Permainan Bola Besar Sepak bola

Sepak bola adalah suatu permainan yang dilakukan dengan menendang bola kian-kemari untuk diperebutkan para pemain-pemain, yang mempunyai tujuan untuk memasukkan bola ke gawang lawan juga mempertahankan gawang sendiri agar tidak kemasukan bola. Sepak bola merupakan permainan dua regu yang masing-masing regu terdiri dari sebelas pemain. Permainan sepak bola dimainkan dalam dua babak (2 x 45 menit) dengan waktu istirahat 10 menit di antara dua babak tersebut.

1. Asal-Usul Sepak bola
Pada zaman Cina Kuno semasa pemerintahan Dinasti Han, sepak bola dikenal dengan istilah tanchu. Di Italia pada zaman Romawi dikenal sebagai haspartun, di Perancis yang selanjutnya menyebar ke Normandia dan Britania (Inggris), dikenal dengan choule. Di Yunani Kuno dikenal istilah epishyros dan di Jepang dikenal istilah Kemari.

Pada tanggal 26 Oktober 1863 didirikan sebuah badan yang disebut “English Football Assosiation”. Tanggal 8 Desember 1863 lahirlah peraturan permainan sepak bola modern. Atas inisiatif Guerin (Perancis) pada tanggal 21 Mei 1904 berdirilah “Federation International de Football Assosiation” (FIFA). Atas inisiatif Julies Rimet pada tahun 1930 diselenggarakan kejuaraan dunia sepak bola pertama di Montevideo, Uruguay. Pada tanggal 19 April 1930 dibentuk Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) di Yogyakarta dengan dukungan seluruh bond-bond. Pengurus PSSI pertama kali diketuai oleh Ir. Soeratin Sosrosoegondo.

2. Lapangan dan perlengkapan permainan sepak bola
Perlengkapan yang dibutuhkan dalam permainan sepak bola diantanya adalah lapangan, bola, bendera, dan peluit yang digunakan oleh wasit. Berikut ini ukuran lapangan dan bola yang digunakan dalam permainan sepak bola.
Lapangan Bola
3. Keterampilan Sepak Bola
Gerak dan keterampilan aktivitas permainan sepak bola dapat dikelompokkan menjadi (a) Menciptakan skor: pasing, kontrol bola, tendangan ke gawang, dan mendukung pembawa bola; (b) Mencegah skor: mengawal lawan (marking), dan merebut bola; (c) Memulai permainan: lemparan ke dalam, tendangan penjuru, dan tendangan bebas.

Gerak spesifik aktivitas pembelajaran permainan sepak bola terdiri dari berbagai macam gerakan, antara lain: (1) Gerak spesifik menendang bola, (2) Gerak spesifik menahan bola (trapping), (3) Gerak spesifik menggiring bola (dribbling), (4) Gerak spesifik tipu, (5) Gerak spesifik menyundul bola (heading), (6) Gerak spesifik merebut bola (tackling), (7) Gerak spesifik lemparan ke dalam
(throw-in).

a. Menendang Bola
Salah satu gerak yang dominan dalam permainan sepak bola adalah menendang bola.
No. Gerakan Cara Melakukan
1. Menendang dengan menggunakan kaki bagian dalam
  1. Berdiri sikap tegak dan melangkah dengan rileks, kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang.
  2. Letakkan bola di samping bagian dalam kaki kiri, segaris dengan kaki kanan.
  3. Pandangan ke arah bola
  4. Ayunkan kaki belakang ke arah bola, perkenaan bola dengan sisi dalam kaki
2. Menendang dengan menggunakan punggung kaki
  1. Berdiri sikap tegak dan melangkah dengan rileks, kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang.
  2. Letakkan bola di samping bagian dalam kaki kiri, segaris dengan kaki kanan.
  3. Pandangan ke arah bola.
  4. Ayunkan kaki kanan lurus ke arah bola, tendang bola dengan punggung kaki.
Menendang Bola
3. Menendang dengan menggunakan punggung
kaki bagian dalam
  1. Berdiri sikap tegak dan melangkah dengan rileks, kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang.
  2. Letakkan bola di samping bagian dalam kaki kiri agak jauh.
  3. Pandangan ke arah bola.
  4. Ayunkan kaki belakang membentuk setengah lingkaran ke arah dalam, perkenaan bola dengan punggung kaki kanan sebelah dalam.
4. Menendang Dengan Menggunakan Punggung
Kaki Bagian Luar
  1. Berdiri sikap tegak dan melangkah rileks, kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang.
  2. Letakkan bola di samping bagian dalam kaki kiri agak jauh ke arah kanan
  3. Pandangan ke arah bola
  4. Ayunkan kaki kanan belakang membentuk setengah lingkaran ke arah luar, perkenaan bola dengan punggung kaki kanan luar.

b. Menghentikan Bola
Menghentikan bola merupakan keterampilan yang harus dikuasai oleh peserta didik dalam permainan sepak bola. Apabila dilihat dari pergerakan menghentikan bola, maka sebenarnya gerakan ini merupakan kebalikan dari gerakan dasar menendang bola. Namun yang membedakannya adalah pada
gerak menendang bola didorong ke depan, sedangkan pada gerak menghentikan bola, gerakan diikuti ke arah belakang.

Menghentikan bola dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain: menghentikan bola dengan telapak kaki, dengan punggung kaki, dengan kaki bagian dalam, dengan paha, dan dengan dada.
No. Gerakan Cara Melakukan
1. Menghentikan bola yang bergulir di tanah dengan kaki bagian dalam
  1. Sikap tubuh menghadap ke arah datangnya bola, pergelangan kaki yang digunakan untuk mengontrol diputar ke arah luar.
  2. Kaki tumpu lututnya sedikitnya ditekuk dan kedua tangan bergerak secara rileks untuk keseimbangan.
  3. Kaki yang digunakan untuk mengontrol bola diangkat diarahkan ke datangnya bola.
  4. Bola disentuhkan pada kaki bagian dalam, kemudian kaki ditarik ke belakang, selanjutnya bola dikuasai.
2. Menghentikan bola dengan
kura-kura kaki
  1. Sikap tubuh berdiri menghadap ke arah datangnya bola dan pandangan mata ke arah datangnya bola. 
  2. Kemudian kaki tumpu sedikit ditekuk dan kaki yang digunakan untuk mengontrol bola ditekuk ke depan dengan pergelangan kaki ditekuk ke bawah.
  3. Pada waktu mengontrol bola, punggung kaki dikenakan pada bola. Selanjutnya, bola dikuasai.
Menahan Bola
3. Menghentikan bola yang bergulir di tanah dengan kaki bagian luar
  1. Tubuh harus dalam posisi siap yaitu berdiri dengan tubuh sedikit condong ke depan dengan pandangan mata ke arah datangnya bola. 
  2. Kaki yang digunakan untuk bertumpu agak sedikit ditekuk dan kaki yang dipakai untuk mengontrol bola disilangkan agar bisa menahan bola dengan baik.
  3. Bola dikontrol menggunakan kaki bagian luar dan tangan bergerak rileks untuk menjaga keseimbangan. Atau Anda dapat melihat gambar berikut ini. 
4. Menghentikan bola dengan paha
  1. Perhatikan bola yang sedang melayang di udara dengan cermat  Posisikan badan agar lebih mudah dalam menyongsong atau menjemput arah datangnya bola.
  2. Tubuh harus dalam posisi seimbang sebelum mengontrol bola. Angkatlah salah satu kaki yang tepat untuk digunakan dalam menghentikan bola. Tekuklah lutut hingga bidang datar menyongsong arah datangnya bola
  3. Dengan sedikit sentuhan bola dihentikan dengan paha lalu jatuhkan bola diantara kedua kaki
5. Menghentikan bola dengan dada
  1. Perhatikan bola yang melayang dengan cermat 
  2. Pergerakan badan maju atau mundur untuk memposisikan badan agar mudah dalam menjemput datangnya bola
  3. Saat badan sudah dalam posisi seimbang, dada dibuka lebar dengan kedua tangan melebar
  4. Tahan bola di dada dengan agak sedikit menarik dada kearah belakang ketika bola menyentuh dada dan jatuhkan bola diantara kedua kaki
4. Menggiring Bola Melewati bendera yang dipasang zig-zag
Bola Zig Zag
  1. Buatlah tiga kelompok yang jumlah pemainnya sama banyak.
  2. Pancangkanlah bendera 5 buah bendera dengan jarak 1 – 1,5 meter secara langsung.
  3. Kemudian masing-masing kelompok berdiri berbaris berbanjar menghadap bendera yang dipasang 15 – 20 meter di depannya.
  4. Setelah ada aba-aba dimulai, pemain yang paling depan menggiring bola ke depan dengan zig-zag sampai bendera terakhir dan berbalik arah ke bendera pertama.
  5. Pemenangnya adalah kelompok yang terlebih dahulu menyelesaikan aktivitas menggiring bola, tanpa melakukan kesalahan.
5. Bermain Sepak bola dengan Menggunakan Peraturan Dimodifikasi
  1. Jumlah pemain 12 orang (untuk dua tim) masing-masing 6 pemain untuk satu tim.
  2. Pada garis lapangan dipasang gawang atau tiang bendera kecil.
  3. Lapangan yang dapat digunakan adalah lapangan basket atau bola voli yang memiliki garis tengah.
  4. Tiap tim menempatkan 3 pemain penyerang pada daerah lapangan lawan dan 2 pemain bertahan pada daerah lapangan sendiri.
  5. Setiap pemain berusaha mempertahankan gawangnya dan melakukan serangan.
  6. Pemain bertahan dan penyerang hanya boleh bergerak di daerah yang ditempatinya.
  7. Bila pemain bertahan dapat merebut bola segera berikan operan pada temannya yang ada di daerah lawan.
  8. Tim dianggap menang apabila dapat memasukkan bola ke gawang lawan sebanyak mungkin.
  9. Waktu permainan untuk setiap tim 10 – 15 menit.
Keahlian seseorang dalam mainkan bola sangatlah berguna untuk suatu pertandingan yang berkualitas. Untuk dapat bermain sepak bola dengan baik dan terampil, seorang pemain sepak bola dituntut untuk menguasai gerak spesifik sepak bola.

Tanpa penguasaan gerak yang baik, pemain sepak bola tidak mungkin dapat menguasai atau mengontrol bola dengan baik pula. Tanpa kemampuan menguasai bola dengan baik, tidak mungkin dapat menciptakan kerja sama dengan pemain lain. Kerja sama dalam permainan sepak bola merupakan inti dari permainan sepak bola.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 5:40 PM

Serangan Kaki Dalam Pencak Silat

Pencak silat adalah suatu cara bela diri yang menggunakan akal sepenuhnya. Akal yang dimiliki manusia lebih sempurna bila dibandingkan dengan mahlukmahluk yang lainnya. Oleh karena itu, tidak mustahil jika manusia dapat menguasai segala macam ilmu di dunia ini.

Gerak dasar pencak silat adalah suatu gerak terencana, terarah, terkoordinasi dan terkendali, yang mempunyai empat aspek sebagai satu kesatuan, yaitu aspek mental spiritual, aspek bela diri, aspek olahraga, dan aspek seni budaya. Dengan demikian, pencak silat merupakan cabang olahraga yang cukup lengkap untuk dipelajari karena memiliki empat aspek yang merupakan satu kesatuan utuh dan tidak dapat dipisah-pisahkan.

