Aspek Kebahasaan Teks Deskripsi

Untuk memahami hal merujuk kata, imbuhan kata, dan kelompok kata pada teks, perhatikan contoh berikut Tari Gambyong merupakan tarian untuk menyambut tamu atau mengawali suatu resepsi perkawinan. Tarian ini dinamai sesuai dengan nama penari yang bernama Gambyong. Penari ini hidup pada zaman Sunan Paku Buwana IV di Surakarta. Kata "penari" merujuk pada kata "gambyong". Kelompok kata “tarian ini” merujuk pada kelompok kata “ tari Gambyong”. Imbuhan pada kalimat contoh, antara lain meng-, -kan, -i, per--an. Sementara itu, kelompok kata dalam kalimat contoh adalah resepsi perkawinan.

Tari Kecak
Tari Kecak merupakan pertunjukan seni khas Bali yang diciptakan tahun 1930-an. Tari itu dimainkan oleh puluhan laki-laki yang duduk berbaris melingkar. Pada saat menari, mereka menyerukan kata “cak” dengan irama tertentu seraya mengangkat kedua lengannya. Para penari itu mengenakan kain kotak-kotak seperti papan catur melingkari pinggang mereka.

Tarian ini merupakan gambaran kisah Ramayana tatkala barisan kera membantu Rama melawan Rahwana. Rama ingin membebaskan Shinta yang diculik oleh Rahwana. Tari Kecak diciptakan pada tahun 1930-an oleh I Wayan Limbak yang bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies. Pada awalnya, dua seniman itu terpesona oleh tari-tarian dalam ritual Sanghyang. Ketika itu, para penari Sanghyang menari dalam kondisi kemasukan ruh atau kerasukan. Ritual Sanghyang sendiri merupakan ritual masyarakat Bali yang bersumber dari tradisi pra-Hindu dengan tujuan menolak bala. Ritual ini kemudian diadopsi oleh I Wayan Limbak dan Walter Spies menjadi sebuah seni pertunjukkan oleh umum dan ditampilkan di berbagai negara di Eropa dengan nama Tari Kecak.

Rujukan Kata Teks "Tari Kecak"
  1. Tari Kecak merupakan pertunjukan seni khas Bali yang diciptakan tahun 1930-an. Tari itu dimainkan oleh puluhan laki-laki yang duduk berbaris melingkar.(Tari Kecak = Tarian itu).
  2. Pada saat menari, mereka menyerukan kata “cak” dengan irama tertentu seraya mengangkat kedua lengannya. Para penari itu mengenakan kain kotak-kotak seperti papan catur melingkari pinggang mereka.(Mereka = Para penari).
  3. Tari Kecak diciptakan pada tahun 1930-an oleh I Wayan Limbak yang bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies. Pada awalnya, dua seniman itu terpesona oleh tari-tarian dalam ritual Sanghyang. (I Wayan Lambak dan Walter Spies = dua seniman).
  4. Ritual Sanghyang sendiri merupakan ritual masyarakat Bali yang bersumber dari tradisi pra-Hindu dengan tujuan menolak bala. Ritual ini kemudian diadopsi oleh I Wayan Limbak dan Walter Spies menjadi sebuah seni pertunjukkan oleh umum dan ditampilkan di berbagai negara di Eropa dengan nama Tari Kecak. (Ritual Sanghyang = Ritual ini).
tari kecak
Imbuhan Kata
Kata berimbuhan adalah kata dasar yang mendapat awalan (prefiks), akhiran (sufiks), dan sisipan (infiks). Contoh:
No. Proses Pembentukan Bentukan Kata No. Proses Pembentukan Bentukan Kata
1. per-an + tunjuk pertunjukan 7. me-i+lingkar melingkari
2. di-kan+ cipta diciptakan 8. me-kan+bebas membebaskan
3. di-kan+main dimainkan 9. ke-an+masuk kemasukan
4. ber+baris berbaris 10. ber+sumber bersumber
5. me-kan+seru menyerukan 11. di-kan+tampil ditampilkan
6. me+angkat mengangkat 12. ber+bagai berbagai

2. Kelompok kata (frasa)
Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat non-predikatif maksudnya di antara kedua kata itu tidak ada yang berkedudukan sebagai predikat dan hanya memiliki satu makna gramatikal. Berdasarkan jenis/kelas kata frasa terbagi menjadi :
  • Frasa nominal, yaitu frasa yang unsur pembentukannya berinti kata benda. Dapat berfungsi menggantikan kata benda. Contoh :buku tulis, lemari besi, ibu bapak.
  • Frasa verbal, yaitu frasa yang unsur pembentukannya berinti kata kerja. Dapat berfungsi menggantikan kedudukan kata kerja dalam kalimat. Contoh : sedang belajar, akan datang, belum muncul, baru menyadari, tidak mandi
  • Frasa ajektiva, yaitu frasa yang unsur pembentukannya berinti kata sifat. Contoh : cukup pintar, tidak cantik, hitam manis
  • Frasa preposisional, yaitu frasa yang unsur pembentukannya menggunakan kata depan. Contoh: di rumah,  dari Bandung,  ke pantai
No. Proses Pembentukan Kelompok Kata (Frasa) Kelompok Kata (Frasa) No. Proses Pembentukan Kelompok Kata (Frasa) Kelompok Kata (Frasa)
1. tari + kecak tari kecak 5. seni + pertunjukkan seni pertunjukkan
2. papan + catur papan catur 6. pertunjukkan + seni pertunjukkan seni
3. ritual + Sanghyang ritual Sanghyang 7. barisan + kera barisan kera
4. masyarakat + Bali masyarakat Bali 8. bekerja + sama bekerja sama

Konjungsi
Pada teks model berjudul "Tari Kecak" ditemukan beberapa konjungsi, yaitu dan, tetapi, sehingga. Konjungsi dan digunakan untuk menambah deskripsi, konjungsi tetapi digunakan untuk memperlawankan unsur deskripsi, dan konjungsi sehingga digunakan untuk menghubungkan sebab dan akibat unsur deskripsi.

Contoh :
  1. Dan : Ritual ini kemudian diadopsi oleh I Wayan Limbak dan Walter Spies menjadi sebuah seni pertunjukkan oleh umum dan ditampilkan di berbagai negara di Eropa dengan nama Tari Kecak. 
  2. Tetapi : Tari kecak merupakan salah satu hasil kebudayaan bangsa Indonesia, tetapi banyak generasi muda saat ini yang tidak mengenal tarian tersebut.
  3. Sehingga : Tari kecak harus tetap dilestarikan turun temurun dari generasi sekarang ke generasi yang akan datang, sehingga Tari Kecak tidak akan pernah hilang ditelan kemajuan jaman.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 5:42 PM

Mengenal Kalimat Deskripsi

Kalimat deskripsi adalah kalimat yang berisi gambaran sifat-sifat benda yang dideskripsikan. Sifat-sifat itu, antara lain, berupa ukuran (besar-kecil, tinggi-rendah), warna (merah, kuning, biru), rasa (manis, pahit, getir, halus, kasar), atau sifat-sifat fisik yang lain. Kalimat deskripsi menggambarkan atau melukiskan sesuatu sehidup-hidupnya, seperti keaadaan alam, ruangan, dan keindahan wajah seseorang. Dengan kata lain, kalimat deskripsi adalah kalimat yang menggambarkan keadaan, bentuk, atau suasana tertentu, seperti benda, orang, tempat sesuai dengan objek yang sebenarnya.

Struktur teks deskripsi terdiri dari deskripsi umum dan deskripsi bagian. Teks deskripsi tersusun atas beberapa struktur yaitu deskripsi umum dan deskripsi bagian Pada bagan deskripsi umum dijelaskan tentang definisi/identitas objek yang dideskrpsikan. Pada bagian deskripsi bagian dijelaskan pengklasifikasian objek yang dideskripsikan. Pengklasifikasian dijelaskan secara lebih rinci dengan memberikan gambaran-gambaran yang jelas. Deskripsi bagian terdapat pada paragraf ke-2 dan ke-3. Perhatikan contoh teks deskripti tentang Tari Saman Berikut ini.

Tari Saman
Tari Saman tercatat di UNESCO pada Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia. Penetapan itu dilaksanakan pada Sidang ke-6 Komite Antar- Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Takbenda UNESCO di Bali, pada 24 November 2011. Pada awalnya Tari Saman merupakan salah satu media untuk menyampaikan pesan (dakwah) dan ditarikan oleh laki-laki. Tari Saman mengandung pendidikan keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan, dan kebersamaan.

Penari Saman berjumlah ganjil. Mereka menyanyikan syair lagu berbahasa Gayo bercampur dengan bahasa Arab saat menari. Nyanyian dalam Tari Saman dibagi dalam lima macam. Regnum adalah nyanyian berupa suara auman. Dering adalah suara auman yang dilakukan oleh semua penari. Redet adalah lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari. Sek adalah lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak. Saur yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo. Selain nyanyian, gerakan penari Saman diiringi alat musik berupa gendang, suara teriakan penari, tepuk tangan penari, tepuk dada penari, dan tepuk paha penari. Gerak dalam tari itu disebut guncang, kirep, lingang, dan surang-saring (semua nama gerak ini adalah bahasa Gayo).

Kostum atau busana khusus Tari Saman terbagi tiga bagian. Pada kepala dipakai bulang teleng dan sunting kepies. Bulang teleng, yaitu kain berdasar hitam berbentuk empat persegi panjang. Sunting kepies atau tajuk bunga digunakan di bagian kanan kepala. Pada badan dipakai baju kantong, celana, dan kain sarung. Baju kantong disebut juga baju kerawang yaitubaju bertangan pendek berwarna hitam disulam benang putih, hijau, dan merah. Pada tangan dipakai topong gelang dan sapu tangan. Penggunaan warna pada kostum penari sangat penting menurut tradisi karena warna mengandung nilai-nilai yang menunjukkan identitas, kekompakan, kebijakan, keperkasaan, keberanian, dan keharmonisan para pemakainya.

