Home » » Hari Air Sedunia

Hari Air Sedunia

Hari Air Sedunia merupakan perayaan yang ditujukan sebagai usaha-usaha menarik perhatian masyarakat akan pentingnya air bersih dan usaha penyadaran untuk pengelolaan sumber-sumber air bersih yang berkelanjutan. Hari air sedunia (world water day) diperingati setiap tanggal 22 Maret. Dalam memperingati hari air sedunia, kita sebagai negeri yang memiliki kekayaan sumberdaya alam harus dapat mengatur pemakaian air untuk setiap pemakaian agar tidak terjadi pemakaian yang berlebihan. Air sangat diperlukan oleh semua orang. Salah satu kebutuhan pokok sehari-hari makhluk hidup di dunia ini yang tidak dapat terpisahkan adalah Air.

Tidak hanya penting bagi manusia Air merupakan bagian yang penting bagi makhluk hidup baik hewan dan tumbuhan. Tanpa air kemungkinan tidak ada kehidupan di dunia ini karena semua makhluk hidup sangat memerlukan air untuk bertahan hidup. Negara kita terlihat masih kurang dalam memenuhi kebutuhan air bersih dan sanitasi bagi masyarakatnya. Dilihat dari peta bumi dan geografinya, negara kita seharusnya tidak terlalu khawatir terhadap krisis air karena hampir sebagian besar wilayah Indonesia merupakan perairan.

Dengan adanya hari air sedunia ini, kita diingatkan bahwa persediaan air bersih semakin berkurang padahal jumlah penduduk semakin bertambah. Kebutuhan air per hari per orang dapat digambarkan dalam piramida hirarki kebutuhan air berikut.
pemanfaatan air
Persediaan air bersih semakin berkurang karena cadangan air tanah berkurang. Cadangan air tanah berkurang karena air hujan tidak masuk ke dalam tanah. Sebaliknya, air hujan langsung mengalir ke parit, selokan, lalu ke sungai dan terus ke lout. Air hujan tidak dapat masuk ke dalam tanah karena tidak ada akar-akar pohon yang dapat menahan air di dalam tanah. Banyak pohon di hutan ditebangi. Lahan-lahan hijau berubah menjadi perumahan, perkantoran, dan kawasan industri.

Berkurangnya cadangan airtanah mengakibatkan banyak mota air kering. Sumur-sumur gali pun cepat kering di musim kemarau. Akibatnya, penduduk di daerah pedesaan kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan seharihari. Hasil panen pun jauh berkurang karena tanaman pangan kekeringan dan tidak bisa panen.

Krisis air bersih di Indonesia menjadi ironi karena sebagai negara yang kaya akan sumber air Indonesia harusnya Indonesia memiliki sumber air yang melimpah. Namun kenyatannya setiap tahunnya, masyarakat Indonesia mengahadapi krisis air. Pencemaran lingkungan dan berkurangnya daerah resapan air menjadi penyebab masalah krisis air bersih. Padahal tiap tahunnya kebutuhan air bersih meningkat sesuai dengan laju pertumbuhan penduduk. Tidak hanya di musim kemarau, pada musim hujan, krisis air bersih tetap menjadi masalah yang meghantui mereka. Pada saat musim hujan, genangan air yang melimpah menyebabkan sumber air menjadi terkontaminasi dan tidak dapat dikonsumsi.

Ada beberapa tindakan yang dapat kita lakukan untuk ikut membantu mengurangi krisis air bersih sebagai berikut.
  • Menghemat penggunaan air.
  • Membuat lubang resapan. Lubang resapan berguna untuk menampung air hujan supaya terserap ke dalam tanah.
  • Menanam pohon supaya akar-akar pohon dapat menahan air di dalam tanah.
  • Pelestarian hutan dan daerah aliran sungai
  • Membangun tempat penampungan air
  • Membangun sumur resapan atau biopori 
  • Menanggulangi sumber air dari pencemaran seperti limbah pabrik, dsb.
Langkah-langkah tersebut harus dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat secara berkelanjutan dan terus menerus. Dan yang paling penting harus dilakukan secepat mungkin agar krisis air tidak menjadi persoalan yang menghantui warga Indonesia setiap tahunnya. Dengan adanya peringatan Hari Air Sedunia diharapkan masyarakat sadar akan pentingnya pelestarian sumber daya air sebagai penunjang kehidupan manusia.

Membuat Kesimpulan
1. Kebutuhan air bersih per orang per hari
  • Minum : 10 liter
  • Memasak: 20 liter
  • Kebersihan diri: 30 liter
  • Mencuci pakaian: 40 liter
  • Membersihkan rumah: 50 liter
  • Menumbuhkan bahan makanan: 60 liter
  • Sanitasi : 70 liter
2. Hal-hal yang menyebabkan persedaiaan air bersih berkurang
Karena air hujan tidak masuk ke dalam tanah. Sebaliknya, air hujan langsung mengalir ke parit, selokan, lalu ke sungai dan terus ke laut. Air hujan tidak dapat masuk ke dalam tanah karena tidak ada akar-akar pohon yang dapat menahan air di dalam tanah. Banyak pohon di hutan ditebangi. Lahan-lahan hijau berubah menjadi perumahan, perkantoran, dan kawasan industri.

3. Akibat kekurangan air bersih
Berkurangnya cadangan air tanah mengakibatkan banyak mata airkering. Sumur-sumur gali pun cepat kering di musim kemarau. Akibatnya, penduduk di daerah pedesaan kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Hasil panen pun jauh berkurang karena tanaman pangan kekeringan dan tidak bisa panen.

4. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi krisis air bersih
  • Menghemat penggunaan air.
  • Membuat lubang resapan. Lubang resapan berguna untuk menampung air hujan supaya terserap ke dalam tanah.
  • Menanam pohon supaya akar-akarpohon dapat menahan air di dalam tanah.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 9:28 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif. Silahkan tulis url Anda dengan tanda koma (,). Jika saya sempat akan kunbal....