Unsur Kebahasaan Teks Cerpen

Cerita pendek (cerpen) adalah bentuk prosa baru yang menceritakan sebagian kecil dari kehidupan pelakunya yang terpenting dan paling menarik. Di dalam cerpen boleh ada konflik atau pertikaian, tetapi hal itu tidak menyebabkan perubahan nasib tokohnya.

Cerpen ditulis pengarang tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari yang dialaminya. Pengalaman hidup ini kemudian diekspresikan ke dalam cerpen. Proses penciptaannya bukan semata-mata menggambarkan kehidupan nyata itu, melainkan didasari oleh pandangan pengarang. Pandangan inilah yang menggambarkan nilai dalam suatu cerpen. Seperti halnya sebuah kisah tentunya cerpen mengandung nilai-nilai kehidupan yang dapat kita ambil sebagai contoh, diantaaranya adalah.
  1. Nilai agama : Berkaitan dengan pelajaran agama yang dapat dipetik dalam teks cerpen.
  2. Nilai Sosial : Berkaitan dengan pelajaran yang dapat dipetik dari interaksi sosial antara para tokoh dan lingkungan masyarakat dalam teks cerpen.
  3. Nilai moral : Nilai ini berkaitan dengan nilai yang dianggap baik atau buruk dalam masyarakat. Dalam cerpen nilai moral bisa berupa nilai moral negatif (buruk) atau nilai moral positif (baik).
  4. Nilai budaya : Nilai yang berkaitan erat dengan kebudayaan , kebiasaan, serta tradisi adat istiadat.
Aku dan Cita Citaku
Unsur Kebahasaan Teks Cerpen
Unsur kebahasaan teks cerpen adalah unsur-unsur yang membangun teks tersebut. Beberapa unsur kebahasaan teks cerpen antara lain ragam bahasa sehari-hari, kosakata, majas atau gaya bahasa, dan kalimat deskriptif.. berikut ini penjelasan mengenai unsur kebahasaan teks cerpen.

a. Ragam Bahasa Sehari-hari atau Bahasa Tidak Resmi
Cerpen merupakan cerita fiksi bukan karangan ilmiah (nonfiksi) yang harus menggunakan bahasa resmi. Cerpen mengisahkan kehidupan sehari-hari. Kalimat ujaran langsung yang digunakan sehari-hari membuat cerpen terasa lebih nyata.

Dalam cerpen “Aku dan Cita-Citaku” karya Hiakri Inka, kita sering menemukan bahasa pergaulan sehari-hari.
Contoh:
“Coba deh kamu pikir alasan kamu ingin jadi psikolog, penyiar, novelis, pasti ada alasannya, kan?” potong kak Ruri. “Aku ingin jadi psikolog karena aku ingin memotivasi orang. Aku ingin jadi penyiar karena aku menganggap pekerjaan itu asyik. Aku ingin novelis karena aku suka nulis. Aku ingin jadi guru karena…”
b. Kosakata
Seorang penulis cerpen harus mempunyai banyak perbendaharaan kata. Pilihan kata atau diksi sangatlah penting karena menjadi tolak ukur kualitas cerpen yang dihasilkan. Diksi menambah keserasian antara bahasa dan kosakata yang dipakai dengan pokok isi cerpen yang ingin disampaikan kepada pembaca.Contoh kosakata yang terdapat dalam cerpen “Aku dan Cita-Citaku”
  1. antusias = bergairah; bersemangat.
  2. kriteria = ukuran yang menjadi dasar penilaian atau penetapan sesuatu
  3. motivasi = dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu.
  4. monoton = selalu sama dengan yang dulu; itu-itu saja; tidak ada ragamnya
  5. mantan = bekas pemangku jabatan, (catatan: eks/bekas kekasih)
  6. profesi = Bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan, kejuruan, dsb.) tertentu
  7. reporter =  penyusun laporan, wartawan
  8. risiko = akibat yang kurang menyenangkan (merugikan, membahayakan) dari suatu perbuatan atau tindakan.
  9. strategi = rencana yang cermat kegiatan untuk mencapai sasaran khusus

c. Majas (Gaya Bahasa)
Peristiwa pemakaian kata yang melewati batas-batas maknanya yang lazim atau menyimpang dari arti harfiahnya. Majas disebut juga bahasa berkias yang dapat menghidupkan atau meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu.

Terdapat sekitar enam puluh gaya bahasa, namun Gorys Keraf membaginya menjadi empat kelompok, yaitu majas perbandingan (metafora, personifikasi, depersonifikasi, alegori, antitesis), majas pertentangan (hiperbola, litotes, ironi, satire, paradoks, klimaks, antiklimaks), majas pertautan (metonimis, sinekdoke, alusio, eufemisme, ellipsis), dan majas perulangan (aliterasi, asonansi, antanaklasis, anafora, simploke).

1. Majas perbandingan
Majas Perbandingan adalah “Kata-kata berkias yang menyatakan perbandingan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Ditinjau dari cara pengambilan perbandingannya, Majas Perbandingan dibagi menjadi:
  1. Metafora: majas yang mengandung perbandingan yang tersirat sebagai pengganti kata atau tingkatan lain. Metafora merupakan majas perbandingan langsung, tidak menggunakan kata penanda perbandingan; seperti, bagaikan, laksana. Contoh: Raja siang telah bangun dari peraduannya (matahari).
  2. Personifikasi: penginsanan yang meletakkan sifat- sifat manusia/insan kepada benda yang tidak bernyawa. Contoh: Mobil itu menjerit- jerit di tikungan yang menanjak
  3. Depersonikasi: majas berupa perbandingan manusia dengan hewan atau dengan benda. Contoh: Dikau langit, daku bumi.; Aku heran melihat Joko mematung.
  4. Alegori: majas yang membandingkan suatu hal secara tidak langsung melalui kiasan atau penggambaran yang berhubungan dalam kesatuan yang utuh. Contoh: Suami sebagai nahkoda, istri sebagai jurumudi.
  5. Antitesis: majas yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan paduan kata berlawanan arti. Contoh: Hidup matinya manusia adalah kuasa Tuhan.

2. Majas Pertentangan
Majas Pertentangan adalah “Kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan yang dimaksudkan sebenarnya oleh pembicara atau penulis dengan maksud untuk memperhebat atau meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”. Yang termasuk Majas Pertentangan:
  1. Litotes adalah majas yang di dalam ungkapannya menyatakan sesuatu yang positif dengan bentuk yang negatif yang tujuannya untuk merendahkan hati. Contoh: Datanglah ke gubuk orang tuaku.
  2. Hiperbola adalah majas jika orang ingin melukiskan peristiwa atau keadaan dengan cara berlebih-lebihan. Contoh: Hatiku terbakar, darahku mendidih mendengar kabar yang kau berikan.
  3. Paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan yang hanya kelihatan pada arti kata yang berlawanan, padahalnya maksud sesungguhnya tidak karena objeknya berlainan. Contoh: Zuqi merasa kesepian di tengah kota yang ramai.
  4. Klimaks adalah majas berupa susunan ungkapan yang semakin lama semakin menekan dan memuncak. Contoh: Sejak menuai benih, tumbuh, hingga menuainya, aku sendiri yang mengerjakannnya.
  5. Antiklimaks adalah majas yang bertentangan dari klimaks. Pada antiklimaks makna yang tergantung pada kata-kata diucapkan berturut-turut makin lama makin melemah tingkatannya. Contoh: Dari pejabat tinggi, menengah, sampai rendah turut merasakan keprihatinan itu.
  6. Ironi adalah kata yang digunakan mempunyai makna bertentangan dengan maksud sesungguhnya, misalnya mengemukakan ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan dan ketidaksesuaian antara suasana yang diketengahkan dan kenyataan yang mendasarinya. Contoh: Merdu sekali suaramu hingga membuatku terbangun.

3. Majas pertautan
Majas Pertautan adalah ”Kata-kata berkias yang bertautan (berasosiasi) dengan gagasan, ingatan atau kegiatan panca indra pembicara atau penulisnya”. Terdapat bermacam-macam asosiasi sehingga membentuk bermacam-macam Majas Pertautan.
  1. Eufemisme adalah majas yang menggunakan ungkapan lebih halus sebagai pengganti ungkapan yang dirasakan kasar yang dianggap merugikan atau tidak menyenangkan. Contoh: Rupanya anak ibu sudah berubah akal. (gila)
  2. Metonimis adalah majas yang mengemukakan merek dagang atau nama barang untuk melukiskan sesuatu yang dipergunakan atau dikerjakan sehingga kata itu berasosiasi dengan benda keseluruhan. Contoh: Ayahku ke Bali naik Rajawali. (Rajawali nama pesawat terbang)
  3. Sinekdoke adalah majas yang menyebutkan nama bagian untuk menyebut nama seluruhnya (pars prototo) dan menyebutkan nama keseluruhan sebagai pengganti nama bagiannya (totum proparte). Contoh: Saya tidak melihat batang hidungnya Steve hari ini. (pars prototo), Indonesia mengalahkan Malaysia dengan skor 3:0. (totum preparte).

4. Majas perulangan
Majas peruulangan merupakan ungkapan gaya bahasa yang menegaskan pernyataan dengan tujuan peningkatan pengaruh dan kesan tertentu terhadap pembaca atau pendengar. Berikut jenis dan penjelasan majas perulangan beserta contohnya!
  1. Repetisi adalah majas penegasan yang mengulang melukiskan sesuatu perulangan kata atau beberapa kata pada beberapa kalimat. Contoh: Hidup adalah perjuangan. Hidup adalah pengorbanan.
  2. Tautologi adalah majas yang mengulang kata beberapa kali dalam sebuah kalimat. Contoh: Sungguh teganya, teganya, teganya, teganya.
  3. Anafora adalah majas penegasan seperti repetisi tetapi biasa digunakan dalam puisi.
  4. Contoh: Memberi tak harus kaya// Memberi tak harus ada// Memberi dengan hati
  5. bukan karena paksaan.

d. Kalimat Deskriptif
Kalimat deskriptif adalah kalimat yang melukiskan atau menggambarkan sesuatu. Dalam cerpen, kalimat deskriptif digunakan untuk menggambarkan suasana, tempat, tokoh dalam cerita. Contohnya dalam cerpen “Aku dan Cita-Citaku ” karya Hiakri Inka.
Aku menatap lalu lalang mobil dengan pandangan bingung. Bus yang membawaku pulang ke rumah melaju kencang atau bisa dibilang ugal-ugalan. Jujur, aku bingung. Kejadian di sekolah tadi masih mengganggu pikiranku. Memang bukan kejadian besar, tetapi itu membuatku berpikir keras dan berusaha mencari kejelasan atas apa yang aku lakukan.
(Suasana hati tokoh aku dan suasana bus yang mengantarkan tokoh aku pulang ke rumah
dari sekolah).
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 7:45 PM

Unsur Kebahasaan Teks Cerita Ulang Biografi

Teks cerita ulang (rekon/recount) adalah teks yang menceritakan kembali pengalaman masa lalu secara kronologis. Tujuannya memberikan informasi atau menghibur pembaca atau bisa keduanya. Teks cerita ulang terdiri atas tiga jenis yaitu : Pertama, teks cerita ulang pribadi, yaitu teks yang berisi peristiwa masa lalu dan penulisnya terlibat secara langsung. Kedua, teks cerita ulang faktual, yaitu teks yang dasar penceritaannya berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, pengalaman nyata pada masa lalu yang dapat dibangkitkan atau dihidupkan kembali, misalnya cerita ulang sejarah dan teks cerita ulang biografi. Ketiga, teks cerita imajinatif, yaitu cerita yang memuat peristiwa masa lalu lebih detil dengan imajinasi-imajinasi.

Biografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu bios yang berarti hidup dan graphain yang berarti tulis. Jadi, biografi berarti tulisan tentang hidup seseorang. Teks cerita ulang biografi adalah salah satu teks cerita ulang faktual yang mengisahkan riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain. Berikut ini contoh teks cerita ulang mengenai tokoh Joko Widodo.
Struktur Teks Kalimat
Orientasi Joko Widodo atau Jokowi adalah tokoh politik yang karirnya melejit pesat karena wibawa dan gaya kepemimpinan yang merakyat. Kepribadian yang menarik dan pencapaian-pencapaian ketika menjabat sebagai wali kota Surakarta dan gubernur Jakarta sekarang menjadikannya sebagai harapan baru masyarakat Indonesia akan pemimpin yang dapan membawa ke perubahan yang lebih baik.

