Menelaah Teks “Remaja dan Game Online”

Permainan game online bagi kalangan remaja, pelajar tingkat pertama hingga menengah bukan hal yang asing lagi. Banyak fakta yang dapat kita temukan dengan cara melihat ke warnet-warnet maka tidak jarang kalangan remaja yang sedang bermain game online. Bisnis warnet ternyata mendukung berkembangannya permainan game online. Saat ini game online sudah menjamur di kota-kota besar bahkan sampai ke pelosok pedesaan. Perkembangan warnet di Indonesia semenjak beberapa tahun terakhir terlihat sangat pesat. Di beberapa warnet umumnya terlihat dipenuhi oleh kalangan pelajar yang datang untuk menghabiskan waktunya bermain dan terkadang mereka rela untuk tidak masuk sekolah (bolos ) hanya demi bermain game online.

Menelaah teks tanggapan kritis dapat diartikan sebagai kegiatan mempelajari; menyelidik; mengkaji; memeriksa; menilik teks tanggapan kritis. Penelaahan teks tanggapan kritis yang dimaksud pada tulisan ini adalah penelaahan dari unsur kebahasaan teks tanggapan kritis. Salah satu unsur kebahasaan teks tanggapan kritis adalah penggunaan ungkapan. Penelaahan unsur kebahasaannya berkaitan dengan penggunaan ungkapan (kata-kata) penyetujuan atau penolakan pendapat, penyimpulan data dari orang lain, majas penghalusan, dan kata bilangan.
game online
“Remaja dan Game Online”
Struktur Kalimat dalam Teks
Evaluasi Kemajuan teknologi informasi membuat banyak perubahan, termasuk perkembangan game online di internet. Banyak anak-anak dan remaja menghabiskan waktunya di depan komputer atau telepon pintar untuk menyalurkan hobi bermain game online. Hal itu tentu membawa dampak dan pengaruh terhadap anak dan lingkungannya.
Deskripsi Teks Game online banyak dimainkan oleh anak-anak dan remaja terutama di kota-kota besar. Game online dapat memenuhi hasrat dan hobi mereka. Akan tetapi, banyak hal-hal yang berdampak kurang baik dari game online ini. Berikut ini hal-hal yang dapat memengaruhi anak dan lingkungan jika anak atau remaja bermain game online secara berlebihan. Tidak sedikit game online yang beredar mengusung tema kekerasan. Game-game ini menyertakan unsur kekerasan, kekejaman, dan tindakan lain yang sebenarnya tidak disarankan untuk dilihat secara langsung oleh anak-anak.

Banyak game online yang isinya tidak pantas untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Wanita yang berpakaian tidak pantas dan serba terbuka sudah lazim ditemui di game-game yang beredar. Anak yang bermain game online secara berlebihan dapat membuat anak itu menjadi tidak bisa lepas dari kehidupan yang dijalaninya. Oleh karena itu, banyak di antara mereka mengabaikan kehidupan nyata. Kesehatan mata, kebugaran fisik, dan pola hidup sehat menjadi dampak yang tidak dapat dihindari apabila anak-anak terlalu banyak menghabiskan waktu untuk bermain game online.

Pendapat yang telah disajikan tersebut mungkin benar. Akan tetapi, alasan-alasan yang disajikan tentu tidak boleh berdasarkan asumsi. Kajian secara komprehensif yang dibuktikan melalui penelitian atau cara yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis sangat diperlukan. Akan tetapi, banyak juga sisi positif yang diperoleh anak jika mereka bermain game online tidak secara berlebihan. Ada beberapa alasan yang dapat diterima jika game online dijadikan hobi anak-anak dan remaja kita.

Alasan pertama, Greenfield mengatakan bahwa game online dapat memengaruhi kemampuan anak ke arah positif seperti merangsang saraf motorik mereka dalam bereaksi, melatih keterampilan tangan, koordinasi motorik mata dan tangan menjadi lebih terlatih, merangsang kemampuan mereka dalam berstrategi, dan merangsang kemampuan mereka berpikir untuk memecahkan masalah.

Alasan berikutnya adalah data yang menyatakan bahwa ada korelasi negatif, yaitu anak yang bermain game online menjadi tidak peduli dengan lingkungan. Anak hanya akan peduli pada dirinya sendiri. Penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Indonesia (UI) pada 2009 mengatakan bahwa ada hubungan antara kecenderungan game online dengan ranah keterampilan sosial, yaitu korelasi negatif yang signifikan antara kecanduan game online dan sensitivitas emosional serta ekspresi sosial.

Kesehatan mata, kebugaran fisik, dan pola hidup sehat dapat diselesaikan jika orang tua dan anak-anak selalu berkomunikasi, memahami apa itu hobi, serta kapan dan di mana anak harus bermain game online secara proporsional dan bertanggung jawab.
Penegasan Ulang Secara umum saya sebagai penanggap sepakat dengan alasan yang mengatakan bahwa game online memiliki dampak negatif. Akan tetapi, alasan-alasan tersebut perlu dikaji secara akademis. Banyak juga dampak positif yang diterima oleh anak dan lingkungannya jika mereka bermain game online secara proporsional dan bertanggung jawab.

Untuk itu, peran orang tua dalam memberikan arahan dan bimbingan tentang kewajiban belajar dan kesadaran pemenuhan hobi memiliki porsi masing-masing. Penggunaan internet secara sehat sangat penting dan diperlukan. Akan tetapi, penyaluran hobi yang positif perlu terus didukung.
Diolah dari sumber: http//www/danu-pungky-w.blog.ugm.ac.id

Pada tugas ini diminta menelaah unsur kebahasaan yang digunakan di dalam teks “Remaja dan Game Online”. Penelaahan unsur kebahasaannya berkaitan dengan penggunaan ungkapan (kata-kata) penyetujuan atau penolakan pendapat, penyimpulan data dari orang lain, majas penghalusan, dan kata bilangan. Beberapa contoh penggunaan ungkapan yang terdapat dalam teks tanggapan kritis Remaja dan Game Online antara lain sebagai berikut.
No. Jenis Ungkapan Kata/frasa yang digunakan
1. Ungkapan tanggapan yang menguatkan atau menyetujui pikiran
penulis atau pelempar gagasan
  1. Secara umum saya sebagai penanggap sepakat dengan alasan yang mengatakan bahwa game online memiliki dampak negatif.
  2. Banyak juga dampak positif yang diterima oleh anak dan lingkungannya jika mereka bermain game online secara proporsional dan bertanggung jawab.
  3. Untuk itu, peran orang tua dalam memberikan arahan dan bimbingan tentang kewajiban belajar dan kesadaran pemenuhan hobi memiliki porsi masing-masing.
  4. Penggunaan internet secara sehat sangat penting dan diperlukan. Akan tetapi, penyaluran hobi yang positif perlu terus didukung.
  5. Ada beberapa alasan yang dapat diterima jika game online dijadikan hobi anak-anak dan remaja kita.
2. Ungkapan tanggapan yang menolak atau tidak menyetujui pikiran
penulis
  1. Pendapat yang telah disajikan tersebut mungkin benar. Akan tetapi, alasan-alasan yang disajikan tentu tidak boleh berdasarkan asumsi.
  2. Tidak sedikit game online yang beredar mengusung tema kekerasan. 
  3. Game-game ini menyertakan unsur kekerasan, kekejaman, dan tindakan lain yang sebenarnya tidak disarankan untuk dilihat secara langsung oleh anak-anak.
  4. Banyak game online yang isinya tidak pantas untuk dikonsumsi oleh anak-anak. 
  5. Wanita yang berpakaian tidak pantas dan serba terbuka sudah lazim ditemui di game-game yang beredar. 
3. Ungkapan tanggapan yang mengungkapkan sudut pandang orang lain
  1. Game online banyak dimainkan oleh anak-anak dan remaja terutama di kota-kota besar. 
  2. Game online dapat memenuhi hasrat dan hobi mereka. 
  3. Pendapat yang telah disajikan tersebut mungkin benar.
  4. Alasan pertama, Greenfield mengatakan bahwa game online dapat memengaruhi kemampuan anak ke arah positif seperti merangsang saraf motorik mereka dalam bereaksi, melatih keterampilan tangan, koordinasi motorik mata dan tangan menjadi lebih terlatih, merangsang kemampuan mereka dalam berstrategi, dan merangsang kemampuan mereka berpikir untuk memecahkan masalah.
4. Ungkapan tanggapan yang menggambarkan simpulan dari data orang
lain
  1. Alasan berikutnya adalah data yang menyatakan bahwa ada korelasi negatif anak yang bermain game online menjadi tidak peduli dengan lingkungan dan asyik dengan dirinya sendiri.
  2. Anak hanya akan peduli pada dirinya sendiri.
  3. Penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Indonesia (UI) pada 2009 mengatakan bahwa ada hubungan antara kecenderungan game online dengan ranah keterampilan sosial, yaitu korelasi negatif yang signifikan antara kecanduan game online dan sensitivitas emosional serta ekspresi sosial.
  4. Kesehatan mata, kebugaran fisik, dan pola hidup sehat menjadi dampak yang tidak dapat dihindari apabila anak-anak terlalu banyak menghabiskan waktu untuk bermain game online.
  5. Kesehatan mata, kebugaran fisik, dan pola hidup sehat dapat diselesaikan jika orang tua dan anak-anak selalu berkomunikasi, memahami apa itu hobi, serta kapan dan di mana anak harus bermain game online secara proporsional dan bertanggung jawab.
5. Ungkanpan tanggapan yang menggunakan gaya bahasa penghalusan
  1. Pendapat yang telah disajikan tersebut mungkin benar. Akan tetapi, alasan-alasan yang disajikan tentu tidak boleh berdasarkan asumsi.
  2. Game online dapat memenuhi hasrat dan hobi mereka. Akan tetapi, banyak hal-hal yang berdampak kurang baik dari game online ini.
  3. Kajian secara komprehensif yang dibuktikan melalui penelitian atau cara yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis sangat diperlukan. Akan tetapi, banyak juga sisi positif yang diperoleh anak jika mereka bermain game online tidak secara berlebihan.
  4. Secara umum saya sebagai penanggap sepakat dengan alasan yang mengatakan bahwa game online memiliki dampak negatif. Akan tetapi, alasan-alasan tersebut perlu dikaji secara akademis.
  5. Penggunaan internet secara sehat sangat penting dan diperlukan. Akan tetapi, penyaluran hobi yang positif perlu terus didukung.
6. Ungkapan tanggapan yang menggunakan kata bilangan atau urutan
informasi
  1. Alasan pertama, Greenfield mengatakan bahwa game online dapat memengahruhi kemampuan anak ke arah positif seperti merangsang saraf motorik mereka dalam bereaksi, melatih keterampilan tangan, koordinasi motorik mata dan tangan menjadi lebih terlatih, merangsang kemampuan mereka dalam berstrategi, dan merangsang kemampuan mereka berpikir untuk memecahkan masalah.
  2. Alasan berikutnya adalah data yang menyatakan bahwa ada korelasi negatif, yaitu anak yang bermain game online menjadi tidak peduli dengan lingkungan. Anak hanya akan peduli pada dirinya sendiri. 
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 10:26 PM

Potensi Budaya Indonesia dan Pemanfaatannya

Indonesia dikenal dengan kekayaan dan keragaman budayanya. Kekayaan dan keanekaragaman budaya tersebut terbentuk melalui proses panjang melalui interaksi antarsuku di Indonesia maupun hasil persinggungan dengan budaya dari negara lain. Ketika Portugis datang ke Indonesia, persinggungan dengan budaya Eropa telah menambah kekayaan budaya bangsa Indonesia, demikian halnya ketika Belanda dan Jepang datang ke Indonesia. Para pedagang dari China dan India juga turut menambah kekayaan budaya. Kedatangan mereka juga membawa ajaran agama yang kemudian tersebar luas di Indonesia. Akibatnya, Indonesia memiliki keragaman budaya yang sangat tinggi.

Keragaman budaya Indonesia sangat potensial meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Namun, sampai saat ini, keragaman budaya itu belum mampu dimanfaatkan secara optimal untuk mensejahterakan masyarakat. Keragaman budaya itu tentu saja memiliki perbedaan dengan ciri khas masing-masing yang malah menjadi salah satu kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia. Keragaman budaya ini juga memiliki beragam peran, khususnya dalam bidang pembangunan nasional di Indonesia.

Setiap daerah di Indonesia memiliki budaya masing-masing dalam bentuk atau wujud tarian, lagu, upacara adat, rumah adat, alat musik, senjata tradisonal, dan sebagainya. Beberapa contoh wujud budaya, nama dari wujud budaya, deskripsi , dan pemanfaatanya yang ada di beberapa daerah di Indonesia antara lain sebagai berikut.

