Home » » Lempar Lembing Gaya Finlandia

Lempar Lembing Gaya Finlandia

Lempar lembing berasal dari duak kata yaitu lempar dan lembing, lempar artinya usaha untuk mebuang sejauh mungkin sedangkan lembing adalah tongkat yang biasanya terbuat dari bambu dan berujung runcing. Lempar lembing berasal dari kebiasaan manusia dabulu dalam berburu binatang yang menggunakan tombak untuk memburu hewan buruan. Pada zaman modern ini lempar lembing merupakan olah raga yang dipertandingkan.

A. Peralatan Lempar Lembing
Peralatan yang digunakan dalam olah raga lempar lembing adalah lembing (sejenis tombak). Berat lembing yang digunakan untuk perlombaan ada dua macam yaitu 600 gram untuk putri dan 800 gram untuk putra. Selain lembing, peralatan lain yang digunakan adalah alat ukur berupa meteran, dan bendera sebagai batas tanda lapangan.

B. Lapangan Lempar Lembing
Pada lapangan lempar lembing lintasan awal dibatasi oleh garis 5 cm dan terpisah 4 meter. Panjang lintasan minimal 30 m dan maksimal 36,5 m. Lengkung lemparan dibuat dari kayu atau logam dan dicat putih selebar 7 cm. Lengkungan ini datar dengan tanah dan merupakan busur dari lingkaran yang berjari-jari 8 meter. Garis 1,5 meter terletak melilit titik pusat gravitasi lembing. Sudut lemparan dibentuk dari dua garis yang dibuat dari titik pusat lengkung-lemparan dengan sudut 29 derajat memotong kedua ujung lengkung lemparan, dengan tebal garis sektor 5 cm.

C. Penilain Lempar Lembing
Penilaian dalam lempar lembing dilakukan dengan menggunakan bendera putih, untuk menandakan bahwa lemparan yang dilakukan salah. Suatu lemparan diukur dari tanda terdekat dengan kepala lembing, sampai ke bagian dalam lingkaran lalu mengukur antara tanda tersebut. Kemudian unsur dalam penilaian lempar lembing adalah cara memegang lembing dan pendaratan atau jatuhnyan lembing.

D. Cara Melakukan Lemparan Lembing
Dalam olah raga lempar lembing dikenal ada tiga cara melakukan lemparan yang sering digunakan oleh atlet lempar lembing, yaitu antara lain :

Lempar Lembing Cara Finlandia
Sebelum melakukan lemparan ada beberapa hal yang harus diketahui oleh pelempar lembing, antara lain cara membawa lembing, awalan yang digunakan, dan cara melempar lembing :

a. Cara membawa Lembing
Cara membawa lembing pada cara Finlandia dapat dilakukan dengan cara lembing diletakkan pada telapak tangan dengan ujung atau mata lembing serong hampir menuju arah badan. Kemudian jari tengah memegang tepian atau pangkal ujung dari tali bagian belakang (dilingkarkan, dibantu dengan ibu jari diletakkan pada tepi belakang dari pegangan dan pada badan lembing. Jari telunjuk harus lemas ke belakang membantu menahan badan lembing. Sedangkan jari-jari yang lainnya turut memegang lilitan pegangan di atasnya dalam keadaan lemas. Dengan cara Finlandia ini, jari tengah dan ibu jari yang memegang peranan penting untuk mendorong tali pegangan pada saat melempar.

b. Awalan
Awalan lempar lembing dalam gaya Finlandia dapat menggunakan gaya langkah jungkit atau gaya langkah silang belakang. Gerakan-gerakan tersebut adalah sebagai berikut :
  • Lembing di bawah dada dengan mata lembing menunjuk ke bawah. Pada satu langkah sebelum langkah silang lembing baru diturunkan dengan lengan kanan lurus.
  • Pada langkah silang, lengan kanan makin ditarik lurus kencang-kencang ke belakang. Bagi yang sudah profesional hanya cukup melangkah silang satu kali dengan posisi lembing yang diinginkan. Langkah silang lebih dari satu kali justru akan menghambat awalan.

Cara menentukan tanda-tanda pada awalan adalah sebagai berikut :
1) Pentingnya tanda
Tanda-tanda perlu untuk awalan lempar lembing, semua pelempar yang baik selalu menggunakan tanda bagi awalannya. Hanya dengan tanda-tanda ini diharapkan awalan akan berlangsung menurut kehendak pelempar dengan hasil yang memuaskan.

Dengan adanya awalan ini, kalau terjadi kesalahan langkah dapat segera diketahui. Sekali ketahuan langkah yang keliru, awalan tidak diteruskan, tetapi berhenti dulu dan dimulai lagi dari awal. Jadi perbaikan kesalahan itu dengan cara mengulangi lagi dari awal.

Cara menentukan awalan ini ada beberapa macam yang dapat dilakukan dan dikembangkan sendiri. Jumlah tanda yang praktis adalah 3, kalau hanya satu belum tentu tepat. Kalau dua kurang aman. Dua tanda hanya saat berangkat dan pada saat akan mengadakan persiapan melempar. Diantara dua tanda ini terdapat jarak kurang lebih 25 meter. Memelihara langkah tetap sepanjang jarak ini sukar, maka sesampainya tanda kedua, kaki yang dikehendaki belum tentu dapat menginjak tanda kedua maka perlu menggunakan awalan dengan tiga tanda.

