Home » » Prosedur Pengoperasian Mesin Jahit Highspeed

Prosedur Pengoperasian Mesin Jahit Highspeed

Untuk melakukan pekerjaan penjahitan, maka diperlukan pengetahuan dalam mengoperasikan mesin-mesin penjahitan sesuai dengan standar persyaratan di industri. Mesin Jahit high speed adalah mesin jahit yang dijalankan oleh dynamo yang mempunyai kecepatan tinggi. Langkah-langkah sebelum mengoperasika mesin antara lain menggunakan pakaian kerja yang aman, celemek dan alas kaki, bila perlu masker hidung. Perhatikan posisi duduk, duduk tegak, perhatikan jarak pandang, dan posisi kaki. Posisi badan ketika menjahit (posisi control mesin yang baik). Memperhatikan prosedur pengoperasian mesin sesuai standar.

Tiga Macam mesin jahit high speed dan fungsinya, yaitu: Mesin jahit high speed, jarum 1 (high speed single needle), fungsinya untuk menjahit lurus. Mesin jahit high speed pasang ban pinggang, fungsinya untuk melekatkan/memasang ban pinggang pada celana/rok. Mesin jahit lockstitch dengan pemotong benang otomatis dan pendeteksi tepi kain, fungsinya selain dipakai untuk jahitan kain yang stretch, sekaligus dapat merapikan tiras kain dan memotong benang jahit. Berikut ini prosedur pengoperasian mesin highspeed.

A. Prosedur Menghidupkan Mesin Jahit
  1. Menyalakan stop kontak.
  2. Menyalakan mesin pada posisi ON, pastikan anda siap bekerja, jangan injak pedal kalau belum siap menahit.
  3. Ketika akan menjalankan mesin, posisi kaki kanan mengerem pedal, maka akan terdengar suara dengungan mesin, bila tidak terdengar maka lakukan cek kembali pada motor. Apabila keluar angin berarti mesin dalam keadaan benar untuk menjahit.
  4. Sebelum anda mematikan mesin, periksa berbunyi atau tidak/ masih mengeluarkan angin atau tidak, untuk memastikan injaklah pedalnya, habiskan energi yang tertinggal di dalamnya, setelah anda yakin tidak ada suara, maka matikan mesin dengan segera (OFF) untuk menghindari mesin terbakar.

B. Teknis Menjalankan Mesin Jahit
Teknik ini digunakan untuk memeriksa kondisi mesin jahit (baik/tidak).
  1. Lakukan pemeriksaan kondisi mesin, untuk mengetahui kondisi mesin.
  2. Periksa apakah mesin dalam kondisi baik ataukah tidak.
  3. Lakukan pemeriksaan pada jarum dan sekoci, serta sepatu.

C. Prosedur Menjalankan Mesin Jahit
Prosedur ini dilaksanakan ketika mesin siap akan digunakan.
  1. Menghandel mesin untuk jalan cepat (full speed), jalan sedang (½ full), jalan pelan.
  2. Menjahit kain tanpa benang.
  3. Mengatur langkah setikan antara 1–3 setikan secara berulang-ulang.

D. Pemeriksaan pada Jarum dan Sepatu Mesin Jahit
(1).Jenis-jenis jarum yang digunakan pada mesin jahit, yaitu:
  1. DB x 1 (Mesin jahit jarum 1 (kepala jarum kecil).
  2. DC x 1 (Mesin obras benang 3.4.5 (jarum paling pendek).
  3. DP x 5 (Mesin lubang kancing (kepala jarum besar).
  4. DP x 17 (Mesin bartack (kepala jarum panjang).
  5. VO x 13 (Mesin kansai spesial (jarum serat badan melilit).
  6. LW HT (Mesin sum (jarum bentuk U).

(2) Pemasangan jarum pada mesin jahit:
  1. Arah cekungan jarum berada di sebelah atas.
  2. Takeup mesin ada di posisi atas.
  3. Sekrup dikendurkan.
  4. Jarum disesuaikan arah dan masukkan pada posisi lubang jarumsampai mentok.
  5. Kencangkan sekrup sampai benar
Memasang Jarum Jahit
(3). Cara memasang sepatu pada mesin jahit.
Urutan memasang sepatu pada mesin jahit adalah sebagai berikut:
  1. Posisi mesin dalam kondisi mati.
  2. Takeup mesin berada di atas.
  3. Kendorkan baut pengikat dengan screw driver.
  4. Pasang sepatu sesuai posisinya, kencangkan kembali baut pengikat.
  5. Cek kesesuaian posisi sepatu dengan pelat lubang jarum. Atur kembali bila belum tepat.