No. Nama Provinsi Wujud Budaya Nama Budaya Deskripsi Pemanfaatan
1. Bali Tarian Tari Kecak Tari Kecak dipertunjukkan oleh penari laki-laki yang menggambarkan kisah Ramayana saat barisan kera membantu Rama melawanRahwana. Atraksi Wisata
2. Sumatera Utara Upacara Adat Hombo Batu Olah raga tradisional Suku Nias yang sebelumnya merupakan ritual pendewasaan Suku Nias ini banyak dilakukan di Pulau Nias Wisata Tradisi
3. Jogjakarta Upacara Sekaten Acara peringatan ulang tahun nabi Muhammad SAW yang diadakan pada setiap tanggal 5 bulan Jawa Mulud (Rabiul Awal tahun Hijriah) di Alun-alun utara Surakarta dan Yogyakarta. Wisata Budaya

1. Bahasa
Bahasa daerah adalah suatu bahasa yang dituturkan di suatu wilayah dalam sebuah negara. Bahasa yang digunakan di Indonesia terdiri atas bahasa nasional yang diambil dari bahasa Melayu. Selain bahasa nasional, terdapat bahasa daerah yang jumlahnya mencapai 746 bahasa daerah. Bahasa daerah adalah suatu bahasa yang dituturkan di suatu wilayah tertentu. Percakapan antarsesama suku biasanya menggunakan bahasa daerah. Beberapa bahasa daerah yang digunakan seperti Bahasa Sunda, Jawa, Aceh, Gayo, Alas, Minangkabau, Betawi, dan Dayak.

3. Rumah Adat
Rumah Adat adalah bangunan yang memiliki cirikhas khusus, digunakan untuk tempat hunian oleh suatu suku bangsa tertentu. Setiap daerah memiliki rumah adat masing-masing yang berbeda antara satu dan lainnya. Selain berbeda dari bentuknya, rumah adat juga sering berbeda dari bahan, bentuk atap, dinding, lantai dan sebagainya. Berbagai perbedaan tersebut mencerminkan adaptasi manusia terhadap lingkungannya. Misalnya, rumah panggung yang cukup tinggi dibangun dengan pertimbangan menghindari binatang buas masuk ke rumah atau menghindari bahaya banjir. Beberapa contoh rumah adat di ataranya sebagai berikut.
No. Propinsi Nama Rumah Adat No. Propinsi Nama Rumah Adat
1 NAD Krong Bade 18 Kalteng Rumah Betang
2 Sumut Rumah Balai Batak Toba 19 Kalut Rumah Baloy
3 Sumbar Rumah Gadang 20 Kaltim Rumah Lamin
4 Riau Selaso Jatuh Kembar 21 Kalsel Rumah Banjar
5 Kepri Rumah Melayu Atap Limas Potong 22 Bali Gapura Candi Bentar
6 Jambi Rumah Panggung 23 Sulut Laikas
7 Bengkulu Rumah Bubungan Lima 24 Gorontalo Rumah Adat Doloupa
8 Sumsel Rumah Limas 25 Sulteng Souraja atau Rumah Raja
9 Babel Rumah Rakit, Rumah Limas 26 Sulbar Tongkonan
10 Lampung Lambahana atau Nuwou 27 Sulsel Tongkonan
11 Jabar Rumah Kasepuhan 28 Sultra Laikas
12 Banten Rumah 29 NTB Dalam Loka Samawa
13 Jakarta Rumah Kebaya  30 NTT Sao Ata Mosa Lakitana
14 Jateng Rumah Joglo 31 Maluku Rumah Baileo
15 DIY Rumah Joglo 32 MalukuUtara Rumah Baileo
16 Jatim Rumah Joglo 33 Papua Barat Honai
17 Kalbar Rumah Panjang 34 Papua Honai

4. Tarian dan Pertunjukan Rakyat
Tarian memiliki makna, pesan atau simbol tertentu. Ada tarian yang melambangkan pemujaan atau rasa syukur terhadap Tuhan, penyambutan tamu, kegembiraan pemuda-pemudi, dan keperkasaan. Contoh tarian yang bersifat pemujaan adalah Tari Pendet yang kemudian berubah jadi tarian penerima tamu. Tari Saman dari Nanggroe Aceh Darussalam dan Tari Pendet dari Bali merupakan contoh tarian untuk menyambut tamu. Tari Perang dari Kalimantan dan Tari Reog dari Ponorogo merupakan contoh tari perang atau keperkasaan.
Selain tarian, Indonesia juga kaya akan seni pertunjukan rakyat. Beberapa diantaranya adalah wayang golek (Jawa Barat), Ludruk (Jawa Timur), Ketoprak (Jawa Tengah), Makyong (Kepulauan Riau), Wayang kulit (Jawa Tengah), Debus (Banten), dan Randai (Sumatra).

5. Pakaian Adat dan Senjata Tradisional
Pakaian adat merupakan pakaian layaknya pakaian pada umumnya, tetapi memiliki identitas-identitas tertentu yang diakui sebagai ciri khas suatu daerah. Pakaian tersebut berbeda antarsuku atau daerah sehingga dengan mudah dapat dikenali dari mana pengguna pakaian tersebut berasal. Pakaian adat biasanya digunakan saat upacara adat, contohnya perkawinan, kematian, kelahiran, dan kegiatan ritual. Beberapa pakaian adat daerah tersebut adalah Baju Bodo (Sulawesi Selatan), Ulos (Batak), Baju Inong (Aceh), dan Baju Kurung (Minangkabau).

Beberapa senjata tradisional tersebut adalah Rencong (Aceh), Mandau (Kalimantan), Golok (Jakarta), Keris (Jawa), Badik (Sulawesi), Kujang (Jawa Barat), dan Parang Salawuku (Maluku).

Kekayaan budaya Indonesia menjadi daya tarik bagi sektor pariwisata. Beberapa daerah memiliki kekayaan budaya yang sangat terkenal keindahannya.

  1. Bali dengan tarian dan upacara adat seperti Tari Pendet, Tari Kecak, dan upacara ngaben, Tanah Toraja di Sulawesi dan budaya suku Sasak di Lombok.
  2. Peninggalan sejarah dapat berupa bangunan sejarah (masjid, makam, istana, monumen, situs, dan bekas kerajaan), arkeologi, museum, galeri dan artifak, bangunan kuno, objek keramat. 
  3. Prosesi adat dapat berupa adat perkawinan, adat menerima tamu, adat turun ke sawah, dan lain-lain. 
Selain pariwisata, pemanfaatan budaya juga dilakukan dalam rangka mempererat persahabatan antardaerah dan antarnegara. Melalui budaya, hubungan antarbangsa dan antarwarganya akan makin erat dengan mengenal budayanya. Interaksi antarwarga terjalin melalui budaya. Atraksi budaya lazim dilakukan untuk menyambut tamu negara sehingga menambah keeratan hubungan antarbangsa.

Budaya juga dapat dimanfaatkan untuk bahan kajian ilmiah. Para ahli budaya, antropolog, arkeolog sangat berkepentingan dengan kajian budaya. Berbagai informasi tentang budaya masa lalu menjadi menarik dan menimbulkan rasa keingintahuan banyak kalangan. Pada akhirnya, bahan kajian tersebut memperkaya khasanah ilmu pengetahuan.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 6:44 PM

Menangkap Makna Teks Tanggapan Kritis Remaja dan Game Online

Teks tanggapan kritis merupakan salah satu jenis teks yang berada pada genre (teks) tanggapan. Dua jenis teks lain adalah teks tanggapan pribadi dan teks reviu. Sebagai teks yang berada di dalam kelompok teks tanggapan, teks tanggapan kritis memiliki tujuan untuk menanggapi pesan yang ada di dalam teks. Agar pesan di dalam teks itu dapat dipahami, kamu harus dapat menangkap makna teks tanggapan kritis. Untuk dapat menangkap makan dalam teks tanggapan kritis harus mengetahui makna kosakata yang berada di dalam teks tersebut. Pada Tugas tulisan ini diharapkan dapat menangkap makna teks tanggapan kritis tentang remaja dan game online. Bacalah teks berikut ini, kemudian pahamilah isinya.

Teks Tanggapan Kritis
Teks tanggapan kritis adalah teks yang berisi tanggapan setuju atau tidak setuju yang disampaikan secara kritis melalui bahasa yang mudah dipahami. Kekritisan tanggapan yang disampaikan sangat ditentukan oleh fakta, data, dan alasan yang dapat meyakinkan orang lain. Tanggapan kritis yang disampaikan itu semakin bermanfaat jika disampaikan dengan data dukung lengkap yang dapat meyakinkan orang lain.

Teks tanggapan kritis memiliki tiga bagian struktur, yaitu evaluasi, deskripsi teks, dan penegasan ulang.
  1. Evaluasi merupakan bagian awal teks yang berisi pernyataan umum tentang apa persoalan yang disampaikan penulis. Evaluasi ini sama maksudnya dengan penyataan umum dalam teks eksposisi. 
  2. Deskripsi teks merupakan bagian tengah teks yang berisi informasi tentang alasan yang mendukung pernyataan dan yang menolak pernyataan. 
  3. Sementara itu, penegasan ulang merupakan bagian akhir teks yang bersisi penegasan ulang terhadap apa yang sudah dilakukan dan diputuskan.
Teks Tanggapan Kritis Remaja dan Game Online
game online
Struktur Kalimat dalam Teks
Evaluasi Kemajuan teknologi informasi membuat banyak perubahan, termasuk perkembangan game online di internet. Banyak anak-anak dan remaja menghabiskan waktunya di depan komputer atau telepon pintar untuk menyalurkan hobi bermain game online. Hal itu tentu membawa dampak dan pengaruh terhadap anak dan lingkungannya.
Deskripsi Teks Game online banyak dimainkan oleh anak-anak dan remaja terutama di kota-kota besar. Game online dapat memenuhi hasrat dan hobi mereka. Akan tetapi, banyak hal-hal yang berdampak kurang baik dari game online ini. Berikut ini hal-hal yang dapat memengaruhi anak dan lingkungan jika anak atau remaja bermain game online secara berlebihan. Tidak sedikit game online yang beredar mengusung tema kekerasan. Game-game ini menyertakan unsur kekerasan, kekejaman, dan tindakan lain yang sebenarnya tidak disarankan untuk dilihat secara langsung oleh anak-anak.

Banyak game online yang isinya tidak pantas untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Wanita yang berpakaian tidak pantas dan serba terbuka sudah lazim ditemui di gamegame yang beredar. Anak yang bermain game online secara berlebihan dapat membuat anak itu menjadi tidak bisa lepas dari kehidupan yang dijalaninya. Oleh karena itu, banyak di antara mereka mengabaikan kehidupan nyata. Kesehatan mata, kebugaran fisik, dan pola hidup sehat menjadi dampak yang tidak dapat dihindari apabila anakanak terlalu banyak menghabiskan waktu untuk bermain game online.

Pendapat yang telah disajikan tersebut mungkin benar. Akan tetapi, alasan-alasan yang disajikan tentu tidak boleh berdasarkan asumsi. Kajian secara komprehensif yang dibuktikan melalui penelitian atau cara yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis sangat diperlukan. Akan tetapi, banyak juga sisi positif yang diperoleh anak jika mereka bermain game online tidak secara berlebihan. Ada beberapa alasan yang dapat diterima jika game online dijadikan hobi anak-anak dan remaja kita.

Alasan pertama, Greenfield mengatakan bahwa 􀀃􀀃game online dapat memengaruhi kemampuan anak ke arah positif seperti merangsang saraf motorik mereka dalam bereaksi, melatih keterampilan tangan, koordinasi motorik mata dan tangan menjadi lebih terlatih, merangsang kemampuan mereka dalam berstrategi, dan merangsang kemampuan mereka berpikir untuk memecahkan masalah.

Alasan berikutnya adalah data yang menyatakan bahwa ada korelasi negatif, yaitu anak yang bermain game online menjadi tidak peduli dengan lingkungan. Anak hanya akan peduli pada dirinya sendiri. Penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Indonesia (UI) pada 2009 mengatakan bahwa ada hubungan antara kecenderungan game online dengan ranah keterampilan sosial, yaitu korelasi negatif yang signifikan antara kecanduan game online dan sensitivitas emosional serta ekspresi sosial.

Kesehatan mata, kebugaran fisik, dan pola hidup sehat dapat diselesaikan jika orang tua dan anak-anak selalu berkomunikasi, memahami apa itu hobi, serta kapan dan di mana anak harus bermain game online secara proporsional dan bertanggung jawab.
Penegasan Ulang Secara umum saya sebagai penanggap sepakat dengan alasan yang mengatakan bahwa game online memiliki dampak negatif. Akan tetapi, alasan-alasan tersebut perlu dikaji secara akademis. Banyak juga dampak positif yang diterima oleh anak dan lingkungannya jika mereka bermain game online secara proporsional dan bertanggung jawab.