Pembahasan:
  1. Nama kostum yang dipakai di kepala penari Saman disebut Bulang Teleng dan Sunting Kepies.
  2. Kostum Tari saman terbagi dalam tiga bagian.
  3. Ciri gerak Tari Saman adalah gerakan penari Saman diiringi alat musik berupa gendang, suara teriakan penari,  tepuk tangan penari, tepuk dada penari, dan tepuk paha penari.
  4. Pada mulanya Tari Saman ditarikan untuk menyampaikan pesan (dakwah)
  5. Penggunaan warna penting pada kostum penari Saman karena mengandung nilai-nilai yang menunjukkan identitas, kekompakan, kebijakan, keperkasaan, keberanian, dan keharmonisan para pemakainya.
  6. Menurut UNESCO, Tari Saman tercatat dalam Daftar Representatif Budaya Tak benda Warisan Manusia.
  7. Deskripsi umum dijelaskan pada paragraf pertama dan deskripsi bagian dijelaskan pada paragraf kedua dan ketiga.
  8. Gambaran perincian kostum Tari Saman terdapat pada paragraf ketiga.
  9. Berikut ini gambaran perincian kostum Tari Saman: Kostum atau busana khusus Tari Saman terbagi tiga bagian. Pada kepala dipakai bulang teleng dan sunting kepies. Bulang teleng, yaitu kain berdasar hitam berbentuk empat persegi panjang. Sunting kepies atau tajuk bunga digunakan di bagian kanan kepala. Pada badan dipakai baju kantong, celana, dan kain sarung. Baju kantong disebut juga baju kerawang yaitu baju bertangan pendek berwarna hitam disulam benang putih, hijau, dan merah. Pada tangan dipakai topong gelang dan sapu tangan.
  10. Pada paragraf terakhir, penulis menggambarkan tentang bagian-bagian pada kostum penari Tari Saman. 

Tari Gambyong
Tari Gambyong adalah tarian untuk menyambut tamu atau mengawali suatu resepsi perkawinan. Tarian ini dinamai sesuai dengan nama penari yang bernama Gambyong. Penari ini hidup pada zaman Sunan Paku Buwana IV di Surakarta. Dia mahir dalam menari dan memiliki suara merdu sehingga menjadi pujaan kaum muda pada zaman itu.

Koreografi tari Gambyong sebagian besar berpusat pada penggunaan gerak kaki, tubuh, lengan, dan kepala. Penari tidak hanya lentur tubuhnya, tetapi juga harus terampil. Ada berbagai gerak dalam tari Gambyong. Gerak srisig adalah gerak dengan sikap berdiri jinjit dilanjutkan dengan langkah-langkah kecil. Nacah miring yaitu kaki kiri bergerak ke samping, bergantian disusul kaki kanan diletakkan di depan kaki kiri. Kengser adalah gerak kaki ke samping dengan cara bergeser dengan posisi kaki tetap merapat ke lantai. Gerak embat atau entrag adalah gerak dengan posisi lutut yang membuka karena mendhak bergerak ke bawah dan ke atas. Selain itu, ada juga gerak berjalan (sekaran mlaku), dan gerak di tempat (sekaran mandheg).

Beberapa istilah khusus yang berhubungan dengan senitari antara lain sebagai berikut.
Istilah Arti
Tari Gambyong Tari gambyong adalah tarian untuk menyambut tamu atau mengawali suatu resepsi perkawinan
sekaran mlaku Gerak berjalan
entrag Entrag adalah gerak dengan posisi lutut yang membuka karena mendhak bergerak ke bawah dan ke atas
koreografi Koreografi adalah seni mencipta dan mengubah tari
resepsi Resepsi adalah pertemuan resmi yang diadakan untuk menerima tamu
mahir Mahir adalah sangat terkatih dalam mengejakan sesuatu
tarian Tarian adalah ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan ke dalam gerak yang ritmis dan indah
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 5:00 PM

Teks Observasi tentang Taman Nasional

Teks laporan hasil observasi terdiri atas definisi umum (pembukaan), deskripsi bagian, dan deskripsi manfaat. Salah satu sumber tulisan yang dapat digunakan untuk membuat teks laporan hasil observasi adalah buku, koran, majalah, dan media internet. Anda diminta mencari tulisan dalam media tentang Taman Nasional yang ada di Indonesia, kemudian mengubahnya sesuai dengan struktur teks laporan hasil observasi. Indonesia memiliki beberapa taman nasional yang terkenal. Jika teks itu kurang sesuai dengan laporan hasil observasi, anda diminta mengubahnya sesuai dengan struktur teks laporan hasil observasi tersebut.

Taman Nasional
Taman Nasional adalah Kawasan Pelestarian Alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Kriteria suatu wilayah dapat ditunjuk dan ditetapkan sebagai kawasan taman nasional meliputi: memiliki sumber daya alam hayati dan ekosistem yang khas dan unik yang masih utuh dan alami serta gejala alam yang unik; memiliki satu atau beberapa ekosistem yang masih utuh; mempunyai luas yang cukup untuk menjamin kelangsungan proses ekologis secara alami; dan merupakan wilayah yang dapat dibagi kedalam zona inti, zona pemanfaatan, zona rimba, dan/atau zona lainnya sesuai dengan keperluan.

Berikut ini contoh teks laporan hasil observasi tentang Taman Nasional Baluran.

Struktur teks Kalimat
Definisi umum Taman Nasional Baluran merupakan perwakilan ekosistem hutan yang spesifik kering di Pulau Jawa, terdiri dari tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. 
Deskripsi Bagian Tumbuhan yang ada di taman nasional ini sebanyak 444 jenis, diantaranya terdapat tumbuhan asli yang khas dan menarik yaitu widoro bukol (Ziziphus rotundifolia), mimba (Azadirachta indica), dan pilang (Acacia leucophloea). Widoro bukol, mimba, dan pilang merupakan tumbuhan yang mampu beradaptasi dalam kondisi yang sangat kering (masih kelihatan hijau), walaupun tumbuhan lainnya sudah layu dan mengering.

Tumbuhan yang lain seperti asam (Tamarindus indica), gadung (Dioscorea hispida), kemiri (Aleurites moluccana), gebang (Corypha utan), api-api (Avicennia sp.), kendal (Cordia obliqua), manting (Syzygium polyanthum), dan kepuh (Sterculia foetida).

Terdapat 26 jenis mamalia diantaranya banteng (Bos javanicus javanicus), kerbau liar (Bubalus bubalis), ajag (Cuon alpinus javanicus), kijang (Muntiacus muntjak muntjak), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus melas), kancil (Tragulus javanicus pelandoc), dan kucing bakau (Prionailurus viverrinus). Satwa banteng merupakan maskot/ciri khas dari Taman Nasional Baluran.

Selain itu, terdapat sekitar 155 jenis burung diantaranya termasuk yang langka seperti layang-layang api (Hirundo rustica), tuwuk/tuwur asia (Eudynamys scolopacea), burung merak (Pavo muticus), ayam hutan merah (Gallus gallus), kangkareng (Anthracoceros convecus), rangkong (Buceros rhinoceros), dan bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus).
Deskripsi Manfaat Taman Nasional Baluran sebagai salah satu kawasan konservasi yang didalamnya memiliki berbagai macam flora dan fauna dan ekosistem memiliki beragam manfaat baik manfaat dalam pemanfaatan skala terbatas maupun luas, berupa produk jasa lingkungan, seperti udara bersih dan pemandangan alam.

Kedua manfaat tersebut berada pada suatu ruang dan waktu yang sama, sehingga diperlukan suatu bentuk kebijakan yang mampu mengatur pengalokasian sumberdaya dalam kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan dan aspek sosial ekonomi masyarakat sekitarnya.

Taman Nasional Ujung Kulon
Struktur teks Kalimat
Definisi umum Taman Nasional Ujung Kulon merupakan perwakilan ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah yang tersisa dan terluas di Jawa Barat, serta merupakan habitat yang ideal bagi kelangsungan hidup satwa langka badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan satwa langka lainnya.
Deskripsi Bagian Keanekaragaman tumbuhan dan satwa di Taman Nasional Ujung Kulon mulai dikenal oleh para peneliti, pakar botani Belanda dan Inggris sejak tahun 1820.

Kurang lebih 700 jenis tumbuhan terlindungi dengan baik dan 57 jenis diantaranya langka seperti; merbau (Intsia bijuga), palahlar (Dipterocarpus haseltii), bungur (Lagerstroemia speciosa), cerlang (Pterospermum diversifolium), ki hujan (Engelhardia serrata)dan berbagai macam jenis anggrek.

Satwa di Taman Nasional Ujung Kulon terdiri dari 35 jenis mamalia, 5 jenis primata, 59 jenis reptilia, 22 jenis amfibia, 240 jenis burung, 72 jenis insekta, 142 jenis ikan dan 33 jenis terumbu karang. Satwa langka dan dilindungi selain badak Jawa adalah banteng (Bos javanicus javanicus), ajag (Cuon alpinus javanicus), surili (Presbytis comata comata), lutung (Trachypithecus auratus auratus), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus), kucing batu (Prionailurus bengalensis javanensis), owa (Hylobates moloch), dan kima raksasa (Tridacna gigas).

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan obyek wisata alam yang menarik, dengan keindahan berbagai bentuk gejala dan keunikan alam berupa sungai-sungai dengan jeramnya, air terjun, pantai pasir putih, sumber air panas, taman laut dan peninggalan budaya/sejarah (Arca Ganesha, di Gunung Raksa Pulau Panaitan). Kesemuanya merupakan pesona alam yang sangat menarik untuk dikunjungi dan sulit ditemukan di tempat lain.
Deskripsi Manfaat Taman Nasional Ujung Kulon sebagai salah satu kawasan konservasi yang didalamnya memiliki berbagai macam flora dan fauna dan ekosistem memiliki beragam manfaat baik manfaat dalam pemanfaatan skala terbatas maupun luas, berupa produk jasa lingkungan, seperti udara bersih dan pemandangan alam.

Kedua manfaat tersebut berada pada suatu ruang dan waktu yang sama, sehingga diperlukan suatu bentuk kebijakan yang mampu mengatur pengalokasian sumberdaya dalam kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan dan aspek sosial ekonomi masyarakat sekitarnya.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 3:56 PM

Mewawancarai Orang Tua atau Saudara

Setelah memahami teks laporan hasil observasi, selanjutnya adalah melakukan kegiatan wawancara. Wawancara merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi di mana sang pewawancara melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh orang yang diwawancarai. Dalam wawancara ini diminta berkomunikasi dengan orang tua atau saudaramu tentang “Perawatan Hewan Peliharaan”.

