Home » » Melaporkan Berbagai Peristiwa

Melaporkan Berbagai Peristiwa

Laporan peristiwa adalah laporan yang menyajikan berita tentang proses ataupun keadaan berlangsung suatu peristiwa. Dalam bidang pekerjaan jurnalistik atau pekerjaan yang berkaitan dengan masalah pemberitaan, kita mengenal profesi reporter. Kata reporter merupakan serapan dari bahasa asing yang artinya pelapor atau orang yang melaporkan. Melalui laporan diharapkan dapat mendeskripsikan suatu kejadian atau peristiwa secara rinci dengan kalimat yang jelas, sehingga orang lain dapat memahami peristiwa tersebut.

Laporan berita yang baik memiliki beberapa ciri yang dapat digunakan sebagai acuan. Beberapa ciri yang dapat digunakan untuk menilai sebuah laporan berita adalah sebagai berikut. Pertama adalah publisitas, atau ditujukan untuk publik. Sesuatu dapat dikatakan sebuah berita berita jika berhasil diinformasikan pada masyarakat. Kedua adalah aktual, atau menyajikan informasi yang terkini, terbaru. Ketiga adalah faktual, atau informasi yang disajikan berdasar fakta atau hal yang benar-benar terjadi. Keempat adalah obyektif, atau disajikan dengan tidak memihak salah satu sehingga berita dibuat berimbang. Kelima adalah menarik, atau dibuat secara menarik sehingga menarik minat orang banyak. Konsep menarik ini bisa dibuat dari segi tata bahasa.

Selain ciri laporan berita seperti di atas ada juga beberapa hal yang harus diperhatian ketika melaporkan sebuah berita. Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan agar dapat menjadi reporter yang baik.

1. Pengamatan yang teliti.
Ketelitian dan kejelian dalam mengamati peristiwa yang akan dilaporkan akan menentukan kualitas laporan yang disampaikan.

2. Pelaporan yang lengkap.
Sebuah laporan berita yang lengkap mengandung unsur 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, dan How) supaya pembaca dapat mengetahui lebih banyak tentang suatu kejadian. Atau yang dikenal dengan akronim Asdikamba.
  • Apa : Peristiwa apa yang hendak dilaporkan.
  • Siapa : Pelaku atau tokoh yang terlibat dalam peristiwa.
  • Di mana : Tempat peristiwa yang akan dilaporkan itu terjadi.
  • Kapan : Waktu terjadinya peristiwa.
  • Mengapa : Penyebab terjadinya peristiwa.
  • Bagaimana : Proses peristiwa itu berlangsung.

Dengan bantuan enam kata tanya pelacak itu, diharapkan laporan yang disampaikan memiliki kualitas yang cukup sebagai sebuah informasi.

3. Bahasa laporan yang komunikatif 
Komunikatif artinya mampu menyampaikan  pesan dengan baik. Artinya, pesan yang diterima oleh penerima sama dengan  maksud pesan yang disampaikan oleh pengirim pesan. Pesan disini bukan hanya informasi, namun termasuk juga pemikiran, keinginan dan perasaan. Laporan disampaikan untuk orang lain. Oleh karena itu, laporan harus mudah dipahami oleh orang yang mendengarkannya.

4. Penyampaian laporan yang ekspresif
Laporan yang disampaikan secara lisan tidak didukung penggunaan tanda baca sebagaimana bahasa tulis. Unsur yang dapat membantu kejelasan laporan adalah penerapan intonasi, jeda, tempo, dan tekanan yang tepat saat mengucapkan kata-kata. Selain itu, ekspresi pelapor sebaiknya dapat menarik perhatian.

Perhatikan contoh laporan berita di bawah ini.

Pencurian Kabel Listrik di Gardu Induk Rawalo
Kasus pencurian kabel listrik terjadi di sebuah gardu listrik PLN di Menganti, Rawalo, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah Ahad (16/3). Akibat pencurian kabel tersebut banyak kegiatan rumah tangga dan aktivitas industri di daerah tersebut yang terganggu, sehingga warga mengalami kerugian.

Koordinator Pelayanan Teknis PLN Area Purwokerto Slamet Busono mengatakan, terungkapnya kasus pencurian kabel berawal dari laporan warga terkait pemadaman listrik. Setelah dilakukan pengecekan ke lapangan ternyata ada sebuah gardu PLN yang kabelnya dicuri.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, kasus pencurian kabel terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. Kabel listrik yang dicuri mencapai sepanjang 200 meter.

Temuan tersebut, langsung dilaporkan ke aparat kepolisian untuk segera diusut. Laporan ini ditindaklanjuti polisi dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setelah bekerja sama dengan pihak kepolisian setempat, tidak berapa lama akhirnya pencuri tersebut dapat diringkus. Gerombolan pencuri yang terdiri dari lima orang tersebut saat ini diamankan di Polsek Rawalo.

Para pelaku pencurian kabel listrik ini dinilai sudah profesional. Pasalnya, mereka menjalankan aksinya dalam waktu yang sangat cepat sekitar satu jam. Mereka juga mampu mengalihkan voltase gardu dari 20.000 volt ke 220 volt. Selain itu para pencuri juga membongkar pipa pengaman yang melindungi kabel listrik.

Petugas PLN baru bisa melakukan perbaikan jaringan listrik sekitar pukul 11.00 WIB. Jaringan listrik di kawasan tersebut kembali normal pada Ahad sore.

Dari berita di atas unsur 5W+1H (Asdikamba) dapat disajikan sebagai berikut.
  • Apa : Pencurian Kabel Listrik di Gardu Induk Rawalo
  • Siapa : Gerombolan pencuri yang terdiri dari lima orang.
  • Di mana : Menganti, Rawalo, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
  • Kapan : Ahad (16/3).
  • Mengapa : Pencurian kabel listrik.
  • Bagaimana : Para pelaku pencurian kabel listrik ini dinilai sudah profesional. Pasalnya, mereka menjalankan aksinya dalam waktu yang sangat cepat sekitar satu jam. Mereka juga mampu mengalihkan voltase gardu dari 20.000 volt ke 220 volt. Selain itu para pencuri juga membongkar pipa pengaman yang melindungi kabel listrik..
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 8:12 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif. Silahkan tulis url Anda dengan tanda koma (,). Jika saya sempat akan kunbal....