Untuk itu, peran orang tua dalam memberikan arahan dan bimbingan tentang kewajiban belajar dan kesadaran pemenuhan hobi memiliki porsi masing-masing. Penggunaan internet secara sehat sangat penting dan diperlukan. Akan tetapi, penyaluran hobi yang positif perlu terus didukung.
Diolah dari sumber: http//www/danu-pungky-w.blog.ugm.ac.id

Teks tanggapan kritis “Remaja dan Game Online” di atas memiliki beberapa kata yang maknanya sulit untuk dipahami. Untuk itu, tentukanlah deskripsi makna kata-kata berikut. Untuk membantu dalam mengerjakan tugas dapat menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai acuan dalam mendeskripsikan maknanya.
No. Kata-kata Sulit Deskripsi Makna
1. teknologi keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia;
2. game online jenis permainan komputer yang memanfaatkan jaringan komputer (LAN atau internet), 
3. dampak pengaruh kuat yang mendatangkan akibat (baik negatif maupun positif);
4. mengusung mengangkut (membawa)
5. hasrat keinginan (harapan) yang kuat:
6. komprehensif luas dan lengkap (tentang ruang lingkup atau isi);
7. ranah elemen atau unsur yang dibatasi; bidang disiplin;
8. akademis bersifat ilmiah; bersifat ilmu pengetahuan; bersifat teori, tanpa arti praktis yang langsung:
9. proporsional sesuai dengan proporsi; sebanding; seimbang; berimbang:
10. kecanduan kejangkitan suatu kegemaran (hingga lupa hal-hal yang lain):

Untuk memperdalam pemahaman tentang penggunaan kata-kata yang maknanya sudah ditulis itu, buatlah kalimat dengan menggunakan kata-kata tersebut dengan menggunakan kata-kata sendiri.
No. Kata Kalimat
1. teknologi Sebagai pelajar, kamu harus mengikuti perkembangan teknologi karena dapat membantu perkembangan pendidikanmu.
2. game online Biasanya game online disediakan sebagai tambahan layanan dari perusahaan penyedia jasa online, atau dapat diakses langsung melalui sistem yang disediakan dari perusahaan yang menyediakan permainan tersebut. 
3. dampak Arus globalisasi yang melanda seluruh dunia mempunyai dampak bagi bidang sosial budaya suatu bangsa.
4. mengusung Dari 15 daerah itu, 12 daerah di antaranya disebabkan karena tidak ada titik temu dalam mengusung calon yang sama.
5. hasrat Samheru mengatakan bahwa Hendarji punya hasrat politis meraih kekuasaan, sebab ia pernah kalah bersaing di Pemilu Kepala Daerah DKI Jakarta 2012.
6. komprehensif Asuhan kebidanan komprehensif adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan secara lengkap dengan adanya pemeriksaan laboratorium sederhana dan konseling.
7. ranah Ranah Psikomotor berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik, berenang, dan mengoperasikan mesin.;
8. akademis Tidak semua peserta didik memiliki keunggulan akademis karena ada juga yang justru menonjol di bidang seni dan olahraga. 
9. proporsional Penerapan sistem proporsional terbuka dalam pemilihan calon anggota legislatif berpotensi melanggengkan praktik politik berbiaya tinggi.
10. kecanduan Semenjak 2009 terus menelurkan album, singles, dan EP setiap tahun, musisi jazz berparas cantik ini semakin kecanduan musik.

Tentukan pula kalimat utama di dalam bagian struktur yang membangun teks tanggapan kritis “Remaja dan game online” di atas. Jika bagian struktur teks itu memiliki lebih dari satu paragraf, kalimat utama bagian struktur teks itu juga lebih dari satu. Kerjakanlah tugas tersebut sesuai dengan format berikut!
No. Struktur Teks Kalimat Utama
1. Evaluasi Kemajuan teknologi informasi membuat banyak perubahan, termasuk perkembangan game online di internet.
2. Deskripsi Teks
  1. Game online banyak dimainkan oleh anak-anak dan remaja terutama di kota-kota besar. 
  2. Banyak game online yang isinya tidak pantas untuk dikonsumsi oleh anak-anak. 
  3. Pendapat yang telah disajikan tersebut mungkin benar.
  4. Alasan pertama, Greenfield mengatakan bahwa 􀀃􀀃game online dapat memengaruhi kemampuan anak ke arah positif.
  5. Alasan berikutnya adalah data yang menyatakan bahwa ada korelasi negatif, yaitu anak yang bermain game online menjadi tidak peduli dengan lingkungan. 
  6. Kesehatan mata, kebugaran fisik, dan pola hidup sehat dapat diselesaikan
3. Penegasan Ulang
  1. Secara umum saya sebagai penanggap sepakat dengan alasan yang mengatakan bahwa game online memiliki dampak negatif. 
  2. Untuk itu, peran orang tua dalam memberikan arahan dan bimbingan tentang kewajiban belajar dan kesadaran pemenuhan hobi memiliki porsi masing-masing. 
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 5:11 PM

Mengklasifikasi Teks Tanggapan Kritis

Untuk dapat mengklasifikasi sebuah teks termasuk teks tanggapan kritis atau bukan dilakukan dengan cara membandingkan dengan teks yang lain. Salah satunya adalah teks diskusi. Klasifikasi teks tanggapan kritis dapat dilakukan melalui pemahaman tentang struktur teks tanggapan kritis yang terdiri atas tiga bagian, yaitu evaluasi, deskripsi teks, dan penegasan ulang. Evaluasi berisi pernyataan umum tentang persoalan yang disampaikan penulis, deskripsi teks berisi informasi tentang alasan yang mendukung pernyataan dan yang menolak pernyataan, dan penegasan ulang bersisi penegasan pendapat terhadap apa yang sudah dilakukan dan diputuskan.

Klasifikasi Teks Tanggapan Kritis
Langkah pertama klasifikasi teks tanggapan kritis dilakukan dengan menentukan struktur teksnya. Struktur teks adalah struktur yang menjadi bangunan teks tanggapan kritis. Teks tanggapan kritis memiliki tiga bagian struktur, yaitu evaluasi, deskripsi teks, dan penegasan ulang. Kelompokanlah kalimat-kalimat yang membangun struktur teks tersebut. Klasifikasilah kalimat-kalimat yang membangun struktur Teks Peranan Ibu dalam Keluarga dan teks Mana yang Lebih Utama bagi Wanita, Karier atau Keluarga dalam format berikut.
peranan ibu
Teks 1 : Peranan Ibu dalam Keluarga
Struktur Kalimat pada Bagian Struktur Teks
Evaluasi
  1. Keluarga merupakan lembaga sosial yang paling besar perannya bagi kesejahteraan dan kelestarian anggota-anggotanya. 
  2. Keluarga menjadi lingkungan sosial terpenting bagi perkembangan dan pembentukan pribadi anak.
Deskripsi Teks
  1. Keberhasilan pendidikan anak sangat ditentukan oleh sentuhan tangan ibu.
  2. Peranan ibu di dalam mendidik anaknya dibedakan menjadi tiga. 
  3. Pada dasarnya kebutuhan seseorang meliputi kebutuhan fisik, psikis, sosial, dan spiritual.
  4. Seorang ibu harus memberikan atau memenuhi kebutuhan anak secara wajar, tidak berlebihan, dan tidak kurang.
  5. Peranan ibu sebagai suri teladan bagi anaknya bertujuan agar ibu mampu menjadi contoh bagi anak-anaknya.
  6. Sejak anak lahir dari rahim seorang ibu, ibulah yang banyak mewarnai dan memengaruhi perkembangan pribadi, perilaku, dan akhlak anak.
  7. Kini anak cenderung menjadikan ibu sebagai orang yang dapat memenuhi segala kebutuhannya atau orang yang paling dekat dengan dirinya dan sebagai figur/contoh/teladan bagi sikap dan perilakunya.
  8. Jadi, untuk melakukan peran sebagai suri teladan, ibu harus memiliki nilai-nilai baik yang tercermin dalam sikap dan perilakunya.
  9. Ibu berperan sebagai pemberi motivasi bagi kelangsungan kehidupan anaknya.
  10. Stimulasi verbal dari ibu akan sangat memperkaya kemampuan bahasa anak, baik dari kualitas maupun kuantitasnya.
Penegasan Ulang
  1. Kunci keberhasilan seorang anak dalam kehidupannya sangat bergantung pada peran ibu dalam memotivasi dan mendorong untuk mencapai cita-citanya. 
  2. Sikap ibu yang baik akan besar pengaruhnya terhadap perkembangan pribadi anak. 
  3. Gambaran anak akan dirinya ditentukan oleh interaksi yang dilakukan ibu dengan anak.

1. Apakah yang disampaikan penulis pada bagian awal (paragraf 1) Teks Peranan Ibu dalam Keluarga ? Pada paragraf 1 teks Peranan Ibu dalam Keluarga penulis menyampaikan pernyataan umum tentang apa persoalan yang disampaikan penulis.

2. Apa pula yang disampaikan penulis pada bagian akhir teks (paragraf akhir) Teks Peranan Ibu dalam Keluarga  penulis menyampaikan penegasan ulang terhadap apa yang sudah dilakukan dan diputuskan.

3. Bagaimana dengan informasi tentang pernyataan yang mendukung dan menolak pada Teks Peranan Ibu dalam Keluarga? Pargaraf 2-11 Teks Peranan Ibu dalam Keluarga  penulis menyampaikan informasi tentang alasan yang mendukung pernyataan dan yang menolak pernyataan.

Teks 2 : Mana yang Lebih Utama bagi Wanita, Karier atau Keluarga
Struktur Kalimat dalam Teks
Isu
  1. Ketika sosok wanita karier memasuki masa berumah tangga, segalanya jadi berbeda. 
  2. Setiap orang memang punya pilihan dan prinsip masing-masing untuk meraih kepuasan dalam kariernya. 
  3. Persoalannya tambah tidak sederhana ketika anak juga menuntut perhatian yang khusus dari ibu.
Argumen
Menolak
  1. Peran istri dan karier sering tidak berjalan harmonis.
  2. Peran seorang wanita ketika memasuki jenjang perkawinan tampak menjadi begitu kompleks ketika berbagai kepentingan saling berbenturan.
  3. Ada pula wanita yang berpendapat tak perlu harus meninggalkan dunia kerja sepanjang keluarga dan anak-anak dapat menerima hal tersebut. 
Argumen Mendukung
  1. Pilihan untuk tetap bekerja bukan berarti melupakan keluarga. 
  2. Apa pun keputusan yang diambil sama-sama punya konsekuensi. 
  3. Wanita tak mesti kehilangan kesempatan kerja karena ada beberapa pekerjaan yang bisa diambil paruh waktu.
Simpulan
  1. Dukungan seluruh keluarga memegang peranan yang sangat penting. 
  2. Semuanya kembali pada dasar pemikiran tentang konsep rasa bahagia bagi wanita. 
  3. Karier, keluarga, dan anak-anak dapat menjadi wujud yang harmonis dalam diri seorang wanita

Bandingkan hasil klasifikasi teks Peranan Ibu dalam Keluarga  dengan teks “Pesawat Kepresidenan”dengan format seperti berikut.
Teks Tanggapan Kritis Peranan
Ibu dalam Keluarga
Teks Tanggapan Kritis “Pesawat
Kepresidenan”
Struktur Teks:
  1. Evaluasi
  2. Deskripsi Teks
  3. Penegasan Ulang
Struktur Teks:
  1. Evaluasi
  2. Deskripsi Teks
  3. Penegasan Ulang

Ternyata pengkasifikasian teks "Peranan Ibu dalam Keluarga" dan Teks "Pesawat Kepresidenan" adalah sama yaitu terdiri dari evaluasi^deskripsi teks^penegasan ulang. Hal tersebut membuktikan bahwa teks " Peranan Ibu dalam Keluarga" merupakan sebuah teks tanggapan kritis.

Berdasarkan pengkalisikasian di atas tampak bahwa teks tanggapan kritis dibangun oleh bagian-bagian yang disebut struktur teks, yaitu evaluasi, deskripsi teks, dan penegasan ulang. Setiap bagian itu memiliki ide pokok yang dimuat di dalam kalimat utama. Untuk menopang ide pokok itu, kalimat utama didampingi oleh kalimat lain yang berfungsi untuk mengembangkan ide pokok tersebut.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 1:29 PM

Menganalisis Teks Cerita Fiksi dalam Novel

Pada dasarnya, teks cerita fiksi tidak berbeda dengan teks sejarah, filsafat, atau sosiologi. Semuanya mengangkat bahan yang sama, yaitu manusia dan kemanusiaan. Hal yang membedakannya adalah bagaimana bahan yang sama itu diolah, disajikan, dan diberi penekanan lewat sudut pandang masingmasing. Secara hakiki, yang membedakan teks cerita fiksi dengan nonfiksi adalah adanya dominasi imajinasi. Dalam teks cerita fiksi, dominasi imajinasi sangat penting. Oleh karena itu, dalam teks cerita fiksi semua fakta cenderung diperlakukan fiksi. Itu pula sebabnya penilaian terhadap teks cerita fiksi tidak berkaitan dengan benar-salah, tetapi berkaitan dengan kesanggupan menyajikan keindahan estetik.

Dalam menganalisis teks cerita fiksi, bisa menguraikan berbagai unsur yang membangun teks tersebut. Pada tugas ini, yang menjadi teks model adalah novel Laskar Pelangi. Untuk menganalisis sebuah teks cerita fiksi, bisa dimulai dengan mencari tahu tema ceritanya, sebab tema merupakan ide dasar sebuah cerita. Dari ide dasar itulah kemudian dibangun oleh pengarang rangkaian peristiwa dengan memanfaatkan unsur intrinsik lainnya, seperti tokoh dan penokohan, alur, latar, dan sebagainya. Salah satu cara untuk mengetahui tema sebuah cerita kalian dapat menguraikan peristiwa yang dibangun pengarang.

