Home » » Kerajaan-Kerajaan Islam di Nusantara

Kerajaan-Kerajaan Islam di Nusantara

Pada abad ke 1 H/7 M, kawasan Asia Tenggara mulai berkenalan dengan tradisi Islam. Hal ini terjadi ketika para pedagang Muslim yang berlayar di kawasan ini singgah untuk beberapa waktu. Pengenalan Islam lebih intensif khususnya di Semenanjung Melayu dan Nusantara berlangsung beberapa abad kemudian.

Tradisi pelayaran dan perdagangan di Asia Tenggara dan Nusantara memberikan catatan sejarah tentang peranan bangsa Arab, Persia dan Gujarat dalam melakukan pelayaran dan perdagangan di kawasan ini. Kehadiran mereka di beberap pelabuhan Asia Tenggara pada tahap awal setidaknya telah memperkenalkan kepada penduduk setempat tata cara melaksanakan ibadat Islam.Hal inilah yang merupakan cikal bakal munculnya kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara yang memberikan pengaruh dalam peradaban dan ilmu pengetahuan di Indonesia. Adapun kerajaan-kerajaan Islam di nusantara adalah sebagai berikut:

A. Kerajaan Samudera Pasai
Kawasan Aceh yang strategis dan berada di pintu masuk Selat Malaka menjadikan Aceh sebagai tempat pertemuan para pedagang dari berbagai daerah di Nusantara dan para pedagang dari luar negeri, khususnya para pedagang Islam. Oleh karena itu, tidak mengherankan kalau pengaruh Islam sangat kuat di Aceh dan diwujudkan dalam bentuk munculnya kerajaan Islam Samudra Pasai.
Samudera Pasai
BerdiriLahirnya kerajaan Islam yang pertama di Indonesia itu diperkirakan mulai awal atau pertengahan abad ke-13 M.
LokasiKota Lhokseumawe dan Aceh Utara, Provinsi Aceh, Indonesia.
BuktiAdanya nisan kubur terbuat dari granit asal Samudera Pasai. Dari nisan itu dapat diketahui bahwa raja pertama Samudera Pasai, Sultan Malik Al- Saleh meninggal pada bulan Ramadan tahun 696 H yang diperkirakan bertepatan dengan tahun 1297 M.
Batu Nisan

B. Kerajaan Aceh
Nama Aceh menanjak dengan cepat pada abad ke-17. Sejak itu seluruh Aceh berada di bawah naungan Aceh Besar yang berpusat di Kutaraja. Sultan pertama yang memerintah dan sekaligus sebagai pendiri Kerajaan Aceh adalah Sultan Ali Mughayat Syah (1514-1528 M).
Kerajaan Aceh
BerdiriKesultanan Aceh didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah pada tahun 1496..
LokasiKabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Indonesia.
BuktiDalam sejarahnya, Kerajaan Aceh mengembangkan pola dan sistem pendidikan militer, memiliki komitmen untuk menentang imperialisme bangsa Eropa, serta mewujudkan pusat-pusat pengkajian ilmu pengetahuan. Berikut ini adalah beberapa peninggalan kerajaan Aceh pada jaman dahulu : Masjid Raya Baiturrahman, Taman Sari Gunongan, Masjid Tua Indrapuri, Benteng Indra Patra, Makam Sultan Iskandar Muda, dan Hikayat Prang Sabi
Makam Sultan Iskandar Muda

C. Kerajaan Demak
Nama Aceh menanjak dengan cepat pada abad ke-17. Sejak itu seluruh Aceh berada di bawah naungan Aceh Besar yang berpusat di Kutaraja. Sultan pertama yang memerintah dan sekaligus sebagai pendiri Kerajaan Aceh adalah Sultan Ali Mughayat Syah (1514-1528 M).
Kerajaan Demak
BerdiriKerajaan Demak berdiri pada tahun 1475.
LokasiKabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.
BuktiBukti sejarah yang mengabarkan tentang keberadaan kerajaan ini di masa lalu sudah cukup banyak didapatkan. Adapun beberapa bukti lain yang berupa peninggalan bersejarah seperti bangunan atau benda-benda tertentu juga masih terpelihara hingga sekarang. Beberapa bangunan atau benda peninggalan kerajaan Demak yaitu sebagai berikut :Masjid Agung Demak, Pintu Bledek, Soko Tatal dan Soko Guru, Bedug dan Kentongan, Situs Kolam Wudlu, Maksurah Maksurah (dinding berukir kaligrafi ), Dampar Kencana, dan Piring Campa.
Masjid Agung Demak

