Home » » Struktur dan Fungsi Tubuh Porifera

Struktur dan Fungsi Tubuh Porifera

Porifera atau biasa disebut sebagai hewan berpori berasal dari kata pori yang berarti lubang kecil dan fero yang berarti membawa atau mengandung. Porifera adalah salah satu contoh Avertebrata. Bunga karang merupakan jenis hewan dari kelompok Porifera. Hewan sederhana ini selama hidupnya menetap di karang atau permukaan benda keras lainnya di dasar air. Hewan ini tidak mempunyai alat gerak dan setelah dewasa melekat pada suatu dasar sehingga bersifat sessile. Ada sekitar 5000 species yang telah diketahui dan beberapa di antaranya hidup di air tawar tetapi sebagian besar hidup di laut

1. Reproduksi Porifera
Porifera bereproduksi melalui dua cara, yaitu secara generatif ataupun secara vegetatif. Reproduksi generatif, yaitu dengan sel-sel kelamin yang dihasilkan oleh sel amoeboid. Porifera termasuk hewan monoesius atau hermafrodit karena dalam satu tubuh bisa menghasilkan dua sel kelamin sekaligus. Pembuahan menghasilkan zigot, zigot berkembang menjadi larva berflagel yang kemudian menyebar dari induknya. Jika larva ini menempel pada substrat yang cocok maka akan tumbuh membentuk spons dewasa.

Reproduksi vegetatif dengan pembentukan tunas ataupun kuncup. Ketika kuncup atau tunas-tunas tersebut lepas akan tumbuh menjadi individu baru. Apabila Porifera berada dalam lingkungan yang kering, maka akan membentuk gemmule atau kuncup dalam yang nantinya juga bisa tumbuh menjadi individu baru.

2. Struktur Tubuh Porifera dan Fungsinya
Tubuh Porifera tersusun dari banyak sel dan sel-selnya ini meskipun sangat sederhana tetapi sudah memiliki tugas sendiri-sendiri, yaitu ada yang bertindak sebagai kulit, penangkap makanan, pengedar makanan, dan penyusun rangka. Susunan tubuhnya ada dua lapisan/diplobastik, yaitu sebagai berikut.
  • Lapisan luar, tersusun oleh sel-sel epidermis berbentuk pipih yang disebut pinakosit dan sebagai kulit luar. Pinakosit dapat berkontraksi sehingga tubuh dapat membesar atau mengecil. 
  • Lapisan dalam yang tersusun oleh sel-sel leher/koanosit berbentuk seperti corong yang memiliki flagel, vakuola, dan nukleus.

Pada tubuh Porifera terdapat pori-pori sebagai jalan masuknya air yang membawa makanan, kemudian oleh flagela yang ada pada koanosit, zat-zat makanan tadi akan ditangkap dan akan dicerna oleh koanosit atau sel leher. Setelah makanan tercerna, oleh sel amoebosit, maka sari-sari makanan akan diedarkan ke seluruh tubuh. Air yang sudah tidak mengandung zat-zat yang sudah tidak dibutuhkan oleh tubuh akan dikeluarkan melalui oskulum.
struktur tubuh
Di antara lapisan ektoderm dan endoderm terdapat rongga yang disebut mesenkim atau mesoglea. Megoglea merupakan tempat dari sel amoeboid yang berfungsi mengangkut zat makanan dan sisa metabolisme dari sel satu ke sel lainnya dan skleroblast yang merupakan penyusun rangka atau spikula. Spikula merupakan duri-duri sebagai penguat dinding sel yang lunak. Spikula yang memiliki bermacam-macam bentuk ini tersusun dari zat kapur, zat kersik dan ada yang terasusun dari protein yang disebut spongin

Porifera tidak mempunyai sel saraf. Sel-sel pada Porifera sensitif terhadap rangsang antara lain choanocyt dan myocyt, karena itu gerakan dari flagellum pada choanocyt tergantung pada keadaan lingkungan. Kemampuan myocyt terhadap stimulus adalah gerakan mengkerut/ mengendurnya sel tubuh sehingga porocyt ataupun osculum bisa menutup dan membuka.

