Kemasan Produk Kerajinan Bahan Limbah Organik

Kemasan adalah sebagai bagian terluar yang membungkus suatu produk dengan tujuan untuk melindungi produk dari cuaca, guncangan dan benturan­-benturan, terhadap benda lain. Setiap bentuk barang benda yang membungkus suatu benda di dalamnya dapat disebut dengan kemasan sejauh hal tersebut memang bermanfaat untuk melindungi isinya. Untuk menampilkan kesan dan pandangan terhadap suatu isi produk, maka packaging biasanya dibentuk atau di desain sedemikian rupa, sehingga pesan yang akan disampaikan akan dapat ditangkap oleh pemakai produk dengan baik.

Kemasan telah menjadi bagian penting dari sebuah karya. Saat ini kemasan sebuah produk turut menentukan apakah produk tersebut layak dikatakan berkualitas atau tidak. Seperti lukisan, jika tidak dilengkapi dengan figura maka lukisan tersebut nampak sebagai karya tanpa busana. Bentuk kemasan sangat membantu sebuah produsen mengenalkan dan mendekatkan produk kepada konsumennya. Hanya dalam beberapa detik saja sebuah kemasan dapat merubah cara pikir seseorang untuk memiliki ketertarikan tinggi terhadap sebuah produk.

Kemasan yanng digunakan untuk membungkus produk barang kerajinan yang dibeli pelanggan bukan hanya berfungsi sebagai pengaman saja, melainkan kemasan harus memilki nilai estetic, nilai informasi, dan nilai promosi. Untuk itu sebelum kita menggunakan pengemas barang harus memahami dahulu apa apa tujuan sebenarnya dari kemasan yang digunakan tersebut.

Banyak pengrajin yang mengabaikan masalah kemasan suatu produk sebab mereka menganggap bahwa fungsi kemasan hanya sebagai bungkus. Tapi kalau kita cermati, fungsi kemasan memiliki fungsi lebih dari itu. Jika kita mau memperhatikan fungsi-fungsi tersebut, maka kelancaran penjualan bisa kita harapkan.

Sementara itu ada pengrajin yang berpendapat yang penting barang kerajinan dibungkus. Tapi dalam hal ini tidak berarti masalah pembungkus atau kemasan boleh di abaikan. Meskipun barang itu isinya bagus jika dikemas sembarangan akan dapat mempengaruhi minat pembeli. Agar konsumen bisa tertarik dan mencobanya kemasan dapat berperan mempengaruhi konsumen tersebut.

Fungsi Kemasan Produk Kerajinan
Dilihat dari fungsinya, kemasan memiliki 4 fungsi utama, yaitu fungsi menjual, melindungi, memudahkan, dan memperindah penampilan produk barang kerajinan. Berikut keempat fungsi dari kemasan produk kerajinan.

Menjual produk
Secara tidak langsung, bentuk kemasan harus dapat menjual produk tersebut, kemasan mampu berkomunikasi dengan baik dan menjadi iklan gratis atau promosi terselubung pada saat dijual atau pada saat pendistribusiannya. Biasanya barang konsumsi yang ada dipasar atau di toko diletakkan dekat dengan produk pesaing. Promosi barang tersebut bergantung pada kemasan karena kemasan mempunyai pengaruh dalam pajangan untuk memikat konsumen. Perbaikan kemasan dapat merupakan cara  efektif untuk menarik konsumen baru.

Melindungi Produk
Kemasan harus dapat melindungi produk, baik  dari pengaruh luar maupun dari dalam, kelembaban, pengaruh O2 serta harus dapat melindungi dari pengaruh Handling yang tidak benar. Penggunaan bahan baku yang berkualitas dan Handling yang benar merupakan upaya melindungi produk mulai dari saat dikemas, digunakan saat digunakan oleh konsumen. Syarat minimum kemasan suatu produk adalah kemasan harus dapat melindungi keutuhan isi produk.

Memudahkan Penggunaan Produk
Fungsi lain dari kemasan adalah untuk memudahkan konsumen untuk menggunakan produk. Kemudahan bagi konsumen dalam arti kemasan yang mudah dibuka, isinya mudah dikeluarkan dan mudah dibawa.

Memperindah Penampilan Produk
Penampilan kemasan dapat memperindah tampilan produk, sehingga tampak lebih menarik. Kemasan sangat menentukan ketertarikan konsumen terhadap suatu produk. Jika kemasannya bagus dan menarik, konsumen akan mengamati lebih detail produk yang ditawarkan tersebut. Bentuk kemasan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan harus selalu merupakan produk kreatif dan inovatif serta  mengikuti tren yang sedang berkembang, sehingga dapat tampil beda atau selangkah lebih maju dari kemasan–kemasan sejenis yang ada.
    Kemasan tidak hanya berupa wadah namun juga pelengkap dengan tujuan karya dapat terlihat lebih dominan. Misalnya boneka dari kulit jagung yang dikemas dengan alas menggunakan kayu, dengan demikian boneka tersebut lebih terlihat indah dan menarik dibanding tidak menggunakan alas.

    Adapun prinsip bahan dasar dari kemasan itu sendiri sangat bervariasi, seperti plastik, kayu, serat alam, kardus, kaca, mika, dan sebagainya. Semua bergantung kepada cocok tidaknya sebuah produk pada kemasannya. Penting untuk dipahami bahwa karya yang diperuntukkan dijual, maka kemasan harus lebih berguna untuk melindungi karya dari kerusakan, sedangkan jika untuk dipamerkan maka kemasan sebagai penunjang karya utama dan tidak boleh mendominasi dari pada karya utamanya.

    Sesuai maksud dan tujuan pengemasan, maka setiap kemasan harus memenuhi persyaratan tertentu antara lain sebagai berikut:
    1. Jenis kemasan yang dipilih harus sesua dengan jenis barangnya;
    2. Besar kemasan harus cukup untuk melindungi barangnya;
    3. Kemasan harus cukup berkualitas sebagai pengaman barangnya;
    4. Kemasan harus dapat menonjolkan atau mewakili kualitas barangnya;.

    Contoh Kemasan Produk Kerajinan
    Kemasan produk sangatlah berpengaruh terhadap harga jual suatu barang dan daya saing di pasaran. Kemasan produk memberikan sebuah citra positif untuk sebuah kualitas, merk dan juga kepercayaan dari konsumen. Konsumen semakin hari kian maju, teliti dan cerdas dalam menilai sebuah produk yang akan mereka beli. Berikut ini contoh cara membuat kemasan produk.
    kemasan produk
    Dalam membuat kemasan harus memperhatikan desain kemasan produk serta bahan yang digunakan untuk mengemas produk. Jika kemasan produk yang Anda gunakan kurang menarik dan tidak tepat maka konsumen pastinya akan berpikir ulang untuk mengambil atau membeli produk Anda.
    Posted by Nanang_Ajim
    Mikirbae Updated at: 11:03 PM

    Produk Kerajinan Limbah Jerami

    Batang padi yang biasa disebut jerami merupakan limbah pertanian yang sangat banyak didapat di daerah persawahan. Terutama pada saat masa panen padi tiba. Selama ini jerami biasa dipergunakan sebagai makanan ternak, media tanam jamur merang. Meskipun demikian jerami yang ada masih berlimpah dan harus dibakar. Terkadang petani memanfaatkannya sebagai bahan bakar saat pembakaran batu bata atau genteng yang dilakukan di daerah sawah. Bagi para pedagang telur dan buah, jerami juga dapat dimanfaatkan sebagai alas, agar barang dagangan mereka tidak mudah rusak akibat goncangan. Biasanya petani hanya menumpuknya dipinggir sawah dan membiarkannya busuk, sehingga dapat digunakan sebagai pupuk tanaman lainnya.

    Limbah padi atau jerami tersebut ternyata dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar kerajinan yang cukup unik dan artistik. Produk kerajinan dari jerami masih tergolong langka, sehingga sangat berpotensi untuk dapat dikembangkan. Untuk masyarakat yang tinggal di dekat persawahan atau pasar tentunya tidak menemui kesulitan dalam mencari limbah jerami dan tidak perlu mengeluarkan banyak dana.

    Pemanfaatan limbah jerami menjadi produk kerajinan memiliki nilai lebih di bidang ekonomi. Sekarang ini orang sudah mulai menyenangi produk kerajinan yang berasal dari bahan jerami, karena selain menarik juga ramah lingkungan. Maka dapat dikatakan bahwa peluang usaha dari limbah jerami dapat menguntungkan.

    Bagian-bagian jerami memiliki keunikan masing-masing, yaitu dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar kerajinan, dari mulai batang padi, ranting padi, selongsong padi dan gabah kosong yang telah dirontokkan dari ranting padi. 

    Bahan dan Alat
    Pengolahan jerami hampir sama dengan limbah jenis daun-daunan atau kulit buah, karena jerami pun memiliki kandungan air, maka pengolahan yang paling sederhana dilakukan adalah dengan menjemurnya di bawah sinar matahari langsung.

    Perlu diperhatikan yaitu; pisahkan semua bagian yang berpotensi untuk dijadikan produk kerajinan yang sesuai. Misalnya, batang padi sangat cocok digunakan pada bagian pembentuk wadah pensil atau frame foto. Sedangkan ranting jerami yang lebih halus, dapat dimanfaatkan untuk membuat bunga-bunga. Jerami dapat pula diberi warna dengan menggunakan pewarna tekstil. Proses pewarnaan pun sama dengan mewarnai kulit jagung, yaitu dengan dimasak dengan cairan yang sudah diberi zat warna makanan dengan komposisi yang diinginkan.

    Setelah direndam beberapa saat, lalu jerami dijemur di bawah sinar matahari langsung hingga benar-benar kering.

    Alat-alat yang digunakan dalam proses pembuatan barang kerajinan dari limbah jerami antara lain sebagai berikut.
    1. Gunting digunakan untuk memotong jerami sesuai pola yang akan dibuat.
    2. Lem tembak digunakan untuk menyatukan bagian-bagian kerajinan.
    3. Pisau digunakan untuk memotong jerami.
    4. Lilin untuk membentuk jerami sesuai pola

    Proses Pembuatan Kerajinan dari limbah jerami :
    kerajinan limbah jerami
    Untuk membuat kerajinan dari bahan jerami antara lain sebagai berikut :
    1. Lengkungkan batang jerami menggunakan lilin agar dapat terbentuk sesuai pola yang akan dibuat.
    2. Susun beberapa batang jerami kemudian potong menggunakan gunting. Untuk mempermudah pekerjaan saat menggunakan batang jerami untuk produk tertentu, maka batang jerami perlu dirakit berjajar agar dapat dipotong sesuai pola. Beri alas dari kertas untuk menjajarkan jerami. Gunakan lem untuk saling merekatkan batang jerami dengan demikian demikian jerami dapat dibentuk dan dipotong sesuai selera.
    3. Satukan bagian-bagian menggunakan lem sebagai tangkai daun yang akan dibuat. 
    4. Satukan potongan jerami yang telah dibentuk sebagai daun dengan batang. Buat beberapa daun pohon.
    5. Satukan beberapa tangkai daun pohon tersebut yang nantinya akan menjadi batang dari miniatur pohon kelapa yang akan dibuat.
    6. Lilitkan pelepah pisang untuk menyatukan tangkai-tangkai daun yang telah dibuat dengan bagian batang.
    7. Jadilah sebuah miniatur pohon kelapa yang terbuat dari limbah jerami.

