Home » » Teknik Pembuatan Produk Elektronika Praktis

Teknik Pembuatan Produk Elektronika Praktis

Pembuatan rangkaian elektronik praktis melalui beberapa tahapan. Pembuatan rangkaian elektronik, bagian fisik/body untuk produk lampu baca LED dan proses pembuatan kemasan produk rakitan elektronika praktis. Proses pembuatan rangkaian elektronika perlu ketelitaan dalam membaca gambar agar tidak tertukar eletroda yang terpasang sehingga dibutuhkan kecermatan agar produk dapat berfungsi dan bekerja. Pembuatan kemasan produk tergantung material yang digunakan dan juga tergantung selera yang diinginkan dengan didukung beberapa pekerjaan mekanik. Beberapa langkah dalam pembuatan produk elektronika praktis antara lain sebagai berikut.

A. Pembuatan Rangkaian Elektronika
Rangkaian elektronika adalah sebuah sistem elektronika yang dibangun oleh komponen-komponen elektronika yang saling berhubungan dan bekerja sama sesuai dengan fungsi dan karakteristik komponen tersebut. Komponen-komponen elektronika yang digunakan diidentifikasi kondisi untuk menguji komponen dengan menggunakan multitester. Alat ukur ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah kondisi komponen masih baik atau tidak. Pengujian sebelum perakitan sangat penting karena semua komponen yang dipasang, disolder, dan dihubungkan harus dalam keadaan baik. Pengujian rangkaian elektronik setelah dirakit dilakukan dengan menggunakan multitester untuk mengetahui apakah rangkaian bekerja atau tidak.

Printed Circuit Board atau biasa disingkat PCB adalah sebuah papan yang digunakan untuk mendukung semua komponen-komponen elektronika yang berada diatasnya, papan PCB juga memiliki jalur-jalur konduktor yang terbuat dari tembaga dan berfungsi untuk menghubungkan antara satu komponen dengan komponen lainnya.

Proses pelarutan PCB dapat dilakukan dengan berbagai cara. Dapat dilakukan secara sederhana seperti dalam pembuatan gambar dengan menggunakan spidol langsung pada papan PCB, atau diprint dan disetrika sampai dilarutkan dengan wadah berisi larutan feriklorit dan disisi lain dengan menggunakan laser yang telah diprogram sebelumnya. Langkah-langkah proses pembuatan PCB dapat diuraikan sebagai berikut :
  1. Siapkan gambar desain yang sudah diprint di imagesetter (photoplotter) l m dan dibutuhkan dua rangkap untuk papan PCB dan soldering mash.
  2. Potong-potong semua imagesetter (photoplotter) lm sesuai dengan ukuran dan lipat sampai membentuk seperti kantong dengan menggunakan double tape dimana pada kedua sisi PCB terdapat gambar desain rangkaian elektronik.
  3. Ukur PCB sesuai dengan ukuran yang ada pada imagesetter (photoplotter) lm yang telah dipotong.
  4. Potong PCB sesuai ukuran. Alat potong yang digunakan adalah mesin listrik potong tangan untuk mempercepat pekerjaan. Mesin CNC dapat digunakan juga sebagai alternatif untuk menghasilkan presisi tinggi.
  5. Gosok dan bersihkan dengan menggunakan amplas/kertas pasir pada bagian permukaan PCB yang terdapat tembaga yang akan dilarutkan sebagian.
  6. PCB yang telah digosok, dimasukkan pada kantong imagesetter (photoplotter) lm yang telah dibuat sesuai dengan ukuran yang telah dibuat. Siapkan kaca dengan ketebalan 5 mm rangkap dua yang dipasang screw
  7. Screw dipasang pada kaca agar kedua kaca tersebut tidak bergeser dan kaca berfungsi melindungi PCB dan photoplotter lm pada saat pengeringan menggunakan dryer.
  8. Kaca yang telah berisi PCB dimasukkan ke dalam kantong photoplotter lm kemudian dimasukkan pada dryer yang dilengkapi sensor pengatur suhu dan diset 400C selama 8 menit. Dryer dilengkapi dengan dua buah lampu UV 150 W yang disambung seri dan diposisikan pada bagian atas dan bawah kaca.
  9. Tahap berikutnya adalah melepas lapisan tembaga dari PCB dengan menggunakan sodium sulfat (Na2SO4). Atau alternatif lain campuran antara HCL dan H2O2.
  10. Tahap terakhir adalah membuat cetak pada PCB (soldering mash).
  11. Soldering mash dibuat dengan cara membuat kantong photoplotter lm lagi dan masukkan PCB yang telah mengalami pelepasan sebagian tembaga. Atur pada papan kaca dan kencangkan screw. Masukkan ke dalam dryer selama 8 menit dengan menyalakan lampu UV yang dipasang bagian atas dan bawah kaca. Atur suhu pada 400 C.
  12. Proses pembuatan soldering mash selesai dan untuk finishing lapisi PCB dengan cairan pelindung yang transparan.

