Konsep Gaya Magnet

Kata magnet berasal dari bahasa Yunani magnítis líthos yang berarti batu Magnesian. Magnesia adalah nama sebuah wilayah di Yunani pada masa lalu yang kini bernama Manisa (sekarang berada di wilayah Turki). Magnet adalah suatu jenis material yang mempunyai sifat menarik material yang sejenis melalui suatu gaya yang dimilikinya. Gaya tersebut dikenal dengan nama magnetisme. Magnet terbuat dari logam seperti besi dan baja. Magnet memiliki berbagai bentuk dan dinamakan sesuai bentuknya. Beberapa bentuk magnet diantaranya adalah magnet batang, magnet U, magnet jarum, dan magnet silinder.

Magnet selalu memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Kutub-kutub yang senama bila didekatkan akan saling tolak menolak, sedangkan kutub-kutub yang berbeda nama bila didekatkan akan saling tarik-menarik. Kutub-kutub ini selalu ada pada setiap magnet walaupun magnet tersebut dipotong menjadi potongan magnet kecil. Kutub Utara magnet tersebut adalah bagian yang menunjuk kutub utara bumi dan kutub Selatan adalah bagian yang menunjuk kutub selatan bumi (secara geografis). Untuk menentukan kutub magnet dapat dilakukan sengan cara meletakkan magnet di atas gabus lalu apungkan di atas air, ujung magnet yang menjuk arah utara adalah kutub utara magnet dan yang menunjuk arah selatan adalah kutub selatan magnet.

a. Sifat Magnet Bahan
Berdasarkan sifat interaksi bahan terhadap magnet, benda dikelompokkan menjdi tiga kelompok yaitu feromagnetik, diamagnetik, dan paramagnetik. Benda-benda yang dapat ditarik kuat oleh magnet termasuk pada kelompok benda feromagnetik, misal besi, baja, kobalt, dan nikel. Benda-benda yang ditarik lemah oleh magnet termasuk pada kelompok benda paramagnetik, misal magnesium, molibdenum, dan lithium. Benda-benda yang tidak ditarik oleh magnet termasuk kelompok benda diamagnetik, misal perak, emas, tembaga, dan bismut.

b. Cara Membuat Magnet
Magnet tidak hanya dapat ditemukan di alam sebagai magnet alami, tetapi ada juga benda yang dapat dibuat menjadi bersifat magnet. Besi dan baja dapat dijadikan magnet jika magnet elementernya tersusun rapi dan kutub-kutub yang senama menghadap ke arah yang sama. Cara yang dapat dilakukan untuk membuat magnet antara lain sebagai berikut.
pembuatan magnet
  1. Membuat Magnet dengan Cara Menggosok. Besi yang semula bukan magnet, dapat dijadikan magnet dengan cara besi digosok dengan salah satu ujung magnet tetap. Arah gosokan dibuat searah agar magnet elementer yang terdapat pada besi letaknya menjadi teratur dan mengarah ke satu arah. Apabila magnet elementer besi telah teratur dan mengarah ke satu arah, dikatakan besi dan baja telah menjadi magnet. Ujung-ujung besi yang digosok akan terbentuk kutub-kutub magnet. Kutub-kutub yang terbentuk tergantung pada kutub magnet yang digunakan untuk menggosok. Pada ujung terakhir besi yang digosok, akan mempunyai kutub yang berlawanan dengan kutub ujung magnet penggosoknya.
  2. Membuat Magnet dengan Cara Induksi Besi dan baja dapat dijadikan magnet dengan cara induksi dengan cara besi dan baja diletakkan di dekat magnet tetap. Magnet elementer yang terdapat pada besi dan baja akan terpengaruh atau terinduksi magnet tetap yang menyebabkan letaknya teratur dan mengarah ke satu arah. Besi atau baja akan menjadi magnet sehingga dapat menarik serbuk besi yang berada di dekatnya. Ujung besi yang berdekatan dengan kutub magnet batang, akan terbentuk kutub yang selalu berlawanan dengan kutub magnet penginduksi. Apabila kutub utara magnet batang berdekatan dengan ujung A besi, maka ujung A besi menjadi kutub selatan dan ujung B besi menjadi kutub utara atau sebaliknya.
  3. Membuat Magnet dengan Cara Arus Listrik. Magnet juga dapat dibuat dengan cara meliliti besi atau baja dengan kawat penghantar yang dialiri arus DC. Magnet yang dibuat dengan cara demikian disebut elektromagnet. Hal ini disebabkan karena arus DC dapat menyamakan arah magnet elementer pada besi atau baja. Kutub magnet besi atau baja yang terbentuk tergantung pada arah lilitan kawat penghantar. Jika arah arus berlawanan dengan arah jarum jam, maka ujung A besi atau baja tersebut akan menjadi kutub utara dan ujung B akan menjadi kutub selatan. Sebaliknya, jika arah arus searah dengan jarum jam, maka ujung A besi atau baja akan menjadi kutub selatan dan ujung B akan menjadi kutub utara.
Selain cara membuat magnet seperti di atas, sifat kemagnetan bahan dapat dihilangkan dengan cara memukul-mukul, memanaskan, dan meliliti magnet dengan arus bolak balik atau AC. Pada prinsipnya, sifat kemagnetan dapat dihilangkan dengan cara mengacak arah magnet elementer.

c. Penerapan Elektromagnet dalam Kehidupan Sehari-hari
Gejala elektromagnet sering digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa penerapan elektromagnet tersebut dapat ditemui pada bel listrik, saklar listrik, dan telepon kabel.
bel listrik
  1. Bel Listrik. Pada saat tombol bel listrik ditekan, rangkaian arus menjadi tertutup dan arus mengalir pada kumparan. Aliran arus listrik pada kumparan ini mengakibatkan besi di dalamnya menjadi elektromagnet yang mampu menggerakkan lengan pemukul untuk memukul bel sehingga berbunyi. 
  2. Saklar Elektromagnetik. Saklar berfungsi untuk memutuskan dan meng hubungkan arus listrik pada rangkaian listrik. Skalar  bekerja ketika saklar membentuk rangkaian tertutup. Lilitan kawat akan berfungsi sebagai elek tromagnet yang menarik ujung besi ke bawah. Setelah besi tertarik ke bawah, ujung besi lainnya akan menyimpang ke kanan dan mendorong tangkai ke kiri sehingga tangkai kiri dan kanan akan saling bersentuhan untuk mengalirkan arus listrik. Ketika arus mengalir, maka beban (lampu atau alat elektronik lainnya) akan menyala.
  3. Telepon Kabel. Prinsip kerja telepon pada dasarnya mengubah energi listrik menjadi energi bunyi. Pada saat ada pembicaraan, energi listrik mengalir pada kabel telepon menimbulkan efek elektromagnet yang kekuatannya berubah-ubah sehingga mampu menggetarkan diafragma besi lentur pada speaker telepon. Getaran pada speaker inilah yang akhirnya menggetarkan udara di sekitarnya dan memberikan efek “dengar” bagi telinga kita.

d. Medan Magnet
Daerah di sekitar magnet yang dapat mempengaruhi magnet atau benda lain disebut medan magnet.Medan magnet terbesar terletak pada ujung-ujung kutub magnet. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya pasir besi yang ditarik oleh ujung-ujung kutub magnet (garis-garis gaya magnetnya sangat rapat).

e. Induksi Magnet
induksi magnet
Hans Christian Oersted (1820) telah menunjukkan bahwa arus listrik dapat menimbulkan medan magnet. Caranya adalah dengan mengamati pergerakan jarum kompas saat diletakkan di dekat kabel yang dialiri arus listrik. Percobaan ini kemudian dikenal dengan Percobaan Oersted. Arah medan magnet dan arah arus dapat ditunjukkan dengan menggunakan tangan kanan. Arah ibu jari menunjukkan arah arus listrik dan arah lipatan jari-jari menunjukkan arah putaran garis-garis medan magnetnya. Jika pada kawat lurus, medan magnet terbentuk melingkari arah arus. Pada kumparan medan magnet tampak melingkari kabel, tetapi medan magnetnya seolah-olah membentuk kutub utara dan selatan pada ujung-ujungnya, persis seperti pada magnet batang.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 7:42 PM

Bentuk dan Sumber Energi dalam Kehidupan

Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha (kerja) atau melakukan suatu perubahan. Manusia membutuhkan energi untuk bekerja, bergerak, bernapas, dan mengerjakan banyak hal lainnya. Energi menyebabkan mobil, motor, pesawat, dan kereta api dapat berjalan. Energi menyalakan peralatan listrik di rumah. Energi ada di mana-mana, bahkan, tumbuhan dan hewan membutuhkan energi untuk tumbuh dan berkembang. Dengan demikian, untuk melakukan usaha, diperlukan energi. Energi terdapat dalam berbagai bentuk. Kerja kehidupan bergantung pada kemampuan organisme mengubah energi dari suatu bentuk ke bentuk lainnya.

Energi potensial adalah energi yang dimiliki oleh suatu materi karena lokasi atau strukturnya. Misalnya pada kejadian batu yang terlempar dari ketapel. Akibat kedudukan batu terhadap keadaan setimbang, batu mampu melakukan kerja atau memiliki energi. Energi yang diperoleh karena lokasi atau kedudukannya tersebut dinamakan energi potensial. Contoh lain, air dalam bendungan menyimpan energi potensial karena ketinggiannya. Benda yang diletakkan di atas meja memiliki energi potensial gravitasi. Karena energi potensial gravitasi inilah, benda dapat bergerak dari meja ke tanah. Batu di katapel mendapat energi saat karet katapel diregangkan. Energi potensial itulah yang mendorong batu terlempar dari katapel.

Terdapat berbagai macam Energi Potensial, antara lain sebagai berikut:
  1. Energi potensial gravitasi bumi, yaitu energi yang dimiliki suatu benda karena terletak di atas permukaan bumi. Makin tinggi letak suatu benda di atas permukaan bumi, makin besar energi potensial gravitasinya.
  2. Energi potensial elastisitas, ialah energi yang tersimpan pada benda yang sedang diregangkan (misalnya, pada karet katapel dan busur panah) atau ditekan (misalnya, pada per). Makin jauh peregangan dan penekanannya, makin besar energinya.
  3. Energi potensial kimia, ialah energi yang terkandung dalam suatu zat. Misalnya, makanan memiliki energi kimia sehingga orang yang makan akan memilik energi untuk beraktivitas. Contoh lainnya adalah ketika bahan bakar dibakar, energi potensial kimia diubah menjadi panas. Contoh energi kimia lainnya adalah bensin yang mempunyai energi kimia sehingga dapat digunakan untuk menggerakkan mesin.
  4. Energi potensial listrik, ialah energi yang dimiliki muatan listrik dan arus listrik. Energi ini paling banyak digunakan karena mudah diubah menjadi energi lainnya. Sebuah benda bermuatan listrik saat diam memiliki energi potensial yang berhubungan dengan benda-benda lain di dekatnya yang juga bermuatan listrik.
  5. Energi potensial nuklir adalah energi potensial yang terdapat pada partikel di dalam nukleus atom. Beberapa atom memiliki inti yang tidak stabil yang memiliki potensi membelah dan melepaskan energi kinetik. Sebagai contoh, Uranium-235 tidak stabil dan dapat terbagi dua, melepaskan kecepatan tinggi partikel subatom dan radiasi. Energi potensialnya berubah menjadi energi kinetik.

