Peranan Musik Tradisional

Keragaman musik telah tumbuh dan berkembang di wilayah Indonesia, mulai dari jenis musik tradisional hingga musik modern dan kontemporer, dari musik lokal hingga musik mancanegara. Berdasarkan beberapa referensi yang ditemukan musik tradisional merupakan musik yang hidup di masyarakat secara turun temurun, dipertahankan bukan sebagai sarana hiburan saja, melainkan ada dipakai untuk pengobatan dan ada yang menjadi suatu sarana komunikasi antara manusia dengan penciptanya. Hal ini adalah menurut kepercayaan masing-masing orang saja. Musik ini pun merupakan perbendaharaan seni lokal masyarakat dan berkembang secara tradisional di kalangan suku-suku tertentu.

1. Peranan Musik Tradisional Indonesia
Perkembangan musik tradisional yang cenderung mengarah kepada penyesuaian keperluan apresiasi masyarakat masa kini yang dinamis dan perilaku yang serba cepat, maka pertimbangan pengembangan musik tradisional mengarah pula kepada penempatan dinamika musikal sebagai dasar disain dramatik penggarapan itu sendiri. Menggarap konsep pengembangan musik tradisional yang disesuaikan dengan keperluan seni pergelaran. 

Adanya pengembangan berarti dinamika sebuah garapan musik yang berdasarkan kepada pengembangan musik tradisional telah membuka peluang terhadap beberapa jenis musik trasdisional yang mempunyai pola melodi ataupun ritme dinamis yang mendapat tempat mengisi bagian-bagian dalam komposisi musik baru. Istilah musik tradisional ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat dunia, seperti negara-negara di Eropa musik tradisinya ialah musik klasik, musik jazz, musik blues, musik country, musik ska, dan musik reggae. Musik tradisional nusantara memiliki beberapa peranan dalam kehidupan di antaranya sebagai:
  1. Sebagai lambang kebanggaan bagi daerah yang bersangkutan, musik tradisional mencerminkan kekayaan budaya dengan karakter dan ciri khas yang berbeda dengan  lainnya. 
  2. Sebagai sarana ekspresi diri karena melalui musik tradisional kita dapat mengakrualisasikan potensi diri, mengungkapkan perassaan, pikiran, gagasan, cita-cita. Pengungkapan perasaan melalui musik juga dapat menjadi salah satu terapi kesehatan yang disebut katarsis.
  3. Sebagai sarana upacara budaya (ritual) misalnya pada upacara kematian, kelahiran, pernikahan, serta upacara keagamaan, di beberapa daerah bunyi – bunyian yang dihasilkan oleh instrument musik tertentu diyakini mempunyai kekuatan magis. 
  4. Sebagai sarana hiburan musik berfungsi sebagai cara untuk menghilangkan kejenuhan akibat rutinitas sehari – hari sekaligus sebagai sarana rekreasi dan pertemuan dengan warga masyarakat lainya.
musik tradisional
2. Peranan Musik tradisional Mancanegara
Musik tradisional mancanegara adalah musik yang dipengaruhi oleh adat, tradisi, budaya masyarakat setempat dalam suatu negara. Sebuah musik tradisional mancanegara menggambarkan kebudayaan yang dianut. Musik tradisional mancanegara umumnya berperan dalam acara keagamaan, acara pesta panen, atau acara perhelatan perkawinan. Beberapa negara di dunia memiliki musik tradisional dengan jenis dan macamnya yang beraneka ragam dan berbeda:
  • Perancis, permainan musik accordion berfungsi sebagai pengiring dansa.
  • Irlandia dan Eropa Timur, masyarakat tradisional dengan bersemangat memainkan alat musik biola sebagai hiburan dan acara pesta.
  • Scotlandia dengan alat musik bagpipe (pipa berkantung) digunakan untuk bersenandung dan sebagai kelompok musik militer Scotlandia dengan kelengkapan genderang.
  • Afrika Selatan dikenal alat musik terompet tradisional yang menghasilkan suara yang cukup keras yang berfungsi untuk memberikan semangat.
  • Musik Tradisional Australia pada musik Aborigin. Musik ini merupakan bagian integral dari perayaan sosial, budaya dan upacara adat. Musik Musik Australia dihasilkan oleh masyarakat pribumi (Masyarakat Aborigin). Musik ini ditandai dengan adanya alat musik didgeridoo.
  • Penduduk pegunungan Alpen, khususnya di wilayah Frankenhofen, Jerman, ternyata memiliki alat musik tradisional berupa terompet panjang. Biasanya digunakan untuk alat komunikasi atau alat pemberi peringatan.
  • Native American flute dengan musik yang dimainkan tanpa iringan dalam penyembuhan, meditasi, dan ritual rohani.
  • Musik Melayu merupakan jenis musik yang lahir dan berkembang di kawasan daerah rumpun melayu yang meliputi Negara Malaysia, Singapura, Philipina, Brunei Darusalam dan di Indonesia. Musik melayu memiliki peranan sebagai sarana hiburan dengan membawa sentuhan berdendang dan joget melayu.
  • Musik Timur Tengah / Padang Pasir merupakan jenis musik yang berkembang di kawasan Timur Tengah yaitu di Negara Arab dan sekitarnya, Kuwait, Mesir, Irak dan lain-lain. Musik yang paling menonjol adalah Qasidah lagu bernafaskan Islam. Syair lagu qasidah meceritakan keagungan Allah. 
Berdasarkan beberapa contoh musik tradisional seperti disebutkan di atas ternyata musik tradisional mancanegara sangat beragam. Musik tradisional mancanegara memiliki beberapa peranan dalam kehidupan di antaranya sebagai:
  1. Media hiburan bagi para pendengarnya
  2. Media pendidikan dan pembelajarn seni
  3. Media informasi budaya serta komunikasi
  4. Media pengiring upacara keagamaan, upacara militer
  5. Media motivator atau memberikan semangat dan lain-lain.

Sebagai kekayaan kebudayaan bangsa musik tradisional nusantara haraus tetap dijaga kelestraianya. Untuk menjaga kelestarian musik tradisional dapat silakukan dengan beberapa cara sebagai berikut. Pertama, mengadakan pergelaran musik tradisional di lingkungan sekitar kita. Kedua, bagi para generasi muda perlu ditumbuhkan semangat belajar memainkan alat musik tradisional.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:54 PM

Garis Waktu Perkembangan Musik

Musik mempunyai banyak kegunaan dalam kehidupan kita sehari-hari. Mulai dari janin di dalam perut sampai kita menjadi dewasa dan tua bisa memanfaatkan musik tersebut. Sehingga tidak heran bila dunia musik selalu berkembang seiring dengan kebutuhan umat manusia. Musik tumbuh dan berkembang sejalan dengan perkembangan hidup manusia. Jika ditinjau dari bentuk kekaryaannya, musik dapat dibedakan berdasarkan waktu atau zamannya.

Musik sudah ada sejak Zaman purbakala dan dipergunakan sebagai alat untuk mengiringi upacara-upacara kepercayaan. Perubahan sejarah musik terbesar terjadi pada abad pertengahan,disebabkan terjadinya perubahan keadaan dunia yang makin meningkat. Musik tidak hanya dipergunakan untuk keperluan keagamaan, tetapi dipergunakan juga un tuk urusan duniawi. Berdasarkan urutan waktunya perkembangan musik dapat dikelompokan seperti di bawah ini.

A. Era Kuno (Zaman Kuno)
Sejarah musik dunia dipercaya dimulai dari masa lalu dan dipelopori oleh musik Asia, musik Mesopotamia, dan juga musik yunani. Musik kuno. Masing-masing musik tersebut memberikan pengaruhnya masing-masing. Berdasarkan masa perkembangannya musik dapat dikelompokkan menjadi musik timur tengah dan mesir kuno, yunani kuno, dan romawi kuno.

1. Timur Tengah dan Mesir Kuno
Timur Tengah dan Mesir Kuno (daerah Mesopotamia di sekitar sungai Tigris dan Euphrate yang didiami suku-suku bangsa Sumeria, Babylonia, dan Assyria) meninggalkan artefak gambar-gambar instsrumen musik yang sudah lengkap (idifon, aerofon, kordofon, dan membranofon) untuk meminkan himne yang diukir pada batu tahun 800 SM. Bangsa Yahudi tercatat sejak tahun 2000 SM dan didokumentasikan dalam Kitab Pejanjian Lama yang lebih berkembang karena kemudian diadopsi dan diadaptasikan dalam liturgi agama Kristen. Tradisi peribadatan Yahudi di Synagogue (kuil) berupa gaya menyanyi silabis dan melismatis hingga kini tetap digunakan di seluruh dunia.

2. Yunani Kuno
Yunani Kuno merupakan budaya yang paling berpengaruh pada perkembangan musik di Barat melalui bangsa Romawi yang menaklukkan mereka tetapi sekaligus banyak mengadobsi budayanya. Sejarah Yunani baru mulai sekitar tahun 1000 SM tetapi segera mempengaruhi bangsa-bangsa sekitarnya. Seperti sejarah Yunani yang penuh dengan kejayaan dibidang penemuan dan juga peradaban rakyatnya, musik juga berkembang dengan baik.

Dua dewa yang paling dipuja bangsa Yunani Kuno adalah Apolli dan Dionysus. Pemuja Apollo, memainkan instrumen musik berdawai kithara sejenis lyre adalah kaum yang berwatak objektif terhadap ekspresi, sederhana dan jernih. Salah satu contohnya, Lyre kedepannya menjadi cikal bakal dari kecapi. Sebaliknya pengikut Dionysus suka meminkan instrumen tiup seperti aulos yang bersifat subjektif dan emosional.

3. Romawi Kuno
Bangsa Romawi Kuno memperoleh musik dari Yunani. Selama lebih dari lima abad, Roma memerintah wilayah Eropa (kecuali Jerman), Inggris, Afrika Utara dan daerah Turki. Oleh karena itu, kebudayaan Romawi Kuno banyak dipengaruhi oleh daerah Yunani, begitu juga dalam hal musik.

B. Era Abad Pertengahan (Medieval Era) 600-1450
Pada masa abad pertengahan kehidupan dan seni ditujukan untuk pelayanan gereja. Musik hanya untuk keperluan ibadat. Mewarisi modus-modus Yunani, bangsa Romawi yang Kristen mengembangkan modus-modus gereja sebagai sistem tangga nada yang hingga kini masih digunakan dalam berbagai peribadatan Kristen. 

Standarisasi dalam berbagai lapangan pengetahuan juga terjadi dalam musik, biarawan dan teoretikus musik Guido. Notasi pada awal era pertengahan tidak mempunyai rhythm yang khusus. Musik yang ada di era tersebut adalah musik-musik yang monophonic dan homorhythmic. Sejarah musik era pertengahan juga tercatat banyak musisi dan composer yang sangat terkenal. Para composer tersebut adalah Leonin, Perotin, Adam de St. Victor, W. de Wycombe, dan juga Petrus de Cruce yang nama aslinya adalah Pierre de la Croix.

Instrumen-instrumen musik pada era pertengahan masih ada beberapa yang eksis hingga sekarang, meskipun telah berubah bentuk. Contohnya, kalau flute pada era modern terbuat dari perak atau logam yang lain, maka pada era pertengahan terbuat dari kayu. Flute pada saat itu bisa ditiup dari samping maupun dari ujung. Lalu juga ada instrumen recorder yang masih mempertahankan bentuknya hingga sekarang.

C. Era Renaissance (1450-1600)
Renaisance artinya Kelahiran Kembali tingkat Kebudayaan tinggi yang telah hilang pada Zaman Romawi sekitar tahun 1450 sampai dengan 1600. Pada zaman ini vokal lebih dipentingkan daripada instrumen, sehingga komposer lebih memperhatikan syair atau lirik untuk meningkatkan kualitas syair dan emosi lagu. Ciri khas musik renaissance:
  • Acappella, bernyanyi tanpa diiringi instrumen dengan teknik dan harmonisasi yang bagus.
  • Berwatak klasik, pengekangan, menahan diri, dan kalem.
  • Melodi dan tekstur musik masih menggunakan modus-modus sebelumnya, tetapi akord-akord mulai disusun dengan cara menghubungkan melodimelodi yang menghasilkan konsonan atau disonan.
  • Komposisi solo dengan iringan ansambel instrumental.
  • Menggunakan teknik-teknik permainan instrumen yang idiomatis seperti ritme-ritme beraksen kuat, nada-nada yang diulang-ulang, wilayah nada semakin luas dan panjang, nada-nada yang ditahan dan frase-frase, dan banyak ornamentasi melodi. Komponis-komponis pada zaman renaissance antara lain Josquin des Pres, Orlandus Lassus, William Byrd, Giovanni Pierluigi, dan Palestrina.