Wawancara merupakan kegiatan untuk mendapatkan informasi dari narasumber, yaitu orang yang diwawancarai. Kegiatan wawancara berlangsung antara pewawancara dan narasumber. Untuk melakukan wawancara, pewawancara harus menggunakan bahasa yang sopan. sebaiknya sebelum melakukan wawancara membuat pertanyaan-pertanyaan agar memperloleh informasi yang kita butuhkan. Berikut ini contoh teks wawancara tentang seseorang yang mewawancarai orang yang memiliki hewan peliharaan berupa kucing.

“ Perawatan Hewan Peliharaan ”
Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan bantuan orang lain. Di samping itu, manusia juga termasuk senang terhadap binatang terutama untuk memelihara binatang/hewan peliharaan. Banyak sekali contoh-contoh hewan peliharaan, antara lain : ayam, kucing, kelinci, kambing, dan lain-lain. Dalam wawancara tersebut dapat menggunakan narasumber orang tua maupun saudara. Dalam contoh di bawah ini yang diwawancarai adalah kakak, yang sangat suka memelihara hewan peliharaan kucing. Inilah wawancara kami :

Wawan : "Assalamu'alaikum , Kak Agus!"
Kak Agus : "Wa'alaikumsalam, Wan!"
Wawan :
"Langsung saja, Kak. Bolehkah saya meminta waktunya untuk mewawancarai Kak Agus tentang perawatan hewan peliharaan ?”"
Kak Agus : "Ya, tentu boleh Wan. Silahkan !"
Wawan :
"Ya, terima kasih, Kak. langsung saja Wawan mulai ya. Apa sih pengertian hewan peliharaan menurut Kak Agus?"
Kak Agus :
"Menurut Kakak hewan peliharaan adalah hewan yang dipelihara oleh manusia dengan keikhlasan dan kesenangan hati dalam memelihara"
Wawan : "Oh,  Kak Agus sendiri saat ini mempunyai hewan peliharaan apa saja Kak?"
Kak Agus :
"Saat ini saya memiliki banyak hewan peliharaaan. Kucing, aneka jenis burung, iguana, dan ayam"
Wawan :
"Dari sekian banyak hewan peliharaan yang Kakak miliki, hewan apa yang paling Kakak sukai?"
Kak Agus : "Saya sangat menyukai kucing !"
Wawan : "Mengapa Kak Agus suka memelihara kucing?"
Kak Agus :
"Saya suka karena kucing itu adalah hewan yang lucu, imut dan bulunya halus. Dari berbagai jenis kucing yang saya ketahui, Kucing angora adalah kucing bulunya yang banyak dan lembut. Sedangkan kucing liar bulunya pendek dan banyak yang kasar."
Wawan : "Untuk cara pemeliharaan kucing tersebut, bagaimana caranya Kak?"
Kak Agus :
"Mudah saja, Caranya yaitu memberi makan setiap hari, memandikan kucing setiap 1 minggu 2 kali, dan memotong kukunya setiap 1 minggu 1 kali."
Wawan :
"Jadi cukup mudah ya, Kak. trus apa manfaat memelihara kucing tersebut bagi Kak Agus?"
Kak Agus :
"Memelihara kucing juga banyak memberikan manfaat, diantaranya adalah dapat menemani kita untuk bermain jika tidak punya teman, menemani saat kita tidur, dan menghibur kita dikala sedih. Memelihara kucing kadang juga menimbulkan berbagai tanggapan yang salah, diantaranya adalah karena terlalu dekat dengan kucing banyak dari kalangan wanita yang mempunyai penyakit pernafasan yang disebabkan oleh bulu kucing."
Wawan :
"Wah lengkap banget penjelasan dari Kakak. Informasi yang saya butuhkan sudah cukup nih, Kak. Terima kasih atas waktu dan kesempatannya untuk mewawancarai Kak Agus."
Kak Agus :
"Ya, sama-sama. Wan!"
Wawan :
"Assalamu’alaikum Wr. Wb"
Kak Agus :
"Wa’alaikumsalam Wr. Wb"

Laporan Hasil Observasi
Setelah mendapatkan informasi dari dari narasumber dalam wawancara tersebut, kemudian hasil wawanacara itu disusun menjadi sebuah teks laporan hasil observasi. Hasil observasi yang ditulis itu mencakupi definisi umum, deskripsi bagian, dan deskripsi manfaat. Berikut ini adalah contoh laporan hasil observasi "Perawatan Hewan Peliharaan"
Struktur teks Kalimat
Definisi Umum Hewan peliharaan adalah salah satu contoh makhluk hidup yang dipelihara oleh manusia dengan keikhlasan dan kesenangan hati dalam memelihara. Berbagai jenis hewan peliharaan sangatlah banyak, diantaranya adalah kucing. Kucing adalah salah satu  contoh hewan peliharaan yang sangat digemari banyak orang karena wajahnya yang lucu dan imut. Kucing juga banyak dijadikan hewan peliharaan karena kepandaiannya dan kelincahannya.
Deskripsi Bagian Kucing merupakan hewan yang banyak jenisnya, antara lain : anggora kecil, kucing liar dan kucing Persia. Kucing angora adalah kucing yang sangat lucu karena bulunya yang banyak dan lembut. Sedangkan kucing liar adalah kucing yang biasa hidup dengan liar dan kotor, bulunya pun pendek dan banyak yang kasar. Kedua kucing tersebut merupakan kucing yang biasa dipelihara orang. Untuk kucing angora biasa dipelihara karena dibeli, namun untuk kucing liar biasanya dipelihara karena ditemukan oleh pemiliknya yang merasa kasihan.
Deskripsi Manfaat Memelihara kucing juga banyak memberikan manfaat, diantaranya adalah dapat menemani kita untuk bermain jika tidak punya teman, menemani saat kita tidur, dan menghibur kita dikala sedih. Namun itu semua hanyalah manfaat memelihara kucing yang baik dan benar. Memelihara kucing kadang juga menimbulkan berbagai tanggapan yang salah, diantaranya adalah karena terlalu dekat dengan kucing banyak dari kalangan wanita yang mempunyai penyakit pernafasan yang disebabkan oleh bulu kucing.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 2:45 PM

Unsur Kebahasaan Teks Biota Laut

Unsur kebahasaan merupakan bagian yang membuat utuh sebuah paragraf. Unsur kebahasaan itu ditandai dengan adanya pengulangan (repetisi), kata ganti (pronomina), dan kata penghubung (transisi). Pengulangan adalah mengulang kata kunci yang ada di dalam teks. Kata ganti dipakai untuk menghindari pengulangan, seperti Rina kata gantinya, ia atau dia. Kata transisi adalah kata-kata dalam bahasa Indonesia yang menghubungkan satu gagasan dengan gagasan lain, di antaranya oleh karena itu, dengan demikian, di samping itu.

Biota Laut
Biota laut adalah seluruh makhluk hidup yang berkembang biak di laut. Biota laut yang ada di perairan Indonesia merupakan salah satu kekayaan Indonesia yang sangat berlimpah. Biota laut itu di antaranya terumbu karang, ikan, dan tumbuh-tumbuhan laut yang menjadi bagian dari ekosistem laut.

Terumbu karang di Taman Nasional Bunaken sangat banyak jenisnya. Terumbu karang ini hidup di pantai atau daerah yang terkena cahaya matahari dan hidup di perairan yang berada kurang lebih lima puluh meter di bawah permukaan laut dengan suhu tertentu, serta di air jernih yang tidak terkena polusi. Di samping terumbu karang, Taman Laut Bunaken juga dihuni beragam jenis ikan, seperti ikan kuda gusumi, oci putih, lolosi ekor kuning, goropa. Ikan lain di laut Indonesia yang sudah dijadikan industri, antara lain ikan tuna, tongkol, tenggiri, kerapu, baronang.

Di samping terumbu karang dan ikan, laut Indonesia juga memiliki tumbuhan laut. Di Pulau Pari, Kabupaten Kepulauan Seribu, misalnya dibudidayakan rumput laut dan penanaman bakau. Rumput laut di sini sangat beragam bentuknya, ada yang bulat seperti tabung, pipih dan gepeng, ada yang bulat seperti kantong, dan ada juga yang terurai seperti rambut. Semua dapat hidup karena perawatannya dipantau secara berkala untuk melihat perkembangannya.

