. Paragraf deduktif adalah paragraf yang ide pokoknya berada di awal paragraf. Paragraf deduktif mengandung pernyataan umum uyang memerlukan penjelasan yang lebih khusus berupa contoh-contoh. Paragraf deduktif berpola umum-khusus.
  2. Paragraf induktif adalah paragraf yang ide pokoknya terletak diakhir paragraf. Paragraf induktif merupakan penyimpulan dari hal yang khusus ke hal yang umum. Paragraf induktif berpola khusus-umum.
  3. Paragraf campuran (deduktif-induktif) adalah paragraf yang ide pokoknya di awal dan akhir paragraf. Paragraf jenis ini diawali dengan mengemukakan kalimat utama kemudian kalimat-kalimat penjelas kemudian diakhiri dengan kesimpulan diakhir paragraf. Dengan kata lain paragraf ini memiliki dua kalimat utama di awal dan di akhir paragraf.

Contoh Paragraf Deduktif
Kemacetan sudah menjadi hal yang biasa di Jakarta. Kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor antara lain sebagai berikut : Pertama, jumlah kendaraan yang ada di Jakarta tidak seimbang dengan luasnya jalan. Kedua, kurangnya kedisiplinan bagi semua pengguna pengguna jalan raya. Ketiga, bermunsulan tempat-tempat yang mengganggu lalu lintas seperti pasar, rel kereta api, pedagang kaki lima, halte yang tidak difungsikan, banjir, dan sebagainya. Kelima, ketidaktegasan aparat yang berwenang dalam menindak para pelanggaar peraturan lalu lintas.

Contoh Paragraf Induktif
Semua makhluk hidup memerlukan makanan dan minuman untuk melangsungkan hidupnya. Binatang bertahan hidup dengan cara berburu makanan yang tersedia di alam. Demikian pula dengan tumbuhan dan manusia yang memerlukan makanan dan minuman untuk tumbuh dan berkembang. Semua makhluk hidup akan mati jika tidak makan dan minum. Jadi, binatang, tumbuhan, dan manusia memerlukan makanan dan minuman untuk bertahan hidup.

Contoh Pargraf Campuran :
Handphone sangat berguna bagi kehidupan manusia. Perangkat komunikasi ini bisa menjadi alat komunikasi yang sangat efektif. Mereka bisa menghubungkan dua orang atau lebih meski terlampau jauh dan bahkan dengan waktu yang sangat singkat. Dewasa ini handphone telah dibuat dengan menambahkan fitur-fitur yang bermanfaat bagi kehidupan manusia misalnya Google Map, kalkulator, penyimpan photo, memo, dan lain-lain. Fitut-fitur tersebut bisa membantu manusia memudahkan pekerjaannya.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 10:22 AM