Tumbuhan sebagai Sumber Kehidupan

Tumbuhan merupakan makhluk hidup yang sangat besar pengaruhnya bagi kelangsungan ekosistem dunia. Ketika ilmu pengetahuan sudah sangat maju dan berkembang peranan tumbuhan tetap tidak tergantikan. Ilmu pengetahuan tentang tumbuhan tetap pesat berkembang sehingga banyak bagian tubuh tumbuhan yang dipelajari dan dimanfaatkan oleh para ilmuwan untuk kebaikan dan kepentingan masyarakat. Sayangnya kini jumlah tumbuhan (hutan) sudah mulai berkurang. Akibatnya berbagai dampak kehidupan sosial ekonomi hingga perubahan iklim yang berdampak pada pemanasan global (Global Warming) yang diakibatkan berkurangnya jumlah tumbuhan di alam.

Keberadaan tumbuhan dalam mendukung segala aspek kehidupan manusia, hewan dan lingkungan hidup sangat ditentukan pada tinggi rendahnya kesadaran manusia akan arti penting tumbuhan di dalam pemanfaatan dan pengelolaannya. Pemanfaatan tumbuhan apabila dilakukan sesuai dengan fungsinya, seperti adanya fungsi lindung, fungsi suaka, fungsi produksi, fungsi wisata dengan dukungan kemampuan pengembangan sumberdaya manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi, akan sesuai dengan hasil yang ingin dicapai. Sayangnya, karena keserakahan manusia, keberadaan tumbuhan kini berkurang. Populasi tumbuhan di bumi sudah sangat sedikit.

Tumbuhan tidak saja berfungsi sebagai sumber makanan, namun tumbuhan juga bermanfaat bagi lingkungan. Betapa tumbuhan sangat besar perannya dalam kehidupan kita. Kehidupan yang nyaman
tercipta dengan adanya berbagai tumbuhan penjaga lingkungan di sekitar kita. Beberapa manfaat tumbuhan bagi manusia dan makhluk hidup lainya antara lain sebagai berikut.
manfaat tumbuhan
Bakau, Tumbuhan Penjaga Pesisir Pantai
Bakau merupakan tumbuhan unik yang terdapat di muara sungai, daerah pasang surut, dan pesisir laut (1). Tumbuhan ini unik, karena memiliki ciri-ciri gabungan dari tumbuhan yang hidup di darat dan di laut. Bakau memiliki akar napas, yang berfungsi menyerap oksigen dari udara. Ini merupakan cara adaptasi tumbuhan terhadap kondisi tanah yang miskin oksigen. Keberadaan bakau di lingkungannya, memiliki berbagai manfaat, antara lain sebagai berikut.
  1. Melindungi pantai dari erosi dan abrasi. Adanya bakau di pesisir pantai bermanfaat untuk menjaga agar garis pantai tetap stabil, tidak terkikis oleh terpaan ombak. Rumpun-rumpun bakau mampu menyerap energi gelombang yang datang, sehingga hanya riak gelombang yang sampai di sisi pantai.
  2. Menahan rembesan air laut ke darat. Intrusi air laut adalah peristiwa penyusupan air asin ke dalam tanah di mana air asin menggantikan atau tercampur dengan air tanah tawar yang ada di dalam tanah. Penyusupan ini akan menyebakan air tanah tidak dapat dimanfaatkan, dan sumur yang memanfaatkannya terpaksa ditutup atau ditinggalkan. Dengan adanya tanaman bakau intrusi air laut dapat dikurangi
  3. Sebagai perangkap zat-zat pencemar dan limbah industri. Selain menjaga daratan, ternyata bakau juga memiliki peran penting dalam mengurangi polutan di air laut. Kehadiran bakau diperlukan untuk melindungi laut dari polusi industri dan kapal laut.
  4. Menciptakan udara pesisir yang bersih dan segar. Daun bakau menyerap gas karbondioksida dan melepaskan oksigen ke lingkungan. Dengan demikian, udara di sekitar pantai tetap bersih dan segar.
  5. Menjadi habitat alami berbagai biota darat dan laut. Kelestarian hewan laut dan darat seperti udang, kepiting, berbagai jenis ikan, burung, monyet, serta biawak terjaga dengan adanya hutan bakau di pesisir pantai.
  6. Mengurangi dampak bencana akibat gelombang laut, seperti badai dan gelombang pasang. Dengan adanya tanaman bakau badai dan gelombang air laut akan tertahan oleh tanaman bakau sehingga ketika sampai di daratan badai sudah tidak sebesar ketika pertama datang (2) (3).

Saat ini, terutama di kota besar, keberadaan bakau di sekeliling garis pantai semakin menyurut. Hal ini diakibatkan oleh penebangan bakau secara berlebihan maupun akibat pengalihan hutan bakau menjadi area tambak, pemukiman, maupun area perindustrian. Perlu digalakkan kesadaran masyarakat untuk merehabilitasi keberadaan tanaman bakau.

Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki dan melestarikan hutan mangrove antara lain:
  1. Penanaman kembali mangrove sebaiknya melibatkan masyarakat. Modelnya dapat masyarakat terlibat dalam pembibitan, penanaman dan pemeliharaan serta pemanfaatan  hutan mangrove berbasis konservasi. Model ini memberikan keuntungan kepada masyarakat  antara lain terbukanya peluang kerja  sehingga terjadi peningkatan pendapatan masyarakat.
  2. Pengaturan kembali tata ruang wilayah pesisir: pemukiman, vegetasi, dll. Wilayah pantai dapat diatur menjadi kota ekologi sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai wisata pantai (ekoturisme) berupa wisata alam atau bentuk lainnya.
  3. Peningkatan motivasi dan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan mangrove secara bertanggungjawab.
  4. Ijin usaha dan lainnya hendaknya memperhatikan aspek konservasi.
  5. Peningkatan pengetahuan dan penerapan kearifan lokal tentang konservasi
  6. Perbaikkan ekosistem wilayah pesisir secara terpadu dan berbasis masyarakat. Artinya dalam memperbaiki ekosistem wilayah pesisir masyarakat sangat penting dilibatkan  yang kemudian dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir (4).

Beberapa komunitas pemerhati lingkungan berinisiatif menggerakkan kegiatan menanam bakau. Kegiatan ini melibatkan masyarakat melalui pesan edukatif serta ajakan untuk melestarikan keberadaan hutan bakau di lingkungan pesisir.

Secara alami, kondisi geografis suatu lingkungan didukung oleh keberadaan makhluk hidup untuk menjaganya, seperti tanaman bakau menjaga pesisir pantai. Oleh karena itu, tugas manusia untuk tetap memelihara keberadaan tumbuhan sebagai pendukung kehidupannya
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:45 PM

Mengolah Singkong Menjadi Keripik

Keripik singkong adalah makanan yang terbuat dari singkong yang diiris tipis kemudian digoreng dengan menggunakan minyak goreng. Keripik singkong memang termasuk makanan merakyat karena singkong merupakan tanaman pertanian yang sudah dibudidayakan secara turun temurun. Selain itu persediaan singkong yang ada juga mencukupi untuk jumlah produksi yang banyak. Masalah bahan baku pembuatan keripik singkong tidak mengalami hambatan yang berarti. Keripik singkong yang renyah saat dimakan, terasa asin, gurih, enak dan tidak membuat cepat kenyang di perut. Untuk mendapatkan rasa seperti itu, pengrajin keripik singkong memiliki kiat-kiat tersendiri.

Perkembangan saat ini banyak memunculkan variasi rasa keripik singkong, tidak hanya asin gurih tetapi juga asin pedas dan manis pedas atau dikenal sebgai bumbu balado. Makanan ini tersebar hampir merata di seluruh Pulau Jawa. Selain bahan baku yang murah ternyata keripik singkong ini cara membuatnya sangat mudah. Apabila dilakukan dengan sungguh-sungguh pembuatan keripik singkong ini dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan.  Sebelum membuat keripik singkong terlebih dahulu mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam proses pembuatan nantinya.

A. Alat dan Bahan
Pertama-tama, siapkan semua alat bahan dan bumbu untuk membuat keripik singkong. Alat-alat yang digunakan untuk membuat keripik singkong antara lain sebagai berikut.
  1. Kompor, wajan, soled, dan sorok digunakan pada proses penggorengan kripik singkong.
  2. Pisau atau alat perajang digunakan untuk mengupas dan memotong singkong menjadi potongan atau irisan singkong.
  3. Baskom sebagai tempat air untuk merendam irisan singkong dalam larutan kapur sirih.

Bahan utama yang akan digunakan adalah singkong sebanyak satu kilogram. Pilih singkong yang masih segar. Singkong segar memiliki ciri antara lain ; tanah masih menempel pada kulitnya, pada bagian pangkal umbi masih terlihat putih dan tidak ada garis-garis biru kehitaman. Hindari membeli umbi singkong yang berkulit kusam, layu, pada pangkal sudah terlihat biru kehitam-hitaman.

Pembuatan keripik singkong sangat sederhana dan tidak dibutuhkan keahlian khusus, tetapi perlu diperhatikan dalam memilih singkong dan teknik pembuatannya. Apabila menggunakan bahan singkong yang berkualitas baik dan juga teknik pembuatan yang baik, maka akan menghasilkan keripik singkong yang enak dan renyah. Singkong yang baik untuk keripik adalah singkong yang masih muda yang berumur sekitar 3 bulan, tidak memiliki banyak serat.

Selain bahan utama ada juga bahan pendukung yaitu bumbu yang dibutuhkan untuk membuat keripik singkong antara lain; kapur sirih (1 sdm), air (300 ml), garam (5 sdm), bawang putih (5 siung), gula pasir (2 sdm) dan minyak sayur. Bumbu yang perlu dihaluskan, antara lain; bawang merah (8 siung), cabai merah keriting (150 gram) dan garam (1,5 sdt).
cara membuat keripik
Cara Membuat
Cara membuat keripik singkong secara umum dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
  • Dalam proses pembuatan keripik singkong langkah awal adalah mempersiapkan bahan yang akan digunakan. Singkong dikupas menggunakan pisau, lalu cuci sampai bersih, pastikan tidak ada sisa kuit maupun tanah yang masih menempel pada singkong. 
  • Singkong dirajang dengan alat perajang untuk mendapatkan ukuran seragam dan tipis. Jika tidak ada alat perajang bisa menggunakan pisau dapur yang tajam, hati-hati ketika menggunakan pisau tersebut.
  • Setelah singkong teriris tipis, siapkan air yang dicampur dengan kapur sirih.  Kapur sirih digunakan sebagai bahan yang membuat makanan lebih garing. Masukkan bumbu halus (bawang putih dan garam) ke dalam campuran air dan kapur sirih. Aduk rata. Singkong rajangan direndam ke dalam larutan tersebut selama kurang lebih 30 menit. Setelah bumbu meresap angkat dan tiriskan.
  • Siapkan semua alat yang digunakan untuk menggoreng. Minyak sayur dipanaskan, kemudian masukkan singkong dan bumbu halus lalu diaduk-aduk. Masukkan gula pasir sampai merata. Aduk-aduk terus hingga kering. Di saat menggoreng singkong harus terus di lakukan pengecekan agar tidak lengket satu sama yang lainnya.dan pastikan minyak untuk menggoreng singkong dalam keadaan cukup panas. Setelah singkong matang, kecilkan atau matikan api kompor. 
  • Angkat keripik dari dalam minyak mengunakan sorok lalu tiriskan. Biarkan keripik singkong sampai dingin dan minyak yang masih menempel berkurang. 
  • Setelah di rasa cukup keripik singkongpun siap masuk ke tahap berikutnya yaitu proses penimbangan dan pengemasan. Dalam proses pengemasan harus dilakukan dengan teliti agar kemasan tertutup dengan benar sehingga keripik tetap renyah.