    Produk Kerajinan Limbah Jerami
    Berbekal keterampilan, kreatifitas, dan hanya menggunakan alat sederhana, produk kerajinan dari limbah jerami ini dapat diolah menjadi berbagai bentuk seperti hiasan dinding, bunga, bingkai foto, wadah serbaguna, wadah pensil, dan sebagainya. Selain bahan dasar jerami, ada pula yang memanfaatkan limbah lain untuk memberi aksen pada produk kerajinan yang dibuat agar nampak lebih memiliki nilai ekonomis.
    Posted by Nanang_Ajim
    Mikirbae Updated at: 4:54 PM

    Produk Kerajinan Limbah Kertas

    Kertas yang berasal dari koran, surat kabar, majalah, buku bacaan dan sebagainya merupakan salah satu media cetak yang telah menyertai kehidupan masyarakat di seluruh dunia. Koran dan majalah adalah media cetak yang setiap hari dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh informasi. Setelah dibaca barang media cetak ini hanya menjadi tumpukan limbah rumah tangga. Pada kenyataannya koran ini menumpuk dimana-mana, salah satu penyelesaiannya adalah hanya dibuang atau dijual kepada penadah barang rongsokan.

    Sebagian orang telah memanfaatkan kesempatan ini sebagai peluang pasar yang dapat diolah kembali menjadi barang yang bermanfaat. Kertas-kertas bekas itu pun dapat diubah fungsinya yaitu menjadi berbagai produk seni dan kerajinan. Selain dapat bermanfaat kembali, hasil dari produk kerajinan dari kertas bekas ini pun dapat menjadi peluang usaha. Kita patut bersyukur karena memperoleh manfaat dari adanya limbah kertas ini.

    Inovasi dan ide kreatif para pengrajin bisa mengubah tumpukan-tumpukan kertas koran bekas dari lembaran utuh hingga potongan-potongan ukuran tertentu menjadi barang-barang untuk kebutuhan sehari-hari maupun hiasan.

    Kertas merupakan bagian dari limbah organik kering, kertas dapat terurai dalam tanah. Sifat kertas memiliki pori-pori yang lebar sehingga mudah hancur, selain itu mudah menyerap air dalam waktu singkat. Kandungan lemnya tidak begitu besar sehingga tidak menghalanginya untuk proses pelapukan.

    Meskipun kertas mudah hancur jika terkena air, namun jika digunakan sebagai bahan dasar produk kerajinan kertas dapat diolah sedemikian rupa agar tidak mudah hancur, yaitu dengan menambah kandungan lem atau zat pelindung anti air seperti melanin/politur, dapat pula dengan dilapisi plastik. Hal ini dimaksudkan agar produk kerajinan yang dihasilkan dari kertas dapat tahan lama, tidak mudah rusak, dan terlihat lebih kuat sehingga unsur kelemahan yang ada pada kertas tidak nampak, sedangkan keunikan limbah kertasnya dapat dipertahankan.

    Bahan dan Alat
    Bahan dan alat yang dibutuhkan dalam pembuatan kerajinan dari limbah kertas antara lain sebagai berikut.
    1. Kertas koran atau majalah sebagai bahan utama pembuatan kerajinan.
    2. Lem kertas digunakan untuk menyatukan bagian-bagian barang kerajinan.
    3. Gunting digunakan untuk memotong bagian kertas sesuai pola yang akan kita buat.
    4. Pewarna dapat berupa cat clear.

    Limbah kertas tidak perlu penanganan khusus seperti halnya limbah jenis organik lainnya. Sehingga dalam proses pembuatannya pun tidak menemui kendala. Limbah kertas yang tersedia di lingkungan langsung dapat dimanfaatkan segera dengan berbagai teknik seperti teknik anyaman, teknik sobek, teknik lipat, teknik gulung (pilin), bubur, dan masih banyak teknik lainnya yang dapat ditemukan.

    Karena limbah kertas mudah dibentuk sehingga dapat dicarikan berbagai alternatif teknik pengerjaannya agar hasil karya kerajinan menjadi lebih menarik dan unik.

    Proses Pembuatan Kerajinan dari limbah kertas dengan teknik lipat
    kerajinan kertas

    Produk Kerajinan Limbah Kertas
    Produk kerajinan yang dihasilkan dari limbah kertas dapat sangat bervariasi dengan teknik yang bervariasi pula. Berbagai karya yang dapat dihasilkan dari limbah kertas diantaranya keranjang, vas bunga, sandal, wadah serbaguna, bunga, hiasan dinding, wadah tisu, taplak, boneka baik bentuk manusia atau pun hewan, dan masih banyak lagi.

    Peluang pemasaran produk-produk kerajinan dari kertas koran ini masih terbuka luas pasarannya sehingga menjadi produk bisnis yang menguntungkan. Keunikan bentuk yang berdasar dari kreatifitas pembuatannya membuat produk kerajinan kertas koran ini memiliki jumlah peminat yang besar. Beberapa pengerajin kertas koran penjualannya tidak hanya di pasar lokal Indonesia saja, namun telah berhasil menembus beberapa negara. Banyak dari orang-orang mancanegara yang tertarik dengan produk-produk kerajinan dari Indonesia terutama barang yang dibuat dari kertas koran.
    Posted by Nanang_Ajim
    Mikirbae Updated at: 4:24 PM

    Produk Kerajinan Limbah Kulit Jagung

    Tanaman jagung banyak ditanam oleh para petani di Indonesia. Jagung dimanfaatkan bijinya sebagai sumber bahan makanan. Bagian lain dari tanaman jagung biasanya digunakan untuk makanan ternak. Sementara kulit jagung belum dimanfaatkan dan biasanya dibuang begitu saja. Kulit jagung yang sepintas tidak berharga dapat menjadi karya kerajinan yang artistik. Kulit jagung adalah limbah organik yang banyak ditemui di pasar tradisional. Banyak pedagang sayuran membuang kulit jagung di tempat sampah. Dengan memanfaatkan limbah kulit jagung, sampah padat yang mencemari lingkungan dapat dikurangi.

    Kulit jagung merupakan limbah organik basah, maka kulit jagung memiliki kandungan air yang tinggi. Cara pengolahannya dengan proses sederhana dan relatif mudah yaitu dengan panas matahari hingga kering. Setelah kering kulit jagung dapat diwarnai, lalu dikeringkan, dan diseterika agar lembarannya dapat terlihat lebih halus dan rata agar mudah dibentuk.

    Kerajinan tangan dari kulit jagung memiliki banyak macam yang bisa dijadikan hoby ataupun ditekuni sebagai bisnis. Jenis kerajinan tangan biasanya banyak dihasilkan dari tangan-tangan kreatif. Diperlukan rasa seni yang tinggi serta didukung oleh ketelatenan dan ketekunan untuk menghasilkan barang kerajinan.

    Dalam membentuk kulit jagung menjadi karya kerajinan memang perlu ketekunan, sehingga akan dapat dihasilkan karya kerajinan yang bagus dan menarik. 

    Bahan dan Alat
    Untuk membuat karya kerajinan berbahan limbah kulit jagung diperlukan beberapa alat ddan bahan yang perlu dipersiapkan. Beberapa bahan dan alat yang digunakan diantaranya :
    • Kulit jagung sebagai bahan utama pembuatan karya kerajinan, 
    • Pewarna makanan digunakan untuk memberi warna pada kulit jagung
    • Seterika digunakan untuk membentuk kulit jagung agar lembaran kulit jagung menjadi halus dan mudah dibentuk
    • Gunting digunakan untuk memotong kulit jagung sesuai pola yang akan dibuat.
    • Lem digunakan untuk menyatukan bagian-bagian karya kerajinan, dan bahan pendukung lainnya.
    • Spidol digunakan untuk menggambar bagian-bagian muka boneka

    Proses Pembuatan Kerajinan dari limbah kulit jagung
    Untuk membuat karya kerajinan berbahan limbah kulit jagung perlu persiapan bahan dasar yaitu kulit jagung. Kulit jagung dapat diolah terlebih dahulu sebelum dapat digunakan.
    1. Pilih kulit jagung yang sudah dianggap cukup umur, sekitar 3 bulan.
    2. Kemudian kulit jagung dilepaskan satu persatu dari tongkolnya dan dipilih sesuai lembarannya.
    3. Lembaran daun pertama hingga daun ketiga dipisah karena lembaran tersebut merupakan kualitas yang terbaik.
    4. Kulit jagung yang sudah dipilih selanjutnya direbus dengan pewarna/wantex, perebusan selama satu jam dan dibolak-balik agar warnanya merata.
    5. Kemudian kulit jagung diangkat ditiriskan dan dikeringkan, dengan cara dinagin-anginkan jangan dijemur diterik matahari karena kulit jagung nanti menjadi pecah.
    6. Kulit jagung yang sudah kering selanjutnya disetrika dengan suhu sedang.

    Setelah kulit jagung siap digunakan untuk membuat kerajinan. Kulit jagung yang sudah selanjutnya dibuat pola sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Untuk membuat boneka penutup pinsil dari kulit jagung dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut.
    1. Buatlah kepala boneka dari kulit jagung yang dibulatkan.
    2. Buat baju boneka dari kulit jagung dengan cara menggunting kulit jagung tersebut.
    3. Kapala dan baju boneka yang telah dibuat tersebut dipasang pada pensil dan direkatkan menggunakan lem.
    4. Buat bagian bagian boneka yang lain seperti tangan dan rambut. Tangan boneka terbuat dari kulit jagung yang dipilin, rambut boneka dapat menggunakan rambut jagung. Beri gambar mata dan mulu boneka menggunakan spidol.
    kerajinan kulit jagung

    Produk Kerajinan Limbah Kulit Jagung
    Kulit jagung dapat dibuat menjadi berbagai karya seperti bunga, boneka, hiasan pensil, penghias wadah, bingkai foto, sandal, anyaman untuk keranjang atau tas, dan bentuk kerajinan lainnya. Semakin banyak orang mencoba membuat karya dari kulit jagung ini, maka semakin beragam karya unik dan artistik yang dihasilkan.

    Sebagai bahan limbah yang tergolong limbah basah, masih ada jenis limbah lain dari daun-daunan di lingkungan tempat tinggalmu yang serupa dan dapat dimanfaatkan pula sebagai produk kerajinan. Misalnya saja limbah pelepah pisang, limbah daun nangka, limbah kulit pete cina, kulit bawang dan masih banyak lagi yang lainnya. Berpikirlah kreatif untuk dapat menciptakan produk baru dan kesempatan peluang usaha.
    Posted by Nanang_Ajim
    Mikirbae Updated at: 3:58 PM

    Produk Kerajinan Limbah Tempurung Kelapa

    Tempurung kelapa bagi sebagian masyarakat biasa disebut juga dengan batok. Batok biasanya banyak terdapat pada daerah pesisir pantai yang banyak ditumbuhi pohon nyiur atau pohon kelapa. Indonesia negara maritim yang dikelilingi oleh lautan. Tentunya setiap daerah pasti memiliki pohon kelapa. Bagi sebagian orang, tempurung kelapa mungkin tidak berguna. Padahal sebenarnya tempurung kelapa sangat berguna untuk dijadikan kerajinan. Dengan bermodalkan keterampilan dan ketekunan limbah tempurung yang dimodifikasi menjadikan produk ini bernilai seni dan semakin banyak diminati.

    Sulawesi Utara merupakan daerah yang dijuluki ‘negeri nyiur melambai’ karena banyak ditumbuhi pohon kelapa. Maka tak heran jika Sulawesi Utara merupakan daerah penghasil pangan tradisional klapertart yaitu makanan serupa puding dengan kandungan kelapa muda yang mendominasi dan sungguh lezat rasanya. Selain itu Sulawesi Utara juga dikenal dengan produsen kerajinan dari tempurung kelapa. Namun sekarang tidak hanya propinsi Sulawesi Utara yang memproduksi kerajinan dari tempurung kelapa, melainkan juga daerah Yogya, Bali, Lombok, dan daerah lainnya.

    Buah kelapa yang telah diambil daging buahnya, akan berupa sampah yang dinamakan tempurung atau batok. Dan biasanya hanya digunakan sebagai kayu bakar, terutama tempurung atau batoknya. Namun batok kelapa tersebut akan berubah bentuk dan fungsi ketika barang tersebut sudah berada di tangan para seniman yang kreatif.

    Bahan baku yang murah dan mudah didapat merupakan keuntungan tersendiri bagi para pengrajin tempurung kelapa. Setelah diolah menjadi berbagai produk kerajinan, maka produk ini dipasarkan, dan sejauh ini para pengrajin tidak menemui kendala dalam pemasarannya. Karena kerajinan tempurung kelapa sangat menarik dan juga banyak peminatnya.

