Home » » Ciri dan Klasifikasi Protista

Ciri dan Klasifikasi Protista

Protista berasal dari bahasa yunani, yaitu protos yang berarti pertama atau mula-mula, dan ksitos artinya menyusun. Protista merupakan organisme eukariotik yang belum memiliki jaringan khusus. Ada yang menyerupai hewan karena dapat bergerak bebas dan tanpa dinding sel, ada yang mirip tumbuhan karena memiliki pigmen fotosintetik, dan ada yang mirip jamur karena tanpa klorofil dan tidak dapat bergerak. Kingdom protista beranggotakan makhluk bersel satu atau bersel banyak yang tersusun sederhana. Meskipun begitu, dibandingkan dengan monera, protista sudah jauh lebih maju karena sel-selnya sudah memiliki membran inti atau eukariota.

Kingdom Protista meliputi semua organisme yang bukan. hewan dan bukan tumbuhan yang eukariotik. Anggota Protista ada yang mirip hewan, tumbuhan, dan jamur. Protista mirip hewan adalah Protozoa. Protozoa dibagi menjadi 4 kelas, yaitu: Rhizopoda (Sarcodina), Flagellata (Mastigophora), Ciliata (Ciliophora), dan Sporozoa. Protista mirip tumbuhan adalah ganggang (alga). Alga dibagi menjadi 4 divisio, yaitu: Chlorophyta (alga hijau), Phaeophyta (alga cokelat), Chrysophyta (alga keemasan), dan Rhodophyta (alga merah).

A. Protista Mirip Hewan
Protista mirip hewan adalah golongan Protozoa. Protozoa merupakan organisme bersel tunggal yang sudah memiliki membran inti (eukariota). Protozoa berukuran mikroskopis, yaitu sekitar 100 sampai 300 mikron. Bentuk sel Protozoa sangat bervariasi ada yang tetap dan ada yang berubah-ubah.

Protozoa umumnya dapat bergerak aktif karena memiliki alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia), bulu cambuk (flagellum), bulu getar (cilia), namun ada juga yang tidak memiliki alat gerak. Sebagian besar Protozoa hidup bebas di air tawar dan laut sebagai komponen biotik. Beberapa jenis Protozoa hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia. Protozoa hidup secara heterotrop dengan memangsa bakteri, protista lain, dan sampah organisme.Protista Mirip Hewan (Protozoa).
protozoa
1. Ciri-ciri Protozoa
Bentuk Protozoa sangat beragam, ada yang berbentuk lonjong, menyerupai bola, memanjang, dan polimorfik (memiliki berbagai bentuk morfologi), ukuran tubuhnya berdiameter 1 milimikron. Bersel satu. Inti eukariotik. Habitat di tempat berair atau lembap atau parasit pada organisme lain. 

Reproduksi dengan generatif dan vegetatif (generatif dengan konjugasi, vegetatif dengan membelah diri). Tidak berdinding selulosa. Ada yang soliter dan ada yang berkoloni.