(5). Penggulungan Benang/Mengisi Spul
Penggulungan benang dapat dilakukan pada saat menjahit. Ketika menggulung bobin sewaktu tidak menjahit, presser foot harus dinaikkan benang dari jarum dan naikkan pelatuk untuk mencegah benang kusut di sekitar pelatuk.
Penggulung Benang
(6). Metode Penggulungan Benang
  1. Masukkan bobin kosong pada bobin winder spindle (1) dan tekan sampai tertahan. Tonjolan pada bobin harus tepat masuk dalam celah pada spindle
  2. Bawa bobin benang melewati pengantar benang (2) dan tension discs. Tension discs sebaiknya disesuaikan dengan jenis benang yang digunakan. Benang halus, tegangannya lebih besar, Benang kasar, tegangannya berkurang, Benang sintetis mempunyai karakter cenderung untuk mulur kalau ditarik atau digulung terlalu ketat. Benang jenis ini memerlukan tegangan yang lebih kecil.
  3. Lilitkan bagian atas benang ke sekeliling bobin beberapa kali dari sisi luar.
  4. Tekan trip latch (4) dan katrol (5) akan menempel pada belt. Jika bobin sudah penuh, penggulung akan berhenti secara otomatis.
  5. Jumlah benang yang digulung dapat disetel menggunakan baut-6. Untuk memperbanyak jumlahnya maka putar sekrup searah jarum jam, untuk mengurangi jumlahnya putaran sekrup berlawanan arah jarum jam. Hasil terbaik akan dicapai apabila bobin digulung hingga 4/5 dari kapasitas maksimal.
  6. Penggulungan yang Tidak Merata Benang digulung secara merata pada bobin seperti yang terlihat pada gambar (A). Jika gulungan terlalu banyak pada satu sisinya seperti pada (B) dan (C), sesuaikanlah dengan memindahkan tension bracket (7) ke kanan atau kiri.

E. Pemeriksaan Spool dan Sekoci pada Mesin Jahit
(1). Pemasangan spool dan benang
  1. Memasang cones benang di tiang pertama (tiang cone).
  2. Ujung benang dimasukkan ke penjepit benang dan sekaligus tension.
  3. Pasang bobin pada rumah bobin.
  4. Ujung benang dililitkan pada bobin.
(2). Memasukkan Spul ke dalam sekoci
Spul yang telah terisi benang dimasukkan ke dalam sekoci, kemudian selipkan benang pada tanda A, tarik ke B sampai menuju tanda A.
Sekoci Mesin Jahit
(3). Pemasangan spul pada sekoci
  1. Ambil sekoci.
  2. Masukkan spool pada sekoci.
  3. Ujung benang dililitkan pada kulit benang searah jarum jam.
  4. Sisa ujung benang ± 10 Cm.

Memasukkan sekoci ke dalam rumah sekoci.
  1. Plat penutup rumah sekoci dibuka.
  2. Angkat klep sekoci dengan ibu jari.
  3. Masukkan spul ke dalam sekoci, periksa tegangan benangnya.
  4. Masukkan kembali sekoci ke dalam rumahnya dan tekan hingga bunyi (klik).

F. Pemasangan Benang pada Mesin Jahit
Setelah jarum terpasang dengan baik, selanjutnya pemasangan benang dapat dilakukan dengan urutan sebagai berikut:
  1. Tarik ujung benang dari cones yang berada di penyangga benang.
  2. Masukkan ujung benang melalui jalur benang ke penetral benang pertama dan kedua.
  3. Ujung benang dimasukkan pada tension, jalur benang, takeup dan pengaman benang yang posisinya ada di needle bar (rumah jarum).
  4. Benang dimasukkan pada lubang jarum sesuai dengan arah cekungan benang
  5. Mengeluarkan benang bawah dengan cara tekan engkol pengatur maju mundur setikan (back tack). Roda mesin diputar, tarik kedua benang bagian atas dan bawah.
Pemasangan Benang Pada Mesin
G. Penyesuaian Tegangan Benang
Tegangan bagian atas dan bawah harus disesuaikan untuk menghasilkan jahitan yang sempurna dengan cara melakukan penyesuaian-penyesuaian berikut:
Pengatur Tegangan Benang
  1. Penyesuaian tegangan bagian atas dengan cara memutar tension nut benang searah jarum jam, Tegangan benang bagian atas dapat dinaikkan atau dirapatkan. Dengan cara memutar tension nut benang berlawan arah jarum jam, tegangan benang bagian atas dapat diturunkan atau direnggangkan.
  2. Penyesuaian tegangan bagian bawah. Tegangan bawah diatur oleh baut, yang mengencangkan atau melonggarkan perpegas yang berada di luar wadah bobin. Dengan memutar baut searah jarum jam, tegangan benang bagian bawah akan meningkat, dengan memutar baut berlawanan arah jarum jam, tegangan benang bagian bawah akan menurun. Untuk memeriksa tegangan bagian bawah, ayun bobin dengan jari bobin harus bergerak hanya sedikit. Jika bobin benang lari, berarti terlalu renggang. Jika tidak ada gerakan sama sekali, berarti terlalu rapat. Tegangan yang benar akan menahan bobin case.