Tema
Setelah mencari dan membaca berbagai informasi dari banyak sumber tentang novel Laskar Pelangi, tema yang ada dalam novel tersebut adalah bertemakan tentang perjuangan anak-anak yang ingin menggapai cita-cita dengan berbagai cara untuk bisa mencapai cita-cita yang diimpikan meskipun banyak rintangan, cobaan, dan permasalahan yang harus dihadapi oleh sang tokoh supaya mencapai cita-cita yang diimpikan.
laskar pelangi
Amanat
Berbagai amanat telah disampaikan oleh pengarang melalui cerita yang disuguhkannya dalam novel Laskar Pelangi. Berikut akan diberikan beberapa kutipan yang bisa dimanfaatkan untuk menggali amanat yang disampaikan oleh pengarang. Bacalah kutipan berikut secara cermat. Kemudian temukan amanat apa yang disampaikan pengarang melalui beberapa kutipan tersebut.
  1. Mendobrak kemiskinan melalui pendidikan menjadi cita-cita tokoh yang dibangun pengarang dalam novelnya. Pendidikan itu sangat penting, sebab akan menaikkan derajat seseorang, meskipun dengan segala keterbatasan. Hal ini dapat terlihat dari kutipan nomor 3) Ayahnya telah melepaskan belut licin itu, dan anaknya baru saja meloncati nasib, merebut pendidikan (Laskar Pelangi, 2007:10), dan nomor 4) Agaknya selama turun-temurun keluarga laki-laki cemara angin itu tak mampu terangkat dari endemik kemiskinan komunitas Melayu yang menjadi nelayan. Tahun ini beliau menginginkan perubahan dan ia memutuskan anak laki-laki tertuanya, Lintang, tak akan menjadi seperti dirinya. Lintang akan duduk di samping pria kecil berambut ikal yaitu aku, dan ia akan sekolah di sini lalu pulang pergi setiap hari naik sepeda (Laskar Pelangi, 2007:11).
  2. Jangan mudah menyerah oleh keadaan (jangan putus asa). Keadaan boleh saja serba kekurangan, namun kekurangan janganlah menjadi alasan untuk tidak berusaha. Justru jadikanlah kekurangan itu sebagai motivasi untuk bisa menutupinya. Hal ini dapat terlihat dari kutipan nomor 1)  Tahun lalu SD Muhammadiyah hanya mendapatkan sebelas siswa, dan tahun ini Pak Harfan pesimis dapat memenuhi target sepuluh. Kutipan nomor 2)  “Terimalah Harun, Pak, karena SLB hanya ada di Pulau Bangka, dan kami tak punya biaya untuk menyekolahkannya ke sana.
  3. Hidup ini dapat kita lalui dengan bahagia apabila kita semangat dalam menjalankan kewajiban kita, dan sabar dalam menghadapi cobaan. Hal ini dapat terlihat dari kutipan nomor nomor 6) Kami kekurangan guru dan sebagian besar siswa SD Muhammadiyah ke sekolah memakai sandal. Kami bahkan tak punya seragam. Kami juga tak punya kotak P3K. Kutipan nomor 7) Pak Harfan menceritakan semua itu dengan semangat perang Badar sekaligus setenang embusan angin pagi.

Penokohan
Berikut akan diberikan penokohan yang terdapat dalam novel. Tugas selanjutnya adalah menyebutkan nama tokoh yang dimaksud, serta temukanlah bukti pendukungnya dari novel Laskar Pelangi tersebut. Kalian juga dapat menambahkan penokohan dari sebelas tokoh anggota Laskar Pelangi jika kalian menemukannya, tentu saja beserta bukti kutipannya.
No. Penokohan Nama Tokoh Kutipan Pendukung
1. Anak lelaki yang menunjukkan minat besar untuk bersekolah-karena harus menempuh jarak 80 kilometer setiap hari agar bisa bersekolah. Ia adalah seorang anak yang genius dan menjadi teman sebangku Ikal Ia memiliki citacita menjadi ahli matematika. Ayahnya bekerja sebagai nelayan miskin dan harus menanggung 14 jiwa anggota keluarganya. Lintang
  1. Nelayan, biarkan jalan kerikil batu merah empat puluh kilometer mematahkan semangatnya (Laskar Pelangi, 2007:13).
  2. Dapat dikatakan tak jarang Lintang mempertaruhkan nyawa semi menempuh pendidikan, namun tak sehari pun ia pernah membolos. Delapan puluh kilo meter pulang pergi ditempuhnya dengan sepeda setiap hari. Tak pernah mengeluh. (Hirata, 2008: 90) 
  3. Anak pengumpul kerang ini pintar sekali. Matanya menyala-nyala memancarkan intelegensi, keingintahuan menguasai dirinya seperti orang kesurupan. Jarinya tak pernah berhenti mengacung tanda ia bisa menjawab. Kalau melipat dia paling cepat, kalau membaca dia paling hebat. (Hirata, 2008: 105-106)
2. Anak lelaki bertubuh
kurus dan berminat
besar pada seni.
Mahar
  1. ....Mahar memulai intro lagunya dengan memainkan melodi ukulele yang mendayu-dayu, ukulele itu dipeluknya dengan sendu, matanya terpejam, dan wajahnya syahdu penuh kesedihan yang mengharu biru, pias menahankan rasa. (Hirata, 2008: 136) 
  2. Mahar memiliki hampir setiap aspek kecerdasan seni yang tersimpan seperti persediaan amunisi kretivitas dalam lokus-lokus kepalanya. (Hirata, 2008: 139)
3. Anak lelaki keturunan
Tionghoa yang menganggap Mahar adalah guru baginya.
A Kiong
  1. Tapi jika melihat A Kiong...wajahnya seperti baru keluar dari bengkel ketok magic, alias menyerupai frankenstein. Mukanya lebar dan berbentuk kotak, rambutnya serupa landak...(hirata 53-54)
  2. Ia sangat naif dan tidak perduli seperti jalak kerbau.... Namun, meskipun wajahnya horor, hatinya baik luar biasa. Ia penolong dan ramah, kecuali pada Sahara. (Hirata, 2008: 68-69)
4. Anak lelaki ini digambarkan sebagai tokoh “aku” dalam cerita. Ia berminat pada sastra dan selalu mendapat peringkat kedua setelah Lintang. Ikal
  1. Aku dan Lintang sebangku karena kami sama-sama berambut ikal. (Hirata, 2008: 13) 
  2. Sejak kecil aku tertarik untuk menjadi pengamat kehidupan dan sekarang aku menemukan kenyataan yang memesona dalam sosiologi lingkungan kami yang ironis. (Hirata, 2008: 84) 
  3. .....pesona yang memabukkan dan menyadarkan aku bahwa aku telah jatuh cinta. (Hirata, 2008: 211)
5. Sang ketua kelas sepanjang generasi sekolah Laskar
Pelangi yang menderita rabun jauh.
Kucai
  1. .......ternyata lemot bukan main, namanya kucai. Kucai sedikik tak beruntung. Kekurangan gizi yang parah ketika kecil mungkin menyebabkan ia menderita miopia alias rabun jauh.......(Hirata : 54)
  2. Sebaliknya, ia memiliki kepribadian populis, oportunis, bermulut besar, banyak teori, dan sok tahu. (Hirata, 2008: 69)
6. Seorang anak perempuan tomboi yang berasal dari keluarga kaya, serta
peserta terakhir Laskar Pelangi.
Flo
  1. Setiap hari beliah berusaha memperempuankan Flo antara lain dengan memaksanya kursus piano. (Hirata, 2008: 47) 
  2. Bapak Flo adalah orang hebat,.....Ia adalah salah satu segelintir orang Melayu asli Belitong yang berhak tinggal di Gedong.(Hirata : 39-40)
7. Anak lelaki tampan yang pintar dan baik hati. Ia sangat mencintai ibunya. Trapani
  1. Si rapi jali ini adalah maskot kelas kami. Seorang perfeksionis berwajah seindah rembulan...Meskipun rumahnya dekat dengan sekolah tapi sampai kelas tiga ia masih diantar jemput ibunya. Ibu adalah pusat gravitasi hidupnya. Trapani agak pendiam, otaknya lumayan, dan selalu menduduki peringkat ketiga. (Hirata, 2008: 74-75)
  2. Pada saat itu rupanya Trapani telah mengambil keputusan lain. Ia tak datang ke dermaga karena ia tak mampu meninggalkan ibunya. (hirata : 360)
8. Anak lelaki yang memiliki
keterbelakangan mental.
Harun 
  1. Harun adalah seorang pria santun, pendiam, dan murah senyum. Ia juga merupakan teman yang menyenangkan. (Hirata, 2008: 76)
  2. Pria tersebut adalah Harun, pria jenaka sahabat kami semua, yang sudah berusia lima belas tahun dan agak terbelakang mentalnya. (Hirata : 14)
9. Satu-satunya tokoh perempuan dalam kelompok
ini-sebelum Flo bergabung. Ia adalah gadis yang keras kepala. Ia digambarkan sebagai gadis yang pintar dan ramah.
Sahara
  1. Lalu ada Sahara, satu-satunya hawa di kelas kami....sifatnya yang utama: penuh perhatian dan kepala batu......Sahara sangat tempramental, tapi ia pintar......Sifat lain Sahara yang amat menonjol adalah kejujurannya yang luar biasa dan benar-benar menghargai kebenaran. (Hirata, 2008: 75)
  2. N. A. Sahara Aulia Fadhillah binti K.A. Muslim Ramdhani, Gadi skecil berkerudung itu memang keras kepala luar biasa. (Hirata : 19)
10. Tokoh lain yang digambarkan sebagai anak nelayan yang ceria. Syahdan
  1. Lalu Syahdan pun, yang memang berpembawaan ceria, kali ini terlihat sangat gembira. (Hirata, 2008: 67) 
  2. Syahdan selalu riang menerima tugas apa pun, termasuk menyiram bunga, asalkan dirinya dapat menghindarkan diri dari pelajaran di kelas. (Hirata, 2008: 197) 
11. Ia selalu menjaga citranya sebagai lelaki jantan. Borek
  1. Aku paham apa yang terjadi. Samson malu mengakui bahwa ia bersembunyi di bawah ketiak Syahdan. Ia tak ingin citranya sebagai proa macho hancur karena ketakutan nonton sebuah film (Hirata : 314)
  2. Sejak saat itu borek tidak tertarik lagi dengan hal lain dalam hidup ini selain ssesuatu yang berhubungan dengan upaya membesarkan ototnya. Karena latihan keras ia berhasil mendapat julukan Samson. (Hirata : 61)

Sudut Pandang
Sudut pandang penceritaan bisa melalui orang pertama (seperti aku, saya, atau kami) serta orang ketiga (seperti ia atau dia). Sudut pandang orang pertama memamparkan kisah berdasarkan apa yang dilihat, dirasakan, dan dipikirkan oleh tokoh “aku”, “saya”, atau “kami”. Sudut pandang pertama bisa mengungkapkan isi hati dan pikiran si tokoh semaksimal mungkin. Akan tetapi, dengan menggunakan sudut pandang orang pertama ini, tidak bisa melukiskan apa yang ada dalam hati atau pikiran karakter lain. Sementara itu, penceritaan yang menggunakan sudut pandang orang ketiga bisa menggunakan kata ganti “ia” atau “dia”. Pada sudut pandang ini, pencerita bisa melihat semua tindakan tokoh yang dirujuknya, tetapi ia tidak bisa membaca isi pikiran setiap karakter. Ia hanya bisa melukiskan segala hal sebatas apa yang ditangkap indra. Sudut pandang orang ketiga bisa juga digunakan pencerita untuk menggambarkan satu karakter tertentu dengan menuturkan apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dipikirkan, atau diinginkan oleh tokoh “ia” yang digambarkannya.