Pada kegiatan percobaan menarik katapel dan menyalakan lampu led menjelaskan dua bentuk energi potensial, yaitu energi kimia dan energi listrik. Asam cuka menyimpan energi kimia. Energi kimia tersebut dapat berubah menjadi energi listrik yang mampu menyalakan lampu. Energi listrik kemudian berubah menjadi energi cahaya. Dengan demikian energi akan mengalami perubahan bentuk, tetapi energinya sendiri tidak hilang.

Energi kinetik adalah bentuk energi ketika suatu materi berpindah atau bergerak. Setiap materi yang berpindah atau bergerak memiliki bentuk energi yang disebut energi kinetik atau energi pergerakan. Objek bergerak melakukan kerja dengan cara menggerakkkan benda lain. Pemain biliar menggerakkan tongkat biliar untuk mendorong bola. Selanjutnya, bola yang bergerak akan menggerakkan bola-bola lain. Air yang mengalir melalui suatu bendungan akan menggerakkan turbin. Ketika kamu naik sepeda, kontraksi otot kaki akan mendorong pedal sepeda.

Untuk lebih mudah memahami perbedaan energi potensial dan energi kinetik, perhatikan ketika anak-anak sedang bermain “perosotan’. Anak-anak di arena bermain ini memiliki lebih banyak energi potensial pada saat berada di puncak “perosotan” (karena pengaruh gravitasi) dibandingkan ketika berada pada dasar “perosotan”. Energi kinetik akan diubah menjadi energi potensial (energi tersimpan) ketika menaiki “perosotan” itu. Energi potensial diubah menjadi energi kinetik selama meluncur turun.

Berbagai Sumber Energi
Sumber energi adalah segala sesuatu yang menghasilkan energi. Panas matahari yang digunakan untuk memanaskan air adalah sumber energi. Begitu juga spiritus yang digunakan sebagai bahan bakar adalah sumber energi. Listrik dan arang yang dibakar untuk memanaskan setrika merupakan sumber energi juga.

Sumber Energi Tak Terbarukan
Energi tak terbarukan adalah energi yang diperoleh dari sumber daya alam yang waktu pembentukannya sampai jutaan tahun. Energi tak terbarukan yang paling banyak dimanfaatkan adalah minyak bumi, batu bara, dan gas alam. Ketiganya dipakai baik dalam kehidupan sehari-hari, pada industri, untuk pembangkit listrik, mupun transportasi.
  1. Energi Hasil Tambang Bumi. Minyak bumi, gas, dan batu bara merupakan bahan bakar fosil berasal dari tumbuhan dan hewan-hewan yang terkubur jutaan tahun di dalam bumi. Untuk mendapatkan minyak bumi, dilakukan penambangan ke dalam perut bumi.
  2. Energi Nuklir. Energi nuklir adalah energi potensial yang terdapat pada partikel di dalam nukleus atom. Partikel nuklir, seperti proton dan neutron, tidak terpecah di dalam proses reaksi fisi dan fusi. Akan tetapi, kumpulan tersebut memiliki massa lebih rendah daripada ketika berada dalam posisi terpisah. Adanya perbedaan massa ini dibebaskan dalam bentuk energi panas melalui radiasi nuklir.
sumber energi
Sumber Energi Terbarukan
Energi terbarukan energi yang berasal dari "proses alam yang berkelanjutan", seperti tenaga surya, tenaga angin, arus air proses biologi, dan panas bumi. Ancaman bahwa sumber energi suatu saat akan habis menyebabkan banyak ilmuwan berusaha menemukan energi alternatif yang terbarukan atau tidak akan habis dipakai.
  1. Energi Matahari. Energi surya atau energi matahari adalah energi yang didapat dengan mengubah energi panas surya (matahari) melalui peralatan tertentu menjadi energi dalam bentuk lain. Matahari merupakan sumber utama energi.
  2. Pembangkit Listrik Tenaga Air. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah pembangkit yang mengandalkan energi potensial dan kinetik dari air untuk menghasilkan energi listrik. Energi listrik yang dibangkitkan ini disebut sebagai hidroelektrik.
  3. Energi Angin. Energi angin memanfaatkan tenaga angin dengan menggunakan kincir angin untuk diubah menjadi energi listrik atau bentuk energi lainnya. Umumnya, digunakan dalam ladang angin skala besar untuk menyediakan listrik di lokasi yang terisolir.
  4. Energi Tidal. Energi tidal merupakan energi yang memanfaatkan pasang surut air yang sering disebut juga sebagai energi pasang surut.  Tidal memiliki sejumlah keunggulan, antara lain memiliki aliran energi yang lebih pasti/mudah diprediksi, lebih hemat ruang, dan tidak membutuhkan teknologi konversi yang rumit, namun membutuhkan alat konversi yang handal.

Makanan sebagai Sumber Energi
Makanan merupakan sumber energi bagi tubuh manusia untuk berolahraga, belajar, dan melakukan aktivitas lain. Zat makanan yang berperan sebagai sumber energi adalah karbohidrat, lemak, dan protein.
  1. Karbohidrat. Karbohidrat merupakan senyawa kimia yang tersusun oleh unsur-unsur karbon. Bahan makanan yang banyak mengandung karbohidrat, misalnya beras, jagung, kentang, gandum, umbi-umbian, dan buah-buahan yang rasanya manis. Karbohidrat berperan sebagai sumber energi (1 gram karbohidrat sama dengan 4 kilo kalori).
  2. Protein Protein merupakan senyawa kimia yang mengandung unsur C, H, O, N (kadang juga mengandung unsur P dan S). Bahan makanan yang mengandung banyak protein, antara lain: protein hewani, misalnya daging, ikan, telur, susu, dan keju. protein nabati, misalnya kacang-kacangan, tahu, tempe, dan gandum.  Fungsi protein, antara lain sebagai sumber energi, pembangun sel jaringan tubuh, dan pengganti sel tubuh yang rusak.
  3. Lemak. Lemak merupakan senyawa kimia yang mengandung unsur C, H, dan O. Peran lemakadalah menyediakan energi sebesar 9 Kalori/gram, melarutkan vitamin A, D, E, K, dan menyediakan asam lemak esensial bagi tubuh manusia.Bahan makanan yang mengandung banyak lemak, antara lain: lemak hewani: keju, susu, daging, kuning telur, daging sapi, daging kambing, daging ayam, dandaging bebek, lemak nabati: kelapa, kemiri, kacang-kacangan, dan buah avokad.

Transformasi Energi dalam Sel
Transformasi energi adalah proses perubahan energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Pada makhluk hidup heterotrof energi bersumber dari makanan yang dikonsumsi. Energi ini akan mengalami transformasi mulai dari energi potensial berupa energi kimia makanan menjadi energi panas dan energi kinetik/gerak dalam aktivitas makhluk hidup tersebut. Transformasi energi tersebut terjadi di dalam organel yang terdapat di dalam sel. Transformasi energi dalam sel terjadi sebagai berikut.
  1. Transformasi Energi oleh Klorofil. Klorofil adalah zat hijau daun yang terdapat dalam organel sel tumbuhan yang disebut kloroplas. Klorofil berfungsi dalam fotosintesis. Energi radiasi sinar matahari yang ditangkap oleh klorofil berfungsi melancarkan proses fotosintesis. Proses tersebut digunakan untuk mereaksikan CO2 dan H2O menjadi glukosa. Selain menjadi enerrgi kimia dalam glukosa, hasil reaksinya menghasilkan oksigen yang dapat digunakan oleh tumbuhan untuk beraktivitas, seperti tumbuh, berkembang, dan bernapas. Jadi, energi radiasi matahari yang berbentuk energi cahaya diubah menjadi energi potensial dan energi kimiawi yang disimpan dalam molekul karbohidrat dan bahan makanan lainnya. Energi ini dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk beraktivitas (tumbuh dan berkembang) dan juga dimanfaatkan oleh makhluk hidup lain yang mengonsumsi tumbuhan tersebut. Akibatnya energi yang terdapat pada tumbuhan berpindah ke dalam tubuh makhluk hidup lainnya dan menjadi energi potensial. Di dalam tubuh makhluk hidup ini, energi akan ditransformasi kembali.
  2. Transformasi energi oleh mitokondria. Mitokondria adalah organel yang terdapat di dalam sel, yang memiliki peran dalam respirasi sel. Di dalam mitokondria, energi kimia digunakan untuk mengubah karbohidrat, protein, dan lemak. Mitokondria banyak terdapat pada sel otot makhluk hidup dan sel saraf.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 1:17 PM

Jenis dan Gaya Bernyanyi Lagu Modern Indonesia

Musik modern diidentikan dengan ditambahkananya sentuhan teknologi yang lebih maju dan penggunaan alat musik yang modern untuk mengiringi sebuah lagu.Selain itu musik modern juga dairtikan sebagai musik yang berkembang dan populer di masyarakat luas saat ini. Musik modern modern Indonesia tidak lahir dari tradisi suatu masyarakat tertentu, tetapi musik ini di bangun berdasarkan suatu aturan komposisi yang jelas, seperti sistem notasi, tangganada, tekstur, dan istrumen yang telah dikenal luas dan mudah dipelajari. Selain itu musik modern bersifat terbuka, artinya komposisi dan gaya musik ini sangat dipengaruhi oleh berbagai pengalaman musikal para musisi dari suatu masa. Beberapa musik modern di Indonesia antara lain sebagai berikut.

1. Lagu Pop
Jenis lagu pop merupakan jenis lagu yang memiliki banyak penggemar karena lagu ini sangat mudah diterima oleh masyarakat luas pada umumnya. Lagu pop di Indonesia disajikan oleh penyanyi solo, grup band, boy band, dan girl band. Tema lagu pop biasanya tentang kejadian sehari-hari yang dirangkai dengan melodi dan lirik yang mudah dipahami atau easy listening. Dalam menciptakan lagu pop biasanya pencipta lgau tertarik untuk mengangkat tema-tema yanga sedang menjadi pembicaraan oleh masyarakat luas sehingga diharapkan nantinya karya lagunya melejit. Beberapa contoh penyanyi pop dan lagunya antara lain sebagai berikut.
musik modern
No. Artis/Penyanyi Solo Band Grup Vokal Judul Lagu
1. Isyana Saraswati - - Tetap dalam Jiwa
2. Noah - - Menunggumu 
3. Utopia - - Rasaa Ini Indah
4. Raisa - - Jatuh Hati
5. Aliando Syarief - - Kau Terindah
6. Iwan Fals feat Noah - - Yang Terlupakan
7. Sheila on Seven - - Lapang Dada
8. Irwansyah - - My Heart
9. Seventeen - - Saat Kau Temukan Aku
10. Republik - - Sudah Cukup