Rencana Kerja Penjualan Kripik Singkong
Dalam membuat suatu usaha, tujuan yang paling utama adalah memperoleh keuntungan. Dengan mengolah singkong menjadi keripik, akan diperoleh keuntungan yang lebih besar daripada menjual singkong secara langsung tanpa proses pengolahan. Dalam pembuatan usaha ini, diperlukan modal yang lebih besar, namun keuntungan yang diperoleh juga lebih besar, dan dari keuntungan tersebut, selain dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, juga dapat digunakan untuk modal usaha selanjutnya. Sehingga dengan usaha keripik singkong ini penghasilan petani akan meningkat. 

Setelah keripik singkong selesai dari proses penggorengan, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan pemasaran produk. Untuk memasarkan produk keripik singkong ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti di bawah ini.
singkongku
  1. Merancang label berisi informasi merek dagang, harga, informasi gizi, dan tanggal kadaluwarsa.  Tujuan pelabelan secara garis besar adalah untuk memberi informasi tentang isi produk yang diberi label tanpa harus membuka kemasan. Berfungsi sebagai sarana komunikasi produsen kepada konsumen tentang hal hal yang perlu diketahui oleh konsumen tentang produk tersebut,terutama hal-hal yang kasat mata atau tak diketahui secara fisik. Memberi petunjuk yang tepat pada konsumen hingga diperoleh fungsi produk yang optimum. Sarana periklanan bagi produsen dan memberi rasa aman bagi konsumen.
  2. Merancang teknik penjualan seperti membuat poster sederhana yang berisi informasi tentang makanan/minuman, yaitu kandungan gizi, harga, dan bahan dasar, kemudian mengampanyekan poster ke setiap kelas sebelum penjualan.
  3. Menentukan harga dengan menghitung modal dan menentukan harga jual. Harga jual adalah sejumlah biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi suatu barang atau jasa ditambah dengan persentase laba yang diinginkan. Untuk mencapai laba yang diinginkan wirausaha dapat menarik minat konsumen dengan cara menentukan harga yang tepat untuk produk yang terjual.
  4. Menentukan tempat penjualan di kelas, di lapangan, di aula, atau di koridor sekolah.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 5:30 PM

Operasi Hitung Berbagai Bentuk Pecahan

Pengerjaan hitung bilangan pecahan meliputi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Pengerjaan hitung campuran pecahan adalah pengerjaan hitung yang melibatkan lebih dari satu pengerjaan hitung bilangan pecahan. Jika pecahan-pecahan tersebut memiliki bentuk yang sama tentunya akan lebih mudah dikerjakan, namun apabila bilangan-bilangan pecahan tersebut berbeda bentuk tentu harus disamakan bentuknya terlebih dahulu. Setelah pecahan berbentuk sama (pecahan biasa, persen atau desimal) baru dapat dilakukan pengerjaan hitungnya.

Sebelum melakukan pengerjaan hitung ada baiknya jika mempelajari terlebih dahulu beberapa jenis pecahan. Pecahan yang dimaksud dalam tulisan ini adalah pecahan biasa, pecahan persen dan pecahan desimal. Bilangan pecahan adalah bilangan yang dapat dinyatakan sebagai p/q, dengan p dan q adalah bilangan bulat dan q ≠0. Bilangan p disebut pembilang dan bilangan q disebut penyebut. Pecahan biasa adalah pecahan dengan pembilang (p) dan penyebutnya (q) merupakan bilangan bulat. Pecahan desimal  adalah pecahan dengan penyebut (q) 10, 100, 1000, dan seterusnya, dan ditulis dengan tanda koma, Sedangkan pecahan persen adalah pecahan dengan penyebut (q) 100 dan dilambangkan dengan %.

Mengubah Bentuk Pecahan
Mengubah Pecahan biasa ke Pecahan Desimal
1. Pembagian
Pecahan biasa dapat diubah ke bentuk pecahan desimal. Caranya yaitu membagi pembilang pecahan dengan penyebut pecahan. Pembagian dapat dilakukan dengan cara bersusun.
pembagian
2. Dengan cara mengubah penyebut menjadi 10, 100, atau 1000. Ingat, bahwa bilangan desimal merupakan bilangan per sepuluh, per seratus, atau per seribu.
Contoh : 1/4 = 1 x 25 = 25 = 0,25
4 x 25 100

Mengubah Pecahan Desimal ke Pecahan Biasa
Contoh :0,75 = 75 : 25 = 3
100 : 25 4

Ladang Sumber Kehidupan
Pak Umar memiliki ladang seluas 1.000 m2. Ladang tersebut merupakan sumber mata pencaharian Pak Umar dan keluarganya. Selain hasil dari menanam dijual, bahan makanan yang berasal dari ladang juga diolah untuk dimakan oleh Pak Umar dan keluarganya. Pak Umar dan keluarganya merawat tumbuhan di ladang dengan penuh kasih sayang. Pak Umar menanami 0,25 bagian dari ladangnya dengan kacang panjang, ¼ bagian ditanami pohon mangga, dan sisanya ditanami jagung.
Tuliskan luas setiap bagian ladang Pak Umar dalam bentuk pecahan biasa, desimal, dan persen pada tabel berikut.
Tanaman Luas Ladang
Pecahan Biasa Pecahan Persen Pecahan Desimal
Kacang Panjang
25   x 1.000 = 250   250 : 250  =  1
100 1.000 : 250 4
25% 0,25
Mangga
25   x 1.000 = 250   250 : 250  =  1
100 1.000 : 250 4
25% 0,25
Jagung
50   x 1.000 = 500   500 : 500  =  1
100 1.000 : 500 2
50% 0,50
Pada saat panen tiba, ladang Pak Umar menghasilkan 125,5 kg kacang panjang, 246,8 kg buah mangga, dan 145,25 kg jagung. Kemudian, Pak Umar menjual 95% dari total setiap jenis tanaman hasil panennya. Sisanya dikonsumsi untuk seluruh anggota keluarga Pak Umar.
Dalam satu tahun Pak Umar tiga kali memanen jagung, dua kali memanen mangga, dan empat kali memanen kacang panjang. Hitung total jumlah setiap jenis tanaman tersebut yang dijual dan dikonsumsi. Tuliskan dalam tabel berikut.
Hasil Panen, Dijual, Dikonsumsi Jenis Tanaman
Kacang panjang Mangga Jagung
Hasil panen satu tahun 125,5 x 4 = 502 kg 246,8 x 2 = 493,6 kg 145,25 x 3= 435,75 kg
Total jumlah dijual 502 x 95% = 476,9 kg 493,6 x 95% = 468,92 kg 435,75 x 95%= 413,96 kg
Total jumlah yang dikonsumsi 502 x 5% = 25,1 kg 493,6 x 5% = 24,68 kg 435,75 x 5% = 21,79 kg
Pak Umar menjual hasil panen untuk satu kg kacang panjang Rp1.500,00, satu kg mangga Rp2.500,00, dan satu kg jagung Rp1.250,00.
Berapa rupiah uang yang didapat Pak Umar dari hasil panen untuk semua jenis tanaman?
Tanaman Harga hasil panen
Harga per kg Hasil panen satu tahun Hasil penjualan dalam satu tahun
Kacang panjang Rp1.500,00 476,9 kg Rp715.350,00
Mangga Rp2.500,00 471,77 kg Rp1.179.425,00
Jagung Rp1.250,00 413,75 kg Rp517.187,00
Total hasil penjualan Rp2.411.962,00
Pak Umar tidak menghabiskan semua uang yang didapat dari hasil panen. Ia menyisihkan 25% dari total uang yang didapat untuk membeli pupuk dan biaya perawatan, 10% ditabung untuk biaya sekolah kedua anaknya. Sisanya digunakan untuk biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Penghasilan yang didapat Pak Umar dari ladangnya cukup untuk membiayai kebutuhan hidup keluarganya.
Berapa rupiah uang yang digunakan Pak Umar setiap tahun untuk membeli pupuk dan perawatan, ditabung untuk biaya sekolah anak-anaknya, dan untuk biaya kehidupan sehari-hari?
Total Beli pupuk 25% Ditabung 10% Kebutuhan hidup sehari-hari
Rp2.411.962,5 Rp602.990,625 Rp241.196,25 Rp1.567.775,625
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 11:20 AM

Langkah-langkah Penulisan Teks Investigasi

Teks laporan investigasi dapat digunakan sebagai media untuk menyampaikan fakta-fakta yang ada dalam suatu lingkungan masyarakat atau suatu wilayah. Salah satu contohnya adalah dalam kondisi geografis dan ekonomi Indonesia.Teks laporan investigasi adalah teks laporan yang disusun berdasarkan temuan-temuan fakta yang dilakukan dengan wawancara, pengamatan dan studi pustaka. Kuat dan lemahnya isi laporan investigasi yang dibuat tergantung dari proses pencarian data dan keterangan yang dikerjakan di dalam pengamatan, wawancara, dan studi pustaka.

Ketika akan menulis sebuah laporan investigasi perlu melakukan beberapa hal untuk memperkaya isi dari laporan tersebut. Laporan investigasi adalah upaya menyusun temuan-temuan fakta ke dalam sebuah tulisan, sehingga memang diperlukan pengetahuan dalam teknik penyususnan sebuah laporan. Salah satunya adalah memilih dan memilah kosakata baku yang digunakan dalam teks laporan investigasi. Untuk dapat menyusun sebuah teks laporan investigasi ada beberapa langkah yang perlu dilakukan agar teks laporan yang dibuat dapat menyampaikan informasi dan fakta yang ada. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut.
  1. Menentukan topik/masalah yang akan ditulis. Topik adalah inti utama dari seluruh isi tulisan laporan yang akan disampaikan. Topik merupakan pokok persoalan yang melandasi kegiatan pengamatan. Topik utama yang memiliki cakupan cukup luas perlu dirinci. Dari topik tersebut tentu kita akan mengetahui tujuan dari pengamatan yang dilakukan.
  2. Mengumpulkan informasi dengan melakukan investigasi yang dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti percobaan, pengamatan, wawancara, dan studi pustaka. Wawancara merupakan proses komunikasi yang sangat menentukan dalam proses pembuatan laporan. Dengan wawancara data yang diperoleh akan lebih mendalam, karena mampu menggali pemikiran atau pendapat secara detail. Pengamatan merupakan pencatatan secara sistimatik terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala atau gejala-gejala dalam objek pengamatan.
  3. Mengolah informasi dari hasil investigasi dengan menuangkannya dalam bentuk tulisan, yang terdiri atas tiga bagian, yaitu Penjelasan, Fakta-fakta, dan Kesimpulan. Setelah data yang dibutuhkan terkumpul langkah selanjutnya adalah menuangkan ke dalam bentuk laporan investigasi. Teks laporan investigasi memiliki struktur yaitu penjelasan umum, fakta-fakta, dan kesimpulan. Beberapa hala yang perlu diperhatikan dalam penulisan laporan investigasi antara lain : Pemakaian huruf kapital benar,  Pemakaian tanda baca tepat,  Penggunaan kosa kata baku benar, ô€€ƒ Tulisan rapi dan terbaca, danô€€ƒ Informasi berdasarkan fakta hasil investigasi.
kondisi geografis
Berikut ini contoh teks laporan investigasi mengenai Kondisi Geografis Indonesia.
Struktur teks Kalimat
Penjelasan
Umum
Kondisi geografi suatu wilayah adalah keadaan muka bumi dari aspek letak, cuaca, iklim, relief, jenis tanah, flora dan fauna serta sumber daya alamnya. Kondisi ekonomi adalah keadaan mata pencaharian suatu wilayah tertentu. Indonesia adalah negara kepulauan yang terletak di garis khatulistiwa, meliputi bentang alam dataran tinggi, dataran rendah, dan perairan. Sebagai negara yang beriklim tropis kegiatan utama penduduk Indonesia adalah di bidang pertanian.
Fakta-fakta Dataran rendah adalah daratan yang memiliki ketinggian 0-200 diatas permukaan laut (dpl). Hampir semua ibu kota propinsi di Indonesia terletak di dataran rendah. Tumbuhan di dataran rendah adalah padi, palawija, dan tebu.