Sudut pandang penceritaan dalam novel Laskar Pelangi antara lain sebagai berikut.
No. Sudut Pandang Kutipan dari Novel Laskar Pelangi
1. Sudut pandang orang pertama
  1. Dalam perjalanan pulang aku dengan sengaja melanggar perjanjian. Setelah kuburan Tionghoa, aku tak meminta Syahdan menggantikanku. (Laskar Pelangi, 2007:213).
  2. Sedangkan aku dan agaknya anak-anak yang lain merasa amat pedih: pedih pada orang tua kami yang tak mampu, pedih menyaksikan detik-detik terakhir sebuah sebuah sekolah tua yang tutup justru pada hari pertama kami ingin sekolah, dan pedih pada niat kuat kami untuk belajar tapi tinggal selangkah lagi harus terhenti hanya karena kekurangan satu murid.(Laskar Pelangi, 2007:5-7)
  3. Aku dan Lintang sebangku karena kami sama-sama berambut ikal. Trapani duduk dengan Mahar karena mereka berdua paling tampan.(Laskar Pelangi, 2007:13-14)
  4. N.A. Muslimah Hafsari Hamid binti K.A. Abdul Hamid, atau kami memanggilnya Bu Mus, hanya memiliki selembar ijazah SKP (Sekolah Kepandaian Putri).(Laskar Pelangi, 2007:29-30).
  5. Tekad itu memberinya kesulitan hidup tak terkira, karena kami kekurangan guru-lagi pula siapa yang rela diupah beras 15 kilo setiap bulan?(Laskar Pelangi, 2007:29-30). Tak susah melukiskan sekolah kami, karena sekolah kami adalah salah satu dari ratusan atau mungkin ribuan sekolah miskin di seantero negeri ini yang jika disenggol sedikit saja oleh kambing yang senewen, bisa rubuh berantakan.(Laskar Pelangi, 2007:17-18)
2. Sudut pandang orang ketiga
  1. Ia memperlihatkan bakat kalkulus yang amat besar dan keahliannya tidak hanya sebatas menghitung guna menemukan solusi, tetapi ia memahami filosofi operasi-operasi matematika dalam hubungannya dengan aplikasi seperti yang dipelajari para mahasiswa tingkat lanjut dalam subjek metodolgi riset (Laskar Pelangi, 2007:119).
  2. Di punggungnya tergantung sebuah tabung alumunium besar dengan slang yang menjalar ke sana ke mari. Ia akan berangkat ke bulan.(Laskar Pelangi, 2007:17-18). 
  3. Feodalisme di Belitong adalah sesuatu yang unik, karena ia merupakan konsekuensi dari adanya budaya korporasi, bukan karena tradisi paternalistik dari silsilah, subkultur, atau priviliese yang dianugerahkan.(Laskar Pelangi, 2007:41-43) 
  4. Ia terisolasi tembok tinggi berkeliling dengan satu akses keluar masuk seperti konsep cul de sac dalam konsep pemukiman modern.(Laskar Pelangi, 2007:41-43).
  5. Lagi pula lebih baik kutitipkan dia di sekolah ini daripada di rumah ia hanya mengejar-ngejar anak-anak ayamku....” (Laskar Pelangi, 2007:7-8).
  6. Maka diam-diam dia telah mempersiapkan sebuah pidato pembubaran sekolah di depan para orang tua murid pada kesempatan pagi ini.(Laskar Pelangi, 2007:5-7)

Permasalahan yang kalian temukan dalam novel Laskar Pelangi antara lain.
  1. Permasalahan pertama yang ditemukan adalah hampir ditutupnya SD Muhammadiyah karena kekurangan murid.
  2. Kami kekurangan guru dan sebagian besar siswa SD Muhammadiyah ke sekolah memakai sandal. Kami bahkan tak punya seragam.
Solusi Permasalahan
  1. Permasalahan pertama yang ditemukan adalah hampir ditutupnya SD Muhammadiyah karena kekurangan murid. Kemudian, keadaan ini terselamatkan oleh kedatangan Harun yang menjadi murid kesepuluh di SD itu.
  2. Selama enam tahun di SD Muhammadiyah, beliau sendiri yang mengajar semua mata pelajara-mulai dari Menulis Indah, Bahasa Indonesia, Kewarganegaraan, Ilmu Bumi, sampai Matematika, Geografi, Prakarya, dan Praktik Olahraga.


Lengkapilah struktur teks novel Laskar Pelangi yang terdapat dalam kolom berikut.
No. Struktur Kalimat
1. Abstrak Pagi itu, waktu aku masih kecil, aku duduk di bangku panjang di depan sebuah kelas. Sebatang pohon filicium tua yang rindang meneduhiku. Ayahku duduk di sampingku memeluk pundakku dengan kedua lengannya dan tersenyum mengangguk-angguk pada setiap orang tua dan anak-anaknya yang duduk berderet-deret di bangku panjang lain di depan kami. Hari itu ada hari yang agak penting: hari pertama masuk SD (Laskar Pelangi, 2007:1).
2. Orientasi Tahun lalu SD Muhammadiyah hanya mendapatkan sebelas siswa, dan tahun ini Pak Harfan pesimis dapat memenuhi target sepuluh. Maka diam-diam dia telah mempersiapkan sebuah pidato pembubaran sekolah di depan para orang tua murid pada kesempatan pagi ini. Kenyataan bahwa mereka hanya memerlukan satu siswa lagi untuk memenuhi target itu menyebabkan pidato ini akan menjadi sesuatu yang menyakitkan hati. (Laskar Pelangi, 2007:5-7)

................

Harun telah menyelamatkan kami dan kami pun bersorak. Sahara berdiri tegak merapikan lipatan jilbabnya dan meyandang tasnya dengan gagah, ia tak mau duduk lagi. Bu Mus tersipu. Air mata guru muda ini surut dan ia menyeka keringat di wajahnya yang belepotan karena bercampur dengan bedak tepung beras. (Laskar Pelangi, 2007:7-8)
3. Komplikasi Mendengar keputusan itu Lintang merontak-ronta ingin segera masuk kelas. Ayahnya berusaha keras menenangnenangkannya, tapi ia memberontak, menepis pegangan ayahnya, melonjak, dan menghambur ke dalam kelas mencari bangku kosongnya sendiri. Di bangku itu ia seumpama balita yang dinaikkan ke atas tank, girang tak alang kepalang, tak mau turun lagi. Ayahnya telah melepaskan belut yang licin itu, dan anaknya baru saja meloncati nasib, merebut pendidikan.(Laskar Pelangi, 2007:10)

......................

Umumnya Bu Mus mengelompokkan tempat duduk kami berdasarkan kemiripan. Aku dan Lintang sebangku karena kami sama-sama berambut ikal. Trapani duduk dengan Mahar karena mereka berdua paling tampan. Penampilan mereka seperti para pelantun irama semenanjung idola orang Melayu pedalaman. Trapani tak tertarik dengan kelas, ia mencuricuri pandang ke jendela, melirik kepala ibunya yang muncul sekali-sekali di antara kepala orang tua lainnya.

Tapi Borek dan Kucai didudukkan berdua bukan karena mereka mirip, tapi karena sama-sama susah diatur. Baru beberapa saat di kelas, Borek sudah mencoreng muka Kucai dengan penghapus papan tulis. Tingkah ini diikuti Sahara yang sengaja menumpahkan air minum A Kiong sehingga anak Hokian itu menangis sejadi-jadinya seperti orang ketakutan dipeluk setan. N.A. Sahara Aulia Fadillah binti K.A. Muslim Ramdhani Fadillah, gadis kecil berkerudung itu, memang keras kepala luar biasa. Kejadian ini menandai perseteruan mereka yang akan berlangsung akut bertahun-tahun. Tangisan A Kiong nyaris merusak acara perkenalan yang menyenangkan pagi ini.
(Laskar Pelangi, 2007:13-14)
4. Evaluasi Kami kekurangan guru dan sebagian besar siswa SD Muhammadiyah ke sekolah memakai sandal. Kami bahkan tak punya seragam. Kami juga tak punya kotak P3K. Jika kami sakit, sakit apa pun: diare, bengkak, batuk, flu, atau gatal-gatal, maka guru kami akan memberikan sebuah pil berwarna putih, berukuran besar bulat seperti kancing jas hujan, yang rasanya sangat pahit. Jika diminum kita bisa merasa kenyang. Pada pil itu ada tulisan besar APC. Itulah pil APC yang legendaris di kalangan rakyat pinggiran Belitong. Obat ajaib yang bisa menyembuhkan segala rupa penyakit. (Laskar Pelangi, 2007:17-18)
5. Resolusi Pak Harfan menceritakan semua itu dengan semangat perang Badar sekaligus setenang embusan angin pagi. Kami terpesona pada setiap pilihan kata dan gerak lakunya yang memikat. Ada semacam pengaruh yang lembut dan baik terpancar darinya. Ia mengesankan sebagai pria yang kenyang akan pahit getir perjuangan dan kesusahan hidup, berpengetahuan seluas samudra, bijak, berani mengambil risiko, dan menikmati daya tarik dalam mencari-cari bagaimana cara menjelaskan sesuatu agar setiap orang mengerti. (Laskar Pelangi, 2007:23) 14)

Ketika mengajukan pertanyaan beliau berlari-lari kecil mendekati kami, menatap kami penuh arti dengan pandangan matanya yang teduh seolah kami adalah anak-anak Melayu yang paling berharga. Lalu membisikkan sesuatu di telinga kami, menyitir dengan lancar ayat-ayat suci, menantang pengetahuan kami, berpantun, membelai hati kami dengan wawasan ilmu, lalu diam, diam berpikir seperti kekasih merindu, indah sekali. (Laskar Pelangi, 2007:23-24)
6. Koda Beliau menorehkan benang merah kebenaran hidup yang sederhana melalui kata-katanya yang ringan namun bertenaga seumpama titik-titik air hujan. Beliau mengobarkan semangat kami untuk belajar dan membuat kami tercengang dengan petuahnya tentang keberanian pantang menyerah melawan kesulitan apa pun. Pak Harfan memberi kami pelajaran pertama tentang keteguhan pendirian, tentang kerukunan, tentang keinginan kuat untuk mencapai cita-cita. Beliau meyakinkan kami bahwa hidup bisa demikian bahagia dalam keterbatasan jika dimaknai dengan keikhlasan berkorban untuk sesama. Lalu beliau menyampaikan sebuah prinsip yang diam-diam menyelinap jauh ke dalam dadaku serta memberi arah bagiku hingga dewasa, yaitu bahwa hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya. (Laskar Pelangi, 2007:23-24)

Idiom
Dalam novel Laskar Pelangi ini terdapat banyak idiom, yaitu konstruksi yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna unsurnya. Menurut Gorys Keraf, idiom merupakan pola struktural yang menyimpang dari kaidah bahasa umum dan biasanya berbentuk frasa. Sedangkan artinya tidak dapat diterangkan secara logis atau gramatikal dengan bertumpu pada makna kata yang membentuknya.

Berikut ini terdapat beberapa idiom yang dikutip dari novel Laskar Pelangi (LP) beserta maknanya. Hanya saja idiom (yang dicetak miring) dan maknanya tersebut dipasangkan secara acak pada kolom
di bawah ini.
No. Kutipan Idiom Makna Idiom
1. Senyum Bu Mus adalah senyum getir yang dipaksakan karena tampak jelas beliau sedang cemas (LP, 2007:2). ‘senyum yang lahir dari rasa hati yang kecewa’
2. Ia juga diperhatikan ibunya layaknya anak emas. Mungkin karena ia satusatunya laki-laki di antara lima saudara perempuan lainnya (LP, 2007:74). ‘orang yang paling disayangi’
3. Sebagian yang lain diam terpaku, mulutnya ternganga, ia diselubungi kabut dengan tatapan mata yang kosong dan jauh (LP, 2007:104). ‘tidak bisa berkata apa-apa’
4. Guru-guru yang sederhana ini berada dalam situasi genting karena Pengawas Sekolah dari Depdikbud Sumsel telah memperingatkan bahwa jika SD Muhammadiyah hanya mendapat murid baru kurang dari sepuluh orang, maka sekolah paling tua di Belitong ini harus ditutup (LP, 2007:4). ‘keadaan yang menegangkan atau berbahaya’
5. Yang berhasil dibawa pulang hanya tubuh yang remuk redam.... (LP, 2007:264). ‘hancur sama sekali’
6. Ketika beliau angkat bicara, tak dinyana, meluncurlah mutiara-mutiara nan puitis sebagai prolog penerimaan selamat datang penuh atmosfer sukacita di sekolahnya yang sederhana (LP, 2007, 21—22). ‘mulai bicara’
7. Intonasinya lembut membelai-belai kalbu dan Mahar memaku hati kami dalam rasa pukau menyaksikannya menyanyi sambil menitikkan air mata (LP, 2007:137). ‘menciptakan rasa yang mendalam dalam hati’
8. Tak mengapa tujuan tak tercapai asal tak jatuh nama dalam debat kusir (LP, 2007:264). ‘debat yang tidak disertai alasan yang masuk akal’
9. Kami menanti liku demi liku cerita dalam detikdetik menegangkan dengan dada berkobar-kobar ingin membela perjuangan para penegak Islam (LP, 2007:23). ‘semangat yang menyala-nyala dengan hebatnya’
10. Sifatnya yang utama: penuh perhatian dan kepala batu. Maka, tak ada yang berani bikin gara-gara dengannya karena ia tak pernah segan mencakar (LP, 2007:75). ‘tidak mau mengikuti nasihat orang lain’
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 12:30 PM

Membedakan Teks Tanggapan Kritis

Membedakan teks merupakan kegiatan membandingkan dua teks untuk dicari perbedaannya. Pembedaan teks yang dimaksud pada tulisan ini difokuskan pada teks tanggapan kritis dan teks yang sejenis, yaitu teks diskusi. Perbedaan antara teks tanggapan kritis dengan teks diskusi dapat dilihat dari dua aspek, yaitu dari segi struktur isi dan dari segi fitur bahasa. Struktur merupakan cara suatu teks disusun, sedangkan fitur bahasa adalah unsur-unsur kebahasaan yang digunakan dalam suatu teks sehingga menjadi ciri khas suatu teks.

Setelah memahami teks tanggapan kritis melalui Tugas sebelumnya, selanjutnya pada bagian ini Anda diajak untuk membedakan teks tanggapan kritis dengan teks diskusi. Kerjakanlah tugas-tugas yang berkaitan dengan pembedaan itu secara cermat dan teliti. Baca dan cermatilah Teks 1 dan Teks 2 di bawah ini! Kemudian, jawablah pertanyaan di bawahnya dengan tepat!