Lagu Jazz
Pendengar lagu-lagu Jazz tidak terlalu banyak, dan biasanya dari kalangan ekonomi menengah ke atas mungkin karena lagu jenis ini biasanya dimainkan di caffe atau tempat makan menengah ke atas. Biasanya karakter vokal lagu jenis ini berkarakter berat dan harmonisasinya terdengar rumit. Memiliki tonalitas yang luas dan sering terjadi modulasi atau perpindahan tangga nada dalam sebuah lagu. Ritme dan melodinya juga memiliki kecenderungan sering berimprovisasi. Beberapa penyanyi Jazz Indonesia antara lain sebagai berikut.
No. Artis/Penyanyi Solo Band Grup Vokal Judul Lagu
1. Hivi! - - Siapkah Kau Tuk Jatuh Cinta Lagi
2. Tompi - - Menghujam Jantungku
3. Yuka - - Cinta
4. Soulvibe - - Gerangan Cinta
5. BLP - - Menunggu feat Glenn Fredly
6. Ermy Kulit - - Pasrah
7. Maliq and D'Esential - - Dunia Sekitar
8. Andien - - Lat It Be My Way
9. Tulus - - Jangan Cintai Aku Apa Adanya
10. Syaharani - - I Love You Selamanya

3. Lagu Rock
Jenis lagu rock identik dengan suara yang kencang dengan permainan efek gitar yang menggelegar, bass drum yang dimainkan dengan tempo yang cepat dan masa pendengarnya yang ekspresif. Lirik yang dinyanyikan dalam lagu rock bersifat ekspresif dan mengajak pendengarnya selalu bersemangat. Beberapa penyanyi rock Indonesia antara lain sebagai berikut.
No. Artis/Penyanyi Solo Band Grup Vokal Judul Lagu
1. God Bless - - Rumah Kita
2. Nicky Astria - - Jangan Ada Angkara
3. Jamrud - - Selamat Ulang Tahun
4. Boomerang - - Kisah
5. Edane - - Kupikir kaulah Segalanya
6. Netral - - Walah
7. Seurius - - Apanya Dong
8. Kotak - - Aku Percaya Pilihanku
9. Slank - - Restart Hati
10. Anggun C. Sasmi - - Mimpi

4. Lagu Dangdut
Musik dangdut merupakan musik yang pendengarnya berasal dari semua kalangan masyarakat Indonesia. Lagu yang biasanya diiringi kendang dan seruling ini terdengar mengalun dan mengajak orang untuk mendengarnya dan bergoyang. Setiap penyanyi memiliki ciri dan gaya jogetnya. Berikut ini beberapa penyanyi dangdut dan goyangannya.
No. Artis/Penyanyi Gaya Joget di Panggung Judul Lagu
Berlebihan Sedang Biasa
1. Inul Daratista - - Anoman Obong
2. Saskia Gotic - - Bebek Ngambang
3. Dewi Persik - - Mimpi Manis
4. Trio Macan - - Iwak Peyek
5. Cita Citata - - Sakitnya Tuh Di Sini
6. Rido Roma - - Menunggu
7. Ayu Ting Ting - - Sambalado
8. Siti Badriah - - Bara Bere
9. Risky - Rido - - Kembalilah Padaku
10. Manis Manja - - Aduh Buyung

Gaya Bernyanyi Lagu Modern
Menyanyikan lagu modern memiliki keluwesan gaya menyanyi jika dibandingkan dengan lagu tradisional. Gaya menyanyi lagu modern pada dasarnya tidak terlalu banyak aturan, hanya sebatas penguasaan teknik vokal dan pembiasaan mengikuti irama lagunya. Seorang yang jarang mendengarkan lagu dangdut tentu akan kesulitan untuk menyanyikan cengkok lagu dangdut. 

Begitu juga dengan jenis musik yang lain misalnya saja lagu jazz akan mudah diikuti apabila telinga penyanyinya terbiasa mendengarkan harmoni lagu-lagu jazz. Untuk lagu rock sang penyanyi memang harus powerful dan ekspresif karena kebanyakan lagu rock memiliki irama musik yang bersemangat. Lagu pop biasanya dinyanyikan dengan lebih santai dan tidak menonjol, penyanyi pop biasanya tampil dengan gaya yang disesuaikan dengan tema lagu dan tidak berlebihan. Bernyanyi lagu apapun seharusnya menampilkan mimik muka dan ekspresi yang sesuai dan mewakili makna lirik yang dibawakan.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 7:01 AM

Berkarya Seni Grafis Teknik Tinggi dan Saring

Seni grafis termasuk dalam karya dwimatra atau dua dimensi yang dibuat untuk mencurahkan ide atau gagasan dan emosi seseorang dengan menggunakan teknik cetak sehingga memungkinkan pelipatgandaan karyanya. Cetakan yang dimaksud disini adalah berupa negatif film yang bisa menciptakan bentuk, gaya, dan warna ataupun ragam yang sama. Istilah garfis berasal dari bahasa Yunani "graphein" yang berarti mencetak. Sedangkan istilah grafis yang berasal dari bahasa Inggris adalah "graph" atau "graphic" yang berarti dapat membuat tulisan, lukisan dengan cara ditoreh atau digores.

Seni grafis sebagai seni rupa proses pembuatanya menggunakan teknik cetak dan biasanya di atas media kertas. Proses cetak ini mampu menghasilkan karya yang sama dalam jumlah yang banyak. Seni grafis diciptakan di atas plat yang dapat berupa papan kayu, papan logam, lembaran kaca akrilik, lembaran linoleum atau batu litografi. Seni grafis yang lain disebut dengan senigrafi atau cetak saring (screen-printing) menggunakan lembaran kain berpori yang direntang pada sebuah kerangka.

Dewasa ini tidak semua kegiatan mencetak termasuk seni grafis, kegiatan mencetak memproduksi gambar atau tulisan secara massal dinamakan offset. Kegiatan offset mengacu pada seni pakai sehingga berkembang seni mencetak yang mengacu pada seni pakai (applied art) yang sebelumnya termasuk seni.

Jenis Seni Grafis Berdasarkan Teknik
Pembagian jenis seni grafis di Indonesia dilakukan berdasarkan teknik pembuatannya. Berdasarkan teknik pembuatannya seni grafis dibedakan menjadi cetak tinggi, cetak dalam, cetak datar, dan cetak saring.
  1. Cetak Tinggi. Cetak tinggi menggunakan klise atau acuan yang menghasilkan gambar dari bagian yang menonjol. Apabila alat cetak ini diolesi dengan tinta bagian yang menonjol akan terkena tinta. Jika alat cetak ini ditempelkan pada kertas maka tampaklah gambar pada kertas sebagai hasil cetakkan.Salah satu contoh cetak tinggi karena pada stempel bentuk permukaan yang paling tinggi yang terkena tinta sedangkan bagian yang lebih rendah tidak terkena tinta.
  2. Cetak Dalam (intaglio print). Cetak dalam adalah seni cetak yang menggunakan klise dalam, artinya bagian dalam cetakan ini yang menyerap tinta. Contoh jenis cetak dalam terdapat dalam etsa, mezzo tint, drypoint, dan lain-lain. Cetak dalam ini biasanya dibuat dari bahan aluminium atau kuningan yang permukaannya ditoreh hingga menghasilkan goresan yang dalam. Alat yang digunakan untuk menoreh dapat berupa pahat grafis, paku, jarum, burin atau logam runcing. Tinta dituangkan ke dalam bagian yang dalam, jika kertas basah diletakan di atasnya akan membentuk gambar atau tulisan.
  3. Cetak Datar (planography Print). Cetak datar adalah teknik cetak yang menggunakan cetakan datar dengan prisip saling menolak dan menerima antara tinta dan air. Teknik cetak datar ditemukan di Eropa pada abad ke 16, cetak teknik datar menggunakan menggunakan batu cadas(limestone), lempengan logam (seng) sebagai bahan pembuat cetakan. Teknik cetak datar meliputi litografi, monotype, dan teknik digital. Contoh teknik cetak datar adalah proses pencetakan poto hasil jepretan kamera.
  4. Cetak Saring. Cetak saring merupakan salah satu teknik cetak yang menggunakan layar dengan kerapatan serat tertentu, cetak saring dikenal dengan sablon. Contoh teknik cetak saring adalah pembuatan kartu undangan, tulisan atau gambar pada kaos.

Berkarya Seni Grafis
1. Cetak Tinggi
Untuk dapat menghasilkan karya dari teknik grafis ini ada beberapa langkah yang perlu dilakukan. Langkah ini tergantung dari teknik yang digunakan. Beberapa cara berkarya seni grafis cetak tinggi antara lain sebagai berikut.
cetak tinggi
Proses Pembuatan Cetak Tinggi
  1. Buat sketsa gambar terlebih dulu pada acuan cetak.
  2. Cukil dan pahatlah dengan pahat grafis atau pahat coret. Artinya, bagian yang tidak boleh terkena tinta dibuang.
  3. Ratakan tinta di atas kaca dengan menggunakan rol.
  4. Beri tinta pada permukaan acuan cetak dengan menggunakan rol.
  5. Letakkan acuan cetak di atas kertas (posisi cetakan menghadap ke bawah menempel kertas).
  6. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, tekan permukaan kertas dengan menggunakan rol.
  7. Angkat kertas perlahan-lahan dari permukaan acuan cetak.
  8. Hasil karya yang dibuat sudah selesai. Agar tampil

2. Proses Pembuatan Cetak Saring
Alat dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan cetak saring antara lain sebagai berikut.
  1. Kerangka screen yaitu bingkai yang terbuat dari kayu atau aluminium screen ataau monyl merupakan kain berserat yang berfungsi sebagai sarana untuk membentuk gambar pada benda yang akan disablon
  2. Meja cetak sebagai alas untuk melakukan pencetakan.
  3. Pelaspis digunakan untuk menyerap tinta yang berlebihan.
  4. Rakel digunakan untuk meratakan tinta di screen.
  5. Rak jenur digunakan untuk mengeringkan hasil cetakan.
  6. Obat sablon, emulsi (sensitizer)
  7. Tinta (pewarna.
teknik sablon
Proses Pembuatan Klise (negative film)
Bahan yang digunakan sebagai klise harus transparan agar pada saat penyinaran bagian yang tidak tembus tinta akan terkena sinar dengan baik. Bahan yang biasanya digunakan adalah kertas kalkir, film dan mika. Beberapa teknik yang dapat dilakukan pada pembuatan klise antara lain :
  1. Langsung pada screen (kain kasa) dengan cara menggambar langsung, untuk area yang tidak tembus cahaya diberi emulsi yang dicampur dengan sensitizer. Kemudia dijemur dan setelah kering siap untuk mencetak.
  2. Cara kedua adalah teknik manual dilakukan dengan cara menggambar di kertas putih dengan menggunakan rapido atau drawing pen, Kemudian kertas dibasahi dengan menggunakan minyak goreng sehingga menjadi transparan. Setelah kertas kering baru bisa digunakan untuk mencetak.
  3. Ketiga dengan menggunakan komputer. Teknik ini dilakukan dengan cara menggambar di komputer kemudian dicetak menggunakan printer jenis laser. Setelah itu dilumuri dengan minyak goreng dan setelah kering siap untuk digunakan.