Wilayah pantai termasuk dataran rendah. Indonesia memiliki banyak pantai karena negara kita terdiri atas ribuan pulau. Tumbuhan di wilayah pantai adalah kelapa, bakau, dan ganggang.

Dataran tinggi adalah daratan luas dengan ketinggian lebih dari 200 diatas permukaan laut (dpl). Beberapa dataran tinggi di Indonesia, contohnya dataran tinggi Dieng (Jawa Tengah), dataran tinggi Malang dan Tengger (Jawa Timur), dataran tinggi Alas (Aceh), dan dataran tinggi Bone (Sulawesi Selatan). Jenis tumbuhan di dataran tinggi adalah teh, kopi, cengkeh, buah-buahan, dan sayuran.

Kondisi geografi suatu wilayah ternyata dapat mempengruhi kegiatan ekonomi masyarakat. Perbedaan kehidupan masyarakat di tiga daerah adalah sebagai berikut.
  1. Dataran tinggi: biasanya sebagian besar masyarakatnya memiliki mata pencaharian sebagai petani sayuran.
  2. Daerah pantai: sebagian besar masyarakatnya memiliki ma tapencaharian sebagai nelayan, petambak garam, petani bakau, atapengumpul ganggang atau kelapa.
  3. Dataran rendah : di daerah pedesaan, biasanya sebagian besar masyarakatnya memiliki mata pencaharian sebagai petani di sawah, jika di daerah perkotaan maka masyarakatnya memiliki beragam mata pencaharian.
Jenis tumbuhan yang berbeda dari wilayah yang berbeda tersebut akan saling melengkapi. Teh yang berasal dari dataran tinggi juga dibawa dan dijual ke wilayah dataran rendah dan pantai, sehingga nelayan juga dapat menikmati teh.
Kesimpulan Kondisi geografis mempengaruhi kehidupan ekonomi penduduk wilayah tersebut. Manusia dengan segala kecerdasan dan kemauannya berusaha menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan geografisnya atau berupaya mengubah kondisi lingkungan itu sesuai dengan kepentingannya. Adanya keragaman kondisi pada geografis tiap wilayah memunculkan corak mata pencaharian yang berbeda-beda.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 10:14 AM

Struktur Teks Laporan Investigasi

Salah satu kompetensi dasar mata pelajaran bahasa Indonesia kelas vi adalah menggali informasi dari teks laporan investigasi tentang ciri khusus makhluk hidup dan lingkungan, serta campuran dan larutan dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku. Teks laporan investigasi adalah teks laporan yang disusun berdasarkan temuan-temuan fakta yang dilakukan dengan wawancara, pengamatan dan studi pustaka. Kuat dan lemahnya isi laporan investigasi yang dibuat tergantung dari proses pencarian data dan keterangan yang dikerjakan di dalam pengamatan, wawancara, dan studi pustaka.

Struktur Teks Laporan Investigasi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia investigasi adalah penyelidikan dengan mencatat atau merekam fakta melakukan peninjauan, percobaan, dan sebagainya, dengan tujuan memperoleh jawaban atas pertanyaan (tentang peristiwa, sifat atau khasiat suatu zat, dan sebagainya); penyidikan. Laporan investigasi adalah laporan yang berupa fakta bukan rekaan. Untuk menghasilkan laporan yang terperinci, harus melakukan pengamatan, wawancara, dan melengkapi informasi dari berbagai sumber agar diperoleh data yang lengkap. Secara umum struktur teks laporan investigasi adalah sebagai berikut.
  1. Judul. Judul laporan investgasi adalah kepala laporan atau sesuatu yang digunakan untuk menandai laporan investigasi. Judul laporan investigasi merupakan unsur yang memiliki peran penting, tetapi bukan merupakan masalah pokok atau ide laporan. Judul tidak harus ditetapkan sebelum menulis laporan, tetapi dapat ditentukan setelah laporan investigasi selesai.
  2. Alat dan bahan. Alat atau perkakas adalah benda yang digunakan dalam pembuatan teks laporan investigasi. 
  3. Informasi Umum merupakan informasi yang bersifat umum dari obyek investigasi.
  4. Fakta-fakta dari data yang dikumpulkan. Fakta adalah hal atau peristiwa yang benar-benar terjadi (nyata keberadaannya). Sedangkan data adalah catatan atas kumpulan fakta.
  5. Kesimpulan. Kesimpulan adalah pernyataan berisi fakta, pendapat, alasan pendukung mengenai tanggapan suatu objek investigasi. Kesimpulan merupakan pendapat akhir dari suatu uraian berupa investigasi. Dalam Bahasa Indonesia kesimpulan bisa berupa rangkaian kalimat kalimat fakta yang di beri pendapat.

Contoh Laporan Investigasi
Judul : Bagaimana Jagung Berkembang Biak?
Alat dan Bahan : Buku, Alat tulis, dan Buku Referensi atau lainnya
Struktur teks Kalimat
Penjelasan
Umum
Jagung merupakan salah satu tanaman yang dijadikan bahan makanan pokok di berbagai tempat, juga di Indonesia. Contohnya, penduduk Pulau Madura menjadikan jagung sebagai makanan pokoknya. Jagung merupakan salah satu tanaman penghasil karbohidrat yang sangat diperlukan oleh tubuh.

Seorang petani jagung, memulai pembiakan tanamannya dengan menanam biji jagung. Setelah tiga sampai empat hari bakal tanaman akan muncul di permukaan tanah. Tanaman jagung akan terus tumbuh menjadi besar. Tiga hingga tiga setengah bulan, buah jagung dapat dipanen oleh petani. Buah jagung yang berbentuk seperti tongkol pada mulanya berupa sekuntum bunga.
Fakta-fakta Bunga jagung memiliki helai-helai rambut halus pada bagian ujungnya. Pada helai rambut tersebut terdapat tepung sari. Tepung sari akan terbang terbawa angin, ketika angin bertiup. Tepung sari yang terbawa angin, sebagian akan jatuh di kepala putik yang terletak di bagian bawah bunga pada pohon jagung yang lain. Ketika itulah terjadi pembuahan.

Bunga jagung tersebut terus berkembang hingga menjadi buah jagung. Perkembangan itulah yang dapat diamati dari waktu ke waktu. Buah jagung akan siap dipanen ketika rambut jagung sudah berwarna kecokelatan dan bagian tongkolnya sudah mengering. Apabila buah jagung tersebut dikupas akan memperlihatkan biji jagung yang kekuningan. Bagian yang dimakan oleh manusia adalah biji jagung.
Kesimpulan Supaya jagung selalu tersedia sebagai bahan makanan manusia, maka petani jagung harus menanam kembali sebagian biji jagung dari hasil panen. Biji jagung yang tua dapat ditanam kembali. Dari sinilah akan dimulai lagi perkembangbiakan jagung.

Perbedaan dan Persamaan Teks Deskripsi dan Investigasi
Untuk dapat mengetahui perbedaan dan persamaan antara teks deskripsi dengan teks investigasi dapat dilakukan dengan cara mengamati teks di bawah ini. Struktur teks deskripsi terdiri atas deskripsi umum dan deskripsi bagian. Deskripsi umum merupakan pernyataan umum benda yang diseskripsi, sedangkan deskripsi bagian merupakan bagian-bagian benda yang dideskripsi.
Struktur teks Kalimat
Deskripsi
Umum
Berbeda dengan Pak Umar, Pak Gani tetangganya memilih bertanam singkong di ladangnya. Ladang Pak Gani cukup luas. Pak Gani bertanam singkong, karena menurutnya nilai jual tanaman singkong cukup tinggi. Daun singkong dapat dijual untuk dimasak sebagai sayur. Di samping itu, umbinya merupakan salah satu bahan makanan penghasil karbohidrat. Banyak makanan tradisional Indonesia yang menggunakan singkong sebagai bahan bakunya.
Deskripsi Bagian Oleh karena itu, ketika liburan Udin juga sempat berkeliling di ladang singkong Pak Gani. Ketika itu, Pak Gani dan beberapa pekerjanya baru saja menanam bibit singkong di ladangnya. Ladang singkong Pak Gani berbentuk persegi panjang dengan luas 100 m2. Di ladangnya ditanam sepuluh baris batang singkong berjejer rapi. Di setiap baris, ditanami dua puluh batang singkong dengan jarak yang sama. Oleh karena baru ditanam, dari kejauhan batang-batang singkong terlihat seperti barisan patok kayu.

Udin sempat berdiri di tengah ladang Pak Gani. Terasa oleh Udin sengatan panas matahari, karena belum ada helai daun singkong yang menaungi ladang. Untuk mengurangi terpaan panas, di sekeliling ladang ditanami pohon buah-buahan. Di bawah pohon buah-buahan tersebut, Pak Gani dan para pekerjanya beristirahat sejenak melepas lelah. Mereka juga biasa menikmati bekal makan siangnya di bawah pohon buah-buahan tersebut.

Di sebelah Timur ladang, terlihat sebuah kolam ikan. Bunyi kecipak air karena gerakan ekor ikan gurame yang menjadi penyejuk suasana di tengah ladang.

Udin menikmati ketika berada di ladang Pak Gani. Sudah terbayang olehnya, sekitar delapan bulan lagi Pak Gani akan memanen hasil ladangnya. Singkong dari ladangnya akan dinikmati oleh banyak orang dalam berbagai bentuk penganan.

