Home » » Memerankan Isi Fabel

Memerankan Isi Fabel

Fabel adalah cerita fiksi berupa dongeng yang menggambarkan budi pekerti manusia yang diibaratkan pada binantang. Karakter binatang dalam cerita fabel dianggap mewakili karakter manusia dan diceritakan mampu bertindak seperti manusia tetapi tidak menghilangkan karakter binatangnya. Tokoh fabel adalah binatang.

Alur pada tabel umumnya alur maju ( dari awal bergerak maju hingga terjadi akibat dari peristiwa sebelumnya) Dalam urutan beberapa kejadian atau peristiwa secara kronologis menggunakan konjungsi pengurutan : sesudah, sebelum, lalu, mula-mula, kemudian, selanjutnya, setelah itu, atau akhirnya.

Untuk dapat memerankan sebauah fabel diperlukan beberapa pengetahuan dalam hal pemeranan fabel tersebut. beberapa keterampilan dalam memerankan fabel antara lain sebagai berikut.
  1. Setiap kata atau kalimat dalam dialog fabel harus diucapkan atau dilafalkan dengan jelas tekanan keras lembutnya pengucapan. 
  2. Tekanan tinggi rendahnya pengucapan suatu kata dalam kalimat atau intonasi yang digunakan harus tepat
  3. Menunjukkan gerakan tubuh (gerak-gerik) dan ekspresi wajah (mimik) yang sesuai dengan karakter atau watak tokoh fabel yang diperankan. Melalui mimik dan gerak tubuh, pemain juga harus dapat menunjukkan perasaan yang sedang dialami tokoh yang diperankan. Misalnya kegembiraan, kejengkelan, kejemuan, dan kesedihan
  4. Dalam dialog itu tergambar sifat dan tingkah laku setiap tokoh. Dari kata-kata dan gerak-geriknya tergambar watak jahat, baik hati, pemarah, pendendam, jujur, sabar, atau yang lainnya.
Cici dan Serigala
StrukturKalimat
OrientasiSore itu tiga kelinci kecil, Cici, Pusi, dan Upi bermain bersama di tempat lapang di hutan. Tiba-tiba Cici melihat sesuatu tergeletak dalam bungkus plastik.
Komplikasi“Hai Teman-teman… lihatlah! Cici berteriak sambil menunjuk ke arah bungkusan plastik. “Wah… makanan teman-teman..” teriak Upi.

“Asyik… sore ini kita makan enak..” Pusi bersorak kegirangan. Cici mengambil kue itu, membuka bungkusnya dan tercium aroma harum dari kue itu. Tiba-tiba muncul niat liciknya.

Ah… kue ini pasti nikmat sekali apalagi jika ku makan sendiri tanpa berbagi dengan mereka”. Gumamnya dalam hati.

“Teman-teman sepertinya kue ini bekal pak tukang kayu yang sering ke hutan ini, mungkin dia baru saja kesini dan belum pergi terlalu jauh. bagaimana jika kususullkan kue ini, bukankah menolong orang juga perbuatan mulia? Cici meyakinkan temannya.

Raut kecewa tergambar di wajah Upi dan Pusi, mereka gagal makan kue
yang beraroma lezat itu. Cici berlari menjauhi temannya dan memakan
kue itu sendiri. Tiba-tiba...

Bruukk..!!

“Aaahhgg… tolooong…” Cici menjerit keras. Seekor serigala muncul
dari balik semak dan langsung menerkam tubuh mungil Cici. Cici pun
menangis dan terus berteriak minta tolong.

“Cici pun memutar otak mencari cara bagaimana agar ia bisa bebas dari
cengkeraman serigala itu. Akhirnya ia mendapatkan ide.
Resolusi“Pak serigala, aku punya dua teman di sana. Bagaimana jika mereka ku
jemput ke sini supaya kamu dapat makan lebih banyak lagi”. Cici berusaha
mengelabui serigala itu.

“Baiklah, segera panggil mereka tapi aku harus ikut di belakangmu.” jawab
serigala.

“Pelan-pelan saja ya, jalanmu supaya mereka tidak mendengar langkah
kakimu. Aku khawatir mereka akan lari ketakutan.”

Cici pun berlari ke arah teman-temannya yang ditinggalkan tadi. Sementara serigala mengikutinya dengan langkah pelan. Menyadari hal itu Cici berlari sekuat tenaga sambil sesekali memanggil temannya.

“Ups…!”, kaki Cici tiba-tiba terasa ada yang menarik. Ia pun menjerit dan
bahkan tidak berani membuka mata.

“Jangan Pak Serigala… jangan makan aku, ampuni aku..”

“Sst…, ini aku Ci, bukalah matamu, ini Upi dan Pusi..”