2. Klasifikasi Protozoa
Alat geraknya protozoa ada berbentuk bulu getar (cilia), kaki semu (pseudopodia), dan cambuk (flagela), tetapi ada juga yang tidak memiliki alat gerak. Berdasarkan alat geraknya dibedakan menjadi 4 kelas, yaitu:
No.KelasKeterangan
1.Rhizopoda (Sarcodina)Alat geraknya berupa aliran isi sel atau tonjolan sitoplasma yang disebut pseudopodia. Contoh spesies dalam kelas Rhizopoda:
1) Amoeba
Jenis Amoeba yang hidup di dalam tubuh manusia disebut Entamoeba, misalnya:
  1. Entamoeba dysentriae, penyebab penyakit disentri, karena menyerang dan merusak jaringan usus, disebut juga Entamoeba histolitica.
  2. Entamoeba ginggivalis, hidup di rongga mulut.
  3. Entamoeba coli, hidup dalam kolon, sebenarnya bukan parasit, tetapi kadang-kadang menyebabkan diare.
2) Foraminifera
Foraminifera hidup di laut, terlindung kerangka luar yang beruang banyak yang terbuat dari kalsium karbonat. Kerangka yang telah kosong mengendap di dasar laut dan merupakan tanah "globigerina". Fosilnya berguna sebagai petunjuk dalam pencarian minyak bumi.
3) Radiolaria
Radio;aria hidup di laut. Kerangka tubuhnya tersusun dari silikat membentuk tanah radiolaria yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan penggosok.
2.Flagellata (Mastigophora)Alat gerak berupa bulu cambuk (flagellum). Flagellata dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu:
1) Flagellata yang mempunyai kromatofora dan struktur yang mengandung pigmen hijau klorofil, disebut kelompok fitoflagellata. Contoh:
  • Euglena viridis, hidup di air tawar.
  • Volvox globator, hidup di air tawar, berkoloni, merupakan kumpulan ribuan hewan bersel satu yang berflagel dua. Sel-sel pembentuk koloni dihubungkan dengan benang-benang plasma.
  • Noctiluca miliaris, hidup di laut, mempunyai dua flagel, yang satu panjang dan yang satu pendek, hewan ini menyebabkan laut tampak bercahaya pada waktu malam hari.
2) Flagellata yang tidak mempunyai pigmen klorofil disebut kelompok zooflagellata. Contoh:
  • Trypanosoma gambiense dan Trypanosoma rhodosiense, penyebab penyakit tidur pada manusia. Hospes perantaranya adalah lalat tse-tse, yaitu Glosina palpalis dan Glosina mursitans. Trypanosoma hidup di dalam kelenjar getah bening atau cairan serebro spinal manusia.
  • Trichomonas vaginalis, parasit pada vagina saluran urine wanita.
  • Leishmania tropica, penyebab penyakit kalaazar dengan tanda demam dan anemia.
  • Leishmania tropica, penyebab penyakit kulit, disebut penyakit oriental.
  • Trypanosoma evansi, penyebab penyakit sura (malas) pada ternak, hospes perantara lalat tabanus.
3.Ciliata (Ciliophora)Alat gerak berupa cilia atau bulu getar. Bentuk tubuh tetap, hidup di air tawar yang banyak mengandung zat organik dan bakteri. Ada yang hidup bersimbiosis di dalam usus vertebrata. Contoh:
  • Paramaecium caudatum, bereproduksi secara aseksual dengan membelah diri dengan arah transversal, seksual dengan konjugasi dengan terjadi pertukaran inti kecil (mikronukleus).
  • Stentor, bentuk seperti terompet dan menetap di suatu tempat.
  • Vorticella, bentuk seperti lonceng bertangkai panjang dengan bentuk lurus atau spiral yang dilengkapi cilia di sekitar mulutnya.
  • Didinium, predator pada ekosistem perairan, yaitu pemangsa Paramaecium.
  • Stylonichia, bentuk seperti siput, cilianya berkelompok. Banyak ditemukan pada permukaan daun yang terendam air.
  • Balantidium coli, habitat pada kolon manusia dan dapat menimbulkan balantidiosis (gangguan pada perut)
4.SporozoaTidak mempunyai alat gerak. Dapat membentuk semacam spora dalam siklus hidupnya, bersifat parasit pada manusia atau hewan. Reproduksi dibagi menjadi dua:
1) Aseksual dengan schizogoni, yaitu membelah diri di dalam tubuh inang dan sporogoni, yaitu membuat spora di dalam tubuh inang perantara.
2) Seksual dengan peleburan makrogamet dan mikrogamet di dalam tubuh nyamuk. Contoh:
  • Plasmodium vivax, penyebab malaria tertiana dengan masa sporulasi setiap 2 x 24 jam.
  • Plasmodium falcifarum, penyebab malaria tropikana dengan masa sporulasi setiap 1 x 24 jam.
  • Plasmodium malaria, penyebab malaria kuartana dengan masa sporulasi setiap 3 x 24 jam.
  • Plasmodium ovale, penyebab malaria ovale.

