Home » » Contoh Teks Anekdot Layanan Publik

Contoh Teks Anekdot Layanan Publik

Pelayanan publik adalah segala bentuk jasa pelayanan, baik dalam bentuk barang publik maupun jasa publik yang pada prinsipnya menjadi tanggung jawab dan dilaksanakan oleh Instansi Pemerintah. Layanan publik sering mendapatkan kritik atau menjadi bahan lelucon yang membuat gelak tawa. Kritik atau lelucon itu dapat disampaikan melalui teks anekdot. Untuk menyelami bahasa dalam anekdot yang digunakan untuk menyampaikan kritik atau lelucon di bidang layanan publik. Bidang yang tercakup dalam layanan publik amat luas, antara lain hukum, sosial, politik, budaya, pendidikan, lingkungan, administrasi, dan transportasi.

Anekdot angat menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya berdasarkan kejadian yang sebenarnya. Namun ada juga anekdot dapat merupakan cerita rekaan yang tidak harus didasarkan pada kenyataan yang terjadi di masyarakat. Yang menjadi partisipan atau pelaku di dalamnya pun tidak harus orang penting. Teks anekdot juga dapat berisi peristiwa yang membuat jengkel atau konyol partisipan yang mengalaminya. Perasaan jengkel dan konyol seperti itu merupakan krisis yang ditanggapi dengan reaksi dari pertentangan antara nyaman dan tidak nyaman, puas dan frustrasi, serta tercapai dan gagal. Berikut ini beberapa contoh anekdot tentang layanan publik

1. Anekdot Bidang Hukum
StrukturKalimat
AbstraksiPada suatu sore, Darmin sedang asik memakan soto di warung makan favoritnya. Setelah kenyang Darmin dengan perut menggelembung bergegas pulang.
OrientasiDitengah perjalanan pulang Darmin mengalami kecelakaan terserempet sepeda motor yang ugal-ugalan. Kecelakaan tersebut mengakibatkan sandal Darmin putus. Dengan terpaksa Darmin berjalan tanpa alas kaki menuju rumahnya yang masih jauh. Darmin pergi ke toko terdekat untuk membeli sandal, namun apa daya uangnya tidak mencukupi.
KrisisMendadak muncul ide jahat Darmin. Ia berniat untuk mencuri sendal di masjid yang letaknya hanya beberapa meter saja dari toko tersebut, Darmin hendak mengambil sendal terbaik di masjid saat itu sebagai ganti sendalnya yang terputus pada saat terserempet motor tadi. Sambil duduk di teras masjid, ia memperhatikan setiap orang yang masuk masjid, jadi ketika mereka sibuk beribadah ia akan mengambil sandal tersebut.
sandal
Ternyata rencananya berjalan mulus, ia berhasil mendapatkan sandal berwarna hijau yang merupakan sandal terbaik di masjid itu. Bergaya seolah ia pemilik sandal itu, ia langsung menggunakan sandal itu.

Tidak diduga pemilik sandal sadar bahwa Darmin telah mencuri sandalnya, Pemilik sendal tersebut langsung berteriak mengejar Darmin. Apes sekali Darmin, perutnya yang buncit membuatnya mudah tertangkap. Darmin pun dibawa ke kantor polisi.

Setelah diadakan penyelidikan dan interogasi Darmin dijerat dengan pasal pencurian dan kasusnya akan disidangkan dua minggu kemudian. Sial sekali bagi Darmin, hal sepele seperti ini membuatnya harus terseret ke meja hijau.
ReaksiHari persidangan yang ditunggu datang juga, Darmin duduk di kursi tersangka dengan wajah tertunduk.

Hakim : “Baiklah, Darmin, umur 30 tahun, telah terbukti dengan sangat meyakinkan mencuri sendal seharga 30.000 rupiah. Dengan ini Anda dihukum 5 tahun penjara.”

Darmin :“Lho?! Pak, ini tidak adil, mengapa hukuman saya lebih berat daripada koruptor?”
KodaHakim memberikan penjelasan bahwa Darmin mencuri sendal sehingga merugikan seseorang 30.000 rupiah. Kalau koruptor mencuri uang 2 miliar sehingga merugikan 200 juta rakyat Indonesia, nah kalau dihitung koruptor hanya merugikan 50 rupiah saja setiap orang. Jadi kerugian akibat tindakan yang dilakukan Darmin lebih besar daripada tindakan yang dilakukan para koruptor.

2. Anekdot Bidang Kesehatan
StrukturKalimat
AbstraksiSuatu hari di bulan puasa seorang kakek tinggal bersama cucunya sedang asyik menonton televisi.
OrientasiSeperti biasa kakek tersebut menonton acara favoritnya yaitu "Halo Selebriti" Pada setiap dua puluh menit muncul iklan, salah satu iklan yang muncul diantaranya iklan obat sakit kepala. Dalam iklan tersebut dijelaskan bahwa obat tersebut dapat diminum kapan saja.
KrisisSedang asyik-asyiknya menonton acara televisi, tiba-tiba kepala kakek merasa sakit. Kakek memanggil cucunya yang sedang belajar di kamar sebelah untuk membelikannya obat sakit kepala. Setelah cucunya sampai di rumah dengan segera kakek meminum obat tersebut.
ReaksiSang cucu yang melihat kejadian itu langsung bertanya, “Kakek kan lagi puasa, kenapa minum obat ?”
KodaTanpa ragu-ragu dan dengan tampang tak berdosa, si kakek pun langsung menjawab, “ Itulah okenya bodrex, bisa diminum kapan saja !!"