“Ayo cepat Ci…” dengan rasa kebersamaan mereka pun akhirnya selamat.
Napas mereka tersengal-sengal, keringatnya bercucuran. Cici menangis
tesedu-sedu.
Koda“Hik.. hik.. maafkan aku teman-teman, aku bersalah pada kalian. Aku telah berbohong..” Cici akhirnya menceritakan kejadian yang sebenarnya. Temannya tidak marah apalagi membencinya. Cici pun berjanji tidak akan
mengulanginya lagi.

“Sudahlah Cici… kami memaafkanmu…” kata Pusi dengan bijak.

“Terimaksih kawan, aku janji tidak akan mengulanginya lagi..” jawab Cici
dengan tulus.

Bahan pemeranan 2
Amati keenam gambar berikut! Diskusikan untuk memerankan fabel tersebut
1. Merancang Tokoh, Watak, Dialog, Latar Sesuai Isi fabel yang Dibaca
Tentukanlah tokoh, watak, dialog, dan latarnya!
TokohNamaWatak
SingaSingaTidak mengenal rasa takut, perkasa, dan tidak mau diganggu.
TikusTikusCerdik dan suka menolong
Latar tempat : Di sebuah hutan yang lebat, Goa
Latar waktu : Suatu hari, Beberapa hari sejak kejadian itu,
Latar suasana : Mengerikan (seluruh hutan mulai gemetar karena suara mengerikan)

2. Menentukan Urutan Cerita
Buatlah kerangka urutan peristiwa cerita fabel
  1. Awalnya diceritakan bahwa di sebuah hutan yang lebat hiduplah seekor singa perkasa yang ditakuti semua hewan. Binatang perkasa itu sangatlah marah jika tidurnya terganggu dengan cara apapun.
  2. Kemudian pada suatu hari tikus kecil sangat penasaran ingin melihat bagaimana sarang Singa si Raja hutan. Tikus kecil masuk menyelinap kedalam gua.
  3. Tak disangaka saat tikus akan keluar gua ia tertangkap singa. Tikus memohon agar dibebaskan dan berjanji akan membantu singa.
  4. Tiba-tiba terdengar suara singa mengaum, dia meraung dalam kemarahan dan ketidakberdayaan karena terjerat jaring pemburu. Si tikus pun mendengarnya. dan segera membebaskan singa dari jerat pemburu dengan memotong tali menggunakan gigi-giginya yang tajam. Segera singa itu terbebas.
  5. Akhirnya singa berpikir bahwa tikus kecil itu dapat menolong dirinya yang sedah mengalami kesusahan. Singa dan tikus menjadi sahabat terbaik mulai hari itu

3. Merancang Pemeranan dari Fabel yang Dibaca
Rancanglah kalimat narasi, dialog-dialog tokoh, dan musik pengiring/ suasana/ properti yang sesuai isi fabel!
Kalimat NaratorDialog TokohMusik pengiring/
properti
Di sebuah hutan yang lebat hiduplah seekor singa perkasa yang semua makhluk lain sangat takut kepadanya
........
"Siapapun yang berani membangunkan aku saat tidur pasti akan kuterkam," aumnya.Suara auman Singa, properti bentuk tiruan gua dalam hutan
Suatu hari tikus kecil sangat penasaran ingin melihat bagaimana sarang Singa si Raja hutan.....“Dia pergi ke suatu tempat. Apakah dia akan segera kembali?” Musik
Untuk mengobati rasa penasarannya si tikus kecil masuk menyelinap kedalam gua......“Sepertinya aku harus segera kembali.” Pikiri si tikusMusik
Namun malang, saat itu terdengar suara langkah kaki singa memasuki gua.“Oh tidak dia akan segera masuk. Apa yang harus aku lakukan.” Si tikus gemetar. Musik menegangkan
Ternyata singa si raja hutan hanya pergi untuk minum di sungai, dan dia datang kembali untuk beristirahat.....” Maaf, ya Raja, saya tidak bermaksud membangunkan anda, saya hanya mencoba untuk meninggalkan gua ini .......................Musik sedih
Beberapa hari sejak kejadian itu, seperti biasa singa sang raja hutan pergi berkeliling...."Penguasa hutan dalam kesulitan." pikir tikus. "Ini adalah kesempatan saya untuk bisa membantu dia sekarang".Suara auman singa dalam jeratan pemburu
Berpikir demikian, si tikus berlari secepat yang dia bisa menuju tempat di mana suara itu berasal......."Jangan bergerak, Yang Mulia, saya akan memotong tali Anda dan Anda akan segera bebas" cicit si tikus.Musik menegangkan
Tanpa membuang waktu, dia mulai........."Saya tidak percaya menyangka bahwa bahkan Anda bisa membantu saya. Selama ini saya salah." kata singa rendah hati.Lagu berjudul "Kepompong"

Persahabatan Singa dan Tikus
Persahabatan Singa dan Tikus
StrukturKalimat
OrientasiDi sebuah hutan yang lebat hiduplah seekor singa perkasa yang semua makhluk lain sangat takut kepadanya. Raja hutan tersebut dikenal sangat mengerikan, tidak mengenal rasa takut dan dia merasa harus dihormati oleh semua makhluk yang ada di hutan. Binatang perkasa itu sangatlah marah jika tidurnya terganggu dengan cara apapun.
"Siapapun yang berani membangunkan aku saat tidur pasti akan kuterkam," aumnya.
KomplikasiSuatu hari tikus kecil sangat penasaran ingin melihat bagaimana sarang Singa si Raja hutan. Dengan niat yang bulat dia berangkat ke gua dimana singa biasa beristirahat. Namun ketika dia sampai, dia tidak melihat adanya sang raja hutan.