Proses Afdruk pengeksposan
Afdruk atau penyinaran adalah proses memindahkan gambar yang akan menjadi model ke screen dengan bahan yang dinamakan emulsi sablon. Tahapan afduk antara lain sebagai berikut.
  1. Pelapisan (coating). Meliputi proses pencampuran emulsi dengan sensitilizer dengan cara dioleskan ke screen dengan menggunakan alat bernama coater. Tahap pengolesan ini dilakukan di ruangan yang gelap.
  2. Pengeringan awal. Pengeringan dilakukan dengan menggunakan hair dryer, kipas angin, atau biarkan kering secara alami. Pengeringan ini tidak boleh terkena sinar matahari atau lampu yang mengandung sinat ultra violet untuk mencegah agar cahaya tersebut tidak mengenai emulsi sehingga tidak bisa digunakan untuk proses selajutnya.
  3. Penyinaran screen ke sinar matahari. Screen yang sudah kering dari larutan emulsi bagian bawahnya diberi alas dari busa hitam dan di bagian atas diletakkan klise kemudian ditutup dengan kaca untuk mengekspos klise supaya menempel rapat ke screen. Lakukan penyinaran sekitar 20 detik untuk cahaya terik dan sekitar 50 detik untuk cahaya matahari yang redup.
  4. Pembuatan klise. Semprot dengan air untuk menghilangkan bagian bukan desain sehingga tersisa bagian screen yang kita desain, gunakan semprotan yang sesuai.
  5. Pengeringan. Proses pengeringan bisa dilakukan dengan hair dryer atau dengan sinar matahari.
Proses mencetak. 
Screen kering yang sudah melalui tahap pengeksposan diletakan di atas media yang akan dicetak. Tuang warna yang diinginkan dan ratakan dengan rakel.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 8:04 PM

Peralatan Instalasi Listrik Rumah Tinggal

Instalasi listrik rumah tinggal adalah suatu instalasi listrik yang terdapat dalam sebuah bangunan rumah tinggal, yang berfungsi sebagai penunjang kenyamanan penghuninya. Bangunan gedung baik untuk rumah tinggal, kantor, sekolahan yang dilengkapi sarana pendukung listrik dalam membangun agar dapat berfungsi dan dihuni dengan baik, nyaman serta memenuhi keselamatan memerlukan perencanaan instalasi listrik yang cermat dengan mengacu pada aturan-aturan yang ditetapkan dalam dunia teknik listrik. Di Indonesia dalam dunia teknik listrik aturan yaitu PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik). Dengan peralatan yang baik tentunya akan menjamin kelancaran arus listrik dalam rumah tinggal serta keamanan yang terjamin.

Alat-alat yang digunakan dalam instalasi rumah tinggal bermacam-macam baik merk maupun spesifikasinya. Pengenalan komponen instalasi listrik rumah tinggal sangat diperlukan untuk mengetahui fungsi masing-masing komponen tersebut dengan benar. Dengan mengenal peralatan tersebut diharapkan tidak terjadi kesalahan pemilihan peraalatan listrik instalasi. Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan standar aman bagi komponen instalasi yang akan digunakan. Disarankan untuk memilih komponen untuk perlengkapan instalasi listrik memenuhi standar. Beberapa tanda pengenal standar yang digunakan, seperti Standar Nasional Indonesia (SNI) atau Standar Perusahaan Listrik Negara (SPLN). Beberapa peralatan instalasi rumah tinggal anatara lain sebagai berikut.

A. Bargainser
Bargainser merupakan alat yang berfungsi sebagai pembatas daya listrik yang masuk ke rumah tinggal dan juga berfungsi sebagai pengukur jumlah daya listrik yang digunakan di rumah tinggal tersebut. Ada beberapa batasan daya listrik yang dikeluarkan oleh PLN untuk pelanggan, yaitu 220 VA, 450 VA, 900 VA, 1.300 VA dan 2.200 VA. Bargainser memiliki 3 bagian utama.
  1. MCB (Miniatur Circuit Breaker), berfungsi untuk memutuskan aliran daya listrik secara otomatis jika daya yang dihantarkan melebihi nilai batasannya. MCB bersifat on/off dan juga berfungsi sebagai sakelar utama dalam rumah. Jika MCB bargainser ini dalam kondisi off, seluruh aliran listrik dalam rumah akan terhenti. Sakelar ini biasanya dimatikan pada saat akan dilakukan perbaikan instalasi listrik di rumah.
  2. Meter listrik atau kWh meter, alat ini berfungsi untuk mengukur besaran daya yang digunakan oleh rumah tinggal dalam kurun waktu tertentu dengan satuan kWh (kilowatthour). Pada bargainser, meter listrik berwujud deretan angka secara analog ataupun digital yang akan berubah sesuai penggunaan daya listrik.
  3. Spin Control, merupakan alat kontrol penggunaan daya dalam rumah tinggal dan akan selalu berputar selama ada daya listrik yang digunakan. Perputaran spin control akan makin cepat jika daya listrik yang digunakan juga makin besar. Sebaliknya, akan melambat jika daya listrik yang digunakan juga berkurang atau sedikit.
kwh meter
Pada kanal output bargainser, biasanya terdapat 3 kabel, yaitu kabel fasa, kabel netral, dan kabel ground yang dihubungkan ke tanah. Listrik dari PLN harus dihubungkan dengan bargainser terlebih dahulu sebelum masuk ke instalasi listrik rumah tinggal.

B. Pengaman listrik
Instalasi listrik rumah tinggal pun membutuhkan pengaman yang berfungsi untuk memutuskan rangkaian listrik apabila terjadi gangguan pada instalasi listrik rumah tinggal, seperti gangguan hubungan arus pendek atau short circuit atau korsleting. Terdapat 2 jenis pengaman listrik pada instalasi listrik rumah tinggal, seperti berikut.
  1. Pengaman lebur biasa atau biasa disebut sekering. Alat pengaman ini bekerja memutuskan rangkaian listrik dengan cara meleburkan kawat yang ditempatkan pada suatu tabung apabila kawat tersebut dialiri arus listrik dengan ukuran tertentu.
  2. Pengaman listrik thermos, biasa disebut MCB, merupakan alat pengaman yang akan memutuskan rangkaian listrik berdasarkan panas.

C. Sakelar
Sakelar atau switch merupakan komponen instalasi listrik yang berfungsi untuk menyambung atau memutuskan aliran listrik pada suatu penghantar. Berdasarkan besarnya tegangan, sakelar dapat dibedakan menjadi sakelar tegangan rendah, sakelar tegangan menengah, dan sakelar tegangan tinggi atau sangat tinggi Berdasarkan tempat dan pemasangannya, sakelar dapat dibedakan menjadi seperti berikut.
  1. Sakelar in-bow, sakelar yang ditanam di dalam tembok
  2. Sakelar out-bow, sakelar yang dipasang pada permukaan tembok.

Jenis sakelar berikutnya dapat dibedakan berdasarkan fungsinya, yaitu.
  1. Sakelar on-off, sakelar yang bekerja menghubungkan arus listrik jika tombolnya ditekan pada posisi on. Untuk memutuskan arus listrik tombolnya ditekan pada posisi off. Sakelar jenis ini biasanya digunakan untuk sakelar lampu.
  2. Sakelar push-on. Sakelar yang menghubungkan arus listrik jika tombolnya ditekan pada posisi on, dan akan secara otomatis memutuskan arus listrik ketika tombolnya dilepas dan kembali ke posisi off dengan sendirinya. Biasanya sakelar ini digunakan untuk sakelar bel rumah.

Berdasarkan jenis perunitnya, sakelar dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
  1. 􀀃Sakelar tunggal, merupakan sakelar yang hanya mempunyai satu buah kanal input yang terhubung dengan sumber listrik, serta kanal output yang terhubung dengan beban listrik/alat listrik yang digunakan.
  2. Sakelar majemuk, merupakan sakelar yang memiliki satu buah kanal input yang terhubung dengan sumber arus listrik, tetapi memiliki banyak kanal output yang terhubung dengan beberapa beban/alat listrik yang digunakan. Jumlah kanal output bergantung pada jumlah tombol pada sakelar tersebut.

D. Stop kontak
Stop kontak atau biasa disebut outlet, merupakan komponen listrik yang berfungsi sebagai muara hubungan antara alat listrik dan aliran listrik. Agar alat listrik terhubung dengan stop kontak, diperlukan kabel dan steker atau colokan yang akan ditancapkan pada stop kontak. Berdasarkan bentuk serta fungsinya, stop kontak dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:
  1. Stop kontak kecil, merupakan stop kontak dengan 2 lubang (kanal) yang berfungsi untuk menyalurkan listrik pada daya rendah ke alat-alat listrik melalui steker yang juga berjenis kecil
  2. Stop kontak besar, merupakan stop kontak dengan 2 kanal AC yang dilengkapi dengan lempeng logam pada sisi atas dan bawah kanal AC yang berfungsi sebagai ground. Stop kontak jenis ini biasanya digunakan untuk daya yang lebih besar.
Berdasarkan tempat pemasangannya, dikenal 2 jenis stop kontak.
  1. Stop kontak in bow, merupakan stop kontak yang dipasang di dalam tembok.
  2. Stop kontak out bow, merupakan stop kontak yang dipasang di luar tembok atau hanya diletakkan di permukaan tembok pada saat berfungsi sebagai stop kontak portabel.

E. Steker
Steker atau staker atau yang sering disebut colokan listrik karena memang berupa 2 buah colokan berbahan logam dan merupakan alat listrik yang berfungsi untuk menghubungkan alat listrik dengan aliran listrik, ditancapkan pada kanal stop kontak sehingga alat listrik tersebut dapat digunakan. Berdasarkan fungsi dan bentuknya, steker memiliki 2 jenis.
  1. Steker kecil, merupakan steker yang digunakan untuk menyambung alat-alat listrik berdaya rendah, misalnya lampu atau radio kecil dengan sumber listrik atau stop kontak.
  2. Steker besar, merupakan steker yang digunakan untuk alat-alat listrik yang berdaya besar, seperti lemari es, microwave, mesin cuci, dengan sumber listrik atau stop kontak. Steker jenis ini dilengkapi dengan lempeng logam untuk kanal ground yang berfungsi sebagai pengaman.