Persamaan dari kedua teks adalah sama-sama memberikan data berdasarkan fakta. Perbedaan kedua teks antara lain : Teks deskripsi menggambarkan satu objek berdasarkan pengamatan panca indra. Teks deskripsi dapat dibuat tanpa melakukan wawancara atau sumber pengamatan lain. Teks laporan investigasi menggambarkan objek suatu peristiwa secara terperinci. Untuk menulis teks ini selain melakukan pengamatan, penulis perlu mencari sumber lain untuk mendukung tulisannya seperti melakukan wawancara dan studi pustaka.. apabila dibuat diagram venn tentang persamaan dan perbedaan teks investigasi dan teks deskripsi seperti di bawah ini
teks investigasi

Teks Investigasi Tempat Hidup Tanaman Teh
Struktur teks Kalimat
Penjelasan
Umum
Selain air putih, secangkir teh merupakan minuman yang banyak dikonsumsi di berbagai belahan dunia. Kandungan teh yang konon bermanfaat bagi tubuh pun sudah banyak diteliti oleh berbagai kalangan. Di Indonesia, kebiasaan minum secangkir teh manis di pagi atau sore hari, banyak ditemukan di berbagai etnis penduduknya. Memang terbukti, tanaman teh tumbuh subur di berbagai wilayah pegunungan di Indonesia..
Fakta-fakta Teh merupakan salah satu tanaman tropis yang tumbuh pada ketinggian antara 200 sampai 2000 meter di atas permukaan laut. Suhu yang dibutuhkannya untuk dapat tumbuh dengan baik antara 14°–25°C, yang diikuti oleh cahaya Matahari yang cerah serta kelembapan relatif di siang hari tidak kurang dari 70%. Intensitas sinar Matahari juga sangat mempengaruhi pertumbuhan teh. Makin banyak sinar Matahari, makin tinggi suhunya. Jika suhu mencapai 30°Celcius maka pertumbuhan tanaman teh akan terhambat. Tanaman teh juga tidak tahan terhadap kekeringan. Curah hujan minimum yang dibutuhkannya adalah 1.200 mm yang merata sepanjang tahun.

Di Indonesia, perkebunan teh tersebar di beberapa wilayah pegunungan di Pulau Jawa dan Sumatera. Ada pula yang berada pada ketinggian 800 – 1200 meter di atas permukaan laut. Namun, pada ketinggian ini, hasil perkebunannya tidak sebaik hasil dari perkebunan di daerah yang lebih tinggi. Aroma teh yang dihasilkan di sini tidak sewangi teh di perkebunan yang lebih tinggi. Pada ketinggian ini, kebun teh memerlukan pohon pelindung tetap, serta memerlukan material penutup tanah untuk menjaga kelembapan tanah.

Sebagai vegetasi di pegunungan, pohon teh juga berfungsi untuk mencegah terjadinya erosi. Gugus tanaman teh yang ditanam berjajar rapi dengan jarak satu meter menahan derasnya aliran air sehingga tanah tidak terkikis terbawa air.
Kesimpulan Di balik secangkir teh yang kita minum setiap hari, kita ketahui bahwa faktor lingkungan mempengaruhi pertumbuhannya. Lingkungan yang tepat akan memberikan hasil yang baik dalam tiap seduhannya.

Teks tentang tanaman teh tersebut termasuk teks invesitigasi, karena berisi tentang informasi yang bersifat ilmiah tentang tanaman teh.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:47 AM

Tumbuhan Sumber Kehidupan PB 1

Dunia Tumbuh-tumbuhan tidak dapat lepas dari kehidupan manusia karena umbuhan merupakan organisme yang sangat dominan pengaruhnya bagi kelangsungan ekosistem dunia. Tumbuhan mempunyai keistimewaan tersendiri yakni dapat menghasilkan makanan sendiri baik untuk pertumbuhannya maupun untuk digunakan makhluk hidup lain. Hasil fotosintesis dari tumbuhan sangat dibutuhkan makhluk hidup yang lain. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. Tumbuhan bersifat autotrof, artinya dapat mensintesis makanan langsung dari senyawa organik.

Manusia dan hewan merupakan makhluk hidup yang sangat membutuhkan tumbuhan sebagai sumber energi. Manusia membutuhkan tumbuhan tidak saja sebagai bahan makanan, namun digunakan untuk keperluan yang lainnya. Misalnya manusia membutuhkan tumbuhan sebagai bahan sandang dan papan (rumah). Selain itu manusia juga menggunakan tumbuhan sebagai bahan obat-obatan, perabot rumahtangga, bahan penyedap, bahan kerajinan, bahan pewarna dan bahan baku industri. Sedangkan hewan membutuhkan tumbuhan sebagai makanan dan tempat tinggal. Hal tersebut menunjukkan bahwa tumbuhan sangat penting bagi manusia dan hewan.

Apa yang terjadi jika tidak ada tumbuhan?
  1. Manusia dan hewan akan mati karena manusia dan hewan membutuhkan oksigen untuk bernapas. Jika tidak ada tumbuhan maka tidak akan ada kehidupan karena tidak sumber oksigen, tidak ada sumber makanan dan tidak ada sumber air.
  2. Bumi akan penuh dengan polusi karena tidak ada yang menyerap polusi tersebut, dan bumi akan menjadi panas.
  3. Tidak akan ada Pakaian. Jika tidak ada tumbuhan maka tidak akan ada bahan untuk membuat pakaian karena pakaian berasal dari tumbuhan.
  4. Tidak akan ada makanan. Bila tak ada tumbuhan di bumi kita ini maka tidak akan ada makanan untuk mengisi perut kita. Makanan pokok nasi berasal dari tumbuhan padi, jagung, gandum dan sayur-sayuran lainnya juga berasal dari tumbuhan. Makanan manusia yang berasal dari hewan juga tidak akan ada karena hewan juga makan tumbuhan untuk bertahan hidup.
  5. Tidak ada sumber oksigen. Bila tak ada tumbuhan maka tidak akan ada sumber oksigen untuk kita bernafas.
  6. Tidak akan ada kertas. karena kertas terbuat dari bubur kayu.

Siapapun tidak ada yang dapat bertahan tanpa tumbuhan. Maka dari itu marilah kita lestarikan dan kita rawat bersama-sama agar pada masa mendatang masih ada. Tumbuhan merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup.

Perkembangbiakan Tumbuhan
Perkembangbiakan tumbuhan merupakan salah satu ciri kehidupan tumbuhan untuk mempertahankan jenisnya. Oleh karena itu berkembangbiak merupakan ciri yang melekat pada jenis atau spesies tumbuhan. Artinya selama jenis atau spesies itu mampu berkembangbiak maka jenis tersebut tetap eksis atau ada, tetapi bila jenis sudah tidak mampu berkembangbiak maka jenis tumbuhan tersebut akan punah. Perkembangbiakan tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua cara, yaitu perkembangbiak tumbuhan secara generatif dan secara vegetatif.

Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Generatif
Pembiakan generatif (reproduksi generatif) adalah perkembangbiakan tumbuhan secara kawin. Proses perkembangbiakan generatif ini membutuhkan alat perkembangbiakan jantan dan betina. Pada tumbuhan alat perkembangbiakan jantan adalah benang sari dan alat perkembangbiakan betina adalah putik.
bagian bunga
  1. Perkembangbiakan secara generatif (secara kawin) dilakukan melalui proses penyerbukan dan pembuahan. Penyerbukan adalah proses melekatnya serbuk sari (polen) dari kepala satu bunga ke kepala putik bunga lainnya. Sedangkan pembuahan adalah peleburan serbuk sari (sel kelamin jantan atau spermatozoid) dengan kepala putik.
  2. Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan diawali dengan penyerbukan, yaitu melekatnya atau jatuhnya serbuk sari ke kepala putik.
  3. Setelah terjadi penyerbukan, pada serbuk sari tumbuh buluh serbuk sari yang menuju ke ruang bakal biji. Kemudian serbuk sari (sel kelamin jantan atau spermatozoid) akan masuk ke ruang bakal biji melalui buluh serbuk sari.
  4. Di dalam ruang bakal biji terjadi pembuahan, yaitu peleburan serbuk sari (sel kelamin jantan atau spermatozoid) dengan kepala putik (sel kelamin betina atau sel telur).
  5. Hasil dari pembuahan adalah zigot.
  6. Zigot berkembang menjadi lembaga, bakal biji berkembang menjadi biji dan bakal buah, kemudian bakal buah berkembang menjadi daging buah.
  7. Lembaga yang berada di dalam biji merupakan calon tumbuhan baru.

Penyerbukan
Penyerbukan, atau polinasi adalah jatuhnya serbuk sari pada permukaan putik. Pada sebagian besar bunga, peristiwa ini berarti "jatuh pada bagian kepala putik". Penyerbukan merupakan bagian penting dari proses reproduksi tumbuhan berbiji. Penyerbukan yang berhasil akan diikuti segera dengan tumbuhnya buluh serbuk yang memasuki saluran putik menuju bakal biji. Di bakal biji terjadi peristiwa penting berikutnya, pembuahan. Ada beberapa jenis penyerbukan pada tumbuhan, berdasarkan asal serbuk sari, penyerbukan dibagi menjadi 4 juga, yaitu:
penyerbukan
Penyerbukan Sendiri Tetangga Silang Bastar
Pengertian Penyerbukan sendiri atau autogami, Serbuk sari jatuh di kepala putik pada bunga itu sendiri. Penyerbukan tetangga atau geitonogami, Serbuk sari jatuh di kepala putik pada bunga lain, tetapi masih di 1 pohon. Penyerbukan silang atau alogami, Serbuk sari jatuh di kepala putik pada bunga yang berbeda pohon, tetapi masih 1 jenis tumbuhan. Penyerbukan bastar terjadi jika Serbuk sari jatuh di kepala putik pada bunga lain yang berbeda varietas tapi satu spesies.
Ciri-ciri Memiliki struktur yang khas sifatnya, yaitu sekalipun bunga sudah mekar, putiknya tetap terlindungi oleh bagian-bagian bunga lainnya sampai terjadinya penyerbukan sendiri. Bunga tidak memiliki struktur yang khas dan masa kematangan bunga jantan dan betina yang tidak bersamaan. Serbuk sari terhalang menyerbuki kepala putik dan biasanya pada tanaman berumah dua Terjadi pada tanaman satu spesies namun beda varietas
Contoh Mangga, Jambu, Mahoni, Rambutan Padi dan jagung Melinjo dan Pinus Jambu isi merah dan isi putih
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 1:04 AM

Sistem Ekonomi Liberal di Indonesia

Pada masa pasca pengakuan kedaulatan Pemerintah Indonesia menanggung beban ekonomi dan keuangan yang cukup berat sebagai akibat ketentuan-ketentuan yang ada dalam KMB, yaitu meningkatnya nilai utang Indonesia, baik utang luar negeri maupun utang dalam negeri. Struktur perekonomian yang diwarisi dari penguasa kolonial Belanda ternyata masih berat sebelah, hal ini dokarenakan nilai ekspor Indonesia pada saat itu masih sangat tergantung pada beberapa jenis hasil perkebunan yang nilainya jauh di bawah produksi pada era sebelum Perang Dunia II.

Pada saat itu Indonesia sebenarnya secara tidak langsung menganut sistem ekonomi liberal. Pemerintah memberikan kebebasan kepada pihak asing untuk mengolah sumber daya alam Indonesia. Hal ini terjadi karena negara belum mampu mengolah sumber daya alam yang ada. Sistem ekonomi liberal atau sistem ekonomi pasar bebas adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan sepenuhnya dalam segala bidang perekonomian kepada masing-masing individu untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.

