Unsur Kebahasaan dalam Teks Prosedur Komplek

Unsur kebahasaan teks prosedur kompleks merupakan unsur-unsur yang membangun sebuah teks prosedur kompleks. Unsur kebahasaan pada teks prosedur kompleks dapat dianalisis melalui ciri-ciri teks prosedur tersebut. Untuk dapat menentukan unsur kebahasaan teks prosedur kompleks dilakukan dengan cara membaca teks tersebut beberapa kali atau berulang-ulang sehingga benar-benar memahami teks tersebut. Setelah memahami teks tersebut barulah dapat menentukan unsur-kebahasaan teks.

Beberapa ciri teks prosedur kompleks diantaranya menggunakan kata kerja material. Kata kerja material ini merupakan kata kerja yang merujuk pada suatu tindakan fisik. Teks prosedur kompleks menggunakan kata kerja aksi dalam menjelaskan suatu perilaku. Kata kerja aksi ini adalah kata kerja yang mengacu pada perilaku yang tampak, seperti : (menolak, menerima, merelakan, menyetujui).

Teks prosedur kompleks juga menggunakan konjungsi syarat, pilihan dan pengandaian. Konjungsi syarat adalah konjungsi yang mengacu/merujuk pada syarat. Konjungsi pilihan adalah konjungsi yang dimana mengacu pada pilihan. Konjungsi pengandaian adalah salah satu konjungsi yang mengacu dengan pengandaian. Ketiga jenis konjungsi di atas menggunakan kata yang sama seperti : (jika, jikalau, kalau, manakala, apabila, seandainya).

Menggunakan konjungsi temporal yakni konjungsi yang merujuk pada urutan waktu dan sekaligus sebagai sarana kohesi teks. Seperti : (pertama, kedua, lalu, kemudian).

Menggunakan kalimat perintah dan menggunakan partisipan manusia dengan umum. Menyuruh untuk menulis dan yang diminta melakukan sesuatu yang disuruh adalah setiap orang meskipun yang dimaksud dalam tekas ialah Anda sendiri.

Berikut ini contoh teks prosedur kompleks tentang Apa yang Harus Anda Lakukan Jika Ditilang?
Struktur Kalimat
Tujuan Di Indonesia banyak pengendara kendaraan bermotor. Jika pengendara melakukan pelanggaran, tentu pihak berwajib akan menilangnya. Apa yang harus anda lakukan jika ditilang? Berikut ini langkah-langkahnya.
Langkah-langkah Pertama, kenali si petugas. Cobalah mengenali nama dan pangkat polisi yang tercantum di pakaian seragamnya. Mereka mempunyai kewajiban menunjukkan tanda pengenal. Nama dan pangkat polisi menjadi penting apabila polisi bertindak di luar prosedur. Jangan hentikan kendaraan Anda jika ada orang berpakaian preman mengaku sebagai polisi lalu lintas (polantas)!

Kedua, pahami kesalahan Anda. Tanyakanlah apa kesalahan Anda, pasal berapa yang dilanggar, dan berapa dendanya. Sebagai pembimbing masyarakat, polisi harus menjelaskan kesalahan pengendara agar kesalahan tersebut tidak terulang kembali. Alasan pelanggaran dan besarnya denda juga harus berdasarkan hukum yang berlaku.

Ketiga, pastikan tuduhan pelanggaran. Pengendara sudah selayaknya mengecek tuduhan pelanggaran polisi tersebut, benar atau tidak. Jika polisi menyatakan Anda dilarang belok ke kiri karena ada tanda dilarang belok kiri, Anda harus yakin bahwa tanda tersebut benar-benar ada.

Keempat, jangan serahkan kendaraan atau STNK (surat tanda nomor kendaraan) begitu saja. Polisi tidak berhak menyita kendaraan bermotor atau STNK, kecuali kendaraan bermotor itu diduga hasil tindak pidana, pelanggaran itu mengakibatkan kematian, pengemudi tidak dapat menunjukkan STNK, atau pengemudi tidak dapat menunjukkan SIM. Jadi, utamakanlah SIM (surat izin mengemudi) sebagai surat yang ditahan oleh polantas!

Kelima, terima atau tolak tuduhan. Setiap pengemudi mempunyai dua alternatif terhadap tuduhan pelanggaran yang diajukan polantas, yaitu menerima atau menolak tuduhan tersebut. Apabila menerima tuduhan, Anda harus bersedia membayar denda ke bank. Anda akan diberi surat tilang berwarna biru. Tanda tanganilah surat bukti pelanggaran berlalu lintas itu. Di baliknya terdapat bukti penyerahan surat atau kendaraan yang dititipkan. Surat atau kendaraan yang ditahan dapat diambil jika Anda dapat menunjukkan bukti pembayaran denda. Jika menolak tuduhan, katakan keberatan Anda dengan sopan. Anda akan diberi surat bukti pelanggaran berlalu lintas berwarna merah sebagai undangan untuk mengikuti sidang. Penentuan hari sidang memerlukan waktu 5—12 hari. Barang sitaan baru dapat dikembalikan kepada pelanggar setelah ada keputusan hakim.

Kalimat Imperatif, Deklaratif, dan Interogatif
Teks prosedur kompleks banyak mengandung perintah. Kalimat yang mengandung perintah disebut kalimat imperatif. Menurut fungsinya, kalimat dapat diklasifikasi menjadi kalimat imperatif, deklaratif, dan interogatif. Kalimat imperatif berfungsi untuk meminta atau melarang seseorang untuk melakukan sesuatu. Berikut ini adalah contoh kalimat imperatif yang diambil dari teks prosedur kompleks Apa yang Harus Anda Lakukan Jika Ditilang?
  1. Kenali si petugas.
  2. Pahami kesalahan Anda.
  3. Pastikan tuduhan pelanggaran.
  4. Jangan serahkan kendaraan atau STNK begitu saja.
  5. Terima atau tolak tuduhan.

Contoh-contoh kalimat imperatif di atas dapat diubah menjadi kalimat deklaratif. yang dimaksud dengan kalimat deklaratif adalah kalimat yang berisi pernyataan. Kalimat deklaratif berfungsi untuk memberikan informasi atau berita tentang sesuatu. Apabila contoh kalimat imperatif itu diubah menjadi kalimat deklaratif, kalimat itu dapat disajikan sebagai berikut.
  1. Pengendara yang ditilang mengenali petugas yang menilang.
  2. Pengendara memahami kesalahannya.
  3. Pengendara memastikan tuduhan pelanggaran.
  4. Pengendara tidak menyerahkan kendaraan atau STNK begitu saja kepada petugas.
  5. Pengendara menerima atau menolak tuduhan.

Contoh-contoh kalimat imperatif itu dapat pula diubah ke dalam kalimat interogatif. Adapun kalimat interogatif adalah kalimat yang berisi pertanyaan. Kalimat interogatif berfungsi untuk meminta informasi tentang sesuatu. Kalimat interogatif dapat dibagi menjadi kalimat interogatif yang menuntut jawaban ya atau tidak dan kalimat interogatif yang menuntut jawaban yang berupa informasi. Kalimat (1), (2), dan (3) merupakan contoh kalimat interogatif yang menuntut jawaban ya atau tidak.
  1. Apakah Anda mengenali petugas?
  2. Apakah Anda memahami kesalahan Anda?
  3. Dapatkah Anda memastikan tuduhan pelanggaran?
  4. Mengapa Anda menyerahkan kendaraan atau STNK begitu saja kepada petugas?
  5. Siapakah yang menerima atau menolak tuduhan?

Beberapa contoh kalimat imperatid, deklaratif dan interogatif dalam teks Apa yang Harus Anda Lakukan Jika Ditilang? antara lain sebagai berikut.
No. Imperatis Deklaratif Interogatif
1. Utamakanlah SIM sebagai surat yang ditahan oleh polantas Pengendara mengutamakan SIM sebagai surat yang ditahan oleh polantas Mengapa Anda mengutamakan SIM sebagai surat yang ditahan polantas?
2. Anda dilarang belok kiri Pengendara dilarang belok kiri Apakah Anda dilarang belok kiri?
3. Jangan hentikan kendaraan anda Pengendara tidak boleh menghentikan kendaraannya Mengapa Anda tidak boleh menghentikan kendaraan ?
4. Pahami kesalahan anda Pengendara memahami kesalahannya Siapa yang memahami kesalahan ?
5. Tanyakanlah apa kesalahan anda Pengendara menanyakan kesalahannya Mengapa Anda menanyakan kesalahan ?

Partisipan manusia
Partisipan manusia adalah semua manusia. Sapaan pun dimaksudkan sebagai siapa saja yang ditargetkan oleh teks tersebut. Akan tetapi, apabila teks prosedur kompleks itu disampaikan langsung secara lisan kepada mitra bicara, seperti Anda atau kamu, yang dimaksud adalah orang yang diajak bicara itu. Partisipan dapat meliputi pronomina atau kata ganti yang digunakan untuk penyebutan berikutnya, seperti -nya (kata ganti orang ketiga tunggal). Contoh partisipan  yang lain terdapat pada kalimat dalam teks “Apa yang Harus Anda lakukan Jika Ditilang”.
  1. Di Indonesia banyak pengendara kendaraan bermotor. 
  2. Jika pengendara melakukan pelanggaran, tentu pihak berwajib akan menilangnya.
  3. Apa yang harus anda lakukan jika ditilang?
  4. Cobalah mengenali nama dan pangkat polisi yang tercantum di pakaian seragamnya.
  5. Jangan hentikan kendaraan Anda jika ada orang berpakaian preman mengaku sebagai polisi lalu lintas (polantas)!
  6. Kedua, pahami kesalahan Anda. Tanyakanlah apa kesalahan Anda,
  7. Anda dilarang belok ke kiri karena ada tanda dilarang belok kiri, 
  8. Anda harus yakin bahwa tanda tersebut benar-benar ada.
  9. Apabila menerima tuduhan, Anda harus bersedia membayar denda ke bank. Anda akan diberi surat tilang berwarna biru.
  10. Surat atau kendaraan yang ditahan dapat diambil jika Anda dapat menunjukkan bukti pembayaran denda. 
  11. Jika menolak tuduhan, katakan keberatan Anda dengan sopan. Anda akan diberi surat bukti pelanggaran berlalu lintas berwarna merah sebagai undangan
  12. Sebagai pembimbing masyarakat, polisi harus menjelaskan kesalahan pengendara agar kesalahan tersebut tidak terulang kembali.
  13. Pengendara sudah selayaknya mengecek tuduhan pelanggaran polisi tersebut, benar atau tidak.
  14. Cobalah mengenali nama dan pangkat polisi yang tercantum di pakaian seragamnya
  15. Tanyakan apa kesalahan anda, pasal berapa yang dilanggar, dan berapa dendanya
  16. Jangan serahkan kendraaan tanda STNK (surat nomor kendaraan) begitu saja. Polisi tidak berhak menyita kendaran bermotor atau STNK.