D. Era Barok dan Rakoko (1600-1750)
Zaman Barok adalah lahirnya musik klasik Barat yang diubah pada zaman Barok (Baroque), kira-kira antara tahun 1600 dan 1750. Bukti adanya kemajuan pada zaman pertengahan, yakni ditandai dengan lahirnya beberapa jenis aliran musik seperti Barok dan Rakoko. Kedua musik ini hampir sama sifarnya yakni adanya pemakaian ornamentik. Perbedaanperbedaan pokok antara Gaya Barok dan Gaya Rakoko yakni :
  • Bas tidak lagi terdapat sebagai suara yang bebas, tekstur polifonik berangsur- angsur menjadi homofonik, yakni (melodi dan iringan akor dalam satu komposisi)
  • Pemakaian Kontinuo masih berfungsi dalam musik Gerejawi.
  • Pada Zaman Barok motif yang pendek diperpanjang melalui kontrapung dan sekuens, dalam Zaman Rokoko melodi-melodi berbentuk dalam frasefrase sepanjang 6 birama daengan banyak kadens.
  • Gaya Rokoko melodinya kontras terjadi perubahan nuansa. Komponis-komponis dari musik zaman Barok dan Rakoko antara lain Johan Sebastian Bach, Antonio Vivaldi, dan George Frideric Handel.

E. Era Klasik (1750-1820)
Era Klasik atau Periode Klasik dalam sejarah musik Barat berlangsung selama sebagian besar abad ke-18 sampai dengan awal abad ke-19.  Zaman klasik berada di antara Zaman Barok dan Zaman Romantik. sejarah musik klasik dimulai pada tahun 1750, setelah berakhirnya musik Barok dan Rakoko. Adapun ciri-ciri musik pada zaman klasik antara lain:
  • Penggunaan dinamika dari keras menjadi lembut, crescendo dan decrescendo
  • Perubahan tempo dengan accelerando dan ritartdando
  • Pemakaian arnamentik dibatasi
  • Penggunaan akor 3 nada. Komponis pada zaman klasik antara lain W.A.Mozart, Beethoven dan J. Haydn.

F. Era Romantik (1820-1900)
Era Romantik dalam sejarah musik berlangsung dari sekitar awal 1800-an sampai dengan dekade pertama abad ke-20. Zaman ini berlangsung sesudah Zaman Klasik dan sebelum Zaman Modern. Musik pada zaman ini menggambarkan nasionalisme, lebih universal, pada komposisi orkestra terdapat tambahan pemakaian cymbal, triangle dan harpa. Ciri dari musik Romantik antara lain:
  • Musik emosional, subjektif, nasionalis, individual, eksotis, melarikan diri dan bahkan tidak rasional.
  • Gaya romantik sangat ditentukan oleh komposer yang memperkaya sumber- sumber inspirasi dan sumber-sumber material bagi komposisi mereka.
  • Orkestra, musik piano, solo vokal dengan iringan piano.
  • Opera dijadikan sebagai jenis musik utama. Komponis pada zaman Romantik antara lain J. Brahms Corbis, F. Chopin, dan F. Mendelssohn.
musik
G. Era Kontemporer 1900-Sekarang
Periode ini dalam sejarah musik sering disebut sebagai periode Modern sejak tahun 1900 sebagai titik awalnya. Era kontemporer musik dipicu oleh peran komposer-komposer Romantik yang mengembangkan gaya nasionalistik terutama yang berkembang di negara-negara Eropa Timur. Adapun ciri-ciri dari musik kontemporer sampai sekarang antara lain sebagai berikut:
  • Nasionalisme
  • Tema tentang alam, kepahlawanan, cinta, tragedi, mistik, kelucuan dan sesuatu yang eksotis Claude Debussy dan Maurice Ravel mereka adalah komposer Perancis yang mengawali periode kontemporer dengan gaya impresionisme
  • Pola ritme yang tak terbentuk, tangga nada whole-tone, konsep tentang hubungan bebas pada harmoni-harmoni berdekatan, dan tekstur-tekstur kalaedokopik dari impresionisme musikal. Komponis yang terkenal pada era kontemporer sampai sekarang antara lain: Bella Bartok, G. Gerswhin, C. Debussy

Seperti halnya makhluk hidup, musik pun selalu berkembang dari waktu ke waktu mengikuti perkembangan jaman. Bermacam-macam karya seni musik lahir dan berkembang di negeri tercinta ini, mulai dari musik vokal dalam bentuk lagu yang berupa nyanyian, sampai pada musik instrumen yang ditimbulkan dari suara alat yang berupa instrumentalia.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:28 PM

Taktik dan Strategi Perlombaan Atletik

Atletik merupakan aktivitas jasmani yang terdiri dari gerakan-gerakan dasar yang dinamis dan harmonis, yaitu jalan, lari, lompat, dan lempar. Perlombaan dalam atletik memerlukan taktik dan strategi dalam memenangkan pertandingan. Taktik dan strategi dalam perlombaan atletik terdiri dari 2 yaitu taktik dan strategi individu dan kelompok/tim. Strategi adalah siasat yang dilakukan sebelum, saat dan sesudah perlombaan dilaksanakan, sedangkan taktik ialah siasat yang dikerjakan pada saat perlombaan. Pemain yang baik dalam melakukan taktik perlombaan akan membawa pada kemenangan, sedangkan taktik dan strategi yang kurang baik dalam perlombaan akan berakibat pada kekalahan.

A. Taktik dan Strategi Perlombaan Jalan Cepat
Dalam jalan cepat adalah dapat mengatasi jarak tertentu dengan waktu sesedikit mungkin dengan berjalan atau tidak melanggar dalam aturan perlombaan. Taktik dan strategi yang dipakai adalah taktik dan strategi individu. Pada perlombaan jalan cepat diperlukan taktik dan strategi yang baik agar dapat memenangkan pertandingan. Maka diperlukan analisis yang tepat. Diantaranya saat start, langkah, kecondongan badan, lintasan lurus, lintasan tikungan, jarak, ayunan tangan dan finish.

Jalan cepat adalah bergerak maju dengan langkah kaki yang satu kaki selalu berhubungan atau kontak dengan tanah dan kaki. Dalam jalan cepat tidak diperkenankan langkah melayang atau membuat lompatan. Menurut aturannya, kaki pejalan harus tetap diatas tanah dan sekurang-kurangnya satu kaki harus selalu menginjak tanah. Ada beberapa strategi dalam perlombaan jalan cepat yang harus anda pahami dengan baik.
  1. Start perlombaan jalan cepat dilakukan dengan start berdiri. Setelah mendengar aba-aba “bersedia” dari petugas starter, maka segera maju dengan menempatkan salah-satu kaki di belakang garis start dengan lutut sedikit ditekuk, sedangkan kaki yang lain berada lurus di belakang dan santai (tidak kaku)
  2. Prinsip Dasar Jalan Cepat. Jalan dimulai dengan gerakan mengangkat paha kaki ayun ke depan, lutut terlipat, tungkai badan bergantung ke depan, karena ayunan paha ke depan tungkai bawah ikut terayun ke depan, lutut menjadi lurus, kemudian menapak ke tumit terlebih dahulu menyentuh tanah; bersamaan dengan ayunan kaki tersebut kaki tumpu menolak dengan mengangkat tumit selanjutnya ujung kaki tumpu lepas dari tanah berganti menjadi kaki ayun.
  3. Kecondongan badan sedikit ke depan dengan ayunan lengan. Siku dilipat lebih kurang 90 derajat, ayunan lengan arahnya lebih masuk, gerakan lengan seirama dengan langkah kaki.
  4. Tidak ada teknik khusus untuk finish ini. Umumnya jalan terus hingga melewati garis finish, baru dikendorkan kecepatan jalannya setelah melewati jarak lima meter. Untuk memperoleh langkah- langkah yang tidak sampai terangkat sehingga melayang, maka pemindahan berat badan dari satu kaki ke kaki lain harus nampak jelas pada gerak panggul.
  5. Cara melakukan jalan cepat pada tikungan adalah sebagai berikut : Badan dan kepala diusahakan tetap vertikal, lengan bengkok pada siku dengan sudut ±90º. Kaki belakang setelah melakukan dorongan dengan sempurna, bergerak maju ke depan, bengkok dan ujung jari kaki dekat dengan tanah. Kaki depan ditarik ke belakang dan diluruskan sampai mencapai penarikan dan dorongan. Kaki-kaki bergerak pada satu garis dalam arah jalan cepat dan titik pusat gravitasi menempuh jalur yang sama.
  6. Teknik yang dapat digunakan dalam melakukan jalan cepat pada lintasan lurus adalah sebagai berikut. Berjalan sepanjang lintasan dan upayakan agar telapak kaki mengikuti sebuah garis lurus. Menjaga agar badan bergerak pada jalur lurus sehingga tidak terjadi pengurangan jangkauan langkah ataupun kecepatan. Berkonsentrasi pada gerak sebelah kaki dalam tahap penarikan dengan menancapkan tumit pada tanah dan berkonsentrasi pada gerak tersebut oleh kaki yang lain, kemudian perhatikan kedua kaki.

B. Taktik dan Strategi Perlombaan Lari
Lari berbeda dengan jalan karena ada saat kaki melayang di udara. Dalam lari kita memerlukan taktik dan strategi dalam memenangkan perlombaan. Hal-hal yang diperhatikan dalam perlombaan adalah start, langkah kaki, posisi badan, ayunan tangan dan saat finish. maka diperlukan taktik dan strategiuntuk dapat memenangkan pertandingan. Taktik dan strategi yang digunakan ada individu dan kelompok.

Dalam perlombaan lari dibedakan menjadi lari jarak pendek, jarak menengah, dan jarak jauh. Masing masing jenis lari membutuhkan teknik dan strategi yang berbeda-beda. Beberapa teknik dan strategi dalam perlombaan lari antara lain sebagai berikut.

1. Lari Jarak Pendek
Lari jarak pendek adalah lari yang menempuh jarak antara 100 m sampai dengan jarak 400 m. Nomor-nomor jarak pendek yang sering dilombakan adalah 100 meter, 200 meter dan 400 meter. Lari jarak pendek ini sering disebut sprint sedangkan bagi orangnya adalah sprinter. Beberapa teknik dan strategi dalam perlombaan lari jarak pendek antara lain sebagai berikut.
  • Pada lari jarak pendek biasanya menggunakan start jongkok. Bunch start/start jongkok jarak pendek dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : tempatkan kaki tumpu pada balok start, kaki yang kuat diletakan di depan. letakkan tangan tepat di belakang garis start. Letak tangan lebih lebar sedikit dari bahu, jari-jari dan ibu jari membentuk huruf V terbalik, bahu condong ke depan/sedikit di depan tangan, lengan lurus. Kepala sedemikian rupa sehingga leher tidak tegang, mata memandang ke lintasan kira-kira 2 m  atau pandangan di antara kedua lengan menghadap garis start.
  • Gerakan sprint, dibagi menjadi 3 gerakan, yaitu: Pertama, posisi tubuh pada saat lari tubuh/badan condong ke depan secara wajar, serta otot sekitar leher dan rahang tetap rileks dengan kepala dan punggung dalam posisi segaris. Pada saat lari mulut tertutup dan rapat serta pandangan ke depan lintasan. Kedua, ayunan kedua lengan dilakukan dari belakang ke depan secara berganti-ganti dengan siku sedikit dibengkokkan. Ketiga, gerakan langkah kaki panjang dan dilakukan secepat mungkin. Pendaratan kaki/tumpuan selalu pada ujung telapak kaki, sedangkan lutut sedikit dibengkokkan.
  • Gerakan Finish. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan pada waktu pelari mencapai finis, diantaranya adalah sebagai berikut : Lari terus tanpa perubahan apapun. Dada dicondongkan ke depan, tangan kedua-duanya diayunkan ke bawah belakang. Dada diputar dengan ayunan tangan ke depan atas sehingga bahu sebelah maju ke depan, yang lazim disebut The String. Jarak 20 meter terakhir sebelum garis finis merupakan perjuangan untuk mencapai kemenangan dalam perlombaan lari, maka yang perlu diperhatikan adalah kecepatan langkah, jangan menengok lawan, jangan melompat, dan jangan memperlambat langkah sebelum melewati garis finis.