Pada masa itu terdapat dua permasalahan yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia. Permasalahan jangka pendek yang dihadapi pemerintah Indonesia saat itu adalah tingginya jumlah mata uang yang beredar dan meningkatnya biaya hidup. Permasalahan jangka panjang yang dihadapi pemerintah adalah pertambahan jumlah penduduk dengan tingkat hidup yang rendah. Beban berat ini merupakan konsekuensi dari pengakuan kedaulatan. Berikut ini permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah Indonesia pada masa tersebut.
  1. Setelah pengakuan kedaulatan dari Belanda pada tanggal 27 Desember 1949, bangsa Indonesia menanggung beban ekonomi dan keuangan seperti yang telah ditetapkan dalam KMB. Beban tersebut berupa hutang luar negeri sebesar 1,5 Triliun rupiah dan utang dalam negeri sejumlah 2,8 Triliun rupiah.
  2. Defisit yang harus ditanggung oleh Pemerintah pada waktu itu sebesar 5,1 Miliar.
  3. Indonesia hanya mengandalkan satu jenis ekspor terutama hasil bumi yaitu pertanian dan perkebunan sehingga apabila permintaan ekspor dari sektor itu berkurang akan memukul perekonomian Indonesia.
  4. Politik keuangan Pemerintah Indonesia tidak di buat di Indonesia melainkan dirancang oleh Belanda.
  5. Pemerintah Belanda tidak mewarisi nilai-nilai yang cukup untuk mengubah sistem ekonomi kolonial menjadi sistem ekonomi nasional.
  6. Belum memiliki pengalaman untuk menata ekonomi secara baik, belum memiliki tenaga ahli dan dana yang diperlukan secara memadai.
  7. Situasi keamanan dalam negeri yang tidak menguntungkan berhubung banyaknya pemberontakan dan gerakan sparatisisme di berbagai daerah di wilayah Indonesia.
  8. Tidak stabilnya situasi politik dalam negeri mengakibatkan pengeluaran pemerintah untuk operasi-operasi keamanan semakin meningkat.
  9. Kabinet terlalu sering berganti menyebabakan program-program kabinet yang telah direncanakan tidak dapat dilaksanakan, sementara program baru mulai dirancang.
  10. Angka pertumbuhan jumlah penduduk yang besar.

Usaha-Usaha Pemerintah Indonesia
Kebijakan yang ditempuh pemerintah untuk menanggulangi permasalahan tersebut diantaranya adalah melaksanakan industrialisasi, yang dikenal dengan Rencana Soemitro. Sasaran yang ditekankan dari program ini adalah pembangunan industri dasar, seperti pendirian pabrik-pabrik semen, pemintalan, karung dan percetakan. Kebijakan ini diikuti dengan peningkatan produksi, pangan, perbaikan sarana dan prasarana, dan penanaman modal asing.

1. Persetujuan Finansial dan Ekonomi (Finek)
Pada masa pemerintahan Kabinet Burhanuddin Harahap, Indonesia mengirim delegasi ke Belanda dengan misi merundingkan masalah Finansial Ekonomi (Finek). Misi ini dipimpin oleh Anak Agung Gede Agung. Perundingan ini dilakukan pada tangal 7 Januari 1956. Rancangan persetujuan Finek yang diajukan Indonesia terhadap pemerintah Belanda adalah sebagai berikut:
  1. Pembatalan Persetujuan Finek hasil KMB
  2. Hubungan Finek Indonesia-Belanda didasarkan atas hubungan bilateral
  3. Hubungan finek didasarkan atas undang-undang Nasional, tidak boleh diikat oleh perjanjian lain.
finek
Namun usul Indonesia ini tidak diterima oleh Pemerintah Belanda, sehingga pemerintah Indonesia secara sepihak melaksanakan rancangan fineknya dengan membubarkan Uni Indonesia-Belanda pada tanggal 13 Febuari 1956 dengan tujuan melepaskan diri dari ikatan ekonomi dengan Belanda. Dampak kebijakan ini adalah banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya, sedangkan pengusaha pribumi belum mampu mengambil alih perusahaan Belanda tersebut.

2. Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT)
Upaya yang dilakukan lainnya adalah upaya pembentukan Biro Perancang Negara pada masa Kabinet Ali II dengan tugas merancang pembangunan jangka panjang. Biro ini dipimpin oleh Ir. Djuanda yang kemudian diangkat menjadi Menteri Perancang Nasional. Biro ini berhasil menyusun Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT) yang rencananya akan dilaksanakan antara tahun 1956-1961 dan disetujui DPR pada tanggal 11 November 1958. Tahun 1957 sasaran dan prioritas RPLT diubah melalui Musyawarah Nasional Pembangunan (Munap).

Namun karena berbagai faktor, baik faktor eksternal maupun internal, RPLT sangat berat untuk dijalankan. Beberapa penyebab kegagalan RPLT antara lain sebagai berikut.
  1. Adanya depresi ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa Barat pada akhir tahun 1957 dan awal tahun 1958 mengakibatkan ekspor dan pendapatan negara merosot.
  2. Perjuangan pembebasan Irian Barat dengan melakukan nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda di Indonesia menimbulkan gejolak ekonomi.
  3. Adanya ketegangan antara pusat dan daerah sehingga banyak daerah yang melaksanakan kebijakan ekonominya masing-masing.

Perekonomian Indonesia semakin terpuruk ketika ketegangan politik yang timbul tidak dapat diselesaikan dengan diplomasi, akhirnya memunculkan pemberontakan yang dalam penumpasannya memerlukan biaya yang cukup tinggi. Kondisi ini mendorong meningkatnya prosentasi defisit anggaran pemerintah, dari angka 20% di tahun 1950 dan 100% di tahun 1960.

3. Musyawarah Nasional Pembangunan
Masa kabinet Juanda terjadi ketegangan hubungan antara pusat dan daerah. Masalah tersebut untuk sementara waktu dapat teratasi dengan Musayawaraah Nasional Pembangunan (Munap). Tujuan diadakan Munap adalah untuk mengubah rencana pembangunan agar dapat dihasilkan rencana pembangunan yang menyeluruh untuk jangka panjang. Tetapi tetap saja rencana pembangunan tersebut tidak dapat dilaksanakan dengan baik karena :
  1. Adanya kesulitan dalam menentukan skala prioritas.
  2. Terjadi ketegangan politik yang tak dapat diredakan.
  3. Timbul pemberontakan PRRI/Permesta yang membutuhkan biaya besar untuk menumpas pemberontakan PRRI/ Permesta sehingga meningkatkan defisit Indonesia.
  4. Memuncaknya ketegangan politik Indonesia-Belanda menyangkut masalah Irian Barat mencapai konfrontasi bersenjata.

Dalam bidang ekonomi pada masa demokrasi liberal kebijakan ekonomi yang diterapkan pada 1950-an umumnya merupakan upaya untuk menggantikan struktur perekonomian kolonial menjadi perekonomian nasional. Banyak sekali hambatan yang harus dihadapi oleh bangsa ini baik hambatan yang berasal dari dalam maupun dari luar Indonesia. Hambatan dari dalam adalah kondisi politik yang tidak menentu, sedangkan hambatan dari luar adalah tekanan dari belanda dalam penyelesaian masalah Irian barat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:08 PM

Pemikiran Ekonomi Nasional

Pemikiran ekonomi pada 1950-an pada umumnya merupakan upaya mengembangkan struktur perekonomian kolonial menjadi perekonomian nasional. Hambatan yang dihadapi dalam mewujudkan hal tersebut adalah sudah berakarnya sistem perekonomian kolonial yang cukup lama. Warisan ekonomi kolonial membawa dampak perekonomian Indonesia banyak didominasi oleh perusahaan asing dan ditopang oleh kelompok etnis Cina sebagai penggerak perekonomian Indonesia. Kondisi inilah yang ingin diubah oleh para pemikir ekonomi nasional di setiap kabinet di era demokrasi parlementer. Upaya membangkitkan perekonomian sudah dimulai sejak kabinet pertama di era demokrasi parlementer, Kabinet Natsir.

A. Gerakan Benteng
Perhatian terhadap perkembangan dan pembangunan ekonomi dicurahkan oleh Soemitro Djojohadikusumo Menteri Perdagangan pada masa Kabinet Natsir yang berpendapat bahwa pembangunan ekonomi Indonesia pada hakekatnya adalah pembangunan ekonomi baru. Sumitro yang merupakan wakil Partai Sosialis Indonesia dalam kabinet Natsir (Masyumi) melihat menumpuknya beban pemerintahan RI karena utang warisan penjajah Belanda sangat membebani Republik Indonesia. Gagasan Soemitro kemudian dituangkan dalam program Kabinet Natsir dalam wujud pencanangan Rencana Urgensi Perekonomian (RUP) yang sering disebut juga dengan Plan Soemitro. Wujud dari RUP tersebut kemudian dicanangkan Program Benteng.

Program Benteng merupakan usaha pemerintah Republik Indonesia untuk mengubah struktur ekonomi ekonomi kolonial menjadi struktur ekonomi nasional (pembangunan ekonomi Indonesia). Istilah ‘Benteng’ dari ide Sumitro ini diberikan karena pada dasarnya program tersebut berusaha membangun kewirausahaan pribumi agar mampu membentengi perekonomian negara yang baru merdeka seperti Indonesia. Tujuan dari program Gerakan Benteng antara lain sebagai berikut:
  1. Menumbuhkan dan membina wiraswasta Indonesia sambil menumbuhkan ekonomi nasional.
  2. Mendorong importir-importir nasional hingga mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan impor asing (Belanda dan China).
  3. Membatasi impor barang-barang agar memberikan lisensi impor hanya kepada importir Indonesia
  4. Memberikan bantuan dalam bentuk kredit kepada importir Indonesia.

Sayangnya dalam pelaksanaan muncul masalah karena dalam pelaksanaan Program Benteng, pemberian lisensi impor banyak yang disalahgunakan. Penyebab masalah dalam Program benteng antara lain sebagai berikut.
  1. Mereka yang menerima lisensi adalah orang-orang yang mempunyai hubungan khusus dengan kalangan birokrat yang berwenang mendistribusikan lisensi dan kredit. Pengusaha-pengusaha yang masuk dalam Program Benteng bahkan ada yang menyalahgunakan untuk mencari keuntungan yang cepat dengan menjual lisensi impor yang dimilikinya kepada pengusaha impor yang sesungguhnya, yang kebanyakan berasal dari keturunan Cina. 
  2. Penyelewengan lainnya adalah dengan cara mendaftarkan perusahaan yang sesungguhnya merupakan milik keturunan Cina dengan menggunakan nama orang Indonesia pribumi.

Program Benteng akhirnya secara resmi dihentikan pada tahun 1957 oleh Menteri Perekonomian, Ir. Rooseno Surjohadikusumo, atas dasar menghilangkan diskriminasi rasial dalam praktik perekonomian negara. 

B. Gerakan Ekonomi Ali Baba
Pada masa pemerintahan kabinet Ali Sastroamidjojo I (Agustus 1954 - Agustus 1955), menteri prekonomian Mr. Iskaq Cokrohadisuryo memperkenalkan sistem ekonomi baru yang dikenal dengan sistem Ali-Baba. Artinya, bentuk kerjasama ekonomi antara pengusaha pribumi yang diidentikkan dengan Ali dan pengusaha Tionghoa yang diidentikkan dengan Baba. Tujuan dari program ini adalah:
  1. Untuk memajukan pengusaha pribumi.
  2. Agar para pengusaha pribumi bekerjasama memajukan ekonomi nasional.
  3. Pertumbuhan dan perkembangan pengusaha swasta nasional pribumi dalam rangka merombak ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional. Memajukan ekonomi Indonesia perlu adanya kerjasama antara pengusaha pribumi dan non pribumi.

