Home » » Contoh Anekdot Bidang Politik, Sosial dan Hukum

Contoh Anekdot Bidang Politik, Sosial dan Hukum

Teks anekdot adalah cerita singkat tapi lucu dan menarik karena biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya (KBBI). Teks anekdot berisi cerita fiksi yang disajikan berdasarkan kisah dari kehidupan nyata dan biasanya melibatkan orang yang terkenal. Teks anekdot berbeda dengan teks humor. Teks humor adalah teks yang berisi rangsangan yang cenderung secara spontan memancing tawa atau senyum para pembaca atau pendengar.

Beberapa perbedaan antara teks anekdot dengan teks humor diantaranya adalah ; teks anekdot bertujuan menyindir seseorang (biasanya orang penting), terdapat kritik, isinya terstruktur, dan menggunakan bahasa yang sopan dan penulisan baku. Sedangkan teks humor bertujuan menghibur dan tidak berisi orang penting, tidak terdapat kritik, isinya tidak terstruktur, dan kadang mengandung bahasa yang kurang sopan sebagai humor. Berikut ini beberapa contoh teks anekdot di berbagai bidang.

A. Contoh Anekdot Bidang Hukum
Contoh 1 :
StrukturKalimat
AbstraksiTiga polisi berkumpul di tepi hutan. Mereka masing-masing dari A, B, dan C.
OrientasiMereka berlomba menangkap kelinci yang akan dilepaskan ke hutan. Segala metode boleh dicoba, berikut teknologi yang mereka punya.
KrisisPolisi A mendapat giliran pertama. Kelinci dilepas. Wussss… polisi dan anak buahnya menyusul dan menyebar di dalam hutan. Tiga jam kemudian si kelinci tertangkap.

Polisi B mendapat kesempatan kedua. Wuss… lagi-lagi kelinci dilepas. Tiga orang polisi mengikutinya ke hutan sambil menenteng peralatan canggih milik FBI. Katanya bisa mendeteksi kelinci dengan akurat dalam radius 1 km. Ah masa? Eh, dua jam kemudian si kelinci sudah berhasil dibawanya ke luar hutan.

Polisi C mendapat giliran terakhir. Wusss … kelinci melesat masuk hutan. Polisi mengikuti tanpa peralatan apa pun. Hanya lima menit si polisi menyeret ke luar seekor beruang yang nangis berteriak, “Ampun, Pak, ampun! Saya jangan dipukuli. Saya ngaku deh! Saya kelinci!”
ReaksiPolisi A dan B tercengang melihat apa yang dilakukan oleh polisi C yang menyeret beruang yang menangis minta ampun dan mengaku sebagai kelinci.
Koda-
Anekdot tersebut merupakan kritikan terhadap kepolisian dan harapan dari masyarakat agar teliti dan hati-hati dalam bertindak. Jangan sampai ada oknum polisi yang menangkap orang yang tidak bersalah.

Contoh 2 :
StrukturKalimat
AbstraksiDalam sebuah mata kuliah sistem hukum Indonesia, dosen mengatakan bahwa hukum di Indonesia itu ibarat pisau tajam ke bawah dan tumpul ke atas.
OrientasiPerkara hukum selalu tajam ke bawah yaitu rakyat dilapisan bawah, sedangkan hukum untuk para pejabat tumpul, artinya banyak pejabat yang melakukan korupsi bebas dari tuntutan. Maka terjadilah perdebatan dalam kelas tersebut
KrisisDosen: “Apakah kalian setuju dengan pengibaratan hukum Indonesia yang tumpul ke atas dan tumpul ke bawah?”
Budi: “Saya sangat setuju pak, karena dalam kenyataannya memang itulah yang terjadi”.
Tegar: “Benar sekali pak, bagi orang yang tak berduit akan merasakan seberapa tajam pisau itu pak. Sedangkan bagi orang yang berduit bisa saja menghentikan hukum dengan duit yang dimilikinya”.
Dosen: “Memang benar, namun lebih mending hukum Indonesia ibarat pisau”.
Deni: “Maksudnya pak?”
ReaksiDosen: “Jika hukum ibarat pisau masih mending yang salah dan berduit tetap dihukum, meskipun hukumnya ringan. Daripada hukum ibarat Tuhan, pasti yang di atas selalu benar dan tidak bisa disalahkan”.
Koda-