Teks Tanggapan Kritis
Teks tanggapan kritis adalah teks yang berisi tanggapan setuju atau tidak setuju yang disampaikan secara kritis melalui bahasa yang mudah dipahami. Kekritisan tanggapan yang disampaikan sangat ditentukan oleh fakta, data, dan alasan yang dapat meyakinkan orang lain. Tanggapan kritis yang disampaikan itu semakin bermanfaat jika disampaikan dengan data dukung lengkap yang dapat meyakinkan orang lain.

Teks tanggapan kritis memiliki tiga bagian struktur, yaitu evaluasi, deskripsi teks, dan penegasan ulang.
  1. Evaluasi merupakan bagian awal teks yang berisi pernyataan umum tentang apa persoalan yang disampaikan penulis. Evaluasi ini sama maksudnya dengan penyataan umum dalam teks eksposisi. 
  2. Deskripsi teks merupakan bagian tengah teks yang berisi informasi tentang alasan yang mendukung pernyataan dan yang menolak pernyataan. 
  3. Sementara itu, penegasan ulang merupakan bagian akhir teks yang bersisi penegasan ulang terhadap apa yang sudah dilakukan dan diputuskan.
Teks 1 : Teks Tanggapan Kritis Peranan Ibu dalam Keluarga
Struktur Kalimat dalam Teks
Evaluasi Keluarga merupakan lembaga sosial yang paling besar perannya bagi kesejahteraan dan kelestarian anggota-anggotanya, terutama anak-anak. Keluarga menjadi lingkungan sosial terpenting bagi perkembangan dan pembentukan pribadi anak. Keluarga juga menjadi wadah tempat bimbingan dan latihan anak selama kehidupan mereka. Keluarga diharapkan mampu membimbing anak menuju kehidupan yang matang dan penuh dengan tanggung jawab.
Deskripsi Teks Jika berbicara mengenai pendidikan anak, orang yang paling berpengaruh adalah ibu. Keberhasilan pendidikan anak sangat ditentukan oleh sentuhan tangan ibu meskipun keikutsertaan bapak tidak dapat diabaikan begitu saja. Ibu mempunyai peran yang penting di dalam mendidik anaknya, terutama ketika masa balita. Pendidikan yang didapat anak dalam keluarga meliputi, pendidikan iman, moral, fisik/jasamani, intelektual, psikologi, dan sosial.

Peranan ibu di dalam mendidik anaknya dibedakan menjadi tiga. Pertama, ibu sebagai pemenuh kebutuhan anak. Kedua, ibu sebagai suri teladan bagi anak. Ketiga, ibu sebagai pemberi motivasi bagi kelangsungan hidup anak. Peranan ibu sebagai pemenuh kebutuhan bagi anak sangat penting, terutama ketika berusia 0–5 tahun. Pada saat itu, anak sangat bergantung pada ibu. Kemudian, ketergantungan itu tetap berlangsung sampai dengan periode anak sekolah, bahkan menjelang dewasa. Ibu perlu menyediakan waktu bukan saja untuk selalu bersama, tapi juga untuk berinteraksi atau berkomunikasi secara terbuka dan timbal balik dengan anaknya.

Pada dasarnya kebutuhan seseorang meliputi kebutuhan fisik, psikis, sosial, dan spiritual. Kebutuhan fisik mencakupi􀀃 kebutuhan makan, minum, pakaian, tempat tinggal, dan lainnya. Kebutuhan psikis meliputi kebutuhan akan kasih sayang, rasa aman, diterima, dan dihargai. Sementara itu, kebutuhan sosial seperti bermain dengan teman akan diperoleh anak dari kelompok di luar lingkungan keluarganya.

Seorang ibu harus memberikan atau memenuhi kebutuhan anak secara wajar, tidak berlebihan, dan tidak kurang. Pemenuhan kebutuhan anak secara berlebihan atau kurang akan menimbulkan pribadi yang kurang sehat di masa yang akan datang. Dalam memenuhi kebutuhan psikis anak, seorang ibu harus mampu menciptakan situasi yang aman bagi putra-putrinya. Ibu diharapkan dapat membantu anak apabila mereka menemui kesulitan-kesulitan. Perasaan aman anak yang diperoleh dari rumah akan dibawa keluar rumah. Artinya anak tidak akan mudah cemas dalam menghadapi masalah-masalah yang timbul.

Peranan ibu sebagai suri teladan bagi anaknya bertujuan agar ibu mampu menjadi contoh bagi anak-anaknya. Mengingat bahwa perilaku orang tua, khususnya ibu, akan ditiru yang kemudian dijadikan panduan dalam perilaku anak, Ibu harus mampu menjadi teladan bagi mereka. Dalam hal ini yang harus diperhatikan oleh orang tua dalam mendidik anak adalah proses mendidik yang disesuaikan tingkat kecerdasan anak itu sendiri. Kecerdasan anak yang berumur 0–5 tahun terbatas pada inderawinya saja. Akal pikiran dan perasaannya belum berfungsi secara maksimal.

Sejak anak lahir dari rahim seorang ibu, ibulah yang banyak mewarnai dan memengaruhi perkembangan pribadi, perilaku, dan akhlak anak. Sejak saat itu, ia akan selalu melihat dan mengamati gerak-gerik atau tingkah laku ibunya. Berdasarkan tingkah laku ibunya itulah, anak akan senantiasa meniru, kemudian menerapkannya dalam kehidupan. Dalam perkembangan anak, proses identifikasi anak sudah bisa mulai dilakukan ketika anak berusia 3–5 tahun.

Kini anak cenderung menjadikan ibu sebagai orang yang dapat memenuhi segala kebutuhannya atau orang yang paling dekat dengan dirinya dan sebagai figur/contoh/teladan bagi sikap dan perilakunya. Dengan demikian, perkembangan kepribadian anak bermula dari keluarga, kemudian anak mengambil nilainilai yang ditanamkan orang tuanya, baik secara sadar maupun tidak. Dalam hal ini orang tua hendaknya menjadi contoh yang positif bagi anak-anaknya.

Jadi, untuk melakukan peran sebagai suri teladan, ibu harus memiliki nilai-nilai baik yang tercermin dalam sikap dan perilakunya. Hal ini penting artinya bagi proses belajar anak dalam usaha untuk menyerap apa yang ditanamkan. Sepatutnya, ibu tidak hanya bisa menyuruh anaknya, tapi juga mengajak anak melakukan langsung apa yang terbaik.

Ibu berperan sebagai pemberi motivasi bagi kelangsungan kehidupan anaknya. Sejak masa kelahiran seorang anak, proses pertumbuhan berbagai organ belum sepenuhnya lengkap. Perkembangan organ-organ ini sangat ditentukan oleh motivasi/ rangsangan yang diterima anak dari ibunya. Rangsangan yang diberikan oleh ibu akan memperkaya pengalaman dan mempunyai pengaruh yang besar bagi perkembangan kognitif anak. Bila pada bulan-bulan pertama anak kurang mendapatkan stimulasi visual, perhatian terhadap lingkungan sekitar juga akan berkurang.

Stimulasi verbal dari ibu akan sangat memperkaya kemampuan bahasa anak, baik dari kualitas maupun kuantitasnya. Kesediaan ibu untuk berbicara dengan anaknya akan mengembangkan proses bicara anak. Jadi, perkembangan mental anak akan sangat ditentukan oleh seberapa motivasi/stimulasi/rangsangan yang diberikan ibu terhadap anaknya. Bentuk rangsangan dapat berupa cerita-cerita, alat permainan yang edukatif, atau bisa juga mengajak anak berekreasi sehingga dapat memperkaya pengalamannya. Dalam hal ini sosok ibu dituntut untuk terus meningkatkan kualitas dirinya dengan memperkaya sebanyak mungkin ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni sebagai modal awal dalam rangka keberhasilannya dalam memberi motivasi agar kehidupan anak yang cerdas serta sukses tercapai.
Penegasan Ulang Dari uraian di atas, jelaslah bahwa kunci keberhasilan seorang anak dalam kehidupannya sangat bergantung pada peran ibu dalam memotivasi dan mendorong untuk mencapai cita-citanya. Sikap ibu yang baik (penuh dengan kasih sayang, memberi kesempatan pada anak untuk memperkaya pengalaman, menerima, menghargai, dan menjadi teladan yang positif bagi anaknya) akan besar pengaruhnya terhadap perkembangan pribadi anak. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa bagaimana gambaran anak akan dirinya ditentukan oleh interaksi yang dilakukan ibu dengan anak.
Diolah dari sumber: http//www/ keluargasakina.com

Teks Diskusi
Teks diskusi adalah tulisan yang mengulas sebuah masalah (isu) dengan disertai argumen/pendapat baik yang mendukung maupun yang menentang isu tersebut serta diakhiri dengan simpulan atau rekomendasi penulis. Wacana yang mengandung permasalahan ini adalah wacana yang memiliki dua kubu antara pro (mendukung) dan kontra (penentang), antara pendukung isu dan penentang isu. Pendapat yang mendukung dan pendapat yang menentang tersebut harus didukung dengan fakta, data, pengalaman penulis, serta referensi yang berhubungan dengan isu yang dibahas. Struktur teks diskusi adalah sebagai berikut.
  1. Isu/Masalah. Isu (masalah) dalam teks diskusi berisikan masalah yang akan didiskusikan/dibahas lebih lanjut. Jika Anda ingin menulis sebuah teks diskusi, ada baiknya pilihlah topik permasalahan yang kontroversial sehingga nanti  Anda memiliki banyak argumen, baik argumen yang mendukung atau pun argumen yang bertentangan.
  2. Argumen/pendapat yang mendukung. Pada bagian pendapat yang mendukung ini, kita dituntut untuk menjabarkan lebih lanjut mengenai penjelasan tentang masalah yang sedang kita bahas. 
  3. Argumen/pendapat yang menentang/bertentangan. Pada bagian pendapat yang menentang ini, alangkah baiknya kita memberikan pendapat yang lebih berbeda dengan pendapat yang mendukung. 
  4. Kesimpulan/Saran. Pada bagian ini, usahakan kita mengambil jalan tengah mengenai masalah yang sedang dibahas agar kesimpulan yang kita ambil tidak lagi mendatangkan masalah baru
wanita karir
Teks 2 : Teks Diskusi Mana yang Lebih Utama bagi Wanita, Karier atau Keluarga
Struktur Kalimat dalam Teks
Isu Ketika sosok wanita karier memasuki masa berumah tangga, segalanya jadi berbeda. Khusus bagi yang sedang berada di puncak karier, haruskah sesuatu yang telah dirintis sejak usia lajang dilepas begitu saja? Ah, keputusan yang sungguh sulit. Setiap orang memang punya pilihan dan prinsip masingmasing
untuk meraih kepuasan dalam kariernya. Ada yang merasa masih banyak ambisi dan obsesi yang belum tercapai. Tetapi, haruskah juga keluarga menjadi prioritas kedua? Hal inilah yang sering jadi dilema dalam kehidupan pasangan suami-istri. Persoalannya tambah tidak sederhana ketika anak juga menuntut perhatian yang khusus dari ibu. Bagaimana agar segala keputusan yang diambil dapat menyenangkan semua pihak dalam keluarga?
Argumen
Menolak
Peran istri dan karier sering tidak berjalan harmonis. Ada orang yang berkeyakinan bahwa sepatutnya istri berada di rumah dan mengurus keluarga. Mungkinkah keseimbangan antara peran menjadi ibu dan tetap mempertahankan karier tanpa mengesampingkan anak serta keluarga? Peran seorang wanita ketika memasuki jenjang perkawinan tampak menjadi begitu kompleks ketika berbagai kepentingan saling berbenturan. Pada saat seorang wanita dituntut menjadi ibu yang bertanggung jawab atas keberadaan anak dan utuhnya rumah tangga, di samping keinginan meraih kemajuan dalam berkarier, membuat banyak wanita terperangkap pada dilema.

Pilihan untuk jadi ibu rumah tangga berlaku bagi mereka yang merasa tiada kebahagiaan lain kecuali melihat anak-anak tumbuh didampingi seorang ibu yang dapat membimbing dan menemani sang anak sepanjang waktu. Itu artinya, rasa bahagia seorang wanita akan benar-benar terasa bila dapat memenuhi perannya sebagai ibu. `The real mother for their children`, seorang ibu yang benar-benar hadir untuk anaknya. Namun, ada pula wanita yang berpendapat tak perlu harus meninggalkan dunia kerja sepanjang keluarga dan anak-anak dapat menerima hal tersebut. Pendapat ini menegaskan harus ada usaha untuk memenuhi keinginan agar dua unsur penting dalam hidup wanita yang telah berumah tangga itu berjalan harmonis.
Argumen Mendukung Pilihan untuk tetap bekerja bukan berarti melupakan keluarga. Karena pekerjaan yang diambil adalah paruh waktu (part time), seorang wanita dapat mengerjakan pekerjaan itu di rumah. Segalanya memang antara keluarga dan karier.