Kebijakan ini digambarkan Ali sebagai pengusaha pribumi sedangkan Baba digambarkan sebagai pengusaha non pribumi khususnya Cina. Pemerintah menyediakan kredit dan lisensi bagi usaha-usaha swasta nasional. Pemerintah memberikan perlindungan agar mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan asing yang ada. Program ini tidak dapat berjalan dengan baik sebab:
  1. Pengusaha pribumi kurang pengalaman sehingga hanya dijadikan alat untuk mendapatkan bantuan kredit dari pemerintah. Sedangkan pengusaha non pribumi lebih berpengalaman dalam memperoleh bantuan kredit.
  2. Indonesia menerapkan sistem Liberal sehingga lebih mengutamakan persaingan bebas.
  3. Pengusaha pribumi belum sanggup bersaing dalam pasar bebas.

C. Gerakan Asaat
Usaha lain yang pernah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pengusaha pribumi dilakukan melalui “Gerakan Asaat”. Gerakan Assat merupkan suatu gerakan ekonomi yang diprakarsai Mr. Asaat yang merupakan Menteri Dalam Negeri pada Kabinet Natsir.

Gerakan Asaat memberikan perlindungan khusus bagi warga negara Indonesia Asli dalam segala aktivitas usaha di bidang perekonomian dari persaingan dengan pengusaha asing pada terhadap gerakan ini terlihat dari pernyataan yang dikeluarkan pemerintah pada Oktober 1956 bahwa pemerintah akan memberikan lisensi khusus pada pengusaha pribumi. Ternyata kebijakan pemerintah ini memunculkan reaksi negatif yaitu muncul golongan yang membenci kalangan Cina. Bahkan reaksi ini sampai menimbulkan permusuhan dan pengrusakan terhadap toko-toko dan harta benda milik masyarakat Cina serta munculnya perkelahian antara masyarakat Cina dan masyarakat pribumi.

D. Gunting Syafrurudin
Pemerintah, selain melakukan upaya perbaikan jangka panjang, juga melakukan upaya perbaikan jangka pendek untuk menguatkan perekonomian  Salah satunya yang dikenal dengan istilah Gunting Syafrudin. Gunting Sjafruddin adalah kebijakan moneter yang ditetapkan oleh Syafruddin Prawiranegara, Menteri Keuangan dalam Kabinet Hatta II, yang mulai berlaku pada jam 20.00 tanggal 10 Maret 1950. Menteri Keuangan, Syafrudin Prawiranegara, mengambil kebijakan memotong uang dengan memberlakukan nilai setengahnya.
gunting syafrudin
Menurut kebijakan tersebut, uang NICA dan uang De Javasche Bank dari pecahan Rp 5 ke atas digunting menjadi dua. Guntingan kiri tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah dengan nilai setengah dari nilai semula, bagian kiri itu harus ditukarkan dengan uang kertas baru di bank dan tempat-tempat yang telah ditunjuk. Guntingan kanan dapat ditukar dengan obligasi Pemerintah. Pecahan Rp 2,50 ke bawah tidak mengalami pengguntingan, demikian pula uang ORI (Oeang Republik Indonesia).

Kebijakan ini dibuat untuk mengatasi situasi ekonomi Indonesia yang saat itu sedang terpuruk—utang menumpuk, inflasi tinggi, dan harga melambung. Dengan kebijaksanaan yang kontroversial itu, Sjafruddin bermaksud sekali pukul menembak beberapa sasaran: penggantian mata uang yang bermacam-macam dengan mata uang baru, mengurangi jumlah uang yang beredar untuk menekan inflasi dan dengan demikian menurunkan harga barang, dan mengisi kas pemerintah.

E. Rencana Program Lima Tahun (RPLT)
Pada masa kabinet Ali Sastroamijoyo II, pemerintahan membentuk Badan Perencanaan Pembangunan Nasional yang disebut Biro Perancang Negara (BPN). Tugas biro ini merancang pembangunan jangka panjang. Ir. Juanda diangkat sebagai menteri perancang nasional. Biro ini berhasil menyusun Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT) yang rencananya akan dilaksanakan antara tahun 1956-1961 dan disetujui DPR pada tanggal 11 November 1958. Tahun 1957 sasaran dan prioritas RPLT diubah melalui Musyawarah Nasional Pembangunan (Munap).

Program Pembangunan Rencana Lima Tahun berbeda dengan RUP yang lebih umum sifatnya. Program Rencana Lima Tahun lebih bersifat teknis dan terinci serta mencakup prioritas-prioritas proyek yang paling rendah. Tujuan dari Rencana Lima Tahun adalah mendorong munculnya industri besar, munculnya perusahaan-perusahaan yang melayani kepentingan umum dan jasa pada sektor publik yang hasilnya diharapkan mampu mendorong penanaman modal dalam sektor swasta. RPLT tidak dapat berjalan dengan baik disebabkan karena :
  1. Adanya depresi ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa Barat pada akhir tahun 1957 dan awal tahun 1958 mengakibatkan ekspor dan pendapatan negara merosot.
  2. Perjuangan pembebasan Irian Barat dengan melakukan nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda di Indonesia menimbulkan gejolak ekonomi.
  3. Adanya ketegangan antara pusat dan daerah sehingga banyak daerah yang melaksanakan kebijakan ekonominya masing-masing.

5. Nasionalisasi Perusahaan
Usaha pembangunan ekonomi nasional lainnya dijalankan dengan kebijakan nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing. Nasionalisasi adalah proses di mana negara mengambil alih kepemilikan suatu perusahaan milik swasta atau asing. Undang-Undang nasionalisasi disahkan pada tanggal 27 Desember 1958. Dalam Peraturan  Pemerintah (PP) No.23/1958 tersebut ditetapkan bahwa perusahaan-perusahaan milik Belanda yang berada di wilayah RI menjadi milik penuh dan bebas negara RI.

Pada tahun 1956, PM Ali Sastroamidjojo II membatalkan perjanjian KMB dengan Belanda secara sepihak, karena Belanda tidak mau menyerahkan Irian Barat kepada RI. Namun, pemerintah RI masih mengusahakan perjuangan diplomasi melalui Perserikatan bangsa-bangsa (PBB). Hasilnya, Indonesia kembali gagal memperjuangkan kembalinya Irian Barat ke dalam naungan RI dalam Sidang Umum PBB di bulan November 1957. Pemerintah Indonesia pada masa itu mengambil kebijakan untuk melakukan nasionalisasi perusahaan Belanda. Sejak tahun 1957 nasionalisasi yang dilakukan pemerintah terbagi dalam dua tahap;
  1. Pertama, tahap pengambilalihan, penyitaan dan penguasaan atau sering disebut “di bawah pengawasan”. 
  2. Kedua, pemerintah mulai mengambil kebijakan yang pasti, yakni perusahaan-perusahaan yang diambil alih itu kemudian dinasionalisasikan.

Selanjutnya pemerintah membentuk Badan Nasionalisasi Perusahaan Belanda (BANAS) untuk menertibkan proses nasionalisasi. Beberapa Perusahaan asing yang dinasionalisasi antara lain sebagai berikut.
  1. Pada tahun 1953 Pemerintah Indonesia menasionalisasi De Javasche Bank (DJB) menjadi Bank Indonesia (BI).
  2. Perusahaan swasta peninggalan Belanda yang mengelola listrik dilebur ke dalam PLN (Perusahaan Listrik Negara). 
  3. Pengelolaan jaringan kereta api dilebur menjadi Djawatan Kereta Api (DKA), yang kemudian berkembang menjadi PJKA, PERUMKA dan saat ini PT KAI.
  4. Sektor kepentingan umum lain yang diambil alih adalah jawatan Pos Telegram dan Telekomunikasi (PTT), Djawatan Pegadaian dan Djawatan Angkutan Motor RI (DAMRI), 
  5. Perusahaan perkebunan Belanda diambil alih dan kemudian ditempatkan di bawah pengawasan Pusat Perkebunan Negara (PPN) 
  6. Dalam bidang perhubungan, dibentuk penerbangan komersial Garuda Indonesia Airways (GIA) yang mengambil alih semua asset KNILM (Koninklijke Nederlands Indische Luchtvaart Maatschappij), anak perusahaan KLM di Hindia Belanda).
  7. Perusahaan pelayaran Belanda KPM (Koninklijke Paketvaart Maatschappij) yang merupakan embrio PELNI.
  8. Perusahaan-perusahaan minyak seperti BPM (Borneo Petroleum Maatschappij) dan Shell (perusahaan patungan Belanda-Inggris).
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 1:59 PM

Pemilihan Umum Tahun 1955

Pemilu 1955 merupakan pemilu pertama yang bersifat nasional yang bertujuan untuk memilih wakil-wakil rakyat yang akan duduk dalam parlemen dan dewan Konstituante. Pemilu ini dilaksanakan selama dua tahap, tahap pertama pertama untuk memilih anggota parlemen yang dilaksanakan pada 29 September 1955 dan tahap kedua untuk memilih anggota Dewan Konstituante (badan pembuat Undang-undang Dasar) dilaksanakan pada 15 Desember 1955. Penyelenggaraan pemilu tahun 1955 merupakan pemilu yang paling ideal dan paling demokratis. Idealitas yang dibangun berdasarkan kebebasan dan pluralitas kontestan pemilu, netralitas birokrasi dan militer setidaknya dalam konsep, tidak terjadi kerusuhan atau bentrok masa, diwakilinya semua partai dalam badan penyelenggara pemilu dan antusiasme pemilih.

Pemilu pada tahun 1955 ini merupakan pemilu yang disiapkan dan diselenggarakan oleh tiga kabinet yang berbeda. Persiapannya dilakukan oleh Kabinet Wilopo, sedangkan pelaksanaannya dilakukan oleh Kabinet Ali Sastroamidjojo (31 Juli 1953-12 Agustus 1955) dan Kabinet Burhanuddin Harahap. Kabinet Wilopo mempersiapkan rencana undang-undang dan mengesahkan undang-undang pemilu. Kabinet Ali Sastroamidjojo melaksanakan pemilu sampai tahap kampanye kemudian diganti Kabinet Burhanuddin Harahap yang melaksanakan tahapan selanjutnya yaitu hari-H pencoblosan sampai pemilu selesai.

Pelaksanaan Pemilihan Umum pertama dibagi dalam 16 daerah pemilihan yang meliputi 208 kabupaten, 2139 kecamatan dan 43.429 desa, dan 39 juta rakyat Indonesia memberikan suaranya di kotak-kotak suara. Pemilihan umum 1955 merupakan tonggak demokrasi pertama di Indonesia. Keberhasilan penyelenggaraan pemilihan umum ini menandakan telah berjalannya demokrasi di kalangan rakyat. Rakyat telah menggunakan hak pilihnya untuk memilih wakil-wakil mereka.
pemilu 1955
Dalam pemilihan umum 1955 terdapat 100 partai besar dan kecil yang mengajukan calon-calonnya untuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan 82 partai besar dan kecil untuk Dewan Konstituante. Selain itu masih ada 86 organisasi dan perseorangan akan ikut dalam pemilihan umum. Dalam pendaftaran pemilihan tidak kurang dari 60% penduduk Indonesia yang mendaftarkan namanya (kurang lebih 78 juta), angka yang cukup tinggi yang ikut dalam pesta demokrasi yang pertama.