F. Kabel
Kabel listrik merupakan komponen listrik yang berfungsi untuk menghantarkan energi listrik ke sumber-sumber beban listrik atau alat-alat listrik. Ada berbagai macam kabel sesuai dengan spesifikasinya. untuk instalasi listrik rumah tinggal, kabel yang digunakan biasanya berjenis sebagai berikut.
  1. NYA, kabel jenis ini merupakan kabel listrik yang berisolasi PVC dan berintikan/ berisi 1 kawat. Jenisnya adalah kabel udara atau tidak ditanam dalam tanah. Kabel listrik ini biasanya berwarna merah, hitam, kuning atau biru. Isolasi kawat penghantarnya hanya 1 lapis sehingga tidak cukup kuat terhadap gesekan, gencetan/tekanan atau gigitan binatang seperti tikus. Karena kelemahan isolasi itulah, maka dalam pemasangannya diperlukan pelapis luar dengan menggunakan pipa conduit dari PVC atau besi. Kable NYA umumnya dipakai pada instalasi perumahan dengan daya menengah ke bawah.
  2. NYM, merupakan kabel listrik yang berisolasi PVC dan berintikan kawat lebih dari 1, ada yang 2, 3 atau 4. Jenis kabel udara dengan warna isolasi luar biasanya putih dan warna isolasi bagian dalam beragam. Karena isolasi rangkap inilah kabel NYM ini relatif lebih kuat terhadap gesekan atau gencetan/tekanan.
  3. NYY, kabel listrik jenis ini merupakan kabel berisolasi PVC, berintikan 2,3 atau 4 dengan warna isolasi luarnya hitam. Jenis kabel tanah sehingga tahan terhadap air dan gencetan atau tekanan. Kabel NYY dapat digunakan untuk instalasi bawah tanah karena mempunyai lapisan isolator yang lebih tebal, lebih kuat dari kabel NYM.
  4. NYMHYO, kabel jenis ini merupakan kabel serabut dengan dua buah inti yang terdiri dari 2 warna. Kabel jenis ini biasa digunakan pada loudspeaker sound system, lampulampu berdaya kecil sampai sedang.
JENIS KABEL
Keterangan :
Kode Arti
N Kabel standar atau penghantar berisolasi dengan penghantar tembaga sebagai inti
Y Selubung isolasi dari PVC contoh : NYA, NYM, NYY
A Kabel berisolasi tunggal, Contoh: NYA, NGA, NYAF
Demikian sekilas pengenalan peralatan peralatan listrik untuk instalasi listrik rumah tinggal keterangan fungsi, bentuk/konstruksi dan cara kerja dari setiap alat merupakan penjelasan secara umum.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 4:43 PM

Instalasi Listrik di Rumah Tinggal

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No.4 Tahun 1992 Tentang Perumahan dan Permukiman mendefinisikan bahwa rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga. Rumah tinggal dapat diartikan sebagai rumah yang digunakan sebagai tempat tinggal. Rumah tinggal berfungsi untuk tempat tinggal, menjaga keamanan dari gangguang luar seperti bencana alam, serangan binatang buas atau kejahatan manusia. Sebagai tempat tinggal rumah harus memiliki pencahayaan yang baik. Pencahayaan dalam sebuah rumah dapat berasal dari pencahayaan alami dari sinar matahari maupun pencahayaan buatan yang bersumber dari tenaga listrik.

Dalam kehidupan sehari-hari di sebuah rumah tinggal listrik dimanfaatkan untuk menunjang berbagai fungsi. Fungsi primer listrik dalam rumah adalah untuk pencahayaan. Cahaya sangat penting dalam rumah karena tanpa adanya cahaya rumah menjadi gelap sehingga sulit mengidentifikasi objek maupun lingkungan yang ada dalam rumah.Selain itu listrik juga berperan sebagai sumber energi untuk menyalakan alat-alat rumah tangga.

Instalasi Rumah Tinggal
Instalasi listrik rumah tinggal adalah suatu sistem/rangkaian yang digunakan untuk menyalurkan daya listrik ke lampu atau alat -alat listrik yang lain sebagai penunjang aktifitas rumah tangga sehari-hari. Instalasi listrik pada dasarnya dibagi menjadi dua yaitu instalasi pencahayaan listrik dan instalasi daya listrik. Instalasi pencahayaan listrik adalah seluruh instalasi yang digunakan untuk memberikan daya listrik pada lampu. Instalasi daya listrik adalah instalasi yang digunakan untuk menjalankan alat-alat elektrik selain lampu seperti mesin cuci, setrika, televisi, dan lain-lain.

Pemasangan instalasi listrik di rumah tinggal tidak dilakukan sembarang karena berhubungan dengan keselamatan jiwa dan kenyamanan. Sebelum dilakukan pemasangan suatu instalasi listrik, terlebih dahulu haruslah dibuat gambar-gambar rencana berdasarkan denah bangunan yang akan ditempati. Hal-hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah syarat pekerjaan, pelaksanaan, material yang digunakan, waktu yang dibutuhkan dan lain-lain sebagainya.

Untuk pemasangan suatu instalasi listrik rumah tinggal lebih dahulu harus dibuat gambar-gambar rencananya berdasarkan denah bangunan, dimana instalasinya akan dipasang. Gambar-gambarnya harus jelas, mudah dibaca dan dimengerti. Gambar denah bangunannya biasanya disederhanakan. Dinding-dindingnya digambar dengan garis tunggal agar tipis, saluran-saluran listriknya karena lebih penting maka digambar lebih tebal. Supaya gambarnya rapi harus dipilih tebal garis yang tepat. Gambar-gambar yang biasanya diperlukan yaitu seperti berikut.

a. Gambar Situasi
Gambar situasi diperlukan untuk menyatakan letak bangunan yang akan dipasang instalasinya, serta rencana penyambungan dengan jaringan PLN. Keterngan ini diperlukan oleh PLN untuk memudahkan menetukan kemungkinan penyambungan serta pembiayaanya. Gambar instalasinya meliputi hal-hal berikut:
  1. Rencana penempatan semua peralatan listrik yang akan dipasang seperti titik lampu, sakelar, stop kontak
  2. Rencana penyambungan peralatan listrik dengan alat pelayanannya. seperti lampu dan sakelarnya, motor dan pengasutnya
  3. Data teknis penting dari setiap peralatan listrik yang akan dipasang

b. Gambar diagram garis tunggal,
Diagarm garistunggal biasanya disebut digram perencanaan instalasi listrik, sedangkan diagram garis ganda disebut diagram pelaksanaan. Diagram garis tunggal diterapkan padai nstalasi rumah sederhana maupun instalasi gedung-gedung sederhana hingga gedung besar/bertingkat dan juga pada diagram panel bagi dan rekapitulasi beban. Diagram garis tunggal ini meliputi:
  1. Diagram perlengkapan hubung bagi dengan keterangan mengenai ukuran/daya nominal setiap komponen
  2. Keterangan mengenai beban yang terpasang dan pembaginya
  3. Ukuran dan jenis hantaran yang akan digunakan
  4. Sistem pentanahannya
Gamabr situasi
c. Gambar Perincian dan Keterangan yang Diperlukan
Gambar ini memuat beberapa hal, diantaranya adalah sebagai berikut :
  1. Perkiraan ukuran fisik perlengkapan hubung bagi
  2. Cara pemasangan alat-alat listrik
  3. Cara pemasangan kabel
  4. Cara kerja instalasi kontrol, (jika ada)

Pengawasan dan Tanggung Jawab
Dalam pemasangan instalasi listrik, biasanya rawan terhadap terjadinya kecelakaan akibat adanya sentuh langsung dengan penghantar beraliran arus atau kesalahan dalam prosedur pemasangan instalasi. Oleh karena itu perlu diperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan bahaya listrik serta tindakan keselamatan kerja. Pengawasan pemasangan instalasi listrik, tanggung jawab pelaksana, dan pelaksanaan pekerjaan telah ditentukan sebagai berikut.
  1. Setiap pemasangan listrik harus mendapat izin dari instansi yang berwenang, umunya dari cabang PLN setempat.
  2. Penanggung jawab pekerjaan instalasi haruslah orang yang memiliki ilmu pengetahuan tentang instalasi listrik dan memiliki ijin dari instansi yang berwenang.
  3. Pekerjaan pemasangan instalasi listrik harus diawasi oleh seorang pengawas yang ahli dan memiliki pengetahuan tentang listrik, berpengalaman dalam pemasangan instalasi listrik, bertanggung jawab atas keselamatan pekerjanya.
  4. Pekerjaan pemasangan instalasi listrik harus dilakukan oleh orang-orang yang berpengalaman tentang listrik.
  5. Pemasangan instalasi listrik yang selesai dikerjakan harus dilaporkan secara tertulis kepada PLN setempat untuk diperiksa dan diuji.
  6. Setelah dinyatakan baik secara tertulis dan sebelum diserahkan kepada pemilik, instalasinya harus dicoba dengan tegangan dan arus kerja penuh dengan waktu yang cukup lama. Semua peralatan yang telah terpasang harus dicoba.
  7. Perencana suatu instalasi listrik bertanggung jawab atas rencana yang telah dibuatnya.
  8. Pelaksana pekerjaan instalasi listrik bertanggung jawab atas pekerjaannya selama batas waktu tertentu. Jika terjadi kecelakaan karena kesalahan pemasangan ia bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut.
Dalam pembuatan instalasi pencahayaan listrik dan instalasi daya listrik selain faktor estetika juga harus memenuhi syarat-syarat teknis. Syarat pertama adalah aman bagi manusia, hewan, dan barang yang ada dalam rumah. Kedua, material yang dipasang harus memenuhi standar kualitas. Keiga penghantar arus (kabel) yang digunakan harus berdiameter sesuai dengan kuat arus yang mengalir.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 9:10 AM

Produk Kerajinan Tas Punggung dan Eceng

Modifikasi adalah merubah, mengayakan, menambah/menyederhanakan bentuk, memadukan aneka bahan, mengatur ulang komposisi warna, motif, dan menciptakan karya baru yang sangat berbeda dari asalnya. Karya modifikasi dapat dipadukan dengan beberapa bahan atau beberpaa teknik. Misalnya saja pada proses pembuatan bakiak batik, alas bakiak (kayu) dihias dengan teknik batik, sedangkan kulit sebagai jepit dihias dengan teknik sulam. Bakiak batik memadukan dua teknik yaitu batik dan sulam sehingga bakiak terlihat lebih indah dan artistik dibandingkan dengan sandal bakiak aslinya. Hal yang terpenting adalah kedua bahan atau teknik yang dipakai merupakan kegiatan membuat sebuah karya yang tidak meninggalkan peran fungsionalnya.

Para perajin yang biasa berkarya dengan satu jenis model karya akan menemukan rasa jenuh, apalagi jika peminat makin berkurang. Hal yang dapat dilakukan adalah mengkreasikan karya dengan modifikasi, baik dengan menyederhanakan atau menggayakan bentuk, teknik, atau dekorasinya agar terlihat sedikit berbeda. Menyederhanakan bentuk dapat dihasilkan karya yang tidak biasa untuk mengurangi karya yang monoton. Menggayakan bentuk seolah-olah ada peningkatan kreativitas dalam karya, meskipun yang diubah hanya sebagian kecil saja.

Eceng Gondok
Eceng Gondok ( Eichornia crassipes ) termasuk dalam kelompok gulma perairan.  Batang eceng gondok dapat dijadikan sebagai bahan baku produk kerajinan anyaman yang dapat dikomersialkan. Hanya dengan berbekal ketrampilan yang mudah dipelajari, didukung dengan kemauan, kreatifitas dan seni, maka eceng gondok dapat diolah menjadi kerajinan tas, sepatu, sandal, keranjang, tempat tissue bahkan dapat dibuat mebel seperti kursi, meja dan sofa. Kerajinan eceng gondok ini merupakan kerajinan yang unik, karena selama ini eceng gondok dianggap sebagai sampah dan hama diperairan, namun ternyata dapat berubah menjadi komoditi usaha yang menjanjikan jika dolah menjadi berbagai jenis kerajinan yang menarik, berseni dan berdaya jual tinggi.

Eceng gondok dapat dimanfaatkan menjadi bahan kerajinan tangan yang menguntungkan. Keuntungan bahan kerajinan tangan dari eceng gondok adalah sebagai berikut: Bahanya mudah didapat, harganya murah, harga jual kerajinan tangan, tinggi, pengerjaannya mudah, dan kerajinan tangan dari eceng gondok adalah unik dan menarik

a. Perencanaan
Perencanaan produk kerajinan benda fungsi pakai umumnya lebih menitikberatkan pada pemenuhan fungsi pakai yang lebih bersifat fisik (fisiologis). Teknik pembuatan kerajinan disesuaikan dengan bahan, alat dan cara yang digunakan. Beberapa langkah dalam perencanaan pembuatan benda kerajinan fungsi pakai modifikasi antara lain sebagai berikut.