Pelajaran berbagai jenis dan bentuk serangan merupakan media untuk penerapan teknik pembelaan diri yang terbatas pada pengertian pencak silat sebagai olahraga. Dengan ketekunan dan keseriusan dalam mempelajari teknik gerakan dalam pencak silat ini, Anda akan menjadi pesilat yang andal dan tangguh. Akan tetapi, tanpa melupakan hakikat dari ilmu bela diri, yaitu bukan untuk menyombongkan kekuatan diri, tetapi untuk melatih mental dan emosi diri serta cara bersikap

1. Tendangan
Tendangan merupakan teknik dan taktik serangan yang dipergunakan untuk jarak jangkau jauh dan sedang dengan mempergunakan tungkai sebagai komponen penyerangan. Serangan kaki lebih dikenal dengan tendangan. Berikut adalah uraian teknik dasar  tendangan yang membutuhkan kekuatan dan kecepatan. Teknik dasar tendangan dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu sebagai berikut.
Tendangan
  1. Tendangan lurus, yaitu tendangan yang menggunakan ujung kaki dengan tungkai  lurus. Tendangan ini mengarah ke depan pada sasaran dengan meluruskan tungkai sampai ujung kaki. Bagian kaki yang kena saat menendang adalah pangkal bagian dalam jari-jari kaki. Posisi badan menghadap ke sasaran.
  2. Tendangan tusuk hampir sama dengan  tendangan lurus, yakni mengarah ke depan, namun perkenaannya adalah ujung jari-jari kaki dengan sasaran kemaluan atau ulu hati.
  3. Tendangan jejag disebut juga dorongan telapak kaki. Tendangan ini mengarah ke depan yang sifatnya mendorong ke sasaran dada dengan perkenaan telapak kaki penuh.
  4. Tendangan T hampir sama dengan  tendangan lurus, yakni menggunakan sebelah kaki dan tungkai. Lintasannya lurus ke depan dan perkenaannya pada tumit, telapak kaki, dan sisi luar telapak kaki. Tendangan ini biasanya digunakan untuk serangan samping dengan sasaran seluruh bagian tubuh.
  5. Tendangan celorong hampir sama dengan tendangan T, tapi dilakukan sambil merebahkan badan. Sasarannya, yaitu lutut dan kemaluan.
  6. Tendangan kepret dilakukan ke arah depan dan samping dengan kenaan punggung kaki. Sasaran dari tendangan kepret, yaitu kemaluan.
  7. Tendangan belakang, dilakukan dengan menggunakan sebelah kaki dan tungkai. Lintasannya lurus ke belakang tubuh dan membelakangi lawan. Tendangan ini bisa dilakukan dengan atau tanpa melihat sasaran. Sasarannya, yaitu seluruh bagian tubuh.
  8. Tendangan kuda dilakukan dengan menggunakan dua kaki dalam posisi menutup atau membuka. Lintasannya lurus ke belakang dengan sasaran seluruh bagian tubuh.
  9. Tendangan taji dilakukan menggunakan sebelah kaki dan tungkai dengan kenaan tumit. Lintasannya ke arah belakang dengan sasaran kemaluan.
  10. Tendangan sabit, dilakukan dalam lintasan setengah lingkaran. Perkenaannya, yaitu bagian punggung telapak kaki atau pangkal jari telapak kaki dengan sasaran seluruh bagian tubuh.
  11. Tendangan baling, dilakukan dengan cara melingkar ke arah luar dan posisi tubuh berputar. Perkenaannya, yaitu tumit luar dengan sasaran seluruh bagian tubuh.
  12. Tendangan baling setengah mirip dengan tendangan baling, hanya saja posisi tubuh tidak berputar. Sasarannya, yaitu seluruh bagian tubuh.
  13. Hentak bawah merupakan serangan yang menggunakan telapak kaki menghadap keluar. Serangan kaki ini dilaksanakan dengan posisi badan direbahkan dan bertujuan untuk mematahkan persendian kaki.

3. Sapuan
Sapuan adalah serangan menyapu kaki dengan lintasan dari luar ke dalam dan bertujuan menjatuhkan lawan.  Sapuan tegak mengarah ke mata kaki, sedangkan sapuan rebah mengarah ke betis bawah.Sapuan terdiri dari empat jenis antara lain sebagai berikut:
Sapuan
  1. Sapuan tegak, yaitu serangan menyapu kaki dengan perkenaannya telapak kaki ke arah bawah mata kaki, lintasannya dari luar ke dalam, bertujuan mematahkan.
  2. Sapuan rebah, yaitu menyapu kaki dengan cara merebahkan diri bertujuan menjatuhkan, bisa dengan sapuan rebah belakang (sirkel bawah).
  3. Sabetan, yaitu menjatuhkan lawan dengan perkenaan tulang kering ke sasaran betis dengan lintasan dari luar ke dalam.
  4. Beset, yaitu menjatuhkan lawan dengan alat penyasar betis.

3. Dengkulan
Dengkulan yaitu serangan yang menggunakan lutut/dengkul sebagai alat penyerangan, dengan sasaran kemaluan, dada, dan pinggang belakang. Dengkulan terdiri dari dua jenis antara lain sebagai berikut:
Dengkulan
  1. Dengkulan depan, yaitu lintasannya dari belakang ke depan, dengan sasaran dada dan kemaluan.
  2. Dengkulan samping, yaitu lintasannya seperti busur dari luar ke dalam dengan sasaran ke arah dada.

4. Guntingan
Guntingan adalah gerakan menjatuhkan lawan yang dilakukan dengan menjepit kedua tungkai kaki pada sasaran leher, pinggang, atau tungkai lawan sehingga lawan terjatuh. Guntingan terdiri dari guntingan luar dan guntingan dalam.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 3:12 PM

Teknik Serangan Menggunakan Lengan Dalam Pencak Silat

Serangan dilakukan dengan menggunakan lengan atau kaki untuk mengenai badan lawan. Bentuk-bentuk serangan dengan menggunakan lengan dapat dilakukan dengan cara pukulan dan sikuan.

Pukulan dalam pencak silat adalah serangan yang dilakukan dengan menggunakan tangan kosong sebagai komponennya. Pada prinsipnya segala teknik pukulan yang terdapat dalam pencak silat boleh digunakan untuk menyerang bagian-bagian tubuh lawan yang disahkan untuk diserang dalam upaya memperoleh angka. Serangan melalui tangan dalam bentuk pukulan dapat dilakukan dengan cara: tinju, tebak, totok, bantul, dorong dan sodok.

Gerak dasar pencak silat adalah suatu gerak terencana, terarah, terkoordinasi dan terkendali, yang mempunyai empat aspek sebagai satu kesatuan, yaitu aspek mental spiritual, aspek bela diri, aspek olahraga, dan aspek seni budaya. Dengan demikian, pencak silat merupakan cabang olahraga yang cukup lengkap untuk dipelajari karena memiliki empat aspek yang merupakan satu kesatuan utuh dan tidak dapat dipisah-pisahkan.

Serangan dengan tangan dibagi berdasarkan arahnya, yaitu arah depan, bawah, atas, dan samping. Serangan Iengan atau tangan biasanya disertai dengan kuda-kuda depan dengan Iangkah depan atau serong.

1. Serangan Tangan dari Depan
Teknik menyerang menggunakan tangan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Pada saat akan melakukan serangan si pesilat harus mengambil posisi kuda-kuda kemudian melakukan serangan dengan tangan. Pandangan mata harus fokus pada target yang akan dituju, konsentrasi pada serangan yang akan dilakukan dan penuh dengan ke hati-hatian. Berikut ini beberapa serangan tangan dari arah depan.
  1. Tebak, pukulan dengan telapak tangan. Cara melakukannya sebagai berikut : sikap tangan terbuka menghadap ke depan, jari-jari rapat dan lurus ke depan. Arah sasaran ditujukan pada dada lawan.
  2. Tinju, pukulan dengan kepalan tangan. Cara melakukannya sebagai berikut ; Tangan dikepalkan, sikap tangan mengenggam, dan asaran diarahkan pada dagu, leher, atau dada
  3. Dorong, pukulan dengan kedua telapak tangan. Pukulan dorongan dapat dilakukan dengan menggunakan dua tangan. Cara melakukannya adalah dengan mengambil posisi siap atau sikap pasang. Angkat kedua tangan lurus ke depan setinggi bahu dengan telapak tangan menghadap ke depan. Setelah itu lakukan dorongan ke arah lawan sesuai target yang dituju.
  4. Sodok, pukulan dengan ujung-ujung jari tangan. Cara melakukannya sebagai berikut: sikap tangan terbuka, telapak tangan menghadap ke atas, jari-jari rapat dan lurus ke depan. Arah sasaran ditujukan pada ulu hati atau dagu.
  5. Bandul, pukulan dengan ayunan kepalan tangan. Cara melakukannya sebagai berikut ; sikap tangan menggenggam. Sasaran ditujukan pada muka atau dada.

2. Serangan Tangan dari Arah Bawah
  1. Bandul/catok, pukulan dengan mengayun kepalan tangan. Cara melakukannya sebagai berikut : angan menggenggam berada di depan perut bagian bawah. Ayunkan tangan dengan lintasan ari bawah menuju ke depan atas. Sasaran diarahkan pada ulu hati dan dagu sasaran.
  2. Sanggah, pukulan dengan pangkal telapak tangan. Cara melakukannya sebagai berikut : posisi jari-jari tangan terbuka dan berada di depan perut bagian bawah. Kemudian, tangan diayunkan dengan lintasan dari bawah menuju ke depan atas. Sasaran diarahkan pada ulu hati dan dagu sasaran.
  3. Colok/tusuk, pukulan dengan ujung jari tangan. Cara melakukannya sebagai berikut; tangan berada di depan perut dengan jari-jari tidak menggenggam. Tangan diayunkan dengan lintasan dari bawah menuju ke depan atas. Sasaran diarahkan pada leher dan kepala.

3. Serangan Tangan dari Arah Atas
  1. Tumbuk, pukulan dengan kepalan tangan. Cara melakukannya sebagai berikut : tangan mengenggam menghadap ke bawah dan berada di depan atas kepala. Tangan diayunkan diawali dari atas ke arah depan bawah. Sasaran di arahkan pada dada dan kepala.
  2. Pedang, pukulan dengan sisi telapak tangan. Cara melakukan sebagai berikut : posisi awal, berdiri dengan kuda-kuda arah serong. Gerakan pukulan dengan sisi telapak tangan, tangan yang lain ditekuk di samping badan dengan jari-jari rapat menghadap ke depan.
  3. Cara melakukannya sebagai berikut : tangan terbuka dan jari-jari rapat dan berada di depan salah satu telinga. Tangan diayunkan diawali dari atas menuju arah depan bawah. Sasaran diarahkan pada leher dan dagu.
  4. Tebak, pukulan dengan telapak tangan. Cara melakukannya sebagai berikut :tangan menyerang dimulai dari atas kepala, dengan telapak tangan menghadap ke bawah dan jari-jari rapat agak di tekuk. Tangan diayunkan dengan lintasan dari atas atau depan kepala menuju ke depan bawah. Sasaran diarahkan pada kepala dan dada atas.
Pukulan dalam Silat
4. Serangan Tangan dari Arah Samping
  1. Pedang, pukulan dengan sisi telapak tangan. Cara melakukannya sebagai berikut : siku ditekuk sehingga telapak tangan lebih tinggi dari siku. Tangan diayunkan ke arah depan mendatar. Sasaran diarahkan pada badan dan leher samping.
  2. Tampar, pukulan dengan telapak tangan.
  3. Cara melakukan sebagai berikut : posisi awal, berdiri dengan kuda-kuda, yaitu salah satu kaki di depan dengan lutut ditekuk dan kaki yang lain lurus ke belakang. Salah satu tangan memukul ke sasaran dengan telapak tangan dan tangan yang lain ditekuk di depan dada dengan telapak tangan rapat menghadap ke depan.
  4. Bandul, pukulan dengan kepalan tangan. Cara melakukannya sebagai berikut : tangan menggenggam, berada di samping depan badan, siku ditekuk sehingga genggaman berada lebih tinggi dari siku. Tangan diayunkan ke arah samping badan agak ke depan mendatar, kemudian ke samping sisi bagian badan lain. Sasaran diarahkan pada bagian badan samping dan sendi bahu atau pipi.
  5. Kepret, pukulan dengan punggung tangan. Cara melakukannya sebagai berikut : tangan terbuka dan lemas. Siku di tekuk sehingga tangan berada di depan agak ke samping depan pada sisi badan lain. Tangan mengayun ke arah depan mendatar. Sasaran diarahkan pada kepala dan dada lawan.