Contoh 3 :
StrukturKalimat
AbstraksiSuatu hari, Bu Mimin berniat pergi ke pasar bersama Susi dengan menggunakan mobil.
OrientasiSaat mereka berdua melintasi sebuah perempatan, mereka terhenti karena lampu merah dan di tambah dengan kondisi jalan sedang macet total.
KrisisSetelah beberapa menit lampu merah pun berganti menjadi lampu hijau. Namun suasana macet dan banyaknya kendaraan saat itu membuat Bu Mimin dan Susi tertinggal, lampu hijau pun berubah menjadi lampu merah kembali. Karena ingin cepat sampai ke tujuan, merekapun ‘menerobos’ lampu merah. Tak terduga, diseberang jalan terdapat polisi yang sedang memantau jalan menilang mereka.
ReaksiSusi yang memegang kemudi membuka kaca mobilnya lalu polisi tersebut menanyakan mengapa mereka berdua melanggar peraturan. “Saya sedang terburu-buru, pak!” Karena polisi tersebut kurang puas dengan jawaban Susi, iapun terus menanyakan hal yang sama. Karena tak ingin berdebat lagi, Bu Mimin memberikan uang sebesar Rp. 20.000. Polisi tersebut mengangguk dan menerima uang tersebut. Lalu polisi itu tersenyum mempersilakan mereka melanjutkan perjalanan.
KodaDalam hati mereka mengambil kesimpulan, “Kalau polisi tiba-tiba datang terus melakukan razia atau penilangan, itu tanda kalau mereka butuh uang.”
Tilang Polisi
B. Contoh Anekdot Bidang Politik
Contoh 1 :
StrukturKalimat
AbstraksiSudah menjadi kebiasaan Pak Camat akan mengunjungi wilayah-wilayah di bawah kepemimpinannya secara bergiliran.
OrientasiSuatu hari, Pak Camat berencana mengunjungi salah satu kawasan RW berprestasi yang akan dibanggakannya.
KrisisSekretaris : “Pak, mobil sudah siap!”
Pak Camat : “Sebentar, kita tunggu dulu sampai di lokasi banyak wartawan, ya!”
Sekretaris : “Baik, Pak.”
Beberapa menit kemudian, seorang staf bawahan lari tergopoh-gopoh mendekati Pak Camat.
Staf : “Pak, gawat Pak! Pasar yang baru dibangun minggu lalu sudah banyak kios yang ambruk!”
Pak Camat : “Loh, kenapa ya?”
Staf : “Kata salah seorang pedagang, kayu atapnya digerogoti rayap semua, Pak!”
Pak Camat : “ Wah, ayo pergi jangan sampai kita keduluan wartawan!”
ReaksiSekretaris : ”Mobil sudah siap, Pak, kita ke RW berprestasi atau ke pasar dulu?”
Pak Camat : “Pasar! Ga usah bilang bilang!”
KodaMobil pun berlaju dengan kencang.
Isi cerita adalah kritik terhadap pemerintahan yang biasanya hanya ingin diliput prestasinya saja, sementara kegagalan tidak mau diketahui siapa pun.

Contoh 2 :
StrukturKalimat
AbstraksiNegara Paraguay dikenal sebagai negara yang tidak mempunyai laut. Akan tetapi anehnya, negara Amerika Latin tersebut memiliki panglima angkatan laut.
OrientasiSuatu ketika, Panglima AL Paraguay ini berkunjung ke negara Brasil. Ketika itu Brasil terkenal sebagai negeri dengan banyak pelanggaran hukum. Dalam kunjungan itu ia menemui panglima AL Brasil.
KrisisSalah seorang staff AL Brasil yang ikut menemuinya bertanya aeenaknya, "Negara bapak itu aneh , ya. Tidak punya laut tapi punya panglima seperti Bapak."
ReaksiDengan enteng sang tamu menanggapinya, "Negara Anda ini juga aneh. Hukumnya tidak berjalan tetapi perlu mengangkat seorang menteri Kehakiman.
Koda-
Anekdot tersebut merupakan kritikan terhadap pemerintah agar mengangkat menteri yang sesuai bidangnya.