1) Analisis kebutuhan
Ilustrasi:
Anda ingin membuat sebuah tas dengan memadukan beberapa teknik dan bahan. Tas ini akan dipergunakan untuk sekolah. Selain mengoleksi tas, Anda juga gemar memodifikasi bentuk tasnya sehingga Anda tidak bosan untuk memakainya. Teknik yang akan digunakan dalam pembuatas tas punggung anyaman eceng gondok adalah teknik jahit dan teknik anyam. Sedangkah bahan yang akan digunakan adalah eceng gondok dan kulit tersamak

2) Menentukan perencanaan karya kerajinan fungsi pakai modifikasi
Ide/Gagasan:
Anda merencakanan membuat tas dari bahan alam, yaitu serat eceng gondok. Ide ini ia dapatkan dari pengamatan di sebuah pameran kerajinan Indonesia. Dari pameran yang pernah disaksikan tans punggung dari anyaman eceng gondok ini ternyata sangat menarik dan banyak diminati ole masyarakat terutama para pelejar.

3) Membuat sketsa karya dan menentukan karya terbaik dari sketsa.
Membuat rancangan gambar untuk karya tas yang ingin dibuat.
rancangan

b. Pelaksanaan
1). Menyiapkan bahan dan alat
alat dan bahan

Bahan:
  • Lem putih. 
  • Eceng gondok.
  • Kulit tersamak.
Alat :

  • Alat untuk mengepres eceng gondok agar pipih.
  • Gunting.
  • Mesin jahit.

2). Membuat karya kerajinan fungsi pakai modifikasi
Sebelum membuat kerajinan pastikan terlebih dahulu alat dan bahan yang dibutuhkan sudah disediakan sehingga nantinya akan mempermudah proses pembuatan. Produk yang akan dibuat yaitu tas punggung dari anyaman eceng gondok dipadu dengan kulit tersamak. Berikut ini langkah-langkah dalam proses pembuatan tas punggung anyaman eceng gondok.
tas punggung
  • Pilihlah batang eceng gondok yang panjangnya kurang lebih 60 cm, keringkan di terik matahari yang panas sekitar 1 minggu, usahakan sampai kering.
  • Ambil eceng gondok yang sudah kering. basahi eceng gondok menggunakan air, usahakan air masuk ke dalam pori-pori eceng gondok. Tipiskan eceng gondok dengan menggunakan kayu atau mesin penggiling, jika perlu lakukan berulang sampai eceng gondok menjadi tipis.
  • Setelah eceng gondok bebentu tipis, anyam eceng gondok sampai membentuk anyaman yang lebar usahakan rapih. Teknik yang digunakan pada saat menganyam adalah teknik anyam tunggal. Caranya, eceng gondok dianyam selangkah satu demi satu dengan memasukkannya secara menyilang. 
  • Selanjutnya, tas punggung dari kulit dijahit terlebih dahulu, kemudian anyaman eceng gondok dijahit bersama tas.

c. Refleksi
Refleksi dilakukan dengan cara melakukan evaluasi dengan menguji karya tas punggungnya untuk digunakan membawa buku sekolah. Apakah cukup kuat untuk digunakan? Sebagai benda fungsi pakai tas sekolah tentunya harus kuat untuk menahan beban yang ada dalam tas. Misalnya buku-buku pelajaran dan alat-alat sekolah. Hasil evaluasi digunakan sebagai pedoman dalam pembuatan benda sejenis di masa yang akan datang. Selain evaluasi juga dilakukan merefleksi diri dengan memperhatikan keselamatan kerja, keamanan dan kebersihan dalam berkarya.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 9:15 PM

Kisi-kisi Ujian Nasional SMP 2015/2016

Kisi-kisi soal Ujian Nasional adalah acuan dalam pengembangan dan perakitan soal UN yang disusun berdasarkan kriteria pencapaian kompetensi lulusan, standar isi, dan kurikulum yang berlaku.. Untuk Ujian nasional 2015 Badan Standar Nasional Pendidikan telah mengeluarkan Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor 0035/P/BSNP/IX/2015 tentang Kisi-Kisi Soal Ujian Nasional untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah (Peraturan BSNP Kisi-kisi UN Dasar Menengah 2015-2016). Untuk Unjian Nasional tahun 2015/2016 kisi-kisi yang disusun mempertimbangkan lingkup materi yang sama pada kurikulum 2006 dan kurikulum 2013. Seperti kita ketahui bahwa belum semua sekolah dapat melaksanakan kurikulum 2013 sehingga masih ada sekolah-sekolah yang menggunakan kurikulum 2006.

Salah satu poin yang perlu dicermati adalah Kisi-kisi soal UN disusun dengan mempertimbangkan lingkup materi yang sama pada kurikulum 2006 dan Krukulum 2013. Jadi materi UN 2016 merupakan irisan antara materi yang ada pada KTSP dan Kurikulum 2013. Sehingga materi yang diajarkan di KTSP tapi tidak diajarkan di Kurikulum 2013, tidak masuk kisi-kisi, dan sebaliknya.

Kisi-kisi Ujian Nasional 2015/2016 merupakan irisan dua kurikulum karena saat ini sedang berjalan penggunaan dua kurikulum di Indonesia, sehingga pemerintah memutuskan untuk hanya mengujikan materi yang dipelajari di kedua kurikulum tersebut. Siswa dari sekolah yang menggunakan Kurikulum 2006 dan siswa dari sekolah yang menggunakan Kurikulum 2013 akan mengerjakan soal yang sama.

Dengan telah dikeluarkannya peraturan tentang tentang Ujian Nasional dan juga kisi-kisi soalnya tentunya silahkan persiapkan diri dengan baik agar dapat melaksanakan Ujian Nasional tersebut. Berikut ini beberapa saran sebagai persiapan menghadapi Ujian Nasional.
  1. Ikuti program pembelajaran disekolah dengan baik
  2. Persiapkan diri dengan banyak berlatih dengan soal
  3. Belajar kelompok, bahas soal saling bantu
  4. Berdo’a dan mintalah do’a restu dari kedua orang tua
  5. Kumpulkan referensi materi ujian selengkap mungkin.
kisi kisi soal
Untuk siswa Sekolah Menengah Pertama berikut ini saya tulis ulang kisi-kisi soalnya, jika masih kurang jelas silahkan kunjungi saja web BSNP. Bagi yang membutuhkan kisi-kisi dalam format .doc silahkan lihat di bagian akhir tulisan ini.

1. Bahasa Indonesia
Level Kognitif Membaca Nonsastra Membaca Sastra Menulis Terbatas Menyunting Kata, Kalimat, Paragraf Menyunting Ejaan dan Tanda Baca
Pengetahuan dan pemahaman
Mengidentifikasi
Menentukan
Memaknai
Siswa mampu
  1. menentukan makna kata/kalimat pada teks
  2. menentukan informasi tersurat teks
  3. menentukan bagian
    teks
Siswa mampu
  1. menentukan makna kata dalam cerpen dan fabel
  2. menentukan makna tersurat dalam cerpen dan fabel
  3. menentukan bagian cerpen dan fabel
Siswa mampu melengkapi teks dengan kata atau kalimat Siswa mampu menunjukkan kesalahan penggunaan kata, kalimat, kepaduan paragraf Siswa mampu menunjukkan kesalahan penggunaan ejaan atau tanda baca
Aplikasi
Menunjukkan bukti
Menyimpulkan
Menemukan ide
Menginterpretasikan
Menggunakan
Menyusun
Siswa mampu
  1. menentukan ide pokok teks
  2. menyimpulkan isi teks
  3. menyimpulkan pendapat (pro/kontra)
  4. meringkas isi teks
Siswa mampu
  1. menyimpulkan makna simbol dalam cerpen dan fabel
  2. menyimpulkan isi tersirat dalam cerpen/fabel
  3. menyimpulkan sebab/akibat konflik
Siswa mampu
  1. menyusun urutan kalimat berbagai jenis teks
  2. melengkapi kata, kalimat, paragraf
Siswa mampu
  1. menggunakan istilah dalam kalimat
  2. menggunakan kata bentukan (mengisi sesuai kaidah bentukan kata)
Siswa mampu
  1. menggunakan ejaan
  2. menggunakan tanda baca
Penalaran
Mengevaluasi
Membandingkan
Menanggapi
Merefleksi
Siswa mampu
  1. membandingkan penggunaan bahasa dan pola penyajian beberapa jenis teks
  2. menilai keunggulan/ kelemahan karya sastra
Siswa mampu
  1. membandingkan pola pengembangan cerpen dan fabel
  2. membandingkan penggunaan bahasa cerpen dan fabel
  3. mengomentari isi, pola pengembangan/ bahasa
Siswa mampu
  1. mengubah teks ke dalam bentuk lain
  2. menulis teks singkat sesuai dengan konteks
Siswa mampu
  1. memperbaiki kesalahan penggunaan kata, kalimat, dan ketidakpaduan paragraf
  2. menentukan alasan kesalahan penggunaan kata, kalimat, dan ketidakpaduan paragraf
Siswa mampu
  1. memperbaiki kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca
  2. menentukan alasan kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca
Keterangan
Jenis teks yang digunakan adalah: Teks laporan, eksposisi, ulasan, biografi, prosedur, tanggapan kritis, cerpen, dan fabel