Serangan Menggunakan Siku
Dalam serangan dengan siku, jarak dengan lawan harus dekat. Serangan dengan menggunakan siku dapat dilakukan dengan arah serangan ke depan, samping, belakang, serong atas, serta bawah.
Serangan Siku

Lakukan serangan dengan tangan ini secara bergantian antara tangan kanan dan tangan kiri secara berulang-ulang sampai dapat melakukan teknik dengan baik dan benar. Pastikan dalam melakukan latihan keselamatan diri dan orang lain tetap terjaga.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 3:24 PM

Gerak Pembelaan Dalam Pencak Silat

Pembelaan pencak silat tidak mungkin mendapatkan teknik yang baik dan benar tanpa memahami dan mempraktikkan pembelajrannya. Sekarang coba kamu baca berbagai bentuk-bentuk pembelajaran gerak dasar pembelaan dengan cermat, kemudian lakukan bersama-sama teman-temanmu untuk mempraktikkan berbagai jenis bentuk-bentuk pembelajaran gerak dasar pembelaan yang ada dalam buku ini, kemudian diskusikan cara melakukannya. Yakinlah “kamu bisa menjadi apapun yang kamu inginkan, dengan catatan serius dan sepenuh hati melakukannya”

Pembelaan merupakan prinsip utama dalam pencak silat, sehingga harus benar-benar dikuasai. Bentuk-bentuk pembelaan dasar antara lain dengan cara melakukan elakan dan tangkisan. Belaan merupakan usaha membela diri dari serangan lawan, secara teknis belaan dibedakan menjadi tiga, yaitu pembelaan dasar, lanjutan dan pembelaan taktik.

Sesuai dengan karateristik pencak silat, sebagai ilmu bela diri, maka usaha membela diri dari serangan lawan merupakan pengertian dari pada pembelaan dalam pencak silat. Pada dasarnya membela adalah mengeluarkan tubuh atau anggota tubuh kita dari arah lintasan serang lawan atau mengalihkan serangan lawan hingga tidak mengenai tubuh/anggota tubuh kita.

Perlu diperhatikan dalam pembelaan adalah bentuk, arah lintasan serangan lawan, posisi dan gerak kita untuk membela, dan bentuk belaan yang sesuai dengan serangan lawan. Posisi tersebut meliputi pasangan, kuda-kuda dan sikap tubuh. Dilihat dari kompleksitas gerakan teknik belaan dibagi tiga, yaitu belaan dasar, lanjutan dan tinggi.

1. Belaan Dasar
Dilihat dari bentuknya, belaan dasar dibedakan menjadi tiga, yaitu hindaran, elakan dan tangkisan. Perbedaan ketiga bentuk belaan tersebut terletak pada keluarnya tubuh/anggota tubuh dari lintasan serang lawan.

a. Hindaran
Hindaran adalah memindahkan anggota/tubuh yang menjadi sasaran serangan lawan dengan cara melangkah. Arah langkah yang dituju meliputi 8 penjuru mata angin. Hindaran ke 8 penjuru mata angin dapat dilakukan dengan cara :
  1. Hindar sisi, yaitu menghindar ke samping lawan.
  2. Hindar angkat kaki, yaitu menghindar dengan mengangkat kaki.
  3. Hindar kaki silang, yaitu menghindar dengan menyilangkan kaki.

b. Gerak Elakan
Elakan dilakukan dengan cara memindahkan sasaran dari arah serangan. Arah elakan dilakukan sesuai dengan arah delapan penjuru mata angin. Elakan dapat dilakukan dengan cara berikut ini.
  1. Elak hadap yaitu mengelak dengan memindahkan kaki belakang sehingga badan menghadap lawan.
  2. Elak samping, yaitu mengelak dengan cara memindahkan kaki ke samping dan posisi badan dimiringkan.
  3. Elak angkat kaki, yaitu dilakukan dengan mengangkat salah satu kaki kiri dari sasaran penyerangan.
  4. Elak kaki silang, yaitu dilakukan dengan menyilangkan kaki ke samping atau serong.
Elakan
c. Gerak Tangkisan
Tangkisan merupakan cara pembelaan dengan mengadakan kontak langsung dengan lawan. Hal ini dapat dilakukan dengan satu tangan atau lengan, dua lengan, siku dan kaki.  Anggota badan yang dapat dipergunakan untuk menangkis adalah :
  1. Tangkisan lengan. Tangkisan satu lengan yang meliputi : Tangkisan dalam, yaitu tangkisan dari luar ke dalam, Tangkisan luar, yaitu tangkisan dari dalam ke luar, Tangkisan atas, yaitu tangkisan dari bawah ke atas, dan Tangkisan bawah, yaitu tangkisan dari atas ke bawah.
  2. Tangkisan siku. Tangkisan siku terdiri dari : Tangkisan siku dalam dan Tangkisan siku luar.
  3. Tangkisan dua lengan. Tangkisan dengan dua lengan terdiri dari : Tangkisan dua lengan/sejajar dua tangan, Tangkisan dua lengan membelah tinggi atau rendah, Tangkisan dua lengan silang tinggi atau rendah, dan Tangkisan dua lengan buang samping.
  4. Tangkisan kaki. Tangkisan kaki terdiri dari : Tutup samping, Tutup depan, Buang luar, dan Busur luar/dalam
Tangkisan
2. Belaan lanjutan
Belaan lanjutan lebih kompleks daripada belaan dasar. Belaan lanjutan bisanya di awali dengan teknik elakan, tangkisan dan terkadang dengan gerak pendahuluan, serta gerakan berangkai. Belaan lanjutan terdiri dari tangkapan, jatuhan, lepasan dan kuncian.

a.Tangkapan
Tangkapan adalah belaan dengan cara menahan lengan atau tungkai dari serangan lawan untuk menjaga serangan berikutnya. Teknik tangkapan merupakan salah satu unsur dari teknik jatuhan atau kuncian. Berdasarkan penggunaan lengan, teknik tangkapan dapat dibedakan dalam 3 bentuk, yaitu tangkapan tangan, lengan dan ketiak/kempit.

Tangkapan yang baik didahului dengan teknik elakan, yaitu menghindar dari sasaran gerak lawan atau dari lintasan serangan lawan, atau dengan teknik tangkisan. Tangkapan dapat dilanjutkan dengan teknik jatuhan atau kuncian.
  1. Tangkapan satu lengan, terdiri dari : Tangkapan dengan tangan, Tangkapan dengan lengan, Tangkapan dengan ketiak/kempit
  2. Tangkapan tangan, meliputi :Tangkapan dalam ke luar, Tangkapan luar ke dalam, Tangkapan dilanjutkan dengan kuncian (lipatan belakang atau bawah)
  3. Tangkapan lengan, meliputi :Tangkapan dari dalam ke luar (lurus), Tangkapan dari dalam ke luar (serong), Tangkapan dari luar ke dalam.
  4. Tangkapan ketiak/kempit
  5. Tangkapan dua tangan, meliputi :Tangkapan dua tangan rapat searah, Tangkapan dua tangan rapat berlawanan, Tangkapan renggang searah, dan Tangkapan renggang berlawanan
b. Jatuhan
Jatuhan adalah teknik menjatuhkan lawan sebagai tindak lanjut dari teknik tangkapan atau serangan langsung. Teknik jatuhan dapat dilakukan dengan menambah tenaga serangan lawan searah, merubah arah serangan lawan, menghilangkan tumpuan badan lawan. Jatuhan adalah usaha menjatuhkan lawan sebagai tindak lanjut dari tangkapan atau secara langsung. Jatuhan dapat dilakukan dengan cara :
  1. Menambah tenaga serangan lawan searah dengan : (1) tarikan dan (2) dorongan.
  2. Menambah tenaga serangan lawan tarikan dan dorongan diawali dengan gerak elakan. Pertama tangkap tarik searah serangan dan kedua hindar kemudian dorong searah serangan.
  3. Merubah arah serangan lawan dengan : (1) tarikan, (2) dorongan dan (3) putaran.
c.Teknik Lepasan
Lepasan adalah usaha untuk melepaskan diri dari tangkapan lawan. 1)lepasan dengan satu tangan, yaituputaran, hentakan, serangan, dantang-kapan balasan; 2)lepasan dengan dua tangan, yaitudengan bantuan, serangan dan bukaan; 3)lepasan dengan kaki; 4)lepasan dengan dua kaki.

d.Teknik Kuncian
Kuncian adalah usaha menguasai la-wan dengan tangkapan sempurna berdaya.Cara melakukannya sebagai berikut.1)menahan kemungkinan gerakan lawan;2) mematikan gerak sendi dengan lipatan
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 3:54 PM

Pola Pembentukan Gerak Pencak Silat

Gerak dasar pencak silat adalah suatu gerak terencana, terarah, terkoordinasi dan terkendali, yang mempunyai empat aspek sebagai satu kesatuan, yaitu aspek mental spiritual, aspek bela diri, aspek olahraga, dan aspek seni budaya. Dengan demikian, pencak silat merupakan cabang olahraga yang cukup lengkap untuk dipelajari karena memiliki empat aspek yang merupakan satu kesatuan utuh dan tidak dapat dipisah-pisahkan.

Sebelum melakukan suatu teknik pembelaan dan serangan dalam pencak silat, pesilat perlu mengetahui dan memahami dasar-dasar pembentukan gerak. Pembentukan gerak sangat penting dikuasai dengan mahir, sebab tanpa penguasaan dasar dasar pembentukkan gerak maka akan sulit pada saat melakukan rangkaian pola menyerang maupun saat bertahan. Berikut ini beberapa teknik pembentukan gerak yaitu pembentukan arah dan pembentukan langkah

a. Pembentukan Arah
Dalam ipaya pembentukkan gerak, seorang pesilat harus memahami dengan baik. Arah adalah sasaran dalam melakukan gerakan, baik pada waktu melakukan pembelaan maupun serangan. Arah dikenal dengan delapan penjuru mata angin. Langkah dilakukan pada arah tertentu sesuai dengan keperluannya. Arah yang harus dipahami dalam pencak silat adalah arah delapan penjuru mata angin, dalam pengertian gerak yaitu:
  1. Arah belakang
  2. Serong kiri belakang
  3. Samping kiri
  4. Serong kiri depan
  5. Depan
  6. Serong kanan depan
  7. Samping kanan
  8. Serong kanan belakang
b. Pembentukan Langkah
Pada saat melakukan teknik penyerangan maupun teknik bertahan seorang pesilat harus menguasai teknik melangkah. Langkah adalah perubahan injakan kaki dari suatu tempat ke tempat lainnya. Langkah dapat dilakukan lurus, silang/serong. Cara melakukannya bisa dengan cara diangkat, geseran, ingsutan, lompatan dan loncatan.