Apa pun keputusan yang diambil sama-sama punya konsekuensi. Solusi terbaik adalah dengan membicarakan lebih lanjut pada seluruh anggota keluarga. Pada dasarnya keberadaan suami dan anak harus diperhatikan secara sungguh-sungguh sebelum akhirnya mengambil sebuah sikap. Tentu saja setiap keluarga mempunyai pertimbangan sendiri dan profil yang berbeda-beda. Inilah yang menyebabkan pengambilan kesepakatan dalam keluarga jadi berbeda. Ternyata, ada satu cara yang dinilai cukup bijaksana dan boleh jadi ini merupakan sebuah `jalan tengah`. Wanita tak mesti kehilangan kesempatan kerja karena ada beberapa pekerjaan yang bisa diambil paruh waktu. Pekerjaan itu bisa diselesaikan di rumah sambil tetap mengawasi sang anak dan memenuhi kewajiban sebagai ibu rumah tangga.
Simpulan Dukungan seluruh keluarga memegang peranan yang sangat penting. Dukungan suami dan anak-anak berpengaruh besar bagi mereka yang memutuskan untuk terus berkarier. Semuanya kembali pada dasar pemikiran tentang konsep rasa bahagia bagi wanita. Apakah rasa bahagia itu ada dalam keluarga atau pekerjaan. Alangkah baiknya bila kedua hal tersebut berjalan seimbang sehingga ungkapan `be a woman` yang menekankan agar seorang wanita dapat menjalankan tugasnya dengan sungguh-sungguh dapat terwujud. Karier, keluarga, dan anak-anak dapat menjadi wujud yang harmonis dalam diri seorang wanita
Sumber: Erni Susilawati, S.Psi, http://riau.kemenag.go.id.

1. Apakah yang disampaikan penulis pada bagian awal (paragraf 1) Teks 1) dan Teks 2)? Apakah isinya sama atau berbeda? Berikan alasanmu jika yang disampaikan penulis pada kedua teks itu sama atau berbeda!

Pada paragraf 1 teks 1 penulis menyampaikan Isu (masalah) dalam teks diskusi berisikan masalah yang akan didiskusikan/dibahas lebih lanjut. Sedangkan pada teks 2 penulis menyampaikan pernyataan umum tentang apa persoalan yang disampaikan penulis. Jadi, paragraf 1 masing-masing teks menyampaikan dua hal yang berbeda.

2. Bagaimana pula dengan paragraf 12 Teks 1) dan paragraf 6 Teks 2)? Apakah isinya juga sama atau berbeda? Berikan juga alasanmu jika yang disampaikan penulis pada kedua teks itu sama atau berbeda! Pada paragraf 12 teks 1 penulis menyampaikan kesimpulan/saran mengenai masalah yang sedang dibahas. Sedangkan pada paragraf 6 teks 2 penulis menyampaikan penegasan ulang  terhadap apa yang sudah dilakukan dan diputuskan.

3. Apa yang disampaikan penulis pada paragraf 2–11 pada Teks 1) dan paragraf 2–5 pada Teks 2) di atas? Pada pargaraf 2-11 teks 1 penulis menyampaikan informasi tentang alasan yang mendukung pernyataan dan yang menolak pernyataan. Pada paragraf 2-5 teks 2 penulis menyampaikan argumen menolak dan menerima isu/masalah yang sedang dibahas.

Ciri-ciri Teks Tanggapan Kritis Peranan Ibu dalam Keluarga (teks 1) :
  1. Strukturnya terdiri atas: Evaluasi, Deskripsi teks, Penegasan ulang.
  2. Memuat tanggapan terhadap fenomena yang terjadi di sekitar dengan disertai fakta dan alasan.
  3. Ciri-ciri bahasa: Kalimat kompleks, Konjungsi, Kata rujukan, Pilihan kata.

Perbedaan Teks Tanggapan Kritis dan Teks Diskusi adalah sebagai berikut
No. Unsur Teks Tanggapan Kritis Teks Diskusi
1. Struktur
  1. Evaluasi merupakan bagian awal teks yang berisi pernyataan umum tentang apa persoalan yang disampaikan penulis. 
  2. Deskripsi teks merupakan bagian tengah teks yang berisi informasi tentang alasan yang mendukung pernyataan dan yang menolak pernyataan. 
  3. Penegasan ulang merupakan bagian akhir teks yang bersisi penegasan ulang terhadap apa yang sudah dilakukan dan diputuskan.
  1. Isu/Masalah. Isu (masalah) dalam teks diskusi berisikan masalah yang akan didiskusikan/dibahas lebih lanjut.
  2. Argumen/pendapat yang mendukung.
  3. Argumen/pendapat yang menentang/bertentangan.
  4. Kesimpulan/Saran. Berisi jalan tengah mengenai masalah yang sedang dibahas agar kesimpulan yang kita ambil tidak lagi mendatangkan masalah baru
2. Isi Informasi tentang alasan yang mendukung pernyataan dan yang menolak pernyataan. Argumen atau pendapat yang mendukung dan meolak isu atau masalah.
3. Ciri Kebahasaan
  1. Kalimat kompleks
  2. Konjungsi (kata Hubung) :
  3. Penggunaan ungkapan untuk menguatkan dan melemahkan
  1. Pengggunaan konjungsi perlawanan.
  2. Penggunaan kohesi leksikal dan Gramatikal. 
  3. Penggunaan modalitas.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 12:09 PM

Mengidentifikasi Teks Tanggapan Kritis

Teks Tanggapan Kritis merupakan teks yang dibuat untuk menanggapi suatu pendapat dari seseorang maupun kelompok secara kritis dan masuk akal. Sebelum memberikan tanggapan kritis, kita harus memahami dulu fakta atau hal yang kita tanggpi. Tanggapan kita dapat menguatkan atau melemahkan pendapat yang ada di dalam teks yang ditanggapi. Bahkan, kita bisa menolak pandangan dan gagasan dalam artikel itu melalui alasan yang mendukung data akurat. Pandangan-pandangan itu kita tulis dengan dasar dan referensi yang tepat agar tidak menjadi sebuah tanggapan yang tidak dapat diterima orang lain.

Unsur kebahasaan yang terdapat dalam teks tanggapan kritis. Unsur kebahasaan itu menjadi ciri yang dapat membedakan teks tanggapan kritis dengan teks lain. Misalnya, penggunaan ungkapan untuk menguatkan dan melemahkan, ungkapan untuk melihat sudut pandang orang lain, ungkapan untuk menggambarkan penegasan ulang, urutan bilangan, dan gaya bahasa. Untuk lebih jelas, perhatikan uraian berikut. Ungkapan tanggapan dapat dibagi menjadi beberapa ungkapan berikut.

Ungkapan Tanggapan Contoh
Ungkapan tanggapan yang menguatkan atau menyetujui pikiran penulis atau pelempar gagasan
  1. Ide tersebut sangat tepat.
  2. Pendapat yang dikemukakan penulis sangat tepat.
  3. Saya sependapat dengan hal itu.
Ungkapan tanggapan yang menolak atau tidak menyetujui pikiran penulis
  1. Tentu pandangan-pandangan itu dapat terbantahkan.
  2. Pendapat yang penulis ungkapkan tidak berdasarkan fakta.
  3. Saya tidak sependapat dengan hal itu.
Ungkapan tanggapan yang mengungkapkan sudut pandang orang lain
  1. Dia mengatakan bahwa ....
  2. Dia berpendapat bahwa ….
  3. Penulis menyatakan bahwa ….
Ungkapan tanggapan yang menggambarkan simpulan dari data orang lain
  1. Data yang disajikan menunjukkan bahwa ….
  2. Simpulan tulisan itu menunjukkan bahwa ….
  3. Alasan yang disampaikan penulis tidak tepat.
Ungkapan tanggapan yang menggunakan gaya bahasa/majas penghalusan
  1. Saya setuju dengan pendapat itu, tetapi ....
  2. Data yang dikumpulkan sudah cukup lengkap, tetapi ....
  3. Secara umum saya sepakat dengan penulis, tetapi saya mempunyai landasan berpikir sendiri dalam hal itu.
Ungkapan tanggapan yang menggunakan kata bilangan atau urutan informasi
  1. Alasan pertama adalah ....
  2. Alasan kedua dapat dikemukakan bahwa ....
  3. Dasar berikutnya sebagai penguat pendapat saya adalah ….

Teks tanggapan kritis ternyata memiliki unsur kebahasaan khusus yang belum tentu ditemukan di dalam teks jenis lain. Untuk menambah pemahamanmu, kamu diminta mengamati teks “Pesawat Kepresidenan” di bawah ini. 
Struktur Teks Kalimat dalam Teks
Evaluasi Keinginan Pemerintah Indonesia untuk memiliki pesawat khusus kepresidenan sudah lama ada. Sekarang keinginan Pemerintah tersebut sudah direalisasikan meskipun mendapat tanggapan yang beragam dari masyarakat. Pesawat berkategori Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 itu sudah berada di tanah air sejak Kamis, 10 April 2014. Dengan gagah pesawat modern itu mendarat di bandara Halim Perdanakusuma.

Meskipun tidah semewah Air Force One, pesawat tersebut tetap merupakan pesawat baru dengan perlengkapan yang modern. Warna pesawat itu didominasi biru di punggungnya dan putih di lambungnya. Garis lengkung merah putih sebagai garis batas dua bagian. Tulisan REPUBLIK INDONESIA terpampang di sisi kanan dan kiri pesawat.
Deskripsi Teks Ada banyak alasan yang memperkuat bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk memiliki pesawat kepresidenan. Alasan ekonominya adalah pesawat tersebut memiliki biaya operasional yang sangat tinggi. Alasan sosialnya adalah pada saat rakyat belum terentaskan dari kemiskinan para pejabat menikmati fasilitas negara yang mewah. Alasan keamanan dan politiknya adalah saat ini dengan pesawat komersial keamanan pejabat masih dapat tertangani dengan baik. Penanggap sebenarnya sepakat dengan kesimpulan bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk memiliki pesawat kepresidenan sendiri. Akan tetapi, alasan yang tepat sebagai tanggapan terhadap permasalahan tersebut juga merupakan hal yang sangat rasional.
pesawat kepresidenan

Pada zaman Presiden Gus Dur sudah ada wacana pembelian pesawat kepresidenan itu, tetapi dengan mempertimbangkan biaya yang sangat tinggi akhirnya rencana tersebut tidak direalisasikan. Apakah fakta tersebut tepat sebagai alasan? Hitungan dan efektivitasnya dapat diuraikan dengan jelas. Pesawat itu dibeli dengan harga Rp820 miliar dan mulai dibuat sejak 2011. Pesawat itu mampu terbang sekitar 10—12 jam, mampu menghalau peluru kendali, dapat mendarat di bandara kecil, bisa memuat rombongan Presiden hingga 50 orang, dan memiliki peralatan navigasi, komunikasi, sistem keamanan, isolasi kabin, dan hiburan khusus selama penerbangan. Dari total US$91,2 juta atau Rp820 miliar biaya yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia untuk membeli BBJ2, US$58,6 juta dialokasikan untuk badan pesawat, US$27 juta guna interior kabin, US$4,5 juta bagi sistem keamanan, dan US$1,1 juta untuk biaya administrasi.

Pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudoyono (SBY) jilid dua, wacana ini kembali muncul. Dalam perhitungan baru, pesawat untuk RI-1 ini bisa menghemat biaya perjalanan hingga Rp114 miliar per tahun. Sekretaris Negara mengklaim bahwa jauh lebih murah memiliki pesawat kepresidenan sendiri daripada menyewa pesawat dari maskapai Garuda Indonesia seperti yang selama ini dilakukan. Sistem carter ini tidak menguntungkan karena semakin sering Presiden melakukan lawatan, biaya terus meningkat. Pada 2006 misalnya, anggaran lawatan dinas Presiden Rp75 miliar, tahun 2007 melonjak menjadi Rp175 miliar, dan tahun 2009 naik lagi ke angka Rp180 miliar.