A. Pemilihan Anggota DPR
Pemilihan umum untuk anggota DPR dilaksanakan pada tanggal 29 September 1955. Hasilnya diumumkan pada 1 Maret 1956. Urutan perolehan suara terbanyak adalah PNI, Masyumi, Nahdatul Ulama dan PKI. Sepuluh perolehan suara terbanyak memperoleh kursi sebagai berikut :
No. Nama Partai Jumlah Kursi No. Nama Partai Jumlah Kursi
1. Partai Nasional Indonesia 57 6. Partai Kristen Indonesia 8
2. Masyumi 57 7. Partai Katholik Indonesia 6
3. Nahdlatul Ulama 45 8. Partai Sosialis Indonesia 5
4. Partai Komunis Indonesia 39 9. IPKI 4
5. PSII 8 10. PersatuanTtarbiyah Islamiyah 4

Pemilihan Umum 1955 menghasilkan susunan anggota DPR dengan jumlah anggota sebanyak 250 orang dan dilantik pada tanggal 24 Maret 1956 oleh Presiden Soekarno. Acara pelantikan ini dihadiri oleh anggota DPR yang lama dan menteri-menteri Kabinet Burhanudin Harahap. Dengan terbentuknya DPR yang baru maka berakhirlah masa tugas DPR yang lama dan penunjukkan tim formatur dilakukan berdasarkan jumlah suara terbanyak di DPR.

Daftar susunan Dewan Perwakilan Rakyat 1956–1960 antara lain sebagai berikut.
No Jabatan Nama
1. Ketua Fraksi Mr. Burhanuddin Harahap
2. Wakil Ketua I H. Zainal Abidin Ahmad
3. Wakil Ketua II R.T. Djaja Rahmat
4. Wakil Ketua III K.H. Tjikwan
5. Sekretaris I G.A. Muis
6. Sekretaris II E. Zainal Muttaqien
7. Bendahara Ny. Sunarjo Mangunpuspito

Pemilihan Umum anggota Dewan Konstituante dilaksanakan pada 15 Desember 1955. Hasil pemilihan  diumumkan pada 16 Juli 1956, perolehan suara partai-partai yang mengikuti pemilihan anggota Dewan Konstituante urutannya tidak jauh berbeda dengan pemilihan anggota legislatif, empat besar partainya adalah PNI, Masyumi, NU dan PKI.
No. Nama Partai Jumlah Kursi No. Nama Partai Jumlah Kursi
1. Partai Nasional Indonesia 119 6. Partai Kristen Indonesia 16
2. Masyumi 112 7. Partai Katholik Indonesia 106
3. Nahdlatul Ulama 91 8. Partai Sosialis Indonesia 10
4. Partai Komunis Indonesia 80 9. IPKI 8
5. PSII 16 10. PersatuanTtarbiyah Islamiyah 7

Keanggotaaan Dewan Konstituante terdiri dari anggota hasil pemilihan umum dan yang diangkat oleh pemerintah. Pemeritah mengangkat anggota Konstituate jika ada golongan penduduk minoritas yang turut dalam pemilihan umum tidak memperoleh jumlah kursi sejumlah yang ditetapkan dalam UUDS 1950. Kelompok minoritas yang ditetapkan jumlah kursi minimal adalah golongan Cina dengan 18 kursi, golongan Eropa dengan 12 kursi dan golongan Arab 6 kursi.

Daftar susunan Konstituante 1956–1959
No Jabatan Nama
1. Ketua Fraksi Mohammad Natsir
2. Wakil Ketua I H. Zainal Abidin Ahmad
3. Wakil Ketua II K. H. Faqih Usman
4. Wakil Ketua III Sjapei
5. Sekretaris I Hasan Natapermana
6. Sekretaris II Dahlan Lukman
7. Pembantu Osman Raliby, K.H. Taufiqurrahman, Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Rd. Moh. Hidajat, Bey Arifan, Zamzami Kimin, Prof. A. Kahar Mudzakkir, dan Ny. Nadimah Tandjung

Dalam sidang-sidang Dewan Konstituante yang berlangsung sejak tahun 1956 hingga Dekrit Presiden 5 Juli 1959 tidak menghasilkan apa yang diamanatkan oleh UUD S 1950. Dewan memang berhasil menyelesaikan bagian-bagian dari rancangan UUD, namun terkait dengan masalah dasar negara, Dewan Konstituante tidak berhasil menyelesaikan perbedaan yang mendasar diantara usulan dasar negara yang ada. Dalam sidang Dewan Konstituante muncul tiga usulan dasar negara yang diusung oleh partai-partai; 
  1. Dasar negara Pancasila diusung antara lain oleh PNI, PKRI, Permai, Parkindo, dan Baperki; 
  2. Kedua, Dasar negara Islam diusung antara lain oleh Masyumi, NU dan PSII;
  3. Ketiga, Dasar negara Sosial Ekonomi yang diusung oleh Partai Murba dan Partai Buruh. 

Dalam upaya untuk menyelesaikan perbedaan pendapat terkait dengan masalah dasar negara, kelompok Islam mengusulkan kepada pendukung Pancasila tentang kemungkinan dimasukannya nilai-nilai Islam ke dalam Pancasila, yaitu dimasukkannya Piagam Jakarta 22 Juni 1945 sebagai pembukaan undang-undang dasar yang baru. Namun usulan ini ditolak oleh pendukung Pancasila.

Kondisi ini mendorong Presiden Soekarno dalam amanatnya di depan sidang Dewan Konstituante mengusulkan untuk kembali ke UUD 1945. Konstituante harus menerima UUD 1945 apa adanya, baik  pembukaan maupun batang tubuhnya tanpa perubahan. Dewan Konstituante mengadakan musyawarah namun tidak berhasil mencapai kuorum. Kondisi ini mendorong KSAD, Jenderal Nasution, selaku Penguasa Perang Pusat (Peperpu) dengan persetujuan dari Menteri Pertahanan sekaligus Perdana Menteri Ir. Djuanda, melarang sementara semua kegiatan politik dan menunda semua sidang

Hari Minggu 5 Juli 1959, Presiden Soekarno menetapkan Dekrit Presiden 1959 di Istana Merdeka. Isi pokok dari Dekrit Presiden tersebut adalah membubarkan Dewan Konstituante, menyatakan berlakunya kembali UUD 1945 dan menyatakan tidak berlakunya UUD Sementara 1950. Dekrit juga menyebutkan akan dibentuknya Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) dan Dewan Pertimbangan Agung Sementara (DPAS) dalam waktu sesingkat-singkatnya.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:52 PM

Teladan dari Tokoh Integrasi Indonesia

Kemerdekaan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 di mna pada saat itu juga masih ada kerajaan-kerajaan yang berdaulat. Hebatnya, para penguasa kerajaan-kerajaan tersebut lebih memilih untuk meleburkan kerajaan mereka ke dalam negara Republik Indonesia. Hal ini bisa terjadi tak lain karena dalam diri para raja dan rakyat di daerah mereka telah tertanam dengan begitu kuat rasa kebangsaan Indonesia. Mereka lebih memilih bergabung dengan Republik Indonesia daripada bergabung dengan Belanda atau berdiri sendiri. Sikap nasionalisme para raja pada waktu itu patut kita hargai dan kita teladani.

Meski demikian tak semua raja yang ada pada waktu itu mau bergabung dengan negara kesatuan RI. Salah satu contohnya adalah Sultan Hamid II dari Pontianak. Sultan Hamid II adalah seorang menteri di Kabinet Indonesia Serikat (RIS). Dia berjasa menciptakan lambang Garuda Pancasila yang menjadi lambang negara Indonesia.  Namun pada tahun 1950-an lebih memilih berontak hingga turut serta dalam rencana jahat terhadap beberapa tokoh dan pejabat di Jakarta, meski akhirnya mengalami kegagalan. Berikut contoh dua orang raja yang memilih untuk melawan Belanda dan bergabung dengan negara kesatuan Republik Indonesia, yaitu Sultan Hamengkubuwono IX dari Yogyakarta dan Sultan Syarif Kasim II dari kerajaan Siak.

1. Sultan Hamengkubuwono IX (1912-1988)
Biografi Gusti Raden Mas Dorodjatun atau Sri Sultan Hamengkubuwana IX adalah Pahlawan Nasional dan seorang Sultan yang pernah memimpin di Kasultanan Yogyakarta (1940-1988). Beliau juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang pertama setelah kemerdekaan Indonesia. Beliau dilahirkan di Yogyakarta 12 April 1912 dan Wafat Amerikadi  Serikat, 3 Oktober 1988serta dimakamkan di Imogiri, Yogyakarta. Beliau menempuh pendidikan di Pendidikan :Eerste Europese Lagere School, Yogyakarta, Neutrale Europese Lagere School.Yogyakarta, Hogere Burger School, Bandung, Hogere Burger School, Semarang, Gimnasium, Haar, Negeri Belanda, dan Fakulteit Indologi pada Rijksuniversiteit (Sampai  tingkat doktoral) Leiden, Negeri Belanda
Peran
  1. Pada tahun 1940, ketika Sultan Hamengkubuwono IX dinobatkan menjadi raja Yogjakarta, ia dengan tegas menunjukkan sikap nasionalismenya. Dalam pidatonya saat itu, ia mengatakan: “Walaupun saya telah mengenyam pendidikan Barat yang sebenarnya, namun pertama-tama saya adalah dan tetap adalah orang Jawa.”
  2. Sultan Hamengkubuwono IX juga pernah menolak tawaran Belanda yang akan menjadikannya raja seluruh Jawa setelah agresi militer Belanda II berlangsung.
  3. Sultan bersama Paku Alam IX adalah penguasa lokal pertama yang menggabungkan diri ke Republik Indonesia. 
  4. Tiga minggu setelah proklamasi 17 Agustus 1945 dibacakan, Sultan Hamengkubuwono IX menyatakan Kerajaan Yogjakarta adalah bagian dari negara Republik Indonesia. Dimulai pada tanggal 19 Agustus, Sultan mengirim telegram ucapan selamat kepada Soekarno-Hatta atas terbentuknya Republik Indonesia dan terpilihnya Soekarno-Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden.
  5. Sultan pulalah yang mengundang Presiden untuk memimpin dari Yogyakarta setelah Jakarta dikuasai Belanda dalam Agresi Militer Belanda I. 
  6. Sultan memberikan banyak fasilitas bagi pemerintah RI yang baru terbentuk untuk menjalankan roda pemerintahan. Markas TKR dan ibukota RI misalnya, pernah berada di Yogjakarta atas saran Sultan. Bantuan logistik dan perlindungan bagi kesatuan-kesatuan TNI tatkala perang kemerdekaan berlangsung, juga ia berikan.
  7. Sultan Hamengkubuwana IX tercatat sebagai Gubernur terlama yang menjabat di Indonesia antara 1945-1988 dan Raja Kesultanan Yogyakarta terlama antara 1940-1988.
  8. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia yang kedua antara tahun 1973-1978. 
  9. Ia juga dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia, dan pernah menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Nilai kepahlawanan yang ditunjukan oleh Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono IX begitu terasa di masyarakat. Bahkan sebagai seorang pewaris tahta kerajaan (Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat), beliau tidak bersikap sombong dan mau bergaul dengan rakyat jelata. Perjuangannya tidak hanya berhenti pada masa awal kemerdekaan, namun berlanjut sampai mengisi kemerdekaan itu sendiri, bahkan sampai akhir hayat hidupnya diabdikan untuk kepentingan bangsa dan negaranya (Indonesia). Inilah segi yang menarik dari pribadi Hamengku Buwono IX yang begitu merakyat, walaupun dia adalah seorang raja.