Ir. H. Joko Widodo lahir di Surakarta. Jawa Tengah, 21 Juni 1961 dari pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi Notomiharjo. Lahir dari keluarga sederhana tak membuat Jokowi minder dan takut untuk bermimpi tinggi.
Urutan Peristiwa Kehidupan Tokoh Pada tahun 2005, Jokowi dengan disusung PDI-P maju sebagai calon wali kota Surakarta. Ketika pertama kali menjabat sebagai wali kota Surakarta, banyak orang yang meragukan kemampuannya yang selama ini hanya bekerja sebagai tukang ekspor furnitur. Namanya mulai dikenal setelah dianggap berhasil mengubah wajah Kota Surakarta menjadi kota pariwisata, kota budaya, dan kota batik.

Pada tanggal 20 September 2012, Jokowi berhasil memenangi Pilkada Jakarta 2012. Berkat kampanyenya selama pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2012 yang menjanjikan "Jakarta Baru", ia melejit menjadi tokoh nasional yang dikenal bersih, merakyat, dan mampu menyelesaikan masalah.

Saat menjadi Gubernur Jakarta, program-program Jokowi diantaranya adalah menuntaskan masalah-masalah di Jakarta yang sudah sangat kompleks. Untuk masalah macet, Jokowi membuat kebijakan untuk mempercepat pembangunan sarana transportasi masal seperti MRT dan monorel serta memperbanyak armada Transjakarta.
Joko Widodo
Untuk masalah banjir, Jokowi juga bergerak cepat dengan merelokasi daerah-daerah resapan banjir dan memperbaharui serta memperbanyak taman dan hutan kota. Jokowi juga mengeluarkan Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan Kartu Jakarta Pintar (KJP). Seperti di Surakarta, Jokowi juga bermaksud untuk menjadikan Jakarta sebagai kota festival. Total sebanyak 97 festival diadakan selama tahun 2013 di Jakarta, seperti Jakarta Night Festival, Pesta rakyat, Pekan Raya Jakarta (PRJ) dan lain sebagainya.

Semenjak terpilih sebagai gubernur, popularitasnya terus melambung dan menjadi sorotan media. Akibatnya, muncul wacana untuk menjadikannya calon presiden untuk pemilihan umum presiden Indonesia 2014. Ditambah lagi, hasil survei menunjukkan, nama Jokowi terus unggul. Pada tanggal 14 Maret 2014, Jokowi menerima mandat dari Megawati untuk maju sebagai calon presiden, tiga minggu sebelum pemilihan umum legislatif dan dua hari sebelum kampanye.

Pada Pilpres 2014 yang dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2014 Joko Widodo berpasangan dengan Jusuf Kalla. Pemilihan umum ini akhirnya dimenangi oleh pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan memperoleh suara sebesar 53,15%, mengalahkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang memperoleh suara sebesar 46,85%. Sesuai dengan keputusan KPU RI pada 22 Juli 2014. Presiden dan Wakil Presiden terpilih dilantik pada tanggal 20 Oktober 2014, menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono

Jokowi dikenal akan gaya kepemimpinannya yang pragmatis dan membumi. Ia seringkali melakukan "blusukan" atau turun langsung ke lapangan untuk melihat langsung permasalahan yang ada dan mencari solusi yang tepat.
Reorientasi Jokowi adalah sosok pemimpin sederhana, pekerja keras, yang jarang dimiliki pemimpin pemimpin pada umumnya sosoknya yang inspiratif membuatnya layak menjadi tokoh dunia.
A. Pronomina
Pronomina (kata ganti) adalah kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Pronomina dibagi menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut.

1. Pronomina persona
Pronomina persona disebut juga kata ganti orang adalah pronomina yang digunakan untuk acuan manusia.
  1. Persona Pertama. Persona pertama dalam bahasa Indonesia adalah saya, aku, dan daku. Saya adalah bentuk yang formal dan umumnya dipakai dalam tulisan atau ujaran yang resmi. Aku lebih banyak dipakai dalam pembicaraan batin dalam situasi yang tidak formal. Daku umumnya dipakai dalam karya sastra.
  2. Persona Kedua. Persona kedua tunggal mempunyai beberapa wujud, yakni engkau, kamu, Anda, dikau, kau-, -mu. Persona kedua engkau, kamu, dan –mu dipakai oleh orang tua terhadap orang muda, orang yang status sosialnya lebih tinggi, dan orang yang mempunyai hubungan akrab. Persona kedua Anda dimaksudkan untuk menetralkan hubungan. Anda dipakai : dalam hubungan tak pribadi, dalam hubungan bersemuka.
  3. Persona Ketiga. Ada dua macam persona ketiga tunggal, yaitu 1) ia, dia, dan –nya, 2) beliau. Dalam posisi subjek, atau di depan verba, ia dan dia sama-sama dapat dipakai. Namun, jika berfungsi sebagai objek hanya bentuk dia dan –nya yang dapat muncul.
Contoh Penggunaan Pronomina Persona:
  1. Joko Widodo atau Jokowi adalah tokoh politik yang karirnya melejit pesat karena wibawa dan gaya kepemimpinan yang merakyat.
  2. Namanya mulai dikenal setelah dianggap berhasil mengubah wajah Kota Surakarta menjadi kota pariwisata, kota budaya, dan kota batik.
  3. Berkat kampanyenya selama pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2012 yang menjanjikan "Jakarta Baru", ia melejit menjadi tokoh nasional yang dikenal bersih, merakyat, dan mampu menyelesaikan masalah.
PRONOMINA PERSONA TUNGGAL JAMAK
Kata ganti orang pertama aku, saya, daku, ku kami, kita
Kata ganti orang kedua kamu, anda, engkau, kau, dikau, mu kalian, kamu sekalian
kata ganti orang ketiga dia, beliau, ia -nya mereka

2. Pronomina Penunjuk
Pronomina penunjuk dalam bahasa Indonesia ada tiga macam, yaitu a) pronomina penunjuk umum, b) pronomina penunjuk tempat, dan c) pronomina penunjuk ihwal.
  • Kata ganti penunjuk umum: ini, itu
  • Kata ganti penunjuk arah/tempat: sini, situ, sana, di sini, di sana, di situ, ke sana, ke sini, ke situ.
  • Kata ganti penunjuk ikhwal: begini, begitu.
Contoh penggunaan pronomina penunjuk antara lain sebagai berikut
  1. Pemilihan umum ini akhirnya dimenangi oleh pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan memperoleh suara sebesar 53,15%, men galahkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang memperoleh suara sebesar 46,85%.
3. Pronomina Penanya
Pronomina penanya adalah pronomina yang digunakan untuk menanyakan hal berupa manusia, benda, pilihan, waktu, dan tempat.
  • Kata ganti penanya orang, benda, dan pilihan: apa, siapa, yang mana.
  • Kata ganti penanya waktu: kapan
  • Kata ganti penanya tempat: di mana, ke mana, dari mana.

B. Pengacuan
Pengacuan adalah alat kohesi yang baik untuk menghindari pengulangan kata yang terusmenerus. Pengacuan bisa berupa hubungan leksikal yang ditandai oleh pengulangan kata (utuh atau sebagian), sinonim atau hiponim; dan hubungan penunjukkan yang ditandai oleh kata tunjuk (itu, ini, yakni, yaitu, tersebut, berikut). Contoh (dari teks lain)
Pengacuan Hal yang diacu Pengacuan dalam kalimat
Rumah tersebut Tidak kuat terus menerus membayar sewa losmen, mereka kemudian memutuskan pindah ke daerah Gang abu, batu tulis, salah satu kantong kemiskinan d jakarta waktu itu Rumah tersebut adalah rumah nenek Chairul, dari ibundanya, Halimah
Perusahaan Chairul dan Temanya Setamat kuliah, Chairul memantapkan bisnisnya dengan mendirikan PT Pariarti  Shindutama bersama dua temanya pada tahun 1987 Perusahaan Chairul dan temanya memproduksi sepatu anak anak untuk diekspor

C. Kata yang Menunjukkan Peristiwa, Waktu, dan Tempat
Dalam teks cerita ulang biografi, terdapat kata-kata yang menunjukkan peristiwa, waktu, dan tempat yang dialami tokoh. Contoh:
  1. Ir. H. Joko Widodo lahir di Surakarta. Jawa Tengah, 21 Juni 1961 dari pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi Notomiharjo.
  2. Seperti di Surakarta, Jokowi juga bermaksud untuk menjadikan Jakarta sebagai kota festival. 
  3. Total sebanyak 97 festival diadakan selama tahun 2013 di Jakarta, seperti Jakarta Night Festival, Pesta rakyat, Pekan Raya Jakarta (PRJ) dan lain sebagainya.
  4. Pada tanggal 14 Maret 2014, Jokowi menerima mandat dari Megawati untuk maju sebagai calon presiden, tiga minggu sebelum pemilihan umum legislatif dan dua hari sebelum kampanye.
Peristiwa Waktu Tempat
Lahir 21 Juni 1961 Surakarta, Jawa Tengah
Maju sebagai calon walikota Surakarta Tahun 2005 Surakarta, jawa Tengah
Memenangi Pilkada jakarta 20 September 2012 Jakarta
Maju sebagai calon Presiden 14 Maret 2014 -
Mengikuti Pilpres 9 Juli 2014 -

D. Verba Material
Verba material adalah kata kerja yang berupa perbuatan fisik atau peristiwa. Verba material menunjukkan aktivitas nyata yang dilakukan oleh partisipan. Partisan yang melakukan sesuatu disebut aktor dan yang dituju oleh kata kerja atau disebut sasaran.
Contoh:
  1. Jokowi (aktor) juga mengeluarkan (verba material) Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan Kartu Jakarta Pintar (KJP) (sasaran)
  2. CT (aktor) mendirikan (verba material) perusahaan patungan (sasaran) dengan Jusuf Kalla dan membangun (verba material) taman wisata terbesar Trans Studio (sasaran) di Makassar untuk menyaingi keberadaan Universal Studio yang ada di Singapura.

E. Konjungsi
Dalam teks cerita ulang biografi , banyak menggunakan konjungsi atau kata penghubung yang menyatakan waktu, seperti tatkala, ketika, waktu, sewaktu, setelah, sebelum, dan sesudah. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan menggunakan kata penghubung lainnya. Konjungsi terdiri atas beberapa jenis berikut.

1. Konjungsi Intrakalimat
Konjungsi intrakalimat, yaitu kata yang berfungsi sebagai penghubung antara satu kata dan kata lain dalam satu kalimat.

a. Kata Hubung Koordinatif
Kata hubung koordinatif digunakan untuk menghubungkan dua unsur atau lebih yang sama pentingnya.
  • Menyatakan gabungan: serta, lalu, lagi, dan, kemudian, lagi.
  • Menyatakan pemilihan: atau
  • Menyatakan pertentangan: sedangkan, tetapi, melainkan.
  • Menyatakan penegasan: apalagi, bahkan, juga.
b. Kata Hubung Subordinatif
Kata hubung subordinatif digunakan untuk menghubungkan dua kata atau frasa yang tidak memiliki status yang sama.
  • Menyatakan waktu: tatkala, ketika, sewaktu, sejak, sesudah, setelah, sebelum, sehabis, selama, selagi, sementara, seraya.
  • Menyatakan syarat: asal, asalkan, jika, jikalau, bila, bilamana.
  • Menyatakan tujuan: biar, untuk, supaya, agar, guna.
  • Menyatakan perlawanan: maupun, meskipun, bagaimanapun, walaupun, kalaupun, kendatipun, andaipun, adapun, ataupun, sungguhpun, biarpun, 
  • Menyatakan pengandaian: andaikan, andainya, sekiranya.
  • Menyatakan sebab: sebab, karena.
  • Menyatakan akibat: akibat, maka, sehingga, sampai-sampai
c. Kata Hubung Korelatif
Kata hubung korelatif digunakan untuk menghubungkan dua kata atau frasa yang memiliki status yang sama, biasanya dipisahkan oleh salah satu kata atau frasa. Misalnya:
  • baik … maupun…,
  • tidak …, tetapi …
  • tidak hanya …, tetapi juga …
  • bukan …, melainkan
  • bukan hanya …, melainkan juga
  • makin … makin 
  • jangankan …, … pun … 
  • sebagaimana … maka 
  • seperti halnya … demikian juga 
  • kalau tidak …, … sekurang-kurangnya … 
  • entah … , entah … 
  • seandainya … kemungkinan
  •  … sedemikian sehingga …

2. Konjungsi Antarkalimat
Konjungsi antarkalimat, yaitu kata hubung tersebut berfungsi menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat yang lain, misalnya akan tetapi, meskipun demikian, dan oleh karena itu. Contoh (dari teks lain)
  1. Ketika Chairul duduk di bangku sekolah menengah pertama, ayahnya yang mempunyai percetakan Koran dan transportasi gulung tikar dan dinyatakan pailit oleh pemerintah karena idealismenya yang bertentangan dengan pemerintah Orde Baru.
  2. Membangun jaringan tidak hanya kepada orang atau perusahaan ternama saja, tetapi juga kepada para perusahaan yang belum ternama perlu karena siapa tahu suatu saat kita memerlukan bantuan mereka bahkan pada seorang kurir pun menjaga jaringan sangat dibutuhkan.
  3. Ia mulai mencoba merambah ke industri genting, sandal, dan properti. Namun, di tengah usahanya yang sedang merambat naik, tiba-tiba dia terbentur perbedaan visi dengan kedua rekannya. Ia pun memutuskan memilih mundur dan mulai membangun bisnis dengan modal pribadi dan menjelma menjadi pengusaha yang mandiri menjalankan sendiri usahanya

F. Kalimat Simpleks
Kalimat simpleks adalah kalimat tunggal yang terdiri dari satu klausa saja. Polanya data berupa SP, PS, SPO, SPOK, SPK, SPPel. S = subjek, P = Predikat, O = Objek, Pel = Pelengkap, dan K = Keterangan. Berikut adalah pembagian kalimat simpleks berdasarkan kategori predikatnya.