2) Pelaksanaan
Tempat untuk mengukur panjangnya awalan tidak perlu di tempat awalan itu sendiri, tetapi cukup di luarnya saja. Pelempar membuat tanda pertama, yaitu tempat yang akan dipakai untuk memulai awalan. Membuat lima langkah yang dimulai dengan kaki kiri. Dengan bantuan teman yang meneliti dimana langkah kelima berakhir, dia membuat tanda kedua. Tanda ini terinjak oleh kaki kiri. Setelah terjadi dua tanda dia mengulang nenerapa kali langkah tersebut. Temannya meneliti apakah langkah kelima selalu persis pada tanda kedua. Kalau belum dapat, maka tanda kedua ini akan dimajukan atau dimundurkan. Dari tanda kedua dia membuat 8 langkah ke depan. Langkah pertama dilakukan dengan kaki kanan. Langkah ke depan jatuh pada kaki kiri, tempat inilah tanda ketiga atau terakhir

Dari tanda kedua sampai tanda ketiga, ditempuh dengan 3/4 kecepatannya. Selanjutnya mulai dari tanda pertama sampai tanda ketiga. Jangan berusaha menempatkan kakinya kalau memang tidak tepat, harus tetap melangkah dengan stabil dan dengan kecepatan yang telah ditetapkan. Jangan mengubah langkah serta kecepatannya. Setelah menguasai dengan baik, maka mulai dengan tahap terakhir yaitu 5 langkah setelah tanda ketiga. Langkah-langkah ini seakan-akan melempar sungguh-sungguh. Dengan bantuan teman dia membuat tanda dimana kaki kanan berhenti setelah mengadakan langkah kelima. Tanda terakhir ini menjadi garis batas lempar, jadi bukan tanda untuk awalan.

c. Lemparan
Adapun cara melakukan lemparan dengan gaya Finlandia adalah sebagai berikut
  1. Awalan dilakukan dengan 13 langkah, ditambah langkah untuk langkah silang dan untuk persiapan melempar. Bagi pemula yang menggunakan 3 kali langkah silang, bukan lima langkah tapi tujuh langkah atau sembilan langkah lagi
  2. Membuat tiga tanda untuk penempatan kaki. Kalau kaki yang dikehendaki tidak jatuh pada tanda, berarti awalannya salah maka harus diulang lagi. Jadi tanda-tanda tersebut untuk mengontrol langkah.
  3. Pelempar berdiri pada tanda pertama. Tanda-tanda tadi ditempatkan di sebelah kanan garis batas awalan, bukan di awalan.
  4. Lembing dibawa di depan dada, ujung menghadap ke bawah. Pelempar lari dengan kecepatan yang telah ditentukan oleh si pelempar.
  5. Langkah pertama dilakukan dengan kaki kiri. Langkah kelima kaki kiri mengijak tanda kedua.
  6. Sewaktu lari, lembing diayun-ayunkan ke atas dan ke bawah. Ke atas kalau kaki kanan maju, dan ke bawah kalau kaki kiri maju.
  7. Lengkah keenam dengan kaki kanan, telah melewati tanda kedua.
  8. Langkah ketigabelas kaki kiri sampai di tanda ketiga.
  9. Langkah untuk persiapan dimulai, 4 langkah untuk mengambil posisi lempar dan 1 langkah untuk melepaskan lembingnya.
  10. Langkah pertama dari persiapan dilakukan dengan kaki kanan melewati tanda terakhir. Ujung kaki masih menjurus ke arah lempar.
  11. Kaki kiri dilangkahkan ke depan sebagai langkah kedua. Ujung kaki ini sudah diputar ke arah kanan dan lembing diturunkan.
  12. Langkah ketiga dan sejajar dengan tanah, dengan kaki kanan yang melewati kaki kiri. Pada waktu ini badan juga diputar ke kanan. Karena berat badan sudah diputar ke kanan, maka kaki kanan menyilang kaki kiri lewat depannya. Waktu mendarat, ujung kaki kanan menunjuk ke kanan. Lembing ditarik makin ke belakang dengan lurus dan tekanan jari pada lembing dikutkan.
  13. Langkah keempat dengan kaki kiri yang dilangkahkan jauh sekali ke muka sehingga dada tertinggal di belakang. Lengan kakan makin ditarik ke belakang. Lembing melekat pada lengan badan. Pundak kanan diturunkan sehingga satu garis lurus dengan lengan. Sudut yang dibentuk oleh lembing dan tanah besarnya kurang lebih 40 derajat.

d. Melepaskan Lembing
Cara melepaskan lembing dalam gaya Finlandia dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
  1. Begitu kaki kiri mendarat dengan ujung kaki menjurus ke arah lempar, kaki kanan diputar dan digerakan ke atas muka.
  2. Panggul diputar ke kiri dan badan ditegakkan.
  3. Lembing terangkat ke atas, lemparan sudah dimulai. Genggaman pada lembing sudah keras sekali.
  4. Lengan kiri dibawa ke samping, boleh lurus atau bengkok.
  5. Kepala menghadap ke arah lempar dan menengadah.
  6. Badan dibuang ke depan bersama dengan penekukan siku kanan. Siku mendahului tangan yang menggenggam lembing.
  7. Dengan didahului oleh siku kanan, lembing dilemparkan sekuat-kuatnya dengan sudut lempar kurang lebih 40 derajat.
  8. Badan dan kaki terlempar ke depan. Kedua kaki berdiri pada ujungnya.
  9. Kaki kanan mengerem lajunya badan ke depan dengan jalan dipindahkan ke depan dekat dengan garis batas lempar. Jika kaki kanan belum menghentikan laju badan, dapat dilakukan jangkit-jangkit. Sedangkan kaki kiri ditarik lurus ke belakang atau agak ke samping kiri.
  10. Tangan membantu keseimbangan badan.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 11:37 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif. Silahkan tulis url Anda dengan tanda koma (,). Jika saya sempat akan kunbal....