Catatan :
Perhatikan pengelolaaan limbah cair hasil dari proses pelarutan PCB. Daur ulang limbah tersebut agar dapat dimanfaatkan kembali. Contoh untuk campuran cat.

B. Pembuatan Bagian Mekanik
Produk elektronika praktis klip lampu baca LED sebagai salah satu dari produk-produk elektronika praktis yang berkembang saat ini. Desain lampu baca menggunakan LED beragam menurut selera dan kepraktisan. Dalam perkembangannya dapat di pasang seperti layaknya klip kertas, dipasang di kaca mata, desain bentuk cincin yang dipasangkan di jari telunjuk, dikalungkan di leher, dilengkapi dengan USB masih banyak kemungkinan lain seiring berkembangnya kreatifitas dan inovasi berdasarkan kebutuhan pelanggan.
lampu baca
Klip lampu baca LED terdiri atas tiga bagian yaitu dudukan, penyangga dan rumah lampu LED yang menyatu dalam bentuk lipatan. Pada bagian dudukan terdapat logam zeng yang berfungsi untuk mengklip kertas atau halaman buku yang dibaca.
  • Bagian Dudukan. Klip yang terpasang menancap pada bagian dudukan berfungsi untuk nenjepit kertas halaman buku. Penjepit ini dapat dibuat dengan memanfaatkan limbah kaleng kemasan.
  • Bagian Penyangga. Bagian penyangga, digunakan untuk mengatur posisi lampu untuk mengarahkan cahayanya.
  • Bagian Rumah dan Rangkaian Elektronik. Bagian rumah lampu terdiri atas tempat baterai dan tutup. Rangkaian elektronik terdiri atas lampu led, tahanan SMD yang terpasang pada PCB yang disolder setelah memastikan rangkaian sudah betul dan diuji. Penutup bagian atas sebagai tempat dudukan saklar geser. Pengujian rangkaian menggunakan multitester.

C. Pembuatan Kemasan
Kemasan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah produk di pasaran. Bila kemasan produk yang digunakan cukup menarik, maka konsumen pun tak sungkan untuk melirik produk tersebut dan memutuskan untuk melakukan transaksi pembelian. Sebaliknya, bila kemasan yang Anda gunakan tidak sesuai dengan target pasar yang dibidik, maka jangankan tertarik membelinya, untuk melihatnya saja konsumen Anda kurang tertarik.
lampu baca
Label menjadi penting dalam pembuatan kemasan yang berfungsi membantu penjualan produk dan identifikasi tentang nama produk, bahan yang dikemas, cara penggunaan produk, dimensi, nama dan alamat produsen, customer service, cara penanganan kemasan bekas, dan identifikasi persyaratan lingkungan. Fungsi label adalah membantu penjualan produk, oleh sebab itu kemasan harus menjadi promosi bagi dirinya yang meliputi warna, foto/gambar.

Beberapa tips dalam pembuatan kemasan antara lain : Pertama, sebelum menentukan jenis kemasan yang akan dipakai sebaiknya tentukan terlebih dahulu segmen pasar atau target konsumen yang akan dibidik. Kedua, kemasan tidak harus mengikuti yang sudah ada. Anda bisa menampilkan kemasan baru yang tidak seragam dengan pesaing lainnya. Ketiga, yang juga perlu diperhatikan jangan sampai kemasan yang sudah dipilih, ternyata sulit didapat di pasaran.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 9:30 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif. Silahkan tulis url Anda dengan tanda koma (,). Jika saya sempat akan kunbal....