2. Lari Jarak Menengah
Lari jarak menengah adalah lari dengan menempu jarak 800 meter sampai 1500 meter. Teknik dasar lari jarak menengah tidak sama dengan lari jarak pendek.  Karena dalam lari jarak menengah jarak yang harus ditempuh  lebih jauh, pelari jarak menengah harus pandai mengatur strategi agar dapat memenangkan perlombaan. Pelari jarak menengah harus pandai menghemat tenaga agar tidak sampai mengalami penurunan stamina pada saat perlombaan berlangsung. Beberapa teknik dan strategi dalam perlombaan lari jarak menengah antara lain sebagai berikut.
  • Start yang digunakan untuk lari jarak menengah nomor 800 m adalah start jongkok, sedangkan untuk jarak 1500 m menggunakan start berdiri.
  • Teknik gerakan lari jarak menengah meliputi :  Pertama, langkah kaki dilakukan lebih santai atau lebih lambat dari pelari sprint dan dengan langkah konstan dan terkoordinasi dengan baik. Kedua, posisi tubuh dalam lari jarak pendek tidak seconding lari sprint, sedikit lebih rileks, dan pandangan ke depan. Ketiga  ayunan Lengan mengayun ke depan dan ke belakang dalam ayunan terkoordinasi dengan gerakan kaki tangan depan yang ayunannya hampir pada ketinggian bahu. Keempat, saat melewati tikungan usahakan berlari sedekat mungkin dengan garis lintasan sebelah kiri dan putarkan kedua bahu ke kiri, kepala juga miring ke kiri.
  • Teknik saat memasuki garis finish,antara lain sebagai berikut  :Pertama, lari terus tanpa mengubah gaya berlari dengan langkah kaki dipercepat dan diperlebar. Kedua, perhatian harus dipusatkan pada garis finish. Ktiga, dada membusung ke depan dan posisi kedua tangan lurus ke belakang dan salah satu bagian bahu maju ke depan.
lari
3. Lari Jarak Jauh
Lari jarak jauh adalah cabang olahraga atletik yang mengutamakan ketahanan fisik saat berlari yang menempuh jarak 5.000 meter, 10.000 meter, dan 42.195 meter (marathon). Beberapa teknik dan strategi yang dibutuhkan dalam perlombaan lari jarak jauh antara lain sebagai berikut.
  • Teknik start yang biasa digunakan oleh pelari jarak jauh hampir sama dengan teknik start lari jarak menengah, yaitu start berdiri. Start berdiri dapat dilakukan dengan teknik sebagai berikut. Pertama, sikap permulaan yaitu dengan menempatkan salah satu kakinya di depan, di belakang garis start (kaki kiri) dengan lutut agak bengkok, sedangkan kaki yang lainnya di belakang lurus (kaki kanan). Kedua, badan condong ke depan, berat badan ada pada kaki kiri. Ketiga, kedua lengan tergantung lemas dengan siku sedikit dibengkokkan, berada di dekat badan. Keempat, pandangan ke depan dengan leher dalam keadaan rileks.
  • Teknik Dasar Lari pada lari jarak jauh diupayakan supaya pelari mampu berlari dengan cepat dan lebih lama. Teknik lari jarak jauh adalah sebagai berikut. Pertama, proses kaki menapak tanah dimulai dari tumit lalu ke ujung kaki. Kedua lutut diangkat tidak terlalu tinggi dengan lengan diayunkan dengan santai. Ketiga, badan dalam keadaan santai dan agak condong ke depan  sekitar 10 – 15 derajat. Keempat, bernapas dengan wajar dan disesuaikan dengan irama langkah kaki.
  • Teknik Melewati Garis Finish. Biasanya sebelum mencapai garis finish, pelari berlari lebih cepat untuk memperebutkan posisi terdepan. Ketika mencapai garis finish pelari menjatuhkan salah satu bahu ke depan, membungkukkan badan atau membusungkan dada

C. Taktik dan Strategi Perlombaan Lompat
Lompat jauh adalah salah satu daripada cabang atletik. Lompat dilakukan dengan cepat dan dengan jalan melakukan tolakan pada satu kaki untuk mencapai jarak, tinggi, dan rintangan sejauh-jauhnya, setinggi-tingginya. Tujuan utama lompat jauh adalah melompat sejauh-jauhnya. Dalam lompat jaut terdapat beberapa gaya yang umum dilakukan oleh para pelompat jauh profesional yang tingkat keberhasilannya telah terukur dan teruji. Berikut ini teknik dan strategi dalam perlombaan lompat jauh.
  • Awalan lari dilakukan dengan meningkatkan kecepatan lari, tetapi masih terkendali untuk melakukan tolakan. Pada saat mendekati papan tolakan, yaitu sekitar 3–5  langkah  terakhir dipersiapkan untuk mengalihkan kecepatan gerak horizontal (lari awalan) kepada kecepatan vertikal (tolakan) dengan langkah yang terakhir pendek.
  • Tolakan dilakukan sebagai tahap pengalihan telapak kaki  tolak untuk lepas landas. Tujuannya, yaitu menghasilkan gerak mengangkat tubuh ke atas untuk gerak melayang di udara. Saat akan melakukan tolakan, kaki tolak sedikit dibengkokkan, menapakkan kaki, dan meluruskan tungkai untuk lepas landas. Gerakan tolakan memerlukan kecepatan, kekuatan, dan koordinasi gerakan yang memadai sehingga gerakannya lebih efektif.
  • Gerakan kaki yang berjalan selama melayang di udara dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. Pertama, memelihara keseimbangan badan saat melayang., Kedua, mengusahakan tahanan udara sekecil mungkin dan mengusahakan melayang di udara selama mungkin, serta mempersiapkan kaki untuk pendaratan.
  • Pendaratan dilakukan dengan persiapan menundukkan kepala, mengayun lengan, dan membawa pinggang ke depan. Dengan demikian, pada saat pendaratan, anggota badan yang lain tidak menyentuh pasir lebih belakang daripada kaki. Apabila harus menyentuh pasir, perkenaan dengan pasir harus lebih depan dari kaki. 

Dalam perlombaan lompat jauh dikenal beberapa gaya yang dilakukan atlet saat melompat. Penggunaan gaya lompatan ini tentunya harus didukung oleh kemampuan atlet tersebut. Beberapa gaya dalam melakukan lompat jauh antara lain sebagai berikut.
  • Lompat jauh Gaya berjalan di udara ( walking in the air ) dilakukan dengan cara sebagai berikut. Pertama, teknik dasar awalan dilakukan dengan lari secepat-cepatnya serta tidak mengubah kecepatan dan langkah saat akan bertumpu pada papan tumpuan. Kedua, teknik dasar tolakan dilakukan dengan kaki tumpu menolak pada papan tumpuan, posisi badan lebih digerakan. Urutan tumpuan kaki menolak pada papan tumpuan, mulai dari tumit, telapak kaki diteruskan pada ujung telapak kaki. Ketiga, teknik dasar sikap di udara dilakukan dengan badan melenting ke depan, kedua lengan mengayun seperti orang lari, serta kedua kaki mengayun seperti orang berjalan. Keempat, teknik dasar mendarat dilakukan dengan car dari sikap di udara kedua lengan diluruskan ke depan, kedua kaki lurus kedepan. Saat kedua kaki akan menyentuh tempat pendaratan, luruskan kedepan dan mendarat dengan kedua tumit terlebih dahulu. Saat kedua kaki mendarat kedua lutut mengeper dan berat badan dibawa ke depan.
  • Lompat jauh Gaya Jongkok dapat dilakukan denga cara sebagai berikut. Pertama, teknik dasar awalan dilakukan dengan lari secepat-cepatnya, serta tidak mengubah kecepatan dan langkah saat akan bertumpu pada papan tumpuan. Kedua, teknik dasar tolakan dilakukan dengan cara pada saat kaki tumpu menolak pada papan tumpuan,posisi badan lebih digerakan. Gerak kaki ke depan bersamaan dengan kedua lengan. Ketiga teknik dasar sikap di udara dapat dilakukan dengan cara badan melenting ke depan, kedua lengan lurus ke depan, serta kedua kaki rapat di depan. Keempat, teknik dasar mendara dilakukan dengan cara dari sikap di udara, kedua lengan diluruskan ke depan, kedua kaki lurus kedepan Saat kedua kaki akan menyentuh tempat pendaratan, luruskan ke depan dan mendarat dengan kedua tumit terlebih dahulu Saat kedua kaki mendarat kedua lutut mengeper dan berat badan dibawa ke depan.
  • Lompat jauh Gaya menggantung (Hang Style) dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. Pertama, teknik dasar awala dilakukan dengan lari secepat-cepatnya, serta tidak mengubah kecepatan dan langkah saat akan bertumpu pada papan tumpuan. Kedua, teknik dasar tolakan dilakukan pada saat kaki tumpu menolak pada papan tumpuan,posisi badan lebih digerakan. Ketiga, teknik dasar sikap di udara dilakukan dengan cara badan melenting ke belakang, kedua lengan lurus ke atas di samping telinga, serta kedua kaki hampir rapat di belakang badan. Keempat, teknik dasar mendarat dilakukan dengan cara dari sikap di udara , kedua lengan diluruskan ke depan, kedua lutut dan badan dibawa kedepan. Saat kedua kaki akan menyentuh tempat pendaratan, luruskan kedepan dan mendarat dengan kedua tumit terlebih dahulu

D. Taktik dan Strategi Perlombaan Lempar (lembing dan cakram)
Taktik perlombaan diartikan sebagai suatu siasat yang dijalankan oleh perorangan, terhadap lawan dengan tujuan dalam rangka memenangkan pertandingan secara sportif. Lempar lembing adalah salah satu cabang dalam olahraga atletik, pada olahraga ini peralatan yang wajib adalah lembing. Cara melakukan olahraga lempar lembing adalah dengan melakukan teknik lemparan yang baik dan benar agar mendapatkan lemparan yang jauh. Teknik perlombaan lempar meliputi: ayunan tangan, gerakan kaki, pelepasan, awalan.
  • Cara memegang lembing yang biasa dilakukan para pelempar, yaitu cara Amerika dan cara Finlandia. Cara Amerika: Pegang lembing di bagian belakang lilitan lembing dengan jari telunjuk melingkar di belakang lilitan dan ibu jari menekannya di bagian permukaan yang lain. Sementara itu, jari-jari lain turut melingkar di badan lembing dengan longgar. Cara Finlandia : Pegang lembing pada bagian belakang lilitan dengan jari tengah dan ibu jari, sementara telunjuk berada sepanjang batang lembing dan agak serong ke arah yang wajar. Jari-jari lainnya turut melingkar di badan lembing dengan longgar.
  • Membawa Lembing Ada tiga cara membawa lembing yang biasa digunakan pelempar saat melakukan awalan, di antaranya sebagai berikut. Lembing dibawa di atas bahu dengan mata lembing menghadap serong  ke atas. Lembing dibawa di belakang badan sepanjang alur lengan dengan mata lembing menghadap ke arah depan serong ke atas. Lembing dibawa di atas bahu dengan mata lembing menghadap serong ke arah bawah.
  • Melempar Lembing. Melempar lembing terbagi menjadi beberapa tahap yaitu awalan, lemparan, dan akhiran.. Awalan berlari sambil membawa lembing di atas kepala dengan lengan ditekuk, sikut menghadap ke depan dan telapak tangan menghadap atas. Posisi  lembing berada  sejajar di  atas garis paralel dengan  tanah. Bagian terakhir awalan terdiri atas langkah silang (cross step). Pada bagian akhir dapat dilakukan langkah dengan beberapa cara berikut: dengan jingkat (hop step), dengan langkah silang di depan (cross step), dan dengan langkah silang di belakang (rear cross step)
  • Pada  gerak melemparkan  lembing,  tarik  bahu  kanan dan  lengan melakukan gerakan melempar melalui poros bahu dengan kuat ke depan-atas. Badan bergerak melewati kaki depan, lalu melepaskan lembing.
  • Gerak akhir lemparan dilakukan dengan melangkahkan kaki ke depan untuk menyeimbangkan gerak agar tidak terjatuh dan tidak melebihi garis batas lemparan.