1. Kalimat berpredikat verbal
  1. Kalimat tak transitif adalah kalimat simpleks yang tak berobjek. Contoh: Chairul Tanjung (S) senang berbisnis (P). [SP]
  2. Kalimat ekatransitif adalah kalimat simpleks yang berobjek satu. Contoh: Ia (S) mendapatkan (P) kredit ringan (O) dari Bank Exim sebesar Rp150 juta (K). [SPOK]
  3. Kalimat dwitransitif adalah kalimat simpleks yang berobjek dua. Contoh: Chairul (S) menyantuni (P) anak yatim (O3) uang (O1) tiap bulan (K). [S-P- O3- O1-K] O1= Objek penderita, O3 = Objek penyerta
2. Kalimat berpredikat adjektival
Contoh: Ayahnya (S) sakit (P).

3. Kalimat berpredikat nominal
Contoh: Tas itu (S) buatan Bandung (P).

4. Kalimat berpredikat numeral
Contoh: Kawannya (S) berdua (P).

5. Kalimat berpredikat frasa preposisional
Contoh: Pengumuman itu (S) nanti sore (P).

Ciri-ciri teks cerita ulang biografi adalah sebagai berikut.
  1. Hal yang ditulis adalah perjalanan hidup orang terkenal atau tokoh dalam segala bidang, misalnya ilmuwan, politisi, olahragawan, pemuka agama, pengusaha, dan sebagainya serta dapat ditulis dalam satu buku atau beberapa halaman.
  2. Dalam biografi tersebut, dijelaskan secara lengkap kehidupan seorang tokoh sejak kecil sampai tua bahkan sampai meninggal dunia (jika tokoh sudah meninggal dunia).
  3. Selain perjalanan hidup tokoh, teks juga berisi deskripsi kegiatan dan peristiwa yang dialaminya, ekspresi, ide, perasaan, dan pandangan hidup tokoh. Semua jasa dan segala sesuatu yang dihasilkan atau yang diperbuat tokoh juga dijelaskan di dalam tulisan tersebut.
  4. Lebih kompleks daripada biodata (curriculum vitae) karena menganalisis dan menginterpretasi peristiwa yang dialami tokoh dengan melibatkan perasaan.
  5. Dalam teks, dapat ditemukan hubungan keterangan arti dari tindakan tertentu atau misteri yang melingkupi hidup tokoh serta penjelasan mengenai tindakan dan perilaku hidupnya.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 4:29 PM

Jenis Pantun Berdasarkan Bentuknya dan Isinya

Pantun merupakan warisan leluhur yang paling unik. Karena, pantun itu sendiri telah memiliki keterkaitan yang kuat dengan seluruh masyarakat di Indonesia. Semua daerah di Indonesia memiliki pantun khas daerahnya masing-masing.

Pantun adalah salah satu jenis sastra lisan yang berbentuk puisi. Pantun berasal dari kata patuntun (Minangkabau) yang artinya “petuntun”. Pantun dalam bahasa Jawa dikenal dengan parikan, sedangkan dalam bahasa Sunda dikenal dengan sebutan paparikan, dan dalam bahasa Batak dengan istilah umpasa. Kata pantun berarti laksana, ibarat, atau umpama.

A. Ciri-ciri Pantun
Sebelum membahasa mengenai teks pantun tidak ada salahnya jika mempelajarai terlebih dahulu ciri-ciri pantun. Ciri-ciri pantun tentunya harus kita pahami saat kita belajar memahami dan membuat pantun. Berikut ini adalah beberapa ciri teks pantun.
  1. Tiap bait terdiri atas empat baris/larik;
  2. Setiap baris terdiri atas 8-12 suku kata;
  3. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran yang berfungsi sebagai pengantar (paling tidak menyiapkan rima selanjutnya) untuk mempermudah pemahaman isi pantun;
  4. Baris ketiga dan keempat merupakan isi;
  5. Bunyi akhir (rima) adalah (a - b - a - b).

B. Struktur Teks  Pantun
Secara umum, pantun terdiri dari empat baris yang terdiri dari sampiran dan isi. Sampiran adalah kata-kata kiasan yang menjadi pengantar rima atau isi pada sebuah pantun. Sedangkan isi adalah tujuan atau maksud yang ingin disampaiakan oleh pantun tersebut. Dilihat dari strukturnya, pantun terdiri dari bait, baris (larik), sampiran, isi, dan rima. Selain unsur tersebut, pantun juga mementingkan irama saat pengucapannya karena pantun merupakan sastra lisan.
Struktur Pantun
C. Jenis Pantun Berdasarkan Bentuknya
Pantun dibagi kedalam 2 jenis, yaitu pantun yang berdasarkan bentuknya dan pantun berdasarkan isinya. Di bawah ini adalah jenis-jenis pantun beserta contohnya.

1. Karmina
Karmina atau pantun dua seuntai/pantun kilat, yaitu jenis pantun yang terdiri atas dua baris, di mana baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua merupakan isi, dan rimanya adalah a – a.

Contoh:
No. Contoh Karmina Keterangan
1. Sudah gaharu cendana pula
Sudah tahu bertanya pula
(1) -la /sampiran
(2) -la/isi
2. Kura-kura dalam perahu
Pura-pura tidak tahu 
(1) -hu/sampiran
(2) -hu/isi
3. Gelatik main di batu
Cantik itu kalau membantu
(1) -tu/sampiran
(2) -tu/isi
4. Indahnya taman di malangbong
Tanda iman orangnya tak sombong
(1) -bong/sampiran
(2) -bong/isi

2. Talibun
Talibun atau pantun genap, yaitu pantun yang jumlah barisnya 6, 8, 10, dan 12 baris. Pantun ini berfungsi sebagai alat penghubungan mesra, misalnya percintaan, berolok-olok, berkelakar, nasihat, dan sebagainya. Syarat-syarat talibun sebagai berikut.
  1. Jumlah barisnya dalam satu bait adalah genap, yaitu 6, 8, 10, 12 baris. Setiap bait separuhnya sampiran dan separuhnya lagi isi. Misalnya 6 baris (3 sampiran dan 3 isi), dan seterusnya.
  2. Tiap baris terdiri atas 8-12 suku kata, tetapi umumnya 10 suku kata.
  3. Rimanya a - b-c, a-b-c , atau a-b-c-d dan seterusnya.
No. Contoh Talibun Keterangan
1. Kalau anak pergi ke lepau
Yu beli belanak beli
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi merantau
lbu cari sanakpun cari
lnduksemang cari dahulu 
(1) -au/sampiran
(2) -i/sampiran
(3) -lu/sampiran
(4) -au/isi
(5) -i/isi
(6) -lu/isi
2. Batu berani batu bertuah
Batu hilang entah ke mana
Sedih hati menjadi gembira
Meskipun dicari tak ada berita
Buat apa memiliki rumah mewah
Rumah lama masih sempurna
Sadarlah engkau wahai manusia
Janganlah engkau habiskan harta
(1) -ah/sampiran
(2) -na/sampiran
(3) -a/sampiran
(4) -ta/sampiran
(5) -ah/isi
(6) -na/isi
(7) -a/isi
(8) -ta/isi
3. Suatu pagi di kota roma
Terlihat jelas suasana alam
Menjelang hari mulai terang
Taka ada orang yang sudah mandi
Karena bekerja mulai larut malam
Hingga pintu rumah terbuka
Sebagai teman sejak lama
Janganlah kita saling berdiam
Marilah kita berterus terang
Menyelesaikan masalah yang terjadi
Jangan hanya kita pendam
Nanti ada yang terluka
(1) -ma/sampiran
(2) -am/sampiran
(3) -rang/sampiran
(4) -di/sampiran
(5) -am/sampiran
(6) -ka/sampiran
(7) -ma/isi
(8) -am/isi
(9) -rang/isi
(10)-di/isi
(11) -am/isi
(12) -ka/isi

3. Seloka
Seloka atau pantun berkait/pantun rantai), yaitu puisi lama yang mempunyai ciri pertalian antarbait, yakni baris kedua dan keempat bait pertama muncul lagi sebagai baris pertama dan ketiga bait berikutnya. Contoh:
Seloka

D. Jenis Pantun Berdasarkan Isi dan Maksudnya
Jika dilihat berdasarkan isinya, maka pantun dapat dibagi menjadi beberapa jenis antaralain pantun jenaka, pantun teka-teki, pantun nasihat, pantun cinta dan kasih sayang, pantun pujian, pantun agama, pantun adat, pantun cerita, pantun kepahlawanan, pantun suka cita, pantun duka cita, dan sebagainya.
No. Jenis Pantun Contoh Pantun
1. Pantun jenaka adalah jenis pantun yang isinya lucu atau mengandung humor sehingga dapat menimbulkan tawa. Pantun jenaka biasanya digunakan untuk menghibur. Limau purut di tepi rawa
buah diranting belum masak
sakit perut sebab tertawa
melihat kucing duduk berbedak
2. Pantun teka-teki adalah pantun yang isinya berupa teka-teki atau tebak-tebakan. Pada pantun teka-teki, baris ketiga umumnya merupakan pengantar sebelum bertanya sedangkan baris keempat merupakan pertanyaan teka-teki. Burung gelatik cepat terbangnya
hendak hinggap di pohon randu
kalau tertarik pada orangnya
apakah gerangan artinya itu
3. Pantun nasihat adalah jenis pantun yang isinya sebuah petuah atau nasihat yang tujuannya memberi tuntunan kepada banyak orang. Anak ayam turun sepuluh
mati satu tinggal sembilan
tuntutlah ilmu sungguh-sungguh
agar kamu tidak ketinggalan
4. Pantun kasih sayang adalah jenis pantun yang isinya tentang rasa cinta atau kasih sayang dan umumnya merupakan pantun anak muda. Pantun ini biasa digunakan sebagai sarana untuk perkenalan. Burung elang terbang melayang
Turun ke bumi jangan dipinta
Dari awal menanam sayang
Moga kelak menjadi cinta
5. Pantun agama adalah jenis pantun yang mengandung nasehat atau petuah yang sesuai atau berdasarkan ajaran agama. Pantun ini biasanya berisi nasihat tentang apa yang baik. Kemumu di dalam semak
Jauh melayang selarasnya
Meskipun ilmu setinggi tegak
Tidak sembahyang apa gunanya
6. Pantun adat adalah pantun yang isinya berupa petuah atau nasihat berdasarkan nilai-nilai atau aturan yang ada dalam adat istiadat yang dianut. Pisang emas bawa berlayar
masak sebiji dalam peti
utang emas boleh dibayar
utang budi dibawa mati
7. Pantun kepahlawanan adalah pantun yang isinya berhubungan dengan semangat kepahlawanan, perjuangan pahlawan, atau yang sifatnya heroik Redup bintang hari pun subuh
subuh tiba bintang tak nampak
hidup pantang mencari musuh
musuh tiba pantang ditolak
8. Pantun suka cita adalah pantun yang isinya menceritakan tentang kegembiraan dan kebahagiaan. Pantun suka cita umumnya merupakan pantun anak-anak yang penuh dengan kesenangan Dibawa itik pulang petang
dapat di rumput bilang-bilang
melihat ibu sudah datang
hati cemas menjadi hilang
9. Pantun suka cita adalah pantun kebalikan dari pantun suka cita yang isinya menceritakan tentang  kesedihan atau kesusahan.  Anak nelayan menangkap pari
sampainya karam terlanggar karang
sungguh malang nasibku ini
ayah pergi ibu berpulang
10. Pantun budi adalah jenis pantun yang berisi tentang petunjuk, ajakan, larangan dan contoh perilaku-erilaku yang baik dan benar. Ibu ayah segera datang
datang membawa buah mangga
jangan lupa kebaikan orang
kebaikan orang sangat berharga
11. Pantun Perkenalan merupakan pantun berbalas-balasan. Sebagai salah satu tradisi budaya, pantun perkenalan tidak pernah lekang di makan zaman. Biduk kecil biduk bercadik
Telah bertolak dari pangkalan
Kalau berkenan di hati adik
Bolehkah kakak hendak berkenalan
12. Pantun percintaan adalah suatu perasaan lebih, sayang dan perhatian yang diberikan oleh seseorang kepada orang yang dikasihnya  Pergi ke toko beli bedak
sesampainya lupa bawa uang
makan tak enak tidur tak nyenyak
teringat dinda seorang
13. Pantun perpisahan adalah suatu jenis pantun yang bertemakan tentang perpisahan baik itu dengan orang yang dikasihi atau juga rekan  Empat lima enam tujuh
ditambah dua jadi sembilan
adik jauh kakanda jauh
kalau rindu sama renungkan
14. Pantun pribahasa merupakan salah satu jenis pantun yang sangat unik karena memiliki arti yang harus di pahami dari setiap kata yang ada. Berburu ke padang datar
dapat rusa belang kaki
berguru kepalang ajar
bagai kembang bunga tak jadi
15. Pantun nasib adalah pantun yang isinya menceritakan keadaan diri. Pantun ini biasanya digunakan menceritakan nasib seseorang ketika berada di perantauan. Teduh sejenak kala gerimis
Carilah batu permukaan rata
Sungguh diri hendak menangis
Mengenang ibu yang jauh di mata
Perkembangan zaman yang semakin modern memang tak dapat dipungkiri telah memengaruhi sebagian kebiasaan masyarakat dan berdampak pada kebudayaan kita. Masyarakat perlahan meninggalkan kebiasaan berpantun mereka. Padahal pantun memiliki banyak manfaat seperti berkirim pesan, menasehati, bercanda, bahkan menyindir dengan halus pun bisa. Bahkan, ketika memakai pantun untuk saling menasehati atau sekedar bertegur sapa, silaturahmi kita antar manusia semakin kuat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 4:59 PM