1. Angkatan
Angkatan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu angkatan tinggi dan angkatan rendah. Angkatan tinggi yaitu salah satu kaki diangkat tinggi paha datar atau sejajar dengan panggul, kemudian meletakannya pada tempat yang dituju. Adapun angkatan rendah yaitu salah satu kaki diangkat biasa/rendah dan meletakkan kaki tersebut di tempat yang sesuai dengan arah tujuan. Cara melangkah angkatan renda antara lain sebagai berikut.
  1. Satu kaki diangkat biasa/rendah
  2. Letakkan kaki tersebut di tempat tertentu sesuai dengan arah tujuan
2. Geseran
Geseran yaitu menggeser salah satu kaki tanpa angkatan dan dan meletakkan kaki tersebut di tempat yang dituju
Gerakan Dalam Silat
3. Lompatan :
Satu kaki bertolak,disusun oleh kaki lainnya.
Kaki yang satu mendarat/diletakkan di tempat yang sesuai dan kedua kaki mendarat bersama-sama.

4. Loncatan :
Kedua kaki bertolak disusul oleh kaki lainnya.
Kedua kaki mendarat/diletakkan bersama di tempat yang sesuai dengan arah tujuan. dan satu kaki mendarat,disusul kaki lainnya.

5. Ingsutan :
Gerakan dilakukan dengan menggeser telapak kaki tanpa diangkat dari lantai,dengan gerakan tumit/telapak kaki ke luar dank e dalam.
Dapat pula dilakukan dengan gerakan tumit/telapak kaki sejajar atau searah.

6. Putaran :
Angkat kaki dengan memutar keluar
Letakkan di depan degan letak telapak kaki keluar.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 6:44 PM

Beberapa Sikap dalam Pencak Silat

Olahraga bela diri pencak silat adalah warisan nenek moyang bangsa Indonesia. Karena pencak silat lahir dari kebudayaan bangsa Indonesia, maka perkembangannya dipengaruhi oleh watak, selera dan bakat masyarakat yang ada di daerahnya masing-masing. Selain keadaan masyarakat dan sifatnya, faktor alam juga dapat mempengaruhi perkembangan pencak silat itu sendiri, misalnya keadaan tempat, iklim, keadaan sosial, dan lain sebagainya.

Pencak silat adalah suatu cara bela diri yang menggunakan akal sepenuhnya. Akal yang dimiliki manusia lebih sempurna bila dibandingkan dengan mahlukmahluk yang lainnya. Oleh karena itu, tidak mustahil jika manusia dapat menguasai segala macam ilmu di dunia ini.

Gerak dasar pencak silat adalah suatu gerak terencana, terarah, terkoordinasi dan terkendali, yang mempunyai empat aspek sebagai satu kesatuan, yaitu aspek mental spiritual, aspek bela diri, aspek olahraga, dan aspek seni budaya. Dengan demikian, pencak silat merupakan cabang olahraga yang cukup lengkap untuk dipelajari karena memiliki empat aspek yang merupakan satu kesatuan utuh dan tidak dapat dipisah-pisahkan. Bentuk pembelajaran sikap dalam pencak silat antara lain berikut.

Pembentukan sikap merupakan dasar pembentukan gerak yang meliputi pembentukan sikap jasmaniah dan rohaniah. Pembentukan sikap jasmaniah merupakan kesiapan fisik untuk melakukan gerakan-gerakan dengan kemahiran teknik yang baik. Sikap rohaniah untuk kesiapan mental, pikiran, serta melakukan tujuan dengan waspada, siaga, praktis, dan efisien

a. Sikap Berdiri
  1. Sikap salam dan berdoa dilakukan setiap memulai dan mengakhiri pembelajaran atau pertandingan. Hal ini dilakukan untuk memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Sikap kangkang merupakan sikap dasar untuk langkah dan kuda-kuda.
  3. Sikap kuda-kuda merupakan persiapan untuk melakukan serangan dan belaan.

b. Sikap Jongkok, Duduk dan Berbaring
Sikap jongkok dapat dibagi dua yaitu sikap jongkok dan sikap jengkeng. Cara melakukan sikap jongkok adalah dengan cara sebagai berikut.
Sikap jongkok
  1. Sikap badan tegak dan pandangan ke depan. Kedua tungkai dan kedua lutut ditekuk bertumpu pada kedua ujung telapak kaki baian dalam dengan tumit diangkat.
  2. Sikap jengkeng dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : sikap badan tegak dan pandangan mata ke depan. Kaki depan dengan lutut ditekuk dan kaki belakang dengan lutut ditumpukkan di lantai
  3. Sikap duduk dibagi menjadi 4 bagian yaitu sikap duduk, sikap sila, sikap simpuh, dan sikap sempok. Sikap duduk dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. Badan tegak dan pandangan ke depan, pantat rapat dengan lantai. Kedua tungkai dan lutut ditekuk sehingga tonjolan lutut mengarah ke depan, kedua tangan di depan badan dengan siku bengkok.
  4. Sikap sila dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :badan tegak dan pandangan ke depan, pantat rapat dengan lantai. Kedua kaki disilang (dilipat di depan badan). Kedua telapak tangan menopang di atas lutut.
  5. Sikap simpuh dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : badan tegak pandangan ke depan. kedua lutut bertumpu di lantai dan kedua tungkai bagian bawah dilipat ke belakang dengan ujungkaki rapat dan tumit di atas. Kedua telapak tangan menopang di atas paha.
  6. Sikap sempok dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. badan tegak pandangan ke depan. Salah satu tungkai dilipat di bawah pantat dan tungkai yang lain ditekuk di atas. Kedua telapak tangan dirapatkan di depan dada dengan ujung jari mengarah ke atas.
  7. Sikap berbaring. Sikap berbaring dilakukan untuk menjatuhkan diri dan merupakan sikap pembelaan. Sikap berbaring ini dibagi menjadi 3 bagian yaitu sikap telentang, sikap miring dan sikap telungkuo. Sikap telentang dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : Sikap badan telentang dan pandangan ke atas depan, satu tungkai ditekuk dan tungkai lainnya lurus. Satu telapak tangan ditopang di dada dengan siku bengkok dan lengan yang lain diletakkan di samping badan dengan telapak mengarah ke bawah.
  8. Sikap miring dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. Sikap badan miring dan kepala diangkat, pandangan ke depan. Tungkai yang di bawah lurud ke depan dan tungkai yang ada di atas menjorok ke depan serta lutut agak di tekuk. Posisi lengan yang ada di bawah bertumpu pada lantai, posisi lengan yang berada di atas menempel di samping badan dengan siku bengkok.
  9. Sikap telungkup dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. Sikap badan telungkup dan kepala diangkat pandangan ke depan. Kedua tungkai lurus ke depan dengan ujung kaki rapat dengan lantai. kedua lengan di samping badan dengan siku bengkok dan lengan bagian bawah rapat dengan lantai.

c. Sikap Pasang
Sikap pasang merupakan sikap siaga untuk melakukan pembelaan atas serangan berpola dan dilakukan pada awal atau akhir rangkaian kegiatan. Sikap pasang terdiri dari sikap pasang atas, sikap pasang tengah, dan sikap pasang bawah.
Sikap Pasang
Cara melakukan sikap pasang atas dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. Berdiri dengan satu kaki ditempatkan di depan dan lutut agak ditekuk, kaki yang lain di belakang. Berat badan ditumpukan pada kaki yang berada di depan. Kedua tangan melakukan sikap pasang di depan badan dan pandangan ke arah depan
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 5:45 PM

Penyebab dan Dampak Pemanasan Global

Pemanasan global adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan peningkatan suhu rata-rata atmosfer Bumi dan lautan secara bertahap, serta sebuah perubahan yang diyakini secara permanen mengubah iklim Bumi.

Proses pemanasan global dimulai dari cahaya matahari yang menyinari bumi, sebagian panas diserap oleh bumi dan sebagian lagi dikembalikan ke angkasa (atmosfer). Sinar matahari yang dikembalikan ke angkasa terperangkap oleh gas-gas yang ada di atmosfer seperti gas karbon dioksida, sulfur dioksida, metana, uap air dan lain sebagainya yang mana peristiwa ini dimanakan efek rumah kaca.

Radiasi sinar matahari di atmosfer bumi menyebabkan lapisan ozon semakin menipis dan ini membuat sinar matahari yang menyinari bumi semakin panas. Efek rumah kaca juga menyebabkan sinar matahari yang kembali ke angkasa dipantulkan ke bumi. Hal ini yang menyebabkan bumi semakin lama semakin panas. Dan seperti itulah proses terjadinya global warming.

1. Penyebab Pemanasan Global
Bumi saat ini yang mengalami perubahan akibat aktivitas manusia. Pembakaran bahan bakar fosil dan penebangan hutan dapat meningkatkan kadar CO₂ di atmosfer. Dikarenakan CO₂ adalah salah satu gas rumah kaca, maka meningkatnya kadar CO₂ di atmosfer akan berkontribusi terjadinya pemanasan global. Oleh karena itu, setiap tahun kadar CO₂ di atmosfer terus menerus meningkat.Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pemanasan global di antaranya, adalah sebagai berikut
  1. Emisi CO₂ yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil sebagai pembangkit tenaga listrik.
  2. Emisi CO₂ yang berasal dari pembakaran gasoline sebagai bahan bakar alat transportasi.
  3. Emisi metana dari hewan, lahan pertanian, dan dari dasar laut Arktik.
  4. Deforestation (penebangan liar) yang disertai dengan pembakaran lahan hutan.
  5. Penggunaan chlorofluorocarbons (CFCs) dalam refrigator (pendingin).
  6. Meningkatnya penggunaan pupuk kimia dalam pertanian.

2. Dampak Pemanasan Global
Aktivitas manusia telah mengubah kealamian dari gas rumah kaca di atmosfer. Konsekuensi dari perubahan gas rumah kaca di atmosfer sulit diprediksi, tetapi beberapa dampak yang telah nampak, yaitu sebagai berikut.
Akibat Pemanasan Global
  1. Temperatur Bumi menjadi semakin tinggi, di beberapa wilayah mungkin temperaturnya menjadi lebih tinggi dan di wilayah lainnya mungkin tidak.
  2. Tingginya temperatur Bumi dapat menyebabkan lebih banyak penguapan dan curah hujan secara keseluruhan, tetapi masingmasing wilayah akan bervariasi, beberapa menjadi basah dan bagian lainnya kering.
  3. Mencairnya glasier yang menyebabkan kadar air laut meningkat. Begitu pula dengan daratan pantai yang landai, lama kelamaan akan mengalami peningkatan akibat penggenangan air.
  4. Hilangnya terumbu karang. Sebuah laporan tentang terumbu karang yang dinyatakan bahwa dalam kondisi terburuk, populasi karang akan hilang pada tahun 2100 karena meningkatnya suhu dan pengasaman laut.
  5. Kepunahan spesies yang semakin meluas. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam majalah Nature, peningkatan suhu dapat menyebabkan kepunahan lebih dari satu juta spesies. Sampai saat ini hilangnya spesies semakin meluas dan daftar spesies yang terancam punah terus berkembang dan bertambah.
  6. Kegagalan panen besar-besaran. Menurut penelitian terbaru, terdapat 90% kemungkinan bahwa 3 miliar orang di seluruh dunia harus memilih antara pergi bersama keluarganya ke tempat yang beriklim baik atau kelaparan akibat perubahan iklim dalam kurun waktu 100 tahun.
  7. Penipisan lapisan ozon. Lapisan ozon adalah salah satu lapisan atmosfer yang berada di dalam lapisan stratosfer, yaitu sekitar 17-25 km di atas permukaan Bumi. Lapisan inilah yang melindungi Bumi dari bahaya radiasi sinar ultra violet (UV). Berdasarkan pengamatan satelit, diketahui bahwa lapisan ozon secara berangsur-angsur mengalami penipisan sejak pertengahan tahun 1970.
3. Usaha Penanggulangan Pemanasan Global
Beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk menanggulangi pemanasan global, di antaranya sebagai berikut.
  1. Menggunakan energi terbarukan dan mengurangi penggunaan batu bara, gasoline, kayu, dan bahan bakar organik lainnya.
  2. Meningkatkan efisiensi bahan bakar kendaraan.
  3. Mengurangi deforestation.
  4. Mengurangi penggunaan produk-produk yang mengandung chlorofluorocarbons (CFCs) dengan menggunakan produk-produk yang ramah lingkungan.
  5. Mendukung dan turut serta pada kegiatan penghijauan.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 12:36 PM

Penyebab Dampak dan Penganggulangan Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah adalah suatu keadaan dimana bahan kimia buatan manusia masuk dan mengubah
lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan subpermukaan; kecelakaan kendaraan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping).