Selain lempar lembing dalam perlombaan lempar juga terdapat lempar cakram. Lempar cakram adalah salah satu cabang atletik pada nomor lempar. Cara melakukan lemparan yang pada mulanya menirukan gaya nelayan yang melempar jaring berulang-ulang. Kemudian, ditemukan lemparan dengan sikap badan menyiku secara khusus dengan badan agak bersandar ke depan. Ada beberapa teknik yang dapat dilakukan dalam melakukan gerakan melempar cakram, antara lain sebagai berikut.
  • Teknik Lempar Cakram Menyamping Tanpa Awalan dapat dilakukan dengan cara sebagai sebagai berkut. Pertama, ambil posisi dan berdiri menyamping arah lemparan. Kaki dibuka selebar bahu, sedikit ditekuk dan rilek, berat badan terbagi pada kaki. Kedua, pusatkan perhatian dan persiapan untuk melakukan lemparan kemudian cakram diayun-ayunkan ke samping kanan belakang lalu ke kiri. Gerakan ini di ulang-ulang sebanyak dua tiga kali.
  • Lempar Cakram Dengan Awalan dilakukan dengan cara awalan dilakukan dalam bentuk gerakan berputar. Banyaknya perputaran tersebut dibedakan menjadi 1¼, 1½, dan 1¾ putaran. Untuk dapat melakukan lemparan dengan baik dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. Pertama, mengambil posisi yang baik, berdiri menyamping arah lemparan. Kaki di renggangkan selebar badan, sedikit ditekuk dan kendor. Berat badan bertumpu pada kedua kaki. Kedua,  cakram diayun-ayunkan ke samping kanan belakang lalu ke kiri. Gerakan ini di ulang-ulang 2 – 3 kali dilanjutkan dengan awalan berputar.
  • Ayunan lengan saat melempar dilakukan dengan tanpa berhenti sedikitpun dari posisi siap lempar ini dilanjutkan dengan gerakan melempar cakram. Cara melakukanya sebagai berikut : Pertama, kaki kanan ditolakkan untuk mengangkat panggul dari posisi rendah di atas kaki kanan didorong ke depan atas, selanjutnya badan yang semula condong ke belakang dan terpilin ke kakan diputar ke kiri diikuti dengan gerakan panggul yang memutar ke kiri pula. Kedua, berat badan dipindahkan dari kaki kanan ke kaki kiri. Setelah badan menghadap lemparan penuh (siap lempar) dengan waktu yang tepat cakram di lemparkan ke arah depan atas. Ketiga, lepaskan cakram setinggi dagu dengan sudut lemparan kira-kira 90˚. Cakram terlepas dari pegangan dengan berputar menurut putaran jarum jam, putaran cakram terjadi karena tekanan dari jari telunjuk. Cakram terlepas pada saat cakram berada sedikit dimuka bahu.
  • Gerakan akhir setelah melempar (Lepas Cakram) dilakukan dengan cara setelah cakram terlepas, kaki kanan harus segera dipindahkan ke muka dengan sedikit ditekuk untuk menahan agar badan yang condong ke muka tidak terlanjur terdorong keluar lingkaran. Kaki kiri dipindahkan ke belakang dan pandangan mata mengikuti jatuhnya cakram.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 4:27 PM

Menciptakan Komposisi Musik

Komposisi adalah karya cipta musik tertulis yang bersifat abadi.komposisi juga dapat diartikan mentata atau menyusun musik. Komposisi merupakan gubahan, susunan, karangan musik. Orang yang menggubah disebut komponis, komposer atau pencipta musik baik berupa lagu ataupun instrumentalia. Kita masih ingat nama besar komposer dan para pencipta lagu tanah air kita, seperti : Ismail Marzuki, Cornel Simadjuntak, WR Supratman, Ibu Soedibyo, AT Mahmud, Gesang, dan lain-lain yang banyak berkarya untuk mengabdikan dirinya bagi tanah airnya. Penciptaan musik sebagai bentuk musikal dibedakan atas sebutan: (1) komposisi, (2) improvisasi, dan (3) aransemen.

1. Komposisi
Komposisi merupakan penyusunan suatu karya musik baik dalam bentuk lagu maupun instrumen yang diciptakan dalam bentuk tertulis dan bersifat abadi untuk diperdengarkan, diedarkan, dinilai, diapresiasi masyarakat. Keberhasilan suatu karya cipta musik ditentukan oleh nilai ciptanya. Kegiatan
komposisi ialah pengalaman membuat lagu yang berhubungan dengan perencanaan penyusunan unsur-unsur musik menjadi suatu bentuk lagu tertentu, menuliskannya ke dalam bentuk tulisan musik sebagai suatu hasil karya musik, dan dapat diungkapkan, diperdengarkan, dan dimainkan kembali secara berulang-ulang.

2. Improvisasi
Improvisasi adalah penciptaan musik yang tidak tertulis dan tidak bersifat abadi karena tidak dapat diulang kembali dalam bentuk serta intensitas yang sama. Improvisasi terjadi secara spontanitas saat menyajikan lagu/bernyanyi atau saat memainkan alat musik, sebagai permainan ekspresi dan penjelmaan langsung dari perasaan musikal yang timbul saat ini. Kegiatan improvisasi ialah pengalaman mengungkapkan lagu secara reflex, mendadak tanpa dipersiapkan sama sekali dan bahkan susah untuk tidak dapat diulang kembali secara persis.
komposisi musik
3. Aransemen
Aransemen adalah menggubah yang juga sering disebut susunan dan transkripsi artinya ali tulis. Lebih khusus aransemen diartikan sebagai suatu hasil karya dari teknik menyusun, mengatur, merangkai, menata kembali suatu karya musik baik berupa lagu maupun instrumental sehingga menjadi lebih indah, artistic, dan representative dibanding bentuk aslinya.

Didalam berkarya musik, khususnya mencipta lagu, tidak hanya sekedar menyusun nada menjadi melodi dan memberinya syair, tetapi membutuhkan pengetahuan yang luas serta bakat. Adapun langkah-langkah mencipta lagu antara lain sebagai berikut.
  1. Memilih Tema Lagu. Tema adalah pokok pikiran, gagasan, atau ide dasar dalam sebuah lagu. Dalam musik tema dapat diambil dari kejadian sehari-hari, pengalaman hidup, cerita rakyat, kepahlawanan, cinta, dan puji-pujian. Dari tema lagu, kita dapat menyusun kalimat musik yang beraneka ragam sehingga menimbualkan melodi yang bermacam-macam sifat, bentuk, dan jenisnya.
  2. Memilih Bentuk Komposisi. Dalam membuat komposisi musik diperlukan beberapa proses, diantaranya yaitu menyusun nada menjadi melodi, menyusun nada menjadi harmoni, menggabuangkan melodi dan harmoni menjadi suatu komposisi musik, menyusun frase untuk menyusun kalimat lagu, dan menyusun gerakan musik yang sesuai sengan bentuk komposisi musik.
  3. Menentukan Tangga Nada. Memilih tangga nada berhubungan erat dengan karakter lagu yang akan diciptakan. Tangga nada mayor melukiskan karakter dan sifat lagu penuh keyakinan, optimis, mantap, riang, bangga dan menyenangkan. Tangga nada minor menggambarkan karakter pesimis, penuh, keraguan, sedih, sendu, mudah terharu, kecewa, kegagalan, dan melankolis. Dalam satu lagu juga dapat juga menggunakan dua tangga nada.
  4. Menentukan Ambitus Suara. Ambitus adalah jangkauan wilayah nada. Mengetahui pangsa nada yang akan dibuat merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan pencipta lagu. Misalnya, untuk anak-anak, remaja, orang dewasa, dan umum karena setiap kelompok masyarakat memiliki kemampuan ambitus yang berbeda. Kemampuan ambitus anak-anak lebih terbatas apabila dibandingkan dengan orang dewasa.
  5. Menentukan Metrum/Ukuran Irama. Menentukan metrum atau ukuran birama sangat mempengaruhi irama lagu yang akan diciptakan karena irama merupakan denyut nadi dan unsur pokok sebuah lagu
  6. Menyusun Melodi atau Membuat Syair Lagu. Setiap pengarang lagu dalam menyusun melodi atau membuat syair tidak boleh berdiri. Kedua faktor tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun sebuah melodi adalah yang pertama yaitu Struktur Melodi. Sebelum menyusun melodi, sebaiknya menentukan bentuk komposisi lagu terlebih dahulu. Struktur melodi terdiri atas suatu rangkaian periode yang disusun dari beberapa frase. Satu frase melodi terbentuk dari dua moif yang melukis watak atau jiwa lagu yang akan tercipta. Kedua adalah Gerakan Melodi. Gerak melodi ditentukan oleh irama, sedangkan cara bergerak atau jalan melodi dipengaruhi oleh inverval. Dalam pengetahuan musik, terdapat empat macam gerak melodi, yaitu gerak melodi rata atau mendatar melukiskan suasana tenang, gerak melodi naik melukiskan suasana penuh dinamis, gerak melodi turun melukiskan suasana damai dan keragu-raguan, gerak melodi turun dan naik melikiskan suasana yang berubah-ubah, kadang senang, sedih, atau sebaliknya.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:48 PM

Pola Penyerangan dan Pertahanan Tenismeja

Tenis meja adalah suatu permainan yang menggunakan meja sebagai lapangan yang dibatasi oleh jaring (net) yang menggunakan bola kecil yang terbuat dari celluloid dan permainannya menggunakan pemukul atau yang disebut bet. Tujuannya adalah menyeberangkan bola di atas net di tengah meja. Permainan tenis-meja, memerlukan taktik dan strategi-strategi khusus untuk dapat memenangkan permainan. Strategi adalah siasat yang dilakukan sebelum, saat dan sesudah permainan dilaksanakan, sedangkan taktik ialah siasat yang dikerjakan pada saat permainan. Strategi dan taktik permainan tenis meja yang terdiri atas penyerangan dan pertahanan.

Taktik penyerangan meliputi: menjaga kepemilikan/penguasaan bola, mencetak angka, menciptakan dan menggunakan ruang. Taktik pertahanan meliputi: mempertahankan daerah. Tim yang baik dalam melakukan taktik penyerangan dan pertahanan akan membawa pada kemenangan, sedangkan tim yang jelek dalam penyerangan dan pertahanan akan berakibat pada kekalahan. Sebagai pemain, kalian dapat mengetahui besarnya peran kalian dalam tim dengan melakukan penilaian diri sendiri dan teman.

A. Pola Penyerangan dalam Permainan Tenismeja
Seorang pemain tenis-meja harus menguasai dan memiliki taktik untuk menyerang karena dengan melakukan pukulan-pukulan bola yang cepat dan keras menuju ke bidang meja lawan, akan dapat menghancurkan pertahanan lawan. Oleh karena itu, pemain tenismeja sebaiknya selalu berinisiatif melakukan serangan-serangan yang gencar kepada pihak lawan. Hal ini dilakukan dengan menggunakan berbagai bentuk pukulan yang cepat, kuat atau keras, dan tepat. Taktik penyerangan yang biasa dilakukan oleh para pemain pada dasarnya menggunakan pukulan-pukulan forehand dan backhand dengan bola-bola spin. Berikut ini beberapa pukulan dalam tenismeja.
  1. Push Merupakan teknik memukul bola dengan gerakan mendorong bola. Pukulan yang dihasilkan berupa bola polos nyaris tanpa putaran, push termasuk bola pertahanan namun bisa digunakan untuk serangan balik. Pukulan push biasanya digunakan untuk mengembalikan pukulan push dan chop dari lawan. Pukulan push ada dua macam yaitu forehand push dan backhand push.
  2. Drive adalah pukulan bola dengan tidak menggunakan tenaga yang terlalu keras, bola sedikit putarannya. Pukulan drive merupakan pukulan serangan dan dapat kita kontrol sesuai dengan keinginan. Pukulan drive ada dua macam yaitu forehand drive dan backhand drive.
  3. Chop adalah teknik memukul bola dengan gerakan seperti  menebang pohon dengan kapak. Pukulan ini digunakan untuk mengembalikan pukulan bola yang bermacam macam. Pukulan chop ada dua macam yaitu forehand chop dan backhand chop
  4. Service merupakna teknik memukul bola untuk menyajikan bola pertama ke dalam permainan dengan cara memantulkan terlebih dahulu bola ke meja service kemudian bola harus melewati atas net dan akhirnya memantul di meja lawan.
  5. Spin adalah teknik pukulan yang dilakukan dengan cara bola dipukul agar bola memutar. Pukulan spin dilakukan dengan sedikit sentuhan sehingga bola yang dihasilkan berputar sangat cepat. Pukulan spin dapat dibedakan menjadi forehand spin yaitu spin yang dilakukan dari arah kanan badan dan backhand spin yaitu spin yang dilakukan dari sisi kiri badan.
  6. Lob merupakan pukulan yang bolanya diarahkan jauh ke belakang meja lawan. Bola yang dihasilkan membentuk arah parabola dan jatuh di meja atau pinggir belakang lapangan lawan. pukulan ini biasanya berupa bola putar.
  7. Smash merupakan tekinik pukulan bola yang dilakukan secara keras dan tajam. Pukulan smash dilakukan dengan tenaga penuh dan kecepatan maksimal sehingga bola yang dihasilkan sangat cepat baik pergerakan maupun putarannya.

Membuka serangan sebaiknya melihat datangnya bola, bola yang jatuh dekat net harus dapat dijangkau dengan serangan dekat net. Sedangkan bola yang jatuh di luar jangkauan serangan haruslah mengejar atau mendekati net dahulu, kemudian lakukan serangan jarak jauh. Keuntungan serangan jarak jauh ialah pemain mempunyai waktu untuk bersiap dan lebih mudah untuk mengontrol bola. Serangan jarak jauh dapat digunakan untuk menghadapi cut defensive jarak pendek atau melakukan counter attack.