Latihan Mengevaluasi Teks Pantun

Salah satu kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XI adalah mengevaluasi teks pantun. Evaluasi berarti penilaian dengan memberikan penilaian atau menilai (KBBI). Penilaian merupakan proses terencana untuk mengetahui keadaan suatu objek dengan menggunakan kriteria tertentu. Mengevaluasi teks pantun berarti memberikan penilaian terhadap teks pantun.

Kriteria yang dievaluasi adalah struktur teks pantun (bait, sampiran, isi, dan rima), unsur kebahasaan teks pantun (bahasa kias dan imaji), dan makna serta pesan isi dari pantun.
  1. Setiap pantun harus terdiri dari sampiran dan isi. Sampiran adalah dua baris pertama (awal) yang merupakan pengantar pantun. Sampiran berupa pengantar sajak/rima yang berfungsi menyiapkan rima dan irama agar memudahkan pendengar dalam memahami isi pantun.
  2. Isi adalah dua baris akhir pantun yang menjadi tujuan atau kesimpulan pantun. Antara sampiran dan isi terkadang tidak ada hubungan makna yang jelas. Namun, biasanya, sampiran disampaikan berupa hal-hal yang berkaitan dengan alam, budaya, dan kebiasaan hidup masyarakat sekitar. Sedangkan isi berupa tujuan dari pantun.
  3. Bait adalah bagian dari teks pantun yang terdiri dari beberapa baris. Bait merupakan teks harmonis yang serupa dengan satu pengertian dalam sebuah paragraf. Pada pantun, bait biasanya terdiri dari empat baris atau larik. Setiap baris atau larik biasanya terdiri dari 2-6 kata atau 8-12 suku kata.
  4. Rima datau sajak, yaitu bunyi-bunyi akhiran yang dihasilkan oleh huruf dalam larik dan bait sehingga menimbulkan keindahan kata, rasa, dan menimbulkan suasana khusus. Pantun memiliki pola sajak akhir a-b-a-b dan a-a-a-a.
  5. Bahasa kiasan atau disebut juga majas adalah gaya bahasa yang digunakan pada pantun. Bahasa kiasan adalah bahasa yang menggunakan kata-kata indah, kata-kata bukan dalam arti yang sebenarnya. Artinya, makna pada sebuah kata atau bahasa yang digunakan memiliki arti lain.
  6. Bahasa imaji adalah bahasa yang mengungkapkan pencitraan, gambaran, kesan, bayangan, dan imajinasi. Tujuan penggunaan bahasa imaji adalah memberikan gambaran yang jelas mengenai apa yang kita pikirkan. Bahasa imaji biasanya menggambarkan pencitraan indera, seperti pendengaran (telinga), penglihatan (mata), penciuman (hidung), rasa (hati), raba (kulit), kecap (lidah), dan gerak (tubuh makhluk hidup).

Sebagai alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berpikir. Pantun melatih seseorang berpikir tentang makna kata sebelum berujar. pantun juga melatih orang berpikir asosiatif, bahwa suatu kata bisa memiliki kaitan dengan kata yang lain. Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berpikir dan bermain-main dengan kata. Secara umum peran sosial pantun adalah sebagai alat penguat penyampaian pesan.

Langkah-Langkah Mengevaluasi Teks Pantun
Langkah selanjutnya setelah selesai memproduksi sebuah teks pantun adalah mengetahui makna dari isi teks pantun tersebut. Cara untuk mengetahui makna yang ada di teks pantun dengan cara mengevaluasi sebuah teks pantun. Memahami maksud dan makna dari teks pantun tidak terlalu sulit asalkan kita berpedoman pada KKBI. Semakin berkembangnya zaman, pantun juga semakin berkembang. Berikut ini langkah-langkah mengevaluasi teks pantun.
  1. Bacalah teks pantun dengan irama yang tepat dan pahamilah apakah pantun itu berjenis teks pantun tradisional/klasik Melayu atau teks pantun modern.
  2. Lihatlah beberapa hal berkenaan dengan struktur teks pantun berikut : apakah rimanya a-b-a-b, adakah hubungan antara sampiran dan isi dilihat dari kandungan maknanya, dan apakah terdapat hubungan substansi atau tidak, atau sampiran hanya sekadar pengantar rima untuk bagian isi saja.
  3. Lihatlah unsur kebahasaan teks pantun sebagai berikut.: adakah bahasa kias seperti idiom, majas, peribahasa, atau kata bermakna konotasi lainnya,  apakah ada citraan atau imaji. apakah pilihan kata sudah tepat dapat menimbulkan efek irama (ritme) selain rima.
  4. Tafsirkanlah makna teks pantun yang terdapat pada isi dan apakah pesan yang terkandung dalam bagian isi teks pantun.
  5. Berikanlah evaluasi/penilaian baik atau buruk terhadap teks pantun tersebut sesuai dengan kriteria teks pantun

Contoh Evaluasi Teks Pantun
No. Contoh Pantun Evaluasi
1. Jika ada sumur di ladang
Bolehkah kita menumpang mandi
Kalau ada umur yang panjang
Bolehlah kita berjumpa lagi
  1. Struktur teks pantun: rima pantun tersebut -ang -i -ang -i. Sampiran pada teks tersebut bukan hanya berfungsi sebagai pengantar untuk rima bagian isi, melainkan juga secara makna mempunyai hubungan substansi yang erat dan berkaitan dengan isi. Sampiran: jika ada sumur di ladang//bolehkah kita menumpang mandi, jika ada sumur bisa mandi semakna dengan isi kalau ada umur panjang//bolehlah kita berjumpa lagi, jika ada umur bisa bertemu lagi.
  2. Unsur kebahasaan: bahasa kias terdapat juga dalam teks pantun tersebut, yakni umur yang panjang bermakna konotasi masih terdapat nyawa di badan. Diksi menimbulkan irama yang baik, yaitu pemilihan kata sumur-umur dan repetisi boleh-kita (bolehkah kita-bolehlah kita). Citraan/imaji visual terdapat dalam puisi itu, jika ada sumur di ladang.
  3. Makna: makna cukup jelas dimengerti, jika masih ada nyawa di badan tentunya perjumpaan masih bisa dilakukan lagi.
  4. Pesan: kita harus selalu bersilaturahmi selagi nyawa di kandung badan.
  5. Simpulan evaluasi: Jadi, dari ketiga kriteria di atas dapatlah dikatakan pantun tersebut sangat baik karena sudah memenuhi kriteria teks pantun yang baik
2. Di gudang tak ada kaca
Yang ada hanyalah palu
Rajinlah kalian membaca
Niscaya ilmu datang selalu
  1. Struktur teks pantun: rima pantun itu -ca -lu -ca -lu. Sampiran hanya mengantar rima untuk isi, tidak mengandung makna pembayang isi. Tidak ada keterkaitan antara kaca dengan membaca.
  2. Unsur kebahasaan: bahasa kiasan menggunakan majas personifkasi, yakni, ilmu datang selalu, terdapat penginsanan pada kata ilmu yang artinya kita akan terus mendapatkan ilmu. Kosakata dengan diksi yang popular sangat mudah dipahami seperti gudang, kaca, palu, membaca, dan ilmu.
  3. Makna: jika kita rajin membaca, kita akan mendapatkan ilmu terus-menerus.
  4. Pesan: rajin-rajinlah kita membaca buku, majalah, dan surat kabar agar kita selalu mendapatkan ilmu pengetahuan sehingga cerdas dan berwawasan luas.
  5. Simpulan evaluasi: Jadi, teks pantun C dapatlah dikatakan cukup baik paling tidak sudah memenuhi kriteria teks pantun
3. Bunga kenanga di atas kubur
Pucuk sari pandan jawa
Apa guna sombong dan takabur
Rusak hati badan binasa
  1. Struktur teks pantun: rima pantun tersebut -bur -a -bur -a. Sampiran dengan isi mempunyai hubungan substansi yang saling berkaitan. Sampiran pada teks tersebut bukan sekadar pengantar rima untuk isi. Pada sampiran: bunga kenanga di atas kubur secara makna berhubungan dengan isi apa guna sombong dan takabur, jika kita mengingat kubur (semua orang akan wafat) tentunya orang tidak sombong dan takabur karena rusak hati badan binasa artinya jasmani dan rohani akan binasa (wafat).
  2. Unsur kebahasaan: bahasa kias rusak hati bermakna rohani atau batiniah kita tidak baik dan badan binasa yang bermakna wafat. Kosakata yang dipilih memiliki irama yang enak didengar, bunga-apa, kenanga- guna, sari-hati, pandan-badan. Lebih enak lagi kalau pucuk diganti papak: pucuk-rusak jadi papak –rusak. Imaji penciuman dan imaji rasa (taktil) juga terdapat dalam pantun tersebut Bunga kenanga di atas kubur (harum dan sedih).
  3. Makna: makna pantun itu mudah dipahami, yaitu sombong dan takabur tidak ada gunanya karena merusak hati (rohani) kita sendiri dan jangan pula sombong dan takabur karena kita masih bisa binasa/mati/wafat.
  4. Pesan: janganlah mempunyai perilaku yang sombong dan takabur.
  5. Simpulan evaluasi: Jadi, teks pantun B dapatlah dikatakan baik karena sudah memenuhi kriteria teks pantun.
Aturan umum berlaku pada pantun, seperti halnya puisi lama. Misalnya, satu larik pantun biasanya terdiri atas 6-12 kata. Namun aturan ini tak selalu berlaku dan bersifat kaku. Pola rima umum yang berlaku pada pantun adalah a-b-a-b dan a-a-a-a. Meski demikian, kerap diketemukan pula pola pantun yang berpola a-a-b-b.
Mengevaluasi Teks Pantun
Jenis-jenis pantun antara lain pantun agama, pantun nasehat, pantun adat, pantun budi, pantun jenaka, pantun kephlawanan, pantun kias, pantun percintaan, pantun pribahasa, dan pantun teka-teki
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 6:57 PM

Pengertian Ruang dan Interaksi Antarruang

Manusia tinggal pada suatu ruang tertentu di permukaan bumi. Masing-masing ruang memiliki karakteristik sendiri yang berbeda dengan tempat lainnya. Masing-masing tempat memiliki kondisi dan potensinya masing-masing. Tidak ada satu ruang pun yang mampu menyediakan segala kebutuhan penduduknya. Karena itu, terjadilah saling tukar komoditas antartempat satu dengan tempat lainnya. Interaksi tersebut tidak hanya berupa komoditas, tetapi juga interaksi sosial, budaya, politik dan lain-lain.