Alasan berikutnya jelas bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yang mau tidak mau Presiden harus memiliki pesawat sendiri. Tidak mungkin Presiden menggunakan pesawat komersial karena jadwalnya sangat terbatas. Pandangan bahwa memiliki pesawat kepresiden bukan merupakan prioritas juga dapat dibantah karena saat ini perekonomian Indonesia sudah stabil. Pertumbuhan cukup baik sehingga operasional dapat ditutupi. Pembelian pesawat kepresidenan juga bukan hal yang menghilangkan kepekaan terhadap rakyat. Kepekaan kepada rakyat dapat ditunjukkan secara langsung dengan mengeluarkan kebijakan yang memihak kepada rakyat, khususnya dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Alasan keamanan, keefisienan, keluasan negara, dan kebanggaan merupakan hal yang lebih utama jika dibandingkan dengan data-data dari masyarakat yang menolak pembelian itu, sifatnya tampaknya emosional.
Penegasan Ulang Dengan demikian, pembelian pesawat kepresidenan sangat relevan dengan kebutuhan mobilitas, keamanan, kenyamanan, dan efektivitas kegiatan Presiden yang sangat padat itu.
Diolah dari sumber: http://www.tempo.com

Kemudian, kerjakan tugas berikut sesuai dengan perintah. Agar lebih mudah, kerjakan dalam format seperti berikut!
No. Jenis Ungkapan Kata/frasa yang digunakan
1. Ungkapan penguatan
  1. Pembelian pesawat kepresidenan juga bukan hal yang menghilangkan kepekaan terhadap rakyat. 
  2. Alasan keamanan, keefisienan, keluasan negara, dan kebanggaan merupakan hal yang lebih utama jika dibandingkan dengan data-data dari masyarakat yang menolak pembelian itu, sifatnya tampaknya emosional.
  3. Pembelian pesawat kepresidenan sangat relevan dengan kebutuhan mobilitas, keamanan, kenyamanan, dan efektivitas kegiatan Presiden yang sangat padat itu.
2. Ungkapan pelemahan
  1. Alasan ekonominya adalah pesawat tersebut memiliki biaya operasional yang sangat tinggi. 
  2. Alasan sosialnya adalah pada saat rakyat belum terentaskan dari kemiskinan para pejabat menikmati fasilitas negara yang mewah. 
  3. Alasan keamanan dan politiknya adalah saat ini dengan pesawat komersial keamanan pejabat masih dapat tertangani dengan baik. 
3. Ungkapan sudut pandang
orang lain
  1. Dalam perhitungan baru, pesawat untuk RI-1 ini bisa menghemat biaya perjalanan hingga Rp114 miliar per tahun. Sekretaris Negara mengklaim bahwa jauh lebih murah memiliki pesawat kepresidenan sendiri daripada menyewa pesawat dari maskapai Garuda Indonesia seperti yang selama ini dilakukan. 
  2. Sistem carter ini tidak menguntungkan karena semakin sering Presiden melakukan lawatan, biaya terus meningkat. Pada 2006 misalnya, anggaran lawatan dinas Presiden Rp75 miliar, tahun 2007 melonjak menjadi Rp175 miliar, dan tahun 2009 naik lagi ke angka Rp180 miliar.
4. Ungkapan simpulan dari data
orang lain
  1. Pesawat itu dibeli dengan harga Rp820 miliar dan mulai dibuat sejak 2011. Pesawat itu mampu terbang sekitar 10—12 jam, mampu menghalau peluru kendali, dapat mendarat di bandara kecil, bisa memuat rombongan Presiden hingga 50 orang, dan memiliki peralatan navigasi, komunikasi, sistem keamanan, isolasi kabin, dan hiburan khusus selama penerbangan. 
  2. Dari total US$91,2 juta atau Rp820 miliar biaya yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia untuk membeli BBJ2, US$58,6 juta dialokasikan untuk badan pesawat, US$27 juta guna interior kabin, US$4,5 juta bagi sistem keamanan, dan US$1,1 juta untuk biaya administrasi.
5. Gaya bahasa penghalusan
  1. Penanggap sebenarnya sepakat dengan kesimpulan bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk memiliki pesawat kepresidenan sendiri. Akan tetapi, alasan yang tepat sebagai tanggapan terhadap permasalahan tersebut juga merupakan hal yang sangat rasional.
  2. Pada zaman Presiden Gus Dur sudah ada wacana pembelian pesawat kepresidenan itu, tetapi dengan mempertimbangkan biaya yang sangat tinggi akhirnya rencana tersebut tidak direalisasikan.

Setelah mengetahui unsur kebahasaan yang menjadi ciri teks tanggapan kritis, cermati kembali teks Peranan Ibu dalam Keluarga sebagai teks tanggapan kritis.
wanita karir
Struktur Kalimat dalam Teks
Evaluasi Keluarga merupakan lembaga sosial yang paling besar perannya bagi kesejahteraan dan kelestarian anggota-anggotanya, terutama anak-anak. Keluarga menjadi lingkungan sosial terpenting bagi perkembangan dan pembentukan pribadi anak. Keluarga juga menjadi wadah tempat bimbingan dan latihan anak selama kehidupan mereka. Keluarga diharapkan mampu membimbing anak menuju kehidupan yang matang dan penuh dengan tanggung jawab.
Deskripsi Teks Jika berbicara mengenai pendidikan anak, orang yang paling berpengaruh adalah ibu. Keberhasilan pendidikan anak sangat ditentukan oleh sentuhan tangan ibu meskipun keikutsertaan bapak tidak dapat diabaikan begitu saja. Ibu mempunyai peran yang penting di dalam mendidik anaknya, terutama ketika masa balita. Pendidikan yang didapat anak dalam keluarga meliputi, pendidikan iman, moral, fisik/jasamani, intelektual, psikologi, dan sosial.

Peranan ibu di dalam mendidik anaknya dibedakan menjadi tiga. Pertama, ibu sebagai pemenuh kebutuhan anak. Kedua, ibu sebagai suri teladan bagi anak. Ketiga, ibu sebagai pemberi motivasi bagi kelangsungan hidup anak. Peranan ibu sebagai pemenuh kebutuhan bagi anak sangat penting, terutama ketika berusia 0–5 tahun. Pada saat itu, anak sangat bergantung pada ibu. Kemudian, ketergantungan itu tetap berlangsung sampai dengan periode anak sekolah, bahkan menjelang dewasa. Ibu perlu menyediakan waktu bukan saja untuk selalu bersama, tapi juga untuk berinteraksi atau berkomunikasi secara terbuka dan timbal balik dengan anaknya.

Pada dasarnya kebutuhan seseorang meliputi kebutuhan fisik, psikis, sosial, dan spiritual. Kebutuhan fisik mencakupi􀀃 kebutuhan makan, minum, pakaian, tempat tinggal, dan lainnya. Kebutuhan psikis meliputi kebutuhan akan kasih sayang, rasa aman, diterima, dan dihargai. Sementara itu, kebutuhan sosial seperti bermain dengan teman akan diperoleh anak dari kelompok di luar lingkungan keluarganya.

Seorang ibu harus memberikan atau memenuhi kebutuhan anak secara wajar, tidak berlebihan, dan tidak kurang. Pemenuhan kebutuhan anak secara berlebihan atau kurang akan menimbulkan pribadi yang kurang sehat di masa yang akan datang. Dalam memenuhi kebutuhan psikis anak, seorang ibu harus mampu menciptakan situasi yang aman bagi putra-putrinya. Ibu diharapkan dapat membantu anak apabila mereka menemui kesulitan-kesulitan. Perasaan aman anak yang diperoleh dari rumah akan dibawa keluar rumah. Artinya anak tidak akan mudah cemas dalam menghadapi masalah-masalah yang timbul.

Peranan ibu sebagai suri teladan bagi anaknya bertujuan agar ibu mampu menjadi contoh bagi anak-anaknya. Mengingat bahwa perilaku orang tua, khususnya ibu, akan ditiru yang kemudian dijadikan panduan dalam perilaku anak, Ibu harus mampu menjadi teladan bagi mereka. Dalam hal ini yang harus diperhatikan oleh orang tua dalam mendidik anak adalah proses mendidik yang disesuaikan tingkat kecerdasan anak itu sendiri. Kecerdasan anak yang berumur 0–5 tahun terbatas pada inderawinya saja. Akal pikiran dan perasaannya belum berfungsi secara maksimal.

Sejak anak lahir dari rahim seorang ibu, ibulah yang banyak mewarnai dan memengaruhi perkembangan pribadi, perilaku, dan akhlak anak. Sejak saat itu, ia akan selalu melihat dan mengamati gerak-gerik atau tingkah laku ibunya. Berdasarkan tingkah laku ibunya itulah, anak akan senantiasa meniru, kemudian menerapkannya dalam kehidupan. Dalam perkembangan anak, proses identifikasi anak sudah bisa mulai dilakukan ketika anak berusia 3–5 tahun.

Kini anak cenderung menjadikan ibu sebagai orang yang dapat memenuhi segala kebutuhannya atau orang yang paling dekat dengan dirinya dan sebagai figur/contoh/teladan bagi sikap dan perilakunya. Dengan demikian, perkembangan kepribadian anak bermula dari keluarga, kemudian anak mengambil nilainilai yang ditanamkan orang tuanya, baik secara sadar maupun tidak. Dalam hal ini orang tua hendaknya menjadi contoh yang positif bagi anak-anaknya.

Jadi, untuk melakukan peran sebagai suri teladan, ibu harus memiliki nilai-nilai baik yang tercermin dalam sikap dan perilakunya. Hal ini penting artinya bagi proses belajar anak dalam usaha untuk menyerap apa yang ditanamkan. Sepatutnya, ibu tidak hanya bisa menyuruh anaknya, tapi juga mengajak anak melakukan langsung apa yang terbaik.

Ibu berperan sebagai pemberi motivasi bagi kelangsungan kehidupan anaknya. Sejak masa kelahiran seorang anak, proses pertumbuhan berbagai organ belum sepenuhnya lengkap. Perkembangan organ-organ ini sangat ditentukan oleh motivasi/ rangsangan yang diterima anak dari ibunya. Rangsangan yang diberikan oleh ibu akan memperkaya pengalaman dan mempunyai pengaruh yang besar bagi perkembangan kognitif anak. Bila pada bulan-bulan pertama anak kurang mendapatkan stimulasi visual, perhatian terhadap lingkungan sekitar juga akan berkurang.

Stimulasi verbal dari ibu akan sangat memperkaya kemampuan bahasa anak, baik dari kualitas maupun kuantitasnya. Kesediaan ibu untuk berbicara dengan anaknya akan mengembangkan proses bicara anak. Jadi, perkembangan mental anak akan sangat ditentukan oleh seberapa motivasi/stimulasi/rangsangan yang diberikan ibu terhadap anaknya. Bentuk rangsangan dapat berupa cerita-cerita, alat permainan yang edukatif, atau bisa juga mengajak anak berekreasi sehingga dapat memperkaya pengalamannya. Dalam hal ini sosok ibu dituntut untuk terus meningkatkan kualitas dirinya dengan memperkaya sebanyak mungkin ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni sebagai modal awal dalam rangka keberhasilannya dalam memberi motivasi agar kehidupan anak yang cerdas serta sukses tercapai.
Penegasan Ulang Dari uraian di atas, jelaslah bahwa kunci keberhasilan seorang anak dalam kehidupannya sangat bergantung pada peran ibu dalam memotivasi dan mendorong untuk mencapai cita-citanya. Sikap ibu yang baik (penuh dengan kasih sayang, memberi kesempatan pada anak untuk memperkaya pengalaman, menerima, menghargai, dan menjadi teladan yang positif bagi anaknya) akan besar pengaruhnya terhadap perkembangan pribadi anak. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa bagaimana gambaran anak akan dirinya ditentukan oleh interaksi yang dilakukan ibu dengan anak.
Diolah dari sumber: http//www/ keluargasakina.com

Identifikasilah unsur kebahasaan yang menjadi ciri teks tanggapan kritis tersebut!
No. Jenis Ungkapan Kata/frasa yang digunakan
1. Ungkapan penguatan
  1. Jika berbicara mengenai pendidikan anak, orang yang paling berpengaruh adalah ibu.
  2. Ibu mempunyai peran yang penting di dalam mendidik anaknya, terutama ketika masa balita.
  3. Peranan ibu sebagai pemenuh kebutuhan bagi anak sangat penting, terutama ketika berusia 0–5 tahun.
2. Ungkapan pelemahan
  1. Pemenuhan kebutuhan anak secara berlebihan atau kurang akan menimbulkan pribadi yang kurang sehat di masa yang akan datang. 
  2. Bila pada bulan-bulan pertama anak kurang mendapatkan stimulasi visual, perhatian terhadap lingkungan sekitar juga akan berkurang.
  3. Sepatutnya, ibu tidak hanya bisa menyuruh anaknya, tapi juga mengajak anak melakukan langsung apa yang terbaik.
3. Ungkapan sudut pandang orang lain
  1. Kecerdasan anak yang berumur 0–5 tahun terbatas pada inderawinya saja. Akal pikiran dan perasaannya belum berfungsi secara maksimal.
  2. Dalam perkembangan anak, proses identifikasi anak sudah bisa mulai dilakukan ketika anak berusia 3–5 tahun.
4. Ungkapan simpulan dari data
orang lain
  1. Keluarga menjadi lingkungan sosial terpenting bagi perkembangan dan pembentukan pribadi anak.
  2. Jadi, perkembangan mental anak akan sangat ditentukan oleh seberapa motivasi/stimulasi/rangsangan yang diberikan ibu terhadap anaknya. 
  3. Pendidikan yang didapat anak dalam keluarga meliputi, pendidikan iman, moral, fisik/jasamani, intelektual, psikologi, dan sosial.
5. Gaya bahasa penghalusan
  1. Keberhasilan pendidikan anak sangat ditentukan oleh sentuhan tangan ibu meskipun keikutsertaan bapak tidak dapat diabaikan begitu saja.
  2. Ibu perlu menyediakan waktu bukan saja untuk selalu bersama, tapi juga untuk berinteraksi atau berkomunikasi secara terbuka dan timbal balik dengan anaknya.
6. Ungkapan tanggapan yang menggunakan kata bilangan atau urutan informasi
  1. Peranan ibu di dalam mendidik anaknya dibedakan menjadi tiga. Pertama, ibu sebagai pemenuh kebutuhan anak. Kedua, ibu sebagai suri teladan bagi anak. Ketiga, ibu sebagai pemberi motivasi bagi kelangsungan hidup anak.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 3:21 PM