Ketiga biota laut tersebut sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, seperti ikan dan rumput laut bermanfaat bagi kesehatan karena banyak mengandung gizi. Terumbu karang itu juga berguna bagi ekologi dan ekonomi. Di samping itu, biota laut Indonesia juga bermanfaat bagi perkembangan pariwisata, seperti Raja Ampat di Papua, pulau Wangi-Wangi di Sulawesi Tenggara, dan Bunaken di Menado. Keragaman biota laut ini juga bermanfaat bagi lingkungan, terutama bakau yang telah menahan abrasi dari besarnya hantaman gelombang dan ombak laut.
  1. Apakah yang dimaksud dengan biota laut? (Biota laut adalah seluruh makhluk hidup yang berkembang biak di laut.)
  2. Di manakah dan bagaimanakah terumbu karang dapat hidup? (Terumbu karang ini hidup di pantai atau daerah yang terkena cahaya matahari dan hidup di perairan yang berada kurang lebih lima puluh meter di bawah permukaan laut dengan suhu tertentu, serta di air jernih yang tidak terkena polusi)
  3. Apa yang kamu ketahui tentang bakau? (Bakau adalah nama tumbuhan yang memiliki ciri-ciri yang menyolok berupa akar tunjang yang besar dan berkayu.)
  4. Sebutkanlah beberapa daerah di Indonesia yang mempunyai Taman Laut! (Taman Laut Bunaken, Sulawesi UtaraTaman Laut Raja Ampat, Papua BaratTaman Laut Selat Pantar, Nusa Tenggara TimurTaman Laut Wakatobi, Sulawesi TenggaraTaman Laut Derawan, Kalimantan TimurTaman Laut Pulau Menjangan, BaliTaman Laut Kepulauan Togean, Sulawesi TengahTaman Laut Takabonerate, Sulawesi Selatan)
  5. Apakah manfaat biota laut bagi manusia? (Ikan dan rumput laut bermanfaat bagi kesehatan karena banyak mengandung gizi. Terumbu karang berguna bagi ekologi dan ekonomi. Biota laut Indonesia juga bermanfaat bagi perkembangan pariwisata,)
  6. Sebutkan daerah yang memiliki biota laut yang bermanfaat bagi manusia? (Raja Ampat di Papua, pulau Wangi-Wangi di Sulawesi Tenggara, dan Bunaken di Menado.)
  7. Apakah yang disampaikan penulis pada paragraf pertama? (Deskripsi umum biota laut)
  8. Apakah yang kamu ketahui tentang rumput laut seperti yang dinyatakan pada paragraf kedua? (Rumput laut di sini sangat beragam bentuknya, ada yang bulat seperti tabung, pipih dan gepeng, ada yang bulat seperti kantong, dan ada juga yang terurai seperti rambut.)
  9. Bagaimana dengan paragraf ketiga? Apakah inti paragraf tersebut? (Paragraf ketiga berisi deskripsi manfaat biota laut)
  10. Pada paragraf ke berapa penulis menyampaikan pendapat tentang biota laut? (Paragraf ketiga)
Sebagai contoh, berikut ini dikemukakan beberapa kalimat yang menjadi sarana pendukung keutuhan keutuhan teks “Biota Laut”.
  1. Ikan tuna merupakan ikan yang sangat bergizi, dagingnya tebal dan gurih. Ikan ini banyak dikonsumsi masyarakat (pengulangan atau repetisi).
  2. Edo siswa kelas 3 SMP berprestasi. Dia sangat yakin dapat masuk ke SMA unggulan tahun depan (kata ganti).
  3. Dokter mengatakan bahwa saya menderita anemia. Oleh karena itu, saya harus mengonsumsi banyak makanan yang sehat (kata penghubung transisi).
No. Repetisi/Pengulangan Kata Kata Ganti Konjungsi
1. Ikan hias cocok sebagai hiasan diakuarium, ikan itu tubuhnya juga relatif kecil Wawan siswa kelas 3 SMP berprestasi. dia sangat yakin masuk ke SMA unggulan tahun depan Danu akan menghadapi Ujian Sekolah,oleh karena itu ia belajar dengan sungguh sungguhi
2. Boneka Barbie adalah boneka terkenal di dunia. Boneka Barbie banyak digemari oleh anak anak Teman-teman Kak Wawan sedang berlatih sepak bola, karena mereka akan mengikuti kompetisi Dokter mengatakan bahwa adik sakit cacar,oleh karena itu ia harus banyak istirahat
3. Cristiano Ronaldo adalah pemain terbaik dunia. Cristiano Ronaldo bergabung dengan club Real Madrid sejak lama.  Rian pandai bermain sepak bola. Ia juga pandai bermain bulutangkis. Dono sedang sakit kepala. Oleh karena itu, Ia diberi resep obat oleh dokter
4. Pak Joko Widodo terpilih menjadi presiden RI. Pak Joko Widodo mendapat suara tebanyak dalam Pilpres. Dian sebentar lagi mau melaksanakan Ujian Nasional. Dia sangat ingin masuk SMA unggulan Nilai ulangan Mardi sangat jelek, oleh karena itu ia dianjurkan lebih giat lagi belajar
5. Ibu Malin marah dan kecewa. lalu Ibu Malin pun mengutuk Malin menjadi batu Malin tinggal bersama ibunya. mereka adalah keluarga kecil yang miskin Rumah Besta besar. Dengan demikian, kita bisa belajar menari di sana.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 8:33 PM

Unsur Kebahasaan Teks Observasi

Dalam teks observasi “Cinta Lingkungan” itu terdapat beberapa unsur kebahasaan yang sangat dibutuhkan dalam memadukan teks laporan hasil observasi. Unsur kebahasaan itu berupa rujukan kata, konjungsi, kata berimbuhan, dan kelompok kata. Unsur-unsur tersebut merupakan unsur yang menyusun sebuah teks hasil observasi. Untuk dapat mengetahui unsur kebahasaan dalam sebuah teks dapat dilakukan dengan cara mempelajari kata, kalimat, dan frasa yang ada dalam teks tersebut. berikut ini contoh teks laporan hasil observasi.

Cinta Lingkungan
Definisi Umum:
Lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan berhubungan timbal balik. Lingkungan hidup ini mencakupi benda hidup dan benda mati. Benda hidup perlu makanan dan berkembang biak seperti manusia, binatang, dan tumbuhan. Benda mati antara lain tanah, air, api, batu, dan udara. Jika terpelihara dengan baik, lingkungan hidup itu dapat menciptakan masyarakat yang sehat, aman, tenteram, lahir dan batin.

Deskripsi Bagian:
Indonesia merupakan paru-paru dunia kedua. Indonesia memiliki hutan lebat yang memberikan banyak oksigen. Di negara ini terdapat tumbuhan dan hewan yang khas, seperti matoa, kayu cendana, burung cendrawasih, orang utan, dan komodo.

Deskripsi Manfaat:
Alam yang indah ini harus dicintai, dijaga, dan dilestarikan. Kecintaan pada alam itu harus selalu kita tumbuhkan kepada seluruh warga Indonesia. Selain itu, rasa cinta itu juga harus terus ditanamkan agar alam Indonesia tetap menjadi paru-paru dunia yang bermanfaat bagi kehidupan seluruh makhluk yang hidup dari masa ke masa.

Diolah dari sumber “Lingkungan Hidup” Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan   Lingkungan Hidup, 27 April 2012.

Unsur Kebahasaan Teks Observasi

1. Rujukan kata
Rujukan kata yaitu satu kata merujuk pada kata lain yang memperlihatkan keterkaitan. Rujukan kata berhubungan dengan kata ganti (kata ganti orang, kepunyaan, dan penunjuk)
Kata rujukan dibedakan menjadi beberapa yaitu: 
  1. Rujukan benda atau hal  : ini, itu, tersebut. 
  2. Rujukan tempat  :di sini, di situ, di sana. 
  3. Rujukan personil/orang atau yang diperlakukan seperti orang: dia, ia, mereka,beliau.
Contoh:
Indonesia memiliki hutan lebat yang memberikan banyak oksigen. Di negara ini terdapat tumbuhan dan hewan yang khas, seperti matoa, kayu cendana, burung cendrawasih, orang utan, dan komodo.

Penjelasan:
Kata di negara ini merujuk pada kata Indonesia. Kata Indonesia merupakan kata yang dirujuk.

Pada tanggal 17 Februari 2013, Jakarta mengalami banjir besar. Di kota ini banyak rumah yang terendam air hingga satu setengah meter.

Penjelasan:
Perhatikan kata Jakarta dan di kota ini.  Kedua kata itu saling berhubungan. Kata di kota ini merujuk pada kata Jakarta. Selain kata ini, kata yang sering dipakai untuk rujukan adalah itu dan di sini. Keterkaitan dua kata yang menjadi contoh itu sangat penting untuk menjaga keutuhan dan kepaduan teks.

2. Kelompok kata (frasa)
Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat non-predikatif maksudnya di antara kedua kata itu tidak ada yang berkedudukan sebagai predikat dan hanya memiliki satu makna gramatikal.

Berdasarkan jenis/kelas kata frasa terbagi menjadi :
  • Frasa nominal, yaitu frasa yang unsur pembentukannya berinti kata benda. Dapat berfungsi menggantikan kata benda. Contoh :buku tulis, lemari besi, ibu bapak.
  • Frasa verbal, yaitu frasa yang unsur pembentukannya berinti kata kerja. Dapat berfungsi menggantikan kedudukan kata kerja dalam kalimat. Contoh : sedang belajar, akan datang, belum muncul, baru menyadari, tidak mandi
  • Frasa ajektiva, yaitu frasa yang unsur pembentukannya berinti kata sifat. Contoh : cukup pintar, tidak cantik, hitam manis
  • Frasa preposisional, yaitu frasa yang unsur pembentukannya menggunakan kata depan. Contoh: di rumah,  dari Bandung,  ke pantai
No. Proses Pembentukan Kelompok Kata (Frasa) Kelompok Kata (Frasa) No. Proses Pembentukan Kelompok Kata (Frasa) Kelompok Kata (Frasa)
1. benda + mati benda mati 5. paru-paru+dunia paru-paru dunia
2. makhluk + hidup makhluk hidup 6. hutan+lebat hutan lebat
3. lingkungan + hidup lingkungan hidup 7. benda+hidup benda hidup
4. timbal+balik timbal balik 8. berkembang+biak berkembang biak

3. Kata berimbuhan
Kata berimbuhan adalah kata dasar yang mendapat awalan (prefiks), akhiran (sufiks), dan sisipan (infiks). Contoh:

Lingkungan hidup yang terpelihara dapat menyelamatkan habitat manusia karena keseimbangannya terjaga.
No. Proses Pembentukan Bentukan Kata No. Proses Pembentukan Bentukan Kata
1. lingkung + an lingkungan 7. me-kan+cipta menciptakan
2. ter+ pelihara terpelihara 8. me-kan+beri memberikan
3. me+selamat+kan menyelamatkan 9. tumbuh+ an tumbuhan
4. ke-an+seimbang keseimbangan 10. di-kan+lestari dilestarikan
5. ke-an+seimbang keseimbangan 11. ke- an+cinta kecintaan
6. ber-an+hubung berhubungan 12. di-kan+tanam ditanamkan

4. Hata hubung (Konjungsi)
Konjungsi adalah kata tugas yang menghubungkan dua klausa atau lebih. Konjungsi disebut juga dengan istilah kata sambung, kata hubung, dan kata penghubung.Fungsi kata hubung (konjungsi), sebagai berikut:
  • Konjungsi yang berfungsi sebagai penghubung satu kata dengan kata lainnya dalam satu kalimat.
  • Konjungsi yang berfungsi sebagai penghubung satu kalimat dengan kalimat lainnya.
Berdasarkan fungsinya, konjungsi dibagi menjadi dua:
a. Konjungsi Intrakalimat:
Konjungsi Intrakalimat yaitu kata yang menghubungkan satuan- satuan kata dengan kata, klausa dengan klausa dan frasa dengan frasa. Konjungsi intrakalimat di bagi menjadi dua yaitu konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif. 