Verba Tingkah Laku
Verba tingkah laku adalah verba yang mengacu pada sikap yang dinyatakan dengan ungkapan verbal (bukan sikap mental yang tidak tampak), seperti menerima dan menolak pada kalimat Setiap pengemudi mempunyai dua alternatif terhadap tuduhan pelanggaran yang diajukan polantas, yaitu menerima atau menolak tuduhan tersebut. Contoh verba tingkah laku lain terdapat pada kalimat :
  1. Apabila menerima tuduhan, anda harus bersedia membayar denda ke bank.
  2. Jika menolak tuduhan, katakan keberatan anda dengan sopan. Anda akan diberi surat bukti pelanggran berlaku lintas berwarna merah sebagai undangan untuk mengikuti sidang.
  3. Jangan hentikan kendaraan Anda jika ada orang berpakaian preman mengaku sebagai polisi lalu lintas (polantas)!
  4. Anda harus yakin bahwa tanda tersebut benar-benar ada.

Verba Material
Verba material adalah verba yang mengacu pada tindakan fisik, seperti melakukan dan menilang pada kalimat Jika pengendara melakukan pelanggaran, tentu pihak berwajib akan menilangnya. Contoh verba material yang lain terdapat pada kalimat.
  1. Mereka mempunyai kewajiban menunjukkan tanda pengenal.
  2. Sebagai pembimbing masyarakat, polisi harus menjelaskan kesalahan pengendara agar kesalahan tersebut tidak terulang kembali.
  3. Pengendara sudah selayaknya mengecek tuduhan pelanggaran polisi tersebut, benar atau tidak
  4. Polisi tidak berhak menyita kendaraan bermotor atau STNK, kecuali kendaraan bermotor itu diduga hasil tindak pidana, pelanggaran itu mengakibatkan kematian, pengemudi tidak dapat menunjukkan STNK, atau pengemudi tidak dapat menunjukkan SIM.
  5. Apabila menerima tuduhan, Anda harus bersedia membayar denda ke bank. 
  6. Surat atau kendaraan yang ditahan dapat diambil jika Anda dapat menunjukkan bukti pembayaran denda. 

Konjungsi Temporal
Konjungsi temporal adalah konjungsi yang mengacu pada urutan waktu, sekaligus menjadi sarana kohesi teks, seperti pertama, kedua, ketiga, dan setelah, Carilah contoh konjungsi temporal lain. Jika tidak ada, kalian boleh mengambil contoh dari luar teks.
  1. Pertama kenali sipetugas
  2. Kedua pahami kesalhan anda
  3. Ketiga, pastikan tuduhan pelanggaran
  4. Keempat, jangan serahkan kendaraan atau STNK (surat tanda nomor kendaraan) begitu saja.
  5. Kelima terima atau tolak tuduhan
  6. Barang sitaan baru dapat dikembalikan kepada pelanggar setelah ada keputusan hakim.

Konjungsi Syarat dan Pilihan
Syarat dan pilihan pada teks prosedur kompleks diungkapkan dengan konjungsi yang sama, yaitu jika, apabila, atau seandainya. Keadaan ini merupakan faktor lain yang menjebabkan kekompleksan prosedur itu. Beberapa kalimat yang mengandung jika, apabila, atau seandainya pada teks prosedur kompleks Apa yang Harus Anda Lakukan Jika Ditilang antara lain sebagai berikut .
Jika, apabila, atau seandainya yang menunjukkan syarat :
  1. Jika pengendara melakukan pelanggaran, tentu pihak berwajid akan menilangnya   
  2. Jangan hentikan kendaraan anda jika ada orang berpakaian preman mengaku sebagai polisi lalu lintas (polantas)
  3. Apabila menerima tuduhan, anda harus bersedia membayar denda ke bank
  4. Surat atau kendaraan yang ditahan dapat diambil jika anda dapat menunjukkan bukti pembayaran denda.
  5. Nama dan pangkat polisi menjadi penting apabila polisi bertindak diluar prosedur.

Jika, apabila, atau seandainya yang menunjukkan pilihan :
  1. Jika polisi menyatakan anda dilarang belok kiri karena ada tanda dilarang  belok kiri, anda harus yakin bahwa tanda tersebut benar-benar ada.
  2. Jika menolak tuduhan, katakan keberatan anda dengan sopan.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 10:11 PM

Menata Struktur dan Menanggapi Isi Teks Laporan

Peristiwa alam kekeringan sering terjadi di Indonesia yang memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Kekeringan yang terjadi dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Penyimpangan iklim, menyebabkan produksi uap air dan awan di sebagian Indonesia bervariasi dari kondisi sangat tinggi ke rendah atau sebaliknya. Ini semua menyebabkan penyimpangan iklim terhadap kondisi normalnya. Jumlah uap air dan awan yang rendah akan berpengaruh terhadap curah hujan, apabila curah hujan dan intensitas hujan rendah akan menyebabkan kekeringan. 

Kekeringan juga dipengaruhi oleh adanya gangguan hidrologis seperti terjadinya degradasi Daerah Aliran Sungai (DAS) terutama bagian hulu mengalami alih fungsi lahan dari bervegetasi menjadi non vegetasi yang menyebabkan terganggunya sistem peresapan air tanah; Kerusakan hidrologis daerah tangkapan air bagian hulu menyebabkan waduk dan saluran irigasi terisi sedimen, sehingga kapasitas tampung air menurun tajam; Rendahnya cadangan air waduk yang disimpan pada musim penghujan akibat pendangkalan menyebabkan cadangan air musim kemarau sangat rendah sehingga memicu terjadinya kekeringan.

Dampak terjadinya kekeringan antara lain produksi tanaman turun/rendah/puso bahkan menyebabkan tanaman mati sehingga merugikan petani; Karena produksi rendah secara riil mengalami kerugian material maupun finansial yang besar dan bila terjadi secara luas, akan mengancam ketahanan pangan nasional; menyebabkan terganggunya hidrologis lingkungan yang berakibat terjadinya kekurangan air pada musim kemarau.

A. Struktur Teks Laporan
Teks laporan hasil pengamatan yaitu karangan yang memaparkan suatu fenomena atau kejadian berdasarkan hasil pengamatan. Struktur teks laporan hasil pengamatan dapat dibagi menjadi: Pernyataan umum atau klasifikasi yang berisikan pernyataan umum atau gambaran global mengenai apa yang akan dibahas dalam teks tersebut. Anggota/aspek yang dilaporkan berisi rincian atau gambaran khusus mengenai obyek yang dibahas. Berikut ini contoh teks laporan hasil observasi tentang peristiwa kekeringan.

Struktur Kalimat
Pernyataan umum
atau klasifikasi
Kekeringan adalah keadaan kekurangan air yang sangat ekstrem dalam waktu lama. Kekeringan timbul tanpa dapat diprediksi secara tepat.
Anggota/aspek yang dilaporkan Di Indonesia hujan turun secara tidak merata meskipun pada umumnya hujan terjadi di seluruh wilayah negeri. Ada daerah yang lebih mendapatkan curah hujan dan ada pula daerah yang kurang mendapatkan curah hujan. Selain itu, hujan tidak terjadi dalam waktu yang bersamaan. Di wilayah barat, hujan sudah turun, tetapi di wilayah timur belum.
Anggota/aspek yang dilaporkan Kekeringan dapat disebabkan karena akibat alamiah dan akibat ulah manusia. Akibat alamiah contohnya curah hujan yang tidak merata, kekurangan pasokan air, dan berhubungan dengan kekurangan lengas tanah. Akibat ulah manusia contohnya adalah Kebutuhan air lebih besar daripada pasokan yang direncanakan akibat ketidaktaatan pengguna terhadap pola tanam atau pola penggunaan air.
Anggota/aspek yang dilaporkan Akibat kekeringan adalah efek yang ditimbulkan dari sebab sebab yang menjadikan kekeringan. contohnya adalah timbulnya berbagai wabah penyakit. Produksi tanaman turun/rendah/puso bahkan menyebabkan tanaman mati sehingga merugikan petani. Kekeringan juga menyebabkan terganggunya hidrologis lingkungan yang berakibat terjadinya kekurangan air pada musim kemarau. Berkurangnya pasokan air, sehingga mengubah lingkungan sekitar yang kekeringan dan pola kompetisi di lingkungan tersebut. Adanya warga yang berebut air untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Anggota/aspek yang dilaporkan Berdasarkan klasifikasi kekeringan tersebut, maka prioritas penanggulangan bencana kekeringan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing daerah. Khusus untuk kekeringan yang disebabkan oleh ketidaktaatan para pengguna air dan pengelola prasarana air, diperlukan komitmen dari semua pihak untuk melaksanakan kesepakatan yang sudah ditetapkan. Kepada masyarakat perlu dilakukan sosialisasi yang lebih intensif, sehingga memahami dan melaksanakan pola pengguna air sesuai peraturan/ketetapan.

B. Menanggapi Isi Teks Laporan
Tanggapan terhadap sebuah laporan hasil observasi dapat disampaikan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, tanggapan atau pendapat, dan dapat pula masukan-masukan. Tanggapan yang diberikan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. 

1. Pengajuan Pertanyaan
Setelah laporan hasil observasi disampaikan, ajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan laporan tersebut. Pertanyaan yang diajukan dapat berpedoman kata tanya kapan, di mana, siapa, apa, bagaimana, atau mengapa. Atau lebih sering dikenal dengan 5W1H. Dengan berpedoman pada kata tanya tersebut, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan akan lebih lengkap sehingga akan diperoleh gambaran yang lengkap dan menyeluruh seputar laporan hasil observasi itu. 

Berikut ini contoh bentuk pertanyaan yang dapat diajukan terhadap suatu laporan hasil observasi.
  1. What (apa) : Apa saja penyebab peristiwa kekeringan tersebut? 
  2. Who (siapa) : Siapa yang bertanggungjawab menanggulangi peristiwa tersebut?
  3. When (kapan) : Kapan peristiwa kekeringan terjadi?
  4. Where (di mana) : Di mana peristiwa kekeringan tersebut terjadi?
  5. Why (mengapa) : Mengapa peristiwa kekeringan terjadi di Indonesia?
  6. How (bagaimana) : Bagaimana cara mengatasi dampak kekeringan?

2. Pemberian Masukan
Ada kalanya laporan yang disampaikan secara lisan itu terdapat hal-hal yang kurang logis, kurang lengkap, atau kurang sempurna. Agar laporan tersebut menjadi logis, lengkap, dan sempurna, perlu diberikan masukan-masukan berupa ide-ide kreatif atau solusi. Masukan hendaknya bersifat positif dan membangun. Sampaikan masukan tadi dengan bahasa yang santun dan komunikatif sehingga pelapor menyadari kelemahan atau kekurangan dari laporan perjalanan yang disampaikan.