B. Protista Mirip Tumbuhan (Ganggang/Alga)
Beberapa ahli berpendapat bahwa Protista mirip tumbuhan adalah alga (ganggang) yang mikroskopis, adapun alga yang makroskopis termasuk Plantae. Yang termasuk alga mikroskopis adalah Filum Euglenophyta, Pyrrophyta, dan Chryssophyta.

1. Ciri-ciri Alga
Alga mikroskopis memiliki ciri-ciri khusus, yaitu dapat berfotosintesis sama seperti tumbuhan, tersebar luas di alam, dan dijumpai hampir di segala macam lingkungan yang terkena sinar matahari. Alga memiliki ciri-ciri, antara lain:
  • Belum mempunyai akar, batang, dan daun sejati.
  • Mempunyai klorofil, terdapat pirenoid yang berfungsi membentuk amilum.
  • Bersel satu atau bersel banyak.
  • Habitat di air tawar, air laut, dan di tempat-tempat yang lembap.
  • Reproduksi: Aseksual dengan fragmentasi, pembelahan sel, pembentukan zoospora dan pembentukan zigospora. Seksual dengan konjugasi, pembentukan gamet jantan dan betina.

2. Klasifikasi Alga
Setiap sel alga mempunyai inti dan plastida, dalam plastida terdapat zat-zat warna derivat klorofil dengan warna-warna yang lain berupa fikosianin (warna biru), fukosantin (warna pirang), fikoeritrin (warna merah). Selain itu, ditemukan pula zat-zat warna xantofil dan karotin sehingga alga mampu berfotosintesis. Berdasarkan macam klorofil dan pigmen lain yang dominan, alga dibagi menjadi empat divisio, yaitu:

a. Chlorophyta (ganggang hijau)
Ciri-ciri ganggang hijau ada yang bersel satu, bersel banyak, berkoloni, berbentuk benang, dan lembaran. Selnya eukaryot. Punya klorofil a dan b, dan pigmen tambahan karoten. Cara hidup bebas, sebagai epifit atau fitoplankton. Reproduksi aseksual dengan pembelahan sel (bersel tunggal), fragmentasi (koloni dan filamen), pembentukan zoospora (sel berflagel dua), aplanospora (spora yang tidak bergerak), dan autospora (aplanospora yang mirip dengan sel induk). Reproduksi seksual dengan isogami (peleburan dua gamet yang bentuk dan ukurannya sama), anisogami (peleburan dua gamet, yaitu yang ukurannya tidak sama) dan oogami (peleburan dua gamet, yaitu sperma dan sel telur).

2) Klasifikasi Chlorophyta
Berdasarkan bentuk dan dapat tidaknya bergerak, Chlorophyta digolongkan menjadi beberapa genus, yaitu:
  • Alga hijau bersel satu tidak bergerak. Contoh: Chlorococcum (bulat, punya pirenoid), Chlorella (bulat, kloroplas berbentuk mangkuk, punya pirenoid sebagai sumber protein sel tunggal).
  • Alga hijau bersel satu dapat bergerak. Contoh: Chlamydomonas (bulat telur, berflagel dua di ujung depan, kloroplas berbentuk antara mangkuk dan pita, terdapat stigma (bintik mata).
  • Alga hijau berkoloni tidak bergerak. Contoh: Hydrodictyon (koloni berbentuk jala inti, dan pirenoid banyak).
  • Alga hijau berbentuk koloni bergerak. Contoh: Volvox (koloni bulat, berisi beribu-ribu sel).
  • Alga hijau berbentuk benang (filamen). Contoh: (1) Spirogyra (benang tidak bercabang, inti tunggal, kloroplas berbentuk pita tersusun spiral, pirenoid banyak). (2) Oedogonium (filamen tidak bercabang, kloroplas berbentuk jala, pirenoid banyak, inti satu besar).
  • Alga hijau berbentuk thalus. Contoh: Ulva lactua (selada laut), bentuk lembaran seperti daun.