Konjungsi Koordinatif
Konjungsi yang menghubungkan antara dua klausa atau beberapa klausa lain tetapi memiliki sintaksis yang sama, diantaranya yaitu : dan, tetapi, atau, melainkan, sedangkan, lalu, kemudian, padahal.

Konjungsi Subordinatif
Konjungsi Subordinatif yaitu konjungsi yang menghubungkan antara dua klausa atau beberapa klausa lain tetapi memiliki sintaksis yang tidak sama, diantaranya yaitu : ketika, jika, seandainya, agar, walaupun, seolah-olah, sebab, sampai-sampai, bahwa. 

b. Konjungsi Antarkalimat
Konjungsi antarkalimat yaitu konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lainnya. Konjungsi ini selalu memulai satu kalimat yang baru dan huruf pertamanya ditulis dengan huruf kapital. Ada beberapa macam konjungsi antarkalimat yang kita kenal, antara lain sebagai berikut.
  • biarpun demikian/begitu, sekalipun demikian/begitu, sungguhpun demikian/begitu, walaupun demikian/begitu, meskipun demikian/begitu (menyatakan kesediaan untuk melakukan sesuatu )
  • kemudian, sesudah itu, setelah itu, selanjutnya, tambahan pula, lagi pula, selain itu ( menyatakan adanya hal, peristiwa, atau keadaan lain di luar hal yang telah dinyatakan sebelumnya ).
  • sebaliknya ( menyatakan kebalikan dari pernyataan sebelumnya ).
  • sesungguhnya, bahwasannya ( menyatakan keadaan yang sebenarnaya ).
  • malahan, bahkan ( menyatakan menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya).
  • akan tetapi, namun, kecuali itu ( menyatakan pertentangan dengan keadaan sebelumnya ).
  • dengan demikian ( menyatakan konsekuensi )
  • oleh karena itu, oleh sebab itu ( menyatakan akibat )
  • sebelum itu ( menyatakan kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya)

5. Kata Baku dan tidak Baku
Kata Baku
Kata yang menjadi standar dalam penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional, sudah pasti terdapat dalam kamus yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang setiap 5 tahun mengalami perubahan.

Kata Tidak Baku
Kata yang tidak menjadi standar dalam penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa Internasional. kata tidak baku sudah pasti tidak ada dalam KBBI. kata baku dan tidak baku juga digunakan sesuai dengan situasi dan kondisi.

Berikut ini beberapa kata baku dan tidak baku
No. Kata Baku Kata Tidak Baku No. Kata Baku Kata Tidak Baku
1. kreatif kreatip 5. membuat bikin
2. sistem sistim 6. berkata ngomong
3. aktif aktip 7. mengapa ngapain
4. tidak enggak 8. zaman jaman
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 9:20 PM

Pengubahan Berbagai Jenis Teks

Untuk mengubah teks “Sisi Negatif dan Positif Ponsel” menjadi teks eksplanasi, laporan hasil observasi, dan eksposisi harus mengetahui ciri-ciri dari ketiga jenis teks tersebut. Teks eksplanasi antara lain strukturnya terdiri atas pernyataan umum, deretan penjelas, dan interpretasi. Teks laporan hasil observasi terdiri atas tiga bagian, yaitu definisi umum yang menjadi pembukaan, deskripsi bagian yang menjadi isi, dan deskripsi kegunaan yang menjadi bagian penutup. Teks eksposisi terdiri atas tiga bagian, yaitu pernyataan (tesis), argumentasi, dan penegasan ulang.

Eksplanasi
Teks eksplanasi disusun dengan struktur yang terdiri atas bagian-bagian yang memperlihatkan pernyataan umum (pembukaan), deretan penjelasan (isi), dan interpretasi/penutup/interpretasi (tidak harus ada). Bagian pernyataan umum berisi informasi singkat tentang apa yang dibicarakan. Bagian deretan penjelas berisi urutan uraian atau penjelasan tentang peristiwa yang terjadi. Sementara itu, bagian interpretasi berisi pendapat singkat penulis tentang peristiwa yang terjadi. Bagian ini merupakan penutup teks eksplanasi yang boleh ada atau tidak ada.

Laporan Hasil Observasi
Teks laporan hasil observasi terdiri atas definisi umum (pembukaan), deskripsi bagian, dan deskripsi manfaat. Bagian definisi umum (pembukaan) berisi pengertian akan sesuatu yang dibahas. Deskripsi bagian berisi gambaran tentang sesuatu secara terinci. Sementara itu, deskripsi manfaat merupakan bagian yang berisi manfaat atau kegunaan.

Eksposisi
Teks eksposisi disusun dengan struktur yang terdiri atas pernyataan pendapat (tesis), argumentasi, dan penegasan ulang pendapat. Bagian pernyataan pendapat (tesis) berisi tentang pendapat yang dikemukakan oleh penulis teks. Bagian argumentasi berisi tentang argumen-argumen yang mendukung pernyataan penulis, sedangkan penegasan ulang berisi tentang pengulangan pernyataan yang digunakan untuk meyakinkan pembaca tentang kebenaran pernyataan (tesis).

Struktur Teks Eksplanasi
Struktur teks Kalimat
Pernyataan umum
(Eksplanasi)
Ponsel adalah salah satu bentuk kemajuan teknologi di bidang komunikasi. Ponsel sangat berguna dan diperlukan oleh sebagian masyarakat di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Teknologi ini mendorong manusia untuk selalu berinteraksi serta berkomunikasi antara satu dengan yang lain tanpa harus mempedulikan jarak dan waktu. Dengan demikian, manusia akan lebih mudah dalam berkomunikasi. Namun, kita juga harus mengetahui bahwa dibalik segudang manfaat ponsel tetap saja ada dampak negatif ponsel. Sisi negatif adalah sisi yang merugikan pengguna.
Deretan penjelas/ eksplanasi Dengan majunya teknologi saat ini, kegunaan ponsel tidak hanya digunakan sebagai alat komunikasi biasa, tetapi para penggunanya dapat mengakses internet, SMS, mendengarkan musik, berfoto, melihat televisi, mengirim data, dan lain-lain. Tentu akan lebih banyak lagi pengaruh positif keberadaan alat tersebut yang tanpa kita sadari telah mempermudah segala aktivitas serta kegiatan kita sehari hari, namun sadarkah pula bahwa dari sisi positif yang kita rasakan, sisi negatif juga telah mengintai kita. Dampak negatif dari pemakaian ponsel yang berlebihan salah satunya sinar radiasi dari ponsel. Sinar ini dipercaya dapat menimbulkan penyakit kanker apabila terlalu banyak terkena tubuh kita. Apakah selama ini kita menyadarinya? Misal, kita sedang melakukan percakapan melalui ponsel. Sinar tersebut masuk melalui telinga dan sekaligus secara berkala akan mengganggu cara kerj otak kita.
Interpretasi Semua itu tetap saja bergantung pada pengguna. Jika kita cermat dan tidak berlebihan dalam penggunaannya, kita akan terhindar dari dampak negatif ponsel. Tentu saja kita tidak ingin terkena sisi negatif ponsel, bukan? Karena itu, sebaiknya kita memang harus cermat dalam menggunakannya.

Struktur Teks Observasi
Struktur teks Kalimat
Definisi Umum Ponsel merupakan salah satu alat komunikasi yang bisa memancarkan suatu sinar radiasi. Ponsel murah merupakan salah satu dari hasil perkembangan teknologi saat ini. Manusia bisa lebih mudah melakukan segala upaya untuk memperlancar segala urusan dan aktivitasnya
Deskripsi Bagian Pada awal berkembangnya, teknologi ponsel hanya berfungsi sebagai faktor pendukung pemenuhan kebutuhan serta keinginan manusia. Kemajuan di bidang komunikasi serta ponsel mendorong manusia untuk selalu berinteraksi serta berkomunikasi antara satu dengan sesama tanpa harus dibatasi oleh jarak dan waktu. Namun, kita juga harus mengetahui bahwa dari berbagai macam aspek positif yang dihasilkan dari perkembangan teknologi ponsel murah terdapat pula aspek negatif yang muncul akibat dari hal tersebut.

Sebagai manusia, tentunya kita perlu tahu apa saja yang akan berimbas pada kita. Ponsel merupakan salah satu alat komunikasi yang bisa memancarkan suatu sinar radiasi. Sinar ini dipercaya dapat menimbulkan penyakit kanker apa bila terlalu banyak terkena tubuh kita. Apakah selama ini kita menyadari bahwa sinar tersebut terus menerus mengenai tubuh kita ketika kita menelpon serta melakukan suatu percakapan melalui ponsel? Sinar tersebut masuk melalui telinga dan sekaligus secara berkala akan mengganggu cara kerja otak kita.
Deskripsi Manfaat Dengan berbagai macam kecanggihan serta fasilitas yang terdapat di ponsel, memudahkankita untuk berinteraksi dengan sesama. Mulai dari jenjang pendidikan, hiingga dunia bisnis. Dengan majunya teknologi saat ini, kegunaan ponsel tidak hanya sebagai alat komunikasi biasa, tetapi para penggunanya dapta mengakses iinternet, mengirim pesan singkat (SMS), mendengarkan musik, berfoto, melihat televisi, mengirim data, dan lainnya.

Struktur Teks Eksposisi
Struktur teks Kalimat
Pernyataan (Tesis) Ponsel adalah salah satu bentuk kemajuan teknologi di bidang komunikasi. Ponsel sangat berguna dan diperlukan oleh sebagian masyarakat di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Teknologi ini mendorong manusia untuk selalu berinteraksi serta berkomunikasi antara satu dengan yang lain tanpa harus mempedulikan jarak dan waktu. Dengan demikian, manusia akan lebih mudah dalam berkomunikasi. 
Argumentasi Ponsel murah merupakan salah satu dari hasil perkembangan tekhnologi saat ini. Dengan berbagai macam kecanggihan serta fasilitas yang ada di dalamnya, membuat ponsel dijadikan sebagai salah satu kebutuhan pokok manusia yang harus dipenuhi guna memperlancar komunikasi.