1. Faktor Penyebab Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah yang ada di sekitar kita juga banyak sekali penyebabnya. Penyebab tersebut di antaranya limbah domestik, limbah industri, dan limbah pertanian.

a. Limbah Domestik
Limbah Domestik adalah limbah yang berasal dari dapur, kamar mandi, cucian, limbah bekas industri rumah tangga dan kotoran manusia. Limbah domestik dapat berasal dari daerah seperti pemukiman penduduk (pedagang, tempat usaha, hotel dan lain-lain); kelembagaan (kantor-kantor pemerintahan dan swasta); serta tempat-tempat wisata. Limbah domestik tersebut dapat berupa limbah padat dan cair.
  1. Limbah padat dapat berupa senyawa anorganik yang tidak dapat dimusnahkan atau diuraikan oleh mikroorganisme. Seperti plastik, serat, keramik, kaleng-kaleng dan bekas bahan bangunan yang menyebabkan tanah menjadi kurang subur.
  2. Limbah cair dapat berupa tinja (feses), detergen, oli, cat. Jika meresap kedalam tanah akan merusak kandungan air tanah bahkan dapat membunuh mikroorganisme di dalam tanah.
Penvemaran Tanah
b. Limbah Industri
Limbah industri adalah sisa buangan yang dihasilkan dari proses produksi pada suatu industri.. Limbah industri juga dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu limbah padat dan limbah cair.
  1. Limbah industri berupa limbah padat yang merupakan hasil buangan industri berupa padatan, lumpur, dan bubur yang berasal dari proses pengolahan. Misalnya sisa pengolahan pabrik gula, pulp, kertas, rayon, plywood, serta pengawetan buah, ikan, daging, dan lain-lain.
  2. Limbah industri berupa limbah cair yang merupakan hasil pengolahan dalam suatu proses produksi. Misalnya sisa-sisa pengolahan industri pelapisan logam dan industri kimia lainnya. Tembaga, timbal, perak, khrom, arsen, dan boron adalah zat-zat yang dihasilkan dari proses industri pelapisan logam seperti Hg, Zn, Pb, dan Cd dapat mencemari tanah.

c. Limbah Pertanian
Limbah Pertanian diartikan sebagai bahan yang dibuang di sektor pertanian. Tidak sedikit
petani yang menggunakan pupuk sintetik melebihi ketentuan, atau caranya tidak tepat sehingga tanah tercemar. Penggunaan pupuk yang terus menerus juga akan merusak struktur tanah. Akibatnya, kesuburan tanah berkurang subur karena humus berkurang.

Penggunaan pestisida bukan saja mematikan hama tanaman, tetapi juga mikroorganisme yang berguna di dalam tanah. Selain itu, penggunaan pestisida yang terus menerus akan mengakibatkan hama tanaman kebal terhadap pestisida tersebut.

2. Dampak Pencemaran Tanah
Semua pencemaran pasti akan merugikan makhluk hidup terutama manusia. Beberapa dampak pencemaran tanah bagi manusia antara lain sebagai berikut.
  1. Kromium berbagai macam pestisida dan herbisida merupakan bahan karsinogenik untuk semua populasi. 
  2. Timbal sangat berbahaya pada anak-anak, karena dapat menyebabkan kerusakan otak, serta kerusakan ginjal pada seluruh populasi. 
  3. Raksa dan siklodiena dapat menyebabkan kerusakan ginjal, beberapa bahkan tidak dapat diobati. 
  4. PCB dan siklodiena akan mengakibatkan kerusakan pada hati ditandai seperti keracunan. 
  5. Organofosfat dan karmabat dapat menyebabkan gangguan pada saraf otot. 
  6. Berbagai pelarut yang mengandung klorin merangsang perubahan pada hati dan ginjal serta penurunan sistem saraf pusat.
Pencemaran tanah juga dapat memberikan dampak terhadap ekosistem. Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari adanya bahan kimia beracun dan berbahaya. Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan metabolisme dari mikroorganisme endemik dan Arthropoda yang hidup. Akibatnya, perubahan ini dapat memusnahkan beberapa spesies primer dari rantai makanan, dapat memberi akibat yang besar terhadap predator atau tingkatan lain dari rantai makanan tersebut.

Dampak pada pertanian terutama perubahan metabolisme tanaman yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan hasil pertanian.

3. Cara Penanggulangan Pencemaran Tanah
Berikut ini ada dua cara utama yang dapat dilakukan apabila tanah sudah tercemar, yaitu remediasi dan bioremediasi.

a. Remediasi
Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan exsitu (atau off-site). Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi sedangkan pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman.

b. Bioremediasi
Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air).

Salah satu mikroorganisme yang berfungsi sebagai bioremediasi adalah jamur vesikular arbuskular mikoriza (vam). Jamur vam dapat berperan langsung maupun tidak langsung dalam remediasi tanah.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 3:16 PM

Jenis Penyebab dan Dampak Pencemaran Udara

Pencemaran Udara adalah peristiwa masuknya, atau tercampurnya, polutan (unsur-unsur berbahaya) ke dalam lapisan udara (atmosfer) yang dapat mengakibatkan menurunnya kualitas udara (lingkungan). Udara adalah salah satu faktor abiotik yang memengaruhi kehidupan komponen biotik (makhluk hidup). Oksigen berperan dalam pembakaran senyawa karbohidrat di dalam tubuh organisme melalui pernapasan. Reaksi pembakaran tidak hanya terjadi di dalam tubuh, namun kita pun sering melakukannya, seperti pembakaran sampah atau lainnya.

1. Macam-macam Pencemaran Udara
Banyak faktor yang dapat menyebabkan pencemaran udara, diantaranya pencemaran yang ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia atau kombinasi keduanya. Pencemaran udara dapat mengakibatkan dampak pencemaran udara bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global atau tidak langsung dalam kurun waktu lama. Pencemar udara dibedakan menjadi pencemar primer dan pencemar sekunder :

a. Pencemaran Udara Primer
Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemaran udara ini disebabkan langsung dari sumber pencemar. Contohnya peningkatan kadar karbon dioksida yang disebabkan oleh aktivitas pembakaran oleh manusia.

b. Pencemaran Udara Sekunder
 Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer..Berbeda dengan pencemaran udara primer, pencemaran udara sekunder terjadi disebabkan oleh reaksi antara substansi-substansi pencemar udara primer yang terjadi di atmosfer. Misalnya, pembentukan ozon yang terjadi dari reaksi kimia partikel-partikel yang mengandung oksigen di udara.

2. Faktor Penyebab Pencemaran Udara
Pencemaran udara dapat disebabkan oleh beberapa kegiatan baik kegiatan alam maupun kegiatan manusia. Beberapa kegiatan baik dari alam ataupun manusia menghasilkan senyawasenyawa gas yang membuat udara tercemar.

a. Aktivitas Alam
Aktivitas alam adalah kejadian-kejadian yang terjadi akibat dari proses yang terjadi di alam ini. Aktivitas alam dapat menimbulkan pencemaran udara di atmosfer. Beberapa aktivitas yang dapat menyebabkan pencemaran udara antara lain sebagai berikut.
  1. Kotoran-kotoran yang dihasilkan oleh hewan ternak mengandung senyawa metana yang dapat meningkatkan suhu bumi dan akibatnya terjadi pemanasan global. Proses yang serupa terjadi pada siklus nitrogen di atmosfer. 
  2. Bencana alam seperti meletusnya gunung berapi dapat menghasilkan abu vulkanik yang mencemari udara sekitar yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan tanaman. 
  3. Kebakaran hutan yang terjadi akan menghasilkan karbon dioksida dalam jumlah banyak yang dapat mencemari udara dan berbahaya bagi kesehatan hewan dan manusia.

b. Aktivitas manusia
Aktivitas manusia adalah aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh manusia dalam kehidupannya. Kegiatan-kegiatan manusia kini kian tak terkendali, kemajuan industri dan teknologi membawa sisi negatif bagi lingkungan karena tidak ditangani dengan baik. Berikut ini merupakan pencemaran yang diakibatkan oleh aktivitas manusia.
  1. Pembakaran sampah.
  2. Asap-asap industri.
  3. Asap kendaraan.
  4. Asap rokok.
  5. Senyawa-kimia buangan seperti CFC, dan lain-lain.
penyebab Pencemaran Udara
3. Dampak Pencemaran Udara
Dampak pencemaran udara adalah akibat, imbas atau pengaruh yang terjadi (baik itu negatif atau positif) dari udara. Pencemaran udara mengakibatkan kerugian bagi banyak organisme penghuni bumi. Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara antara lain bagi kesehatan, tumbuhan, efek rumah kaca, dan rusaknya lapisan ozon.
  1. Kesehatan. Kualitas udara yang menurun akibat pencemaran menimbulkan berbagai penyakit seperti ISPA (infeksi saluran pernapasan). Akibat yang lebih serius dari polusi udara adalah emfisema, yaitu gejala kesulitan pengangkutan oksigen. Tubuh yang kekurangan oksigen, mengakibatkan sesak napas, terjadi pusing, dan berlanjut pada kematian apabila tidak ditangani dengan baik.
  2. Bagi Tumbuhan. Abu vulkanik dari meletusnya gunung berapi membuat udara tercemar dan memicu terpicunya hujan asam yang dapat mematikan tanaman setempat. 
  3. Efek Rumah Kaca. Konsentrasi karbon dioksida dan karbon monoksida memicu terjadinya efek rumah kaca, yakni peningkatan suhu bumi. CO dan CO2 akan menahan panas bumi keluar, sehingga bumisemakin panas..
  4. Rusaknya Lapisan Ozon. CFC merupakan senyawa yang sering digunakan dalam produk-produk pendingin (freezer, AC) dan aerosol. Ketika CFC terurai di atmosfer, maka akan memicu reaksi dengan oksigen penyusun ozon. Dengan demikian, ozon akan terurai yang menyebabkan lapisan ozon berlubang. Pada saat ini CFC untuk pendingin dan aerosol telah
  5. diganti dengan bahan lain yang ramah lingkungan.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 5:10 PM

Faktor Penyebab Dampak dan Penanggulangan Pencemaran Air

Pencemaran air adalah masuknya makhluk hidup, zat, energi atau komponen lain ke dalam air. Akibatnya, kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Pencemaran air juga merupakan kondisi air yang menyimpang dari sifat-sifat air dari keadaan normal.

