Home » » Hubungan Pekerjaan dengan Kondisi Geografis

Hubungan Pekerjaan dengan Kondisi Geografis

Sumber daya alam yang kita miliki harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sumber daya alam yang ada sangat erat hubungannya dengan jenis pekerjaan masyarakat. Setiap kegiatan ekonomi masyarakat harus dapat memanfaatkan sumber daya alam yang ada.Sumber daya alam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkungannya baik dalam hal lapangan pekerjaan ataupun pendapatan yang dihasilkan dalam suatu pekerjaan tersebut.Sumber daya alam itu tersebar mulai dari dataran tinggi sampai dataran rendah.

Sumber daya alam di negara kita, sangat erat kaitannya dengan kenampakan alam Indonesia, sehingga berpengaruh terhadap mata pencaharian masyarakat Indonesia. Kegiatan perkebunan banyak kita temukan di daerah dataran tinggi.Dataran tinggi sangat cocok untuk kegiatan wisata dan perkebunan. Tanaman yang cocok untuk perkebunan antara lain teh, cengkeh, kopi, sayuran dan buah-buahan.

Dataran rendah banyak dimanfaatkan untuk pemukiman, industri dan pertanian. Tanaman yang cocok di dataran rendah adalah padi, palawija dan tebu.Pantai adalah wilayah perbatasan antara daratan dan laut. Selain sebagai tempat wisata, pantai juga dapat dimanfaatkan untuk tempat pelelangan ikan dan pembuatan garam. Berikut ini beberapa contoh hubungan antara sumber daya alam dan jenis pekerjaan.
jenis pekerjaan
1. Petani Sawah
Petani sawah adalah orang yang bergerak di bidang pertanian, utamanya dengan cara melakukan pengelolaan tanah dengan tujuan untuk menumbuhkan dan memelihara tanaman padi, dengan harapan untuk memperoleh hasil dari tanaman tersebut untuk digunakan sendiri ataupun menjualnya kepada orang lain. Petani sawah biasanya banyak terdapat di daerah dataran rendah karena pertanian sawah banyak membutuhkan air. Selain itu sawah juga membutuhkan daerah yang datar, pada daerah yang datar proses pengilahan tanah lebih mudah dilakukan.

Tugas Petani Sawah
Sorang petani sawah adalah orang yang mengolah usaha pertanian dan merupakan mata pencahariannya sebagai petani, mereka memanfaatkan sumber daya alam untuk keperluan hidup dengan sistem pengolahan masih tergolong sederahana. Untuk menanam padi petani bekerja di sawah, beberapa kegiatan yang dilakukan seorang petani sawah antara lain sebagai berikut :
  • Sebelum padi ditanam, biasanya tanahnya diolah terlebih dahulu. Tanah dibajak, kotoran yang tersisa diangkat. Kotoran tanah dalam hal ini bisa berupa ranting kayu dan segala sesuatu yang sulit membusuk sehingga mengotori sawah. Setelah itu, baru kemudian ditanam benih padi.
  • Ketika masa penantian panen, para petani sawah dengan rajin memberi pupuk dan mengairi sawahnya dengan baik. Mereka juga melakukan penyiangan untuk membersihkan gulma yang tumbuh tak terkendali. Pematang sawah pun tak luput dari perhatian petani sawah. Rumput yang tumbuh dibabat agar pematang tetap bersih dan mudah dilalui serta tidak menjadi tempat bersarang hama tikus.
  • Saat padi mulai menguning, petani menjaga padi mereka dari gangguan burung-burung pemakan padi yang mencari makan di sawah mereka. Tak jarang ia berteriak-teriak hanya sekedar membuat kaget makhluk pemakan padi itu. Petani juga tidak lupa membuat orang-orangan atau “memedi sawah” kata orang Jawa bilang. Orang-orangan tadi dikalungi kaleng berisi kerikil atau batu agar burung terkejut dan kabur dari sawah saat memedi sawah tersebut digoncang-goncangkan.
  • Setelah usia padi genap memasuki masa panen, padi dipetik dari sawah untuk diproses menjadi beras. Gabah tersebut dijemur sampai kering terlebih dahulu baru kemudian dimasukkan dalam kantong-kantong untuk disimpan sebagai perbekalan untuk dapat sampai pada waktu panen berikutnya. Sungguh berat kerja Pak Tani, teriknya panas tak dirasa, hujan lebat juga tetap bekerja tanpa kenal lelah.

2. Nelayan
Nelayan adalah orang yang pekerjaanya menangkap ikan di laut. Mereka menangkap ikan dengan menggunakan alat berupa jaring. Penduduk yang bertempat tinggal di pantai tidak selalu bermata pencaharian sebagai nelayan. Hal ini tergantung pada kondisi pantainya curam dan terjal tetentu saja akan mencari jalan lain, misalnya sebagi petani, atau pencari sarang burung walet seperti misalnya di pantai Karangbolog Gombong. Karena pada pantai yang tebingnya terjal menyulitkan dipakai sebagai pelabuhan ikan.