Pada awal berkembangnya, teknologi ponsel hanya berfungsi sebagai faktor pendukung pemenuhan kebutuhan serta keinginan manusia. Dengan berbagai macam kecanggihan serta fasilitas yang terdapat di ponsel, memudahkan kita untuk berinteraksi dengan sesama. Mulai dari jenjang pendidikan, hiingga dunia bisnis.

Dengan majunya teknologi saat ini, kegunaan ponsel tidak hanya sebagai alat komunikasi biasa, tetapi para penggunanya dapta mengakses iinternet, mengirim pesan singkat (SMS), mendengarkan musik, berfoto, melihat televisi, mengirim data, dan lainnya.

Namun, kita juga harus mengetahui bahwa dari berbagai macam aspek positif yang dihasilkan dari perkembangan teknologi ponsel murah terdapat pula aspek negatif yang muncul akibat dari hal tersebut. Ponsel merupakan salah satu alat komunikasi yang bisa memancarkan suatu sinar radiasi. Sinar ini dipercaya dapat menimbulkan penyakit kanker apa bila terlalu banyak terkena tubuh kita. 
Penegasan Ulang Pendapat Apakah selama ini kita menyadari bahwa sinar tersebut terus menerus mengenai tubuh kita ketika kita menelpon serta melakukan suatu percakapan melalui ponsel? Sinar tersebut masuk melalui telinga dan sekaligus secara berkala akan mengganggu cara kerja otak kita.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 9:15 PM

Mengubah Teks Eksplanasi menjadi Teks Eksposisi

Untuk mengubah teks eksplanasi menjadi teks eksposisi, harus mengetahui terlebih dahulu ciri-ciri teks eksplanasi dan teks eksposisi. Beberapa ciri yang dimiliki teks eksplanasi antara lain strukturnya terdiri atas pernyataan umum, deretan penjelas, dan interpretasi. Pernyataan umum merupakan gambaran awal tentang apa yang disampaikan dengan pernyataan yang bersifat umum. Deretan penjelasan (eksplanasi) merupakan inti penjelasan apa yang disampaikan. Sementara itu, interpretasi yang berisi pandangan atau simpulan penulis bersifat opsional,

Teks eksposisi terdiri atas tiga bagian, yaitu pernyataan (tesis), argumentasi, dan penegasan ulang. Untuk mengubah teks eksplanasi menjadi sebuah teks eksposisi, dapat mengubah dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : Langkah pertama, meringkas hubungan sebab-akibat dan proses terjadinya suatu fenomena. Langkah kedua, menuliskan penjelasan teks eksplanasi (mengapa dan bagaimana terjadinya suatu peristiwa). Langkah ketiga, membuat tesis berdasarkan teks yang ada. Langkah keempat, mengembangkan tesis tersebut dengan beberapa argumen dan menyusunnya menjadi teks eksposisi dengan struktur isi teks eksposisi, yaitu tesis, argumen, dan simpulan atau penegasan.

Perbedaan Teks Eksposisi dan Teks Eksplanasi
No. Teks Eksposisi Teks Eksplanasi
1. Eksposisi adalah karangan yang menerangkan tentang pengetahuan atau informasi. Eksplanasi adalah suatu karangan yang menerangkan tentang serangkaian proses pada suatu peristiwa.
2. Struktur paragraf yang pertama adalah tesis (pendapat) yaitu tempat dimana penulis memberikan pandangan dan pendapatnya tentang topik yang akan disajikan. Struktur paragraf yang pertama adalah pernyataan umum,dimana penulis menjelaskan atau memberikan devinisi tentang peristiwa/fenomena yang terjadi.
3. Struktur eksposisi yang kedua,ialah argumentasi (alasan) dimana penulis memberikan serangkangkaian alasan-alasan, untuk memperkuat tesis (pendapat). Struktur paragraf yang kedua,ialah deretan penjelasan (eksplanasi) .Dimana penulis memaparkan serangkaian atau urutan mengapa peristiwa atau fenomena itu terjadi.
4. Struktur eksposisi yang ketiga ialah penegasan ulang. Dimana penulis membuat suatu paragraf singkat yang berisikan penegasan yang lebih atau berupa kesimpulan untuk menguatkan keyakinan terhadap apa yang telah diuraikan atau dijelaskan. Struktur paragraf yang ketiga, ialah interpretasi.Dimana penulis mengakhiri penjelasan dengan ringkas, Dan pada paragraf ini penulis memaparkan pendapatnya tentang peristiwa yang telah disajikannya.
5. Tujuan karangan eksposisi adalah pembaca mendapat pengetahuan atau informasi yang sejelas-jelasnya atau memaparkan sesuatu agar pengetahuan pembaca bertambah. Topik-topik yang dikembangkan dalam eksposisi berkaitan dengan penyampaian informasi. Tujuan karangan eksplanasi adalah untuk menjelaskan suatu gejala atau proses pada peristiwa yang terjadi. Baik itu gempa bumi,tsunami dan sebagainya.
6. Ciri-ciri teks eksposisi:-bersifat informatif dan berusaha menjelaskan tentang suatu hal Ciri-ciri teks eksplanasi: Memuat informasi berdasarkan faktual, Memuat informasi yang yang bersifat keilmuan

Manfaat Sampah
Dengan teknologi yang tepat, sampah yang tadinya sebagai barang buangan, kotor, berbau, menimbulkan penyakit, dan mencemari lingkungan dapat menjadi barang yang bisa bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Ada beberapa alasan yang mendukung pernyataan tersebut.

Pertama, sampah anorganik bisa membantu mengembangkan industri daur ulang (recycling). Selanjutnya, industri pengolah sampah dapat memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk organik dan energi/industri bahan bangunan.

Kedua, teknologi pembakaran (incinerator) menghasilkan produk samping berupa logam bekas (skrap) dan uap yang dapat dikonservasikan menjadi energi listrik. Di samping itu, teknologi pengomposan (composting) menghasilkan pupuk kompos yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.

Ketiga, masyarakat bisa memanfaatkan teknologi penimbunan tanah (land fill) untuk menimbun tanah rendah. Masyarakat bisa juga memanfaatka teknologi daur ulang (recycling) untuk mengolah sampah menjadi barang jadi seperti kardus, kaca.

Dengan demikian, sampah dapat bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomi tinggi. Nilai ekonomi itu dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat yang memanfaatkan sampah.

Berdasarkan struktur teks laporan observasi tersebut, teks berjudul “Teknologi Proses Sampah” dapat diubah menjadi teks eksposisi sebagai berikut.
Struktur Teks Kalimat
Pernyataan (Tesis) Dengan teknologi yang tepat, sampah yang tadinya sebagai barang buangan, kotor, berbau, menimbulkan penyakit, dan mencemari lingkungan dapat menjadi barang yang bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Sampah anorganik bisa membantu mengembangkan industri daur ulang (recycling), sedangkan sampah organik dapat dimanfaatkan industri pengolah kompos menjadi pupuk organik dan juga dapat diolah menjadi industri energi/industri bahan bangunan.
Argumentasi Pertama, sampah anorganik bisa membantu mengembangkan industri daur ulang (recycling). Selanjutnya, industri pengolah sampah dapat memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk organik dan energi/industri bahan bangunan.

Kedua, teknologi pembakaran (incinerator) menghasilkan produk samping berupa logam bekas (skrap) dan uap yang dapat dikonservasikan menjadi energi listrik. Di samping itu, teknologi pengomposan (composting) menghasilkan pupuk kompos yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.

Ketiga, masyarakat bisa memanfaatkan teknologi penimbunan tanah (land fill) untuk menimbun tanah rendah. Masyarakat bisa juga memanfaatkan teknologi daur ulang (recycling) untuk mengolah sampah menjadi barang jadi seperti kardus, kaca.
Penegasan Ulang
Pendapat
Dengan demikian, sampah dapat bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomi tinggi. Nilai ekonomi itu dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat yang memanfaatkan sampah.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 8:21 PM

Mengubah Teks Eksplanasi menjadi Teks Observasi

Mengubah teks eksplanasi menjadi teks laporan hasil observasi dapat dilakukan dengan cara mengetahui terlebih dahulu ciri-ciri teks laporan hasil observasi. Teks laporan hasil observasi terdiri atas tiga bagian, yaitu definisi umum yang menjadi pembukaan, deskripsi bagian yang menjadi isi, dan deskripsi kegunaan yang menjadi bagian penutup. Sedangkan teks laporan hasil observasi adalah teks yang berisi penjabaran umum/melaporkan sesuatu berupa hasil dari pengamatan (observasi). Unsur-unsur dalam laporan hasil observasi yang terdiri dari definisi umum, Deskripsi bagian, dan Deskripsi manfaat.

Selain ditentukan oleh tujuan dan fungsinya, struktur teks dan bentuk bahasa sebuah teks juga ditentukan oleh latar belakang budaya yang mencerminkan cara berpikir. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat melepaskan diri dari teks. Ketika terjadi interaksi di dalam ranah keluarga, tetangga, sekolah, atau masyarakat, pada saat itu pula tercipta teks.Teks yang tercipta itu dapat disampaikan, baik tertulis maupun secara lisan.

Untuk menyampaikan gagasan atau pendapat, kita menggunakan teks eksposisi. Tujuannya adalah agar teks gagasan yang kita sampaikan itu dapat didengar, dibaca, atau diterima orang lain. Untuk menggambarkan sesuatu, kita menggunakan teks tanggapan deskriptif. Untuk menceritakan sesuatu, kita menggunakan teks cerita pendek. Sementara itu, untuk menjelaskan proses terjadinya suatu peristiwa, kita menggunakan teks eksplanasi.

Beberapa ciri yang dimiliki teks eksplanasi antara lain strukturnya terdiri atas pernyataan umum, deretan penjelas, dan interpretasi. Pernyataan umum merupakan gambaran awal tentang apa yang disampaikan dengan pernyataan yang bersifat umum. Deretan penjelasan (eksplanasi) merupakan inti penjelasan apa yang disampaikan. Sementara itu, interpretasi yang berisi pandangan atau simpulan penulis bersifat opsional, boleh ada atau boleh juga tidak ada.