Apabila perairan tercemar, maka keseimbangan ekosistem di dalamnya juga akan terganggu. Air dapat tercemar oleh komponen-komponen anorganik, diantaranya berbagai logam berat yang berbahaya. Komponen-komponen logam berat ini berasal dari kegiatan industri. Kegiatan industri yang melibatkan penggunaan logam berat, antara lain industri tekstil, pelapisaan logam, cat/tinta warna, percetakan, bahan agrokimia, dan lain-lain

1. Faktor Penyebab Pencemaran Air
Pencemaran air dapat terjadi pada sumber mata air, sumur, sungai, rawarawa, danau, dan laut. Bahan pencemaran air dapat berasal dari limbah industri, limbah rumah tangga, dan limbah pertanian.
  • Limbah Industri. Air limbah industri cenderung mengandung zat berbahaya. Jenis limbah yang berasal dari industri dapat berupa limbah organik yang bau seperti limbah pabrik tekstil atau limbah pabrik kertas. Selain itu, limbah anorganik berupa cairan panas, berbuih dan berwarna, serta mengandung asam belerang, berbau menyengat. Seperti limbah pabrik baja, limbah pabrik emas, limbah pabrik cat, limbah pabrik pupuk organik, limbah pabrik farmasi, dan lain-lain. Contoh pencemaran logam berat misalnya, pencemaran raksa yang terjadi di Minamata, Jepang.
  • Limbah Rumah Tangga. Limbah rumah tangga merupakan limbah yang berasal dari hasil samping kegiatan perumahan. Limbah organik adalah limbah seperti kulit buah sayuran, sisa makanan, kertas, kayu, daun dan berbagai bahan yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme. Limbah yang berasal dari bahan anorganik, antara lain besi, aluminium, plastik, kaca, kaleng bekas cat, dan minyak wangi. 
  • Limbah Pertanian. Pada sektor pertanian juga dapat terjadi pencemaran air. Terutama akibat dari penggunaan pupuk dan bahan kimia pertanian tertentu, seperti insektisida dan herbisida.

2. Dampak Pencemaran Air
Air limbah yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan dampak yang tidak menguntungkan bagi lingkungan. Beberapa akibat pencemaran air antara lain sebagai berikut.
  • Penurunan Kualitas Lingkungan. Pembuangan bahan tercemar secara langsung ke dalam perairan dapat menyebabkan terjadinya pencemaran pada perairan tersebut. Pembuangan limbah organik dapat menyebabkan peningkatan mikroorganisme atau kesuburan tanaman air, sehingga menghambat masuknya cahaya matahari ke dalam air.
  • Gangguan Kesehatan. Air limbah yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan berbagai penyakit.. Air limbah juga bisa digunakan sebagai sarang nyamuk dan lalat yang dapat membawa (vektor) penyakit tertentu.
  • Pemekatan Hayati. Pemekatan hayati adalah proses peningkatan kadar bahan pencemar dengan melewati tubuh makhluk hidup. Bahan pencemar memasuki lingkungan melewati rantai makanan dan jaring-jaring makanan. Bahan beracun yang dibuang ke perairan dapat meresap ke dalam tubuh ganggang.
  • Mengganggu Pemandangan.  Meskipun air yang tercemar tidak menimbulkan bau, perubahan warna air mengganggu pandangan mata kita. Hal ini tentu mengganggu kenyamanan dan keasrian kota.
  • Mempercepat Proses Kerusakan Benda. Ada sebagian air limbah yang mengandung zat yang dapat diubah oleh bakteri anaerob menjadi gas yang dapat merusak seperti H2S. Gas ini dapat mempercepat proses perkaratan pada besi. Agar terhindar dari hal-hal di atas, sebaiknya sebelum dibuang, air limbah harus diolah terlebih dahulu dan memenuhi ketentuan Baku Mutu Air Limbah.

3. Cara Penanggulangan Pencemaran Air
Pengolahan limbah bertujuan untuk menetralkan air dari bahan-bahan tersuspensi dan terapung, menguraikan bahan organik biodegradable (yakni bahan organik yang dapat terurai oleh aktivitas makhluk hidup), meminimalkan bakteri patogen, serta memerhatikan estetika dan lingkungan. Pengolahan air limbah dapat dilakukan sebagai berikut.

a. Pembuatan Kolam Stabilisasi
Kolam Stabilisasi adalah salah satu metode pengolahan air limbah secara alami. Kolam Stabilisasi adalah kolam tanah buatan yang terdiri dari serangkaian kolam anaerobik, fakultatif, dan kolam maturasi. Kolam ini tergantung kualitas air limbah yang disyaratkan.
Kolam Stabilisasi
Dalam kolam stabilisasi, air limbah diolah secara alamiah untuk menetralisasi zat-zat pencemar sebelum air limbah dialirkan ke sungai. Kolam stabilisasi yang umum digunakan adalah kolam anaerobik, kolam fakultatif (pengolahan air limbah yang tercemar bahan organik pekat), dan kolam maturasi (pemusnahan mikroorganisme patogen). Kolam stabilisasi ini dapat digunakan oleh semua kalangan karena mudah memilikinya dan murah harganya

b. IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)
Pengolahan air limbah ini menggunakan alat-alat khusus. Pengolahan ini dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu primary treatment (pengolahan pertama), secondary treatment (pengolahan kedua), dan tertiary treatment (pengolahan lanjutan).
  1. Primary treatment merupakan pengolahan pertama yang bertujuan untuk memisahkan zat padat dan zat cair dengan menggunakan filter (saringan) dan bak sedimentasi. 
  2. Secondary treatment merupakan pengolahan kedua yang bertujuan untuk mengoagulasikan, menghilangkan koloid, dan menstabilisasikan zat organik dalam limbah. 
  3. Tertiary treatment merupakan lanjutan dari pengolahan kedua, yaitu penghilangan nutrisi atau unsur hara, khususnya nitrat dan fosfat, serta penambahan klor untuk memusnahkan mikroorganisme patogen.
Pengolahan Limbah
c. Pengelolaan Excreta
Excreta adalah campuran feses dan urine.  Excreta banyak terkandung dalam air limbah rumah tangga. Excreta banyak mengandung bakteri patogen penyebab penyakit. Jika tidak dikelola dengan baik, excreta dapat menimbulkan berbagai penyakit. Pengelolaan excreta dapat dilakukan dengan menampung dan mengolahnya pada jamban atau septictank yang ada di sekitar tempat tinggal, dialirkan ke tempat pengelolaan, atau dilakukan secara kolektif.

Dalam meminimalisasi sampah hasil limbah rumah tangga khususnya, dapat dilakukan upaya pengurangan sampah. Cara menangani limbah cair dan padat diharapkan tidak menyebabkan polusi dengan prinsip ekologi yang dikenal dengan istilah 4R, yaitu recycle, reuse, reduce, dan repair.
  1. Recycle (Pendaurulangan). Proses recycle misalnya untuk sampah yang dapat terurai dijadikan kompos. Kompos ini dipadukan dengan pemeliharaan cacing tanah, sehingga dapat diperoleh hasil yang baik. Cacing tanah dapat menyuburkan tanah dan kompos digunakan untuk pupuk.
  2. Reuse (Penggunaan Ulang). Proses reuse dilakukan untuk sampah yang tidak dapat terurai dan dapat dimanfaatkan ulang. Misalnya botol bekas sirup dapat digunakan lagi untuk menyimpan air minum.
  3. Reduce. Reduce adalah melakukan pengurangan bahan/penghematan. Contohnya jika akan berbelanja ke pasar atau supermarket, sebaiknya dari rumah membawa tas. Janganlah meminta tas plastik dari toko atau supermarket kalau akhirnya hanya dibuang saja.
  4. Repair. Repair artinya melakukan pemeliharaan. Contohnya membuang sampah tidak sembarangan, terutama tidak membuang sampah di perairan.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 5:42 PM

Pemodelan Efek Rumah Kaca

Efek rumah kaca adalah proses pemanasan alami yang terjadi ketika gas-gas tertentu di atmosfer Bumi memerangkap panas. Efek rumah kaca mempunyai kaitan erat dengan gas rumah kaca. Gas rumah kaca itu merupakan sekumpulan gas-gas pada atmosfer yang menjadi sebab adanya efek rumah kaca. Gas-gas yang disebut gas rumah kaca bisa muncul secara alami di lingkungan bumi, namun bisa juga timbul karena aktivitas manusia.

Para ilmuwan telah mempelajari efek rumah kaca sejak tahun 1824. Joseph Fourier menyatakan bahwa Bumi akan jauh lebih dingin jika tidak memiliki atmosfer. Adanya gas-gas rumah kaca inilah yang membuat iklim Bumi layak huni. Tanpa adanya efek rumah kaca, permukaan Bumi akan berubah sekitar 60ºF atau 15,6ºC lebih dingin.

Gas-gas rumah kaca (Green House Gases) adalah beberapa jenis gas yang terperangkap di atmosfer dan berfungsi seperti atap rumah kaca yang mampu meneruskan radiasi gelombang panjang matahari, namun menahan radiasi inframerah yang diemisikan oleh permukaan bumi.

Gas-gas yang dimaksud antara lain adalah Karbon diokasida (CO₂), Metan (CH4), Nitrous Oksida (N2O), Hydrofluorokarbon (HFCs), Perfluorokarbon (PFCs) dan Sulfur heksaflorida (SF6)

Sumber gas-gas rumah kaca tersebut dapat terbagi menjadi dua yaitu alami dan akibat aktifitas manusia. Gas rumah kaca yang terjadi secara alami adalah CO2, methane. Sedangkan gas yang dihasilkan akibat aktifitas manusia antaralain CO2 (Proses pembakaran bahan bakar fosil), NO2 (aktifitas pertanian dan industri), CFC, HFC, PFC (proses industri dan konsumen)

Pemodelan Efek Rumah Kaca
A. Alat dan Bahan
No. Alat dan Bahan Jumlah
1. Stoples kaca 2 Buah
2. Termometer 2 buah
3. Handuk yang direndam dengan air hangat selama 3 menit 1 buah
4. Stopwatch 1 buah
5. Plastik secukupnya
6. Karet Gelang secukupnya
B. Langkah Kegiatan
Lakukan langkah-langkah berikut.
  1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.
  2. Berikan label pada masing- masing stoples, yaitu A dan B.
  3. Masukkan handuk yang telah direndam dengan air hangat selama 3 menit ke stoples A dan stoples B.
  4. Masukkan termometer ke dalam kedua stoples tersebut. (Pastikan temperatur awal pada thermometer adalah sama).
  5. Tutuplah stoples A dengan plastik, kemudian ikat dengan karet gelang hingga rapat.
Model Efek Rumah Kaca
  1. Letakkan stoples A dan stoples B di bawah sinar Matahari atau lampu. 
  2. Pastikan bahwa kedua stoples tersebut menerima energi panas yang sama.
  3. Catatlah suhu pada kedua stoples setiap 3 menit sekali, selama 15 menit.
  4. Buatlah tabel seperti Tabel 4.1. Masukkan hasil pengamatanmu.
  5. Setelah 15 menit, jauhkan kedua stoples tersebut dari energi panas dan amati apa yang terjadi.
Hasil pengamatan pemodelan efek rumah kaca
No. Waktu (menit) Temperatur (oC)
Stoples A Stoples B
1. 3 30 30
2. 6 34 32
3. 9 36 33
4. 12 37 34
5. 15 42 40
Dari data yang diperoleh buatlah grafik hubungan waktu dan suhu pada stoples A dan stoples B.
Hasil Percobaan
Diskusikan
  1. Termometer pada stoples manakah yang menunjukkan suhu lebih tinggi selama percobaan berlangsung? Mengapa demikian? Jelaskan.
  2. Apakah yang terjadi ketika kedua stoples tersebut dijauhkan dari sumber energi panas? Jelaskan.
  3. Coba kaitkan percobaan yang telah kalian lakukan dengan prinsip kerja gas-gas rumah kaca.
Simpulkan
Akibat adanya efek rumah kaca yang positif adalah bumi menjadi lebih hangat dari lingkungan di luar bumi, sedangkan efek negatifnya suhu bumi semakin meningkat dan menyebabkan global warming.