Taktik adalah siasat utuk menghadapi permainan lawan, dengan tujuan untuk dapat memenangkan permainan. Strategi adalah siasat yang bersifat umum, menyeluruh, dan menyangkut banyak segi. Taktik dan strategi dalam permainan tenismeja adalah sebagai berikut:
  1. Mengetahui kelemahan lawan. Pada saat bermain tenis-meja, kita harus mengetahui terlebih dahulu kelemahan lawan. Kelemahan lawan akan diketahui pada saat kita sedang bermain dengannya. Apabila kita sudah tahu dan mengenal lawan sebelumnya, gunakanlah kelemahan tersebut untuk mengalahkannya.
  2. Konsisten. Salah satu taktik tenis-meja terbaik Anda dapat menggunakan hanya untuk menjaga bola dalam permainan lebih lama dari lawan. Dengan menjadi konsisten pada semua pukulan Anda, Anda dapat sering menang poin secara default, karena lawan akan membuat unforced error. Ini jelas membutuhkan latihan, latihan, latihan.
  3. Gabungkan serangan, kecepatan, spin dan arah. Seperti yang telah disampaikan di atas, jika Anda bermain tembakan yang sama berkali-kali, lawan Anda lebih mungkin untuk membiasakan diri mereka, dan mampu mengantisipasi mereka. Jadi, Anda harus mencoba untuk mengubah kecepatan, spin dan arah bidikan Anda.
tenismeja
B. Pola Pertahanan dalam Permainan Tenis-meja
Taktik bertahan di dalam permainan tenis-meja biasanya dilakukan jika tidak ada kesempatan untuk dapat melakukan serangan, karena bola yang datang pada waktu akan dipukul untuk dikembalikan selalu lebih rendah dari meja, sehingga sulit untuk dapat melakukan pukulan serangan. teknik bertahan dalam permainan tenis meja dapat dilakukan dengan beberapa teknik, antara lain sebagai berikut.
  1. Blok merupakan teknik memukul bola yang dilakukan dekat dengan net, blok menghasilkan bola polos tanpa putaran. Blok termasuk salah satu taktik untuk bertahan dari jarak dekat meja Keseluruhan tenaga block pada prinsipnya mengembalikan bola dengan cara menggunakan atau meminjam datangnya tenaga desakan bola serangan lawan. Blok mampu menyerap, mengurangi, atau memperlemah tenaga pantulan bola lawan. Blok sangat efektif digunakan ketika lawan berada pada posisi jarak tengah atau jarak jauh dari meja.
  2. Kemampuan mengembalikan servis lawan dengan tepat merupakan slaah satu pertahanan yang baik. Jika anda tidak dapat mengembalikan servis lawan, lawan akan mudah menyerang, kosentrasi permainan akan goyah, dan anda dapat dikendalikan oleh lawan. Selain dapat melakukan servis, anda juga harus dapat mengembalikan servis dengan baik. Persiapan yang baik adalah dengan latihan kuda-kuda siap dan memahami cara lawan memukul sehingga kita dapat mengetahui arah putaran bola. Begitu anda tahu apakah servis lawan jenis chop, sidespin, topspin, maka anda dapat memutuskan pukulan apa yang akan digunakan untuk mengembalikan servis tersebut. 

Setelah memahami bagaimana cara menyerang dan bertahan dalam permainan tenismeja. Selanjutnya adalah mengetahui beberapa peraturan dalam permainan tenismeja. Ada beberapa peraturan dalam permainan tenismeja yang harus diperhatikan agar tidak terjadi pelanggaran. Beberapa aturan dalam permainan tenis meja antara lain sebagai berikut.
  1. Pada saat servis, bola harus dilepas. Apabila bola terkena net dan bola masuk ke daerah lawan, maka harusdi ulang sampai 3 (tiga) kali dan apabila masih terkena net juga maka point untuk lawan. Sedangkan apabila bola menyentuh net dan masuk ke daerah kita, maka point untuk lawan.
  2. Pada saat mau servis dan bola lepas dari tangan dan belum/tidak sempat dipukul, maka servis boleh diulang selama bola tidak menyentuh meja pertandingan. Jika bola jatuh menyentuh meja pertandingan, maka point untuk lawan.
  3. Pada saat pertandingan, pergantian servis (pindah bola) dilakukan setelah 2 (dua) point.
  4. Pertandingan dilakukan sebanyak 3 (tiga) game dan apabila menang dalam 2 game maka dinyatakan sebagai pemenang. 
  5. Dalam setiap game perolehan point sebanyak 21 point/angka.
  6. Selama pertandingan apabila tangan atau anggota tubuh lainnya menyentuh meja pertandingan, pertandingan tetap dilanjutkan. Apabila bola menyentuh tangan (tidak disengaja) dan bola jatuh kemeja lawan, maka pertandingan tetap dilanjutkan.
  7. Apabila bet menyentuh meja atau bet menyentuh badan, pertandingan tetap dilanjutkan.
  8. Untuk menentukan siapa yang berhak melakukan serve lebih dulu pada setiap pertandingan, dilakukan dengan menebak keberadaan bola dibawa meja yang disembunyikan oleh wasit. 
  9. Untuk game ke-2 dan selanjutnya, yang berhak melakukan servis lebih dulu adalah orang yang menerima bola (bukan yang servis) pada akhir game sebelumnya

Pola penyerangan adalah siasat yang digunakan masing-masing tim untuk mencetak point dan menjadi tim yang menang. Taktik-taktik penyerangan mencakup taktik secara individu maupun tim. Pola pertahanan merupakan upaya untuk bertahan dalam keadaan pasif menerima serangan dengan harapan tim lawan akan melakukan kesalahan dan akhirnya mengalami kekalahan. Tim yang baik dalam melakukan taktik penyerangan dan pertahanan akan membawa pada kemenangan, sedangkan tim yang jelek dalam penyerangan dan pertahanan akan berakibat pada kekalahan.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:06 PM

Taktik dan Strategi Permainan Bulutangkis

Taktik dan strategi adalah komponen yang sangat penting dalam permainan bulu tangkis. Strategi adalah rancangan atau konsep yang bersifat metodis sebelum permainan atau pertandingan berlangsung. Taktik adalah penerapan atau pelaksanaan dari strategi. Dengan taktik dan strategi yang tepat, seorang pemain dapat memenangkan suatu perrmainan dengan efisien. Taktik dan strategi menunjang pemain untuk bermain secara pandai. Seorang pemain mampu memaksa untuk membuka kelemahan lawannya dan menutupi kelemahannya sendiri dengan tepat. Pemain tidak perlu menghabiskan banyak waktu yang hanya membuang-buang tenaga, ketika taktik yang digunakan mampu menekan lawan.

A. Pola Penyerangan dalam Permainan Bulutangkis
Penyerangan yang baik adalah mengunakan tenaga sekecil mungkin untuk mendapatkan poin atau mengalahkan lawan. Taktik dan strategi penyerangan dalam permainan bulutangkis yang digunakan antara lain pukulan service, pukulan drive, pukulan drop shot, pukulan netting, pukulan smash, dan pukulan lob. Dalam permainan bulutangkis dikenal adanya sistem permainan ganda dan sistem permainan tunggal.

1. Permainan Tunggal
Permainan tunggal dalam bulutangkis adalah permainan yang dilakukan dengan cara satu lawan satu. Permainan tunggal dalam badminton umumnya merupakan permainan yang memerlukan keuletan dan kesabaran. Setiap nilai yang diperoleh bergantung sepenuhnya kepada teknik dan taktik seseorang. Seseorang pemain tunggal bertanggungjawab sepenuhnya terhadap baik atau buruknya pukulan untuk mengalahkan pihak lawan. Untuk menjadi pemain yang baik dalam permainan perseorangan, tentunya harus menggunakan teknik serta taktik-taktik yang baik.

Pola penyerangan dalam permainan tunggal bertujuan untuk menerapkan penguasaan taktik dalam menghadapi permainan pihak lawan. Ada beberapa taktik dalam permainan tunggal, antara lain sebagai berikut.
  1. Permainan berdasarkan kekuatan dan kecepatan. Permainan ini menggunakan pukulan yang keras dan cepat serta mengarahkan shuttlecock jatuh curam ke bawah. Pemain yang menguasai bentuk permainan ini selalu memiliki pukulan smash yang keras dan cepat. 
  2. Permainan berdasarkan daya tahan dan keuletan. Bentuk permainan ini mengutamakan pukulan yang panjang atau rally yang didasarkan pada faktor daya tahan dan keuletan, sedangkan daya serangnya kurang, yang diutamakan adalah selalu bertahan terhadap serangan lawan atau secara defendif. 
  3. Permainan berdasarkan faktor teknik dan deception (tipuan). Disini yang penting adalah penguasaan teknik pukulan dan cara melakukan tipuan. Yang diutamakan dalam pola permainan ini adalah mendalami dan mengulangi teknik pukulan dan cara melakukan tipuan.

2. Permainan Ganda
Permainan ganda dalam bulutangkis adalah permainan yang dilakukan dengan cara dua lawan dua. Dalam permainan ganda dua orang pemain merupakan satu kesatuan yang harus tampil baik. Mereka harus bermain menurut suatu bentuk permainan tertentu yang mengutamakan kerjasama. Agar dapat bermain sebaik mungkin, kedua pemain harus saling percaya terhadap kemampuan masing-masing, harus saling menutupi kelemahan, dan harus paham atas tugas serta fungsinya dalam taktik yang hendak dilaksanakan secara konsekuen dalam permainan. Seorang pemain ganda yang baik, tidak saja berusaha mengembangkan permainan sendiri, tetapi juga berusaha menambah semangat kawannya, sehingga dapat bermain dengan baik.

Baik permainan tunggal maupun permainan ganda pola penyerangan yang dilakukan oleh pemain adalah sama. Beberapa pola penyerangan dalam permainan bulutangkis antara lain sebagai berikut.
  1. Pukulan servis merupakan pukulan awalan atau sajian bola pertawa sebagai permulaan permainan. Servis merupakan pukulan yang sangat menentukan dalam awal perolehan nilai, karena hanya pemain yang melakukan servis yang dapat memperoleh angka/nilai. Servis yang baik adalah servis yang betul dan dapat mematikan lawan atau setidak-tidaknya dapat mengacaukan posisi atau kedudukan lawan. Servis dikelompokkan menjadi servis pendek (short service), servis tinggi (lob service), servis drive, dan servis cambuk (service flick).
  2. Pukulan Lob/Tinggi. Pukulan ini harus melambung dan jauh ke belakang daerah permainan lawan, untuk itu kita memerlukan tnaga yang cukup besar. Pukulan lob dapat dilakukan, baik dari bawah maupun dari atas kepala. Pukulan lob merupakan pukulan yang sangat penting bagi pola pertahanan dan penyerangan. Cara melakukan lob atau melambung dapat dilaksanakan dengan dua cara, yaitu : overhead lob dan underhand lob.
  3. Pukulan Drive (Mendatar). Pukulan drive adalah pukulan yang biasa digunakan untuk menekan lawan dan untuk mendapatkan bola-bola yang melambung, sehingga tidak sidak sempat menyerang. Cara melakukannya yaitu ambil dan pukullah bola dari samping badan pada ketinggian pinggang. Pukulan drive dapat dilakukan dengan forehand atau backhand.
  4. Pukulan dropshot adalah pukulan yang tepat melam­paui net, dan langsung jatuh ke sisi lapangan lawan. Dropshot merupakan pukulan yang dilakukan dengan cara menyeberangkan shuttlecock ke daerah lawan dengan men­jatuhkan shuttlecock sedekat mungkin dengan net. Pukulan dropshot dapat dilakukan dengan dua cara, antara lain: Pukulan dropshot dari atas, Pukulan dropshot secara penuh, Pukulan dropshot potong, Pukulan dropshot secara dicambuk atau flick, dan Pukulan dropshot dari bawah
  5. Pukulan smash adalah pukulan yang dilakukan dengan cepat dan sekeras-kerasnya ke arah bawah lapangan lawan. Pukulan smash dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain: Pukulan smash penuh, Pukulan smash potong, Pukulan smash melingkar (around the head smash), Pukulan smash cambukan atau flick smash, dan Pukulan backhand smash.
  6. Return smash adalah pukulan mengembalikan smash lawan sehingga menjadi serangan balik yang mematikan. Jenis-jenis pengembalian smash dalam bulu tangkis dibagi menjadi 3 yaitu : pengembalian pendek bolanya jatuh dekat net, pengembalian drive (mendatar) dilakukan untuk tidak memberikan kesempatan kepada lawan melakukan serangan, pengembalian panjang yaitu pengembalian bola ke arah belakang lawan.
  7. Netting adalah pukulan yang di lakukan di dekat net yang di pukul dengan sentuhan halus namun akurat. Netting di lakukan supaya shuttlecock yang jatuh di bidang lawan jatuh sedekat mungkin dekat net, sehingga lawan akan sulit mengembalikan shuttlecock.