Hal-hal yang perlu dilakukan pada kegiatan menanggapi laporan hasil observasi secara lisan adalah sebagai berikut.
  • Mencatat pokok-pokok laporan
  • Menganalisis kelebihan dan kekurangan laporan yang didengarkan dengan menunjukkan bukti pendukung
  • Segala sesuatu pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Demikian halnya dengan laporan yang disampaikan oleh seseorang. Sebuah laporan yang disampaikan secara lisan dapat ditemukan kelebihannya, misalnya kelengkapan isinya atau keruntuntannya. Sebaliknya, kekurangannya juga dapat ditemukan, misalnya, isinya yang kurang lengkap, bahasanya sulit dipahami, atau laporan tidak runtut dan terputus-putus.
  • Mampu menceritakan kembali laporan yang didengar dengan tingkat perbedaan rendah dari laporan yang sebenarnya.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 4:08 PM

Jenis Kalimat Majemuk dan Contohnya

Kalimat majemuk adalah kalimat yang memiliki 2 klausa atau lebih yang digabungkan kedalam satu kalimat dengan menggunakan Konjungsi atau kata penghubung. Klausa adalah satuan gramatikal yang memiliki tataran di atas frasa dan di bawah kalimat, berupa kelompok kata yang sekurang-kurangnyaterdiri atas subjek dan predikat.Sebuah kalimat paling sederhana terdiri dari satu klausa sedangkan kalimat yang lebih rumit terdiri dari beberapa klausa dan satu klausa juga terdiri dari beberapa klausa.

Konjungsi disebut juga kata penghubung atau kata sambung. Konjungsi adalah kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat. Konjungsi terbagi menjadi dua yaitu konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif. Konjungsi koordinatif, yaitu kata yang menggabungkan kata atau klausa yang berstatus sama, misalnya kata dan, tetapi, atau, bahkan, tambahan, namun, dan lain-lain. Konjungsi subordinatif, yaitu konjungsi yang menghubungkan anak kalimat dan induk kalimat atau menghubungkan bagian dari kalimat subordinatif, misalnya kata ketika, pada, saat, jika/jikalau, sebab/karena, agar, supaya, bahwa, yang, untuk, guna, demi, andai, seandainya, bila, apabila, sementara, dan lain-lain.

Kalimat majemuk digolongkan menjadi 3 jenis kalimat yaitu kalimat majemuk setara, bertingkat, dan campuran.

A. Kalimat Majemuk Setara
Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang memiliki dua klausa yang sejajar atau sederajat. Kalimat ini biasanya dihubungkan dengan konjungsi berupa dan, lalu, kemudian, tetapi, atau, bahkan. Kalimat majemuk setara memiliki klausa-klausa yang bersifat koordinatif yaitu kedudukan kedua klausa di dalam kalimat memiliki hubungan yang sejajar atau setingkat. Dengan kata lain, klausa yang satu tidak menjadi bagian atau lebih tinggi dari klausa yang lainnya. karena sifatnya yang koordinatif inilah klausa-klausa tersebut bisa berdiri sendiri atau tetap memiliki arti jika dipisah.

Contoh:
Wawan pergi ke sekolah sedangkan Doni tinggal di rumah.
Wawan     pergi    ke pasar    Doni     tinggal    di rumah
Subyek Predikat keterangan tempat Subyek Predikat keterangan tempat

Pada contoh kalimat majemuk setara di atas, kedua klausa tersebut bisa berdiri sendiri dan tidak akan kehilangan makna jika dipisah menjadi kalimat-kalimat tunggal. Wawan pergi ke sekolah. Doni tinggal di rumah

Berdasarkan kata penghubungnya, Kalimat majemuk setara dibagi menjadi beberapa jenis diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Kalimat majemuk setara sejalan
Kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk yang terdiri atas beberapa kalimat tunggal yang bersamaan situasinya. Konjungsi yang biasanya dipakai dalam kalimat majemuk setara sejalan ialah: dan, dan lagi, lagi pula, sedang, sedangkan, lalu, kemudian.

Contoh : Jambrong pergi ke sekolah, Paijo berangkat ke sawah, sedangkan Gumilang pergi rumah sakit.
Kalimat tersebut adalah kalimat majemuk setara sejalan.
Kalimat 1 :   Jambrong     pergi    ke pasar
Subyek Predikat keterangan tempat
Kalimat 2 :   Paijo     berangkat    ke sawah
Subyek Predikat keterangan tempat
Kalimat 3 :   Gumilang     pergi    ke rumah sakit
Subyek Predikat keterangan tempat

2. Kalimat majemuk setara berlawanan
Kalimat majemuk setara yang terdiri atas beberapa kalimat yang isinya menyatakan situasi yang berlawanan. Konjungsi yang dapat dipakai dalam kalimat majemuk setara berlawanan antara lain ialah: sedangkan, tetapi, melainkan, padahal, hanyalah, walaupun, meskipun, biarpun, kendatipun, jangankan, namun.

Contoh: Doni anak yang rajin, tetapi adiknya pemalas.
Kalimat 1 :   Doni     anak yang rajin
Subyek Predikat
Kalimat 2 :   Adiknya     Pemalas
Subyek Predikat

3. Kalimat majemuk setara yang menyatakan sebab akibat
Kalimat majemuk setara yang terdiri atas beberapa kalimat tunggal yang isi bagian satu menyatakan sebab akibat dari bagian yang lain. Konjungsi yang dapat dipakai dalam kalimat majemuk setara yang menyatakan sebab akibat antara lain ialah: sebab, karena, oleh karena itu, sehingga, maka.

Contoh : Junior mendapatkan rangking pertama, karena dia anak yang rajin belajar
Kalimat 1 :   Junior     mendapatkan    rangking pertama
Subyek Predikat Obyek
Kalimat 2 :   Dia     anak yang rajin    belajar
Subyek Predikat Obyek

4. Kalimat Majemuk Setara Penguat
Sesuai dengan namanya, kalimat majemuk ini memiliki klausa yang menjadi penguat suatu klausa lainnya. Biasanya kalimat majemuk penguat dicirikan dengan konjungsi berupa Bahkan, Terlebih lagi, dan lain-lain.

Contoh:
Ayahnya orang yang baik terlebih lagi dia sangat sayang keluarganya.
Kalimat 1 :   Ayahnya     orang    yang baik
Subyek Predikat Keterangan
Kalimat 2 :   Dia     sangat sayang    keluarganya
Subyek Predikat keterangan

5. Kalimat Majemuk Setara Pemilihan
Kalimat majemuk ini memiliki klausa-klausa yang merupakan suatu pilihan yang harus dilaksanakan. Jenis kalimat ini biasanya dihubungkan dengan konjungsi  “Atau”.

Contoh:
Belajar yang serius atau kau tidak lulus ujian.
Kalimat 1 :   Belajar     yang serius
Subyek Predikat
Kalimat 2 :   Kau     tida lulus ujian
Subyek Predikat

6. Kalimat Majemuk Setara Berurutan
kalimat majemuk ini memiliki kalusa-klausa yang saling berurutan. Dengan kata lain, klausa yang satu terjadi sesudah atau sebelum klausa yang lainnya. konjungsi pada jenis kalimat ini adalah Kemudian, lalu, setelah itu dan lain-lain.

Contoh:
Anton harus pergi ke pasar kemudian dia harus pergi ke kantor post.
Kalimat 1 :   Anton     harus pergi    ke pasar
Subyek Predikat keterangan tempat
Kalimat 2 :   Dia     harus pergi    ke kantor pos
Subyek Predikat keterangan tempat

B. Kalimat Majemuk Bertingkat
Kalimat Majemuk bertingkat imerupakan kalimat yang terjadi dari beberapa kalimat tunggal yang kedudukanya tidak setara/sederajat. Kalimat majemuk bertingkat berasal dari sebuah kalimat tunggal. Bagian dari kalimat tunggal tersebut kemudian diganti atau diubah sehingga menjadi sebuah kalimat baru yang dapat berdiri sendiri. Di dalam kaliamat majemuk bertingkat terdapat klausa yang berkedudukan sebagai induk kalimat dan anak kalimat. konjungsi penghubung kalimat ini adalah jika, ketika, walaupun, bahwa, bagaikan, sebab, sehingga dan dengan.

Contoh :Para petani pergi ke sawah sebelum matahari terbit
Para petani pergi ke sawah     matahari terbit
Induk kalimat anak kalimat

Berdasarkan kata penghubungnya, Kalimat majemuk bertingkat dibagi menjadi beberapa jenis diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Kalimat majemuk hubungan waktu. Contoh : Aku sedang belajar, ketika nenekku pulang
  2. Kalimat majemuk hubungan syarat biasanya ditandai dengan konjungsi : jika, seandainya, asalkan,apabila, andaikan. Contoh : Jika aku mendapatkan rangking pertama, aku akan mendapatkan komputer baru.
  3. Kalimat majemuk hubungan tujuan biasanya ditandai dengan  konjungsi: agar, supaya, biar. Contoh : Wawan sengaja tidur siang agar dia bisa bangun pagi buat belajar
  4. Kalimat majemuk konsensif biasanya ditandai dengan konjungsi : walaupun, meskipun, biarpun, kendatipun, sungguh pun. Contoh : Walaupun Viera sedang sedih, dia selalu tersenyum.
  5. Kalimat majemuk hubungan penyebaban biasanya ditandai dengan konjungsi : sebab, karena, oleh karena. Contoh : Diana sedang sedih, sebab orang yang cintai cintai tidak mencintainya lagi
  6. Kalimat majemuk hubungan perbandingan biasanya ditandai dengan konjungsi : ibarat, seperti, bagaikan, laksana, sebagaimana, lebih baik. Contoh :  Dari pada kelulutuan, lebih baik aku belajar.
  7. Kalimat majemuk hubungan akibat biasanya ditandai dengan konjungsi : sehingga, sampai-sampai, maka. Contoh : Dendra begitu berbakat, sehingga dia dapat memenangkan perlombaan itu.
  8. Kalimat majemuk hubungan cara biasanya ditandai dengan konjungsi : Dengan. Contoh : Dengan cara bekerja keras, dia mendapatkan uang untuk menghidupi keluarganya
  9. Kalimat majemuk hubungan sangkalan biasanya ditandai dengan konjungsi : seolah-olah, seakan-akan. Contoh : Marwan diam saja, seolah-olah tidak terjadi apapun.
  10. Kalimat majemuk hubungan kenyataan biasanya ditandai dengan konjungsi : padahal, sedangkan. Contoh : Ibnu terus belajar, padahal dia sedang sakit.
  11. Kalimat majemuk hubungan hasil biasanya ditandai dengan konjungsi : makannya Contoh : Dorman anak pemalas, makannya nilainya selalu jelek
  12. Kalimat majemuk hubungan penjelasan biasanya ditandai dengan konjungsi : bahwa. Contoh : Nilai raportnya menunjukan bahwa dia benar-benar siswa yang pandai
  13. Kalimat majemuk hubungan atributif biasanya ditandai dengan konjungsi : yang. Contoh : anak  perempuan yang sedang berlari itu teman saya

C. Kalimat Majemuk Campuran
Kalimat majemuk campuran adalah kalimat yang menghubungkan kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. Biasanya kalimat majemuk campuran memiliki klausa lebih dari dua kalusa.