D. Kerajaan Pajang
Kerajaan Pajang adalah penerus dari kerajaan Demak. Kesultanan yang terletak di daerah Kartasura sekarang itu merupakan kerajaan Islam pertama yang terletak di daerah pedalaman pulau Jawa. Sultan atau raja pertama kesultanan ini adalah Jaka Tingkir yang berasal dari Pengging, di lereng Gunung Merapi. Jaka Tingkir bergelar Sultan Hadiwijaya.
Kerajaan Pajang
BerdiriKerajaan ini didirikan pada akhir abad ke-16 M atau tepatnya pada tahun 1568 dengan Raja pertamanya, yaitu Joko Tingkir yang bergelar Sultan Adiwijaya.
LokasiKelurahan Pajang - Kota Surakarta dan Desa Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo., Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.
BuktiAdapun beberapa peninggalan Kerajaan Pajang tersebut di antaranya Masjid Laweyan, makam para bangsawan yang terdapat di kompleks masjid, Bandar Kabanaran, Pasar Laweyan, dan kesenian membatik.
  1. Masjid Laweyan adalah masjid peninggalan kerajaan Pajang yang terletak Kampung Batik, Laweyan, Solo. Masjid ini didirikan oleh raja pertama Kerajaan Pajang pada tahun 1546.
  2. Di sekitaran halaman Masjid Lawean terdapat kompleks pemakaman bangsawan Kerajaan Pajang. Kompleks pemakaman ini berisi sekitar 20 makam yang salah satunya adalah makam dari Ki Ageng Henis, salah satu pendiri Kerajaan Pajang.
  3. Bandar Kabanaran adalah sebuah bandar atau tempat perdagangan yang terletak di tepi anak sungai Begawan Solo
  4. Tak jauh dari Bandar Kabanaran terdapat sebuah pasar yang bernama Pasar Laweyan. Pasar peninggalan Kerajaan Pajang ini dulunya adalah penyokong utama kegiatan perdagangan yang terjadi di Bandar Kabanaran.
  5. Kerajaan Pajang pada masa silam juga mewariskan kesenian batik tulis. Batik yang selama ini kita kenal ternyata awalnya merupakan buah karya masyarakat Laweyan di masa silam.
Makam para bangsawan

E. Kerajaan Mataram Islam
Kerajaan Pajang adalah penerus dari kerajaan Demak. Kesultanan yang terletak di daerah Kartasura sekarang itu merupakan kerajaan Islam pertama yang terletak di daerah pedalaman pulau Jawa. Sultan atau raja pertama kesultanan ini adalah Jaka Tingkir yang berasal dari Pengging, di lereng Gunung Merapi. Jaka Tingkir bergelar Sultan Hadiwijaya.
Kerajaan Mataram Islam
BerdiriKerajaan Mataram Islam berdiri pada tahun 1586 dan raja pertamanya adalah Sutawijaya yang bergelar “Senapati Ingalaga Sayidin Panatagama”
LokasiKerajaan Mataram terletak didaerah Kota Gede sebelah tenggara kota Yogyakarta, Indonesia.
BuktiBeberapa peninggalan Kerajaan Mataram Islam yang hingga kini masih dapat ditemukan. Ketujuh benda atau bangunan tersebut di antaranya Masjid Kotagede, Meriam Segara Wana dan Syuh Brata, situs pertapaan Kembang Lampir, Kitab Sastra Gending, Pasar Legi, dan kompleks hunian kuno.
Masjid Kotagede

F. Kerajaan Banjar
Kerajaan Banjar adalah kerajaan Islam di pulau Kalimantan, tepatnya di provinsi Kalimantan Selatan saat ini. Pusat Kerajaan Banjar yang pertama adalah daerah di sekitar Kuin Utara (Banjarmasin sekarang). Namun setelah keraton di Kuin dihancurkan oleh Belanda, pusat kerajaan dipindahkan ke Martapura. Kerajaan ini berdiri pada tahun 1526 M dengan Sultan Suriansyah (Raden Samudera) sebagai Sultan pertama.
Kerajaan Banjar
BerdiriKesultanan Banjar atau Kesultanan Banjarmasin berdiri pada Tahun 1526
LokasiKerajaan Banjar terletak di Kalimantan Selatan, Indonesia.
BuktiPeninggalan kerajaan Banjar pun cukup fenomenal di kalangan masyarakat sehingga tak heran bukan jika banyak sekali orang yang mengujungi tempat peninggalan tersebut. Berikut ini peninggalan dari kerajaan Banjar: Candi Agung Amuntai dan Masjid Sultan Suriansyah
Masjid Sultan Suriansyah