    Pengolahan tempurung kelapa memang tidak semudah yang dibayangkan. Namun selain alat tradisional yang digunakan untuk mengeruk bagian luar tempurung juga ada alat mesin yang menggunakan teknologi tepat guna untuk menghaluskan permukaan tempurung kelapa. Misalnya saja untuk membuat lubang pada tempurung kelapa dibutuhkan bor mesin, karena tempurung kelapa ini sangat keras dan jika tidak hati-hati akan pecah.

    Bahan dan Alat
    Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat kerajinan dari batok kelapa cukup mudah untuk didapatkan. 
    • Bahan utama tempurung kelapa atau batok kelapa
    • Lem kayu untuk menyatukan bagian-bagian kerajinan yang akan dibuat. 
    • Gergaji untuk memotong tempurung kelapa.
    • Amplas kasar atau pecahan kaca untuk menghilangkan sisa serabut kelapa.
    • Dempul, melanin/politur, amplas dan cat digunakan untuk finishing kerajinan yang akan dibuat.

    Selain itu untuk pembuatan produk meja dan lemari kecil diperlukan texwood untuk dijadikan rangka kerajinan sedangkan yang bagian luarnya ditempeli tempurung kelapa. Agar terlihat artistik, serat dari tempurung kelapa harus ditonjolkan. Pada bagian serat itulah melekat nilai seni yang kuat daripada jenis kerajinan ini, selain bentuk-bentuk unik yang dapat dibuat.

    Proses Pembuatan
    Langkah-langkah yang dapat kita lakukan untuk mempersiapkan batok kelapa sebelum diolah lebih lanjut menjadi benda-benda kerajinan. Bersihkan batok kelapa dengan hati-hati sisa-sisa serabut kasar di permukaan batok dengan menggunakan pecahan kaca atau pisau. Bersihkan sisa-sisa serabut halus dipermukaan batok dengan menggunakan amplas kasar. Proses pembuatan kerajinan dari bahan tempurung kelapa selanjutnya dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
    1. Tempurung kelapa dipotong sesuai pola menggunakan alat pemotong/gergaji
    2. Potongan dihaluskan menggunakan gerinda atau amplas.
    3. Hasil potongan yang sudah dihaluskan divernis supaya lebih mengkilap, kemudian dikeringkan dengan cara dijemur.
    4. Selanjutnya potongan disusun dengan menyatukan bagian-bagian kerajinan yang akan dibuat dengan menggunakan lem kayu.
    tempurung kelapa
    Produk Kerajinan Tempurung Kelapa
    Kerajinan tempurung kelapa banyak dijual untuk dijadikan buah tangan dengan berbagai macam bentuk. Mulai dari aksesoris wanita seperti jepitan, bingkai foto, tas, sandal hingga perabotan rumah tangga seperti; sendok garpu, piring, mangkuk gelas minum, sendok sayur/nasi, nampan, dan asbak.
    aneka kerajinan batok
    Selain itu batok kelapa juga bisa dibentuk menjadi penutup lampu, jam dinding, dan aneka bentuk lainnya. Aksesori yang terbuat dari tempurung kelapa seperti pin, kalung, gelang, ikat pinggang, figura, miniatur kendaraan, topeng, ukiran, Dengan sentuhan seni yang sangat halus, hasil kerajinan batok kelapa tersebut terlihat sangat artistik. Bahkan hasil dari kerajinan tempurung kelapa ini bisa berupa ragam bentuk dengan berbagai model dan ukuran, beragam bentuk model manik-manik/kancing, dan lain sebagainya.
    Posted by Nanang_Ajim
    Mikirbae Updated at: 10:20 AM

    Produk Kerajinan Limbah Cangkang Kerang

    Perairan Indonesia sangat luas dan banyak, banyak pula kerang yang hidup di dalamnya dan beraneka ragam pula bentuknya. Kita harus bersyukur atas keindahan alam Indonesia yang kita miliki. Bahasa latin kerang yaitu molusca, yaitu hewan air yang bertubuh lunak yang memiliki cangkang. Pengertian umumnya adalah semua moluska lengkap dengan sepasang cangkangnya. Semua kerang-kerangan memiliki sepasang cangkang yang biasanya simetri. Kerang-kerangan yang dipakai pada kerajinan adalah cangkangnya. Jenis kerang-kerangan yang biasa terdampar di pantai, bukan yang dibudidayakan untuk konsumsi pangan seperti kerang darah dan kerang hijau.

    Cangkang kerang terbagi dua yaitu cangkang kerang betina dan jantan. Cangkang yang dijadikan bahan dasar tersebut memiliki tekstur unik untuk dibentuk berbagai pola. Pola-pola tersebut disusun menjadi kerajinan tangan yang unik. Jika di daerah perkotaan atau pinggir kota, limbah cangkang kerang banyak dijumpai pada restoran sea food, pasti kita dapat menemui jenis kerang laut yang menjadi limbah. Kerang dimanfaatkan dagingnya saja sedangkan kulitnya belum banyak dimanfaatkan.

    Kulit kerang memang memenuhi tempat sampah, karena ukuran daging kerang yang kecil membuat limbah dari cangkang kerang ini menjadi menumpuk dan tidak sedap dipandang. Banyak orang sudah memanfaatkan kerang ini sebagai karya kerajinan. Turis mancanegara pun banyak yang menyukai karya kerajinan dari cangkang kerang produksi pengrajin Indonesia.

    Pemanfaatan cangkang kerang sebagai bahan kerajinan selain menambah nilai ekonomis juga sekaligus untuk menjaga kelestarian lingkungan. Dengan memanfaatkan cangkang kerang yang biasanya menjadi limbah, dan apabila dibiarkan begitu saja akan berdampak buruk pada lingkungan sekitar. Pemanfaatan cangkang kerang dapat mengurangi resiko pencemaran lingkungan.

    Dahulu cangkang kerang dibuat produk mainan anak, anak-anak sangat senang menggunakan mainan dari kerang yang berbentuk aneka hewan lucu dengan pembuatan teknik tempel. Namun berkembangnya teknologi, kerang tidak hanya dibuat dengan cara disusun dan ditempel tetapi juga dibor bahkan dipadukan dengan bahan logam. Dengan kreativitas dan inovasi dengan cangkang kerang dapat dihasilkan kerajinan yang luar biasa indah dan unik.

    Proses Pengolahan Kerang
    Adapun proses pengolahan cangkang kerang setelah diambil dari pantai adalah :
    1. Cangkang kerang dipilah-pilah sesuai ukuran dan bentuknya.
    2. Dicuci dengan menggunakan air mengalir dan direndam dalam larutan natrium soda, agar sisa-sisa daging kerang dan kotoran, serta bau yang ada di dalam cangkang kerang dapat larut.
    3. Dikeringkan dengan pengering, tidak menggunakan sinar matahari langsung, agar kualitas kerang tetap terjaga baik.
    4. Persiapan bahan baku cangkang kerang dengan cara dikikir, diamplas, ataupun dipotong sesuai kebutuhan.
    5. Cangkang kerang siap dibuat produk kerajinan sesuai desain yang telah dibuat

    Bahan dan Alat
    Bahan dan alat yang digunakan untuk pembuatan kerajinan cangkang kerang antara lain sebagai berikut.
    1. Kulit kerang laut yang sudah diolah terlebih dahulu dan sudah siap digunakan.
    2. Amplas dan kikir digunakan untuk menghaluskan permukaan kerang,
    3. Lem tembak digunakan untuk menyatukan kerang dengan media pembuatan kerajinan kerang.
    4. Aksesori digunakan untuk melengkapi karya kerajinan yang akan kita buat.
    5. Bor listrik digunakan untuk membuat lubang yang dibutuhkan dalam pembuatan kerajinan kerang.
    Proses Pembuatan Gantungan Kunci dari limbah kerang
    kerajinan kerang
    1. Kerang dicuci bersih,setelah itu dijemur.
    2. Kerang disusun dan dilem satu persatu
    3. Kerang disusun menjadi boneka
    4. Boneka diberi mata dan aksesoris lainnya
    5. Bagian atas kerang diberi lubang untuk memasukkan gantungan kunci

    Hasil Kerajinan Cangkang Kerang
    Hasil kerajinan dari limbah cangkang kerang adalah kerajinan yang unik dan disukai banyak orang. Cangkang kerang yang berukuran kecil dan pipih dapat dibuat sebagai pelapis tempat sabun, penghias frame foto atau cermin, kap lampu, kotak perhiasan, aneka lampu, dan sebagainya. Sedangkan kerang-kerang yang berukuran sedang dapat dijadikan sebagai tirai, replika hewan, bunga, miniatur bangunan, dan masih banyak lagi.
    Posted by Nanang_Ajim
    Mikirbae Updated at: 9:00 AM

    Produk Kerajinan Limbah Sisik Ikan

    Perairan Indonesia sangat kaya akan hasil lautnya, terutama ikan. Ikan selain dapat dikonsumsi oleh manusia, limbah dari ikan seperti sisik dan tulang ikan, juga dapat bermanfaat sebagai bahan dasar kerajinan. Di daerah pesisir pantai banyak para nelayan yang menjual ikan dan mengolahnya di tempat pelelangan ikan. Limbah sisik ikan banyak dijumpai di sana. Tidak banyak yang memahami bahwa sisik ikan dapat didaur ulang. Limbah dari sisik ikan itu bisa menghasilkan produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis tinggi jika dapat mengolahnya.

    Setiap ikan menghasilkan sisik yang berbeda ukuran dan ketebalannya. Sisik ikan kakap lebih sering dapat digunakan sebagai produk kerajinan karena sisiknya ini lebih terliat kokoh, tebal, dan besar dibanding sisik ikan mas atau mujair. Namun sisik-sisik jenis ikan selain kakap ini pun dapat diolah, tentunya disesuaikan dengan rancangan agar lebih tepat guna. Tapi tidak menutup kemungkinan ikan kecil tidak bisa digunakan untuk membuat perhiasan. Sebagai variasi, kita tentu membutuhkan ukuran sisik yang kecil untuk mempercantik aksesori

    Berikut ini adalah cara mengolah sisik-sisik ikan agar dapat dipakai menjadi bahan baku produk kerajinan, yaitu;
    1. Cucilah sisik-sisik ikan untuk mengilangkan lendir, kemudian direndam selama 2 jam dengan air detergen dan bilaslah dengan air bersih selama 3 kali hingga benar-benar bersih dari detergen.
    2. Rendam kembali sisik-sisik ikan dengan campuran air jeruk nipis dan air selama 2 jam, agar bau amisnya dapat hilang.
    3. Tiriskan sisik ikan pada saringan aluminium kurang lebih 30 menit dan usahakan tidak terkena sinar matahari, setelah air berkurang pisahkan sisik ikan sesuai ukuran dan ketebalan .
    4. Memberi warna pada sisik-sisik ikan diperlukan kehati-hatian. Rebuslah air hingga hangat dengan ditambahkan larutan benzoat sebagai pengawet. 
    5. Masukkan pewarna wantex atau cat tekstil pada panci aduk-aduk supaya tercampur merata dan masukkan pula sisik-sisik ikannya. Aduk-aduk sisik ikan secara perlahan kurang lebih 10 menit. Perlu diperhatikan jangan sampai air menjadi mendidih, jika air terlalu panas sisik ikan biasanya akan lengket dan saling menempel antara satu dengan yang lainnya.
    6. Angkat panci dari atas kompor dan biarkan sisik ikan tetap dalam panci kurang lebih 20 menit agar warna benar-benar meresap ke dalam sisik ikan. 
    7. Tiriskan sisik-sisik ikan di atas saringan aluminium untuk mengurangi warna yang berlebihan pada sisik. Bilas sisik menggunakan air bersih agar sisa pewarna yang masih terbawa menjadi luruh. 
    8. Keringkan sisik ikan dengan cara diangin-anginkan sehingga tidak ada lagi air yang menempel, Pada saat diangink-anginkan jangan sampai terkena sinar matahari agar permukaan tidak melengkung.