Contoh:
Pekerjaan itu telah selesai ketika ayahku datang dan ibu sudah menyiapkan makan malam.
Pekerjaan itu telah selesai     Ayah datang    Ibu sudah menyiapkan makan malam
Induk kalimat Anak kalimat Anak kalimat
Ketika perampokkan itu terjadi     aku sedang tidur    ayahku tidak di rumah
Anak kalimat Induk kalimat Anak kalimat
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 10:17 PM

Meringkas Isi Teks Laporan

Meringkas adalah kegiatan memperpendek teks dengan tetap mepertahankan keaslian pikiran-pikiran pokok dan sistematika penulisan asli penulis dari tiap paragraf tanpa ada perubahan sedikitpun. Fungsi Ringkasan adalah untuk mengetahui dan memahami  gagasan utama dan tujuan penulis melalui tulisannya seperti buku, artikel, dan lain-lain secara keseluruhan dengan cepat dan singkat. Dalam sebuah teks terdiri atas beberapa pikiran-pikiran dari seorang penulis. Sebagian pembaca tidak akan membuang waktunya untuk membaca keseluruhan isi dari tulisan tersebut, apalagi tulisan tersebut sangat panjang dan sulit untuk dipahami. Oleh karena itu, cara yang digunakan untuk menangani masalah tersebut yaitu buatlah ringkasan dari teks atau tulisan.

Pembuatan ringkasan laporan harus berdasarkan teks laporan asli bukan berdasarkan pendapat atau pemikiran pembuat ringkasan. Penulis ringkasan tidak bisa melepaskan dirinya dari kesan asli teks tersebut. Sebuah ringkasan harus atau wajib mempertahankan setiap bagian-bagian dari sebuah teks atau bentuk tulisan lainnya tanpa ada kekurangan sedikitpun. Sebuah teks laporan di pilah dan dipangkas dengan mengambil bagian-bagian pokok dan membuang hal-hal yang bersifat tambahan atau tidak penting (menemukan pokok permasalahan sebuah tulisan, menyusun kembali dalam tulisan yang ringkas). Pokok permasalahan tersebut bisa ditemukan oleh penulis di setiap pragraf yang memiliki kalimat-kalimat utama.

Masing-masing memiliki cara tersendiri dalam menyusun ringkasan dari sebuah teks laporan, berikut adalah cara atau pedoman yang dapat digunakan dalam membuat ringkasan teks laporan yang baik dan teratur, yaitu :

A. Membaca dan memindai Teks Laporan
Membaca teks laporan merupakan cara pertama yang harus dilakukan oleh sesorang dalam pembuatan suatu ringkasan. Bacalah teks laporan beberapa kali untuk mengetahui bagian-bagian penting penulis teks laporan tersebut. 

B. Buatlah atau catat ide utama (gagasan utama)
Setelah membaca teks laporan, maka saatnya mencatat setiap ide pokok atau gagasan utama yang mewakili setiap paragraf dalam teks laporan tersebut. Biasanya ide pokok atau gagasan utama  bisa terletak di awal, tengah dan akhir paragraf. Jangan lupa untuk membaca kembali teks laporan terseut, kalimat demi kalimat dengan teliti dan seksama.

C. Menyusun Kembali gagasan utama atau mengadakan reproduksi
Ide pokok yang telah dicatat sebelumnya, selanjutnya akan di susun baru tetapi masih menggambarkan kembali isi dari teks laporan. Jika gagasan pokok atau ide pokok tersebut masih belum jelas, disarankan baca ulang kembali teks laporan agar bisa menentukan ide pokok yang sebenarnya.

Diatas merupakan cara yang digunakan untuk menyusun ringkasan yang baik dan benar, namun terdapat tambahan atau peraturan dalam membuat ringkasan,  yaitu :

Gunakanlah kalimat tunggal dari pada kalimat majemuk untuk membuat kalimat ringkasan.
  1. Perpendeklah tiap kalimat suatu teks laporan menjadi frasa dan frasa menjadi kata.
  2. Jika, kalimat pada sebuah paragraf tidak penting untuk dijadikan sebagai ide pokok maka dibuang saja
  3. Wajib mempertahankan struktur, gagasan, dan sudut pandang karangan asli. Tidak diperkenankan untuk memasukan pendapat pribadi dalam ringkasan.
  4. Panjang sebuah ringkasan  pun memiliki ketetapan, tidak bisa dibuat seperti keinginan pembuat ringkasan. panjang ringkasan tergantung dari permintaan berapa panjang ringkasan tersebut.
  5. Jadi, untuk memahami dan mengetahui sebuah isi teks laporan dapat dilakukan dengan cara melakukan peringkasan pada teks laporan yang dibaca. selalu berpedoman pada aturan-aturan ringkasan, sehingga menciptakan ringkasan yang tetap mempertahankan keaslian isi karangan dan ringkasan yang baik.

Perhatikan contoh teks laporan hasil observasi tentang Karbon berikut ini.
  1. Karbon adalah unsur kimia nonmetal yang disimbolkan dengan huruf C. Karbon berada di alam dalam bentuk karbon murni (seperti berlian dan grafit) dan karbon terikat secara kimia dalam senyawa alam yang dapat berbentuk kristal murni (seperti berlian dan grafit). Karbon umumnya berada dalam senyawa ikatan kimia dengan unsur lain yang juga dapat berbentuk senyawa organik (seperti batu bara dan petroleum) atau senyawa anorganik (seperti gamping dan bubuk pengembang kue). Terlepas dari persebarannya yang cukup luas, karbon hanya berjumlah 0,19 persen dari kerak bumi.
  2. Kedua bentuk dasar karbon tersebut mempunyai sifat-sifat yang sangat berbeda. Berlian terbentuk dari atom yang terikat dengan sangat kuat sehingga dikenal sebagai benda yang paling keras. Di pihak lain, karbon yang kedua, yaitu grafit, memiliki kekerasan lebih rendah daripada berlian. Grafit disusun oleh atom yang berbentuk heksagonal pada lembaran-lembaran yang sejajar. Setiap lembaran hanya terikat secara terpisah-pisah sehingga grafit terasa licin dan dapat digunakan sebagai pelumas atau alat tulis. Benda hitam yang terdapat di dalam pensil adalah grafit. Perbedaan penting lain antara berlian dan karbon adalah daya hantar arus listrik yang dikandung. Berlian adalah benda nonkonduktor (tidak dapat menghantarkan arus listrik), sedangkan grafit adalah benda konduktor (dapat menghantarkan arus listrik). Akan tetapi, baik berlian maupun grafit mempunyai titik leleh dan titik didih yang tinggi.
  3. Sifat optik berlian sangat signifikan. Berlian mempunyai indeks refraksi paling tinggi jika dibandingkan dengan batu permata apa pun sehingga benda ini memantulkan cahaya ke mata dengan lebih menyilaukan daripada pantulan dari jenis batu permata yang lain. Berlian juga mempunyai daya dispersif yang luar biasa. Berlian dapat mengurai cahaya menjadi spektrum yang berwarna-warni.
  4. Pada suhu rendah semua bentuk karbon lembek, tetapi pada suhu tinggi karbon akan bersenyawa dengan oksigen dalam proses oksidasi. Bentuk karbon apa pun ketika bersenyawa dengan oksigen yang banyak pada suhu tinggi akan membentuk karbon monoksida. Karbon monoksida terbentuk sebagai hasil pembakaran mesin yang menggunakan minyak petroleum dan ditemukan dalam jumlah yang besar pada buangan knalpot mesin otomotif. Apabila terkena panas di atmosfer bersama oksigen bebas, karbon dasar akan terkonversi menjadi dioksida. Karbon dioksida relatif tidak reaktif. Bahan yang terbakar pada suhu yang relatif rendah, seperti kayu dan kertas, tidak akan terbakar dalam karbon dioksida. Atas dasar ini, karbon dioksida digunakan sebagai bahan pemadam kebakaran

Teks laporan yang berjudul “Karbon” dapat disajikan secara ringkas. Caranya, kalian hanya menulis ulang kalimat inti dari setiap tahap pada struktur teks itu. Misalnya, mula-mula kalian mengemukakan definisi karbon. Selanjutnya, sebutkan jenis karbon menurut subkelas yang ada, Sifat optik berlian, Bentuk karbon ketika bersenyawa dengan oksigen
“Karbon adalah unsur kimia yang dilambangkan dengan huruf “C”. Karbon dapat dibagi menjadi dua, yaitu karbon murni dan karbon terikat. Kedua jenis karbon dapat ditemukan di dalam berlian dan grafit. Kedua bentuk karbon memiliki sifat yang berbeda. Berlian terbentuk dari atom yang terikat dengan sangat kuat dan dikenal sebagai benda paling keras. Di pihak lain, grafit memiliki kekerasan yang lebih rendah dari berlian. Grafit disusun oleh atom yang berbentuk heksagonal pada lembaran-lembaran sejajar. Grafit dapat ditemukan di benda hitam yang terdapat di dalam pensil. Perbedaan antara berlian dan grafit adalah daya hantar listriknya. Berlian adalah benda non-konduktor (tidak dapat menghantarkan listrik), sedangkan grafit adalah benda konduktor (dapat menghantarkan listrik). Berlian dapat memantulkan cahaya dan menguraikannya menjadi warna-warni. Pada suhu rendah semua bentuk karbon lembek, tetapi pada suhu tinggi karbon akan bersenyawa dengan oksigen dalam proses oksidasi membentuk karbonmonoksida. Sedangkan jika terkena panas di atmosfer bersama oksigen, karbon akan membentuk karbondioksida yang biasa digunakan sebagai bahan pemadam kebakaran.  ”
Cara meringkas seperti itu dapat kalian terapkan dalam memahami teks pada buku pelajaran untuk mata pelajaran selain bahasa Indonesia. Sering melalui kegiatan meringkas, proses belajar kalian akan terasa lebih mudah dan menyenangkan.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 4:39 PM

Mengelompokkan Berbagai Jenis Minuman

Minuman ringan merupakan minuman olahan dalam bentuk bubuk atau cair yang mengandung bahan makanan atau bahan tambahan lainnya baik alami maupun sintetik yang dikemas dalam kemasan siap untuk dikonsumsi. Minuman ringan terdiri dari dua jenis, yaitu minuman ringan dengan karbonasi, misalnya Sprite dan minuman ringan tanpa karbonasi misalnya nutrisari. Berbagai minuman kemasan banyak di jual di warung maupun toko sebagai penghilang rasa haus.