Hasil percobaan menunjukkan adanya perbedaan suhu antara stoples yang dibiarkan terbuka dengan stoples yang ditutup dengan plastik diikat dengan karet gelang. Ruang dalam stoples dianalogikan sebagai Bumi dan tutup plastik dianalogikan sebagai gas-gas rumah kaca.

Di atmosfer Bumi terdapat banyak gas-gas rumah kaca alami. Siklus air, karbon dioksida (CO2), dan metana adalah beberapa bagian penting yang ada di dalamnya. Tanpa adanya gas-gas rumah kaca tersebut, kehidupan di Bumi tidak akan terjadi. Seperti halnya planet Mars, Bumi juga akan menjadi sangat dingin apabila tidak terdapat gas-gas rumah kaca di atmosfernya. Sebaliknya, jika jumlah gas-gas rumah kaca terus bertambah di atmosfer, maka suhu Bumi akan terus meningkat.
Efek Rumah Kaca
Saat ini semakin tingginya polusi udara menyebabkan efek rumah kaca berubah. Prosesnya, yaitu ketika radiasi sinar Matahari mengenai permukaan Bumi, maka akan menyebabkan Bumi menjadi panas. Radiasi panas Bumi akan dipancarkan lagi ke atmosfer. Panas yang kembali dipantulkan oleh Bumi terhalang oleh polutan udara sehingga terperangkap dan dipantulkan kembali ke Bumi. Proses ini akan menahan beberapa panas yang terperangkap kemudian menyebabkan suhu Bumi meningkat. Akibatnya, Bumi tetap menjadi hangat dan suhunya semakin meningkat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 6:30 PM

Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan

Lingkungan berasal dari kata "Environment", yang memiliki makna "The physical, chemical, and biotic condition surrounding an organism." Lingkungan secara umum dapat diartikan sebagai segala sesuatu di luar individu. Segala sesuatu di luar individu merupakan sistem yang kompleks, sehingga dapat memengaruhi satu sama lain. ini membuat lingkungan selalu dinamis dan dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi.

Selain itu, komponen lingkungan itu dapat saling memengaruhi dengan kuat. Ada saatnya kualitas lingkungan berubah menjadi baik dan tidak menutup kemungkinan untuk berubah menjadi buruk. Perubahan itu dapat disebabkan oleh makhluk hidup dalam satu lingkungan tersebut. Lingkungan terdiri atas dua komponen utama, yaitu komponen biotik dan abiotik.
  1. Komponen biotik, terdiri atas makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuhan, dan jasad renik.
  2. Komponen abiotik, terdiri atas benda-benda tidak hidup di antaranya air, tanah, udara, dan cahaya.

Setiap makhluk hidup memerlukan lingkungan tertentu sebagai tempat hidupnya yang dinamakan
habitat. Dalam suatu habitat, terdapat berbagai jenis makhluk hidup (biotik) dan makhluk tak hidup (abiotik). Pada tempat tersebut akan terjadi interaksi antara makhluk hidup dan makhluk tak hidup.

Interaksi dalam Ekosistem Membentuk Suatu Pola
Ekosistem adalah suatu proses yang terbentuk karena adanya hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Setiap komponen yang terlibat memiliki fungsinya masing-masing, dan selama tidak ada fungsi yang terngganggu maka keseimbangan dari ekosistem ini akan terus terjaga.

Ekosistem yang luas seperti lautan, dapat diketahui hubungan keterkaitan diantara organisme yang terdapat dalam ekosistem tersebut. Setiap organisme tersebut tidak dapat hidup sendiri dan selalu bergantung pada organisme yang lain dan lingkungannya. Saling ketergantungan ini akan membentuk
suatu pola interaksi. Terjadi interaksi antara komponen biotik dengan komponen abiotik, dan terjadi interaksi antarsesama komponen biotik.

1. Interaksi Antara Makhluk Hidup dengan Makhluk Hidup yang Lain.
Interaksi antara makhluk hidup dengan makhluk hidup yang lain dapat terjadi melalui rangkaian peristiwa makan dan dimakan. Seperti rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan piramida makanan. Selain itu, melalui bentuk hidup bersama, yaitu simbiosis.
Interaksi Makhluk Hidup
Rantai makanan adalah suatu peristiwa makan dan dimakan antara makhluk hidup dengan urutan-urutan tertentu. Dalam rantai makanan terdapat makhluk hidup yang berperan sebagai produsen, konsumen, dan sebagai dekomposer (pengurai). Pada peristiwa rantai makanan terjadi proses makan dan dimakan dalam urutan tertentu.

Dalam ekosistem, suatu organisme tidak hanya makan satu jenis makanan saja, dan juga dapat dimakan oleh beberapa jenis pemangsa. Oleh karena itu terjadi beberapa rantai makanan yang saling berhubungan. Sekumpulan rantai makanan yang saling berhubungan ini disebut dengan jaring-jaring makanan.

2. Macam-macam Simbiosis
Simbiosis merupakan bentuk hidup bersama antara dua individu yang berbeda jenis. Ada tiga (3) macam simbiosis, yaitu simbiosis mutualisme, simbiosis komensalisme, dan simbiosis parasitisme.
Simbiosis Pada Makhluk Hidup
  • Simbiosis mutualisme merupakan suatu hubungan dua jenis individu yang saling memberikan keuntungan satu sama lain.   Contoh simbiosis mutualisme adalah antara jamur dan akar pohon pinus. Jamur mendapatkan makanan dari pohon pinus, sedangkan pohon pinus mendapatkan garam mineral dan air lebih banyak jika bersimbiosis dengan jamur
  • Simbiosis komensalisme adalah hubungan interaksi dua jenis individu yang memberikan keuntungan kepada salah satu pihak, tetapi pihak lain tidak mendapatkan kerugian.  Contoh simbiosis komensalisme adalah antara tanaman anggrek dengan pohon mangga. Tanaman anggrek mendapatkan keuntungan berupa tempat hidup, sedangkan pohon mangga tidak mendapatkan keuntungan maupun kerugian dari keberadaan tanaman anggrek tersebut.
  • Simbiosis parasitisme merupakan hubungan dua jenis individu yang memberikan keuntungan kepada salah satu pihak dan kerugian pada pihak yang lain.  Contoh simbiosis parasitisme adalah antara kutu rambut dan manusia. Kutu rambut memperoleh keuntungan dari manusia berupa darah yang diisap sebagai makanannya sedangkan manusia akan merasakan gatal pada kulit dikepalanya

3. Peran Organisme Berdasarkan Kemampuan Menyusun Makanan
Berdasarkan kemampuan menyusun makanan, peran organisme dibagi menjadi 2 (dua), yaitu autotrof dan heterotrof. Autotrof adalah organisme yang memiliki kapasitas untuk menghasilkan makanan mereka sendiri. Heterotrof tidak menghasilkan makanan mereka sendiri, dan bergantung pada organisme lain untuk kelangsungan hidup mereka.

Organisme heterotrof, berdasarkan jenis makanannya dibagi lagi menjadi 3 (tiga), yaitu herbivora, karnivora, dan omnivora.

Manusia juga memiliki interaksi dengan lingkungan. Berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam menyebabkan kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu, akibatnya lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 7:12 PM

Sistem Organ dan Organisme

Setiap makhluk hidup terdiri dari sel atau sekumpulan sel, sekumpulan sel membentuk jaringan, sekumpulan jaringan membentuk organ dan sekumpulan organ membentuk sistem organ. Kumpulan dari beberapa macam jaringan yang berbeda dan membentuk satu kesatuan untuk melakukan fungsi tertentu disebut organ. Sistem organ merupakan bentuk kerja sama antarorgan untuk melakukan fungsi tertentu.

Sel berada di tingkatan struktural terendah yang masih mampu menjalankan semua fungsi kehidupan. Sel-sel yang mempunyai fungsi dan bentuk yang sama akan berkelompok. Kelompok sel itu dinamakan jaringan. Kumpulan dari beberapa macam jaringan yang berbeda dan membentuk satu kesatuan untuk melakukan fungsi tertentu disebut organ. Sistem organ merupakan bentuk kerja sama antarorgan untuk melakukan fungsi tertentu.

A. Sistem Organ
Dalam melaksanakan kerja sama ini, setiap organ tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan organ-organ saling bergantung dan saling memengaruhi satu sama lainnya. Tanpa ada kerja sama dengan organ lain, maka proses dalam tubuh tidak akan terjadi.
No. Sistem Organ Organ Fungsi
1. Sistem pencernaan Mulut (lidah, gigi), faring, esofagus, lambung, usus halus, usus besar, hati, rektum, pankreas, dan anus Mencerna makanan, mengabsorbsi molekul-molekul makanan yang sudah disederhanakan
2. Sistem pernapasan Hidung, tenggorokan, trakea, laring, bronkus, bronkiolus, paru-paru Untuk mengangkut udara ke dalam paru-paru dan untuk memfasilitasi difusi Oksigen ke dalam aliran darah. Yang juga menerima limbah Karbon Dioksida dari darah dan hembuskan itu
3. Sistem gerak (rangka) Tulang Menyokong dan melindungi organ dalam
4. Sistem transportasi/ sirkulasi/ peredaran darah Jantung,arteri, vena, kapiler, dan sel-sel darah. Mengangkut oksigen dan sari makanan ke seluruh sel tubuh, dan mengangkut zat hasil metabolisme yang tidak berguna keluar dari sel tubuh, serta melindungi tubuh dari mikroorganisme penyebab penyakit
5. Sistem ekskresi Paru-paru, ginjal, kulit, dan hati Mengeluarkan sisa metabolisme yang tidak terpakai dari dalam tubuh dan menjaga keseimbangan sel dengan ingkungannya
Sistem Organ
6. Sistem Syaraf Badan sel, dednrit, akson,  Mengatur seluruh aktifitas tubuh manusia mempunyai tiga fungsi utama, yaitu sebagai alat komunikasi, pengendali atau pengatur kerja, dan pusat pengendali tanggapan
7. Sistem reproduksi Ovarium,rahim, dan vagina. Perkembangbiakan Makhluk hidup
Pada kelompok makhluk hidup multiseluler seperti manusia, antarsistem organ saling berhubungan dan bekerja sama untuk menjalankan fungsinya. Sistem organ ini kemudian membentuk organisme, yaitu satu jenis makhluk hidup/individu, misalnya manusia.

B. Organisme
Organisme adalah makhluk hidup terdiri dari banyak komponen yang saling terkait dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Organisme hadir dalam berbagai ukuran, bentuk dan gaya hidup, tetapi mereka semua berbagi beberapa ciri yang sama. Semua organisme membutuhkan makanan (nutrisi) dan mengeluarkan limbah, tumbuh, berkembang biak dan akhirnya, mati.