Struktur teks hasil laporan observasi tersebut adalah unsur-unsur dalam laporan hasil observasi yang terdiri dari :
  1. Definisi umum adalah paragraf yang berisi penjelasan secara rinci seperti pengertian objek yang diamati atau nama lain dari objek yang diamati.
  2. Deskripsi bagian, adalah paragraf atau struktur yang berisi bagian-bagian dari objek yang di amati.
  3. Deskripsi manfaat, adalah paragraf atau struktur yang berisi manfaat-manfaat dari objek yang di amati tersebut.
Setelah memahami isi kedua jenis teks tersebut, selanjutnya adalah menyusun struktur teks yang berbeda dengan tema yang sama. Tema yang dipilih adalah tema yang berkembang dalam kehidupan seharihari sehingga konteks yang ada dapat dipahami dengan mudah. Tema tersebut adalah “Pengolahan Sampah”. Perhatikan contoh berikut.
Struktur Teks Kalimat
Pernyataan Umum Dengan teknologi yang tepat, sampah yang tadinya sebagai barang buangan, kotor, berbau, menimbulkan penyakit, dan mencemari lingkungan dapat menjadi barang yang bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Sampah anorganik bisa membantu mengembangkan industri daur ulang (recycling), sedangkan sampah organik dapat dimanfaatkan industri pengolah kompos menjadi pupuk organik dan juga dapat diolah menjadi industri energi/industri bahan bangunan.
Deretan
penjelasan/
Eksplanasi
Sampah yang telah ditimbun pada tempat pembuangan akhir (TPA) dapat mengalami proses lanjutan. Teknologi yang digunakan dalam proses lanjutan yang umum adalah (1) teknologi pembakaran (incinerator), (2) teknologi pengomposan (composting), (3) teknologi penimbunan tanah (land fill), dan (4) teknologi daur ulang (recycling).

Teknologi pembakaran (incinerator) menghasilkan produk samping berupa logam bekas (skrap) dan uap yang dapat dikonservasikan menjadi energi listrik. Teknologi pengomposan (composting) menghasilkan pupuk kompos yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Teknologi penimbunan tanah (land fill) dimanfaatkan untuk menimbun tanah rendah. Teknologi daur ulang (recycling) dapat dimanfaatkan untuk mengolah sampah menjadi barang jadi yang bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Sampah dipungut dan dikumpulkan, misalnya, kertas, kardus, pecahan kaca, botol bekas, logam-logam, plastik dan sebagainya. Barang-barang bekas ini bisa dikirim ke pabrik yang melakukan daur ulang. Barang bekas tadi bisa diolah menjadi bahan baku, yang dapat menghasilkan produk daur ulang seperti karton, kardus pembungkus, alat-alat dan perangkat rumah tangga dari plastik dan kaca.
Interpretasi Persoalannya adalah sebagian besar masyarakat belum menyadari pentingnya teknologi pengolahan sampah. Sekarang bergantung pada masyarakat apakah menjadikan sampah sebagai bahan yang kotor, berbau, menjijikkan, atau menjadikan sampah sebagai bahan yang bermanfaat bagi kehidupan.

Cara Mengubah Teks Eksplanasi Menjadi Teks Observasi
  1. Pertama, mencari ide pokok kalimat yang memiliki definisi untuk tesis di teks eksplanasi, sebagai definisi umum di teks hasil observasi. 
  2. Selanjutnya cari kalimat yang mengandung makna lebih mengkhusus untuk argumentasi (ditambah dengan pendapatmu) di teks eksplanasi, dan definisi bagian di teks hasil observasi. 
  3. Dan terakhir cari kalimat yang berhubungan dengan kesimpulan untuk penegasan ulang di teks eksplanasi dan deskripsi manfaat (berisikan manfaat dari topik yang diulas) di teks hasil observasi

Berdasarkan struktur teks, teks eksplanasi “Teknologi Proses Sampah” dapat diubah menjadi teks laporan hasil observasi sebagai berikut.
Struktur Teks Kalimat
Definisi
Umum
Dengan teknologi yang tepat, sampah yang tadinya sebagai barang buangan, kotor, berbau, menimbulkan penyakit, dan mencemari lingkungan dapat menjadi barang yang bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Sampah pada prinsipnya dibagi menjadi dua, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup, seperti tumbuhan dan hewan, sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang berasal dari sampah bukan makhluk hidup seperti plastik, kaca.
Deskripsi
Bagian
Sampah anorganik bisa membantu mengembangkan industri daur ulang (recycling). Sementara itu, sampah organik dapat dimanfaatkan industri pengolah kompos menjadi pupuk organik dan juga dapat diolah menjadi industri energi/industri bahan bangunan.
Deskripsi
Manfaat
Sampah yang telah ditimbun pada tempat pembuangan akhir (TPA) dapat mengalami proses lanjutan. Teknologi yang digunakan dalam proses lanjutan yang umum adalah (1) teknologi pembakaran (incinerator), (2) teknologi pengomposan (composting), (3) teknologi penimbunan tanah (land fill), dan (4) teknologi daur ulang (recycling).

Teknologi pembakaran (incinerator) meng-hasilkan produk samping berupa logam bekas (skrap) dan uap yang dapat dikonservasikan menjadi energi listrik. Teknologi pengomposan (composting) menghasilkan pupuk kompos yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Teknologi penimbunan tanah (land fill) dimanfaatkan untuk menimbun tanah rendah. Teknologi daur ulang (recycling) dapat dimanfaatkan untuk mengolah sampah menjadi barang jadi yang bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Sampah dipungut dan dikumpulkan, misalnya, kertas, kardus, pecahan kaca, botol bekas, logam-logam, plastik dan sebagainya. Barang-barang bekas ini bisa dikirim ke pabrik yang melakukan daur ulang bisa diolah menjadi bahan baku. Bahan baku itu dapat menghasilkan produk daur ulang seperti karton, kardus pembungkus, alat-alat dan perangkat rumah tangga dari plastik dan kaca.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 7:39 PM

Mengenal Struktur Teks Cerita Pendek

Cerita pendek yang biasa disingkat cerpen adalah karya sastra berbentuk prosa yang mengisahkan sepenggal hidup tokoh yang mengalami peristiwa kehidupan. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih panjang, seperti novel. Pengarang menyajikan ide cerpen dengan menjalin peristiwa-peristiwa menjadi satu dalam sebuah alur. Alur merupakan perpaduan antara unsur-unsur yang membangun cerita sehingga merupakan kerangka utama cerita.

Beberapa ahli bahasa memberikan pengertian tentang cerita pandek ini. Berikut ini beberapa Pengertian cerpen menurut para ahli : Menurut menurut, H.B. Jassin mengatakan bahwa: yang disebut cerita pendek harus memiliki bagian perkenalan, pertikaian, dan penyelesaian. Sedangkan menurut, A. Bakar Hamid berpendapat bahwa: yang disebut cerita pendek itu harus dilihat dari kuantitas, yaitu banyaknya perkataan yang dipakai: antara 500 – 20.000 kata, adanya satu plot, adanya satu watak, dan adanya satu kesan. Dan menurut, Aoh. KH, mendefinisikan bahwa: cerpen adalah salah satu ragam fiksi / cerita rekaan yang sering disebut kisahan prosa pendek.

Ciri Khas Cerpen
  1. Cerita pendek cenderung kurang kompleks dibandingkan dengan novel. Cerita pendek biasanya memusatkan perhatian pada satu kejadian, mempunyai satu plot, setting yang tunggal, jumlah tokoh yang terbatas, mencakup jangka waktu yang singkat.
  2. Dalam bentuk-bentuk fiksi yang lebih panjang, ceritanya cenderung memuat unsur-unsur inti tertentu dari struktur dramatis: eksposisi, komplikasi, dan penyelesaian.

Struktur Teks Cerita Pendek
Cerpen dibangun oleh beberapa strukturnya. Struktur teks Cerpen adalah orientasi, komplikasi, dan resolusi. Berikut ini penjelasannya.

Orientasi, Bagian awal yang berisi pengenalan tokoh, latar tempat dan waktu, dan awalan masuk ke tahap berikutnya.

Komplikasi, berisi urutan kejadian yang dihubungkan secara sebab akibat, pada struktur ini anda mendapatkan karakter atau watak pelaku cerita karena beberapa kerumitan mulai bermunculan. Bagian ini tokoh utama berhadapan dengan masalah (problem). Bagian ini menjadi inti teks narasi; harus ada. Jika tidak ada masalah, masalah harus diciptakan.

Resolusi, pada struktur ini pengarang mengungkapkan solusi yang yang dialami tokoh. Bagian ini merupakan kelanjutan dari komplikasi, yaitu pemecahan masalah. Masalah harus diselesaikan dengan cara yang kreatif.

Berikut ini salah satu contoh cerpen berjudul Kisah Seekor Keledai yang bersumber dari Cerita Kecil.com.
Struktur Teks Kalimat
Orientasi Seorang pedagang menuntun keledainya untuk melewati sebuah sungai yang dangkal. Selama ini mereka telah melalui sungai tersebut tanpa pernah mengalami satu pun kecelakaan, tetapi keledainya tergelincir dan jatuh ketika mereka berada tepat di tengah-tengah sungai tersebut. Ketika pedagang tersebut akhirnya berhasil membawa keledainya beserta muatannya ke pinggir sungai dengan selamat, kebanyakan dari garam yang dimuat oleh keledai telah meleleh dan larut ke dalam air sungai. Keledai merasakan muatannya telah berkurang sehingga beban yang dibawa menjadi lebih ringan. Hal itu membuat keledai merasa sangat gembira ketika mereka melanjutkan perjalanan.