Minuman ringan dengan karbonasi adalah minuman yang dibuat dengan menambahkan CO2 dalam air minum sedangkan minuman ringan tanpa karbonasi adalah minuman selain minuman ringan dengan karbonasi. Fungsi minuman ringan itu tidak berbeda jauh dengan minuman ringan lainnya yaitu sebagai minuman untuk melepaskan dahaga sedangkan dari segi harga, ternyata minuman ringan karbonasi relatif lebih mahal dibanding minuman non karbonasi. Hal ini disebabkan teknologi proses yang digunakan dan kemasan yang khas, yaitu dalam kemasan kaleng atau botol seperti Sprite.

Untuk mengetahui berbagai jenis minuman ringan yang dijual dapat dilakukan dengan cara observasi di lingkungan sekitar. Setelah membuat klasifikasi tentang jenis-jenis minuman tersebut, laporkan dalam bentuk tulisan yang memenuhi struktur teks dan ciri kebahasaan yang dikehendaki. Usahakan klasifikasi yang dimaksud didasarkan pada kriteria yang jelas sehingga laporan yang dibuat terlihat terperinci dan memenuhi target yang diharapkan. Lakukan pengamatan atau observasi terhadap jenis minuman yang dijual di warung atau toko. Klasifikasikanlah jenis minuman itu berdasarkan:
  1. Kriteria apakah minuman itu disajikan dalam kemasan atau tidak (jenis kemasannya plastik/kertas, botol/bukan botol, dan sebagainya);
  2. Kriteria apakah minuman itu mengandung soda atau tidak;
  3. Kriteria apakah minuman itu disajikan hangat atau dingin;
  4. Kriteria apakah minuman itu berkhasiat sebagai obat atau tidak;
  5. Kriteria apakah minuman tersebut harganya dibawah atau di atas Rp5.000;.

1. Pengelompokkan Jenis Minuman
No. Jenis Minuman Kriteria Pengelompokkan
Kemasan Soda Penyajian Khasiat Harga
1. Aqua isi 330 ml Botol plastik Tidak Bersoda Tidak Dingin Tak berkhasiat <Rp5.000,00
2. Frestea isi 500 ml Botol Plastik Tidak Bersoda Dingin Tak Berkhasiat >Rp5.000,00
3. Fanta isi 325 ml Botol Plastik Bersoda Dingin Tak Berkhasiat <Rp5.000,00
4. Sprite isi 330 ml Kaleng Bersoda Dingin Tak Berkhasiat <Rp5.000,00
5. Nutrisari isi 330 ml Botol Plastik Tidak Bersoda Dingin Tak Berkhasiat <Rp5.000,00
6. Ultra Milk isi 200 ml Kardus Tidak Bersoda Tidak Dingin Berkhasiat Obat >Rp5.000,00
7. Coca Cola 250 ml Kaleng Bersoda Dingin Tak Berkhasiat >Rp5.000,00
8. Teh Pucuk Harum Isi 350 ml Botol Plastik Tidak Bersoda Dingin Tidak Berkhasiat >Rp5.000,00
9. Mountea Blackcurrant isi 180 ml Gelas Plastik Tidak Bersoda Dingin Tidak Berkhasiat <Rp5.000,00
10. Mizone isi 500 ml Botol Plastik Tidak Bersoda Dingin Tidak Berkhasiat <Rp5.000,00
11. The Kotak isi 200 ml Kardua Tidak Bersoda Dingin Tidak Berkhasiat <Rp5.000,00
12. Liang The Cap Panda isi 310 ml Kaleng Tidak Berkhasiat Tidak Dingin Berkhasiat Obat <Rp5.000,00

2. Laporan Hasil Observasi
Struktur Kalimat
Pernyataan Umum atau klasifikasi Minum merupakan salah satu aktifitas pemenuhan nutrisi yang sangat diperlukan oleh tubuh, karena sebagian besar bagian dari tubuh kita terdiri dari air. Sekarang ini, kita dapat dengan mudah menemukan berbagai macam minuman. Berbagai macam minuman tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan beberapa kriteria pengelompokkan.
Anggota/aspek yang dilaporkan Minuman-minuman yang dijual biasanya dikemas baik itu dalam plastik, kertas, atau aluminium. Minuman yang dikemas menggunakan bahan plastik biasanya berbentuk gelas atau botol plastik. Misalnya minuman air mineral, Freatea, Nutrisari, dan lain-lain. Sedangkan, minuman-minuman yang dikemas menggunakan bahan kertas contohnya adalah Susu Ultramilk. Kemasan aluminium biasanya digunakan untuk minuman yang bersoda seperti Sprite dan Coca Cola.
Anggota/aspek yang dilaporkan Minuman dapat dikelompokan menurut kandungan soda pada produk minuman tersebut. Minuman bersoda merupakan minuman yang mempunyai kadar CO2 (Karbon Dioksida) yang jika minuman tersebut dikocok akan mengembang. Contoh minuman bersoda: Coca Cola dan Sprite, Contoh minuman tidak bersoda: Nutrisari, Aqua, Teh Pucuk Harum, dan masih banyak yang lainnya.
Anggota/aspek yang dilaporkan Menurut cara penyajiannya minumaan dapat disajikan dalam keadaan dingin dan tidak dingin. Pada pengelompokan ini tidak dibedakan produknya, tapi dibedakan menurut keinginan konsumen. Karena semua produk minuman pada awalnya tidak dalam keadaan dingin. Minuman yang tidak dingin tersebut biasanya didinginkan dengan tujuan menambah kesegaran minuman tersebut. Minuman yang biasa di sajikan dingin biasanya diberi es batu atau dimasukan ke dalam lemari es, misalnya Coca Cola, Teh Pucuk Harum, Teh kotak dan masih banyak yang lainnya. Namun ada juga minuman yang dapat langsung diminum tanpa harus didinginkan terlebih dahulu contohnya Susu, dan air mineral.
Anggota/aspek yang dilaporkan Minuman dapat dikelompokkan menurut khasiat minuman tersebut terhadap yang meminumnya. Apakah berkhasiat sebagai obat atau hanya penghilang dahaga saja. Contoh khasiat dalam minuman adalah berkhasiat mengobati masuk angin. Salah satu contoh minuman yang berkhasiat obat adalah Liang The Cap Panda.
Anggota/aspek yang dilaporkan Pengelompokkan yang terakhir yaitu pengelompokkan minuman menurut harga. Pengelompokkan ini dapat dibagi menjadi 2 yaitu minuman dengan harga >Rp5.000,00 dan <Rp5.000,00. Contoh minuman yang >Rp5.000,00 yaitu Ultra Milk, Frestea, Teh Pucuk Harum, dan lain-lain. Sedangkan contoh minuman yang berharga <Rp5.000,00 yaitu Mountea, Aqua, The Sisri, dan lain-lain.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 3:59 PM

Struktur Teks Prosedur Kompleks

Teks Prosedur Kompleks merupakan jenis teks yang berisi langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan yang diinginkan dan terdapat penjelasan/keterangan yang menjadikan langkah tersebut kompleks. Teks prosedur dibedakan menjadi teks prosedur sederhana dan teks prosedur kompleks. Sering dalam sebuah prosedur terdiri atas banyak langkah, dan langkah-langkah itu berjenjang dengan sublangkah pada setiap langkahnya. Jika demikian halnya, prosedur seperti itu disebut prosedur kompleks, sedangkan teks prosedur yang hanya terdiri dati tujuan dan langkah-langkah saja disebut prosedur sederhana.

Pada sublangkah dalam prosedur kompleks, sering dijumpai syarat atau pilihan. Terkait dengan syarat seperti disebutkan di atas, apabila sebuah syarat itu tidak terpenuhi, langkah-langkah berikutnya tidak dapat dilaksanakan. Hal itu berarti bahwa tujuan yang akan dicapai itu gagal. Terkait dengan pilihan, apabila pilihan A diambil, langkah yang ditempuh berikutnya berbeda dengan langkah apabila pilihan B diambil. Umumnya, apabila terjadi salah pilih, prosedur itu tidak dapat diulangi.

Struktur Teks
Struktur teks prosedur kompleks hanya terdapat dua tahap, yaitu tujuan^langkah-langkah untuk mencapai tujuan. Tujuan adalah hasil akhir yang akan dicapai. Langkah-langkah adalah cara yang ditempuh agar tujuan itu tercapai. Pada teks prosedur kompleks langkah-langkah itu merupakan urutan yang biasanya tidak dapat diubah urutannya. Langkah awal menjadi penentu langkah berikutnya. Brikut ini contoh teks prosedur kompleks

Contoh 1
Struktur Kalimat
Tujuan Di Indonesia banyak pengendara kendaraan bermotor. Jika pengendara melakukan pelanggaran, tentu pihak berwajib akan menilangnya. Apa yang harus anda lakukan jika ditilang? Berikut ini langkah-langkahnya.
Langkah-langkah Pertama, kenali si petugas. Cobalah mengenali nama dan pangkat polisi yang tercantum di pakaian seragamnya. Mereka mempunyai kewajiban menunjukkan tanda pengenal. Nama dan pangkat polisi menjadi penting apabila polisi bertindak di luar prosedur. Jangan hentikan kendaraan Anda jika ada orang berpakaian preman mengaku sebagai polisi lalu lintas (polantas)!

Kedua, pahami kesalahan Anda. Tanyakanlah apa kesalahan Anda, pasal berapa yang dilanggar, dan berapa dendanya. Sebagai pembimbing masyarakat, polisi harus menjelaskan kesalahan pengendara agar kesalahan tersebut tidak terulang kembali. Alasan pelanggaran dan besarnya denda juga harus berdasarkan hukum yang berlaku.

Ketiga, pastikan tuduhan pelanggaran. Pengendara sudah selayaknya mengecek tuduhan pelanggaran polisi tersebut, benar atau tidak. Jika polisi menyatakan Anda dilarang belok ke kiri karena ada tanda dilarang belok kiri, Anda harus yakin bahwa tanda tersebut benar-benar ada.

Keempat, jangan serahkan kendaraan atau STNK (surat tanda nomor kendaraan) begitu saja. Polisi tidak berhak menyita kendaraan bermotor atau STNK, kecuali kendaraan bermotor itu diduga hasil tindak pidana, pelanggaran itu mengakibatkan kematian, pengemudi tidak dapat menunjukkan STNK, atau pengemudi tidak dapat menunjukkan SIM. Jadi, utamakanlah SIM (surat izin mengemudi) sebagai surat yang ditahan oleh polantas!

Kelima, terima atau tolak tuduhan. Setiap pengemudi mempunyai dua alternatif terhadap tuduhan pelanggaran yang diajukan polantas, yaitu menerima atau menolak tuduhan tersebut. Apabila menerima tuduhan, Anda harus bersedia membayar denda ke bank. Anda akan diberi surat tilang berwarna biru. Tanda tanganilah surat bukti pelanggaran berlalu lintas itu. Di baliknya terdapat bukti penyerahan surat atau kendaraan yang dititipkan. Surat atau kendaraan yang ditahan dapat diambil jika Anda dapat menunjukkan bukti pembayaran denda. Jika menolak tuduhan, katakan keberatan Anda dengan sopan. Anda akan diberi surat bukti pelanggaran berlalu lintas berwarna merah sebagai undangan untuk mengikuti sidang. Penentuan hari sidang memerlukan waktu 5—12 hari. Barang sitaan baru dapat dikembalikan kepada pelanggar setelah ada keputusan hakim.