2. Sultan Syarif Kasim II (1893-1968)
Biografi Sultan Syarif Kasim II lahir di Siak Sri Indrapura, Riau, 1 Desember 1893 adalah sultan ke-12 Kesultanan Siak. Ia dinobatkan sebagai sultan pada umur 21 tahun menggantikan ayahnya Sultan Syarif Hasyim. Sultan Namanya kini diabadikan untuk Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru..Di bawah kepemimpinan Sultan Syarif Kasim II, Siak menjadi ancaman bagi Pemerintah Hindia Belanda. Soalnya, dia secara terang-terangan menunjukkan penentangannya terhadap penjajahan. Dengan lantangnya, Syarif Kasim II menolak Sri Ratu Belanda sebagai pemimpin tertinggi para raja di kepulauan Nusantara, termasuk Siak.
Peran
  1. Ia memiliki sikap bahwa kerajaan Siak berkedudukan sejajar dengan Belanda. Berbagai kebijakan yang ia lakukan pun kerap bertentangan dengan keinginan Belanda.
  2. Ketika berita proklamasi kemerdekaan Indonesia sampai ke Siak, Sultan Syarif Kasim II segera mengirim surat kepada Soekarno-Hatta, menyatakan kesetiaan dan dukungan terhadap pemerintah RI serta menyerahkan harta senilai 13 juta gulden untuk membantu perjuangan RI. 
  3. Sultan Syarif Kasim II membentuk Komite Nasional Indonesia di Siak, Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan Barisan Pemuda Republik.
  4. Beliau mengajak raja-raja di Sumatera Timur lainnya agar turut memihak republik. Saat revolusi kemerdekaan pecah,
  5. Beliau juga kembali menyerahkan kembali 30 % harta kekayaannya berupa emas kepada Presiden Soekarno di Yogyakarta bagi kepentingan perjuangan. 
  6. Ketika Van Mook, Gubernur Jenderal de facto Hindia Belanda, mengangkatnya sebagai “Sultan Boneka”Belanda, Sultan Syarif Kasim II tentu saja menolak. Ia tetap memilih bergabung dengan pemerintah Republik Indonesia.

Sultan Syarif Kasim II dihormati orang karena kata dengan perbuatannya. Beliau tidak hanya mendukung NKRI dengan maklumat dan pernyataan politik saja, tetapi juga dengan menyumbangkan harta miliknya dalam jumlah sangat besar kepada negara. Dia tidak hanya menyayangi rakyatnya dengan kata dan ungkapan, tetapi juga dengan mencerdaskannya lewat penyediaan sekolah. Syarif mendukung perjuangan lewat seruan di istana, tapi juga hadir dalam kancah perjuangan dengan bantuan yang konkrit.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 3:30 PM

Teladan Para Tokoh Persatuan Papua

Tidak sembarangan orang dapat menyandang secara resmi gelar pahlawan nasional. Menurut Kementrian Sosial Pahlawan Nasional adalah gelar yang diberikan kepada warga Negara Indonesia atau seseorang yang berjuang melawan penjajahan di wilayah yang sekarang menjadi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang gugur atau meninggal dunia demi membela bangsa dan Negara, atau yang semasa hidupnya melakukan tindakan kepahlawanan atau menghasilkan prestasi dan karya yang luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara Republik Indonesia. Sedangkan tindak kepahlawanan adalah perbuatan nyata yang dapat dikenang dan diteladani sepanjang masa bagi warga masyarakat lainnya.

Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Salah satu diantaranya adalah tokoh tersebut telah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik atau perjuangan dalam bidang lainnya untuk mencapai / merebut / mempertahankan/ mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Beberapa tokoh yang berasal dari Papua merupakan para pahlawan nasional yang memiliki jasa dalam mewujudkan integrasi bangsa Indonesia. Posisi Papua dalam sejarah Indonesia setelah kemerdekaan sebenarnya unik. Papua adalah wilayah di Indonesia yang bahkan setelah RI kembali menjadi negara kesatuan pada tahun 1950 pun, tetap berada dalam kendali Belanda. Khusus persoalan Papua, berdasarkan hasil KMB tahun 1949,

Meski demikian, dalam kurun waktu selama itu, bukan berarti rakyat Papua berdiam diri untuk tidak menunjukkan nasionalisme keindonesiaan mereka. Berbagai upaya juga mereka lakukan agar bisa menjadikan Papua sebagai bagian dari negara Republik Indonesia. Pahlawan yang berasal dari wilayah paling timur Indonesia sesungguhnya mereka mempunyai jasa yang sangat besar dalam upaya memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Tiga tokoh Pahlawan Nasional dari Papua yaitu Frans Kaisiepo, Silas Papare dan Marthen Indey.

1. Frans Kaisiepo (1921-1979)
Biografi Frans Kaisiepo lahir di Wardo, Biak, Papua, 10 Oktober 1912 . Beliau adalah pahlawan nasional Indonesia dari Papua yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cendrawasih, Jayapura. Untuk mengenang jasanya, namanya diabadikan sebagai nama Bandar Udara Frans Kaisiepo di Biak. Frans Kaisiepo dan rakyat Biak kemudian terus mengadakan perlawanan menentang Belanda di Irian. Saat Konferensi Meja Bundar (KMB), Frans menolak diangkat sebagai anggota Delegasi Belanda. Akibatnya, ia dihukum dan diasingkan ke daerah terpencil. Beliau diangkat menjadi Pahlawan Nasional dengan SK Pres: 077 /TK/ 1993 bertanggal 14- 9-1993.
Frans Kaisiepo
Peran
  1. Beliau turut berperan dalam pendirian Partai Indonesia Merdeka (PIM) pada tanggal 10 Mei 1946 dan dalam tahun yang sama, Kaisiepo menjadi anggota delegasi Papua dalam konferensi Malino di Sulawesi Selatan.  
  2. Dalam konferensi ini, Frans Kaisiepo juga menentang pembentukan Negara Indonesia Timur (NIT) karena NIT tidak memasukkan Papua ke dalamnya. Ia lalu mengusulkan agar Papua dimasukkan ke dalam Keresidenan Sulawesi Utara.
  3. Beliau  menyebut Papua (Nederlands Nieuw Guinea) dengan nama Irian yang konon diambil dari bahasa Biak dan berarti daerah panas. Namun kata Irian tersebut malah diberinya pengertian lain : “Ikut Republik Indonesia Anti Nederlands.
  4. Tahun 1948 Kaisiepo ikut berperan dalam merancang pemberontakan rakyat Biak melawan pemerintah kolonial Belanda. Setahun setelahnya, ia menolak menjadi ketua delegasi Nederlands Nieuw Guinea ke Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag.
  5. Tahun 1961 ia mendirikan partai politik Irian Sebagian Indonesia (ISI) yang menuntut penyatuan Nederlans Nieuw Guinea ke negara Republik Indonesia.
  6. Pada akhir tahun 1960-an, Kaisiepo berupaya agar Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) bisa dimenangkan oleh masyarakat yang ingin Papua bergabung ke Indonesia.
  7. Beliau pernah menjabat sebagai Gubernur Papua antara tahun 1964-1973.
    .

2. Silas Papare (1918-1978)
Biografi Silas Papare lahir di Serui, Papua, 18 Desember 1918 adalah seorang pejuang penyatuan Irian Jaya (Papua) ke dalam wilayah Indonesia. Beliau adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Namanya diabadikan menjadi salah satu Kapal Perang Korvet kelas Parchim TNI AL KRI Silas Papare. Monumen Silas Papare juga didirikan di dekat pantai dan pelabuhan laut Serui. Nama Beliau  juga diabadikan sebagai nama Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Politik (STISIPOL) Silas Papare, yang berada di Jalan Diponegoro. Sedangkan di kota Nabire, nama Silas Papare dikenang dalam wujud nama jalan.
Silas Papare
Peran
  1. Silas Papare membentuk Komite Indonesia Merdeka (KIM) hanya sekitar sebulan setelah Indonesia merdeka. Tujuan KIM yang dibentuk pada bulan September 1945 ini adalah untuk menghimpun kekuatan dan mengatur gerak langkah perjuangan dalam membela dan mempertahankan proklamasi 17 Agustus 1945. 
  2. Bulan Desember tahun yang sama, Silas Papare bersama Marthen Indey dianggap mempengaruhi Batalyon Papua bentukan Sekutu untuk memberontak terhadap Belanda. 
  3. Silas Papare mendirikan Partai Kemerdekaaan Irian, partai ini kemudian diundang pemerintah RI ke Yogyakarta.
  4. Silas Papare bersama dengan teman-temannya membentuk Badan Perjuangan Irian di Yogyakarta. 
  5. Sepanjang tahun 1950-an ia berusaha keras agar Papua menjadi bagian dari Republik Indonesia. 
  6. Tahun 1962 ia mewakili Irian Barat duduk sebagai anggota delegasi RI dalam Perundingan New York antara Indonesia-Belanda dalam upaya penyelesaian masalah Papua. Berdasarkan “New York Agreement” ini, Belanda akhirnya setuju untuk mengembalikan Papua ke Indonesia.

3. Marthen Indey (1912–1986)
Biografi Marthen Indey (ahir di Doromena, 14 Maret 1912 merupakan putra Papua yang ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai pahlawan Nasional Indonesia berdasar SK Presiden No.077 /TK/ 1993 tgl. 14 September 1993 bersama dengan dua putra Papua lainnya yaitu Frans Kaisiepo dan Silas Papare. sebelum Jepang masuk ke Indonesia adalah seorang anggota polisi Hindia Belanda. Namun jabatan ini bukan berarti melunturkan sikap nasionalismenya. Keindonesiaan yang ia miliki justru semakin tumbuh tatkala ia kerap berinteraksi dengan tahanan politik Indonesia yang dibuang Belanda ke Papua.
Marthen Indey
Peran
  1. Antara tahun 1945-1947, Indey masih menjadi pegawai pemerintah Belanda dengan jabatan sebagai Kepala Distrik. Meski demikian, bersama-sama kaum nasionalis di Papua, secara sembunyi-sembunyi ia malah menyiapkan pemberontakan. Tetapi sekali lagi, pemberontakan ini gagal dilaksanakan.
  2. Sejak tahun 1946 Marthen Indey menjadi Ketua Partai Indonesia Merdeka (PIM). Ia lalu memimpin sebuah aksi protes yang didukung delegasi 12 Kepala Suku terhadap keinginan Belanda yang ingin memisahkan Papua dari Indonesia.
  3. Tahun 1962, saat Marthen Indey menyusun kekuatan gerilya sambil menunggu kedatangan tentara Indonesia yang akan diterjunkan ke Papua dalam rangka operasi Trikora. 
  4. Beliau diangkat sebagai anggota MPRS (Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara) sejak tahun 1963 hingga 1968. Dan juga diangkat sebagai kontrolir diperbantukan pada Residen Jayapura dan berpangkat Mayor Tituler selama dua puluh tahun.
  5. Saat perang usai, ia berangkat ke New York untuk memperjuangkan masuknya Papua ke wilayah Indonesia, di PBB hingga akhirnya Papua (Irian) benar-benar menjadi bagian Republik Indonesia.

Para pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah orang-orang yang amat berjasa. Mereka telah bekerja keras melalui gagasan dan pemikirannya untuk mempersiapkan tatanan pemerintahan Republik Indonesia. Para tokoh bangsa mencurahkan tenaga dan pikiran untuk meletakkan dasar Indonesia merdeka. Mereka memiliki sikap rela berkorban tanpa pamrih dalam mewujudkan Indonesia merdeka.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:17 PM