B. Pola Pertahanan dalam Permainan Bulutangkis
Bertahan adalah cara untuk mempertahankan daerah sendiri, dapat mengembalikan shuttlecock ke daerah lawan melewati atas net dan tidak dapat dikembalikan oleh lawan. Pertahanan yang baik dapat terjadi dengan taktik yang strategi yang tepat. Pola pertahanan dalam permainan ganda dibedakan menjadi 3 macam, yaitu sistem perdampingan (side by side), sistem depan belakang (front and back), dan sistem bergantian (circulate).
side by side
a. Sistem Berdampingan (Side by side)
Menurut sistem ini lapangan terbagi menjadi dua bagian yang sama besar. Setiap pemain mempunyai tugas mempertahankan daerah masing-masing. Kalau satu pemain ada yang lemah, maka pemain itu akan diberi shuttlecock terus menerus dan diserang terus. Sistem berdampingan merupakan sistem yang mudah diajarkan pada atlet yang baru belajar. Beberapa keuntungan dari sistem berdampingan:
  • Daerah kekuasaan tipe pemain terlihat/tampak dan dibatasi oleh garis-garis yang jelas, sehingga menghindari kesalahpahaman yang mengakibatkan salah pukul atau patahnya raket pemain.
  • Sistem side by side merupakan formasi yang baik dan mempunyai pertahanan yang kuat dimana lawan sukar menembusnya dengan smash. 

Selain memiliki kelebihan sistem side by side juga memiliki beberapa kelemahan. Berikut ini kelemahan dari sistem berdampingan. Pasangan lawan yang cerdik akan menekan secara terus menerus pemain yang lemah. Dalam formasi ini, pemain tidak dapat menyerang dengan efektif. Selain itu dalam sistem side by side seorang pemain diharuskan menguasai lapangan dari depan net sampai ke garis belakang.

b. Sistem Front and Back
Sistem depan belakang(front dan back) adalah sistem permainan yang menggunakan pembagian lapangan menjadi separuh depan separuh belakang. Pemain yang melakukan service berada di depan dan bertugas mengembalikan shuttlecock yang jatuh dekat dengan net. Sedangkan pemain belakang menguasai lapangan bagian belakang.

Sistem depan belakang biasanya digunakan jika salah satu anggota pasangan lebih kuat dari yang lain, pemain yang lemah berada di depan (dekat net), sedangkan yang lebih kuat mengawasi seluruh lapangan bagian belakang. Pada sistem depan belakang tiap pemain memukul memiliki bidang permainan dan tanggung jawab yang jelas. Pemain secara bergantian mengambil posisi di depan dan di belakang.

Beberapa keuntungan dari sistem depan belakang antara lain sistem ini merupakan formasi yang baik untuk menyerang. Sistem front and back memungkinkan untuk menyembunyikan pemain yang lebih lemah ke dekat net. Sedangkan kelemahan front and back adalah saat diserang lawan dapat mengocok pemain belakang dari sisi kanan dan kiri dan sebaliknya hampir tidak memungkinkan bagi pemain belakang dapat menguasai semua pukulan smash yang dilancarkan lawan ke garis samping kiri maupun kanan.

c. Sistem Bergantian (circulatie)
Sistem bergantian adalah gabungan dari sistem berdampingan dan sistem depan belakang. Sistem ini diterapkan untuk menutupi kelemahan dan mengatasi kesulitan yang ada dalam sistem berdampingan dan sistem depan belakang. Pada saat melakukan serangan menggunakan sistem depan dan belakang, sedangkan saat bertahan dari serangan lawan dapat menggunakan sistem formasi berdampingan. Pada saat terserang pemain depan hendaknya mundur sampai setengah lapangan bagian kiri dan kanan.

Sementara itu, pemain yang di belakang maju mengambil posisi di sampingnya. Pada saat merubah posisi maka pemain yang di belakang yang harus menyesuaikan posisinya dengan posisi pasangannya (maju ke lapangan bagian kiri atau kanan).

Permainan bulutangkis memerlukan taktik dan srategi penyerangan dan pertahanan untuk dapat memenangkan permainan. Penyerangan yang baik adalah mengunakan tenaga sekecil mungkin untuk mendapatkan poin atau mengalahkan lawan maka diperlukan analisis taktik dan strategi dalam bermain agar dapat merealisasikan penyerangan. Taktik yang pertahanan digunakan antara lain dengan menerapkan pola Front and Back, Side by Side dan pola circulatie, sedangkan teknik yang dapat digunakan dalam penyerangan pukulan service, pukulan drive, pukulan drop shot, pukulan netting, pukulan smash dan pukulan lob.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:22 PM

Partitur Musik Kreasi

Musik merupakan media seni, dimana pada umumnya orang mengungkapkan kreativitas dan ekspresi seninya melalui bunyi-bunyian atau suara. Oleh karena itulah pengertian musik sangat universal, tergantung bagaimana orang memainkannya serta menikmatinya. Seni musik adalah salah satu cabang seni yang menggunakan olah vokal, melodi, harmoni, ritme, dan tempo sebagai sarana mengekspresikan perasaan atau emosi penciptanya. Seni musik saat ini telah menjadi salah satu sarana hiburan terpopuler seiring dengan perkembangan teknologi saat ini.

A. Partitur Musik
Musik merupakan simbolisasi pencitraan dari unsur-unsur musik dengan substansi dasarnya suara dan nada atau notasi. Nada ditulis dengan simbol, salah satu wujud simbol musik itu adalah notasi. Notasi dapat dituliskan dalam partitur musik. Partitur dalam bahasa Jerman disebut partition bahasa Prancis dan sebutan dalam bahasa Inggris dinamakan score. Makna dari istilah tersebut merupakan lembaran kertas yang memuat notasi dari sebuah komposisi musik.

Dalam tulisan Soeharto (1991:95) partitur jika berisi notasi lengkap dari seluruh penyaji sering disebut partitur lengkap atau full score. Sebutan tersebut dibedakan dengan partitur vokal atau vocal score, partitur orches atau orchestral score. Partitur yang khusus untuk tulisan suatu alat musik, lazim disebut partai atau part.

B. Tanda Baca dalam Partitur
Tanda baca dalam sebuah partitur adalah tanda yang digunakan pada saat membaca sebuah partitur musik. Tanda baca dalam partitiur secara garis besar dikelompokkan menjadi dua yaitu tanda tempo dan tanda dinamik. Berikut ini penjelasan dan beberapa contoh tanda tempo dan tanda dinamik dalam sebuah partitur lagu.

1. Tempo
Tempo menyatakan cepat atau lambatnya sebuah lagu dinyanyikan. Tanda tempo biasanya ditulis di sebelah kiri atas text dan berlaku untuk keseluruhan lagu, tetapi, sering kali juga terjadi perubahan tempo di tengah-tengah nyanyian yang dinyatakan dengan istilah tertentu, misalnya, rittennutto yang artinya, makin lama makin lambat. Secara garis besar terdapat tiga tempo utama yakni lambat, sedang, dan cepat. Ketiga jenis tempo ini, merupakan dasar perkembangan jenis-jenis tempo yang lain.

Tanda tempo cepat terdiri dari Allegro : cepat, Allegratto : agak cepat, Allegrissimo : lebih cepat, Presto : cepat sekali, Presstissimo : secepat-cepatnya, Vivase : cepat dan girang. Tanda tempo sedang terdiri dari: Moderato : sedang, Allegro moderato : cepatnya sedang, Andante : perlahan-lahan, Andantino : kurang cepat. Tanda tempo lambat terdiri dari: Largo : lambat, Largissimo : lebih lambat, Largeto : agak lambat, Adagio : sangat lambat penuh perasaan, Grave : sangat lambat sedih, dan  Lento : sangat lambat berhubung-hubungan.

2. Dinamika
Dinamika adalah tanda yang berkaitan dengan keras atau lembutnya suara dalam suatu nyanyian. Dinamika merupakan unsur yang sangat penting dalam ekspresi musik, oleh karena dinamika mencerminkan emosi yang menjiwai musik. Emosi yang lembut, terharu, damai, tenang akan terungkap di dalam alunan musik yang lembut atau emosi yang sedang membara, marah, gelisah, semangat, atau dinamis akan diungkapkan dengan alunan musik yang keras dan kuat.

Tanda dinamika sangat diperlukan agar sebuah karya musik tidak menjadi monoton atau datar. Pemain musik atau penyanyi yang baik akan selalu mengikuti dinamika lagu yang diberikan. Terkadang, sang pemimpin orkes atau paduan suara harus menginterpretasikan sendiri lagu yang akan dibawakan, dan memberi tanda dinamika atas lagu itu agar makna dari lagu itu lebih bisa ditangkap oleh penikmatnya.

Secara garis besar tanda dinamika dalam seni musik dibedakan menjadi lembut, keras, sedang, dan dinamika perubahan. Tanda dinamika lembut terdiri dari p = piano (lembut), pp = pianissimo (sangat lembut), ppp = pianissimo possible (selembut-lembutnya). Tanda dinamika keras terdiri dari : f = forte (nyaring), ff = fortissimo (sangat nyaring), fff = fortissimo possible (senyaring-nyaringnya). Tanda dinamika sedang terditi dari  : mp = mezzo piano (setengah lembut), mf = mezzo forte (setengah nyaring), fp = forte piano (mulai dengan keras dan diikuti dengan lembut), sf atau sfz = sforzato (aksen kuat), rf atau rfz atau riuf = riuforzando(menjadi keras), sfp = sforzato piano (penekanan tertentu dengan tenang).

Sedangkan tanda dinamika perubahan terdiri dari : decresc. = decrescendo (beransur-angsur lembut), calando = kuat dan cepatnya berkurang, dim = diminuendo (melembut), mor. = morenco (makin lama makin hilang), smor. = smorzando (makin lambat dan makin lembut), dan perdendosi (melembut sampai hilang). Berikut ini contoh partitur lagu dari kumpulan Album lagu S. Andjar Sumyana :
tanahku indah

Setiap karya musik kreasi itu memiliki makna, nilai, dan filosofi budaya yang beragam. Karya musik kreasi muncul sebagai buah karya hasil penciptaan seseorang. Penciptaan karya seni musik adalah suatu tindakan dan atau perilaku berkarya musik yang menghasilkan satu bentuk pernyataan musikal yang asli dari penciptanya, yang sebelumnya belum ada atau belum terwujud.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:55 PM

Taktik dan Strategi dalam Permainan Softball

Permainan softall dimainkan di lapangan oleh dua regu atau yang saling berhadapan. Sofbol merupakan perkembangan dari olahraga sejenis yaitu bisbol. Dalam permainan softball bola sofbol dilempar oleh seorang pelempar bola (pitcher) dan menjadi sasaran pemain lawan, yaitu pemukul bola (batter). Dalam permainan softball terdapat sebuah regu yang berjaga (defensif) dan tim yang memukul (ofensif). Tiap tim berlomba mengumpulkan angka (run) dengan cara memutari tiga seri base pelari hingga menyentuh marka akhir yaitu home plate. Tujuan permainan softball adalah mencetak angka sebanyak mungkin dan mematikan lawan supaya tidak mendapatkan poin. Oleh karena itu, permainan softball diperlukan taktik dan strategi penyerangan dan pertahanan. 

Lapangan sofball berbentuk segi empat, dengan panjang setiap sisinya yaitu 16,76 m, Jarak dari home base ke tempat pelempar adalah 13,07 meter. Tempat pelempar berdiri (pitcher plate, berukuran 60 x 15 meter) Permainan softball mempunyai tiga tempat hinggap pelari yang disebut base. Base terdiri atas base I, II, dan III, sedang base IV langsung tempat untuk memukul (home base). Setiap base terdiri dari karet atau kanvas yang merupakan bantalan, dengan ukuran masing-masing base 38 x 38 cm, dan tebal 5-12,5 cm, kecuali home base berukuran 42,5 x 21,5 cm, sisi puncaknya berukuran 30 cm. Perpanjangan garis dalam home base ke base I dan II disebut garis batas/sector, gunakanya untuk menentukan bola itu jatuhnya di dalam atau di luar garis batas.