Contoh 2
Struktur Kalimat
Tujuan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (disingkat SKCK), sebelumnya dikenal sebagai Surat Keterangan Kelakuan Baik (disingkat SKKB) adalah surat keterangan yang diterbitkan oleh Polri yang berisikan catatan kejahatan seseorang. Dahulu, sewaktu bernama SKKB, surat ini hanya dapat diberikan yang tidak/belum pernah tercatat melakukan tindakan kejahatan hingga tanggal dikeluarkannya SKKB tersebut. SKKB berlaku selama 6 (enam) bulan. Berikut ini langkah-langkah mengurus SKCK di Polres.
Langkah-langkah Pertama, Anda harus mendapatkan surat pengantar dari RT, yang diketahui oleh ketua RW  untuk membuat surat pengantar pembuatan SKCK di kelurahan

Kedua, Anda harus meminta surat pengantar dari kelurahan. Berikut adalah syarat-syarat administrasi yang harus Anda penuhi untuk membuat surat pengantar dari kelurahan. (a) Surat pengantar dari RT atau RW. (b) Fotokopi KTP 1 lembar, (c) Fotokopi Kartu Keluarga 1 lembar

Ketiga, setelah surat pengantar dari kelurahan sudah jadi, Anda bisa langsung menggunakan surat itu untuk membuat SKCK di Polsek atau Polres. Berikut adalah syarat-syarat administrasi yang harus Anda penuhi untuk membuat SKCK di Polsek atau Polres. (a) Surat pengantar dari kelurahan, (b) Fotokopi KTP 1 lembar, (c) Fotokopi Kartu Keluarga 1 lembar, (d) Pasfoto berwarna latar merah 4 cm x 6 cm sebanyak 5 lembar, (e) Biaya administrasi sebesar Rp20.000,00.

Keempat, setelah Anda sampai di Polres, Anda dapat langsung menuju ke loket pembuatan SKCK. Mintalah formulir pembauatan SKCK kepada petugas. Anda akan diberikan dua formulir, sebuah formulir berisi tentang data diri, riwayat pendidikan, riwayat catatan kasus, dan ciri-ciri fisik Anda. Isilah formulr tersebut sesuai dengan data diri Anda.

Kelima, setelah mengisi formulir Anda akan dipersilakan petugas untuk masuk ke ruang sidik jari. Di ruang ini, Anda harus membuat cap sidik jari sebagai data untuk perumusan sidik jari Anda. Selain itu, Anda juga harus menyerahkan biaya administrasi sebesar Rp10.000,00 dan pasfoto berwarna 1 lembar. Selesai dari pembuatan sidik jari, Anda akan diberikan kartu rumus sidik jari.

Keenam, serahkan kartu rumus sidik jari beserta sisa persyaratan administrasi (pasfoto berwarna 4 lembar dan persyaratan lain) kepada petugas di loket awal (loket pembuatan SKCK). Tunggulah kurang lebih 5-10 menit. Setelah itu, Anda akan dipanggil untuk mengambil SKCK serta membayar biaya administrasi sebesar Rp. 10,000.00.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 12:30 AM

Mengonversi Teks Laporan Menjadi Puisi

Mengonversi menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah perubahan dari satu sistem pengetahuan ke sistem yang lain. Dalam tulisan ini yang dimaksud dengan mengonversi teks adalah mengubah bentuk teks ke bentuk yang lain. Misalnya teks laporan hasil observasi menjadi puisi atau bentuk teks yang lain. Mengonversi teks laporan menjadi puisi berarti mengubah teks laporan ke bentuk puisi. Perubahan bentuk teks yang dilakukan hanya mengubah strukturnya saja, namun isi dari teks tidak diubah.

Dibutuhkan beberapa kemampuan untuk mengonversi teks laporan menjadi puisi. Beberapa kemampuan yang dibutuhkan antara lain pemahaman tentang struktur teks, tema, dan pemilihan kata. Untuk dapat menemukan tema dapat dilakukan dengan membaca teks laporan secrara cermat, dan berulang-ulang, selain itu juga diperlukan banyak latihan. Dengan memperbanyak latihan diharapkan dapat melakukan konversi teks dengan baik. Untuk dapat mengonversi teks laporan hasil observasi menjadi puisi dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut.
  1. Bacalah teks hasil laporan observasi dengan seksama
  2. Tentukan struktur teks laporan hasil observasi
  3. Rumuskan tema umum dari laporan tersebut untuk membantu mengonversi teks tersebut menjadi puisi.
  4. Tentukan makna yang terkandung dalam teks laporan hasil observasi.
  5. Pahami pada bagian deskripsi untuk membantu menuangkan ide dalam puisi
  6. Gunakan bahasa sendiri dengan tetap melibatkan kalimat dalam teks laporan.
  7. Gunakan telinga, mata, hati, peraba untuk menghidupkan imajinasi mengenai tema atau ide yang telah dirumuskan.
  8. Tuliskan hal-hal yang kita pikirkan, rasakan baik itu kegelisahan, kecewa, kegembiraan, simpati, dan lain-lain.
  9. Gunakan pilihan kata yang indah.

Sistem Peredaran Darah Manusia
  1. Sistem peredaran darah manusia terdiri atas darah, pembuluh darah, dan jantung. Semua itu dapat diperinci sebagai berikut.
  2. Darah adalah cairan merah yang kental. Terdapat sekitar 3,5 liter darah pada rata-rata tubuh manusia dan dapat digolongkan menjadi golongan A, B, O, dan AB.
  3. Terdapat tiga jenis pembuluh darah, yaitu arteri, vena, dan kapiler. Pembuluh darah arteri adalah pembuluh darah yang lebar. Pembuluh darah jenis ini menyalurkan darah ke seluruh bagian tubuh. Darah pada pembuluh arteri berwarna merah cerah dan mengandung oksigen. Pembuluh darah vena adalah pembuluh darah yang sempit. Pembuluh darah jenis ini memiliki dinding yang tipis dan tidak elastis. Adapun pembuluh darah kapiler adalah pembuluh darah yang sangat kecil.
  4. Jantung adalah organ yang berbentuk seperti kerucut. Jantung terletak di tengah dada bagian dalam. Jantung merupakan organ yang tebal, berotot, dan mempunyai empat bilik. Rara-rata jantung mempunyai ukuran panjang kira-kira 13 cm, lebar 9 cm, dan tebal 6 cm. Berat jantung sekitar 300 gram.

Contoh konversi teks laporan tentang sistem peredaran darah manusia menjadi puisi antara lain sebagai berikut.

Tanpa dirimu Aku akan mati.
Kau mengalir dalam tiap jengkal tubuh
Dari jantung merayap ke seluruh tubuh
Mengantar makanan ke sel yang kelaparan

Kau hanya berupa cairan merah dan kental
Mengapa kau begitu sangat penting bagiku?
Walau hanya 3,5 liter volumemu
Kau adalah penentu hidup dan matiku

Arteri jadi jalan lebar setiap langkahmu
Menuju tiap ruang dalam tubuh ini
Kau alirkan oksigen demi hidupku
Merah cerah warnamu, aku kagum

Vena jalan lain untukmu
Walau sempit kau tetap melaju
Dinding tipis dan elastis tak membuat kauragu
Tuk menjaga tubuh tuanmu

Sang jantung yang selalu memompamu
Kerucut bentuknya tebal dan beortot
Empat bilik siap menjagamu
Agar selalu mengalir didalam tubuhku

Walau hanya sekepal rupamu
Dan tak sampai setengah kilo beratmu
Tubuh ini tak akan dapat berdiri seperti ini
Tanpa dirimu, oh darah....

Harimau
  1. Harimau (Panthera tigris) digolongkan ke dalam mamalia, yaitu hewan yang menyusui. “Kucing besar” itu adalah hewan pemangsa dan pemakan daging.
  2. Harimau dapat mencapai tinggi 1,5 meter, panjang 3,3 meter, dan berat 300 kilogram. Bulunya berwarna putih dan cokelat keemas-emasan dengan belang atau loreng berwarna hitam. Gigi taringnya kuat dan tajam untuk mengoyak daging. Kakinya berjumlah empat dengan cakar yang kuat untuk menerkam mangsanya.
  3. Harimau mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Harimau dapat hidup di hutan, padang rumput, dan daerah payau atau hutan bakau. Di Indonesia harimau dapat ditemukan di hutan dan hutan bakau di Pulau Sumatera dan Jawa.
  4. Harimau termasuk hewan penyendiri, tetapi mempunyai wilayah yang amat luas untuk berburu mangsa. Wilayahnya dapat mencapai kawasan perdesaan. Populasi harimau cenderung menurun karena sering diburu manusia. Oleh karena itu, harimau saat ini termasuk hewan yang dilindungi pemerintah agar tidak punah.
  5. Harimau menjadi pusat perhatian dalam dunia sastra, seni, dan olahraga. Harimau sering dijadikan tokoh dalam cerita rakyat, objek untuk foto atau gambar, dan maskot dalam olahraga.
Contoh konversi teks laporan tentang harimau menjadi puisi antara lain sebagai berikut.


Panthera tigris nama yang kau sandang
Kucing besar mamalia darat
Raja hutan yang perkasa dan gagah
Pemangsa hewan lain yang beranak

Tubuh kekar ekornya panjang
Bulu putih cokelat keemasan
Taring kuat, tajam mengoyak daging
Kaki empat kokoh bercakar

Di hutan kau menjadi raja
Di padang rumput kau menjadi juaranya
Hutan payau dan bakau kau takhlukan
Jawa dan Sumatera asal daerahmu

Dalam keheningan hutan kau menyendiri
Menjaga wilayah tempat mencari makan
Walau saudaramu sekarang berkurang
Karna ulah manusia yang tak peduli

Dalam sastra dirimu banyak disebut
Dalam olah raga dirimu menjadi maskot
Dalam cerita dirimu menjadi tokoh
Bagaimana nasibmu kini Sang Raja Hutan ?