3. Anekdot Bidang Sosial
StrukturKalimat
AbstraksiPada suatu malam di jalanan sepi, ada seorang kakek tunawisma yang sangat miskin dan berbaju compang-camping hendak menyebrang jalan.
OrientasiBaru satu langkah dia berjalan tiba-tiba sebuah mobil mewah melintas tepat dihadapannya. Kakek itu langsung berteriak sangat keras kemudian menangis sesenggukan.
KrisisSontak mobil itupun berhenti dan si pengemudi berjas hitam keluar lalu menghampiri kakek tadi. Ia bertanya pada si kakek,“apakah saya baru saja menabrak anda kakek?”
ReaksiSi kakek dengan ramahnya menjawab,“tidak, nak tampan..” Lalu si pengendara mobil bertanya kembali,”atau kakek sangat kelaparan dan mencoba memanggil bantuan dengan menjerit dan menangis?” si kakek menjawab,“tidak juga, nak baik..” si pengemudi semakin kebingungan,“lalu apa yang membuat kakek menjerit dan menangis?”
KodaSambil berbalik badan hendak pergi meninggalkan pengemudi itu, si kakek menjawab,“saat kamu melintas tadi ban mobilmu melindas kakiku makanya aku menjerit!”

4. Anekdot Bidang Politik
StrukturKalimat
AbstraksiDua orang kader parpol sebut saja namanya Paimin dan Paijo sama-sama bermaksud mencalonkan diri jadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat.
OrientasiSetelah menyerahkan berkas pencalonannya ke KPU di daerahnya, keduanya terlihat ngobrol sambil ngopi di kantin gedung tersebut. Mereka berdua pun terlibat percakapan yang seru.
KrisisPaimin : “Jo, banyak politisi di negeri kita sudah banyak yang kaya ya!”
Paijo : “Kalau masalah itu sih aku juga sudah tau sejak dulu, Min!”
Paimin :“Saking kayanya mereka sehingga banyak yang sudah memiliki baju termahal di Indonesia.”
Paijo : “Lho, maksud kamu baju termahal itu apa, Bal?”
Paimin : “Yah, apalagi kalau bukan baju tahanan KPK.”
ReaksiPaijo : “Kok baju tahanan KPK?” (bingung)
Paimin : “Coba kamu pikir-pikir, seorang politisi minimal mencuri uang Negara 1 milyar terlebih dadulu baru bisa memakai baju tahanan KPK.”
Paijo : (menghela nafas panjang) “Ooh, maksud kamu gitu toh, baru ngerti aku.”
KodaMereka memesan kopi lagi untuk mengenang teman-teman mereka yang sudah bisa pakai baju termahal itu.

5. Anekdot Bidang Budaya
StrukturKalimat
AbstraksiSatu sore, beberapa hari setelah hari lebaran, Iwan ngobrol ngalor ngidul dengan kakak ipar dan seorang saudara yang sedang berkunjung. Saudara Iwan tinggal di Yogya, namun kebetulan sedang berkunjung ke Jakarta, menikmati sisa libur lebaran.
OrientasiSampai tiba obrolan tentang riak dan pernik mudik kala lebaran. Ia bercerita tentang betapa para pemudik di jalan kadang tak mematuhi aturan berlalu lintas. Ia ambil contoh tentang diabaikannya keselamatan, misalnya satu sepeda motor dinaiki empat orang. Juga aksi kebut-kebutan pemudik.
KrisisIa menceritakan bahwa Di Yogya, kalau ada yang nyerebot lampu merah, di saat suasana lebaran, pasti ada yang mengatakan, itu pasti pemudik dari Jakarta.
ReaksiMemang aksi serobot lampu merah sudah membudaya di Jakarta. Di ibukota, banyak pengguna jalan, tak peduli pada lampu merah yang harusnya sebagai tanda wajib berhenti. Tapi sedikit saja ada peluang langsung nyemprung menyerobot. Sudah tak aneh aksi serobot seperti itu di Jakarta.
KodaTingginya angka kecelakan kala musim mudik disebabkan budaya lalu lintas di ibukota terbawa pemudik saat mudik. Salah satunya budaya serobot trafic light.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 4:43 PM

2 komentar:

  1. terimakasih kakak, anda sudah membantu tugas" sekolah saya ^_^

    ReplyDelete

Mohon tidak memasukan link aktif. Silahkan tulis url Anda dengan tanda koma (,). Jika saya sempat akan kunbal....