Home » » Hubungan Sumber Daya Alam dan Teknologi

Hubungan Sumber Daya Alam dan Teknologi

Sumber daya alam (SDA) adalah segala sesuatu yang dapat diperoleh dari lingkungan berupa kumpulan beraneka ragam makhluk hidup maupun benda-benda tak hidup yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan hidup manusia. Pemanfaatan sumber daya alam dapat di lakukan dengan cara langsung dan tidak langsung. Secara langsung, yaitu pemanfaatan sumber daya alam dilakukan tanpa pengolahan terlebih dahulu. Tidak langsung, yaitu pemanfaatan sumber daya alam yang dilakukan dengan pengolahan terlebih dahulu.

Dalam pengolahan sumber daya alam diperlukan teknologi. Teknologi adalah suatu benda atau objek yang diciptakkan oleh manusia yang bisa bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia. Teknologi yang diciptakkan oleh manusia pada mulanya hanya sebuah alat-alat sederhana namun besar akan manfaatnya. Dengan inovasinya manusia membuat teknologi sangat cepat berkembang.

 Teknologi yang digunakan dalam pengolahan sumber daya alam dapat berupa teknologi sederhana atau teknologi canggih. Berikut adalah beberapa pengolahan sumber daya alam yang memanfaatkan teknologi untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.

1. Pengolahan Kayu Menjadi Kertas
Kayu dapat menjadi bahan utama kertas yang sangat baik karena adanya selulosa . Dalam proses pembuatan kertas, benang-benang selulosa dipisahkan terlebih dahulu hingga menjadi bubur kertas. Berikut ini langkah-langkahnya;
Kertas
  • Bahan yang biasanya digunakan untuk membuat kertas adalah kayu pines. Kayu pinus diambil dari hutan produksi lalu didiamkan di tempat penampungan selama beberapa bulan untuk menjaga kelembaban kayu tersebut. Setelah itu kayu dibuang kulitnya menggunakan mesin khusus atau yang dikenal dengan proses De Barker.
  • Kemudian kayu dipotong-potong menjadi lebih kecil yang disebut dengan proses chipping. Potongan yang sesuai ukuran diambil sedangkan potongan yang tidak sesuai didaur ulang.
  • Chip dimasak dalam mesin digester untuk memisahkan serat kayu (selulosa). Proses pemasakan ini ada dua macam Chemical PulpingProcess dan Mechanical Pulping Process. Hasil dari proses digesting ini dinamakan pulp (bubur kertas) yang akan diolah lagi pada mesin pembuatan kertas.
  • Selanjutnya bubur kertas dimasukan dalam mesin press untuk meningkatkan kadar kepadatan dengan membuang air yang tersisa. Bahan kertas dimasukan diantara dua buah rol besar yang berputar sehingga air yang tersisa dapat dibuang ke luar.
  • Proses selanjutnya adalah pengeringan (dryer), proses ini berguna agar kadar air berkurang sampai 6%. Bahan yang dihasilkan dari proses pengeringan ini dinamakan kertas jadi yang kemudian digulung menggunakan alat paper roll.

2. Proses Pembuatan Roti
Roti adalah makanan berbahan dasar utama tepung terigu dan air, yang difermentasikan dengan ragi, tetapi ada juga yang tidak menggunakan ragi. Namun kemajuan teknologi manusia membuat roti diolah dengan berbagai bahan seperti garam, minyak, mentega, ataupun telur untuk menambahkan kadar protein di dalamnya sehingga didapat tekstur dan rasa tertentu. Proses pembuatan roti secara umum adalah sebagai berikut.
Roti
  • Seleksi bahan-bahan. Bahan-bahan yang akan digunakan dalam pembuatan roti perlu disiapkan dan diperiksa kualitasnya. Selain itu daya tahan dari bahan-bahan yang akan digunakan juga perlu diperhatikan agar roti yang dibuat dapat bertahan dalam waktu yang lama.
  • Pengadukan bahan atau mixing. Pengadukan berfungsi agar semua bahan pembuat roti dapat tercampur dengan sempurna. Pengadukan juga berguna untuk mendapatkan hidrasi yang sempurna dari kanji dan protein untuk pembentukan gluten, dan pelunakan yang baik.
  • Fermentasi atau Peragian. Fermentasi terbentuk akibat adanya aktivitas ragi yang yang mengolah karbohidrat menjadi gas CO2 yang menyebabkan adonan mengembang. Fermentasi juga juga menghasilkan alkohol yang menyebabkan adonan mengemabang dan memberikan aroma. Asam yang menyebabkan rasa dan memperlunak gluten.
  • Pencetakan adonan. Adonan yang telah mengalami fermentasi dimasukan dalam cetakan dan kemudian dibakar/dipanggang.
  • Pembakaran atau pemanggangan. Prosess pembakaran/pemangangan ini mengakibatkan adonan roti menjadi mengembang.