Karbon
  1. Karbon adalah unsur kimia nonmetal yang disimbolkan dengan huruf C. Karbon berada di alam dalam bentuk karbon murni (seperti berlian dan grafit) dan karbon terikat secara kimia dalam senyawa alam yang dapat berbentuk kristal murni (seperti berlian dan grafit). Karbon umumnya berada dalam senyawa ikatan kimia dengan unsur lain yang juga dapat berbentuk senyawa organik (seperti batu bara dan petroleum) atau senyawa anorganik (seperti gamping dan bubuk pengembang kue). Terlepas dari persebarannya yang cukup luas, karbon hanya berjumlah 0,19 persen dari kerak bumi.
  2. Kedua bentuk dasar karbon tersebut mempunyai sifat-sifat yang sangat berbeda. Berlian terbentuk dari atom yang terikat dengan sangat kuat sehingga dikenal sebagai benda yang paling keras. Di pihak lain, karbon yang kedua, yaitu grafit, memiliki kekerasan lebih rendah daripada berlian. Grafit disusun oleh atom yang berbentuk heksagonal pada lembaran-lembaran yang sejajar. Setiap lembaran hanya terikat secara terpisah-pisah sehingga grafit terasa licin dan dapat digunakan sebagai pelumas atau alat tulis. Benda hitam yang terdapat di dalam pensil adalah grafit. Perbedaan penting lain antara berlian dan karbon adalah daya hantar arus listrik yang dikandung. Berlian adalah benda nonkonduktor (tidak dapat menghantarkan arus listrik), sedangkan grafit adalah benda konduktor (dapat menghantarkan arus listrik). Akan tetapi, baik berlian maupun grafit mempunyai titik leleh dan titik didih yang tinggi.
  3. Sifat optik berlian sangat signifikan. Berlian mempunyai indeks refraksi paling tinggi jika dibandingkan dengan batu permata apa pun sehingga benda ini memantulkan cahaya ke mata dengan lebih menyilaukan daripada pantulan dari jenis batu permata yang lain. Berlian juga mempunyai daya dispersif yang luar biasa. Berlian dapat mengurai cahaya menjadi spektrum yang berwarna-warni.
  4. Pada suhu rendah semua bentuk karbon lembek, tetapi pada suhu tinggi karbon akan bersenyawa dengan oksigen dalam proses oksidasi. Bentuk karbon apa pun ketika bersenyawa dengan oksigen yang banyak pada suhu tinggi akan membentuk karbon monoksida. Karbon monoksida terbentuk sebagai hasil pembakaran mesin yang menggunakan minyak petroleum dan ditemukan dalam jumlah yang besar pada buangan knalpot mesin otomotif. Apabila terkena panas di atmosfer bersama oksigen bebas, karbon dasar akan terkonversi menjadi dioksida. Karbon dioksida relatif tidak reaktif. Bahan yang terbakar pada suhu yang relatif rendah, seperti kayu dan kertas, tidak akan terbakar dalam karbon dioksida. Atas dasar ini, karbon dioksida digunakan sebagai bahan pemadam kebakaran.

Contoh konversi teks laporan tentang karbon menjadi puisi antara lain sebagai berikut.

Sosok misterius dengan inisial C
Bergerak bebas bersama angin yang bertiup
Murni seperti berlian, mengkristal seperti gafit
Itulah dirimu adanya yang kutahu

Tak ada permata yang mampu melawanmu
Refraksi tinggi bagai gunung
Cahaya terpendar dari tubuhmu
Menyilaukan mata yang memandang
Dalam udara yang terhirup olehku
Dalam tambang yang nun jauh di sana
Ujung pensil yang mengisi lembar kertasku
Di sanalah kau bersemayam dalam diam

Ketika badanmu terikat kuat
Kau tampil begitu keras, sekeras berlian
Namun, dalam lembaran sejajar
Kau lebih lembut dan anggun
Dispersif yang luar biasa darimu
Mengurai cahaya bagai pelangi
Menjadi spektrum warna
Indah dan warna-warni

Dalam kebekuan kau begitu lembek
Dalam kehangatan kau bersenyawa
Ketika bertemu oksigen panas
Kau berubah menjadi karbonmonokida
Ketika kau tampil keras,
Arus tak mampu menembus tubuhmu
Namun ketika kau tampil lembut
Segelintir arus merasuk dalam jiwamu

Mesin dan petroleum yang melahirkanmu
Oksigen bebas membentukmu
Namun kau tak reaktif
Disitulah kau berguna bagi manusia
Komodo
  1. Tahukah kalian hewan melata apakah yang paling besar? Hewan itu adalah komodo. Hewan itu hidup di semak-semak belukar dan di daerah hutan di sejumlah pulau di Indonesia.
  2. Komodo adalah hewan melata terberat di dunia yang mempunyai berat 100 kg atau lebih. Komodo terbesar yang pernah diukur mempunyai panjang lebih dari 3 meter dan berat 166 kg, tetapi ukuran komodo rata-rata yang hidup secara liar adalah sekitar 2,5 meter dengan berat 91 kg.
  3. Komodo mempunyai kulit bersisik yang berwarna abu-abu, moncong yang lancip, tungkai lengan yang kuat, dan ekor yang berotot. Komodo menggunakan indra penciuman yang tajam untuk mendeteksi keberadaan bangkai hewan yang terletak beberapa kilometer di kejauhan. Komodo memburu hewan melata lainnya, seperti hewan mamalia yang besar, bahkan kadang-kadang bertindak sebagai hewan kanibal.
  4. Hampir semua bagian gigi komodo tertutup oleh gusi. Ketika komodo sedang makan, gusinya berdarah dan menjadi media ideal bagi berkembangnya bakteri yang berbahaya. Bakteri yang hidup dalam air liur komodo menyebabkan darah korban yang digigit keracunan. Komodo akan menggigit hewan mangsanya, lalu membuntutinya sampai hewan itu lemas tidak berdaya untuk dibawa pergi.
  5. Spesies hewan melata ini terancam punah. Kenyataan itu, antara lain, disebabkan oleh kegiatan perburuan yang tidak bertanggung jawab, terbatasnya hewan yang menjadi mangsanya, dan habitatnya yang rusak.

Contoh konversi teks laporan tentang komodo menjadi puisi antara lain sebagai berikut.

Dirimu makhluk melata terbesar
Yang hidup disemak hutan belukar
Di pulau Komodo kau beredar
Tubuh besar kaki bercakar

Berat tubuhmu membuat musuh gentar
Tiga meter 166 kg jenismu yang terbesar
Beda nasib kawanmu yang liar
Tubuh ringan badan tak besar

Kulit bersisik abu-abu samar
Moncong lancip, tungkai kekar
Ekor berotot menambah sangar
Tampak gagah bila berkoar

Indera pencium tajam bagai radar
Bangkai hewan yang jauh tetap terkejar
Hewan melata semua dihajar
Demi perutmu yang lapar

Gusi menutup gigi tersamar
Gusi berdarah bakteri tersebar
Musuh tergigit bakteri menyebar
Ikuti langkah sampai mangsa tak sadar

Walau dirimu terancam bubar
Oleh manusia yang tak sadar
Tangkap hewan berburu liar
Habitat rusak kaupun terkapar
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 11:04 PM

Mengabstraksi Teks Laporan

Mengabstraksi bisa diartikan sebagai sebuah cara yang dilakukan untuk membuat garis besar dari suatu teks. Jadi, kalian akan membuat sebuah teks lain dengan isi yang lebih umum dari teks laporan hasil observasi yang sudah dibaca. Untuk dapat mengabstraksi sebuah teks laporan hasil observasi diperlukan kemampuan dalam menentukan ide pokok, kalimat utama, kata kunci, dari sebuah teks laporan hasil observasi. Hal yang paling penting dari abstraksi ini adalah pembahasan informasi yang secara global atau umum saja. Jadi, dalam abstraksi ini pembahasan dilakukan tidak secara detail.

Mengabstraksi atau meringkas teks laporan hasil observasi merupakan kegiatan menyusun kembali sebuah teks laporan menjadi lebih singkat tanpa menghilangkan inti teks tersebut. Setiap teks memiliki bentuk inti yang berbeda, misalnya, dalam sebuah teks berbentuk paragraf, inti teks tersebut ada pada gagasan utamanya. Bentuk seperti itu biasanya akan lebih mudah untuk diringkas. Pada teks laporan hasil observasi inti terdapat pada pernyataan umum dan anggota /aspek yang dilaporkan. Berikut ini langkah-langkah mengbastraksi teks laporan hasil observasi.
  1. Membaca teks laporan yang akan diabstraksi.
  2. Menentukan ide-ide pokok dalam teks laporan hasil observasi yang akan diabstraksi.
  3. Menentukan kalimat-kalimat utama dalam teks.
  4. Menentukan mana saja kata kunci dari teks.
  5. Merangkai kalimat dengan menggunakan kata kunci dalam teks.
  6. Menyusun teks menjadi abstraksi.

Cotoh Mengabstraksi teks
  1. Karbon adalah unsur kimia nonmetal yang disimbolkan dengan huruf C. Karbon berada di alam dalam bentuk karbon murni (seperti berlian dan grafit) dan karbon terikat secara kimia dalam senyawa alam yang dapat berbentuk kristal murni (seperti berlian dan grafit). Karbon umumnya berada dalam senyawa ikatan kimia dengan unsur lain yang juga dapat berbentuk senyawa organik (seperti batu bara dan petroleum) atau senyawa anorganik (seperti gamping dan bubuk pengembang kue). Terlepas dari persebarannya yang cukup luas, karbon hanya berjumlah 0,19 persen dari kerak bumi.
  2. Kedua bentuk dasar karbon tersebut mempunyai sifat-sifat yang sangat berbeda. Berlian terbentuk dari atom yang terikat dengan sangat kuat sehingga dikenal sebagai benda yang paling keras. Di pihak lain, karbon yang kedua, yaitu grafit, memiliki kekerasan lebih rendah daripada berlian. Grafit disusun oleh atom yang berbentuk heksagonal pada lembaran-lembaran yang sejajar. Setiap lembaran hanya terikat secara terpisah-pisah sehingga grafit terasa licin dan dapat digunakan sebagai pelumas atau alat tulis. Benda hitam yang terdapat di dalam pensil adalah grafit. Perbedaan penting lain antara berlian dan karbon adalah daya hantar arus listrik yang dikandung. Berlian adalah benda nonkonduktor (tidak dapat menghantarkan arus listrik), sedangkan grafit adalah benda konduktor (dapat menghantarkan arus listrik). Akan tetapi, baik berlian maupun grafit mempunyai titik leleh dan titik didih yang tinggi.
  3. Sifat optik berlian sangat signifikan. Berlian mempunyai indeks refraksi paling tinggi jika dibandingkan dengan batu permata apa pun sehingga benda ini memantulkan cahaya ke mata dengan lebih menyilaukan daripada pantulan dari jenis batu permata yang lain. Berlian juga mempunyai daya dispersif yang luar biasa. Berlian dapat mengurai cahaya menjadi spektrum yang berwarna-warni.
  4. Pada suhu rendah semua bentuk karbon lembek, tetapi pada suhu tinggi karbon akan bersenyawa dengan oksigen dalam proses oksidasi. Bentuk karbon apa pun ketika bersenyawa dengan oksigen yang banyak pada suhu tinggi akan membentuk karbon monoksida. Karbon monoksida terbentuk sebagai hasil pembakaran mesin yang menggunakan minyak petroleum dan ditemukan dalam jumlah yang besar pada buangan knalpot mesin otomotif. Apabila terkena panas di atmosferbersama oksigen bebas, karbon dasar akan terkonversi menjadi dioksida. Karbon dioksida relatif tidak reaktif. Bahan yang terbakar pada suhu yang relatif rendah, seperti kayu dan kertas, tidak akan terbakar dalam karbon dioksida. Atas dasar ini, karbon dioksida digunakan sebagai bahan pemadam kebakaran.