    Untuk menghindari lengkungan pada permukaan sisik ikan, sebaiknya sisik ikan tidak terkena panas atau matahari secara langsung karena bisa membuat sisik ikan melengkung dan sulit untuk dibentuk. Penyimpanan bahan sisik ini juga perlu diperhatikan. Jika tidak digunakan, simpan sisik-sisik ini ke dalam kotak yang kering dan bersih. Jika sisik ikan sudah mulai mengeras, lakukan perendaman terlebih dahulu sebelum dirangkai untuk membuat. aksesori. Perendaman ini biasanya dilakukan dengan menggunakan air dingin selama sekitar satu jam. Setelah agak lemas, sisik ikan baru bisa dibentuk sesuai selera. 

    Bahan dan Alat Pembuatan Kerajinan dari Limbah Sisik Ikan :
    Bahan dan alat yang digunakan dalam embuatan kerajinan dari sisik ikan sangat sederhana. Bahan dan alat pembuatan kerajinan dari limbah sisik ikan;
    1. Sisik ikan kakap
    2. Vernis digunakan untuk finishing agar hasil kerajinan tampak menkilap.
    3. Jeruk  nipis untuk menghilangkan bau amis saat perendaman.
    4. Tang digunakan untuk memotong kawat, misalnya saat membuat tangkai bunga.
    5. Pewarna (wantek) digunakan saat pewarnaan sisik ikan, 
    6. Benzoat sebagai bahan pengawet sisik ikan 
    7. Pensil atau spidol digunakan untuk membuat desain aksesori yang akan dibuat.
    8. Kuas digunakan untuk mengoleskan vernis di atas permukaan sisik ikan agar tampak lebih mengkilat.
    9. Saringan aluminium digunakan untuk meniriskan sisik ikan yang sudah direndam.
    10. Lem tembak digunakan untuk melekatkan sisik ikan pada media pembuatan aksesori.
    11. Gunting digunakan untuk membentuk sisik ikan agar dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhan.
    12. Aksesoris untuk melengkapi kerajinan yang akan kita buat.
    13. Panci digunakan untuk merebus sisik ikan

    Proses pembuatan kerajinan dari limbah sisik ikan:
    Proses pembuatan kerajinan aksesori dari bahan sisik ikan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
    1. Buatlah desain aksesori yang akan dibuat pada kertas terlebih dahulu, misalnya saja aksesori berupa bunga yang nantinya akan dijadikan bros.
    2. Bahan dasar bros biasanya terbuat dari palstik ataupun logam yang dapat kita beli di toko
    3. Ambil gunting dan gunting sisik ikan dengan pola dan motif sesuai dengan yang kita inginkan.
    4. Tempel sisik ikan yang sudah berpola dengan lem tembak satu per satu pada media pembuatan bros tersebut.
    5. Letakkan peniti di tempat yang tepat kemudian tempalkan dengan lem tembak
    6. Semprot kerajinan tangan dengan cat clear/vernis secara merata agar hasilnya lebih mengkilat.
    7. Biarkan sampai clear kering.

    Produk Kerajinan dari bahan limbah sisik ikan :
    kerajinan sisik ikan
    Limbah sisik ikan bisa dijadikan sebagai bahan utama pembuatan aksesori seperti; anting-anting, cincin, kalung, bros, dan gelang. Hasilnya lebih terlihat unik, artistik, dan menarik. Namun dapat pula dikembangkan menjadi bentuk-bentuk penghias kartu atau wadah serbaguna juga miniatur hewan bersisik seperti naga atau bentuk lainnya. Dibutuhkan keuletan dan kreatifitas untuk memunculkan gagasan baru. Perbanyaklah mengamati bentuk agar dihasilkan karya yang inovatif.
    Posted by Nanang_Ajim
    Mikirbae Updated at: 12:19 AM

    Proses Pengolahan Bahan Limbah Organik

    Produk kerajinan dari bahan limbah organik yang dimaksud adalah limbah organik basah dan kering. Limbah organik cukup banyak di lingkungan kita. Misalnya saja kulit jagung, batok kelapa, sisik ikan, dan kertas bekas. Banyak warga masyarakat yang sudah memanfaatkan limbah organik ini sebagai produk kerajinan. Teknik pembuatannya pun bervariasi. Temuan-temuan desain produk kerajinan dari limbah organik selalu bertambah dari waktu ke waktu. Ini dikarenakan semakin banyak orang yang perhatian terhadap pemanfaatan limbah organik sebagai produk kerajinan.

    Pembuatan produk kerajinan di setiap wilayah tentunya berbeda dengan wilayah lainnya. Masing-masing daerah memiliki ciri khas kerajinan yang menjadi unggulan daerahnya. Hal ini tentu dikarenakan sumber daya limbah organik dari masing-masing daerah berbeda. Daerah pembuatan produk kerajinan limbah organik antara lain di daerah pantai/pesisir, daerah pegunungan, daerah pertanian, dan daerah perkotaan. Di bawah ini merupakan penggolongan hasil limbah organik dilihat dari kondisi wilayahnya, yaitu :
    • Daerah pesisir pantai/laut. Limbah organik yang banyak tersedia adalah cangkang kerang laut, sisik ikan, tulang ikan, tempurung kelapa, sabut kelapa, dan lainnya.
    • Daerah pegunungan. Limbah organik yang banyak dihasilkan di daerah ini adalah kulit buah-buahan yang bertekstur keras seperti salak, durian; kulit pete cina, dan lainnya.
    • Daerah pertanian. Limbah organik yang didapat pada daerah ini adalah jerami padi, kulit jagung, batang daun singkong, kulit bawang, dan lainnya.
    • Daerah perkotaan Limbah yang dihasilkan di daerah perkotaan biasanya kertas, kardus, kulit kacang, kulit telur, kayu, serbuk gergaji, serutan kayu, dan lainnya.

    Proses Pengolahan Bahan Limbah Organik
    Untuk dapat menggunakan limbah organik menjadi barang kerajinan dibutuhkan proses pengolahan limbah tersebut. Limbah harus diolah terlebih dahulu sebelum digunakan. Proses pengolahan masing-masing bahan limbah organik secara umum sama. Pengolahan dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan mesin. Prosesnya yaitu:
    limbah organik
    a. Pemilahan bahan limbah organik
    Sebelum didaur ulang bahan limbah organik harus diseleksi terlebih dahulu untuk menentukan bahan mana yang masih dapat dipergunakan dan mana yang sudah seharusnya dibuang. Pemilahan bahan dapat dilakukan secara manual dan disesuaikan dengan tujuan penggunaan bahan yang telah dirancang. Bagian-bagian yang tidak bisa digunakan untuk membuat kerajinan dapat digunakan untuk keperluan yang lain.

    b. Pembersihan limbah organik
    Limbah organik yang sudah dipilih tersebut harus dibersihkan dahulu dari sisa sisa bahan yang telah dimanfaatkan sebelumnya. Misalnya saja kulit jagung, maka kulit jagung harus dipisahkan dari tongkol dan rambutnya. Lalu apakah tongkol dan rambutnya juga akan didaur ulang atau tidak itu tergantung dari perancangan produk. Sisik ikan harus dicuci dan dihilangkan bau amisnya sebelum digunakan.

    c. Pengeringan
    Bahan limbah organik yang sifatnya basah harus diolah dengan cara dikeringkan di bawah sinar matahari langsung, agar kadar air dapat hilang dan bahan limbah dapat diolah dengan sempurna. Pengeringan dilakukan untuk menjaga agar produk kerajinan yang akan dibuat menjadi lebih awet dan tidak terkena jamur ataupun bakteri yang dapat berkembang pada bahan organik tersebut.

    d. Pewarnaan
    Pewarnaan pada bahan limbah organik yang sudah kering merupakan selera dan disesuaikan dengan rancangan kerajinan yang akan dibuat. Jika dalam desain diperlukan bahan limbah yang diberi warna maka bahan limbah perlu diwarnai terlebih dahulu sebelum diproses sebagai produk kerajinan. Pewarnaan ini juga dapat menambah keindahan barang kerajinan yang akan dibuat.

    Proses pewarnaan yang umum dilakukan pada bahan limbah organik basah adalah dengan cara dicelup atau direbus bersama zat warna tekstil agar menyerap. Sedangkan bahan limbah organik kering dapat diwarnai dengan cara divernis/dipolitur, dapat pula dicat menggunakan cat akrilik atau cat minyak. Misalnya saja pada bahan kerajinan tempurung kelapa dapat menggunakan vernis.

    e. Pengeringan setelah pewarnaan
    Setelah diberi warna, bahan limbah organik harus dikeringkan kembali dengan sinar matahari langsung agar warna pada bahan baku dapat kering sempurna tidak mudah luntur. Namun ada juga pengeringan yang sebaiknya menghindari sinar matahari. Contohnya pada bahan limbah sisik ikan. Sebaiknya limbah sisik ikan dikeringkan dengan cara diangin-anginkan saja. Jika dijemur di bawah terik matahri bentuk sisik ikan akan berantakan.

    f. Finishing sebagai proses akhir agar siap pakai
    Finishing merupakan merupakan kegiatan melapisi, memperindah, menutup, dalam penyelesaian akhir pembuatan barang kerajinan. Bahan limbah organik yang sudah kering dapat difinishing agar mudah diproses menjadi karya. Proses finishing juga berbagai macam caranya, seperti diseterika untuk limbah kulit agar tidak kusut, dapat pula digerinda, atau diamplas pada bahan tempurung kelapa.
    Posted by Nanang_Ajim
    Mikirbae Updated at: 4:58 PM

    Prinsip Pengolahan Limbah Organik

    Limbah organik, merupakan limbah yang bisa dengan mudah diuraikan atau mudah membusuk, limbah organik mengandung unsur karbon. Limbah organik dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari, contohnya kulit buah dan sayur, kotoran manusia dan hewan. Limbah organik yang digunakan sebagai bahan dasar kerajinan dapat dibedakan menjadi dua yaitu limbah organik basah dan limbah organik kering. Limbah organik basah yang dapat dijadikan karya kerajinan adalah; kulit jagung, kulit bawang, kulit buah/biji-bijian, jerami dan sebagainya. Limbah organik kering yang dapat dijadikan bahan kerajinan ontohnya; kertas/kardus, kerang, tempurung kelapa, sisik ikan, kayu, kulit telur, serbuk gergaji, dan sebagainya.

    Pengolahan limbah organik memerlukan pengetahuan yang memadai, agar dalam pemanfaatannya tidak menghasilkan limbah baru yang justru semakin menambah permasalahan dalam kehidupan. Paling tidak limbah hasil daur ulang ini dapat dikelola dengan efisien dan efektif agar sampah yang dihasilkan dari proses pemanfaatan ini dapat diminimalisir. Berikut ini adalah prinsipprinsip yang bisa diterapkan dalam pengolahan sampah. Prinsip-prinsip ini dikenal dengan nama 3R, yaitu:

    1. Mengurangi (Reduce)
    Meminimalisir barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan

    2. Menggunakan kembali (Reuse)
    Pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang sekali pakai, lalu buang.

    3. Mendaur ulang (Recycle)
    Barang-barang yang sudah tidak berguna didaur ulang lagi. Tidak semua barang bisa didaur ulang, tetapi saat ini sudah banyak industri kecil dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain contohnya kerajinan.