3. Proses Pengolahan Padi.
Pengolahan tanaman padi sejak dahulu kala sudah di lakukan oleh nenek moyang kita hingga saat ini terus berkembang dalam segi pengolahan maupun alat-alat yang di gunakan untuk mengolah. Dalam perjalanannya, proses pengolahan produktifitas lahan mapun produk dari tanaman banyak sekali mengalami perubahan, mengikuti alur perkembangan teknologi. Berikut ini proses pengolahan padi menjadi bahan makanan.
Padi
  • Padi ditanam oleh petani di sawah maupun di tegalan. Penenaman padi membutuhkan perawatan agar hasil padi bagus. Perawatan selama menanam padi antara lain penyiangan dan pemupukan.
  • Setelah padi dipanen, bulir padi atau gabah diproses melalui beberapa tahap sebelum menjadi beras. Proses pertama adaalah proses perontokan padi dengan menggunakan mesin perontok. Hasil perontokan ini adalah gabah.
  • Gabah hasil perontokkan dijemur untuk mengurangi kadar air.
  • Gabah yang sudah kering dimasukan ke dalam mesin penggilingan padi. Ada beberapa jenis mesin penggilingan padi sesuai dengan fungsinya antara lain sebagai berikut : Mesin pemecah gabah kering (huller atau husker), Mesin pemisah gabah dan beras pecah kulit (brown rice separator), Mesin penyosoh atau mesin pemutih (polisher), Mesin pengayak bertingkat (sifter), Mesin atau alat bantu pengemasan (timbangan dan penjahit karung).

4. Pengolahan Kapas Menjadi Kain
Serat kapas merupakan serat alam yang berasal dari serat tumbuh-tumbuhan yang tergolong kedalam serat selulosa alam yang diambil dari buahnya. Berikut ini adalah proses pengolahan kapan menjadi kain.
Kapas
  • Tanaman kapas ditanam oleh para pekebun di lahan pertanian. Buah kapas yang sudah matang dipetik dari pohonnya.
  • Setelah dipetik dari pohonnya, kapas tersebut harus dipisahkan dari bijinya (ginning). Pada proses ini kapas disedot ke dalam tabung untuk dimasukkan ke dalam mesin pengering dan kapas akan melalui alat pembersih yang membersihkan daun, tangkai dan biji yang masih menempel pada serat kapas. Kapas yang telah dibersihkan ini dipadatkan menjadi bal.
  • Selanjutnya kapas melalui proses weaving. Weaving adalah proses utama mengolah benang menjadi kain. Sebelum masuk dalam proses penenunan benang perlu dipersiapkan terlebih dahulu. Benang dianyam sehingga terbentuk anyaman kain. Kita bisa meanambahkan buatan ke dalam kain katun sehingga menghasilkan jenis kain yang berbeda kadar kapasnya.
  • Finishing. Pada poses finishing kualitas kain ditingkatkan dengan penambahan bahan kimia dan bahan lainnya. Misalnya saja katun dapat dicampurkan dengan bahan kimia yang dapat melindungi dari sinar UV matahari.

5. Pengolahan Kepompong menjadi Kain Sutera
Sutra atau sutera merupakan serat protein alami yang dapat ditenun menjadi tekstil. Jenis sutra yang paling umum adalah sutra dari kepompong yang dihasilkan larva ulat sutra murbei (Bombyx mori) yang diternak (peternakan ulat itu disebut serikultur). Berikut ini proses pengolahan kepompong menjadi kain sutra.
Sutra
  • Ulat sutera dipelihara oleh petani dengan cara meletakannya dalam kotak-kotak pemeliharaan. Ulat diberi makan dengan daun Murbei.
  • Setelah kenyang ulat akan berubah menjadi kepompong (kokon) yang merupakan bahan utama kain sutera.
  • Setelah ulat menjadi kepompong, kepompong akan direbus (reeling). Perebusan ini bertujuan untuk menghilangkan zar serizin sehingga benangnya mudah ditarik. Hasil proses ini disebut dengan benang sutera mentah.
  • Proses pengelosan atau pemaletan. Benang pakan akan mengalami proses pemaletan sedangkan benang lusi akan mengalami proses pengelosan.
  • Penghanian. Penghanian merupakan proses pembuatan benang lusi dalam beam (gulungan besar). Dalam proses ini benang sutera yang sudah dikelos akan ditarik dalam satu bum. Jumlah benang dalam bum tergantung lebar kain yang akan dibuat.
  • Proses pencucuan merupakan kelanjutan dari proses penghanian. Tujuan dari proses ini adalah memasukan benang dari bum ke dalam gun dan sisir tenun.
  • Proses penenunan merupakan proses utama dalam pembuatan kain sutera. Jeniss benang yang digunakan pada saat penenunan adalah benang lusi (hasil penghanian) dan benang pakan yang merupakan pemberi motif pada kain sutera.
  • Hasil akhir dari proses pembuatan kain sutera adalah selembar kain sutera .
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 12:51 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif. Silahkan tulis url Anda dengan tanda koma (,). Jika saya sempat akan kunbal....