Tugas Seorang Nelayan
Di Indonesia para nelayan biasanya bermukin di daerah pinggir pantai atau pesisir laut.Taraf hidup penduduk desa pantai yang sebagian besar nelayan sampai saat ini masih rendah, pendapatan tidak menentu (sangat tergantung pada musim ikan), kebanyakan masih memakai peralatan tradisional.
  • Sebelum seorang nelayan pergi ke laut untuk menangkap ikan mereka terlebih dahulu mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan untuk melaut. Peralatan yang harus dipersiapkan antara lain lampu, jaring, dan lalat-alat yang lainnya. Jaring ikan adalah jaring yang dibuat dengan cara menyulam atau menganyam benang tipis hingga membentuk jaring-jaring.
  • Setelah semua perlengkapan disiapkan nelayan pergi ke laut, biasanya mereka pergi melaut pada malam hari. Hal ini dilakukan para nelayan tradisional dengan memanfaatkan angin darat. Pada malam hari angin bertiup dari darat ke laut, para nelayan memanfaatkan angin tersebut untuk mengerakan perahu layar mereka menuju ke tengah laut.
  • Setelah sampai pada tempat yang dituju mereka mulai menebar jaring mereka untuk mendapatkan ikan. Mereka biasanya menggunakan jaring angkat.Jaring angkat adalah alat pengkapan ikan yang cara pengoperasiannya dilakukan dengan menurunkan dan mengangkatnya jaring ke atas menggunakan tangan. Ikan hasil tangkapan ditempatkan dalam wadah-wadah yang telah dipersiapkan, biasanya sudah disediakan batu es untuk mengawetkan ikan hasil tangkapan mereka.
  • Jika hasil tangkapan sudah cukup, biasanya mereka akan pulang ke daratan. Biasanya mereka pulang ke daratan pada siang hari. Mereka memanfaatkan angin laut untuk menggerakan perahu layar mereka ke daratan.
  • Sesampainya di daratan biasanya ikan hasil penangkapan langsung di jual di tempat pelelangan ikan yang ada di dekat daerah tempat tinggal mereka. Selain itu mereka biasanya menyisakan sedikit untuk dibawa pulang ke rumah sebagai lauk.

3. Petani Sayuran
Petani sayuran adalah orang yang bergerak di bidang pertanian, utamanya dengan cara melakukan pengelolaan tanah dengan tujuan untuk menumbuhkan dan memelihara tanaman sayuran, dengan harapan untuk memperoleh hasil dari tanaman tersebut untuk digunakan sendiri ataupun menjualnya kepada orang lain. Petani sayuran biasanya banyak terdapat di daerah tinggi karena pertanian sayuran membutuhkan udara yang sejuk.

Tugas Petani Sayuran
  • Sebelum menanam sayuran para petani memilih bibit sayuran yang akan mereka tanam. Biasanya biji benih sayuran ditaburkan di tempat pembenihan agar siap ditanaam.
  • Sebelum bibit tanaman siap untuk ditanam para petani biasanya mengolah lahan yang akan ditanami. Mula-mula tanah dicangkul, dan diberi pupuk kandang atau kompos sebagai pupuk dasar. Selanjutnya dibuatkan bedengan-bedengan untuk tempat menanam sayuran mereka.
  • Setelah lahan dan bibit siap, para petani mulai menanam tanaman sayuran di lahan mereka.
  • Tata cara penanaman benih wortel dengan melalui tahapan sebagai berikut: Benih ditanam di lahan dengan jarak yang sudah ditentukan sehingga tanaman tersebut dapat tumbuh dengan baik.
  • Sebelum tanaman siap dipanen perlu dilakukan beberapa perawatan tanaman. Mereka melakukan pembersihan terhadap rumput-rumput liar atau gulma yang tumbuh disekitar tanaman. Tanah di sekitar barisan tanaman jugadigemburkan, kemudian ditimbunkan kebagian pangkal batang tanaman agar tanaman tumbuh dengan baik.
  • Agar hasil panen memuaskan para petani juga memupuk tanaman mereka menggunakan pupuk kandang maupun pupuk buatan. Pemupukan biasanya dilakukan pada saat tanaman mulai tumbuh.
  • Setelah menunggu beberapa waktu lamanya tanaman sayuran siap untuk dipanen. Tanaman yang baik dan terpelihara dengan baik akan menghasilkan panen yang banyak. Hasil panen biasanya mereka jual ke pasar yang ada di daerah mereka.Ada juga petani yang menjual hasil panennya langsung kepada pengepul sayuran.
Beberapa pekerjaan yang sangat berhubungan dengan tempat mereka berada, seperti petani sayuran yang tinggal di pegunungan yang disebut sebagai dataran tinggi, petani sawah yang biasanya berada di daerah dataran rendah, dan nelayan di pantai yang tinggal di daerah pantai.

Pekerjaan yang ada di kota :
Sopir bis dan taxi, masinis kereta api, pegawai SPBU, karyawan hotel (penerima tamu, pelayan kamar, koki (juru masak), petugas administrasi, petugas keuangan, petugas pencucian), pekerja di bank, pegawai kantor, arsitek, polisi lalu lintas, petugas parkir, guru, dosen, dokter, perawat, pegawai restoran, dll.

Pekerjaan yang ada di desa:
Petani di sawah/di perkebunan, peternak ikan, ayam, bebek, sapi, dokter, perawat, polisi, dll.

Pekerjaan yang terdapat di desa tetapi tidak terdapat di kota adalah petani. Alasan mengapa hal itu bisa terjadi adalah karena di kota tidak ada lahan pertanian.

Pekerjaan yang ada di kota dan di desa saling membutuhkan. Contohnya pekerja kantor di kota membutuhkan nasi dan bermacam sayuran yang dibuat oleh para petani yang ada di desa. Begitupun juga petani yang di desa membutuhkan pembeli dari kota, sehingga para petani desa dapat membeli berberbagai kebutuhan seperti pakaian yang sebagian besar dihasilkan di kota.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 4:48 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif. Silahkan tulis url Anda dengan tanda koma (,). Jika saya sempat akan kunbal....