Home » » Prosedur Pemasangan Seal

Prosedur Pemasangan Seal

Untuk memperhalus pengoperasian dan mengurangi keausan, hampir semua gear dan bearing memerlukan pelumasan yang terus menerus. Maka untuk menjaga keberadaan  pelumas di sekeliling komponen-komponen yang bergerak dan menjaga agar cairan pelumas tersebut jangan sampai keluar dan menjaga agar kotoran dan debu jangan masuk ke sistem maka diperlukan seal.

Fungsi dari seal yaitu menjaga kebocoran pelumas (lubrikasi), menjaga kotoran dan material lain masuk ke sistem, memberikan batasan cairan supaya tidak tercampur, lebih fleksibel terhadap komponen yang bergerak dan tidak bocor, melapisi permukaan yang tidak rata, dan agar komponen tidak cepat rusak.

Cara memasang seal oil yang benar dapat mencegah terjadinya kebocoran akibat kesalahan dalam proses pemasangan, berikut ini beberapa langkah yang harus diikuti dalam proses pemasangan oil agar tidak terjadi kerusakan pada oil seal yang dapat menyebabkan kebocoran:

Prosedur Pemasangan Seal
Prosedur pemasangan seal adalah sebagai berikut :
Pemasangan seal yang normal (benar), yaitu ketika udara berada dibelakang arah tekanan oil. Sedangkan pada gambar selanjutnya ditunjukan bahwa oli mengalir keluar kearah udara karena oil seal dipasang terbalik (salah).
Posisi Seal
Pastikan bahwa permukaan shaft yang akan kontak dengan seal terbebas dari karat dan scratch.

Berikan adhesive atau sealant pada bagian press fit dari oil seal. Untuk housing yang terbuat dari cast iron harus digunakan pipe sealant untuk mencegah kebocoran.

Pasang seal dengan main lip menghadap ke sisi oli (hydraulic side). Untuk mencegah scratch pada outer plate seal, ujung dari tempat masuknya seal agar di camper. Karena scratch pada plate seal dapat menyebabkan kebocoran.

Lakukan pemasangan seal dengan cara press fit menggunakan tools yang sesuai. Misalkan alat pres.
Pemasangan Seal
Pemasangan Seal dengan Press
Bila tidak memungkinkan untuk di-press, dapat menggunakan strike plate sebagai tum

Perhatikan pada saat pemasangan oil seal tidak boleh miring dan tidak boleh dipukul langsung.

Berikan grease secukupnya (jangan berlebihan) pada daerah lip setelah pemasangan, atau sebelum dipasang shaftnya untuk mencegah gesekan kering saat shaft mulai berputar.

Untuk Lip Seal yang materialnya terbuat dari Teflon, saat pemasangannya tidak boleh diberi oli atau grease (harus kering). Untuk Lip seal yang terbuat dari Teflon biasanya diberi pelindung plastic, dan pelindung plastic tersebut boleh dilepas hanya pada saat pemasangan, agar selama penyimpanan bagian Lip dari seal tersebut terlindungi.

Pemakaian seal dari bahan tertentu disesuaikan tipe perapatannya. Pada mesin, ada 2 jenis perapat, yaitu perapatan statis dan perapatan dinamis.Tipe perapatan statis (static seal) digunakan pada komponen yang tidak bergerak. Tipe perapatan dinamis, adalah gasket yang digunakan sebagai bahan perapat diantara kedua benda yang salah satu atau keduanya saling bergerak.

Sumber : Buku Teknologi Dasar Otomotif Kementerian Pendidikan & Kebudayaan
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 5:29 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif. Silahkan tulis url Anda dengan tanda koma (,). Jika saya sempat akan kunbal....