Abstraksi Teks
Setelah membaca teks laporan hasil observasi tentang karbon di atas, selanjutnya adalah menententukan ide-ide pokok dari tiap paragraf. Dari teks di atas, didapat ide-ide pokok sebagai berikut.
  • Paragraf 1 : Karbon disimbolkan dengan huruf C.
  • Paragraf 2 : Bentuk dasar karbon
  • Paragraf 3 : Sifat optik berlian
  • Paragraf 4 : Bentuk karbon ketika bersenyawa dengan oksigen

Setelah menententukan ide-ide pokoknya, tentukan kalimat-kalimat utama dalam teks tersebut.
  • Paragraf 1 : Karbon adalah unsur kimia nonmetal yang disimbolkan dengan huruf C.
  • Paragraf 2 : Kedua bentuk dasar karbon tersebut mempunyai sifat-sifat yang sangat berbeda.
  • Paragraf 3 : Sifat optik berlian sangat signifikan.
  • Pargraf 4 : Pada suhu rendah semua bentuk karbon lembek, tetapi pada suhu tinggi karbon akan bersenyawa dengan oksigen dalam proses oksidasi.
Kemudian tentukan kata kuncinya. Kata kunci dari teks di atas antara lain : simbol karbon, bentuk dasar karbon, sifat optik berlian, dan senyawa karbon. Dari kata-kata kunci tersebut kemudian disusun menjadi teks abtrak dengan benar:
“Karbon adalah unsur kimia yang dilambangkan dengan huruf C. Karbon berada di alam dalam bentuk karbon murni (seperti berlian dan grafit) dan karbon terikat secara kimia dalam senyawa alam. Kedua bentuk dasar karbon mempunyai sifat-sifat yang sangat berbeda. Berlian terbentuk dari atom yang terikat dengan sangat kuat sehingga dikenal sebagai benda yang paling keras, grafit memiliki kekerasan lebih rendah daripada berlian. Sifat optik berlian sangat signifikan. Berlian mempunyai indeks refraksi paling tinggi jika dibandingkan dengan batu permata apa pun dan mempunyai daya dispersif yang luar biasa. Pada suhu rendah semua bentuk karbon lembek, tetapi pada suhu tinggi karbon akan bersenyawa dengan oksigen dalam proses oksidasi membentuk karbonmonoksida. Jika terkena panas di atmosfer bersama oksigen, karbon akan membentuk karbondioksida.”

Contoh 2
Sistem peredaran darah manusia terdiri atas darah, pembuluh darah, dan jantung. Semua itu dapat diperinci sebagai berikut.Darah adalah cairan merah yang kental. Terdapat sekitar 3,5 liter darah pada rata-rata tubuh manusia dan dapat digolongkan menjadi golongan A, B, O, dan AB.

Terdapat tiga jenis pembuluh darah, yaitu arteri, vena, dan kapiler. Pembuluh darah arteri adalah pembuluh darah yang lebar. Pembuluh darah jenis ini menyalurkan darah ke seluruh bagian tubuh. Darah pada pembuluh arteri berwarna merah cerah dan mengandung oksigen. Pembuluh darah vena adalah pembuluh darah yang sempit. Pembuluh darah jenis ini memiliki dinding yang tipis dan tidak elastis. Adapun pembuluh darah kapiler adalah pembuluh darah yang sangat kecil.

Jantung adalah organ yang berbentuk seperti kerucut. Jantung terletak di tengah dada bagian dalam. Jantung merupakan organ yang tebal, berotot, dan mempunyai empat bilik. Rara-rata jantung mempunyai ukuran panjang kira-kira 13 cm, lebar 9 cm, dan tebal 6 cm. Berat jantung sekitar 300 gram.(Diadaptasikan dari Reading and Thinking in English, Vol. 1, 1986: 14).

Abstraksi Teks
Setelah membaca teks tentang perdaran darah di atas, selanjutnya adalah menententukan ide-ide pokok dari tiap paragraf. Dari teks tersebut, terdapat ide-ide pokok sebagai berikut.
  1. Paragraf 1 : Sistem peredaran darah manusia.
  2. Paragraf 2 : Tiga jenis pembuluh darah pada manusia.
  3. Paragraf 3 : Pengertian dan gambaran jatung manusia.

Setelah ditentukan ide-ide pokoknya, tentukan kalimat-kalimat utama dalam teks tersebut.
  1. Paragraf 1 : Sistem peredaran darah manusia terdiri atas darah, pembuluh darah, dan jantung
  2. Paragraf 2 : Terdapat tiga jenis pembuluh darah, yaitu arteri, vena, dan kapiler.
  3. Paragraf 3 : Jantung adalah organ yang berbentuk seperti kerucut. Jantung terletak di tengah dada bagian dalam.

Kata kunci dari teks di atas antara lain : sistem peredaran darah manusia, jenis pembuluh darah, dan jantung. Dari kata-kata kunci tersebut kemudian disusun menjadi teks abtrak sebagai berikut:
“Sistem peredaran darah manusia terdiri atas darah, pembuluh darah, dan jantung. Terdapat tiga jenis pembuluh darah, yaitu arteri, vena, dan kapiler. Pembuluh darah arteri adalah pembuluh darah yang lebar. Pembuluh darah jenis ini menyalurkan darah ke seluruh bagian tubuh. Adapun pembuluh darah kapiler adalah pembuluh darah yang sangat kecil. Jantung adalah organ yang berbentuk seperti kerucut. Jantung terletak di tengah dada bagian dalam.”
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 8:26 PM

Pantun Tentang Lingkungan

Pantun merupakan puisi melayu lama asli indonesia yang terdiri dari sampiran dan isi dengan rima a-b-a-b. Pantun adalah sebuah karya yang tidak hanya memiliki rima dan irama yang indah, namun juga mempunyai makna yang penting. Berdasarkan isinya, pantun dapat dikelompokkan menjadi pantun anak-anak, pantun cinta dan kasih sayang, pantun adat istiadat, pantun agama, pantun cerita, pantun nasehat, dan pantun pujian. Pantun awalnya merupakan karya sastra indonesia lama yang diungkapkan secara lisan, namun seiring berkembangnya zaman sekarang pantun mulai diungkapkan tertulis.

Salah satu jenis pantun berdasarkan isinya adalah pantun nasehat. Pantun nasihat  adalah jenis pantun penuntun, berisi penyampaian pesan moral yang  sarat dengan nilai-nilai luhur agama, budaya dan norma sosial masyarakat. Melalui  pantun nashehat-nilai-nilai luhur disebarluaskan di tengah-tengah masyarakat. Salah satu pesan yang dapat disampaikan melalui pantun nasehat adalah tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Masalah lingkungan hidup merupa­kan masalahyang memerlukan perhatian khusus dari kita semua. Setiap orang di­harapkan berpartisipasi dan bertanggung jawab untuk mengatasinya. Secara sederhana, dengan meman­dang sekitar kita, maka terlihat banyak­nya sampah yang dibiarkan berserakan di sepanjang jalan, di halaman rumah, di parit, di pasar- pasar atau tempat-tem­pat kosong sekitar permukiman. Tum­pukan sampah tersebut akan menjadi tempat bersarangnya lalat, nyamuk dan binatang lain, mengeluarkan bau tidak enak, dan menjadi sumber penyebaran penyakit. 

Melihat kenyataan dewasa ini, dimana banyak fenomena alam yang sangat memilukan seperti tanah longsor, banjir, gempa dan sebagainya di beberapa daerah di Indonesia. Sebagai bentuk partisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan dapat dilakukan dengan membuat pantun tentang lingkungan. Berikut ini beberapa pantun tentang lingkungan.

1. Galau hati buatku sesak
Melihat dirimu yang sendiri
Kalau bumi ini rusak
Manusia juga yang merugi
11. Buah tangan bercampur terasi
Bekal rujak di kala rehat
Lingkungan bersih bebas polusi
Akal bijak berbadankan sehat
2. Mengalir suara serasa tertahan
Tepi kota jarang dicemari
Air dan udara anugrah Tuhan
Tapi kita sering mengotori
12. Lari kita dalam perlombaan
Berjuang untuk jadi juaranya
Mari kita jaga lingkungan
Buang sampah pada tempatnya
3. Bunga mekar menghiasi taman
Sangkar burung bertali hijau
Mari kita sirami tanaman
Agar lingkungan asri dan hijau
13. Dari Jogja ke bagan kota
Hendak melepas  kereta  kencana
Mari menjaga lingkungan kita
Kelak hidup bebas bencana
4. Hati ini terasa gundah
Tak ada yang menemani
Alam ini sangat indah
Tapi sayang tak ada yang peduli
14. Kapal berlayar tanpa muatan
Diiringi music orkes simponi
Bumi merana kehabisan hutan
Tanam pohon hanya seremoni
5. Langit luas berwarna biru
Perhiasan bagi kedua mata
Alam terkembang menjadi guru
Penuh hikmah dari Sang Pencipta
15. Api membara karena dikipas
Panas menyengat hewan melata
Tambang dicari hutan dilibas
Hasilnya dibagi tidak merata
6. Jika santai jangan sendirian
Dekapan kawan tak bolehrenggang
Jika pantai bebas pencemaran
Tangkapan ikan takkan berkurang
16. Cabe merah rasanya pedas
Kalau makan jangan dikunyah
Hutan rusak berganti cadas
Air kering hewan pun punah
7. Berguling bawa bunga anyelir
Walau repot, terus berlanjut
Sering juga menyebabkan banjir
Kalau got dan selokannya semrawut
17. Ikan di kolam berebut umpan
Umpan beracun ikan merana
Manusia serakah membabat hutan
Nafsu ditukar dengan bencana
8. Lampu mati gelap gulita
Hidupkan senter biar terang
Buanglah sampah pada tempatnya
Lingkungan sehat belajar pun tenang
18. Air kotor dalam kubangan
Diminum hewan yang merana
Manusia tega merusak lingkungan
Sebagai makhluk yang sempurna
9. Biarkan air mengalir terus ke parit
Kala hujan rumputnya dibersihkan
Kalau pake air harus selalu irit
Jika berlebihan temannya setan
19. Menarik juga hasil anyaman
Pakan dan lungsi cara membuatnya
Mari kita menjaga hutan
Jangan sampai kita merusaknya 
10. Pergilah berlibur ke rumah paman
Carilah nampan berburu laron
Ambillah cangkul pergi ke taman
Marilah kita tanam seribu pohon
20 Cantik juga si pohon mawar
Cara benar hiasi halaman
Mari jaga lingkungan sekitar
Udara segar hatipun nyaman 
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 5:35 PM