    Upaya melaksanakan mendaur ulang limbah (Recycle) menjadi karya kerajinan tangan, berarti sudah dapat mengatasi masalah lingkungan yang mengganggu kehidupan. Selain itu dapat pula dimanfaatkan sebagai wadah penyaluran hobi keterampilan, kreatifitas, dan menumbuhkan jiwa wirausaha

    Buatlah sebuah contoh tindakan dalam pengolahan limbah organik, tuliskan pula jenis bahan limbah yang sesuai dengan pernyataan deskripsi.
    Reduce Reuse Recycle
    Membawa kertas dan majalah secukupnya saja sehingga tidak menambah jumlah sampah Memanfaatkan kertas bekas majalah atau koran untuk membuat barang kerajinan Mengumpulkan kertas, majalah, dan surat kabar sisa pembuatan kerajinan untuk didaur ulang menjadi bubur kertas untuk kerajinan topeng kertas
    Limbah kulit jagung yang digunakan hanya yang sesuai dengan ukuran rancangan yang akan dibuat  saja Memanfaatkan rambut jagung untuk membuat rambut pada boneka Mengumpulkan sisa-sisa kulit jagung untuk membuat kerajinan kolase
    Limbah batang padi/jerami yang digunakan yang sesuai ukuran kerajinan yang akan dibut Lem yang digunakan untuk membuat kerajinan jerami menggunakn lem yang dapat diisi ulang Mengumpulkan sisa-sisa potongan batang padai untuk membuat kerajinan bingkai foto,

    Seharusnya sebuah desain bersifat berkelanjutan (sustainable design), tidak hanya cukup secara ekonomi saja, tetapi harus mengintegrasikan isu-isu lingkungan, sosial, dan budaya ke dalam produk. Hal ini disebabkan agar desain lebih dapat bertanggung jawab dalam menjawab tantangan global. Begitu juga seorang desainer produk harusmemahami pentingnya pemahaman ini.

    Penjelasan hal di atas dikemukaan oleh Victor Papanek dalam bukunya yang berjudul ‘Design for the Real World’ bahwa ada 6 tata kelola desain berkelanjutan(sustainable design) yang tidak berdiri sendiri namun mempunyai elemen-elemen lain yang merajutnya, yaitu :

    1. Metode (method)
    Konsep method diulas dalam 2 pandangan yaitu, episteme dan techne. Episteme adalah pengetahuan yang melibatkan daya serap, imajinasi, dan abstraksi. Sedangkan techne adalah keteknikan atau keterampilan bertukang.

    Desain sangat dipengaruhi oleh penguasaan alat, pemahaman terhadap material, dan bagaimana keduanya berinteraksi menjalin kepekaan melalui daya serap, imajinasi dan abstraksi agar dapat terjalin dari proses pembuatan hingga melahirkan produk yang artistik. Hal ini dapat dihasilkan melalui kegiatan yang rutin dan intensif.

    2. Asosiasi (association)
    Kemampuan menghubungkan antara gagasan dengan kemampuan panca-indra dengan menggunakan gambar, bagan, tulisan, dan sebagainya.

    3. Estetika (aesthetics)
    Dalam mendesain perlu memahami estetika/ilmu keindahan yang diwujudkan dalam unsur desain; garis, warna, bentuk, volume, dan tekstur, serta prinsip desain; kesatuan, keseimbangan, point of interest, irama, proporsi dan komposisi. Desain harus dapat memadukan kesemuanyadalam penciptaan karya.

    4. Kebutuhan (need)
    Karya desain merupakan jawaban dari sebuah kebutuhan. Merumuskan kebutuhan bukanlah sesuatu yang mudah. Desainer harus memiliki kepekaan yang tajam untuk memilah apa yang menjadi kebutuhan konsumen dan kemungkinannya untuk menjadi tren di masanya.

    5. Telesis (telesis)
    Pemahaman fungsi yang mengubah desain dari sesuatu yang sifatnya personal menjadi lebih komunal. Telesis adalah fungsi desain yang berusaha mewadahi dimensi sosial dan budaya pada tempat desain tersebut dibutuhkan dan digunakan.

    6. Kegunaan (use)
    Merupakan fungsi praktis dari sebuah desain. Dalam mewujudkan fungsi ‘guna’ yang baik tentunya seorang desainer harus mempertimbangkan siapa yang akan menggunakannya (user) dan obyek dari kegunaan desain tersebut. Maka perlu pemahaman tentang ergonomi yaitu ilmu tentang hubungan antara manusia, mesin yang digunakan dan lingkungan kerjanya.

    Arah desain yang jelas akan menghasilkan pendekatan dan metode rancangan yang tajam, efisien dan efektif. Setelah mengetahui keenam tata kelola desain dari Victor Papanek, akan hadir sebuah ruang yang menjadi batas antara abstrak dan realisasi yaitu sebuah ‘jeda’. Jeda yang beradadi antara metode dan lahirnya sebuah desain yangdimaksud adalah kreatifitas. Kreatifitas tidak akanterwujud tanpa adanya wawasan dan pengetahuan serta penyatuan tentang techne (teknik) dan episteme (pengetahuan). Jika digambarkan dalam skema, dapat disimpulkan sebagai berikut:
    skema proses
    Berdasarkan skema tentang proses sebuah desain hingga membawa manfaat terhadap manusia dapat disimpulkan bahwa desain sangat penting dalam kehidupan. Perancangan sebuah produk harus dilakukan secara terus menerus dengan melakukan upaya penciptaan dan pembaharuan berdasarkan analisa dan uji produk baik secara mandiri maupun berdasarkan pasar. Analisa produk mengarah pada dua muara yaitu keberhasilan dan kegagalan dari sebuah desain.

    Oleh sebab itu sebagai desainer atau perancang produk harus mengetahui resiko yang dihadapi dalam setiap usahanya. Pasang surut dalam wirausaha juga merupakan resiko yang harus ditanggung sebagai pengelola usaha yang sekaligus juga sebagai desainer. Prinsipnya adalah semangat berusaha, jujur, pantang menyerah, disiplin, kerja keras, dan tanggung jawab merupakan modal dasar dari seorang perancang produk.
    Posted by Nanang_Ajim
    Mikirbae Updated at: 3:55 PM

    Pengelompokkan Bahan Limbah Organik

    Limbah merupakan dampak dari adanya kehidupan manusia. Akibat adanya limbah dapat menimbulkan bencana alam. Bencana alam yang sering dijumpai karena limbah pada lingkungan adalah banjir, pencemaran air dan udara. Agar pencegahan bencana tersebut dapat terlaksana maka diperlukan sebuah keahlian dalam menangani limbah. Perubahan perilaku terhadap pengolahan limbah seharusnya sudah mulai dapat dikondisikan melalui proses pemilahan organik dan nonorganik.

    Partisipasi untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan serta kreativitas kita sangat dibutuhkan. Salah satunya adalah membuat karya kerajinan yang mungkin menjadi alternatif solusi dari permasalahan tersebut. Selain dapat mengurangi limbah di lingkungan sekitar, kerajinan dapat menjadi aset budaya bangsa yang dapat menambah devisa negara, yang artinya meningkatkan nilai ekonomi kreatif bangsa Indonesia.

    Berdasarkan pengetahuan terhadap limbah dan juga pengamatan kebutuhan masyarakat maka kerajinan dari bahan dasar limbah dapat dibuat dengan berbagai bentuk dan fungsinya. Sejak dahulu rakyat Indonesia telah menggunakan produk kerajinan sebagai alat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dan ritual. Kini kerajinan berfungsi juga sebagai hiasan baik interior maupun ekterior.

    Setiap makhluk hidup di bumi dalam proses kehidupannya merupakan penyumbang terbesar dari sampah atau limbah. Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari hasil aktivitas manusia sehari-hari maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Limbah adalah buangan yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungannya karena tidak mempunyai nilai ekonomi. Limbah sendiri dari tempat asalnya bisa beraneka ragam, ada limbah dari rumah tangga, limbah dari pabrik-pabrik besar dan ada juga limbah dari suatu kegiatan tertentu.

    Pengelompokkan Limbah
    Limbah dapat dikelmpokkan berdasarkan wujud, sumber, dan senyawanya.
    1. Berdasarkan wujudnya limbah terdiri dari;
    • Limbah gas, merupakan jenis limbah yang berbentuk gas, contoh limbah dalam bentuk gas antara lain: Karbon Dioksida (CO2), Karbon Monoksida (CO), HCL, NO2, SO2. dan lain-lain.
    • Limbah cair, adalah jenis limbah yang memiliki fisik berupa zat cair misalnya: air cucian, air hujan, rembesan AC, air sabun, minyak goreng buangan, dan lain-lain.
    • Limbah padat, merupakan jenis limbah yang berupa padat, contohnya; kotak kemasan, bungkus jajanan, plastik, botol, kertas, kardus, ban bekas, dan lain-lain.

    2. Berdasarkan sumbernya limbah bisa berasal dari:
    • Limbah pertanian, limbah yang ditimbulkan karena kegiatan pertanian
    • Limbah industri, limbah yang dihasilkan oleh pembuangan kegiatan industri
    • Limbah pertambangan, limbah yang asalnya dari kegiatan pertambangan
    • Limbah domestik, limbah yang berasal dari rumah tangga, pasar, restoran dan pemukimanpemukiman penduduk yang lain.

    3. Berdasarkan senyawanya
    Limbah dibagi menjadi dua jenis;
    • Limbah organik, merupakan limbah yang bisa dengan mudah diuraikan atau mudah membusuk, limbah organik mengandung unsur karbon. Limbah organik dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari, contohnya kulit buah dan sayur, kotoran manusia dan hewan.
    • Limbah anorganik, adalah jenis limbah yang sangat sulit atau bahkan tidak bisa untuk di uraikan atau tidak bisa membusuk, limbah anorganik tidak mengandung unsur karbon, contoh limbah anorganik adalah plastik, beling, dan baja.

    Limbah organik yang digunakan sebagai bahan dasar kerajinan dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu:

    1. Limbah organik basah
    Sampah yang mempunyai kandungan air cukup tinggi. Contohnya; kulit buah dan kulit sayuran atau daun-daunan. Limbah organik basah yang dapat dijadikan karya kerajinan adalah; kulit jagung, kulit bawang, kulit buah/biji-bijian, jerami dan sebagainya.
    limbah basah
    Pengolahan limbah organik basah dapat dilakukan dengan cara pengeringan menggunakan sinar matahari langsung hingga kadar air dalam bahan limbah organik habis. Bahan yang sudah kering merupakan bahan baku yang nantinyadapat dibuat berbagai macam produk kerajinan.

    Proses bahan baku menjadi bahan yang siap pakai ditentukan oleh pengrajin, apakah akan dicelup warna atau diberi pengawet agar kuat dan tahan lama, semua dipengaruhi oleh tujuan si pembuat

    2. Limbah organik kering
    Sampah yang mempunyai kandungan air cukup rendah. Contohnya; kertas/kardus, kerang, tempurung kelapa, sisik ikan, kayu, kulit telur, serbuk gergaji, dan sebagainya. Hampir semua limbah organik kering dapat diolah kembali sebagai karya kerajinan, karena sifatnya yang kuat dan tahan lama. Pengolahan limbah organik kering tidak perlu banyak persiapan, karena sifatnya yang kering jenis limbah ini dapat langsung digunakan.
    Posted by Nanang_Ajim
    Mikirbae Updated at: 3:44 PM

    Memahami Lingkungan melalui Sastra

    Karya sastra merupakan sebuah bentuk seni yang dituangkan melalui bahasa. Karya sastra terdiri dari beragam bentuk, yaitu puisi, prosa maupun drama. Prosa dapat berupa novel dan cerpen. Sebuah karya sastra dianggap sebagai bentuk ekspresi dari sang pengarang. Melalui karya sastra pengarang dapat dengan bebas berbicara tentang kehidupan yang dialami oleh manusia dengan berbagai peraturan dan normanorma dalam interaksinya dengan lingkungan sehingga dalam karya sastra terdapat makna tertentu tentang kehidupan. Salah satu bentuk karya sastra adalah cerita rakyat.

    Cerita rakyat adalah cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang dalam masyarakat pada masa lampau yang menjadi ciri khas setiap bangsa yang memiliki kultur budaya yang beraneka ragam mencakup kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki masing-masing bangsa. Pada umumnya, cerita rakyat mengisahkan tentang suatu kejadian di suatu tempat atau asal muasal suatu tempat. Tokoh-tokoh yang dimunculkan dalam cerita rakyat umumnya diwujudkan dalam bentuk binatang, manusia maupun dewa.