A. Pengertian Ruang
Ruang adalah tempat di permukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal. Ruang mencakupi berbagai hal diantaranya adalah udara, lapisan atmosfer, perairan(laut, sungai, dan danau), di bawah permukaan bumi (air dan tanah), dan batuan sampai pada lapisan tertentu yang menjadi sumber daya bagi kehidupan. Berbagai organisme atau makhluk hidup juga merupakan bagian dari ruang. Batas ruang adalah tempat dan unsur-unsur lainnya yang mempengaruhi kehidupan di permukaan bumi.
No. Cakupan Ruang Flora dan Fauna
1.
Hutan Hujan Tropis
Hutan Hujan tropis
Burung cenderawasih, burung nuri, burung beo,badak, babi, rusa, babi rusa, kapibara, berang-berang, dan lain lain. Flora Diptorecarpaceae ada, Keruing (Dipterocapus sp), Meranti (Shorea sp), Kayu kapur (Drybalanopsaromatica), dan Kayu garu (Gonystylus bancanus).
2.
Sabana
Sabana
Kuda, Zebra, Harimau, Singa, Anjing Hutan, Eukaliptus, Rumput
3.
Gurun
Gurun
Rajawali, Armadillo, Musang, Ular Kobra, Jerboa, Kurma, Kaktus, 
Setiap ruang di permukaan bumi memiliki ciri khas tertentu yang berbeda antara suatu wilayah dan wilayah lainnya. Tidak ada satu lokasi pun yang karakteristiknya sama persis antara satu dan lainnya. Karateristik inilah yang kemudian menciptakan keterkaitan antarruang di permukaan bumi. Indonesia sebagai suatu wilayah di permukaan bumi juga memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan wilayah lainnya. Dengan adanya perbedaan karakteristik ruang di permukaan bumi, maka setiap ruang dapat memiliki keterkaitan dengan ruang lainnya.

Perbedaan karakteristik ruang biasanya diikuti oleh sumber daya yang dihasilkannya. Karena itu, tidak ada satu orangpun yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Supaya lebih mudah dalam mempelajari konsep ruang, maka dapat disimpulkan bahwa:
  1. Ruang tidak hanya terbatas udara beresentuhan dengan bumi, tetapi lapisan atmosfer terbawah yang mempengaruhi permukaan bumi.
  2. Setiap ruang di permukaan bumi memiliki karakteristik yang berbeda satu dengan lainnya, diikuti dengan sumber daya yang dihasilkannya. 
  3. Ruang tidak berdiri sendiri, kejadian di suatu ruang mempengaruhi ruang lainnya. 4.
  4. Ruang merupakan tempat manusia berinteraksi. Sebagai makhluk sosial senantiasa berinteraksi dengan manusia lain.
  5. Ruang merupakan tempat segala peristiwa terjadi.
Berbagai ruang di permukaan bumi memiliki karakteristik yang khas. Karakteristik yang khas tersebut dapat berupa tanah, batuan, tumbuhan, dan lain-lain yang berbeda dengan tempat lainnya. Perbedaan karakteristik ruang tersebut menyebabkan adanya interaksi antarsatu ruang dengan lainnya, karena setiap ruang membutuhkan ruang lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

B. Interaksi Antarruang
Interaksi antar ruang adalah proses timbal balik antara ruang yang satu dengan ruang yang lain. Contohnya: wilayah pegunungan umumnyamerupakan penghasil sayuran, sedangkan daerah pesisir menghasilkan ikanlaut. Penduduk daerah pantai membutuhkan sayuran dari daerah pegunungandan sebaliknya penduduk dari daerah pegunungan membutuhkan ikan dari penduduk daerah pantai. Kedua wilayah kemudian saling berinteraksi melaluiaktivitas perdagangan.

Interaksi antarruang dapat berupa pergerakan orang, barang, informasi dari daerah asal menuju daerah tujuan. Interaksi merupakan suatu proses yang sifatnya timbal balik dan mempunyai pengaruh
terhadap tingkah laku, baik melalui kontak langsung atau tidak langsung. Interaksi melalui kontak langsung terjadi ketika seseorang datang ke tempat tujuan. Interaksi tidak langsung terjadi melalui berbagai cara misalnya dengan membaca berita, melihat tayangan di televisi dan lain-lain.

Ada beberapa kondisi saling bergantung yang diperlukan untuk terjadinya interaksi keruangan yaitu saling melengkapi (complementarity), kesempatan antara (intervening opportunity) dan keadaan dapat diserahkan/dipindahkan (transferability) .

1. Saling Melengkapi (complementarity atau Regional Complementary)
Kondisi saling melengkapi terjadi jika ada wilayah-wilayah yang berbeda komoditas yang dihasilkannya. Misalnya, wilayah A merupakan penghasil sayuran, sedangkan wilayah B merupakan penghasil ikan. Wilayah A membutuhkan ikan, sedangkan wilayah B membutuhkan sayuran. Jika masing-masing memiliki kelebihan (surplus), maka wilayah A melakukan interaksi dengan wilayah B melalui aktivitas perdagangan atau jual beli.

2. Kesempatan Antara (Intervening Opportunity)
Kesempatan antara merupakan suatu lokasi yang menawarkan alternatif lebih baik sebagai tempat asal maupun tempat tujuan. Jika seseorang akan membeli suatu produk, maka ia akan memperhatikan
faktor jarak dan biaya untuk memperoleh produk tersebut. Contohnya, Wilayah A biasanya membeli ikan ke wilayah B, namun kemudian diketahui ada wilayah C yang juga penghasil ikan. Karena Wilayah C jaraknya lebih dekat dan ongkos transportasinya lebih murah, para pembeli ikan dari wilayah A akan beralih membeli ikan ke wilayah C. Akibatnya, interaksi antara wilayah A dengan B melemah

3. Kemudahan Transfer (Transfer Ability)
Pengangkutan barang atau juga orang memerlukan biaya. Biaya untuk terjadinya interaksi tersebut harus lebih rendah dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh. Jika biaya tersebut terlalu tinggi dibandingkan dengan keuntungannya, maka interaksi antar ruang tidak akan terjadi. Kemudahan transfer dan biaya yang diperlukan juga sangat tergantung pada ketersediaan infrastruktur (sarana dan prasarana) yang menghubungkan daerah asal dan tujuan. Jalan yang rusak dan sulit untuk dicapai akan mengurangi kemungkinan terjadinya interaksi karena biaya untuk mencapainya juga akan lebih mahal. Sebagai contoh, seseorang akan menjual sayuran dari wilayah A ke wilayah B, namun jalan menuju wilayah B mengalami kerusakan, sehingga tidak bisa dilalui. Akibatnya, orang tersebut tidak jadi menjual sayuran ke wilayah B.

Kesimpulan :
Ruang merupakan tempat segala peristiwa terjadi. Segala peristiwa maupun kejadian yang terjadi merupakan konsep Ruang. Setiap ruang memiliki karakteristik yang berbeda, hal tersebut mengakibatkan perbedaan sumber daya dan potensi yang dihasilkan. Kaitannya dengan Keadaan Alam Wilayah Indonesia, maka setiap wilayah dan kenampakan alam yang berbeda-beda menghasilkan sumber daya alam yang beraneka ragam.

Karena itu tidak ada satu orang pun yang dapat memenuhi kebutuhannya sediri, setiap ruang memerlukan sumber daya dari tempat atau ruang lainnya. Disinilah terjadi konektivitas antara satu ruang dengan lainnya.

Ruang menjadi tempat manusia untuk berinteraksi. Seseorang memerlukan orang lain untuk dapat melakukan interaksi, manusia juga senantiasa melakukan mobilitas (perpindahan) dari satu ruang ke ruang lainnya.

Ruang memiliki keterkaitan dengan Waktu, setiap kejadian di suatu ruang berkaitan dengan peristiwa di masa lampau pada ruang tersebut, dan dapat dijadikan pedoman hidup pada masa yang akan datang. Untuk mendapatkan informasi keruangan dapat menggunakan sebuah peta. Sebagai contoh keruangan lingkup regional yaitu pedesaan dan perkotaan.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 6:29 PM

Analisis dan Implikasi Pendidikan Anak Usia Dini

Sejak ditetapkan UU Nomor 20 tahun 2003, tentang Pendidikan Anak Usia Dini secara resmi tidak dapat dipisahkan dengan Sistem Pendidikan Nasional. Disebut dalam undang-undang tersebut bahwa pendidikan anak usia dini adalah “ Suatu upaya pembinaan yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut” (pasal 1, butir 14).

Pengertian Pendidikan anak usia dini yang dikutip dari Ishak Abdulhak: 2005 dalam Nur Cholimah (2008), PAUD adalah ”Usaha sadar dalam menfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui penyediaan pengalaman dan stimulasi yang kaya dan bersifat mengembangkan secara terpadu dan menyeluruh agar anak dapat bertumbuh kembang secara sehat dan optimal sesuai dengan nilai, norma, dan harapan masyarakat.

Menurut Netty (2005) dalam Hasmalena (2009) Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitik beratkan pada peletakan dasar kearah pertumbuhan, perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), dan kecerdasan daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan emosional.

Pendidikan PAUD atau biasa disebut prasekolah memegang peranan yang signifikan dalam mengoptimalkan perkembangan anak dan mengembangkan konsep diri dan keperdulian sosialnya. Beberapa alasan Ballantive (1993) tentang pentingnya lembaga PAUD, adalah:
  1. Pendidikan prasekolah menyediakan pengalaman belajar yang bernilai yang tidak didapatkan dirumah.
  2. Anak Usia dini memiliki kebutuhan berinteraksi dengan anak lain dan dengan anak lain dan dengan orang dewasa di luar orangtuanya.
  3. Orang tua dan kerabat tidak selalu menjadi pembimbing yang baik bagi anak.
  4. Pada sebagian keluarga, yang kedua orang tuanya bekerja, keberadaan Taman Penitipan anak dirasa perlu.
  5. Taman penitipan anak yang baik memungkinkan bagi anak untuk dapat ”Belajar” dibanding jika ia diasuh oleh pengasuh di rumah.
 Anak Usia Dini
Carnegie Ask Force (1994) dalam Jalal F.(2002) menyebutkan perlunya pendidikan usia dini sebagai berikut:
  1. Perkembangan otak anak sebelum usia satu tahun lebih cepat dan ekstensif dari yang diketahui sebelumnya. Walaupun pembentuk¬an sel otak telah lengkap sebelum anak dahir tetapi kematangan otak terus berlangsung sesudah anak lahir.
  2. Perkembangan otak sangat dipe¬ngaruhi oleh lingkungan dari yang diketahui sebelumnya. Gizi yang tidak layak pada masa kehamilan dan tahun pertama kelahiran secara serius mempengaruhi perkembang¬an otak anak dan dapat menyebab¬kan kecacatan pada syaraf dan pada tingkah laku anak, seperti kesulitan belajar atau keterbelakangan mental.
  3. Pengaruh lingkungan awal pada perkembangan otak berdampak lama (awet). Terdapat bukti bahwa bayi yang diberi gizi yang baik, mainan dan teman bermain fungsi otaknya lebih baik dari pada anak yang tidak mendapatkan stimulasi lingkungan yang baik.
  4. Lingkungan tidak saja menyebabkan penambahan jumlah sel otak dan penambahan jumlah hubungan antar sel tetapi juga cara bagaimana hubungan antar set otak tersebut terjadi. Proses pemerkayaan ini sangat besar terjadi di masa usia dini dan diperluas oleh pengalaman sensorik anak dengan dunia luar.
  5. Stress pada usia dini dapat merusakkan secara permanen fungsi otak anak, cara belajarnya dan memorinya. Penelitian sebelumnya menunjukkan anak yang rnengalami stress yang sangat besar dalam perkembangan kognitif, tingkah laku, dan emosionalnya akan mengalami kesulitan di kemudian hari.
Implikasi dalam Pendidikan
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa analisis kebutuhan anak dengan proses belajar mengajar oleh pendidik memiliki “ benang merah” yang mengikat proses keduanya. Program pengajaran yang baik adalah yang mampu memberikan dukungan besar kepada para anak dalam menyelesaikan tugas-tugas perkembangannya.

Sehubungan dengan ini, setiap pendidik harus mengetahui dan selayaknya memahami seluruh proses dan tugas perkembangan anak. Pengetahuan mengenai proses perkembangan dengan segala aspeknya itu sangat bermanfaat, menurut Muhibbin Syah (2005), pengetahuan itu dapat digunakan untuk :
  1. Guru dapat memberikan layanan bantuan dan bimbingan yang tepat kepada para siswa, relevan dengan tingkat perkembangannya
  2. Guru dapat mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan timbulnya kesulitan belajar siswa tertentu, lalu segera mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasinya.
  3. Guru dapat mempertimbangkan waktu yang tepat untuk memulai aktivitas proses belajar-mengajar bidang studi tertentu
  4. Guru dapat menemukan dan menetapkan tujuan-tujuan pengajaran materi pelajaran atau pokok bahasan pengajaran tertentu.