b. Phaeophyta (ganggang cokelat)
Tubuh menyerupai tumbuhan tinggi. Mempunyai klorofil a dan c, pigmen tambahan xantofil dan fikosantin. Habitat sebagian besar di laut. Reproduksi aseksual dengan fragmentasi, zoospora. Reproduksi seksual dengan oogami, sel telur dihasilkan oleh oogonia, dan sperma dihasilkan oleh anteridia. Contoh: Laminaria sp (penghasil asam alginat yang dibutuhkan untuk produksi tekstil, makanan, dan kosmetik), Sargassum sp, Fucus, Turbinaria decurens, Macrocystis.

c. Chrysophyta (ganggang keemasan)
Ciri-ciri ganggang keemasan adalah habitat di air tawar. Bersel tunggal, membentuk koloni atau benang. Dinding sel mengandung silika. Cara hidup sebagai fitoplankton. Mempunyai klorofil a dan c, pigmen tambahan berupa karoten.

2) Klasifikasi Chrysophyta
Chrysophyta sering dinamakan alga pirang atau alga keemasan karena mendapatkan warna dari karatinoid cokelat kuning yang disebut fukosantin dan juga memiliki klorofil a dan b; memiliki sel yang bersifat uniseluler dan banyak yang berflagel. Chrysophyta dibagi menjadi tiga kelas, yaitu:
  • Xanthophyceae (ganggang hijau kuning). Mempunyai klorofil, xantofil. Contoh: Vaucheria sp.
  • Chrysophyceae (ganggang coklat-keemasan). Mempunyai klorofil dan karoten. Contoh: Ochromonas, Synura
  • Bacillariophyceae (diatom). Banyak dijumpai di atas permukaan tanah basah (sawah, got, parit). Tubuh uniseluler, ada yang berkoloni. Dinding sel tersusun atas dua belahan, yaitu kotak (hipoteka) dan tutup (epiteka). Contoh: Navicula, Pinnularia.

d. Rhodophyta (ganggang merah)
Habitat di laut. Tubuhnya bersel banyak. Mempunyai klorofil a dan d, pigmen tumbuhan fikosianin, fikoerithrin. Contoh: Eucheuma spinosum (bisa dibuat agar-agar), Gelidium sp, dan Gracillaria sp. Manfaat ganggang bagi kehidupan manusia adalah:
  • Ganggang merupakan plankton, sebagai makanan ikan.
  • Agar-agar sebagai bahan makanan, kosmetik, dan farmasi dari anggota Rhodophyta, yaitu Eucheuma, Gracillaria, Gelidium.
  • Asam alginat sebagai bahan es krim, cat, kosmetik, dan tekstil. Bahan ini diekstraksi dari anggota Phaeophyta, yaitu Laminaria.
  • Bahan makanan sebagai protein sel tunggal (PST) dari anggota Chlorophyta, yaitu Chlorella

C. Protista Mirip Jamur (Jamur Protista)
Jamur golongan ini mempunyai struktur tubuh dan cara bereproduksi yang berbeda dari kelompok jamur pada umumnya. Gerakan dan reproduksinya mirip dengan Amoeba sehingga dimasukkan dalam anggota Protista. Termasuk anggota ini adalah filum Oomycota dan Myxomycota.
  • Mycomycota (Jamur Lendir). Habitat di hutan basah, batang kayu yang membusuk, sampah basah, dan tanah yang lembap. Fase vegetatif berbentuk seperti lendir. Sifat seperti Amoeba, reproduksi mirip jamur. Contoh: Dictyostelium discoideum.
  • Oomycota (Jamur Air). Jamur air dimasukkan ke kingdom Protista karena strukturnya mirip alga, tetapi tidak berklorofil. Hifa tidak bersekat, intinya banyak. Dinding sel berupa selulosa. Reproduksi aseksual dengan zoospora dan seksual menghasilkan zigot. Contoh: Phytophythora infestan (parasit pada kentang),Phytium (penyebab penyakit busuk pada kecambah berbagai tanaman).
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 8:06 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif. Silahkan tulis url Anda dengan tanda koma (,). Jika saya sempat akan kunbal....