    Setiap suku bangsa di dunia pada umumnya mempunyai cerita mitos yang merupakan hasil pemikiran bersama masyarakat. Mitos mengandung unsur-unsur simbolik yang mempunyai arti dan pesan bagi hubungan sosial maupun kehidupan sehari-hari masyarakat.

    Di dalam cerita rakyat dapat ditemukan sikap dan perilaku tanggung jawab dan percaya diri. Dalam cerita rakyat "Dewi Sri" ini digambarkan sikap dan perilaku tersebut. Hal ini berkaitan dengan lingkungan yang banyak dikenal di Indonesia. Cerita itu adalah Dewi Sri atau Dewi Padi yang menjadi simbol Dewi Kesuburan. Perhatikan cerita rakyat Dewi Sri: Dewi Kesuburan di bawah ini.

    Struktur Teks Kalimat
    Definisi Umum Dewi Sri atau Dewi Padi merupakan tokoh mitos dalam cerita rakyat Indonesia. Dewi Sri dianggap bisa mengendalikan bahan makanan di bumi, terutama padi yang menjadi bahan makanan pokok sebagian masyarakat Indonesia. Cerita Dewi Sri ini dikenal sebagai mitos, yaitu cerita yang berkaitan dengan kepercayaan.
    Deskripsi Bagian Dewi Sri dianggap sebagai dewi tertinggi dan dewi terpenting bagi masyarakat agraris, seperti di Indonesia. Sosok dewi ini diagungkan dan dimuliakan. Dalam cerita ini, Dewi Sri digambarkan sebagai putri kayangan santun dan cantik yang menikah dengan seorang lelaki di bumi. Putri itu mempunyai sikap dan perilaku bertanggung jawab dan percaya diri. Ia selalu menyediakan makanan untuk keluarganya tanpa proses memasak. Namun, pada saat janji dilanggar oleh suaminya, Dewi Sri kembali ke kayangan. Sejak saat itu, manusia harus menanam padi dan memasak untuk memenuhi kebutuhan makanan pokok.

    Cerita Dewi Sri atau Dewi Kayangan ini di Jawa terdapat dalam “Jaka Tarub”, di Banten “ “Sumur Tujuh”, di Bali cerita “Raja Pala”, di Nusa Tenggara Timur, “Tujuh Bidadari”, dan di Nusa Tenggara Barat cerita “Embung Puntiq”. Cerita ini terdapat juga di Papua dengan judul “Putri Bungsu dari Danau”. Cerita ini dimiliki juga oleh suku-suku lain di Indonesia. Sosok Dewi Sri sering dihubungkan dengan ular sawah dan burung sriti (walet). Ular sawah disucikan karena ular ini menjaga padi dan memangsa tikus yang menjadi hama tanaman padi.
    Deskripsi Manfaat Mitos Dewi Sri ini sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama dalam pelestarian lingkungan. Dalam ritual adat, masyarakat memohon pelindungan dari penguasa alam.
    Tahukah kamu, siapa Dewi Sri?
    Dewi Sri atau Dewi Padi adalah Dewi Padi yang menjadi simbol kesuburan

    Dapatkah kamu mendeskripsi sosok Dewi Sri?
    Dewi Sri atau Dewi Padi merupakan tokoh mitos dalam cerita rakyat Indonesia. Dewi Sri dianggap sebagai dewi tertinggi dan dewi terpenting bagi masyarakat agraris. Sosok dewi ini diagungkan dan dimuliakan. Dewi Sri dianggap bisa mengendalikan bahan makanan di bumi, terutama padi. Mitos Dewi Sri ini sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama dalam pelestarian lingkungan.

    Mengapa Dewi Sri dimitoskan di Indonesia?
    Karena Dewi Sri dianggap bisa mengendalikan bahan makanan di bumi, terutama padi yang menjadi bahan makanan pokok sebagian masyarakat Indonesia.

    Di mana saja cerita itu dikenal di Indonesia?
    Cerita Dewi Sri atau Dewi Kayangan ini di Jawa terdapat dalam “Jaka Tarub”, di Banten “ “Sumur Tujuh”, di Bali cerita “Raja Pala”, di Nusa Tenggara Timur, “Tujuh Bidadari”, dan di Nusa Tenggara Barat cerita “Embung Puntiq”. Cerita ini terdapat juga di Papua dengan judul “Putri Bungsu dari Danau”.

    Apakah manfaat cerita ini bagi masyarakat?
    Manfaat cerita Dewi Sri bagi masyarakat adalah sebagai pengokoh nilai-nilai sosial budaya yang berlaku dalam masyarakat. Dalam cerita Dewi Sri diajarkan cara pelestarian lingkungan, dalam ritual adat masyarakat memohon perlindungan kepada penguasa alam. Cerita rakyat bagi warga masyarakat pendukungnya bisa menjadi tuntunan tingkah laku dalam pergaulan sosial
    Posted by Nanang_Ajim
    Mikirbae Updated at: 8:07 PM

    Merancang Pementasan Teater Tradisional

    Berhasil atau tidaknya suatu pertunjukan teater tradisional yang akan dipentaskan, tergantung dari seberapa baik dalam melakukan persiapan. Berbagai unsur pertunjukan harus dirancang dengan sebaik-baiknya, dari mulai rancangan bentuk pertunjukan, arena pentas, properti, setting, musik rias dan kostum. Dalam proses perancangan dituntut kreatifitas dalam menuangkan gagasan pada rencana pementasan. Untuk mendapatkan berbagai gagasan harus banyak menyaksikan dan berapresiasi berbagai pertunjukan teater tradisional.

    Pada pementasan teater tradisional unsur-unsur komunikasi antartontonan akan terasa penting karena yang paling utama dalam pementasan teater tradisional adalah tersampaikannya pesan secara langsung, akrab dan menghibur. Unsur hiburan dalam teater tradisional terbentuk dari kemasan yang disajikan berupa musik, tarian, drama dan lawakan. Musik dihadirkan untuk memeriahkan suasana sebagai penanda keramaian di suatu tempat.

    Musik berfungsi sebagai pengiring penari atau adegan dalam lakon drama yang di pentaskan. Tarian disajikan sebagai penambah keindahan dalam unsur gerak yang dapat mendukung lakon drama dan lawakan yang dimainkan. Arena pertunjukan tidak selamanya berupa panggung resmi seperti di gedung-gedung pertunjukan. Pementasan teater tradisional lebih terasa keindahannya kalau dimainkan di arena terbuka seperti di halaman depan rumah, dan lapangan terbuka dengan tidak ada batasan dan jarak antara pementasan dan penonton.

    Menentukan Bentuk Pementasan
    Bentuk pementasan adalah bentuk atau jenis teater tradisional apa yang akan dipilih sebagai bahan yang akan dipentaskan. Apakah bentuk teater tradisional yang ada dan popular di daerah seperti Lenong, Ludruk, Makyong, Mamanda, Ludruk, Ketoprak, Wayang Wong, Wayang Gambuh, Uyeg, Mendu, Bakaba, Cepung, Dulmuluk, Longser, Sinrilli atau mencoba mempelajari lalu mementaskan bentuk teater tradisional dari luar daerah. Hal itu tergantung dari pilihan kelompok.

    Membuat Rancangan Arena
    Dalam membuat rancangan pementasan teater tradisinal, sebaiknya arena yang akan dijadikan tempat pementasan dibuat atau disesuaikan dengan suasana pementasan teater tradisonal aslinya. Misalnya dalam pertunjukan teater Lenong, Longser, dan Topeng Banjet suasana arena pementasan berupa arena terbuka. Hubungan pertunjukan dan penontonnya terasa akrab, seolah tidak ada batas “pertunjukan” dan “penonton”.
    rancangan arena
    Penonton menjadi bagian dari pertunjukan. Panggung sebagai arena pementasan dilengkapi dengan lampu obor, lampu obor sebagai alat penerangan dan juga sebagai hiasan di sekitar panggung. Penonton menyaksikan pementasan sambil duduk lesehan dibawah lantai tanah. Penambahan hiasan dari daun kelapa muda dan bambu dapat menambah semaraknya suasana

    Membuat Rancangan Properti
    Buat rancangan peralatan yang dibutuhkan diatas panggung (properti) dan latar belakang panggung (setting) seefektif dan seefisien mungkin, artinya properti dan setting yang di buat sesuai dengan tuntutan pertunjukan, serta fungsinya yang jelas. Tidak kurang ataupun tidak berlebihan. Dan tentunya harus membuat nyaman para pemain dan menarik bagi penonton.

    Membuat Rancangan Musik
    Kehadiran musik dan tarian dalam pertunjukan teater tradisional sangat penting dan menentukan keberhasilan pementasan teater tradisional. Fungsi musik dalam teater tradisional sebagai unsur untuk memeriahkan suasana pementasan secara keseluruhan dengan bunyi-bunyian, dan sebagai pengiring tari-tarian, serta memberi penguatan pada setiap penampilan pemain teater tradisional.

    Jenis-jenis musik tergantung dari jenis teater yang ditampilkan misalnya gambang kromong untuk pertunjukan Lenong, musik Samrah untuk pertunjukan teater-teater melayu, juga musik Gamelan untuk pertunjukan teater-teater di Jawa. Buatlah rancangan musik sesuai dengan bentuk teater dan karakter pertunjukan.

    Membuat Rancangan Kostum
    Sebaiknya kostum dan riasan para pemain sudah bisa dirancang dari awal, hal ini akan dapat membantu para pemain pada gambaran sosok peran yang akan diwujudkan.

    Membuat Rancangan Naskah
    Naskah Teater Tradisional dapat dikembangkan dari cerita rakyat, hikayat, legenda, dan sejenisnya. Jika ingin membuat rancangan naskah teater berdasarkan hal tersebut diatas, dapat dilakukan melalui sumber-sumber cerita yang dapat dipertanggungjawabkan.

    Kunci sukses menumbuhkan kreatifitas dalam merancang sebuah pertunjukan teater adalah apresiasi. Dengan berapresiasi kitadapat secara langsung melihat dan mengamati unsur-unsur pendukung sebuah pertunjukan teater, yang akhirnya bisa memberi inspirasi bagi kita dalam membuat sebuah pertunjukan teater. Juga yang paling penting dalam proses berapresiasi kita dapat lebih menghargai hasil karya orang lain.
    Posted by Nanang_Ajim
    Mikirbae Updated at: 5:23 PM

    Keunikan Seni Peran Teater Tradisional

    Teater tradisional tidak mengenal teknik-teknik pemeranan yang sama seperti yang kita temui pada latihan pemeranan teater modern. Aktor dan pemeran dalam teater tradisional secara alamiah tampil seperti apa adanya atau dalam istilah teori dramaturgi disebut stock karakter atau tipe casting. Pemeran cenderung bermain tetap seperti sosok keseharian. Misalnya, karena tubuhnya tinggi besar, ia akan berperan sebagai tokoh-tokoh ksatria atau tokoh Buto. Tokoh putri atau permaisuri dimainkan oleh pemeran yang berparas cantik. Begitupun tokoh lucu, bodor, atau punakawan selalu dimainkan oleh pemeran yang kesehariannya suka melucu.

    Gaya permainan dalam teater tradisional semua laku dan dialog untuk menjalin cerita dilakukan dengan improvisasi. Para pemain menyesuaikan diri dengan alur cerita pada umumnya, di samping mahir bermain improvisasi juga harus pandai menyanyi sebagai kelengkapan keahlian dalam bermain teater tradisional. 

    Pemeranan, kekuatan Improvisasi dan spontanias pemain dalam memainkan cerita merupakan ciri khas dari teater tradisional Indonesia pada umumnya. Latihan pemeranan tradisional dapat memanfaatkan seni budaya yang ada misalnya gerak-gerak tradisional untuk berlatih olah tubuh, lagu-lagu dolanan tradisional untuk berlatih olah suara, dan banyak menciptakan peristiwa-peristiwa kemudian dimainkan secara improvisasi baik perorangan maupun kelompok.