Contoh 3 :
StrukturKalimat
AbstraksiSuatu hari si Kabayan menunjukkan keahliannya sebagai orang yang mampu menguasai bahasa burung-burung
OrientasiRaja mendengar dan membawanya berburu
KrisisDi jalan mereka melihat sebuah dinding yang runtuh dan seekor burung hantu membuat sarang di atasnya. Bertanyalah raja kepada si Kabayan, "Coba katakan apa yang diutarakan burung hantu itu?"
Reaksi"Ia mengatakan ," kata si Kabayan, "Jika raja tidak berhenti menyusahkan rakyatnya, kerajaan ini akan segera runtuh seperti sarangku ini."
Koda-
Anekdot tersebut merupakan kritikan terhadap raja agar tidak menyusahkan rakyatnya.

C. Contoh Anekdot Bidang Sosial
Contoh 1 :
StrukturKalimat
AbstraksiSuatu ketika, orang-orang mengundang Nasrudin untuk menyampaikan khotbah di sebuah mejelis.
OrientasiKetika di mimbar dia mendapati bahwa sebagian besar hadirin tidak dalam majelis itu tidak terlampau bersemangat untuk mendengarkan khotbahnya.
KrisisKemudian ia turun dari mimbar dan berjalan pulang. Kali ini orang-orang benar-benar dibuat bingung dan akhirnya memutuskan untuk mencoba sekali lagi dan mengundangnya agar datang lagi untuk menyampaikan khotbah.

Minggu depannya ketika naik mimbar Nasrudin lagi-lagi bertanya yang sama. "Apakah kalian tahu materi apa yang ingin saya sampaikan dalam khotbah ini? Sebagian dari mereka menjawab "Tidak" dan sebagian lagi menjawab "ya".
ReaksiNasrudin pun berkata lagi, "Baiklah kalau begitu sebagian yang sudah tahu bisa menceritakan kepada sebagian lagi yang belum tahu" dan ia pun pergi lagi meninggalkan mimbar.
Koda-

Contoh 2 :
StrukturKalimat
AbstraksiPada suatu hari, Presiden Negara A hendak membeli kue kepada seorang ibu di pinggir jalan.
OrientasiKarena rasa ketertarikan yang kuat dengan penjual kue unik tersebut, sang Presiden mencoba bertanya kepada si ibu.
Presiden : “Ibu punya anak berapa?”
Ibu : “Saya punya anak empat, mereka sedang bekerja semua. Yang ke-1 bekerja di KPK, ke-2 di POLDA, ke-3 di Kejaksaan Negeri, dan yang terakhir di DPR. Mereka sangat sibuk sekali.”
KrisisBapak Presiden menggeleng-gelengkan kepala seakan tidak percaya akan apa yang didengarnya. Beberapa pengawal presiden berbicara di belakang. “Meskipun hanya berjualan kue, ibu ini bisa menjadikan anaknya sukses, jujur. Kalau mereka sampai korupsi mungkin ibu ini sudah tinggal di rumah mewah!”
ReaksiPresiden : “Wah, hebat sekali. Ngomong-ngomong apa jabatan anak ibu di Polda, KPK, Kejaksaan Negeri, dan DPR?
Ibu : “Ya sama seperti saya, jualan kue juga”
Bapak Presiden tercengang mendengar jawaban yang diberikan si penjual kue.
KodaSituasi kembali normal dan bapak presiden beserta pengawalnya kembali ke kantor setelah membeli kue tersebut.
Sindiran yang terdapat pada teks anekdot tersebut adalah kebiasaan korupsi oleh pejabat. Pejabat yang korupsi sudah memiliki rumah mewah.

Contoh 3 :
StrukturKalimat
AbstraksiDi sebuah sekolah dasar sedang dilaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas V.
OrientasiSaat pelajaran berlangsung di kelas, terjadi dialog antara guru dengan siswanya.
KrisisGuru : “Siapa yang bisa jawab? Ciri–ciri orang pintar itu apa?”
Murid SD : “Rajin belajar, dapat nilai bagus, dan selalu menyontek, Bu”
ReaksiGuru : “Jawabannya sudah benar, tapi kok ada menyontek, maksudnya?”
Murid SD : “Iya bu, buktinya kita bisa menyontek pesawat buatan luar negeri yang sangat canggih.”
Guru : “Bener juga ya, berarti besok jangan lupa rajin menyontek juga."
Murid SD : “Setuju, besok saling contek ulangannya ya teman-teman”
KodaSambil menepuk jidat, guru berkata dalam hati, ”Aduh-aduh, salah ngomong ini, pemikiranku apa yang terlalu pendek, ya.”
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 6:40 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif. Silahkan tulis url Anda dengan tanda koma (,). Jika saya sempat akan kunbal....