Dalam permainan Softball setiap regu terdiri dari 9 orang yaitu: Pada posisi pemain bertahan terdapat sembilan posisi yang harus diisi oleh setiap masing-masing team diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Pitcher adalah pemain pelambung bola/pelempar.
  2. Catcher. adalahpemain yang bertugas menangkap bola yang di lambungkan oleh pitcher.
  3. First Base adalah pemain pada posisi penjaga  ini bertugas melempar, menangkap (jika bola mengarah pada first base), menghentikan pemain yang akan berlari menuju first base 
  4. Second Base adalah pemain pada posisi penjaga  ini bertugas melempar, menangkap (jika bola mengarah pada first base), menghentikan pemain yang akan berlari menuju Second base
  5. Third Base adalah pemain pada posisi penjaga  ini bertugas melempar, menangkap (jika bola mengarah pada first base), menghentikan pemain yang akan berlari menuju Third base.
  6. Short Stop adalah pemain yang bertugas menangkap, melempar (meneruskan) bola ke pemain yang menjaga second ataupun ke third base. Pada posisi ini dibutuhkan pemain yang lincah, karena dia akan bertugas di dua daerah second dan third base.
  7. Pemain yang berada posisi nomor 7, 8, dan 9 pada gambar merupakan pemain yang berada di luar lapangan. Posisinya adalah : Left Field, Center Field, dan Right Field. Tugas dari pemain outfield adalah menangkap, melempar (meneruskan) bola ke pemain penjaga yang lain.
posisi pemain

A. Pola Penyerangan dalam Permainan Softball
Pola penyerangan dalam permainan softball dibutuhkan untuk mencetak angka. Penyerangan membutuhkan kerja sama dari pemain-pemain dalam sebuah tim. Taktik dalam penyerangan softball adalah siasat yang dipergunakan oleh regu yang mendapatkan giliran memukul, secara individu atau kelompok untuk menyerang lawan dan berusaha memperoleh nilai dan kemenangan dalam pertandingan. Taktik penyerangan yang sering dipergunakan dalam permainan softball adalah sebagai berikut:
  1. Pukulan Tanpa Ayunan (bunt). Pukulan tanpa ayunan adalah usaha pemukul melakukan pukulan ke arah base pertama, pitcher atau base ketiga dengan tujuan untuk membantu pelari menuju base di depannya.  Pukulan bunt dilakukan dengan cara bola hanya disentuh perlahan. 
  2. Pukul dan lari. Pukul dan lari adalah siasat yang dilakukan oleh pemukul untuk membantu agar pelari dapat maju beberapa base di depannya dengan selamat. Taktik ini dilakukan apabila ada pelari di base 1 atau 2. Keuntungan pukul lari adalah memungkinkan tidak terjadinya out sehingga dapat membantu mencapai base di depannya. Taktik pukul dan lari dapat dipergunakan dalam situasi unggul 1 angka dan sebelum terjadi 2 out. Pukul dan lari dikatakan berhasil jika dapat menyelamatkan pelari dari base 1 mencapai base 3.
  3. Mencuri base. Mencuri base adalah siasat yang dilakukan oleh pelari di base. Keberhasilan siasat ini dipengaruhi kecepatan dan kejelian pelari melihat pelepasan bola oleh pitcher. Mencuri base dapat dilakukan oleh: Satu orang pelari yang melakukan mencuri base, dari satu base ke base berikutnya sewaktu pitcher melakukan pitching. Dua pelari pada dua base melakukan mencuri base, misalnya seorang pada base 1, yang lain
  4. Pukulan Melayang. Pukulan melayang ini sangat tepat dilakukan pada saat permainan berlangsung ketat. Hal ini dilakukan sebelum terjadi 2 mati atau selisih nilai tidak lebih dari 2, ada pemain di base 3, atau base 2 dan base 1. Pukulan melayang harus dilakukan oleh seorang pemukul yang baik, karena harus memukul bola melampung ke arah outfield. Bola dipukul jauh dan melambung ke arah outfielder, pelari pada base bersiap meninggalkan base. Jika kemungkinan bola tidak tertangkap oleh fielder, pelari dapat langsung menuju base di depan home. Akan tetapi, jika diperkirakan bola dapat ditangkap oleh outfielder, pelari siap berada di base, bersamaan dengan bola menyentuh glove penjaga, langsung lari secepatnya mencapai base di depannya.

B. Pola Pertahanan dalam Permainan Softball
Sebuah tim softball dalam permainannya membutuhkan pola pertahanan untuk mencegah lawan mendapatkan nilai. Pertahanan dalam sebuah tim dapat diwujudkan melelui beberapa pola pertahanan. Pada dasarnya taktik dan strategi pertahanan permainan softball adalah siasat atau usaha dari regu penjaga lapangan untuk bertahan mematahkan atau menangkis serangan lawan, dengan jalan mematikan pelari atau pemukul, agar tidak maju ke base di depannya atau mendapatkan nilai.

Dalam permainan softball, khususnya regu bertahan, pemain-pemainnya dibagi dalam 2 kelompok besar sesuai dengan daerahnya masing-masing, yaitu: infielder di daerah infield (daerah bujur sangkar yang dibatasi oleh garis-garis penghubung antara home base ke first base, second base, third base dan kembali ke home base) dan outfielder di daerah outfield (daerah yang dibatasi oleh garis-garis perpanjangan dari home base ke first base dan dari home base ke third base dan pagar belakang). 

Pada permainan softball ada dua macam taktik dan strategi pertahanan, yaitu: pertahanan infield dan outfield. Secara keseluruhan sistem pertahanan ini dapat dikelompokkan menjadi 3 macam, yaitu:
  1. Sistem pertahanan pendek (Close system atau biasa disebut C-position), digunakan bila ada pelari di base ke III yang menentukan kemenangan atau keadaan sama/draw (tie game) dan dalam keadaan kurang dari dua mati (out).
  2. Sistem pertahanan medium (Medium system atau M-position), merupakan posisi agak lebih aman, terutama jika menghadapi lawan yang suka melakukan pukulan pendek (bunting) dan untuk mencegah pelari di base tidak dapat maju ke base berikutnya atau digunakan untuk melakukan double play artinya mematikan 2 pelari sekaligus dalam waktu dan moment yang bersamaan dan berurutan. Misalnya ada pelari di base I dan hendak menuju ke base II sementara temannya memukul. Jika bolanya (hasil pukulan) dapat dikuasai oleh pemain lapangan, dengan cepat bola tersebut dilemparkan kearah base II untuk mematikan pelari dari base I kemudian sekaligus mematikan pelari yang menuju ke base I. Inilah yang dimaksudkan dengan double play.
  3. Sistem pertahanan jauh/dalam (Deep system atau D-position), untuk menghadapi situasi tanpa/tidak ada pelari satupun di base sedangkan pemukulnya adalah pemukul jauh dan akurat (slugger), atau biasa juga untuk menghadapi bila ada pelari di base II dan III dalam keadaan 2 mati (out), sehingga kemungkinan lawan untuk mendapatkan nilai sangat kecil atau sebaliknya besar kemungkinan bagi regu lapangan untuk mematikan lawan. Sebab dalam keadaan seperti ini pihak la lawan ada kecenderungan untuk memukul bola sejauh mungkin.

Dalam permainan soffball dapat digunakan untuk melatih pemain memiliki apresiasi terhadap perilaku bermain dan berolahraga yang termanifestasikan ke dalam nilai-nilai, seperti: kerjasama, menghargai teman dan lawan, jujur, adil, terbuka dan lain-lain. Untuk dapat melakukan pola penyerangan dan pola pertahanan dengan baik dibutuhkan latihan intensif dan juga kerjasama dalam tim tersebut.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 3:41 PM

Taktik dan Strategi Permainan Bolabasket

Bolabasket adalah suatu permainan yang dimainkan oleh dua regu yang masing-masing regu terdiri atas 5 orang pemain. Jenis permainan ini bertujuan untuk mencari nilai atau angka sebanyak-banyaknya dengan cara memasukkan bola ke ring lawan dan mencegah lawan untuk mendapatkan nilai. Dalam memainkan bola, pemain dapat mendorong bola, memukul bola dengan telapak tangan terbuka, melemparkan atau menggiring bola ke segala penjuru dalam arena permainan. Dalam permainan basket, salah satu hal yang penting dalam meraih kemenangan dalam setiap pertandingan adalah point. Karena permainan bola basket merupakan permainan yang menggunakan jumlah skor sebagai penentu hasil akhir. 

A. Pola Penyerangan dalam Permainan Bolabasket
Dalam permainan bolabasket untuk memperoleh nilai dilakukan dengan cara mengadakan penyerangan ke daerah lawan. Penyerangan yang dilakukan mengikuti pola-pola tertentu yang sering digunakan dalam permainan bolabasket. Pola penyerangan dalam permainan bolabasket adalah usaha yang dijalankan untuk menerobos daerah pertahanan lawan, sehingga dapat membuahkan hasil atau angka. Pola-pola penyerangan yang lazim digunakan dalam permainan bolabasket adalah sebagai berikut:

1. Penyerangan Bebas (gerakan off the ball)
Penyerangan bebas adalah penyerangan tanpa bola yang sangat bergantung dari penguasaan teknik, taktik dan kesempurnaan fisik setiap anggota tim yang baik. Meskipun bebas, namun penyerangan ini harus tetap ada koordinasi dan kerjasama antar pemain, sehingga terwujud adanya saling pengertian tiap pemain.

2. Penyerangan Kilat (fastbreak)
Dasar penyerangan kilat adalah dengan 2 atau 3 operan harus sudah melakukan tembakan. Serangan kilat merupakan usaha untuk memperoleh posisi tembakan, pada saat lawan belum sempat menempati posisi jaganya. Serangan kilat merupakan senjata yang sangat baik untuk menghancurkan pertahanan lawan. Fastbreak tidak memberikan sedikit pun celah bagi musuh untuk mengantisipasi. Serangan ini memiliki banyak model dan variasi. Penggunanya pun dapat berbeda-beda, ada yang menggunakan sistem 2 orang -1orang rebounder dan 1 orang pointtaker-, sistem 3 orang atau lebih . Bahkan ada sistem 1 orang dimana dia sebagai rebounder dan dia juga sebagai pointtaker.

3. Penyerangan Kilat Berpola
Serangan kilat berpola dimulai dengan adanya situasi-situasi tertentu, misalnya; dari bola loncat (jump ball), lemparan ke dalam, dll. Jump ball adalah bola yang dilambungkan oleh wasit ke udara diantara dua pemain yang berlawanan. Jump ball dilakukan karena dua sebab sebagai berikut : Pada permulaan permainan dan sesudah istirahat, jump ball dilakukan di lingkaran tengah lapangan. Jika dua orang pemain yang berlawanan memegang bola bersama-sama, jump ball dilakukan dengan lingkaran tengah lapangan atau di daerah kemparan ke dalam.

4. Penyerangan Berpola (patern)
Penyerangan berpola adalah penyerangan dengan mengatur setiap pemain yang mempunyai tugas-tugas tertentu dan menguasai jalur-jalur gerakan. Pergerakan pemain dan bola ditentukan dengan pasti, sehingga tim memperoleh serangan-serangan yang teratur dan sangat menghemat tenaga. Penyerangan berpola sangat baik dilakukan bila setiap pemain sukar menembus penjagaan lawan, serta usaha-usaha untuk memperlambat permainan Macam-macam jenis pola penyerangan adalah sebagai berikut:
  1. Pola 1-3-1 (pola diamond). Pola diamond sangat bentuk penyerangan terhadap pertahanan daerah maupun pertahanan satu lawan satu.  Dengan catatan, tim tersebut mempunyai pemain jangkung. Sementara itu, susunan pemainnya terdiri atas pengatur serangan, peranyah, penembak, pengaman, dan pengumpan.
  2. Pola 1-2- 1 (pola ault mann). Pola ault mann dapat diterapkan apabila suatu regu tidak mempunyai pemain jangkung.
  3. Pola 2-3 (pola reverse). Pola reverse diperlukan untuk penyerangan terhadap pertahanan satu lawan satu. Kemahiran memotong dan membayang serta kelincahan sangat dibutuhkan dalam melakukan pola penyerangan ini.
pola penyerangan
Belajar Taktik dan Strategi Penyerangan Bolabasket
Agar dapat melakukan berbagai teknik menyerang dengan baik diperlukan latihan yang intensif. Latihan dalam penyerangan dapat dilakukan dengan menggunakan penyerangan dalam permainan bolabasket 3 lawan 2 berikut ini:
  1. Permainan dimainkan oleh 2 tim yang masing-masing tim beranggotakan 3 orang sebagai penyerang dan 2 orang sebagai penghalang.
  2. Tugas 3 orang penyerang adalah mencetak angka dengan saling passing dan memasukkan bola ke dalam ring.
  3. Tugas 2 orang penghalang adalah mencoba menghalangi penyerang dengan merebut bola agar tidak dapat mencetak angka.
  4. Tim penyerang berusaha memasukkan bola ke dalam ring dengan mengoper kepada 2 orang temannya.
  5. Tim penghalang berusaha merebut bola dari 3 orang penyerang.
  6. Apabila tim penyerang mampu memasukkan bola ke dalam ring, maka tim penyerang mendapatkan poin. Sedangkan apabila bola mampu direbut oleh lawan, maka poin untuk tim lawan.
  7. Tim yang paling banyak mendapatkan poin dalam waktu 5 menit adalah pemenangnya.
  8. Lakukanlah permainan 3 lawan 3 tersebut dengan menerapkan kejujuran, kerjasama, saling menghargai, toleransi, dan sportivitas.