    Keunikan Teater Tradisional
    Keunikan keunikan yang terdapat pada teater tradisional nusantara memiliki suatu keistimewaan dan ciri khas yang berbeda beda. Perbedaan perbedaan itulah yang menjadikan keanekaragaman jenis teater tradisional nusantara. Keunikan teater tradisional dapat diidentifikasi adri bentuk, fungsi, dan sifatnya.
    • Keragaman Bentuk. Hampir setiap daerah memiliki teater tradisional yang berbeda antara satu dan yang lainnya. Kemajemukan budaya suku bangsa mengakibatkan kemajemukan teater tradisional tersebut.
    • Keragaman Fungsi. Ada beberapa teater tradisional Indonesia yang masih erat dengan upacara ritual. Namun, ada juga teater yang sudah meninggalkan fungsi ritualnya dan beralih fungsi menjadi teater hiburan. Selain itujuga ada teater tradisional yang memadukan berbagai peristiwa ertunjukkan. Misalnya, pertunjukan wayang kulit atau wayang golek dalam upacara pernikahan atau khitanan.
    • Sifatnya Sederhana. Teater tradisional sifatnya sedehana, baik gagasan yang tertuang dalam karya teater merupakan pencerminan realita hidup keseharian masyarakat pemiliknya. Gagasan-gagasan tersebut diungkapkan menggunakan bahasa visual dan bahasa verbal yang sangat sederhana sehingga dapat dicerna oleh penontonnya.
    • Bersifat Spontan. Perilaku pemain teater tradisional di atas panggung bukan merupakan hasil proses latihan khusus secara terjadwal. Latihan mereka lakukan secara spontan dari panggung ke panggung. Semakin banyak manggung maka akan semakin banyak latihan sehingga penguasaan permainan dapat diraih dalam waktu yang cepat. Dialog diciptakansecara spontan oleh pemain dengan mengacu pada tema-tema adegan cerita yang dibawakan. Alur cerita yang disajikan juga tidak ada dalam naskah. 

    Ludruk adalah suatu kesenian drama tradisional dari Jawa Timur. Cerita yang dibawakan biasanya tentang kehidupan rakyat sehari-hari, cerita perjuangan, dan sebagainya yang diselingi dengan lawakan dan diiringi dengan gamelan sebagai musik.

    Keunikan Pertunjukan Ludruk
    • Dialog/monolog dalam ludruk bersifat menghibur dan membuat penontonnya tertawa, menggunakan bahasa khas Surabaya. Bahasa lugas yang digunakan pada ludruk, membuat mudah diserap oleh kalangan nonintelek.
    • Sebuah pementasan ludruk biasa dimulai dengan Tari Remo dan diselingi dengan pementasan seorang tokoh yang memerankan "Pak Sakera", seorang jagoan Madura. Biasanya, tokoh Sakera ini akan memberikan wejangan pada saat terjadi konflik sebagai bagian cerita. Sehingga pesan-pesan ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi pengetahuan penonton dan bukan hanya mendapatkan cerita banyolan semata dari pementasan ludruk tersebut
    • Ludruk berbeda dengan ketoprak dari Jawa Tengah. Cerita ketoprak sering diambil dari kisah zaman dulu (sejarah maupun dongeng), dan bersifat menyampaikan pesan tertentu. Sementara ludruk menceritakan cerita hidup sehari-hari (biasanya) kalangan wong cilik.

    Mamanda adalah seni teater atau pementasan tradisional yang berasal dari Kalimantan Selatan. Mamanda lebih mirip dengan Lenong dari segi hubungan yang terjalin antara pemain dengan penonton. 

    Keunikan Mamanda
    • Interaksi antara pemain dan penonton membuat penonton menjadi aktif menyampaikan komentar-komentar lucu yang sehingga dapat membuat suasana jadi lebih hidup.
    • Cerita Mamanda yang monoton pada alur cerita kerajaan. Tokoh-tokoh baku seperti Raja, Perdana Menteri, Mangkubumi, Wazir, Panglima Perang, Harapan Pertama, Harapan kedua, Khadam (Badut/ajudan), Permaisuri dan Sandut (Putri).

    Untuk menjadi pemain teater tradisional kita dapat berlatih, seperti melatih tubuh dengan bernyanyi, berikut ini latihan yang harus dilakukan para pemain teater tradisional yang bisa lakukan.

    1. Olah Tubuh
    Untuk mengolah tubuh para seniman teater tradisional biasanya mengolah tubuh dengan berlatih gerak-gerak dasar tarian tradisional. Karena pemain dituntut untuk bisa menari dalam pertunjukan teater tradisional. Seperti tarian wayang pada pemeran teater-teater wayang orang, tari kuda lumping, tari ksatria ataupun gerak-gerak komikal yang lucu-lucu dapat kita tiru dari gerak-gerak keseharian. Bisa kita contoh untuk memberi variasi pada latihan yang biasa dilakukan.

    2. Olah Suara
    Pengolahan suara, sangat penting bagi seorang pemeran, tujuannya antara lain untuk kekuatan suara, kejelasan suara, dan memberi penekanan pada dialog-dialog penting, irama serta dinamika dialog. Pengolahan suara dalam teater tradisional sangat penting terutama kekuatan suara pemeran dituntut sekali karena biasanya teater tradisional berpentas di panggung arena terbuka, jadi cenderung para pemeran tradisional bersuara keras. Beberapa latihan yang dilakukan adalah dengan cara berlatih menyanyikan lagu-lagu tradisional, atau lagu-lagu dolanan (permainan) anak-anak secara bebas di alam terbuka.
    olah suara
    3. Olah Rasa
    Karakteristik pementasan teater tradisional adalah akrab, komunikatif, dan materi cerita selalu diusahakan sesuai dengan keadaan yang sedang terjadi di masyarakat. Hal ini menuntut para pemeran harus selalu mencari tahu kejadiankejadian yang terjadi di masyarakat. Baik itu masalah budaya, sosial, politik maupun masalah-masalah yang menjadi perbincangan di masyarakat.

    Latihan yang biasa dilakukan adalah latihan improvisasi dan spontanitas. Improvisasi adalah latihan merespon suatu peristiwa, dari peristiwa yang kecil, sederhana menjadi peristiwa yang besar dan kompleks. Kalau spontanitas adalah latihan dalam merespon peristiwa secara cepat dan tepat. Baik berupa dialog maupun tingkah laku.
    Posted by Nanang_Ajim
    Mikirbae Updated at: 4:29 PM

    Pementasan Teater

    Indonesia memiliki warisan budaya dalam bidang legenda dan cerita rakyat. Melalui cerita atau legenda orang tua mengajarkan kepada anak-anaknya tentang pendidikan karakter bagaimana hidup bersama dengan orang lain. Cerita atau legenda tumbuh bersama dengan media pengantar cerita melalui kesenian tradisional seperti ketoprak, ludruk, mamanda, makyong, wayang golek, wayang kulit, wayang sasak, longser, tarling, dan seni pertunjukan lain. Cerita atau legenda, ada yang dituturkan secara lisan namun ada juga yang tertulis dalam bentuk sastra atau tembang.

    Cerita atau legenda sering menjadi tema pada pertunjukan teater baik tradisional maupun modern dengan adaptasi sesuai dengan kebutuhan zaman. Pelestarian dan pengembangan warisan budaya dalam bentuk cerita atau legenda tetap harus dilestarikan sebagai salah satu kekayaan budaya. Cerita dan legenda dapat juga dijadikan sebagai media atau wahana untuk menyampaikan pesan moral kepada generasi muda. Warisan budaya dalam bentuk cerita atau legenda dapat juga dijadikan salah satu pilar ekonomi kreatif sehingga mendatangkan kemakmuran bagi masyarakat pendukungnya

    Pementasan teater merupakan puncak dari semua kegiatan persiapan pertunjukan. Keberhasilan pementasan ditentukan oleh kesiapan segala hal yang diperlukan. Kerjasama dan gotong royong merupakan salah satu kunci keberhasilan pementasan teater selain kekuatan pemain dalam memerankan tokoh dan karakternya.
    pementasan teater
    Pelaksanaan pementasan teater dapat terlaksana dengan baik atau tidak tergantung dari kerjasama tim. Kemampuan dalam manajemen pertunjukan merupakan salah satu kunci keberhasilan. Manajemen pertunjukan dapat berhasil jika semua anggota tim saling bahu membahu bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.

    Kemampuan dalam tata rias, tata busana, tata lampu, dan tata panggung, merupakan keterampilan yang harus dikuasai dalam pementasan teater. Aspek-aspek tersebut merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi.

    Saat terbaik dalam semua rangkaian proses seni teater adalah pementasan. Semua mata tertuju pada panggung yang telah kita persiapkan sedemikian rupa disesuaikan dengan tuntutan pementasan. Banyak orang yang bekerja dalam pementasan. Yang paling penting adalah saatnya kita menampilkan hasil proses latihan akting kita dengan sebaik-baiknya.

    Biasanya sehari sebelum pementasan diadakan gladi bersih pementasan. Gladi bersih adalah suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan pada waktu latihan terakhir, dari acara pertama sampai acara penutup. Biasanya gladi bersih dilakukan di depan penonton agar para pemain terbiasa menghadapi banyak orang. Tujuan gladi bersih adalah untuk membuat apakah persiapan itu benar-benar sudah sempurna atau belum. Biasanya untuk pelaksanaannya dimana tempat pergelaran dilaksanakan dengan tujuan untuk mengenal panggung atau medan bagi pemain yang akan menyuguhkan hasil karyanya.

    Menjelang pementasan semua pemain harus sudah siap satu jam sebelum acara dimulai sehingga mereka tidak tergesa-gesa dalam melaksanakan pementasan. Penataan panggung harus sudah dalam kondisi siap pakai. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat mementaskan karya teater adalah seluruh kepanitiaan yang terlibat harus konsentrasi penuh, jangan sampai terjadi kesalahan dari apa yang direncanakan. Hadapi semuanya dengan ketenangan. Juga menjaga kekompakkan dalam bekerjasama sehingga pementasan akan berhasil dengan baik.

    1. Melaksanakan Pementasan
    Seni teater bukan hanya saja melibatkan banyak seniman, melaikan juga mengandung banyak unsur. Unsur-unsur itu saling mendukung dan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keutuhan pementasan drama. Karena itu, semua unsur pementasan drama harus ada dan harus digarap dengan baik. Jika salah satu unsur tidak ada bisa, mengakibatkan pementasan drama tidak akan pernah terwujud. Pada saat pelaksanaan ada beberapa hal yang penting dilakukan berkaitan dengan pementasan teater, sebagai beikut.

    a. Tata Rias
    Tata rias memiliki peran penting dalam pementasa teater. Tata rias dapat mengubah dan menguatkan karakter tokoh. Wajah muda dapat diubah menjadi tua. Tata rias juga dapat mengubah kulit seolah-olah terluka atau bahkan anggota tubuh seolah-olah ada yang patah. Orang yang mengerjakan tata rias disebut penata rias. Penata rias harus mampu mengatur waktu sehingga setiap pemain yang akan naik panggung sudah dirias dengan baik.

    b. Tata Busana
    Tata busana juga memiliki peran penting di dalam penampilan seorang tokoh. Tata busana dapat menunjukkan karakter tokoh yang diperankan. Peran pengemis, tata busana yang dipakai akan berbeda dengan peran raja. Tata busana juga berfungsi untuk menguatkan karakter tokoh di dalam pementasan teater. Tata rias dan tata busana merupakan satu kesatuan tak terpisahkan.

    c. Tata Suara
    Tata suara pada pementasan teater memiliki arti penting karena penyampaian pesan dilakukan dengan cara berdialog. Tata suara tidak hanya mencakup sound system saja tetapi juga tata suara pemain itu sendiri. Peralatan tata suara dirancang dengan baik sehingga dialog dapat terdengar jelas.

