Home » , » Konsep Kebutuhan Anak Usia Dini

Konsep Kebutuhan Anak Usia Dini

Anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0-6 tahun (Undang-Undang Sisdiknas tahun 2003) dan sejumlah ahli pendidikan anak memberikan batasan 0-8 tahun (Eva Essa 1996; dalam Dedi Supriadi, 2005)..  Anak usia dini didefinisikan pula sebagai kelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat unik. Mereka memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan yang khusus sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangannya (Mansur, 2005).

Usia anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat unik. Artinya memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosial-emosional (sikap dan perilaku serta agama), bahasa dan komunikasi yang khusus sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan yang sedang dilalui oleh anak tersebut.

Usia anak yang sedang mencoba dan melakukan ketrampilan-ketrampilan baru yang akan sering dicoba berulang-ulang oleh anak, misalnya anak usia 2 tahun akan sering mengulangi kata-kata yang baru saja dia dengar dari orang disekitarnya, anak usia 3 tahun saat mulai bisa mencoret coretan bebas sehingga mencoret setiap tempat kosong yang dia temui dengan pensil atau alat gambar lainnya, anak usia 4 tahun pada saat dia mulai menguasai ketrampilan motoriknya, dia akan menyukai gerakan gerakan motorik kasar (meloncat-loncat, memanjat, meluncur dan lain sebagainya).
 Anak Usia Dini
Anak usia 4- 5 tahun pada saat dia mulai mengenali huruf- huruf, maka ia akan sibuk sekali membaca huruf- huruf yang dia temui. Kegiatan di atas merupakan bagian kecil kebutuhan dari anak usia dini. Secara garis besar kita dapat membedakan kebutuhan anak usia dini sesuai dengan aspek pengembangannya yang meliputi kebutuhan fisik, sosial emosi, kognitif, bahasa dan kebutuhan kecakapan hidupnya.

Perkembangan manusia yang terjadi secara bertahap sesuai dengan masa perkembangannya, dan adanya implikasi bagi setiap individu untuk melakukan tugas perkembangan sesuai dengan tahapan usianya, membuat setiap individu harus memahami dan berusaha untuk dapat melakukan tugas perkembangan sesuai dengan tahapan usia masing-masing. Tugas perkembangan ini menurut Havigurst sangat erat kaitannya dengan fungsi belajar. Dalam hal ini Havigurst (Sunarto, 2002 : 43). menyatakan bahwa

“Tugas perkembangan harus dipelajari, dijalani, dan dikuasai oleh setiap individu. Tugas-tugas ini dikaitkan dengan fungsi belajar, karena pada hakekatnya perkembangan kehidupan manusia dipandang sebagai upaya mempelajari norma kehidupan dan budaya masyarakat agar ia mampu melakukan penyesuaian diri dengan baik dalam kehidupan nyata. “

Senada dengan itu, penelitian tentang perkembangan manusia menunjukkan bahwa proses perkembangan bersifat universal serta urutan perkembangan dapat diprediksikan dan ini terutama perjadi pada anak usia sampai 9 tahun (Bredekamp, 1987 : 2).

Perkembangan berbagai aspek dari seorang individu anak tidak terjadi secara terpisah tetapi berjalan secara holistik serta dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah berbagai aspek perkembangan yang dimiliki oleh anak, sementara faktor eksternal adalah guru, keluarga, dan berbagai sumber belajar yang lainnya. Jika anak telah masuk pada suatu program pendidikan, maka satu hal yang tidak kalah penting adalah program ajar yang diterapkan oleh sekolah.

Pendidikan yang dilakukan terhadap anak seharusnya disesuaikan dengan tahap perkembangan anak serta bagaiamana anak belajar. Sehingga pendidikan pada anak tidak berarti sebagai program ”pemaksaan” terhadap anak untuk melakukan sesuatu atau untuk memiliki suatu kemampuan sesuai keinginan orang dewasa tanpa mempertimbangkan kondisi anak.

Para pendidik harus mengerti bahwa setiap anak adalah unik mempunyai bakat, minat, kelebihan, dan kekurangan, dan pengalaman yang berbeda-beda. Oleh karena itu, para pendidikan hendaknya dapat menyesuaikan diri dengan keunikan-keunikan dan kebutuhan anak tersebut.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 5:20 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif. Silahkan tulis url Anda dengan tanda koma (,). Jika saya sempat akan kunbal....