Home » » Memproduksi Teks dalam Genre Makro Negosiasi Komplek

Memproduksi Teks dalam Genre Makro Negosiasi Komplek

Pada tulisan ini akan dibahas mengenai membuat teks genre makro tentang peristiwa sosial dengan tema “Berbelanja di Pasar Tradisional”. Untuk memulainya dapat dilakukan dengan membuat struktur yang sesuai. Struktur tersebut harus berisi struktur teks negosiasi kompleks di mana terdapat orientasi, permintaan, pemenuhan, penawaran, persetujuan, pembelian, dan penutup. Ketujuh urutan struktur teks tersebut terurai dari struktur teks awal yang berisi pembukaan, isi, dan penutup.

Teks negosiasi adalah suatu bentuk interaksi sosial dua pihak atau lebih dan merupakan bagian dari proses komunikasi. Negosiasi atau perundingan diperlukan ketika ada perbedaan kepentingan dari kedua belah pihak yang menimbulkan pertentangan. Oleh karena itu, negosiasi dilakukan untuk mencari kesepahaman antara kedua belah pihak, menghindari kerugian, dan mencapai kondisi yang saling menguntungkan. Contoh negosiasi yang sering muncul dalam keseharian adalah dalam kegiatan jual beli saat terjadi tawar-menawar. Struktur teks negosiasi antara lain sebagai berikut.
  1. Orientasi : awal perbincangan antara kedua belah pihak
  2. Permintaan : tahap pengutaraan keinginan masing-masing. Pada tahap ini dapat dilihat apakah ada perbedaan kepentingan dan tujuan atau tidak? Jika ternyata kedua belah pihak memiliki persamaan tujuan/persepsi, proses dapat langsung masuk ke nomor lima. Dengan demikian, negosiasi tidak perlu dilakukan. Dalam jual beli, barang atau jasa yang diinginkan bisa disampaikan di tahap ini.
  3. Pemenuhan : dalam tahap ini, setiap pihak menyatakan apakah ada kesanggupan dalam memenuhi keinginan pihak yang lain atau tidak. (hal ini biasanya dilengkapi dengan adanya persyaratan. Dalam jual beli, misalnya, persyaratan yang dimaksud adalah harga awal yang ditentukan penjual.)
  4. Penawaran : dalam tahap ini, satu pihak merasa keberatan atas tahap sebelumnya lalu melakukan penawaran peringanan persyaratan.
  5. Persetujuan : Jika penawaran pada tahap sebelumnya dapat diterima oleh kedua belah pihak, muncullah kesepakatan. Dalam tahap ini diharapkan tercipta suatu kondisi yang saling menguntungkan dan kedua belah pihak mampu menyamakan persepsi.
  6. Pembelian : pada tahap ini terjadi pembelian.
  7. Penutup : Negosiasi telah berakhir dan kedua belah pihak berpisah.
pasar tradisional

Berbelanja di Pasar Tradisional

Penjual:Daging, sayur segar dibeli-dibeli.... (teriak sang pedagang)OrientasiPembukaan
(Tak lama kemudian lewatlah seorang pembeli yang sedang berkeling-keliling dipasar tersebut)
Pembeli:Permisi bu, disini menjual daging segar?PermintaaanIsi
Penjual:Iya bu, bisa dilihat disini menjual daging ayam, sapi serta kambing segar. Disini juga aneka sayur-mayur segar.
Pembeli:Berapa harga 1 kg daging sapi sekarang bu?
Penjual:Harganya sekarang Rp 140.000,00 per Kg.Pemenuhan
Pembeli:Kenapa mahal sekali bu?
Penjual:Karena harga yang dipatok dari peternak juga sangat tinggi, apalagi mendekati Lebaran, maka kami juga harus dan mau tidak mau menaikkannya.
Pembeli:Masyarakat kalangan bawah pasti tidak mampu untuk membelinya.
Penjual:Iya, saya juga sempat bingung menghadapi situasi seperti ini.
Pembeli:Lalu bagaimana dengan kualitas daging-daging tersebut?
Penjual:Daging-daging ini merupakan daging segar yang diekspor dari Australia.
Pembeli:Saya ingin membeli 1 kg. Bagaimana kalau seharga Rp 120.000,00 per Kg?Penawaran
Penjual:Maaf bu, saya tidak bisa memberi harga segitu, ini bisa merugikan kami.
Pembeli:Kalau begitu Rp 125.000,00 saja bu. Bagaimana?
Penjual:Sudah saya mengalah, saya kasih Rp 130.000,00?
Pembeli:Tidak bisa kurang lagi bu?
Penjual:Tidak bu, ini sudah merupakan harga terendah, karena ini benar-benar daging yang baru diekspor.
Pembeli:Wah, masih terlalu mahal. dikurangi 5 ribu lagi ya?
Penjual:Maaf bu itu sudah merupakan harga terendah yang bisa saya tawarkan. Jika ibu masih menawar lagi darimana saya dapat untung Bu..
Pembeli:Baiklah kalau begitu, saya beli 1 Kg ya bu. Kalau sayuranya masih segar nggak Bu?Persetujuan/
Permintaan
Penjual:Oh tentu Bu. Ini sayuran baru datang tadi pagi tentunya masih segar. Sayuran ini hasil petani sekitar sini lho Bu. Ibu butuh sayur apa?
Pembeli:Saya ingin membuat tumis kangkung, seikatnya berapa Bu?
Penjual:Kangkung seikatnya Rp 3.000, mau berapa ikat?.Pemenuhan
Pembeli:Bisa dikurangi kan Bu? Kalau boleh saya minta 4 ikat tapi harganya jangan segitu Bu.Penawaran
Penjual:Oh, boleh Bu. Empat ikat kangkung saya kasih harga Rp 10.000, gimana?
Pembeli:Ok, saya beli. Jadi semuanya berapa bu?Pembelian
Penjual:Daging 1 kg Rp 130.000 ditambah kangkung 4 ikat Rp 10.000, jadi semuanya Rp 140.000 Bu.
Pembeli:Ini uangnya Bu. (mengulurkan tangan memberikan uang Rp 140.000)
Penjual:Baiklah, sebentar ya bu (Sambil memasukkan daging sapi kedalam kantong dan dan langsung ditimbang, kangkung dimasukan ke dalam kantung tersendiri).PenutupPenutup
Pembeli:Terima kasih ya Bu.
Penjual:Iya sama-sama (Sambil menyerahkan bungkusan). Lain kali belanja di sini lagi ya Bu.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 9:41 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif. Silahkan tulis url Anda dengan tanda koma (,). Jika saya sempat akan kunbal....