Home » » Sanggar Tari, Wadah Para Penari Tradisional

Sanggar Tari, Wadah Para Penari Tradisional

Sanggar tari merupakan sebuah organisasi yang sengaja dibuat untuk mewadahi kreativitas seni warga masyarakat, khususnya dalam hal seni tari. Di sinilah tempat berkumpul mereka yang ingin mengenal lebih dekat tentang tarian tradisional khas daerah mereka. Sanggar tari juga tempat berkumpul para penari di daerah sekitar yang ingin memajukan dan melestarikan budaya daerah mereka.

Salah satu sanggar tari yang aktif dalam melestarikan tarian tradisional daerah mereka adalah Sanggar Tari Kambang Tigarun dari Kalimantan Selatan. Sanggar tari ini memiliki misi menumbuhkan dan memupuk cinta budaya nusantara khususnya daerah Kalimantan Selatan sehingga tetap lestari. Sanggar tari ini juga menciptakan berbagai kegiatan seni di lingkungan sendiri yang kelak dapat maju hingga ke jenjang internasional sehingga dapat mengharumkan nama bangsa.

Sanggar Tari Kambang Tigarun ini tidak membatasi anggotanya. Semua dapat menjadi anggota, baik itu mereka yang baru masuk ke dunia seni tari ataupun mereka yang memang sudah lama berkecimpung di dunia tari. Hal ini tetap mengacu pada tujuan didirikannya sanggar ini yakni mewadahi para muda-mudi Kalimantan Selatan untuk menyalurkan minat, bakat, dan kreativitas di bidang seni tari.

Sanggar tari merupakan contoh sebuah pembangunan sosial budaya. Berlandaskan pada keberagaman yang terdapat di dalam keanggotaan organisasi, sanggar tari ini pun menjalani kiprahnya sebagai sebuah wadah bagi para pemuda dan pemudi Kalimantan Selatan untuk secara positif mengembangkan bakat dan kemampuan diri.

Dalam sebuah sanggar seni, para anggota umumnya mengadakan latihan tari bersama, kemudian mempersiapkan diri untuk turut serta dalam lomba tari atau pementasan seni tari lainnya.

Dalam kertas gambar A4, buatlah sebuah gambar yang menceritakan tentang beragam aktivitas yang berlangsung di dalam sanggar tari Kambang Tigarun di atas. Gunakanlah imajinasimu. Warnai dengan rapi.
Sanggar Tari Kambang Tiga Arum
  1. Siapa sajakah yang menjadi anggota di sanggar tari tersebut? Sanggar tari Kambang Tiga Arum berangotakan orang yang baru masuk dan orang yang sudah lama berkecimpung di dunia tari..
  2. Berasal dari manakah anggota sanggar tari di dalam gambar buatanmu? Para muda-mudi Kalimantan Selatan
  3. Apakah mereka memiliki latar belakang sosial ekonomi yang sama atau berbeda? Jelaskan! Mereka memiliki latar belakang sosial ekonomi yang berbeda karena semua dapat menjadi anggota Sanggar Tari ini.
  4. Buatlah sebuah cerita singkat tentang keberagaman yang terdapat dalam sanggar tari Kambang Tigarun berdasarkan pada jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas.

Cerita Singkat Keberagaman Di Sanggar Tari Kambang Tiga Arum
Sanggar Tari Kambang Tigarun Kalimantan Selatan adalah salah satu wadah atau tempat yang digunakan untuk menyalurkan minat, bakat, kemauan dan kebiasaan dalam menari baik itu tarian tradisional maupun modern.

Keberagaman di Sanggar Tari Kambang Tiga Arum terlihat dari anggotanya yang merupakan orang-orang yang baru mengenal dan yang sudah lama berkecimpung dalam dunia tari. Selain itu keberagaman juga dapat dilihat dari para penari yang ada dalam sanggar yang memiliki bakat dan kemampuan yang berbeda-beda.

Sanggar tari merupakan sebuah contoh swadaya masyarakat untuk pembangunan sosial budaya di daerah mereka.