2. Bahasa Inggris
Level Kognitif Fungsi Sosial Struktur Teks Unsur Kebahasaan
Pengetahuan dan Pemahaman
- Mengidentifikasi
Siswa mampu:
mengidentifikasi topik/tujuan teks fungsional pendek (pesan singkat, undangan,pengumuman, iklan, dan surat) dan esei pendek (deskriptif, prosedur, naratif, recount dan report)
Siswa mampu :
mengidentifikasi langkah kerja /urutan/alur/plot dari kejadian/peristiwa/ tindakan dalam teks fungsional pendek (pesan singkat, undangan,pengumuman, iklan, dan surat) dan esei pendek (deskriptif, prosedur, naratif, recount dan report)
Siswa mampu:
mengidentifikasi ungkapan/kata yang memiliki makna yang sama yang terdapat dalam teks fungsional pendek (pesan singkat, undangan,pengumuman, iklan, dan surat) dan esei pendek (deskriptif, prosedur, naratif, recount dan report)
    Aplikasi
    Mengklasifikasi
    Menentukan
    Menerapkan
    Siswa mampu :
    siswa mampu menerapkan fungsi detil
    dari setiap langkah /alat/peristiwa/ bagian/aspek yang ada disebutkan dalam
    teks dalam teks fungsional pendek (pesan
    singkat, undangan,pengumuman, iklan, dan surat) dan esei pendek (deskriptif, prosedur, naratif, recount dan report)
      Siswa mampu:
      siswa mampu menentukan susunan kata/kalimat acak dalam teks fungsional pendek (pesan singkat, undangan,pengumuman, iklan, dan surat) dan esei pendek (deskriptif, prosedur, naratif, recount dan report) yang tepat
        Siswa mampu:
        1. menentukan kata yang tepat untuk melengkapi teks dalam teks fungsional pendek (pesan singkat, undangan,pengumuman, iklan, dan surat) dan esei pendek (deskriptif, prosedur, naratif, recount dan report
        2. menentukan bentuk gramatika yang tepat sesuai konteks dalam teks dalam teks fungsional pendek (pesan singkat, undangan,pengumuman, iklan, dan surat) dan esei pendek (deskriptif, prosedur, naratif, recount dan report)
        Penalaran
        menyimpulkan
        menganalis
        Siswa mampu:
        menyimpulkan fungsi/ akibat/efek setelah membaca teks dalam teks fungsional pendek (pesan singkat, undangan,pengumuman, iklan, dan surat) dan esei pendek (deskriptif, prosedur, naratif, recount dan report
        Siswa mampu :
        menyimpulkan hasil dari langkahlangkah tindakan yang terdapat dalam teks dalam teks fungsional pendek (pesan singkat, undangan,pengumuman, iklan, dan surat) dan esei pendek (deskriptif, prosedur, naratif, recount dan report
        -
        Pengetahuan dan pemahaman
        - Mengidentifikasi
        Siswa dapat:
        Mengidentifikasi topik/tujuan teks
        fungsional pendek
        - Invitation
        - Announcement
        - Advertisement
        - Letter;
        Esai pendek
        - Descriptive
        - Procedure
        - Recount
        - Narrative
        - Report
        Siswa dapat :
        Mengidentifikasi
        langkah kerja
        /urutan/alur/plot dari
        kejadian/peristiwa/ tindakan dalam teks
        esai pendek:
        - Procedure
        - Recount
        - Narrative
        - Descriptive
        - Report
        Siswa dapat:
        Mengidentifikasi ungkapan/kata yang
        memiliki makna yang sama dalam teks
        fungsional pendek
        - Invitation
        - Announcement
        - Advertisement
        - Letter;
        Esai pendek
        - Descriptive
        - Procedure
        - Recount
        - Narrative
        - Report
        Menentukan kata atau bentuk gramatika
        yang tepat untuk melengkapi teks esai
        pendek
        - Narrative
        - Recount
        - Procedure
        Penerapan
        Mengklasifikasi
        Menentukan
        menerapkan
        Siswa dapat :
        - Menerapkan fungsi detil dari setiap langkah /alat/peristiwa/ bagian/aspek
        yang ada disebutkan dalam teks fungsional pendek
        - invitation
        - announcement
        - advertisement
        - Letter;
        Esai pendek
        - Descriptive
        - Procedure
        - Recount
        - Narrative
        - Report
        Siswa dapat:
        - Menjelaskan keterkaitan antara langkah satu dengan yang lainnya dalam teks fungsional pendek
        - Invitation
        - Announcement
        - Advertisement
        - Letter;
        Esai pendek
        - Descriptive
        - Procedure
        - Recount
        - Narrative
        - Report
        - Menentukan susunan kata yang tepat dalam kalimat yang terdapat dalam teks
        esai pendek
        - Descriptive
        - Procedure
        - Recount
        - Narrative
        - Report
        -
        Penalaran
        menyimpulkan
        menganalisis
        Siswa dapat:
        - Menentukan akibat setelah membaca teks fungsional pendek
        - Invitation
        - Announcement
        - Advertisement
        - Letter;
        Esai pendek
        - Descriptive
        - Procedure
        - Recount
        - Narrative
        - Report
        Siswa dapat :
        - Menyimpulkan hasil dari langkah yang
        dilakukan atau tidak dilakukan dalam teks fungsional pendek
        - Invitation
        - Announcement
        - Advertisement
        - Letter;
        Esai pendek
        - Descriptive
        - Procedure
        - Recount
        - Narrative
        - Report
        -

        3. Matematika
        Level Kognitif Makhluk hidup dan lingkungannya Aljabar Struktur dan fungsi makhluk hidup Statistika dan Peluang
        Pengetahuan dan
        Pemahaman
        Mendeskripsikan
        Membuat tabulasi
        Menghitung
        Menginterpretasi
        Memprediksi
        Menentukan
        Siswa dapat memahami
        pengetahuan tentang:
        1. operasi bilangan bulat dan sifat-sifatnya
        2. operasi bilangan pecahan dan sifat-sifatnya
        3. operasi bilangan berpangkat dan sifat-sifatnya
        4. operasi bilangan bentuk akar dan sifat-sifatnya
        5. pola barisan bilangan
        6. barisan dan deret
        7. aritmetika sosial
        8. - perbandingan
        Siswa dapat memahami
        pengetahuan tentang:
        1. bentuk aljabar
        2. persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel
        3. sistem persamaan linier dua variabel
        4. himpunan dan diagram venn
        5. relasi atau fungsi
        6. persamaan garis lurus
        Siswa dapat memahami pengetahuan tentang:
        1. hubungan garis dan sudut serta ukurannya
        2. konsep segiempat dan segitiga serta ukurannya
        3. teorema pythagoras
        4. unsur/bagian lingkaran serta ukurannya
        5. unsur bangun ruang sisi datar maupun lengkung
        6. luas permukaan dan volume bangun ruang sisi datar maupun lengkung
        7. kesebangunan dan kongruen bangun datar
        Siswa dapat memahami
        pengetahuan tentang:
        1. menyajikan dan mendeskripsikan data dalam bentuk diagram batang, garis atau lingkaran
        2. rata-rata, median, modus
        3. titik sampel, ruang sampel dan peluang
        Aplikasi
        Mengklasifikasi
        Mengeskperimen data
        Mengonstruk
        Menyelesaikan masalah
        Siswa dapat mengaplikasikan
        pengetahuan tentang:
        1. operasi bilangan bulat dan sifat-sifatnya
        2. operasi bilangan pecahan dan sifat-sifatnya
        3. operasi bilangan berpangkat dan sifat-sifatnya
        4. operasi bilangan bentuk akar dan sifat-sifatnya
        5. pola barisan bilangan
        6. perbandingan
        7. aritmetika sosial
        Siswa dapat mengaplikasikan
        pengetahuan tentang:
        1. persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel
        2. operasi dua himpunan
        3. relasi atau fungsi
        4. persamaan garis lurus
        5. sistem persamaan linier dua variabel
        Siswa dapat mengaplikasikan
        pengetahuan tentang:
        1. teorema Pythagoras
        2. unsur-unsur/bagian lingkaran
        3. unsur-unsur bangun ruang
        4. kesebangunan dan kekongruenan segitiga
        5. luas permukaan dan volume bangun ruang sisi datar maupun lengkung
        Siswa dapat mengaplikasikan
        pengetahuan tentang:
        1. rata-rata, median, modus
        2. penyajian data dalam bentuk diagram batang, garis atau lingkaran
        3. ruang sampel dan peluang sederhana
        Penalaran
        Menjelaskan
        Membedakan
        Menafsirkan
        Menyimpulkan
        Siswa mampu menggunakan nalar
        yang berkaitan dengan:
        - bilangan bulat
        - pecahan
        - barisan dan deret
        - aritmetika sosial
        - perbandingan
        Siswa mampu menggunakan
        nalar yang berkaitan dengan:
        1. persamaan linier dua variabel
        2. penggunaan konsep himpunan
        3. penggunaan konsep fungsi
        Siswa mampu menggunakan
        nalar yang berkaitan dengan: kesebangunan segitiga
        Siswa mampu menggunakan
        nalar yang berkaitan
        dengan:
        1. - rata-rata, median,
        2. modus
        3. - penyajian data dalam
        4. bentuk diagram batang,
        5. garis atau lingkaran

        4. Ilmu Pengetahuan Alam
        4.1. Biologi
        Level Kognitif Makhluk hidup dan lingkungannya Struktur dan fungsi makhluk hidup
        Pengetahuan
        Mengidentifikasi
        Mendeskripsikan
        Mengklasifikasi
        Menunjukkan
        Menjelaskan
        Menentukan
        Siswa mampu memahami dan menguasai konsep:
        1. gejala alam biotik dan abiotik
        2. ciri-ciri/karakteristik makhluk hidup
        3. keragaman pada sistem organisasi kehidupan
        4. interaksi antara makhluk hidup dan lingkungan
        Siswa mampu memahami dan menguasai konsep:
        1. sistem gerak pada manusia
        2. sistem pencernaan manusia
        3. sistem peredaran darah
        4. sistem pernafasan
        5. sistem ekskresi
        6. sistem reprodusi manusia
        7. jaringan tumbuhan
        8. kelangsungan hidup organisme melalui kemampuan bereproduksi
        Aplikasi
        Memberi contoh
        Menyimpulkan
        Menerapkan
        Menghubungkan
        Memprediksi
        Membandingkan
        Siswa mampu mengaplikasikan pengetahuan dan pemahaman tentang:
        1. interaksi antara makhluk hidup dan lingkungan
        2. kepadatan populasi manusia
        3. pencemaran lingkungan
        4. alat untuk mengenal gejala-gejala kehidupan
        5. prosedur pengklasifikasian makhluk hidup
        Siswa mampu mengaplikasikan pengetahuan dan pemahaman tentang:
        1. faktor-faktor yang berpengaruh pada sistem gerak
        2. percobaan dalam sistem pencernaan
        3. mekanisme peredaran darah
        4. percobaan sistem pernapasan
        5. menjaga kesehatan sistem ekskresi
        6. kelainan dan penyakit pada sistem reproduksi manusia
        7. keterkaitan struktur dan fungsi jaringan tumbuhan
        8. percobaan fotosintesis
        9. kelangsungan hidup organisme melalui kemampuan bereproduksi
        Penalaran
        Menganalisis
        Mensintesis
        Mengevaluasi
        Menilai
        Memperpimbangkan
        Memecahkan masalah
        Memberi argumen
        Siswa mampu menggunakan nalar dalam mengkaji:
        1. pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan
        2. dampak interaksi makluk hidup dan lingkungannya
        3. pengaruh kepadatan populasi manusia pada makhluk hidup dan lingkungannya
        Siswa mampu menggunakan nalar dalam mengkaji:
        1. keterkaitan antara sistem organ pada manusia
        2. keterkaitan antara struktur dan fungsi jaringan pada tumbuhan
        3. pola hidup sehat
        4. manfaat perkembangbiakan tumbuhan dan hewan untuk kesejahteraan manusia
        5. percobaan fotosintesis

        4.2. Fisika/Kimia
        Level Kognitif Pengukuran, zat dan sifatnya Mekanika dan Tata Surya Gelombang, Listrik dan Magnet
        Pengetahuan dan
        pemahaman
        Mengidentifikasi
        Menyebutkan
        Menunjukkan
        Membedakan
        Mengelompokkan
        Menjelaskan
        Siswa mampu memahami tentang:
        1. pengukuran
        2. besaran dan satuan
        3. konsep zat dan wujudnya
        4. zat serta perubahannya
        5. zat aditif, zat adiktif, dan psikotropika
        6. partikel zat
        7. pencemaran
        8. campuran
        9. larutan
        Siswa mampu memahami tentang:
        1. gerak lurus
        2. hukum newton
        3. usaha dan energi
        4. pesawat sederhana
        5. suhu dan kalor
        6. tekanan
        7. tata surya
        Siswa mampu memahami tentang:
        1. getaran dan gelombang
        2. bunyi
        3. optik
        4. listrik dan magnet
        Aplikasi
        Mengklasifikasi
        Menginterpretasi
        Menghitung
        Mendeskripsikan
        Memprediksi
        Mengurutkan
        Membandingkan
        Menerapkan
        Memodifikasi
        Siswa mampu mengaplikasikan
        pengetahuan tentang:
        1. pengukuran
        2. konsep zat dan wujudnya
        3. zat serta perubahannya
        4. zat aditif, zat adiktif, dan psikotropika
        5. partikel zat
        6. pencemaran
        7. campuran
        8. larutan
        Siswa mampu mengaplikasikan pengetahuan
        tentang:
        1. gerak lurus
        2. hukum newton
        3. usaha dan energi
        4. pesawat sederhana
        5. suhu dan kalor
        6. tekanan
        7. tata surya
        Siswa mampu mengaplikasikan
        pengetahuan tentang:
        1. getaran dan gelombang
        2. bunyi
        3. optik
        4. listrik dan magnet
        Penalaran dan logika
        Menemukan
        Menyimpulkan
        Menggabungkan
        Menganalisis
        Memecahkan masalah
        Merumuskan
        Siswa mampu bernalar tentang:
        1. pengukuran
        2. konsep zat dan wujudnya
        3. zat serta perubahannya
        4. zat aditif, zat adiktif, dan psikotropika
        5. partikel zat
        6. pencemaran
        7. campuran
        8. larutan
        Siswa mampu bernalar tentang:
        1. gerak lurus
        2. hukum newton
        3. usaha dan energi
        4. pesawat sederhana
        5. tekanan
        6. suhu dan kalor
        Siswa mampu bernalar tentang:
        1. getaran dan gelombang
        2. bunyi
        3. optik
        4. listrik dan magnet

        Bagi yang membutuhkan file format.doc silahkan unduh filenya.