3. Ciri-ciri Porifera


  1. Porifera merupakan hewan multiselluler (multi = banyak, selluler = sel).
  2. Memiliki pori yang disebut osteum untuk keluar masuk air.
  3. Hampir semua porifera hidup di laut, hanya sebagian kecil saja yang hidup di air tawar
  4. Tubuhnya tersusun atas jaringan diploblastik (terdiri atas 2 lapisan jaringan). Lapisan ektoderm yang terdiri atas selapis sel yang pipih yang berfungsi sebagai kulit yang disebut pinakosit. Lapisan endoderm yang terdiri atas sel leher atau koanosit.
  5. Memiliki tubuh yang berbentuk seperti piala atau botol dan hidupnya bersifat sessil atau menetap atau menempel pada substrat tertentu.
  6. Reproduksi dilakukan secara aseksual dengan membentuk tunas dan gemula (dilakukan saat kondisi lingkungan buruk) dan seksual yaitu peleburan ovum dan spermatozoid
  7. Respirasi dilakukan melalui permukaan tubuh yang dilakukan oleh tiap-tiap sel dengan cara absorpsi oksigen dari air yang melalui sel-sel tersebut.

4. Klasifikasi Porifera
Di dalam tubuh porifera terdapat juga spikula atau sporogin, yaitu merupakan duri-duri penguat dinding yang lunak dan dapat tersusun dari zat kapur, zat kersik (silikat), atau protein. Berdasarkan bahan penyusun rangka tubuh, Porifera diklasifikasikan menjadi:
calcaria
  1. Calcarea. Merupakan kelas Porifera yang rangka tubuhnya terdiri dari spikula yang spongin (dari senyawa protein) tersusun atas zat kapur, contohnya adalah Scypha gelatinosa, Grantia, Leucosolenia.
  2. Hexactinellida. Merupakan Porifera yang rangka tubuhnya terdiri dari spikula, contohnya adalah Eupectella, Pheronema sp., dan Regadrella sp.
  3. Demospongia. Merupakan Porifera yang spikulanya berasal dari campuran zat kapur atau silikat.  Tubuhnya lunak dan tidak mempunyai skeleton. Hidup di laut yang dangkal, mempunyai jumlah anggota yang paling banyak, misalnya Euspongia officinalis (spons mandi), Spongilla, Haliclona, Microciona, Corticium.

5. Tipe-tipe Saluran Air pada Porifera
Berdasarkan sistem saluran air yang terdapat pada Porifera, hewan ini dibedakan atas tiga tipe tubuh, yaitu tipa Ascon, tipe Sycon, dan tipe Rhagon.
  1. Asconoid. Tipe asconoid adalah tipe yang paling sederhana pada Porifera. Air akan masuk ke ostium, lalu menuju ke atrium atau rongga tubuh dan akan keluar lewat oskulum.
  2. Syconoid. Dibandingkan dengan tipe asconoid, jenis ini lebih rumit. Air yang masuk melalui pori-pori atau ostium akan menuju saluran radial, lalu ke atrium atau rongga dan keluar melalui oskulum.
  3. Leuconoid atau Rhagon. Merupakan tipe yang paling kompleks pada Porifera. Air masuk melalui pori-pori atau ostium, kemudian menuju saluran radial yang bercabang-cabang, kemudian masuk ke bagian atrium dan akan keluar melalui oskulum.

6. Peranan Porifera bagi Kehidupan
Hewan Porifera tidak ada yang merugikan bagi kehidupan kita, tetapi ada yang dapat berguna untuk
kehidupan kita, yaitu dari golongan Demospongiae, khususnya Euspongia officinalis. Bila dikeringkan, Euspongia officinalis dapat digunakan sebagai spons untuk alat penggosok badan sewaktu mandi atau dapat digunakan sebagai pembersih kaca. Ada juga yang memanfaatkannya untuk hiasan, yaitu dari Porifera yang sudah mati.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 1:35 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif. Silahkan tulis url Anda dengan tanda koma (,). Jika saya sempat akan kunbal....