Contoh Keberagaman Sosial Budaya
Sebutkan contoh-contoh keragaman sosial budaya yang dapat ditemukan di daerahmu. Jika itu berbentuk bahasa daerah, sebutkan nama dari bahasa daerah tersebut, dan seterusnya.
Contoh keragaman sosial budaya:
  1. Keragaman suku bangsa. Suku bangsa yang ada di Indonesia adalah Suku Jawa (Pulau Jawa), Batak dan Nias (Sumatera Utara), Minangkabau (Sumatara Barat), Sunda (Jabar), Betawi (DKI Jakarta), Suku Madura dan Tengger (Jatim), Dayak (Kalimantan), Sasak dan Sumbawa (NTB), Bugis dan Toraja (Sulsel), Sentani dan Asmat (Papua). Selain itu di Indonesia juga terdapat etnis Cina yang terbagi menjadi Cina Peranakan dan Cina Totok.
  2. Keragaman Bahasa. Contoh bahasaAceh(Aceh), Batak (Sumut), Minangkabau(Sumbar), Betawi (DKI Jakarta), Sunda (Banten dan Jabar), Jawa (Jateng, jatim dan DIY). 
  3. Rumah Adat. Contoh Rumah adat Bolon (Sumut), Gadang (Sumbar), Joglo (Jawa), Lamin (Kaltim), Tongkonan (Sulsel dan Sulbar), dan Honai (Papua)
  4. Pakaian Tradisional. Contoh Blangkon dan Baju Beskap (Jawa Tengah), Baju Surjan dan balngkon (Yogyakarta), baju teluk belangan dan daster (Riau), Ulos dan Sabe-sabe (Sumut).
  5. Senjata Tradisional. Contoh Rencong (Aceh), Keris (Jawa), Mandau (Kalimantan), Badik (Betawi), Clurit (Madura) Badik (Sulsel), Jenawi (Riau) dan Trisula (Sumsel).
  6. Makanan Khas. Contoh; Gudeg (Yogyakarta), Rendang (Padang), Pempek (Palembang), Rujak Cingur (Surabaya), Ayam Betutu (Bali), Pepeda (Maluku dan Papua).
  7. Upacara Adat. Contoh: Upacara Kasodo(Tengger), Lompat batu (Nias), Grebeg Suro (Solo), Ngaben (Bali).
  8. Kesenian. Bentuk-bentuk kesenian antara lain: Tarian Tradisional, contoh tarian tradisional: Saudati dan Saman (Aceh), Serampang dua belas dan Tor-tor (Sumut), Piring dan Payung (Sumbar), Gending Sriwijaya (Sumsel), Topeng, Ondel-ondel dan Ronggeng (DKI Jakarta), Jaipon dan Merak (Jabar), Serimpi, Bambangan Cakil dan Gandrung (Jateng), Jaran Kepang, Jejer Remong, Ketek Ogleng (Jatim), Kecak dan Pendet (Bali) Alat Musik Tradisional, Contoh Tambo (Aceh), Anglung (Jabar), Gamelan (Jawa), Sasando (NTT dan NTB), Kolintang ( Sulut dan Gorontalo), Tifa (Papua), Babun (Kalsel). Seni Pertunjukan contoh: Ketoprak dan Wayang (Jateng), Ludrok (Jatim), Lenong (DKI Jakarta) dan Mamanda (Kalsel) Lagu Daerah Contoh: Bungong Jeumpa (Aceh), Ayam den lapeh (Sumbar), Soleram (Riau), Injit-injit semut (Jambi), Jali-jali (DKI), Bubuy Bulan dan Dadali (Jabar), Gundul Pacul, Gambang Suling dan Lir-ilir (Jateng), Pitik Tukung (Yogyakarta), Karapan Sapid an Tanduk Majeng (Jatim), Desaku, Potong bebek, anak kambing saya (NTT), Indung-indung (Kaltim), Ampar-ampar pisang (Kalsel), O ina ni keke (Sulut), burung kaka tua (Maluku) dan Apuse (Papua) Cerita Rakyat contoh: Malinkundang (Minangkabau), Sangkuriang (Jabar), Kleting Kuning dan Keong Mas (Jateng).
  9. Keragaman Relegi. Di Indonesia terdapat enam agama yang diakui oleh negera yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu. Setiap agama memiliki hari raya masing-masing seperti Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha (Islam), Natal (Kristen), Paskah (Katolik), Nyepi (Hindhu), Waisak (Budha) dan Copgome (Konghuchu). Setiap agama memiliki lembaga keagaaman sendiri yaitu MUI (Islam), PGI (Kristen), KWI (Katolik), PHDI (Hindu), Walubi (Budha) dan Matakin (Konghuchu).

Manfaat Keragaman Sosial Budaya
Sebutkan manfaat keragaman sosial budaya bagi masyarakat, misalnya untuk menarik para wisatawan asing dan dalam negeri berkunjung dan lain-lain. Isilah dalam kolom berikut ini.
  1. Menarik minat para wisatawan asing dan dalam negeri untuk berkunjung
  2. Mempererat rasa persatuan dan kesatuan
  3. Memperkaya budaya bangsa
  4. Memperluas wawasan masyarakat tentang keanekaragaman sosial budaya
  5. Meningkatkan ketertarikan wisatawan domestik dan mancanegara untuk mengunjungi Indonesia
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 4:49 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.