Pada hari berikutnya, pedagang kembali membawa muatan garam. Keledai yang mengingat pengalamannya kemarin saat tergelincir di tengah sungai itu, dengan sengaja membiarkan dirinya tergelincir jatuh ke dalam air. Akhirnya dia bisa mengurangi bebannya kembali dengan cara itu.
Komplikasi Pedagang yang merasa marah, kemudian membawa keledainya tersebut kembali ke pasar. Keledai tersebut di muati dengan keranjang-keranjang yang sangat besar dan berisikan spons. Ketika mereka kembali tiba di tengah sungai, keledai kembali dengan sengaja menjatuhkan diri. Namun, saat pedagang tersebut membawanya ke pinggir sungai, keledai menjadi sangat tidak nyaman karena harus dengan terpaksa menyeret dirinya pulang ke rumah dengan beban yang sepuluh kali lipat lebih berat dari sebelumnya. Spons yang dimuatnya menyerap air sungai dan menambah berat beban.
Resolusi Tidak setiap cara dapat dilakukan pada situasi atau kondisi yang sama. Keledai menerapkan cara di setiap kondisi. Pada akhirnya, hal itu membuat keadaannya tidak seperti yang diinginkannya.

Menyusun Teks Cerita Pendek
Susunlah kalimat-kalimat berikut ini menjadi sebuah teks cerita cerita pendek.
  1. “Apa!” teriak ketua semut dengan terkejut.
  2. “Baiklah, sekarang setelah lagu tersebut telah kamu selesaikan pada musim panas, saatnya kamu menari!”
  3. “Selama ini apa saja yang kamu lakukan sepanjang musim panas?”
  4. Belalang sadar bahwa hidup tidak hanya mementingkan keinginannya saja tanpa menyiapkan bekal dirinya untuk hidup.
  5. Semut tersebut kemudian mengangkat bahunya karena merasa gusar.
  6. Kemudian semut-semut tersebut membalikkan badan dan melanjutkan pekerjaan mereka tanpa memedulikan sang belalang lagi.
  7. Belalang itu merenungi hidupnya yang hanya mementingkan keinginannya menciptakan lagu.
  8. “Saya sangat sibuk membuat lagu, dan sebelum saya sadari, musim panas pun telah berlalu.”
  9. “Tidakkah kamu telah mengumpulkan dan menyiapkan makanan untuk musim dingin yang akan datang ini?
  10. “Membuat lagu katamu ya?” kata sang semut.
  11. “Saya tidak mempunyai waktu untuk mengumpulkan makanan,” keluh sang Belalang.
  12. Saat itu, seekor belalang yang kelaparan, dengan sebuah biola di tangannya, datang dan memohon dengan sangat agar keluarga semut itu memberikan sedikit makan untuk dirinya.
  13. Ada saatnya untuk bekerja dan ada saatnya untuk bermain.
Susunan Cerita Pendek
Saat itu, seekor belalang yang kelaparan, dengan sebuah biola di tangannya, datang dan memohon dengan sangat agar keluarga semut itu memberikan sedikit makan untuk dirinya.

“Apa!” teriak ketua semut dengan terkejut, “Tidakkah kamu telah mengumpulkan dan menyiapkan makanan untuk musim dingin yang akan datang ini? “Selama ini apa saja yang kamu lakukan sepanjang musim panas?”

“Saya tidak mempunyai waktu untuk mengumpulkan makanan,” keluh sang Belalang. “Saya sangat sibuk membuat lagu, dan sebelum saya sadari, musim panas pun telah berlalu.”

Semut tersebut kemudian mengangkat bahunya karena merasa gusar.

“Membuat lagu katamu ya?” kata sang semut. “Baiklah, sekarang setelah lagu tersebut telah kamu selesaikan pada musim panas, saatnya kamu menari!” Kemudian semut-semut tersebut membalikkan badan dan melanjutkan pekerjaan mereka tanpa memedulikan sang belalang lagi.

Belalang sadar bahwa hidup tidak hanya mementingkan keinginannya saja tanpa menyiapkan bekal dirinya untuk hidup. Belalang itu merenungi hidupnya yang hanya mementingkan keinginannya menciptakan lagu.

Ada saatnya untuk bekerja dan ada saatnya untuk bermain.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 8:23 PM

Pembuatan Wadah Budidaya Ikan Hias

Aquarium merupakan salah satu tempat budidaya ikan hias air tawar. Ikan hias seperti ikan cupang atau ikan arwana ataupun jenis ikan lainnya. dapat dibudidayakan dalam Aquarium. Pengetahuan tentang wadah budidaya ikan dan media yang dibutuhkan bagi ikan budidaya akan memberikan pemahaman tentang apa yang harus dipersiapkan sesuai dengan skala produksi yang akan diterapkan. Dalam budidaya sendiri memiliki perkembangan teknik yang dari waktu ke waktu semakin efektif dan efisien sehingga memudahkan para pembudidaya ikan. Salah satunya yaitu perkembangan wadah budidaya yang mempunyai banyak macamnya.

Akuarium merupakan salah satu wadah pemeliharaan ikan yang relatif sangat mudah dalam perawatannya. Akuarium dapat digunakan untuk budidaya ikan hias tawar dan air laut biasanya pada proses kegiatan pembenihan ikan atau untuk pemeliharaan ikan hias. Akuarium ini terbuat dari bahan kaca dimana penamaan akuarium ini berasal dari bahasa latin yaitu aqua yang berarti air dan area yang berarti ruang. Akuarium yang digunakan untuk budidaya ikan ini dapat dibuat sendiri. Untuk membuat akuarium dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut.

A. Perencanaan 
Sebelum membuat wadah budiaya ikan hias air tawar perlu dilakukan persiapan-persiapan agar nantinya dalam pembuatan tidak mengalami kesulita. Persiapan yang adapat dilakukan antara lain menentukan jenis wadah budidaya ikan hias. Dari berbagai macam bentuk wadah budidaya ikan hias yang ada akuarium merupakan bentuk yang paling praktis. Setelah menentukan bentuk wadah selanjutnya adalah membuat desain dan konstruksi wadah budidaya ikan hias, buatlah kontruksi wadah sesuai dengan kebutuhan. Selanjutnya menyusun kebutuhan alat dan bahan yang akan dibuat. Untuk mempermudah pelaksanaan pembuatan wadah susunlah jadwal pembuatan wadah budidaya dan sekaligus menenrtukan tugas masing-masing individu.

Ukuran kaca Aquarium
Dalam membuat aquarium kaca sangat bergantung pada desain yang akan buat. Bentuk aquarium yang biasa kita lihat biasanya dalam bentuk aquarium segiempat, aquarium trapesium, akuarium segi-delapan, akuarium segi-enam, aquarium botol dan aquarium ellips. Setelah merencanakan bentuk aquarium kaca yang akan dibuat, langkah selanjutnya menentukan ukuran kaca yang akan dipergunakan untuk membuat aquarium. yang akan digunakan biasanya berkisar antara 3 mm – 16 mm. Sebagai acuan dalam membuat akuarium, ukuran kaca yang akan digunakan dapat dilihat sebagai berikut.
  1. Tebal kaca (mm) 3, Panjang akuarium (cm) 30, Lebar akuarium (cm) 20, Tinggi akuarium (cm) 20
  2. Tebal kaca (mm) 3, Panjang akuarium (cm) 30, Lebar akuarium (cm) 20, Tinggi akuarium (cm) 20
  3. Tebal kaca (mm) 3, Panjang akuarium (cm) 40, Lebar akuarium (cm) 20, Tinggi akuarium (cm) 30
  4. Tebal kaca (mm) 3, Panjang akuarium (cm) 50, Lebar akuarium (cm) 30, Tinggi akuarium (cm) 30
  5. Tebal kaca (mm) 5, Panjang akuarium (cm) 70, Lebar akuarium (cm) 35, Tinggi akuarium (cm) 35
  6. Tebal kaca (mm) 3, Panjang akuarium (cm) 80, Lebar akuarium (cm) 40, Tinggi akuarium (cm) 40

Persiapan alat dan bahan
Bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan wadah budidaya ikan hias antara lain sebagai berikut.
Bahan
  1. Kaca sebagai bahan dasar pembuatan akuarium
  2. Lem kaca, yang digunakan adalah lem silikon yaitu lem khusus untuk merekatkan kaca agar melekat dengan   baik dan tidak bocor.
  3. Alat tembak lem silicon, berfungsi untuk memudahkan pembuat akuarium dalam merakit akuarium.
  4. Lakban, yang digunakan dalam merakit akuarium sebaiknya lakban plastik yang berwarna coklat atau hitam.Lakban ini berfungsi untuk membantu berdirinya kaca dengan kaca lainnya agar tidak bergeser yang memudahkan dalam pemberian lem kaca.
Alat : Cutter, pemotong kaca, penggari besi, lem tembak, spidol, gerinda

B. Proses Pembuatan Akuarium
Setelah menentukan bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan wadah budidaya ikan hias yang berupa akuarium selanjutnya adalah proses pembuatan akuarium tersebut.
pembuatan akuarium
1. Memotong kaca.
  • Letakkan lembaran kaca pada meja kerja, meja kerja harus dalam keadaan datar dan bersih. Hal ini untuk menghindari terjadinya keretakan kaca yang akan digunakan saat proses pembuatan akuarium.
  • Ukurlah kaca yang akan dipotong disesuaikan dengan bentuk akuarium yang akan dibuat, Dalam membuat potongan-potongan kaca, lembaran kaca dibuat polanya terlebih dahulu dengan menggunakan spidol dan penggaris besi. Pola yang sudah dibentuk dapat langsung dipotong menggunakan alat pemotong kaca.
  • Untuk memotong kaca gunakan alat pemotong yang banyak dijual di toko besi.
  • Setelah kaca terpotong, bagian pinggir kaca harus dihaluskan menggunakan gerinda atau batu asahan karborondum.

2. Merakit akuarium
  • Pemberian lem pada pinggiran kaca yang akan disatukan harus merata dengan ketebalan yang sama. Menempelkan kaca yang sudah dilem sehingga membentuk akuarium.
  • Perkuat dengan lakban setelah seluruh kaca teralit dan keringkan selama 24 jam.

C. Uji coba akuarium
Langkah terakhir dalam pembuatan akuarium adalah melakukan ujicoba akuarium yang telah dibuat. Uji coba dilakukan dengan cara mengisi air ke dalam akuarium selama 24 jam untuk mengetahui bagian-bagian yang bocor. Setelah bagian-bagian tidak ada yang bocor, keluarkan air dan bersihkan lem yang masih tersisa menggunakan cutter ataupun bensin. Sebelum menggunakan akuarium diisi dengan air dan biarka kurang lebih 3 hari atau sampai bau lemnya hilang.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 8:15 PM