“Dia pergi ke suatu tempat. Apakah dia akan segera kembali?” Timbul pertanyaan dalam hati si tikus kecil.

Untuk mengobati rasa penasarannya si tikus kecil masuk menyelinap kedalam gua. Gua itu sangatlah gelap, ditanah dia melihat jejak kaki sang raja hutan, dan jejak kaki besar itu membuatnya sangat ketakutan.

“Sepertinya aku harus segera kembali.” Pikiri si tikus.

Namun malang, saat itu terdengar suara langkah kaki singa memasuki gua.

“Oh tidak dia akan segera masuk. Apa yang harus aku lakukan.” Si tikus gemetar.

Ternyata singa si raja hutan hanya pergi untuk minum di sungai, dan dia datang kembali untuk beristirahat.

Si tikus bersembunyi di dalam gelap gua dan melihat bayangan besar singa jatuh dilantai. Singa duduk dekat pintu masuk gua dan beristirahat kepalanya di kaki yang besar. Segera ia tertidur pulas. Seluruh gua tampak bergetar dengan mendengkur keras raja hutan.

Si tikus berusaha merayap keluar secara diam-diam yang dia bisa. Segera ia berada di dekat pintu masuk. Tapi saat dia mencoba untuk menyeberangi singa, ekor kecilnya menyerempet kaki kiri dari Sang raja hutan, dan penguasa hutan terbangun dengan kaget. Terlihat kemarahannya saat dia melihat tikus kecil di sarangnya.

Walaupun takut si tikus tidak kehilangan akal, dia segera berlari. Namun malang singa segera dapat menangkapnya. Sang raja hutan membuka rahang untuk menelan tubuh si tikus kecil.

Si tikus kecil seketika berteriak.” Maaf, ya Raja, saya tidak bermaksud membangunkan anda, saya hanya mencoba untuk meninggalkan gua ini dimana selama ini saya sangat penasaran ingin melihatnya. Mohon biarkan saya pergi kali ini, dan saya tidak akan pernah lupa kebaikan Anda. Jika takdir memberi saya kesempatan, saya akan membantu Anda dengan cara yang saya bisa pada salah satu nanti. "

Singa merasa geli mendengar ucapan si tikus. Bagaimana tikus kecil membantunya? Tapi dia membiarkan tikus kecil itu pergi dan tertawa terbahak-bahak. Si tikus berlari untuk menyelamatkan hidupnya, dia sangat berterima kasih kepada sang raja hutan yang tidak jadi memakannya.
ResolusiBeberapa hari sejak kejadian itu, seperti biasa singa sang raja hutan pergi berkeliling. Pada suatu saat , tiba-tiba dia terjebak dalam jerat pemburu. Dia berjuang mati-matian untuk membebaskan diri. Namun semua usahanya tidak menunjukan hasil, dia hanya menemukan dirinya bahkan lebih terjerat kuat dalam jaring tali pemburu. Dia meraung dalam kemarahan dan ketidakberdayaan. Seluruh hutan mulai gemetar karena suara mengerikan dan setiap binatang mendengar teriakan sang raja hutan. Si tikus pun mendengarnya.

"Penguasa hutan dalam kesulitan." pikir tikus. "Ini adalah kesempatan saya untuk bisa membantu dia sekarang".

Berpikir demikian, si tikus berlari secepat yang dia bisa menuju tempat di mana suara itu berasal. Segera ia menemukan singa terperangkap dalam jerat pemburu.

"Jangan bergerak, Yang Mulia, saya akan memotong tali Anda dan Anda akan segera bebas" cicit si tikus. Tanpa membuang waktu, dia mulai menggigit tali dengan gigi kecilnya yang tajam. Segera singa itu terbebas.
Koda"Saya tidak percaya menyangka bahwa bahkan Anda bisa membantu saya. Selama ini saya salah." kata singa rendah hati. Dan akhirnya dua makhluk itu menjadi sahabat terbaik mulai hari itu.

Demikian contoh memerankan isi fabel. Mungkin dalam tulisan ini masih banyak kekurangannya, untuk itu saya mohon kritik dan saran untuk perbaikan tulisan ini. Terimakasih atas kunjungannya.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 3:59 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif. Silahkan tulis url Anda dengan tanda koma (,). Jika saya sempat akan kunbal....