Analisis kebutuhan anak usia dini merupakan hal yang tak dapat dipisahkan dalam pendidikan anak usia dini. Pendidikan merupakan proses sadar sehingga penting melakukan perencanaan dala pembuatan program yangsesuai dengan anak. Untuk mengetahui program yang sesuai maka diperlukan analisis yang benar pada kebutuhan anak.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 3:49 PM

Analisis Kebutuhan Anak Usia Dini

Analisis kebutuhan anak adalah salah satu cara seorang pendidik untuk mencari acuan pembuatan program belajar yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan anak. Proses belajar anak dilakukan berdasarkan pinsip-prinsip perkembangan pada anak yaitu bahwa anak belajar secara holistik, belajar dilakukan dalam tahapan mulai dari yang sederhana hingga ke kompleks, dari yang mudah hingga ke yang sukar, dari konkrit ke abstrak, dari diri sendiri ke orang lain, dari keseluruhan ke bagian-bagian, anak belajar dalam kecepatannya masing-masing

Perkembangan anak selanjutnya dilakukan berdasarkan perkembangan pada tahapan sebelumnya, dan adanya periode-periode terbaik pada anak untuk melakukan proses belajar. Selain itu, proses belajar pada anak berdasarkan pada prinsip bahwa anak adalah pembelajar yang aktif, proses belajar anak dipengaruhi oleh kematangan, lingkungan, anak belajar dari pengalaman interaksi sosial dan pengalaman fisik, gaya belajar masing-masing anak berbeda, anak belajar melalui media bermain.
Anak Usia Dini
Berdasarkan hasil riset, program pembelajaran yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak menghadirkan pengalaman pendidikan yang positif untuk anak-anak. Dalam hal ini, anak tidak hanya menunjukkan prestasi yang baik, namun sikap mereka terhadap sekolah juga positif, mereka tetap antusias dan optimis. Hal ini seringkali menjadi masalah bagi anak-anak yang belajar di kelas yang mengabaikan kebutuhan mereka akan pendidikan yang unik dan individual. Untuk menganalisis kebutuhan anak, yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
  1. Kita perlu memahami apa yang sedang terjadi pada anak. Setiap anak adalah unik sehingga kebutuhan seorang anak akan berbeda dengan anak yang lain. Lakukan observasi yang berulang dalam mengamati tingkah laku anak. Sesuaikan dengan tugas perkembangannya pada saat itu. Kenalilah apa yang dibutuhkan anak untuk berkembang saat ini (apakah saat ini anak sedang ingin melatih kemampuan-kemampuan dasar untuk berkomunikasi? Apakah saat ini anak sedang minta perhatian untuk memastikan bahwa dia memang akan mendapat perhatian dan rasa aman? Apakah anak sedang ingin mengembangkan kemampuan motoriknya? Apakah anak sedang mengungkapkan sesuatu? dan lain selanjutnya). 
  2. Dari hasil observasi yang dilakukan maka kita melakukan pertimbangan tentang apa yang terjadi pada anak berdasarkan teori yang terkait. Apabila belum mendapatkan kesimpulan dari observasi, observasi dapat dilakukan lebih dari satu kali. Jangan mengambil sebuah keputusan yang terpaksa dalam memperlakukan anak. Buat kesimpulan yang tajam dari hasil observasi.
  3. Dari hasi observasi, kita akan melakukan analisis apa yang sedang terjadi pada anak dan menyiapkan rencana kegiatan yang dibutuhkan oleh anak terkait dengan analisis yang sudah dilakukan.
  4. Untuk bisa melakukan hal tersebut diatas, maka pendidik perlu belajar mengenali berbagai media yang menarik baik berupa cara-cara, kegiatan-kegiatan atau materi yang bisa menarik anak dan mengemasnya dalam program-program kegiatan yang menarik, sedemikian rupa sehingga anak selalu merasa tertantang ingin mencobanya sendiri dan mampu menyelesaikan permasalahan yang ditemukan saat melakukan analisis. 
  5. Lakukan evaluasi dari program yang sudah dibuat, apakah terjadi perubahan pada anak setelah melakukan program yang diberikan. Lanjutkan dengan kesimpulan dan pemilihan program selanjutnya

Hal yang penting yang perlu dilakukan adalah penulisan secara sistmatis dan obyektif pada perkembangan anak. Catatan anak sangat penting untuk melakukan perlakuan dan pembuatan program selanjutnya. Selain itu NAEYC (National Association for the Education of Young Children), menuliskan pendidikan yang patut dan sesuai dengan perkembangan anak (DAP) menekankan pada beberapa hal berikut :
  1. Anak yang seutuhnya. Para profesional anak usia dini menyebut perkembangan anak dan pembelajaran dari suatu perspektif yang holistik, akan menciptakan kurikulum yang mencakup kebutuhan emosi, sosial, kognitif, dan fisik anak.
  2. Program yang berdasarkan pada perbedaan individu. Perencanaan dan penerapan program ditujukan untuk mengadaptasi kebutuhan yang berbeda- beda, dan minat anak-anak.
  3. Pentingnya inisiatif anak dalam beraktifitas. Anak adalah pembuat keputusan aktif dalam proses pembelajaran. Para guru harus memiliki wawasan yang luas tentang tanggapan anak yang membangun.
  4. Permainan sebagai sarana untuk belajar. Permainan adalah sesuatu yang bernilai dan fasilitasnya bisa didalam ruangan maupun diluar ruangan.
  5. Kelas yang fleksibel, yang dapat memberikan stimulasi kepada anak. 
  6. Kurikulum yang terintegrasi. Isi kurikulum ( seperti sains, matematika, dan ilmu sosial) dikombinasikan dalam lingkungan aktivitas sehari-hari.
  7. Learning by doing. Anak-Anak terlibat langsung dalam pengalaman yang kongkrit dengan materi. Aktivitas di mana mereka berpartisipasi dengan sesuatu yang relevan dengan lingkungan.
  8. Memberikan aneka pilihan bagi anak-anak tentang apa yang akan mereka pelajari  dan bagaimana mereka  belajar. Para guru menyediakan suatu kesempatan yang luas dalam aktivitas sehingga anak-anak boleh memilih dan  anak-anak dapat meraih tujuan belajar dengan melalui banyak cara.
  9. Penilaian secara berkesinambungan : anak-anak secara individual dan program secara keseluruhan. Praktisi menggunakan berbagai strategi penilaian, termasuk yang formal dan teknik informal. Penilaian yang distandardisasi ditekankan untuk menuju pencapaian berdasarkan dokumentasi.
  10. Bekerjasama dengan orang tua. Orang tua merupakan partner yang penting dalam pengambilan keputusan dalam proses pendidikan. Keterlibatan mereka dalam pendidikan anak mereka dipandang sebagai sesuatu yang penting dan diharapkan.

Manfaat Analisis Kebutuhan Anak Usia Dini
Kadang-kadang kita sebagai pendidik kurang mengetahui tujuan dari pendidikan itu sendiri, bahwa pendidikan itu memiliki tujuan yang ingin dicapai, yaitu individu yang kemampuan-kemampuan dirinya berkebang sehingga bermanfaat untu kepentingan hidupnya sebagai individu, warga Negara atau wagra masyarakat sehinggga pendidikan perlu melakukan usaha sadar, disengaja dan berencana dalam memilih isi dan materi, strategi kegiatan dan evaluasi yang sesuai.

Artinya bahwa setiap yang kita berikan pada anak haruslah melalui proses sadar yang memiliki misi dan tujuan tertentu. Dengan demikian analisis kebutuhan merupakan salah satu cara membuat proses belajar menjadi sebuah proses sadar dengan mempersiapkan program yang cocok bagi anak didik kita. Selain itu berikut manfaat yang dapat kita dapatkan dari analisis kebutuhan anak usia dini :
  1. Dengan menganalisis kebutuhan anak maka dapat mengoptimalkan perkembangan karena akan disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan pada usianya.
  2. Pendidik akan lebih bersikap responsif, yaitu mengenali kebutuhan kebutuhan anak untuk berkembang dan bertindak sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan anak tersebut.
  3. Dapat meminimalisir perlakuan yang salah pada anak, pendidik juga tidak mudah melakukan judgment pada tingkah laku anak.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 4:09 PM

Konsep Kebutuhan Anak Usia Dini

Anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0-6 tahun (Undang-Undang Sisdiknas tahun 2003) dan sejumlah ahli pendidikan anak memberikan batasan 0-8 tahun (Eva Essa 1996; dalam Dedi Supriadi, 2005)..  Anak usia dini didefinisikan pula sebagai kelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat unik. Mereka memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan yang khusus sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangannya (Mansur, 2005).

Usia anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat unik. Artinya memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosial-emosional (sikap dan perilaku serta agama), bahasa dan komunikasi yang khusus sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan yang sedang dilalui oleh anak tersebut.

Usia anak yang sedang mencoba dan melakukan ketrampilan-ketrampilan baru yang akan sering dicoba berulang-ulang oleh anak, misalnya anak usia 2 tahun akan sering mengulangi kata-kata yang baru saja dia dengar dari orang disekitarnya, anak usia 3 tahun saat mulai bisa mencoret coretan bebas sehingga mencoret setiap tempat kosong yang dia temui dengan pensil atau alat gambar lainnya, anak usia 4 tahun pada saat dia mulai menguasai ketrampilan motoriknya, dia akan menyukai gerakan gerakan motorik kasar (meloncat-loncat, memanjat, meluncur dan lain sebagainya).
 Anak Usia Dini
Anak usia 4- 5 tahun pada saat dia mulai mengenali huruf- huruf, maka ia akan sibuk sekali membaca huruf- huruf yang dia temui. Kegiatan di atas merupakan bagian kecil kebutuhan dari anak usia dini. Secara garis besar kita dapat membedakan kebutuhan anak usia dini sesuai dengan aspek pengembangannya yang meliputi kebutuhan fisik, sosial emosi, kognitif, bahasa dan kebutuhan kecakapan hidupnya.

Perkembangan manusia yang terjadi secara bertahap sesuai dengan masa perkembangannya, dan adanya implikasi bagi setiap individu untuk melakukan tugas perkembangan sesuai dengan tahapan usianya, membuat setiap individu harus memahami dan berusaha untuk dapat melakukan tugas perkembangan sesuai dengan tahapan usia masing-masing. Tugas perkembangan ini menurut Havigurst sangat erat kaitannya dengan fungsi belajar. Dalam hal ini Havigurst (Sunarto, 2002 : 43). menyatakan bahwa

“Tugas perkembangan harus dipelajari, dijalani, dan dikuasai oleh setiap individu. Tugas-tugas ini dikaitkan dengan fungsi belajar, karena pada hakekatnya perkembangan kehidupan manusia dipandang sebagai upaya mempelajari norma kehidupan dan budaya masyarakat agar ia mampu melakukan penyesuaian diri dengan baik dalam kehidupan nyata. “

Senada dengan itu, penelitian tentang perkembangan manusia menunjukkan bahwa proses perkembangan bersifat universal serta urutan perkembangan dapat diprediksikan dan ini terutama perjadi pada anak usia sampai 9 tahun (Bredekamp, 1987 : 2).

Perkembangan berbagai aspek dari seorang individu anak tidak terjadi secara terpisah tetapi berjalan secara holistik serta dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah berbagai aspek perkembangan yang dimiliki oleh anak, sementara faktor eksternal adalah guru, keluarga, dan berbagai sumber belajar yang lainnya. Jika anak telah masuk pada suatu program pendidikan, maka satu hal yang tidak kalah penting adalah program ajar yang diterapkan oleh sekolah.

Pendidikan yang dilakukan terhadap anak seharusnya disesuaikan dengan tahap perkembangan anak serta bagaiamana anak belajar. Sehingga pendidikan pada anak tidak berarti sebagai program ”pemaksaan” terhadap anak untuk melakukan sesuatu atau untuk memiliki suatu kemampuan sesuai keinginan orang dewasa tanpa mempertimbangkan kondisi anak.

Para pendidik harus mengerti bahwa setiap anak adalah unik mempunyai bakat, minat, kelebihan, dan kekurangan, dan pengalaman yang berbeda-beda. Oleh karena itu, para pendidikan hendaknya dapat menyesuaikan diri dengan keunikan-keunikan dan kebutuhan anak tersebut.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 5:20 PM

Jenis dan Karakteristik Bahan Serat

Kerajinan Indonesia telah dikenal luas di mancanegara dengan bentuk yang sangat beragam, kreatif, inovatif, dan selalu berkembang mengikuti kebutuhan dan perkembangan teknologi. Indonesia
dikenal sebagai negara eksportir kerajinan yang dibuat dengan proses yang lebih mengandalkan keterampilan tangan bukan hanya mesin.