Hewan adalah organisme yang paling aktif dari semua organisme, dan hewan termasuk spesies seperti manusia, hiu dan semut. Setelah berkembang mereka bertahan hidup di lingkungannya.

Tanaman adalah salah satu kelompok terbesar dari organisme, dan tumbuhan merupakan bagian penting dari rantai makanan. Tumbuhan disebut “produsen” dari dunia kehidupan, karena mereka memanfaatkan sinar matahari dan mengubahnya menjadi bentuk energi kimia. proses yang disebut fotosintesis, memungkinkan seluruh rantai makanan berfungsi.

Sedangkan bakteri adalah organisme yang sangat sederhana, dan nenek moyang mereka disebut-sebut sebagai bentuk awal kehidupan bumi. Banyak bakteri yang bermanfaat dan diperlukan untuk hidup, sementara yang lain bisa sangat berbahaya. Jenis lain dari organisme termasuk protozoa, alga dan jamur.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 5:58 PM

Jaringan dan Organ Hewan dan Tumbuhan

Setiap sel suatu organisme memiliki ukuran yang bervariasi. Ukuran sel mencerminkan fungsi yang dilakukan sel bersangkutan. Semua fungsi hidup organisme bersel satu dilakukan oleh sel tunggal itu sendiri. Pada organisme bersel banyak, seringkali sel tidak dapat bekerja sendiri. Setiap sel bergantung kepada sel yang lain. Kerja sama dan interaksi di antara sel ini menyebabkan organisme dapat mempertahankan hidupnya. Selsel yang mempunyai fungsi dan bentuk sama akan berkelompok. Kelompok sel disebut jaringan.

1. Jaringan
Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Jaringan-jaringan yang berbeda dapat bekerja sama untuk suatu fungsi fisiologi yang sama membentuk organ.

Tumbuhan sebagai organisme yang bersel banyak, tersusun dari beberapa jaringan sebagai kumpulan sel-selnya. Ada beberapa jaringan pokok yang terdapat pada tumbuhan, di antaranya:
  1. Jaringan Epidermis yaitu jaringan paling luar yang melapisi permukaan tubuh tumbuhan yang berfungsi sebagai pelindung.
  2. Jaringan Meriestem yaitu sel-sel yang selalu membelah,terdapat pada embiro di ujung akar,ujung batang dan kambium.
  3. Jaringan Pengangkutan yaitu jaringan sebagai pembuluh yang mengankut air dan zat-zat makanan,dibagi menjadi 2 fungsi,yaitu:
  4. Jaringan Floem(Pembuluh tapis) berfungsi untuk mengangkut air dan hasil fotosintesis.
  5. Jaringan Xilem(Pembuluh kayu) berfungsi air dan garam-garam mineral dari akar.
  6. Jaringan Penyokong maerupakan sel-sel dinding yang mengalami penebalan sehingga menjadi keras yang berfungsi sebagai pelindung bagian-bagian yang lemah pada tubuh.
  7. Jaringan Tanah : jaringan yang menyimpan makanan,melakukan fotosintesis,dan penyokong struktur.

Hewan maupun manusia mempunyai bermacam-macam jaringan juga. Ada jaringan epitel, jaringan otot, jaringan tulang rawan, jaringan saraf, dan sebagainya. Berikut ini nama jaringan pada hewan dan manusia.
  1. Jaringan Epitel yaitu jaringan yang melapisi permukaan tubuh bagian luar maupun dalam bentuk jaringan ini dibagi 3 yaitu Jaringan epitel pipih,epitel silindris bersilia dan epitel kubus berlapis tunggal.
  2. Jaringan Otot yaitu jaringan yang tersusun atas sel-sel otot dan bersifat lentur,dibagi 3 yaitu : Otot polos terdapat pada dinding alat-alat dalam., Otot lurik terdapat pada rangka., dan Otot jantung terdapat pada dinding jantung.
  3. Jaringan Syaraf yaitu jaringan yang tersusun atas sel-sel syaraf. Setiap sel saraf terdiri atas badan sel saraf, dendrit, dan akson. Dendrit merupakan serabut bercabang pendek yang menghantarkan implus (rangsang) ke badan sel saraf.
  4. Jaringan Ikat yaitu jaringan yang menghubungkan bagian tubuh satu dengan tubuh lain.
  5. Jaringan penyokong atau penunjang yaitu jaringan yang terdiri dari jaringan tulang lain yang dan memiliki berfungsi sebagai memberi bentuk tubuh selain rangka,melindungi bagian tubuh dan menguatkan tubuh.

2.Organ
Organ adalah kumpulan dari beberapa macam jaringan yang berbeda dan membentuk satu kesatuan untuk melakukan fungsi tertentu  Pada waktu pengamatan jaringan tumbuhan, kita perlu memotong salah satu bagian tumbuhan, misalnya daun. Di dalam daun, ternyata ada beberapa macam jaringan. Kumpulan dari beberapa macam jaringan yang berbeda akan membentuk satu kesatuan untuk melakukan fungsi tertentu disebut organ.

Beberapa organ pada tumbuhan :
  1. Akar. Akar berfungsi bertugas sebagai alat untuk menunjang berdirinya tubuh tumbuhan pada tempat hidupnya, menyerap unsur hara, dan menyimpan cangan makanan.
  2. Batang, untuk menegakan tumbuhan dan menghantarkan air dan mineral dari akar ke daun, menghantarkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan
  3. Daun, untuk fotosintesis dan penguapan air

Beberapa organ pada hewan/manusia :
  1. Jantung, untuk memompa darah
  2. Mata, untuk melihat
  3. Telinga, untuk mendengar'
  4. Tangan dan kaki, untuk bergerak
  5. Ginjal, untuk mengeluarkan sisa metabolisme

Setelah mempelajari bahwa makhluk hidup tersusun atas unit terkecil yang disebut sel. Sel berkumpul membentuk jaringan dan jaringan akan menyusun organ. Sekarang, tentukan bagian tubuh manusia yang termasuk sel, jaringan, atau organ dengan memberi tanda centang (√) pada kolom sel, jaringan, atau organ pada Tabel
Gambar Bagian
Tubuh
Nama Sel Jaringan Organ
Hati
Hati - -
Mata
Mata - -
Dendrit
Saraf - -
Sel Darah
Sel  Darah - -
telur
Telur - -
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 5:37 PM

Sel sebagai Unit Struktural dan Fungsional Kehidupan

Organisme merupakan bagian hierarki struktur makhluk hidup yang membentuk organisasi kehidupan. Hierarki struktur ini disebut hierarki Biologi. Organisasi kehidupan terdiri atas atom , molekul, organel,  sel, sel jaringan,  organ,  sistem organ, dan organisme. Pada pengamatan bagian dalam katak, seperti paru-paru, jantung, usus, dan lain-lain. Ternyata, jika ditelusuri bagian-bagian tersebut tersusun atas unit-unit terkecil lagi. Dengan demikian, urutan-urutan unit-unit ini akan membentuk suatu tingkatan atau hierarki struktur. Hierarki struktur ini dinamakan hierarki biologi yang membentuk suatu organisasi kehidupan.

Gambar di bawah ini menunjukkan struktur hierarki organisasi kehidupan yang dimulai dari atom-atom penyusun molekul yang berukuran mikro hingga ekosistem yang berukuran makro dan sangat kompleks. Hierarki seperti ini dinamakan biosfer.
Hierarki organisasi
Sel sebagai Unit Struktural dan Fungsional Kehidupan
Sel berada di tingkatan struktural terendah yang masih mampum menjalankan semua fungsi kehidupan. Sel mampu melakukan regulasi terhadap dirinya sendiri, memroses energi, tumbuh dan berkembang, tanggap terhadap lingkungan, serta melakukan reproduksi.

Setiap organisme tersusun atas salah satu dari dua jenis sel yang secara struktural berbeda. Kedua
jenis sel tersebut adalah sel prokariotik dan sel eukariotik. Pada sistem lima kingdom, hanya monera (bakteri dan ganggang biru) yang memiliki sel prokariotik. Protista, jamur, tumbuhan, dan hewan semuanya terdiri atas sel eukariotik.

Sel prokariotik berasal dari bahasa Yunani, yaitu Prokaryote, pro berarti “sebelum” dan karyote berarti nukleus. Sel prokariotik memiliki nukleus/inti sel, tetapi inti sel tersebut tidak diselubungi membran inti. Sel eukariotik (bahasa Yunani, eu berarti “sejati/ sebenarnya”) merupakan sel yang memiliki inti sel dan inti sel tersebut dibungkus oleh membran inti.

Sel prokariotik terdapat pada bakteri, termasuk sianobakteri. Sel Prokariota strukturnya lebih sederhana daripada struktur sel eukariota, karena tidak mempunyai organel yang terbungkus membran. Batas sel ialah membran plasma. Di luar membran plasma terdapat dinding sel yang cukup kaku dan seringkali berupa kapsul luar yang biasanya mirip jeli. Sebagian bakteri memiliki flagela (organel pergerakan), pili (struktur pelekatan), atau keduanya yang menonjol dari permukaan selnya.
Prokariotik dan Eukariotik
Sel merupakan unit terkecil kehidupan. Di dalam sel terdapat penyusun sel atau organel sel. Namun, organel tidak disebut sebagai unit terkecil kehidupan sebab organel tidak mampu hidup mandiri.

Perbedaan Prokariotik dan Eukarotik
Perbedaan Sel Prokariotik Sel Eukariotik
Ukuran Sel Diameter Sel prokariotik 0,2-2.0 µm Diameter Sel prokariotik 10-100 µm
Inti Sel Tidak memiliki membran inti, inti sel (nukleus) tidak nyata / tidak nampak dan tersebar dalam sitoplasma; tidak anak inti sel Inti sel nyata, memiliki membran inti dan anak inti sel (nukleolus).
Flagela Mengandung dua protein penyusun (protein building blocks) hanya berupa satu untaian Tersusun atas banyak mikrotubula.
Dinding sel Sel prokariot memiliki dinding sel cukup kompleks dan mengandung peptidoglycan. Ada dinding sel, komposisi kimia yang sederhana.
Membran sel: Tidak mengandung karbohidrat dan kurang mengandung sterol / steroid Pada eukariot mengandung sterol / steroid dan karbohidrat yang dapat berfungsi sebagai reseptor.
Pembelahan sel Sel prokariot membelah dengan binari fisi Pada sel eukariot dengan mitosis
Contoh Sel tumbuhan Bakteri dan arkhaebakteri

Makhluk hidup bersel satu dapat hidup mandiri dan dapat mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri seperti energi, mineral, dan sebagainya. Umumnya, sel berukuran mikroskopis. Namun, ada sel yang berukuran makroskopis (besar). Seperti telur burung unta dan sel saraf zarafah yang memiliki panjang lebih dari 1 meter.
Ukuran Sel
Sebagian besar sel berdiameter antara 1 sampai 100 μm, sehingga hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop. Perhatikan skala yang dipakai. Skala dimulai dari bagian atas dengan 10 meter dan menurun. Setiap pengukuran di sisi kiri menunjukkan pengecilan ukuran sepuluh-kali.
Pengukuran
  1. 1 centimeter (cm) = 10-2 m = 0,4 inci
  2. 1 milimeter (mm) = 10-3 m
  3. 1 mikrometer (μm) = 10-3 mm = 10-6 m
  4. 1 nanometer (nm) = 10-3 μm = 10-9 m
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 3:47 PM