Home » » Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan

Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan

Peristiwa gerhana sering terjadi dalam kehidupan sehari-sehari. Jaman dahulu peristiwa gerhana baik gerhana matahari maupun gerhana bulan selalu dikaitkan dengan hal-hal yang berbau mistis. Menurut tradisi orang jawa gerhana bulan adalah peristiwa batara Kala yang sedang menelan bulan. Gerhana adalah peristiwa tertutupnya sebuah objek disebabkan adanya benda/objek yang melintas di depannya. Kedua objek yang terlibat dalam gerhana ini memiliki ukuran yang hampir sama jika diamati dari Bumi. Contohnya gerhana Matahari dan gerhana Bulan.

Melihat secara langsung ke fotosfer matahari (bagian cincin terang dari Matahari) walaupun hanya dalam beberapa detik dapat mengakibatkan kerusakan permanen retina mata karena radiasi tinggi yang tak terlihat yang dipancarkan dari fotosfer. Kerusakan yang ditimbulkan dapat mengakibatkan kebutaan. Mengamati gerhana Matahari membutuhkan pelindung mata khusus atau dengan menggunakan metode melihat secara tidak langsung.

1. Gerhana Matahari
Gerhana matahari yaitu peristiwa tertutupnya matahari oleh bulan yang mengakibatkan terhalangnya cahaya matahari untuk sampai ke bumi. Gerhana matahari akan terjadi jika matahari, bumi, dan bulan terletak pada satu garis lurus. Pada saat gerhanan matahari bulan terletak diantara matahari dan bumi. Pada saat gerhana matahari bulan beraa diantara bumi dan matahari.

Ada dua jenis daerah di bumi ketika terjadi gerhana matahari, yaitu daerah daerah umbra dan daerah penumbra. Daerah umbra yaitu daerah di bumi yang menerima bayangan inti bulan. Daerah penumbra yaitu daerah di bumi yang menerima bayangan kabur bulan, daerah penumbra lebih terang daripada daerah umbra.

Gerhana matahari ada tiga macam yaitu gerhana matahari total, gerhana matahari sebagian, dan gerhana matahari cincin.
  • Gerhana Matahari Total. Gerhana matahari total atau disebut juga gerhana matahari sempurna. terjadi jika permukaan bumi tertutupi oleh bayang-bayang umbra bulan. Gerhana ini terjadi hanya di daerah yang terkena umbra (bayangan inti) bulan.
  • Gerhana Matahari Sebagian/ Gerhana matahari sebagian terjadi jika permukaan bumi tertutupi penumbra bulan. Jadi, matahari tidak tertutup sempurna oleh bulan. Pada gerhana matahri sebagian, masih ada bagian matahari yang yang terlihat terang. Waktu berlangsungnya gerhana matahari sebagian lebih lama dibanding dengan waktu berlangsungnya gerhana matahri total. Hal ini karena penumbra bulan lebih luas dari umbra bulan.
  • Gerhana Matahari Cincin. Gerhana matahari cincin terjadi pada saat bulan berada pada titik terjauhnya dari bumi. Pada kedudukan ini panjang kerucut umbra tidak cukup menutupi bumi tetapi perpanjangan umbra bulan yang menutupi bumi. Daerah di permukaan bumi yang terletak di perpanjangan umbra bulan mengalami gerhana cincin. Di daerah yang mengalami gerhana ini, matahari tampak bercahaya yang bentuknya seperti cincin. Sedangkan di bagian tengahnya tampak kabur.

Gerhana Matahari 26 Januari 2009 adalah gerhana Matahari cincin yang terlihat sepanjang koridor yang melewati Samudera India bagian selatan, ujung selatan Pulau Sumatera (Lampung), Selat Sunda, Pulau Bangka bagian selatan, Pulau Belitung, dan Kalimantan. Salah satu daerah di Indonesia yang memiliki waktu puncak gerhana paling lama adalah Pringsewu, Lampung, dengan lama fase cincin 6 menit 12 detik, puncak gerhana terjadi pukul 16.41). Beberapa kota penting lainnya di Indonesia yang dapat menyaksikan GMC ini adalah Bandar Lampung, Serang, Anyer, Tanjungpandan, Ketapang, Purukcahu, dan Samarinda.

Di negara kita juga pernah mengalami gerhana matahari total yaitu 11 Juni 1983. Pada gerhana tahun 1983 tersebut, Gerhana Matahari Total mampir di Bumi Nusantara/ Gerhana Matahari tahun 1983 istimewa karena  panjangnya durasi waktu dan luasnya wilayah yang akan mengalami gerhana, maka sejak jauh hari peristiwa tersebut telah menjadi perhatian dunia internasional.
Gerhana Matahari dan BUlan
2. Gerhana Bulan
Gerhana bulan yaitu peristiwa terhalangnya cahaya matahari yang menuju ke bumi oleh bumi. Peristiwa ini mengakibatkan bulan menjadi gelap karena tidak ada cahaya matahari yang dipantulkan. Gerhana bulan terjadi jika posisi matahri, bumi, dan bulan dalam satu garis lurus. Posisi bumi terletak diantara bulan dan matahari. Ada tiga jenis gerhana bulan yaitu gerhana bulan total, gerhana bulan sebagian, dan gerhana bulan penumbra.

Gerhana bulan total terjadi jika bulan berada tepat di daerah umbra (bayangan inti) bumi, Gerhana bulan sebagian terjadi jika sebagian bulan terletak di bagian umbra bumi dan sebagian terletak di daerah penumbra bumi. Gerhana bulan penumbra terjadi jika bulan seluruh bagian bulan berada di daerah penumbra bumi. Pada saat gerhana penumbra bulan masih kelihatan meskipun tidak terang.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 6:12 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif. Silahkan tulis url Anda dengan tanda koma (,). Jika saya sempat akan kunbal....