Produk-produk kerajinan yang ada di sekitar kita memiliki ciri khas sesuai jenis bahan alam yang digunakan. Serat pada umumnya dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian yaitu serta alam dan serat buatan

A. Jenis-jenis Serat
Serat adalah suatu jenis bahan berupa  potongan-potongan  yang membentuk jaringan memanjang yang utuh ataupun senyawa. serat yang paling sering dijumpai disekitar kita yaitu kain. Bahan ini sangat penting dalam kehidupan kita, baik hewan maupun tumbuhan sebagai kebutuhan tubuh kita sendiri. Manusia menggunakan serat dalam banyak hal,seperti:membuat tali, kain, kertas dll.

Secara umum serat dikelompokkan menjadi serat alam dan serat buatan. Serat alam terbagi dalam kategori besar, yaitu serat yang berasal dari tumbuhan, serat yang berasal dari hewan dan materi dan anorganik. Kapas, rami, kapuk adalah beberapa contoh serat alam yang berasal dari tumbuhan, sedangkan wol dan sutera serat yang berasal dari hewan, sementara serat asbes adalah contoh serat yang berasal dari material anorganik.

Serat buatan terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu serta yang bahan bakunya berasal dari alam tetapi kemudian mengalami proses polimerisasi lanjutan seperti viskosa, asetat, kuproamonium, dsb. Ada juga serat buatan yang bahan bakunya berasal dari hasil sintesis polimerisasi misalnya polyester, nilon, poliuretan, polivinil, dsb. Sedangkan yang ketiga yaitu serta yang berbahan dasar anorganik misalnya serat logam, gelas, dsb.

Mengidentifikasi Bahan Serat Alam Pada Produk Kerajinan
No Jenis Bahan Ciri-ciri Bentuk Tekstur Teknik Pengolahan
1 Rotan Kuat dan tahan lam Tas, Alat rumah Tangga Halus Anyaman
2 Kayu Kuat dan mudah dibentuk Kursi, Meja dan perabot rumah tangga Haslu berserat Ukir dan Bubut
3 Purun Kuat dan berserat Topi dan Tas Halus Anyam
4 Tanah liat Lengket dan mudah dibentuk Vas dan Gerabah Halus Lempeng (slabing), pilin, pijat, dan putar.
5 Getah nyatu Mudah dibentuk saat masih panas Perahu, patung dan kerajinan lainnya Halus dan warna terang Konstruksi
6 Pelepah Pisang Ringan dan mudah dibentuk Keranjang buah, Tas, dan Sandal Halus Anyaman
6 Bambu Kuat dan mudah dibentuk Sandal Halus Anyaman, Konstruksi
7 Kulit Kuat dan awet Wayang kulit, Jaket, Sepatu Berserat Anyam, Jahit,

B. Jenis dan Karakteristik Bahan Serat
Bahan serat alam berasal dari alam. Limbah serat alam mudah diurai dalam tanah. Bahan serat alam yang dimaksud adalah bahan organik yang tidak diolah kembali melalui proses dan penambahan bahan kimiawi sehingga keasliannya tetap terjaga dan diutamakan. Bahan serat alam dapat digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu yang berasal dari tumbuhan, hewan, dan mineral.

1. Serat dari Tumbuhan
Karakteristik bahan serat alam yang menjadi perhatian adalah pada permukaan seratnya, seperti kehalusan, kekuatan, daya serap, dan kemuluran atau elastisitas. Serat yang berasal dari tumbuhan dapat diklasifikasi menjadi empat sebagai berikut.
Kapas dan Kapuk
  • Serat dari Biji. Beberapa biji telah memenuhi persyaratan untuk diolah sebagai bahan serat. Contohnya biji dari pohon kapas dan kapuk.  Bahan tekstil dari selulosa (kapas) memiliki beberapa karakteristik seperti, bahan terasa dingin dan sedikit kaku, mudah kusut, mudah menyerap keringat, rentan terhadap jamur, dan mudah terbakar.
  • Serat dari Batang. Jenis batang yang menghasilkan serat alam dapat berupa jenis batang yang berkambium ataupun tidak berkambium. Contohnya batang pohon anggrek, melinjo/ganemon, mahkota dewa, beringin, yonkori, flax, jute, rosella, henep, rami, urena, kenaf, dan sunn.
  • Serat dari Daun. Contohnya serat daun mendong (purun tikus), daun nanas, daun pandan berduri, daun eceng gondok, daun abaka, daun sisal, dan daun henequen.
  • Serat Berasal dari Buah. Buah yang sudah dimanfaatkan sebagai bahan serat adalah kelapa. Buah kelapa memiliki sabut yang melapisi buah.
2. Serat dari Hewan
Bagian hewan yang dimanfaatkan seratnya adalah bulu. Bulu hewan yang paling banyak diolah sebagai bahan baku serat produk tekstil di antaranya stapel dan filamen.
Domba dan Alpaca
  • Serat dari Stapel. Stapel merupakan serat yang berbentuk rambut hewan yang disebut dengan wol. Contohnya domba, alpaca, unta, cashmer, mohair, kelinci, dan vicuna. Rambut hewan yang paling banyak digunakan adalah wol dari bulu domba.  Serat wol mempunyai ciri-ciri agak kuat, tidak berkilau, keriting, kekenyalan tinggi, elastisitas tinggi, dan merupakan penahan panas yang baik, tahan terhadap jamur dan bakteri.
  • Serat dari Filamen Filamen merupakan serat yang berbentuk jaringan. Contohnya adalah serat yang berasal dari larva ulat sutera yang dipintal menjadi benang.  serat sutra mempunyai ciri-ciri berkilau, sangat bagus dan lembut, tidak mudah kusut, sangat halus, kekuatannya tinggi, tahan terhadap sinar matahari, daya serap cukup tinggi, tidak mudah berjamur, mudah terbakar, berbau seperti rambut terbakar, bekas pembakaran berbentuk abu hitam, bulat, serta mudah dihancurkan. 
Mengobservasi Bahan Serat di Wilayah Setempat
Serat Tumbuhan Manfaat Serat Hewan Manfaat
Kapas Bahan tekstil Wol Bahan tekstil
Pandan Bahan kerajinan anyaman Sutera Bahan tekstil
Mendong Bahan kerajinan anyaman Serat Alpaca Hahan tekstil
Sabut Kelapa Bahan Kerajinan dan alat rumah tangga Serat Vicuna Bahan tekstil
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 7:53 PM

Perkembangan Fisik Anak Usia Dini

Bayi mengalami pertumbuhan dan perkembangan fisik yang sangat pesat pada enam bulan pertama kehidupannya. Pola pertumbuhan bayi mengikuti hukum cephalocaudal, yaitu urutan pertumbuhan yang dimulai dari kepala ke organ tubuh lainnya berangsur-angsur ke bawah (kepala ke kaki) dan  proximodistal, yaitu urutan pertumbuhan yang dimulai dari tengah tubuh lalu bergerak menuju kaki dan tangan (dari pusat ke tepi).

95% dari semua bayi lahir panjangnya antara 18 hingga 22 inci dan beratnya antara 5,5 hingga 10 pon. Bayi juga terlahir dengan potensi otak dan sistem syaraf yang berisi hampir 100 milyar sel. Namun, keterkaitan antar sel syaraf tersebut masih lemah.

Pada masa ini, bayi menghabiskan waktunya untuk aktifitas makan, tidur, dan menangis. Bayi tidur ± 16 jam per hari. Pola tidur bayi dapat dibedakan dalam 2 kategori yaitu non-rapid-eye-movement (NREM) dan rapid-eye-movement (REM). Dement (1965 dalam Peterson 1996; 118) menyebutkan bahwa pola tidur REM membantu bayi dalam mengembangkan kemampuannya karena pada saat ini bayi mendapatkan stimulasi mental.

Tangisan merupakan alat pertahanan bayi untuk mendapatkan perhatian dari lingkungannya. Tangisan bayi dapat dibedakan dalam 3 tipe yaitu rhythmic cry, mad cry dan pain cry. Aktifitas makan, tidur, dan menangis berkaitan erat dengan pertumbuhan dan perkembangan fungsi-fungsi organ tubuh.

Pada awal kehidupannya, bayi memiliki reflek dasar yang secara genetis merupakan mekanisme pertahanan hidupnya (Santrock, 1995; 143). Reflek mengatur gerakan bayi yang baru lahir dan bersifat otomatis serta berada di luar kendali bayi.

Bayi juga terlahir dengan fungsi panca indera yang telah berkembang sebagaimana dikemukakan oleh Peterson ( 1996 : 122) ‘ … but research has established that the sensori processes of vision, hearing, touch, taste and smell are all functional from birth.” Bahkan fungsi pendengaran telah berkembang dengan baik pada masa janin. Namun suatu stimuli harus lebih nyaring untuk didengarkan oleh bayi yang baru lahir dibandingkan stimuli yang harus didengar oleh orang dewasa. Dalam hal penglihatan, kemampuan bayi masih sangat lemah.

Bayi hanya mampu melihat obyek dalam radius 20 cm dari wajahnya, dan bayi memperlihatkan ketertarikan lebih pada wajah seseorang. Bayi yang baru lahir juga dapat membedakan bau yang ditunjukkan dengan ekspresi di wajah mereka. Fungsi panca indera semakin berkembang sejalan dengan pertambahan usia bayi.

Pada saat lahir, kemampuan motorik bayi masih sangat rendah. Bayi tidak memiliki koordinasi dada atau lengan yang baik. Tetapi pada usia 3 bulan bayi telah dapat mengangkat kepalanya dari posisi tengkurap. Bayi mengikuti pola pertumbuhan dan perkembangan yang berurutan, tetapi memiliki irama dan ritme perkembangan yang berbeda-beda. Perkembangan kemampuan motorik ini sangat dipengaruhi oleh factor hereditas yang menentukan kecepatan kematangan organ tubuh dan stimulasi yang diberikan oleh lingkungannya.

Saat ini banyak peneliti perkembangan anak yang percaya bahwa bayi telah mengembangkan kemampuan persepsi intermodal pada usia 4 bulan. Persepsi intermodal adalah kemampuan untuk mengaitkan dan mengintegrasikan informasi atas dua atau lebih pengalaman sensoris. Rata-rata pertumbuhan bayi melambat pada tahun kedua kehidupannya.

Memasuki tahun kedua, tingkat pertumbuhan bayi mulai lambat. Rata-rata anak-anak pada masa ini mengalami pertumbuhan tinggi badan sebesar 2,5 inci dan bertambah berat 5 hingga 7 pon setahun. Pertumbuhan ini sangat dipengaruhi oleh etnis/genetis dan faktor gizi.
Perkembangan Fisik Anak Usia Dini
Pada usia 3 tahun, pertumbuhan otak anak telah mencapai 3/4 otak orang dewasa, dan pada usia 5 tahun telah mencapai 9/10 otak orang dewasa. Pada masa ini, otak dan kepala tumbuh lebih pesat dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya. ”Pertambahan ukuran otak disebabkan adanya pertambahan jumlah dan ukuran urat syaraf yang berujung di dalam dan diantara daerah-daerah otak (Santrock, 1995;224).” Pertambahan ini juga disebabkan oleh pertambahan mylination, yaitu suatu proses dimana sel-sel urat syaraf ditutup dan disekat dengan suatu lapisan sel-sel lemak. Proses ini berdampak meningkatkan kecepatan informasi dalam sistem syaraf.

Anak pada usia ini memiliki keterampilan motorik kasar dan keterampilan motorik halus yang berkembang sangat pesat. Anak usia 3 tahun senang melakukan gerakan-gerakan fisik seperti melompat, berlari kesana-kemari dan berjingkrak-jingkrak demi kegiatan itu sendiri.

”Pada usia ini, anak memiliki tingkat aktifitas tertinggi dari seluruh masa hidup manusia. Karena tingkat aktifitas dan perkembangan otot besar mereka, anak-anak prasekolah perlu berolah raga setiap hari (Santrock, 1995; 225).” Pada masa ini anak juga mengembangkan keterampilan motorik halus. Keterampilan ini semakin dikuasasi oleh anak pada usia 4-5 tahun.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 6:14 PM

Perkembangan Kecerdasan/Intelektual Anak

Kecerdasan berhubungan dengan memori/daya ingat, kreativitas, dan hasil test IQ yang diperoleh seseorang, atau merupakan kemampuan menjelaskan seseorang. Menurut Piaget kecerdasan atau intelligence adalah unsur biologis tertentu yang beradaptasi. Dijelaskan bahwa pencapaian biologis tersebut memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara efektif dengan lingkungannya pada tahapan psikologis tertentu; sebagaimana dinyatakan oleh Piaget: ”intelligence is one kind of biological achievement, which allows the individual to interact effectively with the environment at a psychological level” (Ginsburg and Opper, 1979).