        Tidak ada cara lain yang lebih baik dalam menghadapi Ujian Nasional selain belajar dengan tekun dan berusaha sebaik mungkin. Perjuangan saat ini akan menjadi batu pijakan untuk langkah selanjutnya. Semoga sukses !
        Posted by Nanang_Ajim
        Mikirbae Updated at: 3:59 PM

        Kerajinan Fungsi Pakai Bakiak Batik

        Bakiak adalah sejenis sandal yang telapaknya terbuat dari kayu yang ringan dengan pengikat kaki terbuat dari ban bekas yang dipaku dikedua sisinya. Sebutan di Jawa Timur dikenal dengan Bangkiak, sedangkan di Jawa Tengah disebut Bakiak. Sandal semacam ini sangat populer sebagai benda fungsi pakai karena murah. Sandal sederhana berbahan kayu dan ban bekas ini membuat bakiak tahan air serta suhu panas dan dingin. Sandal bakiak sampai ini masih sering digunakan di masjid-masjid sebagai alas kaki dari tempat wudlu ke tempat sholat. Bakiak atau juga dikenal dengan sebutan Kelompen yang berasal dari Bahasa Belanda yang artinya sandal kayu.

        Bahan baku bakiak pada tulisan ini adalah kayu jati Belanda atau kayu jenis yang lain. Bahan lainnya seperti pewarna tekstil, kulit tersamak dan lainnya dapat dibeli di pasar. Pembuatan kerajinan funsi pakai bakiak batik dalam proses pembuatannya memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan dengan alas kaki yang lainnya, yakni terdapat seni didalam proses pembuatannya. Proses membuat bakiak tidak sembarangan seperti kelihatannya sebuah bangkiak yang dinilai hanya sebagai alas kaki yang terbuat dari kayu. Proses pembuatan bakiak seluruhnya dibutuhkan keterampilan dan kerajinan untuk memberikan nilai seni pada hasil pembuatannya. Berikut ini contoh proses pembuatan bakiak batik.

        a. Perencanaan
        Kualitas karya kerajinan ditentukan oleh kualitas bahan, teknik pengerjaan, desain, dan nilai fungsi. Pemilihan bahan sangat penting karena bahan memiliki kekuatan, bentuk yang bervariasi, tekstur, serat, pori-pori, yang semua ini dapat dimanfaatkan untuk menunjang kualitas bentuk dan estetik karya kerajinan. Teknik penciptaan yang baik dapat menentukan kesempurnaan bentuk kanya. Aspek fungsi dapat menambah kenyamanan dan keamanan penggunaan produk kerajinan. Nilai estetik karya kerajinan dapat menambah kepuasan rasa indah bagi pemilik atau pemakai. Untuk membuat kerajinan bakiak batik beberapa langkah perencanaan yang ditempuh antara lain sebagai berikut.

        1) Analisis kebutuhan
        Analisa kebutuhan adalah sebuah proses untuk mendapatkan informasi, bentuk, alat dan bahan tentang benda kerajinan yang diinginkan oleh pengguna.
        • Ilustrasi:. Titus berencana menghadiahkan sandal bakiak untuk adiknya yang tengah berulang tahun bulan depan. Titus ingin memberikan hadiah yang dibuatnya sendiri. Ia ingin mencoba pemahamannya tentang teknik batik untuk diterapkan dalam pembuatan produk kali ini. Kemampuannya ini akan ia tekuni sebagai pengisi waktu luang jika ia berhasil dalam membuat produk bakiak batik kali ini.
        • Ide/Gagasan:. Titus ingin mencoba keterampilannya dalam menggunakan bahan dan alat yang tersedia di sekolah, sekaligus untuk memperoleh nilai terbaik. Bahan yang digunakan oleh Titus adalah bahan kayu ringan, kulit, malam, dan pewarna tekstil.

        2) Membuat sketsa karya dan menentukan karya terbaik dari sketsa.
        Sketsa produk diperlukan sebagai acuan dalam pebuatan suatu karya kerajinan. Proses pembuatan suatu  karya kerajinan dibutuhkan adanya sketsa yang jelas sehingga dapat mempermudah dan mempercepat proses pengerjaannya. Hal tersebut serupa dengan proses pembuatan sebuah gedung atau produk lainnya yang juga menggunakan sketsa sebagai acuan dasar dalam penciptaannya.

        b. Pelaksanaan
        Proses pembuatan bakiak batik diawali dengan penyiapan alat dan bahan yang diperlukan kemudian dilanjutkan dengan proses pembuatan.  

        1) Menyiapkan bahan dan alat
        Pemilihan alat dan bahan dalam pembuatan karya kerajinan sangat penting karena alat dan bahan akan mendukung nilai bentuk, kenyamanan terutama dalam menggunakan benda terapan dan juga akan mempengaruhi kualitas barang tersebut.  Alat dan bahan yang diperlukan untuk pembuatan bakiak batik antara lain sebagai berikut.

        Bahan yang diperlukan adalah :
        • Kayu jati Belanda (jati sabrang)
        • Pewarna tekstil
        • Malam
        • Kulit tersamak
        • Karet
        • Lem
        bahan dan alat
        Alat yang dibutuhkan adalah :
        • Canting
        • Palu dan paku
        • Mesin pemotong kayu/Golok
        • Mesin Bor/Bor tangan
        • Amplas

        2). Membuat karya kerajinan bakiak batik
        Pembuatan karya dapat dilakukan dengan mengacu pada sketsa yang telah dibuat sebelumnya dan dengan menggunakan alat serta bahan yang telah disiapkan. Dalam hal pembuatan karya kerajinan di sini tentunya tidak lepas pula dari fungsi kerajinan yang telah ditentukan sebelumnya. Langkah-langkah dalam pembuatan bakiak batik adalah sebagai berikut.
        bakiak batik
        1. Pemotongan kayu untuk pembuatan bakiak yang berukuran kurang lebih 25 sampai 30 cm, dipotong atau dibelah dengan ketebalan 10 cm. Proses pemotongan menggunakan mesin potong kayu, perlu diperhatikan pada proses pemotongan kayu ini harus tetap dijaga keselamatan kerja..
        2. Potongan-potongan kayu tersebut dibentuk sesuai dengan model atau pola yang sudah dibuat serta disesuaikan dengan ukuran kaki. Membentuk sesuai pola menggunakan mesin. Pada saat pembentukan alas bakiak ini diperlukan pengetahuan dan keterampilan yang baik sehingga tidak sembarang orang bisa membuat alas bakiak ini. Alternatif pembuatan alas bakiak ini bisa menggunakan golok.
        3. Setelah terbentuk pola, bakiak setengah jadi tersebut dikeringkan dengan cara atau dioven atau dijemur. Pengovenan ini bertujuan untuk menghilangkan kadar air yang terdapat didalam kayu, supaya bakiak yang sudah jadi nantinya tidak berat ketika dipakai. Setelah dioven bakiak akan berwarna kecoklat-coklatan dan semakin kuat.
        4. Setelah alas bakiak kering, selanjutnya alas bakiak diampelas untuk menghaluskan permukaan alas bakiak tersebut.
        5. Setelah alas bakiak benar-benar halus selanjutnya adalah proses menggambar pola hias pada alas bakiak dan pencantingan. Gambarlah pola hias tersebut menggunakan pinsil terlebih dahulu baru kemudian dilanjutkan dengan pencantingan (menggambar menggunakan canting)
        6. Alas bakiak yang sudah diberi motif tersebut kemudian dicelupkan ke dalam cairan pewarna naptol sesuai dengan warna yang diinginkan. Bila perlu, pencelupan dapat diulang agar mendapatkan warna yang tebal. Setelah proses pewarnaan selesai biarkan terlebih dahulu alas bakiak tersebut mengering. Pencelupan ini bisa menggunakan dua warna yang berbeda untuk menghasilkan kombinasi warna (prosesnya seperti pencelupan pada batik dan pada bagian akhir dilakukan pelorodan).
        7. Setelah alas bakiak tersebut mengering, selanjutnya adalah membuat lubang untuk pemasangan jepit yang terbuat dari kulit. Pembuatan lubang ini menggunakan alat bor listrik dengan ukuran lubang sesuai dengan yang diinginkan. 
        8. Setelah proses peembuatan lobang jepit selesai, selanjutnya masuk kepada tahap pemasangan jepit. Pada pemasangan jepit ini digunakan paku khusus supaya terlihat sebagai aksesoris.
        9. Langkah selanjutnya adalah pemasangan karet alas dengan lem khusus pada permukaan bawah bakiak supaya ketika digunakan untuk berjalan tidak menimbulkan bunyi akibat benturaan antara bakiak dan lantai.
        c. Evaluasi
        Apakah produk kerajinan yang diciptakan sudah sesuai dengan yang diharapkan? Ataukah ternyata produk kerajinan yang dihasilkan masih jauh dari rencana sebelumnya? Titus melakukan evaluasi dengan menguji karya bakiaknya dengan dipakaikan sendiri. Titus merasakan kenyamanan/ ketidaknyamanan pada bakiak buatannya. Titus merefleksi diri dengan keselamatan kerja, keamanan dan kebersihan dalam berkarya.

        Dengan evaluasi dapat diketahui berbagai kekurangan serta kelemahan selama proses pembuatan karya kerajinan tersebut. Segala kekurangan dan kelemahan dari produk kerajinan yang dicipta, dipergunakan sebagai tolok ukur atau sebagai dasar untuk melakukan perbaikan dalam proses pembuatan kerajinan berikutnya sehingga benar-benar dapat menghasilkan karya kerajinan yang baik dan berkualitas.
        Posted by Nanang_Ajim
        Mikirbae Updated at: 7:13 AM