G.Kerajaan Gowa-Tallo
Pada awalnya di daerah Gowa terdapat sembilan komunitas, yang dikenal dengan nama Bate Salapang (Sembilan Bendera), yang kemudian menjadi pusat kerajaan Gowa: Tombolo, Lakiung, Parang- Parang, Data, Agangjene, Saumata, Bissei, Sero dan Kalili. Kemudian semua komunitas bergabung dan sepakat membentuk Kerajaan Gowa. Kerajaan Gowa adalah salah satu kerajaan besar dan paling sukses yang terdapat di daerah Sulawesi Selatan.
Kerajaan Gowa-Tallo
BerdiriCerita dari para pendahulu di Gowa mengatakan bahwa Tumanurung merupakan pendiri Kerajaan Gowa pada awal abad ke-14.
LokasiKerajaan Banjar terletak di Kalimantan Selatan, Indonesia.
BuktiKerajaan ini pun eksis sebagai kerajaan Islam kuat di Sulawesi Selatan. Berikut beberapa peninggalan Kerajaan Gowa Tallo yang masih tersisa: Istana Balla Lompoa, Masjid Katangka, dan Benteng Ujung Pandang.
Istana Balla Lompoa

H.Kerajaan Ternate
Kerajaan Ternate berdiri pada abad ke-13, ibu kotanya terletak di Sampalu (Pulau Ternate). Selain Kerajaan Ternate di Maluku, juga telah berdiri kerajaan-kerajaan lain, yaitu Jaelolo, Tidore, Bacan, dan Obi. Di antara kerajaan-kerajaan itu, Kerajaan Ternate yang paling maju. Kerajaan Ternate banyak menghasilkan rempah-rempah sehingga Ternate banyak dikunjungi oleh pedagang-pedagang dari Jawa, Melayu, Cina, dan Arab. Selain didatangi para pedagang, Ternate juga memiliki kapal-kapal dagang yang sering berlayar ke daerah-daerah lain.
Kerajaan Ternate
BerdiriKerajaan Ternate didirikan oleh Baab Mashur Malamo pada tahun 1257
LokasiKerajaan Ternate terletak di Ternate, Maluku Utara, Indonesia.
BuktiKetika menjadi Sultan, Zainal Abidin kemudian mengadopsi hukum Islam sebagai undang-undang kerajaan dan membangun madrasah. Berikut di antara jejak peninggalan kerajaan Ternate :Istana Sultan Ternate,Masjid dan Makam,Alquran tulisan tangan raja, tempat berdoa, bendera atau panji-panji dengan ayat-ayat Alquran, singgasana, tongkat kebesaran pedang, tombak, senapan, topi militer, baju besi, tameng, dan perisai.
Istana Sultan Ternate

I. Kerajaan Tidore
Kerajaan Ternate berdiri pada abad ke-13, ibu kotanya terletak di Sampalu (Pulau Ternate). Selain Kerajaan Ternate di Maluku, juga telah berdiri kerajaan-kerajaan lain, yaitu Jaelolo, Tidore, Bacan, dan Obi. Di antara kerajaan-kerajaan itu, Kerajaan Ternate yang paling maju. Kerajaan Ternate banyak menghasilkan rempah-rempah sehingga Ternate banyak dikunjungi oleh pedagang-pedagang dari Jawa, Melayu, Cina, dan Arab. Selain didatangi para pedagang, Ternate juga memiliki kapal-kapal dagang yang sering berlayar ke daerah-daerah lain.
Kerajaan Ternate
BerdiriMenurut catatan Kesultanan Tidore, kerajaan ini berdiri sejak Jou Kohlano Sahjati naik tahta pada 12 Rabiul awal 502H (1108M)
LokasiKerajaan Ternate terletak di Kota Tidore, Maluku Utara, Indonesia.
BuktiKerajaan Tidore mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan Nuku (1789-1805 M), yaitu seorang penguasa yang berani dan cerdas. Pada tahun 1801 M. beliau menyerang Ternate sehingga Ternate dan Tidore berhasil dipersatukan. Beberapa peninggalan Kerajaan Ternate diantaranya adalah Benteng Torre dan Tahula dan Kadato Kie (Istana Kie)
Kadato Kie (Istana Kie)
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 1:16 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.