Perkembangan domain kognitif, yaitu pematangan proses-proses dan produk-produk pikiran manusia yang menuntun untuk “mengetahui” adalah suatu proses komplek yang berdampak signifikan dan kontinyu terhadap semua domain perkembangan lainnya. Pada saat yang sama, perkembangan dan kompetensi yang meningkat dalam domain lain mempengaruhi perkembangan kualitatif kapasitas kognitif.

Karena perkembangan intelektual memiliki bentuk yang berputar,  menjanjikan arah-arah baru pada pendidikan masa kanak-kanak awal yang mendukung integrasi beragam domain pembelajaran melalui pembelajaran pengalaman memiliki potensi besar.

Beberapa kontribusi tokoh-tokoh yang menyumbangkan pemikirannya dalam perkembangan intelektual anak;

Intelejensi Gardner
Kemungkinan bahwa kekuatan dan hasil dalam koneksi otak sangat dipengaruhi oleh kecenderungan alami telah dianggap sebagai perspektif teori intelejensi oleh Howard Gardner (1993a, 1997), seorang Psikolog Universitas Harvard. Walaupun lebih cenderung menganggap intelejensi sebagai kapabilitas manusia atau bakat daripada sejumlah fenomena tetap didalam kepala, Gardner melihat neurobiologi menghasilkan “mekanisme pemprosesan informasi inti” yang berhubungan dengan intelejensi tertentu. Gardner mendefinisikan intelejensi sebagai “kemampuan untuk memecahkan masalah atau produk-produk fashion yang merupakan konsekuensi dalam latar budaya atau komunitas tertentu.” (1994,581).

Ia menawarkan sedikitnya tujuh atau lebih  kecerdasan yang meliputi Variasi yang besar melihat manusia di dalamnya dan kultur, kecerdasan ilmu bahasa, kecerdasan berbakat musik, kecerdasan logika matematika, kecerdasan mengenai ruang, kecerdasan bodily-kinesthetic, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan hubungan antar pribadi, dan kemungkinan suatu kecerdasan penyelidikan alam.

Ia mengutip bukti untuk teori nya dari studi orang banyak tentang uraian dalam mental spesifik yang berfungsi para orang brain-damaged dan profil yang intelektual tentang populasi khusus (e.g. keajaiban dan sarjana) siapa yang mempertunjukkan pengembangan luar biasa di dalam satu area tetapi hanya minimal atau kemampuan yang berkurang area lain. Berada di pusat teori nya bahwa manusia yang dengan mekanisme inti tertentu yang dilengkapi dengan kekuatan seorang anak dan kebutuhan dan anak-anak menguasai isi yang lebih menantang, ketrampilan, dan konsep.

Teoritis Jean Piaget Dan Lev Vygotsky
Piaget melihat kematangan kognitif sebagai suatu rangkaian progresif dari tahap-tahap yang didefnisikan secara struktural.  Pandangannya bahwa kematangan berkembang dari usaha motivasi diri manusia sangat sesuai dengan temuan-temuan neurobiologi terbaru dan teori-teori lain mengenai kognisi.  Dalam mengembangkan konsep atau skema yang berguna, anak-anak mengulangi tindakan tertentu. Tindakan ini mengakibatkan mereka memperoleh informasi baru yang membutuhkan akomodasi pemfungsian.

Piaget melihat rangkaian teori progresif sebagai langkah-langkah dari penggambaran  perspektif ini telah digambarkan menarik kritik yang terbesar oleh mereka yang membubarkan gagasan itu untuk pergeseran kualitatif spesifik dalam hati pada waktu tertentu di dalam rentang kehidupan, Yang mana pandangan tersebut menjadi meningkatkan usaha manusia menjadi organisma penuh dan motivasi untuk menyesuaikan dan bisa dipertimbangkan pengalaman sehari-hari sesuai dengan neurobiological penemuan sekarang dan teori sekarang tentang pengamatan.

Di dalam mengembangkan konsep bermanfaat atau berencana, anak-anak secara penuh mengulangi arti tindakan tertentu secra berulang-ulang {e.g.,meneteskan suatu obyek dari kursi yang tinggi, bersajak kata-kata atau bunyi  yang serasi, tertentu, mengamati bagaimana saraf tak sadar seseorang, gambar atau scribbling, mendengarkan suatu cerita, mengendarai suatu trike, menyelesaikan teka-teki, atau penulisan jurnal sehari-hari).
Anak Usia Dini
Ini mengakibatkan mereka " bertemu secara kebetulan" informasi baru yang manapun akan berasimilasi atau menghasilkan suatu kebutuhan dalam kaitan dengan fungsi sekarang. Kapan pengetahuan manusia secara teori berasimilasi experiential, mereka melakukannya tanpa merasakan kebutuhan manapun untuk menyesuaikan cara mereka memikirkan peristiwa atau situasi tertentu . Bagaimanapun, ada waktu lain ketika mereka menjadi " disequiltbrated," atau membuang gagasan secara teori; ini menyebabkan mereka sudah mulai berpesan tentang situasi atau peristiwa yang tidak lagi sesuai dengan kenyamanan cara berpikir lama mereka tentang hal  itu.

Menurut Piaget, ada empat tahap operasi mental yang digunakan anak-anak untuk memahami peristiwa dan fenomena, dan ini saling dibangun secara epigenetis.  Ringkasan Hamacheck kemampuan intelektual dasar yang berhubungan dengan setiap tahap ini. Usia yang berhubungan dengan tahap-tahap ini adalah perkiraan, dan anak-anak terus-menerus bergerak menuju perolehan proses-proses level tinggi sementara masih memperlihatkan bukti batasan-batasan karakteristik yang diidentifikasikan dengan tahap-tahap tertentu.

Pendidik awal masa kanak-kanak bekerjasama dengan anak-anak sangat bermanfaat dalam pemahaman dan menghormati gaya karakteristik berpikir di dalam langkah-langkah tertentu sedemikian sehingga aktivitas dan tingkatan teori pengalaman tidak melebihi kemampuan anak untuk memperolehnya.

Ikhtisar tentang Langkah-Langkah Intelektual Piaget
Langkah Umur Karakteristik Dasar
1. Sensorimotor 2 Tahun Bayi belajar bahwa mereka adalah berbeda dari object lainnya  dan belajar melalui manipulasi dan pikiran sehat mereka. Ada suatu keinginan kuat dan kebutuhan untuk rangsangan
2. Berpikir Preoperational 2-7 Tahun
a. Tahap Preoperational 2-4 Tahun Hal utama periode egosentris sepanjang anak-anak adalah tidak mampu untuk melihat berbagai hal dari segi pandangan mereka yang cenderung untuk menggolongkan jalan yang sangat sederhana (e.g., jika seorang bapak adalah seorang laki-laki, kemudian semua orang harus menjadi ayah).
b. Tahap intuitif
Anak-Anak pelan-pelan mulai berpikir dalam kaitan dengan kelas, menangani konsep nomor;jumlah, dan melihat hubungan sederhana. Anak-Anak adalah " intuitif"; itu berarti, mereka adalah mampu bagaimana membuat penggolongan walaupun mereka tidak benar-benar memahami mengapa atau bagaimana. Mereka kembangkan suatu kesadaran yang berangsur angsurmerupakan kekekalan massa, berat/beban, dan volume ( e.g., mereka dapat lihat bahwa jumlah boleh tetap sama sekalipun mentransfer ke suatu kontainer ukuran berbeda).
3. Wujudkan pikiran operasional 4-7 Tahun Anak-Anak berkembang dalam kemampuan dengan sadar menggunakan dan memahami operasi logis seperti reversibilas dalam perhitungan, penggolongan ( menarik object ke dalam hirarki kelas), dan mengorganisir object ke dalam suatu rangkaian yang ditetapkan, seperti meningkatkan ukuran atau berat
4. Pikiran operasional formal 11-15 Tahun Anak muda lebih lanjut  mengembangkan kemampuan untuk memahami konsep abstrak (e.g., kemampuan ke seriation tentang " ideal," memahami cause-effect hubungan, memikirkan masa depan dan mengembangkan hipotesis 

Oleh karena itu, mereka tidak secara otomatis mengetahui apa yang mulai diketahui anak-anak yang lebih besar dimana angka, masa, jarak, volume, dan area tetap konstan walaupun bentuknya berubah. Anak-anak dalam tahap konkret dapat menjadi lebih reflektif mengenai operasi tersebut dan itu adalah yang dibutuhkan untuk melakukan suatu tindakan.

Lev Vygotskys konsep zone proximal pengembangan (ZPD) adalah di sini penting dalam kaitan dengan pembelajaran optimal anak-anak. Vygotsky yakin bahwa pengembangan seharusnya tidak dipandang sebagai suatu sifat yang dinamis dan secara kontinum adalah prilaku, tingkat kematangan yang berubah atau zona yang dibatasi oleh prilaku-prilaku yang tampaknya sedang berkembang dalam waktu dekat.konstan tetapi dinamis dan secara konstan mengubah rangkaian perilaku, derajat tingkat waktu menjadi matang, atau zone yang terbatas oleh perilaku yang nampak dekat dengan mengembangkan di masa mendatang.

Ia uraikan dua tingkatan yang membentuk parameter pengembangan pada manapun waktu tertentu (I) yang tingkat lebih rendah capaian menunjuk ketika capaian mandiri ( yaitu, apa yang anak ketahui dan dapat segera mereka lakukan tanpa bantuan seseorang yang lebih banyak mengetahui seperti orang dewasa, suatu panutan, suatu mitra khayal, atau anak-anak lebih tua tingkatan pengembangan lebih tinggi) dan (2) suatu yang tingkatnya lebih tinggi seperti secara maksimal dibantu pencapaiannya, yang mana anak dapat mencapai dengan dukungan (yaitu.tanda kunci rahasia, isyarat, pernyataan, demonstrasi, penjelasan, aktivitas praktek secara rinci tersusun, dll.).

Bantuan eksternal macam ini (Wood, 1989; Wood, Brumner& Ross, 1976; Wood& Middleton, 1975), pada awalnya diperkenalkan di Bab 4 Kamu akan mengingat bahwa orang dewasa menyediakan dukungan sosial yang mengijinkan anak itu untuk bergerak maju dan melanjutkan membangun kemampuan baru. Keterlibatan orang dewasa kemudian adalah dikurangi seperti anak berkembang dalam kemampuannya untuk menangani ketrampilan atau masalah dengan bebas. Pada waktu ini, tugasnya jauh lebih menantang (yaitu suatu ZPD baru) diperkenalkan ( Gardner et al., 1996).

Sesudah itu, dengan bantuan dan praktek, tingkatan yang dibantu menjadi bagian dari capaian anak mandiri, dan mengedepankan waktu menjadi suatu kematangan. Pendidik efektif mengetahui bahwa konsep ZPD ini pengajarannya harus diarahkan untuk anak tingkat lebih tinggi ZPD tetapi bahwa ada yang membatasi pada banyak orang tentang seorang anak dapat ditantang secara teori tertentu dimanapun waktunya. Kapan ketrampilan atau konsep diperkenalkan terlalu jauh di atas suatu ZPD anak, anak-anak akan " ke luar,' mulai mengabaikannya , tidak untuk menggunakan, atau menggunakan salah dan tidak sesuai ( Leong& Bodrova, 1995).

Di sini sangat kritis, juga, adalah Vygotsky's yakin "semua fungsi mental lebih tinggi adalah hubungan sosial internalized" (yaitu., anak-anak secara terus menerus bisa mempertimbangkan dan ditarik menuju pembelajaran yang lebih banyak tentang konsep, ketrampilan, dan memproses oleh karena interaksi mereka dengan orang yang lain. Mereka belajar apa yang menarik dari pelajaran itu atau apa yang mereka rasa ketika adanya penghargaan untuk belajar..

Piaget meminta dengan tegas bahwa semua pengetahuan, mencakup kemampuan untuk memberi alasan secara logika, dibangun ketika undang-undang anak-anak dan orang-orang dan mencoba untuk bisa dipertimbangkan pengalaman mereka Zahorik (1997,30) mengakui teori ini mempertahankan appeal-that pengetahuan kuat diakibatkan oleh ketidakseimbangan, muncul dari pengetahuan utama dan tumbuh melalui pengalaman dan umpan balik. Ini adalah terpenuhi ketika anak-anak memperoleh komponen dasar dari suatu pengetahuan pokok.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 7:50 PM