B. Pola Pertahanan dalam Permainan Bolabasket
Bertahan merupakan bagian penting dalam sebuah permainan bolabasket. Tim yang sedang diserang oleh lawan membutuhkan pertahanan yang kuat. Pola pertahanan adalah suatu usaha yang dijalankan oleh tim bertahan dalam rangka menghalau serangan lawan. Unsur-unsur pelaksanaan pola pertahanan adalah sikap jaga, olah kaki untuk memenangkan langkah ketika melakukan pertahanan, dasar-dasar umum dalam penjagaan, posisi jaga dan pembagian daerah, dan pertahanan bersama. Macam-macam bentuk pertahanan bersama antara lain sebagai berikut:

1. Pertahanan daerah (zone deffence)
Pada pertahanan daerah, setiap pemain diberi tugas menjaga daerah tertentu. Bila tim mempunyai pemain-pemain yang tinggi besar tapi lamban gerakannya maka pertahanan daerah sangat menguntungkan bagi tim tersebut. Mengingat susunannya, maka pertahanan daerah disebut pertahanan daerah 2-1-2, 2-3, 3-2, 1-2-2, dan 2-2-1.

Tujuan utama dari zone defense adalah memberikan tekanan pada area ball-side (setengah ring) dari half-court (setengah lapangan) dengan tujuan untuk mengganggu shooting dan memberikan pertolongan ketika seorang pemain offensive melakukan penetrasi dengan atau tanpa bola. Selain itu zone defense juga mencegah penetrasi sehingga memaksa tim offensive untuk hanya memainkan bola di daerah sekitar perimeter, atau jauh dari ring basket.

2. Pertahanan satu lawan satu (man to man)
Pertahanan satu lawan satu adalah pertahanan dengan menugaskan setiap orang untuk menjaga seorang lawan. Macam-macam pertahanan satu lawan satu adalah sebagai berikut:
  1. Pertahanan satu lawan satu dengan tetap. Pada pertahanan satu lawan satu secara tetap, penjaga harus tetap menjaga seseorang pemain lawan.
  2. Pertahanan satu lawan satu dengan ganti jaga. Pada pertahanan satu lawan satu dengan ganti jaga dilakukan apabila terjadi pembayangan, maka penjaga segera mengadakan penggantian jaga.
  3. Pertahanan satu lawan satu dengan penolong. Jika terjadi kebobolan dari salah seorang penjaga, maka salah seorang penjaga yang terdekat membantu untuk menutup pemain lawan yang menerobos.

Aktivitas Taktik dan Strategi Pertahanan Bolabasket
Pertahanan dalam permainan bolabasket dapat dilatih dengan menggunakan permainan sederhana. Tujuan latihan ini adalah untuk melatih pertahanan. beberapa langkah dalam latihan bertahan antara lain sebagai berikut.
  1. Buatlah kelompok dengan jumlah 5 orang untuk masing-masing kelompok.
  2. Buatlah kelompok tersebut dalam dua bagian, yaitu: 2 orang sebagai penyerang dan 3 orang sebagai bertahan.
  3. Lakukanlah tim penyerang (2 orang) untuk menyerang ring/ basket dan tim bertahan (3 orang) mempertahankan ring/basket supaya tidak kemasukan.
  4. Lakukanlah permainan 2 lawan 3 tersebut dengan menerapkan disiplin, percaya diri, dan saling menghargai.

Prestasi olahraga tidak akan berhasil tanpa didukung oleh sikap mental para pelaku olahraga.Nilai-nilai olahraga seperti antusias, sportivitas, fair play, tanggungjawab, peduli, jujur, profesionalisme, menganggap lawan sebagai sparing-partner harus diterapkan. Sportivitas adalah komponen kedua dari moralitas dalam olahraga. Seorang pemain menentukan sportivitas sebagai kepedulian dan rasa hormat terhadap aturan main, wasit, lawan, dan tidak melakukan upaya yang curang untuk memenangkan sebuah pertandingan.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 2:22 PM

Taktik dan Strategi Permainan Bolavoli

Dalam permainan bolavoli masing-masing regu melakukan penyerangan dan pertahanan. Penyerangan dilakukan untuk memasukan bola ke pertahanan lawan, sedangkan pertahanan dilakukan untuk menahan serangan dari lawan. Kedua teknik tersebut harus dapat dilakukan dengan sama baiknya. Tim yang bagus penyerangannya jika memiliki pertahanan yang kurang baik tentu akan mengalami kesulitan dalam permaianan ketika diserang. Begitu juga sebalinya tim yang hanya baik dalam bertahan akan mengalami kesulitan ketika berusaha untuk menyerang. Untuk itulah pertahanan dan penyerangan harus dilakukan sama baiknya.

A. Taktik Penyerangan dalam Permainan Bolavoli
Taktik penyerangan diartikan sebagai suatu siasat yang dijalankan oleh perorangan, kelompok, maupun tim terhadap lawan dengan tujuan memimpin dan mematahkan pertahanan dalam rangka memenangkan pertandingan secara sportif.

Pola penyerangan adalah suatu cara yang dipergunakan dalam suatu pertandingan untuk mencari kemenangan secara sportif. Taktik penyerangan diartikan sebagai siasat yang mengharuskan regu lawan bertindak menuruti regu yang menjalankan penyerangan. Taktik penyerangan adalah siasat untuk mematikan bola di lapangan lawan dengan cara yang diperkenankan dalam peraturan permainan.

Dalam permainan bola voli berhasil atau tidaknya suatu penyerangan sebagian besar bergantung dari pemberian bola pada pemain penyerang yang bersangkutan. Seorang penyerang dapat dikatakan mahir dalam melakukan serangan apabila dalam melakukan penyerangan cukup luwes dan tidak kukuh dengan satu tipe penyerangan saja (menonton), pandai meloncat, dapat memukul bola dengan keras, dapat menjangkau bola jauh-jauh, serta mempunyai daya observasi yang tinggi terhadap kemampuan lawan.

Terdapat dua pola penyerangan dalam permainan bolavoli antara lain sebagai berikut.
1. Melindungi Penyerang (cover)
Cover adalah suatu proses serangan dari pemain penyerang yang melambung kembali dari block (bendungan) pihak lawan harus diterima oleh pemain seregunya yang bersama-sama telah mempersiapkan diri untuk membela dan membentuk pertahanan. Tujuan dari melindung penyerang adalah melindungi seluruh lapangan terhadap segala bola yang dilambungkan kembali dari block pihak lawan. Jarak antara kelompok-kelompok yang berkumpul disekitar penyerangan bergantung dari lambungan pass dari setter (pengumpan), kualitas block pihak lawan, arah lajunya yang dipukul oleh penyerang.

2. Teknik-teknik Penyerangan
Smash merupakan suatu keahlian yang penting untuk mendapatkan angka. Seorang pemain yang pandai melakukan smash atau dengan istilah asing disubut smasher harus memiliki kegesitan, pandai melompat, dan mempunyai kemampuan memukul bola dengan keras. Ada empat jenis smash, antara lain: Smash depan (frontal smash), Frontal smash dengan twist (smash depan dengan memutar), Smash dari pergelangan tangan, Dump (smash pura-pura).
  1. Frontal smash (Smash depan) dilakukan dengan cara tubuh sudah berada pada posisi meloncat dengan membungkuk sedikit. Otot-otot bahu dan lengan berkontraksi pada saat yang bersamaan secara kuat dan terulang beberapa kali berturut-turut. Kerjasama antar otot inilah yang mengakibatkan lengan terjulur menyentuh bola dan memukulnya. Pada saat memukul jari-jari terbuka sedikit dan pergelangan tidak boleh kaku. Bola dipukul bagian atas, esudah memukul bola, lengan pemukul harus bergerak kedepan ke bawah dengan akhiran yang sempurna.
  2. Frontal smash dengan putaran dapat dilakukan dengan cara bagian tubuh atas diputar, seakan-akan ada poros vertikalnya. Putaran tergantung pada arah pukulan dan putaran tubuh bagian atas ini diikuti dengan putaran kedua paha. Seluruh gerakan ini dilakukan sewaktu pemain sedang meloncat.
  3. Smash dengan pergelangan tangan dapat dilakukan dengan cara hanya menggunakan gerakan pergelangan tangan. Dengan menggunkan spin yang kuat, bola dapat dipukul dengan cukup cermat.
  4. Dump (Smash dengan pura-pura) dapat dilakukan dengan cara pemain melakukan gerakan yang sama seperti pada gerakan frontal smash. Namun pada waktu kontak dengan bola, bola tidak dipukul melainkan hanya disentuh dengan jari-jari tangan. Smasher mengarahkan bola dengan jari-jari tangannya saja ke tempat yang kosong dari penjagaan lawan. Bola dilewatkan melalui daerah yang tidak tersentuh oleh block yang dilakukan pihak lawan. Bola dapat dilambungkan pendek atau panjang tergantung pada situasi saat itu.

Formasi bermain suatu regu harus merata pembagian kekuatannya dalam posisi apapun untuk melakukan serangan. Oleh karena itu, penempatam smasher, set-upper, dan pemain universaler harus diperhitungkan dengan matang agar dicapai pemerataan kekuatan dalam penyerangan. Jenis-jenis pemain sesuai dengan tugas dan fungsinya dapat dibagi menjadi berikut ini.
  1. Smasher (Sm) bertugas sebagai penyerang utama
  2. Set-Upper (Su) bertugas sebagai pengumpan ke smasher
  3. Universaler (U) bertugas dan berfungsi serbaguna
  4. Libero (L) bertugas sebagai pemain bertahan yang posisinya selalu di daerah belakang
  5. Libero tidak boleh melakukan service, membendung maupun menyerang

Serangan selain dilakukan dengan smash, bisa juga dikerjakan dengan service, passing, voli, dink dan lain-lain Pola, variasi, dan tempo serta taktik penyerangan memegang peranan penting dalam tim. Pola serangan tinggi, pendek, cepat, lambat, variasi-variasi gerakan di dekat net, dinamika dari pemain, dan arah serangan bola semuanya itu termasuk dalam taktik tim yang harus dimiliki suatu regu bola voli yang baik.

serangan
B. Pola Pertahanan dalam Permainan Bolavoli
Taktik pertahanan adalah pemain bertahan dalam keadaan pasif menerima serangan lawan, dengan harapan adanya kesalahan dari regu penyerang. Taktik bertahan harus memiliki prinsip bahwa dengan bertahan regunya akan dapat menyerang kembali regu lawan. Pertahanan dapat dibagi menjadi tiga, yaitu pertahanan di atas net (blocking), pertahanan daerah tengah, dan pertahanan daerah lapangan belakang. Dalam suatu pertandingan, suatu regu mungkin menggunakan beberapa sistem permainan, beberapa pola, dan beberapa tipe pertahanan. Hal ini dilakukan karena bola yang datang dari lawan selalu berubah-ubah. Sistem-sistem pertahanan antara lain sebagai berikut.

Pola pertahanan mempunyai arti bahwa pemain bertahan dalam keadaan pasif menerima serangan, dengan harapan regu lawan membuat kesalahan dari penyerangannya. Taktik bertahan harus mempunyai prinsip agar dengan pertahan itu regunya dapat menyerang kembali regu lawan.

1. Pola Bendungan Berteman
Seorang pemain dapat digolongkan sebagai pemain defensive yang baik, jika mampu bertahan dan mengimbangi smash-smash pihak lawan. Pertahanan mencakup 2 aspek, yaitu: menerima smash lawan dan melindungi dengan block. Jenis-jenis pertahanan yang paling penting adalah harus menerima bola dengan kedua belah lengan pada posisi berdiri.

2. Taktik-Taktik Bendungan (block)
Block dan sistem pertahanan harus mampu bekerja sama dengan baik jika ingin mengalahkan penyerangan yang mematikan dari pihak lawan. Block yang sering digunakan dalam permainan bolavoli adalah sebagai berikut:
  1. Bendungan Satu Pemain. Block jenis ini digunakan jika lawan memainkan penyerangan yang sangat cepat, cermat dan kuat, sehingga pihak bertahan tidak mempunyai kesempatan sama sekali untuk membantu teman melakukan block.
  2. Bendungan Dua Pemain. Block jenis ini digunakan jika lawan memainkan penyerangan dengan ketepatan sasaran, sehingga pihak bertahan masih mempunyai kesempatan untuk membantu teman melakukan block.
  3. Bendungan Tiga Pemain. Block jenis ini digunakan jika menghadapi lawan yang tangguh memainkan penyerangan dengan smash-smash yang tajam, keras dan menukik. Sehingga diharapkan dengan adanya block yang banyak penyerangan dapat digagalkan

Penyerangan diartikan untuk mengharuskan regu lawan bertindak menuruti regu yang melaksanakan penyerangan, taktik penyerangan ada servis, smash, passing atas dan bawah. Taktik pertahanan adalah pemain bertahan dalam keadaan pasif menerima serangan lawan, dengan harapan adanya kesalahan dari regu penyerang, taktik pertahanan ada blok, passing atas dan bawah.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:05 PM