    Tata suara juga mencakup aspek musik pengiring sebagai ilustrasi suasana. Perlu penempatan secara matang musik pengiring dengan menggunakan kaset atau iringan langsung. Musik pengiring merupakan kesatuan dalam pementasan teater.

    d. Tata Panggung
    Ada beberapa jenis tata panggung. Ada yang berbentuk lingkaran dan tapal kuda. Tata panggung di luar atau di dalam gedung juga memiliki kakteristik tersendiri. Jika tata panggung di luar (outdoor) diperlukan tata suara memadai karena adanya gangguan dari sekeliling. Penataan suara tentu akan berbeda dengan tata panggung di dalam gedung (indoor).

    Tata panggung juga berhubungan dengan setting atau latar cerita yang dipentaskan. Manajemen panggung perlu memperhitungkan secara cermat jeda untuk mengganti latar panggung sehingga pementasan akan berjalan mengalir.

    e. Tata Lampu
    Tata lampu pada pementasan teater mempunyai arti penting. Tata lampu berfungsi untuk membangun suasana. Jika pementasan teater dilaksanakan siang hari dan di ruang terbuka maka tidak diperlukan tata lampu.

    Tata lampu tidak hanya mencakup lampu-lampu panggung saja tetapi juga lampu yang merupakan bagian dari setting panggung seperti penggunaan lampu teplok atau petromak untuk menunjukkan suasana rumah pedesaan zaman dulu.

    2. Evaluasi Pelaksanaan Pementasan
    Evaluasi sangat penting dilakukan supaya mengetahui kekurangan dan kelebihan pementasan yang sudah dilaksanakan. Dengan mengetahui akan  kekurangan dan kelebihan inilah yang kemudian harus ditindaklanjuti. Hal-hal yang sudah baik perlu dilanjutkan dan ditingkatkan tingkatkan, dan hal-hal yang masih kurang harus diperbaiki. Pada saat evaluasi diperlukan kebesaran hati untuk menerima kritik dan masukan semua yang telah dikerjakan. Tanggapi semua saran dan masukan untuk sesuatu yang lebih baik lagi. Tujuan evaluasi antara lain
    • Mengetahui kekurangan dan kelebihan pelaksanaan pementasan.
    • Umpan balik untuk perbaikan pada tahun berikutnya.
    • Saling menghargai kerja tim.
    • Hasil akhir merupakan hasil kerja tim bukan perorangan.
    Posted by Nanang_Ajim
    Mikirbae Updated at: 7:00 PM

    Meragakan Tari Berdasarkan Iringan dan Hitungan

    Indonesia memiliki warisan budaya dalam bidang seni tari. Setiap suku di Indonesia memiliki jenis, fungsi, makna, simbol, prosedur, dan nilai estetika berbeda dalam tari. Tari pergaulan merupakan salah satu contoh warisan budaya dalam bentuk sosial. Tari sakral seperti Bedoyo pada keraton di Jawa Tengah, tari Saman dari Aceh, tari Perang pada suku di Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi, dan Maluku. Di Bali tari merupakan bagian tak terpisahkan dari kegiatan keagamaan. Tari Zapin merupakan tari pergaulan demikian juga Tor-tor sebagai ungkapan rasa suka cita kepada tamu yang datang.

    Warisan budaya dalam bentuk seni tari perlu terus dikembangkan dan dilestarikan sebagai kekayaan yang tidak akan pernah habis untuk digali. Pengembangan dan pelestarian seni tari dapat dijadikan salah satu ekonomi kreatif. Pengembangan seni tari tetap memperhatikan unsur fungsi tari sehingga tidak merusak tetapi memberi nilai tambah pada masyarakat pendukungnya.

    Meragakan tari tidak hanya dituntut kemampuan gerak tetapi juga kemampuan memadukan dengan iringan musik. Seorang yang mampu menguasai gerak tari dengan baik sesuai dengan iringan musik berarti memiliki kecerdasan kinestetik dan kecerdasan musikal. Pembelajaran meragakan tari dapat dijadikan salah satu sarana rekreasi dan rileksasi jika dilakukan dengan sungguh-sungguh.

    Menari tidak hanya dituntut kemampuan pribadi yang baik tetapi juga kemampuan melakukan kerjasama dengan teman. Menari juga dituntut untuk saling menghormati, menghargai, santun serta peduli dengan lingkungan. Saling berbagi pengalaman dan kemampuan dengan teman merupakan salah satu kunci keberhasilan meragakan tari. Penghayatan makna tari juga mengajarkan kita untuk rendah hati, tidak sombong, serta mensyukuri atas segala pemberian Tuhan.

    Bentuk penyajian tari dapat berupa tari tunggal, tari berpasangan, dan tari berkelompok.
    • Tari tunggal adalah tarian yang dibawakan hanya oleh satu orang saja. Contoh tari tunggal misalnya tari Pendet dari Bali, tari Gambyong dan tari Golek Manis  dari Jawa Tengah, dan masih banyak yang lainnya
    • Tari berpasangan adalah tarian yang dilakukan oleh dua orang baik laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan, atau laki-laki dengan perempuan. Prinsip pada tari berpasangan antara lain; 1) adanya gerakan saling mengisi; 2) adanya gerakan saling interaksi; dan 3) merupakan kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan dalam penyajian. Contoh tari berpasangan yang dilakukan antara dua orang seperti tari Serampang Duabelas dari Sumatera Barat, Tari Zapin, dan Tari Golek Menak, dan masih banyak yang lainnya.
    • Tarian berkelompok adalah tarian yang dilakukan secara berkelompok baik dilakukan oleh laki-laki, perempuan atau campuran antara laki-laki dengan perempuan. Tarian berkelompok ini sering dijumpai pada panggung-panggung pertunjukan. Contoh tari berkelompok misalnya tari Wor dari Papua, Tari Saman dari Aceh, Tari Kecak dari Bali, dan masih banyak yang lainnya.
    Pengolahan pola lantai pada setiap bentuk penyajian tari tentu akan berbeda. Pola lantai adalah pola denah yang dilakukan oleh seoarang penari dengan perpindahan, pergerakan, dan pergeseran posisi dalam sebuah ruang untuk menari. Jika tari tunggal pengolahan pola lantai dilakukan secara individu. Pada tari berpasangan pengolahan lantai dilakukan berdua dan pada tari kelompok dilakukan memerlukan kerjasama. Beberapa cara meragakan tari antara lain sebagai berikut.

    A. Meragakan Gerak Tari dengan Hitungan
    Meragakan gerak tari dapat dilakukan secara individu, berpasangan, maupun kelompok. Ada juga gerak tari individu dan berpasangan dilakukan secara berkelompok. Meragakan tari secara berberpasangan atau berkelompok memerlukan kerjasama dan tanggung jawab sehingga gerak dapat dilakukan sesuai dengan hitungan atau iringan.

    Gerak tari dengan hitungan adalah berbagai gerak tari yang disesuaikan dengan irama berupa hitungan. Hitungan ini biasanya menggunakan bilangan yaitu satu, dua tiga, empat dan seterusnya. Pada masing-masing bilangan tersebut gerakaannya berbeda-beda. Hitungan juga dapat berupa petunjuk arah seperti kanan, kiri, depan, belakang, atau maju mundur. Pada saat melakukan gerak dapat menggunakan properti disesuaikan dengan kebutuhan dalam melakukan gerak.
    gerakan tari
    Setiap ragam gerak dapat dikembangkan menjadi suatu tarian, seperti pada gambar di atas.
    • Pada gerakan nomor 1 dapat dikembangkan dikemungkinan berbagai macam gerak menjadi gerak tari Saman atau Indang.
    • Pada ragam gerak nomor 2 dapat dikembangkan menjadi gerak tari kipas, burung, kupu-kupu, pakarena dan semua jenis tari yang menggunakan properti kipas.
    • Pada ragam gerak nomor 3 dengan menggunakan properti rebana dapat dikembangkan menjadi tari rebana.
    • Ragam gerak tari nomor 4 menggunakan selendang dapat dikembangkan menjadi tari kupu-kupu, atau semua jenis gerak tari yang menggunakan selendang.
    • Ragam gerak tari nomor 5 dikembangkan dari ragam gerak Joged. Joged merupakan ragam gerak yang berkembang pada tari Melayu. Berdasarkan latihan gerak tari dengan menggunakan hitungan ini dapat dikembangkan menjadi tarian Melayu seperti tari Payung.

    B. Meragakan Gerak Tari dengan Iringan
    Musik iringan tari dibedakan menjadi musik iringan tari internal dan musik iringan tari eksternal. Musik internal adalah musik atau bunyi-bunyian yang berasal dari anggota tubuh, yaitu tepukan tangan atau tepukan ke anggota tubuh, jentikan jari, hentakan kaki ke tanah, dan sebagainya. Musik eksternal adalah bunyi-bunyian atau suara yang berasal dari alat musik atau instrumen, yaitu gamelan. 

    Iringan pada tari dapat berupa lagu daerah. Iringan tari berfungsi untuk menciptakan harmoni antara gerak dengan musik sehingga tercipta tarian yang indah. Untuk dapat melakukan gerakan tari berdasarkan iringan harus, perhatikan irama dan tempo lagu serta lirik lagu untuk menentukan gerakan tarian. Setelah mengetahui irama dan tempo iringan, buat gerakan sesuaikan dengan iringan.

    C. Meragakan Gerak Tari dengan Tata Pentas
    Tata pentas bisa disebut juga latar belakang tempat memainkan tarian. Tata pentas adalah semua latar belakang dan benda-benda yang ada dipanggung guna menunjang pertunjukan tari. 

    1. Bentuk Pentas
    Suatu pertunjukan apapun bentuknya selalu memerlukan tempat atau ruangan guna menyelenggarakan pertunjukan itu sendiri. Pemangungan dipergunakan untuk menyebutkan suatu pertujukan yang dipagelarkan dan diangkat ke atas pentas guna dipertontonkan.Bentuk pemanggungan atau bentuk pentas, ada bermacam-macam: proscenium, tapal kuda, pendapa, bentuk pentas terbuka, dan arena. Meragakan tari di panggung tertutup atau sering disebut dengan panggung procenium. Pertunjukan tari pada panggung jenis ini biasa terdapat di gedung-gedung pertunjukan yang representatif. Taman Budaya di setiap provinsi biasanya memiliki jenis panggung ini. 

    Tari yang diragakan di panggung terbuka seperti di candi Prambanan dan Borobudur, biasanya dilakukan dengan kolosal. Artinya melibatkan hampir ratusan penari. Hal ini dilakukan karena panggung yang digunakan berukuran besar. 

    2. Tata Rias dan Busana
    Tata Rias dan Tata Busana dua serangkai yang tidak dapat dipisahkan untuk penyajian suatu garapan tari. Tata rias dan busana pada pertunjukan tari berfungsi sebagai unsur pendukung. Setiap jenis tari memiliki karakteritik tata rias dan busana sebagai visualisasi makna dan simbol tari yang dibawakan.

    Tata rias merupakan aspek dekorasi, mempunyai berbagai macam kekhususan yang masing-masing memiliki keistimewaan dan ciri tersendiri. Rias tokoh, diperlukan untuk memberikan penjelasan pada tokoh yang diperankan. Misalnya memerankan tokoh Rama, Rahwana, Shinta, Trijata, Srikandi, Sembadra, tokoh seorang anak sholeh, tokoh anak nakal. Rias watak, merupakan rias yang difungsikan sebagai penjelas watak yang diperankan pemain. Misalnya memerankan watak putri luruh (lembut), putri branyak (lincah), putra alus, putra gagah.

    Busana (pakaian) tari merupakan segala sandang dan perlengkapan yang dikenakan penari di atas panggung. Umumnya busana digunakan untuk menunjang agar penari lebih menjiwai peran yang dibawakan dalam tarian tersebut, Busana memiliki arti baik dari segi warna misalnya warna merah melambangkan tokoh pemberani dan sebagainya. Selain itu busana juga memiliki nilai keindahan sehingga menunjang penampilan penari.
    Posted by Nanang_Ajim
    Mikirbae Updated at: 5:44 PM