H. Mengatur panjang/kerapatan setikan
  1. Tekan engkol back tack (a).
  2. Putar tombol pengatur setikan (b).
Kerapatan Setikan
Mengatur jarak setikan
Pengaturan jarak setikan harus memperhatikan jenis bahan yang akan dijahit. Setikan yang bagus adalah yang tidak terlalu rapat (kecil-kecil) sehingga dapat menyebabkan bahan berkerut, bahkan kesalahan akibat jarak yang terlalu rapat dapat menyebabkan kesulitan dalam pembongkaran dan dapat mengakibatkan kain menjadi robek.
  1. Kain berat dan tebal = 10 setikan untuk 2,5 cm (1 inch) menggunakan jarum nomor 16.
  2. Kain berat ringan = 12 setikan untuk 2,5 cm (1 inch) menggunakan jarum nomor 14.
  3. Kain sedang tipis = 14 setikan untuk 2,5 cm (1 inch) menggunakan jarum nomor 11.
  4. Sebaliknya jarak setikan yang terlalu lebar (setikan lebar-lebar) akan mengurangi kekuatan dari jahitan itu sendiri.

I. Praktek mencoba mesin high speed:
  1. Gunakan alas kaki sebelum bekerja.
  2. Pada awal praktek mencoba mesin high speed, dilakukan tanpa menggunakan jarum, tanpa benang.
  3. Nyalakan mesin setelah benar-benar siap.
  4. Tekan tombol On untuk menyalakannya.
  5.  Injak pedal dengan kecepatan dari pelan, berangsur-angsur cepat,dan sangat cepat, dan sebaliknya dari cepat sekali berangsurangsur cepat menuju pelan.
  6. Ingatlah selalu, bahwa setiap kali selesai menjahit, setelah mesin dimatikan, jangan segera meninggalkan tempat duduk, injaklah pedal, buanglah sisa power yang ada di dalamnya, sampai suara dan tenaganya habis.

J. Langkah Kerja menggunakan Mesin Industri (high speed):
  1. Pakaialah pakaian kerja dan alas kaki
  2. Buka tutup mesin, lipat dan simpan dengan rapi. Bersihkan mesin dengan lap pembersih
  3. Periksa keadaan mesin, bagian body, meja dan kelengkapan mesin termasuk dynamo, kabel, minyak, apakah dalam kondisi siap pakai atau tidak, jika ada kerusakan jangan dipakai.
  4. Bersihkan tangan sebelum mulai bekerja
  5. Letakkan alat yang tajam, seperti, gunting di kantong alat
  6. Aturlah posisi duduk, sikap badan tegak
  7. Bekerjalah dengan penuh konsentrasi
  8. Masukkan stecker pada stop kontak, perhatikan peganglah bagian badan steckernya saat menghubungkan atau mencabut dari stop kontak, awas jangan pegang kabelnya, karena mungkin kabel dapat putus atau konslet.
  9. Perhatikan posisi kaki, kaki kanan agak ke depan dan kaki kiri kebelakang, lalu jalankan mesin dengan menekankan kaki kanan dan kakikiri untuk menghentikannya, atau tekan dengan satu kaki kanan saja, sedangkan kaki kiri berada di luar (samping kaki mesin).
  10. Tekan tombol ON, untuk menyalakan, dan tunggu beberapa detik, lalu tekan (injakkan kaki) untuk mulai menjalankan mesin secara perlahan-lahan Memulai Jahitan : Isilah spul, sesuaikan benang dengan keperluan, masukkan ke sekoci dan letakkan ke rumah sekoci, lalu pasang benang atas dan tariklah benang bawah, aturlah tegangan benang dan panjang/kerapatan setikan yang dikehendaki.
  11. Dengan menekan tuas lutut , dengan cara menggeserkan lutut kita sebelah kanan, maka terangkatlah sepatu mesin, kemudian letakkan perca kain yang telah disiapkan, dan turunkan kembali sepatunya, dengan melepaskan/menggeser lutut kita kearah kiri. Cobalah beberapa setikan apakah sudah sesuai dengan yang kita kehendaki?, periksa tegangan benangnya, apakah sudah sesuai dengan bahan yang akan kita jahit? Kalau semua sudah siap, kita mulai menjahit bahan yang sudah kita siapkan.
  12. Letakkan kain yang akan kita jahit, seperti pada langkah ke-11 Buatlah setikan penguat (back tack) pada awal jahitan, caranya : Buat setikan mundur 3 sampai 4 kali, dengan menekan “Kait Kontrol” pengatur maju mundur setikan beberapa saat lalu lepaskan (perhatikan huruf (a)) pada gambar di bawah ini, baru kemudian setiklah maju dan seterusnya.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 12:37 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif. Silahkan tulis url Anda dengan tanda koma (,). Jika saya sempat akan kunbal....